29 C
Medan
Tuesday, April 14, 2026
Home Blog Page 3640

Sinabung 2 Kali Luncurkan Awan Panas, Tanaman Rusak, Petani Merugi

RUSAK: Tanaman milik petani di 4 kecamatan di Kabupaten Karo, yang rusak diselumuti abu vilkanik Gunung Sinabung, yang kembali erupsi sejak Selasa-Rabu (2-3/3). Solideo/Sumut Pos.

KARO, SUMUTPOS.CO – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), masih terus menunjukkan aktivitas vulkanisnya hingga Rabu (3/3) sore. Petugas pos pemantau Gunung Sinabung, Armen Putra mengatakan gunung api tertinggi di Sumut ini mengalami erupsi dua kali dengan luncuran awan panas guguran sejauh 2 kilometer. Terjangan abu Sinabung merusak ribuan hektar lahan pertanian.

RUSAK: Tanaman milik petani di 4 kecamatan di Kabupaten Karo, yang rusak diselumuti abu vilkanik Gunung Sinabung, yang kembali erupsi sejak Selasa-Rabu (2-3/3). Solideo/Sumut Pos.

“Hari ini, terjadi dua kali awan panas guguran dan untuk kegempaannya terlihat hingga sampai saat ini didominasi oleh gempa-gempa guguran,” kata Armen, Rabu (3/3).

Armen menjelaskan, erupsi Sinabung Rabu pagi diawali pada pukul 08.52 WIB. Namun jarak luncuran awan panas guguran tidak teramati.

Melihat masih tingginya aktivitas Sinabung, Armen memprediksi Sinabung masih sangat berpotensi terjadi awan panas guguran dan erupsi. “Sampai saat ini kita melihat untuk Gunung Api Sinabung masih sangat berpotensi terjadi awan panas dan erupsi,” ungkapnya.

Jika terjadi hujan abu, Armen juga mengimbau masyarakat untuk memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

“Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar,” jelas Armen.

Sebelumnya, Plt Kalaksa BPBD Karo Natanail Perangin Angin, mengatakan luncuran awan panas pada Rabu pagi terjadi selama 332 detik. “Jarak luncur tidak teramati dengan amplitudo 120 mm dan durasi 332 detik arah angin barat,” ucapnya.

Sedangkan erupsi kedua terjadi sekitar pukul 15.03 WIB dengan jarak luncur teramati 2.000 meter mengarah ke sektor timur tenggara.

Gunung Sinabung juga diprediksi masih akan terus menunjukkan aktivitas vulkanisnya dan berpotensi mengeluarkan awan panas guguran serta erupsi. “Hujan abu ada yang sekitaran ke arah barat. Sampai saat ini atas puncaknya masih tertutup kabut,” ucapnya.

Tak Memasuki Zona Merah

Gunung Sinabung yang memiliki ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut ini berstatus level tiga atau siaga. Masyarakat pun diminta agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung. Lalu, radius sektoral 5 km untuk sektor selatan, timur, dan 4 km untuk sektor timur, utara.

Natanail mengimbau warga warga di sekitar gunung tetap menggunakan masker.”Agar patuhi zona merah Sinabung, dan kurangi aktivitas di wilayah terpapar abu vulkanik dan tetap memakai masker,” jelasnya.

Untuk aktivitas kegempaan Gunung Sinabung, hingga petang tadi pos Pos Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadi 3 gempa guguran, 4 kali gempa low frekuensi, 9 kali gempa hybrid, 4 kali tektonik lokal, dan 1 kali tektonik jauh. “Terjadi beberapa kali gempa hingga petang tadi,” uja petugas PVMBG, Dery Al Hidayat.

Saat ini, status Gunung Sinabung sendiri masih berstatus siaga level III.

Sementara itu, untuk meminimalisir dampak abu pasca awan panas guguran (APG), Polres Tanah Karo menerjunkan satu unit armoured water canon (AWC) ke sejumlah kawasan terdampak.”Sejak kemarin siang satu unit AWC, satu unit mobil binmas dan 1 unit mobil patroli Sabhara untuk menghimbau masyarakat di terjunkan ke lapangan” ujar Kasat Sabhara Polres Tanah Karo, AKP Enda Tarigan, Rabu (3/3).

Sejauh ini sesuai keterangan AKP. Enda Tarigan, pihaknya telah melakukan penyiraman di dua kecamatan. Yakni kecamatan Kuta Buluh dan Tiga Nderket.

Sehari sebelumnya, Gunung Sinabung mengalami tiga kali erupsi pada Selasa (2/3). Salah satu erupsi menyebabkan tinggi kolom abu mencapai 5.000 meter. Gunung Sinabung juga mengalami 13 kali awan panas luncuran. Ada 40 desa yang terdampak hujan abu vulkanik.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menyebut debu vulkanik menyebar hingga ke Aceh. Warga diminta memakai masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mencegah dampak kesehatan akibat abu vulkanik.

“Bila dilihat dari foto satelit, diperkirakan debu vulkanik sudah mulai menyeberang/terpapar ke Provinsi Aceh,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Zakaria Ahmad, kepada wartawan, Selasa (2/3).

Petani Merugi Rp29 Miliar

Erupsi dan guguran awan panas gunung Sinabung pada Selasa (2/3) hingga Rabu (3/3) kemarin menyebabkan kerugian yang tak sedikit bagi warga empat kecamatan yang terdampak. Selain rumah-rumah mengalami kerusakan ringan, tebalnya abu vulkanik juga merusak ribuan hektar lahan pertanian.

Berbagai jenis komoditi dan holtikutura milik warga rusak dan terancam gagal panen. Hasil pendataan sementara yang dilakukan Dinas Pertanian Karo, ada ratusan desa yang tersebar di empat kecamatan terdampak oleh terjangan vulkanik gunung Sinabung.

Keempatnya adalah Kecamatan Payung, Tiganderket, Kutabuluh dan Tigabinanga. Dari keempat kecamatan tersebut, sedikitnya ada sekitar 3.045 hektar lahan pertanian warga yang rusak. Lahan pertanian yang terdampak tersebut ditanami 46 jenis komoditi pertanian.

Perhitungan sementara, kerugian material yang diderita warga empat kecamatan mencapai Rp29 miliar lebih. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pertanian Karo, Ir Metehsa Karo-karo saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (3/3) sore.

“Hasil pendataan sementara, sedikitnya ada 46 jenis komoditi milik petani yang mengalami kerusakan. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 29 miliar,” kata Metehsa.

Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, pihak Dinas Pertanian Karo mengimbau warga membersihkan abu vulkanik dari tanaman mereka. “Jika abu segera dibersihkan, kemungkinan kerusakan tanaman tidak akan terlalu parah,” katanya.

untuk meringankan beban dan kerugian petani, pihaknya saat ini tengah membuat pendataan. Hasil pendataan ini akan disampaikan ke Kementerian Pertanian RI. “Saat ini kita sudah membuat usulan untuk meminta ke Kementerian Pertanian RI. Bantuan ini bisa berupa bibit, pupuk dan lain sebaginya. Kita berharap bantuan dari Menteri Pertanian dapat sedikit meringankan kerugian petani,” tandasnya.

Sementara itu, hingga kemarin tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo dan Satgas Tanggap Darurat Bencana Gunung Sinabung juga telah melakukan pembersihan wilayah yang terkena dampak abu

Tim gabungan baik dari BPBD Kabupaten Karo, unsur TNI dan Polri, instansi dan lembaga terkait serta Satgas TD Bencana Gunung Sinabung juga membagikan masker kepada masyarakat. Untuk mengurangi dampak risiko yang bisa ditimbulkan dari aktivitas erupsi Gunung Sinabung, masyarakat diimbau keluar dari zona merah Kawasan Rawan Bencana (KRB).

Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas di daerah zona merah dengan alasan keselamatan. Kegiatan pembersihan abu vulkanik masih terus dilakukan oleh personel dari TNI, Polri, BPBD dan Damkar Kabupaten Karo sebanyak 100 personel di 3 Kecamatan terdampak.

Sementara itu, Plt. Kepala BPBD Karo, Natanail Paranginangin menjelaskan bahwa potensi ancaman yang masih dapat terjadi dalam kaitan erupsi Gunung Sinabung meliputi awan panas guguran akibat kubah lava yang tidak stabil, potensi terjadinya erupsi kembali, terjadinya hujan abu di sekitar gunung Sinabung sesuai dengan arah dan kecepatan angin dan potensi terjadinya lahar tergantung curah hujan di sekitaran Gunung Sinabung. (deo/dtc/vci/mc/bbs)

Si Kembar Siam Adam dan Aris Pulang Kampung

PENYERAHAN: Dirut RSUP H Adam Malik dr Zainal Safri menyerahkan Adam dan Aris secara simbolis kepada Plh Bupati Labuhanbatu, Ir Muhammad Yusuf Siagian, Rabu (3/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bayi kembar siam Adam dan Aris yang telah menjalani operasi pemisahan di RSUP H Adam Malik, akhirnya bisa pulang ke kampung halaman. Pemulangan dirangkai dengan acara seremonial serah terima oleh Direktur Utama (Dirut) RSUP H Adam Malik, dr Zainal Safri, SpPD-KKV SpJP (K) kepada Plh Bupati Labuhanbatu, Ir Muhammad Yusuf Siagian, Rabu (3/3).

PENYERAHAN: Dirut RSUP H Adam Malik dr Zainal Safri menyerahkan Adam dan Aris secara simbolis kepada Plh Bupati Labuhanbatu, Ir Muhammad Yusuf Siagian, Rabu (3/3).

Dirut RSUP H Adam Malik, dr Zainal Safri, mengatakan Adam dan Aris kondisinya sudah sangat sehat dan stabil sehingga bisa pulang kampung. “Alhamdulillah setelah dua bulan masa pemulihan, hari ini kita kembalikan untuk ke kampung halamannya. Kondisi kedua bayi sudah sehat,” kata Zainal.

Adam dan Aris lahir pada tanggal 9 Desember 2019 di RSUP H Adam Malik dengan kondisi dempet pada bagian dada sampai perut. Kemudian keduanya menjalani perawatan dan operasi pemisahan selama kurang lebih 13 jam oleh tim medis, yang terdiri dari dokter spesialis dan sub spesialis serta para perawat. “Pemisahan Adam dan Aris merupakan keberhasilan keempat pihak RSUP H Adam Malik dalam menangani bayi kembar siam,” ujar Zainal.

Plh Bupati Labuhanbatu Muhammad Yusuf Siagian sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada tim medis RSUP H Adam Malik, karena telah merawat dua warga Labuhanbatu dengan baik. “Setelah diserahkan pada kita pada hari ini, selanjutnya merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu. Kita sudah menyiapkan tim terkait penanganan Adam dan Aris. Mudah-mudahan setelah kembali ke kampung halamannya sehat walafiat serta menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, masyarakat dan negara,” kata Yusuf.

Dia berjanji, pihak Pemkab Labuhanbatu akan tetap melakukan pemantauan dan pemeriksaan perkembangan kondisi kesehatan kedua bayi kembar siam tersebut. “Kita sudah menyiapkan dokter dan Puskesmas tak jauh dari tempat tinggal keluarganya, sehingga memudahkan untuk dipantau,” tukasnya.

Terpisah, kedua orang tua Adam dan Aris, Supono mengaku sangat senang dan bahagia telah diperbolehkan membawa pulang anak pertama dan keduanya itu. Kata dia, kepulangan kedua buah hatinya nanti akan disambut oleh keluarga besar. “Neneknya sudah menunggu di rumah. Kami sangat terharu dan tak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya telah merawat kedua anak kami hingga sekarang,” ujar Supono didampingi istrinya Nur Rahmawati. (ris)

Target Vaksinasi Tahap Kedua: Lansia Lebih Banyak dari Petugas Publik

VAKSINASI: Vaksinasi Covid-19 akan mendahulukan orang sehat. Sementara yang sudah pernah terpapar Covid-19, untuk sementara tidak masuk daftar divaksin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Sumatera Utara (Sumut) menyasar 2.158.980 petugas publik dan masyarakat lanjut usia (lansia). Dari target sasaran vaksinasi tersebut, jumlah paling banyak adalah kelompok lansia.

Ilustrasi.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, menyebutkan jumlah target sasaran lansia sebanyak 1.279.182 orang. Sedangkan petugas publik 879.798 orang. “Jumlah target vaksinasi sasaran tahap kedua tersebut berdasarkan data per tanggal 2 Maret. Sejauh ini, yang sudah divaksin sebanyak 783 petugas publik dan 2 lansia,” ujar Aris, Rabu (3/3).

Menurut Aris, sasaran vaksinasi tahap kedua itu ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, bukan pemerintah daerah. Artinya, pemerintah daerah sebagai pelaksana. “Sasaran vaksinasi (pemerintah) pusat yang menetapkan. Jumlah kelompok lansia paling banyak dibanding petugas publik. Itu sesuai arahan (pemerintah) pusat,” katanya.

Ia menambahkan, dari 33 kabupaten/kota di Sumut, sasaran vaksinasi untuk lansia jumlah terbanyak Kota Medan. Selanjutnya, Deliserdang, Langkat, Simalungun, dan Asahan. Sedangkan daerah dengan jumlah paling sedikit, yaitu Pakpak Bharat, Nias Barat, Sibolga, Samosir, dan Nias (lihat grafis, red).

Dosis 1 Nakes 92,8 Persen

Lebih lanjut Aris mengatakan, terkait vaksinasi Covid-19 dosis 1 terhadap tenaga kesehatan (nakes) kini sudah mencapai 92,8% atau 65.930 nakes dari 71.058 sasaran. Jumlah terbanyak Kota Medan 20.374 nakes. Selanjutnya, disusul Deliserdang 4.885 nakes, Langkat 3.108 nakes, Pematangsiantar 2.536 nakes, dan Simalungun 2.355 nakes. Sementara paling sedikit ialah Pakpak Bharat 425 orang dan Nias Barat 504 orang.

“Untuk vaksinasi dosis 2 mencapai 62,5% atau 44.445 nakes. Jumlah terbanyak dari Medan 13.847 nakes, Deliserdang 4.097 nakes, Langkat 2.231 nakes, Pematangsiantar 2.158, dan Simalungun 2.146 nakes,” sebutnya.

Sementara, sambung Aris, hingga Rabu sore akumulasi kasus positif telah mencapai 24.929 orang. Angka ini kembali meningkat setelah didapatkan 134 kasus baru dari 15 kabupaten/kota. Begitu juga dengan angka kesembuhan, jumlahnya kini 21.543 orang setelah bertambah 121 kasus baru dari 11 daerah.

“Untuk angka kematian Covid-19 hanya bertambah 4 kasus baru dari Medan 2 orang, Karo dan Dairi masing-masing 1 orang dengan akumulasi 845 orang. “Dari data-data tersebut, diketahui terdapat 2.541 orang, meningkat dibanding hari sebelumnya 2.514 orang. Dari jumlah itu, 630 orang isolasi di rumah sakit dan 1.911 orang isolasi mandiri,” pungkasnya.

Medan Dapat Jatah 96 Ribu Vial

Sebanyak 96.000 vial vaksin Covid-19 telah diterima Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Jumlah vaksin tersebut akan diperuntukkan bagi kelompok masyarakat kategori prioritas kedua setelah tenaga kesehatan, yakni kepada para petugas pelayanan publik dan masyarakat dengan usia lanjut atau lansia.

Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, menilai jumlah vaksin Covid-19 yang diberikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tersebut kepada masyarakat Kota Medan belum cukup untuk seluruh masyarakat Kota Medan. Untuk itu, Bobby berjanji akan meminta Kementrian Kesehatan agar mengirim kembali jatah vaksin untuk Kota Medan.

“Dosis yang ada ini segera kita realisasikan (vaksinasinya). Jika kebutuhan vaksin masih kurang, nanti kita akan meminta Kementerian Kesehatan agar dapat mengirim kembali Vaksin Covid-19 untuk Kota Medan,” ucap Bobby.

Dikatakan Bobby, Pemko Medan akan memprioritaskan masyarakat Lansia dan Petugas Pelayanan Publik untuk vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Hal ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak dapat berkolaborasi agar program vaksinasi Covid-19 di Kota Medan berjalan lancar.

“Saya meminta OPD dan pihak terkait untuk melakukan pendataan dari kelompok masyarakat tersebut,” katanya.

Bobby juga meminta agar kerumunan tidak lagi terjadi, khususnya di pasar yang jumlah penerima vaksinnya sangat besar. Selain itu, jumlah Tenaga Kesehatan yang akan memberikan vaksin juga harus diketahui, agar pelayanan pemberian vaksin dapat berjalan secara maksimal.

“Saya minta dalam minggu ini pemberian vaksin dapat dilakukan. Jika sudah terdata, langsung divaksinasi. Khusus untuk Lansia, sebaiknya diprioritaskan di daerah Zona Merah Penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Khusus untuk Lansia, baik yang sudah mendaftar maupun belum, mulai Selasa (2/3) sudah bisa mendapatkan pelayanan vaksin di 96 Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang telah terdaftar di Kementerian Kesehatan.

Dalam teknisnya, peserta hanya cukup membawa data diri berupa KTP karena pelayanan vaksinasi Covid-19 hanya untuk masyarakat yang memiliki KTP Medan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman, menjelaskan jika vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk Petugas Pelayanan Publik, khususnya di lingkungan Pemko Medan akan dilakukan pada Kamis (4/3) di Balai Kota. Vaksin ini akan diberikan kepada Pegawai ASN maupun non-ASN, termasuk wartawan yang bertugas di Kantor Wali Kota maupun DPRD Medan.

Sedangkan untuk TNI/Polri, jika bersedia memanfaatkan Fasilitas dan Tenaga Kesehatannya, maka Dinas Kesehatan akan menyerahkan vaksin Covid-19 kepada instansi tersebut.

“Untuk pedagang pasar, vaksinasi Covid-19 akan dilakukan di Pasar Petisah dan Pusat Pasar Medan Mall. Mengingat kedua pasar ini merupakan pasar yang regional, maka persiapan akan maksimal agar berjalan lancar dan tidak terjadi kerumunan, sesuai arahan Wali Kota Medan,” jelas Wiriya.

Sebelumnya, Kepala Kesehatan dr Edwin, menjelaskan Tahap Pertama Vaksinasi Covid-19 yang diprioritaskan untuk Tenaga Kesehatan sudah terlaksana 95 persen dan hampir selesai. “Di tahap kedua ini diprioritaskan untuk lansia (umur di atas 60 tahun) dan petugas pelayanan publik, baik itu ASN, TNI/Polri, tokoh agama, wakil rakyat, pegawai pemerintahan, pendidik, pedagang, transportasi publik, wartawan, pekerja media, keamanan, atlet dan pariwisata,” katanya.

Saat ini dari data yang ada jumlah total calon penerima vaksin tahap kedua berdasarkan kelompok umur dan profesi petugas publik sebanyak 361.855. Jumlah ini akan terus bertambah dari data masing-masing instansi maupun OPD serta pendaftaran online yang dilakukan calon sesuai kriteria.

Untuk Lansia, masyarakat dapat mendaftarkan diri melalui link medan.kemenkes.go.id dan bagi Petugas Pelayanan Publik, dapat mendaftarkan diri melalui email vaksincovid@kemkes.go.id.

“Terakhir yang sudah mendaftar melalui Link berjumlah lebih dari 200 orang. Baik yang sudah mendaftar dan yang belum, lansia mulai hari ini sudah bisa mendapatkan pelayanan Vaksin Covid-19 di Puskesmas dan Faskes terdekat di tempat tinggalnya,” pungkasnya.

Ketua Pansus Covid-19 DPRD Medan, Robi Barus SE, meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan agar segera mengejar target proses pendataan dan vaksinasi di Kota Medan, khususnya untuk pelayanan publik dan lansia.

“Lansia ‘kan paling rentan kalau sudah terpapar. Resikonya jauh lebih besar. Kalau mereka cepat divaksin, maka ini akan lebih menenangkan para orang tua kita. Begitu juga dengan masyarakat di pelayanan publik, mereka lebih rentan tertular dan menularkan. Kita minta Dinkes untuk bergerak cepat menyelesaikan proses vaksinasi ini,” tegasnya. (ris/map)

2 Kasus Mutasi Virus Corona B.1.1.7, Masuk RI dari Arab Saudi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dua kasus mutasi virus corona asal Inggris atau B.1.1.7 yang masuk ke Indonesia, ternyata berasal dari WNI yang kembali dari Arab Saudi. “Ini dari pelaku perjalanan yang kembali dari Arab Saudi ya,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi, Rabu (3/3).

NADIA MENGATAKAN, mutasi virus corona B.1.1.7 berbeda dari virus corona yang muncul pertama kali di Wuhan, China. Kata dia, mutasi virus corona tersebut lebih cepat menular. Namun, tidak mematikan. “WHO belum mendapatkan laporan bukti bahwa virus mutasi Covid-19 ini lebih tinggi tingkat keganasannya,” ujar dia.

Gejala yang ditimbulkan mutasi virus corona ini sama seperti virus corona yang ada. Kendati demikian, ia meminta masyarakat semakin waspada dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus. “Dan segera mengetahui secara dinin

kalau kita ada kemungkinan Covid-19 dengan tes dini dan melakukan isolasi,” ucap Nadia.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono mengonfirmasi, mutasi virus corona dari Inggris atau B.1.1.7 sudah masuk ke Indonesia. Dante mengatakan, sudah ditemukan dua kasus Covid-19 dengan mutasi virus corona tipe B.1.1.7 tersebut. “Tadi malam saya mendapatkan informasi bahwa dalam tepat satu tahun hari ini kita menemukan mutasi B.1.1.7 UK di Indonesia. Ini fresh from the oven baru tadi malam ditemukan dua kasus,” kata Dante dalam acara “Inovasi Indonesia untuk Indonesia Pulih Pasca Pandemi”, Selasa (2/3).

TKI Asal Karawang

Diketahui, dua tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Karawang, Jawa Barat, M (40) dan A (45) terpapar varian baru virus corona B.1.1.7. Kedua perempuan pekerja migran itu baru pulang dari Arab Saudi. M berasal dari Kecamatan Lemahabang, Karawang. Ia bersama 49 orang lainnya pulang ke Tanah Air menggunakan maskapai Qatar Airways pada 28 Januari 2021.

Sesuai peraturan, mereka harus menjalani karantina usai tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Sebelum dikarantina, mereka dites menggunakan PCR. Hasilnya, ditemukan 7 orang positif Covid-19, yakni 3 dari Karawang, 2 dari Cianjur dua, 1 dari Bekasi 1, dan 1 dari Sukabumi 1.

“Dari 7 positif ini sudah dilakukan penelitian di Litbangkes, ternyata terdapat satu yang terkena virus (corona) B.1.1.7. Kebetulan itu dari Karawang,” ujar Pelaksana Kepala Dinas Kesehatan Karawang Nanik Jodjana saat ditemui di Gedung Singaperbangsa, Kompleks Kantor Pemkab Karawang, Rabu (3/3).

Kemudian, pada 31 Januari 2021, A, asal Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, pulang ke Indonesia dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Dari total 33 penumpang, ditemukan 4 orang positif Covid-19. “Dari 4 positif itu, ada dari Karawang 2, dan satunya terkena B.1.1.7,” ujar Nanik.

Nanik mengatakan, kedua warga yang terjangkit virus corona B.1.1.7 itu pulang ke Karawang pada empat hari lalu, setelah masa karantina di Jakarta selesai. Saat pulang ke Karawang, M dan A sudah negatif Covid-19.

Setelah menerima informasi dari Kementerian Kesehatan RI bahwa dua warga Karawang itu terjangkit virus corona varian baru, pihaknya langsung bergerak. Dinkes Karawang bersama Dinkes Provinsi Jabar, Kemenkes RI, dan Balitbangkes langsung mendatangi tempat tinggal M dan A. “Arahan dari Gubernur, harus cepat dan waspada,” ujar Nanik.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil juga berpesan agar berhati-hati dengan virus corona varian baru ini. Virus Corona B.1.1.7 diketahui pertama kali ditemukan di Inggris pada September 2020. Virus ini lebih cepat menyebar ketimbang varian Covid-19 yang ada sebelumnya. Nanik menyebut, ini pertama kali virus varian ini ditemukan di Indonesia. “Sehingga pemerintah mengantisipasi supaya jangan cepat menyebar. Kita langsung lakukan tracing dan testing,” ujar dia.

Nanik mengatakan, saat ini M dan A dalam kondisi baik. Tim telah turun langsung melakukan tracing dan testing. Sebab di kediaman A ada 4 orang yang tinggal, termasuk anaknya. “Masih (isolasi) di rumah masing-masing,” kata dia.

Bagaimana Efektivitas Vaksin?

Tepat setahun pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, kita mendapatkan kabar tentang masuknya mutasi virus corona asal Inggris atau B.1.1.7 ke Indonesia. Beberapa negara lain juga sudah melaporkan penemuan kasus dari mutasi virus ini, termasuk Singapura, India, Malaysia, hingga Korea Selatan. Di beberapa negara, varian ini bahkan sudah menjadi strain yang dominan.

Di sisi lain, program vaksinasi Covid-19 kini sedang dijalani, termasuk di tanah air. Bagaimana efektivitas vaksin menyusul adanya strain baru yang masuk ke Indonesia?

Vaksin yang saat ini sudah didistribusikan ke masyarakat adalah vaksin dari Sinovac, yang jumlahnya ditargetkan mencapai 185 juta dosis. Selain Sinovac, pemerintah masih menunggu pengadaan vaksin dari sejumlah produsen, antara lain Pfizer, AstraZeneca dan Novavax. Sejauh ini, vaksin-vaksin yang ada disebut masih efektif untuk “melawan” strain virus corona yang ada di tanah air.

“Sampai sejauh ini vaksin yang ada, termasuk Sinovac, masih efektif untuk mencegah terinfeksi virus yang mengalami mutasi ini,” ungkap Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Selasa (3/3).

Efektivitas vaksin terhadap B.1.1.7 juga telah banyak menjadi pembahasan di berbagai negara.

Laman DW, misalnya, menyoroti kemungkinan kemanjuran vaksin yang bisa berubah saat varian baru virus corona muncul. Menurut para ilmuwan dari Universitas Cambridge, vaksin Pfizer-BioNTech kemungkinan besar masih efektif melawan varian virus B.1.1.7 yang disebut lebih mudah menular. Namun, kemanjurannya mungkin sedikit terpengaruh.

Sementara Medical News Today menyebut adanya sebuah penelitian yang menemukan bahwa dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech tetap akan efektif terhadap mutasi virus corona B.1.1.7. Makalah penelitian yang diterbitkan di jurnal Science tersebut mencatat, vaksin cukup merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi dalam jumlah yang cukup, yang dapat menetralkan varian SARS-CoV-2 baru.

Penelitian tersebut menggunakan “pseudovirus”, yang mengandung karakteristik protein lonjakan baik dari varian B.1.1.7 maupun varian yang lebih lama, yang awalnya muncul di Wuhan, China. Saat menggunakan protein lonjakan varian baru, ada sedikit penurunan antibodi penetral pada peserta yang lebih muda, tetapi tidak ada penurunan pada peserta yang lebih tua.

Para ilmuwan berpikir bahwa penurunan yang sedikit itu tidak signifikan secara biologis. Oleh karena itu mereka menyimpulkan bahwa vaksin Pfizer-BioNTech masih efektif atau masih akan memberikan perlindungan yang cukup terhadap varian baru. Begitu juga dengan vaksin Moderna. Riset terbaru yang belum melalui ulasan dari sejawat menemukan hasil serupa untuk vaksin Moderna.

Produsen vaksin Moderna merilis pernyataan pada akhir Januari 2021, yang menyatakan bahwa vaksin mereka masih menawarkan perlindungan tidak hanya terhadap varian B.1.1.7 tetapi juga varian B.1.351, yang pertama kali diidentifikasi oleh para ilmuwan di Afrika Selatan.

Masuknya mutasi virus corona B.1.1.7 idealnya bisa menjadi pengingat bagi kita untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Apalagi, Ari menambahkan, strain ini diketahui dapat menular dengan lebih cepat dan menyerang usia muda, walaupun keganasannya masih menjadi pertanyaan.

“Tetap 3M dan juga konsisten skrining pada pintu2 masuk Indonesia, 3T (testing, tracing, treatment) harus ketat, dan support pemerintah untuk pelaksanaan sequencing ditingkatkan,” ungkapnya.

Guru besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI itu mengingatkan agar strain ini tidak menyebabkan gelombang kedua di Indonesia. Masuknya B.1.1.7 ke tanah air menurutnya harus mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah. Termasuk mempercepat jalannya program vaksinasi Covid-19 yang kini sudah berjalan dan memperketat pintu-pintu masuk ke Indonesia.

“Pintu-pintu masuk Indonesia tetap harus dijaga ketat untuk men-skrining adanya WNI atau WNA yang masuk Indonesia dengan membawa virus strain B.1.1.7 ini,” ujar Ari.

8 Ciri Terinfeksi Varian Baru

Dalam sebuah riset yang dilakukan di Inggris, seseorang yang terinfeksi Covid-19 akan mengalami gejala dalam waktu 2-14 hari.

Berikut gejala terbaru COVID-19 yang perlu diwaspadai dikutip dari Times of India, Rabu (3/3):

  1. Demam: Menurut data terbaru ONS, terdapat sekitar 19 persen pasien COVID-19 yang melaporkan mengalami demam karena varian asli virus Corona. Namun, terdapat 22 persen pasien yang dikaitkan dengan varian baru virus tersebut.
  2. Batuk: Sebanyak 35 persen pasien mengalami gejala batuk setelah terinfeksi varian baru COVID-19. Di sisi lain, pasien yang mengalami gejala batuk akibat varian virus asli hanya sebanyak 28 persen saja.
  3. Sesak Napas: Sesak napas merupakan gejala umum yang kerap dialami oleh pasien terinfeksi COVID-19. Gejala ini kerap dialami oleh orang-orang terinfeksi varian virus asli dan juga varian baru Corona.
  4. Nyeri Otot: Sebanyak 21 persen pasien terinfeksi virus Corona mengalami nyeri otot. Pada varian baru COVID-19, diketahui terdapat sebanyak 24 pasien yang juga mengalami hal yang sama.
  5. Kehilangan Indra Penciuman dan Perasa: Menurut data, terdapat sekitar 18-19 persen pasien yang terinfeksi strain asli Corona yang mengeluhkan kehilangan indera penciuman dan perasa, sedangkan pada varian baru Corona, sebanyak 15 persen pasien yang mengeluh mengalami hilangnya indra perasa.
  6. Sakit Kepala: Sakit kepala juga merupakan gejala lain yang turut dialami oleh pasien-pasien yang terlibat dalam penelitian tersebut.
  7. Sakit Tenggorokan: Pada pasien terinfeksi varian baru Corona, terdapat sebanyak 22 persen pasien yang mengalami gejala sakit tenggorokan. Sementara itu, pasien terinfeksi strain asli Corona yang mengalami sakit tenggorokan hanya sebanyak 19 persen.
  8. Gejala gastrointesnial: Studi yang dilakukan oleh ONS tersebut juga menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan persentase gejala gastrointesnial yang dialami pasien terinfeksi kedua kelompok varian Corona tersebut.

Sementara itu, menurut United Kingdom NHS dan Express, selain ke-8 gejala di atas, terdapat beberapa gejala lainnya dari varian baru Corona ini, yakni diare, konjungtivitis (mata merah), ruam pada kulit, perubahan warna pada jari tangan serta kaki, kelelahan, pilek, dan muntah-muntah. (kps/net)

Polisi Ungkap Prostitusi Libatkan ABG, Mucikari dan Pria Hidung Belang Ditangkap

PAPARKAN: Tersangka mucikari dan pria hidung belang dalam prostitusi anak di bawah umur dipaparkan Polres Pelabuhan Belawan, Selasa (3/3). dachril/sumut pos.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Seorang wanita mucikari diringkus oleh personel Reskrim Polres Pelabuhan Belawan karena menjual seorang remaja putri anak baru gede (ABG).

PAPARKAN: Tersangka mucikari dan pria hidung belang dalam prostitusi anak di bawah umur dipaparkan Polres Pelabuhan Belawan, Selasa (3/3). dachril/sumut pos.

Polisi juga menangkap seorang pria hidung belang yang ‘menggauli’ ABG tersebut dengan bayaran Rp450 ribu dan menyita barang bukti berupa satu buah kunci mobil,uang kontan sebanyak Rp520.000 dan empat Unit ponsel dengan berbagai merek.

Kedua pelaku tindak pidana eksploitasi terhadap anak (human trafficking) tersebut masing-masing mucikari berinisial TS (18) warga Jalan Pulau Samosir Belawan, Kecamatan Medan Belawan dan FS (36) warga Jalan Purwosari Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Kecamatan Medan Timur.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP MR Dayan didampingi Kasat Reskrim AKP I Kadek Herry Cahyadi menyebutkan, terungkapnya kasus penjualan anak tersebut berawal saat Hariadi orangtua korban Melati (nama samaran) melihat dan membaca isi chattingan di messenger di ponsel milik putrinya.

Dalam percakapan via messenger tersebut, tersangka TS menawarkan dan menjual putrinya untuk melakukan hubungan seksual kepada lelaki hidung belang berinisial FS. “Setelah membaca isi chattingan tersebut, orangtua korban membuat laporan pengaduan di Polres Pelabuhan Belawan,” jelas Dayan, Rabu (3/2).

Dayan menambahkan, kasus eksploitasi terhadap anak di bawah umur (human trafficking) terjadi pada hari Selasa, (16/2),lalu sekira pukul 22.30. Setelah orangtua korban membuat laporan pengaduan sesuai LP/68/ll/2020/SU/SPKT Pe.Belawan, tanggal 20 Februari 2020, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap kedua pelaku yang berprofesi sebagai mucikari dan lelaki hidung belang.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tambah Kapolres, terungkap bahwa pelaku TS menyewakan korbannya kepada FS dengan harga Rp450.000 sedangkan TS mengaku menerima keuntungan sebesar Rp30.000 usai menjual korban kepada pria hidung belang.

“Korban dijual oleh tersangka pada Selasa,(16/2) lalu, sekira pukul 22.30 Wib, di kawasan Bagandeli, Kecamatan Medan Belawan dan selanjutnya dibawa ke salah hotel di kawasan Padangbulan Medan,” urai Kapolres.

Kedua pelaku eksploitasi terhadap anak itu akan dijerat Pasal 76i junto Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (fac/azw)

Polda Sumut: Laporkan Jika Ada Polisi Terlibat Sengketa Tanah di Desa Durin Pancurbatu

Kasubbid Penmas Bidang Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan.
Kasubbid Penmas Bidang Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Direskrimum Polda Sumut) mengambil alih penanganan kasus sengketa tanah di Desa Durin, Pancurbatu, Deliserdang. Ada beberapa kasus yang penanganannya diambil alih oleh Ditreskrimum Polda Sumut, dengan pelapor yang sama, yakni Rembah boru Keliat.

Kasubbid Penmas Bidang Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan.
Kasubbid Penmas Bidang Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan.

Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, melalui Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan membenarkan perihal penanganan kasus tersebut. “Iya benar, kasus diambil alih dan penanganannya oleh Ditreskrimum Polda Sumut,” ujar Nainggolan kepada sejumlah wartawan di Medan, Selasa (2/3).

Dia menambahkan, meski ditangani Ditreskrimum Poldas Sumut, namun pihaknya tetap berkoordinasi dengan Polrestabes Medan.

“Untuk penanganannya, penyidik sudah melakukan koordinasi dan gelar perkara atas kasus ini. Keduanya sudah dimintai keterangan baik dari pelapor maupun terlapor, yakni PT Limas Kirana Nusantara,” bebernya.

Selain pemeriksaan, lanjutnya, tim Inafis juga sudah memasang police line (garis polisi) di beberapa objek perkara. Mengenai adanya dugaan penculikan terhadap Andri Ste panus Ginting, tambah Nainggolan lagi, pihaknya masih melakukan pendalaman dan sudah meminta keterangan via telepon pada korban.

“Kalau ada tuduhan penculikan yang melibatkan oknum polisi, ya silahkan laporkan Ke Bid Propam Polda Sumut. Kita profesional menangani kasus ini dan dudukkan perkara ini seadil-adilnya tanpa ada keberpihakan,” tegasnya. Dijelaskannya, bahwa saat ini, personel yang menangani perkara tersebut sedang bekerja. “Silahkan dipantau, kita transparan dan berjalan sesuai aturan hukum,” pungkasnya. (mag-1/azw)

Polsek Kotapinang Tembak Dua Pelaku Curanmor

TANGKAP: Reskrim Polsek Kotapinang menangkap dan menembak dua pelaku pencurian kendaraan bermotor.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Tim Tekab Unit Reskrim Polsek Kotapinang menangkap dan menembak dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua di Simpang 3 Bukit Kotapinang, Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu selatan.

TANGKAP: Reskrim Polsek Kotapinang menangkap dan menembak dua pelaku pencurian kendaraan bermotor.

Masing-masing pelaku yang ditangkap adalah, Ramli (48) warga Sigambal Lingga 3, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu dan Saniman (51) warga Jalan Danau Toba, Kota Tebingtinggi. Dari mereka diamakan barang bukti, 2 unit sepeda motor, 3 buah besi, 1 buah magnet dan 1 buah kunci T serta 2 unit Hp.

Kapolsek Kotapinang, AKP Bambang Gunanti Hutabarat, Selasa (2/3), mengatakan, penangkapan kedua pelaku berdasarkan laporan korban atas Ponimin dengan nomor LP/28/II/Res.1.8/2020/SPKT/SU/LBS/Sekta Kotapinang tanggal 26 Februari 2021.

“Dari laporan korban, sepeda motornya hilang di acar pesta saat pergi undangan di Dusun Bangun. Sepeda motor itu hilang diparkiran,” sebut Kapolsek Kotapinang.

Berdasarkan laporan tersebut, ia memerintahkan personel melakukan penyelidikan. Akhirnya, pencurian sepeda motor itu dapat diungkap, di bawah pimpinan Ipda Francis Saragi mengetahui identitas kedua pelaku pencurian sepeda motor tersebut.

“Tim Tekab kita langsung melakukan penangkapan. Pada saat kedua pelaku mencoba melawan, sehingga anggota di lapangan melakukan tindakan tegas dan terukur,” kata Bambang.

Kedua pelaku, lanjut Kapolsek Kotapinang, telah mengakui perbuatannya. Atas perbuatanya, kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHPIdana dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

“Keduanya sudah kita tahan dan berkasnya akan segara kita limpahkan ke pengadian,” pungkas Bambang mengakhiri. (fac/azw)

Remaja Tewas Dibantai Geng Motor di Sekitar Fly Over Medan Amplas

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Muhammad Farhan Lubis (17) tewas dibantai gerombolan Geng Motor yang melakukan konvoi di Jalan Sisisngamangaraja, tepatnya di depan pabrik getah PT Asahan Kelurahan Timbangan Deli Kecamatan Medan Amplas, pada Minggu (28/2) lalu, sekira Pukul 02.00 WIB. Remaja yang tinggal di Jalan Garu 6, Gang Kakak Tua Kelurahan Harjosari I Kecamatan Medan Amplas ini mengalami luka robek akibat dihantam kayu balok di bagian kepala.

Ilustrasi

Rekan korban, Rian, menyebutkan bahwa Farhan sempat mendapatkan perawatan medis, namun sekira jam 15.00 WIB, Farhan menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Mitra Sejati Jalan AH Nasution Medan.

Rian menceritakan kronologis kejadian, malam dini hari itu. Ketika itu, dirinya bersama Farhan mengendarai sepeda motor bersama teman-teman mereka, yakni Reza, Dian Tama, Otoi, Bobi, Arya, dan Madan,dari Jalan Garu 7 Medan Amplas, menuju Tanjungmorawa, Deliserdang. “Kami sebanyak 7 sepeda motor, mau jalan-jalan menuju ke Jalan Tanjungmorawa, tapi sampai di Trakindo, kami balik arah menuju Simpang Amplas melintasi jalan fly over.

Ternyata, saat turun dari jalan fly over segerombolan pemuda sudah berkumpul yang diduga geng motor. Mereka sudah menunggu di sisi kiri dan kanan tepat di depan pabrik getah PT Asahan,” beber Rian, yang diamini beberapa orang teman almarhum Farhan di rumah duka, pada Senin (1/3) lalu, sekira sekira pukul 01.30 WIB dini hari, kepada wartawan di Medan.

Menurut Rian, mereka (geng motor, red) langsung mengejar dan menyerang dengan bermacam senjata, ada yang menggunakan batu dan kayu. Bahkan pelaku juga ada yang membawa sejata tajam. “Puluhan gerombolan geng motor itu melempari kita, sambil berteriak serang,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, pada dini hari naas itu, korban Farhan berboncengan tiga bersama Dian dan Arya dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X BK 4386 warna hitam merah.

Saat itu Dian yang membawa kereta, korban Farhan di tengah dan Arya di belakang. Bahkan kata Rian pas kejadian itu seorang dari puluhan geng motor itu berdiri di tengah jalan memegang kayu dan menghantam kan kayu kepada Dian.

Namun ketika itu Dian sempat mengelak dengan cara menunduk sambil berteriak “tunduk-tunduk”. Dian memberi tahu agar korban Farhan dan Arya juga ikut merunduk.

Naas hantaman kayu itu ternyata mengenai kepala korban Farhan, Dian dan Arya pun sempat panik. Beruntung, sepeda motor yang dibawa oleh Dian tidak jatuh. Mengetahui Farham terluka dan darah segar keluar dari kepala Farhan, Dian bergegas tancap gas dan pergi meninggalkan pasukan geng motor itu.

“Dian yang mengemudi, Arya diboncengan memegang Farhan, melaju kencang membawa Farhan ke klinik agar mendapatkan perawatan medis di sekitar jalan Garu 6 Medan Amplas, tapi tak berhasil. Selanjutnya Farhan dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Sejati,” kata keluarga korban, Yunus Lubis menimpali.

Menurut warga, kejadian seperti itu tidak boleh dibiarkan. Aksi geng motor yang konvoi dengan bawa senjata tajam di kawasan Jalan Sisingamangaraja umumnya di Kota Medan bukan yang pertama terjadi. Aksi mereka terus berulang, dan biasanya dilakukan pada malam Minggu atau malam-malam hari libur.

“Karena ini terus berulang dan sudah banyak kejadian. Sudah banyak yang jadi korban keberingasan geng motor, warga berharap pihak kepolisian mengintensifkan patroli malam. Ini sebagai sebuah solusi, kita selaku warga hanya bisa menyarankan dan kalau warga bertindak takutnya disalahkan pula,” kata warga.

Keluarga almarhum Farhan, Yunus Lubis dan warga juga berharap polisi dapat menangkap anggota geng motor yang terlibat hingga membuat Farhan meninggal dunia. “Kita berharap polisi dapat menangkap anggota geng motor yang terlibat hingga membuat Farhan meninggal dunia,” kata Yunus lagi.

Di tempat terpisah Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fachreza SH SIK MH melalui Kanit Reskrim Iptu Philip A Purba SH MH saat dikonfirmasi, Rabu (3/3) menyebutkan, hingga kini pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Patumbak masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa.

Dikatakan Philip, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mendalami kasus ini. Termasuk memeriksa saksi-saksi juga telah dilakukan. “Kita masih mendalami, mohon waktu dan doanya ya,” jelasnya. (mag-1/azw)

PGN Tingkatkan Penyaluran Gas Ke Pembangkit Listrik Muara Tawar PLN


JAKARTA, SUMUTPOS.CO– PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas PT Pertamina Persero berkomitmen mendukung penyediaan infrastruktur dan gas bumi dalam operasional pembangkitan dan penyediaan listrik bagi masyarakat. Komitmen ini diwujudkan dengan menyediakan pemanfaatan terminal LNG dan penyaluran gas hasil regasifikasi LNG di Lampung yang terkoneksi dengan pipa transmisi South Sumatera West Java (SSWJ) guna menjaga ketersediaan pasokan listrik Pembangkit Listrik Muara Tawar milik PT PLN (Persero).

“Pembangkit Listrik Muara Tawar merupakan pembangkit listrik di Jawa Bagian Barat yang menjadi _anchor buyer_ PGN. Penyerapan gasnya bisa mencapai lebih dari 200 BBTUD. Awalnya Pembangkit Muara Tawar berkontribusi sekitar 24% terhadap total penyerapan gas sektor kelistrikan. Dengan adanya kerjasama ini dapat meningkatkan penyerapan gas dan meningkatkan porsi penyerapan muara tawar menjadi sekitar 45% terhadap total kebutuhan gas sektor pembangkit,” lanjut Syahrial.

Syahrial menjelaskan bahwa layanan dari PGN kepada PLN yaitu menyediakan jasa kepada PLN meliputi penyandaran LNG Carrier, penerimaan LNG dari LNG carrier ke Titik Penerimaan LNG, penyimpanan sementara LNG milik PLN sebelum diregasifikasi, regasifikasi LNG, transportasi dan penyerahan gas di Titik Penyerahaan Gas, serta pengukuran LNG dan gas.

“Sinergi BUMN dan optimalisasi infrastruktur eksisting dimanfaatkan PLN melalui kerjasama menyediakan dan menyerahkan LNG kepada PGN yang selanjutnya PGN akan menyerahkan gas hasil regasifikasi LNG kepada PLN di titik Penyerahan Gas di Stasiun Gas Muara Bekasi,” jelas Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Syahrial Mukhtar (2/3/2021).

Pembangkit Listrik Muara Tawar memiliki karakteristik pola operasi khusus yaitu sebagai _peaker_ yang dapat menyerap kebutuhan Gas pada saat beban puncak bisa mencapai lebih dari 200 BBTUH.

Dengan memperhatikan pasokan gas eksisting dan pola penyerapan gas oleh pelanggan PGN lainnya di wilayah Jawa Barat, maka gas pipa PGN tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan _swing peaker_ Pembangkit Muara Tawar.

Maka solusi yang digunakan untuk meningkatkan kehandalan dan kemampuan PGN dalam memenuhi kebutuhan _peaker_ Pembangkit Muara Tawar adalah dengan bantuan penyaluran Gas dari hasil regasifikasi LNG dari FSRU Lampung.

“Kami berharap langkah strategis dan sinergis ini dapat meningkatkan kehandalan pasokan listrik dan penyerapan gas bumi untuk kebutuhan pembangkit listrik. Mengingat proyeksi kebutuhan gas mendatang akan lebih tinggi dari tahun lalu dan menurunkan ketergantungan PLN terhadap HSD,” papar Syahrial.

Syahrial menegaskan, PGN sebagai Subholding Gas senantiasa melakukan upaya terbaik dalam rangka mendorong kemajuan yang berarti dari pemanfaatan gas bumi. Apalagi pemanfaatan gas bumi sebagai energi dapat menciptakan _multiplier effect_ yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. (rel/ram)

DPRD Medan Apresiasi Camat Medan Perjuangan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan mengapresiasi kinerja Camat Medan Perjuangan Drs Afrizal MAP yang dinilai selalu merespon keluhan masyarakat yang ada di Kecamatannya. DPRD Medan menilai, Afrizal bersikap komunikatif dalam menyahuti masalah warga dengan bersedia terjun langsung ke lapangan dalam menyelesaikan masalah yang ada.

“Kita tetap dorong kinerja Camat Afrizal agar lebih baik. Selalu turun menindaklanjuti keluhan warga terkait pelayanan publik dan perbaikan infrastruktur, itu bagus sekali,” ujar anggota DPRD Medan, Modesta Marpaung SKM. Bahkan, kata anggota Komisi II DPRD Medan ini, saat dirinya menjembatani keluhan atau masalah yang diterimanya dari warga Kecamatan Medan Perjuangan, Afrizal selalu memberikan tanggapan yang positif dan bergerak cepat dalam mencari solusi.

“Camat langsung tanggap dan komunikatif untuk mencari solusi, sehingga persoalan di masyarakat dapat terselesaikan dengan baik. Kita selalu koordinasi, bahkan berkolaborasi demi kepentingan publik,” ujar politisi asal Partai Golkar itu.

Dicontohkan Modesta, seperti kegiatan pengorekan parit di Jl Mapilindo, Lingkungan II, Kelurahan Tegal Rejo, Medan Perjuangan, Kota Medan. Afrizal bersedia turun langsung dalam membantu percepatan dan koordinasi agar perbaikan dpaat dikerjakan secara maksimal.

“Dengan turunnya Camat ke lapangan, pasti akan memotivasi Lurah dan Kepling untuk ikut turun dan peduli dalam membantu masyarakat. Kita harapkan hal seperti ini tetap berkelanjutan, memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” kata Modesta.

Bukan itu saja, kata Modesta, Kecamatan Medan Perjuangan juga memiliki berbagai kegiatan yang langsung menyentuh kepada masyarakat, misalnya baru-baru ini, Kecamatan Medan Perjuangan melakukan Karya bakti sosial bersama Lion Club di Kelurahan Pandau Hilir bersama Pangkosekhanudse Marsma Esron. “Begitu juga kegiatan gotong royong dengan masyarakat dan Koramil di Sidorame Barat 1 belakang Polrestabes Medan. Hal-hal seperti ini yang harus sering dilakukan. Turun langsung dalam menanggapi keluhan masyarakat dan menyelesaikan persoalan yang ada,” pungkasnya. (map/ila)

Teks :

Camat Medan Perjuangan Afrizal MAP rutin melakukan appel pagi dengan P3SU sebelum melakukan pengorekan parit di sejumlah tempat, dan saat turun ke lapangan meninjau pengorekan parit tumpat di Jl Mapilindo Lingk 2 Tegal Rejo baru baru ini.