DIABADIKAN:
Kajari Labuhanbatu Kumaedi, SH diabadikan bersama staf di sela-sela jalani vaksinasi Covid-19.
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Labuhanbatu Utara melaksanakan vaksinasi Covid-19 di Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, di Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, Rantauprapat, Jumat (19/3).
DIABADIKAN:
Kajari Labuhanbatu Kumaedi, SH diabadikan bersama staf di sela-sela jalani vaksinasi Covid-19.
Kadinkes Labuhanbatu Utara, dr. Saodah Nasution didampingi dr. Mimi Andayani Nasution, dr. Zulmarleni, dan dr. Rifan Eka Putra Nasution selaku Ketua Tim Vaksinator (Mobile Covid-19) Kabupaten Labuhanbatu Utara. Jumat (19/3)
Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Kumaedi, SH mengatakan sudah menerima vaksin pada tanggal 5 Februari 2021. Kumaedi menghimbau kepada seluruh pegawai Kejari Labuhanbatu agar mempersiapkan diri sebelum di vaksin dengan melakukan sarapan terlebih dahulu, menjaga tekanan darah, dan tetap menjaga protokol kesehatan selama vaksinasi berlangsung.
Vaksin Covid-19 dapat diberikan kepada orang yang sehat, maka dari itu sebelum vaksin berlangsung ada beberapa tahapan yang dilalui. Tahapan pertama adalah melakukan verifikasi data diri, skrining, anamesis, dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Jika tidak ada keluhan, maka dapat di berikan vaksin, dan menunggu 30 menit agar dapat diobservasi. (fdh/han)
SALURKAN: Bupati Labuhanbatu Utara, Hendriyanto Sitorus menyalurkan zakat kepada 63 masyarakat pelaku UMKM.
LABURA, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Utara, Hendriyanto Sitorus menyalurkan zakat ASN kepada 63 masyarakat pelaku UMKM. Kegiatan itu dilakukan bersama Wakil Bupati Samsul Tanjung, dan Ketua Baznas Labura Sukisman, Jumat (19/3) di Masjid At Taqwa Dusun Karang Sari, Damuli Pekan, Labura.
SALURKAN: Bupati Labuhanbatu Utara, Hendriyanto Sitorus menyalurkan zakat kepada 63 masyarakat pelaku UMKM.
Penyerahan bantuan baznas tersebut ditujukan sebagai tambahan modal usaha kepada masyarakat di 6 Kecamatan pada masa pandemi Covid-19. Bupati Hendriyanto Sitorus mengakatan, zakat adalah bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim apabila telah mencapai syarat yang ditetapkan. Sebagai salah satu rukun Islam, Zakat ditunaikan untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (asnaf).
“Kita harapkan hal seperti ini terus dilaksanakan dan ditingkatkan, ini merupakan amal ibadah, bukan hanya dunia, namun juga bekal di akhirat,” ucap Bupati.
Bupati juga berterimakasih kepada Baznas Labura, karena sudah mendukung visi misi Bupati Labuhanbatu Utara, yaitu mensejahterahkan masyarakat bumi basimpul kuat babontuk elok.
“Saya ucapkan selamat kepada bapak/ibu penerima bantuan baznas, semoga bermanfaat, dan gunakan dana tersebut sebaik mungkin dalam menjalankam usaha,” pungkas Bupati.
Sedangkan Ketua Baznas Labura, Sukisman, menyampaikan bahwa bantuan sebesar Rp1,5 juta tersebut, adalah hasil dari zakat para ASN Pemkab Labura, juga dari para pemberi zakat lainnya.
“Untuk penerima di Kecamatan Kualuh Hulu sebanyak 12 orang, Kualuh Selatan 11 orang, Aek Natas 10 orang, Aek Kuo 10 orang, Marbau 10 orang, dan Na IX X 10 orang pelaku UMKM yang sudah disurvei dan dinyatakan berhak menerima,” ucap Sukisman.
Turut menghadiri acara tersebut Staf ahli bupati Abdi Yoso, Kadis Kominfo Sugeng, Kadis PMD Sofyan Yusma, para Camat, tokoh masyarakat, dan perangkat desa Damuli Pekan. (fdh/han)
VAKSIN: Seorang petugas medis menunjukkan vaksin AstraZeneca yang akan digunakan untuk kekebalan tubuh dari Covid-19.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Vaksin Covid-19 AstraZeneca membantah dan melakukan klarifikasi atas pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengungkapkan, tahapan produksi vaksin menggunakan enzim babi. AstraZeneca menegaskan, vaksin tersebut tidak mengandung babi.
VAKSIN: Seorang petugas medis menunjukkan vaksin AstraZeneca yang akan digunakan untuk kekebalan tubuh dari Covid-19.
“Tidak bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya. Kami menghargai pernyataan yang disampaikan Majelis Ulama Indonesia,” tegas pernyataan resmi AstraZeneca, Sabtu (20/3).
Pihak produsen menegaskan, vaksinnya merupakan vaksin vektor virus yang tidak mengandung produk berasal dari hewan seperti yang telah dikonfirmasikan Badan Otoritas Produk Obat dan Kesehatan Inggris. Menurut perusahaan itu, semua tahapan proses produksinya, vaksin vektor virus ini tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya.
“Vaksin ini telah disetujui di lebih dari 70 negara di seluruh dunia termasuk Arab Saudi, UEA, Kuwait, Bahrain, Oman, Mesir, Aljazair dan Maroko dan banyak Dewan Islam di seluruh dunia telah telah menyatakan sikap bahwa vaksin ini diperbolehkan untuk digunakan oleh para muslim,” tegas AstraZeneca.
Perusahaan mengklaim, vaksin Covid-19 AstraZeneca aman dan efektif dalam mencegah Covid-19. Uji klinis menemukan bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca 100 persen dapat melindungi dari penyakit yang parah, rawat inap dan kematian, lebih dari 22 hari setelah dosis pertama diberikan.
Penelitian vaksinasi yang telah dilakukan berdasarkan model penelitian dunia nyata (real-world) menemukan bahwa satu dosis vaksin diklaim mengurangi risiko rawat inap hingga 94 persen di semua kelompok umur. Termasuk bagi mereka yang berusia 80 tahun ke atas. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa vaksin dapat mengurangi tingkat penularan penyakit hingga dua pertiga.
“Semua vaksin, termasuk Vaksin COVID-19 AstraZeneca, merupakan bagian penting dalam menanggulangi pandemi Covid-19 agar dapat memulihkan keadaan di Indonesia agar dapat memulihkan perekonomian Indonesia secepatnya,” tegas pernyataan itu.
Vaksin Covid-19 AstraZeneca ditemukan bersama oleh Universitas Oxford dan perusahaan spin-outnya, Vaccitech. Vaksin ini menggunakan vektor virus simpanse yang tidak bereplikasi berdasarkan versi yang dilemahkan dari virus flu biasa (adenovirus) yang menyebabkan infeksi pada simpanse dan mengandung materi genetik dari protein spike virus SARS-CoV-2. Setelah vaksinasi, diproduksilah protein permukaan spike yang akan mempersiapkan sistem kekebalan untuk menyerang virus SARS-CoV-2 jika kemudian menginfeksi tubuh.
Selain program yang dipimpin oleh Universitas Oxford, AstraZeneca pun sedang melakukan uji coba besar di AS dan juga global. Secara total, Universitas Oxford dan AstraZeneca berharap dapat menyertakan hingga 60 ribu peserta penelitian secara global. Vaksin Covid-19 AstraZeneca telah memperoleh izin pemasaran bersyarat atau penggunaan darurat di lebih dari 50 negara di enam benua, dan dengan Emergency Use Listing atau Daftar Penggunaan Darurat baru-baru ini yang diberikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia baru-baru ini dapat mempercepat jalur akses vaksin di hingga 142 negara melalui Fasilitas COVAX.
Sebelumnya MUI mengeluarkan fatwa atas vaksin AstraZeneca. Ternyata, dari hasil fatwa tersebut, vaksin AstraZeneca mengandung enzim babi namun boleh digunakan dengan alasan kondisi darurat syariah dan adanya keterbatasan vaksin.
Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin AF mengatakan, informasi soal tripsin babi ini diperoleh dari hasil kajian Lembaga Pengkajian Pengawasan Obat-obatan dan Kosmetik (LPPOM) MUI. Ia mengatakan, LPPOM sudah bekerja sama puluhan tahun dalam menentukan halal tidaknya suatu produk. “Kami Komisi Fatwa MUI punya pedoman, punya standar sendiri tentang halal haramnya suatu produk, termasuk obat-obatan, termasuk vaksin,” kata Hasanuddin.
Meski begitu, ia mengatakan pendekatan yang digunakan MUI dalam mengkaji AstraZeneca berbeda dengan Vaksin Sinovac. MUI memberangkatkan tim ke lokasi produksi Sinovac di Tiongkok, untuk menilai kehalalan vaksin tersebut. Sedangkan untuk AstraZeneca, Hasanuddin mengatakan MUI mengambil penilaian dari pertimbangan data-data yang diterima LPPOM saja. “Jadi LPPOM mendapatkan bahan-bahan, dan diteliti bahan-bahannya di lab dan sebagainya,” kata Hasanuddin.
Dalam laporan LPPOM, bahan aktif vaksin adalah rekombinan adenovirus. Yakni monovalen vaksin yang terdiri dari satu rekombinan vektor ‘replication-deficient chimpanzee adenovirus (ChAdOx1)’, yang menjadikan kode untuk glikoprotein S dari Sars-Cov-2, disebut juga ChAdOx1-S (recombinant).
Laporan itu juga menyebutkan, saat pembuatan, dalam penyiapan inang virus, sel inang yang digunakan berasal dari diploid manusia. Persisnya sel yang diambil dari jaringan ginjal bayi manusia puluhan tahun lalu. Sel tersebut ditumbuhkan pada media Fetal Bovine Serum, yang disuplementasi dengan asam amino, sumber karbon, bahan tambahan lain serta antibiotik. “Pada tahap penyiapan inang virus ini terdapat penggunaan bahan dari babi berupa tripsin yang berasal dari pankreas babi. Bahan ini digunakan untuk memisahkan sel inang dari microcarrier-nya,” ujar LPPOM dalam penjelasan yang tertera dalam keputusan Fatwa MUI.
Meski telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca haram, namun MUI pada akhirnya tetap menyatakan bahwa vaksin tersebut dapat digunakan. Ketua MUI Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam mengatakan, ada lima pertimbangan utama MUI memutuskan hal ini.
Pertama, adalah adanya kondisi kebutuhan yang mendesak atau hajjah asy’ariyah dalam fiqih, yang menduduki kedudukan darurat syari.
Alasan kedua, adalah adanya keterangan dari ahli yang kompeten dan terpercaya tentang adanya bahaya atau resiko fatal jika tak segera dilakukan vaksinasi Covid-19.
Sebelum memutuskan fatwa ini, MUI memang diketahui telah mengundang Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), produsen AstraZeneca, hingga pihak Bio Farma untuk mendapat masukan. “Ketiga, ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci, tak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 guna ikhtiar mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity,” kata Asrorun.
Alasan keempat, adalah adanya jaminan keamanan penggunaanya untuk pemerintah sesuai dengan penggunaannya. Terkait keamanan ini, dibahas oleh BPOM dalam rapat komisi fatwa sebelumnya.
Asrorun mengatakan alasan kelima, adalah pemerintah yang tak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin. “Mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia baik di Indonesia maupun di tingkat global,” kata Asrorun. Karena itu, Asrorun mengatakan kebolehan penggunaan AstraZeneca tak akan berlaku lagi, jika lima alasan itu hilang.
Meski telah dibantah AstraZeneca, Komisi Fatwa MUI tetap ngotot dengan keputusannya. Mereka menyatakan, temuan adanya tripsin babi itu ditemukan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI.
Merespons hal itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf meminta pemerintah untuk, secara tegas, lebih cermat memilih vaksin dengan mengutamakan pertimbangan aspek kehalalan disamping aspek efikasi. “Kami meminta kepastian kehalalan dari pemerintah untuk vaksin lain yang akan disuntikan ke masyarakat,” ujar Bukhori.
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mendesak MUI dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) ke depan untuk mengambil peran lebih proaktif dalam mengontrol kepastian kehalalan semua vaksin yang telah ditetapkan pemerintah. “Pertimbangan kehalalan vaksin juga berpengaruh terhadap program vaksinasi yang telah dicanangkan oleh pemerintah mengingat komposisi sebagian besar masyarakat Indonesia adalah muslim,” katanya.
Aspek penerimaan masyarakat juga menjadi penting. Ketika masih ada keraguan di masyarakat terkait kehalalan, pasti berpengaruh terhadap turunnya animo mereka untuk divaksin, sambungnya. “Alhasil, jika tren ini berlanjut seiring dengan tidak adanya kepastian, maka tujuan untuk membentuk herd immunity melalui vaksinasi bisa jauh dari harapan” katanya.
Untuk diketahui, pemerintah resmi menetapkan 6 jenis vaksin untuk pelaksanaan vaksinasi virus Korona di Indonesia. Keputusan pemerintah ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Keenam jenis vaksin untuk vaksinasi Covid-19 di Indonesia adalah vaksin yang diproduksi oleh: pertama PT Bio Farma (Persero), kedua AstraZeneca, ketiga Sinopharm, keempat Moderna, kelima Pfizer, dan keenam Sinovac. (jpc/tmp)
BERMASKER: Sejumlah orang memakai masker saat berjalan di alun-alun Trocadero dekat Menara Eiffel di Paris, Prancis. Varian baru virus SARS-CoV-2 dengan nama Le Variant Breton yang baru-baru ini ditemukan di Prancis, dikhawatirkan bisa mengelabui tes PCR.
SUMUTPOS.CO – Varian baru virus SARS-CoV-2 dengan nama Le Variant Breton yang ditemukan di Prancis, dikhawatirkan bisa mengelabui tes PCR. Meski demikian, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menyatakan, mutasi virus tersebut belum masuk pada variant of interest (VOI) maupun varian of concern (VOC).
BERMASKER: Sejumlah orang memakai masker saat berjalan di alun-alun Trocadero dekat Menara Eiffel di Paris, Prancis. Varian baru virus SARS-CoV-2 dengan nama Le Variant Breton yang baru-baru ini ditemukan di Prancis, dikhawatirkan bisa mengelabui tes PCR.
GURU besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama menuturkan, mutasi virus tersebut diumumkan pada 15 Maret 2021 oleh Menteri Kesehatan Prancis Olivier Véran. Sebelumnya, dilakukan pemeriksaan sekuens genomik (genomic sequencing) pada suatu klaster infeksi di rumah sakit di Kota Lannion, Brittany, Prancis bagian Barat.
“Ada 8 pasien Covid-19 di sana yang terdeteksi membawa varian terbaru ini. Varian ini mereka beri nama Le Variant Breton. Ini masih awal, baru sekitar seminggu, jadi belum banyak dibahas,” jelas Tjandra kepada Jawa Pos, kemarin (20/3).
Para pasien itu, kata dia, ternyata memberi hasil negatif saat dites dengan tes PCR. Kasus-kasusn
tersebut baru bisa dipastikan sesudah dilakukan pemeriksaan mendalam dengan darah dan jaringan paru-parunya. “Untuk kasus-kasus di Prancis ini mereka baru dipastikan sakit sesudah dilakukan pemeriksaan mendalam darah dan bahkan jaringan paru-parunya, suatu pemeriksaan yang amat tidak mudah dilakukan,” jelas Tjandra.
Dia mengatakan, hal itu perlu menjadi perhatian. Sebab, mutasi varian baru tersebut termasuk satu di antara empat hal yang menjadi pengaruh mutasi baru virus. Yakni, dampak pada diagnosis molekuler seperti PCR, tingkat penularan (transmissibility), keparahan (severity), dan pengaruhnya terhadap efikasi vaksin.
Prof Tjandra mengatakan ini bukan pertama kalinya mutasi virus Corona menyebabkan sensitivitas tes PCR menjadi terganggu. Pada pertengahan Februari 2021 hal serupa juga terjadi di Finlandia.
“Pada pertengahan Februari 2021, Finlandia melaporkan mutasi varian ‘Fin-796H’ yang mereka temukan di ‘Helsinki-based Vita Laboratories’, yang virusnya tidak bisa terdeteksi dengan salah satu pemeriksaan PCR yang mereka biasa gunakan. Memang data dari Finlandia belum terlalu konklusif,” jelasnya.
Hingga saat ini varian baru Corona dari Prancis tersebut masih dianalisis lebih lanjut. “Kalau memang nantinya keampuhan tes PCR jadi benar-benar terganggu maka tentu dunia akan menghadapi babak baru dan tantangan cukup berat untuk mendiagnosis COVID-19,” tuturnya.
Lantas apakah sudah saatnya tes PCR dimodifikasi? Menurut Mantan Direktur WHO Asia Tenggara ini, tes PCR yang ada saat ini belum perlu untuk dimodifikasi. Pasalnya, informasi terkait varian ini masihlah sangat minim. “Sekarang tentu PCR masih gold standard dan belum perlu modifikasi apa-apa. Ini laporan awal tentang perkembangan yang ada, kita lihat dulu bagaimana perkembangannya nanti,” katanya.
Meski begitu, Prof Tjandra mengatakan, perlu dilakukan berbagai langkah antisipasi terhadap risiko mutasi virus Corona. Yakni, meningkatkan jumlah pemeriksaan whole genome sequencing, mematuhi 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) untuk menekan penularan di masyarakat, sehingga kemungkinan virus bermutasi dapat ditekan. Dan memperketat surveilans untuk mendeteksi keadaan-keadaan khusus yang mungkin berhubungan dengan mutasi virus Corona. “Misalnya, orang yang sudah divaksin dan lalu tetap sakit, atau sakit berat pada usia muda tanpa komorbid, terjadinya klaster berat, dan lain-lain,” tutur Prof Tjandra.
Tidak Mematikan
Menurut laporan media Prancis, delapan pasien yang terinfeksi varian baru meninggal karena virus, tetapi pejabat kesehatan setempat mengatakan, hal itu tidak berarti bahwa varian virus corona ini lebih mematikan daripada jenis lainnya.
Sebab, belum ada bukti bahwa jenis virus corona baru ini lebih mudah ditularkan daripada versi SARS-CoV-2 lainnya. Kementerian kesehatan Perancis dalam rilisnya mengatakan, masih diperlukan lebih banyak studi untuk mencari tahu, apakah varian virus corona Perancis ini dapat kebal terhadap vaksin Covid-19 yang ada saat ini.
Profil genetik menunjukkan, varian virus corona Perancis ini tidak berbagi mutasi kunci dengan varian B1351 dari Afrika Selatan dan P1 dari Brasil, yang masing-masing lebih menular dan sebagian dapat menghindari kekebalan yang terbentuk oleh vaksin. Varian Covid-19 dari Brittany berada dalam kelompok strain yang sama dengan varian yang pertama kali teridentifikasi di California Selatan, Amerika Serikat.
Varian virus dalam kelompok itu disebut Clade 20C, diperkirakan merupakan seperlima dari infeksi virus corona dunia pada April 2020 lalu. Hal itu disampaikan Neststrain, pusat genomik yang melacak evolusi virus corona dari waktu ke waktu.
Varian baru virus corona yang muncul di Brittany muncul di tengah puncak infeksi gelombang Covid-19 ketiga di Perancis. Saat ini, dilaporkan rata-rata jumlah kasus Covid-19 harian di negara ini telah menjadi dua kali lipat sejak pertengahan Desember 2020. Angkanya melonjak dari kurang dari 15.000 kasus ke rekor tertinggi mendekati lebih dari 38.000 kasus positif Covid-19 pada Rabu lalu.
Akibat peningkatan kasus Covid-19 disusul dengan munculnya varian baru virus corona tersebut, Perancis mulai memberlakukan lockdown ketat untuk Kota Paris dan wilayah sekitar Ile-de-France pada hari Kamis. (jpc/kps)
KUALA TANJUNG, SUMUTPOS.CO – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menyalurkan bantuan kepada anak-anak difabel di sekitar Perusahaan pada bulan Februari dan Maret 2021.
Deputi Sekretaris Perusahaan PT Inalum bersama salah seorang anak difabel saat memberikan bantuan.Istimewa/Sumut Pos.
Bantuan yang diberikan yaitu berupa 74 unit alat bantu dengar dan 16 unit kursi roda. Bantuan ini merupakan hasil dari kegiatan Inalum Virtual Charity Sports yang dilaksanakan pada HUT ke-45 Inalum.
Pada penyerahan bantuan tersebut, Deputi Sekretaris Perusahaan Inalum Mahyaruddin AR menjelaskan maksud dari pemberian bantuan ini.
“Bantuan ini merupakan hasil dari donasi kegiatan Inalum Virtual Charity Sports yang dilaksanakan pada HUT ke-45 Inalum yang lalu. kami melihat bahwa banyak anak-anak difabel di sekitar Perusahaan yang masih membutuhkan bantuan alat seperti alat bantu dengar dan kursi roda. Oleh karena itu kami merasa terpanggil untuk menyalurkan bantuan ini kepada anak-anak difabel khususnya para anak tuna rungu dan tuna daksa,” tutur Mahyaruddin.
Lebih lanjut, Manager Pemberdayaan Masyarakat PLTA Inalum Tober Sidabutar berharap bantuan ini dapat menambah semangat para anak difabel untuk tetap meraih masa depannya.
“Dengan adanya bantuan ini kami berharap para anak-anak dapat semakin semangat dalam mengejar cita-citanya,” harap Tober.
Harapan ini juga diamini oleh Manager Pemberdayaan Masyarakat Pabrik Peleburan Inalum Ali Hasian yang berharap bantuan ini nantinya dapat memberikan dampak jangka panjang untuk mendukung aktivitas para anak difabel.
Sebagai informasi, bantuan ini disalurkan kepada anak-anak difabel yang tersebar di sekitar Perusahaan di Sumatera Utara yaitu Kabupaten Toba, Batu Bara, Asahan dan Simalungun.
Pada saat penyerahan bantuan, para anak-anak difabel juga memamerkan bakat-bakatnya seperti menyanyi, menari, bermain musik dan lain-lain.
Salah satu orang tua dari anak penerima bantuan kursi roda yaitu Yohana menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Inalum atas bantuannya.
“Kami merasa sangat terharu atas bantuan yang telah diberikan dari Inalum berupa kursi roda dan alat bantu dengar, baru kali ini mendapat bantuan seperti ini dan bantuan ini sangatlah bermanfaat bagi kami. Terima kasih Inalum, semoga Inalum semakin jaya dan semakin maju kedepannya,” ungkap Yohana.(rel)
TEMU PERS: Manajer GNI Medan, Anwar Situmorang memberi keterangan kepada wartawan di Medan, Minggu (21/3).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selama satu tahun menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ), mengakibatkan memburuknya prestasi belajar para siswa. Bahkan, hampir 50 persen pelajar tidak mengikuti PJJ selama 14 hari setiap bulannya.
TEMU PERS: Manajer GNI Medan, Anwar Situmorang memberi keterangan kepada wartawan di Medan, Minggu (21/3).
Hal ini berdasarkan hasil survei Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI), yang dilakukan pada Februari 2021 dengan melibatkan 200 pelajar di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang. “Kami melakukan survei secara periodik untuk melihat partisipasi belajar anak-anak yang kami sponsori, sekaligus memitigasi potensi penurunan kemampuan belajar atau learning loss yang mereka alami,” kata Manajer GNI Medan, Anwar Situmorang kepada wartawan di Medan, Minggu (21/3)n
Anwar memaparkan, dalam dua kali survei yang dilakukan GNI pada September 2020 dan Februari 2021, menunjukkan tren memburuknya partisipasi belajar seiring berlanjutnya PJJ. Sekalipun kepemilikan akses belajar seperti HP Android dan kuota internet terus meningkat, lanjutnya, namun tingkat kehadiran anak mengikuti PJJ terus menurun.
Pada survei September 2020, GNI menemukan dari 125 siswa yang memiliki HP Android, hanya 29,60 persen yang aktif belajar setiap hari. Angka itu berkurang drastis menjadi 13 persen pada survei Februari 2021. “Ternyata semakin lama PJJ ini berlangsung, tingkat partisipasi anak dalam mengikuti PJJ tidak lebih baik,” ungkapnya.
Dikatakannya, salah satu faktor yang membuat rendahnya tingkat partisipasi belajar adalah proses dan materi belajar yang membosankan. Survei ini mencatat siswa mengeluh karena masih mendapatkan tugas yang berat dari guru. Metode belajar satu arah, interaksi yang minim antara siswa dengan guru, dan materi belajar yang berat, menjadi alasan utama anak-anak bosan mengikuti PJJ.
“Temuan kami, 66 persen siswa mengatakan, tugas yang diberikan guru tidak selalu diikuti dengan penjelasan. Dan ketika kita tanyakan kepada anak-anak ini, apa harapan mereka dalam mengikuti belajar dalam situasi PJJ ini? Mereka mengatakan, guru harus memberi penjelasan sebelum membagi soal, dan jangan beri soal-soal yang berlebihan,” ungkap Anwar.
Untuk itu, dia mendorong Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang untuk melakukan pemetaan sejenis yang lebih luas agar bisa mendapat angka pasti, tingkat partisipasi belajar siswa selama pandemi. Anwar juga menekankan, learning loss sudah di depan mata, sehingga dibutuhkan pemetaan yang akurat agar pemda bisa membuat kebijakan yang tepat. Seiring masifnya vaksinasi yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah, maka terbuka peluang untuk memulai pembelajaran tatap muka (PTM) dalam waktu dekat.
“Namun pembukaan sekolah tidak akan otomatis menghentikan laju kehilangan kemampuan belajar. Pemda harus melakukan upaya pemulihan kemampuan belajar terlebih dahulu. Di situlah peran pemetaan yang dilakukan pemda, untuk menghitung siapa yang mengalami learning loss, kompetensi apa yang hilang, dan upaya pemulihan yang efektif,” tambah Anwar.
Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat dan swasta untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul akibat PJJ berkepanjangan. Semakin lama anak tidak belajar, semakin besar tingkat learning loss yang dialaminya. “Pada jangka panjang kondisi ini bisa membuat anak gagal belajar, mengalami ketimpangan pengetahuan yang lebar, perkembangan emosi dan psikologi terganggu, memicu meningkatnya angka putus sekolah, serta meningkatkan angka kemiskinan,” pungkasnya.
Mesti Komit Disiplin Prokes
Diketahui, Pemprov Sumut sebelumnya sudah memberi sinyal akan membuka pembelajaran tatap muka (PTM) pada Tahun Ajaran 2021/2022 di masa pandemi Covid-19, Juli mendatang. Namun untuk mendukung kegiatan belajar mengajar itu, bakal disiapkan seorang perawat pada setiap sekolah.
Komisi E DPRD Sumut mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung rencana PTM di Sumut yang direncanakan pada Juli mendatang. Salah satunya, agar senantiasa menetapkan disiplin protokol kesehatan Covid-19. “Kami berharap, di luar kesiapan sarana dan prasarana prokes di semua sekolah yang ada, peningkatan disiplin mulai dari para guru, para anak didik kita, dan semua pihak-pihak terkait tentunya, mesti menjaga diri dengan baik. Sehingga pandemi Corona yang saat ini masih ada di sekitar kita, mampu kita minimalisir bersama,” kata Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumut, Hendra Cipta menjawab Sumut Pos, Minggu (21/3).
Berdasarkan amatan pihaknya ketika berkunjung hampir di seluruh daerah terutama sekolah-sekolah yang ada di Sumut, baik negeri maupun swasta, bahwa mereka telah mempersiapkan secara dini untuk PTM ini. “Seperti thermo gun, fasilitas cuci tangan, dan lainnya sudah mereka siapkan jauh-jauh hari. Ini tentu sudah cukup baik untuk menyambut apabila PTM nantinya jadi terlaksana pada tahun ajaran baru pada Juli 2021,” katanya.
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Sumut ini menambahkan, tetap ada kekhawatiran terkait rencana pembukaan PTM nanti. Terutama dari luar lingkungan sekolah para peserta didik. “Seperti perjalanan dari rumah ke sekolah melalui angkutan umum, begitupun sebaliknya. Lalu aktivitas siswa siswi selama berada di luar sekolah, ini pun mesti dibuat sistem pengawasannya sejak dini. Pada prinsipnya kami mendukung rencana PTM tersebut diberlakukan di Sumut Juli mendatang, dengan syarat seluruh stakeholder juga komit mendukung agar virus Corona yang masih ada di sekitar kita mampu kita minimalisir bersama pula wabahnya,” tegas Hendra.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Syaifuddin mengatakan, PTM di seluruh jenjang pendidikan tersebut dipastikan akan mengikuti protokol kesehatan Corona secara ketat mengingat hingga kini masih mewabah. “Sekarang ada satu kita tempatkan harus ada di situ perawat, harus ada perawat satu,” katanya menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (19/3).
Guna mendukung program satu perawat di satu SMA/SMK tersebut, saat ini sedang dibuka pendaftaran penerimaan perawat yang sifatnya tenaga honor “Ini sekaligus mengurangi pengangguran kan,” katanya.
Dikatakannya bahwa tugas teknis perawat tersebut akan dikoordinir oleh bagian konseling sekolah. Sedangkan pembiayaan untuk perawat tersebut, dibebankan ke sekolah masing-masing. Disinggung infrastruktur mendukung penerapan prokes untuk PTM, mantan dekan sastra Fakultas Ilmu Budaya USU ini menyebut tidak ada masalah. Sebab saat ini juga fasilitas prokes tersedia di sekolah.
Soal teknis pelaksanaannya, ia belum mau mengungkapkan lebih jauh. Syaifuddin mengaku rencana dimaksud seiring waktu akan dievaluasi. Sehingga nanti ada ketetapan bagaimana teknis pembelajaran tatap muka, berapa jumlah siswa per kelas, waktu pembelajaran dan sebagainya, dan termasuk soal jadwal rutin pemeriksaan kesehatan guru dan siswa.
Begitupun pada prinsipnya, keputusan akhir tetap akan menunggu surat edaran Gubsu Edy Rahmayadi ihwal pembukaan PTM ini. “Ya, kita masih berpedoman dengan surat edaran gubernur,” sebutnya. (mag-1/prn)
Jubir Satgas Penanganan Covid-19, dr Aris Yudhariansyah.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – SUMATERA Utara (Sumut) masih bebas zona merah (risiko tinggi) Covid-19. Zonasi tersebut berdasarkan hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah seluruh Indonesia per tanggal 14 Maret yang disampaikan pada website covid19.go.id.
Jubir Satgas Penanganan Covid-19, dr Aris Yudhariansyah.
Dari 33 kabupaten/kota di Sumut, 14 daerah merupakan zona oranye (risiko sedang) yaitu Medan, Binjai, Deliserdang, Karo, Pematangsiantar, Tanjungbalai, Tebingtinggi, Dairi, Toba, Sibolga, Serdangbedagai, Batubara, Gunungsitoli, dan Tapanuli Utara. Kemudian, 2 zona hijau (tidak ada kasus) yakni Nias Utara dan Nias Barat. Selebihnya, 17 zona kuning (risiko rendah).
Kondisi zonasi risiko Covid-19 nihil zona merah sudah bertahan selama dua pekan terakhir. Sebelumnya, pada 28 Februari 2021 sebanyak 9 daerah zona oranye, 22 zona kuning, dan 2 zona hijau.
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah menyebutkan, angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumut saat ini berjumlah 26.545 orang. Jumlah tersebut setelah bertambah 53 kasus baru dari Medan. “Angka positif Covid-19 di Sumut paling banyak disumbang dari Medan yaitu 13.862 orang. Sedangkan terkecil dari Nias Utara dengan jumlah 13 orang,” ungkap Aris, Minggu (21/3).
Sementara, sambung Aris, angka kasus kesembuhan akumulasi mencapai 23.202 orang. Akumulasi ini setelah bertambah 79 kasus baru dari 7 kabupaten/kota, dengan jumlah terbanyak juga dari Medan 65 orang. “Akumulasi pasien Covid-19 yang sembuh juga tertinggi dari Medan yakni 12.180 orang, dan terendah Nias Utara 13 orang,” beber dia.
Terkait angka pasien corona yang meninggal dunia, Aris menyebutkan, akumulasi sebanyak 897 orang. Jumlah ini setelah bertambah 3 kasus baru dari Medan 2 orang dan Tanjung Balai 1 orang. Sedangkan kasus suspek, kini jumlahnya 713 orang setelah bertambah 2 kasus baru dari Medan. “Angka penderita Covid-19 aktif di Sumut saat ini 2.446 orang, dengan rincian 647 orang isolasi di rumah sakit dan 1.799 orang isolasi mandiri,” sebutnya.
Dia menambahkan, walau Sumut tak lagi zona merah tetapi kasus baru pasien positif masih terus bertambah. Karena itu, diimbau kepada masyarakat jangan pernah lengah melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 dengan 5M. Yaitu, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi. Selain itu, juga mengikuti program vaksinasi untuk mencegah penularannya. “Tetap patuhi 5M dan ikuti program vaksinasi, karena tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir,” pungkasnya. (ris)
BERBINCANG: Wagubsu Musa Rajekshah berbincang dengan warga saat khuruj fi sabilillah di Desa Gung Pinto, Kabupaten Karo, Sabtu (20/3).
KARO, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah (Ijeck), melaksanakan khuruj fi sabilillah (keluar berdakwah di jalan Allah) selama 3 hari di Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Karo. Selama tiga hari itu, Ijeck berbaur dengan Jamaah Tabligh mengikuti dan meramaikan taklim.
BERBINCANG: Wagubsu Musa Rajekshah berbincang dengan warga saat khuruj fi sabilillah di Desa Gung Pinto, Kabupaten Karo, Sabtu (20/3).
DALAM akun instagramya @musa_rajekshah, diketahui pada hari pertama, Kamis (18/3), masjid yang dituju Wagubsu adalah Masjid Hajja Sari Alun, Rambung Merah Simalungun. Di sana, Ijeck bersama Jamaah Tabligh mengikuti dan meramaikan ta’lim. Kemudian mendengarkan ayat-ayat suci Alquran, membahas sunah-sunah kebiasaan Nabi dan cerita-cerita sahabat Nabi.
Pada Jumat (19/3) usai Salat Jumat, Musa Rajekshah yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sumut itu, bertemu dengan anak-anak santri dari Pesatren An-Nur yang letaknya persis di samping Masjid Hajja Sari Alun.
SWAFOTO: Wagubsu Musa Rajekshah berswafoto dengan latar belakang Gunung Sinabung saat ikut berdakwah bersama jamaah tabligh di Masjid Taqwa, Desa Gung Pinto, Kecamatan Naman Teram, Karo.
Kepada para santri, Musa Rajekshah memohon doa agar dirinya bersama Gubernur Edy Rahmayadi bisa memimpin Sumut dengan amanah, istiqomah dan bermanfaat bagi seluruh umat. Selepas itu, Musa Rajekshah dan jamaah tabligh sampai di Masjid Taqwa, Desa Gung Pinto, Kecamatan Naman Teram, Karo, Jumat (19/3). Selain salat maghrib dan isya secara berjamaah, juga lanjut ke acara pengajian, silaturahmi dan makan malam.
Dengan nama Desa Gung Pinto yang tak jauh dari Gunung Sinabung itu, Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah, mengaku belum akrab mendengarnya. Ternyata ia baru mengetahui bahwa sekitar 90 persen warga di sana adalah umat Muslim.
Dan pada Sabtu (20/3) pagi, Ijeck berkeliling di desa itu sambil menyapa warga. Ia mengaku kagum dengan keindahan alam dan pemandangan Desa Gunung Pinto yang berlatar belakang Gunung Sinabung. Ia bahkan mengabadikannya dalam jepretan kamera.
Dari 3 hari kegiatan khuruj fi sabilillah-nya, Ijeck berpesan agar selalu mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT, dengan tetap wajib beramal kepada Allah, melaksanakan perintahNya, menjauhi laranganNya dengan niat berharap rahmat dan ridho Allah SWT. (mbc)
SIDANG: Rezi Juliandri, terdakwa kasus kuris sabu saat menjalani sidang putusan secara virtual di Pengadilan Negeri Medan , Jumat (19/3).agusman/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim diketuai Martua Sagala menghukum Rezi Juliandri (24) dengan pidana selama 10 tahun penjara. Warga Desa Gempong, Aceh Timur ini terbukti bersalah menjadi kurir sabu seberat 175 gram, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (19/3). Dalam amar putusannya, terdakwa telah memenuhi unsur melanggar pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
SIDANG: Rezi Juliandri, terdakwa kasus kuris sabu saat menjalani sidang putusan secara virtual di Pengadilan Negeri Medan , Jumat (19/3).agusman/sumut pos.
“Mengadili, menjatuhkan terdakwa Rezi Juliandri oleh karenanya dengan pidana penjara selama 10 tahun denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara,” ujar Martua. Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas narkotika. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan.
Majelis sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabrina, yang semula menuntut dengan pidana yang sama (conform). Atas putusan ini, majelis hakim memberikan waktu 7 hari kepada JPU dan penasihat hukum terdakwa, untuk menyatakan terima atau banding.
Mengutip surat dakwaan, pada 9 Juni 2020, terdakwa dihubungi oleh Dek Dok (DPO) mengatakan bahwa sebanyak 200 gram sudah ada. Terdakwa kemudian menemui, dengan maksud mengambil sabu-sabu tersebut di daerah Calok Gelima Lingkungan Gampong Jawa Kecamatan Idi Rayeukj Aceh Timur.
Setelah bertemu, terdakwa menerima 3 bungkus plastik klip tembus pandang berisikan sabu seberat 175 gram. Setelah menerimanya, lalu disimpan terdakwa disebuah tas pinggang warna hitam. Dua hari kemudian, terdakwa berangkat dari Aceh Timur menumpangi taksi gelap.
Diperjalanan terdakwa menghubungi calon pembeli menerangkan bahwa sabu yang dipesan sudah ada, lalu oleh pembeli terdakwa disuruh untuk mengantarkannya ke Medan. Esok harinya, terdakwa tiba di Jalan Asrama Pondok Kelapa, Medan tepatnya didekat Loket Bus Pusaka Jurusan Aceh Medan.
Sekitar pukul 23.00 Wib calon pembeli datang menemui terdakwa lalu menanyakan sabu tersebut. Terdakwa kemudian disuruh masuk kedalam mobil calon pembeli lalu memberikan 3 bungkus plastik klip tembus pandang yang berisi sabu seberat 175 gram kepada calon pembeli.
Saat itu juga, terdakwa langsung ditangkap oleh petugas Polisi Polda Sumut yang melakukan penyamaran sebagai pembeli. (man/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sopir Angkot Koperasi 40, Gading Wijaya Manurung (52) tewas usai berkelahi dengan sopir Angkot Koperasi 63, Rahmad Abadi Berutu alias Buyung (45) di Jalan Garuda Raya, Perumnas Mandala, Minggu (21/3) sekira pukul 02.00 WIB. Gading tewas setelah mengalami 8 luka tikam, di antaranya 1 luka di ketiak kiri, 5 luka di perut serta 2 luka tikam di dagu.
Perkelahian bermula ketika korban datang ke pangkalan Angkot Koperasi 40 di Jalan Garuda Raya. Saat itu, korban melihat pelaku dalam kondisi mabuk minuman sedang marah-marah kepada sopir di pangkalan. Korban lalu menegur pelaku. Namun pelaku tak terima, sehingga terlibat cekcok mulut dengannya hingga terjadi perkelahian.
Saat duel, pelaku mengeluarkan pisau yang disimpan dari balik pinggangnya, dan langsung menikam tubuh korban bertubi-tubi. Spontan, korban langsung terkapar bersimbah darah hingga meregang nyawa di lokasi. Sedangkan pelaku melarikan diri dengan membawa pisau.
Rekan-rekan korban di lokasi langsung berupaya menolong dan membawa ke RS Muhammadiyah, di Jalan Mandala By Pass. Akan tetapi, sesampai di rumah sakit ternyata korban dinyatakan sudah tak bernyawa lagi.
Tak lama, personel Polsek Percut Seituan yang mendapat kabar tiba di lokasi kejadian, melakukan olah TKP serta meminta keterangan saksi-saksi. Setelah itu, polisi datang ke RS Muhammadiyah. Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi.
Namun, sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Medan, keluarga korban tiba di RS Muhammadiyah. Keluarga korban langsung menangis histeris mengetahui Gading telah tewas dengan kondisi mengenaskan.
Anak korban bernama Lala sangat tak menyangka dengan kepergian bapaknya untuk selamanya akibat ditikam sopir angkot lain. “Seperti biasa sekitar pukul 09.00 WIB bapak keluar rumah untuk narik angkot dan pulangnya malam hari. Namun, tiba-tiba mendapat telepon dari kakak bahwa bapak dirawat di RS Muhammadiyah. Itulah kami ke sana dan sampe di sana bapak sudah meninggal,” ungkap Lala sembari menangis di rumah sakit tersebut.
Sementara, menurut warga sekitar yang diwawancarai wartawan mengatakan, diduga antara korban dan pelaku sudah ada dendam. Kuat dugaan, pelaku sengaja menghabisi nyawa korban. “Katanya mereka sebelumnya sudah ribut di warung tuak milik si Manulang di Jalan Enggang Raya,” ujar warga mengaku bernama Roni.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu M Karo-karo yang dikonfirmasi wartawan lewat telepon selulernya mengatakan, pihaknya sedang memburu pelaku. “Pelaku sedang dikejar anggota kita,” ujarnya singkat. (ris/han)