Home Blog Page 3641

Raih PFI Kota Award, Rahmad Suryadi: Jadi Penyemangat PFI Medan untuk Terus Berkarya

JAKARTA, SUMUTPOA.CO – PFI Kota Medan meraih penghargaan Best Management Award pada Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2021 yang berlangsung di Auditorium Perpustakaan Nasional Jakarta pada Jumat (2/4) sore.

Menko PMK Muhadjir Effendy menyerahkan piala sebagai penghargaan anugerah Best Management Award kepada Rahmad Suryadi selaku ketua PFI medan di perhelatan awarding ceremony Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2021yang diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan Nasional Jakarta pada Jumat, (2/4).

Penghargaan ini diterima oleh Ketua PFI Medan Rahmad Suryadi. Sedangan Hendi Novian, Ketua PFI Bogor menerima Best Performance Award.

Rahmad Suryadi mengaku sangat bangga dengan penghargaan ini. Karena merupakan kali pertama diterima oleh PFI Medan. Bagi Rahmad, penghargaan ini jangan sampai membuat para anggota PFI Medan, khususnya pengurus jemawa. Namun harus menjadi motivasi bagi segenap pengurus untuk terus berbuat dan berkarya.

“Alhamdulillah, penghargaan ini bukan untuk saya tapi untuk kita semua pengurus, anggota, serta segenap keluarga besar PFI Medan, semoga PFI Medan tetap solid dan bermanfaat untuk masyarakat bangsa dan negara,” ujar Rahmad usai menerima peghargaan.

Awarding Ceremony Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2021 dihadiri oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Keduanya menyerahkan Alex & Frans Mendur Trophy kepada penerima anugerah Photo of The Year 2019 dan 2020.
Pewarta Foto Radar Sulteng, Mugni Supardi dan pewarta foto Harian Singgalang Givo Alputra terpilih sebagai penerima kategori paling bergengsi APFI, Photo of The Year 2019 dan 2020.

Dalam pidatonya, Menhub Budi Karya Sumadi memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan APFI 2021 sekaligus menjelaskan peran penting foto sebagai sebuah medium yang dapat memberikan pelajaran dan merekam sebuah peristiwa sebagai sebuah catatan penting untuk negeri.

“Saya memberikan apresiasi kepada Pewarta Foto Indonesia (PFI), di tengah-tengah situasi sulit ini masih bisa menyelenggarakan kegiatan yang bisa menginspirasi. Foto jurnalistik ini sangat penting sebagai sebuah kontrol kepada pemerintah,” ujar Budi Karya.

Menko PMK Muhadjir Effendy juga turut memberikan sambutannya, ia berpesan agar seluruh pewarta foto terus berkarya meski keadaan sedang tidak baik-baik saja.

“APFI adalah sebuah langkah penting yang patut dihargai. Karena foto memiliki kelebihan tersendiri dibanding narasi”, ujar Muhadjir Effendy.

Selain menyerahkan Alex & Frans Mendur trophy kepada penerima Photo of The Year, kedua Menteri kabinet Indonesia Maju tersebut juga turut menyerahkan piala dan piagam kepada PFI Kota yang berprestasi.

Kedua gelar tersebut merupakan bagian dari PFI Kota Award, penghargaan baru untuk pengurus PFI Kota yang dinilai memiliki kontribusi dan prestasi yang baik dalam satu tahun terakhir.

Ketua Umum PFI Reno Esnir mengucapkan selamat kepada seluruh penerima Anugerah. Ia juga mengapresiasi pemerintah dan seluruh stakeholder yang telah mendukung gelaran APFI 2021.

“Tanpa dukungan dari semua pihak, APFI 2021 tidak akan terselenggara di tengah pandemik yang sangat menyulitkan semua orang ini,” ujar Reno.

Ketua penyelenggara, Sopian, mengucap syukur dan terima kasih karena gelaran awarding APFI 2021 berjalan sukses dan lancar.

“Terima kasih kepada Menko PMK, Menhub, Dewan Pers, Perpusnas, pengurus PFI Kota se-Indonesia, dan seluruh pengurus serta panitia yang telah bekerja keras hingga larut pagi dalam mempersiapkan agenda kebanggaan wartawan foto tanah air ini,” ujar Sopian.

Foto-foto penerima Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2021 dapat dinikmati di lobby utama dan selasar depan gedung Perpusnas, Jalan Medan Merdeka Selatan 11 Jakarta mulai 2 hingga 9 April 2021.

Seluruh pengunjung wajib mematuhi prokes dan mengisi QR code. Ikuti terus perkembangan APFI di website www.pewartafotoindonesia.or.id dan instagram @pewartafotoindonesia.(*)

Tolak Kenaikan BBM, Fraksi PDIP Minta Gubsu Cabut Pergubsu 1 Tahun 2021

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mulai 1 April lalu, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatera Utara (Sumut) naik sebesar Rp200 per liter. Kenaikan harga BBM ini disebabkan Pertamina harus menyesuaikan dengan perubahan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) khusus bahan bakar nonsubsidi dari 5,5 persen menjadi 7,5 persen.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Mangapul Purba sangat menyayangkan kebijakan tersebut. “Kenaikan harga BBM tersebut membuat masyarakat semakin terjepit di tengah situasi Pandemi Covid. Sampai saat ini saya masih tak habis pikir apa yang ada di dalam benak Gubsu,” kata Mangapul, Sabtu (3/4/2021).

Padahal, kata Mangapul, semua tahu kalau di masa pandemi ini, perekonomian masyarakat menurun, ditambah lagi Upah Minimum Provinsi (UMP) di Sumut juga tidak naik. “Terus penderitaan rakyat harus bertambah dengan kenaikan harga BBM, sebagai warga sumut saya berpikir kok susah kali jadi orang Sumut, kenapa tidak ditunda saja pergubnya jadi masyarakat tidak tambah sengsara,” ujar Mangapul.

Menurutnya, gubernur seharusnya berpikir bagaimana membawa masyarakat untuk keluar dari krisis, bukan malah menambahi. “Ini namanya sudah jatuh tertimpa tangga dan kejatuhan kuas, karena di saat masyarakat berjuang untuk keluar dari krisis akibat pandemi di saat yang sama gubernur tanpa berpikir membuat kebijakan yang berakibat pada kenaikan harga BBM. Terus kita bertanya, Gubsu pakai logika dari mana membuat kebijakan tersebut,”  imbuh Mangapul.

Untuk itu atas nama Fraksi PDI Perjuangan dia meminta Gubsu untuk mencabut Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 1 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), karena Pergub tersebut bertentangan dengan keadilan. “Kalau Gubsu masih memiliki sense of the Crisis atau kepekaan sosial maka kita meminta dengan tegas agar gubsu mencabut pergub tersebut,” pungkasnya.

Diketahui, Pertamina Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi sebesar Rp200 per liter di tengah Pandemi Covid-19. Tarif BBM baru tersebut mulai diberlakukan 1 April 2021 di seluruh wilayah Sumut.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR Regional Sumbagut, Taufikurachman mengatakan, sesuai dengan Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 1 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), terdapat perubahan tarif PBBKB khusus bahan bakar nonsubsidi dari sebelumnya 5 persen disesuaikan menjadi 7,5 persen di wilayah Sumatera Utara.

“Mengacu pada perubahan tarif PBBKB yang ditetapkan oleh Pemprov Sumut sesuai dengan surat edaran Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, per 1 April 2021, Pertamina melakukan penyesuaian harga khusus untuk BBM non-subsidi di seluruh wilayah Sumut,” kata Taufikurachman, Kamis (1/4/2021).
Mulai 1 April 2021 jam 00.00 WIB, harga jual keekonomian BBM pada pelanggan mengalami perubahan antara lain:

  1. Pertalite dari Rp7.650 menjadi Rp7.850 per liter.
  2. Pertamax dari Rp9.000 menjadi Rp9.200 per liter.
  3. Turbo dari Rp9.850 menjadi Rp10.050 per liter.
  4. Dex dari Rp10.200 menjadi Rp10.450 per liter.
  5. Dexlite dari Rp9.500 menjadi Rp9.700 per liter.
  6. Solar NPSO dari Rp9.400 menjadi Rp9.600 per liter. (adz)

Pemprovsu Diminta Segera Bangun Rumah Rehabilitasi Narkoba di Karo

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Pemkab Karo mempunyai komitmen terhadap upaya-upaya pencegahan, pemberantasan dan penanggulangan serta peredaran gelap narkoba. Untuk mendukung upaya tersebut, Bupati Karo berharap Pemprovsu dapat membangun fasilitas rehabilitasi narkoba setingkat Balai Besar Rehabilitasi BNN yang ada di Bogor.

Hal ini disampaikan Bupati Karo Terkelin Brahmana, saat menerima rombongan Komisi A DPRD Sumut yang berkunjung ke Kabupaten Karo dalam hal pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN), Kamis (1/4/2021) lalu. Menurut Terkelin, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan musuh seluruh bangsa dan elemen masyarakat, karena  kejahatan tersebut terorganisir dan termasuk kejahatan kemanusiaan yang membahayakan.

“Persentase terbesar sasaran pengguna adalah kaum milineal dan banyak tercatat masih berstatus usia pelajar dan mahasiswa, hal ini tentulah sangat memprihatinkan,” kata Terkelin yang saat itu didampingi Kapolres Karo AKBP Yustinus Setyo, Asisten Ekonomi Pembangunan Kabupaten Karo Dapat Kita Sinulingga, Kabag Kesbang Tetap Ginting, Kabag Otda Robinson Brahmana, BNNK Karo diwakili Kompol R.Ginting, dan Kasat Narkoba Polres Karo AKP Hendri Tobing.

Lebih lanjut dikatakan Terkelin, dampak dari peredaran narkoba telah masuk dalam lini mengancam hilangnya generasi muda berkualitas semakin nyata. “Untuk itu, Pemkab Karo  mempunyai komitmen terhadap upaya-upaya pencegahan, pemberantasan dan penanggulangan serta peredaran gelap narkoba,” pungkasnya.
Sementara Kapolres Karo AKBP Yustinus Setyi mengatakan, selama ini jajarannya terus menekan peredaran narkoba lewat penegakan  hukum  dan sosialisasi secara kontiniu. Namun, bukan pihak Polri saja yang berperan tetapi seluruh komponen masyarakat harus bertanggung jawab serta bekerjasama melawan dan mengawasinya. “Untuk itu kita semua harus waspada dan meningkatkan kewaspadaan atas kesadaran bersama terhadap bahaya narkotika,” terangnya.

Di sisi lain, Anggota Komisi A DPRD Sumut, Partogi Sirait mendukung permintaan Bupati Karo agar dibangun fasilitas rehabilitasi narkoba yang setingkat balai besar rehabilitasi BNN yang berada di Bogor. “Saya meminta Pemprov terutama gubernur dan wagub agar tidak tutup telinga atas permintaan Bupati Karo ini agar segera membangun fasilitas rehabilitasi pemakai narkoba dengan anggaran Pemprov,” ungkap Partogi Sirait.

Apalagi lahannya sudah tersedia yaitu lahan milik Pemprovsu yang berada di karo, dan saat ini lahan tersebut sudah tidak tepakai lagi. “Saya minta tahun depan Pemprov dapat menganggarkan dan merealisasi kan anggarannya untuk fasilitas tersebut, dan saya yakin Pemkab Karo memiliki sumber daya manusia yang optimal dan sangat potensial,” terang politisi PDI Perjuangan itu.

Menurut Partogi, kebutuhan fasilitas rehabilitasi sudah sangat mendesak, pasalnya pasien rehabilitasi yang merupakan warga Karo harus direhabilitasi di luar Sumut yang mengakibatkan pasien dan keluarga pasien mengeluarkan biaya yang begitu besar. “Apabila di buat di Sumut, maka pasien akan mendapat tindakan dengan cepat untuk pertolongan kepada para pengguna narkoba yang siap di rehabilitasi. Saya mengharapkan kehadiran pemprov di dalam situasi yang urgent ini, dan segera membangun fasilitas rehabilitasi setingkat balai besar rehabilitasi BNN yang berada di Bogor,” pungkasnya. (adz)

Masa Pandemik, Bank Sumut Hanya Alami Penurunan Laba 5,5 Persen

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Pimpinan Pemasaran Konsumen Bank Sumut Kantor Pusat, Ramadhan Muda Siregar mengatakan dampak dimasa pandemik Covid 19 ini Bank Sumut hanya mengalami penurunan posisi pencapaian laba 5,5 persen.

Sematkan Kartu : Kepala Pimpinan Pemasaran Konsumen Bank Sumut Kantor Pusat, Ramadhan Muda Siregar saat menyematkan kartu peserta kepada salah satu wartawan yang mengikuti ujian calon anggota muda dan anggota biasa, di Kantor PWI Sumut, Medan.

” Syukur alhamdulillah hanya mengalami dari posisi pencapaian laba cuma minus 5% dari tahun 2009 dan tahun 2020 dibandingkan dengan kondisi rata-rata secara nasional, katanya, Sabtu (3/4) dikantor PWI Sumut, Medan.

Menurut Ramadhan, kondisi penurunan itu tercatat hanya di tahun 2019 dari catatan penundaan kredit macet yang berada 4,36 persen. Dan mengalami perbaikan ditahun 2020 menjadi 3,54 persen.

” Artinya ada perbaikan 0,83 persen dibandingkan tahun 2019,” jelasnya.

Dikatakan Ramadhan lagi, dengan kondisi pandemic di tahun 2020 bisa disurvei tumbuh dari 31,7 triliun menjadi 33,5. ” Jadi kita hanya mengalami penurunan di kondisinya di pemberian kredit 2019 kita berikan sebesar 23,7 triliun 2020 kita 23,6 – 0,38%. Dan ini kondisi memang seluruh warnanya Bank Sumut seluruh bank secara nasional juga agak sedikit dalam pembelian partai di tahun 2020 dikarenakan adanya pandemic Civd 19.

Menurut Ramadhan, hal itu dikarenakan tahun ujian bagi seluruh perbankan karena relaksasi yang diberikan kepada debitur tersebut berakhir 2020 kemarin. Sedangkan, tahun 2021 ini adalah ujian bagi seluruh perbankan. ” Kenapa karena relaksasi ataupun penundaan yang diberikan kepada debitur berakhir di Desember 2020 ini,” katanya.

Lebih lanjut, Ramadhan menyampaikan, bagaimana perbankan nasional maupun Bank Sumut mengantisipasi untuk bisa survive di tahun 2020 ke tahun 2021dari sachet harus tumbuh menjadi 34,8 triliun laba.

” kita harus mencapai Rp 530 miliar,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk tahun 2021 kreativitas Bank Sumut sekarang menjadi digitalisasi. ” Jadi semua perbankan dan Bank Sumut sendiri juga di tahun 2020 dan 2021 ini membuat strategi produk-produk digitalisasi.

” Jadi untuk memenuhi kebutuhan para nasabah maupun secara perorangan maupun secara favorit untuk corporate kita lakukan pengembangan CMS kasda kita juga dilakukan untuk pemerintahan untuk pembayaran pajak mobil pajak kendaraan kita lakukan semua jadi elektronik, dan sekarang kita juga lagi proses pengembangan mudah-mudahan insya Allah sebelum pertengahan tahun ini 2021 kartu ATM kita sudah berfungsi juga sebagai debit. Artinya kita dalam pembayaran pada suatu pembelian produk sudah kita bisa melakukan gesek ke mesin merchandisenya dan juga kita juga melakukan beberapa foto prewedding dengan perbankan perbankan lainnya,” ungkapnya.des

Peran Bank Sumut Dalam Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi, Komitmen Intensifkan Penyaluran Kredit Bagi Pelaku Usaha..

MEDAN, SUMUT POS.CO – PT Bank Sumut berkomitmen untuk ikut berperan dalam memulihkan ekonomi pada masa pandemi di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Sebagai langkah nyata, Bank Sumut akan meingintensifkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) kepada masyarakat, khususnya kepada para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Sumatera Utara.

Hal itu dilakukan, agar Bank Sumut dapat membantu bangkitnya pertumbuhan ekonomi, mengingat dampak pandemi yang sangat memukul perekonomian seluruh pihak.

Hal itu diungkapkan Ramadhan Muda Siregar ST, selaku Kepala Pimpinan Pemasaran Konsumer Kantor Pusat PT Bank Sumut pada kegiatan Ujian Anggota Muda dan Anggota Biasa PWI Sumut, di Gedung PWI Parada Harahap, Jalan Adi Negoro No.4 Medan, Sabtu (3/4).

“Selain kepada pelaku usaha kecil dengan jenis KUR, Bank Sumut juga masih akan memberikan kredit dalam bentuk lainnya kepada coorporate (koorporasi). Bank Sumut berkeinginan, semua pelaku usaha dapat tumbuh bersama di tahun 2021 ini,” ucap Ramadhan.

Pria kelahiran 26 Agustus 1977 yang pernah menjabat sebagai Pimpinan Cabang Bank Sumut, Kantor Cabang Diski dan Kantor Cabang Pasar Tavip Binjai ini menuturkan, Bank Sumut telah memainkan perannya tersebut dalam memulihkan perekonomian di Tahun 2020.

Misalnya saja, di tahun 2020, Bank Sumut telah memberikan berbagai keringanan kepada para debiturnya, salah satunya berupa relaksasi penundaan pembayaran angsuran kepada para debitur.

“Alhamdulillah, relaksasi itu sangat membantu para debitur kita dalam mempertahankan dan menjalankan roda perekonomiannya. Apalagi kita tahu, ada beberapa sektor yang paling berdampak, salah satunya sektor pariwisata,” ujarnya.

Ramadhan mengakui, akibat pandemi Covid-19 di tahun 2020, Bank Sumut mengalami berbagai penurunan pendapatan bila dibandingkan tahun 2019. Dirincikannya, pada tahun 2019 yang lalu, dari sisi aset Bank Sumut memperoleh Rp31,7 Triliun. Selain itu, Bank Sumut juga memperoleh keuntungan atau laba sebesar Rp546 Miliar.

“Tapi di tahun 2020 ini, kita mengalami penurunan. Misalnya saja seperti laba, kita hanya mencapai Rp515 Miliar atau turun sekitar 5,5 persen. Tapi dibandingkan perbankan nasional, Bank Sumut masih jauh lebih baik,” katanya.

Di tahun ini, lanjutnya, Bank Sumut telah mendapatkan dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) sebesar Rp1 Triliun dari pemerintah pusat. Bank Sumut berjanji akan membagikan dana kredit tersebut kepada masyarakat, baik mikro, menengah, maupun koorporasi, agar usaha-usaha bisa aktif kembali.

“Tapi kami juga akan lebih selektif dalam menyalurkannya, mengingat Bank Sumut juga memiliki target untuk menurunkan angka kredit macet menjadi 2,99 persen dari tahun sebelumnya (2020) sebesar 3,54 persen,” lanjutnya.

Untuk target lainnya, ungkapnya Ramadhan, Bank Sumut ingin mencapai Laba di tahun 2021 sebesar Rp530 Miliar dengan nilai aset yang tumbuh mencapai Rp34,8 Triliun.

“Terakhir, di masa pandemi ini, kami juga menyarankan para nasabah untuk tidak datang ke kantor guna menghindari kerumunan. Sebagai keseriusan kami mencegah penyebaran Covid-19, kami juga telah membuat produk-produk pembayaran degan berbasis scan barcode seperti QRIS,” pungkasnya.

(Markus Pasaribu)

Bank Sumut Target Laba Rp 530 Miliar di Tahun 2021

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Sumut telah menargetkan laba atau keuntungan sebesar Rp 530 miliar di tahun 2021. Pencapaian itu dilakukan untuk pemulihan ekonomi selama pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia khususnya Sumatera Utara. 

Demikianlah dikatatakan Kepala Pimpinan Pemasaran Konsumen Bank Sumut, Ramadha Muda Siregar saat memberikan pemaparan di acara ujian anggota muda dan anggota biasa di Balai Wartawan Parada Harahap PWI – Sumut, Jalan Adinegoro, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (3/4).

Dijelaskannya, untuk pencapaian kenaikan laba, Bank Sumut membangun program di semua lini. Misalnya, mempermudah pemberian kredit kepada debitur usaha produkti, agar bisa sukses kembali. Selain itu, Bank Sumut melalukan efesiensi secara ketat selama pandemi. Artinya semua pengeluaran secara rinci dibatasi.

“Dari sisi luar kita lalukan perkeditan, tapi di sisi dalam dilakukan efesiensi. Dua strategi ini kita lakukan untuk mencapai laba di angka Rp 530 miliar,” jelas Ramadhan.

Target lain, lanjut pria kelahiran 26 Agustus 1977 ini, Bank Sumut juga melakukan pencapaian aset Rp 34,3 triliun di tahun 2021,  dengan perbandingan Rp 33,5 trilun di tahun 2020. Pencapaian ini ada kenaikan yang akan kita target sebesar 1,3 persen.

Selain itu, untuk kredit pencapaian Rp 25,1 triliun di tahun 2021 dibandingkan dengan terget di tahun 2020 sebesar Rp 23,6 triliun. Jadi target kredit di tahun 2021 ada kenaikan Rp 1,3 triliun.

“Kita optimis pencapaian target ini akan tercapai sampai Desember tahun 2021. Sampai bulan Maret kita masih lalukan peningkatan program. Seperti pelayanan konsumen lebih banyak, sedangkan untuk produktif kita masih selektif. Program prioritas KUR karena bunganya sangat murah,” pungkasnya kepada peserta ujin PWI.

Ramadhan juga mengatakan, dalam pemulihan ekonomi selama pandemi, Bank Sumut telah melakukan relaksasi atau penundaan yang diberikan kepada debitur terakhir Desember 2020. Hal itu disebabkan perbankkan secara nasional maupun mengalami penurunan. Meskipun demikian, Bank Sumut berupaya memberikan pelayanan secara maksimal guna mencapai target dalam meningkatkan perekonomian.

“Kita saat ini sudah menjalankan program secara online, misalnya Mobile Banking dan kartu kredit. Jadi untuk memenuhi kebutuhan para nasabah maupun secara perorangan maupun secara favorit dapat dilakukan secara online,” terang alumni Tekhni USU ini.

Bank Sumut juga, lanjut Ramadhan, saat sedang menjalankan program ‘Sapa Pasar’ yang di mana, program itu sudah dilakukan di Pusat Pasar dan Pasar Petisah dengan membuka stand jualan sebanyak 364 lapak pedagang 

“Langkah ini juga sebagai bentuk program kita mencapai target laba di tahun 2021. Mari kita doakan, semua program ini dapat berjalan baik. Sehingga Bank Sumut mampu meningkatkan perekonomian di masa pandemi Covid-19,” tutup Ramadhan.

Sebelumnya, Ketua PWI Sumut, Hermansjah mengapresiasi sebanyak 76 peserta calon anggota muda dan 38 calon anggota biasa ikut dalam ujian yang dilaksanakan PWI Sumut. Harapannnya, kepada peserta yang ikut ujian dapat lebih kritis dan berkompeten dalam dunia kewartawanan.

“Ujian ini merupakan perintah dari UU Pers No 40 Tahun 1999, jadi wartawan wajib masuk organisasi wartawan. Kita sebagai wartawan harus jadi corong masyarakat dalam mengkritik pemerintah,” pesannya. (fac)

Kinerja Berbasis ESG, BRI Raih Berbagai Penghargaan di Sepanjang 2020

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Implementasi keuangan berkelanjutan berbasiskan nilai-nilai lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environment, Social, and Governance/ESG) terus dilakukan BRI dalam menjalankan roda bisnisnya. Konsistensi BRI menerapkan nilai-nilai ESG mendapat buah positif dengan diraihnya sejumlah penghargaan oleh perusahaan sepanjang tahun lalu.

BRI berperan aktif dalam mewujudkan bisnis yang berkelanjutan dengan mengintegrasikan aspek ESG ke dalam aspek ekonomi yang terus meningkat seiring dengan perkembangan waktu. Hal ini sesuai dengan komitmen BRI dalam mengimplementasikan strategi keberlanjutan yang sejalan dengan implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 51/POJK.03/2017 tentang Implementasi Keuangan Berkelanjutan pada Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik.

Di tengah situasi pandemi dan sebagai upaya mendukung pemangku kepentingan mewujudkan keberlanjutan, BRI melaksanakan aktivitas bank dengan berfokus pada pemulihan UMKM sebagai salah satu sektor yang paling terdampak. BRI berupaya mempercepat pemulihan ekonomi dengan menyalurkan kredit dan restrukturisasi kredit yang menyasar segmen UMKM.

Sejalan dengan visi dan misi perusahan terhadap dukungan kepada keuangan berkelanjutan, BRI menjalankan kegiatan operasional berprinsip ESG, serta mengimplementasikan program-program Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan. BRI berkomitmen untuk berjuang bersama UMKM dengan inovasi pada ekosistem pasar serta ekosistem digital.

Mengutip Sustainability Report BRI 2020, terhitung terdapat 17 penghargaan bergengsi dari dalam dan luar negeri yang diraih BRI sepanjang 2020 karena dinilai berhasil menjaga komitmen penerapan kerja berbasis prinsip ESG. Belasan penghargaan ini juga diterima BRI karena perusahaan mampu menjalani perannya sebagai lembaga keuangan untuk membentuk ekosistem keuangan berkelanjutan bagi masyarakat.

Beberapa apresiasi yang diterima BRI sepanjang tahun lalu terkait penerapan nilai-nilai ESG adalah penghargaan sebagai Best Issuer for Sustainable Finance dan Best Sustainability Bond dari The Asset Hongkong. Ada pula penghargaan Indonesia Digital Innovation Brand 2020 dari Warta Ekonomi, serta Innovative Company For Embracing Stratup Collaboration For Digital Ecosystem dari Digital Innovation Award 2020.

BRI juga masuk daftar Top 1000 World Banks: BRI ranked 1st in Indonesia rilisan The Banker. Tak hanya itu, perusahaan mendapat penghargaan sebagai BUMN Dengan Penerapan GCG Terbaik dari BUMN Track, dan Keterbukaan ESG Emiten Sektor Perbankan Terbaik serta Keterbukaan ESG Bank Kategori Buku IV Terbaik dari Beritasatu.

Pada penghujung tahun lalu, BRI kembali mendapat penghargaan sebagai Bank Pendukung UMKM Terbaik (Bank BUKU 3 & 4) dan Bank Pengelola Kas Titipan Terbaik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) dari Bank Indonesia, serta masuk dalam daftar Forbes Best of The Best 50 High Performing Public Listed Company yang diterbitkan Forbes Indonesia.

“Di masa mendatang kondisi perekonomian diprediksi akan semakin dinamis, untuk itu BRI memperkuat landasan kinerja perusahaan dengan melaksanakan prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan. Sebagai salah satu ‘First Mover on Sustainable Finance’, BRI telah mengimplementasikan secara bertahap strategi keberlanjutan yang diharapkan dapat berdampak positif dalam mendorong percepatan implementasi keuangan berkelanjutan di Indonesia dan BRI akan fokus mewujudkan solusi keuangan yang terintegrasi kepada masyarakat.” ujar Direktur Utama BRI Sunarso.

Tak Akomodir Simbol Melayu, DPP Formad Minta Operasional Trans Metro Deli Dihentikan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keberadaan Trans Metro Deli di Kota Medan menuai protes.  DPP Forum Masyarakat Adat Deli (Formad) menilai, layanan Buy The Service (BTS) Teman Bus tersebut tak menghargai keberadaan masyarakat Melayu di Kota Medan.

DPP Formad menilai, beroperasinya Trans Metro Deli tidak didahului dengan studi komprehensif, termasuk diabaikannya faktor sosial budaya yang ditandai dengan motif gorga Batak yang dibuat pada seluruh badan luar bus tersebut sebagai branding visualnya. “Medan adalah negeri Deli yang jelas-jelas sebagai pusat peradaban Melayu di Sumatera Utara dan Sultan Deli sebagai pendiri Kota Medan berbasis infrastruktur kota, diabaikan eksistensinya dalam proyek ini. Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Tidak ada satu pun tanda-tanda Melayu Deli bisa dilihat pada Trans Metro Deli,” kata Ketua Umum DPP Formad, Tengku Muhammad Fauzi didampingi Sekretaris Umum OK Muhammad Mukhlis dan Bendahara umum OK Ardiansyah melalui pernyataan sikap tertulisnya yang diterima Sumut Pos, Jumat (2/3/2021).

Menurut Tengku Muhammad Fauzi, mereka sebagai puak Melayu Deli merasa tersakiti bila Kementerian Perhubungan terus melanjutkan operasional Trans Metro Deli di Tanah Deli. “Karena di depan mata kami terus berseliweran simbolisasi yang mengkerdilkan eksistensi kami. Jika simbol-simbol Melayu Deli tidak diakomodir secara dominan di dalam branding visual Trans Metro Deli maka kami meminta kepada Kementerian Perhubungan agar operasional Trans Metro Deli dihentikan,” tegasnya.

Untuj itu, mereka meminta perhatian serius kepada lembaga terkait baik kepada Presiden RI Joko Widodo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, DPR dan DPRD, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution, agar hak-hak kearifan lokal Kota Medan sebagai tanah puak Melayu Deli dihormati dan dijamin keberlangsungannya baik secara umum maupun secara khusus terkait Trans Metro Deli.

“Kami mengajak seluruh elemen Melayu Deli baik akademisi, tokoh masyarakat, pejabat publik, ormas, dan masyarakat umum untuk bersama-sama ikut menyuarakan bahwa symbol-simbol eksistensi budaya lokal terkhusus Melayu Deli untuk dihormati dan diakomodir dalam wajah Kota Medan Tanah Deli,” ujarnya.

Forum Masyarakat Adat Deli, kata Tengku M Fauzi, bersedia memfasilitasi Kementerian Perhubungan terkait Trans Metro Deli dalam hal pendalaman kajian budaya, sejarah dan simbol-simbol Melayu Deli di Medan Tanah Deli. “Jika tidak ada sambutan positif  atas pernyataan sikap dan permintaan kami terkait Trans Metro Deli di ruang tertutup dan operasional Trans Metro Deli terus berlanjut, maka kami akan menggalang massa besar untuk turun menyampaikan aspirasi di ruang terbuka,” tandasnya. (adz)

Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Masyarakat harus peka terhadap lingkungan sekitar masing-masing untuk mencegah terorisme. Sebab, masyarakat lah yang paling mengetahui kondisi di lingkungan.

“Pencegahan yang utama jika dilakukan oleh masyarakat. Tidak mungkin hanya menyerahkan kepada aparat keamanan, karena sasarannya adalah masyarakat dan terjadi di lingkungan masyarakat,”  kata pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta kepada wartawan, Jumat (2/4/2021).

Namun, kata Stanislaus, pencegahan bukan berarti terlibat dalam aksi penindakan. Masyarakat perlu dibekali dengan kemampuan untuk deteksi dini dan ketahanan ideologi.

“Sehingga ketika ada paparan atau doktrinasi paham radikal masyarakat tidak terpengaruh. Sekaligus bisa berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Sedangkan langkah yang bisa dilakukan saat ini, menurut dia, pemerintah bersama-sama dengan tokoh agama secara kompak menyatakan bahwa paham radikal yang membenarkan terorisme adalah salah. Radikalisme bukan ajaran agama dan melanggar hukum.

Setelah sepakat radikalisme dan terorisme adalah musuh bersama, maka masyarakat dibekali dengan kemampuan untuk deteksi dini paham radikalisme dan terorisme. “Sehingga menjadi peka jika ada anggota keluarga atau masyarakat sekitar yang mempunyai ideologi tersebut,” katanya.

Menurut dia, konflik sosial bisa dihindari jika memang pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat sudah sepakat bahwa ajaran radikalisme terorisme bertentangan dengan agama.

“Jika ini terus digaungkan maka masyarakat akan paham dan sadar dan tidak akan mengikuti dan mendukung kelompok tersebut,” imbuhnya.

Stanislaus mengistilahkan masyarakat perlu membangun radar sosial. “Untuk memastikan keluarga dan lingkungannya tidak terpapar paham radikal yang mengarah pada terorisme,” pungkasnya.

Densus 88 Polri menangkap cukup banyak terduga teroris di beberapa daerah. Terduga teroris diketahui tinggal di kawasan pemukiman. Masyarakat sering tidak mengetahui ternyata tetangganya diduga terkait aksi terorisme.(bbs/adz)

Otarose Mencari Bakat Penyanyi Karo

SAMPAIKAN : Dewan Juri Otarose Mencari Bakat, Jenda Bangun, didampingi Pinta Bangun, dan Kader Ginting, menyampaikan peraturan kepada peserta. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Organisasi Pencipta Lagu Karo se-Indonesia (Otarose) melaksanakan Karo Festival Vokal Solo 2021. Babak seleksi diadakan di Velantine Café Jalan Ngumban Surbakti, Jumat (2/4).

Perwakilan panitia acara, Wibawa Bangun, menyebutkan acara ini bernama “Otarose Mencari Bakat.” Peserta yang akan bersaing menjadi yang terbaik setelah lulus seleksi di beberapa kabupaten/kota daerah di Sumatera Utara, sekitar 60 orang.

“Panitia sudah melaksanakan babak seleksi Jumat dan dilanjutkan Sabtu,” ujar Wibawa Bangun didampingi Ketua DPW Otarose Sumatera Utara, Jujuren Sinulingga.

Pantauan di lapangan, sejumlah calon peserta tengah diundang panitia memasuki ruangan seleksi yang dipercayakan dewan juri kepada Jenda Bangun, Kader Ginting, dan Pinta Bangun.

Menurut Pinta Bangun, kualitas peserta seleksi cukup lumayan dari segi kualitas. “ Namun melalui festival ini kita harapkan ada edukasi dan menghasilkan penyanyi yang baik dan berkualitas,” ujarnya.

Dijadwalkan, selesai seleksi peserta yang lolos akan memasuki audisi dan direncanakan babak final 10 April 2021. Hasil akhir festival akan terpilih juara yang bakal dikontrak memasuki dapur rekaman. (dek)