29 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3609

Terkait Laporan Nakes Pirgadi Medan Soal Insentif, Ombudsman Sumut Sebut Ada Maladministrasi

Abyadi Siregar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara telah merampungkan kasus dugaan pelanggaran maladministrasi insentif jasa penanganan Covid-19 tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Pirngadi Medan, yang tak dibayarkan. Hampir sebulan ditangani, kini lembaga negara yang mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik ini akan menyampaikan hasil penanganan kasus tersebut untuk dijadikan rekomendasi.

Abyadi Siregar.

KEPALA Ombudsman Sumut Abyadi Siregar menyatakan, pihaknya telah mengundang Walikota Medan Bobby Nasution secara tertulis untuk datang ke Kantor Ombudsman Sumut di Jalan Sei Besitang, Sei Sikambing D, Medan Petisah, Senin (15/3). Bobby diundang untuk menerima langsung hasil penanganan kasus itu. “Surat undangan sudah dikirim kepada walikota Medan dan diharapkan dapat hadir menerima LHP (laporan hasil pemeriksaan) kasus tersebut. Saya optimis walikota akan datang karena sangat respek dengan persoalan yang menyangkut kerakyatan,” kata Abyadi saat dihubungi melalui sambungan seluler, Minggu (14/3).

Abyadi juga menyatakan, LHP yang akan disampaikan nantinya dapat dijadikan rekomendasi oleh walikota Medan terkait insentif nakes RSUD dr Pirngadi Medan. Namun demikian, Abyadi belum mau membeberkan poin-poin dari LHP tersebut. “LHP merupakan tahap akhir perjalanan kasus yang dilakukan oleh Ombudsman atas laporan dari masyarakat. Dalam LHP itu, terdapat kesimpulan dan akan terlihat adanya maladministrasi dalam masalah tertundanya pembayaran insentif para nakes itu. Kemudian ada juga saran disampaikan, apa yang bisa dilakukan oleh walikota Medan,” ujarnya.

Disinggung pelanggaran administrasi yang dilakukan seperti menurut Ombudsman Sumut, Abyadi juga masih enggan membeberkannya. “Itu (maladministrasi) Senin (15/3) aja disampaikan, sewaktu menyerahkan LHP kepada walikota,” akunya.

Lebih lanjut Abyadi mengatakan, dalam kasus ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa pihak terkait. Selain nakes, juga diperiksa direksi RSUD dr Pirngadi Medan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan hingga Sekda Kota Medan. Tak hanya itu, meminta juga keterangan atau konsultasi dengan lembaga terkait. “Kita konsultasi dengan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut, serta Kementerian Kesehatan RI. Jadi, LHP merupakan kesimpulan yang menjadi rekomendasi untuk dilakukan Pemko Medan dalam hal ini Dinas Kesehatan,” tukasnya.

Diketahui, nakes RSUD dr Pirngadi Medan mengadu ke Ombudsman Sumut mengenai insentif penanganan pasien Covid-19 yang tak kunjung dibayar pada Rabu (17/2). Para nakes mengadu karena sejak Maret 2020 bekerja merawat pasien corona, mereka hanya menerima dua bulan insentif dengan besaran perbulan Rp7,5 juta.

Salah seorang nakes, Boala Zendrato mengungkapkan, dua bulan insentif yang telah diterima adalah upah bekerja untuk periode Maret dan April. Insentif tersebut ditransfer ke rekening pada Oktober. Adapun jumlah yang diterima tidak sampai Rp15 juta, melainkan Rp11,6 juta karena mulai bekerja terhitung 16 Maret.

“Kami sudah tanyakan kepada pihak rumah sakit terkait insentif yang belum dibayarkan, tapi selalu dibilang sabar dan sabar. Bahkan, sampai tahun 2021 belum juga dicairkan,” ungkap Boala didampingi Elfrina Pakpahan dan beberapa nakes lainnya saat mendatangi Kantor Ombudsman Sumut.

Menurut Boala, berdasarkan informasi yang didapat dari rumah sakit bahwasanya kendala insentif belum dibayarkan karena berkas pengajuan untuk pencairan dinyatakan Dinas Kesehatan Kota Medan belum lengkap. Padahal, pihak rumah sakit sudah berupaya dan menyiapkan berkasnya secara lengkap pada Desember lalu.

“Kami tidak tahu alasannya kenapa berkas yang disampaikan pihak rumah sakit dinyatakan tidak lengkap oleh Dinas Kesehatan? Padahal, berkas tersebut sama seperti berkas pengajuan pencairan insentif yang sudah dicairkan sebelumnya. Berkas tersebut di antaranya, fotokopi buku rekening tabungan, NPWP dan KTP. Jadi, berkas yang mana dinyatakan tidak lengkap,” tanya dia.

Disebutkan Boala, pascamelakukan demo, pihak rumah sakit melakukan pertemuan dengan perwakilan nakes. Dari pertemuan itu, disampaikan bahwa uang insentif para nakes tidak ada disimpan mereka. Uang tersebut adanya di Dinkes. “Walau begitu, pihak rumah sakit berjanji akan mengupayakan agar uang insentif tersebut dibayarkan sampai Desember. Namun, sayangnya tidak tahu kapan pastinya ditransfer ke rekening masing-masing nakes yang berjumlah sekitar 80 orang,” sebutnya.

Nakes lainnya, Elfrina Pakpahan mengatakan, sistem kerja penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut terbagi 3 shift, pagi, sore dan malam. Artinya, para nakes bekerja 2 hari pagi, 2 hari sore, dan 2 hari malam serta libur 1 hari dalam selama sepekan.

Dikatakan Elfrina, para nakes selalu menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19, akan tetapi kami tidak merasa dihargai. Padahal, kami sudah berikan tenaga dan waktu untuk merawat pasien corona. Terlebih, kami meninggalkan anak dan istri untuk beberapa waktu agar tidak terpapar Covid-19. “Kami mengabdi kepada negara dengan memberi perhatian penuh kepada pasien corona. Namun, apa yang kami lakukan tidak sebanding dengan apa yang kami terima,” tutur dia.(ris)

Karena itu, Elfrina berharap pengaduan yang disampaikan ke Ombudsman Sumut bisa membantu para nakes menerima haknya masing-masing dengan segera. “Sementara ini belum ada berkas pengaduan yang diminta untuk dilengkapi. Kami sudah sampaikan persoalan insentif ini dan juga melampirkan beberapa berkas sebagai bukti pendukung laporan,” tandasnya. (ris)

Koramil 13 Tebingtinggi Operasi Yustisi dan Bagikan Masker

BAGIKAN: Danramil 13 Kota Tebingtinggi, Kapten Budiono bersama personel lainnya membagikan masker gratis.Sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Selain melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19, Koramil 13 Tebingtinggi 0204 Deliserdang juga melakukan membagi-bagikan maskes gratis kepada masyarakat, Jumat (12/3).

BAGIKAN: Danramil 13 Kota Tebingtinggi, Kapten Budiono bersama personel lainnya membagikan masker gratis.Sopian/sumut pos.

Pembagian masker gratis ini dipimpin langsung oleh Danramil 13 Tebingtinggi, Kapten Inf. Budiono bersama personel di Jalan KF Tandean Kota Tebingtinggi, umumnya mereka mendapatkan masker gratis adalah pengemudi becak bermotor, pengendara sepeda motor dan masyarakat yang melintas tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Kegiatan operasi yustisi ini juga dibarengi dengan pembagian masker kepada warga yang melintas di Jalan KF Tandean Kelurahan Bandar Utama, begitu juga masker gratis diberikan kepada pedagang di Pasar Sakti, Pasar Inpres dan Pasar Gambir Kota Tebingtinggi,” jelasnya.

Menurut Kapten Infantri Budiono, kegiatan operasi yustisi membagikan masker kepada masyarakat dan memberikan himbauan perihal penegakan protokol Covid-19 sesuai dengan Perwa Tebingtinggi Nomor: 44 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian virus corona Covid-19.

“Kepada warga juga diimbau untuk terus mematuhi 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan menghidari mobilitas warga,” jelasnya. (ian)

Sidak Pasca Libur Isra Miraj, Sekdakab Karo: Pelayanan Masyarakat Berjalan Lancar

SIDAK: Wabup Karo, Cory S Sebayang dan Sekdakab, Drs. Kamperas Terkelin Purba saat sidak kehadiran ASN.Solideo/Sumut Pos.

KARO, SUMUTPOS.CO – Pasca libur Isra Miraj serta menindaklanjuti SKB tiga Menteri tentang hari libur nasional dan cuti bersama, Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Drs. Kamperas Terkelin Purba melakukan sidak ke beberapa instansi pelayanan publik di Kabupaten Karo, Jumat (12/3).

SIDAK: Wabup Karo, Cory S Sebayang dan Sekdakab, Drs. Kamperas Terkelin Purba saat sidak kehadiran ASN.Solideo/Sumut Pos.

Wakil Bupati Cory S Sebayang meyebutkan, sidak dilakukan untuk melihat seluruh pegawai wajib kembali masuk bekerja setelah libur. Terlebih, sudah keluarnya Surat Keputusan Bersama (SKB) dari tiga menteri tentang hari libur nasional dan cuti bersama, bahwasanya libur hanya berlangsung selama satu hari pada Kamis (11/3), dan kembali bekerja pada Jumat (12/3).

“Hari ini kita melakukan peninjauan ke beberapa dinas-dinas pelayanan secara langsung kepada masyarakat, seperti Puskesmas Kabanjahe, RSU Kabanjahe dan Dinas Dukcapil. Kita ingin memastikan bahwa semua pegawai tetap masuk kerja dan pelayanan masyarakat dapat berjalan dengan baik pasca libur kemarin,”tegasnya.

Selain itu, Wakil Bupati Karo mengimbau seluruh ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo agar aturan-aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah dapat dijalankan dengan baik, karena tugas ASN merupakan pelayan bagi masyarakat.

“Yang terpenting adalah semua masyarakat yang membutuhkan pelayanan pemerintah dapat terlayani dengan baik,” pintanya. Pada sidak kali ini, Wakil Bupati Karo terlihat menyapa dan berbincang langsung dengan masyarakat yang sedang membutuhkan pelayanan baik di Puskesmas Kabanjahe, Rumah Sakit Umum Kabanjahe dan Dinas Dukcapil.

Sementara itu, Sekdakab Karo, Drs. Kamperas Terkelin Purba, M.Si mengatakan jika hasil Sidak kali ini cukup memuaskan, karena dari segi kehadiran pegawai dan pelayanan bagi masyarakat terlaksana dan berjalan dengan baik.”Kalau kita lihat dari daftar hadir, semuanya hadir dan taat dengan peraturan dari SK tiga menteri,” ungkap Sekda.

Sekda juga menambahkan bahwa masa pandemi ini memang ada sebagai pegawai yang melakukan tugasnya dengan sistem Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Namun walaupun begitu, Sekda meminta agar semua pegawai tetap melakukan tugasnya sesuai dengan kewajibannya masing masing. (deo/han)

KB FKPPI Binjai Gelar Donor Darah

DONOR DARAH: Ketua FKPPI Binjai, Usmariadi (Deus) saat mendonorkan darah.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Keluarga besar (KB) FKPPI Binjai menggelar donor darah di Lapangan Merdeka, Minggu (14/3). Pelaksanaan donor darah berjalan lancar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

DONOR DARAH: Ketua FKPPI Binjai, Usmariadi (Deus) saat mendonorkan darah.

“Keluarga besar FKPPI terdiri dari Generasi Muda dan Satgas Bela Negara menjalankan program kerja di tahun 2021. Pelaksanaan donor darah yang kami gelar bekerja sama dengan PMI Binjai,” kata Ketua FKPPI Binjai, Usmariadi, Minggu (14/3).

Pelaksanaan donor darah yang digelar FKPPI Binjai mendapat antusias dari masyarakat. Terlebih, digelar bertepatan dengan car free day.

Karenanya, masyarakat yang datang melebihi dari target yang direncanakan. Pihak penyelenggara juga menyediakan sarapan bubur kacang hijau untuk masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya.

“Awalnya kami menargetkan 50 orang. Namun sampai sekarang ini, saya dapat laporan sudah mencapai 100 orang lebih yang mendonorkan darahnya,” kata Usmariadi yang akrab disapa Ketua Deus didampingi Ketua GM FKPPI Binjai, Oki Sitepu.

Ketua Deus juga mendonorkan darahnya pada kesempatan tersebut. Kata dia, program donor darah ini bagian dari kemanusiaan.

Hasil kantung darah yang didonorkan masyarakat, kata dia, diserahkan kepada PMI Binjai. Ini dilakukan demi menjaga persediaan darah ketika ada pasien atau masyarakat yang membutuhkan.

“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah mendonorkan darahnya. Begitu juga dengan pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan ini, kami mengucapkan terima kasih. Kegiatan kemanusiaan seperti ini akan terus dibuat rutin setiap tahunnya,” tukasnya. (ted)

12 Pejabat Eselon III dan IV Langkat Dilantik

LANTIK: Wabup Langkat, H. Syah Afandin menyaksikan pejabat eselon menandatangi berita acara pelantikan.Elyas/SUMUT POS.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA melantik 12 pejabat administrator (eselon III) dan pengawas (eselon IV) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Jumat(12/3).

LANTIK: Wabup Langkat, H. Syah Afandin menyaksikan pejabat eselon menandatangi berita acara pelantikan.Elyas/SUMUT POS.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dan janji dilaksanakan diwakili Wakil Bupati Langkat, H. Syah Afandin. Bupati Langkat Terbit Rencana PA dalam pidato yang dibacakan Wabup Syah Afandin mengatakan, pelantikan untuk kepentingan kedinasan, guna mencapai tujuan organisasi, juga dalam rangka memperluas pengalaman, kemampuan dan wawasan seorang ASN.

“Kepada ASN yang hari ini dilantik, diharapkan dapat bekerja maksimal sesuai tupoksinya masing-masing,” ujarnya.

Pelantikan ini, lanjut Wabup, juga merupakan salah satu wujud keseriusan Pemkab Langkat dalam mengelola SDM Aparatur. Sehingga diharapkan lebih dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan optimalisasi kinerja.

Menunjukkan prestasi dalam pelaksanaan amanah melalui kerja keras, disiplin, loyalitas yang tinggi bagi suksesnya tugas pemerintahan yang diemban.

Pelantikan ditandai penandatanganan berita acara pelantikan oleh Wabup dan dua perwakilan dari Pejabat yang dilantik. Turut hadir para Asisten dan Staf Ahli Bupati, serta sejumlah Kepala Pimpinan OPD dijajaran Pemkab Langkat.(yas)

ASN Binjai ‘Eksodus’ Ramai-ramai Pindah Tugas, BKD: Kan Boleh Saja Kalau Orang Mau Pindah

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Badan Kepegawaian Daerah Setdaprovsu membantah keras kabar tentang aparatur sipil negara (ASN) Pemko Binjai ramai-ramai ‘eksodus’ ke Pemprov Sumut. “Gak, gak ada,” kata Kepala Bidang Mutasi dan Pensiun pada BKD Setdaprovsu, Abdul Karim menjawab Sumut Pos, Jumat (12/3) sore.

ilustrasi ASN.

Menurut dia, kemungkinan proses pindah ASN dari Pemko Binjai bisa saja terjadi pada kabupaten dan kota lain. Namun terkhusus di Pemprov Sumut, sejauh ini ditegaskannya baru mantan Sekretaris Daerah Binjai, Mahfullah Pratama Daulay, yang telah diproses mutasi oleh pihaknya.

“Bisa saja ke Medan atau Deliserdang, kan boleh aja kalau orang (ASN) mau pindah. Tapi di kami belum ada yang masuk. Ya benar baru beliau (Mahfullah, Red),” katanya.

Baca juga: ASN Binjai Ramai-ramai ‘Eksodus’ ke Pemprovsu

Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto sebelumnya meminta Inspektorat Sumut mengusut oknum di BKD Setdaprovsu yang diduga membantu melempangkan ‘eksodus’ sejumlah ASN Pemko Binjai ke Pemprovsu.

Hal ini guna menjaga keseimbangan antara jumlah ASN dan beban kerja di lingkungan kerja Pemprov Sumut.

“Nah kita meminta pada Inspektorat Provsu untuk mengusut dengan jelas dan terang benderang. Kenapa mereka minta pindah, berarti ada indikasi yang patut dicurigai. Sehingga bisa memberikan efek jera jika ada oknum BKD Sumut yang memuluskan perpindahan tersebut,” katanya.

Permintaan ini, diakui dia, telah disampaikan langsung pihaknya saat mengundang Inspektur Provsu, Lasro Marbun, dalam rapat dengar pendapat baru-baru ini.

“Sebenarnya saya sudah mendeteksi dan mewanti-wanti hal ini dari jauh-jauh hari. Saya sudah peringatkan sekda, BKD, dan juga Inspektorat. Kami menduga selain Pak Mahfullah, ada beberapa ASN atau pejabat Pemko Binjai ramai-ramai pindah ke provinsi,” kata politisi PKS tersebut. Inspektur Provsu, Lasro Marbun menolak memberikan tanggapan atas permintaan Hendro Susanto.

“Mohon maaf izinkan saya untuk tidak memberikan tanggapan ya,” ujarnya singkat melalui aplikasi pesan WhatsApp, Kamis lalu. (prn)

Jalan Berlubang di Pasar Tavip Binjai Diaspal

DIASPAL: Dinas PUPR Kota Binjai melakukan pengasapan di sejumlah jalan berlubang di Pasar Tavid Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Janji Pelaksana Tugas Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah untuk pembenahan pasar-pasar, dibuktikan dengan dilakukannya pengasapan badan jalan yang berlubang.

DIASPAL: Dinas PUPR Kota Binjai melakukan pengasapan di sejumlah jalan berlubang di Pasar Tavid Binjai.

Ini menunjukkan ucapan yang dibeberkan orang nomor satu di Kota Binjai tersebut tidak hanya sekadar isapan jempol belaka. Pantauan wartawan, sejumlah lubang yang mengakibatkan genangan sudah nyaris tak terlihat lagi di Pasar Tavip.

Menindaklanjuti arahan Plt Wali Kota Binjai, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Binjai bergerak cepat melakukan pengasapan. Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR, Ridho Indah Purnama menjelaskan, pihaknya telah melakukan pengaspalan terhadap sejumlah badan jalan yang berlubang.

“Jalan yang berlubang, yang rusak-rusak saja diperbaiki,” ujar Ridho ketika dikonfirmasi, Minggu (14/3).

Wanita yang menjabat sebagai Kabid Cipta Karya Dinas PUPR ini menambahkan, anggaran yang digunakan untuk pembenahan jalan Pasar Tavip berasal dari swakelola. Artinya, dana tersebut digunakan sebagai pendahuluan yang akan diganti oleh anggaran mendatang pada P-APBD 2021.

“Jalan yang diaspal kurang lebih sepanjang 170 meter. Yang rusak-rusak saja, tidak sekaligus,” ujar Ridho.

Namun, pembenahan jalan yang berlubang di Pasar Tavip diragukan. Soalnya, ketahanan aspal tersebut dinilai tak akan bertahan lama karena akan terus bersentuhan air asin yang berasal dari tetesan kotak ikan.

Disinggung soal ketahanan lubang, Ridho tak dapat memberikan penjelasan. Dia hanya memberikan gambar senyum melalui layanan pesan singkat WhatsApp. “Enggak lebih Rp200 juta (untuk pengaspalan jalan berlubang),” tukasnya. (ted/han)

Wolves vs Liverpool, Modal Performa Positif

KEJAR KEMENANGAN: Mohamed Salah harus bekerja keras dalam laga tandang, dinihari nanti.

SUMUTPOS.CO – PREMIER League 2020-2021 pekan 28, bakal menyajikan laga Liverpool yang bertandang ke markas Wolverhampton Wanderers di Stadion Molineux, Selasa (16/3) dini hari WIB. Terlepas dari hasil satu kemenangan dan 6 kekalahan di 7 laga terakhir liga, The Reds tetap diunggulkan untuk memenangi laga ini. Karena mereka memiliki modal performa positif yang diraih saat menjalani laga tandang di tengah hasil buruk akhir-akhir ini.

KEJAR KEMENANGAN: Mohamed Salah harus bekerja keras dalam laga tandang, dinihari nanti.

Liverpool memang mengalami anomali sejak dikalahkan di Anfield untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir oleh Burnley, pada 21 Januari 2021 lalu. Setelah laga itu, The Reds menderita 5 kekalahan beruntun lagi di Anfield. Tempat yang tadinya sangat menyeramkan bagi lawan, kini justru berbalik menjadi tidak bersahabat bagi tuan rumah.

Sejak kekalahan atas Burnley itu, Liverpool hanya bisa meraih 3 kemenangan dari 9 laga. Menariknya ketiga kemenangan itu semua diraih di kandang lawan, yakni saat bertandang ke Tottenham Hotspur, West Ham United, dan Sheffield United.

Maka optimisme pun meluncur dari kubu The Reds, jelang laga tandang ke West Midlands pekan ini. Apalagi Ozan Kabak dan kawan-kawan juga sedang percaya diri, setelah berhasil menyingkirkan Leipzig dari Liga Champions tengah pekan lalu.

“Kami harus bersiap diri melawan Wolves, karena itu adalah hal terpenting saat ini. Kemenangan atas Leipzig akan sangat membantu persiapan kami,” ungkap Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp.

Tantangan bagi Liverpool sebenarnya cukup berat di laga ini. Pasalnya Wolves hanya sekali kalah dari 8 pertandingan terakhir di liga. Itulah kenapa Klopp benar-benar bersyukur timnya bisa mengalahkan Leipzig yang akan berpengaruh pada kepercayaan diri para pemainnya.

Dari 8 laga tersebut, 3 kemenangan diraih anak asuh Nuno Espirito Santo. Satu di antaranya diperoleh atas Arsenal di kandang sendiri. Total 2 kemenangan di Molineux diraup Wolves dari 8 laga tersebut.

Namun, catatan kandang Wolves sebenarnya tak cukup bagus ketika bersua Liverpool. Terutama di 7 laga terakhir ketika mereka meraih hasil 3 imbang dan 4 kalah. Bahkan 4 kekalahan tersebut terjadi pada 4 kesempatan terakhir Wolves menjamu The Reds di Premier League.

Fakta performa Liverpool sedang tidak stabil, tak membuat Nuno menganggap remeh sang lawan. Kembalinya Fabinho ke posisi gelandang bertahan, diyakini bisa membuat permainan The Reds kembali bagus. Contoh nyata terjadi pada kemenangan versus Leipzig lalu.

“Setiap tim bisa saja mengalami inkonsistensi performa. Semua kembali ke bagaimana kamu bereaksi terhadap hasil-hasil negatif yang didapat. Kekalahan 4-0 di pertemuan pertama saya pikir tak bisa dijadikan acuan untuk laga nanti,” jelasnya.

Jelang pertandingan nanti, Liverpool masih harus kehilangan Jordan Henderson, Virgil van Dijk, Joe Gomez, dan Joel Matip. Roberto Firmino pun kemungkinan masih absen meski Klopp menyatakan ada waktu tersisa untuk melihat perkembangan kondisi striker Brasil itu.

Dari kubu Wolves, Raul Jimenez dan Daniel Podence belum bisa berlaga di pertandingan ini. Buruknya ketajaman Fabio Silva dan Willian Jose, bisa saja membuat Nuno memainkan Pedro Neto dan Adama Traore di posisi terdepan di laga ini. (tid/saz)

Stok Vaksin & Target Tidak Seimbang

VAKSIN: Vaksin Covid-19 jenis Sinovac-Ilustrasi. Vaksin ini mesti cepat dihabiskan, karena ada masa kedaluwarsanya.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kelambanan vaksinasi Covid-19 di Indonesia terjadi karena minimnya produksi vaksin. Stok vaksin dan target yang harus divaksin tidak seimbang. Indonesia harus mevaksinasi 181,5 juta orang dari 270 juta jumlah penduduk Indonesia untuk memenuhi herd immunity atau kekebalan kelompok. Sehingga dibutuhkan setidaknya 420 juta dosis vaksin Covid-19.

VAKSIN: Vaksin Covid-19 jenis Sinovac-Ilustrasi. Vaksin ini mesti cepat dihabiskan, karena ada masa kedaluwarsanya.

“MASALAH kita di keberadaan vaksin. Jadi vaksin sangat terbatas, kita beruntung dapat. Rencana kami 426 juta dan jadwal Januari-Juni hanya bisa dapat sekitar 80 jutaan. Hanya 40 juta rakyat bisa kita vaksin dari 181,5 juta, karena vaksinnya cuma ada segitu,” ucap Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, di acara webinar bertajuk Aku Siap Divaksin yang digelar KAGAMA, Minggu (14/3).

Sesuai permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata dia, vaksinasi tersebut harus selesai dalam waktu 15 bulan. “Kenapa belum selesai seusai keinginan Presiden? Masalahnya bukan karena kemampuan vaksinasi, tapi di produksi vaksinnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini pemerintah terus berusaha untuk mempercepat proses vaksinasi sesuai arahan Presiden. Saat ini keberadaan vaksin Covid-19 menjadi rebutan seluruh negara di dunia. Bahkan dari 100 negara, baru 60 negara saja yang berhasil mendapatkannya. “Banyak negara belum dapat, kita beruntung sudah dapat. Malaysia gimana tidak tahu, Filipina sama Thailand baru mau mulai tidak jadi. Australia dan Jepang baru mulai,” kata dia.

Ia mengatakan, total penduduk dunia sekarang sebanyak 7,8 miliar. Apabila 72 persen penduduk dunia yang divaksinasi, maka dibutuhkan 11 miliar dosis untuk dua kali vaksinasi. Di mana, satu orang harus mendapat dua dosis vaksin, ditambah cadangan 15 persen stok vaksin.

Sementara, kata dia, kapasitas produksi vaksin diperkirakan hanya mampu menghasilkan 3 miliar dosis saja. “Enggak bakal tercapai. Negara maju ijon semua vaksinnya, negara miskin enggak dapat. Padahal kayak Indonesia matinya 300 sehari. Kalau nunggu sebulan itu 9.000 rakyat kita harus mati gara-gara nunggu vaksin. Setahun 108.000,” kata Budi.

Ia pun mengatakan upaya negara-negara saat ini untuk mengamankan stok vaksin menjadi problem politik tersendiri.

Pada Januari-Februari, Indonesia hanya mendapatkan 3 juta dosis vaksin Covid-19 dan disuntikkan ke tenaga kesehatan dan kelompok prioritas lain seperti lansia. Oleh karena itu, kapasitas penyuntikan vaksinnya pun disesuaikan dengan ketersediaan vaksin yang ada. “Indonesia beruntung bisa dapat, beruntung sekali. Tapi dapatnya itu bertahap dan sangat tidak seimbang,” kata dia.

Budi mengatakan, terbatasnya vaksin Covid-19 di Tanah Air harus dihadapi dengan sabar. Sebab ketersediaan vaksin Covid-19 di Indonesia menjadi kendala dan tidak seimbang dengan target masyarakat yang akan divaksin.

“Saya minta sabar sampai Juni, kita cuma dapat 24 persen. Mesti ada prioritas di semester pertama. Semester 2 akan ada akselerasi dan kita harus benar-benar keroyokan,” kata Budi.

Pada semester 2 nanti, pihaknya menargetkan harus bisa dilakukan vaksinasi sebanyak 1,5 juta dosis dalam sehari.

Sebab di semester pertama ini, kata dia, maksimal pemerintah hanya mampu memvaksin maksimal 500.000 dosis sehari. Hal itu pula yang membuat pemerintah memberikan vaksinasi kepada masyarakat dengan membuat skala prioritas berbasis risiko.

Tahap pertama adalah dengan memberikan vaksin terhadap 1,5 juta tenaga kesehatan dan kelompok lanjut usia (lansia) yang jumlahnya mencapai 21,6 juta orang. “Jadi saya imbau, karena vaksin sedikit kita sabar,” ucap dia.

Vaksin Sinovac Kedaluwarsa 25 Maret

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi memberikan penjelasan perihal vaksin Sinovac yang disebut akan kedaluwarsa pada 25 Maret 2021. Menurut Nadia, informasi itu merujuk kepada vaksin Sinovac pengadaan batch pertama.

“Mengenai kedaluwarsa vaksin Sinovac, kami sampaikan bahwa yang akan kedaluwarsa merupakan vaksin CoronaVac (produksi Sinovac) batch pertama, yakni sejumlah 1,2 juta dosis dan 1,8 juta dosis,” ujar Nadia melalui keterangan video, Sabtu malam (13/3).

“Vaksin ini telah kita gunakan untuk diberikan kepada 1,45 juta tenaga kesehatan dan 50.000 orang pemberi pelayanan publik. Saat ini, vaksin ini sudah habis kita gunakan,” jelasnya.

Dia pun mengungkapkan, vaksin yang akan kedaluwarsa itu merupakan vaksin CoronaVac berbentuk botol kecil atau vial yang berisi satu dosis. Atau untuk satu kali penyuntikan.

Sementara itu, Nadia menyebut vaksin Sinovac saat ini digunakan untuk vaksinasi lansia dan pemberi pelayanan publik lainnya adalah menggunakan kemasan botol besar. “Menggunakan kemasan botol besar atau vial yang berisikan 10 dosis atau dapat diberikan kepada 10 orang sasaran vaksinasi,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Tim Uji Klinis Nasional Vaksin Covid-19 Kusnandi Rusmil mengatakan, vaksin Covid-19 asal Sinovac, China, memiliki masa kedaluwarsa dua tahun. Oleh karenanya, kata Kusnandi, vaksin Covid-19 yang saat ini siap suntik harus segera dihabiskan. “Vaksin ini secepat-cepatnya dipakai karena udah hampir 2 tahun. Jadi dipakai dulu sekarang ini, yang baru nanti dibikin lagi,” kata Kusnandi dalam diskusi secara virtual bertajuk “Memahami Covid-19 dan Mutasi Virus”, Sabtu (13/3).

Lebih lanjut, Kusnandi memastikan, vaksin Covid-19 yang ada masih bisa melawan mutasi virus corona B.1.1.7 asal Inggris sehingga produsen belum perlu mengganti vaksin yang sedang dikembangkan. “Kalau (mutasi virus Corona) berubah kita harus cari vaksin yang baru, karena mutasinya berbeda, tapi setahun ini kita belum perlu ganti vaksin Covid-19, dia masih bisa,” pungkasnya.

Sebelumnya, PT Bio Farma (Persero) menyatakan ada perubahan masa kedaluwarsa vaksin corona Sinovac untuk batch 1. Masa kedaluwarsa di kemasan Sinovac tercatat sampai 2023, tetapi dipercepat menjadi Maret 2021.

“Iya itu expired date dari manufacture. Dalam izin masa penggunaan darurat (EUA), expired date sesuai dengan yang dikeluarkan dan disetujui oleh BPOM,” ungkap Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Bio Farma Bambang Heriyanto, Rabu (10/3).

Bambang menyatakan seluruh vaksin batch 1 yang masa kedaluwarsanya akan habis pada 25 Maret 2021 sudah didistribusikan awal Januari 2021 lalu. Menurutnya, vaksin yang sudah didistribusikan akan segera digunakan untuk proses vaksinasi covid-19.

“Kan vaksin yang sudah didistribusikan tentu tidak disimpan saja sampai kedaluwarsa, tapi dipakai,” imbuh Bambang.

Ia memprediksi seluruh vaksin covid-19 yang telah didistribusikan sejak Januari 2021 sudah habis dipakai. Bio Farma saat ini sudah tak menyimpan pasokan vaksin batch 1. “Tentu sebelum kadaluwarsa, vaksinnya sudah habis disuntikan,” katanya. (cnn/kps/net)

Festival Mardoton di Samosir, Wagubsu: Diharapkan Jadi Magnet Wisatawan

Dikominfo Sumut MARDOTON: Wagubsu Musa Rajekshah ngobrol dengan nelayan peserta festival .

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Sejumlah pemuda dari Komunitas Anak Tao, Pulau Samosir, mempromosikan kebudayaan dan keindahan Danau Toba, dari sisi Pulau Samosir. Mereka menggelar Festival Mardoton di Desa Tuktuk Siadong Kabupaten Samosir, Sabtu (13/3), dengan mengundang Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah bersama Wakil Ketua I TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari.

Dikominfo Sumut MARDOTON: Wagubsu Musa Rajekshah ngobrol dengan nelayan peserta festival .

Febry Tua Siallagan dari Komunitas Anak Tao, menyampaikan Festival Mardoton yang jatuh pada Bulan Sipaha Sada (bulan pertama) pada Penanggalan Kalender Batak ini adalah tradisi cara menangkap ikan secara tradisional di perairan Danau Toba. Festival fokus pada edukasi melalui beberapa rangkaian kegiatan. Antara lain Focus Group Discussion (FGD), pembentukan Komunitas Pardoton, perlombaan Manopong Doton, edukasi ekosistem Danau Toba, dan pameran kuliner.

“Selain itu ada juga penaburan 20.000 benih ikan mujair dan 200 benih ikan endemik Danau Toba, Lomba Menghias Solu (perahu), pameran kuliner ikan Danau Toba, dan pemutaran film semi dokumenter “Ahu Pardoton” serta penanaman 100 bibit pohon,” jelasnya. Festival digelar di sepanjang bibir Pantai Tuktuk dan sekitarnya.

Pada kesempatan itu, Oppu Disnan Sigiro yang merupakan sesepuh di Desa Tuktuk Siadong, menuturkan tentang tradisi Mardoton. Menurutnya, Mardoton merupakan cara menangkap ikan yang dilakukan sejak puluhan tahun lalu oleh para leluhur di kawasan Danau Toba.

Nelayan mengikuti festival Mardoton, yakni cara menangkap ikan yang dilakukan sejak puluhan tahun lalu oleh para leluhur di kawasan Danau Toba, di Desa Tuktuk Siadong, Samosir, Sabtu (13/3).

“Pada mulanya, Mardoton menggunakan bubu. Kemudian berkembang dan masyarakat mulai akrab menggunakan doton (jaring), yang berbahan kain yang dirajut menjadi mata jaring berbagai ukuran,” katanya.

Pada festival ini, juga dilakukan serangkaian kegiatan menurunkan perahu ke Danau Toba, sebelum dipakai menangkap ikan atau Mandaram.

“Ada prosesi tertentu agar solu membawa keberuntungan pada pengguna. Membuat sesajian dari tepung beras untuk media doa kepada Tuhan Sang Pencipta melalui Namboru Saneang Naga Laut. Saneang Naga Laut, menurut orang Batak sebagai Dewi Air yang diwakilkan perwakilan Tuhan sebagai pemberi berkat yang berkuasa di Air,” ujar Oppu Disnan Sigiro di hadapan Wagub dan rombongan.

Wagubsu Mengapresiasi

Wagubsu Musa Rajekshah bersama Wakil Ketua I TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari dan rombongan yang hadir dalam festival, disambut tari-tarian dan diulosi oleh Panitia Festival Mardoton.

Wagub Musa Rajekshah menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang digagas oleh para pemuda setempat, untuk mempromosikan kebudayaan dan keindahan Danau Toba dari sisi Pulau Samosir. “Kita sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, artinya ada kegiatan yang mengundang orang dari luar Pulau Samosir untuk menyaksikan festival kebudayaan, terkhusus dari Pulau Samosir,” ujar Wagub, usai menyaksikan berbagai pertunjukan Festival Mardoton

Festival seperti ini, menurut Wagub, merupakan magnet bagi para pengunjung untuk datang ke Samosir. Apalagi festival kebudayaan ini sudah dari dahulu ada dan sekarang kembali dikembangkan, yaitu tradisi bagaimana cara menangkap ikan secara tradisional.

Wagub juga menyampaikan tentang pentingnya sejarah kebudayaan yang harus terus digaungkan. Sehingga menjadi edukasi bagi anak-anak dan generasi muda saat ini. “Ke depan dengan festival ini, anak-anak kita punya edukasi dan pemahaman tentang tradisi dan budaya masyarakat zaman dahulu. Sehingga tidak hilang dengan berjalannya waktu. Kita harapkan seluruh daerah di Sumatera Utara juga mengembangkan potensi kebudayaannya masing-masing, sehingga menambah daya tarik bagi wisatawan yang berasal dari luar Sumut,” harap Wagub.

Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir Dumosch Pandiangan, para tokoh masyarakat dan pemuka agama Desa Tuktuk Siadong. (rel)