27 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 3558

Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, 2 Tewas 20 Luka-luka, Polda Sumut Siaga 1

BOM BUNUH DIRI: Polisi membawa sebuah kantong berisi potongan tubuh yang diduga merupakan terduga pelaku aksi pengeboman bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3). Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Merdisyam mengatakan bom yang meledak di gerbang Gereja Katedral Makassar tersebut kategori high explosive atau berdaya ledak tinggi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3) pagi. Ledakan terjadi sekitar pukul 10.28 WITA atau sesaat setelah jemaah menyelesaikan misa. Mabes Polri memastikan pelaku bom bunuh diri berjumlah dua orang. Kedua pelaku tewas dalam peristiwa itu, sementara 20 warga luka-luka. Menyusul aksi bom, empat Polda langsung siaga teror. Salahsatunya Polda Sumatera Utara.

BOM BUNUH DIRI: Polisi membawa sebuah kantong berisi potongan tubuh yang diduga merupakan terduga pelaku aksi pengeboman bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3). Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Merdisyam mengatakan bom yang meledak di gerbang Gereja Katedral Makassar tersebut kategori high explosive atau berdaya ledak tinggi.

SEJUMLAH Kepala Kepolisian Daerah di beberapa wilayah memerintahkan peningkatan patroli dan penjagaan keamanan usai ledakan bom di Gereja Katedral Makassar. Aparat di empat daerah yang meningkatkan kewaspadaan yakni di DKI Jakarta, Surabaya, Medan dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Personel kepolisian bukan saja disiagakan di gereja-gereja, melainkan juga di markas-markas komando (mako) masing-masing wilayah.

Adapun bom bunuh diri depan gereja yang beralamat di Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, menurut pastor Gereja Katedral Makassar, Wilhelmus Tulak, menjelaskan terjadi tepat di depan gerbang gereja pada pukul 10.30 WITA usai ibadah kedua atau misa kedua.

“Jadi umat yang ikut ibadah kedua sudah pulang. Nah, kebetulan gereja kami ada beberapa pintu masuk dan pintu keluar sehingga tidak terkonsentrasi pada salah satu pintu,” kata Tulak, Minggu (28/3).

Ia menjelaskan dua orang yang diduga pelaku bom bunuh diri mengendarai motor dan mencoba masuk ke dalam saat transisi menuju ibadah ketiga. Namun, aksi tersebut digagalkan oleh petugas keamanan yang sudah mengamati.

“Menurut penuturan petugas keamanan saya, dia sudah melihat bahwa ada dua orang mencurigakan. Lalu diamati dan ternyata betul nekat masuk ke lokasi gereja tapi ditahan,” kata Tulak.

Ia melanjutkan, “Nah jam 11.00 WITA ada lagi ibadah ketiga, itu (umat) yang pada datang. Jadi, sebetulnya sedang terjadi pergantian umat yang selesai beribadah dan yang akan beribadah.”

Tulak mengingat bom meledak beberapa saat setelah ia selesai menunaikan ibadah kedua. Kala itu ia masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian dan seketika bom meledak yang terdengar sangat keras.

Menurutnya, kerasnya ledakan bom itu terlihat dari seluruh kaca hotel yang berada di sebelah Gereja Katedral Makassar pecah. Sejumlah umat yang berada di dekat ledakan mengalami luka-luka, begitu pula dengan petugas keamanan yang menahan pelaku.

Menyusul aksi bom tersebut, Keuskupan Agung Makassar membatalkan misa atau upacara peribadatan di Gereja Katedral. “Khusus untuk paroki Katedral Makassar, misa minggu palma, dari siang sampai malam hari ini dibatalkan,” ujar Pastor Wilhelmus Tulak dalam siaran video di akun YouTube, Minggu (28/3).

Wilhelmus mengimbau kepada pastor dan seluruh umat agar tetap tenang menyikapi insiden ledakan tersebut. Ia meminta umat Katolik mempercayakan penanganan kasus tersebut ke aparat keamanan.

1 Pelaku Tewas, 20 Luka

Polisi memastikan insiden ledakan bom bunuh diri di depan Gerbang Katedral Makassar telah menewaskan satu orang pelaku. Namun insiden itu membuat sebanyak 20 warga mengalami luka-luka berat, sedang, dan ringan. Mereka terdiri dari petugas keamanan gereja, warga, petugas gereja, dan jemaat. Saat ini, mereka telah dirawat di rumah sakit.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadivhumas) Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono membeberkan sejumlah temuan polisi dari insiden tersebut. Polisi mengungkapkan terduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, terdiri atas dua orang. “Pelaku 2 orang. Sedang kita cek,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono.

Satu orang dipastikan berjenis kelamin laki-laki. Namun satu lagi belum diketahui. Proses penyelidikan identitas masih dilakukan. Tim masih memeriksa potongan-potongan tubuh dari pelaku.

“Kita sudah menggelar police line kita akan menyisir, kita akan olah TKP dengan berbagai metode. Entah itu metode spiral untuk melihat barang bukti. Dari Inafis dan Puslabfor saat ini sedang menyisir baik temuan tubuh korban, serpihan, sedang kita olah,” ujarnya.

Lebih lanjut Argo juga mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kelompok atau jaringan teror pelaku bom bunuh diri. Termasuk keterkaitan pelaku dengan aktivitas organisasi teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Nama JAD dicurigai, lantaran dalam beberapa pekan terakhir kepolisian di Makassar dan sejumlah kota lain di Indonesia aktif menangkap puluhan anggota kelompok teror tersebut. Dalam penangkapan di Makassar sejumlah anggota JAD ditembak polisi karena melawan.

Argo menuturkan ada 20 korban yang terluka akibat serpihan material bom. Luka di antaranya mengenai wajah, leher, hingga kaki para korban. Para korban bom tersebut sedang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Dia menambahkan polisi masih menyelidiki lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. Termasuk terhadap dugaan keterkaitan terduga pelaku dengan jaringan terorisme. “Setelah kita dapat hasil olah TKP, kemudian kita ketahui sumber ledakan, apa itu berapa satu bom, apa itu high explosive atau low explosive, itu bagian penyelidikan Densus. Nanti kita bisa ketahui jaringan mana. Mohon bersabar untuk jaringan apa sedang kita lakukan penyelidikan,” ungkap Argo.

Saat ini sejumlah aparat keamanan berjaga dan menyisir titik-titik di lokasi kejadian. Sementara itu seluruh aktivitas misa dan kegiatan lain di gereja dihentikan.

Berdaya Ledak Tinggi

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Merdisyam, menyatakan bom bunuh diri yang terjadi di gerbang Gereja Katedral Makassar memiliki daya ledak tinggi atau high explosive. “Berdasarkan analisa tim, itu masuk dalam kategori high explosive, yang merakit ini sangat paham dalam hal kerja-kerja peledakan,” kata Merdisyam sebagaimana dilansir Antara, Minggu (28/3).

Ia mengatakan, tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Cabang Makassar, Inafis, Densus 88 Antiteror dan Gegana Brimob Polda Sulsel masih melakukan penyelidikan untuk mengusut kasus bom bunuh diri ini.

Selain itu, tim Densus 88 Antiteror juga masih mendalami jaringan kelompok teroris yang menjadi dalang bom bunuh diri kali ini. Diketahui sampai saat ini polisi belum bisa memastikan jaringan teroris yang terlibat.

“Teman-teman di lapangan juga masih selidiki jaringan apa yang terlibat dalam bom bunuh diri itu,” kata Merdisyam.

Empat Polda Siaga Teror

Menyusul aksi bom bunuh diri di Makassar, sejumlah Kapolda memerintahkan peningkatan patroli dan penjagaan keamanan. Yakni di DKI Jakarta, Surabaya, Medan dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Personel kepolisian bukan saja disiagakan di gereja-gereja melainkan juga di markas-markas komando (mako) masing-masing wilayah.

Peningkatan penjagaan keamanan di setiap markas komando diterapkan di wilayah Sumatera Utara. Kewaspadaan juga diberlakukan di sejumlah tempat umum dan rumah ibadah.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak memerintahkan seluruh Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) untuk memperketat pengamanan usai ledakan bom di Gereja Katedral Makassar.

“Periksa setiap orang yang tidak dikenal saat mendatangi mako. Tingkatkan kewaspadaan pengamanan mako dalam mengantisipasi terjadinya aksi teror,” tutur Hadi Wahyudi.

Hadi pun memaparkan, polisi juga bakal memperketat Standar Prosedur Operasional (SOP) yang selama ini berjalan. “Polda Sumut sebelum kejadian ledakan bom Makassar pun sudah menyiagakan pasukan gabungan dari Sat Brimobda Sumut, Dit Samapta, Unit Jihandak, Unit Gultor yang setiap saat bergerak, juga diinstruksikan melaksanakan tugas mengamankan mencegah aksi terorisme,” papar dia lagi.

Hadi pun mengimbau warga Sumatera Utara untuk tidak panik dan tetap tenang menyikapi insiden ledakan di Gereja Katedral Makassar.

“Tingkatkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar, selalu berinteraksi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa di desa atau kelurahan masing-masing, libatkan seluruh pemangku kepentingan yang ada di wilayah, seperti pemuka agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda,” pungkas Hadi.

Di Ibu Kota, Polda Metro Jaya juga menerapkan pengetatan penjagaan di gereja dan lokasi-lokasi lain. “Ini nggak cuma gereja, tapi semua tempat termasuk pengamanan mako kita akan tingkatkan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Minggu (28/3).

Selain itu, kata Yusri, pihaknya juga bakal mengecek kamera CCTV di seluruh gereja. Langkah ini, sebagai bagian dari proses pengamanan. “Kemudian kita juga melakukan pengecekan fungsi CCTV di beberapa gereja agar memastikan CCTV berfungsi dengan baik juga untuk membantu kegiatan monitoring-nya ya,” tutur dia.

Disampaikan Yusri, patroli gabungan bersama TNI dan pemerintah daerah juga ditingkatkan demi memastikan keamanan dan kenyamanan warga Jakarta. “Kegiatan rutin ditingkatkan bersama-sama dengan teman-teman TNI, Pemprov dan Pam Swakarsa menjaga keamanan masing-masing, kita tingkatkan kegiatan pengamanan rutin,” kata dia lagi.

Lebih lanjut, Yusri mengimbau masyarakat Jakarta untuk tidak panik pascaledakan bom di Gereja Katedral Makassar. Warga pun diminta untuk tetap beraktivitas seperti biasa, termasuk, aktivitas agama. Apalagi, diketahui saat ini umat nasrani akan segera merayakan Hari Paskah. “Masyarakat diimbau agar tidak panik, aktivitas agama juga silakan berjalan dengan baik,” katanya.

Langkah serupa juga dilakukan di Surabaya. Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta menginstruksikan jajarannya untuk memperketat penjagaan di markas kepolisian, kantor pemerintahan dan, gereja.

“Sudah diinstruksikan sama Bapak Kapolda untuk memperketat semua penjagaan instansi Polri yang ada di Jawa Timur,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Minggu (28/3).

Gatot Repli menuturkan, fokus utama titik penjagaan personel gabungan adalah daerah-daerah yang dianggap rawan. Sejumlah kawasan itu di antaranya wilayah Surabaya dan Malang. “Kepada anggota untuk tetap waspada dan kita monitoring daerah daerah yang rawan. Titik rawan Surabaya dan Malang,” kata dia.

Nantinya, lanjut Gatot, bakal ada 10 personel yang disiagakan di masing-masing gereja. Baik personel terbuka alias berseragam lengkap maupun intelijen. “Makanya itu yang diutamakan Malang dan Surabaya, tapi tempat lain juga sama. Tiap Gereja mungkin ada masing-masing 10 anggota baik anggota terbuka maupun tertutup,” pungkas Gatot.

Peningkatan penjagaan juga diperintahkan Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Lotharia Latif. Ia meminta seluruh personel bersiaga menjaga keamanan perayaan Paskah di Kupang, NTT.

Dia menegaskan, pengamanan dan patroli sejak awal memang dilakukan di gereja-gereja setiap kali perayaan Paskah tiba. Tapi dengan insiden bom di Makassar, menurut Lotharia, patroli dan penjagaan di seluruh gereja bakal ditingkatkan terutama yang di lokasi yang melangsungkan ibadah.

“Jangan mudah terprovokasi oleh info-info yang tidak benar atau hoaks” kata Lotharia Latif melalui keterangan tertulis, Minggu (28/3) siang.

“Segera hubungi kantor polisi atau personel keamanan untuk mengklarifikasi setiap isu yang berkembang sehingga tidak termakan dengan informasi hoaks,” kata dia lagi.

Kecaman Ormas dan Pemerintah

Sejumlah warga, organisasi masyarakat dan pemerintah senada mengutuk keras insiden di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Setidaknya, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) angkat suara menyikapi aksi teror yang mengakibatkan belasan orang luka-luka.

Ketua PWI, Romo Ignatius Suharyo, menyebut bahwa ledakan bom bunuh diri itu bukan hanya melukai hati umat Katolik, melainkan juga seluruh bangsa Indonesia dan kemanusiaan.

Sementara pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD menegaskan aparat penegak hukum akan bekerja semaksimal mungkin termasuk mengungkap jaringan teroris terduga pelaku.

“Pemerintah mengutuk keras teror bom bunuh diri tersebut dan akan terus melakukan pengejaran terhadap jaringan para pelakunya. Jika ada yang tahu atau mencurigai sesuatu yang terkait dengan peristiwa tersebut harap menginformasikan ke kantor polisi terdekat atau ke aparat yang terkait,” kata Mahfud sebagaimana cuitan pada akun twitter @mohmahfudmd, Minggu (28/3). (cnn/net)

Dorong Digitalisasi Sektor Pendidikan, Gojek-Poltekpar Medan Jalin Kerja Sama

PLAKAT: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat menunjukkan plakat yang diberikan oleh Gojek pada acara di Medan, Sabtu (27/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gojek, super app terbesar di Asia Tenggara terus menunjukkan komitmennya untuk menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat. Salah satunya lewat upaya mendukung digitalisasi sektor pendidikan di Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan, Sabtu (27/3).

PLAKAT: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat menunjukkan plakat yang diberikan oleh Gojek pada acara di Medan, Sabtu (27/3).

Head of Public Policy and Government Relations Sumatera, Muhammad Ruslan mewakili Gojek dalam penandatanganan ini, dan Direktur Politeknik Pariwisata Medan, Dr Anwari Masatip mewakili Politeknik Pariwisata Medan.

Acara penandatanganan MoU antara Gojek dan Poltekpar Medan ini juga disaksikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno yang juga akan mengisi sesi ngobrol sore santai dalam tema Warkop Gojek Poltekpar bersama sejumlah merchant GoFood terbaik Gojek Medan di Taman Perintis Inkubator Poltekpar Medan. Acara ngobrol santai ini dipandu oleh Head of PPGR Gojek Sumatera dan Direktur Poltekpar Medan.

Direktur Poltekpar Medan, Dr. Anwari Masatip S Sos, MM Par memberikan apresiasinya kepada Gojek atas sinergi yang terbangun antara kedua belah pihak.

“Sebagai sebuah karya anak bangsa Gojek secara nyata memberikan komitmennya bagi anak-anak bangsa. Dalam hal ini para mahasiswa di Poltekpar Medan untuk bisa mendapat ilmu terkait digitalisasi dan teknologi dari pakarnya langsung. Hal ini menjadi penting, mengingat ke depannya peran dunia digital dalam sektor pendidikan dan sektor pariwisata akan terus meningkat. Menjadi sebuah nilai lebih bagi kami di Poltekpar untuk bisa mengejar hal ini lewat peran serta Gojek, melalui komitmennya dalam kerja sama ini,” jelas Dr. Anwari.

Kerja sama antara Gojek dengan Politeknik Pariwisata Medan ini meliputi kerja sama dalam aktivitas belajar mengajar yang menghadirkan para pakar dari Gojek dalam materi perkuliahan di Poltekpar Medan, kesempatan magang di Gojek bagi para mahasiswa yang berprestasi, pengiriman barang dan dokumen kerja dengan menggunakan layanan GoSend, serta kegiatan-kegiatan promosi lain yang memberikan manfaat para mahasiswa dan tenaga pengajar di lingkungan Poltekpar Medan.

Head of Public Policy and Government Relations Gojek Sumatera, Muhammad Ruslan menyatakan,”Kami menyampaikan terima kasih kepada Poltekpar Medan yang memilih untuk membangun sinergi bersama Gojek untuk mendorong digitalisasi sektor pendidikan. Upaya ini adalah merupakan komitmen Gojek untuk terus bisa memberikan dampak sosial dalam semua inisiatifnya. Kami berharap kerja sama ini bisa melahirkan anak-anak muda penggiat pariwisata khususnya di bidang kuliner atau makanan yang menguasai teknologi digital agar bisa mengembangkan sektor pariwisata di Sumatera Utara, khususnya Medan dan bahkan dalam skala lebih luas, yakni Indonesia.”

Selain penandatanganan MoU antara Gojek dan Poltekpar, acara ini juga menjadi momen Deklarasi UMKM yang akan secara khusus memberikan perhatian dan ruang pengembangan UMKM di Kota Medan yang ditandatangani oleh Menparekraf, perwakilan Gojek dan Direktur Poltekpar Medan.

Dalam sambutannya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyampaikan,”Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang dilakukan antara kedua belah pihak. Saya sempat tanya semua produk kuliner disini berapa bintangnya? Ternyata semua bintang lima. Jadi ini adalah produk best of the best dari Medan. Saya bersyukur mereka telah menjadi jawara di tengah-tengah pandemi. Nah ini yang perlu kita showcase ke anak-anak didik kita. Sehingga mereka bisa menciptakan produk-produk ekonomi kreatif yang mendukung pariwisata. Saya ingin lulusan Poltekpar Medan ini menjadi lulusan dengan kualitas terbaik di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus menjadi pengusaha-pengusaha sukses,” tutupnya. (rel/ram)

Lanjutkan Transformasi Digital Perbankan, Bank Mandiri Perkenalkan Livin’ by Mandiri

LAUNCHING : RCEO Region I/Sumatera 1 - Bank Mandiri, Angga Erlangga Hanafie bersama Executive Vice President West Area Sales Telkomsel Gilang Prasetya dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Soekowardojo beserta jajaran saat launching Livin by Mandiri di Medan, Minggu (28/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Transformasi layanan perbankan digital Bank Mandiri berlanjut. Kali ini Bank Mandiri memperkenalkan Livin’ by Mandiri sebagai penyempurnaan dari aplikasi Mandiri Online untuk meningkatkan kemudahan dan kenyamanan nasabah dalam mengakses layanan perbankan perseroan di era bank 4.0 yang mulai di launching 13 Maret 2021 untuk pengguna iOS dan 14 Maret 2021 untuk Android.

LAUNCHING : RCEO Region I/Sumatera 1 – Bank Mandiri, Angga Erlangga Hanafie bersama Executive Vice President West Area Sales Telkomsel Gilang Prasetya dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Soekowardojo beserta jajaran saat launching Livin by Mandiri di Medan, Minggu (28/3).

Dalam keterangan resminya, Regional CEO Bank Mandiri Region 1 / Sumatera I Angga Erlangga Hanafie menyampaikan bahwa transformasi layanan perbankan digital ini merupakan inisiatif strategis Bank Mandiri untuk menjadi Modern Digital Retail Bank dengan layanan yang adaptif terhadap kebiasaan baru nasabah dalam bertransaksi. Kini, layanan perbankan tak lagi terbatas pada fisik kantor bank, namun lebih pada konsep real time agar bisa diakses dan dimanfaatkan kapan saja dan di mana saja oleh nasabah melalui aplikasi dan platform digital.

“Sebagai penyesuaian dari aplikasi Mandiri Online, Livin’ by Mandiri akan menjadi sebuah super app yang memanfaatkan pendekatan AI untuk menciptakan sentuhan personal yang unik dan modern dalam akses layanan keuangan yang lengkap, termasuk ke biller dan produk perusahaan anak,” kata Angga.

Angga menyatakan pada Livin’ by Mandiri, nasabah bisa melakukan transaksi seperti biasa. Karena, aplikasi Livin’ by Mandiri ini merupakan rebranding dari sebelumnya Mandiri Online. Secara filosofis, lanjutnya, nama Livin’ by Mandiri mengandung makna kawan atau sahabat dekat yang dapat diandalkan untuk hidup yang lebih mudah dan bahagia. Adapun, warna biru pada penulisan melambangkan kepercayaan, keamanan, yang semakin melengkapi makna Livin’ by Mandiri sebagai sahabat yang dapat diandalkan.

Aplikasi Livin’ by Mandiri akan menjadi salah satu milestone dalam transformasi perbankan digital retail yang telah berlangsung di Bank Mandiri sejak 1999 melalui layanan Mandiri ATM dan EDC untuk melayani transaksi non-tunai nasabah. Transformasi berlanjut dengan kehadiran Mandiri SMS dan Call Center pada 2002, serta Mandiri Internet pada 2003.

“Pada 2008, kami mengembangkan uang elektronik berbasis chip bernama Mandiri e-Money dan uang elektronik berbasis server bernama Mandiri e-Cash pada 2013. Kami juga telah mengenalkan Mandiri Clickpay sebagai layanan pembayaran cepat yang memanfaatkan kartu debit pada 2011,” tutupnya. (rel/azw)

STIKes Murni Teguh Menggelar Acara Capping Day
Program Studi S-1 Ilmu Keperawatan dan D3 Kebidanan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Murni Teguh, menggelar Acara Capping Day Mahasiswa S-1 Ilmu Keperawatan dan D3 Kebidanan di Auditorium STIKes Murni Teguh pada (06/03) lalu. Hadir pada acara ini, Kepala Lembaga Layanan pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si, Ketua PPNI Kota Medan Jefri Banjarnahor, S.Kep, Ns, M.Kep, Ketua IBI Kota Medan Rohma Sitanggang, SKM, MKM, Ketua Yayasan Tapeumulia Bangsa beserta jajaran, Ketua STIKes dan Civitas Akademika STIKes Murni Teguh.

Dalam sambutannya, Kepala Lembaga Layanan pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si, mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa/i yang telah melaksanakan capping day, prosesi ini merupakan langkah awal agar mahasiswa/i dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia pekerjaan lewat aplikasi praktik dari ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan yang akan diterapkan di lapangan. STIKes Murni Teguh merupakan perguruan tinggi yang menyiapkan calon lulusannya agar siap dipekerjakan di beberapa cabang RS Murni Teguh yang ada di Indonesia. Tentunya tidak hanya peluang untuk bekerja di RS Murni Teguh saja namun calon perawat dan bidan ini nantinya akan berkesempatan besar untuk bekerja di luar negeri,’’ujarnya.

Ketua Yayasan, Dr. dr. Mutiara, MHA, MKT menyampaikan selamat kepada mahasiswa/i yang dapat melaksanakan capping day sekalipun saat ini situasi pandemi yang melanda negara kita, semoga ini tidak menjadi penghalang bagi anak-anak kita untuk meraih cita-citanya. Profesi perawat dan bidan merupakan profesi yang melayani dengan caring dan tidak dapat digantikan dengan teknologi apapun. Yayasan selalu memberi dukungan terhadap program dari STIKes Murni Teguh khususnya terkait dengan pengembangan karir lulusan dan memfasilitasi lulusan agar dapat langsung bekerja di Rumah sakit Murni Teguh beserta cabang-cabangnya. Yayasan juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan STIKes Murni Teguh menuju Universitas dan menambah program studi yang dibutuhkan oleh pengguna lulusan yang mampu bersaing dikancah nasional maupun international.

Sementara Ketua STIKes Murni Teguh, Seriga Banjarnahor, S.Kep., Ns., MARS, menyampaikan STIKes Murni Teguh memasuki usia 4 tahun STIKes Murni Teguh sangat bersyukur dan bangga atas diraihnya akreditasi B untuk Program Studi S-1 Ilmu Keperawatan dan D3 Kebidanan. Kedepannya STIKes Murni Teguh akan menghadapi banyak tantangan. Menyikapi tantangan tersebut STIKes Murni Teguh selalu mempersiapkan diri khususnya dalam pengembangan sumberdaya, sarana dan prsarana. Disamping itu pula demi menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan teknologi di era 4.0 menuju 5.0 STIKes Murni Teguh menyesuaikan diri dengan berbagai fasilitas sistem informasi berbasis online dan sesuai dengan standar Kemenristekdikti. Semoga STIKes Murni Teguh dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang memiliki kemampuan beradaptasi yang baik serta memiliki inovasi dalam rangka menghadapi persaingan global. Ketua STIKes Murni Teguh juga berharap sejumlah 78 orang mahasiswa tersebut lulus tepat waktu untuk dapat ditempatkan di cabang Rumah Sakit Murni Teguh yang ada di seluruh Indonesia.

STIKes Murni Teguh juga selalu meningkatkan kualitas seluruh dosen melalui kegiatan tridharma perguruan tinggi lewat pelaksanaan pendidikan, penelitian baik yang didanai mandiri, Yayasan maupun hibah eksternal institusi dan kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa bekerjasama dengan RS Murni Teguh, Dinas Kesehatan, Organisasi Profesi dan lembaga lainnya. STIKes Murni Teguh juga melaksanakan pengabdian masyarakat yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Disamping itu juga untuk meningkatkan kinerja dan kualitas perguruan tinggi STIKes Murni Teguh telah menjalin MoU baik dalam dan luar negeri. (*/inf)

Modus sebagai Teknisi Wifi, Perampok di Sunggal Ditembak Polisi

DIPAPARKAN: Perampok modus sebagai teknisi wifi dipaparkan Polsek Medan Sunggal, Jumat (26/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perampok dengan modus sebagai teknisi wifi ditembak personel Polsek Medan Sunggal. Tersangka ditembak karena berusaha melawan saat ditangkap petugas.

DIPAPARKAN: Perampok modus sebagai teknisi wifi dipaparkan Polsek Medan Sunggal, Jumat (26/3).

Pelaku perampokan, Mardiansyah (39) warga Jalan Besar Tanjung Selamat Gang Mekar Desa Tanjungselamat Sunggal. Perampok ini sebelumnya ditangkap ketika berada di warung kopi Simpang Pos Jalan Jamin Ginting, Jumat (26/3) malam.

Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, AKP Budiman Simanjuntak menjelaskan, pelaku melakukan perampokan di rumah Evi Agustian (28) Jalan Patriot, Medan Sunggal, Selasa (23/3). “Awalnya korban sedang berada di rumahnya bersama dua anaknya yang berusia 6 dan 4 tahun. Saat itu, pelaku datang ke rumah korban mengaku sebagai teknisi jaringan wifi dan berpura-pura menanyakan kerusakan wifi di rumah korban,” ujarnya.

Namun lanjut Budiman, korban menjawab bahwa jaringan wifi di rumahnya sudah pulih kembali. Akan tetapi, pelaku tak kehabisan akal sehingga berpura-pura hendak memfoto instalasi jaringan wifi yang berada di rumah korban dengan alasan untuk laporan ke kantornya.

Korban yang tidak curiga terhadap pelaku, lalu mempersilahkan untuk masuk ke dalam rumahnya. Di dalam rumah, pelaku menyuruh korban untuk mengecek password wifi di handphonenya. Karena ponsel android-nya berada di kamar, korban pun naik ke lantai dua untuk mengambilnya dan pelaku mengikuti dari belakang.

“Begitu korban masuk ke dalam kamar, pelaku langsung menutup pintu dan menguncinya. Pelaku langsung mengeluarkan senjata yang mirip senjata api dan langsung menodongkannya ke arah korban lalu mengancam akan membunuh korban,” jelasnya.

Korban yang ketakutan dan tak mau mati konyol, kemudian dompetnya yang diletakkan di dalam lemari. Selanjutnya, korban memberikan uang sebesar Rp1 juta kepada pelaku dengan harapan agar jangan dibunuh. Meski sudah mendapat uang tunai, namun pelaku tak merasa puas dan memaksa agar korban memberikan kartu ATM bank miliknya. “Setelah mendapatkan kartu ATM, pelaku memborgol tangan korban dan mengaitkannya di lemari. Kemudian, pelaku pergi dan melarikan ponsel milik korban,” kata Budiman.

Korban lalu berusaha melepaskan borgol di tangannya. Setelah berhasil, korban mendatangi kantor Polsek Medan Sunggal untuk melaporkan kejadian perampokan yang dialaminya. “Dari laporan korban, petugas kita turun ke lokasi melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi pelaku,” ucapnya.

Budiman menyebutkan, setelah tiga hari berlalu, pihaknya mendapat informasi keberadaan pelaku yang sedang duduk di sebuah warkop Jalan Jamin Ginting Simpang Pos. Tanpa buang waktu, personil datang ke lokasi dan meringkus pelaku dengan mudah.

“Namun saat hendak diboyong ke kantor, pelaku melakukan perlawanan dan berusaha merampas senjata anggota. Karena itu, petugas terpaksa melumpuhkan pelaku menembak kakinya,” terangnya.

Dia menambahkan, selain pelaku, turut diamankan barang bukti 1 paket sabu-sabu, 1 unit handphone merk Samsung A715f milik korban, sepucuk softgun merk Glock 19 yang digunakan saat beraksi, 1 unit sepeda motor Vario BK 6912 AIF dan uang tunai Rp850 ribu. “Tersangka kita jerat dengan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman di atas 5 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (ris/azw)

Simpan 15 Kg Sabu dan 60 Ribu Ekstasi: Dua Sejoli Tetap Divonis Penjara Seumur Hidup

SIDANG: Dua terdakwa penyimpan 15 kg sabu dan 60 ribu ekstasi, saat menjalani sidang vonis beberapa waktu lalu di PN Medan.agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Tinggi (PT) Medan menghukum seumur hidup Wahyudi Syahputra (23) dan Rika Nurainun (19). Dua sejoli ini tetap dihukum seumur hidup, karena terbukti bersalah menyimpan sabu seberat 15 kilogram (kg) dan 60 ribu butir ekstasi.

SIDANG: Dua terdakwa penyimpan 15 kg sabu dan 60 ribu ekstasi, saat menjalani sidang vonis beberapa waktu lalu di PN Medan.agusman/sumut pos.

“Mengadili, menerima permintaan banding dari penuntut umum. Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 2279/Pid.Sus/2020/PN Mdn tanggal 21 Desember 2020 yang dimintakan banding,” ujar Majelis Hakim banding yang diketuai Karto Sirait, sebagaimana dikutip dari website PT Medan, Minggu (28/3).

Sebelumnya di Pengadilan Negeri (PN) Medan, kedua terdakwa ini lolos dari hukuman mati setelah hakim Merry Donna menghukum keduanya dengan pidana seumur hidup, Senin (21/12) lalu.

Kedua terdakwa terbukti sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 ayat Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Diketahui, pada 18 Maret 2020 petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan, mendapat informasi yang menyebutkan disalah satu rumah kontrakan yang ditempati M Ayub alias Bocil (meninggal) di Jalan Setia Budi Gang Rambutan, Medan Selayang, dijadikan gudang penyimpanan narkotika.

Saat melakukan penyelidikan, petugas melihat NA (sudah berkekuatan hukum tetap) berada di depan rumah. Petugas kemudian mendatanginya dan membawa masuk NA yang masih dibawah umur tersebut. Ketika berada didalam rumah, melihat terdakwa Wahyudi dan Rika berada di ruang tamu.

Petugas kemudian mengintrogasi ketiganya, menanyakan keberadaan Bocil. Ketiganya lantas mengaku jika buruan yang dicari petugas itu sedang tidur di kamar. Benar saja, petugas menjumpai Bocil sedang tertidur kemudian membangunkannya dan mengintrogasinya.

Saat melakukan pengeledahan ditemukan 3 tas ransel yang didalamnya terdapat 15 bungkus plastik teh hijau berisi sabu seberat 15 kg dan 6 plastik berisi 60.000 butir ekstasi warna biru dan hijau, dari dalam lemari kamar yang ditempati Bocil, NA dan kedua terdakwa.

Dari hasil intrograsi yang dilakukan, diakui keempatnya bahwa barang haram itu milik Paklek (DPO). Petugas kemudian mengamankan keempatnya ke Polrestabes Medan. Namun pada saat dilakukan pengembangan, Bocil tewas ditembak petugas karena melakukan perlawanan. (man/azw)

Dua Bocah Tewas Tenggelam di Kolam Villa Siombak

JENGUK: Polisi menjenguk bocah yang ditemukan tewas tenggelam di kolam renang saat berada di Rumah Sakit Wulan Windi, Jumat (26/3).fachril/sumut pos.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Dua bocah ditemukan tewas tenggelam di kolam renang di villa kosong Jalan Situs Kotta Cinna, Siombak, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Jumat (26/3) sore.

JENGUK: Polisi menjenguk bocah yang ditemukan tewas tenggelam di kolam renang saat berada di Rumah Sakit Wulan Windi, Jumat (26/3).fachril/sumut pos.

Kedua bocah yang tewas adalah, Rafif Putra Kurniawan (5) dan M Rangga (4,5). Tewasnya kedua bocah menetap di Lingkungan 7, Siombak, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan telah disemayamlam ke rumah duka.

Informasi diperoleh menyebutkan, kedua korban bersama teman-temannya berenang di kolam berukuran 3X4 meter di belakang villa kosong tida jauh dari rumah mereka. Nahas, ternyata kedua bocah tersebut tenggelam setelah masuk ke dalam kolam yang diperkirakan kedalaman 1,5 meter.

Kondisi kedua bocah telah mengapung tak bernyawa diberitahukan temannya kepada warga sekitar. Warga mendengar itu langsung mengecek, ternyata tubuh kedua bocah telah kaku. Warga pun mencoba memberikan pertolongan dengan membawa kedua korban ke Rumah Sakit Umum (RSU) Wulan Windi.

Setelah tiba di rumah sakit, medis menyatakan kedua bocah tersebut telah tewas. Petugas Polsek Medan Labuhan menerima informasi melakukan olah TKP dan mengecek kondisi korban yang telah tewas.

“Villla ini sudah belasan tahun kosong. Selama ini kolam itu tidak ada airnya, mungkin karena hujan makanya ko lamnya berisi air. Kami pun tidak menyangka kalau anak – anak ini berenang di kolam itu,” kata Anto warga sekitar.

Pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) langsung memasang police line atau garis polisi. Keluarga kedua bocah menerima informasi itu tampak tak kuasa menjerit histeris di rumah sakit. Keluarga menolak kedua korban agar tidak divisum dengan membuat pernyataan tidak keberatan kepada polisi. Kedua bocah tersebut langsung disemayankan ke rumah duka.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP. Dari hasil pengecekan, tidak ada ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Kedua bocah itu tewas karena tenggelam di villa kosong dekat rumahnya.

“Dari keterangan saksi, korban sebelumnya berenang bersama teman-temannya. Pihak keluarga tidak keberatan untuk divisum dan telah membuat pernyataan tidak keberatan,” pungkasnya. (fac/azw)

Usai Balapan Liar, Pria Tewas Ditembak OTK, TKP di Depan SPBU Medan Labuhan

TEWAS: M Ridho Gufa tewas mengenaskan setelah ditembak orang tak dikenal (OTK) di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan KL Yos Sudarso, Minggu (28/3) dinihari.fachril/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pria bernama M Ridho Gufa (37) tewas mengenaskan setelah ditembak orang tak dikenal (OTK) di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan KL Yos Sudarso, Km 13, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (28/3) pukul 02.00 WIB.

TEWAS: M Ridho Gufa tewas mengenaskan setelah ditembak orang tak dikenal (OTK) di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan KL Yos Sudarso, Minggu (28/3) dinihari.fachril/sumut pos.

Korban yang menetap di Jalan KL Yos Sudarso, Km 14,5, Kampung Keluarga Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan ini tewas dengan luka tembak di kepala belakang tembus kekening depan. Kasus tersebut telah ditangani Polres Pelabuhan Belawan.

Informasi diperoleh menyebutkan, sebelum peristiwa itu terjadi, korban bersama teman-temannya diduga mengikuti balap liar. Tanpa disadari terjadi suara tembakan letusan senjata api. Satu peluru tembakan mengenai kepala belakang korban hingga tembus ke kening depannya.

Dengan seketika, suasana di depan SPBU Medan Labuhan heboh. Korban terjatuh bersimbah darah. Kasus tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas dari Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan datang ke lokasi.

Polisi langsung membawa korban ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan. Dari hasil olah TKP polisi, ditemukan dua selongsong puluru. Sejumlag saksi dimintai keterangan dari lokasi penembakan tersebut.

“Tadi di sini ada balap liar. Tiba-tiba saja kami dengar ada suara letusan tembakan dua kali. Kami lihat korban sudah jatuh, kami tidak tahu dari mana tembakan itu,” kata seorang remaja saat polisi meminta keterangan.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP MR Dayan dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menangani kasus tersebut. Saat ini mereka sedang melakukan penyelidikan terhadap pelaku.

“Kita masih menyelidiki pelakunya, untuk jenis pelurunya nanti kita jelaskan. Kita sedang kejar pelakunya. Kalau sudah terungkap segera kita press rilis nanti,” katanya tak mau berkomentar banyak. (fac/azw)

Curi Peralatan Elektronik, Satu Dari Dua Pelaku Diringkus

AMANKAN: Satu pelaku IN diamankan Satreskrim Polres Tebingtinggi bersama barang bukti barang elektronik hasil pencurian.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Satu pelaku dari dua orang pelaku pencurian IN alias IIP (32) warga Jalan Letda Sujono, Kelurahan Teluk Karang, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi berhasil diringkus Satreskrim Polres Tebingtinggi setelah melakukan pncurian dirumah korbannya, Sabtu (27/3). Sedangkan pelaku lainnya, M alias Pesek berhasil kabur dari kejaran petugas dan menjadi DPO.

AMANKAN: Satu pelaku IN diamankan Satreskrim Polres Tebingtinggi bersama barang bukti barang elektronik hasil pencurian.

Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP J Nainggolan didampingi Kasat Rskrim AKP Wirhan Arif membenarkan ditangkapnya satu pelaku setelah melakukan pencurian dirumah, Starifah Hanum (50) warga Jalan Bani Hasyim, Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi.

“Pasal yang dipeesangkakan pencurian dengan pemberatan sebagaimana yang dimaksud dalam rumusan pasal 363 ayat (1) ke 3e 4e dan 5e dari KUHPidana,” jelasnya.

Menurutnya, barang bukti yang berhasil diamankan, 1 unit Kulkas Merk Panasonic warna hijau., 1 unit Rice Cooker merk Miyako warna Hijau, 1 unit TV LCD merk Changong warna hitam, 1 buah ambal warna merah bunga bunga dan 1 buah linggis berukuran panjang yang digunakan pelaku untuk membongkar rumah korban.

“Kedua pelaku berjalan ke rumah korban dan setibanya disamping rumah korban, mereka melepaskan kaca nako jendela samping rumah dan setelah terlepas pelaku mencongkel jerjak jendela samping menggunakan sebuah linggis yang sebelumnya sudah dibawa oleh pelaku,” bilang AKP J Nainggolan sekilas menceritakan kronologis pencurian.

Kemudian setelah masuk kedalam rumah, kawanan pelaku mengambil berbagai barang barang elektronik seperti televisi, kulkas, Rice cooker dan ambal, barang hasil curian sebelumnya disembunyikan dan rencananya akan dijual ke penadah. (ian)

Ada Bom Bunuh Diri di Makassar, Moeldoko Sudah Ingatkan Bahaya Radikalisme di Indonesia

Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko sejak jauh hari telah mencium bahaya radikalisme dengan ideologi berbahayanya. Hal itu disampaikan Moeldoko saat menjawab pertanyaan mengapa ia rela memimpin Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang.

Moeldoko.

Menurut Moeldoko, bahaya kelompok radikalisme dengan ideologi jahatnya telah mulai menyusup ke beberapa lini kehidupan masyarakat, termasuk partai politik. Menurut dia, masuknya ideologi jahat yang dibawa kelompok radikal ke dalam tubuh partai politik membuat arah demokrasi di Indonesia mengalami pergeseran.

“Saya orang yang didaulat untuk memimpin Partai Demokrat. Kekisruhan sudah terjadi, arah demokrasi sudah bergeser di dalam tubuh Partai Demokrat,” kata Moeldoko membuka perbincangan, Minggu (28/3/2021). Menurutnya, perebutan tampuk kekuasaan pada tahun 2024 membuat terjadinya pertarungan politik yang begitu kental dapat dikenali. Tentu saja hal itu dapat menjadi ancaman bagi Indonesia Emas tahun 2045.

“Terjadi pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024. Pertarungan ini terstruktur dan gampang dikenali. Ini menjadi ancaman bagi cita-cita menuju Indonesia Emas 2045,” papar Moeldoko. Kecenderungan tarikan ideologis itu juga menurut Moeldoko terlihat di internal Partai Demokrat.

“Jadi ini bukan sekadar menyelamatkan Demokrat, tapi juga menyelamatkan bangsa. Itu semua berujung pada keputusan saya menerima permintaan untuk memimpin Demokrat setelah tiga pertanyaan yang saya ajukan kepada peserta KLB,” ulas Moeldoko.

Salam hal ini, Moeldoko mengaku bertindak atas nama pribadi dan tak membebani presiden sebagai tempatnya bertangungjawab sebagai KSP. “Terhadap persoalan yang saya yakini benar dan itu atas otoritas pribadi yang saya miliki, maka saya tidak mau membebani presiden,” tegas Moeldoko.

Keyakinan Moeldoko mengenai masuknya kelompok radikal ke tubuh partai politik mulai terbukti. Salah satunya terjadi di tubuh Partai Demokrat yakni ketika eks Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) Munarman menawarkan untuk memberikan bantuan kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai perwakilan kubu Cikeas di bawah komando Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Terhadap tindak-tanduk mereka pun Moeldoko tak mau kompromi. Tindakan tegas dan terukur harus diberikan. Jika dibiarkan, bukan tak mungkin mereka akan merusak tatanan berbangsa dan bernegara. Terbukti, hari ini kelompok radikal tersebut melalukan aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral di Makassar Sulawesi Selatan.(*)