26 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 3614

Risiko Terburuk Akibat Covid-19 Diprediksi Menurun

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Risiko terburuk akibat Covid-19 diprediksi bakal segera menurun. Sebab, kelompok rentan seperti masyarakat lanjut usia (Lansia) sudah mulai menjalani vaksinasi tahap kedua dan penyandang disabilitas mulai menjalani vaksinisasi tahap pertama.

dr Mohamad Saifudin Hakim.

“Iya, akan mengurangi manifestasi Covid-19 berat pada kelompok berisiko tinggi,” ujar Pakar Virologi dan Imunologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Mohamad Saifudin Hakim kepada wartawan, Jumat (12/3/2021).

Sementara itu, masih ada kelompok rentan yang takut divaksin. Padahal, untuk bisa ikut vaksin, pemerintah sudah membuat standar operasional prosedur (SOP), sehingga dampak vaksin bisa diminimalisir.

Saifudin menilai program vaksinasi tidak akan berjalan sesuai rencana jika ada yang masih menolak divaksin. “Iya, diharapkan ada edukasi terus-menerus kepada kelompok masyarakat yang masih takut atau menolak untuk vaksinasi tanpa alasan medis yang bisa dibenarkan,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah terus belanja vaksin, tidak hanya dari satu negara produsen, tapi dari berbagai negara. Menurut Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Abidin Fikri, apa yang dilakukan Pemerintah Indonesia itu bukan untuk menghindari kemungkinan embargo dari negara produsen.

“Itu bukan soal embargo, soal ketersediaan. Jadi, ini bukan embargo ya. Memang pemerintah harus berinisiatif, karena kan semua negara butuh vaksin. Jadi ya harus proaktif,” kata Abidin Fikri dihubungi secara terpisah.

Jadi, kata dia, pemerintah memang harus lebih cepat mendatangkan vaksin dari negara-negara produsen. “Jadi ya siapa yang bisa melakukan pembicaraan dengan negara yang produksi vaksin, dia akan lebih baik,” kata legislator asal daerah pemilihan Jawa Timur IX ini.

Sehingga, dia menilai apa yang dilakukan pemerintah terkait mendatangkan vaksin dari banyak negara sudah tepat. “Oh tepat dong. Karena banyak negara yang sampai sekarang belum dapat vaksin,” tuturnya.

Dia pun memberikan contoh Malaysia hingga kini belum mendapatkan vaksin Covid-19 dari negara produsen. “Rakyat Malaysia mempertanyakan juga kepada pemerintahnya kenapa belum dapat, bahkan ada 130 negara ya kalau tidak salah belum dapat, jadi Indonesia masih beruntung nih, dengan kecepatan berkomunikasi dengan negara-negara yang memproduksi vaksin,” katanya.

Di samping itu, dia menilai inovasi-inovasi di dalam negeri perlu didorong. “Seperti yang disampaikan Pak Presiden bahwa prakarsa inovasi itu tentu harus didorong secara baik, tapi tetap harus memenuhi standar keilmuan, karena ada aspek kehati-hatian, mutu, khasiat, dan lain sebagainya kan, harus diuji secara benar, jadi bukan asal vaksin, nah itu juga sama perlakuan terhadap vaksin-vaksin yang dari luar,” pungkasnya.(bbs/adz)

BKKBN Sumut Sosialiasi Genre di Labuhanbatu


SOSIALISASI: Kabid KSPK BKKBN Sumut, Dra Lucy Destriati bersama Kepala Sekolah  MAN 1 Rantau Prapat, pada kegiatan sosialisasi Genre di Labuhanbatu.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO-Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumut menggelar sosialisasi generasi berencana (Genre) kepada puluhan pelajar di Kabupaten Labuhanbatu, di MAN 1 Rantau Prapat, Jalan Islamic Center, Rantau Utara, Labuhanbatu, baru-baru ini.  Hadir di kegiatan ini Duta Genre Provinsi Sumut binaan BKKBN Provsu.

Kepala Sekolah  MAN 1 Rantau Prapat menyampaikan, para pelajar dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan bersungguh-sungguh, agar menambah wawasan dan pengalaman yang lebih baik.

“Belajar itu, bukan hanya di dalam ruangan kelas, tetapi juga di kegiatan-kegiatan seperti ini. Generasi berencana atau Genre, ini juga satu materi pembelajaran yang seyogyanya bisa diketahui oleh para pelajar,” ujarnya.

Dalam sambutannya Kabid KSPK BKKBN Provsu, Dra Lucy Destriati, menyebutkan, sebagai pelajar yang merupakan masa peralihan dari anak-anak ke remaja, inilah saatnya untuk bisa memahami program genre.

“BKKBN Provsu memiliki program Genre yang tujuannya adalah untuk membekali para generasi muda, untuk menjadi generasi emas dan generasi unggul, ke depannya generasi muda di Indonesia akan siap bersaing secara kualitas dengan generasi muda di seluruh dunia,” ucapnya

Akan tetapi, untuk kegiatan sosialisasi rencana usia menikah, untuk perempuan berusia 21 tahun dan laki-laki berusia 25 tahun, itu terus kami lakukan ke masyarakat dan kalangan pelajar di Palas,” katanya.

Harapannya, dengan program Genre yang dilakukan pihak BKKBN Provsu ini, para pelajar dan generasi muda di daerah Provinsi Sumut untuk 10 tahun ke depan lebih baik dan maju lagi.(rel/han)

Pelatihan First Aid Untuk Pemandu Wisata dan Penggiat Alam Bebas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Teratai Rescue bersama Explore Sumatera, Pewarta Foto Indonesia (PFI Medan), Vertikal Rescue Indonesia ( VRI) Regional Sumatera, Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS), Pilar, HPI Sumut, Sekolah Islam Terpadu Az-zakiyah dan Sumatera Tropical Forest Jurnalism (STFJ) menyelenggarakan pelatihan pertolongan pertama untuk pemandu wisata dan pelaku kegiatan alam bebas di Markas Melinjo, Jalan Eka Rasmi Komplek Melinjo No 1 Medan, Jumat, (12/3).

First Aider Herriansyah menyampaikan prosedur penanganan kedaruratan masa pandemi covid 19 pada kegiatan wisata alam bebas.Istimewa/Sumut Pos.

Dalam pelatihan tersebut, First Aider Herriansyah menyampaikan prosedur penanganan kedaruratan masa pandemi covid 19 pada kegiatan wisata alam bebas. Dalam kesempatan itu, Herriansyah menyampaikan materi soal Penilaian, Bantuan Hidup Dasar & Resusitasi Jantung Paru, Luka, Pendarahan dan Penanganan, Patah Tulang & Pembidaian, Kedaruratan Medis ( Pingsan, Hypothermia dan Gigitan Binatang Berbisa),Pemindahan Penderita, Simulasi Kasus dan Peragaan dengan durasi 8 Jam Pelajaran Efektif. Dalam kegiatan tersebut untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19, panitia membatasi peserta untuk kepentingan pemberlakuan protokol kesehatan.

Ketua Teratai Rescue, Muliadi mengatakan, kegiatan tersebut sangat penting bagi masyarakat secara individu, karena pertolongan pertama ini adalah kemampuan perorangan dalam pertolongan pertama pada kecelakaan.” Ilmu ini bisa untuk diri sendiri, siap untuk selamat dan siap untuk menyelamatkan”, ujar Muliadi.
Ditambahkannya, terkhusus untuk pemandu wisata, pelatihan ini sangat penting, karena di alam bebas resiko kecelakaannya sangat tinggi, jadi para pemandu harus dapat memberikan pertolongan pertama kepada wisatawan jika terjadi kecelakaan.

Founder Explore Sumatera, Joni Kurniawan mengungkapkan, pelatihan pertolongan pertama (first aid) sangat penting untuk rekan-rekan yang berkegiatan di luar ruang apalagi kegiatan yang sulit akses dalam fasilitas kesehatan, sehingga kemampuan pertolongan pertama dapat meminimalisasi resiko yang muncul akibat kecelakaan kegiatan maupun dalam kegiatan saat kepemanduan. Jadi pelatihan ini bukan hanya untuk kegiatan wisata yang beresiko tinggi saja tapi juga kegiatan wisata lainnya juga memiliki peluang yang sama. Karena yang dipelajari ini tidak hanya menyangkut pertolongan pertama pada kecelakaan yang sifatnya di lapangan tapi ada juga kasus kecelakaan yang bisa terjadi dirumah, seperti tersedak. Jadi kita bisa memahami dan memiliki kemampuan dasar dalam pertolongan pertama.

Kemampuan pertolongan pertama juga menjadi standar kompetensi nasional pemandu arung jeram karena setiap pemandu harus memiliki kemampuan dalam kedaruratan. Kemampuan ini juga harus sering disimulasikan di lapangan dan tempat kerja, sehingga ini menjadi faktor kebiasaan yang akhirnya kemampuan itu sudah melekat.”Kemampuan pertolongan pertama ini wajib dikuasai oleh pemandu, sehingga ini menjadi salah satu syarat dalam kompetensi, ungkap Joni.(rel)

Rutan Labuhandeli Gelar Razia Gabungan, Sita Sajam, Ponsel dan Bong Alat isap Sabu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Petugas gabungan dari Rumah Tahanan (Rutan) Labuhandeli Klas I bersama Polres Pelabuhan Belawan, Koramil 10/MLdan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut secara mendadak melakukan razia terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP), Selasa (9/3) malam.

Razia besar – besaran yang dimotori Rutan Labuhandeli Klas I merupakan atensi Dirjen Pemasyarakatan. Dari razia tersebut menemukam puluhan ponsel, kabel cas, headset, senjata tajam dan alat isap sabu dari sejumlah kamar, serta ditemukan satu warga binaan positif narkoba di Rutan Labuhandeli Klas I tersebut.

Razia yang melibatkan seluruh jajaran penegak hukum, petugas gabungan masuk ke Rutan Labuhandeli dengan menggeledah ke seluruh kamar yang dihuni warga binaan dengan mengecek lemari, bungkusan makanan dan tubuh tahanan.

Selama proses penggeledahan berlangsung, ditemukan sejumlah barang – barang yang dilarang digunakan para warga binaan di rutan tersebut. Petugas juga melalukan tes urine kepada 16 warga binaan yang menjadi target sasaran yang dicurigai. Hasil tes urine tersebut, satu di antaranya positif mengonsumsi narkoba.

RAZIA GABUNGAN: Petugas gabungan dari Rutan Labuhandeli Klas I bersama Polres Pelabuhan Belawan, Koramil 10/MLdan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut, merazia warga binaan pemasyarakatan (WBP), Selasa (9/3) malam.fachril/sumu tpos.

Kepala Rutan Labuhandeli Klas I Nimrot Sihotang didampingi Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan Kompol Mustafa Nasution mengatakan, operasi gabungan yang digelar merupakan perintah Dirjen Pemasyarakatan dalam kegiatan deteksi dini dan melaksanakan program BNN tentang Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Pada malam ini (kemarin,Red), kita telah melakukan penggeledahan secara bersama dan tes urine. Adapun yang ditemukan dalam razia ini, ada ponsel, sajam, headset, dan bong serta dari tes urine 16 orang, ada satu orang positif narkoba,” jelas Nimrot didampingi Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari dan Danaramil 10/ML, Kapten AM Marpaung.

Nimrot mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas gabungan yang turur serta dalam mendukung dalam razia yang telah dilaksanakan. Mengenai satu warga binaan yang positif narkoba akan segera ditindaklanjuti untuk diproses. “Kita akan mendalami terhadap seorang yang diduga positif narkoba tersebut, begitu juga dengan ada juga ditemukan serbuk putih akan kita proses lebih dalam lagi,” pungkasnya. (fac/ila)

Samsung Cari Galaxy Creator yang Siap Jadi Bintang!

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Pandemi yang telah berlangsung selama setahun ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi masyarakat. Khususnya bagi generasi muda, dampaknya amat terasa khususnya pada kesempatan untuk terus mengejar pendidikan, mempertahankan pendapatan, hingga peluang untuk mengejar aspirasi. Untuk mengajak masyarakat agar tetap bersemangat dalam menjawab tantangan pandemi, Samsung Electronics Indonesia mengampanyekan #TetapSemangatIndonesia untuk mendukung generasi muda terus belajar, berkreasi merintis bisnis yang diimpikan, serta menekuni minat membuat konten dan meraih impian menjadi seorang tech reviewer.

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, Samsung meluncurkan program Be A Galaxy Creator yang mengajak anak muda, khususnya Gen Z dan Milenial, untuk tetap semangat menggali minat mereka dengan mengikuti program yang diselenggarakan mulai tanggal 5 Maret 2021 hingga Mei 2021 ini. Melalui Be A Galaxy Creator, Samsung membuka peluang lebih besar lagi bagi mereka yang terpilih dengan memberikan coaching session Galaxy Creator, smartphone Galaxy dan perangkat pendukung pembuatan konten.

“Peran inovasi teknologi kini menghadirkan berbagai peluang baru untuk mewujudkan mimpi, terutama menjadi content creator di media sosial. Didukung Samsung Galaxy A12 dan Galaxy A02s dengan performa dahsyat dan harga terjangkau, Be A Galaxy Creator ini dirancang untuk Gen Z dan Milenial agar tetap semangat mengubah peluang menjadi karya nyata, dan membawa impiannya menjadi tech reviewer. Bekerja sama dengan tech reviewer dan content creator yang sudah menjadi inspirasi warganet saat ini, Samsung ingin membawa Gen Z dan Milenial terpilih untuk meningkatkan keterampilan dan kualitas konten mereka ke level berikutnya,” sebut Irfan Rinaldi, Product Marketing Manager, Samsung Electronics Indonesia.

Seleksi untuk program Be A Galaxy Creator akan berlangsung mulai tanggal 5 – 18 Maret 2021. Anak muda Indonesia berusia mulai 17-28 tahun, memiliki akun media sosial dan akun YouTube dengan kurang dari 1.000 subscriber yang mengulas inovasi dan teknologi, dapat mendaftarkan diri melalui “http://www.samsung.com/id/be-galaxy-creatorhttp://www.samsung.com/id/be-galaxy-creator.
Dua peserta terpilih akan diumumkan sebagai pemenang pada tanggal 27 Maret 2021. Kedua calon Galaxy Creator ini akan mendapatkan kesempatan eksklusif mengikuti pelatihan (coaching session) yang dibimbing secara intensif untuk menjadi seorang tech reviewer profesional oleh SEIN beserta Dedy Irvan dan Edho Zell, yang masing-masing telah dikenal sebagai tech reviewer dan content creator inspiratif. Selain itu, Galaxy Creator terpilih juga mendapatkan Galaxy A12 dan paket peralatan yang mendukung pembuatan konten video.
Dilansir dari Google Data 20202, ada 500 jam konten baru yang diunggah setiap menitnya di platform YouTube dengan beragam gaya penyampaian dan muatan yang khas. ‘Persaingan’ konten pun menjadi semakin seru, sehingga penting untuk dapat membuat konten video yang inspiratif dan Awesome untuk menarik banyak penonton.
Edho Zell, content creator yang subscriber channel YouTube-nya sudah hampir 4 juta yang akan menjadi salah satu mentor pada program Be A Galaxy Creator, mendukung penuh inisiatif Samsung untuk melahirkan content creator baru dan turut berbagi tips bagi para Gen Z dan Milenial agar terus semangat berkreasi dan menghasilkan konten yang berkualitas. “Dengan semakin beragamnya konten yang muncul setiap hari, dibutuhkan ide dan eksekusi yang kreatif untuk bikin video yang Awesome. Ide konten harus dipikirkan secara matang, dengan melakukan riset mengenai topik yang akan dibahas. Eksekusi idenya dengan mengemas video yang membuat penonton tidak bosan, dengan berbagai treatment dan musik untuk meningkatkan mood konten yang kita buat,” ucap Edho.

Menurut Edho, terdapat tiga tips untuk bikin konten yang Awesome. Yang pertama adalah passion. Dengan adanya passion, kita akan dengan senang hati mengerjakan konten yang kita mau tanpa merasa capek dan mengeluh walaupun mungkin konten yang kamu kerjakan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Tips kedua adalah belajar. Jangan pernah berhenti untuk mempelajari hal-hal baru, dan jadikan konten pertama kita sebagai pembelajaran biar lebih semangat lagi menciptakan konten-konten berikutnya yang lebih Awesome. Ketiga adalah usaha. Tidak ada sukses yang instan dan semua pasti membutuhkan proses. Termasuk membuat konten yang berkualitas. Jangan hanya puas saat berhasil membuat video bagus satu kali. Atau jangan berkecil hati saat banyak yang mengkritik hasil karyamu. Anggaplah hal tersebut sebagai masukan positif supaya kontenmu lebih Awesome lagi.

Dengan beragam fitur dan teknologi yang ditawarkan oleh Samsung Galaxy A12 dan Galaxy A02s seperti memori, layar, dan baterai yang besar, serta kamera dan prosesor yang mumpuni, kini Gen Z dan Milenial bisa jadi Galaxy Creator yang inspiratif di media sosial dengan gadget andal yang terjangkau harganya.
Untuk mendukung #TetapSemangatIndonesia, kamu sekarang bisa mendapatkan Samsung Galaxy A12 | A02s dengan harga mulai dari Rp 100 ribuan. Bisa Trade-In, cicilan tanpa DP dan tanpa admin fee dengan Kredivo. Promo ini juga sudah termasuk paket kuota data bulanan 18GB dari by.U (setara dengan 216GB setahun) hanya seharga Rp 50.000 per bulan.
Daftarkan diri kamu dalam program Be A Galaxy Creator melalui:
http://www.samsung.com/id/be-galaxy-creatorhttp://www.samsung.com/id/be-galaxy-creator.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Galaxy A12 l 02s, silakan kunjungi  “http://www.samsung.com/id” www.samsung.com/id. (rel/adz)

Eksekusi Lapangan Sepakbola Tanah Enam Ratus Dinilai Janggal, Romo Syafi’i: Pesanan Siapa?

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi III DPR-RI dari Fraksi Partai Gerindra HR Muhammad Syafi’i SH MHum yang akrab disapa Romo Syafi’i menyoroti eksekusi lapangan sepak bola oleh Pengadilan Negeri (PN) Medan di Jalan Marelan Raya, Pasar I, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan. Politisi vokal asal Sumut ini menilai eksekusi tersebut salah kaprah.

Sebab diketahui pada eksekusi yang dilakukan pada Kamis tanggal 25 Februari 2021 tersebut, masyarakat melakukan penghadangan terhadap aparat. Menurut Romo hal tersebut terjadi karena masyarakat menilai tindakan yang dibuat aparat semena-mena.

Sehingga ini semakin membuktikan bahwa penegakan hukum kita sudah carut marut, bagaimana bisa objek yang diperkarakan berbeda dengan objek yang dieksekusi.”

HR Muhammad Syafi’i SH MHum
Anggota Komisi III DPR-RI
dari Fraksi Partai Gerindra

“Sehingga ini semakin membuktikan bahwa penegakan hukum kita sudah carut marut, bagaimana bisa objek yang diperkarakan berbeda dengan objek yang dieksekusi. Aparat yang semena-mena membuat kita bertanya, sebenarnya ini pesanan siapa?”tegas Romo bertanya saat dimintai pernyataannya oleh wartawan di Medan, Kamis (11/3) mengenai insiden eksekusi tersebut.

Sebelumnya Romo Syafi’i juga mengaku sudah menerima Laporan resmi dari masyarakat melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Tanah Enam Ratus. Di mana, mereka mengaku terkejut dengan pengakuan ahli waris dari almarhum Kardjo Sutomo yang mengaku sebagai pemilik yang sah terhadap Tanah Lapangan Bola tersebut dengan pedoman alas hak KTPPT No. 361/2/V/Pt.No.131 tanggal 29 Januari 1957 dan KTPPT No. 361/2/V/Pt.No.135 tanggal 29 Januari 1957, sedangkan Lapangan Bola Tanah Enam Ratus tersebut memiliki alas hak sendiri yang terpisah dari kepemilikan almarhum Kardjo Sutomo.

Romo menegaskan, alas Hak Lapangan Bola dengan KTPPT No. 367/1/V/Pt. No. 1331 tanggal 29-1-1957 itu jelas tertuang di dalamnya batas tanah yang mana sebelah Timur adalah Jalan Kebun yang sekarang menjadi jalan Raya Marelan dan batas Barat dari tanah Lapangan bola adalah Tanah milik Gini. Sedangkan dalam KTPPT milik Kardjo Tanah milik Gini merupakan batas Timurnya.

“Inikan menunjukkan bahwa jauh sekali jarak antara Tanah milik Kardjo Sutomo dengan Tanah Lapangan Bola. Malah jelas melalui penjelasan batas ini ada tanah milik Gini di tengah antara Tanah Kardjo dan Tanah Lapangan Bola Kelurahan Tanah Enam Ratus. Jadi kok bisa nyasar ahli waris Kardjo mengklaim Tanah Lapangan Bola itu milik alm Kardjo. Ini kan sudah jelas perlu dipertanyakan mengapa penegak hukum mengabaikan fakta ini,” kata Romo.

Menurut Romo kejanggalan tersebut harusnya sudah menjadi perhatian dari penegak hukum sejak awal, jika penegak hukum bekerja menegakkan keadilan tanpa pengaruh dari .afia-mafia tanah yang sekarang menjadi ancaman bagi negara. Dalam kesempatan yang sama Romo menyampaikan bahwa Lapangan Bola Kelurahan Tanah Enam Ratus tersebut dengan adanya alas hak yang jelas sudah berkekuatan hukum yang harusnya dijadikan pertimbangan oleh penegak hukum sebelum melakukan keputusan apa lagi sampai melakukan eksekusi.

Romo juga menyampaikan fakta hukum yang terjadi bahwa klaim Kardjo Sutomo atas kepemilikan Lapangan Bola sudah dua kali ditolak oleh PN Medan

Sehingga Romo mempertanyakan mengapa sekarang PN Medan bisa menyatakan dalam eksekusinya bahwa tanah tersebut milik Kardjo Sutomo.

“Jadi ini Penegakan Hukum kita semakin aneh, saya khawatir akibat dari oknum Penegak Hukum yang tidak menjunjung tinggi keadilan maka lagu ‘Maju Tak Gentar Membela yang Benar’ secara konsisten diubah menjadi ‘Maju Tak Gentar Membela yang Bayar’. Maka Ayo kita tes pada kasus Tanah Enam Ratus ini, mampukah Aparat menegakkan keadilan,” pungkas Romo.

Lebihlanjut Romo juga menyatakan bahwa sebagai anggota DPR-RI Komisi III yang melekat di dalamnya fungsi pengawasan akan mengawasi keseluruhan proses gugatan masyarakat dan akan membawa kasus ini untuk dibahas di Rapat Komisi III DPR-RI. Romo menduga adanya keterlibatan Mafia Tanah di persoalan yang dialami masyarakat Kelurahan Tanah Enam Ratus, maka Romo ingin mengingatkan kepada aparat yang terlibat bahwa Pemberantasan Mafia Tanah sudah menjadi semangat penegakan Hukum di Indonesia sesuai dengan pernyataan KAPOLRI yang secara tegas akan membasmi mafia tanah yang ada di Indonesia. (adz)

Begini Aplikasi SmartThings Samsung Galaxy S21 Series 5G Membuat Masa Depan yang Lebih Nyaman

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Samsung Galaxy S21 Series 5G hadir dengan sederet fitur yang memberikan kebebasan untuk membagikan serta membuat konten-konten epik bagi seluruh penggunanya. Tidak berhenti di sana, Galaxy S21 Series 5G juga memiliki fitur-fitur yang dapat mempersiapkan setiap penggunanya untuk masa depan.

Melalui aplikasi SmartThings pada Samsung Galaxy S21 Series 5G, pengguna dapat mendapatkan gambaran masa depan dimana kehadiran teknologi yang semakin mempermudah kehidupan umat manusia.

“Inovasi serta penyempurnaan teknologi merupakan suatu hal yang ada pada DNA Samsung Electronics. Oleh karena itu, di setiap produk-produk yang kami hadirkan, kami memperhitungkan inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan pengalaman pengguna di masa sekarang, maupun di masa yang akan datang. Aplikasi SmartThings merupakan wujud nyata dari komitmen kami tersebut.

Dengan kehadiran SmartThings kami berharap akan ada lebih banyak hal yang dapat terintegrasi sehingga pengguna dengan mudah dapat mengakses lebih banyak hal hanya dengan perangkat Samsung Galaxy S21 Series 5G yang mereka miliki dan memiliki kehidupan yang lebih nyaman,” ujar Selvia Gofar Head of Product Marketing IT & Mobile,
Samsung Electronics Indonesia.

Internet of Things (IoT) merupakan teknologi yang saat ini masih sangat terbatas, baik secara akses maupun fungsional. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa IoT merupakan masa depan dari integrasi antar perangkat yang membuat manusia semakin mudah untuk mengakses keseharian mereka.

Oleh karena itu IoT memiliki peluang yang sangat besar untuk dapat mengubah kehidupan penggunanya, Melalui fitur SmartThings, Samsung mengintegrasikan aplikasi-aplikasi yang dimilki oleh perangkat Samsung Galaxy S21 Series 5G pengguna, dengan berbagai perangkat-perangkat yang berbasis IoT yang anda miliki.

Mengontrol Perangkat Pintar di Rumah Anda, On the Go
Menggunakan Samsung Galaxy S21 Series 5G, perangkat-perangkat berbasis IoT yang anda miliki kini dapat menyesuaikan dengan rutinitas dari pengguna. Dengan SmartThings deep integration, pengguna dapat menggunakan fitur-fitur yang ada pada Samsung Galaxy S21 Series 5G.

Contohnya adalah dengan SmartThings Deep Integration, apabila pengguna ingin memasang alarm pada pukul 6 pagi, pengguna dapat mengatur seluruh perangkat-perangkat pintar yang terkoneksi dengan perangkat Galaxy S21 Series 5G, untuk bertindak sesuai dengan keinginan pengguna. Pengguna cukup mengakses SmartThings mendaftarkan perangkat SmartThings yang dimiliki. Setelah itu pada menu SmartThings, pengguna cukup mengakses ‘companion-app’ dan melalui opsi ‘clock’ pengguna dapat mengeset waktu alarm yang diinginkan, kemudian dengan menekan tombol “Wake-up using smart-device” pengguna dapat mengatur apa yang akan dilakukan oleh perangkat-perangkat pintar yang dimiliki seperti Televisi, Lampu, hingga tirai. Sehingga ketika pengguna men-dismiss alarm di pagi hari, pengguna dapat mengatur agar lampu dan televisi menyala dan tirai terbuka, membuat pengguna menjadi semakin termotivasi untuk bangun tidur.

SmartThings Deep Integration juga disematkan pada aplikasi Cuaca (Weather) pada Galaxy S21 Series 5G.
Aplikasi Cuaca memang sudah dapat mendeteksi hal-hal dasar seperti temperatur, cuaca, serta tingkat polusi pada hari tersebut. Namun dengan Samsung Galaxy S21 Series 5G, pengguna dapat mengetahui kualitas udara di rumah anda melalui menu ‘Indoor Air Quality’. Dengan fitur tersebut, pengguna dapat mengetahui level debu di rumah, dan menyalakan air purifier secara remote untuk menjaga kondisi udara di rumah anda tetap baik, bahkan ketika anda bepergian.
Terakhir, jangan lupakan sebuah fitur SmartThings yang sudah cukup sering digunakan oleh para pengguna, yaitu fitur SmartView. Pengguna pasti telah mengetahui perbedaan SmartView dengan Samsung DeX dimana SmartView akan secara langsung melakukan mirroring tampilan layar perangkat
Galaxy S21 Series 5G pengguna dengan layar SmartTV yang dimiliki. Namun SmartThings Deep Integration dapat membawa hal ini lebih jauh lagi apabila anda memiliki perangkat-perangkat pintar lainnya yang telah terintegrasi. Dengan menggunakan Smartview, pengguna dapat dengan mudah mengontrol lampu pintar dan tirai pintar agar sesuai dengan intensitas cahaya pada layar televisi untuk menghindari backlight dan memberikan pengalaman menonton yang jauh lebih nyaman.
Samsung Galaxy S21 Series 5G juga merupakan seri pertama dari Galaxy yang memiliki kemampuan untuk menggunakan SmartThings pada Android Auto. Pengguna dapat mengakses aplikasi Android Auto dan menghubungkan perangkat Galaxy S21 Series 5G anda dengan perangkat Head Unit di mobil anda. Setelah terhubung anda dapat dengan mudah mengecek serta mengontrol perangkat pintar yang ada di rumah anda dari mobil, anda juga dapat merespon notifikasi-notifikasi pada layar Head Unit mobil dengan mudah.
Ke depannya akan semakin banyak smart device yang dapat diatur melalui Samsung SmartThings. Dengan begitu kehidupan konsumen akan lebih nyaman dan efisien waktu untuk dapat melakukan lebih banyak hal yang berkualitas bersama keluarga.

Jadikan momen lebih epik dengan Samsung Galaxy S21 Series 5G
Samsung menetapkan harga resmi Galaxy S21 5G mulai Rp12.999.000, Galaxy S21+ 5G mulai Rp15.999.000, Galaxy S21 Ultra 5G mulai Rp 18.999.000.

Mulai tanggal 12 Maret hingga 14 Maret 2021, Samsung menawarkan berbagai promo pembelian menarik dengan skema sebagai berikut :
Untuk setiap pembelian Samsung Galaxy S21 Series 5G melalui Samsung Official Store di Blibli, pelanggan akan mendapatkan:
• Untuk setiap pembelian Samsung Galaxy S21+ 5G atau S21 Ultra 5G pelanggan akan mendapatkan:

  • E-voucher Blibli senilai Rp2 juta untuk pembelian produk Samsung apa saja di Blibli Samsung Official Store.
  • E-voucher akan dikirimkan melalui aplikasi Samsung Gift Indonesia dan konsumen harus melakukan redeem untuk melihat kode voucher dengan batas waktu penggunaan sampai dengan 30 Juni 2021.

• Untuk setiap pembelian Samsung Galaxy S21 5G, S21+ 5G atau S21 Ultra 5G, pelanggan akan mendapatkan cashback sebesar Rp3 juta.
Untuk pembelian Samsung Galaxy S21 Series 5G di Samsung E-store, silakan kunjungi https://www.samsung.com/id/smartphones/galaxy-s21-5g/buy/. Dan untuk informasi lebih lanjut seputar Galaxy S21 5G series, kunjungi https://www.samsung.com/id/smartphones/galaxy-s21-ultra-5g/
dan https://www.samsung.com/id/smartphones/galaxy-s21-5g/. (rel/adz)

Inisiasi Ranperda Penyediaan Tempat Ibadah, Pelaku Usaha Wajib Sediakan Musala

RAPAT: Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Medan M Afri Rizki Lubis saat rapat program legislasi daerah (Prolegda) yang disahkan Senin (8/3) lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan menginisiasi sebuah rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang penyediaan tempat ibadah muslim di fasilitas umum (Fasum) dan komersial di Kota Medan. Ranperda ini nantinya, mewajibkan seluruh Fasum dan komersial di Kota Medan untuk menyediakan musala sebagai tempat beribadah bagi masyarakat beragama Islam.

RAPAT: Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Medan M Afri Rizki Lubis saat rapat program legislasi daerah (Prolegda) yang disahkan Senin (8/3) lalu.

Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Medan M Afri Rizki Lubis menjelaskan, apabila nantinya Ranperda tersebut disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda), maka tidak ada lagi alasan bagi pengelola Fasum dan Komersial di Kota Medan untuk tidak menyediakan Mushola bagi umat islam agar dapat beribadah di lokasi-lokasi yang dimaksud.

“Nantinya setiap tempat usaha wajib menyediakan musala, tidak boleh tidak. Bahkan di tempat hiburan sekalipun, mereka juga wajib menyediakan musala karena itu merupakan bagian dari tempat komersial juga,” ucap Rizki kepada Sumut Pos, Minggu (11/3).

Dijelaskan Rizki, usulan atau inisiatif Ranperda tersebut berasal dari internal DPRD Medan yang terdiri dari 2 Fraksi dan 6 anggota DPRD Medan. Saat ini, Ranperda tentang Penyediaan Tempat Ibadah Muslim pada Fasum dan Komersial di Kota Medan itu juga sudah masuk dalam program legislasi daerah (Prolegda) yang disahkan Senin (8/3) yang lalu.

“Kita berharap nantinya, semua Fasum dan Faliitas Komersial harus menyediakan musala. Selama ini, hasil pantauan kita di sejumlah Fasum dan lokasi usaha komersial, masih banyak yang tidak menyediakan musala. Paling umumnya itu restoran atau cafe, banyak sekali gang tak punya musala,” jelasnya.

Dijelaskan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan itu, nantinya musala yang disediakan bukan hanya ada, melainkan juga harus layak. Sehingga, setiap umat Islam yang ingin menunaikan salat dapat menunaikan ibadahnya dengan aman dan nyaman.

“Nantinya dalam Perda kita berharap supaya Mushola yang disediakan bukan sekadar ada, tetapi juga harus layak. Mulai dari letaknya yang bukan di basement, kapasitas jamaahnya harus memadai, ketersediaan air wudhu yang mudah di akses, ketersediaan mukena yang bersih, dan sebagainya. Intinya masyarakat butuh musala yang representatif,” jelasnya.

Ketua Komisi III ini juga menekankan, jika Ranperda itu sejatinya bukan sebuah beban yang diciptakan bagi para pengelola Fasum dan Fasilitas Komersial di Kota Medan. Pasalnya, ketersediaan musala yang representatif di Fasum dan Komersial justru akan menjadi Selling Point (nilai jual) bagi tempat itu sendiri. Alhasil, pengelola justru akan diuntungkan dengan keberadaan musala tersebut.

“Misalnya di restoran A dan restoran B makanannya sama-sama enak dan harganya relatif sama. Tapi di restoran A musalanya tidak ada, ataupun ada tapi tidak layak. Sedangkan di restoran B, musalanya nyaman. Ini kan jadi selling point, ada nilai plus, toh pengelola juga yang akan diuntungkan,” tuturnya.

Apalagi jelang bulan Ramadan seperti ini, lanjut Rizki, pengunjung pasti akan mencari restoran yang memiliki mushola yang lebih representatif, agar para pengunjung bisa sholat Maghrib berjamaah di restoran itu sehabis buka puasa bersama. “Bila sudah disahkan, ini akan menjadi Perda yang sangat bermanfaat. Dan nantinya kita harapkan, agar Pemko Medan dapat segera menerbitkan Perwalnya,” paparnya.

Rizki juga menerangkan, setelah Prolegda disahkan, pihaknya di Bapemperda juga akan mentabulasi Ranperda mana saja yang akan menjadi prioritas utama untuk dibahas. Pembahasan dapat dilakukan melalui panitia khusus (Pansus) ataupun lewat Komisi.

Dari 28 ranperda yang disahkan dan masuk ke dalam Prolegda, hanya sekitar 6 Ranpeda yang sifatnya baru. Selebihnya, merupakan lanjutan dari prolegda 2020 yang belum sempat dibahas. Hal itu terjadi karena di tahun 2020 banyak pengurangan aktivitas akibat pandemi covid-19. Sedangkan di tahun ini, dengan adanya program vaksinasi, maka diprediksi ada lebih banyak kegiatan pembahasan Ranperda yang bisa dilakukan.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Prof Mohd Hatta meminta DPRD Medan untuk menjadikan Ranperda tentang penyediaan tempat ibadah umat Islam di fasilitas umum dan komersil menjadi skala prioritas utama untuk dibahas.

“Memang kalau dilihat saat ini fasilitas umum banyak yang belum menyediakan tempat ibadah umat Islam. Ada jug yang menyediakan, hanya tempatnya kurang representatif, contoh hotel dan mall. Makanya MUI mendorong itu supaya dibahas dan menjadi skala prioritas,” ujar Hatta. 

Hatta menyebut, penyediaan tempat ibadah muslim di fasilitas umum sudah diatur oleh UU, salah satunya yang berkenaan dengan pelayanan keagamaan.”Jadi kita setuju betul (ranperda itu), karena sudah sejak lama kita usulkan,” terangnya.

Hatta mencontohkan Fasum dan fasilitas komersil seperti mall, restoran, maupun hotel yang sembarangan menyediakan tempat ibadah umat Islam. “Kayak mall, hotel, harusnya mereka membuat musala, tidak ditaruh asal-asalan seperti di basement yang menyatu dengan tempat parkir. Seharusnya masalah kesejahteraan keagamaan ini diprioritaskan, jadi kita setuju betul. Kita mendukung ranperda ini. Kalau diminta untuk memberikan masukan, kita (MUI Medan) siap,” pungkasnya.

Seperti diketahui, DPRD Medan telah menggelar paripurna dengan agenda penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kota Medan Tahun 2021 di gedung DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No.1 Medan, Senin (8/3) yang lalu.

Dalam Paripurna tersebut, Pemko Medan bersama DPRD Kota Medan telah menyepakati 28 jenis Ranperda yang akan diusulkan dan dibahas sehingga dapat menjadi Perda di Tahun 2021.

Dari 28 jenis Ranperda, terdapat 16 Ranperda yang merupakan usulan atau inisiatif dari lembaga eksekutif di Pemko Medan, sedangkan 12 usulan lainnya merupakan usulan lembaga legislatif di DPRD Medan, salah satunya Ranperda tentang penyediaan tempat ibadah muslim di fasilitas umum dan komersial. (map/ila)

Pascatiba di Sumut, Kapoldasu Belum Laksanakan Giat Prioritas

SAMBUT: Gubsu Edy Rahmayadi saat menyambut kedatangan Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra S.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pascatiba di Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu (10/3) kemarin, sekira pukul 13.00 WIB, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Irjen Pol RZ Panca Putra S belum melaksanakan kegiatan apapun yang menjadi prioritas utamanya.

SAMBUT: Gubsu Edy Rahmayadi saat menyambut kedatangan Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra S.

Usai acara penyambutan oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Forkopimda Sumut lainnya di ruang VIP Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA), Deliserdang, Kapolda Sumut baru itu langsung beristirahat.

Bahkan, hingga hari ini, (Kamis, Red), Panca juga belum ada kegiatan atau kunjungan apapun.”Belum ada kegiatan apapun. Nanti kita lihat commanderwish beliau (Kapolda Sumut, Red) bagaimana,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (11/3).

Diketahui, Panca tiba di Bandara KNIA Sumut pada Rabu, 10 Maret 2021 siang, disambut dengan pengalungan bunga dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Acara penyambutan tersebut dihadiri Forkopimda Sumut. Di antaranya, Wakil Gubsu Musa Rajekshah, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Kajati diwakili As Intel Dr Dwi Setyo Budi Utomo, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dr Dadang Hartanto, Pejabat Utama Polda Sumut dan Bhayangkari, Kabinda Sumut diwakili oleh Kabagops Kolonel Andi Rudi, Pangkosekhanudnas III, Danlantamal I Belawan, Ka BNNP Sumut diwakilkan oleh Kombes Pol Sempana Sitepu, Danlanud Suwonda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Panca turut disambut dengan tarian adat etnis Sumut dan dipakaikan pakaian khas adat Melayu sebelum memasuki ruang VIP Bandara KNIA untuk beristirahat. Penyambutan Kapolda Sumut baru itu di KNIA, tetap mengedepankan protokol kesehatan (ptokes) ketat guna mencegah penyebaran Covid-19. (mag-1/ila)

Pengadaan Barang dan Jasa, Dirut PDAM Tirtanadi Terapkan e-Procurement

SOSIALISASI: Dirut PDAM Tirtanadi Kabir Bedi membuka kegiatan sosialisasi pengadaan barang dan jasa secara elektronik. iade zulfi/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Kabir Bedi membuka secara resmi acara sosialisasi pengadaan barang dan jasa secara elektronik yakni sistem e – procurement di lingkungan PDAM Tirtanadi.

SOSIALISASI: Dirut PDAM Tirtanadi Kabir Bedi membuka kegiatan sosialisasi pengadaan barang dan jasa secara elektronik. iade zulfi/sumu tpos.

“Saat ini PDAM Tirtanadi akan terus melakukan pembenahan di semua sektor terutama pada pengadaan barang dan jasa untuk digunakan oleh PDAM Tirtanadi, maka sosialisasi ini sangat strategis dalam penerapan pengadaan barang dan jasa yang transparan oleh penyedia sehingga dalam waktu dekat sistem e-procurement sudah harus dilaksankan,” kata Kabir Bedi saat membuka acara sosialisasi penerapan pengadaan barang dan jasa di Aula PDAM Tirtanadi, Selasa (9/3/2021).

Dikatakan Kab, penerapan sistem elektronik pada pengadaan barang dan jasa bertujuan juga untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas selain itu akan meningkatkan akses pasar serta persaingan usaha yang sehat.

Sistem elektronik untuk pengadaan barang dan jasa, lanjutnya, sudah lama dilaksanakan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lainnya. Maka, PDAM Tirtanadi selaku BUMD harus melakukan percepatan dengan menerapkan sistem e – procurement agar sejajar dengan BUMD lainnya.

Sementara Kepala Unit Layanan Pelelangan (ULP) Ewin mengatakan, dengan menerapkan pengadaan secara elekteonik diharapkan bisa membuat perusahaan lebih efisiensi dalam proses pengadaan barang dan jasa. Sebab nantinya akan ada e-katalog yang berisi barang-barang kebutuhan pokok PDAM langsung dari pabrikan atau distributor, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ditambahkannya pada dasarnya prinsip dasar pada pengadaan barang dan jasa adalah efisiensi, efektif selain itu harus transparan dan terbuka, sehingga penyedia barang dapat bersaing dengan sehat maka akan tercipta keadilan yang tidak diskriminatif dan akuntabel.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) Sumut Ahmad Fery Tanjung, Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) dari Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu) serta para rekanan yang ada di lingkungan PDAM Tirtanadi. (adz/ila)