SOSIALISASI: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Wali Kota Medan Bobby Nasution, bersama Forkopimda, mengadakan sosialisasi prokes di Pasar Sukaramai dan Pasar Petisah di Kota Medan, Selasa (30/3).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – “Namboru, tolong pakai masker biar tidak tertular Covid-19. Ini maskernya,” pinta Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, kepada pedagang di Pasar Sukaramai, Medan, yang terlihat tidak memakai masker, Selasa (30/3). Lantas, Kapolda pun membagi-bagikan masker dan hand sanitizer kepada pedagang serta pengunjung Pasar.
SOSIALISASI: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Wali Kota Medan Bobby Nasution, bersama Forkopimda, mengadakan sosialisasi prokes di Pasar Sukaramai dan Pasar Petisah di Kota Medan, Selasa (30/3).
Selain Kapolda, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ikut melakukan sosialisasi protokol kesehatan (Prokes) dengan membagikan masker dan handsanitizer di Pasar Sukaramai dan Pasar Petisah. Tampak Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Danlantamal I Belawan Brigjen TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso, Pangkosekhanudnas III Marsekal Pertama TNI Esron SB Sinaga, anggota DPRD Sumut Meryl Saragih, dan Wali Kota Medan, Bobby Nasution.
Pasar Sukaramai di Jalan Arief Rahman Hakim Medan menjadi sasaran pertama kegiatan sosialisasi prokes tersebut. Para pedagang dan masyarakat tampak antusias menerima masker dan handsanitizer tersebut.
Usai membagikan masker dan handsanitizer, Gubernur mengatakan senang melihat banyak masyarakat yang mengenakan masker. Menurutnya, anjuran pemerintah ditaati oleh masyarakat, khususnya di pasar tradisional yang rentan dalam penyebaran Covid-19.
“Oleh karena itu, kami dari Forkopimda Sumut melaksanakan pembagian masker dan handsanitizer di pasar-pasar tradisional, agar penerapan prokes berjalan maksimal. Terlebih kita saat sedang menerapkan PPKM Mikro. Ini adalah inisiasi Kapolda untuk terus disiplin dalam pencegahan Covid-19,” ujar Gubsu Edy Rahmayadi.
Edy menyampaikan, angka kematian Covid-19 di Sumut terus meningkat. Begitu juga dengan jumlah orang yang terpapar di Sumut sebanyak 27.000 orang, dan meninggal dunia lebih kurang berjumlah 1.000 orang. Kota Medan merupakan penyumbang terbanyak kasus Covid-19.
“Melihat masih tingginya angkat penularan Covid-19 di Sumut maka kita terus bergerak menyampaikan imbauan agar masyarakat saat melaksanakan aktivitas di luar tetap selalu mematuhi prokes,” kata Edy.
Selain memakai masker, ia meminta prokes lainnya juga mesti ditaati. Antara lain menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. “Yang tidak ada kepentingan mendesak, agar tinggal di rumah saja,” katanya.
Edy juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memutus rantai penularan Covid-19 di Sumut. Karena pemerintah tidak bisa bergerak sendirian. Perlu kontribusi masyarakat dalam menjalankan prokes. “Mari bersama-sama kita putus rantai penularan Covid-19. Kami sayang sama rakyat kami semua,” kata Edy.
Dahniar, salahsatu pengunjung Pasar Sukaramai mengharapkan agar penegakan prokes terus dijalankan. Sebab masih ada beberapa orang yang belum menyadari pentingnya Prokes. “Saya mengharapkan razia protokol kesehatan tetap dijalankan, “ ujar Dahniar.
Selain di Pasar Sukaramai, rombongan juga melakukan sosialisasi, membagikan masker dan handsanitizer kepada para pedagang dan masyarakat di Pasar Petisah Medan.
Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, mengatakan penerapan prokes di pasar tradisional telah berjalan dengan baik. “Kita lihat tadi para pedagang dan pengunjung yang berbelanja di Pasar Petisah dan pasar Sukaramai telah mematuhi aturan protokol kesehatan. Kita akan terus bersinergi dengan TNI dan pemerintah daerah untuk terus memantau penerapan PPKM Mikro agar masyarakat tetap disiplin mematuhi aturan prokes,” kata Panca. (mag-01/prn)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah mengusulkan ratusan formasi untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemko Medan dan ribuan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) untuk tenaga pendidikan (guru) di Kota Medan untuk tahun 2021.
CPNS Guru-ilustrasi
“Total yang kita usulkan untuk CPNS itu ada 363 formasi. Sedangkan untuk formasi Guru dengan sistem PPPK yang kita usulkan itu ada 2.555 formasi,” ucap Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap, kepada Sumut Pos, Selasa (30/3).
Hanya saja, lanjut Muslim, Pemko Medan belum mendapatkan keputusan dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI, terkait berapa jumlah formasi yang disetujui untuk CPNS dan PPPK di Kota Medan pada Tahun 2021 ini. “Jawaban (jumlah formasi) nya belum ada. Ya kami menunggu saja. Yang jelas sudah kita usulkan,” ujarnya.
Khusus untuk guru PPPK dengan 2.555 formasi yang diusulkan, mayoritas di antaranya untuk guru sekolah dasar (SD). “Kalau PPPK, jelas mayoritasnya untuk guru SD. Yang paling banyak kita butuhkan itu ‘kan guru SD, makanya (formasi guru SD) itu yang paling banyak kita usulkan. Soal berapa nanti yang disetujui (pemerintah pusat), ya itu kita tinggal menunggu saja,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah memastikan CPNS akan terlaksana pada tahun 2021 Ini. Hal ini disampaikan dalam rapat kerja Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dengan Komisi II DPR RI, Rabu (24/3) yang lalu.
Menpan RB Tjahjo Kumolo mengatakan, total kebutuhan CPNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) akan diputuskan pada akhir Maret 2021. Termasuk jadwal pelaksanaan pembukaan CPNS 2021, baik untuk Kementerian, Lembaga maupun Daerah.
Adapun jadwal rencana pendaftaran pelaksanaan seleksi CPNS 2021, yaitu untuk sekolah Pendidikan Kedinasan akan dibuka pada April 2021. Untuk PPPK Guru akan dibuka pada Mei-Juni 2021. Dan untuk CPNS dan PPPK Non Guru akan dibuka pada Mei-Juni 2021.
Anggota Komisi II DPRD Medan, Afif Abdillah, mengungkapkan harapannya agar pemerintah pusat dalam memberikan formasi yang cukup besar untuk tenang guru PPPK di Kota Medan. Pasalnya saat ini, tenaga guru di Kota Medan masih sangat minim, khususnya untuk guru SD.
“Yang pasti untuk guru SD kita masih sangat kurang SDM-nya. Harapan kita banyak yang nantinya ditampung di PPPK ini,” ujar Afif kepada Sumut Pos, Selasa (30/3).
Selain itu, lanjut Afif, program PPPK untuk guru ini dinilai sangat baik untuk meningkatkan kesejahteraan para guru honorer di Kota Medan. Mengingat selama ini upah para guru honorer di Kota Medan masih jauh di bawah layak.
“Dengan direkrut sebagai PPPK, tentu mereka akan mendapatkan upah yang jauh lebih layak, dengan demikian kesejahteraan mereka bisa terangkat. Di sisi lain dengan meningkatnya kesejahteraan para guru, kita harapkan nantinya dapat berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pendidikan di Kota Medan,” pungkasnya. (map)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah telah sepakat untuk melarang aktivitas mudik lebaran tahun 2021. Larangan itu sebagai upaya menghindari lonjakan kasus Covid-19 akibat mobilitas masyarakat pada masa libur Lebaran tahun ini. Bagi warga yang nekat mudik lebaran, ada sanksi menanti.
Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito.
“Pemerintah sudah sangat tegas melarang mudik tahun ini. Untuk penerapan sanksi bagi yang melanggar larangan mudik, nantinya akan ditetapkan pemerintah dan diimplementasikan oleh pemerintah daerah,” ujar Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito, dalam siaran langsung di YouTube Setpres, Selasa (30/3/2021).
“Untuk detail teknis pengaturan pengetatan mobilitas saat libur Ramadhan dan Idul Fitri saat ini sedang dibahas antara kementerian dan lembaga,” lannjutnya.
Wiku juga menjelaskan soal penerapan GeNose yang tercantum dalam SE 12 tahun 2021 itu. Kemudahan pemeriksaan COVID-19 dalam SE tersebut terbit berdekatan dengan larangan mudik 2021. Atas hal tersebut pemerintah juga bakal mengatur teknis operasional untuk menghindari lonjakan kasus di momen lebaran.
“Mengingat adanya konsekuensi dari kemudahan syarat akses menggunakan GeNose dan larangan mudik, kebijakan teknis operasional pelarangan mudik akan ditetapkan mempertimbangkan hal ini, untuk menghindari lonjakan kasus saat periode lebaran. Oleh karena itu mohon menunggu rilis resmi terkait kebijakannya, namun pada prinsipnya setiap kebijakan disusun berbagai pertimbangan termasuk pelaksanaan teknis di lapangan maupun pakar di bidangnya,” ujar Wiku.
Seperti diketahui mudik dilarang pada 6-17 Mei 2021 bagi seluruh kalangan. Pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pergerakan atau kegiatan di tanggal tersebut kecuali dalam keadaan mendesak dan perlu.
Terkait larangan itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak untuk menerbitkan aturan baru pada masing-masing subsektor.
“Saat ini Kementerian Perhubungan tengah menindaklanjuti SE dimaksud dengan menyusun Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan, yang nantinya akan mengatur detail penerapan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan orang di dalam negeri pada masa pandemi Covid-19 ini,” kata Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/3).
Dia menyatakan, Kemenhub dalam waktu tidak terlalu lama akan segera menetapkan SE tersebut sekaligus menggelar sosialisasi ke masyarakat luas. Hanya saja, Adita menggarisbawahi bahwa aturan baru ini bukan diperuntukkan ketika masa mudik Lebaran.
“Perlu diketahui bahwa SE yang akan disusun oleh Kemenhub adalah ketentuan yang berlaku pada kondisi umum, tidak termasuk pengaturan di masa mudik atau libur Lebaran yang akan diatur secara khusus,” tegas Adita.
Pengaturan itu, menurutnya dilakukan Kemenhub sebagai komitmen untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 sejak awal pandemi. “Perjalanan orang baik melalui darat, laut, udara, kereta api, dengan angkutan umum maupun kendaraan pribadi diatur secara ketat mulai dari keberangkatan, dalam perjalanan, hingga kedatangan,” ujarnya.
Untuk diketahui, dalam SE Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Nomor 12 Tahun 2021 terdapat poin tambahan sebagai pembaharuan dari SE Gugus Tugas sebelumnya. Pembaharuan itu adalah pemberlakuan tes GeNose C19 bagi calon penumpang angkutan udara dan angkutan laut sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan orang dengan angkutan udara. Tes GeNose C19 bagi penumpang angkutan udara dan laut ini menjadi alternatif yang dapat dipilih penumpang sebagai persyaratan perjalanan selain RT-PCR maupun rapid test antigen yang sudah berlaku sebelumnya.
“Kementerian Perhubungan meminta kepada seluruh operator transportasi termasuk stakeholder untuk dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan baik oleh Gugus Tugas maupun SE Kementerian Perhubungan yang saat ini masih dalam proses penyusunan,” bebernya.
Dalam melakukan penyusunan aturan terkait larangan mudik Lebaran 2021 tersebut, Kemenhub juga merujuk pada hasil survei persepsi masyarakat terhadap pergerakan perjalanan pada masa Idul Fitri yang dilaksanakan pada bulan Maret 2021 secara daring oleh Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenhub bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan lembaga media.
Selain merujuk pada survei tersebut, Kemenhub juga meminta masukan dari berbagai pihak termasuk pengamat transportasi, sosiolog, dan stakeholders lainnya. Masukan ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun aturan terkait pengendalian transportasi maupun sanksinya jika ada pelanggaran.
Senada, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) sekaligus Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Munardo menegaskan bahwa keputusan pemerintah melarang mudik Lebaran 2021 tidak bisa diubah.
“Keputusan pemerintah yang telah disampaikan Menko PMK, pemerintah melarang mudik, titik! Jadi tidak ada embel-embel lain,” kata Doni saat mendampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah, Selasa (30/3).
Ia mengatakan, keputusan larangan mudik Lebaran tersebut diambil karena Indonesia sudah memiliki pengalaman dalam hal meningkatnya kasus Covid-19 setiap usai libur panjang.
Hal tersebut, kata dia, sudah terjadi dalam waktu setahun ini, selama pandemi Covid-19 terjadi di Tanah Air. “Pengalaman kita setahun terakhir, setiap liburan panjang pasti diikuti kasus harian (Covid-19) meningkat, kasus aktif tinggi, keterisian rumah sakit semakin tinggi, termasuk angka kematian atau gugurnya dokter dan tenaga kesehatan,” kata Doni.
Pengalaman buruk tersebut dilaporkan dalam rapat tingkat menteri, sehingga Presiden pun akhirnya memutuskan agar larang mudik Lebaran 2021 disampaikan lebih awal. Dari data yang telah dikumpulkan Kementerian Perhubungan, kata dia, jika tidak ada larangan mudik, maka diperkirakan 33 persen warga akan pulang kampung atau mudik.
Namun jika ada larangan mudik pun, data tersebut menunjukkan tetap saja akan ada yang pulang yaitu sekitar 11 persen. “Tugas kita bersama untukk mengingatkan bahaya mudik. Kita sudah lihat, dua kali libur panjang kali ini yaitu Imlek dan Isra Mi’raj tidak terjadi kenaikan kasus tinggi bahkan terjadi penurunan kasus aktif, termasuk rumah sakit yang semakin berkurang pasiennya. Ini patut disyukuri,” kata Doni.
Bus PT RAPI akan Patuhi Aturan
Terkait larangan mudik Lebaran tahun 2021, manajemen perusahaan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) PT RAPI yang berkantor di Jalan SM Raja Km 6,8, Kota Medan, berjanji akan mengikuti peraturan kemenhub.
“Kalau memang begitu aturannya, tidak mungkin kita melawan. Kita pasti mematuhi tersebut meski akan mengalami penurunan drastis jumlah penumpang,” ungkap Pengawas (mandor) Bus PT RAPI, S Simarmata kepada wartawan di loket pemberangkatan pool bus RAPI di Jalan SM Raja, Kota Medan, Selasa (30/3).
Simarmata mengatakan, pihaknya belum menerima secara resmi surat larangan mudik dari Pemprov Sumut maupun Pemko. “Untuk tiket mudik, hingga saat ini belum ada calon penumpang yang melakukan pemesanan. Biasanya, masyarakat akan mencari alternatif mudik di awal hingga pertengahan Ramadan untuk menghindari penetapan larangan mudik,” katanya.
RAPI sendiri selalu menerapkan protokol kesehatan bagi sopir dan. Penumpang dan sopir diwajibkan mengenakan masker, dan bus menyediakan hand sanitizer. “Kita juga selalu menyemprot bagian dalam bus yang hendak berangkat dan tiba, sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (kps/net/gus)
TANGKAP: Aparat kepolisian menangkap sejumlah terduga teroris di tanah air, pasca bom Makassar hari Minggu lalu. Polisi tengah memetakan wilayah rawan kelompok radikal di tanah air.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kepolisian RI tengah memetakan wilayah yang rawan kelompok radikal. Hal itu dilakukan setelah insiden bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3). Pemetaan dilakukan sebagai langkah untuk mewaspadai deteksi setiap perkembangan dan gejala, yang terindikasi ke arah tindakan aksi teror.
TANGKAP: Aparat kepolisian menangkap sejumlah terduga teroris di tanah air, pasca bom Makassar hari Minggu lalu. Polisi tengah memetakan wilayah rawan kelompok radikal di tanah air.
“MEMETAKAN wilayah yang memiliki kerawanan kelompok atau pihak radikal yang pro kekerasan dan intoleransi,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 30 Maret 2021.
Polri pun memberdayakan jaringan intelijen di setiap wilayah dalam pemetaan ini.
Selain itu, Polri juga berkoordinasi secara intens guna melakukan pengamanan dan penjagaan secara terbuka-tertutup. “Dan mengimbau melalui media. Kemudian meningkatkan koordinasi dengan TNI serta pengamanan dalam (pamdal) di instansi-instansi terkait. “Dan melakukan imbauan melalui media,” ujar Ramadhan.
Ramadhan mengatakan, instruksi ini diterbitkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui surat telegram secara internal. Kapolri meminta jajarannya untuk meningkatkan keamanan setelah insiden bom bunuh diri di Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3). Akibat peristiwa itu, dua pelaku bom bunuh diri tewas dan belasan orang luka-luka.
Setelah peristiwa tersebut, Polri pun menggiatkan operasi perburuan terduga teroris di seluruh Indonesia. Hasilnya, belasan orang pun diamankan dari berbagai lokasi di Indonesia termasuk dengan barang-barang bukti berupa bahan peledak.
Sedangkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap total tujuh tersangka terorisme hingga Selasa (30/3) siang. Mereka diduga berkaitan dengan pelaku bom bunuh diri Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan.
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, mengatakan para tersangka yang ditangkap merupakan kerabat ataupun rekanan pelaku dalam satu kelompok yang bermarkas di Villa Mutiara, Makassar. Mereka tergabung langsung dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
“7 orang dalam proses penyidikan, kemudian meninggal 2 orang. Jadi total semua sementara 9,” kata Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/3).
Empat tersangka pertama ditangkap pascaledakan itu terjadi pada Minggu (28/3) siang. Keempatnya, masing-masing berinisial AS, SAS, MR dan AA.
Ramadhan mengungkapkan empat orang tersebut turut mengetahui rencana pasangan suami istri berinisial L dan YSF yang akan meledakkan dirinya di depan gereja. Keseluruhannya pernah melakukan baiat kepada Abu Bakar Al-Baghdadi di wilayah Villa Mutiara.
Selain itu, terdapat juga Markas Front Pembela Islam (FPI) yang merupakan organisasi terlarang dijadikan sebagai tempat melakukan baiat itu.
“Tersangka R alias R ikut melakukan survei ke lokasi amaliyah bersama L dan YSF. Artinya, sudah direncanakan titik dilakukannya aksi amaliyah bunuh diri tersebut,” ucapnya lagi.
Kemudian, tersangka SAS disebutkan Ramadhan turut memberikan motivasi kepada para pelaku untuk melakukan jihad dan mati syahid. Setelah para tersangka diinterogasi, polisi melakukan pengembangan dan menangkap tiga tersangka lain yang merupakan perempuan berinisial M, MM dan MAN.
Tersangka MM, kata dia, berperan sebagai pihak yang turut memberi motivasi kepada pelaku agar melakukan jihad. Kemudian, tersangka kedua berinisial M yang merupakan kakak ipar dari tersangka lain yang telah ditangkap sebelumnya. Dia turut tergabung dalam kelompok Villa Mutiara di Makassar.
Terakhir adalah MAN seorang perempuan, yang memiliki peran sebagai pihak yang menyaksikan langsung pengantin bom bunuh diri berangkat ke lokasi kejadian menggunakan motor.
“Terkait dengan tersangka teroris yang telah diamankan di Makassar mereka merupakan kelompok atau terafiliasi langsung dengan jaringan JAD,” ucap dia.
Mereka, kata dia, tergabung dalam bagian kelompok teroris yang ditangkap pada 6 Januari 2021 di Makassar.
Bomber Makassar Hamil 4 Bulan
Sementara itu, perempuan pelaku bom bunuh diri di Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, YSF atau Dewi, diketahui tengah hamil empat bulan saat melakukan aksinya, Minggu (28/3). Kabar tersebut diketahui melalui informasi yang diberikan mertua pelaku.
Wahidah (51), sang ibu mertua mengatakan bahwa info Dewi tengah hamil 4 bulan diketahui dari besannya atau ibu kandung Dewi. “Iya (Dewi bomber wanita di Makassar) hamil empat bulan (saat beraksi),” ujar mertua Dewi, Wahidah (51), Selasa (30/3).
Dia sendiri mulanya tak mengetahui kehamilan sang menantu. Dia mengaku baru mengetahui menantunya sedang hamil setelah berbincang dengan ibu kandung Dewi. “Informasinya itu dari mamanya si perempuan, memang dia (Dewi) sudah cerita ke ibunya (bahwa dirinya sedang hamil 4 bulan),” kata Wahidah.
Kepala BNPT, Boy Rafli Amar sempat menanggapi kabar soal YSF alias Dewif tengah hamil. Dia menyebut informasi itu akan diselidiki lebih lanjut. “Saya belum mengetahui (secara pasti), nanti dilihat dari hasil pemeriksaan forensik,” jelas Boy di Makassar.
Dewi bersama suaminya, berinisial L diketahui baru menikah sekitar 7 bulan lalu. Ibu kandung Dewi, EM, menyebut dia sudah jarang bertemu putrinya setelah menikah dengan L.
“(Menikah) 7 bulan lalu. (Kegiatan) jualan online, saya tahu dia jualan online dan suaminya yang antar makanan,” ujar ibu kandung Dewi, EM, saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, Senin (29/3).
Adapun L, pelaku bom bunuh diri di Makassar, menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sudah lama merencanakan aksi pengeboman ini. “Saudara L ini sempat meninggalkan surat wasiat kepada orangtuanya yang isinya mengatakan yang bersangkutan berpamitan dan siap untuk mati syahid,” jelasnya, Senin (29/3).
Pascakejadian, di jagat media sosial beredar sebuah foto surat yang diduga ditulis oleh L. Surat ditulis di secarik kertas menggunakan pulpen. Surat itu berisikan permohonan maaf L kepada ibu dan adiknya. Selain itu, L berpesan kepada ibunya agar jangan meninggalkan salat.
Dia juga meminta ibunya supaya tidak meminjam uang di bank karena hal itu adalah riba. L memberikan uang tabungannya sejumlah Rp 2.350.000 untuk membayar utang ibunya di bank. Dalam surat itu, dia menyampaikan bahwa jalan yang ditempuhnya, adalah cara untuk menyelamatkan keluarga.
“Istiqamah ki semua di jalan ini nah ummy, pitto (adik) dan keluarga ku yang saya cintai karena Allah, semoga Allah kumpul ki di surga dan semua sodarahnya dan keluargannya Bapak ku,” sebut L.
Di bagian akhir surat, L menuliskan nama lengkapnya disertai tanda tangan.
Menag: Kembalikan Agama ke Fungsi Semula
Terpisah, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada para pemuka agama menyampaikan kepada umatnya masing-masing untuk mengembalikan agama pada fungsinya. Hal itu disampaikan Yaqut saat mengunjungi Katedral Makassar yang pekan lalu jadi sasaran bom bunuh diri.
“Saya berharap para pemuka agama menyampaikan kepada umatnya, kepada jemaat untuk mengembalikan agama kepada fungsinya semula,” ujar dia, Selasa (30/3).
Ia menjelaskan fungsi agama di antaranya mengajarkan kebaikan, kedamaian, dan kasih sayang. Tidak ada satu agama pun yang mengajarkan kekerasan.
Kepada setiap pemuka agama yang hadir di Gereja Katedral Makassar itu, ia menyampaikan harapan agar ke depan selalu mengedukasi para jemaat, jamaah, dan umat lainnya agar menjalankan agama sesuai dengan ajarannya. “Karena tidak ada agama yang mengajarkan teror. Mudah-mudahan Indonesia ini menjadi makin tenang dan nyaman,” katanya.
Menurut dia, agama apa pun mengajarkan umatnya untuk menghindari aksi kekerasan, sebab akan menggerus nilai-nilai kemanusiaan dan merugikan banyak pihak.
Kekerasan itu, kata dia, hal yang rawan mengoyak tatanan kehidupan masyarakat yang sudah terbina dengan rukun dan baik.
Menag Yaqut juga mengajak semua pihak mengutamakan jalan damai dalam menghadapi persoalan, seperti dengan dialog, diskusi, dan silaturahim.
Jika cara dialog dilakukan, ia optimistis akan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. “Selain itu tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau menjadi korban dari kekerasan,” ujar dia.(kps/lp6/cnn/mag-01)
DITANGKAP: Plh Kasat Reskrim juga KBO Polres Dairi, Iptu Sumitro Manurung bersama Kasubbag Hunas Polres, Iptu Donny Saleh serta Kanit Resum Ipda Parlindungan Lumbantoruan menunjukkan tersangka cabul dan barangbukti saat konfrensi pers, Selasa (30/3).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor (Satreskrim) Dairi menangkap KM (20), tersangka pelaku pencabulan terhadap siswi SMP, sebut saja namanya Bunga (14). Tersangka warga Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi itu ditangkap setelah orangtua korban melapor ke polisi.
DITANGKAP: Plh Kasat Reskrim juga KBO Polres Dairi, Iptu Sumitro Manurung bersama Kasubbag Hunas Polres, Iptu Donny Saleh serta Kanit Resum Ipda Parlindungan Lumbantoruan menunjukkan tersangka cabul dan barangbukti saat konfrensi pers, Selasa (30/3).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting melalui Pelaksana harian (Plh) Kasat Reskrim, Iptu Sumitro Manurung memaparkan, pengakuan tersangka kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur itu terjadi di Kecamatan Siempat Nempu Hulu di sebuah perladangan, Minggu (21/3).
“Kasus persetubuhan itu terungkap atas laporan kakak korban yang melihat video mesum adiknya bersama tersangka di media sosial (Medsos) akun facebook milik tersangka,” kata Iptu Sumitro didampingi Kanit Resum Ipda Parlindungan Lumbantoruan serta Kasubbag Humas Polres Iptu Donny Saleh dalam konfrensi pers, Selasa (30/3).
Selanjutnya, kakak korban memberitahu video adiknya itu kepada orangtuanya. Lalu, orangtua korban menjumpai pelaku dan menanyakan kenapa dia melakukan persetubuhan dengan anak gadisnya dan menyebarkanya ke medsos. Dan tersangkapun mengakuianya, selanjutnya tersangka ditangkap warga dan menyerahkanya kepada Polisi. Pengakuan tersangka, perbuatan cabul itu telah dia lakukan sebanyak 2 kali.
Iptu Sumitro mengatakan, kasus itu sudah penyidikan dan segera dilimpahkan ke kejaksaan. Tersangka dan sejumlah barangbukti telah diamankan di Mapolres Dairi. “Pasal dipersangkakan kepada pelaku Pasal 81 ayat 2 Junto Pasal 76d dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” pungkasnya. (rud/azw)
INTEROGASI: Polisi (kanan) menginterogasi keluarga korban gantung diri, Selasa (30/3).fachril/sumut pos.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Seorang penderita penyakit epilepsi, Ruslan Pasaribu (27) ditemukan tewas gantung diri di dapur rumahnya Lorong Bersama Lingkungan II Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Selasa (30/3) sekira pukul 09.30 WIB.
INTEROGASI: Polisi (kanan) menginterogasi keluarga korban gantung diri, Selasa (30/3).fachril/sumut pos.
Informasi diperoleh menyebutkan, pagi itu korban berada di rumah sendirian. Keponakannya, Navis yang usai bermain-main pulang ke rumah. Tak disangka, remaja berusia 7 tahun itu melihat korban telah gantung diri di dapur rumah.
Kejadian itu langsung dilaporkan Navis kepada neneknya yang tak lain ibu kandung korban, Roida Hutahean. Wanita berusia 63 tahun ini terkejut langsung mengecek ke rumah. Setelah melihat korban tewas gantung diri, Roida menjerit histeris meminta tolong tetangga.
Jenazah korban yang tergantung dengan seutas tali nilon langsung diturunkan oleh warga sekitar. Petugas Polsek Belawan menerima informasi turun ke lokasi melakukan olah TKP. “Anak saya ini memang sudah sakit ayan (epilepsi). Dia (korban) selama ini memang sudah stres dan sering benturkan kepala ke dinding. Karena stres makanya dia bunuh diri,” ucap Roida Hutahean kepada polisi.
Pihak kepolisian mengecek kondisi jenazah korban tidak ada ditemukan tanda kekerasan, keluarga menolak divisum dan membuat pernyataan tidak keberatan kepada Polsek Belawan.
Kapolsek Belawan, Kompol DJ Naibaho mengatakan, pihaknya sudah menangani kasus gantung diri tersebut. Dari hasil pengecekan di TKP tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban, keluarga menolak untuk divisum dan tidak keberatan dengan membuat pernyataan.
“Kita sudah minta keterangan saksi dan mengamankan barang bukti tali nilon, serta sudah menerima surat pernyataan tidak keberatan dari keluarga korban,” pungkasnya. (fac/azw)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Corporate University (BRI Corpu) menjadi pembicara di Forum Corporate Learning Improvement Process (CLIP) Steering Commite Meeting yang diselenggarakan pada 25 Maret 2021 secara virtual.
CLIP merupakan akreditasi internasional dibentuk oleh European Foundation for Management Development (EFMD) yang bertujuan untuk menilai kualitas sebuah corporate university. Sebelumnya pada November 2020 yang lalu BRI Corpu berhasil menjadi perusahaan pertama di dunia yang mendapatkan akreditasi CLIP secara online.
Selain BRI, forum tersebut juga dihadiri anggota CLIP Steering Committee yang berasal berbagai perusahaan dan lembaga pendidikan lain seperti Sberbank, Santander, IMD, Faurecia, AIA Group, Bank Indonesia, dan Pertamina. Dalam forum tersebut BRI Corpu menyampaikan roadmap hingga 3 tahun kedepan. Di tahun 2021 BRI Corpu akan berfokus pada“Personalized Learning Experience” yaitu menyediakan konten pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dan aspirasi karir setiap pekerja. Dengan Learning Management System (LMS) BRI smart, BRI Corpu menyediakan dashboard khusus yang menggambarkan kompetensi pekerja dan kebutuhan pendidikan masing-masing pekerja.
Di tahun berikutnya, BRI Corpu berencana untuk melakukan up-skilling dan re-skilling para pekerja dengan kompetensi digital yang dibutuhkan di masa depan. Hal ini dipicu oleh penelitian McKinsey, “Automation & The Future of Work” yang menyatakan sebanyak 23 juta pekerja anakan tergantikan oleh mesin di tahun 2030 dan di saat yang sama akan ada 46 juta pekerjaan baru yang muncul.
Lalu di tahun 2023, untuk memperbaiki pengalaman pembelajaran, program pembelajaran dan kinerja pembelajaran, BRI Corpu akan mengembangkan learning analytics yang dapat mengolah data dengan lebih baik sehingga mampu memprediksi kebutuhan pendidikan setiap pekerja dengan lebih akurat.(rel)
KORBAN: Jasad Jamila yang ditemukan di dalam bak mandi kediamannya.
SUMUTPOS.CO – Pelaku pembunuhan Jamilah alias Mila (45), pengusaha Toko Bunga Rampe yang ditemukan tewas di bak mandi rumahnya Jalan Pembangunan/Medan-Binjai Km 12 Sunggal ternyata suaminya sendiri, Saiful alias Ipul (40). Motif kasus pembunuhan tersebut diduga terkait harta.
KORBAN: Jasad Jamila yang ditemukan di dalam bak mandi kediamannya.
Informasi diperoleh Selasa (30/3), pelaku diringkus Polsek Medan Sunggal setelah sempat kabur ke Aceh, Minggu (28/3). Pelaku dihadiahi tiga butir peluru di kakinya karena melakukan perlawanan saat ditangkap. Pelaku kemudian men jalani perawatan di RS Bhayangkara Medan. Dari pelaku, disita sejumlah barang bukti seperti sepeda motor berplat BK 6864 AGF beserta STNK Motor dan uang tunai.
Wakapolsek Medan Sunggal, AKP Suhardiman membenarkan pelaku sudah ditangkap. Meski begitu, dia belum bisa menjelaskan secara detail terkait motif kasus pembunuhan tersebut karena masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. “Iya benar sudah diamankan,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan via seluler.
Tak jauh beda disampaikan Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, AKP Budiman Simanjuntak. Budiman belum mau memberikan pernyataan secara detail karena masih mengembangkan kasus tersebut. “Lagi proses lebih lanjut,” ujarnya singkat.
Sementara, anak korban, Na (13) mengungkapkan, pihak kepolisian telah memberitahukan keluarga bahwa pelaku telah ditangkap di Aceh. Ia berharap, pelaku yang tak lain bapak tirinya dihukum setimpal.
“Sudah ditangkap pelakunya di Aceh. Saya berharap apa yang dirasakan ibu saya, dia (pelaku) juga harus merasakannya,” ujarnya.
Anak korban menyebut, ia selama ini tinggal bersama sang nenek di kawasan Kampung Lalang. Sedangkan ibunya tinggal bersama pelaku. Diceritakannya, ia menemukan sang ibu telah tewas di dalam bak mandi pada Sabtu (27/3) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Na meyakini pelaku yang membunuh ibunya adalah ayah tirinya. Kecurigaan ini timbul lantaran sang ibu sebelumnya dikabarkan ingin pisah, tetapi pelaku tidak mau.
“Di rumah tersebut hanya ibu dan dia (pelaku) yang tinggal, tidak ada orang lain. Setelah ibu saya dibunuh, dia kabur bawa lari sepeda motor dan uang ibu saya,” pungkasnya. (ris/azw)
BELAJAR: Murid Kelas VI SD Negeri 040460 Berastagi Sumatera Utara belajar Matematika secara praktik langsung, dengan emnghitung jarak dan waktu tempuh perjalanan mereka naik angkot dari Gedung SD hingga ke Gundaling Farm.
BERASTAGI, SUMUTPOS.CO – Pelajaran Matematika bagi sejumlah siswa terkadang menjadi momen menggelisahkan. Rumus-rumus berhitung yang terkesan rumit, membuat otak terasa buntu. Padahal banyak permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang harus diselesaikan dengan Matematika.
Nah, agar mata pelajaran Matematika menarik, dimengerti, dan bermakna bagi siswa, Serma Ulipa Simbolon, guru kelas VI SD Negeri 040460 Berastagi, Sumatera Utara, membuat grup belajar (group learning) secara tatap muka, di sela-sela kebijakan belajar daring selama pandemi Covid-19. Tentu dengan persetujuan orangtua siswa dan dengan penerapan protokol kesehatan.
“Secara umum, Matematika masih dianggap sebagai pelajaran yang cukup sulit oleh siswa, karena harus berpikir lebih keras dibanding mata pelajaran lainnya. Hal ini terkadang membuat siswa tidak senang jika disajikan materi Matematika. Namun dengan belajar mengalami langsung, akan memudahkan siswa memahami materi pelajaran dari yang abstrak menjadi hal konkret,” kata Serma Ulipa mengawali penjelasan, kepada Sumut Pos, Selasa (30/3).
Menurutnya, proses belajar mengalami langsung dengan cara mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata anak, akan membuat siswa merasakan manfaatnya. “Jika memungkinkan, pembelajaran dimulai dari persoalan sehari-hari atau situasi nyata menjadi persoalan Matematika, sehingga dapat diselesaikan,” tutur salahsatu Fasilitator Daerah Komunikasi Karo Program Pintar Tanoto Foundation ini, dengan nada ringan.
Maka, pada pembelajaran Matematika dengan materi ajar menentukan jarak antar tempat dan mengukur waktu tempuhnya, Serma Ulipa mengajak anak-anak didiknya bepergian dari SD Negeri 040460 Berastagi menuju tempat pemerahan susu (Gudaling Farm) di Kota Berastagi. Ia memilih perjalanan menaiki kendaraan umum.
“Awalnya, saya jelasnya tujuan pembelajaran betapa perlunya mengetahui jarak yang ditempuh, agar kecepatan dan waktu bisa diatur sebelum bepergian. Sebelum berangkat, saya mengondisikan dua orang siswa duduk di samping Pak Sopir. Sedangkan siswa lain yang memiliki hape Android mengaktifkan penghitung waktu,” katanya menjelaskan metode belajar yang digunakannya.
Selama perjalanan di atas angkot, ia menstimulus para murid dengan sesi tanya jawab. “Bagaimana cara agar kita cepat tiba di tujuan?” tanyanya.
Salahseorang siswa bernama Rangga menjawab: “Mobilnya harus kencang, Bu!”
”Oke, berapa kilometer jarak SD 6 ke Gundaling Farm dan jam berapa kita sampai ke tujuan?” lanjutnya bertanya.
Serentak siswa menjawab: “Tidak tahu, Bu!”
Lantas, Serma Ulipa menjelaskan, untuk mengetahui jarak antara SD 6 ke Gundaling Farm, siswa perlu mengetahui kecepatan laju kendaraan dan waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak yang dituju.
“Bagaimana cara mengetahuinya, Bu?” tanya seorang siswa penasaran.
“Nah… temanmu yang duduk di samping Pak Sopir, akan mengamati speedometer mobil selama dalam perjalanan. Temanmu yang mengaktifkan penghitung waktu, nanti akan menonaktifkan penghitung saat kita tiba di tujuan,” jelasnya.
BELAJAR: Serma Ulipa Simbolon, Guru Kelas VI SD Negeri 040460 Berastagi Sumatera Utara, membuat grup belajar (group learning) secara tatap muka di sela-sela kebijakan belajar daring selama pandemi Covid-19.
Setiba di Gundaling Farm, para siswa diminta menulis keterangan berapa laju kecepatan mobil dari speedometer angkot yang diamati, dan waktu tempuh yang tercatat sesuai penghitung waktu di hape Android.
Selanjutnya, Serma mengadakan tanya jawab agar siswa menemukan sendiri cara menentukan jarak yang ditempuh, dengan beberapa contoh soal cerita secara lisan. Siswa menanggapi pertanyaan guru dengan gagasan atau jawaban yang berbeda-beda.
Kemudian, Serma menyerahkan lembar kerja peserta didik untuk digunakan siswa menentukan jarak yang telah ditempuh dengan rumus Matematika.
“Siswa saya minta berdiskusi secara berpasangan, untuk menyelesaikan soal pada lembar kerja peserta didik,” ungkapnya.
Pada akhir pembelajaran melakukan refleksi, beberapa siswa memberi tanggapan akan pengalaman belajarnya.
Siswa bernama Nurmala penuh semangat mengaku senang belajar Matematika dengan cara seperti itu. “Sambil jalan-jalan bisa dapat pelajaran, dan saya jadi mudah mengerti,” katanya sembari tersenyum lebar.
Siswa bernama Hazael menambahkan: “Saya jadi tahu Bu, kalau naik kendaraan perlu diatur kecepatannya agar tidak terlambat ke tujuan.”
Senang metode belajarnya disambut penuh semangat oleh siswa, dan juga dipahami, serma Ulipa mengakhiri pembelajaran dengan memberi penguatan.
“Guru sebagai fasilitator akan memberi kenyamanan kepada siswa untuk mengalami proses belajarnya dengan mengalami dan mencoba, sehingga mampu menemukan konsep Matematika. Pembelajaran yang mengandung unsur MiKIR, salahsatunya Mengalami dari program Tanoto Foundation, membuat siswa menjadi kritis dan aktif, apabila pembelajaran dirancang dengan kreatif,” tutupnya manis. (rel/mea)
MEDAN, SUMUTPOS.CO– Melengkapi Paket Internet Smartfren Unlimited Lite Rp55.000 dan Smartfren Unlimited Maxi Rp80.000, Smartfren kembali meluncurkan Paket Unlimited Pro Rp70.000 di akhir Maret 2021.
Kartu perdana Unlimited Pro bisa diperoleh pelanggan di outlet-outlet terdekat, sedangkan untuk paket Unlimited Pro bisa dibeli melalui aplikasi MySmartfren mulai 30 Maret 2021.
Hadirnya Smartfren Unlimited Pro, semakin mengukuhkan Smartfren sebagai market leader layanan internet “Paket Unlimited”.
Dengan demikian Kartu Perdana Smartfren Unlimited semakin relevan memenuhi segala kebutuhan internet pelanggan, mulai Kartu Perdana Unlimited Maxi Rp22.500 dengan FUP 1 GB/hari berlaku 7 hari, Kartu Perdana Unlimited Lite Rp55.000 dengan FUP 500 MB/hari berlaku 28 hari, Kartu Perdana Unlimited Maxi Rp80.000 dengan FUP 1 GB/hari berlaku 28 hari, dan terbaru Kartu Perdana Smartfren Unlimited Pro Rp70.000.
“Smartfren Unlimited Pro memiliki masa aktif 28 hari dan fair usage policy (FUP) sebesar 750 MB setiap hari. Dengan batas pemakaian wajar harian 750 MB/hari, pelanggan dapat menikmati akses ke semua aplikasi mulai dari aplikasi belajar online, media sosial, streaming dan banyak lagi. Tak hanya itu saja, Smartfren Unlimited bisa digunakan kapan saja dan dimana saja karena tidak ada batasan lokasi. Selain itu, pelanggan akan diberikan benefit tambahan yaitu Extra Unlimited Malam Full Speed yang bisa dinikmati mulai jam 01.00 – 05.00 WIB dan tentunya di jaringan Smartfren yang 100% 4G LTE,” jelas Jefry Bafubara, Regional Head Northern Sumatera Smartfren.
Jefry menambahkan, pengguna Unlimited Pro juga mendapatkan rejeki besar dengan mudah melalui program Rejeki WOW Treasure Hunt. Smartfren menyediakan total hadiah hingga miliaran rupiah untuk pelanggan peserta program ini. Hadiah yang disediakan mulai dari bonus pulsa, smartphone, laptop, motor, tabungan ratusan juta, hingga mobil.
Caranya mudah, pelanggan cukup install aplikasi MySmartfren yang sudah tersedia di iOS dan Android. Setelah itu pelanggan akan mendapat perahu yang dapat dipakai untuk berburu harta karun dan berpindah pulau. Setiap kali pelanggan melakukan isi ulang pulsa, membeli paket internet, atau membayar tagihan pascabayar, kapal tersebut akan bergerak dari satu pulau ke pulau lain. Setiap pulau tersebut memiliki peti harta berisi hadiah.
Ada beberapa pilihan paket internet Smartfren Unlimited terbaru, seperti Kartu Perdana Unlimited Maxi 7 Hari, FUP 1 GB/hari, senilai Rp22.5 ribu, Unlimited Lite 28 Hari, FUP 500 MB/hari, senilai Rp55 ribu, Unlimited Pro 28 Hari, FUP 750 MB/hari, senilai Rp70 ribu, dan Unlimited Maxi 28 Hari, FUP 1 GB/hari, senilai Rp80 ribu
Sedangkan untuk voucher data, ada beberapa pilihan seperti, Unlimited Maxi 7 Hari, FUP 1 GB/hari, senilai Rp20 ribu, Unlimited Maxi 14 Hari, FUP 1 GB/hari, senilai Rp40 ribu, Unlimited Lite 28 Hari, FUP 500 MB/hari, senilai Rp55 ribu, Unlimited Maxi 28 Hari, dan FUP 1 GB/hari, senilai Rp80 ribu.