Medan, Sumutpos.co- Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan menggelar buka puasa bersama di Sekretariat Jalan Melinjo Raya No. 1 Medan Johor, Kota Medan, Selasa (20/4).
Pada acara ini diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Fuad Akbar ‘Setawar Sedingin’.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Fuad mengatakan dalam Kitab Nashaihul ‘Ibad karangan Imam Nawawi Al-Bantani disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda tanda orang bahagia juga ada empat.
“Pertama, mengingat dosa-dosa yang telah lalu,” ujarnya.
Makanya pada Ramadan ini, tambah Ustaz Fuad, harus banyak ingat salah dan dosa. Karena kalau mengingat, maka bisa memperbaikinya.
Kedua, melupakan kebaikan yang pernah diakukan.
Ketiga, dalam urusan agama senang melihat kepada orang yang lebih tinggi (dalam ibadah dan ketaatannya kepada Allah).
Keempat, dalam urusan dunia senang melihat kepada orang yang lebih rendah (sehingga mendorongnya untuk lebih mensyukuri nikmat-Nya).
“Marilah kita merenung, di manakan kita di antara kedua tanda tersebut? Apabila memang kita lebih cenderung kepada sifat-sifat yang celaka maka tidak ada salahnya untuk mengakui. Karena pengakuan adalah langkah awal untuk memperbaiki diri,” ungkapnya.
Pada acara ini dihadiri oleh puluhan anggota PFI Medan dan VRI Sumut. Serta dihadiri Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, M Husni.
Ia mengatakan sangat mendukung PFI Medan menggelar kegiatan seperti ini. Bahkan ia kaget dengan kondisi sekretariat yang sekarang sangat rapi dan aktif.
“Saya apresiasi, lembaga ini bisa hidup, dulu ini rumah kosong, sekarang sudah ramai, isinya seperti galeri foto dan bahkan sudah ada tempat latihan memanjat tebingnya,” ungkap Husni.
Ia juga menantang PFI Medan untuk terus membuat kegiatan yang mempromosikan Kota Medan kepada masyarakat luas. Serta membuat kegiatan bertema lingkungan dan kegiatan luar sekolah.
“Saya apresiasi juga PFI Medan baru mendapat penghargaan dari PFI Pusat Best Management,” jelasnya.
Ketua PFI Medan, Rahmad Suryadi mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang hadir pada buka puasa bersama ini. Ia berharap moment ini jadi penguat silaturahmi antar anggota dan stakeholder PFI Medan.
Kedepannya bakal ada beberapa kegiatan lain yang akan dilakukan PFI pada bulan ramadan ini.(rel)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Meningkatnya kasus Covid-19 di India menyita perhatian dunia. Pemerintah Indonesia pun melakukan berbagai upaya agar kasus Covid-19 di Tanah Air bisa terus dikendalikan sehingga tidak terjadi seperti di India.
“Yang pasti kita terus menerus mengedukasi masyarakat. Adanya larangan mudik itu kan salah satu upaya kita menjaga supaya mengurangi mobilitas,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi kepada wartawan, Selasa (20/4/2021).
Langkah antisipasi lainnya adalah pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro, khususnya di daerah-daerah tujuan mudik, daerah zona merah atau yang kasusnya meningkat. Kemudian, penguatan testing, tracing, treatment terutama di daerah-daerah tujuan mudik.
Nadia menjelaskan, pemerintah juga terus meningkatkan capaian program vaksinasi. Teorinya bahwa 70% dari sasaran vaksinasi bisa memberikan perlindungan, atau menekan laju penularan virus.
“Kita tahu bahwa vaksin kan memberikan perlindungan kepada individu untuk dia tidak menjadi sakit. Kalaupun sakit, tidak parah atau berakhir kematian. Itu perlindungan yang diberikan,” kata Nadia.
Pemerintah berharap kepada seluruh masyarakat agar bisa menahan diri sehingga tidak mudik. Nadia mengaku bisa memahami bahwa masyarakat menginginkan sekali bisa berkumpul bersama keluarga saat Lebaran.
“Tapi tentunya kita menahan diri jangan sampai kemudian terjadi pelonjakan kasus di kemudian hari. Kita tahu bahwa peningkatan kasus selalu berhubungan dengan mobilitas yang tinggi,” jelasnya.
Dia menjelaskan sudah sekitar 17 juta dosis vaksin yang disuntikan sampai saat ini. “Orangnya itu ada 11.100.000 untuk dosis pertama dan dosis kedua 6,1 juta. Jadi sudah 17 juta dosis vaksin yang sudah kita suntikan,” ujar Nadia.
Jika vaksinasi semakin cepat dan banyak, atau 70% jumlah penduduk Indonesia sudah divaksin, maka kekebalan kelompok akan terjadi. Kondisi itu pasti akan menekan laju penularan Covid-19.
Fakta sekarang baru sekitar 11 juta orang yang divaksin atau 6% dari target. Kalau dibandingkan jumlah penduduk, angka itu masih kecil. Artinya belum cukup untuk memberikan perlindungan kekebalan kelompok.
Mengenai stok vaksin, Nadia mengungkapkan sebenarnya di bulan April ini Indonesia mendapatkan dua sumber vaksin, yakni AstraZeneca dan Sinovac. AstraZeneca menunda pengiriman vaksin. India meminta menunda pengiriman karena ada peningkatan kasus.
“Jadi yang seharusnya vaksin dikirim April, itu baru bisa dikirimkan Mei. Jumlahnya tidak mencapai 11 juta juga, jadi akan dikirimkan kurang lebih sekitar 5 juta,” imbuhnya.
Dengan keterbatasan stok vaksin, pemerintah melakukan berbagai upaya. “Pemerintah memastikan vaksinasi pada Mei, vaksinnya betul-betul datang. Kemudian, meminta Biofarma untuk meningkatkan kapasitas produksinya,” tutur Nadia.(bbs)
VIRTUAL: tiket.com meluncurkan THR (Tiketin Hari Raya) secara virtual. Pada kesempatan ini, tiket.com menyatakan transaksi di kuartal I meningkat tajam.
MEDAN, SUMUTPOS.CO—Transaksi tiket.com di kuartal I (Q1) 2021 ini kian melonjak tajam semenjak pandemi melanda tahun lalu. Pionir Online Travel Agent (OTA) di Indonesia yang memasuki usia ke-10 tahun ini, juga cetak banyak rekor performa di semua lini produk unggulan dalam aplikasi.
Pembelian tiket pesawat pada Q1 2021, misalnya, meroket setinggi 331 persen, booking hotel naik tajam di angka 321 persen dan tiket TO DO juga meraih level popularitas baru dengan angka transaksi sensasional di angka 10.083 persen.
Menanggapi kesuksesan mendadak
Online Tiket Week (OTW), Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, Gaery Undarsa, mengatakan kesuksesan Malu Tanggal Muda (MTM) dan mendadak OTW menjadi alasan untuk menggelar Tiketin Hari Raya (THR).
“Kami melihat bahwa masyarakat sekarang sudah lebih strategis saat merencanakan liburannya. Hadirnya kampanye promo seperti Mendadak OTW ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk merencanakan liburan lebih matang dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima sumutpos.co, Selasa (19/4/2021).
Dikatakannya, angka transaksi yang meningkat tajam dalam reservasi hotel menjadi bukti keberhasilan tiket.com dalam mengajak masyarakat Indonesia untuk liburan baik dalam bentuk staycation, Work From Hotel, atau Liburan Dekat Rumah secara aman dan sesuai protokol kesehatan (prokes).
“Angka berprestasi ini tidak luput dari kontribusi beberapa kampanye seperti MTM dan kampanye tanggal merah yang masih menjadi favorit masyarakat,” ucapnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, pesta diskon tahunan tiket.com Mendadak OTW yang digelar pada 5-11 April lalu, berhasil memberikan push tambahan di awal Q2 tahun ini. Di mana kontribusi kampanye Mendadak OTW mendorong angka pembelian tiket pesawat sebesar 81 persen, pemesanan hotel sebesar 131 persen, dan tiket TO DO sebesar 75 persen.
Ragam prestasi yang berhasil dicetak secara khusus oleh Mendadak OTW diantaranya adalah, prestasi booking hotel harian yang lebih tinggi sejak Januari 2020 (level pra-pandemi), rasio booking hotel harian di Jakarta capai titik tertinggi sejak 2019. Sedangkan untuk pembelian tiket ke ke 5 TOP destinasi, prestasi Mendadak OTW sejajar dengan kampanye OTW LOKAL yang digelar di akhir 2020.
“Mendadak OTW menjadi salah satu langkah jitu dalam mendorong angka booking hotel di destinasi TOP seperti Bali dan Yogyakarta walaupun sedang low season dan dalam kondisi pandemi. Kemudian, fitur tiket TO DO pun menjadi primadona pada Q1 2021, karena menjawab kebutuhan pelanggan untuk mengunjungi tempat atraksi dan playground bagi keluarga, serta kebutuhan pelengkap perjalanan (travel essentials) tes Covid-19,” ungkapnya.
Sejak awal tahun, lanjut Gaery, dari catatan tiket.com, TOP 5 destinasi domestik pada Q1 2021 berdasarkan penjualan hotel pada saat Mendadak OTW adalah Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya, dan Yogyakarta. Sedangkan untuk tiket pesawat, TOP 5 destinasi favorit adalah Surabaya, Medan, Makassar, Bali dan Yogyakarta.
“Performa Q1 tiket.com jauh melampaui best case scenario yang kami susun. Kami sungguh berterimakasih kepada masyarakat Indonesia atas dukungan yang senantiasa diberikan dalam rangka pemulihan industri pariwisata. Sebagai salah satu pelaku industri pariwisata terbesar di Indonesia, kami sangat optimis bahwa kinerja tiket.com pada Q2 akan semakin tancap ngegas,” ungkap Gaery.
Tiket Hari Raya, sebut dia, saat ini tiket.com tengah menggelar program diskon tahunan di bulan Ramadan, yaitu THR dengan diskon hingga 50% + 25% untuk semua produk di dalam tiket.com, yaitu tiket pesawat domestik, hotel, HOMES, TO DO, kereta api, sewa mobil, dan airport transfer.
“THR kali ini spesial, karena mulai 19 April tiket.com akan merayakan Ramadan Pol-polan, dengan mengadakan Harga Gledek Spesial THR setiap harinya dari pukul 15.00 WIB-21.00 WIB. Promo Harga Gledek THR Penerbangan setiap hari pada Jam Gledek, yaitu 15.00-21.00 WIB siap-siap nyetrum dengan promo diskon 50% + 20% untuk semua penerbangan domestik. Sedangkan selama periode THR yang berlaku pada semua jam adalah diskon sebesar 50% + 10% untuk semua destinasi domestik,” paparnya.
Selama periode THR ini juga, tiket.com memberikan diskon untuk pembelian tiket Airport Transfer hingga Rp 55.000 di Jam Gledek dan Rp 45.000 semua jam untuk seluruh airport di Indonesia; dan diskon setiap harinya selama periode THR untuk pembelian tiket kereta api sebesar 20% untuk seluruh rute kereta api di Indonesia.
VP Brand Marketing, tiket.com, Maria Risa Puspitasari, menambahkan tiket.com mengundang masyarakat untuk menggunakan Tunjangan Hari Raya (THR) secara bijak, baik untuk melakukan kewajiban berzakat, perayaan Idul Fitri yang bersahaja, hingga perencanaan matang dalam menyusun perjalanan atau liburan dekat rumah di masa mendatang dengan memanfaatkan momentum kampanye Tiketin Hari Raya dari tiket.com.
“Walaupun proses vaksinasi tengah berjalan, tiket.com tetap mengajak masyarakat agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak fisik selama dalam perjalanan atau tengah berwisata. tiket.com turut mengajak masyarakat untuk selalu merencanakan liburan dengan matang, agar aman dan nyaman sesuai keinginan hati,” pungkasnya. (rel/prn)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel merilis kemitraan dengan Lookout, Inc., perusahaan keamanan siber terkemuka, untuk memberikan proteksi dan mendukung transformasi digital perusahaan di Indonesia.
Seiring dengan kemajuan teknologi dan ekosistem digital, perangkat dan aplikasi seluler telah menjadi sarana utama dalam bekerja dan menjalani gaya hidup digital. Sebagai perusahaan telekomunikasi terdepan di Indonesia, Telkomsel meluncurkan layanan Telkomsel Enterprise Mobile Security (TEMS) yang menghadirkan dua solusi keamanan untuk memastikan pelanggannya untuk terhindar dari ancaman siber yang terus berkembang. Kedua solusi tersebut meliputi TEMS Mobile Endpoint Protection dan TEMS Mobile Apps Protection.
Keduanya, yang tersedia mulai hari ini, adalah solusi keamanan siber berbasis cloud terbaru Telkomsel yang bekerja sama dengan Lookout. TEMS Mobile Endpoint Protection dan TEMS Mobile App Protection memungkinkan perusahaan untuk melindungi ponsel, tablet, hingga Chromebook karyawan sekaligus mengamankan aplikasi yang digunakan pelanggannya. Solusi tersebut didukung oleh Lookout Security Graph yang mampu menganalisis data lebih dari 200 juta perangkat, 142 juta aplikasi, dan 4 juta alamat web setiap hari. Dengan teknologi machine intelligence, Lookout mampu mengamankan pengguna dari ancaman berupa phishing serta ancaman lainnya pada perangkat, aplikasi, dan jaringan dengan tetap mengutamakan privasi. Platform berbasis cloud ini pun dapat secara otomatis mendeteksi ancaman yang belum pernah ditemukan sebelumnya.
SVP Enterprise Account Management Telkomsel Dharma Simorangkir mengatakan, “Telkomsel sebagai leading digital telco company berkomitmen untuk menghadirkan solusi yang customer-centric bagi pelanggan di seluruh Indonesia, baik B2B maupun B2C. Kini, melalui kolaborasi dengan Lookout, kami mewujudkan komitmen tersebut dengan meluncurkan Telkomsel Enterprise Mobile Security yang memberi keamanan maksimal bagi pelanggan Enterprise. Dengan sistem keamanan yang lebih terjamin, perusahaan bisa terus fokus meningkatkan produktivitasnya tanpa perlu mengkhawatirkan perlindungan terhadap aplikasi dan data.”
Telkomsel Enterprise Mobile Security:
TEMS Mobile Endpoint Protection (MEP) – Lebih dari setengah perangkat yang digunakan karyawan untuk mengakses data organisasi menjalankan iOS, Android, dan Chrome OS. Ini dapat menjadi masalah jika keamanan pada perangkat seluler diabaikan, sehingga menciptakan celah dalam sistem keamanan organisasi. Seiring dengan implementasi bekerja secara remote, mereka mengharapkan privasinya tetap terjaga. Maka dari itu, TEMS MEP hadir dengan manfaat sebagai berikut:
· Pengamanan perangkat iOS, Android, dan Chrome OS milik perusahaan dan karyawan.
· Pengamanan berbasis cloud yang dapat diperluas secara mulus ke ratusan ribu titik endpoints.
· Optimalisasi kinerja prosesor dan usia baterai pada perangkat dengan aplikasi yang ringan.
· Pengamanan privasi pengguna sesuai dengan persyaratan kepatuhan yang berlaku.
TEMS Mobile Apps Protection (MAP) – Aplikasi seluler telah menjadi media utama bagi perusahaan untuk berinteraksi dengan pelanggannya. Seiring berlanjutnya tren ini, perusahaan perlu memastikan bahwa data dan privasi pelanggan terlindungi dari seluruh ancaman siber. Maka dari itu, TEMS MAP hadir dengan manfaat yang meliputi:
· Pengamanan dari ancaman terhadap aplikasi, perangkat, dan jaringan.
· Mudah diintegrasikan ke berbagai aplikasi dengan library SDK yang ringan.
· Tidak memengaruhi kinerja dari aplikasi.
Melalui kemitraan dengan Lookout, Telkomsel memastikan bahwa TEMS Mobile App Protection telah mengikuti peraturan perlindungan data nasional dan internasional serta menerapkan lapisan keamanan yang efisien untuk melindungi data perusahaan.
General Manager of Carrier Partnerships LookoutFiraz Azmeh mengatakan, “Mengutip Asia Times, cybercriminals meningkatkan serangan yang berfokus pada orang-orang pada bisnis, dan yang paling umum dari semuanya adalah serangan phishing itu sendiri. Kami bangga dapat bermitra dengan Telkomsel, penyedia solusi mobilitas dan bisnis terkemuka di Indonesia, untuk memberikan keamanan melalui solusi mobile endpoint security dengan perlindungan phishing dan konten untuk pelanggan enterprise di Indonesia.”
“Kolaborasi dengan Lookout menjadi upaya lanjutan dari kami dalam mengutamakan inovasi dan kolaborasi untuk menghadirkan pemanfaatan teknologi di segala sektor. Telkomsel Enterprise Mobile Security diharapkan dapat membantu para pelaku industri untuk beradaptasi terhadap kondisi new-normal dengan menyesuaikan proses bisnis operasionalnya melalui pemanfaatan teknologi digital yang tepat guna. Kami berharap, solusi tersebut mampu mendorong transformasi digital di dalam perusahaan, sekaligus memperkuat upaya Telkomsel dalam mengembangkan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia dengan menjalankan tiga pilar digital utama Telkomsel, yaitu Digital Connectivity, Digital Service, dan Digital Platform,” kata Dharma menutup.
TEMS MEP dan TEMS MAP tersedia melalui Telkomsel myBusiness, unit usaha Telkomsel yang fokus dalam menghadirkan solusi mobilitas bagi pelaku UMKM, perusahaan, dan pemerintahan.
Dalam rangka memberikan informasi lebih lengkap terkait dengan solusi TEMS, Telkomsel akan mengadakan webinar untuk pelanggan enterprise pada bulan Mei 2021. Untuk informasi lebih lanjut mengenai TEMS MEP dan TEMS MAP beserta manfaatnya bagi pelanggan enterprise, kunjungi situs kami di tsel.me/mobileendpointprotection dan tsel.me/mobileappsprotection.
Akademi Mitra Usaha sejalan dengan misi Gojek untuk membantu digitalisasi UMKM baik melalui solusi teknologi maupun solusi non-teknologi.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mendukung pertumbuhan UMKM untuk memaksimalkan penjualan dan menjangkau lebih banyak pelanggan melalui platform digital, Gojek menghadirkan Akademi Mitra Usaha (KAMUS) dan tren bisnis menarik selama Ramadan. Inisiatif ini ditujukan untuk pelaku usaha agar dapat menyusun strategi bisnis yang tepat di masa menantang pandemi COVID-19 dengan mengenal pola bisnis selama Ramadan dan mendapatkan pelatihan langsung oleh para ahli di bidangnya.
Akademi Mitra Usaha oleh Gojek merupakan wadah edukasi pengembangan kompetensi UMKM #MelajuBersamaGojek yang menaungi berbagai komunitas mulai dari Komunitas Partner GoFood (KOMPAG), A Cup of Moka (ACOM), Bincang Biznis GoBiz, hingga Temu Midtrans. Selama Ramadan 2021, Akademi Mitra Usaha oleh Gojek akan mengadakan rangkaian webinar edukatif bertajuk SEDEKAH – Sesi Edukasi Ramadan Berkah yang membahas resep sukses pertumbuhan bisnis kuliner, ritel dan jasa. Webinar edukatif ini akan fokus pada pembahasan tren bisnis Ramadan, pelatihan pemasaran secara daring dilengkapi dengan diskusi bersama para praktisi yang ahli di bidangnya.
VP Merchant Marketing Gojek Bayu Ramadhan menjelaskan, Akademi Mitra Usaha sejalan dengan misi Gojek untuk membantu digitalisasi UMKM baik melalui solusi teknologi maupun solusi non-teknologi.
“Kami berkomitmen untuk turut memberikan dukungan selain teknologi yang memajukan bisnis UMKM. Akademi Mitra Usaha merupakan langkah untuk mendampingi pelaku usaha agar lebih cepat beradaptasi di platform digital. Wadah edukasi dari Gojek yang menaungi beragam komunitas ini ditujukan untuk pelaku usaha dari berbagai kalangan, dari yang baru memulai bisnis hingga yang ingin naik kelas dan mengeluarkan inovasi baru,” jelasnya.
Hingga saat ini, Gojek telah memfasilitasi solusi digital untuk bisnis melalui berbagai platform teknologi; dari GoBiz untuk usaha kuliner, Midtrans untuk proses pembayaran hingga GoStore bagi pedagang di media sosial. Melalui rangkaian solusi digital menyeluruh di bawah inisiatif #MelajuBersamaGojek tersebut, diharapkan UMKM dapat berkembang ke ranah online dan memperluas skala bisnisnya. Untuk memberikan solusi non-teknologi, dalam kurun waktu satu tahun terakhir Gojek telah memfasilitasi pelatihan kepada lebih dari 20.000 peserta UMKM di berbagai kota di Indonesia.
Direktur SMESCO, Leonard Theosabrata menyampaikan apresiasi kepada Gojek yang secara konsisten telah mengambil peran dalam menciptakan ekosistem UMKM yang sehat dan berdaya saing di Indonesia.
“Akademi Mitra Usaha oleh Gojek merupakan inisiatif yang sejalan dengan upaya kami untuk menciptakan sarana edukasi yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Sebagai salah satu rekan Gojek dalam rangkaian pelatihan ini, SMESCO berkomitmen untuk membantu UMKM agar segera Go Online bersama Gojek yang dibuktikan dengan pelatihan kepada lebih dari 200 UMKM dan akan terus berlanjut sampai penghujung tahun 2021. Kami harap kolaborasi ini dapat membantu mengembangkan UMKM sehingga memiliki produk unggulan dengan nilai tambah yang lebih tinggi dan menjangkau pasar yang lebih luas.”
Untuk memperluas materi pelatihan, rangkaian webinar ini turut berkolaborasi dengan SiberKreasi dan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo) serta SMESCO sebagai rekan yang berfokus pada kemajuan UMKM di Indonesia. Selain mengikuti rangkaian pelatihan, pelaku usaha juga dapat meningkatkan wawasan bisnis dengan mengakses e-book insight bisnis Ramadan Gojek yang berisi temuan menarik berdasar data Gojek Ramadan tahun lalu yang dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha di Ramadan tahun ini.
Beberapa di antaranya adalah yakni, masyarakat sangat mengandalkan pemesanan makanan online, terjadi pertumbuhan permintaan pesan-antar kuliner sejak minggu kedua Ramadan sampai akhir bulan.
Kemudian, jumlah pemesanan makanan via layanan GoFood mengalami tren pertumbuhan positif selama Ramadan tahun lalu, terutama sejak minggu kedua hingga akhir bulan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat mengandalkan layanan pesan antar online guna memenuhi kebutuhan mereka selama Ramadan. Guna mengoptimalkan kesempatan selama bulan Ramadan, pelaku usaha juga dapat menggunakan strategi promosi yang efektif menarik pelanggan, termasuk menyediakan opsi menu Traktir Driver, yang memberi kesempatan pelanggan untuk berbagi kasih dan efektif meningkatkan nilai transaksi.
Data Gojek menunjukkan peningkatan transaksi hijab di bulan Ramadan tahun lalu. Bila dibandingkan dengan sebelum Ramadan, peningkatan penjualan hijab mengalami peningkatan hingga lebih dari 125%. Sejalan dengan tren ini, konsumen turut mengeluarkan dana lebih untuk belanja pada kategori pakaian dan aksesoris, serta barang penunjang aktifitas di rumah seperti alat kesenian melukis, buku, serta alat olahraga.
Penjualan produk dengan paket hampers berguna meningkatkan pendapatan pelaku usaha di bidang jasa
Selama pandemi, pemilik usaha jasa turut menjual produk-produk yang mereka gunakan langsung ke pelanggan, hal ini terlihat pada peningkatan tren pembelian produk kecantikan dari salon, serta obat dan multivitamin penunjang kesehatan. Di momen Ramadan, pelaku usaha dapat menggabungkan produk jasanya menjadi hamper dengan harga sesuai target pasar.
Melalui rangkaian pelatihan komunitas Akademi Mitra Usaha, Gojek menargetkan untuk mengedukasi lebih dari 35.000 UMKM sepanjang tahun 2021. “Dengan kepercayaan dari para mitra usaha kepada Gojek, kami optimis dan akan terus berupaya untuk memperluas skala program dan jajaran komunitas di bawah naungan Akademi Mitra Usaha untuk mengakselerasi kompetensi bisnis UMKM,” tutup Bayu. Pelaku usaha bisa mendapatkan informasi detil mengenai jadwal pelatihan virtual, pengisi acara, dan materi lengkap tren usaha Ramadan 2021 dengan mengakses laman web melajubersamagojek.com/sedekahramadan. (rel)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Dalam rangka meningkatkan peran nyata perwira PGN dan Subholding Gas serta memperkuat pengelolaan branding Subholding Gas sebagai perusahaan gas nasional terkemuka dan terpercaya dalam bagian Holding Migas PT Pertamina Persero, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) meluncurkan GasFest 2021. Acara ini juga sebagai event pembukaan acara perayaan HUT ke-56 PGN dan diselenggarakan secara virtual pada Kamis, (15/04).
“Branding perusahaan yang baik dimata khalayak dapat terbentuk dengan kuat dimulai dari kualitas dan profesionalisme internal PGN. Seluruh pekerja PGN Group (Perwira PGN) memilki peran penting sebagai brand ambassador perusahaan. Apalagi di situasi saat ini PGN sedang menghadapi tekanan eksternal, sehingga butuh sumbangsih profesional dari seluruh Perwira PGN yang satu kesatuan untuk bangkit kembali,” ujar Direktur Utama PGN, Suko Hartono.
Hadirnya Gasfest 2021 diharapkan dapat mendorong seluruh pekerja PGN sebagai brand ambassador untuk meningkatkan branding positif perusahaan, termasuk meningkatkan product knowledge dan peran Subholding Gas di mata masyarakat.
Helmi Yahya yang hadir dalam peluncuran Gasfest mengatakan hal dasar yang harus dimiliki seluruh Perwira PGN adalah perwira PGN harus mencintai & bangga terhadap perusahaan. Kemudian diiringi dengan peningkatan personal branding yang ditonjolkan. Jika diakumulasikan, personal branding Perwira PGN akan menjadi kekuatan branding perusahaan.
“Menjadi brand ambassador itu harus memiliki sesuatu yang bisa diandalkan, seperti keahlihan, pendidikan, integritas, attitude, keramahan. Semua itu adalah diferensiasi yang merupakan inti dari personal branding yang baik. Akumulasi personal branding seluruh pekerja secara agregat akan bermanfaat bagi perusahaan,” jelas Helmi.
Branding penting bagi PGN, karena PGN sebagai salah satu badan usaha Tbk di bidang energi yang mana atensi publik dan faktor-faktor ekstenal lainnya sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Seperti tahun ini, PGN harus bangkit kembali setelah ditempa tekanan-tekanan ekstenal.
“Strategi komunikasi dan komersial harus diperhatikan karena berhubungan langsung dengan pihak-pihak eksternal. Poin pentingnya, kami ingin masyarakat mengenal bagaimana PGN sebagai Subholdinga Gas menjadi agen pemerintah dalam mengembangkan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi. Sehingga dapat mendorong efisiensi dan pemerataan ekonomi. Di samping itu, Subholding Gas berperan dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi impor,” jelas Suko.
Agar personal branding yang baik dapat bermanfaat bagi perusaaan seperti yang disampaikan Helmi Yahya, product knowledge harus benar-benar ditanamkan dalam benak seluruh Perwira PGN. Secara umum bisnis PGN adalah bisnis transmisi dan distribusi gas bumi. Regulasi dan dinamina ekspektasi pelanggan berperan besar terhadap produk dan layanan PGN.
“Dengan berkembang sebagai Subholding Gas, kini produk gas bumi semakin luas. Core bisnis PGN terkait dua hal yaitu niaga dan infrastruktur gas bumi. Setiap produk memiliki target pasar yang berbeda dari sektor rumah tangga, industri, UMKM, transportasi, hingga pembangkit listrik. Maka dibagai dalam nama produk yang berbeda,” papar Suko.
Jika dulu hanya dikenal dengan “gas PGN”, maka saat ini diferensiasinya lebih mudah. Misalnya untuk pelanggan rumah tangga dan UMKM, saat ini nama produknya adalah GasKita. Kini produk GasKita juga mulai dikembangkan, disertai dengan layanan tambahan smartmeter dengan memanfaatkan teknologi fiber optic.
Produk layanan infrastruktur yang tadinya hanya gas saja, kini sudah berkembang menjadi layanan regasifikasi LNG atau terkenal terkenal dengan Terminal Usage Agreement (TUA). Perkembagan produk dan layanan ini dilakukan untuk terus diupayakan kepuasan pelanggan dan upaya meningkatkan revenue bagi perusahaan.
“Secara aktif, terus dilakukan kampanye mengenai benefit penggunaan gas bumi yaitu aman, nyaman, hemat, praktis, dan selalu mengalir 24 jam,” imbuh Suko.
Lebih dari 10.600 KM pipa gas bumi telah dikelola PGN, sehingga mampu melayani lebih dari 460.000 pelanggan di 17 provinsi yang mencakup 60 Kabupaten/ kota. Suko berharap, brand recognition PGN dapat semakin meluas dan brand image perusahaan yang positif semakin meningkat. Untuk itu PGN terus melaksanakan proyek-proyek baru guna kehandalan infrastruktur gas bumi dan terus melayani pelanggan di berbagai sektor. Dengan begitu, PGN akan dikenal sebagai perusahaan gas bumi nasional yang terpercaya dapat diandalkan. (rel/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah Ramadhan tahun lalu vakum akibat wabah covid, tahun ini Restoran Lembur Kuring Jalan Amir Hamzah Medan hadir dengan persiapan yang cukup matang. Protokol kesehatan dipersiapkan dengan sedetil mungkin, plus dengan menu-menu, takjil dan tempat menunaikan ibadah bagi umat Islam.
Hal itu diharapkan pengunjung merasa terpuaskan dalam suasana aman dan nyaman. Protokol kesehatan sudah terasa begitu kaki memasuki areal restoran seluas 1 Hektar yang dikelilingi tanaman yang juga dilengkapi kolam ikan ini. Akses masuk berada di satu pintu.
Yasmin, Marcomm Lembur Kuring mengungkapkan hal ini dilakukan untuk memudahkan manajemen menjalankan prokes. “Karena sebelum masuk, tiap tamu dipastikan harus melakukan cek suhu tubuh. Di pintu masuk disediakan wastafel injak dan sabun cuci tangan. Setiap tamu diwajibkan bermasker dan cuci tangan sebelum memasuki areal restoran. Tamu disambut ramah oleh pelayan wanita berseragam kebaya. Mereka melayani pengecekan suhu tubuh. Pelanggan dengan suhu tubuh normal dipersilahkan masuk. Ketaatan terhadap prokes Covid juga diikuti secara konsisten oleh para karyawan restoran yang semuanya bermasker. “Pihak kami sendiri sudah menerapkan dalam satu shift karyawan melakukan dua kali ganti masker,”imbuhnya.
Kursi kursi sudah dipersiapkan dengan jarak yang juga sesuai dengan petunjuk prokes. Meja yang biasanya dihuni oleh 6 orang,kini dibuat jarak menjadi 4 orang. Yasmin menjelaskan hitungan rata-ratanya adalah kapasitas 70 % dari kebiasaan normal. Pagi hari semua areal sudah disterilkan dengan penyemprotan disinfektan. Ketika menu dihidangkan, sendok yang biasanya dibungkus dengan serbet, kini ditemui dalam rendaman air hangat. Atas upaya ini diharapkan sebelum digunakan perangkat saji sudah dalam keadaan steril.
Beberapa cara bisa dilakukan pengunjung dalam hal mengorder makanan. Yasmin menjelaskan saat ini Lembur Kuring memiliki berbagai set menu mulai dari paket menu Rp 110 Ribu/net hingga paket premium dengan harga Rp 310 Ribu. Pilihan lainnya adalah paket prasmanan dengan pilihan harga 102 Ribu dan 148 Ribu. Paket menu spesial ini bisa dipilih pelanggan untuk dijadikan menu berbuka puasa. Paket set menu sering dipilih oleh pelanggan keluarga atau kolega bisnis dengan jumlah 6 hingga 12 orang. Perpaket ditujukan untuk 6 orang dan minimal pengambilan dua paket.
Sementara paket berbuka puasa prasmanan menjadi pilihan oleh perusahaan yang ingin menjamu karyawan untuk buka puasa bareng. Minimal 50 orang. Saat menikmati prasmanan, pengambilan makanan dilayani oleh pelayanan restoran.”Ini sesuai dengan prokes demi membatasi perpindahan tangan,”imbuhnya.
Pilihan Menu yang Beragam
Secara umum, konsep Lembur Kuring adalah membawa platform citarasa Sunda. Taste-nya adalah selera Jawa yang sudah disesuaikan dengan cita rasa umum masyarakat Sumatera yang mengandrungi santapan berbumbu. Lembur Kuring terkenal dengan seafoodnya seperti kepiting, udang gala, kepala ikan, kepah tauco, cumi-cumi, gurami, ayam, sate, sayur asam dan lainnya. Hal yang membuat Lembur Kuring menjadi tujuan penikmat makan adalah karena pilihan menu yang sangat beragam. Untuk persatu jenis bahan, semisal kepiting saja menyediakan beragam varian olahan, seperti kepiting asam manis, lada hitam, saus tiram dan lainnya. Tidak ubahnya juga dengan udang galah yang sangat fenomenal yang menjadi ciri khas Lembur Kuring sejak didirikan tahun 1990 silam.
Udang galah yang berasal dari perairan sungai Stabat Kabupaten Langkat ini disediakan dengan pilihan dibakar, digoreng dan asam manis. Udang galah menjadi menu premium yang menjadi incaran para food mania. Usai berbuka puasa, bagi pelanggan muslim bisa lngsung menunaikan ibadah sholat di Musalla yang disediakan khusus di areal belakang gedung. Ruangannya cukup luas dan dilengkapi mukena yang selalu terjaga kebersihannya. (sih)
RAPAT:
Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman saat rapat bersama BPJS Kesehatan Kota Medan, beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut, pemko berencana mengcover biaya kesehatan warga Kota Medan secara gratis melalui BPJS Kesehatan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi I DPRD Medan mendorong sekaligus memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan, dalam hal ini Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution dan Wakil Wali Kota Medan H.Aulia Rachman atas kebijakan rencana pemberian jaminan kesehatan gratis kepada masyarakat di Kota Medan.
RAPAT:
Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman saat rapat bersama BPJS Kesehatan Kota Medan, beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut, pemko berencana mengcover biaya kesehatan warga Kota Medan secara gratis melalui BPJS Kesehatan.
Sesuai rencana, nantinya setiap masyarakat Kota Medan akan tercover jaminan kesehatannya berupa BPJS Kesehatan yang masuk dalam kategori kelas III serta ditanggung iurannya oleh Pemko Medan. Karenanya, DPRD Kota Medan berharap hal ini bisa segera terealisasi.
“Faktanya ini adalah impian seluruh warga Kota Medan, nantinya setiap warga yang sakit bisa berobat tanpa harus memikirkan dari mana biayanya. Sebab sudah ada jaminan kesehatan yang diberikan Pemko Medan. Kita sangat mendorong dan mengapresiasi hal ini. Program ini sangat diharapkan masyarakat karena jelas mengurangi beban mereka,” ucap Anggota Komisi I DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution, SH.
Jadi, kata Mulia, nantinya tidak ada lagi istilah ‘orang miskin dilarang sakit’ karena tidak ada biaya berobat. Yang ada, setiap warga Kota Medan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan secara layak tanpa memandang perbedaan status apapun, khususnya perbedaan status sosial dan ekonomi.
“Untuk itu kita mendorong betul agar rencana ini bisa segera terealisasi. Harapan kita, jangan ada lagi masyarakat yang tidak bisa berobat karena tidak ada biaya, untuk itu lah dibutuhkannya peran pemerintah. Dan kita berterimakasih jika Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan saat ini mengambil peran penting itu,” ujarnya.
Namun begitu, Mulia mengingatkan, jika Pemko Medan masih memiliki banyak ‘Pekerjaan Rumah (PR)’ lainnya yang harus dituntaskan dalam waktu yang sesingkat mungkin. Mengingat masa jabatan keduanya dinilai cukup singkat, yakni kurang dari 4 tahun. Tak cuma itu, semangat kolaborasi yang selalu didengungkan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan dalam membangun Kota Medan juga diharapkan dapat diikuti oleh para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada. Sebab, sebuah kebijakan hanya akan terealisasi bila ada dukungan dari para pelaku teknis yang ada dibawahnya.
“Masalah Kesehatan, Ekonomi, Infrastruktur, Pariwisata dan banyak hal lainnya, saya lihat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan sudah banyak berbuat. Komisi I juga menilai jika bijakan-kebijakan yang diambil juga adalah kebijakan yang tepat sasaran. Tapi tinggal lagi, bagaimana para OPD ini bisa ‘berlari kencang’ untuk merealisasikannya. Dan kita lihat Pemko sudah mulai melakukan evaluasi-evaluasi kepada OPD-OPD nya,” ujarnya.
Mulia pun berharap, akan ada banyak lagi terobosan-terobosan lainnya dari Pemerintah Kota Medan, terkhusus masalah peningkatan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda. “Kita ingin melihat perbaikan di sektor ekonomi, itu sangat penting. Kita sangat menunggu terobosan-terobosan lainnya dari Pemko Medan. Saya mengajak masyarakat untuk mendukung, memudahkan, serta turut mendoakan seluruh usaha yang dilakukan pemerintah saat ini, demi kemajuan Kota Medan,” pungkasnya.
Tak Mudah Direalisasikan
Rencana Pemko Medan merujuk seluruh pasien JKN-KIS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang ditanggung APBD Kota Medan ke RSUD Dr Pirngadi Medan (kelas B) tidak mudah untuk direalisasikan. Sebabnya, sistem rujukan pasien PBI termasuk juga pasien non-PBI yang diberlakukan BPJS Kesehatan masih berjenjang.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan, Sari Quratulainy mengatakan, saat ini masih berlaku ketentuan rujukan berjenjang terhadap pasien JKN-KIS. Namun, untuk pasien dengan kebutuhan khusus, misalnya kemoterapi atau radioterapi, bisa langsung dirujuk ke rumah sakit kelas B atau bahkan kelas A. Akan tetapi, dengan catatan kalau memang kebutuhan pasien tidak tersedia di rumah sakit kelas C. “Saat ini masih berlaku ketentuan rujukan berjenjang, belum ada perubahan,” ujar Sari.
Meski begitu, Sari mengaku mendukung upaya Pemko Medan untuk menjadikan RSUD Dr Pirngadi Medan sebagai pusat rujukan terbaik di Kota Medan. Karena itu, perlu dilakukan berbagai perbaikan. “Perbaikan terhadap layanan peserta, penanganan keluhan dan pemberian informasi yang seimbang menjadi kunci kepuasan masyarakat saat ini,” ungkapnya.
Sari menjelaskan, di Medan ada 3 rayon rujukan sesuai wilayah yang membagi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan rumah sakit kelas C dalam 3 wilayah. Rumah sakit kelas B termasuk Pirngadi bisa dirujuk dari seluruh FKTP di Kota Medan (tidak dibagi dalam 3 rayon). Namun, secara sistem rujukan dari FKTP membaca kebutuhan pasien berdasarkan diagnosa dan jenis spesialisasi yang diinput. “Misalnya, rujuk ke poli obgyn maka akan terbaca ke rumah sakit kelas C yang ada di rayonnya dulu. Rujukan ke rumah sakit kelas B akan terbuka kalau kapasitas di rumah sakit kelas C di atas 30 persen, supaya tidak menumpuk di kelas C,” pungkas dia.
Diketahui, sebelumnya Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman menginginkan agar semua pasien PBI yang merupakan penduduk Kota Medan dan pembiayaannya ditanggung pemerintah agar rujukannya ditujukan ke RSUD Dr Pirngadi Medan. Hal itu disampaikan Aulia saat memimpin rapat membahas pasien PBI dan Unregister di kantor Wali Kota Medan, Jumat (19/3). Dalam rapat tersebut, turut hadir BPJS Kesehatan Cabang Medan.
Namun demikian, Aulia mengharapkan pihak RSUD Dr Pirngadi Medan terus meningkatkan pelayanannya. Artinya, agar masyarakat Medan mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, tentu harus terus berbenah demi peningkatan pelayanan. “Tolong di-upgrade sistem pelayanan. Layani pasien dengan baik, dengan bahasa yang santun. Buat sistem kerja dengan baik, bangun aplikasi berbasis kinerja,” kata Aulia. (map/ris/ila)
BERJAGA: Personel polisi berjaga usai terjadi tawuran antarpemuda di Jalan TM Pahlawan, Medan Belawan.fachil/sumu tpos.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Tawuran antarpemuda kembali bergejolak di Belawan. Kali ini, sekelompok pemuda dari Lorong Papan dan Lorong Melati, saling lempar batu di Jalan TM Pahlawan, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Minggu (18/4) pukul 20.00 WIB. Warga mencurigai, pemicu terjadinya tawuran diduga karena persaingian bisnis narkoba.
BERJAGA: Personel polisi berjaga usai terjadi tawuran antarpemuda di Jalan TM Pahlawan, Medan Belawan.fachil/sumu tpos.
Dalam tawuran tersebur, membuat suasana di lokasi tidak terkendali. Kedua pemuda terlibat tawuran, tidak hanya melemparkan batu ke arah lawan mereka, tetapi melempar petasan. Suasana di lokasi tampak tidak terkendali, atap rumah menjadi sasaran lemparan. Warga sekitar berteriak minta tolong agar keributan itu berhenti. Namun, kedua kubu terlibat keributan tidak menghiraukan teriakan ibu-ibu tersebut.
“Tidak ada masalah. Tiba-tiba saja, pas Salat Isa sudah saling lempar baru mereka. Kami curiga, ini pasti pemicunya masalah narkoba. Bisa jadi ada persaingan bisnis narkoba, makanya terjadi keributan. Karena selama ini, warga Lorong Melati dan Lorong Papan jaraknya bersebelahan tidak pernah ada selisih paham,” beber seorang pria tak mau namanya dipublikasi.
Pria berusia 43 tahun ini berharap, pihak kepolisian dari Polres Palanuhan Belawan dan Polsek Belawan untuk bisa bertindak tegas. Kemudian melakukan sweeping kepada pemuda yang terlibat tawuran. Sehingga, para pelaku yang terlibat tawuran dapat ditangkap. “Kalau hanya dibubarkan begitu saja, tidak ada yang ditangkap. Besok-besok pasti perang lagi. Kami sebagai warga resah dan takut anak kami yang masih kecil kena sasaran lemparan batu,” ucapnya.
Suasana tawuran yang berlangsung hingga dua jam lebih, terlihat batu masih berterbangan ke udara. Akibatnya, di antara mereka yang terlibat keributan mengalami luka-luka. Sekitar pukul 22.00 WIB, pihak kepolisian datang ke lokasi membubarkan tawuran secara paksa dengan meletuskan tembakan ke udara. Tawuran dapat dibubarkan, polisi masih berjaga-jaga di lokasi tersebut.
Kapolsek Belawan, Kompol DJNaibaho mengatakan, pihaknya sudah membubarkan keributan. Untuk mencegah terjadi keributan lanjutan, pihaknya tetap melakukannya pengamanan di lokasi. “Kita sudah siagakan anggota di lokasi. Kepada masyarakat yang kumpul-kumpul, kita bubarkan untuk masuk rumah,” pungkasnya. (fac/ila)
BAGIKAN MASKER: Personel polisi membagikan masker kepada pengendara jalan dalam Operasi Keselamatan Toba 2021, kemarin.Dewi/sumu tpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mencatat, adanya sejumlah tindak pelanggaran lalu lintas selama tujuh hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2021. Dari catatan yang diperoleh, untuk penindakan pelanggaran lalu lintas, personel mengeluarkan 383 surat tilang dan 4.306 surat teguran.
BAGIKAN MASKER: Personel polisi membagikan masker kepada pengendara jalan dalam Operasi Keselamatan Toba 2021, kemarin.Dewi/sumu tpos.
Kemudian, jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 10 orang meninggal dunia, luka berat 15 orang dan luka ringan 10 orang. Lalu, pengendara bermotor yang tidak mengenakan masker akan diperlakukan secara khusus dengan ditempeli stiker.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, Operasi Keselamatan Toba 2021 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai Senin-Minggu, 12-25 April 2021.
“Fokus operasi ini adalah pengguna jalan, kendaraan angkutan umum atau pribadi, lokasi atau ruas jalan yang rawan kemacatan, pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas serta kegiatan berlalu lintas masyarakat yang dapat menimbulkan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” katanya, Senin (19/4).
Dalam pelaksanaannya, Hadi mengungkapkan, operasi ini melibatkan 2.299 personel yang terdiri dari satuan tugas Polda beserta satuan tugas kewilayahan TNI dan instansi pemerintahan terkait. “Selama Operasi Keselamatan Toba 2021 ini juga akan dilaksanakan berbagai upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Di antaranya, memberikan penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat akan bahaya penyebaran Covid-19 dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan (Prokes) menjelang Bulan Suci Ramadan,” pungkasnya.
Sosialisasikan Penerapan Tilang Elektronik
Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mensosialisasikan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di Kota Medan.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumut, Kombes Pol Valentino Tatareda mengatakan, Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektornik merupakan sistem penegakan hukum di bidang lalu lintas yang berbasis teknologi informasi dengan menggunakan perangkat elektronik berupa kamera yang mendeteksi berbagai pelanggaran dan menyajikan data kendaraan bermotor secara otomatis.”Tujuan penerapan ETLE ini agar terwujudnya jaminan asas transparansi dan kepastian hukum yang dibuktikan secara scientific berdasarkan rekaman hasil bukti pelanggaran lalu lintas,” katanya melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Senin (19/4).
Hadi mengungkapkan, penerapan tilang elektronik juga meningkatkan budaya tertib masyarakat dalam berlalu lintas. Hal ini menurutnya, sejalan dengan reformasi birokrasi. Selain itu, penerapan tilang elektronik ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik “Sistem tilang berbasis elektronik dalam menekan pelanggaran lalu lintas sudah seharusnya diterapkan di Kota Medan sebagai smart city,” tegasnya.
Kemudian, sambung Hadi, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 88 Tahun 2012 tentang tata cara pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan dan penindakan pelanggaran lalu lintas, serta peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 tentang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor. “Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik untuk menyonsong Kota Medan tertib berlalulintas di era digital,” terangnya.
Hadi menambahkan, pelaksanaan sistem ETLE di Kota Medan tinggal menunggu peresmian oleh Korlantas Polri.”E-TLE memungkinkan penindakan pelanggaran lalu lintas tanpa perlu campur tangan petugas kepolisian. Kamera atau CCTV sudah dipasang di Hotel Grand Aston City Hall Medan (Balai Kota-red) sebagai percontohan,” ujarnya.
Mantan Wadirlantas Polda Kalteng ini menuturkan, CCTV yang dipasang juga sudah terkoneksi dengan sistem yang memfoto otomatis identitas kendaraan yang melanggar lalu lintas dengan berkoordinasi bersama dinas terkait. “Diharapkan dengan adanya pemasangan CCTV ini dapat mengurangi angka pelanggaran lalu lintas dan kriminalitas yang sangat tinggi di Kota Medan,” pungkasnya. (mag-1/ila)