27 C
Medan
Tuesday, April 14, 2026
Home Blog Page 3641

Silaturahim dengan Insan Pers: Gubsu Curhat Susahnya Bangun Sport Centre

REPLIKA: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi saat melihat replika lokasi pembangunan Deli Sport Center, baru-baru ini.
REPLIKA: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi saat melihat replika lokasi pembangunan Deli Sport Center, baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut mengharapkan dukungan penuh pemerintah pusat untuk pembangunan kawasan pusat olahraga atau Sport Centre yang kini bernama Deli Sport City di Desa Sena Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang.

REPLIKA: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi saat melihat replika lokasi pembangunan Deli Sport Center, baru-baru ini.
REPLIKA: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi saat melihat replika lokasi pembangunan Deli Sport Center, baru-baru ini.

Pasalnya, lahan seluas sekitar 300 hektare tersebut hingga kini belum bisa dilakukan pembangunan apapun. Terlebih, Pemprov Sumut sudah melakukan pembayaran atas lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) pada kawasan itu ke Kementerian Keuangan.

“Saya langsung menghadap Pak Presiden untuk Sport Centre ini. Di situ ada Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, ada Kapolri dan TNI. Saya sampaikan bahwa ini penting bagi Sumut. Saya kepingin Sumut yang kita cintai ini maju. Tapi sekarang tak bisa dibangun apapun di situ. Apa kita mau atlet kita main di Stadion Teladan untuk PON 2024?” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menggelar silaturahim bersama insan pers di lingkup Pemprov Sumut, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Selasa (2/3).

Edy mengungkapkan, dalam rapat di Istana Negara Jakarta ihwal rencana pembangunan Deli Sport City beberapa waktu lalu tersebut, turut mempertanyakan kenapa lahan yang dikuasi negara mesti dibayarkan juga oleh negara melalui pemerintah provinsi.

“Lantas menteri keuangan bilang, ‘oh tidak bisa karena aturannya begini begitu’. Oke saya bayar lahan eks HGU itu. Tapi kenapa setelah itu pemprov dilaporkan ke pengadilan. Jadi apa yang mau kita buat untuk Sumut ini. Kenapa susah sekali kita mau buat Sumut ini maju. Lama-lama hancurlah Sumut kalau begini,” katanya.

Karenanya Gubsu meminta peran pers dan media untuk mendorong segala pembangunan di Sumut terutama kawasan Deli Sport City, supaya terjadi percepatan implementasi atas rencana program dimaksud. “Bantu saya, bantu pemprov ini kawan. Kalau pendapatan daerah ini semakin baik, akan baik juga kesejahteraan rakyat kita. Jangan yang jelek-jeleknya aja kalian tulis tentang aku. Ingatkan aku kalau salah, luruskan. Itu fungsi kalian. Aku selalu terbuka sama kalian, sejauh informasi itu memang perlu dibuka. Investor itu sudah kena pajak tiap bulan. Jika ini berlarut pada lari mereka semua besok. Hancurlah Sumut ini,” terang mantan Pangkostrad tersebut,” ujar Gubsu..

Curahan hati alias curhat Gubsu Edy soal hal serupa ini, pernah ia ungkapkan juga dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah di Sumut yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, awal Desember 2020.

Bahkan saat itu, kata dia, pihaknya diwajibkan membayar ganti rugi atas tanaman dan bangunan yang berada di atas lahan tersebut untuk kepentingan legal opinion. “Selesai legal opinion, tak serta merta selesai. Masih proses sana sini sampai Dirkrimsus (Polda Sumut) turun tangan menanganinya,” ujar Gubsu.

Permasalahan kembali muncul saat pihaknya akan memasukkan material untuk pembangunan Deli Sport City melalui ruas jalan di kawasan tersebut. Edy mendapat laporan, masih ada sekelompok masyarakat yang coba-coba melakukan pungutan liar agar truk yang membawa material bangunan bisa melintas menuju lahan proyek.

“Kalau begini, bagaimana investor yang ingin tanamkan modal di Sumut. Jadi sulit menggeliat pendapatan di Sumut di luar sektor pajak,” tegasnya.

Edy juga meminta seluruh elemen masyarakat bersatu, bergandengan tangan demi kelancaran proses pembangunan pusat olahraga di Sumut. Sehingga Sumut nantinya bisa menjadi tuan rumah yang baik bersama Provinsi Aceh dalam pagelaran PON 2024.

“Media massa tolong sampaikan kepada rakyat kita, mari kita bersatu padu mewujudkan pembangunan untuk Sumut yang kita cintai ini. Tanpa dukungan masyarakat dan media, tidak akan mungkin Sumut ini akan maju. Saya mau Sumut ini bersaing dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand. Bukan dengan Surabaya dan Jakarta. Sebab secara demografi dan geografis, Sumut ini kan dekat dengan Singapura dan Malaysia,” katanya.

Secara spesifik Edy juga berpesan, kiranya kalangan pemuda di Sumut untuk kembali ke lingkungan masjid dan gereja. “Jadilah pemuda masjid dan pemuda gereja. Karena gak akan mungkin pendeta mengajarkan pemuda itu untuk narkoba dan hal negatif. Begitupun pemuda masjid, takkan mungkin ustadz mengajarkan keburukan,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Sumut, Sakhrudin Daulay mengungkapkan meski tak terdampak pandemi Covid-19, rencana pembangunan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) berjalan stagnan di awal tahun ini.

Ia mengakui, belum ada progres signifikan atas pembangunan proyek prestisius tersebut hingga kini di lapangan. “Mudah-mudahan tak terdampak (pandemi). Namun belum ada progres,” katanya. (prn/ila)

Silaturahim ke Redaksi Harian Sumut Pos, PKS Sumut Sosialisasi Program Sekolah Cinta Indonesia

BERKUNJUNG:Ketua DPW PKS Sumut Usman Jakfar bersama pengurus partai PKS, foto bersama saat berkunjung ke Kantor Sumut Pos.triadi/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara terus melakukan silaturahim ke berbagai institusi dan instansi. Kantor Redaksi Harian Sumut Pos di Jalan Sisingamangaraja Km 8,5 No.134, Medan, Selasa (2/3) sore, menjadi silaturahim terkini partai berlandaskan Islam tersebut. 

BERKUNJUNG:Ketua DPW PKS Sumut Usman Jakfar bersama pengurus partai PKS, foto bersama saat berkunjung ke Kantor Sumut Pos.triadi/sumutpos.

 Kedatangan Ketua DPW PKS Sumut, Usman Jakfar sebagai pemimpin rombongan, disambut hangat Manajer Infotorial/Advertorial Asih Astuti, Wakil Pemimpin Redaksi Laila Azizah, Redaktur Pelaksana Ade Zulfi, serta sejumlah staf redaksi. 

Mengawali silaturahim, Usman Jakfar menuturkan maksud dan tujuan kunjungan pihaknya ke salah satu koran dengan jaringan terbesar se-nusantara di bawah payung Jawa Pos National Network (JPNN) tersebut.  “Yang pertama kami ingin memperkenalkan pengurus baru di DPW PKS Sumut (periode 2020-2025) sekarang,” katanya. 

Peran media massa, kata dia, sangat penting dalam membantu pihaknya menyosialisasikan pendidikan politik kepada masyarakat. Terkhusus kepada Sumut Pos, diakui dia, sejauh ini sangat berperan melalui pemberitaan membantu tugas dan tanggungjawab mereka sebagai partai politik berlandaskan Islam. 

“Terima kasih kepada Sumut Pos atas pemberitaan tentang PKS selama ini. Baik kegiatan kami di struktur (partai) maupun wakil rakyat kami di DPRD. Semoga silaturahim kita hari ini semakin meningkatkan hubungan baik yang sudah terjalin,” katanya. 

Turut hadir Sekretaris Umum DPW PKS Sumut, Misno Adi Syahputra, Ketua dan Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW), Salman Alfarisi dan Cecep Wiwaha, Ketua dan Sekretaris Dewan Syariat Wilayah (DSW), H Hariyanto dan Nur Azizah Tambunan, dan Kabid Humas Syaiful Ramadhan beserta sejumlah staf humas. 

Pendidikan Politik

 Pada kesempatan itu, PKS Sumut menyampaikan program unggulan yang tengah dilakukan yakni ‘Sekolah Cinta Indonesia’. Tujuannya untuk merekrut sebanyak-banyaknya kader untuk bergabung dan membesarkan PKS. 

“Dengan semakin banyak masyarakat bergabung dengan PKS, Insyaallah akan membuat PKS sendiri semakin besar. Paling terpenting, dari program ini kami ingin lahir calon-calon pemimpin daerah masa depan yang Rahmatan Lil’alamin, sebagaimana tagline PKS sekarang,” kata Salman Alfarisi. 

Kemudian aspek lainnya, sebut dia, dapat memberi edukasi politik kepada masyarakat. Bagaimana berpolitik secara santun, cerdas, dan sehat. “Hal ini sesuai AD/ART PKS, bahwa PKS hadir untuk mengedukasi masyarakat berpolitik dengan cerdas,” terang mantan anggota DPRD Medan dan DPRD Sumut itu.

“Selain itu ada juga namanya kaderisasi dan pembinaan yang kami lakukan dalam program itu. Terkhusus menjadi kader PKS, ada yang namanya ‘Anggota Siaga’ dan ‘Anggota Pemula’. Untuk anggota siaga, siapa saja boleh gabung. Karenanya kita butuh kerjasama dengan Sumut Pos untuk menyampaikan ini kepada masyarakat, apalagi Sumut Pos bagi PKS sudah seperti anak kandung,” sambung dia seraya tersenyum. 

 Sejalan dengan itu, DSW PKS Sumut juga punya program kerja membentuk pemimpin religius di mana hal ini tengah gencar dilakukan. Lalu mengadakan webinar dengan topik ketahanan keluarga atau rumah tangga yang sakinah, mawadah, warrahma. 

“Sumut bermartabat takkan mungkin terwujud tanpa ketahanan keluarga yang bermartabat juga. Hal-hal semacam ini akan terus menjadi konsern PKS, terutama dalam membantu program pembangunan Pemprovsu “ kata Hariyanto. 

Manajer Infotorial/Advetorial Sumut Pos, Asih Astuti sebelumnya mengucapkan terimakasih atas kunjungan segenap pengurus PKS Sumut. Pihaknya berharap kerja sama yang sudah terjalin baik selama ini, dapat lebih ditingkatkan lagi. 

“Sumut Pos tentu siap menjadi media partner PKS Sumut dalam membantu seluruh kegiatan untuk disosialisasikan kepada masyarakat luas. Kami berharap kerjasama kita ke depan bisa lebih intens lagi, sebagaimana yang telah terjalin sampai sekarang,” katanya. 

Silaturahmi ditutup dengan pemberian cenderamata dari pengurus PKS Sumut kepada redaksi Sumut Pos yang diwakili Asih Astuti. (prn/ila) 

Gara-gara Puntung Rokok, 5 Kali Kebakaran

ilustrasi-kebakaran

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peristiwa kebakaran akibat puntung rokok yang dibuang secara sembarangan, setidaknya telah terjadi sebanyak 5 kali sejak bulan Februari yang lalu.

ilustrasi-kebakaran

“Seperti pada bulan Februari lalu, ada kejadian yang terbakar lalang (rumput kering) atau tumpukan sampah, ada 5 kejadian dan bahkan dalam satu hari ada 2 kejadian. Kita berharap masyarakat jangan membuang puntung rokok ke lalang, semak atau apapun yang kering dan mudah terbakar,” ungkap Kepala Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan, Albon Sidauruk kepada Sumut Pos, Selasa (2/3).

Sebab, lanjutnya, memasuki musim kemarau saat ini, suhu udara yang kering dan hangat, meningkatkan terjadinya potensi kebakaran, khususnya kebakaran yang terjadi di luar ruangan.”Musim kemarau saat ini rentan sekali dengan kebakaran, karena cuaca panas sangat rentan terjadi kebakaran. Walaupun memang lebih kepada outdoor, bukan indoor,” ucap Albon.

Albon menyebutkan, cuaca panas saat ini sangat dirasakan oleh masyarakat Kota Medan dan sekitarnya, termasuk perbatasan Deliserdang. Sedangkan wilayah tersebut, merupakan wilayah kerja Dinas P2K Kota Medan.

Sehingga, Dinas P2K juga sedang menyosialisasikan pentingnya menjaga kedisiplinan diri dalam cuaca kemarau seperti saat ini. Misalnya saja seperti membuang puntung rokok pada tempatnya, bukan membuang secara sembarangan yang berpotensi dalam menimbulkan kebakaran.

Diterangkan Albon, kondisi itu juga telah disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dalam rapat bersama pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi. “Dalam arahannya, walau penanganan Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) sebenarnya bukan tanggungjawab pemerintah Kabupaten/Kota, melainkan provinsi ataupun pemerintah pusat, tapi jika ada kebakaran lalang, Pemerintah Kota juga tetap berkewajiban untuk melakukan pemadaman,” ujarnya.

Albon pun berharap, agar masyarakat dapat saling menjaga lingkungannya, termasuk kondisi yang berpotensi dalam menyebabkan kebakaran di rumah masing-masing.

Sebelumnya, Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan, jika Pemko Medan akan meningkatkan fungsi pencegahan kebakaran di Dinas P2K Kota Medan. Sebab, Dinas P2K Kota Medan tidak hanya bertugas untuk melakukan pemadaman, tetapi juga memiliki fungsi pencegahan. “Tadi juga instruksi dari bapak Mendagri. Karena sekarang (Dinas) pemadam tugasnya bukan cuma memadamkan api, tapi juga mencegah (kebakaran),” katanya.

Selain itu, Dinas P2K Kota Medan juga akan menambah 3 UPT nya di tahun 2021 ini. Hal itu dilakukan, agar Dinas P2K dapat mengejar target Respon Time maksimal 15 menit untuk hadir di lokasi kebakaran sejak masuknya laporan peristiwa kebakaran. Bila penambahakan 3 UPT tersebut jadi terlaksana di tahun ini, maka Kota Medan akan memiliki 7 UPT, sebab saat ini Dinas P2K Kota Medan telah memiliki 4 UPT. (map/ila)

Awas, Gejala Mata Kucing, Kenali Kanker Mata pada Anak

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Retinoblastoma atau kanker mata pada anak merupakan kanker ganas, salah satu gejalanya adalah mata kucing saat terkena sinar atau cahaya. Namun, seringkali para orangtua ataupun keluarga tidak mengenali gejalanya karena kurangnya pengetahuan.

Menurut dr Aryani A Amra SpM(K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran (FK) USU, kanker ini umumnya terjadi pada anak-anak usia di bawah 3 tahun. Pada anak usia tersebut merupakan perkembangan tahap penglihatan dimulai. “Kanker tersebut menyerang bagian saraf mata dan bisa mengakibatkan kebutaan bahkan kematian,” ungkap Aryani saat ngobrol santai bersama Prof Delfitri Munir lewat video youtube baru-baru ini.

Namun demikian, sambung Aryani, kasus kanker ini memang terjadi tidak begitu sering, hanya 1 dari 23.000 kejadian. Akan tetapi, dari beberapa kasus yang pernah ditangani di Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK USU memang cukup sering dan sangat menyedihkan.

Karenanya, para orangtua perlu mengetahui apa sebenarnya gejalanya. Namun, kanker ini dengan asupan gizi yang baik, maka akan bisa regresi. Artinya, akan bisa hilang, terserap atau pulih dan anak bisa kembali sehat melewati masa balitanya hingga tumbuh dewasa. Walaupun, ada juga kanker ini bisa diangkat dan terpaksa matanya dibuang lalu diganti dengan bola mata palsu. “Kalau dilihat secara estetik layaknya mata asli, tetapi tidak bisa melihat seperti mata normal,” ungkap dia.

Aryani menyebutkan, penyebab kanker jenis ini bisa karena faktor genetik atau keturunan dan ada juga yang tidak genetik. Namun, kasus terbanyak adalah akibat genetik. “Makanya, sangat penting sekali bagi pasangan yang akan menikah diberikan konseling. Di samping itu, para ibu hamil apalagi ada riwayat dari keluarga yang terkena kanker mata maka sangat penting dilakukan pemeriksaan,” imbaunya.

Ia melanjutkan, bagi pasangan yang akan menikah apabila memiliki riwayat keluarga terkena kanker tersebut, maka disarankan untuk melakukan konseling atau pemeriksaan. Hal ini untuk mencegah sedini mungkin menghindar dari retinoblastoma. “Di sisi lain, penyebab kanker mata ini juga dapat disebabkan oleh asupan gizi yang buruk. Namun, bagi anak dengan gizi yang baik maka dapat terhindar,” ujar Aryani.

Dijelaskannya, gejala penyakit tersebut sangat banyak, tetapi gejala paling dini adalah mata kucing. Misalnya, kalau pergi keluar malam hari dengan menggunakan kendaraan dan melintas ke jalan melihat kucing. Maka, mata kucing itu akan bersinar dari pantulan cahaya lampu kendaraan. Kondisi seperti itulah yang bisa ditemui pada anak-anak dengan gejala awal retinoblastoma.

Namun, untuk mengetahui gejala mata kucing tidak harus disinari matanya dengan cahaya dan juga di tempat gelap. Melainkan, dalam kondisi sehari-sehari saat terang atau siang hari maka matanya itu kalau melihat seperti mengkilat. “Anak-anak di usia tersebut (di bawah 3 tahun) belum mengerti apabila matanya sakit. Karena itu, peran orang tua dan keluarga sangat penting untuk mencegah sejak dini kanker mata pada anak,” terang Aryani.

Dia menuturkan, setelah mengalami gejala mata kucing selanjutnya bisa timbul gejala-gejala lain yang dapat mengikuti. Misalnya, mata anak bergoyang-goyang ke kiri dan kanan, tidak terkendali dan berulang atau dikenal nistagmus.

Kemudian, bisa juga gejalanya tiba-tiba mata anak juling, infeksi, memerah, berdarah, hingga bernanah. “Penanganan yang bisa dilakukan salah satunya dengan membuang bola mata yang terkena kanker tersebut. Asalkan, kanker itu belum menyebar ke bagian lain, masih berada di bola mata,” tuturnya.

Aryani menambahkan, apabila mata sudah membesar atau menonjol seperti tumor dan bahkan berdarah maka penanganan yang dilakukan dengan mengecilkan tumor itu. Selanjutnya, dilakukan radioterapi dan kemoterapi. “Setelah tumornya mengecil dan kalau memang tidak metastase (menyebar), dilakukan enukleasi (pengangkatan),” pungkasnya.

Sementara, Prof Delfitri Munir menuturkan, gejala yang paling dini dari kanker mata pada anak sangat gampang dideteksi oleh para orang tua maupun keluarga yakni munculnya mata kucing. Penampakan ini sebenarnya adalah leukokoria, yaitu gambaran bercak putih yang muncul saat mata terpapar sinar.

Leukokoria merupakan gambaran tidak normal, karena seharusnya mata akan memancarkan warna kemerahan saat disinari cahaya. “Leukokoria pada retinoblastoma umumnya akan diikuti oleh gejala dan tanda lain, seperti mata juling, merah, bengkak, dan ukuran satu atau kedua bola mata membesar, terasa nyeri, perubahan warna iris pada mata, hingga gangguan penglihatan,” ungkapnya.

Dikatakan Delfitri, kanker mata ini bisa berbahaya dan ganas. Jika tidak dideteksi sejak dini, maka ketika ke dokter spesialis mata bisa terlambat. “Oleh sebab itu, gejala dini dari kanker mata pada anak sangat penting diketahui orang tua ataupun keluarga sebelum terlambat ditangani,” pungkasnya. (ris/ila)

Gubsu Lantik 27 Pejabat Administrator

SALAMI: Gubsu menyalami para pejabat Administrator di lingkungan Pemprovsu, usai dilantik di Rumah Dinas Gubsu. Sumut Jalan Jenderal Sudirman 41 Medan, Selasa (2/3/2021). (Foto Dinas Kominfot Provinsi Sumut : Veri Ardian).istimewa/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melantik 27 Pejabat Administrator (Eselon III) di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Selasa (2/3).

SALAMI: Gubsu menyalami para pejabat Administrator di lingkungan Pemprovsu, usai dilantik di Rumah Dinas Gubsu. Sumut Jalan Jenderal Sudirman 41 Medan, Selasa (2/3/2021). (Foto Dinas Kominfot Provinsi Sumut : Veri Ardian).istimewa/sumu tpos.

Usai melantik dan pengambilan sumpah/janji jabatan, Gubernur Edy Rahmayadi yang hadir bersama Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah, berpesan pada seluruh Pejabat Administrator agar menjaga loyalitas dengan mengikuti instruksi dari Kepala Dinas/Biro masing-masing. Juga berpesan tentang pentingnya kerja sama dan bekerja secara tim.

  “Berkali kita melaksanakan ‘ijab kabul’ acara ini yang merupakan teken kontrak pada Tuhan dan rakyat. Bekerjalah secara baik, loyalitas dan ikuti instruksi Kepala Dinas/Biro. Selain itu saya minta juga untuk bisa kerja sama dalam bekerja,” ucap Edy Rahmayadi.

  Edy juga mengingatkan, agar para pejabat berbuat dengan benar, jujur dan iklas dalam bekerja. Persoalan ketidakmampuan karena keterbatasan ilmu, menurutnya, masih bisa dikejar dengan belajar. Namun persoalan akhlak yang tidak baik dalam bekerja, hal ini yang sulit untuk diatasi.

  Pejabat Administrator yang dilantik adalah Lisni Elysah sebagai Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Muhammad Ildrem, Rehulina Ginting sebagai Wakil Direktur Administrasi dan Umum RS Umum Haji Medan, Zuhar Elisa Sirait sebagai Wakil Direktur Penunjang Medis dan Akademik RSU Haji Medan.

  Selanjutnya Yulfadiaz sebagai Kepala UPT Pelayanan Sosial Anak, Remaja Tanjung Morawa di Dinas Sosial, Fazri Efendi Pasaribu sebagai Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Rita Mestika Hayati sebagai Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Luthfi Solihin Sirait sebagai sebagai Kabag Persidangan dan Perundang Undangan Sekwan DPRD Sumut, Efi Julianti sebagai Kabag Program dan Keuangan Sekwan DPRD Sumut.

Toman Nababan sebagai Kabid Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinas PMD, Nirmaraya sebagai Kabag Pengendalian Administrasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah di Biro Administrasi Pembangunan, Timbul Naibaho sebagai Kepala UPT Pengelolaan Tahura Bukit Barisan Tongkoh Dinas Kehutanan.

  Laila Jamilah Lubis sebagai Kabid Bina Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Priwisata, Maksum Syahri Lubis sebagai Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi BKD, Ilona Anggeriani sebagai Kabag Perencanaan dan Kepegawaian Sekda Biro Administrasi Pimpinan, Fahri Azhari sebagai Kabid Penanganan Darurat, Peralatan Logistik BPBD Sumut.

  M Mahfullah Pratama Daulay sebagai Sekretaris BPBD Sumut, Irwansyah sebagai Kabag Rumah Tangga Biro Umum, Elisabeth Simanjuntak sebagai Kabid Pembinaan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan, Maradoli sebagai Kacab Dinas Pendidikan Gunung Tua Dinas Pendidikan, Ichsanul Arifin Siregar sebagai Kacab Dinas Pendidikan Sunggal Dinas Pendidikan, M Basir S Hasibuan sebagai Kacab Dinas Pendidikan Stabat Dinas Pendidikan.

  Waozaro Hulu sebagai Kacab Dinas Pendidikan Gunungsitoli Dinas Pendidikan, Gatimbowo Lase sebagai Kacab Dinas Pendidikan Teluk Dalam Dinas Pendidikan, Ibnu Akbar sebagai Kepala UPT Taman Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Rachmat Hadi Saputra Harahap sebagai Kepala UPT Museum Negeri,

Denny Elpriansyah sebagai Kepala UPT Pelayanan Sosial Anak Dinas Sosial Kabanjahe Dinas Sosial dan Sari Utami sebagai Kepala UPT Pelayanan Sosial Wanita Tuna Susila dan Tuna Laras Dinas Sosial Brastagi Dinas Sosial. (prn/ila)

3 Rumah Hangus Dilalap Api

PADAMKAN API: Warga memandamkan api yang menghanguskan tiga rumah di Jalan Denai, Gang Rukun, Kelurahan Tegal Sari I, Medan Area, Selasa (2/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga unit rumah warga di Jalan Denai, Gang Rukun, Kelurahan Tegal Sari I, Medan Area, hangus dilalap si jago merah, Selasa (2/3), sekira pukul 10.20 WIB. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

PADAMKAN API: Warga memandamkan api yang menghanguskan tiga rumah di Jalan Denai, Gang Rukun, Kelurahan Tegal Sari I, Medan Area, Selasa (2/3).

Rumah yang sebagian besar materialnya terbuat dari triplek dan kayu tersebut, dalam sekejap ludes terbakar. Sehingga, ditaksir kerugian mencapai Rp300 juta. Diduga kebakaran itu disebabkan adanya arus listrik yang mengalami korsleting (arus pendek) dari salah satu rumah.

Kepala Kepolisian Sektorn (Kapolsek) Medan Area, Kompol Faidir mengatakan, peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 10.50 WIB. Saat itu Polsek Medan Area menerima informasi bahwa telah terjadi kebakaran. Atas informasi itu, petugas piket Polsek Medan Area langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melihat tiga unit rumah semi permanen yang terbuat dari kayu sudah ludes terbakar. Rumah yang terbakar itu adalah milik korban Yusuf Sihombing (33), Bintang Sihombing (58) dan Hendri Sakti Nasution (40).

Faidir mengungkapkan kronologisnya. Berdasarkan dari seorang saksi mata, Agustina Br Ginting (57), papar Faidir, bahwa saat itu saksi melihat api berasal dari loteng rumah Yusuf Sihombing. Melihat kobaran api di loteng rumah tetangganya yang terbuat dari kayu itu, saksi berteriak minta tolong kepada warga.

Warga yang mendengar teriakannya berhamburan keluar rumah. Namun cuaca yang terik membuat api cepat membesar dan melalap hingga ke rumah-rumah yang berada di sebelah yang juga terbuat dari kayu.

“Petugas Polsek Medan Area sedang mencari barang bukti dan mendata saksi. Kita juga menghubungi pihak Inafis.TKP langsung kita berikan police line (garis polisi). Dalam peristiwa kebakaran itu tidak ada korban jiwa,” pungkasnya. (mag-1/ila)

Korupsi Cetak Sawah di Dairi: Berkas Perkara Tiga Tersangka Sudah 90 Persen Rampung

Kantor Kejaksaan Negeri Dairi.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kelengkapan berkas tiga tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi pencetakan sawah di Dusun Lae Mbale, Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi tahun anggaran 2012, hampir rampung.

Kantor Kejaksaan Negeri Dairi.

Berkas tersangka Anwar Sani Tarigan, Josua Siahaan dan Edison Munthe, sudah selesai 90 persen, dan sudah siap dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Medan. Demikian disampaikan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Dairi, Anton Ginting kepada wartawan, Selasa (2/3).

Anton Ginting menerangkan, perkara dugaan korupsi cetak sawah di Dinas Pertanian Dairi sebesar Rp750 juta tahun anggaran 2012, terus bergulir. Pengembangan terhadap ketiga tersangka berdasarkan fakta persidangan dari 2 terdakwa yang sekarang sudah terpidana, yang merupakan saksi kunci yakni Ketua Kelompok Tani Maradu, Arifuddin Sirait dan Bendahara, Ignatius Sinaga.

Penyidik sudah meminta keterangan ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) terkait kerugian negara. Begitu juga terhadap saksi dari masyarakat merupakan anggota kelompok dan pihak terkait, yakni di Dinas Pertanian Dairi. Anton memaparkan, berdasarkan audit BPKP, nilai kerugian negara sebesar Rp500 juta.

Anton menyebut, kasus korupsi cetak sawah ditangani Kejaksaan Dairi baru tahun 2020. Kasus itu terus diusut, hanya saja karena kondisi pandemi Covid-19 agak terhambat.

Pemeriksaan 2 saksi kunci yang sudah jadi terpidana menemui kendala, karena keduanya menjalani hukuman di luar Kabupaten Dairi, yakni 1 orang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta Medan.”Satu lagi di Rutan Balige, sehingga agak menemui kendala dalam pemeriksaan,”terang Anton. (rud/han)

Pasca Pemberitaan Sumut Pos, Pemkab Nisel Bantu Janda Lansia Mesiti

TERIMA BANTUAN: Mesiti Zalogo saat menerima bantuan dari Pemkab Nisel melalui Staf Ahli Bupati Setao Amazihono dan Kepala BPBD Nisel, Idealis Dakhi.

NISEL, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menanggapi laporan masyarakat dan pemberitaan Sumut Pos terkait penderitaan Mesiti Zalogo yang tidak dapat bansos, meski menyandang seorang janda yang tinggal di rumah reyot, Jalan Golkar, Kelurahan Pasar Teluk Dalam.

TERIMA BANTUAN: Mesiti Zalogo saat menerima bantuan dari Pemkab Nisel melalui Staf Ahli Bupati Setao Amazihono dan Kepala BPBD Nisel, Idealis Dakhi.

Berdasarkan laporan masyarakat tersebut, Pemerintah Kabupaten Nisel melalui Staf Ahli Bupati, Setao Amazihono dan Kepala Pelaksana BPBD, Idealis Dakhi, merespon baik dengan memberikan bantuan sosial kepada Mesiti Zalogo,Selasa, (2/3).

Kepala BPBD Nisel Idealis Dakhi, menjelaskan bahwa kondisi kehidupan Mesiti Zalogo sangat memprihatinkan, sehingga Pemerintah Daerah akan berupaya memberikan bantuan yang lebih layak kepada Mesiti Zalogo.

“Kehidupan janda lansia Mesiti Zalogo benar-benar sangat memperhatikan, sehingga Pemkab Nisel memberikan bantuan yang layak”, katanya.

Lebih lanjut Staf Ahli Bupati, Setao Amazihono mewakili Bupati Nias Selatan, mengatakan Mesiti Zalogo adalah salah satu warga yang mengakui belum pernah menerima bantuan dari Pemerintah dalam bentuk apapun seperti BLT dan Bansos lainnya.

“Pemerintah Daerah akan berupaya membantu agar program bantuan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dapat diterima oleh Mesiti Zalogo guna kelangsungan hidupnya,” ucap Setao Amajihono yang ditemani Kepala BPBD Nisel.(mag-10/han)

Petani Sawah Nanowa Gagal Panen Diserang Hama Wereng

HAMA WERENG: Padi yang gagal dipanen akibat diserang hama wareng.

NISEL, SUMUTPOS.CO – Petani sawah di Nanowa, Kecamatan Telukdalam mengalami gagal panen akibat serangan hama wereng. Petani hanya memanen separuh dari hasil biasanya, bahkan ada juga gagal panen.

HAMA WERENG: Padi yang gagal dipanen akibat diserang hama wareng.

Serangan hama wereng kali ini terparah yang terjadi pada tahun 2021. Seorang petani sawah bernama Atisa Gowasa, mengatakan serangan hama wereng terjadi sejak tanaman akan berbuah.

Akibat serangan hama tersebut, daun padi menguning hingga akhirnya mengering. “Akibatnya tanaman yang harusnya berbuah dan berisi, ternyata ikut kering dan tidak bisa dipanen sama sekali,” ungkap Atisa Gowasa kepada wartawan, Senin, (1/3).

Ketika serangan muncul, para petani sebetulnya berupaya menyemprot tanaman, namun tidak membuahkan hasil. Kondisi tersebut kemungkinan akibat lambat melakukan penyemprotan. “Serangan wereng ini sangat cepat, satu rumpun padi, wereng bisa mencapai 7 lebih,” kata Atisa.

Atisa Gowasa menambahkan, petani yang biasanya sekali panen hingga 15 karung yang 50 kg. Namun saat ini hanya memperoleh kurang dari 5 karung dari hasil padi yang ditanam. Dengan hasil tersebut, petani sawah mengalami kerugian yang cukup besar.

“Hasil panen seperti ini jangankan bisa untung, modal bekas tanam pun dan juga biaya obat-obatan tidak akan tertutup. Apalagi ketika nanam benih padi kita bayar buruh, semua hasil panen habis untuk upah buruh, tidak akan dapat bagian,” tutur Atisa.

Kadis Pertanian Kabupaten Nias Selatan, Norododo Sarumaha saat dikonfirmasi, menyampaikan bahwa benar hama padi itu terjadi begitu saja.

“Petani padi saat ini mengalami gagal panen akibat hama wareng, itu hama yang baru ada”,terang Norododo, Selasa, (2/3).

Norododo Sarumaha mengatakan, saat ini pihaknya sedang meminta bantuan kepada Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara.

“Kita sedang meminta bantuan kepada Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumut untuk mengetahui apa penyebabnya hama itu tiba-tiba ada”, imbuhnya.

Sementara itu, penyuluh Dinas Pertanian Nisel, Taraziduhu Zagoto mengatakan setelah petani sawah selesai panen, pihaknya akan melakukan sosialisasi untuk mengetahui cara-cara mencegah hama wareng. (mag-10)

Diterjang Angin Puting Beliung dan Hujan Es, 48 Rumah di Tigalingga Rusak Parah

MENINJAU: Camat Tigalingga, Timbul Tamba dan Kapolsek Tigalingga AKP SP Siringoringo saat meninjau para korban angin puting beliung dan hujan es yang merusak rumah warga tiga Desa di Kecamatan Tigalingga, Kabuoaten Dairi.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 48 rumah warga tiga desa di Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, rusak diterjang angin puting beliung serta hujan es, Senin (1/3) sore. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian ditaksir sampai ratusan juta rupiah.

MENINJAU: Camat Tigalingga, Timbul Tamba dan Kapolsek Tigalingga AKP SP Siringoringo saat meninjau para korban angin puting beliung dan hujan es yang merusak rumah warga tiga Desa di Kecamatan Tigalingga, Kabuoaten Dairi.

Camat Tigalingga, Timbul Tamba dikonfirmasi, Selasa (2/3) membenarkan bencana alam tersebut. Timbul menerangkan, ke-48 bangunan yang rusak tersebut terdapat di tiga desa, yakni Desa Tigalingga, Desa Lau Bagot serta Desa Lau Sireme.

Dari 48 bangunan rusak, 46 rumah warga, 1 gereja GPDI serta Kantor Camat Tigalingga. Sebanyak 20 bangunan rumah warga serta Kantor Camat Tigalingga mengalami rusak berat, dan 28 lainya hanya mengalami rusak ringan. “Kerusakan bangunan rumah rata-rata pada atap,” ucapnya.

Camat mengatakan, selain merusak bangunan. Bencana alam itu turut merusak tanaman perkebunan warga seperti pohon durian, pinang serta merobohkan tiang listrik. Akibat tiang listrik tumbang, arus listrik di Desa Lau Molgap dan Lau Pakpak padam.

Posisi tiang listrik tumbang berada di Dusun Barisan Tigor, Desa Tigalingga. Sekarang pihak PLN sudah melakukan perbaikan tiang yang tumbang dimaksud, kata Timbul. Camat menuturkan, kejadian itu sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Pemerintah kecamatan dan BPBD saat ini sedang melakukan pendataan terhadap para korban. Ditanya soal bantuan?, Timbul menyebut, masih dilakukan pendataan. Kemungkinan bila nantinya ada bantuan, akan diberikan setelah selesai didata, katanya.

Untuk dapur umum juga belum tersedia. Sementara itu, para korban kini terpaksa mengungsi kerumah saudara maupun tetangga yang rumahnya tidak ikut rusak dalam musibah itu. Bilamana korban tidak memiliki saudara, rumah dinas Camat disiapkan menampung para korban, ungkap Timbul Tamba.

Terpisah, Kepala BPBD, Sahala Tua Manik memaparkan, jumlah kerugian masih pendataan. Sesuai koordinasi dengan camat, kepala desa dapur umum tidak dibuka, karena korban ditampung di rumah keluarga masing- masing. Bantuan stimulan akan segera disalurkan berupa seng, tenda, pakaian sekolah dan lainnya, ucap Sahala Tua Manik. (rud/han)