30 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 3469

PPKM Mikro Diperluas ke 8 Daerah Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Sumatera Utara yang diperpanjang hingga 19 April, kini diperluas. Sebelumnya hanya mencakup 6 kabupaten/kota, kini diperluas hingga 8 daerah di Sumut. Perluasan itu sesuai instruksi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

“Hasil rapat koordinasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional tentang evaluasi PPKM Mikro, menginstruksikan kepada 8 kepala daerah. Antara lain Kota Medan, Binjai, Pematangsiantar, Kabupaten Deliserdang, Simalungun, Langkat, Karo, dan Dairi,” ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah, Kamis (8/4).

Instruksi Gubsu tersebut menindaklanjuti Instruksi Mendagri Nomor 07/2021. PPKM Mikro sekaligus mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa serta kelurahan untuk pengendalian penyebaran virus corona.

Disebutkan Aris, instruksi gubernur itu tidak jauh berbeda dengan instruksi sebelumnya yang dikeluarkan bagi 6 daerah. Instruksi berlaku mulai 6-19 April. Ada 15 poin yang disampaikan. “Yaitu, mengatur PPKM Mikro sampai dengan tingkat lingkungan yang berpotensi menimbulkan penularan corona,” sebutnya.

Beberapa aturan dalam PPKM mikro tahap V yakni: Membatasi tempat kerja/perkantoran dengan menerapkan work from home (WFH) sebanyak 50 persen dan sisanya bekerja dari kantor atau work from office (WFO).

Kegiatan belajar mengajar secara daring dan tatap muka untuk perguruan tinggi dibuka bertahap dengan proyek percontohan yang ditetapkan dengan Perda atau Peraturan Kepala Daerah (Perkada) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Kegiatan restoran atau makan dan minum di tempat dibatasi 50 persen. Layanan pesan antar diperbolehkan.

Pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan atau mal sampai dengan pukul 21.00.

Kapasitas tempat ibadah dibatasi 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Kegiatan fasilitas umum diizinkan dibuka dengan pembatasan kapasitas maksimal 50 persen.

Kegiatan seni, sosial, dan budaya yang dapat menimbulkan kerumunan diizinkan dibuka maksimal 25 persen dengan pengetatan protokol kesehatan.

Kendaraan umum dilakukan pengaturan kapasitas dan jam operasional.

Kegiatan operasi diizinkan berjalan 100 persen, seperti sektor-sektor esensial dari kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi, perbankan, hingga logistik.

Aris berharap, perpanjangan kebijakan gubernur ini dapat berkontribusi dalam upaya menekan angka penularan Covid-19 di Sumut. “Masyarakat diminta agar mematuhi dan mengikuti imbauan pemerintah menerapkan protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, jaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas,” katanya.

Aris juga mengungkapkan, hingga kini angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumut telah mencapai 27.919 orang. Angka ini setelah bertambah 71 kasus baru dari 4 daerah, Medan (45 orang), Deliserdang (18 orang), Batu Bara (6 orang), dan Padangsidimpuan (2 orang).

Kemudian, angka kesembuhan Covid-19 jumlahnya 24.649 orang setelah bertambah 81 kasus dari 4 daerah, yakni Medan (75 orang), Karo (3 orang), Deliserdang (2 orang), dan Tapanuli Utara (1 orang). Sedangkan angka kematian akumulasinya kini 927 orang, bertambah 2 kasus dari Medan. Sementara angka suspek 792 orang, bertambah 6 kasus.

“Angka penderita aktif Covid-19 di Sumut saat 2.343 orang, dengan rincian 699 orang isolasi di rumah sakit dan 1.644 isolasi mandiri,” tandasnya. (ris)

Suap DAK P-APBN Labura: Kharuddin Syah Divonis 1,5 Tahun Penjara

SIDANG: Bupati Labura nonaktif Kharuddin Syah dan Agusman Sinaga terdakwa kasus suap menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan, Rabu (8/4).Agusman/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim diketuai Mian Munte memvonis Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) nonaktif, Kharruddin Syah, dengan pidana selama 1 tahun 6 bulan penjara. Dia dinyatakan terbukti bersalah melakukan suap dana alokasi khusus Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (DAK P-APBN) Pemkab Labura TA 2017.

SIDANG: Bupati Labura nonaktif Kharuddin Syah dan Agusman Sinaga terdakwa kasus suap menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan, Rabu (8/4).Agusman/Sumut Pos.

Dalam amar putusannya, terdakwa terbukti secara menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sebagaimana dalam dakwaan pertama Pasal 5 ayat (1) huruf a UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No RI 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No RI 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

“Mengadili, menjatuhkan terdakwa Kharruddin Syah alias H Buyung dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan denda Rp100 juta subsider 2 bulan kurungan,” ujarnya dalam sidang virtual di Ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (8/4).

Putusan yang sama juga diberikan kepada terdakwa Agusman Sinaga. Majelis hakim sependapat dengan Jaksa KPK, yang semula menuntut terdakwa Agusman dengan pidana yang sama (conform) “Majelis hakim beralasan, bahwa terdakwa Kharruddin Syah bukanlah pelaku utama, melainkan terdakwa Agusman Sinaga,” ucap Mian.

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa bertentangan dengan kebijakan pemerintah dalam memberantan tindak pidana korupsi. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan dan mengakui perbuatannya.

Atas putusan ini, majelis hakim memberikan waktu selama 7 hari kepada jaksa KPK dan penasihat hukum terdakwa untuk menyatakan terima atau banding. Vonis terhadap terdakwa Kharruddin Syah lebih ringan dari tuntutan Jaksa KPK, yang semula menuntut selama 2 tahun penjara denda Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan. Sementara Agusman Sinaga semuala dituntut 1 tahun 6 bulan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Kami punya waktu 7 hari untuk melapor kepada pimpianan untuk menyatakan sikap, apakah kami menerima atau menyatakan upaya hukum banding terhadap putusan tersebut,” ujar Jaksa KPK Budhi S di luar persidangan.

Sebelumnya, terdakwa Kharuddin Syah selaku Bupati Labura membagi peruntukan DAK Bidang Kesehatan (Prioritas Daerah) sebesar Rp49 miliar menjadi dua bagian yakni pelayanan kesehatan dasar Rp19 miliar dan pembangunan RSUD Aek Kanopan sebesar Rp30 miliar, namun belum disetujui oleh Kemenkes RI agar ditampung dalam DAK apbn-perubahan TA 2017 dan 2018.

Terdakwa Kharuddin Syah pun memerintahkan Agusman Sinaga, selaku Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Labura untuk meminta bantuan Yaya Purnomo (pejabat Kemenkeu RI) guna menyelesaikan kendala tersebut. Yaya kemudian meminta Wabendum PPP 2016-2019, Puji Suhartono, yang merupakan rekan kuliahnya saat program doktoral, untuk membantu pembahasan di Desk Kementerian Kesehatan untuk Kabupaten Labura.

Puji kemudian meminta Irgan —yang ada di Komisi yang bermitra dengan Kementerian Kesehatan—, untuk mengupayakan adanya desk pembahasan RKA DAK Bidang Kesehatan Kabupaten Labura. Setelah terealisasi, Puji meminta Yaya agar Agusman mentransfer uang ke rekening Irgan yang diketahui digunakan untuk pembelian oleh-oleh umroh. Agusman kemudian memerintahkan Aan Arya Panjaitan melakukan transfer uang sejumlah Rp20 juta ke rekening atas nama ICM, pada 4 Maret 2018.

Pada 2 April 2018, terjadi penyerahan uang kembali sebesar Rp80 juta ke rekening Irgan. Total uang yang ditransfer ke Irgan sejumlah Rp100 juta. Agusman juga melakukan setoran tunai uang sejumlah Rp400 juta yang berasal dari Khairuddin, ke rekening Toko Emas di bilangan Jakarta Pusat pada 9 April 2018 untuk kepentingan Yaya. Dan Rp100 juta di antaranya ditransfer ke rekening atas nama Puji Suhartono sebagai fee. (man)

Gunung Sinabung 2 Kali Erupsi, Luncurkan Awan Panas 700 Meter

ERUPSI: Gunung Sinabung erupsi beberapa waktu lalu. Kemarin, Gunung Sinabung erupsi lagi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali erupsi pada Kamis (8/4) pukul 12.00 WIB. Erupsi ditandai dengan luncuran guguran awan panas teramati dengan jarak 700 meter dan warna asap kelabu.

ERUPSI: Gunung Sinabung erupsi beberapa waktu lalu. Kemarin, Gunung Sinabung erupsi lagi.

“Selain itu gunung kabut, dan asap kawah tidak teramati,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Natanail Perangin-angin saat dihubungi dari Medan, Kamis (8/4/21).

Ia menjelaskan, Gunung Sinabung berada dengan ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl). “Jumlah letusan Gunung Sinabung 2 kali, terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22-32 mm dan durasi 165-185 detik,” ujarnya seperti dikutip Antara.

Saat ini Gunung Sinabung berada pada status Level III (Siaga) dengan rekomendasi warga dan petani agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang warganya sudah dipindahkan serta di lokasi dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Selain itu, radius sektoralnya pada lima kilometer untuk sektor selatan-timur dan empat kilometer untuk sektor timur-utara.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker saat keluar rumah untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan warga, demikian Natanail Perangin-angin. (lp6)

Rencana Belajar Tatap Muka, Medan Kejar Vaksinasi Guru 75 Persen

VAKSINASI: Vaksinasi Covid-19 secara drive thru, di Lanud Soewondo, Rabu (7/4). Guru lansia diminta ikut.
VAKSINASI: Vaksinasi Covid-19 secara drive thru, di Lanud Soewondo, Rabu (7/4). Guru lansia diminta ikut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Pendidikan belum dapat memastikan apakah siswa di Kota Medan akan ikut sistem pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah mulai Juli Mendatang. Pemko masih menunggu arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).

“Kepastiannya belum ada, sampai saat ini kita masih menunggu arahan dari (pemerintah) pusat Yang pasti, Disdik fokus menuntaskan proses vaksinasi kepada sekitar 20 ribu guru yang ada di Kota Medan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan, Adlan SPd MM kepada Sumut Pos, Kamis (8/4).

Selain membantu program pemerintah dalam menciptakan herd immunity terhadap Covid-19, proses vaksinasi juga sekaligus sebagai bentuk persiapan Disdik Kota Medan, jelang rencana pembukaan PTM di sekolah awal tahun ajaran baru mendatang.

“Intinya kita bersiap saja. Kalau sistem belajar tatap muka ternyata jadi dimulai Juli nanti, kita sudah siap karena guru-guru ditargetkan sudah divaksinsi minimal 75 persen dari total guru di Kota Medan. Tapi seandainya pun belum diizinkan untuk belajar tatap muka di tahun ajaran baru nanti, setidaknya kita sudah mendukung program vaksinasi pemerintah,” katanya.

Saat ini, lanjut Adlan, proses vaksinasi kepada para guru di Kota Medan masih terus berjalan. Dinas Pendidikan terus berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan, dalam upaya percepatan proses vaksinasi kepada para guru yang masuk ke dalam kategori pelayan publik.

“Apalagi sekarang sudah ada vaksinasi drive thru di Lanud Soewondo. Proses vaksinasi para guru sangat terbantu dengan pelayanan vaksinasi drive thru itu. Semoga vaksinasi untuk para guru ini dapat diselesaikan secepatnya,” ungkapnya.

Mengenai kepastikan ikut PTM, Dinas Pendidikan Kota Medan telah menugaskan stafnya ikut dalam rapat pembahasan rencana belajar tatap muka dengan Kemendikbud. “Sudah ada staf kita mengikuti rapat itu. Bagaimana hasil rapatnya, kita belum tahu karena masih dibahas. Mungkin dalam satu atau dua hari ke depan, kita baru tahu hasil pembahasannya. Kita tunggu saja dulu,” ujarnya.

Dukung Uji Coba Tatap Muka

Sementara itu, Komisi II DPRD Medan, Afif Abdillah meminta Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, untuk mempercepat mulainya uji coba sekolah tatap muka di Kota Medan. Namun dengan catatan, pelaksanaan uji coba dilakukan dengan memenuhi prokes secara ketat.

Ia berharap, proses uji coba belajar tatap muka di sekolah bukan justru menambah klaster baru penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Karena itu, Afif meminta Wali Kota untuk memerintahkan Dinas Pendidikan agar mempersiapkan uji coba tersebut, baik dalam insfrastruktur kesehatan sekolah maupun vaksinasi terhadap tenaga pendidik.

“Guru atau tenaga pendidiknya harus divaksinasi terlebih dahulu. Dengan begitu, uji coba sekolah tatap muka bisa terlaksana,” kata Afif kepada Sumut Pos, Kamis (8/4).

Jika diperbolehkan, orang tua murid yang ikut uji coba sekolah tatap muka juga harus divaksin. Hal ini untuk memutus mata rantai Covid-19 dan tidak menambah klaster baru penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

Ketua Partai Nasdem Kota Medan ini juga menyampaikan, pihaknya di Komisi II DPRD Medan akan mengusulkan kepada Wali Kota Medan, agar uji coba sekolah tatap muka di Kota Medan dapat dimulai pada kawasan-kawasan sekolah yang lingkungan kecamatannya merupakan kawasan dengan kasus penambahan Covid-19 paling sedikit.

“Walaupun kecamatan di Medan zona merah, tapi ‘kan ada yang penyebarannya paling kecil. Mungkin bisa dimulai dari situ. Dalam artian, di lingkungan sekolah atau kecamatannya tidak ada penambahan kasus positif Covid-19, atau paling sedikit penambahan kasusnya,” jelasnya.

Hanya saja Afif menyayangkan minimnya data dari Gugus Tugas Covid-19 Medan dan Sumatera Utara. Sebab sejauh ini, data wilayah yang sedikit perkembangan kasus positif Covid-19 di Medan tidak sinkron antara data Gugus Tugas Covid-19 Medan dan Sumut. Akibatnya Komisi II DPRD Medan bingung mengusulkan sekolah mana yang bisa menjadi tempat uji coba sekolah tatap muka.

“Makanya, Komisi II akan mengklarifikasi lagi ke Gugus Tugas Covid-19 Medan dan Sumut, data mana yang betul. Karena data yang dimiliki Medan dan Sumut perbedaannya sangat jauh,” tegasnya.

Afif juga menegaskan, jika ada uji coba sekolah tatap muka, pihak sekolah wajib terlebih dahulu meminta izin kepada orang tua siswa. Sebab, izin dari orang tua siswa merupakan salahsatu syarat utama kembalinya sistem belajar tatap muka di sekolah. (map)

Asap Panas Bau Gas Keluar di Sipirok-Tapsel

GAS: Warga Desa Pasar Sipirok, Tapanuli Selatan, melaporkan kemunculan gas dari perut bumi di permukiman mereka kepada polisi. CNN Indonesia/Farida.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Asap panas berbau gas tiba-tiba muncul dari dalam tanah di Desa Pasar Sipirok, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, Kamis (8/4). Warga melaporkan peristiwa itu ke aparat kepolisian.

GAS: Warga Desa Pasar Sipirok, Tapanuli Selatan, melaporkan kemunculan gas dari perut bumi di permukiman mereka kepada polisi. CNN Indonesia/Farida.

“Lokasinya berada di Desa Pasar Sipirok tepatnya di belakang Alun-alun Sipirok di bawah tiang listrik. Tiba-tiba mengeluarkan asap berbau seperti gas/belerangn

Bagian tanah yang mengeluarkan asap itu juga terasa panas,” ungkap salah satu warga.

Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sumut langsung melakukan pengamanan area setelah mendapat laporan dari masyarakat. Di lokasi saat ini telah dipasang police line agar tidak dilintasi warga.

“Saat ini personel gabungan Brimob, TNI, Polres dan Kecamatan telah berada di lokasi terkait temuan asap yang diduga mengandung gas,” kata Danyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sumut Kompol Buala Zega melalui Wadanki 2 Yon C Sat Brimob Polda Sumut, Iptu Marihot P. Panggabean.

Menurutnya saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan mendalam. Petugas juga melakukan koordinasi ke unsur terkait untuk proses penanganan selanjutnya.

“Petugas gabungan masih melakukan koordinasi di lokasi ditemukannya bau gas tersebut. Kita mengimbau masyarakat untuk sementara agar menghindari TKP, sampai adanya tim yang akan melakukan pemeriksaan,” bebernya. (fnr/cnn)

Torehkan Kinerja Positif Ditengah Krisis, BRI Raih 5 Penghargaan di Malam Anugerah BUMN 2021

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Berbagai inovasi, adaptasi dan transformasi yang dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam menjalani peran sebagai BUMN di tengah pandemi Covid-19 mendapat pengakuan para ahli. Kemampuan BRI menjaga kinerja positif di tengah masa sulit sepanjang 2020 mendapat apresiasi dengan diberikannya sejumlah penghargaan kepada perusahaan.

Pada tahun 2021 ini, BRI kembali mendapat penghargaan atas torehan kinerja positifnya. Total ada 5 penghargaan yang diterima BRI dalam acara Malam Anugerah BUMN 2021 tahun ke-10, Kamis malam (8/4) di Jakarta.

Dalam acara yang diadakan BUMN Track tersebut turut hadir menerima penghargaan yakni Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto dan Direktur Hubungan Kelembagaan & BUMN BRI Agus Noorsanto. BRI dinobatkan sebagai perusahaan kategori The Best Corporate. Perusahaan juga meraih penghargaan kategori Tata Kelola Perusahaan (GCG) Terbaik 1, dan kategori Transformasi Bisnis & Organisasi Terbaik 1. Sementara itu Direktur Utama BRI Sunarso diganjar dua penghargaan sekaligus yaitu sebagai The Best CEO dan juga sebagai CEO Strategic Orientation Terbaik.

Penghargaan tersebut diberikan kepada BRI berdasarkan hasil penilaian independen para dewan juri yang menjadi pakar di bidangnya, diantaranya Menteri BUMN Pertama dan Dewan Pakar BUMN Track Tanri Abeng, Pengamat Ekonomi Senior INDEF Enny Sri Hartati, Pemimpin Umum BUMN Track Ahmed Kurnia, serta CEO Nielsen Indonesia 2014-2020 & Chairman BUMN Track Consulting Agus Nurudin.

Menurut Tanri Abeng yang menjadi salah satu Dewan Juri pada ajang tersebut, Pandemi Covid-19 telah menguji ketahanan perekonomian Indonesia. Namun demikian, BRI dianggap berhasil menerapkan langkah-langkah strategis sehingga dapat tetap mencatatkan kinerja positif di tengah krisis. Strategi BRI yang dapat menjaga keseimbangan antara economic value dan social value untuk menciptakan kinerja perusahaan yang sustain juga menjadi keunggulan tersendiri yang tidak banyak dimiliki oleh perusahaan lain. “Pencapaian luar biasa perusahaan tidak terlepas dari pemimpinnya yang memiliki leadership yang excellence, dan dalam hal ini kapabilitas leadership CEO BRI tidak diragukan lagi”, tambah Tanri Abeng.

Direktur Utama BRI Sunarso yang dinobatkan sebagai Best CEO oleh BUMN Track mengungkapkan bahwa tugas seorang CEO adalah meng-create value, dan men-deliver value. “Maka value yang di-create melalui penciptaan laba itu memang penting, tapi jauh lebih penting dari itu adalah kita bisa men-deliver value yang lain secara simultan dan optimal. Kalau profit itu bagian dari economic value, tetapi jangan lupa BRI ini bank milik negara dan lebih dari 80% nasabahnya adalah UMKM, maka men-deliver value selain economic value, juga social value itu jauh lebih penting. Dengan adanya keseimbangan antara economic value dan social value maka akan tercipta kinerja perusahaan yang sustain,” tambah Sunarso.

“Penghargaan yang diterima ini terus mendorong BRI untuk terus memberikan layanan dan produk terbaik bagi masyarakat. Ini juga menjadi pembuktian bahwa selama ini BRI telah menjalani tugas dan perannya sebagai BUMN dengan pengelolaan yang baik, transparan, dan terpercaya. Kami pastikan, ke depannya BRI akan terus berkontribusi untuk kebangkitan perekonomian nasional,” ujar Sunarso.

Sebagai informasi, sepanjang 2020 lalu BRI berhasil mencatatkan kinerja positif yang tumbuh di atas industri perbankan nasional dengan total aset mencapai Rp1.511,8 triliun atau tumbuh 6,7% year-on-year (yoy). Pertumbuhan Kredit mencapai 3,9% (yoy) atau menjadi Rp938,4 triliun dengan komposisi Kredit segmen UMKM mencapai 82,1%. Sementara itu NPL Gross BRI terjaga dibawah 3%, tepatnya 2,99 persen. NPL yang terjaga merupakan bentuk keberhasilan Perseroan dalam pengelolaan Aset yang baik pada kondisi krisis. Ditengah situasi penuh tantangan, perseroan juga mampu membukukan laba bersih sebesar Rp18,66 triliun.

Periode krisis kali ini semakin membuktikan konsistensi Perseroan dalam menyelamatkan UMKM, sehingga mampu ”Mengubah Kesulitan menjadi Ketangguhan”. Beberapa strategi yang diimplementasikan Perseroan antara lain: penyelamatan UMKM melalui program restrukturisasi Kredit dan ”Business Follow Stimulus” untuk menumbuhkan bisnis dan loan demand dengan menjadi mitra Pemerintah pada program PEN. BRI setidaknya berkontribusi terhadap lebih dari 60% dalam setiap program PEN. Di mana, memberi dampak positif tidak hanya bagi nasabah namun juga bagi perekonomian Indonesia.

Yamaha GEAR 125, Motor Pilihan Semua Kalangan

PENGGUNA: Salah seorang pengguna Yamaha GEAR 125, Ibu Zul. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (PT YIMM) terus berusaha memberikan produk yang bermanfaat untuk masyarakat Indonesia, salah satunya dengan meluncurkan motor matik multiguna Yamaha GEAR 125 pada bulan November 2020 lalu. Yamaha GEAR 125 menjadi salah satu motor terbaru unggulan Yamaha di kelas 125cc dengan desain tangguh namun tetap nyaman digunakan.

Keunggulan matik multiguna Yamaha GEAR 125 ini dirasakan oleh Lutfi (35), yang berprofesi sebagai ojek online. Lutfi mengaku ketertarikannya dimulai setelah melihat launching virtual Yamaha GEAR 125 di bulan November 2020. “Pertama saya tau GEAR 125 itu dari Youtube, saya lagi cari motor baru yang desainnya tangguh dan mau naik kelas dari mesin 110 ke mesin 125cc. Setelah saya coba memang beda banget, lebih lincah, tarikan terasa lebih enteng dan tetep bertenaga,” ungkap Lutfi dalam pers rilisnya, Jumat (09/04/2021).

“Motor ini juga pas banget buat keluarga muda seperti saya karena joknya juga lebar jadi lebih lega dan tetap nyaman saat berboncengan bareng istri dan anak karena ada pijakan kaki juga untuk anak saya yang masih kecil,” tambah Lutfi

GEAR 125 menjadi salah satu pilihan produk generasi 125 yang dirancang baik untuk pria maupun wanita. Seperti Ibu Zul, panggilan akrab Suyati Slamet (63), pengguna Yamaha GEAR 125 S-Version ini mengaku nyaman sejak pertama kali mencoba Yamaha GEAR 125.

“Kalau pakai Yamaha GEAR 125 ini bawaannya tuh lebih tenang dan nyaman. Apalagi saat parkir atau mengeluarkan motor jadi tidak perlu takut jatuh atau was was karena ringan dan mudah di handling. Kemudian saat ke pasar melewati tanjakan dan turunan juga lebih yakin,” tutur Ibu Zul, setelah hampir 3 bulan menggunakan Yamaha GEAR 125

Kenyamanan Yamaha GEAR 125 sebagai motor di kelas 125cc, didukung body yang ramping dan ringan sehingga lebih gesit saat berkendara. Kemudian inovasi pijakan kaki untuk anak dan ban tubeless dengan tapak lebar sehingga pengguna lebih nyaman dan stabil saat bermanuver.

GEAR 125 juga bertenaga dan handal karena didukung generasi baru mesin Blue Core 125 cc dengan teknologi Smart Motor Generator (SMG) sehingga suara mesin lebih halus ketika dinyalakan. Serta sudah dilengkapi dengan Eco Indicator sebagai panduan berkendara lebih irit. “Saya isi bensin setiap seminggu sekali, sekitar 25 ribu saja untuk rutinitas harian saya ke pasar,” tambah Ibu Zul

Keunggulan lain Yamaha GEAR 125, yaitu praktis dengan fitur rak depan berkapasitas besar dan double hook sehingga mempermudah pengguna membawa banyak barang bawaan. Selain itu Electric Power Socket mempermudah pengguna mengisi daya gadget, lampu LED yang lebih terang dan awet, ditambah lampu hazard untuk situasi darurat layaknya skutik premium. Semakin menang banyak dengan Answer Back System untuk menemukan motor saat di parkiran.

Desain, teknologi, fitur yang praktis dan canggih membuat Yamaha GEAR 125 menjadi motor yang selalu siap diandalkan untuk menemani rutinitas harian generasi 125 yang aktif. (rel/dek)

Gemar Membaca ala MIS Al-Afkari: Ceritakan Isi Buku untuk Membangun Percaya Diri Siswa

Siswa MIS Al-Afkari, Jalan Sawo, Dusun III Desa Baru, Kecamatan Batangkuis Kabupaten Deliserdang, sedang praktik membaca buku dan menceritakan isinya kepada teman-temannya, dalam Program Gerakan Gemar Membaca MIS Al-Afkari yang digagas kepala sekolah, Dr. Mursal Aziz, M.Pd.I, belum lama ini.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Tak sekadar membaca buku, tetapi juga memahami isi serta mampu menceritakan isi buku kepada teman. Tujuannya, untuk membangun rasa percaya diri siswa. Itulah yang dipraktikkan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Afkari, kepada para siswanya yang bersekolah di lembaga pendidikan yang beralamat di Jalan Sawo, Dusun III Desa Baru, Kecamatan Batangkuis Kabupaten Deliserdang.

“Untuk mengembangkan potensi siswa, salahsatu program yang kami kembangkan di MIS Al-Afkari adalah Program Gerakan Gemar Membaca MIS Al-Afkari. Saya menginstruksikan kepada seluruh wali kelas –mulai kelas I sampai kelas VI–, agar meningkatkan budaya membaca bagi siswa, khususnya setelah mendapat pelatihan budaya membaca bersama Tanoto Foudation,” kata sang kepala madrasah, Dr. Mursal Aziz, M.Pd.I, kepada Sumut Pos, Kamis (7/4).

Mursal mengungkapkan, sebelum pandemi Covid-19, kegiatan gemar membaca dilakukan setiap hari. Terdiri dari Gemar Membaca Surah mulai pukul 07.30 hingga pukul 08:00 WIB. Dilanjutkan dengan membaca buku bergambar 15 menit sebelum jam istirahat pembelajaran.

“Buku yang kami pilih adalah buku bacaan bergambar yang disiapkan oleh guru. Bukunya berasal dari Perpustakaan Madrasah, Yayasan, dan Bantuan Tanoto Foundation,” jelasnya.

Namun di masa pandemi Covid-19 di mana belajar diutamakan secara daring, program membaca tidak lagi dilaksanakan setiap hari. Melainkan hanya pada jadwal-jadwal yang ditentukan. Program membaca dilakukan di sekolah secara tatap muka, namun mengikuti protokol kesehatan. “Didahului cuci tangan, tetap memakai masker, dan menjaga jarak,” cetus salahsatu fasilitator daerah komunikasi Deliserdang Program Pintar Tanoto Foundation ini.

Program membaca di MIS Al-Afkari dipandu masing-masing wali kelas. Kelas I misalnya, dipandu Ibu Dwi Rianti, kelas II dipandu Liza, Kelas III dipandu Winda Simanjuntak, Kelas IV dipandu Suwandi, Kelas V dipandu Siti Aisyah, dan kelas VI dipandu Nurul Fitri Harahap. Program juga didukung oleh guru agama, Susi Hardiani.

Siswa MIS Al-Afkari disiplin protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan memakai masker, dalam Program Gerakan Gemar Membaca MIS Al-Afkari yang digagas kepala sekolah, Dr. Mursal Aziz, M.Pd.I, belum lama ini.

Program diawali oleh guru dengan membagikan buku bergambar kepada siswa. “Kemudian, masing-masing wali kelas mengarahkan dan mengelola siswa agar membaca buku dengan topik-topik dan metode yang menarik, sehingga siswa bersemangat membaca,” katanya.

Selanjutnya, siswa diberikan waktu 30 menit sampai 1 jam untuk membaca. Selanjutnya, para siswa dipersilakan secara bergilir untuk menyampaikan isi buku yang dibacanya kepada teman-temannya. Usai bercerita, teman-temannya diminta menanggapi.

Konsep membaca dan menceritakan isi buku ini, dinilai menjadi tantangan untuk membangun kepercayaan diri siswa agar berani menyampaikan isi bacaan kepada teman-temannya. “Awal program, banyak siswa yang malu-malu bercerita di depan teman-temannya. Tetapi setelah berlangsung beberapa waktu, siswa semakin mahir membaca sekaligus bercerita, dan semakin percaya diri tampil,” beber Mursal dengan nada gembira.

Selain makin percaya diri, siswa juga ternyata semakin senang membaca buku, khususnya buku bergambar, karena didampingi oleh guru atau wali kelas masing-masing. “Rata-rata siswa mampu menyelesaikan pembacaan buku yang dibagi,” katanya bangga.

Apa beda program membaca MIS Al-Afkari sebelum dan sesudah Covid-19? “Konsepnya sama saja. Yang berbeda hanya penerapan protokol kesehatan, yaitu cuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” ulangnya.

Program membaca ini tetap digelar di pandemi Covid-19, karena menurut sang kasek, sekolah bertanggung jawab untuk tetap konsisten mengembangkan potensi siswa. (rel/mea)

Warga Binjai Blokir Jalan Menuju Bukit Lawang

BLOKIR: Warga Binjai melakukan aksi blokir jalan dengan menanam pohon dan bakar ban bekas di Jalan Gatot Subroto akses menuju objek wisata Bukit Lawang, Kamis (8/4).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kecewa dengan kondisi badan jalan yang kupak kapik dan tak ada perbaikan, warga melakukan aksi blokir dengan menanam pohon pisang dan bakar ban bekas di Jalan Gatot Subroto, Binjai Barat, Kamis (8/4).

BLOKIR: Warga Binjai melakukan aksi blokir jalan dengan menanam pohon dan bakar ban bekas di Jalan Gatot Subroto akses menuju objek wisata Bukit Lawang, Kamis (8/4).

Menurut salah seorang warga, Alvian menyatakan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan dan protes terhadap pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yang hingga saat ini belum ada melakukan perbaikan jalan yang rusak di kawasan tersebut. “Kami warga kecewa, sebab jalan ini tidak kunjung diperbaiki. Padahal, jalan ini rusak sudah lebih dari 3 tahun,” kata dia.

Jalan tersebut diketahui penghubung dua Kota Binjai menuju Kabupaten Langkat. Bahkan jalan itu juga menuju destinasi wisata Bukit Lawang.

“Ini jalan provinsi yang menghubungkan Kota Binjai dan Kabupaten Langkat, bahkan ini merupakan jalur akses menuju tempat wisata yang ada di Bahorok seperti Bukit Lawang,” ujar dia.

Karenanya, warga meminta kepada instansi terkait agar segera melakukan perbaikan pada badan jalan sepanjang 3 kilometer tersebut. “Jika jalan ini tidak segera diperbaiki, kami akan tetap melakukan aksi ini sampai pemerintah mendengarkan aspirasi kami,” cetusnya.

Warga lain, Azrai menambahkan, penghentian akses jalur dari Kota Binjai menuju Kabupaten Langkat sengaja dilakukan warga, agar pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut. “Ini sengaja kami lakukan agar pemerintah dan pihak terkait tanggap dan segera melakukan perbaikan jalan ini,” ujar Azrai.

Dikatakannya, akibat jalan rusak itu, banyak warga dan pengendara mengalami kecelakaan saat melintas di jalur tersebut. “Kalau pengendara roda banyak kali yang kecelakaan. Kebanyakan terjatuh akibat mengindari lubang dan akibat jalan yang bergelombang,” sebutnya.

Kepada Pemprov Sumut, kata Azrai, agar segera turun ke lokasi untuk melihat kondisi jalan dan secepatnya lakukan perbaikan. Mengingat sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadan, banyak warga yang lalu lalang di jalan tersebut untuk menjalankan aktifitasnya sehari-hari.

“Ini mau masuk bulan Ramadan, biasanya menjelang lebaran ini juga jalur digunakan untuk warga menuju objek wisata Bukit Lawang untuk menghabiskan waktu,” serunya.

Sementara, Camat Binjai Barat, Samuel mengatakan saat ini pihaknya telah berkordinasi dengan dinas PU terkait jalan rusak tersebut. “Kita sudah kordinasi dengan pihak PU Binjai dan Pemprov Sumut. Nanti jika ada perkembangan selanjutnya akan kami berikan informasi selanjutnya,” tukas Samuel. (ted/han)

Dianggap Tak Bertanggung Jawab Usai Menghamili, Rico Tewas Dibunuh Ayah Pacar

OTOPSI: Jenazah Rico Rampati saat diotopsi Rumah Sakit Umum Tanjungpura, Rabu (7/4). Korban tewas dibunuh oleh Sopian menggunakan pisau.Iliyas/sumutpos.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Rico Rampati tewas usai dianiaya Sopian (45) menggunakan sebilah pisau di Dusun VI Payabelibis, Desa Stabatlama Barat, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (7/4) sekitar pukul 22.30 WIB. Korban dibunuh karena dianggap tak bertanggung jawab usai menghamili putri pelaku.

OTOPSI: Jenazah Rico Rampati saat diotopsi Rumah Sakit Umum Tanjungpura, Rabu (7/4). Korban tewas dibunuh oleh Sopian menggunakan pisau.Iliyas/sumutpos.

Paur Subbag Humas Polres Langkat, Aiptu Yasir Rahman mengatakan, kejadian itu berawal saat korban menggunakan sepeda motor mendatangi rumah pacarnya di Dusun VI Paya Belibis, Desa Stabat Lama Barat, Rabu (7/4) malam.

Setiba di rumah pacarnya bernama Tiara, terjadi cekcok antara Riko dengan Sopian. Pelaku saat itu meminta pertanggungjawaban terhadap korban, lantaran menghamili putrinya, Tiara.

“Sesuai keterangan pelaku bahwa korban tidak mau bertanggung jawab. Menyebabkan pelaku emosi dan melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan sebilah pisau dan Rico meninggal dunia,” kata Yasir, Kamis (8/4).

Lanjutnya, saat ini korban berada di Rumah Sakit Umum Tanjungpura dan telah dilakukan visum luar oleh pihak medis.

“Hasil pemeriksaan awal bahwa ditemukan banyak luka di antaranya leher, badan, dan tangan. Kemudian oleh pihak keluarga meminta agar korban langsung dibawa ke rumah duka dan bermohon agar anaknya tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah Rico,” jelas Yasir.

Setelah kejadian itu, pelaku beserta barang bukti berupa sebilah pisau, satu unit sepeda motor, dan baju serta celana korban yang terdapat bercak darah telah diamankan polisi. (yas/azw)