29 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 3532

Dijebak Kibus, Siswi SMK Jadi Tersangka Sabu

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pelajar berinisial NSL, diciduk polisi karena memiliki 20 paket sabu. Kini, kasus siswi kelas I SMK di Kota Medan ini sudah ditangani pihak kejaksaan.

Ilustrasi
Ilustrasi

Menurut pengasuh NSL, Maylida, NSL diduga dijebak oleh rekannya sendiri berinisial S. “Ada namanya, S yang kami duga kibus. Orangnya terkenal pengedar narkoba di daerah sini. Tapi, kenapa lah NSL ini dijebak. Padahal, bukan dia yang mengedarkan,” ujar Maylida, Minggu (11/4).

Dikatakan Maylida, dompet berisi sabu itu diduga kuat milik N. N awalnya menitipkan dompet tersebut pada anaknya, CK. Kebetulan CK ini tengah bermain TikTok dengan NSL.

Lantaran sibuk bermain, CK kemudian menyerahkan dompet itu pada NSL. Selanjutnya, NSL meletakkan dompet tersebut di pot bunga sekitar tempat mereka bermain. Sial bagi NSL, begitu dompet titipan diletakkan di pot bunga, tak lama tiba-tiba muncul polisi. “Polisi datang dan seketika menyergap NSL dengan dugaan menggunakan atau menyebarkan narkotika,” kata Maylida.

Terpisah, Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago, mengatakan saat ini pihaknya masih memburu pemilik sabu tersebut. Dari informasi yang disampaikan pihak keluarga, bandar narkoba yang menyerahkan dompet berisi sabu pada NSL adalah N.

Setelah NSL ditangkap, N yang diduga sudah bersubahat dengan kibus polisi ini kemudian kabur. “Sosok yang menyuruh sedang kami cari. Bisa dibilang tetangga, orang situ juga,” kata faidir.

Ia juga mengatakan, NSL diduga memang menjual narkoba.

“20 paket itu dikuasainya, itu pun diakuinya dan dia pun dapat bagian. Memang nasibnya NSL lah, kita belum dapat siapa yang menyuruh dia,” kata Faidir lagi. (ris/han)

Divonis Hakim 4 Tahun Penjara, Bos KTV Electra Belum Dieksekusi

IKUTI SIDANG: Sugianto alias Aliang (kiri) didampingi kuasa hukumnya saat menjalani sidang di PN Medan, baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski telah divonis 4 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara, oleh Pengadilan Tinggi (PT) Medan, Sugianto alias Aliang hingga kini belum di eksekusi. Untuk itu, praktisi hukum Kota Medan, Marcos Kaban SH meminta kejaksaan agar mengeksekusi Bos KTV Electra tersebut.

IKUTI SIDANG: Sugianto alias Aliang (kiri) didampingi kuasa hukumnya saat menjalani sidang di PN Medan, baru-baru ini.

“Jaksa Penuntut Umum harus segera eksekusi dan melakukan penahanan, dan menghormati supremasi hukum yang berlaku. Sehingga tidak ada pembiaran bagi para terdakwa kasus narkoba yang bisa membuat rusak generasi muda bangsa dan negara,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (10/4).

Sejak diputus di PT Medan tahun lalu, jaksa dinilai urung melakukan eksekusi. Atas dasar itulah, dia memohon kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) bagian pengawasan, agar melakukan pemeriksaan terhadap Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara Sugianto.

“Jika terbukti menyalahgunakan jabatan atau wewenang, maka harus ditindak tegas dan segera diproses. Sehingga supaya masyarakat tidak menaruh atau mencurigai kinerja khususnya Kejaksaan Tinggi yang kami banggakan dalam penegakan hukum. Hukum tetap harus ditegakkan dan Profesional dan tidak tebang pilih,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, PT Medan menerima permintaan banding dari Jaksa Penuntut Umum dan membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 2855/Pid.Sus/2020/PN Mdn, tanggal 28 Januari 2020, yang dimintakan banding. Sugianto merupakan terdakwa atas kasus kepemilikan narkotika.

“Mengadili sendiri, menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu selama 4 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara. Memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan,” ujar Hakim Ketua Agung Wibowo SH Mhum, sebagaimana dikutip dari website PT Medan tertanggal 25 Agustus 2020 dengan Nomor Putusan Banding 894/Pid.Sus/2020/PT MDN.

Sebelumnya di PN Medan, Hakim Ketua Tengku Oyong memvonis rehabilitasi selama 6 bulan terdakwa Sugianto, di Klinik Ketergantungan Napza Setia Budi Jalan Setia Budi No 94 I Medan, pada 28 Januari 2020.

Mengutip dakwaan JPU Anwar Ketaren, pada Selasa tanggal 27 Agustus 2019 sekitar pukul 10.30 WIB, terdakwa Sugianto alias Aliang datang ke Kantor KTV Electra, Jalan Kompleks CBD Polonia Blok G Nomor 50 Kelurahan Suka Damai Kecamatan Medan Polonia dan masuk ke dalam ruangan kerjanya.

Saat itu, terdakwa menyimpan barang haram tersebut di ruang kerjanya. Petugas Dit Res Narkoba Polda Sumut menerima informasi dari masyarakat bahwa terdakwa menyimpan narkotika. Sekitar pukul 11.30 WIB, petugas kepolisian menuju ke KTV Electra. Setelah tiba, petugas menuju ke ruangan terdakwa yang saat itu sedang duduk.

Selanjutnya, polisi melakukan penggeledahan di lokasi tersebut dengan didampingi salah satu petugas keamanan KTV Electra, Haposan Setiawan. Namun saat itu, laci pertama meja kerja milik terdakwa dalam keadaan terkunci. Sehingga saksi Haposan Setiawan membongkar atau membuka laci tersebut dengan izin terdakwa.

Setelah laci tersebut dapat dibuka, petugas menemukan satu lembar amplop warna putih berisi pil ekstasi logo Mahkota sebanyak 14 butir, Happy Five (H5) 9 butir dan serbuk ketamin seberat 1,36 gram. (man)

Kejatisu Tangkap DPO Kasus Penguasaan Lahan PT KAI Medan

Diboyong: Tim Intelijen Kejatisu memboyong TS (seragam tahanan), tersangka penguasaan lahan PT KAI Medan yang baru diamankan di Depok, Jawa Barat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Tim Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), menangkap tersangka TS, di rumah kontarakannya di Jalan Carangin Gang Haji Amsir, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Sabtu (10/4) malam. TS merupakan buronan atas kasus penguasaan lahan PT KAI Medan.

Diboyong: Tim Intelijen Kejatisu memboyong TS (seragam tahanan), tersangka penguasaan lahan PT KAI Medan yang baru diamankan di Depok, Jawa Barat.

Tersangka langsung di terbangkan ke Medan, dan diserahkan kepada Tim Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Sumut untuk dilakukan pemeriksaan, sebelum dititipkan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Kepolisian Daerah Sumatera Utara selama 20 hari terhitung mulai tanggal 10 April sampai 29 April 2021.

Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian menjelaskan, pada tahun 1996, telah terjadi sewa menyewa antara MAS dengan PT KAI, kemudian perjanjian sewa menyewa berlanjut tahun 2003 hingga akhirnya MAS meninggal dunia, sewa menyewa dilanjutkan oleh anaknya TS,” ungkapnya.

“Kemudian, ada klaim sepihak dari TS yang menyatakan bahwa tanah tersebut adalah milik orang tuanya MAS berdasarkan SK Camat. Kemudian, PT KAI melaporkan hal tersebut dan langsung ditangani oleh Tim Jaksa Penyidik Kejati Sumut,” ungkapnya.

Setelah Tim Jaksa Penyidik Kejatisu mengeluar Surat Perintah Penyidikan tanggal 21 November 2019, lanjutnya, tersangka dipanggil untuk memberikan keterangan terkait penguasaan lahan dan tidak pernah memenuhi panggilan, hingga akhirnya diterbitkan DPO oleh Kejati Sumut Januari 2020.

Lahan seluas 597 meter persegi yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 2 AA Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Timur, Senin (13/4/2020) dieksekusi berdasarkan izin sita dari PN Medan dengan Nomor 13/SIT/Pidsus-Tpk/2020 tanggal 30 Maret 2020 dan surat perintah penyitaan Kajati Sumut Nomor 689/L.2/Fd.1/04/2020 tanggal 6 April 2020.

Sumanggar menjelaskan, walaupun kontrak telah berakhir, TS tetap menguasai lahan, dan mengkaplingnya dengan menyewakan kembali ke warga dengan beragam unit usaha.

Berdasarkan penghitungan Kantor Akuntan Publik, diperoleh perhitungan kerugian negara dari sewa menyewa lima tahun ke depan dan 5 tahun ke belakang atas lahan seluas 597 meter persegi tersebut mencapai Rp11.255.502.000,” urainya.

Pasal yang disangkakan kepada tersangka, yakni Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

“Alasan dilakukan penahanan terhadap tersangka adalah adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka telah melarikan diri, akan merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana, serta akibat perbuatan korupsi yang dilakukan telah mengakibatkan kerugian keuangan Negara,” pungkas Sumanggar. (man)

Rekrut Talenta Berbakat, Ini Dua Program Andalan BRI untuk Millenials

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Regenerasi kepemimpinan pasti terjadi di tubuh perusahaan yang berorientasi pertumbuhan berkelanjutan. Karena itu, segala persiapan terkait regenerasi sumber daya manusia harus dilakukan secara optimal, agar kualitas layanan yang diberikan perusahaan tetap terjaga dari waktu ke waktu, terutama menjaga eksistensi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang telah hadir melayani Indonesia selama 125 Tahun.

BRI memiliki dua program andalan yang digunakan perusahaan untuk menjaring dan menyeleksi kandidat-kandidat bertalenta. Program pertama bernama BRILiaN Future Leader Program (BFLP), sebuah rekrutmen sekaligus pendidikan eksternal yang dibuka BRI untuk kandidat pemimpin di masa depan. Kedua, ada program BRILiaN Banking Officer Program (BBOP) atau rekrutmen sekaligus pendidikan untuk mempersiapkan pegawai baru di level Corporate Title Assistant.

“Program BFLP dan BBOP merupakan bagian dari proses regenerasi pegawai BRI. Melalui seleksi yang ketat dan terukur serta pendidikan yang mumpuni sesuai nilai-nilai perusahaan, maka akan didapatkan calon-calon pegawai berkualitas dan siap untuk berkarya,” ujar Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto.

BFLP adalah program yang bisa diikuti calon pegawai lulusan S1 atau S2 dari universitas terkemuka dan memiliki IPK di atas 3,00 (untuk S1) dan 3,25 (untuk S2). Untuk mengikuti program BFLP, calon peserta harus dipastikan berusia maksimal 25 tahun dan 28 tahun untuk lulusan S1 dan S2. Sepanjang 2020 lalu, terdapat lebih dari 60 ribu lulusan S1 dan S2 yang mendaftar di program BFLP.

BFLP dibagi menjadi dua jalur, yakni BFLP General dan BFLP IT. BFLP General adalah proses seleksi kandidat pemimpin BRI di masa depan yang dibuka bagi seluruh lulusan fakultas/jurusan universitas terkemuka di Indonesia. Kemudian, BFLP IT merupakan jalur seleksi khusus mereka alumni fakultas/jurusan teknik informatika, elektro, telekomunikasi, elektro telekomunikasi, sistem informasi, ilmu komputer, teknik jaringan, dan teknik komputer.

Selama menjadi peserta BFLP, calon pegawai akan mendapat banyak manfaat diantaranya uang saku setiap bulan dari BRI, asuransi BRILife, dan kesempatan fast track career. Selain itu, selama pendidikan peserta BFLP dibekali pengetahuan perbankan secara umum dan pengetahuan BRI Group secara khusus. Tidak hanya ilmu berupa teori dan materi di kelas, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk praktik langsung melalui program On Job Training (OJT) di unit kerja BRI Group. Peserta yang lulus program BFLP akan ditempatkan di berbagai Unit Kerja BRI Group.

Bila peserta berkeinginan untuk mendaftar sebagai pegawai di BRI selain dari BFLP, masih ada kesempatan untuk mengikuti seleksi BBOP yang merupakan program rekrutmen untuk calon pengisi jabatan di level corporate title assistant. Program ini terbuka bagi seluruh calon pegawai diutamakan lulusan S1 dari perguruan tinggi terakreditasi.

Program rekrutmen BFLP dan BBOP dari awal hingga selesai dilakukan secara gratis/tanpa dipungut biaya. Seluruh informasi mengenai rekrutmen pegawai BRI diinfokan dan diperbaharui secara berkala melalui https://e-recruitment.bri.co.id.

“BRI bertekad Memberi Makna Indonesia melalui program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) atau Human Capital.  Tekad mulia tersebut diantaranya diimplementasikan dengan program BFLP dan BBOP untuk turut mendidik dan mengembangkan bakat-bakat generasi muda agar lebih optimal menghadapi dunia kerja,” pungkas Aestika.

Pelarangan Mudik untuk Mencegah Krisis Ekonomi Semakin Lama

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Keputusan pemerintah melarang mudik Lebaran tahun ini bisa untuk mencegah krisis ekonomi berkepanjangan. Sebab kalau penularan Covid-19 masih terus naik, pemulihan ekonomi akan semakin sulit.

Anggota Komisi XI DPR Hendrawan Supratikno menilai pelarangan mudik Lebaran merupakan kebijakan yang tepat dan efektif. Hendrawan mengatakan, bukti menunjukkan bahwa setiap setelah masa libur dan mobilitas penduduk besar, angka keterpaparan Covid-19 meningkat. “Ini menunjukkan bahwa kesadaran terhadap protokol kesehatan belum sampai tingkat yang memadai,” kata Hendrawan Supratikno kepada wartawan, kemarin (10/4/2021).

Dia berpendapat, epidemiolog selalu menekankan arti penting pencegahan. Karena sekali salah langkah, sistem kesehatan akan ambrol. Kebijakan untuk menekan kasus Covid-19 yang selama ini sudah dijalankan menjadi sia-sia. Dampak lainnya terhadap perekonomian.
O”Bila ekonomi membeku, upaya memanaskannya butuh biaya lebih besar lagi,” tutur Hendrawan.

Hendrawan menjelaskan pemerintah sudah membuat Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang anggarannya sangat besar. “Tinggal dijalankan dengan penuh kesungguhan, didasarkan atas data yang akurat, dan diawasi dengan baik pelaksanaannya,” pungkasnya.

Sedangkan anggota Komisi XI DPR Puteri Anetta Komarudin mengatakan perlu dipahami bersama bahwa kebijakan larangan mudik sebagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus penularan Covid-19, terutama bagi kelompok lanjut usia yang rentan tertular. Pengalaman libur panjang sebelumnya terbukti diikuti dengan peningkatan kasus positif Covid-19.

“Sehingga begitu kita dapat mengendalikan pandemi ini, harapannya turut menjaga daya tahan ekonomi,” kata Puteri.

Untuk menjaga geliat ekonomi, pemerintah perlu terus memacu kinerja konsumsi dan daya beli masyarakat. Dia menambahkan, belanja pemerintah melalui pemberian tunjangan hari raya dan gaji ke-13 akan sangat bermanfaat untuk menumbuhkan sisi permintaan.

“Langkah ini juga perlu didorong dengan percepatan penyaluran jaring pengaman sosial seperti PKH dan kartu sembako. Termasuk, pengoptimalan insentif fiskal dalam program PEN bagi sektor yang rentan terdampak seperti pariwisata dan transportasi. Tujuannya agar konsumsi rumah tangga bisa bekerja optimal, sekaligus menjaga kelangsungan dunia usaha ditengah pembatasan mobilitas sementara ini,” ungkapnya.

Untuk itu, menurut dia, pemerintah perlu memastikan agar kebijakan larangan mudik ini terlaksana dengan konsisten. “Termasuk dibarengi dengan pengawasan dan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.(bbs/adz)

Majelis Ulama Indonesia Kota Tebingtinggi Masa Khidmat 2020 2025 Dikukuhkan

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatra Utara mengukuhkan Dewan Pimpinan dan Komisi MUI Kota Tebingtinggi masa khidmat 2020-2025 di Gedung Pertemuan Balai Kartini Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, Sabtu (10/4) dengan mengambil tema menjadikan qudwah hasanah sebagai modal sinergitas pembangunan umat oleh ulama dan umara.

BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bersama Ketua MUI Sumut Maratua Simanjuntak, MUI Tebingtinggi Akhyar Nasution, Forkompinda dan jajaran pengurus MUI dan Komisi Kota Tebingtinggi yanh dikukuhkan.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuhan mengucapkan terima kasih kepada pengurus MUI atas kepemimpinan yang lama karena sudah mampu dan bisa membetangi masyarakat Kota Tebingtinggi menuju menjadi lebih baik dan selamat kepada pengurus MUI yang baru, kami sangat yakin MUI bisa bekerja dengan baik mengujudkan baidatun warobun gofur.

“Untuk mencapai keberhasilan disebuah organisasi seperti MUI, kita harus punya konsep kerja jangka pendek dan jangka panjang, MUI harus sering menggelar rapat, mesin organisasi harus berjalan dengan baik, begitu juga dengan komisi komisi yang ada, susunlah apa apa hal yang mau dikerjakan, karena MUI adalah wujud untuk mempersatukan umat,” jelasnya.

Ditambahkan Umar, bahwa kemiskinan di Tebingtinggi harus menjadi pertimbangan dan prioritas MUI dalam membangun dan meningkatkan masyarakat yang mempunyai tingkat ekonomi lebih baik, MUI juga harus membangun program ketaqwaan anak, meningkatkan ekonomi syariah.

“Kami yakin ekonomi syariah bisa berjalan dengan baik, MUI menjadi pemersatu umat dan MUI menjadi benteng untuk membangun kebersamaan semua umat yang ada di Kota Tebingtinggi,” pintanya.

Ketua Umum MUI Sumut Maratua Simanjuntak menjelaskan mari kita mentaulandani ulama ulama terdahulu, karena pelantikan MUI saat ini, pengurus harus menggunakan kain sarung, ini untuk menjaga tradisi ulama ulama terdahulu, karena kita harus menyesuaikan pakaian dengan perbuatan kita.

“Peran MUI, pertama dilandasakan dengan agama dan tegakan ibadah, dibidang ekonomi, ramadan ini kita akan mulai dengan desa wisata ramadan, mereka hanya boleh menjual produk dalam negeri dan tidak boleh dari luar negeri juga harus ada nilai ibadahnya untuk, sedangkan bidang sosial MUI bisa mengujudkan menjadi pelayan umat. Ulama bisa memberikan tuntunan kepada pemerintah, apabila ada yang harus luruskan, ulama adalah panutan bagi umat,” bilangnya.

Ketua MUI Tebingtinggi Akhyar Nasution didampingi Sekretaris HM Hasbie Hasiddiqie mengatakan MUI Tebingtinggi akan tetap mengujudkan sinergi pembangunan yang ada di Tebingtinggi. Kedepan mengayomi pembangunan khusunya bidang spritual pembangunan manusia.

“MUI sebagai sumber informasi umat, sebagai mitra umat, MUI juga akan menangani persoalan kecil haram dan halal, kami berusaha untuk menyerpurnakan tugas, harapan MUI Tebingtinggi bersama MUI Sumut untuk mengujudkan qudwah hasana ditengah tengah ummat,” paparnya.

Dijelaskan Akhyar Nasution, kami yakin komisi komisi yang dibentuk adalah semua mewakili dari semua unsur, kita juga akan mengatasi permasalahan ekonomi ekonomi nantinya di Tebingtinggi. Seluruh pengurus sangat antusias dalam menjalanakan amanah, tetapi masih ada kekurangan, MUI Tebingtinggi belum memiliki kitab kitab fiqih.

“Kedepan MUI Tebingtinggi akan menghadirkan ulama ulama, MUI Tebingtinggi dalam ramadhan ini juga akan membina satu kelurahan menjadi kelurahan yang baik dibidang keagamaan, ekonomi dan kemaslahatan ummat,” harapnya.

Hadir Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso, Ketua DPRD Basyaruddin Nasution, Forkompinda dan ormas islam. (ian)

Infinix x Mobile Legend Segera Luncurkan Smartphone Gaming Terbaik di Indonesia

Infinix akan mengumumkan adanya update terbaru dari tampilan grafis game Mobile Legends.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Infinix Mobility sebagai salah satu produsen smartphone terkemuka pilihan anak muda di Indonesia, akan segera merilis smartphone terbaru yang lebih menyasar para gamers di Indonesia. Infinix juga berkolaborasi dengan Moonton sebagai pengembang resmi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) untuk mewujudkan smartphone yang nyaman dinikmati para mobile gamer.

Lebih dari itu, kolaborasi ini merupakan langkah nyata Infinix untuk menghadirkan gaming smartphone dengan pengalaman terbaik untuk generasi Z di Indonesia. Kolaborasi ini juga sekaligus menyambut kegiatan tahunan eParty 515 Mobile Legends dan skin hero eksklusif baru Mobile Legends yang akan digelar pada 15 Mei 2021 mendatang, dalam momentum ulang tahun Moonton.

Sergio Ticoalu selaku Country Marketing Manager Infinix Indonesia mengungkapkan, “Kami sangat memperhatikan keluhan para gamer dan ingin memberikan solusi ponsel gaming yang bisa mendukung kenyamanan mereka dalam bermain game apa saja, khususnya Mobile Legends.”

Bagi Infinix, kolaborasi erat ini akan menjadikan keduanya saling melengkapi khususnya untuk memeriahkan ulang tahun Moonton, dengan mempersembahkan berbagai fitur canggih smartphone Infinix spesial yang disesuaikan untuk memuaskan para gamer Mobile Legends di tanah air.

Pada perhelatan eParty 515 ini juga akan diumumkan adanya update terbaru dari tampilan grafis game Mobile Legends. Hadirnya dukungan grafis terbaru ini tentunya membutuhkan kinerja smartphone yang juga lebih baik dari sebelumnya. Hal tersebutlah yang menjadi perhatian dari Infinix dan Moonton dalam membuat smartphone terbaru ini.

Kolaborasi ini bukan merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Infinix dan Mobile Legends. Pada tahun 2020, kolaborasi keduanya telah melahirkan seri smartphone Infinix Note 8 yang memiliki spesifikasi mumpuni di kelasnya dan sangat diminati di kalangan masyarakat, khususnya anak muda.

Diharapkan, kolaborasi kedua ini bisa menghasilkan sebuah smartphone terbaik yang bisa menjawab semua kebutuhan para pecinta game mobile di Indonesia.
Penasaran seperti apa penampakannya? Tunggu kehadirannya dalam waktu dekat ini! (rel)

Gula Semut Ala Desa Telagah, Dorong Kesejahteraan Warga Demi Lindungi Hutan

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Warga Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kini menekuni produksi Gula Semut. Di samping untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, produksi Gula Semut juga bagian dari upaya melindungi hutan.

Kepala Desa Telagah, Suranta Sitepu menjelaskan tentang pengolahan gula semut saat mengikuti Buyer Meeting di Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (8/4).

Seperti diketahui, Desa Telagah berada tak jauh dari kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Tak tanggung-tanggung, Gula Semut produksi warga Desa Telagah bakal dicanangkan menjadi komoditas unggulan.

Menurut Direktur YAPEKAT Indonesia sekaligus penggagas program ini, Muslim, Desa Telagah memiliki potensi yang besar. Selain sektor pariwisata, desa ini juga dianugerahi bentang alam yang subur.

Meski demikian, potensi itu mesti dikembangkan agar memberi manfaat yang berguna bagi masyarakat maupun lingkungan.

Hal ini disampaikan Muslim pada kegiatan buyer meeting yang digelar pada Kamis (8/4).

“Kami harap ke depan kegiatan ini bisa menambah perekonomian warga desa. Kegiatan ini juga sebagai bagian dari upaya konservasi, sehingga adanya program seperti ini masyarakat akan mengurangi kegiatan di dalam kawasan TNGL,” kata Muslim.

Selain para petani aren, acara ini turut dihadiri pihak TNGL dan Dinas Pariwisata Pemkab Langkat.

Tak hanya itu, sejumlah lembaga konservasi serta pihak lainnya juga berpartisipasi. Yakni GEF Tiger, YOSL-OIC, WCS serta Bentang Alam Sumatra.

Muslim menjelaskan, Gula Semut asal Desa Telagah memiliki keistimewaan tersendiri. Sebab, gula ini berasal dari aren yang diproses tanpa campuran. Sehingga terjamin kemurniannya.

Walaupun berkualitas tinggi, harga Gula Semut ini cuma dipatok Rp60 ribu per kilogram.

“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa dapat manfaat dan TNGL akan terjaga sampai anak cucu kita,” ujar Muslim.

Kepala Desa Telagah Suranta Sitepu mengatakan bahwa pihaknya siap menampung berbagai ide serta masukan demi menyukseskan program Gula Semut ini.

Suranta mengatakan, Desa Telagah memiliki empat unit jenis usaha BUMDes. Namun, sektor pariwisata yang paling berkontribusi memberi penghasilan untuk desa.

Di sisi lain, Suranta mengungkapkan bahwa jumlah petani aren di desa ini kian berkurang. Hal itu dipicu kesenjangan antara biaya produksi dengan hasil penjualan.

Meski begitu, Suranta yakin usaha Gula Semut akan berjalan sukses jika dibantu oleh banyak pihak.

“Kami akan menerima apapun masukan dari semua pihak demi memajukan Desa Telagah ini sehingga mendunia,” kata Suranta.

Sekretaris Dinas Pariwisata Pemkab Langkat Rasta Tarigan menyampaikan apresiasi terhadap program di Desa Telagah.

Rasta bahkan terharu karena masih ada pihak yang berinisiatif dan mau bergerak untuk hal seperti ini. Untuk itu, Rasta berencana membawa produk Gula Semut pada pameran di Jakarta.

“Saya berharap Gula Semut ini jadi produk unggulan di Langkat. Dan Desa Telagah jadi desa yang maju. Jadi dengan adanya program ini, pengunjung tidak hanya datang pergi. Tapi ada yang berkesan,” ujar Rasta.

Perwakilan GEF Tiger UNDP Khairul Azmi menambahkan, pihaknya sangat mendukung program pemberdayaan masyarakat seperti kegiatan ini.

Apalagi Desa Telagah dikelilingi kawasan TNGL yang menjadi perhatian dunia.

“Kenapa kita dukung pariwisata? Tujuannya tak lain agar masyarakat tidak berburu atau merambah hutan,” ujar Khairul.(rel)

PLN Vaksinasi Massal 570 Orang Pegawai

VAKSIN: Seorang pegawai PLN menjalani pemeriksaan tensi darah sebelum disuntikkan vaksin. Vaksinasi ini dilakukan massal di seluruh unit PLN di Indonesia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mendukung program pemerintah dalam mencegah dampak Covid-19, PLN Regional Sumut melakukan vaksinasi masal kepada pegawai dan karyawan mitra kerja.

VAKSIN: Seorang pegawai PLN menjalani pemeriksaan tensi darah sebelum disuntikkan vaksin. Vaksinasi ini dilakukan massal di seluruh unit PLN di Indonesia.

Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, kegiatan vaksinasi massal ini dilakukan di Kantor PLN Unit Induk Wilayah Sumut, Jl KL Yos Sudarso pada Rabu-Kamis, 7-8 April 2021. Vaksinasi ini juga dilakukan di seluruh unit PLN di Indonesia. Per 1 April 2021, sebanyak 52 ribu insan PLN telah menerima vaksin.

Dalam kegiatan tersebut, Petugas Dinas Kesehatan Provinsi Sumut melakukan vaksinasi pertama kepada 570 orang. Penerima vaksin tersebut merupakan pegawai PLN Regional Sumatera Utara yang terdiri dari PLN UIW Sumut, PLN UIK Sumbagut, PLN UIP Sumbagut, PLN UPT Medan, PLN UPB Medan, PLN Pusmanpro UPMK IV, Satuan Pengawas Internal PLN, Divisi Hukum, Divisi Teknik Informatika, serta karyawan mitra kerja yang melakukan tugas pelayanan langsung kepada pelanggan.

Pelaksanaan vaksinasi massal ini merupakan tindak lanjut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). 

General Manager PLN UIW Sumut Pandapotan Manurung menyampaikan dukungan dan mengajak seluruh pegawai berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.”Vaksinasi ini merupakan langkah nyata PLN dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesehatan. Vaksin merupakan salah satu upaya untuk mencegah penyebaran dan mengurangi penyebaran Covid-19. Kita bersyukur mendapat kesempatan untuk divaksinasi terlebih dahulu jadi mari kita ikuti dan sukseskan,” ungkap Pandapotan.

Dengan dilakukannya vaksinasi massal ini, Pandapotan berharap seluruh pegawai PLN dan pegawai alih daya yang bekerja di garda terdepan, tidak hanya membentuk herd community, tetapi juga dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada pelanggan. Dengan demikian PLN dapat terus memberikan pelayanan lebih maksimal kepada seluruh pelanggan PLN di Sumatera Utara.

Setelah ini, kata Pandapotan, sesuai prosedur akan dilaksanakan kembali vaksinasi kedua. “Saya himbau seluruh pegawai dan karyawan mitra kerja berpartisipasi pada vaksinasi kedua serta tetap patuhi protokol kesehatan. Semoga dengan ikhtiar ini, kita dapat terlindung dari dampak buruk Covid dan mari kita berdoa semoga musibah ini segera berlalu,” paparnya. (ila)

FOZ Sumut Gelar Pelatihan Fundraising Lembaga Amil Zakat

PELATIHAN: FOZ Sumut menggelar pelatihan Fundraising Lembaga Amil Zakat di Fave Hotel, Jalan S Parman, Rabu (7/4).ade zulfi/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Forum Zakat (FOZ) Sumatera Utara (Sumut) menggelar Pelatihan Fundraising Lembaga Amil Zakat dengan tema “Sukses Ramadan 1442 H”. Kegiatan ini berlangsung di Fave Hotel, Jalan S Parman, Rabu (7/4).

PELATIHAN: FOZ Sumut menggelar pelatihan Fundraising Lembaga Amil Zakat di Fave Hotel, Jalan S Parman, Rabu (7/4).ade zulfi/sumut pos.

Sekretaris Umum FOZ Sumut, M Iqbal Farizi menjelaskan, kegiatan ini merupakan event besar perdana yang dilakukan FOZ Sumut di tahun 2021.

“Alhamdulillah, hari ini ada 14 lembaga amil zakat yang terkonfirmasi  mengirimkan utusan untuk mengikuti acara ini,” ujarnya.

Iqbal mengatakan, acara tersebut, merupakan bentuk pembekalan dari FOZ kepada para fundraiser di setiap lembaga amil zakat yang bernaung di bawahnya. “Di Ramadan 1441 Hijriah lalu, dari seluruh lembaga di bawah naungan kami, mampu menghimpun ZIS sejumlah Rp6,9 miliar, dengan penerima manfaat 60.419 jiwa. Harapannya, melalui pelatihan ini, Ramadan tahun ini bisa lebih kita optimalkan lagi angka itu,” harap Iqbal di hadapan 39 peserta yang hadir.

Sebelumnya, Ketua Panitia, Rizkil Asri mengatakan, Ramadan ialah momentum yang tepat bagi para amil zakat untuk mengajak masyarakat berdonasi. “Pandemi tidak menghalangi masyarakat untuk berzakat dan bersedekah. Malah dengan puasa akan meningkatkan empati serta rasa berbagi,” ujarnya.

Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, acara pelatihan berlangsung lancar. Kegiatan pelatihan ini dibimbing oleh Coach Qodrisyah,  CEO Quanta Edutama Indonesia, yang juga founder ilmu Persuatrick.

Qodrisyah mengajak para amilin untuk memiliki prinsip dalam mengajak orang untuk berzakat dan bersedekah. Diantara beberapa sikap yang harus dimiliki para amilin ialah, memiliki mental positif,  mampu membangun hubungan yang baik serta bersifat fleksibel. (adz)