32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 3503

RS Royal Prima jadi Rujukan Covid, Siapkan 20 Ruangan ICU

TINJAU: Gubsu Edy Rahmayadi meninjau kesiapan RSU Royal Prima, sebagai RS rujukan Covid-19 di Sumut, Kamis (22/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah tidak lagi memperpanjang kontrak RS Martha Friska Multatuli sebagai Rumah Sakit Rujukan pasien Covid-19, Pemprov Sumut menggandeng Rumah Sakit Umum Royal Prima, Jalan Ayahanda Medan, sebagai lokasi rujukan utama penanganan pasien Covid-19 di Sumut. Royal Prima telah menyiapkan 20 ruangan Intensive Care Unit (ICU) untuk pasien Covid.

TINJAU: Gubsu Edy Rahmayadi meninjau kesiapan RSU Royal Prima, sebagai RS rujukan Covid-19 di Sumut, Kamis (22/4).

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meninjau langsung fasilitas ruang ICU di RS Royal Prima, Kamis (22/4). “Ya, 20 unit ICU yang sudah disiapkan di Royal Prima,” katanya menjawab wartawan.

Kata Gubsu, pasien yang ada di RS Martha Friska akan dipindahkan untuk menjalani perawatan di RS Royal Prima. Selain ruang ICU, RSU Royal Prima juga mempersiapkan beberapa ruang inap untuk pasien Covid-19 pindahan dari RS Martha Friska.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan, mengatakan RS Royal Prima diperuntukkan bagi pasien Covid-19 dengan kondisi berat. Pasien akan dirawat dengan mendapatkan fasilitas lengkap di rumah sakit tersebut. “Pasien mulai hari ini (Kamis) sudah dipindahkan dari Martha Friska. ICU itu untuk pasien yang berat,” terangnya.

Bagi pasien Covid-19 dengan gejala sedang, akan ditempatkan di rumah sakit lainnya, di antaranya RS Haji Medan. “Di Rumah Sakit Haji, ruangan isolasi untuk pasiennya juga akan bertambah lagi,” pungkasnya.

Jangan Buru-buru Putus Kontrak

Terkait kontrak dengan RS Martha Friska, Komisi II DPRD Medan meminta Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sumut, agar menunda penutupan pelayanan pasien Covid-19 di RS Martha Friska Kota Medan, yang rencananya putus mulai 1 Juni 2021 mendatang.

“Kita sangat berharap Pemprov Sumut menunda dan jangan terburu-buru melakukan penutupan pelayanan pasien Covid-19 di RS Martha Friska Medan. Banyak hal yang harus menjadi pertimbangan, khususnya antisipasi terjadinya lonjakan pasien usai libur Idul Fitri,” ucap Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST, kepada Sumut Pos, Kamis (22/4).

Dikatakan Sudari, libur Idul Fitri atau lebaran berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat, dan dikhawatirkan dapat menimbulkan klaster-klaster baru. Termasuk lonjakan-lonjakan kasus baru, sekalipun larangan mudik terus digaungkan.

“Makanya harus ada antisipasi yang dilakukan, paling tidak bukan hanya lebaran saja tetapi tiga bulan pascaIdul Fitri. Kalau ternyata terjadi lonjakan, tapi RS-nya sudah tidak menerima pasien Covid-19 lagi, ‘kan pemerintah juga nantinya yang repot? Makanya saya bilang tadi, jangan buru-buru dulu. Jadikan 3 bulan pascaIduI Fitri itu sebagai masa observasi dulu. Kalau tetap menurun juga, ya sudah,” ujarnya.

Ketua Fraksi PAN DPRD Medan ini juga mempertanyakan, apakah rumah sakit rujukan pasien Covid-19 lainnya, seperti RS GL Tobing dan RS Haji Medan, sudah mampu mengantisipasi dan menyediakan ruangan jika terjadi lonjakan Covid-19.

“Yang kita khawatirkan, apakah RS lain sudah siap jika nanti terjadi lonjakan pasien Covid-19?” tegasnya.

Saat ini saja, kata dia, banyak masyarakat yang kebingungan mencari rumah sakit agar bisa mendapatkan pelayanan maupun isolasi saat terpapar virus Corona. “Meski Medan saat ini zona orange, tapi antisipasinya jangan terburu-buru memutuskan kontrak. Apalagi mudik atau menyambut lebaran diperlukan antisipasi seperti tahun lalu,” harapnya.

Senada dengan Sudari, Ketua Komisi II DPRD Medan, Surianto (Butong) juga meminta Satgas Covid-19 agar mempertimbangkan terlebih dahulu kebijakan dihentikannya RS Martha Friska sebagai RS rujukan utama pasien Covid-19.

“Coba dikaji lagi, barangkali bisa ditunda dulu dan diperpanjang lagi kontraknya bila ternyata nanti pasien Covid-19 kembali meningkat,” kata Butong.

Namun begitu, Butong tetap berharap agar Satgas Covid-19, baik Provinsi Sumut maupun Kota Medan meningkatkan fungsi pengawasannya agar jumlah pasir Covid-19 tidak meningkat pasca libur lebaran nanti.

“Apapun namanya, mencegah lebih baik daripada mengobati. Begitupun, tidak salah juga kalau kita siapkan antisipasinya. Jangan dulu buru-buru mengambil keputusan tidak memperpanjang kontrak,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, RS Martha Friska menjadi rumah sakit rujukan utama penanganan pasien Covid-19 sejak 2 April 2020 lalu. Rumah sakit yang berada di Jalan Multatuli Kota Medan memiliki 110 kamar.

Alasan tidak memperpanjang kontrak kerjasama Satgas dengan RS Martha Friska Multatuli, menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, karena jumlah pasien Covid-19 di RS tersebut terus menurun. Terakhir, pasien yang dirawat hanya 17 orang. Jumlah itu terdiri dari 16 pasien positif dan 1 pasien suspek. (prn/map)

Pencarian KRI Nanggala-402: Cadangan Oksigen di Kapal Habis Besok Sore

KRI NANGGALA: Kapal selam KRNI Nanggala-402 yang hilang kontak sejak Rabu (21/4) dinihari, hingga kemarin belum juga ditemukan. Kapal yang diawaki 53 orang itu, memiliki cadangan oksigen selama 72 jam, atau hanya cukup hingga Sabtu sore.

DENPASAR, SUMUTPOS.CO – Berbagai upaya dilakukan untuk menemukan kapal selam KRI 420 Nanggala, yang hilang kontak di perairan utara Bali. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan, cadangan oksigen di kapal selam ini diperkirakan bertahan selama 72 jam atau tiga hari sejak menyelam, sehingga cadangan oksigen di kapal selam ini bertahan hingga Sabtu (24/4) pukul 03.00 WITA.

KRI NANGGALA: Kapal selam KRNI Nanggala-402 yang hilang kontak sejak Rabu (21/4) dinihari, hingga kemarin belum juga ditemukan. Kapal yang diawaki 53 orang itu, memiliki cadangan oksigen selama 72 jam, atau hanya cukup hingga Sabtu sore.

“Kemampuan oksigen di kapal Kapal Selam Nanggala 402 itu kalau diperkirakan mampu 72 jam. Jadi kurang lebih tiga hari. Jadi kalau kemarin hilang kontak jam tiga, nanti bisa (habis) hari Sabtu jam 3,” katanya di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis (22/4).

Ia berharap kapal selam buatan Jerman ini bisa segera ditemukan. “Mudah mudahan ini bisa segera ditemukan, sehingga oksigen cadangan itu masih ada,” kata dia.

Ia mengatakan, KRI Nanggala 402 masih dinilai layak untuk melakukan operasi penyelaman atau latihan. “Kapal Nanggala dalam kondisi siap baik personel ataupun material. Personel lengkap, dan meterial pun juga udah mendapat kelayakan,” kata dia.

Ia menjelaskan KRI Nanggala dibuat di Jerman pada 1977. Kapal selam itu diterima TNI AL pada 1981. Kapal ini juga memiliki riwayat menembak torpedo dalam latihan sebanyak 15 kali. Kapal ini juga menembakkan torpedo perang dua kali. “Ssasarannya KRI, dan dua-duanya tenggelam. Jadi KRI Nanggala dalam kondisi siap tempur. Sehingga kita Libatkan latihan penembakan,” kata dia.

Sebelumnya, kapal selam milik Indonesia yaitu KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu (21/4) pagi. Kapal ini merupakan salah satu kapal selam yang resmi menjadi bagian dari alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia pada 1981.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, KRI Nanggala-402 diperkirakan hilang di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali, Rabu. Kapal hilang kontak saat melaksanakan latihan penembakan senjata strategis di perairan Selat Bali.

Hadi menyatakan, pencarian Kapal Selam KRI Nanggala 402 tidak dapat dilakukan hanya dari unsur militer. Sejumlah bantuan sudah didatangkan, mulai dari unsur Polri hingga Basarnas. “Di lapangan rencana akan dibantu instansi pemerintah lainnya yaitu Polri, KNKT, BPBD, dan Basarnas,” kata Hadi saat jumpa pers di Bali yang disiarkan secara daring, Kamis (22/4).

Selain bantuan dalam negeri, Hadi juga mengonfirmasi adanya bantuan asing dari negara tetangga dalam mencari KRI Nanggala 402 yang hilang kontak. Sampai hari ini, dia memastikan, sudah ada tiga negara yang dipastikan ikut membantu pencarian. “Bantuan dari Singapura, Malaysia, dan Australia ikut melakukan pencarian,” jelas Hadi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, pihaknya juga mengerahkan bantuan demi mencari kapal selam KRI Nanggala-402 dari jajaran Armada II Surabaya yang hilang kontak saat melaksanakan latihan penembakan Torpedo SUT di Perairan Selat Bali.

“Mudah-mudahan ini juga bisa membantu mempercepat pencarian terkait kondisi terakhir kapal Nanggala yang saat ini masih terus dipastikan di titik akhir,” tutur Listyo di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis (22/4).

Menurut Listyo, kapal perbantuan dari Polri dikirim dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, dan Jawa Timur. Keseluruhannya dipastikan siap mendukung pencarian kapal selam KRI Nanggala-402.

“Kemudian kami juga kami mengirimkan alat robotik yang bisa diturunkan ke bawah air kedalaman 300 meter dan juga sonar yang bisa menembak kurang lebih 1 kilometer yang sering kami gunakan mencari pesawat-pesawat yang tenggelam,” kata Listyo.

Berdasarkan keterangan tertulis Biro Humas Kementerian Pertahanan, Rabu (21/4), KRI Nanggala akan melaksanakan penembakan Torpedo SUT. Atas dasar itu, tim meminta izin menyelam pada pukul 03.00 WIB.

Setelah diberikan izin menyelam sesuai prosedur, kapal hilang kontak dan tidak bisa dihubungi.

Dalam latihan tersebut, KRI Nanggala membawa 53 awak dengan 49 ABK, 1 komandan kapal, dan 3 orang Arsenal. TNI AL juga telah mengirimkan distres International Submarine Escape and Rescue Liaison Officer (ISMERLO).

Keselamatan 53 Awak Jadi Prioritas

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan jajaran terkait untuk melakukan berbagai upaya menemukan kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan utara Pulau Bali, Rabu 21 April 2021. Dia menekankan, prioritas utama dalam pencarian adalah menyelamatkan 53 awak kapal KRI Nanggala-402.

“Saya juga telah memerintahkan Panglima TNI, KSAL (Kepala Staf Angkatan Laut), dan Basarnas bersama-sama dengan instansi terkait lainnya mengerahkan segala kekuatan dan upaya seoptimal mungkin melakukan upaya pencarian dan penyelamatan,” kata Jokowi dalam konferensi pers melalui Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (21/4).

“Prioritas utama adalah keselamatan 53 awak kapal,” sambungnya.

Menurut dia, saat ini Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tengah memimpin langsung pencarian KRI Nanggala-402 di lapangan. Jokowi memastikan bahwa pemerintah akan melakukan upaya terbaik untuk mencari dan menyelamatkan seluruh awak kapal.

“Kepada keluarga awak kapal saya memahami betul perasaan Bapak/Ibu semuanya saat ini. Tapi sekali lagi pemerintah telah dan akan terus mengupayakan yang terbaik dalam pencarian dan penyelamatan seluruh awak yang ada di kapal selam tersebut,” kata dia.

Jokowi pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berdoa agar upaya pencarian dan penyelamatan ini dilancarkan. Dia berharap, seluruh awak kapal selama KRI Nanggala-402 ditemukan dalam keadaan selamat.

“Saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan upaya pencarian dan penyelamatan ini dilancarkan, diberikan kemudahan untuk menemukan kembali KRI Nanggala-402, dan seluruh awaknya dalam keadaan selamat,” ujar Jokowi.

Tim Temukan Sumber Magnet Kuat di Kedalaman 100 Meter

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengungkap temuan terbaru dari sinyal dugaan keberadaan Kapal Selam KRI Nanggala 402. Diketahui kapal selam tersebut hilang kontak di perairan utara Bali saat tengah melakukan latihan tempur, Rabu 21 April 2021.

“Jadi tadi baru kita temukan saat Panglima TNI ke sana ditemukan kemagnetan yang tinggi di kedalaman 50-100 meter melayang dan kita sudah coba pastikan degan sonar,” kata Yudo saat jumpa pers di Bali yang disiarkan secara daring, Kamis (22/4).

Namun demikian, Yudo belum dapat memastikan apakah kemagnetan kuat dari temuan itu adalah berasal dari KRI Nanggala 402. Menurutnya, perlu konfirmasi lebih rinci lagi dengan bantuan armada tambahan akan segera diterjunkan. “Jadi KRI Rigel nanti sore datang dan akan memaspastikan lagi kemagnetan apa yang tinggi itu,” jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (AL), Laksamana Pertama Julius Widjojono, mengatakan juga telah ditemukan sebuah indikasi lokasi hilangnya kapal selam buatan Jerman tersebut. Penemuan berupa titik kordinat yang berada di utara Pulau Bali.

“Titik kordinat hilangnya, sekitar 95 kilometer sebelah Utara dari Pulau Bali,” tulis Julius dalam pesan tertulis, Rabu. (kps/lp6/cnn)

Komplotan Pembobol Ruang Ketua DPRD Ditangkap

TERSANGKA: Keempat tersangka komplotan pembobol ruang kerja Ketua DPRD Binjai dibekuk Polsek Binjai Utara.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Komplotan pembobol ruang kerja Ketua DPRD Binjai ditangkap Polsek Binjai Rabu (21/4) malam. Tersangka yang ditangkap berjumlah empat orang.

TERSANGKA: Keempat tersangka komplotan pembobol ruang kerja Ketua DPRD Binjai dibekuk Polsek Binjai Utara.

Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting menjelaskan, keempat tersangka yang ditangkap dari lokasi terpisah. “Tiga orang pelaku ditangkap di gudang bekas Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Nangka dan seorang lagi diamankan dari rumahnya, Jalan Anggrek, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara,” kata Siswanto, Kamis (22/4).

Adapun keempat tersangka yakni, Roni Zaldi Putra alias Roni (37) dan Robi Nanda alias Robi (35) warga Jalan Anggrek Lingkungan IV Kelurahan Pahlawan, Muhammad Fadli (39) warga Jalan T Amir Hamzah Kelurahan Nangka dan Selamat Pinem alias Ampi (50) warga Jalan MT Haryono Gang Tulus Lingkungan I Kelurahan Damai Binjai Utara.

Siswanto melanjutkan, penangkapan terhadap komplotan ini berdasarkan petunjuk dari proses penyelidikan yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Binjai Utara. Selain itu, juga atas adanya informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku.

Kini, keempat pelaku dan barang bukti berupa satu kulkas dua pintu, satu dispenser air, satu jam gadang dan dua kompresor AC sudah dibawa ke Mapolsek Binjai Utara guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Sementara, Sekretaris DPRD Binjai, Putri Syawal Sembiring mengucapkan terima kasih kepada Polsek Binjai Utara yang bergerak cepat mengungkap peristiwa menonjol tersebut. Dia berharap, ke depannya jangan sampai terjadi lagi.

“Kami ada melakukan penambahan petugas Satpol PP untuk melakukan penjagaan lebih ekstra lagi,” tukas Putri. (ted/azw)

Aksi Pencurian Viral di Medsos, Dua Maling Dibekuk Polisi

TERSANGKA MALING: Wahyu Hidayat dan ES, tersangka maling dipaparkan Polsek Medan Timur, Rabu (21/4)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua maling yang mencuri di rumah Jalan Bambu No 56, Kelurahan Durian, Medan Timur diciduk Polsek Medan Timur dari rumahnya masing-masing. Keduanya ditangkap setelah video aksi pencurian mereka yang terjadi pada Jumat (16/4) sekira pukul 03.00 WIB, viral di media sosial (medsos).

TERSANGKA MALING: Wahyu Hidayat dan ES, tersangka maling dipaparkan Polsek Medan Timur, Rabu (21/4)

Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin menyebutkan, kedua maling yang ditangkap adalah Wahyu Hidayat (41) warga Jalan Bambu dan wanita berinisial ES (34) yang juga warga Jalan Bambu. “Kedua pelaku pencurian tersebut ditangkap dari rumahnya masing-masing pada Selasa (20/4) siang. Selanjutnya, diboyong ke markas untuk diperiksa petugas,” sebut Arifin, Rabu (21/4).

Setelah diinterogasi, lanjut Arifin, kedua pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian di rumah tersebut. Mereka mengambil 4 velg sepeda motor, 1 lingkar sepeda motor, 1 Unit televisi 14 inci, 1 unit televisi 29 inci dan berbagai macam onderdil sepeda motor. “Barang-barang curian itu, kemudian dijual pelaku kepada seseorang di kawasan Jalan Gaperta,” beber dia.

Arifin menyebutkan, pihaknya masih mendalami lagi kasus pencurian ini untuk mengembangkan dan memburu penadah barang curian. Sebab saat dilakukan pengembangan belum membuahkan hasil. “Masih dikembangkan lebih lanjut kasusnya,” pungkasnya. (ris/azw)

Dianiaya, Anggota Satpol PP Dairi Lapor ke Polisi

Kasatpol PP Dairi, Eddy Banurea.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – David Banurea (20) tenaga harian lepas (THL) anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Dairi melaporkan pengunjuk rasa ke polisi dalam kasus penganiayaan.

Kasatpol PP Dairi, Eddy Banurea.

Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi, saat ratusan masyarakat Desa Parbuluan VI Kecamatan Parbuluan dan Desa Perjuangan serta Desa Pargambiran Kecamatan Sumbul menggelar unjuk rasa menuntut penciutan kawasan hutan di Kantor Bupati Dairi, Selasa (20/4).

Kapala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Dairi, Eddy Banurea, Rabu (21/4) mengatakan, anggotanya seorang THL melaporkan dugaan penganiayaan ke Polrea Dairi. “Ia betul, anggota kita sudah melaporkannya semalam ke Polres Dairi terkait dugaan penganiayaan dilakukan oknum masyarakat yang melakukan akasi unjukrasa didepan Kantor Bupati Dairi semalam”, ujar Eddy.

Eddy mengaku, ikut mendampingi anggotanya melapor ke Polres Dairi. Eddy memaparkan kronrologis kejadian, saat unjukrasa kemarin ada terjadi tindakan anarkis pengrusakan pagar depan Kantor Bupati Dairi tempat konsentrasi massa. Saat itu sejumlah orang berusaha merusak pagar, anggota berjaga di sana.

Pengakuan korban, pengunjuk rasa naik ke pagar dan korban berusaha menghentikan pengrusakan. Tiba-tiba ada seorang pria mencakar di bagian wajah korban dan terluka. “Pelaku tidak dikenal korban, tetapi rekan korban sesama Satpol PP ada mendokumentasikan kejadian itu,” ungkapnya.

Sementara itu, koordinator aksi juga Ketua Kelompok Tani Petani Marhaen Desa Parbuluan VI Pangihutan Sijabat dikonfirmasi, Rabu (21/4) mengaku telah mengetahui kabar hal itu. “Benar, saya ada diberitahu teman semalam anggota Satpol PP, melaporkan dugaan penganiayaan dilakukan pengunjukrasa,” pungkasnya. (rud/azw)

Bawa Sabu Seberat 23 Kg ke Jakarta, Warga Medan Timur Divonis Mati

VONIS MATI VIRTUAL: Daniel Edi Johannes terdakwa kurir sabu menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan, Kamis (22/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim diketuai Hendra Sipayung menghukum maksimal terdakwa Daniel Edi Johannes (39). Warga Medan Timur itu, divonis mati karena terbukti menjadi kurir sabu seberat 23 kilogram (kg), dalam sidang virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (22/4).

VONIS MATI VIRTUAL: Daniel Edi Johannes terdakwa kurir sabu menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan, Kamis (22/4).

Dalam amar putusannya, perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur melanggar Pasal 114 (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Mengadili, menjatuhkan terdakwa Daniel Edi Johannes alias Danil oleh karenanya dengan pidana mati,” tegas hakim.

Menurut majelis hakim, hal yang memberatkan terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika. “Sedangkan hal yang meringankan tidak ditemukan pada diri terdakwa,” ujarnya.

Vonis ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Dwi Meily Nova, yang semula menuntut terdakwa dengan pidana mati. Menanggapi putusan majelis hakim, Gita Triolanda selaku penasihat hukum terdakwa menyatakan banding.

Diketahui, kasus ini bermula pada 12 Juni 2020, terdakwa Daniel Edi dihubungi oleh Robet alias Michele alias Om alias Papi, membicarakan pekerjaan untuk membawa paket sabu dari Medan tujuan Jakarta.

Setelah pekerjaan diterima pada 13 Juni 2020, terdakwa Daniel bertemu dengan Chairul Aswad di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut membicarakan tentang pekerjaan pengiriman paket sabu tersebut.

Kemudian, terdakwa mengatakan bahwa upah Chairul Aswad apabila paket shabu berhasil sampai di Jakarta maka terdakwa akan memberikan upah sebesar Rp50 juta. Lebih lanjut, pada 15 Juni 2020, terdakwa Daniel bersama Chairul Aswad langsung berangkat dari Jakarta menuju ke Medan dengan menggunakan mobil rental Toyota Avanza B 2436 SKQ.

Saat tiba di Pelabuhan Merak terdakwa Daniel mendapat telephone dari bos Papi, yang intinya mengabari bahwa paket sabu telah sampai di Medan dan terdakwa disuruh untuk mengambilnya di Deli Hotel Jalan Abdullah Lubis Medan.

Kemudian, terdakwa Daniel menyuruh Viktor Yudha Aritonang untuk mengambil paket sabu dan akan ada orang yang menghubunginya. Setelah itu, terdakwa Daniel bersama dengan Chairul Aswad langsung berangkat menuju Medan,

Singkat cerita, pada 18 Juni 2020, terdakwa Daniel menyuruh Chairul ke Medan untuk mengurus truk mengangkut kol. Terdakwa Daniel yang tiba lebih dahulu, kemudian menemui Afri Andi alias Kodok dirumahnya di Jalan Eka Suka, Medan Johor. Berselang kemudian, Chairul tiba di rumah yang sama.

Daniel kemudian menghubungi Viktor Yudha menyuruh untuk menjemput paket sabu menggunakan mobil Avanza di depan Asrama Haji Medan. Setelah paket sabu diterima, Chairul dan Afri Andi membawa mobil yang berisi paket sabu ke gudang kol di Seribu Dolok. Lalu terdakwa Daniel memberikan uang Rp7,5 juta kepada Viktor Yudha, setelah terdakwa Daniel pergi ke kost Chairul di Siantar.

Pada 19 Juni 2020, Chairul dan Afri Andi tiba di kos dan mengatakan bahwa paket sabu sudah berada di truck pengangkut sayur kol. Menurut rencana, paket sabu itu akan mereka bawa ke Jakarta keesokan harinya. Namun sekira pukul 23.00 Wib, saat terdakwa sedang berada di depan kost, tiba-tiba datang petugas Kepolisian langsung melakukan penangkapan terhadap Daniel.

Sebelumnya petugas telah melakukan penangkapan terhadap Chairul Aswad, Afri Andi dan Viktor Yudha Aritonang, sebutnya. Dari hasil penangkapan, petugas menemukan 3 karung goni berisi sabu seberat 23 kg bertuliskan Guanyingwang dari dalam mobil Avanza. (man/azw)

Mutasi Virus Bisa Semakin Menular Jika Masyarakat Mudik

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mutasi Covid-19 bisa semakin menular jika masyarakat mudik. Untuk mencegah terjadinya kondisi terburuk, pemerintah didorong membuat aturan ketat dan tegas.

Pakar kesehatan masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany mengatakan, beberapa mutasi virus juga bisa jadi lebih ganas dan mematikan. Di sisi lain, masyarakat ngotot ingin pulang kampung alias mudik Lebaran. “Ini memang bagian yang berpotensi menimbulkan makin banyaknya kasus. Bisa jadi makin banyaknya kematian,” kata Thabrany kepada wartawan, Kamis (22/4/2021).

Menurut dia, perlu kebijakan yang sinkron antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah daerah harus berani bilang tidak mau menerima pemudik. Kalau memaksa mudik, terapkan isolasi selama 14 hari.

Thabrany mengatakan Pemerintah DKI Jakarta juga harus menegaskan kepada masyarakat yang ingin kembali dari kampung halaman agar isolasi selama 14 hari. “Sehingga masyarakat akan berpikir dua kali untuk mudik. Kalau itu sinkron, insyaallah masyarakat bisa dipaksa disiplin,” ujarnya.

Dia melihat sebagian masyarakat tidak bisa diajak kompromi. Ada masyarakat yang wataknya begitu melekat pada kebiasaan-kebiasaan masa lalu. Sehingga perlu memaksa mereka agar disiplin. “Jangan anggap enteng, karena mutasi virus semakin ganas dimungkinkan,” kata
Thabrany.

Thabrany pun menilai kesadaran masyarakat menggunakan masker untuk mencegah penularan Covid-19 harus kembali ditingkatkan. Kalau ada masalah pada ketersediaan masker, pemerintah harus menyediakan agar tidak ada alasan masyarakat tidak disiplin protokol kesehatan.
Selain itu, tokoh berpengaruh perlu dilibatkan untuk membuat masyarakat menjadi disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Edukasi masyarakat agar silaturahmi dengan keluarga di kampung tanpa mudik, misal menggunakan perangkat elektronik. Kalau mau memberikan uang, bisa ditransfer melalui bank.

Mengenai adanya beberapa kepala daerah yang tidak secara tegas melarang mudik, menurut Thabrany perlu sanksi dari pemerintah pusat. Misal, beban biaya penanggulangan kasus Covid-19 menjadi tanggung jawab daerah yang tidak melarang mudik. “Harus ada sanksi begitu. Kalau enggak, pemda seenaknya saja,” ujar Thabrany. (bbs/adz)

Tiga Tahun Terakhir, Tambang Emas Martabe Nol Kecelakaan Kerja

Foto: Martabe for Sumut Pos
KONTROL RISIKO KEBISINGAN: Safety Supervisor, OHS Triana Primadewi tengah menggunakan sound level meter untuk mengukur dan memastikan tingkat dan kontrol risiko kebisingan di sekitar area kerja Tambang Emas Martabe.

BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – Selama tiga tahun berturut-turut, Tambang Emas Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources, berhasil mempertahankan Indikator Loss Time Injury (LTI) dan Loss of Working Time (LTIFR) pada level nol. Bahkan pada tahun 2020, perusahaan menorehkan kinerja keselamatan yang patut dicontoh di Tambang Emas Martabe.

“Indikator kinerja lain terkait tingkat kecelakaan dan kinerja manajemen keselamatan memperoleh skor 96% pada tahun 2020. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat dari Perusahaan untuk mengurangi risiko keselamatan dan beradaptasi dengan tantangan baru secara cepat dan kondusif. Hasil ini tidak akan mungkin tercapai tanpa komitmen yang kuat dari karyawan dan kontraktor untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman,” kata Presiden Direktur PTAR, Muliady Sutio, seperti dikutip dari Laporan Keberlanjutan 2020 PT Agincourt Resources, kemarin.

Lost Time Injury adalah indikator kinerja keselamatan utama di industri pertambangan. Keberhasilan PTAR dalam penerapan K3 terutama dikaitkan dengan komitmennya terhadap pelatihan staf dan pengawasan K3 yang efektif. PTAR senantiasa menjaga hubungan yang erat dengan karyawan melalui pelaksanaan pelatihan yang efektif dan pengawasan lingkungan kerja sehingga karyawan dapat terus mengembangkan kompetensi teknis dan keselamatan kerja.

Selain tingkat LTI, PTAR telah mengembangkan tiga belas indikator kinerja utama (KPI) untuk mengukur tingkat kecelakaan dan kinerja manajemen keselamatan di Tambang Emas Martabe. Pada tahun 2020, skor KPI mencapai 96%.

“Pencapaian ini menunjukkan tingkat kepatuhan yang tinggi dan bahwa sistem pemantauan dan kontrol yang dikembangkan berhasil meminimalkan kecelakaan kerja. Aktivitas utama dari sistem kontrol meliputi: Pelatihan keselamatan; Melaporkan tindakan dan kondisi yang tidak aman; Inspeksi di tempat kerja; Investigasi insiden segera untuk mencegah kejadian berulang; Partisipasi manajemen lapangan dalam Program Perjanjian Keamanan Aktif (ASA); Partisipasi dari Pengawas Operasi di tempat dalam Program Kontrol Kritis,” kata Muliady.

Berbagai langkah yang dilakukan berfokus pada peningkatan kualitas penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan, tercermin dari peningkatan hasil audit internal dari 80,65% pada tahun 2019 menjadi 91,31% pada tahun 2020.

Meskipun pada tahun 2020 mencapai hasil yang baik, PTAR terus memperkuat upayanya untuk mengurangi risiko keselamatan di Tambang Emas Martabe pada tahun 2021.

Muliady mengatakan, Tambang Emas Martabe berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan bebas kecelakaan. “Terutama dengan adanya COVID-19, rencana kerja yang aman untuk karyawan diterapkan, di antaranya terkait kebersihan pribadi, menjaga jarak, pengetesan, dan saran medis,” katanya.

Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) lainnya juga diadakan, seperti mengadakan forum Kesehatan, Keselamatan dan Lingkungan yang diadakan setiap bulan, Perjanjian Keselamatan Aktif (ASA), sistem insiden pemantauan dalam jaringan, serta audit dan inspeksi rutin dilanjutkan secara bersamaan.

Menurut Muliady, melindungi semua karyawan di tempat kerja merupakan hal terpenting bagi PTAR. Apalagi kawasan operasi penambangan memiliki banyak potensi bahaya inheren. “Pandemi COVID-19 sejak awal tahun 2020 menambah potensi bahaya lainnya yang perlu ditangani. Maka dari itu, PTAR menerapkan pendekatan adaptif namun juga disiplin dan berkelanjutan terhadap kesehatan dan keselamatan kerja di semua area operasinya,” katanya.

Program COVID-19 dikembangkan untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19 di Tambang Emas Martabe. Beberapa tindakan yang dilakukan perusahaan termasuk pemisahan karyawan penghuni camp dan karyawan komuter atau karyawan lokal; melakukan proses penyaringan terhadap karyawan termasuk karantina di Hub Jakarta, Medan, Padangsidimpuan, dan Tor Sibohi; melakukan pemeriksaan acak untuk karyawan komuter; menerapkan protokol kesehatan di lapangan; dan menambah fasilitas kesehatan.

PTAR menerapkan sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sesuai dengan standar internasional. Seperti ISO 18001 dan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 38 tahun 2014 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Peraturan tersebut mengatur mengenai SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan).

Sistem ini telah dikembangkan dengan pemahaman bahwa bahaya dapat disebabkan oleh tiga faktor, yakni perilaku pekerja; kompetensi pekerja; dan tempat kerja.

Adapun mekanisme utama untuk mengintegrasikan K3 ke dalam operasi PTAR, antara lain memberlakukan Golden Rules, yakni kebijakan keselamatan wajib untuk melindungi karyawan dari bahaya paling umum dan kecelakaan serius di industri pertambangan. “Golden Rules harus dipahami oleh semua individu yang bekerja di Tambang Emas Martabe. Oleh karena itu, karyawan baru dilatih tentang Golden Rules sebelum mengambil posisi mereka di Perusahaan,” tegasnya.

Kemudian, membuat program Active Safety Agreement (ASA), yang memberi kesempatan kepada manajer untuk berdialog aktif tentang K3 dengan karyawan mereka, untuk mendorong dan memotivasi karyawan selalu memprioritaskan keselamatan di tempat kerja.

“Seorang manajer ditugaskan untuk menjadi auditor, dan setelah observasi selama suatu periode, dia akan melakukan diskusi terbuka tentang karyawan terkait risiko keselamatan dan kemungkinan sistem kontrol,” katanya.

PTAR memiliki satu Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SPSI) dalam organisasi yang memuat 100% pasal yang terkait dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Peraturan ini bersifat wajib dan ditujukan untuk melindungi karyawan dari insiden dan kecelakaan di industri pertambangan. Perusahaan akan menindak tegas karyawan yang dengan sengaja melanggar aturan K3 dan menempatkan diri atau orang lain dalam situasi berbahaya.

“Kinerja K3 diawasi secara ketat oleh Kepala Operasi Tambang di bawah General Manager di lapangan,” tegasnya. (mea)

Disdik Sumut MoU dengan FPK Medan dan Forkala, Lahirkan Buku tentang Multikulturalisme

Foto: Istimewa
FOTO BERSAMA: Kadis Pendidikan Sumut Prof Wan Syaifuddin foto bersama dengan pengurus FKM/Forkala Medan usai menandatangani MoU dengan FKM dan Forkala di Le Polonia Hotel, Rabu (21/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Medan Periode 2025 dan Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (Forkala) Periode 2021-2026. Kerja sama ini untuk dukungan tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam peningkatan kualitas pendidikan di Sumatera Utara di Le Polonia Hotel, Jalan Sudirman Medan, Rabu (21/4).

MoU ditandatangani  Kepala Dinas Pendidikan Sumut Prof Wan Syaifuddin MS PhD, Wakil Ketua FPK Medan Dr dr H Delyuzar MKed (PA) SpPA (K), dan Ketua Forkala Medan Datoq Adil Freddy Haberham SE. Penandatanganan MoU dirangkai dengan buka puasa bersama. “Hari ini 21 April merupakan Hari Kartini. Bicara Kartini tidak lepas dengan semboyan ‘habis gelap terbitlah terang’. Kita di sini berkumpul untuk menandatangani MoU yang tujuannya bagaimana membuat terang masa depan anak-anak kita,” ujar Prof Wan Syaifuddin mengawali sambutannya.

Prof Wan menjelaskan latar belakang MoU tidak terlepas dari kondisi saat ini pandemi Covid-19 menyerang seluruh penduduk dunia. “Saya berbincang-bincang dengan Gubsu Pak Edy bagaimana membudayakan protokol kesehatan (prokes) 5M. Salahsatu upaya yang efektif untuk mengkampayekan prokes adalah melalui tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat ,” ungkap Prof Wan Syaifuddin yang juga Ketua FKM Medan.

Dia selanjutnya berpikir, ternyata tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat itu mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini. “Peran penting ini yang saya bawa ke dunia pendidikan. Bukankah tujuan pendidikan salah satunya untuk memanusiawikan manusia? Karena itu saya mengajak tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membuat buku muatan lokal tentang multikulturalisme di daerah ini,” ujarnya.

Prof Wan mengajak para tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat di daerah ini khususnya FPK dan Forkala untuk menyumbangkan ide, gagasan, dan pikirannya yang akan dituangkan dalam bentuk buku. “Saya menantang para tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk melahirkan buku muatan lokal pendidikan multikultural dan karakter untuk siswa di daerah ini agar pemahamannya tentang nilai-nilai budaya/etnis, keharmonisan dalam kebinekaan semakin meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut Prof Wan minta FPK dan Forkala untuk menyiapkan buku tersebut hingga siap menjadi buku ajar muatan lokal siswa SMA/SMK dan juga akan dipersiapkan untuk tingkat SD dan SMP.

Prof Wan juga  menunjuk pengurus FPK/Forkala sebagai koordinator penulisan buku tersebut. “Di FKM dan Forkala ini ada profesor dan doktor. Semua hebat-hebat, namun perlu orang hebat yang juga mengkoordinir penulisan buku tersebut,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris FPK yang juga Sekretaris Forkala Aswin Harahap mengatakan, sebenarnya tahun lalu sudah selesai dibuat buku yang berisi tentang 15 etnis. Dan tahun ini sudah disempurnakan seluruhnya yaitu 23 etnis yang ada di Sumut. “Kami sedang mempersiapkan buku tersebut agar bisa menjadi buku ajar muatan lokal untuk tingkat SMA/SMK dan direncanakan juga untuk SD dan SMp,” ujarnya.

Hadir sejumlah pengurus FKM dan Forkala seperti, Drs Ahmad Raja Nasution MSP, Pdt Sadakata Ginting Suka, Adri Alfian Rolos, H Benny Soebardjo, Prof Dr I Wayan Dirgayasa,  Darsen Song, Lister Berutu, Martinus Lase, RA Lesbatta, Wardayani, Bustami Usman,  H Marwan Bugis dan lainnya. (rel/azw)

Pilih Mana, Poco X3 Pro atau Realme 8 Pro?

SUMUTPOS.CO – Xiaomi sudah resmi meluncurkan seri Poco X3 Pro di Indonesia dan mereka menjulukinya “The Flagship Killer” sekaligus “The Beast”. Hal tersebut wajar saja karena spesifikasinya sangat tinggi, tetapi harga Poco X3 tergolong menengah.

Kehadiran Poco X3 Pro membuat persaingan smartphone di segmen menengah langsung memanas. Berbekal prosesor Qualcomm Snapdragon 860, Poco X3 bersaing ketat dengan produk terbaru andalan realme, yakni realme 8 Pro. Lantas bagaimana perbandingan POCO X3 Pro dengan realme 8 Pro? Berikut ulasannya. 

Desain
Dari sisi desain, baik POCO X3 Pro maupun realme 8 Pro menampilkan layar berlubang (punch hole). Hanya saja, penempatannya yang berbeda. Realme 8 Pro menempatkan punch hole di sudut kiri atas, sementara POCO X3 Pro memilih lubang di tengah atas layar. Perbedaan tampak dari bentang layar, dimana POCO X3 Pro memiliki layar lebih besar 6,67 inci berjenis LCD. realme 8 Pro sendiri tampil dengan bentang layar 6,4 inci berteknologi Super AMOLED
Layar POCO X3 Pro juga sudah didukung refresh rate 120Hz serta touch sampling rate hingga 240Hz. Lain dengan realme 8 Pro yang hanya didukung refresh rate 60Hz. 
Konsep housing kamera keduanya pun berbeda, di mana realme 8 Pro menempatkan hosuing persegi di sudut kiri atas ponsel, dan POCO X3 Pro di tengah atas dengan housing tampak seperti lingkaran. Faktor lain yang membuat keduanya tampak serupa, yaitu penamaan merek di case ponsel. Selain merek, realme 8 Pro juga mencantumkan visi perusahaan. 

Performa
Fitur pendukung performa menjadi spesifikasi unggulan POCO X3 Pro. Sebab, smartphone ini disokong dengan chipset 4G terbaik saat ini, Qualcomm Snapdragon 860. Chipset ini sendiri merupakan chipset kelas flagship yang menawarkan performa andal. Snapdragon 860 pada POCO X30 dikombinasikan dengan RAM 6GB/128GB dan 8GB/256GB.
Dapur pacu yang kencang di POCO X3 Pro juga didukung oleh teknologi baca dan tulis data kecepatan tinggi kelas flagship, yakni UFS 3.1 yang 198% lebih kencang dari generasi sebelumnya yakni UFS 2.1 serta teknologi RAM LPDDR4X untuk membuka file dan aplikasi dengan lebih cepat. Dengan varian penyimpanan internal 256GB, POCO X3 Pro mendukung ekspansi hingga 1TB sehingga memungkinkan pengguna mengelola file dalam jumlah banyak.
Sementara itu, realme 8 Pro diperkuat chipset Snapdragon 720G yang dikombinasikan dengan RAM 8GB/128GB. Chipset tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas gim mobile. Penyimpanannya juga dapat diperluas menggunakan slot microSD yang tersedia secara khusus bersama slot SIM ganda. 
Baterainya masing-masing membawa kapasitas di atas 4000 mAh, namun POCO X3 Pro memiliki daya lebih besar dibanding realme 8 Pro. POCO X3 Pro dibekali baterai 5160 mAh dengan dukungan fast charging 33W. Lain dengan realme 8 Pro yang memiliki baterai 4500 mAh dengan dukungan fast charging 50W. 

Kamera
Kamera menjadi sektor yang diunggulkan oleh realme 8 Pro. Smartphone ini membawa kamera dengan konfigurasi 108MP sebagai kamera utama, 8MP ultra-wide angle, 2MP lensa black and white, serta lensa makro 2MP. Sementara itu kamera depannya memiliki resolusi 16 MP. Sejumlah fitur juga melengkapi kamera realme 8 Pro termasuk 3X in-sensor Zoom, Tilt-shift Time-lapse Video hingga Dual-view Video.
POCO X3 Pro juga hadir dengan konfigurasi empat kamera mencakup 48MP (sensor Sony IMX582), ultra-wide 8MP, kamera makro 2MP serta depth sensor 2MP. Kamera depannya sendiri memiliki resolusi 20MP. Tak hanya dari sisi hardware, kamera smartphone ini juga dipoles dengan software dan menghasilkan fitur seperti ultra-wide night mode yang bisa menangkap gambar dengan sudut ultra-lebar pada kondisi gelap. Fitur night mode juga dapat pengguna gunakan pada kamera depan POCO X3 Pro.

Harga
Dari sejumlah spesifikasi di atas, baik POCO X3 Pro maupun realme 8 Pro hadir dengan spesifikasi yang menarik. Namun demikian, harga POCO X3 Pro jauh lebih menarik karena mengusung spesifikasi kelas flagship. POCO X3 Pro dibanderol seharga Rp3.599.000 (6GB/128GB) dan Rp4.099.000 (8GB/256GB). Penjualan perdana dilakukan pada 22 April pukul 12.00 di po.co.id, Shopee, dan Akulaku dengan harga spesial Rp3.499.000 (6GB/128GB) dan Rp3.999.000 (8GB/256GB). Sementara itu realme 8 Pro dibanderol seharga Rp3.599.000. (*)