Home Blog Page 3632

Tutup Potensi Penyebaran Ideologi Radikal

JAKARTA,SUMUTPOS.CO- Setiap potensi penyebaran ideologi radikalisme di Indonesia harus ditutup. Banyak konsep untuk membendung penyebaran radikalisme.

“Selain pencegahan secara masif dan komprehensif oleh negara, pencegahan radikalisme dimulai dari keluarga,” kata Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi kepada wartawan, Rabu (7/4/2021).

Islah mengatakan, keluarga atau orang tua adalah sosok yang kemudian dicontoh anak-anaknya. Keluarga adalah hulu yang paling utama dalam membendung ideologi radikalisme. Peran keluarga amat penting apalagi kalangan anak muda adalah usia rentan terpapar radikalisme. “Keluarga menjadi kekuatan penting untuk berusaha melawan radikalisme. Kontra radikal bisa dilawan lewat keluarga, paling awal,” ujar Islah.

Walaupun, kata dia, ada beberapa kasus seorang anak  menemukan ideologi radikalisme sendiri atau disebut self radicalism. Tapi tetap sebenarnya peran orang tua mengawasi anak-anaknya menjadi dominan.

Dia menilai masuknya ideologi radikalisme ke satu negara karena ada celah kosong. “Negara tidak boleh diam. Negara harus menggunakan tangan besi. Kalau kita lemah mengatasi ini, semua akan terlambat,” tuturnya.

Beberapa negara yang terlambat membendung ideologi radikalisme, seperti Filipina, Somalia, dan Sudan. Menurut Islah, negara-negara itu lemah mengantisipasi masuknya ideologi radikalisme. “Banyak produk-produk mulai dari aturan sampai program yang seharusnya dilakukan. Kalau negara lemah, ideologi-ideologi radikal akan masuk secara leluasa,” katanya.

Di Indonesia, menurut Islah, leading sector dalam mengatasi masalah ideologi radikalisme ada Polri untuk penindakan dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk pencegahan. “Tapi ada beberapa aturan yang memang mengikat perbantuan dari TNI untuk proses pencegahan dan penindakan. Seperti (operasi) Tinombala itu juga bagian dari sinergitas antara TNI-Polri dalam penindakan,” ujarnya.

Namun pada dasarnya, kata dia, setiap pencegahan radikalisme yang paling berhasil di seluruh dunia adalah bagaimana bisa mencegahnya dari hulu membuat kultur-kultur di dalam masyarakat menolak radikalisme secara mandiri.

“Ketika paham radikalisme mulai masuk ke tengah masyarakat, masyarakat sendiri yang menolak, ini adalah konsep yang dilakukan oleh banyak akademisi di beberapa negara di dunia yang kemudian sangat efektif,” katanya.

Islah menuturkan, pencegahan radikalisme oleh Polri sifatnya sangat normatif, terprogram, terstruktur. Kalau pencegahan dari masyarakat yang akhirnya membudaya, itu akan sangat berhasil.

“Ini banyak terjadi, terutama di Thailand Selatan sudah efektif. Kemudian ada konflik antara suku Sinhala dan Tamil di Srilanka juga berhasil dengan menggunakan konsep-konsep yang menolak radikalisme dari hulu,” ungkapnya.

Islah menyebut program Kampung Tangguh Jaya ala Kapolda Metro Jaya Irjen M. Fadil Imran itu merupakan bagian dari upaya membangun budaya menolak radikalisme dari hulu. Islah berharap program pencegahan radikalisme berjalan di banyak daerah.

Apalagi sekarang sudah ada Perpres Nomor 7 Tahun 2021.
BNPT sebagai leading sector bekerja sama dengan lembaga negara, departemen dan non departemen, serta menempatkan Polri dan TNI sebagai pendamping utama. Andai ini berjalan efektif di daerah, Islah yakin penyebaran ideologi radikal bisa dikikis.

“Saat ini program kontra radikal di Kota Solo sebagai role model. Solo ini unik, semua ideologi tumbuh secara politik, partai politiknya besar tapi radikalnya tinggi. Ini kemudian menjadi role model supaya Perpres Nomor 7 bisa dijadikan rencana aksi daerah,” kata Islah.(bbs/adz)

PLN Hadirkan Paket Ramadan Peduli dan Ramadan Berkah, Tambah Daya Hanya Rp202.100

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menyambut datangnya Bulan Ramadan, PLN kembali tawarkan penawaran spesial tambah daya bagi pelanggan. Kali ini, terdapat dua program yang ditawarkan, yaitu Ramadan Peduli dan Ramadan Berkah.

Melalui Ramadan Peduli, pelanggan rumah tangga daya 450 VA sampai dengan 7.700 VA dapat membeli produk Renewable Energy Certificate (REC) sebesar Rp 115.500, yang ditujukan untuk mendukung pembangunan energi terbarukan sekaligus ikut serta dalam aksi sosial berupa pasang baru bagi masyarakat kurang mampu. Sebagai bonus tambahan, pelanggan akan mendapatkan harga spesial layanan tambah daya hingga 11.000 VA hanya dengan biaya sebesar Rp202.100.

“Dalam program ini, kami mengajak pelanggan rumah tangga untuk berpartisipasi secara aktif dalam meningkatkan penggunaan energi yang lebih bersih demi masa depan yang lebih baik. Untuk itu kami berikan penawaran bundling dengan membeli REC pelanggan akan ikut serta dalam pembangunan energi terbarukan dan aksi sosial, sekaligus mendapatkan penawaran spesial untuk menambah dayanya,” tutur Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan, Bob Saril.

Sementara, melalui Ramadan Berkah, pelanggan sosial khusus rumah ibadah daya 450 VA sampai dengan 7.700 VA, PLN juga memberikan penawaran spesial untuk melakukan penyambungan tambah daya hingga 11.000 VA melalui aplikasi PLN Mobile cukup dengan membayar Rp150.000.

“Menyambut Ramadan kami ingin terus menghadirkan kemudahan kepada pelanggan, khususnya tempat-tempat ibadah untuk menggunakan listrik dari PLN agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang,” papar Bob.
Pelanggan dapat mengakses layanan tambah daya melalui aplikasi PLN Mobile pada fitur layanan, pilih opsi ubah daya, selanjutnya masukan ID Pelanggan atau nomor meter kemudian pilih daya, produk layanan, dan keperluan yang diinginkan, pilih lanjutkan, kemudian masukan data diri pelanggan dan permohonan akan di proses oleh PLN.

Kata Bob, penawaran ini berlaku sampai dengan 31 Mei 2021. PLN yakin bahwa listrik dapat meningkatkan produktivitas masyarakat di tengah kondisi pandemi Covid-19. “Kami berharap melalui program ini dapat memberikan kemudahan kepada pelanggan untuk mendapatkan layanan kelistrikan,” pungkasnya. (rel/ila)

Hari Ini, Medan Mulai Vaksinasi Drive Thru Lansia

TINJAU: Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, saat meninjau pelaksanaan uji coba vaksinasi Covid-19 dengan sistem drive thru, di Lanud Soewondo Medan, Selasa (6/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hari ini, Rabu (7/4), Pemko Medan menggelar vaksinasi Covid-19 dengan sistem drive thru di Lanud Soewondo (eks Bandara Polonia). Vaksinasi ini diprioritaskan bagi masyarakat lanjut usia (lansia minimal 60 tahun) dan keluarga pendamping berusia minimal 18 tahun. Vaksinasi ini gratis alias tidak dipungut biaya.

TINJAU: Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, saat meninjau pelaksanaan uji coba vaksinasi Covid-19 dengan sistem drive thru, di Lanud Soewondo Medan, Selasa (6/4).

“KITA TARGETKAN 1.000 orang setiap hari dapat kita vaksin. Mudah-mudahan tercapai,” kata Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, saat meninjau pelaksanaan uji coba vaksinasi Covid-19 dengan sistem drive thru, Selasa (6/4).

Vaksinasi drive thru ini digelar Pemko Medan bekerjasama dengan Halodoc, Gojek, dan Lanud Soewondo Medan. Kegiatan ini rencananya akan digelar selama satu bulan ke depan. Vaksinasi drive thru adalah sistem layanan tanpa perlu meninggalkan mobil atau sepeda motor untuk lansia ini, boleh diikuti keluarga atau pendamping lansia yang divaksin.

“Seperti biasanya, masyarakat terlebih dahulu mendaftar, lalu pemeriksaan kesehatan dan tensi, setelah itu kita observasi. Kita juga sudah menyiapkan tempat ICU, apabila ada masyarakat yang mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI),” jelas Bobbyn

didampingi Plt Asisten Pemerintahan dan Sosial Khairul Syahnan, Kepala Dinas Kesehatan Edwin Effendi, serta Camat Medan Polonia Amran Sanusi Rambe.

Menurut Bobby, vaksinasi dapat berlangsung selama beberapa bulan ke depan, selama masyarakat masih ramai mendatangi vaksinasi Drive Thru tersebut ditambah dengan ketersediaan vaksin yang ada.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Halodoc. Sebab aplikasi berbasis kesehatan ini sudah mengajak Pemko Medan berkolaborasi untuk menggelar vaksinasi secara drive thru di Kota Medan, dalam rangka mendukung program vaksinasi nasional Covid 19. Vaksinasi besok rencananya akan dihadiri Kapolri dan Panglima TNI,” tuturnya.

Ia berharap, program ini dapat bermanfaat dan membantu masyarakat Kota Medan untuk mendapatkan pelayanan Vaksinasi Covid-19. Serta dapat menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Hal itu sejalan dengan terciptanya kekebalan tubuh secara massal.

“Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 drive thru ini merupakan wujud dari program Pemko Medan di bidang kesehatan. Dengan vaksinasi ini, kita harapkan target Pemko Medan dalam vaksinasi akan tercapai,” tutupnya.

Uji Coba pada Guru

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi, mengatakan uji coba vaksinasi kemarin dilakukan kepada 70 tenaga pendidik (guru) di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan.

“Hari ini simulasi terlebih dahulu, untuk 70 tenaga pendidik di Dinas Pendidikan. Besok baru pembukaan resmi (vaksinasi) nya,” terang Edwin.

Terdapat tiga Fasilitas Kesehatan (faskes) yang ikut bergabung dalam uji coba vaksinasi drive thru di Lanud Soewondo Medan, yakni RS Royal Prima, RS Bunda Thamrin, dan RS Columbia Asia.

“Kami juga sudah menyiapkan ruangan emergency dan vaksinasi. Ini melibatkan seluruh rumah sakit di Kota Medan,” katanya.

Hingga kemarin pagi, sudah ada 900 orang —baik lansia maupun pendamping— yang sudah mendaftarkan dirinya untuk divaksinasi melalui Halodoc. “Pelayanan vaksinasi drive thru ini khusus untuk masyarakat lanjut usia dan pendampingnya yang memiliki KTP (Kota) Medan. Vaksinasi ini tidak dipungut biaya,” tutupnya.

Bisa Jadi Percontohan

Pemerintah Provinsi dan daerah di Sumatera Utara diminta memerhatikan soal akses ke lokasi penyuntikan vaksin Covid-19 yang mudah dijangkau masyarakat. Selanjutnya aspek sosialisasi ditingkatkan lagi, sehingga vaksinasi berjalan baik.

“Terutama jika kita berbicara vaksin untuk lansia. Namanya lansia, tentu faktor usia dan kesehatan bisa mengganggu mereka melakukan vaksin jika aksesnya sulit,” kata anggota Komisi E DPRD Sumut, Hariyanto menjawab Sumut Pos, Selasa (6/4).

Menurutnya peran para tokoh seperti tokoh masyarakat, agama, adat, dan pemuda sangatlah penting untuk suksesi program nasional tersebut. Karena melalui suara para tokoh, informasi tentang vaksin aman, halal, dan suci serta sebagai salahsatu ikhtiar dalam memutus rantai penularan Covid-19, mampu dilakukan secara maksimal.

“Suara para tokoh ini tentu didengar masyarakat. Untuk itu kita harapkan supaya pemerintah lebih meningkatkan lagi keterlibatan mereka dalam menyukseskan vaksinasi Covid-19 ini,” katanya.

Pihaknya secara khusus mengapresiasi langkah Pemko Medan melalui program drive thru vaksinasi Covid-19 khusus lansia, yang akan dimulai hari ini, di Lapangan Udara Soewondo Medan.

“Tentu itu sangat positif dan bagus sekali. Harapan kita langkah Pemko Medan ini dapat diikuti oleh pemda kabupaten dan kota se Sumut. Artinya dapat menjadi role model atau percontohan buat pemkab dan pemko lainnya. Namun sekali lagi kita ingatkan, kiranya segala akses dan informasi soal vaksin ini dibuka seluas-luasnya dan semudah-mudahnya. Sebab ini adalah upaya pemerintah menciptakan kekebalan tubuh masyarakat kita dari virus Corona,” urainya. (map/prn)

Jelang Belajar Tatap Muka, Disdik Medan Kejar Vaksinasi Guru

TATAP MUKA: Hari pertama pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 9 Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin(5/3).Foto: Fadlan Mukhtar Zain/Kompas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kadisdik Kota Medan Adlan, mengakui jika proses vaksinasi kepada para guru TK, SD, SMP di Kota Medan baru terealisasi sebanyak 15 persen.”Total guru kita ada hampir 20 ribu orang, yang sudah divaksinasi sekitar 15 persen,” jawab Adlan kepada Sumut Pos, Selasa (6/4).

TATAP MUKA: Hari pertama pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 9 Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin(5/3).Foto: Fadlan Mukhtar Zain/Kompas

Dikatakan Adlan, hingga saat ini pihaknya bersama Dinas Kesehatan (Disdik) Kota Medan masih terus mengejar penyelesaian proses vaksinasi para guru di Kota Medan.”Targetnya ya secepatnya. Kalau data semua sudah kita sampaikan ke Dinkes, teknisnya ‘kan ada di Dinkes,” katanya.

Adlan menjelaskan, wacana kembali dibukanya sistem belajar tatap muka memang sedang terus dibahas oleh pemerintah pusat. Jika memungkinkan, sistem belajar tatap muka memang bisa mulai digelar pada tahun ajaran baru, yakni tahun ajaran 2021/2022n

yang akan dimulai pada Juli 2021 mendatang.

“Itu masih dibahas. Tapi terlepas dari itu, tetap kita fokus untuk percepatan vaksinasi para guru kita,” jelasnya.

Untuk penyelesaian target vaksinasi guru yang masih terbilang jauh karena baru terealisasi 15 persen, Adlan mengaku optimis dapat diselesaikan sebelum sistem belajar tatap muka kembali dibuka. Itu jika memang sistem belajar tatap muka diputuskan pemerintah untuk dibuka kembali.

“Mudah-mudahan secepatnyalah. Tadi saja guru kita ada sekitar 60 sampai 70 orang yang divaksinasi saat uji coba vaksinasi Drive Thru di Lanjud Soewondo,” pungkasnya.

Jakarta Uji Coba PTM

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di 85 sekolah semua jenjang mulai Rabu (7/4) besohari ini.

Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja mengatakan, para siswa tiap jenjang sekolah belajar tatap muka secara bergantian setiap seminggu sekali.

Siswa yang melakukan belajar tatap muka adalah kelas 4 SD, 7 SMP, dan 10 SMA. “Kelas 1,2,3 SD, dan PAUD belajar dari rumah. Untuk Selasa seluruh ruangan disemprot disinfektan. Antisipasi jika ada virus yang tertinggal di sekolah,” ucap Taga.

Lalu pada hari Rabu, ia menyebut siswa yang melakukan pembelajaran adalah kelas 5 SD, 8 SMP, dan 11 SMA. “Hari Jumat SD kelas 6, SMP kelas 9, dan SMA kelas 12. Itu alurnya untuk pembelajaran tatap muka,” ucap dia.

Dengan skema itu, artinya, setiap siswa hanya masuk sekolah sekali dalam seminggu. Taga melanjutkan dalam pelaksanaannya, setiap kelas dibatasi maksimal 50 persen siswa.

Selain itu, materi pembelajaran yang diajarkan adalah yang esensial, tidak ada olahraga dan ekskul, serta kantin dan perpustakaan ditutup.

Sementara untuk durasi belajar siswa di sekolah, ia menjelaskan tidak akan berlangsung dalam waktu yang terlalu lama.

“Untuk konkretnya (waktu) saya belum mendapat arahan dari pokja PTM (Pembelajaran Tatap Muka) untuk jadwal pelajarannya. karena ini kan menyesuaikan dengan durasi bulan puasa 20-30 menit,” ucap dia.

Pemprov DKI diketahui akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di 85 sekolah mulai Rabu (7/4). (map/cnn)

Pendaftaran Sekolah Kedinasan Dibuka 9 April

BERAKTIVITAS: Beberapa pelajar SMA Negeri di Kota Medan saat beraktivitas di sekolahnya, beberapa waktu lalu. Pendaftaran PPDB 2020 tengah berjalan dan Ombusman Sumut membongkar berbagai kecurangan dalam PPDB.
BERAKTIVITAS: Beberapa pelajar SMA Negeri di Kota Medan saat beraktivitas di sekolahnya, beberapa waktu lalu. Pendaftaran PPDB 2020 tengah berjalan dan Ombusman Sumut membongkar berbagai kecurangan dalam PPDB.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menyampaikan pendaftaran sekolah kedinasan tahun 2021 bakal dibuka 9 April 2021.

BERAKTIVITAS: Beberapa pelajar SMA Negeri di Kota Medan saat beraktivitas di sekolahnya, beberapa waktu lalu. Pendaftaran PPDB 2020 tengah berjalan dan Ombusman Sumut membongkar berbagai kecurangan dalam PPDB.
Ilustrasi.

Pelamar yang ingin mengikuti seleksi masuk sekolah kedinasan dapat mendaftarkan diri melalui situs https://sscasn.bkn.go.id dan memilih menu Dikdin atau langsung melalui situs https://dikdin.bkn.go.id.

“Calon pelamar dapat mempersiapkan diri dan mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan untuk mendaftar seleksi sekolah kedinasan tahun 2021 mulai dari sekarang,” kata Tjahjo melalui keterangan tertulis, Selasa (6/4).

Terdapat delapan instansi yang bakal membuka pendaftaran tahun ini, yakni Kementerian Hukum dan HAM; Kementerian Keuangan; Kementerian Perhubungan; Badan Intelijen Negara; Badan Siber dan Sandi Negara; Badan Pusat Statistik, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika; dan Kementerian Dalam Negeri. “Calon pelamar hanya dapat memilih satu sekolah kedinasan,” tambah Tjahjo.

Ia mengatakan pendaftaran seleksi calon kedinasan akan membuka rangkaian seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN 2021).

Seleksi sekolah kedinasan sendiri akan dilaksanakan dengan dengan Computer Assisted Test (CAT). Sistem ini, kata Tjahjo, akan menjadi proses seleksi adil, transparan dan bebas dari KKN.

Untuk melakukan pendaftaran, calon peserta perlu mempersiapkan sejumlah dokumen meliputi pas foto, KTP, Kartu Keluarga, ijazah/ Surat Keterangan Lulus, dan dokumen lain sesuai dengan ketentuan instansi yang dilamar.

Syarat dan ketentuan khusus dari setiap sekolah kedinasan dapat dilihat lebih lanjut melalui situs masing-masing instansi/sekolah kedinasan atau pada situs SSCASN. (cnn)

Ikut Regulasi Pusat, Sumut Larang Mudik Mulai 6-17 Mei

MUDIK: Calon penumpang menunggu di Sasiun Besar KA Kota Medan, bersiap mudik Lebaran, beberapa waktu lalu. Tahun ini, pemerintah melarang mudik mulai 6-17 Mei 2021.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satgas Penanganan Covid-19 Sumut masih menunggu regulasi yang mengatur larangan mudik lebaran 2021 dari pemerintah pusat. Namun Pemerintah Provinsi Sumut pasti akan mengikuti regulasi pusat, yang melarang mudik mulai 6-17 Mei 2021.

MUDIK: Calon penumpang menunggu di Sasiun Besar KA Kota Medan, bersiap mudik Lebaran, beberapa waktu lalu. Tahun ini, pemerintah melarang mudik mulai 6-17 Mei 2021.

“Memang belum ada surat edaran regulasi yang menyatakan itu (larangan mudik). Tapi yang jelas, Sumut ikut pemerintah pusat,” kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, Selasa (6/4)n

Untuk itu, Aris mengimbau agar warga Sumut mengikuti imbauan pemerintah terkait larangan mudik, untuk kebaikan bersama. “Selain untuk kebaikan bersama, juga agar pandemi Covid-19 cepat selesai,” ujarnya.

Diketahui, larangan mudik lebaran berlaku selama 10 hari lebih, mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021. Meski demikian, pemerintah tetap memberlakukan tanggal 12 Mei 2021 sebagai cuti bersama.

Sebelum tanggal larangan mudik efektif berlaku, masyarakat diminta tidak berpergian. Hal ini dilakukan guna menekan laju penyebaran Covid-19 dan memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi.

Kata Aris, hingga kini angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumut sebanyak 27.772 orang. Angka ini setelah bertambah 77 kasus baru yang diperoleh dari 5 kabupaten/kota, yakni Medan 47 orang, Deliserdang 18 orang, Batu Bara 9 orang, Labuhanbatu Utara 2 orang, dan Karo 1 orang.

Sedangkan angka kesembuhan pasien Covid-19 kini jumlahnya 24.472 orang, setelah bertambah 74 kasus baru dari 9 kabupaten/kota. Sementara angka kematian mencapai 924 orang, bertambah 5 kasus baru dari Medan. “Angka penderita aktif Covid-19 di Sumut berjumlah 2.376 orang, baik isolasi di rumah sakit maupun secara mandiri,” pungkasnya.

Dishub Sumut Segera Rapat

Terkait larangan mudik ini, Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara dalam waktu dekat akan mulai melakukan persiapan. Dishub Sumut akan menggelar rapat dengan instansi terkait maupun pemerintah daerah yang umumnya menjadi tujuan para pemudik ketika memasuki waktu lebaran.

“Teknisnya masih akan dibicarakan dengan instansi terkait dan daerah tujuan mudik,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sumut, Darwin Purba menjawab wartawan, Selasa (6/4).

Pihaknya juga mengakui, secara resmi belum ada menerima petunjuk teknis sekaitan larangan mudik lebaran tahun ini. “Iya belum, kami juga masih menunggu juknis dari Kementerian Perhubungan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah resmi melarang kegiatan mudik lebaran 2021 bagi seluruh elemen masyarakat.

Larangan mudik itu berlaku pada 6-17 Maret 2021, serta sebelum atau sesudah waktu tersebut. Kebijakan itu diambil, setelah melihat masih tingginya angka penularan dan kematian akibat Covid-19 setelah beberapa kali libur panjang.

“Ditetapkan bahwa tahun 2021 mudik ditiadakan. Berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta maupun pekerja mandiri dan juga seluruh masyarakat,” ujar Muhadjir, Jumat (26/3) lalu.

Selama periode larangan mudik berlaku, pemerintah juga mengimbau agar warga tidak bepergian keluar rumah apabila tidak memiliki keperluan yang mendesak.

Bagi ASN atau pegawai dengan keperluan dinas dapat melakukan perjalanan dengan menyertakan surat dinas yang ditandatangani pejabat eselon 2 atau masyarakat dengan keperluan mendesak dapat menggunakan surat keterangan dari kepala desa. Selama larangan mudik, pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial atau bansos pada awal Mei.

Pemerintah juga akan melakukan pengawasan di lintas batas, secara teknis larangan ini dikoordinasikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), TNI/Polri, bersama dengan Satgas Covid-19.

Polisi akan memutarbalikkan kendaraan yang melintas di beberapa titik perbatasan selama libur mudik Idul Fitri 2021 mendatang. Setidaknya, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan 333 titik penyekatan yang tersebar di sepanjang wilayah Lampung hingga Bali.

Senada, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyebutkan, silaturahmi untuk bertemu dengan keluarga merupakan hak bagi setiap orang. Namun situasi pandemi Covid-19 yang belum juga mereda, membuat masyarakat kembali diminta harus menunda agenda pulang kampung pada Lebaran tahun ini.

“Lebaran itu memang hak orang untuk berjumpa keluarganya. Tetapi dalam kondisi seperti ini, itu memang harus kita hentikan dulu. Demi kesehatan rakyat yang kita cintai ini,” terangnya.

Saat ini, upaya pemerintah untuk menghentikan penyebaran virus Corona, yakni dengan cara mengimbau masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5 M; mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas diri.

Selain itu, pemerintah kini tengah gencar melakukan vaksinasi sebagai upaya menekan laju penyebaran Covid-19.

Ziarah Kubur Boleh, tapi Dibatasi

Mengenai tradisi umat Islam melakukan ziarah kubur menjelang puasa ramadan, Jubir Satgas Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan, mengatakan masyarakat tetap diperbolehkan melakukannya di tengah pandemi Covid-19. Tetapi, perlu melihat situasi yang terjadi saat ini.

“Ziarah kubur sebelum bulan puasa memang sudah menjadi rutinitas. Tapi harus memperhatikan tata cara saat pandemi ini,” ujarnya melalui sambungan seluler, Selasa (6/4).

Menurut Mardohar, ziarah kubur jelang ramadan saat pandemi tentunya perlu dibatasi. Jangan sampai menimbulkan kerumunan orang. “Jangan pula seluruh keluarga berkerumun di situ. Misalnya, dalam satu keluarga ada 10 orang. Nah, pagi orang tua yang pergi duluan. Siang hari atau sore, giliran anak-anaknya. Jangan semuanya pergi sekaligus, tapi bergantian,” ungkap dia.

Di samping itu, masyarakat yang pergi berziarah harus tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, membawa hand sanitizer untuk cuci tangan serta menjaga jarak. “Protokol kesehatan mutlak harus dipatuhi. Kalau bisa waktu berziarah jangan terlalu lama,” sambung Mardohar.

Kata dia, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, tradisi ziarah ini tentunya diharapkan tidak akan menjadi klaster baru penularan Covid-19. “Jangan sampai rutinitas ziarah menjadi klaster baru,” tukasnya. (ris/prn/cnbc)

Bawa Sabu ke Lampung, Sopir Divonis 13 Tahun Penjara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim diketuai Dominggus Silaban menghukum M Yusuf Majid (59) selama 13 tahun penjara. Pria asal Desa Karueng, Pidie, Aceh ini yang berprofesi sebagai sopir ini, terbukti bersalah menjadi kurir sabu seberat 695,9 gram tujuan Lampung, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (6/4).

Majelis hakim dalam amar putusannya sependapat dengan penuntut umum, dimana terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. “Mengadili, menjatuhkan terdakwa M Yusuf Majid oleh karenanya dengan pidana penjara selama 13 tahun denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara,” ujarnya.

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peradaran narkotika. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dipersidangan.

Vonis ini sama (conform) dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anita, yang semula menuntut dengan pidana yang sama. Atas putusan ini, JPU menyatakan terima sedangkan penasihat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Mengutip surat dakwaan, berawal saat tiga petugas dari Ditresnarkoba Polda Sumut mendapat informasi dari masyarakat, bahwa terdakwa akan membawa dan menjadi perantara jual beli Narkotika jenis sabu dari Provinsi Aceh menuju Provinsi Bandar Lampung.

Saat itu terdakwa akan melintas di Jalan Medan Banda Aceh Desa Paya Perupuk Kecamatan Tanjungpura Kabupaten Langkat. Setelah mendapat informasi tersebut, para polisi langsung berangkat ke tempat yang di maksud dengan melakukan pemantauan. Tak lama kemudian, polisi melihat seseorang sesuai dengan ciri-ciri terdakwa.

Saat itu, terdakwa baru turun dari bus penumpang umum tujuan Kabupaten Langkat Kecamatan Tanjungpura-Banda Aceh dengan membawa tas ransel. Kemudian para saksi polisi langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap terdakwa.

Dari penguasaan terdakwa di temukan barang bukti berupa satu bungkus plastik kresek warna biru yang di dalamnya berisi sabu dengan berat bersih 695,9 gram.

Terdakwa mengakui, bahwa sabu tersebut ia dapat dari seseorang yang tidak ia kenal dengan ciri-ciri berambut cepak suruhan Zakaria alias Karia (lidik). Kemudian terdakwa mengakui mendapat upah Rp10 juta jika berhasil mengantar sabu tersebut menuju Provinsi Bandar Lampung. Namun terdakwa baru menerima Rp3 juta untuk biaya diperjalanan. (man/azw)

Pembunuhan Suami Istri Direkonstruksi

REKONSTRUKSI: Polres Binjai menggelar rekonstruksi pembunuh suami istri, Senin (5/4).tedi/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Penyidik Unit Pidana Umum Polres Binjai menggelar rekonstruksi kasus tindak pidana pencurian kekerasan yang menyebabkan nyawa pasangan suami istri meninggal dunia di halaman apel Mapolres, kemarin (5/4). Rekonstruksi yang turut dihadiri Jaksa Penuntut Umum, Elly Harahap dan keluarga korban ini berjalan lancar.

REKONSTRUKSI: Polres Binjai menggelar rekonstruksi pembunuh suami istri, Senin (5/4).tedi/sumut pos.

Tersangka Sulistiono alias Sulis menjalani langsung rekonstruksi tersebut. Sementara korban pasutri, Sugianto alias Astuti diperankan oleh model.

“Keluarga korban yang ketepatan hadir diimbau agar tidak melakukan tindakan yang melanggar dan mengganggu jalannya rekonstruksi. Sebab, perkara ini sedang ditangani Satreskrim Polres Binjai,” kata Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting, Selasa (6/4).

Dalam rekonstruksi, tersangka Sulis menjalani 26 adegan. Tersangka yang merupakan seorang sopir truk BK 6680 CQ ini modus mogok di Jalan Gajah Mada, Lingkungan XIII, Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur.

Ketika korban melintas menumpangi sepedamotor jenis metik BK 6812 ASS, tersangka minta tolong untuk bantu memperbaiki truk tersebut. Dengan modus ini, tersangka menghabisi nyawa pasutri tersebut.

“Usai habisi nyawa korban, sepeda motornya dijual tersangka. Penadah dan perantaranya juga sudah ditangkap,” ujar dia.

“Rekonstruksi ini bagian dari untuk melengkapi pemberkasan tersangka agar segera disidangkan. Berkas segera diserahkan ke jaksa untuk masuk tahap penuntutan,” pungkasnya. (ted/azw)

Pemilik Angkot Rahayu 53 Dibunuh Sopir Serep

DIBAWA: Tersangka pembunuhan pemilik angkot Rahayu 53 dibawa menggunakan kursi roda saat di Mapolrestabes Medan, Selasa (6/4).M IDRIS/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terungkap, mayat pria yang ditemukan dengan kondisi babak belur di semak-semak Jalan Pringgan Lingkungan 14, Desa Bandar Khalipah, Percut Seituan, ternyata pemilik sekaligus sopir angkot Rahayu 53. Korban dibunuh sopir serep angkot dengan alasan karena pelit.

DIBAWA: Tersangka pembunuhan pemilik angkot Rahayu 53 dibawa menggunakan kursi roda saat di Mapolrestabes Medan, Selasa (6/4).M IDRIS/sumut pos.

Korban bernama Junaidi (62) warga Jalan Mayor Kompleks SDN 94 Medan, Pulo Brayan Kota, Medan Barat. Sedangkan pelakunya ialah Fadilah Aidil Putra Nasution (41) warga Jalan Jermal 7 Medan Denai.

Kini pelaku mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Medan, setelah ditangkap di kawasan Pajak Palapa Pulo Brayan, Senin (5/4) sore sekira pukul 15.00 WIB.

Pelaku dihadiahi 2 butir peluru di kedua kakinya oleh polisi lantaran melawan ketika dibawa untuk pengembangan kasus.

Baca juga: Mayat Pria Babak Belur Ditemukan di Percut, Diduga Korban Pembunuhan

Menurut pelaku, dia nekat menghabisi Junaidi karena kesal kerap tak diberi upah saat disuruh memperbaiki angkot. “Asal disuruhnya aku kerjai, tapi tak dikasihnya aku duit,” ucap pelaku yang dihadirkan dalam pemaparan kasus di Mapolrestabes Medan, Selasa (6/4) sore.

Kekesalan pelaku semakin memuncak saat korban memarahinya. Pelaku yang menyimpan dendam, kemudian mencari kesempatan untuk menghajar pelaku.

“Puncak kekesalan aku saat dia (korban) maki-maki aku sekitar pukul 22.00 WIB (Minggu 4/4) di daerah Belawan, saat itu angkotnya rusak dan kami bertengkar. Setelah kami perbaiki angkot itu lalu kami pulang. Tapi, di Jalan Yos Sudarso Simpang Kantor aku berhenti, kemudian kupukul kepalanya pakai batu beberapa kali sewaktu dia tidur. Kemudian, aku bekap mulutnya pakai bantal sandaran hingga akhirnya meninggal,” terang pelaku.

Setelah itu, mayat korban dibawa menggunakan angkot tersebut dan selanjutnya dibuang ke semak-semak Jalan Pringgan Lingkungan 14, Desa Bandar Khalipah.

“Pas sudah mati, dia kubawa pakai angkot. Setelah sampai di semak-semak, kemudian aku gendong mayat dia dan aku buang,” kata pelaku.

Sementara, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, kejadian pembunuhan berawal saat angkot milik korban dengan plat BK 7587 DM mengalami pecah lahar di Belawan, Minggu (4/4) sekira pukul 16.00 WIB. Korban lalu memutuskan untuk mencari sparepart yang dibutuhkan, Sedangkan pelaku menunggu di angkot.

Setelah mendapatkan suku cadang, korban kembali ke lokasi kendaraan rusak tersebut. Sesampainya di lokasi, korban dan pelaku bertengkar mulut. “Setelah selesai bertengkar dan memperbaiki angkot, keduanya lalu menuju pulang ke rumah. Namun dalam perjalanan sekira pukul 01.00 WIB, korban yang tidur di bangku sebelah sopir dihajar pelaku hingga meninggal dunia. Kemudian, pelaku membuang mayat korban,” ujar Riko.

Usai membuang mayat korban, sambung Riko, pelaku meninggalkan angkot milik korban di Jalan Selamat Ketaren tepatnya depan Universitas Negeri Medan sekira pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, pelaku mengajak 2 orang keponakannya untuk mengambil ban dan mesin dari angkot itu untuk dijual seharga Rp500 ribu kepada seorang penadah.

“Setelah diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Petugas lalu membawa pelaku untuk dilakukan pengembangan mencari barang bukti di seputaran Jalan Pasar V Tembung. Namun pelaku berusaha melawan petugas dan melarikan diri hingga terpaksa tembak kedua kakinya,” papar Riko.

Dia menambahkan, dalam kasus tersebut barang bukti yang disita sebongkah batu batako yang digunakan pelaku, uang tunai Rp250.000, 1 unit ponsel android, 1 unit mobil angkot milik korban dan 4 ban mobil. “Saat ini kami masih mengejar penadah yang membeli mesin angkot korban,” pungkasnya. (ris/azw)

Bawa Sabu 1,3 Kilogram Disimpan dalam Sepatu, Dua Calon Penumpang di KNIA Ditangkap

DUA TERSANGKA: Irnawati (28) warga Paya Meuneng, Kabupaten Bireuen Aceh dan Rahma Dania (32) warga Bugak Mesjid Kabupaten Bireuen Aceh.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Petugas keamanan Kualanamu Deliserdang menangkap dua calon penumpang Pesawat Lion Air di Bandara Kualanamu Internasional (KNIA), karena menyelundupkan sabu seberat 1,3 kilogram (Kg).

DUA TERSANGKA: Irnawati (28) warga Paya Meuneng, Kabupaten Bireuen Aceh dan Rahma Dania (32) warga Bugak Mesjid Kabupaten Bireuen Aceh.

Berdasarkan dari Kartu Tanda Penduduk (KTP), penumpang yang tertangkap itu bernama Irnawati (28) warga Paya Meuneng, Kabupaten Bireuen Aceh dan Rahma Dania (32) warga Bugak Mesjid Kabupaten Bireuen Aceh.

Informasi yang diperoleh dari Manager Aviation Security Bandara Kualanamu Tarto, Selasa (6/4), mengatakan, mereka mengamankan dua calon penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 970. “Keduanya hendak berangkat dari Bandara Kualanamu menuju Kota Surabaya,” terang Tarto

Namun, lanjutnya, ketika dilakukan pemeriksaan barang bawaan petugas keamanan bandara mendekteksi adanya penyelundupan narkotika. Tak ingin kecolongan, petugas pun bergegas melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan barang bukti sabu seberat 1,3 kilogram (Kg) yang disimpan di dalam hak (sol, red) sepatu.

Begitu menemukan barang bukti narkoba, terangnya, petugas bandara langsung mengamankan kedua calon penumpang Lion Air itu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Modus kedua penumpang itu menyelundupkan sabu di dalam sol sepatu. Saat ini keduanya telah diserahkan ke Dit Res Narkoba Polda Sumut,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), Kombes Pol Hadi Wahyudi, saat dikonfirmasi Sumut Pos di Medan, menjelaskan bahwa kedua tersangka telah diboyong ke Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumut.

Namun, kata Hadi, saat diperiksa ternyata satu tersangka adalah laki-laki, dengan menyamar sebagai perempuan menggunakan kerudung. Barang bukti yang ditemukan, sabu-sabu seberat 2Kg.

“Tersangkanya satu laki-laki dan satu perempuan. Barang bukti berupa sabu-sabu seberat 2Kg. Saat ini masih menjalankan pemeriksaan di Ditnarkoba Polda Sumut,” katanya. Adapun, setelah diamati, foto kedua tersangka memang berbeda dengan foto yang ada di KTP. Namun, belum diketahui nama asli dan alamat dari tersangka berjenis laki-laki yang ke dapatan membawa Narkotika jenis sabu-sabu tersebut. (mag-1/azw)