ANTRIAN:Antrian panjang para PNS Pemerintah Provinsi DKI pada acara halal bihalal di Balai Kota Jakarta.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Komisi A DPRD Sumatera Utara meminta Inspektorat Sumut mengusut oknum di Badan Kepegawaian Daerah Setdaprovsu yang membantu melempangkan ‘eksodus’ sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Pemko Binjai ke Pemprov Sumut.
Ilustrasi.
Menurut Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto, hal ini guna menjaga keseimbangan antara jumlah ASN dan beban kerja di lingkungan kerja Pemprov Sumut.
“Sebenarnya saya sudah mendeteksi dan mewanti-wanti hal ini dari jauh-jauh hari. Saya sudah peringatkan Sekda, BKD, dan juga Inspektorat. Tapi akhirnya jebol juga, bisa eksodus ramai-ramai ASN dan pejabat dari Pemko Binjai ke Provinsi. Makanya kemarin kami undang lagi Inspektorat dalam rapat dengar pendapat mempertanyakan kenapa itu bisa terjadi,” katanya kepada Sumut Pos, Kamis (11/3).
Dalam RDP tersebut, selain kesal, Hendro secara tegas meminta Inspektur Provsu, Lasro Marbun, segera mengusut siapa dalang yang membantu perpindahan para pejabat eselon II Pemko Binjai tersebut.
“Saya minta Pak Lasro supaya mencari tau siapa itu orangnya di BKD Setdaprovsu yang membantu. Takkan mungkin itu terjadi jika tak ada orang dalam di pemprov yang membantu mereka bisa pindah,” ujar wakil ketua Fraksi PKS DPRD Sumut itu.
Hendro mengungkapkan, ada sekitar 10 pejabat Pemko Binjai yang eksodus ke Pemprovsu saat ini. Prosesnya memang berlangsung sangat cepat, seminggu pasca Wakil Wali Kota Amir Hamzah dilantik Gubernur Edy Rahmayadi.
“Kabarnya mereka itu rombongan Sekda Mahfullah Daulay, cuma saya gak tau pasti mereka pindah ke OPD mana saja. Yang jelas tersebar di sejumlah OPD Pemprovsu,” katanya.
Terkhusus Mahfullah Daulay, ia menyebut sudah kadung malu berada di Pemko Binjai karena berpihak saat Pilkada Binjai lalu. “Padahal sesuai UU, kepala daerah baru tidak boleh mengganti pejabat selama enam bulan memimpin. Termasuk posisi sekda. Tapi mungkin dia sudah malu makanya rela turun pangkat jadi eselon II sebagai Sekretaris BPBD Sumut,” pungkasnya.
Inspektur Provsu, Lasro Marbun menolak memberikan tanggapan atas permintaan Komisi A DPRD Sumut tersebut. “Mohon maaf izinkan saya untuk tidak memberikan tanggapan ya,” ujarnya singkat melalui aplikasi pesan WhatsApp. (prn/han)
KARYA BAKTI: Dandim 0203/LKT, Letkol Inf. Wisnu Joko Saputro dan Wabup Langkat H.Syah Afandin menandatangani berita acara kegiatan kerja Karya Bakti TNI tahun 2021.ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dandim 0203/LKT, Letkol Inf. Wisnu Joko Saputro membuka pelaksanaan Karya Bakti TNI tahun 2021 yang digelar di ruang data Makodim, Kota Binjai, Rabu (10/3).
KARYA BAKTI: Dandim 0203/LKT, Letkol Inf. Wisnu Joko Saputro dan Wabup Langkat H.Syah Afandin menandatangani berita acara kegiatan kerja Karya Bakti TNI tahun 2021.ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
Pembukaan Karya Bakti TNI 2021 ini juga dihadiri Wakil Bupati, H. Syah Afandin. Letkol Wisnu dalam sambutannya mengatakan, Karya Bakti dilaksanakan selama 1 bulan, terhitung 10 Maret sampai 10 April 2021. Dan akan dilaksanakan di Desa Bukit Mengkirai dan Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Langkat. Adapun pesertanya diikuti prajurit TNI, perangkat Pemerintah Daerah dan segenap komponen masyarakat.
“Sasaran kegitan terbagi dua, fisik meliputi pembukaan badan jalan dan pembuatan gorong gorong sebanyak 5 tempat di Desa Mengkirai. Rehab Gereja, Musala dan pembuatan Poskamling 2 tempat di Desa Air Hitam,”ungkap Wisnu.
Sementara untuk kegiatan non fisik, berupa penyuluhan kepada masyarakat tentang Bela Negara, Wawasan Kebangsaan, Penyuluhan Pertanian dan Bahaya Narkoba. “Selaku Dansatgas Karya Bakti TNI TA 2021, saya ucapkan banyak terimakasih kepada Bupati Langkat, masyarakat dan semua pihak, atas membantuan dikegiatan ini,”ucapnya.
Pada kesempatan itu, Wabup Syah Afandin menyampaikan semoga kegiatan Karya Bakti TNI berjalan dengan lancar, dan dapat memberikan manfaat dan akses yang maksimal kepada masyarakat.”Terimakasih Kodim 0203/Langkat, atas partisipasinya ikut membangun Langkat, melalui Karya Bakti ini menjadi bukti kepedulian TNI kepada masyarakat,”kata Syah Afandin. (yas/han)
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Langkat, mengelar Workshop pembuatan Buket dari bunga, jajanan, dan uang kertas, di ruang pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Rabu (10/3).
Workshop dibuka Ketua DWP Langkat Ny. Indra Salahuddin. Dihadiri penasehat DWP Langkat Ny. Tiorita Terbit Rencana, beserta pengurus dan ketua unit Instansi dan Kecamatan se Langkat.
Ketua DWP Langkat mengatakan, kegiatan workshop merupakan rangkaian dari pertemuan bulanan DWP Langkat. Tujuan digelarnya pelatihan pembuatan Buket, agar anggota DWP Langkat memiliki pengetahuan dan keterampilan, untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar di tengah pandemi Covid-19.
Sementara, penasehat DWP Nyonya Indra berharap dengan diberikannya anggota DWP sebuah keterampilan dan pengetahuan bisa membantu perekonomian keluarga.”jika sudah mahir nantinya bisa dipromosikan melalui media sosial untuk dipasarkan,”katanya. (yas/han)
SEPAKAT: Suasana RDP Komisi B DPRD Sumut bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana, Bupati Deliserdang, Dishut Sumut, Kepala UPT Tahura Bukit Barisan Timbul Naibaho dan DPD Walantara Karo, Selasa (9/3) sore.
MEDAN, SUMUTPOS.CO — Komisi B DPRD Sumatera Utara, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Bupati Deliserdang, Dinas Kehutanan Sumut, Kepala UPT Tahura Bukit Barisan Timbul Naibaho dan DPD Walantara (Wahana Lingkungan Alam Nusantara) Karo, menyatakan kesepakatan untuk mengeksekusi para perambah hutan Tahura Bukit Barisan, Laugedang Kecamatan Sibolangit, Deliserdang dan Kutarayat, Kecamatan Namanteran, Karo.
SEPAKAT: Suasana RDP Komisi B DPRD Sumut bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana, Bupati Deliserdang, Dishut Sumut, Kepala UPT Tahura Bukit Barisan Timbul Naibaho dan DPD Walantara Karo, Selasa (9/3) sore.
Kesepakatan tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi B DPRD Sumut dengan bupati Karo, bupati Deli Serdang yang diwakili Asisten Ekbang Putra Manalu, Kadishut Sumut yang diwakili Kabid Perlindungan Hutan Anas Zulpan Lubis, Kepala UPT Tahura Timbul Naibaho dan Ketua DPD Walantara Karo Darista Kaban, yang dipimpin Ketua Komisi B Dody Taher, Selasa (9/3) sore.
Seperti yang disampaikan wakil ketua dan anggota Komisi B Zeira Salim Ritonga, Leonard Samosir, Sugianto Makmur dan Anwar Sani, bahwa kasus perambahan hutan dan penguasaan lahan Tahura di Laugedang dan di jalan tembus Karo-Langkat sudah sangat membahayakan, harus segera diselamatkan dengan cepat.
“Perambahan dan penguasaan hutan Tahura di dua tempat ini jangan dianggap main-main, harus segera dihentikan, apalagi disebut-sebut melibatkan oknum-oknum pejabat dan legislatif serta oknum preman, sehingga diperlukan tindakan tegas dan nyata untuk membersihkannya,” kata Leonard.
Bahkan Zeira Salim menuding Dishut Sumut dan UPT Tahura Bukit Barisan tidak ada keseriusan menindak tegas para perambah hutan, terbukti kawasan Tahura sepanjang jalan tembus Karo-Langkat sudah berdiri rumah kayu dan villa-villa mewah milik oknum pejabat, masyarakat dan pengusaha dari berbagai daerah.
“Tidak ada alasan Polhut tidak sanggup menindak para perambah dan mafia penguasaan kawasan hutan Tahura. Hukum harus ditegakkan, apalagi sudah lama terjadi praktek jual beli lahan hutan tanpa ada tindakan dari UPT Tahura,” ujar Zeira sembari menambahkan, jika Dishut tidak mampu menjaga kawasan hutan sebaiknya pelihara saja harimau di daerah itu.
Sugianto Makmur juga mempertegas, dari fakta-fakta yang diperolehnya di lapangan, lahan hutan Tahura di Laugedang dan Kutarayat sudah terjadi praktek jual beli lahan seharga Rp20-30 juta/hektar, sehingga diperlukan tindakan tegas dengan ancaman pidana, agar menjadi efek jera bagi perambah.
“Para pencaplok lahan hutan Tahura jangan hanya diusir untuk menjadi efek jera, sebab banyak oknum pejabat daerah yang terlibat menguasainya. Kali ini jangan ada nego apapun. Kita buat target dalam dua bulan ini, seluruh kawasan hutan Tahura yang sudah dikuasai oknum-oknum pejabat dan berdiri rumah kayu dan villa mewah antik harus disikat habis,” katanya.
Sebelumnya, Ketua DPD Walantara Karo Daris Kaban membeberkan aksi perambahan hutan konservasi Tahura di Laugedang Deliserdang dan Kutarayat Karo semakin mengganas, sehingga harus segera dihentikan sebelum terjadi bencana alam tanah longsor dan banjir bandang menerjang Kota Medan.
Anas Zulpan Lubis mengakui dua titik kawasan Tahura sudah dirambah dan dijadikan areal pertanian oleh kelompok tertentu, karena UPT Tahura hanya memiliki empat orang Polhut, sehingga tidak mampu menjaga kawasan Tahura yang luas wilayahnya mencapai 39 ribu hektar.
Bupati Karo Terkelin Brahmana mengusulkan agar dibuat pos jaga dan portal di jalan tembus Karo-Langkat, agar siapa saja yang keluar masuk tetap terpantau. Jika tidak, hutan Tahura dan kawasan TNGL terancam habis dibabat para perambah.(prn/han)
BALIGE, SUMUTPOS.CO – Ulos merupakan kerajinan tenun khas suku Batak berbentuk selendang yang kerap digunakan oleh masyarakat dalam berbagai kegiatan dan tetap bertahan seiring berkembangnya zaman.
Peninjauan: Salah satu personel PT Inalum (Persero) meninjau usaha tenun Pardede di rumah produksinya.
Pahotan Pardede adalah salah satu mitra PT Inalum (Persero) yang berusaha mempertahankan keberadaan ulos. Ia telah mengenal dunia tekstil sejak kecil karena orang tuanya berkecimpung di dunia tersebut.
Setahun setelah lulus kuliah, ia meneruskan usaha tenun ulos dan sarung Cap Lonceng milik orang tuanya yang kemudian ia ubah menjadi Ulos Cap Tiga Ibu. Harapannya, ulos dan sarung tersebut dapat bersaing di pasar nasional.
“Waktu itu saya berpikir siapa yang akan meneruskan usaha orang tua saya. Seandainya tidak saya teruskan maka mungkin sekarang usaha ulos yang dirintis orang tua saya sudah tidak ada lagi,” ujarnya.
Selainitu, Pahotan Pardede juga tidak ingin kerajinan ulos hilang ditelan zaman dan jauh dari masyarakat Batak. Baginya, ulos merupakan suatu warisan budaya yang patut dipertahankan dan dilestarikan.
Bantuan pinjaman modal PT Inalum (Persero) melalui Program Kemitraan (PK) yang diberikan kepada Pahotan Pardede sebesar Rp50.000.000,- pada tahun 2016, ia gunakan untuk menambah alat produksi dan operasional.
Sebelum pandemi,rumah produksi tenun ulos Pardede diisi oleh 20 unit alat tenun mesin aktif. Pekerjanya mencapai 20 orang dan dalam sehari mereka dapat menghasilkan dan menjual 300 lembar ulos dan sarung.
Hasil karya tenun nya biasa ia jual ke Medan dan Jakarta. Ulos dan sarung yang ia buat cukup beragam. Mulai dari ulos termurah hingga ulos termahal yang menggunakan benang sutera.
Kain yang digunakan juga bukan sembarang kain. Namun, masing-masing memiliki makna dan fungsi tersendiri. Misalnya, Ulos Sibolang. Ulos itu dijual seharga Rp.80.000,- per lembarnya dan jenis ulos ini biasa dipakai untuk menghadiri acara dukacita.
Sedangkan, Ulos Sirara dijual seharga Rp. 125.000.- per lembar dan ulos ini biasa digunakan dalam acara sukacita.
Di sisi lain, pandemi sangat berdampak kepada usahanya. Banyak acara adat yang ditiadakan demi meminimalisir penularan Covid-19 yang berimbas pada menurunnya permintaan ulos. Ia terpaksa harus memberhentikan 13 orang pekerjanya agar dapat bertahan di tengah pandemi. Alat tenun mesin yang aktif pun hanya tersisa lima unit.
“Tapi saya tidak akan menyerah dengan pandemi. Usaha ini akan terus saya pertahankan”, katanya di tengah-tengah kebisingan suara alat tenun mesin.
Ia berharap, ketika pandemi telah usai dapat membuat inovasi pada ulosnya. Ia ingin membuat ulos terlihat kekinian tanpa menghilangkan nilai budayanya. Melihat situasi seperti ini, PT Inalum (Persero) berusaha memahami para mitranya dengan memberikan keringanan dalam bentuk kelonggaran waktu pembayaran dari jangka waktu yang telah ditetapkan di awal agar meringankan beban para mitra. (*)
RAKOR: Foto bersama usai pelaksanaan rakor penanganan covid-19 di Balai Kota Binjai.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Tiga hari belakangan, data penyebaran covid-19 di Kota Binjai tercatat sebanyak 488 kasus dengan jumlah pasien sembuh 428, aktif 20 dan meninggal 39 orang.
RAKOR: Foto bersama usai pelaksanaan rakor penanganan covid-19 di Balai Kota Binjai.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai, dr Sugianto dalam kesempatan evaluasi penanganan Covid-19 dan vaksinasi yang dihadiri Pelaksana Tugas Wali Kota, H Amir Hamzah serta diikuti Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumut, Riadil Akhir Lubis hingga unsur forkopimda di Aula Balai Kota Binjai, baru-baru ini.
“Untuk sebaran kasus Covid di Kota Binjai, sebaran paling tinggi ada di Binjai Timur dengan jumlah sebanyak 124 orang, Binjai Utara 119 orang dan yang paling rendah ada di Binjai Barat dengan jumlah 68 orang”, jelas Sugianto.
Dia menambahkan, Dinkes Binjai sudah melakukan vaksinasi tahap pertama yang ditujukan kepada tenaga kesehatan dan pejabat publik pada 14 Januari 2021. Kata dia, sebanyak 5.000 dosis vaksinasi sudah dilakukan
“Sasaran kepada 2.490 tenaga kesehatan. Vaksin pertama 2.586, vaksin kedua 1.586, yang tertunda 172 dan batal divaksinasi 272 orang. Untuk tahap 2 kota Binjai menerima 1.600 dosis dengan sasaran awal 1.347 jiwa (Layanan publik),” papar Sugianto.
Sementara, Kota Binjai mendapat pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat mikro sesuai dengan Instruksi Gubsu Nomor 188.54/7/INST/2021 pada 5 Maret 2021.
Plt Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Sumut menanggapi soal PKMM di tempat-tempat hiburan dan keramaian.
“Kalau di Medan katanya jam 10 itu sudah diberlakukan razia gabungan menutup tempat hiburan atau kafe-kafe. Untuk di Binjai, langkah awal yang kita lakukan, saya minta untuk Pj Sekda Binjai untuk membuat surat edaran imbauan dulu untuk menutup kegiatan-kegiatan sampai batas jam 10 malam kepada pemilik tempat-tempat hiburan atau tempat keramaian. Kemudian nanti setelah kita imbau, kita akan bentuk tim razia gabungan untuk melakukan penertiban sesuai dengan imbauan yang sudah kita sampaikan,” beber mantan Kepala BKD Binjai ini.
“Ini menjadi perhatian khusus bagi kita, bagaimana Covid bisa kita tekan serta ekonomi bisa berjalan sebagaimana mestinya,” tukasnya. (ted/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Alfa Scorpii selaku main dealer Yamaha area Medan, Sumut, Riau, dan Aceh menghadirkan Aerox Ranger sebagai tim ujung tombak dala memperkenalkan fitur Y-Connect ke kalangan masyarakat. Dengan seragam jaket berwarna stabilo, para Aerox Ranger menjelaskan berbagai keunggulan dari fitur yang terpasaang pada varian All New Aerox 155 Connceted ini.
“Aerox Ranger fokus memperkenalkan keunggulan dari produk kita, Yamaha All New Aerox 155 Connected dan fitur Y-Connect. Jadi masyarakat semakin mengetahui bagaimana canggihnya motor ini,” ujar Fahrizal Amri, Area Promotion PT Alfa Scorpii dalam pers rilisnya Jumat (12/03/2021).
Tak hanya sekadar menjelaskan, para Aerox Ranger juga memberikan kesempatan untuk tes ride matik sport dari Yamaha ini kepada masyarakat sehingga bisa mengetahui bagaimana sensasi berkendara motor dengan Power Weight Ratio (PWR) terbaik dikelasnya ini. Penasaran dengan keunggulan motor ini, konsumen bisa melakukan pemesanan secara online melalui website alfascorpii.co.id atau langsung saja berkunjung ke dealer resmi Yamaha terdekat di kota kamu.
Fahrizal Amri menyebutkan beberapa fitur unggulan yang disematkan kepada All New Aerox 155 Connected, sehingga pantas disebut The Best Sporty Scooter dikelasnya. Sebagai sporty scooter, selain desain tentu sektor dapur pacu menjadi hal yang prioritas guna menghadirkan sensasi berkendara yang luar biasa. Itulah sebabnya All New Aerox 155 Connected dibekali dengan Total New Engine Blue Core 155cc berpendingin cairan, dilengkapi dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) yang membuat torsi merata disetiap putaran mesin. Mesin baru ini mampu menghasilkan tenaga maksimum sebesar 11.3kW / 8.000rpm serta torsi maksimum sebesar 13.9Nm / 6.500rpm.
Dengan bekal mesin baru yang mampu menghasilkan power atau tenaga besar tersebut, ditambah dengan bobot motor yang cukup ringan membuat rasio beban dan power (Power Weight Ratio) yang dihasilkan All New Aerox 155 sangat baik. PWR yang baik, penting untuk menunjang akselereasi motor menjadi lebih responsif saat diajak bermanuver dan mudah untuk mencapai top speed.
Untuk desain, All New Aerox 155 Connected memiliki DNA Super Sport yang kuat. Hal ini dapat dilihat dari hadirnya konsep full faring yang menyelimuti sisi kanan dan kiri motor dengan bentuk yang sangat aerodinamis. Ditambah lagi dengan desain lampu LED pada bagian depan dan belakang yang kini menjadi lebih tajam dan lebar serta dilengkapi oleh DRL (Daytime Running Light) yang menyerupai alis membuat motor tampil lebih agresif.
Generasi terbaru Aerox kini telah memiliki fitur Y-Connect yang membuat pengendaranya dapat terkoneksi dengan sepeda motor melalui sambungan bluetooth. Fitur ini menyajikan beragam fitur menarik yang memudahkan pengguna dalam mendapatkan informasi terkait kondisi motor dan data berkendara secara digital.
Fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi Y-Connect meliputi notifikasi panggilan dan pesan masuk di dashboard speedometer, informasi mengenai kondisi aki/ battery dan oli mesin, notifikasi malfungsi motor, lokasi parkir terakhir sepeda motor saat terhubung dengan aplikasi, Revs Dashboard dengan tampilan baru, serta fitur Rank yang membuat aktivitas berkendara menjadi semakin menyenangkan dengan adanya kompetisi diantara sesama pengguna Y-Connect.
Ada juga fitur yang dapat menganalisa konsumsi bahan bakar motor sehingga pengguna bisa mengefesiensikan bahan bakar. Fitur canggih milik Yamaha ini tersedia pada motor All New Aerox 155 Connected dan All New NMAX 155 Connected. (rel/dek)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Tim Vaksin Nusantara bakal menggelar pertemuan. Pertemuan direncanakan pada 16 Maret 2021.
Terawan Agus Putranto.
Sesi pertemuan akan membahas kelengkapan data interim (laporan) hasil evaluasi uji klinis Vaksin Nusantara fase pertama. Hal ini bertujuan untuk memutuskan, apakah vaksin Nusantara yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dapat berlanjut ke uji klinis fase kedua.
“Saya kira apa yang dilakukan sekarang adalah membahas data interim dari uji klinis fase pertama. Ini adalah upaya percepatan mendapatkan uji klinik fase kedua. Karena sebetulnya setiap uji klinik seharusnya 6 bulan, sedangkan Vaksin Nusantara ini kan baru satu bulan atau beberapa bulan (uji kliniknya),” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Penny K Lukito, dalam Rapat Bersama Komisi IX DPR RI di Gedung DPR, Komplek Senayan, Jakarta, Rabu (10/3).
“Data interim ini akan di-review. Kalau memang memenuhi aspek validitas dan hasil uji klinik menunjukkan nilai baik dari aspek keamanan, tentunya bisa dilanjutkan ke uji klinik fase kedua,” katanya.
Hingga saat ini, BPOM belum memberikan lampu hijau terhadap keberlanjutan uji klinis fase kedua Vaksin Nusantara. Ini karena belum ada pembahasan lebih lanjut bersama tim peneliti terkait data interim laporan uji klinis fase pertama.
“Kenapa kami belum mengeluarkan keputusan uji klinis fase kedua? Karena kami belum selesai membahas bersama dengan tim peneliti hasil uji klinis fase pertama,” lanjut Penny.
“Data interim ini sebenarnya sudah kami minta sangat lama sekali. Tapi (Tim Vaksin Nusantara) tidak merespon dengan cepat. Jadi, kami baru akan ada pertemuan tanggal 16 Maret 2021.”
Untuk memberikan sinyal keberlanjutan uji klinis fase kedua Vaksin Nusantara, Penny K Lukito menegaskan, harus melihat lebih rinci data interim uji klinis fase pertama. Perlu ada pembahasan secara saintifik terkait data interim tersebut.
“Saya kira mohon bersabar. Berikan kami waktu berproses (pertemuan) dengan Tim Vaksin Nusantara dan Tim Peneliti Obat. Ini sebagai bagian dari proses kami mereview hasil uji klinik fase pertama, sebelum bisa berlanjut pada uji klinik fase kedua,” tegasnya.
“Pembahasan pada pertemuan tanggal 16 Maret nanti juga dikaitkan dengan data keamanan dan imunogenitas Vaksin Nusantara. Jadi, harus detail melihatnya kembali. Kemudian juga keamanan yang disebutkan mencapai 75 persen. Nah ini, apakah menunjukkan derajat efek samping yang sedang dan ringan atau berat.”
Penny memastikan pihaknya secara transparansi mengungkapkan pembahasan data interim laporan hasil uji klinis Vaksin Nusantara fase pertama.
“Tentunya, setelah kami melakukan pertemuan dengan tim penelitinya. Ini bagian dari suatu proses penelitian, yang mana dalam pertemuan nanti diberikan juga kesempatan Tim Vaksin Nusantara untuk menjelaskan laporannya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Vaksin Nusantara menyelesaikan uji klinis tahap I dengan total relawan 30 orang. Proses dimulai dengan penetapan Tim Penelitian Uji Klinis Vaksin Sel Dendritik oleh Kemenkes KMK No. HK.01.07/MENKES/2646/2020 pada 12 Oktober 2020.
Kemudian penyuntikan uji klinis fase pertama hingga 11 Januari 2021, serta monitoring dan evaluasi pada 3 Februari 2021.
Vaksin Nusantara disebut akan membentuk kekebalan seluler pada sel limfosit T. Cara kerja vaksin ini dibangun dari sel dendritik autolog atau komponen dari sel darah putih, yang kemudian dipaparkan dengan antigen dari Sars-Cov-2.
Teknisnya, setiap orang akan diambil sampel darahnya untuk kemudian dipaparkan dengan kit vaksin yang dibentuk dari sel dendritik. Sel yang telah mengenal antigen akan diinkubasi selama 3-7 hari.
Hasilnya kemudian akan diinjeksikan ke dalam tubuh kembali. Di dalam tubuh, sel dendritik tersebut akan memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap Sars Cov-2.
Terawan soal Vaksin Nusantara
Adapun Ketua Tim Pengembang Vaksin Nusantara, Terawan Agus Putranto, mengaku sudah mantap untuk terus mengembangkan Vaksin Nusantara.
Menurut dia, Vaksin Nusantara ini berbasis sel dendritik sehingga aman untuk digunakan. Dia mengaku telah mengembangkan pengobatan dengan metode sel dendritik di Cell Cure Center RSPAD Gatot Soebroto Jakarta sejak 2015.
Kemudian ketika ada ide dendritik vaksin untuk Covid-19, Terawan menyebut, hal itu seperti ‘gayung bersambut’. “Kemudian kami juga sudah mendapatkan uji binatangnya mengenai dendritik vaksin melalui pihak ketiga di Amerika sehingga ini semua bisa berjalan dengan baik, membuat mantap kami,” katanya dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (10/3).
Dia menerangkan, dendritik sel ini sebetulnya sudah dikenal di sejumlah kalangan masyarakat. Bahkan sudah publis di jurnal internasional.
“Dendritik sel sudah kita kenal dan kita sudah publis di internasional jurnal untuk dendritik sel vaksin. Tetapi memang waktu itu saya publiskan dendritik sel vaksin untuk cancer,” terangnya.
Nah, saat ini pihaknya tengah mengembangkan vaksin berbasis dendritik sel untuk melawan virus corona (Covid-19). “Dendritik sel ini karena sifatnya autologous, sifatnya adalah individual, tentunya adalah sangat sangat aman,” jelas mantan Menteri Kesehatan (Menkes) tersebut.
“Jadi saya memang senengannya memang untuk riset. Kebetulan ini saya bisa mendorong teman-teman dari Universitas Diponegoro untuk bisa ikut peran dalam kegiatan anak bangsa yang ingin mengembangkan Vaksin Covid-19 ,” sambungnya.
Dia pun berharap pengembangan vaksin Nusantara tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Mudah-mudahan ini bisa dilanjutkan untuk menjadi fondasi yang baik, paling tidak kalau untuk mengatasi yang autoimun, ataupun yang komorbid berat, maupun yang memang terkendala untuk vaksin-vaksin yang lain, ini bisa menjadi solusi untuk alternatif yang bisa digunakan,” pungkas Terawan.
Tim Peneliti Legowo
Dalam kesempatan yang sama, tim peneliti Vaksin Nusantara mengaku pasrah jika kemudian pemerintah terpaksa menyetop proses uji klinis. Sikap itu diutarakan menyusul keputusan BPOM yang belum juga memberikan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) uji klinis II.
“Jadi kami sekarang hanya menunggu PPUK uji klinis fase II. Kalau itu bermanfaat kami lanjutkan, tapi kalau itu tidak bermanfaat, kami peneliti tidak ada pretensi apa-apa. Kami jujur, kalau tidak bermanfaat ya disetop kami legowo,” kata peneliti utama vaksin nusantara, Djoko Wibisono dalam agenda Rapat Kerja bersama Komisi IX yang disiarkan melalui kanal YouTube DPR RI, Rabu (10/3).
Menurut Djoko, sejauh ini timnya sudah memenuhi pakem-pakem klinis untuk penelitian dan pengembangan vaksin. Mulai dari uji pra-klinis pada binatang hingga uji klinis fase I yang menyasar manusia.
Namun demikian, ia mengakui bahwa uji pra-klinis pada binatang tidak dilakukan di Indonesia, melainkan dilakukan oleh pihak sponsor, yakni AIVITA Biomedical asal Amerika Serikat.
Hal itu juga ia sampaikan sekaligus merespons Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito yang menyoroti pengembangan vaksin nusantara yang langsung melakukan uji klinis I terhadap manusia, tanpa proses uji pra-klinis pada binatang.
“Pasti semua uji klinis di dunia selalu didahului uji klinis pada binatang. Jadi sudah ada di investigator brosur, kami sudah baca, kami yakin, kami buat protokol uji klinis I,” jelas Djoko.
Lebih lanjut Djoko lantas mempertanyakan pelbagai sorotan BPOM. Sebab pasalnya menurut dia, tim peneliti bisa melangsungkan uji klinis fase I tentu atas restu BPOM.
Tapi mengapa kini BPOM justru mempermasalahkan proses pra-klinis. Padahal kata dia, tim peneliti telah rampung menyerahkan laporan uji pra-klinis pada binatang ke BPOM. “Itu sudah di-submit ke BPOM, dan sudah pasti kami tidak akan melakukan uji klinis I tanpa izin dari BPOM,” pungkas Djoko.
BPOM sebelumnya menyinggung proses uji klinis I vaksin nusantara yang dinilai tidak memenuhi kaidah klinis dalam proses penelitian dan pengembangan vaksin. Penny menjelaskan terdapat perbedaan tempat lokasi penelitian dengan pihak yang sebelumnya mengajukan diri sebagai komite etik.
Dalam hal ini, penelitian dilakukan di RSUP dr Kariadi Semarang, sementara komite etik berasal dari RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.
Tak hanya itu, Penny juga menyinggung soal perbedaan data yang diberikan tim uji klinis vaksin nusantara dengan data yang dipaparkan pada rapat kerja hari ini. Padahal menurut dia, BPOM telah rampung menyelesaikan review uji klinis I vaksin nusantara.
DPR Tak Terima Kritik BPOM
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX, anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay meminta BPOM menghentikan pemberian izin penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin hasil produksi luar negeri.
Hal ini dikarenakan alotnya pemberian Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) uji klinis tahap II dari BPOM pada vaksin Nusantara yang digagas mantan Menteri Kesehatan RI dr Terawan Agus Putranto.
“Saya minta, setiap vaksin yang datang ke RI ini protokolnya dibuat sama. Tolong itu AstraZeneca jangan dipakai dulu, kalau perlu buang saja itu lalu dipulangkan, walaupun itu vaksin gratis. Karena protokolnya tidak sama dengan kemarin Sinovac itu,” kata Saleh dalam raker Komisi IX yang disiarkan melalui YouTube, Rabu (10/3).
Saleh menilai, BPOM tidak konsisten dalam memberikan izin penggunaan vaksin. Ia juga menyorot vaksin AstraZeneca yang belum lama lolos masuk, meski tidak melalui uji klinis di Indonesia. Sementara, ia merasa vaksin Nusantara ini cenderung dipersulit dalam hal perizinannya.
“Ini giliran vaksin Nusantara kenapa ini harus begono-begini, sementara pada saat vaksin asing datang ke Indonesia, EUA dipercayakan kepada negara lain,” lanjutnya.
Selain itu, Saleh juga menuding bahwa BPOM tidak lagi independen dan memiliki dasar ganda. Sebab, dalam pemaparan BPOM salah satu alasan pemberian PPUK uji klinis fase II vaksin Nusantara tidak diberikan, karena uji pra klinis pada binatang dilakukan pihak sponsor dari AIVITA Biomedical, Amerika Serikat.
Menanggapi hal ini, Kepala BPOM Penny K Lukito menegaskan BPOM mendukung pengadaan vaksin Nusantara. Namun seluruh proses pengembangan vaksin, termasuk vaksin Nusantara ini harus lolos tahapan yang berbasis ilmiah.
“BPOM akan transparan, kami tidak memiliki kepentingan untuk menutupi apapun. Tapi, ini merupakan sebuah proses yang berbasis scientific,” tegasnya. (cnn/kps/bbs)
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Tol Seksi I yang menghubungkan Medan-Binjai resmi difungsikan sejak Kamis (10/3) pukul 07.00 WIB. Pengoperasian tol tersebut otomatis menghubungkan tiga ruas jalan tol, yakni dengan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi (MKTT) dan Belawan-Medan-Tanjungmorawa (Belmera).
Pengoperasian jalur tol ditandai dengan dibukanya ruas jalan sepanjang 4,2 kilometer (km) yang menghubungkan Helvetia-Marelan-Tanjungmulia, tepatnya di pintu Tol Marelan oleh PT Hutama Karya (HK) bersama PT Jasa Marga.
Project Direktor PT Hutama Karya Pembangunan Jalan Tol Seksi I, Hestu Budi Husodo, mengatakan pembangunan jalan tol Seksi I yang terhubung dengan Tol Belmera itu kini dapat mengintegrasi pengguna jalan tol menuju ke Belawan, Kualanamu dan Tebingtinggi.
“Masalah tarif tol masih dibahas. Saat ini kita sifatnya masih sosialisasi kepada masyarakat tanpa tarif untuk satu ruas ini saja (Tanjungmulia-Marelan),” katanya.
Mengenai arus lalu lintas bagi pengguna jalan, diperkirakan akan dilintasi rata-rata 21 ribu kendaraan per-hari. Karena itu, tol Seksi I Medan-Binjai akan sangat membantu mengurangi kemacetan di Kota Medan.
“Peningkatan volume kendaraan diperkirakan akan mencapai 20 hingga 30 persen. Karena selama ini jalur belum bisa dilalui langsung dari Binjai ke Tebingtinggi, sekarang sudah bisa dilalui langsung,” ungkap Hestu.
Mengenai masalah konstruksi pembangunan, Hestu mengakui tidak ada kendala. Konstruksi sudah tèrselesaikan semua dan telah mendapat sertifikat layak operasi. Izin operasi telah turun dari Kementrian PUPR.
Teddy Rosadi selaku Kepala Divisi Regional Nusantara PT Jasa Marga mengatakan, dengan dibukanya jalan Tol Tanjungmulia-Marelan-Helvetia, jumlah kendaraan yang akan melintas diperkirakan sekitar 6 ribu kendaraan. Sehingga akan membantu pengurangan kepadatan lalu lintas bagi kendaraan yang akan keluar di pintu gerbang Tol Tanjungmulia.
“Kita perkirakan sekitar 20 persen kendaraan yang akan keluar dari pintu Tol Tanjungmulia akan langsung melintas ke Simpang Susun menuju Binjai. Sebelumnya, kendaraan yang mau ke Binjai harus keluar dulu dari Tanjungmulia,” jelasnya.
Adapun pembangunan ruas jalan Medan-Binjai dilakukan PT Hutama Karya. Tol ini menyambung dengan ruas jalan yang dikelola oleh PT Jasa Marga.
“Tol MKTT sendiri kita perkirakan dilintasi 30 ribu kendaraan. Sehingga dengan dibukanya jalur ini, akan mempengaruhi kenaikan secara jangka panjangnya. Tapi saat ini kenaikan arus lalu lintas masih 1 persen, dan pasti akan naik secara bertahap,” sebut Teddy.
Rampungnya pembangunan megaproyek Tol Trans Sumatera telah mendukung mobilitas kendaraan dalam mengatasi kemacetan, guna mendukung pergerakan kemajuan ekonomi dan geliat wisata di Sumatera Utara khususnya Kota Medan. (fac)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat versi KLB Sibolangit, Jhoni Allen Marbun, menuding kepengurusan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah memecat 200 ketua dewan pimpinan cabang (DPC), karena terlibat Kongres Luar Biasa dan mendukung kepengurusan Moeldoko.
Jhoni Allen Marbun.
“Ini persisnya, dari semua kader, 200 itu yang ketahuan (sudah dipecat), 200 lebih. Tapi sekarang tambah lagi seperti Maluku Utara,” kata Jhoni dalam jumpa pers di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/3). Ketika ditanyai ulang, Jhoni Allen menegaskan 200 lebih yang dipecat berstatuskan ketua DPCn
Jhoni berkata para ketua DPC mendukung KLB karena tak puas dengan kepemimpinan AHY dan menginginkan perubahan, meski dengan konsekuensi pemecatan. Dia mengklaim AHY memimpin Demokrat dengan arogansi.
“Kalau semena-mena, apalagi organisasi, lawan. Apalagi hak-hak diambil. Kesetiaan bukan kepada orang, tapi kepada konstitusi,” ujarnya.
Sebelumnya, Demokrat yang dipimpin AHY memecat kader-kader yang terlibat dalam KLB untuk mengganti kepemimpinan AHY dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Gelombang pertama pemecatan terjadi sebelum KLB digelar. Pada Jumat (26/2), Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief mengumumkan pemecatan tujuh kader.
Setelah KLB digelar, berdasarkan catatan yang dihimpun hingga saat ini, ada 19 orang Ketua DPC Partai Demokrat yang dipecat karena ikut KLB.
Selain itu, Jhoni Allen juga mengatakan akan melaporkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke kepolisian. Hal itu dilakukan karena AHY dinilai telah melanggar hukum. Pelanggaran katanya dilakukan AHY dengan mengubah Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat.
“Kami juga akan melapor AHY memalsukan akta AD/ART 2020, khususnya mengubah mukadimah dari pendirian partai. Tidak boleh. Pasal boleh berubah, tapi mukadimah tidak boleh berubah,” kata Jhoni.
Salah satu perubahan yang disoroti Jhoni terkait pendiri partai. Menurutnya, AHY mencantumkam klaim bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pendiri Partai Demokrat dalam mukadimah AD/ART.
Jhoni berkata pihaknya sudah menyiapkan pelaporan kepolisian. Dia memastikan laporan akan diserahkan ke kepolisian dalam waktu dekat. “Sedang diproses dan saya ikut mendatangani pelaporan dan saya ikut sebagai deklarator,” ujarnya.
Dia menegaskan hanya akan melaporkan AHY. Sebab AHY bertanggung jawab penuh atas pengubahan mukadimah tersebut. “Kenapa AHY yang kita laporkan karena di dalam AD/ART hanya dia satu-satunya penanggung jawab pelaksana Demokrat ini,” tuturnya.
Menanggapi Jhoni Allen, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, secara terpisah menyebut Jhoni menebar kebohongan di publik.
“Sebelum KLB abal-abal, memang ada beberapa ketua DPC yang digeser dari posisinya. Tapi jumlahnya sangat kecil, sekitar 30-an. Mengapa bisa beranak jadi 200 di kubu pelaku GPK-PD (Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat)?” ucap Herzaky lewat keterangan tertulis, Kamis (11/3).
Herzaky juga mempertanyakan niatan KLB versi Moeldoko akan mempolisikan AHY. Ia mengaku heran Jhoni Allen dkk. ingin memproses hukum hal tersebut.
“Sedikit-sedikit bawa ke ranah hukum, seperti paling tahu dan paling patuh hukum saja. Jelas-jelas mereka melanggar hukum, tidak tahu dan tidak patuh hukum dengan mengadakan kegiatan politik yang diklaim sebagai Kongres Luar Biasa di Sibolangit,” tutur Herzaky lewat keterangan tertulis, Kamis (11/3).
Gatot Jangan Asal Bunyi
Tentang mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang mengaku diajak untuk menggulingkan kepemimpinan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Jhoni Allen meminta Gatot mengungkap siapa pihak yang mengajaknya. Dia minta Gatot tidak asal bunyi.
“Mohon adik saya untuk mengatakan siapa salah satu di antara kami yang melakukan KLB ini, yang dibilang mengajak. Tolong itu. Jangan asal asbun. Sebagai seorang panglima jenderal bintang empat tidak mudah, tapi jangan asbun,” katanya.
Menurut Jhoni, pihaknya tidak mungkin mengajak Gatot mengkudeta pimpinan Demokrat. Sebab Gatot tidak punya integritas karena sudah melakukan kampanye terselubung ke kampus-kampus saat memimpin TNI.
“Soal integritas enggak mungkin kami mengajak dia, ingat siapa yang mengangkat dia jadi panglima? Jokowi. Dia masih menjadi panglima menjaga kedaulatan negara dia sudah terselubung kampanye-kampanye ka kampus-kampus dan saya ikutin itu,” tuturnya.
Karena tidak punya integritas, menurut Jhoni, Gatot dipensiunkan cepat dari TNI. Dia bilang, biasanya Panglima TNI pensiun sampai masa umurnya.
“Artinya apa integritasnya sebagai panglima, padahal dia enggak boleh dong. Yang saya tahu boleh dicatat setelah reformasi, biasanya panglima itu pensiun sampai masa umurnya. Tetapi baru satu ini yang pensiun sebelum umurnya mencapai. Karena apa, integritasnya dia,” ujar Jhoni.
Belum Dilaporkan ke Kemenkumham
Masih Jhoni Allen, ia mengakui pihaknya belum melaporkan hasil KLB Deli Serdang ke Kementerian Hukum dan HAM. Alasannya, berkas-berkas hasil KLB masih dalam proses. “Berproses dalam waktu yang tidak terlalu lama,” kata .
“Sesegera mungkin (melapor ke Kemenkumham). Tidak perlu buru-buru, tidak perlu demo demo,” tambah dia.
Jhoni menyadari ada berkas yang belum lengkap. Termasuk dokumentasi acara di acara KLB. “Hanya dokumentasi bahwa acara betul, pesertanya (KLB) penuh, bahkan di luar. Itu memang sedikit kita lengah karena tidak ada niat lain lainnya, dokumentasi saja. Sedang dikumpulkan dari yang membawa kamera itu,” jelas dia.
Jhoni juga menjawab terkait pihaknya sudah melaporkan hasil KLB ke Kemenkumham beberapa waktu lalu. Namun, ia tidak menjawab dengan pasti. “Ya begini, ini ‘kan saudara saudara saya ini saking semangatnya, terlalu semangat, ya enggak apa-apa juga,” kata Jhoni.
Sebelumnya, Kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat mengklaim telah menyerahkan hasil KLB tersebut ke Kementerian Hukum dan HAM. Kubu KLB menyebut sudah mendaftarkan kepengurusan Demokrat hasil KLB ke Kemenkumham.
“Kita emang punya tim masing-masing, dan tadi informasinya sudah didaftarkan ke Kementerian hukum dan HAM,” kata Kepala Badan Komunikasi DPP Partai Demokrat Versi KLB, Razman Nasution saat jumpa pers.
Razman menyebut, diantarnya berkas hasil kongres ke KLB ke Kemenkumham memang secara diam-diam. Dia beralasan, pihaknya tidak ingin menganggu konsentrasi Kemenkumham. “Jadi begini kami memang punya sikap untuk tidak menganggu konsentrasi kementerian hukum dan HAM. Kami tidak rame rame datang, kami tidak mau info ke media supaya kumpul disana, terganggu mereka, sehingga tidak konsentrasi. Biarkan mereka pelajari,” tuturnya.
Di kesempatan sama, salah satu tim hukum KLB Demokrat, Ilal Ferhard mengungkapkan pihaknya melaporkan berkas KLB ke Kemenkumham pada pukul 14.00 WIB. Namun, dia enggan menjelaskan lebih lanjut. “Jam 2,” singkat dia.
Sebut Kubu Moeldoko Gagal Daftar
Menanggapi Jhoni Allen, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat versi Ketum AHY, Andi Arief menyebut Partai Demokrat kubu Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko tidak bisa memasukkan data kepengurusan secara elektronik di Kementerian Hukum dan HAM, pada Selasa (9/3).
Dia mengatakan ada sejumlah kebutuhan administrasi yang tidak bisa dipenuhi Demokrat kubu Moeldoko sehingga tidak bisa mendaftar. Hal inilah, menurut Andi, yang menyebabkan Darmizal menangis saat menggelar taklimat media.
“Saat ingin mendaftarkan, dari siang sampai malam data tidak bisa di-input alias tidak bisa mendaftar,” ujar Andi, Kamis (11/3).
Andi juga menyebut Darmizal telah menjanjikan pendaftaran ke Kemenkumham ini kepada Moeldoko. Namun ganjalan Demokrat kubu Moeldoko mendaftar ke Kemenkumham karena harus menyelesaikan sejumlah perselisihan, mulai dari pemecatan sampai keabsahan peserta kongres dan jumlahnya.
Demokrat Tebingtinggi Dukung AHY
Sementara itu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kota Tebingtinggi tegas mengatakan tidak mengakui KLB yang digelar di The Hill Hotel and Resort, Deliserdang, Sumut, Jumat lalu (5/3).
Hal ini disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tebingtinggi, Chairil Mukmin Tambunan usai rapat koordinasi dengan DPD dan Anggota DPRD melalui di Kantor DPC Partai Demokrat Kota Tebingtinggi, Rabu (10/3) di Jalan Sutoyo Kota Tebingtinggi.
Zoom meeting itu mendengarkan arahan AHY untuk memotivasi DPD dan DPC agar tidak perlu takut dengan segala macam intimidasi dan ancaman dari kelompok-kelompok yang mau menghancurkan Partai Demokrat.
“Di samping itu zoom meeting itu dilakukan untuk kembali mengetahui kehadiran secara fisik DPD dan DPC di kantor masing masing sebagai penguatan atas komitment dan loyalitas terhadap kepemimpinan AHY,” kata Mukmin.
Sebelumnya pada Minggu malam (7/3) sekira pukul 19.00 WIB, juga telah dilaksanakan virtual zoom dalam rangka Apel Siaga Partai Demokrat secara Daring yang diikuti seluruh 514 DPC dan 34 DPD se Indonesia.
“DPC Partai Demokrat Kota Tebingtinggi tetap solid mendukung kepemimpinan sah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),” jelasnya.
Bahkan Demokrat Kota Tebingtinggi siap mendukung langkah hukum yang dilaksanakan DPP Demokrat agar kubu KLB dinyatakan tidak sah. Pengurus beserta seluruh kader DPC Partai Demokrat Kota Tebingtinggi, tetap mendukung kepemimpinan AHY sebagai ketua umum Demokrat, dan para pengurus DPC dan kader Demokrat juga berikrar setia terhadap kepemimpinan AHY.
DPC Demokrat Kota Tebingtinggi memastikan ada kadernya yang ikut KLB di Deliserdang, Sumut. Kalaupun ada, bukan merupakan pengurus akttif saat ini yang ada di dalam struktur organisasi, baik di tingkat cabang, anak cabang maupun ranting. “Bisa saja itu orang-orang yang mengambil kesempatan yang mengatasnamakan DPC PD Kota Tebingtinggi,” jelas Mukmin. (kps/bbs/ian)