24 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 3541

Pembunuhan Suami Istri Direkonstruksi

REKONSTRUKSI: Polres Binjai menggelar rekonstruksi pembunuh suami istri, Senin (5/4).tedi/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Penyidik Unit Pidana Umum Polres Binjai menggelar rekonstruksi kasus tindak pidana pencurian kekerasan yang menyebabkan nyawa pasangan suami istri meninggal dunia di halaman apel Mapolres, kemarin (5/4). Rekonstruksi yang turut dihadiri Jaksa Penuntut Umum, Elly Harahap dan keluarga korban ini berjalan lancar.

REKONSTRUKSI: Polres Binjai menggelar rekonstruksi pembunuh suami istri, Senin (5/4).tedi/sumut pos.

Tersangka Sulistiono alias Sulis menjalani langsung rekonstruksi tersebut. Sementara korban pasutri, Sugianto alias Astuti diperankan oleh model.

“Keluarga korban yang ketepatan hadir diimbau agar tidak melakukan tindakan yang melanggar dan mengganggu jalannya rekonstruksi. Sebab, perkara ini sedang ditangani Satreskrim Polres Binjai,” kata Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting, Selasa (6/4).

Dalam rekonstruksi, tersangka Sulis menjalani 26 adegan. Tersangka yang merupakan seorang sopir truk BK 6680 CQ ini modus mogok di Jalan Gajah Mada, Lingkungan XIII, Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur.

Ketika korban melintas menumpangi sepedamotor jenis metik BK 6812 ASS, tersangka minta tolong untuk bantu memperbaiki truk tersebut. Dengan modus ini, tersangka menghabisi nyawa pasutri tersebut.

“Usai habisi nyawa korban, sepeda motornya dijual tersangka. Penadah dan perantaranya juga sudah ditangkap,” ujar dia.

“Rekonstruksi ini bagian dari untuk melengkapi pemberkasan tersangka agar segera disidangkan. Berkas segera diserahkan ke jaksa untuk masuk tahap penuntutan,” pungkasnya. (ted/azw)

Pemilik Angkot Rahayu 53 Dibunuh Sopir Serep

DIBAWA: Tersangka pembunuhan pemilik angkot Rahayu 53 dibawa menggunakan kursi roda saat di Mapolrestabes Medan, Selasa (6/4).M IDRIS/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terungkap, mayat pria yang ditemukan dengan kondisi babak belur di semak-semak Jalan Pringgan Lingkungan 14, Desa Bandar Khalipah, Percut Seituan, ternyata pemilik sekaligus sopir angkot Rahayu 53. Korban dibunuh sopir serep angkot dengan alasan karena pelit.

DIBAWA: Tersangka pembunuhan pemilik angkot Rahayu 53 dibawa menggunakan kursi roda saat di Mapolrestabes Medan, Selasa (6/4).M IDRIS/sumut pos.

Korban bernama Junaidi (62) warga Jalan Mayor Kompleks SDN 94 Medan, Pulo Brayan Kota, Medan Barat. Sedangkan pelakunya ialah Fadilah Aidil Putra Nasution (41) warga Jalan Jermal 7 Medan Denai.

Kini pelaku mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Medan, setelah ditangkap di kawasan Pajak Palapa Pulo Brayan, Senin (5/4) sore sekira pukul 15.00 WIB.

Pelaku dihadiahi 2 butir peluru di kedua kakinya oleh polisi lantaran melawan ketika dibawa untuk pengembangan kasus.

Baca juga: Mayat Pria Babak Belur Ditemukan di Percut, Diduga Korban Pembunuhan

Menurut pelaku, dia nekat menghabisi Junaidi karena kesal kerap tak diberi upah saat disuruh memperbaiki angkot. “Asal disuruhnya aku kerjai, tapi tak dikasihnya aku duit,” ucap pelaku yang dihadirkan dalam pemaparan kasus di Mapolrestabes Medan, Selasa (6/4) sore.

Kekesalan pelaku semakin memuncak saat korban memarahinya. Pelaku yang menyimpan dendam, kemudian mencari kesempatan untuk menghajar pelaku.

“Puncak kekesalan aku saat dia (korban) maki-maki aku sekitar pukul 22.00 WIB (Minggu 4/4) di daerah Belawan, saat itu angkotnya rusak dan kami bertengkar. Setelah kami perbaiki angkot itu lalu kami pulang. Tapi, di Jalan Yos Sudarso Simpang Kantor aku berhenti, kemudian kupukul kepalanya pakai batu beberapa kali sewaktu dia tidur. Kemudian, aku bekap mulutnya pakai bantal sandaran hingga akhirnya meninggal,” terang pelaku.

Setelah itu, mayat korban dibawa menggunakan angkot tersebut dan selanjutnya dibuang ke semak-semak Jalan Pringgan Lingkungan 14, Desa Bandar Khalipah.

“Pas sudah mati, dia kubawa pakai angkot. Setelah sampai di semak-semak, kemudian aku gendong mayat dia dan aku buang,” kata pelaku.

Sementara, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, kejadian pembunuhan berawal saat angkot milik korban dengan plat BK 7587 DM mengalami pecah lahar di Belawan, Minggu (4/4) sekira pukul 16.00 WIB. Korban lalu memutuskan untuk mencari sparepart yang dibutuhkan, Sedangkan pelaku menunggu di angkot.

Setelah mendapatkan suku cadang, korban kembali ke lokasi kendaraan rusak tersebut. Sesampainya di lokasi, korban dan pelaku bertengkar mulut. “Setelah selesai bertengkar dan memperbaiki angkot, keduanya lalu menuju pulang ke rumah. Namun dalam perjalanan sekira pukul 01.00 WIB, korban yang tidur di bangku sebelah sopir dihajar pelaku hingga meninggal dunia. Kemudian, pelaku membuang mayat korban,” ujar Riko.

Usai membuang mayat korban, sambung Riko, pelaku meninggalkan angkot milik korban di Jalan Selamat Ketaren tepatnya depan Universitas Negeri Medan sekira pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, pelaku mengajak 2 orang keponakannya untuk mengambil ban dan mesin dari angkot itu untuk dijual seharga Rp500 ribu kepada seorang penadah.

“Setelah diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Petugas lalu membawa pelaku untuk dilakukan pengembangan mencari barang bukti di seputaran Jalan Pasar V Tembung. Namun pelaku berusaha melawan petugas dan melarikan diri hingga terpaksa tembak kedua kakinya,” papar Riko.

Dia menambahkan, dalam kasus tersebut barang bukti yang disita sebongkah batu batako yang digunakan pelaku, uang tunai Rp250.000, 1 unit ponsel android, 1 unit mobil angkot milik korban dan 4 ban mobil. “Saat ini kami masih mengejar penadah yang membeli mesin angkot korban,” pungkasnya. (ris/azw)

Bawa Sabu 1,3 Kilogram Disimpan dalam Sepatu, Dua Calon Penumpang di KNIA Ditangkap

DUA TERSANGKA: Irnawati (28) warga Paya Meuneng, Kabupaten Bireuen Aceh dan Rahma Dania (32) warga Bugak Mesjid Kabupaten Bireuen Aceh.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Petugas keamanan Kualanamu Deliserdang menangkap dua calon penumpang Pesawat Lion Air di Bandara Kualanamu Internasional (KNIA), karena menyelundupkan sabu seberat 1,3 kilogram (Kg).

DUA TERSANGKA: Irnawati (28) warga Paya Meuneng, Kabupaten Bireuen Aceh dan Rahma Dania (32) warga Bugak Mesjid Kabupaten Bireuen Aceh.

Berdasarkan dari Kartu Tanda Penduduk (KTP), penumpang yang tertangkap itu bernama Irnawati (28) warga Paya Meuneng, Kabupaten Bireuen Aceh dan Rahma Dania (32) warga Bugak Mesjid Kabupaten Bireuen Aceh.

Informasi yang diperoleh dari Manager Aviation Security Bandara Kualanamu Tarto, Selasa (6/4), mengatakan, mereka mengamankan dua calon penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 970. “Keduanya hendak berangkat dari Bandara Kualanamu menuju Kota Surabaya,” terang Tarto

Namun, lanjutnya, ketika dilakukan pemeriksaan barang bawaan petugas keamanan bandara mendekteksi adanya penyelundupan narkotika. Tak ingin kecolongan, petugas pun bergegas melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan barang bukti sabu seberat 1,3 kilogram (Kg) yang disimpan di dalam hak (sol, red) sepatu.

Begitu menemukan barang bukti narkoba, terangnya, petugas bandara langsung mengamankan kedua calon penumpang Lion Air itu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Modus kedua penumpang itu menyelundupkan sabu di dalam sol sepatu. Saat ini keduanya telah diserahkan ke Dit Res Narkoba Polda Sumut,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), Kombes Pol Hadi Wahyudi, saat dikonfirmasi Sumut Pos di Medan, menjelaskan bahwa kedua tersangka telah diboyong ke Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumut.

Namun, kata Hadi, saat diperiksa ternyata satu tersangka adalah laki-laki, dengan menyamar sebagai perempuan menggunakan kerudung. Barang bukti yang ditemukan, sabu-sabu seberat 2Kg.

“Tersangkanya satu laki-laki dan satu perempuan. Barang bukti berupa sabu-sabu seberat 2Kg. Saat ini masih menjalankan pemeriksaan di Ditnarkoba Polda Sumut,” katanya. Adapun, setelah diamati, foto kedua tersangka memang berbeda dengan foto yang ada di KTP. Namun, belum diketahui nama asli dan alamat dari tersangka berjenis laki-laki yang ke dapatan membawa Narkotika jenis sabu-sabu tersebut. (mag-1/azw)

Xiaomi Meriahkan Mi Fan Festival 2021 dengan Promo Menarik

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Xiaomi menghadirkan Mi Fan Festival (MFF) 2021 sebagai apresiasi kepada para penggemar produk mereka yang sudah mendukung Xiaomi sejak hari pertama berdiri. Gelaran ini dihadirkan dengan beragam promo menarik.

Sebagai perusahaan teknologi dengan beragai perangkat cerdas dan Internet of Things (IoT) untuk mendukung gaya hidup, Xiaomi Indonesia menawarkan sejumalh promo menarik. Dari smartphone hingga produk AIoT akan diberikan penawaran menarik selama Xiaomi Mi Fan Festival 2021.

Promo MFF yang digelar hingga tanggal 9 April ini menyodorkan promo potongan harga hingga Rp250.000 untuk membeli Redmi Note 9 Pro atau potongan Rp150.000 dalam mendapatkan POCO X3 NFC dengan varian 6GB+64GB. Begitu pula kesempatan untuk mendapatkan produk AIoT dengan potongan harga menarik hingga Rp200.000 untuk mendapatkan Mi TV 4 55” atau potongan Rp100.000 untuk mendapatkan Mi Watch.

Penawaran ini bisa didapatkan pada mi.com dan Authorized Mi Store serta mitra online seperti Shopee, Lazada, JD.ID, Akulaku, Blibli, Tokopedia, dan Bukalapak. Saksikan juga Mi Fan Festival Livestream yang akan dilakukan pada pukul 19.00 WIB menghadirkan Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse.

Tidak hanya itu, dalam momen penting ini juga dihadirkan dua produk baru untuk Indonesia yakni Redmi Note 10 Pro MFF Special Edition yang dirilis khusus menyambut perayaan Mi Fan sedunia yang sudah digelar ke-10 kalinya ini. Redmi Note 10 Pro MFF Special Edition sudah dijual dalam penjualan perdana seri Redmi Note 10 tanggal 6 April.

Rangkaian MFF 2021 dirayakan di Indonesia dengan sejumlah kegiatan di samping promo penjualan dan peluncuran produk baru, seperti kolaborasi dengan komunitas pengguna Instagram untuk menggelar Instameet yang dilangsungkan 3 April lalu menghadirkan komunitas @garagara_ig. Masih berlangsung kegiatan berupa photo challenge untuk memperebutkan Redmi Note 10.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai promo Mi Fan Festival 2021, dapat mengunjungi  “https://event.mi.co.id/id/mifanfestivalboost?mi_campaign=mi&mi_source=pc&mi_meduim=banner&mi_channel=others” link ini.(*)

Pembelajaran Daring, Guru Puji Orangtua Aktif Dampingi Anak Belajar

DAMPINGI: Orangtua aktif mendampingi Naufal belajar di rumah, selama pandemi.

BATU BARA, SUMUTPOS.CO – Pembelajaran menggunakan aplikasi  online seperti WhatsApp, Google Classroom, Zoom, dan sebagainya, masih menjadi media komunikasi antara guru dengan murid, selama pandemi Covid-19. Menyadari efektivitas belajar daring tidak semaksimal belajar tatap muka, peran orangtua mendampingi anak belajar menjadi hal yang krusial.

“Saya wali kelas 4 di unit tugas tempat saya bertugas di UPTD SD Negeri 16 Tanjung Kubah. Selama proses pembelajaran secara daring, saya selalu membina komunikasi dan kerja sama dengan para wali murid, guna terlaksananya proses pembelajaran anak di rumah,” kata Sri Wahyuni, guru SD di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, kepada Sumut Pos, Rabu (6/4).

Dalam proses pembelajaran secara daring di kelasnya, Sri menerapkan unsur MIKiR, yakni siswa langsung Mengalami, Berinteraksi, Berkomunikasi, dan Merefleksi. Konsep MIKiR itu ia pelajari dari lembaga swasta yang konsern dengan dunia pendidikan, yaitu Tanoto Foundation.

“Contohnya, saat pembelajaran kelas 4 memasuki tema ke-7, yaitu Indahnya Keberagaman Di Negeriku. Saya menugaskan para siswa untuk membuat poster yang menunjukkan Indahnya Keberagaman yang ada di Indonesia. Untuk unsur MIKiR-nya, saya meminta siswa menemukan objek atau tema poster. Merumuskan pesan yang akan disampaikan dalam poster. Menyusun kalimat singkat dan jelas, padat dan bermakna. Memilih gambar yang unik sehingga mudah diingat. Dan tidak lupa memperhatikan panduan warna poster,” ungkap salahsatu fasilitator daerah komunikasi Kabupaten Batu Bara Program Pintar Tanoto Foundation ini menjelaskan metode MIKiR-nya.

Siswa diminta mengerjakan poster di rumah dengan pendampingan orangtua.

Naufal memamerkan poster bertema Indahnya Keberagaman di Indonesia, yang dikerjakannya dengan pendampingan orangtua.

Seorang siswa bernama Naufal Al-Hisyam selalu aktif ikut kelas online. “Naufal bukanlah siswa dari keluarga berada. Namun semangat belajarnya membuat saya bangga. Tentu saja hal ini tidak lepas dari peran dan dukungan orang tuannya. Soalnya, orang tua Naufal tidak sungkan bertanya bahkan berdiskusi dengan saya selaku wali kelas Naufal, terkait materi pelajaran maupun terkait tugas-tugas yang akan dikerjakan Naufal,” bebernya bangga.

Selain berdiskusi dengan guru terkait materi belajar dan tugas Naufal selama BDR (belajar dari rumah), orangtua Naufal juga selalu semangat mendampingi putrinya belajar di rumah. Baik ayah maupun ibunya.

“Salahsatu bentuk dukungan orang tua Naufal adalah mendampingi anaknya mengerjakan poster bertema Indahnya Keberagaman di Indonesia. Mereka rajin bertanya pada saya. Baik mengenai tema, material poster, warna poster, dan seterusnya. Saya dukung sekali peran mereka mendampingi anak belajar,” cetusnya.

Melalui peran aktif orang tua dalam membimbing anak belajar di rumah, menurut Sri, akan membantu proses belajar anak. “Harapan saya, dengan orang tua meluangkan waktu mendampingi anak belajar, dapat lebih meningkat kan potensi dan kreatifitas anak,” pungkasnya. (rel/mea)

“Webinar Gerakan Indonesia Bersih” Ajak Kaum Wanita Indonesia Jadi Ujung Tombak Pelestarian Lingkungan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka mendorong upaya pemerintah mewujudkan Indonesia Bersih dan Sehat, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Ikatan Istri Pimpinan (IIP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong wanita-wanita Indonesia untuk menjadi ujung tombak pelestarian lingkungan sekitar.

Komitmen ini dibuktikan melalui kegiatan-kegiatan yang secara nyata mendorong pelestarian lingkungan dan alam sekitar. Salah satunya, DWP KBUMN dan IIP BUMN melaksanakan Webinar Gerakan Indonesia Bersih (GIB) bertajuk: “Perempuan, Ujung Tombak Pelestarian Lingkungan” yang diselenggarakan pada Selasa (06/04) di Jakarta.

Webinar ini menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi dan tokoh inspiratif wanita yaitu Prof.Dr.Ir Arief Sabdo Yuwono, M.Sc dari Institut Pertanian Bogor dan Nadia Mulya selaku Aktivis Gerakan Indonesia Tanpa Plastik dimana kedua pembicara tersebut memiliki kompetensi dan kapabilitas terkait kondisi kesehatan lingkungan dan cara-cara pengelolaan sampah dan limbah. Tercatat sebanyak 1000 peserta mengikuti webinar ini yang terdiri dari pengurus dan anggota DWP KBUMN & IIP BUMN serta anggota organisasi Ikatan Istri Karyawan BUMN.

Dalam sambutannya, Liza Thohir selaku Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian BUMN dan Ketua Umum Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN mengungkapkan, kegiatan Webinar ini merupakan rangkaian dari kegiatan GIB 2021, di mana sebelumnya pada bulan Maret 2021 telah telah dilaksanakan kegiatan yaitu bersih-bersih di Sungai Pagarsih, Kota Bandung dan pelatihan pengolahan sampah rumah tangga kepada masyarakat di sekitar Sungai Pagarsih dalam rangka mendukung kelestarian sungai dan pengelolahan sampah menjadi lebih bernilai ekonomis.

Selain itu, webinar ini juga merupakan rangkaian kegiatan memperingati Hari Kartini 2021 dimana DWP KBUMN & IIP BUMN mengajak seluruh perempuan di Indonesia khususnya yang tergabung dalam DWP Kementerian BUMN serta IIP BUMN untuk berperan secara aktif melanjutkan nafas dan perjuangan Ibu RA Kartini.

“Kita saling berbagi pengetahuan, pengalaman, bertukar informasi serta berbagi inspirasi kepada kaum wanita lainnya. Mari kita ambil bagian dari perubahan mulai dari saat ini, mulai dari diri sendiri, mulai dari unit terkecil yaitu rumah tangga dan lingkungan terdekat, mulai dari hal yang mudah dan menyenangkan.” ungkap Liza Thohir.

Prof.Dr.Ir Arief Sabdo Yuwono, M.Sc dalam paparannya memberikan wawasan kepada wanita-wanita Indonesia tentang pengelolaan sampah rumah tangga dimana sampah dapat dipilah menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik kemudian dapat dikelola menjadi kompos dan dapat bernilai ekonomis.

Prof Arief memberikan solusi berupa metode SABDO (Sebelas-detikAja Bio Degradasi Organik) untuk mengolah sampah secara sederhana dimana sampah organik dari rumah tangga kemudian diolah di composting bin menjadi kompos. Composting bin merupakan bentuk pengolahan sampah organik dengan memanfaatkan Maggot BSF (Black Soldier Fiy).

Sementara itu, Nadya Mulya memberikan sharing inspiratif tentang cara bijak mengelola sampah dimulai dari rumah. Ia juga mengajak wanita Indonesia untuk lebih bijak dalam menggunakan kantong plastik dan mengurangi penggunaan kantong plastik yang berlebihan.

Rena Sunarso, Ketua Tim Gerakan Indonesia Bersih DWP Kementerian BUMN – IIP BUMN menambahkan, kegiatan webinar Gerakan Indonesia Bersih memberikan pengetahuan, wawasan dan inspirasi agar perempuan Indonesia menyadari peran pentingnya sebagai agen kelola lingkungan dari unit kecil rumah tangga dan lingkungan terdekat.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong optimisme dan percaya diri bagi perempuan dengan pembekalan dasar kelola lingkungan terutama yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan seperti pelestarian sungai dan tekhnik mengelola sampah rumah tangga secara menyenangkan dan efektif.

“Ke depannya kami akan terus mendorong dan memperkuat peran perempuan Indonesia dalam pelestarian lingkungan. Gerakan Indonesia Bersih akan terus dilakukan secara berkesinambungan melalui berbagai bentuk kegiatan yang secara langsung dapat memberkan manfaat bagi kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat” tegas Rena Sunarso.

Sebagai informasi, DWP Kementerian BUMN serta IIP BUMN adalah organisasi perempuan yang berada di lingkungan Kementerian BUMN serta BUMN dimana tujuan keberadaan DWP Kementerian BUMN adalah meningkatkan kualitas Sumber Daya anggota keluarga PNS untuk mencapai kesejahteraan nasional. 

Sedangkan IIP BUMN bertujuan mewujudkan rasa persaudaraan, kekeluargaan antar anggota serta meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam kehidupan beragama, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, bernegara serta meningkatkan peranan wanita dalam segala bidang kehidupan.

Shooting Film Pendek Selesai dalam Sehari Berkat Galaxy S21 Ultra 5G

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Dalam membuat film pendek, proses pengambilan gambar atau yang dikenal dengan istilah shooting, menjadi bagian terpenting yang perlu diperhatikan. Selain memperhatikan adegan-adegan penting dalam film pendek, tentunya kita perlu memastikan perangkat yang digunakan untuk melakukan perekaman gambar agar dapat memberikan hasil yang maksimal.

Samsung melalui teknologi Galaxy S21 Ultra 5G, memastikan kamu bisa merekam video di mana pun, kapan pun tanpa takut kehilangan scene yang kamu harapkan dalam film pendek kamu hingga sampai ke adegan di malam hari.

Menurut Miranda Warokka selaku IT & Mobile Marketing Director, Samsung Electronics Indonesia, kemampuan Galaxy S21 Ultra 5G dalam merekam video telah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, terutama dalam soal pembuatan film pendek, perangkat ini dapat menjadi teman pengguna untuk merekam seharian tanpa perlu ragu. “Pengguna bisa melakukan proses shooting hingga malam hari, tanpa takut kekurangan cahaya. Hal ini berkat adanya kemampuan intelligent battery dan juga fitur night mode yang membuat moment shooting kamu menjadi semakin epic. Sehingga sekarang tidak ada alasan lagi kesulitan dalam membuat film pendek impian pengguna, karena dengan teknologi Galaxy S21 Ultra 5G, pengguna dapat dengan mudah menghasilkan karya yang epic,” ungkap Miranda Warokka.

Daya Baterai Besar dan Pintar

Baterai pada Samsung Galaxy S21 Ultra sudah dirancang untuk dapat menemani kamu seharian untuk melakukan proses shooting. Merekam lebih tenang karena kamu tidak perlu khawatir baterai akan cepat habis. Kapasitas baterai pada Galaxy S21 Ultra memiliki kapasitas yang besar dan dikatakan pintar karena dapat mempelajari aplikasi apa saja yang digunakan oleh kamu, sehingga dapat mengoptimalkan baterai kamu, loh! Jadi, saat kamu hendak melakukan proses shooting di pagi hari, hingga sore hari kamu dapat terus merekam gambar agar proses pembuatan film pendek kamu juga menjadi lebih cepat.

Video Lebih Jernih dan Terang di Kondisi Gelap

Kemampuan Samsung Galaxy S21 Ultra dalam merekam gambar di malam hari atau dalam kondisi minim cahaya, membantu kamu menghasilkan scene-scene epic yang dapat meningkatkan kualitas keseruan film pendek. Hal ini didapatkan dari fitur Night Mode yang menggunakan sensor The Bright Night menghasilkan gambar yang jernih walaupun di kondisi gelap sekalipun.

Keunggulan tersebut akan dibuktikan dalam film pendek “The Epic Movie” yang merupakan inisiasi Samsung Galaxy Movie Studio 2021 yang memasuki tahun ketiganya untuk terus menginspirasi para sineas muda dan juga penikmat film Indonesia. Film pendek tersebut mengajak Angga Dwimas Sasongko, merupakan sutradara profesional Indonesia yang telah berkecimpung lebih dari 15 tahun.

Terus menjadi pertama yang mengetahui update keseruan momen epic Galaxy Movie Studio 2021 melalui sosial media Samsung indonesia @SamsungIndonesia #GalaxyMovieStudio2021.(*)

Bupati Sergai Tinjau Pelaksanaan Ujian SMP secara Tatap Muka

TINJAU: Bupati Sergai Darma Wijaya melakukan sidak dalam pelaksanaan ujian SMP tatap muka di SMP Negeri 1 Sei Rampah.

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Darma Wijaya meninjau pelaksanaan ujian bagi siswa siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) secara tatap muka bertempat di SMP Negeri 1 Sei Rampah, Senin (5/4). Dalam kesempatan tersebut, Darma Wijaya juga meninjau para guru yang memantau siswa siswi yang melaksanakan ujian dalam jaringan di ruangan guru SMP Negeri 1 Sei Rampah sekaligus meninjau kondisi kelas yang sudah tak terpakai selama pembelajaran tatap muka dihentikan akibat pandemi Covid-19.

TINJAU: Bupati Sergai Darma Wijaya melakukan sidak dalam pelaksanaan ujian SMP tatap muka di SMP Negeri 1 Sei Rampah.

Darma Wijaya yang didampingi Kepala BKD Sergai Drs Dimas Kurnianto, Kadis Kominfo Akmal dan Camat Sei Rampah Nasaruddin Nasution mengatakan meski belum dilakukan pembelajaran tatap muka namun para guru harus tetap melakukan pemantauan terhadap pembelajaran para siswa.

“Dampak dari Covif-19 ini menyasar ke berbegai aspek, salah satunya adalah aspek pendidikan yang hingga kini belum dapat dilakukan secara tatap muka. Para siswa belajar secara daring tapi tetap mendapat pengawasan yang ketat dari para guru,” tegas Darma Wijaya.

Tidak hanya soal pembelajaran, Darma juga akan melakukan sidak ke semua sekolah untuk memastikan semua berjalan sesuai yang diharapkan. Beliau juga berharap semua siwa dapat belajar dengan baik dan nyaman serta tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kepada jajaran Dinas Pendidikan dan seluruh Kepala Sekolah saya mengimbau untuk lebih memperhatikan sarana sekolah, jika memang ada yang perlu diperbaiki segera lakukan perbaikan. Terkhusus dengan pembelajaran daring, mungkin sebagian dari siswa tidak memiliki telepon selular berbasis android,” bilangnya.

Oleh karenanya, Darma Wijaya berharap para kepala sekolah dan guru untuk bergotong royong, bersama sama dalam membantu mengatasi masalah seperti ini, berikan yang terbaik bagi siswa siswi karena mereka adalah generasi penerus bangsa kita.

Sebelumnya Plt Kadis Pendidikan Sergai Dingin Saragih didampingi Kabid SMP Sujarwo, dalam laporannya menyampaikan bahwa telah menginstruksikan kepada semua sekolah dan meminta untuk fokus serta serius dalam memantau pelaksanaan ujian. Selain itu juga pelaksanaan ujian tetap mematuhi protokol kesehatan.

Sedangkan Wakil Bupati Sergai, Adlin Umar Yusri Tambunan meninjau pelaksanaan ujian Dldaring dan luring di SMP Negeri 1 Kecamatan Perbaungan, dalam arahan beliau meminta kepada seluruh siswa untuk tetap tenang selama ujian dan mengerjakan soal dengan baik dan jujur sesuai kemampuan dengan harapan lulus dan mendapatkan nilai yang baik. (ian/azw)

Alumni STM Persiapan Binjai Angkatan 88/89 Santuni Anak Yatim

DIABADIKAN: Ketua Ikatan Alumni STM Persiapan Binjai Angkatan 88/89 Kapten Czi Imran Efendy (kiri) dan Pembina Joko Basuki (tengah) bersama beberapa pengurus saat diabadikan bersama.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pengurus Arisan Alumni STM Persiapan Binjai Angkatan 88/89 menggelar bakti sosial di Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur, Minggu (4/4). Pada kesempatan ini, mereka menyantuni 20 orang anak yatim.

DIABADIKAN: Ketua Ikatan Alumni STM Persiapan Binjai Angkatan 88/89 Kapten Czi Imran Efendy (kiri) dan Pembina Joko Basuki (tengah) bersama beberapa pengurus saat diabadikan bersama.

“Gelaran amal yang dilakukan ini merupakan satu dari beberapa rangkaian yang sudah kami lakukan sebelumnya,” kata Ketua pengurus Alumni STM Persiapan angkatan 88/89 Binjai, Kapten Czi Imran Efendi kepada wartawan.

Dia menambahkan, hal tersebut dilakukan dalam rangka berkumpul merajut silaturahim yang telah terjalin. Juga sekaligus reunian alumni STM Persiapan, yang bertujuan agar ikatan selama ini terjalin tetap terjaga erat.

“Di samping kita melakukan pertemuan, kita juga sekaligus menjalankan program bantuan. Seperti hari ini kita berikan bantuan kepada 20 orang anak yatim,” ujar dia.

Dua puluh anak yatim tersebut semuanya merupakan anggota dari keluarga yang tergabung dalam kepengurusan Arisan Alumni STM Persiapan Kota Binjai. Adapun bantuan yang kita berikan berupa kebutuhan pokok. Seperti beras 5 Kg, mie instan, minyak goreng, telur dan ditambah sejumlah uang.

“Rangkaian kegiatan sosial ini rutin kita lakukan sebagai bentuk rasa kepedulian persaudaraan kita demi meringankan sedikit beban hidup antar sesama di keluarga besar kepengurusan Arisan Alumni STM Persiapan anggkatan 88/89 Binjai. Alumni STM Persiapan Kota Binjai angkatan 88/89 terbentuk sejak tahun 1998 dan sampai sekarang Alhamdulillah kita tetap eksis dalam melakukan pergerakan yang sifatnya sosial,” tambah Kapten Czi Imran Efendi.

Hal senada juga dikatakan oleh Penasehat Hukum Alumni STM Persiapan Binjai Joko Basuki. Pria yang akrab disapa Jobas yang juga merupakan anggota DPRD Binjai menjelaskan, sejak awal terbentuk hingga sekarang kepengurusan Arisan Alumni ini bergerak pro-aktif berjalan sesuai program. Bahkan, hubungan antara sesama alumni sampai sekarang tetap terjaga dengan baik.

“Kami tetap melakukan komunikasi, kami tetap melakukan silaturahmi. Keharmonisan inilah yang membuat alumni kami ini kentalnya akan persaudaraan,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

“Ya Syukur Alhamdulillah, hari ini kami Ikatan Alumni bisa saling berbagi kepada mereka yang membutuhkan, terutama kepada keluarga yatim dari Ikatan Alumni STM Persiapan Binjai angkatan 88/89,” pungkas Joko. (ted/azw)

Sekolah Disarankan Jangan PTM Sebelum Vaksinasi Rampung

CUCI TANGAN: Siswa perwakilan sekolah mencuci tangan saat akan mengikuti kegiatan Kompetisi Sains Nasional (KSN) seleksi Tingkat SD/MI, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih meyakinkan agar sekolah yang guru dan tenaga kependidikannya (GTK) belum divaksinasi tidak dulu melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Menurut dia, persoalan vaksinasi bagi GTK ini menjadi kendala utama diberlakukannya PTM.

CUCI TANGAN: Siswa perwakilan sekolah mencuci tangan saat akan mengikuti kegiatan Kompetisi Sains Nasional (KSN) seleksi Tingkat SD/MI, beberapa waktu lalu.

“Makanya sekarang, kita harus meminta masukan semua pemangku kepentingan pendidikan termasuk dokter anak. Lalu, kuota vaksinasi guru harus dipenuhi pemerintah,” terang dia, Senin (5/4).

Dalam kunjungan kerjanya ke Kota Salatiga, Jawa Tengah, pembelajaran jarak jauh (PJJ) dinilai tidak maksimal, banyak siswa yang tidak memahami pelajaran. Terlebih lagi persoalan pendidikan karakter terhadap siswa selama PJJ yang tidak memiliki panutan, yakni guru.

“Nah, berdasarkan survei yang dilakukan sekira 60-80 persen orang tua maupun siswa di Salatiga menyetujui PTM. Tapi masalahnya vaksin, jadi kalau bisa kuota vaksin untuk guru ini jelas seperti halnya bagi TNI maupun Polri,” jelas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Balitbangbuk) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pada bulan Januari 2021, 63,9 persen sekolah masih melaksanakan belajar dari rumah (BDR).

“Lalu, sebanyak 31,1 persen sekolah sudah melakukan PTM dikombinasikan dengan BDR. Dan baru 5 persen sekolah yang melakukan PTM secara penuh,” urainya.

Sementara itu, menurut kondisi wilayah dan jenis satuan pendidikan, untuk daerah tertinggal 40,7 persen sekolah masih melaksanakan BDR, 43,3 persen sekolah mengkombinasikan PTM-BDR, dan 16,1 persen sekolah melakukan PTM.

“Daerah non-tertinggal, 64,8 persen sekolah masih melakukan BDR, 30,6 persen sekolah mengkombinasikan PTM-BDR dan 4,6 persen sekolah yang sudah melaksanakan PTM,” pungkas Fikri. (jpnn/azw)