MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelantikan kepala daerah terpilih gelombang II hasil Pilkada Serentak 2020, dijadwalkan akan digelar pada 26 April mendatang. Meski surat keputusan dari Kementerian Dalam Negeri belum turun, Pemprov Sumut optimis dapat melantik tujuh pasangan calon kepala daerah.
“Ya, direncanakan 5 sampai 7 daerah. Yakni Kabupaten Simalungun, Karo, Nias Barat, Nias Utara, Gunungsitoli, Nias Selatan, dan Samosir pada 26 April 2021,” kata Kepala Bagian Otonomi Daerah pada Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprovsu, Ahmad Rasyid Ritonga menjawab Sumut Pos, Minggu (4/4).
Diakui dia, lima kabupaten dan kota sebelumnya telah diusulkan ke Kemendagri guna mendapat SK pengangkatan kepala daerah. Saat ini, Pemprovsu melalui Biro Pemerintahan dan Otda, tengah mengupayakan usulan tambahan, agar pelantikan kepala daerah pada gelombang II nanti menjadi tujuh pasangan calon.
“Direncanakan Samosir dan Nisel jika berkasnya rampung. Memang SK belum ada ditandatangani Mendagri. Lima daerah sudah kita usulkan sebelumnya. Dua daerah lagi sedang proses sampai saat ini. Mengingat masih ada lagi kekurangan berkas dari Samosir dan Nisel. Nanti kita lihat lagi dan jika sudah lengkap akan dikirimkan secara online ke Kemendagri,” terangnya.
Masih terdapat dua pilihan dalam pelantikan nanti, yakni secara virtual atau tatap muka. Pemprovsu dalam hal ini juga masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Kemendagri. Begitupun permintaan dari seluruh pemda di Kepulauan Nias, telah diterima Pemprovsu yang meminta kalau bisa pelantikan digelar tatap muka.
“Begitupun akan kita lihat pula situasionalnya dan dikomunikasikan ke Kemendagri. Sebab kalau Nias kita laksanakan secara daring, kemungkinan akan sulit sekali lantaran jaringan internet,” pungkasnya.
Seperti diketahui, gelombang I pelantikan kepala daerah telah digelar pada 26 Februari lalu. Gubsu Edy Rahmayadi melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 11 pasangan calon kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2020. Adapun 11 daerah tersebut yaitu; Medan, Binjai, Sibolga, Tanjungbalai, Asahan, Tapanuli Selatan, Serdangbedagai, Labuhanbatu Utara, Humbang Hasundutan, Toba, dan Pakpak Bharat.
Sementara di antara tujuh daerah yang akan dilantik pada gelombang II nanti, hanya Samosir yang akhir masa jabatan (AMJ) kepala daerahnya habis pada 17 Februari 2021. Selebihnya AMJ kepala daerahnya berakhir pada April ini. Adapun serupa Samosir, yaitu Labuhanbatu dan Labuhanbatu Selatan telah dilantik penjabat (Pj) dari eselon II Pemprovsu, mengingat kedua daerah mesti melakukan pemungutan suara ulang (PSU) sesuai instruksi Mahkamah Konstitusi (MK). (prn)
SUMUTPOS.CO – Realisasi program vaksinasi di 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara, ternyata masih rendah. Data per 1 April 2021, vaksinasi untuk kategori tenaga kesehatan atau nakes realisasinya memang sudah hampir 100 persen dari target. Namun untuk kategori pelayan publik dan kategori lanjut usia, realisasinya masih rendah. Terutama lansia masih 3,7 persen.
“UNTUK kategori sumber daya manusia (SDM) kesehatan atau nakes sudah mencapai 69.607 dosis atau 98% (penyuntikan tahap I), dan 61.138 dosis atau 86% pada vaksinasi tahap II. Adapun target sebanyak 71.058 orang nakes yang akan diberikan vaksin Covid-19,” kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah menjawab Sumut Pos, Minggu (4/4).
Selanjutnya kategori pelayan publik, saat ini sudah mencapai 152.467 dosis atau 17,3% untuk vaksinasi tahap I, dan 49.136 dosis atau 5,6% untuk vaksinasi tahap II. Adapun total target kategori ini untuk sebanyak 879.798 orang.
Sedangkan untuk kategori lanjut usia (lansia), vaksinasi tahap I baru mencapai 47.774 dosis atau 3,7%. Dan masih 1.816 dosis atau 0,1% untuk vaksinasi tahap II, dari total target yang akan diberikan untuk 1.279.122 orang lansia.
Secara keseluruhan, sebut Aris, dari total vaksinasi yang diberikan untuk ketiga kategori tersebut, baru 12,1% berlangsung di tahap I atau sebanyak 269.848 dosis. Dan 5% atau baru 112.090 dosis yang terpakai di tahap II.
“Total keseluruhan dari ketiga kategori itu target vaksinasi kita untuk ketiga kategori sebanyak 2.229.978 orang,” kata Aris yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut ini.
Terkhusus vaksinasi bagi lansia, menurut Aris, ada target cukup tinggi dari pemerintah pusat terutama di ibukota provinsi seperti Medan. Untuk ibukota provinsi ini ditarget sebanyak 1,2 juta orang lansia mesti disuntik vaksin Covid-19.
“Sasarannya untuk lansia ini tinggi, 1,2 juta orang. Dan itu khusus Kota Medan aja. Arahan dari pusat harus ibukota provinsi saja (target vaksin untuk lansia),” katanya.
Ia menyebutkan, target vaksinasi bagi lansia lebih tinggi daripada pejabat publik untuk mendapat dosis kekebalan dari Covid-19. “Ya, mungkin saat ini para lansia masih tanya-tanya dulu, aman tidak vaksinasi tersebut bagi mereka. Dan memang lebih tinggi (target dan jatah vaksin) untuk lansia ketimbang pejabat publik. Sebab mereka masuk kategori usia rentan, di mana masih tinggi angka kematian kita dari usia tersebut,” katanya.
Aris menambahkan, saat ini dosis vaksin lebih baik maksimal 28 hari pascadisuntik pertama kali ke tubuh. Artinya pada rentang waktu tersebut, kekebalan tubuh sudah terbentuk dari serangan virus Corona.
“Nah jadi kalau pertama itu 14 hari setelah suntik pertama, sekarang lebih baik 28 hari maksimalnya untuk suntik kedua. Di situ akan terbentuk imun tubuh kita sehingga bisa punya kekuatan untuk melawan covid jika terpapar. Tapi tidak boleh lebih dari 28 hari ya,” pungkasnya.
Sementara itu, pekan ini vaksin Covid-19 direncanakan akan kembali tiba di Sumut dari Jakarta. Namun mengenai jumlah atau kebutuhan daripada vaksin tersebut, tergantung alokasi dari pemerintah pusat. “Rencana minggu depan (pekan ini, Red). Kita tunggu alokasi pusat,” kata Aris.
350 Hakim dan Pegawai Divaksin
Masih untuk memenuhi target vaksinasi Covid-19 untuki pelayan publik, Kamis (1/4) lalu Pengadilan Negeri (PN) Medan melaksanakan vaksinasi tahap pertama, yang diikuti seluruh hakim, panitera, pegawai dan tenaga honorer di Ruang Cakra I.
Humas PN Medan, Immanuel Tarigan, mengatakan suntik vaksin yang berlangsung merupakan kerjasama Pengadilan Negeri Medan dan Dinas Kesehatan Kota Medan.
Kegiatan vaksinasi diikuti oleh 350 orang, terdiri dari hakim, panitera, pegawai, honorer dan petugas keamanan (securiti). “Ada 350 orang yang mengikuti, ada hakim, panitera, pegawai, honorer dan satpam,” jelasnya.
Immanuel menjelaskan, Pengadilan Negeri Medan merupakan tempat pelayanan publik. Vaksinasi diharpkan dapat menguatkan imunitas tubuh, disertai pelaksanaan protokol kesehatan. “Upaya ini untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 di lingkungan pengadilan,” pungkasnya.
Tren Kasus Baru Covid-19 Menurun
Sementara itu, tren kasus baru positif Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) diklaim terus menurun. Selama sepekan terakhir (29 Maret – 4 April), per hari rata-rata kasus baru positif bertambah sekitar 71 orang. Padahal, sepekan lalu (22-28 Maret) perhari rata-rata 82 orang tertular virus mematikan ini dan bahkan sebelumnya lebih dari 90 orang hingga 100 orang.
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, akumulasi kasus baru positif sepekan terakhir sebanyak 501 orang, dengan penambahan tertinggi 95 orang (31 Maret) dan terendah 61 orang (2 April). Sedangkan akumulasi sepekan sebelumnya sebanyak 575 orang, dengan penambahan tertinggi 97 orang (27 Maret) dan terendah (22 Maret).
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah mengaku, angka kasus baru positif terus menurun secara perlahan. Penambahan angkanya perhari kini lebih dari 60 hingga 70 orang. Namun memang sesekali penambahannya lebih dari 80 hingga 90 orang. “Tren kasus baru positif Covid-19 terus menurun, ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat Sumut yang terus menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dan mengikuti vaksinasi,” ujar Aris, Minggu (4/4).
Disebutkan dia, total kasus positif corona saat ini sebanyak 27.621 orang. Angka tersebut setelah bertambah 73 kasus baru yang diperoleh dari Medan (42 orang) dan Deliserdang (31 orang). “Sumut saat ini berada di urutan 13 berdasarkan jumlah kasus positif secara nasional, baik dalam perawatan, sembuh dan meninggal dunia. Kasus positif ini didapatkan paling banyak dari Medan dan Deliserdang,” ucapnya.
Sementara itu, kata Aris, kasus baru kesembuhan Covid-19 sepekan terakhir akumulasinya mencapai 556 orang. Akumulasi ini memang lebih sedikit dibanding dari sepekan sebelumnya sebanyak 561 orang. “Total angka kesembuhan saat ini berjumlah 24.323 orang, setelah bertambah 82 kasus baru dari 6 kabupaten/kota. Antara lain, Medan (51 orang), Deliserdang (19 orang), Sergai (4 orang), Binjai (3 orang), Asahan (3 orang), dan Tebing Tinggi (2 orang),” ungkap dia.
Aris melanjutkan, untuk angka kematian kini akumulasinya 919 orang, bertambah 1 kasus baru dari Deli Serdang. Sedangkan angka suspek sebanyak 788 orang, setelah berkurang 43 kasus baru. “Angka penderita Covid-19 aktif di Sumut 2.379 orang, dengan rincian 657 isolasi di rumah sakit dan 1.722 orang isolasi mandiri,” sebutnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, meski tren kasus baru positif corona mulai menurun bukan berarti abai terhadap protokol kesehatan. Karena itu, kembali diimbau kepada masyarakat Sumut untuk terus mendisiplinkan memakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, jaga jarak, hindari kerumunan dan kurangi mobilitas.
“Kita harus saling mengingatkan satu sama lain dan tanpa terkecuali untuk konsisten serta jangan pernah lalai menjalankan protokol kesehatan. Di samping itu, ikuti program vaksinasi Covid-19, jaga kesehatan tubuh, konsumsi makanan bergizi dan vitamin,” pungkasnya. (prn/man/ris)
Foto: Istimewa
DIVAKSIN: Humas PN Medan Immanuel Tarigan, disuntik vaksin vaksin tahap pertama.
PATROLI: Petugas kepolisian Polres Tebingtinggi, TNI, dan Satpol PP melakukan patroli sekaligus pengamanan ibadah Paskah di gereja, Minggu (4/4).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan rangkaian ibadah Paskah 2021 berjalan aman dan lancar. TNI dan Polri melaksanakan pengamanan pada seluruh rangkaian perayaan Paskah.
PATROLI: Petugas kepolisian Polres Tebingtinggi, TNI, dan Satpol PP melakukan patroli sekaligus pengamanan ibadah Paskah di gereja, Minggu (4/4).
“Kita sudah ikuti mulai dari rangkaian Kamis Putih, Jumat Agung Malam Paskah tadi malam dan hari ini perayaan puncak Paskah dilaksanakan siang hari,” kata Listyo usai meninjau perayaan Paskah di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bukit Sion di Jalan Raya Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (4/4) sore.
Listyo tiba di GBI Bukit Sion pukul 16.50 WIB. Listyo didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Kapolres Metro Selatan, Kombes Pol Azis Andriansyah.
“Kita berharap sampai dengan rangkaian pengamanan pelaksanaan ibadah Paskah ini selesai, seluruhnya berjalan dengan lancar,” tambah Listyo.
Ia mengatakan, TNI dan Polri melaksanakan pengamanan ibadah Paskah demi menjamin jemaah beribadah dengan tenang. “Karena itu tidak perlu ada kekhawatiran dan kita harapkan seluruh rangkaian perayaan bisa berjalan dengan lancar,” ujar Listyo.
Sebelumnya, Listyo juga meninjau perayaan Paskah di sejumlah gereja seperti Gereja Katedral di Jakarta Pusat dan Gereja Santa Perawan Maria Ratu di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Polres Tebingtinggi Lakukan Pengamanan
Di Tebingtinggi, polisi juga turut melakukan pengamanan saat pelaksanaan ibadah Paskah di sejumlah gereja, Minggu (4/4).
Kapolres Tebingtinggi, AKBP Agus Sugiyarso, langsung memimpin apel dalan pengamanan ibadah di gereja gereja yang ada di wilayah Polres Tebingtinggi. Pelepasan pasukan di halaman Mapolres Tebingtinggi Jalan Pahlawan Kota Tebingtinggi.
Patroli pengamanan besar gabungan antara Polri, TNI dan instansi terkait seperti Satpol PP dan seluruh jajaran Polsek se wilayah hukum Polres Tebingtinggi.
Lokasi gereja yang mendapatkan pengamanan di antaranya adalah HKBP Jalan Lubuk Sikaping, GKPS Jalan SM Raja, Gereja HKI Jalan Danau Toba, Gereja GKPI Kota Damai Jalan Bah Bolon, Gereja GMI Imanuel, Gereja HKBP Jalan Kartini, Gereja Katholik Jalan Pahlawan dan gereja yang ada di wilayah hukum Polres Tebingtinggi.
Kapolres melalui Kasubbag Humas AKP J Nainggolan menjelaskan, petugas yang melakukan pengamanan memeriksa barang bawaan jemaat yang akan melaksanakan ibadah demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif. “Memberikan imbauan kepada jemaat yang akan melaksanakan ibadah agar tetap mematuhi prokes dan peka terhadap orang orang yang tidak dikenal,” pinta AKP J Nainggolan.
Hasil pantauan, seluruh jemaat yang melaksanakan ibadah Paskah merasa aman dan nyaman. Jemaat mendukung seluruh program pemerintah dan mengikuti semua aturan aturan yang ada di masa pandemi saat ini.
“Jemaat mengucapkan terimakasih terhadap pelaksanaan patroli gabungan dan pengamanan yang dilaksanakan oleh Polri, TNI dan instansi terkait lainnya. Selama pelaksanaan kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif, serta tidak ada ancaman teror dari pihak manapun,” bilangnya. (ian)
KAPOLRI: Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo usai meninjau pengamanan perayaan Paskah di GBI Bukit Sion Jakarta, Minggu (4/4). Kapolri mengatakan, perayaan Paskah berjalan aman.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Jaringan teroris saat ini ditengarai mulai menyasar anak muda. Hal ini terbukti dari dua aksi terakhir yang diketahui pelakunya rata-rata merupakan kelahiran 1995 atau berada di usia 20-an tahun. Karena itu, Polri mengantisipasi dan mulai berhati-hati dengan gelombang baru aksi terorisme yang menyasar kelompok usia tersebut.
KAPOLRI: Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo usai meninjau pengamanan perayaan Paskah di GBI Bukit Sion Jakarta, Minggu (4/4). Kapolri mengatakan, perayaan Paskah berjalan aman.
“Ini jelas sekali ini perlu kita antisipasi karena kelompok-kelompok teror sekarang telah menyasar anak muda di negeri ini,” kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono, saat menjadi salah satu pemateri dalam Webinarn
yang digelar Public Virtue dengan tema Bom di Makasar dan Penembakan di Mabes Polri, Persepektif Toleransi dan Demokrasi, Minggu (4/4).
Rusdi memaparkan, pelaku penembakan yang terjadi 31 Maret lalu di Mabes Polri misalnya, dilakukan oleh seorang perempuan kelahiran 1995 berinisial ZA.
Sasaran terhadap anak muda ini kata dia, tentu menggunakan cara-cara yang saat ini tengah booming di kalangan mereka; menggunakan medium internet atau media sosial. “Ketika kita bicara bahwa ZA melakukan sendiri, dimungkinkan apa yang didapat dan dipahami oleh ZA bersumber dari internet,” kata Rusdi.
Paham-paham yang kemudian menjadi keyakinan ZA ini bersumber dari media sosial. Apalagi diketahui, 21 jam sebelum melancarkan aksinya, ZA juga telah mengunggah bendera ISIS dan kata-kata perjuangan di media sosial miliknya.
Rusdi pun mengungkap, apa yang perlu dicermati saat ini terkait penularan paham radikalisme adalah bagaimana dengan bijak menggunakan media internet. Apalagi hampir semua masyarakat Indonesia adalah pengguna aktif internet.
Rusdi memaparkan, pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 73,3 persen dari total populasi yang ada. Dengan kata lain, sekitar 202 juta masyarakat Indonesia tercatat sebagai pengguna internet aktif.
“Artinya adalah begitu cepatnya dan juga begitu banyaknya data yang beredar di kepala rakyat Indonesia. Begitu banyaknya ini tentunya membutuhkan masyarakat yang harus bisa memilih dan memilah konten mana itu yang benar, konten mana yang menyesatkan,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Rusdi juga mengingatkan, penanggulangan terorisme memang tak bisa dilakukan sendiri oleh aparat kepolisian. Perlu ada persatuan dengan masyarakat dan segenap kelompok moderat. Sebab jika tak ada persatuan, maka akan sangat mudah disusupi oleh kelompok dengan ideologi radikal ini.
“Ini perlu sekali karena permasalahan terorisme bukan masalah yang enteng tetapi masalah yang komplek,” katanya.
Pilih-pilih Konten
Untuk itu, Rusdi Hartono mengimbau masyarakat untuk pandai memilah konten di internet. Pengguna internet di Indonesia saat ini sangat besar, mencapai 73,3 persen dari populasi. Jumlah ini setara dengan 202 juta penduduk. Jika masyarakat tak selektif terhadap informasi, dikhawatirkan akan terjerumus pada konten-konten yang menyesatkan.
“Begitu banyaknya ini tentunya membutuhkan masyarakat yang harus bisa memilih dan memilah konten-konten mana itu yang benar, konten-konten mana yang menyesatkan,” ujar Rusdi.
Untuk mewujudkan hal itu, yang menjadi tantangan adalah menciptakan ekosistem internet yang dipenuhi informasi resmi dan terpercaya. Terkait hal ini, pemerintah melalui Polri membentuk polisi virtual yang bertujuan untuk mengedukasi dan mengingatkan masyarakat agar tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan informasi.
Meski demikian, kata Rusdi, muncul tantangan baru terkait hal itu, lantaran tak semua pihak setuju dengan keberadaan polisi virtual. “Itu tantangan bagaimana ketika polisi ingin mengedukasi, melindungi, melayani masyarakat ternyata ada pihak-pihak tertentu juga yang berusaha menghalangi aktivitas kepolisian tersebut,” kata dia. (cnn/kps)
ERUPSI: Gunung Sinabung erupsi beberapa waktu lalu. Kemarin, Gunung Sinabung erupsi lagi.
KARO, SUMUTPOS.CO – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara mengalami erupsi pada Minggu (4/4). Tinggi kolom abu vulkanik teramati 2.000 meter dari atas puncak gunung.
ERUPSI: Gunung Sinabung erupsi beberapa waktu lalu. Kemarin, Gunung Sinabung erupsi lagi.
Kepala Pos Pantau Sinabung, Armen Putra, mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara. “Erupsi ini terekamn
di seismogram dengan amplitudo maksimum 73 mm dan durasi lebih kurang 5 menit 31 detik,” katanya, seperti dikutip dari Antara.
Saat ini Gunung Sinabung yang ketinggiannya mencapai 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) berada pada status Level III (Siaga).
Armen mengimbau warga maupun petani agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi. Serta menjauhi lokasi-lokasi dalam radius 3 km dari puncak gunung. Selanjutnya radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanis. Selain itu, lanjut dia, mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanis yang lebat agar tidak roboh.
“Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta agar tetap waspada terhadap bahaya lahar,” katanya. (ant)
SEMAYAM: M Akbar Saragih korban penikaman disemayamkan di rumah duka Jalan Suasa Selatan Pasar III Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli, Minggu (4/4).fachril/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bapak satu anak , M Akbar Saragih (24) warga Jalan Suasa Selatan Pasar III Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli tewas ditikam tetangga, Ri (37), Minggu (4/4) pukul 01.00 WIB. Kasus itu telah ditangani Polsek Medan Labuhan.
SEMAYAM: M Akbar Saragih korban penikaman disemayamkan di rumah duka Jalan Suasa Selatan Pasar III Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli, Minggu (4/4).fachril/sumut pos.
Informasi diperoleh menyebutkan, belum diketahui apa penyebab penikaman tersebut. Tengah malam itu, korban sedang duduk santai tidak jauh dari rumahnya didatangi pelaku bersama satu temannya. Pelaku sudah berencana ingin melukai korban, mengeluarkan sebilah pisau.
Aksi pelaku membuat korban terkejut. Lantas korban berusaha kabur, namun terjatuh saat berlari. Dari situlah, pelaku langsung menikam paha bapak anak satu tersebut. Setelah tetangganya mengalami luka tikaman bersimbah darah di paha, pelaku pun langsung kabur.
Warga sekitar menolong korban dengan membawa ke klinik terdekat. Karena kondisinya parah, korban dirujuk ke RSU Imelda. Setibanya di rumah sakit, dalam waktu beberapa jam korban akhirnya tewas.
“Kami tidak tahu apa masalah keributan mereka (korban dan pelaku). Tiba – tiba saja pelaku bersama temannya mendatangi korban dan langsung mengejar dan menikamnya,” kata warga sekitar, Ucok.
Petugas Polsek Medan Labuhan menerima informasi itu turun ke lokasi melakukan olah TKP. Pihak kepolisian memeriksa sejumlah saksi dan mengejer pelaku yang telah kabur.
Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari mengatakan, pihaknya sudah menangani kasus tersebut. Pelaku sedang dalam pengajaran.
“Anggota sedang mengejar pelaku. Kita berharap, kepada keluarga agar memerintahkan pelaku untuk menyerahkan diri, sebelum kita melakukan tindakan tegas saat menangkapnya,” tandas Edy Safari. (fac/azw)
AMANKAN: MJN alias Minto, pelaku pencurian dua unit baterai mobil yang aksinya terekam CCTV.sopian/sumut pos.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – MJN alias Minto (33) ditangkap Satreskrim Polres Tebingtinggi, usai mencuri dua unit baterai mobil terekam CCTV di bengkel mobil Jalan Abdul Hamid Lingkungan III Kelurahan Tebingtinggi Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, Minggu (28/3) sekira pukul 03.00 WIB.
AMANKAN: MJN alias Minto, pelaku pencurian dua unit baterai mobil yang aksinya terekam CCTV.sopian/sumut pos.
Pria warga Jalan Kesatria Ujung Gang Swadaya Lingkungan II Kelurahan Damarsari Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi kini ditahan dengan barang bukti dua unit baterai mobil merek Yuasa N-100 dan merek Incoe N-120.
Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso melalui Kasubbag Humas AKP J Nainggolan, Sabtu (3/4) mengatakan, akibat kejadian ini, Warno (37) yang merupakan pemilik baterai warga Jalan Bani Hasyim Gang Pringgan Lingkungan I Kelurahan Tebingtinggi Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi mengalami kerugian sebesar Rp3 juta dan telah membuat laporan ke Mapolres Tebingtinggi.
Kata AKP J Nainggolan menambahkan, tersanga ditangkap di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Satria Kota Tebingtinggi, Rabu (31/3). (ian/azw)
LAPORAN: Hendika Silitonga, korban pengeroyokan memegang bukti surat laporan polisi.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hendika Silitonga (32) warga Jalan Garu 2 B Gang Budi Kelurahan Harjosari 1 Kecamatan Medan Amplas menjadi korban pengeroyokan. Pemuda ini mengaku dianiaya puluhan pelaku, karena dituding melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Masjid Nurul Islam Jalan Seksama Medan, Minggu (28/3) malam lalu.
LAPORAN: Hendika Silitonga, korban pengeroyokan memegang bukti surat laporan polisi.
Alhasil akibat penganiayaan itu, wajah korban mengalami babak belur hingga pandangan mata sebelah kiri menjadi terganggu. Tak senang dengan perbuatan para pelaku, korban kemudian mengadu ke Polsek Medan Area dengan No: STTLP/223/K/III/2021/SPKT/Sektor Medan Area, tertanggal 29 Maret 2021.
Korban yang ditemui dikediamannnya menceritakan, awalnya saat itu ia bersama kedua rekannya hendak pulang menumpangi betor sehabis bermain warnet.
“Tiba-tiba becak kami diberhentikan oleh para pelaku yang jumlahnya kurang lebih 15 orang naik kereta,” ungkapnya kepada Sumut Pos, Minggu (4/4).
Korban kemudian menanyakan maksud para pelaku, yang menudingnya telah mencuri sepeda motor milik imam masjid. Lantaran merasa bukan sebagai orang yang dituduhkan, ia kemudian dibawa paksa oleh para pelaku ke halaman Masjid Nurul Islam. Sementara kedua rekan korban tidak dibawa pelaku.
Di situ kata korban, ia diintrogasi layaknya pelaku kejahatan. Ia dipaksa mengaku sebagai orang yang telah mencuri sepeda motor yang dituduhkan para pelaku.
“Ramai yang mukuli bang, ada yang mukul pakai balok. Muka sama badanku habis udah dipukuli orang itu. Leherku ini digantung sama orang itu, mau dimatikanlah aku di masjid itu bang. Pada hal udah aku bilang bukan aku yang mencuri keretanya,” bebernya.
Iapun tak mengenal para pelaku, hanya saja katanya, oknum kepling turut melakukan penganiayaan terhadap dirinya. Untungnya saja, katanya lagi, datang oknum Brimob menyelamatkan nyawa korban.
“Karena datang Brimob itu terus aku dibawa ke Polsek Medan Area. Setelah di cek cctv sama polisi, bukan aku pelakunya,” ujarnya, seraya berharap kepada kepolisian para pelaku cepat tertangkap.
Sementara menurut penuturan Khoirruddin, teman korban, rekaman cctv itulah yang membuktikan korban bukanlah orang yang dituduhkan pelaku. Menurutnya, kemiripan ciri-ciri pelaku di cctv dengan korban terlihat jelas perbedaannya.
“Kalau pelaku pencuriannya ciri-cirinya kurus pakai topi merah agak pincang. Nah kalau di Hendi (korban) ini, pakai topi tapi belakang merah depan putih dan tidak pincang,” katanya, seraya mengatakan korban diminta membuat visum ke RS Bhayangkara.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu Rianto Ginting mengatakan pihaknya telah menerima laporan korban. “Laporan sudah kami terima, dan tadi sudah dimintai kembali keterangannya. Korban memang kami suruh istirahat dulu, karena wajahnya lebam-lebam. Untuk pelaku masih dalam lidik,” pungkasnya. (man/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Sat Reskrim Polres) Labuhanbatu menangkap sopir travel yang memperkosa penumpang di tepi Jalan Lintas Sumatera Desa Pematang Seleng Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu.
Tersangka Pemerkosa, Muslim.
Direktur Reskrimum Kepolisian Sumatera Daerah Utara Sumut (Polda Sumut), Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja melalui Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan mengatakan, sopir travel yang ditangkap itu bernama Muslim (30) warga Jalan H Adam Malik, Gang Budi, Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara.
“Tersangka kita tangkap karena terbukti memperkosa penumpangnya, berjenis kelamin perempuan, inisial RA (18), mahasiswa, warga Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu,” jelasnya, Minggu (4/4).
Deni mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (30/3) lalu. Saat itu korban berniat pulang dari Pekanbaru ke Rantauprapat. Kemudian, sekira pukul 20.00 WIB, pihak travel menjemput korban dari kosnya.
“Lalu korban bertanya kepada sopir berapa orang penumpang ke Rantauprapat, lalu dijawab oleh petugas jemput bahwa ada 4 orang,” terangnya.
Kemudian, lanjut Deni, sesampainya di loket travel, korban menduga penumpang lainnya akan dijemput saat berangkat.Tiba waktunya berangkat korban disuruh naik oleh tersangka ke mobil Daihatsu Sigra BK 1083 YC warna putih. Dalam perjalanan menuju Rantauprapat penumpang hanya seorang diri dan posisi duduk di sebelah kursi driver (tersangka).
Dalam perjalanan, terangnya, tersangka membujuk korban untuk mengisap kemaluannya, namun korban menolak. Sekira pukul 05.00 WIB, tepatnya di depan ruko, Jalan Lintas Sumatera di Desa Pematang Seleng, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, berhasil menyetubuhi korban.
Bahkan, tambahnya lagi, akibat perbuatan bejat pelaku membuat dada dan paha korban mengalami luka memar. Puas melampiaskan nafsunya tersangka selanjutnya mengantarkan korban hingga sampai alamat tujuan.
“Tak terima dengan perbuatan pelaku, orang tua korban pun melaporkan kasus perkosaan itu ke Sat Reskrim Polres Labuhanbatu,” ungkapnya.
Setelah menerima laporan korban, Deni menuturkan, personel Satreskrim Polres Labuhanbatu bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka di Kelurahan Batu Ajo, Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Jumat (2/4) lalu.
“Tersangka dikenakan Pasal 285 KUHPidana tentang perkosaan dengan ancaman 12 tahun penjara,” pungkasnya. (mag-1/azw)
TANDATANGANI: Wakil Bupati Langkat, Syah Afandin menandatangani berita acara penyerahan dokumen LKPJ tahun 2020.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – DPRD Kabupaten Langkat menggelar paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Langkat TA 2020, di Gedung DRPD Langkat, Stabat, Kamis (1/4).
TANDATANGANI: Wakil Bupati Langkat, Syah Afandin menandatangani berita acara penyerahan dokumen LKPJ tahun 2020.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
Bupati Langkat Terbit Rencana PA, diwakili Wabup Langkat, H.Syah Afandin, menyampaikan laporan ini adalah ringkasan dari dokumen LKPJ Bupati Langkat TA 2020.
Sekdakab Langkat, dr. H. Indra Salahuddin, menyampaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 3 tahun terakhir. Yakni tahun 2018 mencapai 70,27 point, tahun 2019 mencapai 70,76 poin, dan tahun 2020 mencapai 71,00 poin. Harapan hidup masyarakat Langkat pada tahun 2018 mencapai 68,22 poin. Mengalami peningkatan 68,59 poin pada tahun 2019, dan 68,80 poin tahun 2020. Harapan lama sekolah juga meningkat 12,75 poin tahun 2018, dan 12,81 poin tahun 2019, serta 13,05 poin tahun 2020.
Sedangkan pada rata – rata lama sekolah, juga terjadi peningkatan yaitu 8,52 poin ditahun 2018, dan 8,64 poin ditahun 2019, dan 8,65 poin ditahun 2020.
“Angka kemiskinan juga berkurang 1.210 jiwa dari 103,08 ribu jiwa (9,91 persen) di tahun 2019. Kemudian menjadi 101,87 ribu jiwa (9, 73 persen) tahun 2020,” ungkapnya.
Sedangkan pertumbuhan ekonomi, sambung Sekdakab, berdasarkan PDRB atau dasar harga konstan 2020 yang dirilis BPS Langkat, mengalami penurunan hingga mencapai minus 0,86 persen. Penurunannya juga dialami secara nasional.
Kemudian untuk pendapatan perkapita atas dasar harga berlaku, dan dasar harga konstan tahun 2020 sebesar Rp29.343, 26 miliar. Ada penurunan dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp29.587, 77 miliar disebabkan Covid-19.
Sedangkan APBD Langkat TA 2020, sambung Sekda, sesuai Perda Langkat No. 3 tahun 2020. Pendapatan daerah ditargetkan Rp2.180.786.190.792 triliun. Terealisasikan Rp2.122.684.872.331,88 triliun atau 97,34 persen.
Belanja daerah, Rp2.438.362.156.104, 39 terealisasikan sebesar Rp2.182.503.781.901, 75 atau 89,51 persen. Pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan Rp264.938.924.196, 36 dengan realisasi 100 persen.
Pengeluaran pembiayaan, terdiri dari penyertaan modal Pemda sebesar Rp7. 362.960.884 dengan realisasi 100 persen. Untuk pembiayaan netto, sebesar Rp257.575.963.312, 36 dengan realisasi 100 persen, “Sisa lebih pembiayaan TA 2020, sebut Sekda, sebesar Rp.197.648.423.742, 49 yang terdiri antara lain, pengambilan – pengambilan anggaran, sisa pembayaran sertifikasi dan lain-lain.” imbuhnya
Rapat ini ditandai penandatanganan berita acara dan penyerahan dokumen LKPJ Bupati Langkat TA 2020 oleh Wabup Langkat kepada Ketua DPRD Langkat, Surialam. (yas)