32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 3504

Pasca Gempa, 98 Persen Listrik di NTT Sudah Pulih

Ilustrasi.

KUPANG, SUMUTPOS.CO – PLN sudah berhasil memulihkan kembali listrik pasca terjadinya gempa di Nusa Temggara Timur (NTT).

Ilustrasi.

Dirut PT PLN (Persero), Zulkifli Zaini mengatakan, percepatan pemulihan listrik di NTT tidak akan terwujud tanpadibantu para stakeholder, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, warga serta dibantu teman-teman PLN relawan dari luar NTT.

“Kami bersyukur sekali, akibat musibah badai ini bisa diatasi dalam waktu lebih singkat dari yang kita perkirakan semula. Tetapi hal ini tidak bisa tercapai bila kita tidak dibantu oleh semua stakeholder dan juga dibantu teman-teman PLN relawan dari luar NTT. Jadi pencapaian ini adalah buah kerjasama semua,” tutur Zulkifli.

Menurut dia, kolaborasi ini bisa menjadi contoh dalam penganganan bencana. Di samping, PLN juga telah memiliki emergency respons unit saat bencana sehingga bisa bergerak lebih cepat.

“Kami ingin menyampaikan terima semua pihak membantu PLN untuk memulihkan kelistrikan di NTT ini,” ucap Zulkifli.

PLN mencatat 616.836 pelanggan di NTT telah kembali menikmati nyala listrik hingga Rabu (21/4/2021) pukul 18.00 WITA. Jumlah ini sekitar 97 persen dari total 635.979 pelanggan PLN yang mengalami pemadaman.

Sementara itu, dari total 4.002 gardu distribusi yang terdampak badai, sekitar 3.870 gardu distribusi sudah menyala dan beroperasi normal.

“Kerja dan perjuangan kami belum akan berhenti. Masih ada 3,6 persen gardu di titik-titik tersulit dan medan yang sangat berat yang juga harus dipulihkan. Masih ada sekitar 3 persen pelanggan yang gelap gulita, yang akan segera kami pulihkan kelistrikannya,” papar Zulkifli.

Pemulihan listrik ini langsung diapresiasi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat karena PLN bergerak memulihkan kelistrikan NTT usai dihantam badai siklon tropis Seroja pada awal April 2021.

Viktor menjelaskan, badai Seroja pernah meluluhlantakkan Pulau Timor pada 1939. Tahun ini, lanjut Viktor, badai ini kembali muncul dengan dampak yang lebih dahsyat, tidak hanya meluluhlantakkan Pulau Timor tapi juga hampir seluruh pulau di NTT.

Badai juga berimbas pada rusaknya infrastruktur kelistrikan yang melumpuhkan perekonomian dan menghambat aktivitas masyarakat.

“Saya jujur sangat surprise karena dari Pak GM bilang pulihnya pertengah Mei. Melihat kondisi hancur lebur ini benar-benar sesuatu pekerjaan yang begitu berat dilakukan oleh siapa pun dan kami menduga pengerjaan perbaikan dan pemulihannya lama sekali. Tapi nyatanya, hari ini 96 persen sistem kelistrikan sudah pulih dan hanya tinggal 4 persen yang belum pulih,” jelas Viktor di Kupang, Rabu (21/4/2021).

Menurut Viktor, pulihnya listrik memberikan harapan yang luar biasa bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk hidup lebih baik usai dihantam badai Seroja.

“Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih pada PLN yang telah bergerak cepat dengan seluruh perangkatnya. Listrik kembali menyala merupakan sesuatu yang sangat menggembirakan bagi kami,” kata Viktor.

Sebagai apresiasinya, Viktor memberikan kain tenun khas NTT kepada Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini. “Saya memberikan kain ini mewakili warga NTT mengapreasiasi kinerja PLN yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu PLN untuk memulihkan kelistrikan di NTT ini,” sahut Zulkifli. (rel/ila)

Jangan Pandang Sebelah Mata Urusan Perlindungan Aset

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Paradigma masyarakat mengenai perlu atau tidaknya menggunakan produk asuransi umum harus mulai diubah sejak sekarang. Alasannya, letak geografis Indonesia berada di wilayah ring of fire sehingga rawan terjadi bencanadan saat ini sudah tersedia banyak produk asuransi umum berbiaya terjangkau.

Salah satu produk asuransi yang ramah bagi kantong masyarakat dihadirkan oleh PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance). Sebagai bagian dari BRI Group, BRI Insurance memiliki produk asuransi umum yang andal dan terjangkau bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM, untuk melindungi dirinya dari musibah yang dapat muncul sewaktu-waktu.

“Jangan pernah berpikir rugi (untuk membeli asuransi) karena sebenarnya tidak mahal juga. Contohnya, untuk (asuransi) rumah hanya perlu bayar Rp300 ribu untuk (harga rumah) Rp1 miliar jika kebakaran. Memang kita mau terjadi kebakaran? Nah jadi jangan berpikir rugi karena itu adalah sesuatu yang unpredictable. Silahkan diinvestasikan atau dicadangkan saja, masuk uangnya ke sana (asuransi), daripada membuat tabungan Rp1 miliar (untuk beli rumah lagi) belum tentu berapa lama bisa jadi,” ujar CEO BRI Insurance Fankar Umran pada wawancara dengan CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.

Kehadiran asuransi untuk menjamin keamanan aset masyarakat menjadi hal penting yang harus dimiliki terutama oleh masyarakat Indonesia yang kerap merasakan bencana alam. Tingginya potensi bencana alam di Indonesia membuat faktor ketidakpastian ihwal keamanan aset menjadi sangat tinggi.

Perlindungan diberikan BRI Insurance kepada pelaku UMKM dan masyarakat kelompok penghasilan menengah-rendah dengan menyediakan produk asuransi berbiaya Rp40 ribu/tahun. Melalui produk asuransi umum mikro ini, nasabah mendapat jaminan pergantian kerugian sebanyak Rp5 juta-Rp15 juta dari BRI Insurance apabila dalam kurun satu tahun menjadi korban bencana.

Perhatian besar yang diberikan oleh BRI Insurance terhadap segmen UMKM sejalan dengan strategi BRI sebagai perusahaan induk yang memiliki komitmen terhadap pemberdayaan UMKM. BRI Group dengan jaringan terluas di Indonesia, selalu berupaya menjamin dan memenuhi segala kebutuhan masyarakat, terutama pelaku UMKM sebagai aktor ekonomi dominan di Indonesia.

Selain menyediakan produk asuransi bagi pelaku UMKM, BRI Insurance juga memiliki perlindungan khusus untuk bencana alam. Melalui asuransi ini, BRI Insurance hendak menjamin keamanan aset masyarakat apabila secara tiba-tiba menjadi korban dari bencana alam.

“Saya menyarankan, kalau asuransi kerugian itu kan sudah ada perluasan, silahkan dilihat kita ini ada di posisi rawan apa? rawan bencana kebakaran, longsor, banjir, macam-macam. Jadi lihat risiko yang mengancam kita yang dekat. Karena bencana itu walaupun tidak diduga tetapi sebenarnya bisa diprediksi,” ujar Fankar.

Menurut Fankar, masyarakat Indonesia harus mulai berpikir untuk memiliki perlindungan aset dari ancaman bencana sebelum musibah terjadi. Selama ini, dia menyebut masih banyak masyarakat yang baru sadar untuk memiliki asuransi bencana justru setelah menjadi korban.

“Kalau kita bicara literasi dan inklusi itu lebih banyak di asuransi jiwa. Apalagi sekarang, dengan adanya pandemi orang semakin sadar asuransi kesehatan. Padahal sebenarnya dengan bencana pun menyadarkan kita bahwa ada asuransi (bencana) yang tidak kalah pentingnya untuk kita pasang. Kenapa? Karena asuransi properti itu sangat murah,” tutupnya.

Hingga akhir 2020 BRI Insurance telah memiliki jaringan kerja di seluruh Indonesia yang terdiri dari 22 Kantor Cabang Konvensional, 1 Kantor Cabang Syariah, 8 Marketing Representative Office, 2 Representative Office Syariah, 45 Marketing Channel dan 11 Marketing Office Syariah. Sementara itu dari sisi kinerja, per 31 Desember 2020 BRI Insurance membukukan total aset sebesar Rp3,05 triliun meningkat 18,22% dibanding 31 Desember 2019 senilai Rp2,58 triliun. Premi bruto BRI Insurance di tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,77 triliun, naik 3,80% dari tahun 2019 yang sebesar Rp1,71 triliun.

Satnarkoba Ringkus 4 Orang Pria Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Personil Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Tebingtinggi berhasil meringkus 4 orang pria yang diduga sebagai pelaku tindak pidana narkotika dari tiga lokasi yang berbeda. Dari tangan ke empat pelaku turut disita barang bukti berupa narkotika jenis sabu.

TANGKAP: Empat orang tersangka dengan kepemilikan narkotika jenis sabu diringkus Satresnarkoba Polres Tebingtinggi.

Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso melalui Kasubbag Humas AKP Josua Nainggolan, Kamis (22/4) membenarkan adanya penangkapan ini. Kini ke empat pelaku yang ditangkap pada, Selasa (20/4) siang sekira pukul 11.00 WIB tersebut telah ditahan dan masih menjalani pemeriksaan.

“Para pelaku yakni RPH alias Kiki (31) warga Jalan Badak Lingkungan I Kelurahan Badak Bejuang Kecamatan Tebingtinggi Kota, RUS alias Raden (24) warga Jalan Pandan Lingkungan III Kelurahan Tambangan, MSP alias Sugeng (37) warga Jalan Soekarno Hatta Lingkungan VII dan Sy alias Dedek (31) warga Jalan Soekarno Hatta Lingkungan II Kelurahan Tambangan Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi,” ungkap AKP Josua Nainggolan.

Diterangkan AKP Josua Nainggolan, penangkapan terhadap ke empat pelaku berawal dari adanya informasi masyarakat kepada petugas yang mengatakan bahwa di sekitar kediaman pelaku RPH alias Kiki sering dijadikan lokasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis sabu. Info ini selanjutnya ditanggapi petugas dengan melakukan penyelidikan dilokasi yang dimaksud.

“Polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap RPH alias Kiki. Dari tangan pelaku ini, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa 8 bungkus plastik klip kecil transparan yang berisikan diduga narkotika jenis sabu seberat 1,86 gram beserta 1 buah dompet warna cream. Kepada petugas, RPH alias Kiki mengaku jika barang haram tersebut di beli pelaku dari RUS alias Raden,” terangnya.

Personil Satres Narkoba lalu melakukan pengembangan dan menangkap pelaku RUS alias Raden dikediamannya. Dari pelaku ini polisi kembali berhasil menemukan barang bukti satu plastik klip transparan berisikan diduga narkotika jenis sabu seberat 2,19 gram dan satu buah kaleng rokok. Pelaku RUS mengaku jika barang bukti tersebut di dapatnya dari pelaku Sy alias Dedek.

Petugas langsung bergerak cepat menuju kediaman Sy alias Dedek yang saat itu sedang bersama pelaku MSP alias Sugeng, dan dari lokasi ini petugas kembali berhasil menemukan 9 bungkus plastik transparan yang berisikan diduga narkotika jenis sabu seberat 24,48 gram dan satu unit timbangan digital serta plastik plastik klip kosong.

“Empat pelaku selanjutnya dibawa petugas ke Satres Narkoba Polres Tebingtinggi guna proses penyidikan lebih lanjut,” terangnya. (Ian)

Banyak Diskon Gledek tiket.com Jelang Idul Fitri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – tiket.com lakukan kampanye bernama Tiket Hari Raya (THR) sejak 19 hingga 25 April. Selaku pionir Online Travel Agent (OTA) di Indonesia yang memasuki usia ke-10 tahun ini, program bermaksud agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan atau liburan lebih matang dan tertata.

ILUSTRASI: Masjid Agung Semarang di Gayamsari, Kota Semarang.

tiket.com mengundang masyarakat untuk menggunakan THR secara bijak, seperti untuk zakat, perayaan Idul Fitri yang bersahaja, hingga perencanaan matang dalam menyusun perjalanan atau liburan dekat rumah di masa mendatang dengan memanfaatkan momentum kampanye THR dari tiket.com,” ujar VP Brand Marketing tiket.com, Maria Risa Puspitasari dalam siaran pers yang diterima Sumut Pos, Kamis (22/4/2021).

Dikatakannya, kali ini tiket.com membagikan daftar bangunan masjid unik yang ada di Indonesia agar masyarakat dapat mencatat dan menjadikan masjid-masjid unik itu sebagai inspirasi dalam wishlist ketika berkunjung di waktu mendatang.

Diantara masjid yang menjadi lokasi wisata yakni Masjid Menara Kudus, Masjid Muhammad Cheng Ho di Kota Surabaya, Masjid Kapal Semarang di Kyai Padak, Ngaliyan. Kemudian Masjid Raya Sumatera Barat, Masjid Tiban di Turen, Malang. Masjid Al-Irsyad Satya Kota Baru Parahyangan, di Padalarang, Jawa Barat dan Masjid Agung Semarang di Gayamsari, Semarang.

Pihaknya juga memberi program diskon tahunan selama Ramadan, yaitu Tiket Hari Raya (THR) dengan diskon hingga 50% + 25% untuk semua produk di dalam tiket.com, yaitu tiket pesawat domestik, hotel, HOMES, TO DO, kereta api, sewa mobil, dan airport transfer.

“THR kali ini spesial, karena mulai 19 April tiket.com akan merayakan bulan Ramadan Pol-polan, dengan mengadakan Harga Gledek Spesial THR setiap harinya dari jam 15:00 – 21:00 WIB,” ucapnya.

Untuk promo Harga Gledek THR Penerbangan, setiap hari pada Jam Gledek, yaitu 15.00 – 21.00 WIB siap-siap nyetrum dengan promo diskon 50% + 20% untuk semua penerbangan domestik. Sedangkan selama periode THR yang berlaku pada semua jam adalah diskon sebesar 50% + 10% untuk semua destinasi domestik.

Promo Harga Gledek THR Akomodasi (Hotel & HOMES), setiap hari pada Jam Gledek, yaitu pukul 15:00 – 21:00 WIB, mitra hotel dan HOMES tiket.com siap menawarkan harga di jam gledek diskon sebesar 50% + 20% semua hotel destinasi domestik. Tidak perlu khawatir ketinggalan karena promo THR juga berlaku pada semua jam dengan skema diskon 50% + 10%.
Selanjutnya ada juga promo Harga Gledek THR TO DO, setiap hari pada Jam Gledek, yaitu 15:00 – 21:00 WIB, masyarakat harus tetap waspada karena bisa kesamber Harga Gledek lagi, yaitu diskon 80% + 25%. Kemudian, promo THR yang berlaku di semua jam adalah diskon 70% + 10% khusus semua wisata aktifitas domestik yang tersedia di dalam tiket TO DO.

Sementara untuk Promo Harga Gledek THR Sewa Mobil dan Airport Transfer, setiap hari pada Jam Gledek yaitu 15:00 – 21:00 WIB, tiket.com memberikan harga gledek mulai dari Rp100.000 + 40% untuk penyewaaan mobil di seluruh kota Indonesia. Kemudian, Airport Transfer juga memiliki promo THR diskon hingga Rp55.000 di semua bandara.

“tiket.com memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk membayar deals yang mereka temukan selama THR dengan bermitra dengan banyak bank dan aplikasi payment online, seperti BCA, BNI, Citibank, CIMB Niaga, Digibank DBS, GoPay, Bank Mandiri, Standard Chartered Bank, TMRW, UOB serta PayLater,” ungkapnya.

Menurutnya walaupun proses vaksinasi tengah berjalan, tiket.com tetap mengajak masyarakat agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak fisik selama dalam perjalanan atau tengah berwisata.

“tiket.com turut mengajak masyarakat untuk selalu merencanakan liburan dengan matang, agar aman dan nyaman sesuai keinginan hati,” tutup Maria. (rel/prn)

Peringati Hari Kartini, Polwan Polres Belawan Bagi Takjil kepada Nelayan

BAGI TAKJIL: Polisi Wanita (Polwan) Polres Pelabuhan Belawan membagikan takjil kepada para nelayan yang berpuasa, Rabu (21/4). Pembagian takjil ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kartini.istimewa/sumu tpos.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – MEMPERINGATI Hari Kartini, sejumlah personel Polisi Wanita (Polwan) Polres Pelabuhan Belawan membagi-bagikan menu berbuka puasa kepada para nelayan dan abang becak di Jalan Serma Hanafiah, Medan Belawan, Rabu (21/4).

BAGI TAKJIL: Polisi Wanita (Polwan) Polres Pelabuhan Belawan membagikan takjil kepada para nelayan yang berpuasa, Rabu (21/4). Pembagian takjil ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kartini.istimewa/sumut pos.

Aiptu Erni Ginting, Polwan Polres Belawan menyebutkan, pembagian menu berbuka puasa ini dibagi-bagikan kepada para nelayan dan abang becak yang sedang melaksanakan ibadah puasa. “Di bulan yang penuh berkah ini, kami memberikan menu berbuka puasa kepada sejumlah nelayan dan abang beca sebagai wujud kepedulian Polwan kepada masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa,” kata Erni Ginting didampingi rekan-rekannya.

Sementara, Kabag Sumda Polres Pelabuhan Belawan, Kompol Waskita Sembiring mengatakan, bentuk sosial yang mereka lakukan merupakan hasil sumbangsih dari sejumlah Polwan di Polres Pelabuhan Belawan. “Apa yang kami berikan ini, sebagai bentuk rasa peduli kami kepada nelayan dan tukang becak yang berpuasa,” ucapnya.

Para nelayan dan abang-abang penarik beca bermotor mengucapkan terima kasih kepada sejumlah Polwan yang secara tiba-tiba memberikan menu berbuka puasa. “Alhamdulillah, hari ini ada yang memberikan makanan untuk berbuka puasa,” ucap seorang nelayan, Syahril.

Menurut Syahril, para abang beca dan nelayan memberikan apresiasi kepada para Polwan yang peduli dengan kondisi masyarakat kecil di bulan suci ramadan 1442 Hijriah ini.(fac)

Akui Terjadi Kerumunan di Kesawan City Walk, Booby Janji Perketat Pengawasan

EVALUASI: Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menghadiri rapat evaluasi PPKM Mikro bersama Gubsu Edy Rahmayadi dan sejumlah kepada daerah lainnya di Rumah Dinas Gubsu, Rabu (21/4). istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution mengakui terjadi kerumunan di Kesawan City Walk (KCW) pada Sabtu (17/4) malam lalu. Dia beralasan, kerumunan itu terjadi lantaran masyarakat sudah jenuh dengan masa pandemi ini.

EVALUASI: Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menghadiri rapat evaluasi PPKM Mikro bersama Gubsu Edy Rahmayadi dan sejumlah kepada daerah lainnya di Rumah Dinas Gubsu, Rabu (21/4). istimewa/sumut pos.

HAL itu disampaikan Bobby saat memenuhi panggilan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sumut yang juga Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan, Rabu (21/4) siang. Pemanggilan tersebut dilakukan atas dugaan pelanggaran aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di kawasan bersejarah tersebut.

“Sabtu kemarin, Dinas Kebudayaan Pariwisata membuat pagelaran sederhana di sana. Rupanya masyarakat banyak yang hadir. Ini jadi pelajaran untuk tidak buat pagelaran seni lagi di sana,” ungkap Bobby.

Ia bakal lakukan koreksi terkait insiden tersebut, termasuk dengan mengatur jarak para pelaku UKM di sana, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. “Karena pagelaran seni yang berlangsung simpel, justru menimbulkan kerumunan. Maka ini akan jadi koreksi dan tidak diadakan lagi. Dan jarak antar satu pelaku UMKM kita perjauh lagi, hampir 10 meter. Di Ahmad Yani yang tidak digunakan, kita gunakan lagi, biar mengurai,” ujarnya.

Terkait jam operasional, Bobby mengaku sedikit melonggarkan dibandingkan dari kebijakan PPKM Mikro yang telah ditetapkan Gubsu. Pihaknya telah menyiagakan beberapa petugas yang dilengkapi dengan sejumlah peralatan pendukung, untuk mengingatkan para pengunjung agar selalu mematuhi protokol kesehatan.

Selain itu, seluruh pedagang telah menjalani vaksinasi. Dan ada 10 titik akses keluar masuk menuju KCW agar masyarakat yang datang tidak menumpuk pada satu titik. “Karena daerah Kesawan itu kita buat khusus, kita perketat. Aparat kita di sana banyak yang turun, mulai dari kesehatan, Satpol PP, pariwisata itu turun semua di situ. Tadi seperti yang disampaikan pak gubernur, nasional itu jam 9, kita di Sumut diperpanjang satu jam karena jam kita berbuka puasa dan Salat Tarawih berbeda dibandingkan di Jawa. Sama di Pemko Medan, saya perpanjang sedikit lagi dari Pak Gubernur karena kontrolnya di Kesawan kita masifkan. Bahkan infrastrukturnya kita lengkapi, ada sepeda, skuter bahkan pengeras suara untuk mengingatkan masyarakat agar tidak berkerumun,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Edy Rahmayadi mengingatkan kepada bupati/wali kota maupun perwakilan kepala daerah yang hadir untuk tetap tegas menerapkan prokes di masyarakat. “Dari pemantauan hasil statistik, kondisi (laju Covid) kita menurun. Tapi belum bisa menyelesaikan masalah, karena kita lihat masih ada sempat naik dalam minggu ini, turun lagi. Ini menjadi perhatian seluruh masyarakat kita, masyarakat Sumut ikutin benar-benar petunjuk protokol kesehatan. Sehingga benar-benar bisa kita tekan Covid-19,” tegasnya.

Terkait masih banyaknya masyarakat yang melanggar PPKM Mikro, Edy menyebut ke depan tidak ada lagi kegiatan masyarakat termasuk kegiatan UMKM yang tetap buka melewati pukul 22.00 WIB. Ia berjanji akan mulai menindak tegas bagi pelanggar yang tidak mematuhi aturan tersebut.

“Saya akan tindak tegas, saya sudah keluarkan aturan, sesuai Inpres dan dipertegas oleh Mendagri, saya tindaklanjuti kepada kabupaten/kota harus menaati jam 22.00 WIB, pada kegiatan-kegiatan UMKM, bukan kegiatan lain. UMKM silakan berkegiatan, tapi batas jam 10 malam, dengan penerapan prokes secara ketat,” tegasnya.

Selain Kota Medan, tujuh daerah yang meliputi kebijakan PPKM Mikro antara lain Deli Serdang, Langkat, Binjai, Pematang Siantar, Simalungun, Karo, dan Dairi. (prn)

Tahun Ini, KPID Sumut Tak Dapat Dana Hibah Lagi

Hendro Susanto, Ketua Komisi A DPRD Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PEMPROV Sumut memutuskan untuk tidak memberikan dana hibah tahun anggaran 2021 kepada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut. Sebab, komisioner KPID harusnya sudah berstatus demisioner sejak masa jabatan habis pada 2019.

Hendro Susanto, Ketua Komisi A DPRD Sumut

Pada Tahun Aanggaran 2020, dana hibah yang diberikan sebanyak Rp4 miliar. Namun senilai Rp400 juta dikembalikan ke kas negara karena merupakan dana pembentukan tim seleksi (Timsel) yang hingga kini belum disahkan Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting. Alhasil, dana yang diserap hanya Rp3,6 miliar. “Di 2021 itu anggaran timselnya tidak ada lagi,” kata Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto, Rabu (21/4).

Komisioner KPID Sumut ini memang harusnya sudah habis masa jabatannya pada 2019 lalu. Namun, kembali diperpanjang dengan surat Sekdaprovsu R Sabrina hingga pembentukan komisioner yang baru terpilih.

Akan tetapi, sangat disayangkan hingga kini komisioner KPID itu belum juga terpilih. Malah SK pengangkatan timsel saja belum juga disahkan Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting dengan alasan, ada sejumlah fraksi yang menolak hasil timsel itu.

Padahal draf tersebut menurut Komisi A sudah diserahkan sejak Agustus 2020 lalu. Sehingga timsel tidak bisa bekerja untuk melakukan seleksi komisioner KPID yang sudah habis periode 2019.

Dengan alasan itu, Pemprov Sumut kemudian memberhentikan dana hibah KPID Sumut untuk 2021. “Buat apa kita kasih uang ke mereka, sementara masa tugasnya sampai di 2019. Kalaupun diperpanjang dengan surat Sekda segala macam, berarti kan mereka habisin anggaran saja tak ada kerja, itu tak benar,” tegas Wakil Ketua Fraksi PKS DPRDSU tersebut.

Hendro meminta agar Baskami Ginting segera mengesahkan SK pengangkatan timsel yang sudah dibentuk. Sehingga proses seleksi komisioner KPID bisa dilakukan. “Komisi A sudah menuntaskan tugasnya sebagaimana regulasi yang mengaturnya. Pemilihan timsel di Komisi A dan kita sudah menyerahkan itu di Agustus ke Ketua DPRD Sumut Pak Baskami yang terhormat. Namun Pak Baskami belum bersedia untuk menandatangani dengan berbagai alasan segala macam,” ujar Hendro.

Ihwal dana hibah KPID Sumut ini, Kepala Dinas Kominfo Sumut, Irman Oemar sebelumnya menyebut akan berkonsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tujuannya kata dia, agar penggunaan dana KPID tidak lagi dilakukan dengan sembarangan. Terlebih menurutnya, komisioner KPID yang sekarang itu sudah habis periode sejak 2019 lalu. “Karena ini sudah berproses lama untuk anggaran 2021. Kita akan konsultasi dengan BPKP supaya tidak sembarang lagi,” ujar Irman, awal Februari lalu. (prn)

Dinilai Hina Perawat, PPNI Sumut Somasi Ratu Entok

Palu Hakim-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DEWAN Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumut mengirimkan somasi kepada pemilik akun Tiktok @ratu_entok2 Irfan Satria Putra. Somasi dilakukan karena menilai postingan Ratu Entok menghina profesi perawat.

Palu Hakim-Ilustrasi

Ketua DPW PPNI Sumut, Mahsur Al Hazkiyani mengatakan, pihaknya melayangkan somasi karena Ratu Entok dianggap melecehkan profesi perawat. “Somasi tersebut dilayangkan Badan Bantuan Hukum PPNI, karena keberatan dengan pernyataan yang bersangkutan. Sebab perawat disamakan dengan tong sampah,” kata Mahsur kepada wartawan, Rabu (21/4).

Mahsur membantah pernyataan Ratu Entok yang menyebut perawat membedakan pasien yang menggunakan kartu BPJS Kesehatan. “Perawat memang disumpah tidak membeda-bedakan suku, agama, ras. Itu bagian dari kode etik perawat,” ucapnya.

Disebutkan dia, berdasarkan perkataan melalui konten pada media Tiktok dengan akun @ratu_entok2 tersebut dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap profesi perawat Indonesia. “Kami anggap perbuatan saudara memenuhi sebagaimana dimaksud ketentuan pasal 27 ayat 3, jo pasal 28 ayat 2, jo pasal 45A ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan atau perbuatan saudara memenuhi unsur pasal 310 ayat 1 Kitab UU Hukum Pidana (KUHP),” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam postingannya, Ratu Entok menyinggung adanya perawat yang dipukul seorang pria. Dia tidak menyebutkan di mana peristiwa itu, tapi dia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi karena si pria marah infus anaknya yang dirawat lepas. “Nggak tahulah ya, mungkin bapak itu sangat sayang sama anaknya, ya namanya kita lagi kondisi sakit, infus putus ya mungkin bapak itu silap,” kata Ratu Entok dalam video itu.

Ratu Entok kemudian mengatakan, peristiwa itu merupakan peringatan besar kepada perawat yang ada di Indonesia. Dia mengatakan, peristiwa itu terjadi karena banyak perawat yang sombong saat merawat, khususnya pasien yang menggunakan kartu BPJS. “Ini pukulan besar untuk semua perawat perawat karena selama ini kalian banyak yang sombong, banyak yang lantam, apalagi kalau merawat dari orang-orang miskin, dari BPJS, dari pakai surat miskin, dari pakai surat KIS,” ucapnya.

Tidak hanya menyebut sombong, Ratu Entok juga menyebut ada perubahan dari wajah perawat jika merawat pasien yang menggunakan BPJS. Dia menyebut, perawat sibuk main ponsel saat merawat pasien BPJS. “Muka perawat kayak tong sampah, malam hari tidur ngorok, chat-an sama jantannya, teleponan sama jantannya, kita merawat sendiri anak kita, keluarga kita dalam ruangan,” tutur Ratu Entok dalam video itu juga.

Ratu Entok Klarifikasi

Sebelumnya, Ratu Entok atau Ratu Talisha telah memberikan klarifikasi terkait komentarnya terhadap perawat-perawat di RS Siloam Palembang. Talisha membeberkan, dirinya tidak setuju dengan pemukulan dan kekerasan dalam bentuk apapun, hanya saja dia berpesan agar para perawat-perawat yang bekerja di rumah sakit di Indonesia agar ekspresi wajahnya dalam melayani pasien BPJS/ KIS atau rakyat miskin dan sebagainya tidak jutek atau kasar.

“Saya tidak bilang perawat-perawat di Indonesia seperti tong sampah, tetapi ekspresinya dalam melayani pasien-pasien BPJS/KIS rakyat miskin ekspresinya seperti tong sampah banget, jutek, kasar dan judes banget,” katanya kepada sejumlah wartawan saat ditemui di salah satu restauran di Medan, Senin (19/4) malam.

Menurutnya, insiden pemukulan tersebut menjadi pembelajaran bagi semua perawat-perawat yang berjiwa kasar dan jutek yang berlindung di balik kata ‘kami juga manusia, punya titik jenuh’. “Jadi intinya tidak pantas seorang perawat bersikap jutek dengan siapapun. Jadi ini tendangan dari langit, melalui bapak botak yang melakukan pemukulan itu. Benar atau salahnya aku no comment. Cuma ke depannya agar perawat intropeksi diri, lebih santun dan sopan dalam melayani pasien,” tegasnya. (ris/mag-1)

Komisi VI DPR Kunjungi PLN UIW Sumut

KUNKER: Komisi VI DPR RI foto bersama jajaran manajemen PLN UIW Sumut saat kunjungan kerja, Rabu (21/4). istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan kerja sama, anggota Komisi VI DPR RI Ir Herman Khaeron melakukan kunjungan kerja ke Kantor PLN UIW Sumatera Utara pada Rabu (21/4).

KUNKER: Komisi VI DPR RI foto bersama jajaran manajemen PLN UIW Sumut saat kunjungan kerja, Rabu (21/4). istimewa/sumut pos.

Dalam kunjungan tersebut Khaeron disambut General Manager PLN UIW Sumut Pandapotan Manurung didampingi Senior Manager Distribusi Didik Wicaksono, Manager UP3 Medan Hariadi Fitrianto, Manager UP3 Lubuk Pakam Evan Sirait serta Manager UP2D Sumut Adhi Herlambangn

Herman menyampaikan, kunjungan tersebut merupakan agenda rutin dalam rangka melaksanakan tugas koordinasi dan peningkatan kerja sama kepada BUMN. “Tidak ada agenda khusus pada kunjungan ini, hanya peningkatan koordinasi dan kerjasama BUMN,” ungkapnya.

Menurut Herman, kinerja PLN UIW Sumut dalam menyediakan energi listrik sudah cukup baik. “Kami lihat PLN UIW Sumut sudah melakukan fungsinya dengan baik. Secara umum pengoperasian instalasi listrik serta layanan kepada pelanggan sudah baik. Kalaupun ada improvement secara teknis sudah saya sampaikan ke Pak GM,” kata Herman.

Sementara itu General Manager PLN UIW Sumut Pandapotan Manurung menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ir Herman Khaeron. “Kami sampaikan terimakasih atas kunjungan Pak Herman ke Kantor PLN UIW Sumut. Tak lupa kami ucapkan terimakasih atas masukannya. PLN, khususnya UIW Sumatera Utara terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan,” paparnya.

Saat ini, lanjut Pandapotan, PLN UIW Sumut telah memiliki Distribution Control Center (DCC) yang dapat memantau secara realtime sistem distribusi 20kV, termasuk proses manuver serta gangguan. “Dengan adanya DCC, PLN UIW Sumut dapat melakukan monitoring pasokan listrik dari 51 Gardu Induk dan dan 56 Gardu Hubung sehingga apabila terjadi gangguan proses lokalisir, manuver serta penanganan dapat dilakukan secara singkat,” pungkas Pandapotan. (ila)

Kerangka Acara Kerja Doorstop Wartawan di Balai Kota Medan, Wawancara Dibatasi 20 Menit

AKS WARTAWAN: Sejumlah wartawan kembali melakukan aksi di depan pintu masuk Balai Kota Medan, Rabu (21/4). Mereka menuntut permintaan maaf Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah jurnalis yang bertugas di Balai Kota Medan mengaku bingung dengan sebuah video mengenai prosedur wawancara dengan sistem doorstop terhadap Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution yang beredar di akun instagram resmi milik Humas Pemko Medan @humaspemkomedan.

AKS WARTAWAN: Sejumlah wartawan kembali melakukan aksi di depan pintu masuk Balai Kota Medan, Rabu (21/4). Mereka menuntut permintaan maaf Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

BAGAIMANA tidak, video berdurasi 1 menit 34 detik itu diunggah di akun instagram resmi Humas Pemko Medan pada Rabu (21/4) dini hari.

Namun selang beberapa jam setelah video tersebut beredar, Pemko Medan justru menghapus video tersebut hingga tak bisa diakses lagi.

Saat ditanya mengenai hal itu, Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemko Medan, Arrahman Pane kepada Sumut Pos mengatakan, penghapusan video tersebut dikarenakan pihaknya masih akan melakukan sejumlah revisi pada video tersebut. “Iya, itu diperbaiki untuk jadwal yang tertera di video,” jawab Arrahman kepada Sumut Pos, Rabu (21/4).

Arrahman mengatakan, di dalam video disebutkan, waktu wawancara doorstop yang boleh dilakukan wartawan kepada Wali Kota Medan di gedung Balai Kota Medan adalah mulai Pukul 08.00 hingga 09.00 WIB. “Nah itu yang mau diubah. Kita perbaiki menjadi jadwal tentatif,” ucapnya.

Artinya, besar kemungkinan setiap harinya, jadwal wartawan untuk mewawancarai Wali Kota Medan di gedung Balai Kota Medan tidak sama atau tidak tetap setiap harinya. Sebab, waktu yang diberikan untuk doorstop tergantung dari jadwal Wali Kota Medan pada hari itu. “Kalau jadwal nanti kami berkoordinasi dengan (bagian) protokol, masih kita pelajari untuk jadwal Pak Wali tiba di kantor,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi I DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong cukup menyayangkan kebijakan yang diambil Pemko Medan terkait tata cara wawancara Doorstop Wali Kota Medan di gedung Balai Kota Medan.

Terkhusus untuk batasan waktu yang diberikan, hingga waktu wawancara yang tentatif karena harus menyesuaikan dengan jadwal kegiatan Wali Kota Medan. Akibatnya, seorang wartawan berpotensi besar tidak dapat memastikan kapan dirinya akan mewawancarai Wali Kota di gedung Balai Kota Medan.

“Bagaimana wartawan mau mewawancarai saudara Wali Kota Medan kalau jadwal kegiatan beliau saja wartawan tidak tahu. Kalau jadwalnya tidak tahu, bagaimana wartawan bisa tahu jam berapa Wali Kota ada di kantornya dan bisa di wawancarai seperti yang dimaksudkan tadi?” ucap Rudiyanto kepada Sumut Pos, Kamis (21/4).

Dikatakan Ketua Fraksi PKS DPRD Medan itu, dirinya sangat menyayangkan sikap Pemko Medan yang membatasi tugas-tugas jurnalistik. Sebab pada dasarnya, Pers justru berperan besar dalam memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang kinerja, prestasi, program, serta kebijakan-kebijakan yang dilakukannya.

Apalagi ketika masa kampanye dulu, sambung Rudiyanto, Pers memiliki peran yang sangat besar dalam meningkatkan elektabilitas pasangan Bobby-Aulia sehingga mampu memenangkan Pilkada Medan. “Jadi kalau sekarang saudara Wali Kota bersikap seperti itu kepada Pers, saya agak heran juga. Dan yang pasti, apabila wartawan dipersempit ruangnya oleh Pemko, maka yang rugi adalah Pemko sendiri. Sekali lagi, Pers berperan besar dalam menyampaikan kinerja Pemko Medan kepada masyarakat luas,” tegasnya.

Untuk itu, Rudiyanto pun meminta kepada Pemko Medan, dalam hal ini Wali Kota Medan dan jajarannya untuk mengkaji ulang sistem atau tata cara dan waktu wawancara yang seharusnya dilakukan di gedung Balai Kota Medan.

“Saya pikir kebijakan soal itu agar dikaji ulang kembali, untuk kebaikan bersama. Pemko Medan dan Pers harus bersama-sama dalam membangun Kota Medan, jangan ada yang ditinggalkan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, video yang dimaksud diunggah dengan judul Kerangka Acuan Kerja (KAK) Doorstop Wartawan di Kantor Wali Kota Medan. Dalam ilustrasi doorstop di Kantor Wali Kota Medan tersebut, terlihat tiga orang masuk ke dalam Kantor Wali Kota Medan.

Dalam prosedur pelaksanannya, jurnalis harus sudah berada di Kantor Wali Kota Medan dengan membawa kartu Pers pada pukul 08.00 WIB. Sebelum masuk, petugas melakukan pengecekan suhu tubuh kepada jurnalis dan memberikan imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan.

Selanjutnya, jurnalis harus mengisi daftar absensi dan penukaran identitas kependudukan dengan tanda pengenal wartawan khusus Pemko Medan. Setelah diberikan tanda khusus wartawan Pemko Medan, jurnalis dipersilakan masuk dan menunggu di ruang tunggu yang telah disediakan.

Lalu, jurnalis dapat melakukan wawancara dengan Wali Kota Medan pada tempat yang telah ditentukan di Kantor Wali Kota Medan, tepatnya di lobi Balai Kota. Wawancara dilakukan dalam waktu tidak lebih dari 20 menit, dan harus selesai paling lama Pukul 09.00 WIB. Wawancara juga hanya dilakukan pada hari kerja, yakni mulai hari Senin sampai Jumat. (map)