ARAHAN: Wakil Wali Kota Binjai, Amir Hamzah memberikan pengarahan dalam rapat dewan hakim MTQ ke-52.teddi/sumut pos.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Binjai, Amir Hamzah didampingi Kabag Kesra, Fajar Lubis memimpin rapat Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Aula Balai Kota, Rabu (3/3).
ARAHAN: Wakil Wali Kota Binjai, Amir Hamzah memberikan pengarahan dalam rapat dewan hakim MTQ ke-52.teddi/sumut pos.
Rapat yang dihadiri Ketua Dewan Pengawas Dewan Hakim, H Kaharuddin Batubara, Koordinator Dewan Hakim, Zisperdi, alim ulama serta ustadz dan ustadzah yang nantinya akan menjadi Dewan Hakim MTQ ke 52 tingkat Kota Binjai.
Zisperdi mengatakan, pelaksanaan MTQ ke-52 tingkat Kota Binjai akan dilakukan pada tanggal 8-11 Maret 2021. Untuk lokasi MTQ ke-52 ipusatkan di Gedung Olahraga (GOR) Binjai, Kelurahan Rambungbarat.
“Rencananya mimbar utama itu di dalam GOR. Kemudian untuk tempat pelaksanaan cabang-cabang MTQ itu akan dibagi di beberapa tempat. Seperti di SMA 5, Gedung Baznas dan Kantor PGRI,” papar Zisperdi.
Mengingat pelaksanaan MTQ berlangsung di tengah pandemi, Zisperdi mengungkapkan Pemerintah Kota Binjai meniadakan pawai taaruf .
“Kita tidak pakai pawai taaruf dan yang hadir hanya peserta, panitia dan dewan hakim karena pelaksanaan tetap sesuai protokol kesehatan,” ujar dia.
Sementara, H Amir Hamzah berharap MTQ ke-52 tingkat Kota Binjai dapat berjalan lancar dan sukses. Sehingga nantinya dapat melahirkan bibit qori-qoriah berkualitas, dan mengharumkan nama Kota Binjai di berbagai perlombaan. Baik di tingkat nasional maupun internasional. “Kita berharap MTQ ke-52 berjalan lancar dan sukses. Saya yakin dewan-dewan hakim ini adalah orang-orang yang ikhlas dan jujur untuk menentukan, dan menetapkan siapa nanti anak-anak kita yang akan menjadi pemenang,” kata Amir.
“Hanya satu permohonan saya, agar yang menang itu jangan dikalahkan dan kalah jangan dimenangkan. Mari kita sama-sama membesarkan Alquran di Kota Binjai ini,”sambungnya. (ted)
TUNJUKKAN: Sekdakab Langkat, H Indra Salahuddin menunjukkan sertifikat penandatangan komitmen MPP 2021.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA menandatangani Komitmen Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik (MPP) Tahun 2021. Penandatanganan melalui Sekdakab Langkat, dr. H. Indra Salahudin, didampingi Kadis PMP2TSP Langkat Ikhsan Aprija, di Jakarta, Selasa (2/).
TUNJUKKAN: Sekdakab Langkat, H Indra Salahuddin menunjukkan sertifikat penandatangan komitmen MPP 2021.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
Disaksikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, serta Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa.
Di sela kegiatan, Sekda menyampaikan, Langkat bersama 37 kepala daerah ikut menandatangani MPP 2021.
“Pemkab Langkat akan berupaya semaksimal mungkin membangun MPP, dengan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Terlebih, pada pandemi Covid-19 saat ini,”sebutnya.
Dikutip dari menpan.co.id, pada sambutannya, Menteri Tjahjo mengingatkan kepada para kepala daerah, perjalanan membangun MPP di kabupaten dan kota masih panjang. Fokus utamanya, memberikan berbagai layanan yang paling mendasar untuk masyarakat.
Kementerian PANRB turut mendorong percepatan pembangunan MPP di tengah pandemi, salah satunya dengan melakukan peresmian MPP secara virtual demi memberikan kepastian pelayanan publik.
Kementerian PANRB juga menghadirkan dua narasumber untuk berbagi pengetahuan terkait pelayanan publik. Pertama, Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Yuliot Tanjung, memberikan materi tentang Pelayanan Publik bagi Peningkatan Ekonomi Masyarakat. Kedua, Bupati Pandeglang Irna Narulita, mengulas Best Practices Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik Pandeglang.(yas)
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alama (BBKSDA) Sumut, menjalin kerja sama kemitraan konservasi, dalam rangka penguatan fungsi kawasan suaka alam (KSA) dan kawasan pelestarian alam (KPA) serta konservasi keanekaragaman hayati.
Kepala BBKSDA, Hotmauli Sianturi mengatakan, sepanjang tahun 2017-2020, BBKSDA telah menjalin kerja sama kemitraan konservasi dengan 9 Kelompok Tani Hutan (KTH) yang tersebar di beberapa kawasan konservasi.
“Dari 5 kerja sama kemitraan konservasi yang dilakukan dengan KTH di kawasan SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut, masing-masing KTH Tumbuh Subur, KTH Indah Bersama, KTH Gading Hijau, KTH Mangrove Sejahtera dan KTH Harapan Indah, tiga diantaranya telah memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat dan manfaat bagi pengelolan kawasan hutan,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (3/3).
Lebih lanjut, kata dia, dengan areal kemitraan seluas 244 hektare di Desa Tapak Kuda, Kecamatan Tanjungpura, telah melakukan upaya pemulihan ekosistem dengan menanam tanaman asli, baik tanaman kehutanan maupun tanaman produktif yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Seperti tanaman petai, sirsak, jambu, mangga yang berdampingan dengan tanaman kehutanan seperti nyamplung, matabuaya, bira-bira, putat,” sebutnya.
Disamping itu, jelasnya, masyarakat bisa melakukan budidaya palawija yang sebelumnya telah mereka lakukan seperti cabai, terong, sayur-sayuran dan semangka. “Saat ini masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Tumbuh Subur sudah dapat merasakan hasil dari kemitraan konservasi berupa panen buah-buahan,” paparnya.
Pada akhir tahun 2020, Kelompok Tani Hutan Gading Hijau telah mulai menuai hasil dengan panen ikan Bandeng sebanyak kurang lebih 600 kg. Panen ikan bandeng KTH Gading Hijau ini, lanjutnya, merupakan sebagian gambaran keberhasilan program kerjasama kemitraan konservasi yang dilakukan oleh BBKSDA dengan beberapa kelompok tani hutan.
“Kerja sama kemitraan konservasi menjadi penting perannya, karena melalui kerjasama ini ada pengakuan masyarakat dan penyerahan kawasan konservasi yang selama ini dikuasai/diusahai oleh segelintir orang,” katanya.
Selain itu, kemitraan konservasi juga menjadi salah satu resolusi konflik tenurial di kawasan SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut yang telah terjadi sejak era tahun 1990-an. Dimana oknum perambah diharapkan dapat bermitra dengan pemerintah untuk menghentikan kegiatannya, dengan tetap mendapatkan manfaat dari kawasan.
“Namun bila para perambah tetap bertahan dan menolak pola kemitraan konservasi, maka upaya terakhir yang akan ditempuh oleh pemerintah adalah melalui penegakan hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya. (man)
Tengah pekan ini, Liga Inggris akan mempertemukan dua tim raksasa yang sama-sama terlempar dari 4 besar, yakni Liverpool yang menjamu Chelsea, Jumat (5/3/21) dini hari pukul 03.15 WIB. The Reds akan meladeni The Blues dengan form buruk di Anfield.
Mohamed Salah.
Dalam empat laga Premier League terakhirnya di Anfield, Liverpool selalu kalah. Pasukan Jurgen Klopp berturut-turut dipecundangi Burnley 0-1, Brighton 0-1, Manchester City 1-4, dan Everton 0-2.
Namun Liverpool mulai menemukan kembali kepercayaan diri mereka. Itu berkat kemenangan 2-0 atas tuan rumah Sheffield United, akhir pekan kemarin.
Setelah menaklukkan Sheffield United, Liverpool kini dihadapkan pada tantangan sulit bernama Chelsea. Di bawah komando Thomas Tuchel, The Blues masih belum terkalahkan dalam 9 pertandingan di semua kompetisi dan kini berada di peringkat 5 dengan 44 poin dari 26 laga. Meski berhasil menunjukkan perbaikan di lini belakang dengan hanya kebobolan 2 gol, Chelsea masih memiliki kelemahan dengan hanya mencetak 10 gol dalam periode tersebut.
Akhir pekan kemarin, Chelsea bermain imbang 0-0 menjamu Manchester United di Stamford Bridge. Kendati demikian, kepercayaan diri para pemainnya tidak luntur hanya karena kehilangan poin penuh pada laga tersebut.
Berdasarkan statistik, The Blues tak mampu membuat ancaman berarti ke gawang lawannya meski menorehkan enam tembakan tepat sasaran. Hasil tersebut menjadi modal buruk buat Chelsea jelang tandang ke markas Liverpool, Anfield, Jumat (5/3) dinihari nanti. Apalagi Liverpool baru saja mengakhiri torehan buruknya.
Modal buruk rupanya tidak melunturkan kepercayaan para pemain Chelsea. Sang gelandang, N’Golo Kante, meyakini kalau The Blues bakal membawa pulang poin penuh dari markas Liverpool yang sempat disegani banyak tim. “Ini adalah laga penting buat kami, kami berada sangat berdekatan di klasemen liga,” ujar pemain asal Prancis tersebut saat berbincang dengan Sky Sports.
“Kami berangkat ke sana untuk menang. Kami tahu itu takkan mudah, tapi kami pergi dengan harapan, dan saya yakin kalau kami bisa meraih hasil yang bagus dari Anfield,” lanjutnya.
Di klasemen, Chelsea berada di posisi ke-5 dengan koleksi 44 poin. Sementara Liverpool berada satu peringkat di bawahnya dan sedang tertinggal satu angka. Siapapun yang menang bisa naik ke empat besar meski hanya sementara.
Ambisi Chelsea setelah mendepak Frank Lampard dari kursi kepelatihan adalah mendapatkan posisi empat besar. Kante sendiri meyakini kalau timnya mampu mencapai target itu sebelum musim 2020/21 berakhir. “Manchester United, Leicester dan West Ham berada di depan kami, tapi kami masih punya banyak pertandingan untuk dilakoni,” tambahnya.
“Apabila kami bermain dengan baik, maka kami mampu mendapatkan posisi ini. Kami harus berjuang, bersiap, dan melakukan segalanya agar bisa menduduki empat besar,” pungkasnya.
Pada pertemuan pertama di Premier League musim ini, pada pekan ke-2, Liverpool mengalahkan Chelsea yang kala itu masih ditangani Frank Lampard dengan skor 2-0 di Stamford Bridge. Chelsea kehilangan Andreas Christensen yang dikartu merah di menit 45, dan dua gol Sadio Mane menit 50 serta 54 membawa Liverpool mengamankan tiga poin. Kali ini, bersama Tuchel, Chelsea tentu ingin meraih hasil yang lebih baik. Namun, Liverpool pasti tak mau kalah lagi di Anfield. (bbs/adz)
CUCI TANGAN:
Siswa SD mencuci tangan dengan sabun di sekolahnya. Mulai Januari 2021, pemerintah mengizinkan belajar tatap muka di sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, agar seluruh sekolah dapat melakukan belajar tatap muka mulai pekan ketiga Juli tahun ajaran 2021/2022, mendapat respon kuat dari wakil rakyat di DPRD Medan. Pasalnya, pandemi Covid-19 di Kota Medan dinilai belum menurun.
Ilustrasi.
“Sampai saat ini, seluruh kecamatan di Kota Medan masih masuk dalam kawasan zona merah. Tentu Pemko Medan tidak bisa dengan mudah membuka sistem belajar tatap muka di sekolah. Kami harap Pemko Medan dapat mempertimbangkan kembali wacana pembelajaran tatap muka Juli mendatang. Tolong lakukan kajian epidemiologi sebelum memutuskan pembelajaran tatap muka,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST, Rabu (3/3).
Penilaian anggota Pansus Covid-19 DPRD Medan, data Covid-19 di Kota Medan saat ini, sekitar 1.200 masyarakat Medan yang terkonfirmasi Covid-19 belum menunjukkan grafik penurunan. “Jadi wajar saja kalau harus banyak pertimbangan dan harus ada kajian terlebih dahulu sebelum memutuskan sistem belajar tatap muka di sekolah,” ujarnya.
Sebelum sistem belajar tatap muka di sekolah dilaksanakan, DPRD Medan berharap agar Dinas Pendidikan Kota Medan dapat menyiapkan model pembelajaran yang lebih tepat.
“Contohnya, metode belajar kepada anak kelas 1 SD. Anak-anak yang jika pembelajaran tatap muka pun cukup sulit mengajarnya. Maka, harus dibuat modul pembelajaran yang benar-benar bisa ditangkap anak dengan mudah, termasuk juga orangtua. Lantaran di masa seperti saat ini, peran serta orangtua benar-benar diperlukan untuk mengajar di rumah. Karena anak-anak sedang dalam masa pengenalan huruf dan angka,” lanjutnya.
Dengan metode pembelajaran daring yang tepat selama pandemi Covid-19, anak-anak didik kelas 1 SD diharapkan bisa membaca dan menulis.
Sudari juga mengatakan, meski saat ini sejumlah sekolah swasta mulai melakukan pembelajaran tatap muka, namun belum ada laporan sekolah negeri yang telah melakukan sistem belajar tatap muka. Artinya semua sekolah masih menggunakan sistem belajar daring. “Makanya agar wacana presiden bisa dijalankan, Disdik harus merancang metode yang benar,” katanya.
Sudari juga mendukung rencana Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, untuk segera melakukan vaksinasi tenaga pengajar sebelum belajar tatap muka. “Itu ide dan langkah yang baik. Karena mereka bakal berhadapan dengan peserta didik. Kita minta, Disdik segera mendata para guru yang harus divaksin. Mereka harus berkoordinasi dengan cepat kepada Dinas Kesehatan,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Adlan SPd MM, mengaku pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak Dikes Kota Medan dalam melakukan vaksinasi kepada seluruh guru di Kota Medan. Karena sistem belajar tatap muka di sekolah tidak mungkin dilakukan bila para guru belum menjalani vaksinasi Covid-19.
“Setelah para guru divaksin, mungkin ada persentase minimalnya, barulah kita bisa berbicara soal belajar tatap muka. Tapi kalau guru belum divaksin, kita nggak mungkin bisa melakukan hal itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menargetkan seluruh sekolah sudah dapat melakukan belajar tatap muka mulai pekan ketiga Juli tahun ajaran 2021/2022.
Pelaksanaan belajar tatap muka pada mingggu ketiga Juli, menurut dia, dengan menerapkan sistem rotasi di mana 50 persen siswa masuk, sisanya belajar secara daring. “Target kami hingga akhir Juni, vaksinasi Covid-19 terhadap 5 juta pendidik dan tenaga pendidik selesai. Sehingga, pada tahun ajaran baru 20201/2022 atau pada minggu kedua dan minggu ketiga Juli pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka,” ujarnya dalam dialog virtual, kemarin.
Mendikbud Nadiem Nadiem meminta kepala daerah untuk segera membuka sekolah untuk pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan Covid-19.
Nadiem mengatakan hal tersebut dilakukan untuk membiasakan sekolah menjalani kegiatan belajar mengajar dengan normal yang baru, yakni penegakan protokol kesehatan di sekolah dengan ketat.
“Kami mendorong semua daerah untuk segera memulai tatap muka secara terbatas, bahkan kalau cuma satu dua hari seminggu, tapi proses latihan ini luar biasa pentingnya, vaksinasi harapannya akan mengakselerasi proses itu dalam beberapa bulan ke depan ini,” kata Nadiem dalam jumpa pers virtual, Senin (1 Maret 2021).
Menurut dia, dengan membuka sekolah maka anak-anak bisa kembali mengejar materi belajar yang terhambat akibat keterbatasan infrastruktur pembelajaran jarak jauh.
“Mohon bagi daerah-daerah, terutama daerah yang sulit mendapatkan sinyal internet untuk PJJ, tolong sekali para pemerintah daerah segera melakukan tatap muka di daerah-dearah tersebut karena kita tidak mau anak-anak kita lebih tertinggal lagi,” tegasnya.
Keputusan pembelajaran tatap muka di sekolah sudah diserahkan kepada kepala daerah sejak Januari 2021 lalu dengan berbagai protokol kesehatan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang sekolah tatap muka 2021.
Pembelajaran tatap muka di sekolah tetap hanya diperbolehkan untuk sekolah yang telah memenuhi daftar periksa yakni ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer, dan desinfektan.
Selanjutnya, mampu mengakses fasilitas pelayanan Kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, memiliki alat pengukur suhu badan (thermogun).
Daftar periksa berikutnya adalah memiliki pemetaan warga satuan pendidikan yang memiliki komorbid yang tidak terkontrol, tidak memiliki akses transportasi yang aman, memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri. Terakhir, mendapatkan persetujuan komite sekolah atau perwakilan orang tua/wali.
Pembelajaran tatap muka tetap dilakukan dengan mengikuti protokol Kesehatan yang ketat terdiri dari kondisi kelas pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar dan pendidikan menengah menerapkan jaga jarak minimal 1,5 meter.
Sementara itu, jumlah siswa dalam kelas pada jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB) maksimal 5 peserta didik per kelas dari standar awal 5-8 peserta didik per kelas.
Pendidikan dasar dan pendidikan menengah maksimal 18 peserta didik dari standar awal 28-36 peserta didik/kelas. Pada jenjang PAUD maksimal 5 peserta didik dari standar awal 15 peserta didik/kelas.
Penerapan jadwal pembelajaran, jumlah hari dan jam belajar dengan sistem pergiliran rombongan belajar ditentukan oleh masing-masing sekolah sesuai dengan situasi dan kebutuhan. (map/net)
RUSAK: Tanaman milik petani di 4 kecamatan di Kabupaten Karo, yang rusak diselumuti abu vilkanik Gunung Sinabung, yang kembali erupsi sejak Selasa-Rabu (2-3/3).
Solideo/Sumut Pos.
KARO, SUMUTPOS.CO – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), masih terus menunjukkan aktivitas vulkanisnya hingga Rabu (3/3) sore. Petugas pos pemantau Gunung Sinabung, Armen Putra mengatakan gunung api tertinggi di Sumut ini mengalami erupsi dua kali dengan luncuran awan panas guguran sejauh 2 kilometer. Terjangan abu Sinabung merusak ribuan hektar lahan pertanian.
RUSAK: Tanaman milik petani di 4 kecamatan di Kabupaten Karo, yang rusak diselumuti abu vilkanik Gunung Sinabung, yang kembali erupsi sejak Selasa-Rabu (2-3/3).
Solideo/Sumut Pos.
“Hari ini, terjadi dua kali awan panas guguran dan untuk kegempaannya terlihat hingga sampai saat ini didominasi oleh gempa-gempa guguran,” kata Armen, Rabu (3/3).
Armen menjelaskan, erupsi Sinabung Rabu pagi diawali pada pukul 08.52 WIB. Namun jarak luncuran awan panas guguran tidak teramati.
Melihat masih tingginya aktivitas Sinabung, Armen memprediksi Sinabung masih sangat berpotensi terjadi awan panas guguran dan erupsi. “Sampai saat ini kita melihat untuk Gunung Api Sinabung masih sangat berpotensi terjadi awan panas dan erupsi,” ungkapnya.
Jika terjadi hujan abu, Armen juga mengimbau masyarakat untuk memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.
“Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar,” jelas Armen.
Sebelumnya, Plt Kalaksa BPBD Karo Natanail Perangin Angin, mengatakan luncuran awan panas pada Rabu pagi terjadi selama 332 detik. “Jarak luncur tidak teramati dengan amplitudo 120 mm dan durasi 332 detik arah angin barat,” ucapnya.
Sedangkan erupsi kedua terjadi sekitar pukul 15.03 WIB dengan jarak luncur teramati 2.000 meter mengarah ke sektor timur tenggara.
Gunung Sinabung juga diprediksi masih akan terus menunjukkan aktivitas vulkanisnya dan berpotensi mengeluarkan awan panas guguran serta erupsi. “Hujan abu ada yang sekitaran ke arah barat. Sampai saat ini atas puncaknya masih tertutup kabut,” ucapnya.
Tak Memasuki Zona Merah
Gunung Sinabung yang memiliki ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut ini berstatus level tiga atau siaga. Masyarakat pun diminta agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung. Lalu, radius sektoral 5 km untuk sektor selatan, timur, dan 4 km untuk sektor timur, utara.
Natanail mengimbau warga warga di sekitar gunung tetap menggunakan masker.”Agar patuhi zona merah Sinabung, dan kurangi aktivitas di wilayah terpapar abu vulkanik dan tetap memakai masker,” jelasnya.
Untuk aktivitas kegempaan Gunung Sinabung, hingga petang tadi pos Pos Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadi 3 gempa guguran, 4 kali gempa low frekuensi, 9 kali gempa hybrid, 4 kali tektonik lokal, dan 1 kali tektonik jauh. “Terjadi beberapa kali gempa hingga petang tadi,” uja petugas PVMBG, Dery Al Hidayat.
Saat ini, status Gunung Sinabung sendiri masih berstatus siaga level III.
Sementara itu, untuk meminimalisir dampak abu pasca awan panas guguran (APG), Polres Tanah Karo menerjunkan satu unit armoured water canon (AWC) ke sejumlah kawasan terdampak.”Sejak kemarin siang satu unit AWC, satu unit mobil binmas dan 1 unit mobil patroli Sabhara untuk menghimbau masyarakat di terjunkan ke lapangan” ujar Kasat Sabhara Polres Tanah Karo, AKP Enda Tarigan, Rabu (3/3).
Sejauh ini sesuai keterangan AKP. Enda Tarigan, pihaknya telah melakukan penyiraman di dua kecamatan. Yakni kecamatan Kuta Buluh dan Tiga Nderket.
Sehari sebelumnya, Gunung Sinabung mengalami tiga kali erupsi pada Selasa (2/3). Salah satu erupsi menyebabkan tinggi kolom abu mencapai 5.000 meter. Gunung Sinabung juga mengalami 13 kali awan panas luncuran. Ada 40 desa yang terdampak hujan abu vulkanik.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menyebut debu vulkanik menyebar hingga ke Aceh. Warga diminta memakai masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mencegah dampak kesehatan akibat abu vulkanik.
“Bila dilihat dari foto satelit, diperkirakan debu vulkanik sudah mulai menyeberang/terpapar ke Provinsi Aceh,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Zakaria Ahmad, kepada wartawan, Selasa (2/3).
Petani Merugi Rp29 Miliar
Erupsi dan guguran awan panas gunung Sinabung pada Selasa (2/3) hingga Rabu (3/3) kemarin menyebabkan kerugian yang tak sedikit bagi warga empat kecamatan yang terdampak. Selain rumah-rumah mengalami kerusakan ringan, tebalnya abu vulkanik juga merusak ribuan hektar lahan pertanian.
Berbagai jenis komoditi dan holtikutura milik warga rusak dan terancam gagal panen. Hasil pendataan sementara yang dilakukan Dinas Pertanian Karo, ada ratusan desa yang tersebar di empat kecamatan terdampak oleh terjangan vulkanik gunung Sinabung.
Keempatnya adalah Kecamatan Payung, Tiganderket, Kutabuluh dan Tigabinanga. Dari keempat kecamatan tersebut, sedikitnya ada sekitar 3.045 hektar lahan pertanian warga yang rusak. Lahan pertanian yang terdampak tersebut ditanami 46 jenis komoditi pertanian.
Perhitungan sementara, kerugian material yang diderita warga empat kecamatan mencapai Rp29 miliar lebih. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pertanian Karo, Ir Metehsa Karo-karo saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (3/3) sore.
“Hasil pendataan sementara, sedikitnya ada 46 jenis komoditi milik petani yang mengalami kerusakan. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 29 miliar,” kata Metehsa.
Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, pihak Dinas Pertanian Karo mengimbau warga membersihkan abu vulkanik dari tanaman mereka. “Jika abu segera dibersihkan, kemungkinan kerusakan tanaman tidak akan terlalu parah,” katanya.
untuk meringankan beban dan kerugian petani, pihaknya saat ini tengah membuat pendataan. Hasil pendataan ini akan disampaikan ke Kementerian Pertanian RI. “Saat ini kita sudah membuat usulan untuk meminta ke Kementerian Pertanian RI. Bantuan ini bisa berupa bibit, pupuk dan lain sebaginya. Kita berharap bantuan dari Menteri Pertanian dapat sedikit meringankan kerugian petani,” tandasnya.
Sementara itu, hingga kemarin tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo dan Satgas Tanggap Darurat Bencana Gunung Sinabung juga telah melakukan pembersihan wilayah yang terkena dampak abu
Tim gabungan baik dari BPBD Kabupaten Karo, unsur TNI dan Polri, instansi dan lembaga terkait serta Satgas TD Bencana Gunung Sinabung juga membagikan masker kepada masyarakat. Untuk mengurangi dampak risiko yang bisa ditimbulkan dari aktivitas erupsi Gunung Sinabung, masyarakat diimbau keluar dari zona merah Kawasan Rawan Bencana (KRB).
Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas di daerah zona merah dengan alasan keselamatan. Kegiatan pembersihan abu vulkanik masih terus dilakukan oleh personel dari TNI, Polri, BPBD dan Damkar Kabupaten Karo sebanyak 100 personel di 3 Kecamatan terdampak.
Sementara itu, Plt. Kepala BPBD Karo, Natanail Paranginangin menjelaskan bahwa potensi ancaman yang masih dapat terjadi dalam kaitan erupsi Gunung Sinabung meliputi awan panas guguran akibat kubah lava yang tidak stabil, potensi terjadinya erupsi kembali, terjadinya hujan abu di sekitar gunung Sinabung sesuai dengan arah dan kecepatan angin dan potensi terjadinya lahar tergantung curah hujan di sekitaran Gunung Sinabung. (deo/dtc/vci/mc/bbs)
PENYERAHAN: Dirut RSUP H Adam Malik dr Zainal Safri menyerahkan Adam dan Aris secara simbolis kepada Plh Bupati Labuhanbatu, Ir Muhammad Yusuf Siagian, Rabu (3/3).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bayi kembar siam Adam dan Aris yang telah menjalani operasi pemisahan di RSUP H Adam Malik, akhirnya bisa pulang ke kampung halaman. Pemulangan dirangkai dengan acara seremonial serah terima oleh Direktur Utama (Dirut) RSUP H Adam Malik, dr Zainal Safri, SpPD-KKV SpJP (K) kepada Plh Bupati Labuhanbatu, Ir Muhammad Yusuf Siagian, Rabu (3/3).
PENYERAHAN: Dirut RSUP H Adam Malik dr Zainal Safri menyerahkan Adam dan Aris secara simbolis kepada Plh Bupati Labuhanbatu, Ir Muhammad Yusuf Siagian, Rabu (3/3).
Dirut RSUP H Adam Malik, dr Zainal Safri, mengatakan Adam dan Aris kondisinya sudah sangat sehat dan stabil sehingga bisa pulang kampung. “Alhamdulillah setelah dua bulan masa pemulihan, hari ini kita kembalikan untuk ke kampung halamannya. Kondisi kedua bayi sudah sehat,” kata Zainal.
Adam dan Aris lahir pada tanggal 9 Desember 2019 di RSUP H Adam Malik dengan kondisi dempet pada bagian dada sampai perut. Kemudian keduanya menjalani perawatan dan operasi pemisahan selama kurang lebih 13 jam oleh tim medis, yang terdiri dari dokter spesialis dan sub spesialis serta para perawat. “Pemisahan Adam dan Aris merupakan keberhasilan keempat pihak RSUP H Adam Malik dalam menangani bayi kembar siam,” ujar Zainal.
Plh Bupati Labuhanbatu Muhammad Yusuf Siagian sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada tim medis RSUP H Adam Malik, karena telah merawat dua warga Labuhanbatu dengan baik. “Setelah diserahkan pada kita pada hari ini, selanjutnya merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu. Kita sudah menyiapkan tim terkait penanganan Adam dan Aris. Mudah-mudahan setelah kembali ke kampung halamannya sehat walafiat serta menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, masyarakat dan negara,” kata Yusuf.
Dia berjanji, pihak Pemkab Labuhanbatu akan tetap melakukan pemantauan dan pemeriksaan perkembangan kondisi kesehatan kedua bayi kembar siam tersebut. “Kita sudah menyiapkan dokter dan Puskesmas tak jauh dari tempat tinggal keluarganya, sehingga memudahkan untuk dipantau,” tukasnya.
Terpisah, kedua orang tua Adam dan Aris, Supono mengaku sangat senang dan bahagia telah diperbolehkan membawa pulang anak pertama dan keduanya itu. Kata dia, kepulangan kedua buah hatinya nanti akan disambut oleh keluarga besar. “Neneknya sudah menunggu di rumah. Kami sangat terharu dan tak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya telah merawat kedua anak kami hingga sekarang,” ujar Supono didampingi istrinya Nur Rahmawati. (ris)
VAKSINASI: Vaksinasi Covid-19 akan mendahulukan orang sehat. Sementara yang sudah pernah terpapar Covid-19, untuk sementara tidak masuk daftar divaksin.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Sumatera Utara (Sumut) menyasar 2.158.980 petugas publik dan masyarakat lanjut usia (lansia). Dari target sasaran vaksinasi tersebut, jumlah paling banyak adalah kelompok lansia.
Ilustrasi.
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, menyebutkan jumlah target sasaran lansia sebanyak 1.279.182 orang. Sedangkan petugas publik 879.798 orang. “Jumlah target vaksinasi sasaran tahap kedua tersebut berdasarkan data per tanggal 2 Maret. Sejauh ini, yang sudah divaksin sebanyak 783 petugas publik dan 2 lansia,” ujar Aris, Rabu (3/3).
Menurut Aris, sasaran vaksinasi tahap kedua itu ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, bukan pemerintah daerah. Artinya, pemerintah daerah sebagai pelaksana. “Sasaran vaksinasi (pemerintah) pusat yang menetapkan. Jumlah kelompok lansia paling banyak dibanding petugas publik. Itu sesuai arahan (pemerintah) pusat,” katanya.
Ia menambahkan, dari 33 kabupaten/kota di Sumut, sasaran vaksinasi untuk lansia jumlah terbanyak Kota Medan. Selanjutnya, Deliserdang, Langkat, Simalungun, dan Asahan. Sedangkan daerah dengan jumlah paling sedikit, yaitu Pakpak Bharat, Nias Barat, Sibolga, Samosir, dan Nias (lihat grafis, red).
Dosis 1 Nakes 92,8 Persen
Lebih lanjut Aris mengatakan, terkait vaksinasi Covid-19 dosis 1 terhadap tenaga kesehatan (nakes) kini sudah mencapai 92,8% atau 65.930 nakes dari 71.058 sasaran. Jumlah terbanyak Kota Medan 20.374 nakes. Selanjutnya, disusul Deliserdang 4.885 nakes, Langkat 3.108 nakes, Pematangsiantar 2.536 nakes, dan Simalungun 2.355 nakes. Sementara paling sedikit ialah Pakpak Bharat 425 orang dan Nias Barat 504 orang.
“Untuk vaksinasi dosis 2 mencapai 62,5% atau 44.445 nakes. Jumlah terbanyak dari Medan 13.847 nakes, Deliserdang 4.097 nakes, Langkat 2.231 nakes, Pematangsiantar 2.158, dan Simalungun 2.146 nakes,” sebutnya.
Sementara, sambung Aris, hingga Rabu sore akumulasi kasus positif telah mencapai 24.929 orang. Angka ini kembali meningkat setelah didapatkan 134 kasus baru dari 15 kabupaten/kota. Begitu juga dengan angka kesembuhan, jumlahnya kini 21.543 orang setelah bertambah 121 kasus baru dari 11 daerah.
“Untuk angka kematian Covid-19 hanya bertambah 4 kasus baru dari Medan 2 orang, Karo dan Dairi masing-masing 1 orang dengan akumulasi 845 orang. “Dari data-data tersebut, diketahui terdapat 2.541 orang, meningkat dibanding hari sebelumnya 2.514 orang. Dari jumlah itu, 630 orang isolasi di rumah sakit dan 1.911 orang isolasi mandiri,” pungkasnya.
Medan Dapat Jatah 96 Ribu Vial
Sebanyak 96.000 vial vaksin Covid-19 telah diterima Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Jumlah vaksin tersebut akan diperuntukkan bagi kelompok masyarakat kategori prioritas kedua setelah tenaga kesehatan, yakni kepada para petugas pelayanan publik dan masyarakat dengan usia lanjut atau lansia.
Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, menilai jumlah vaksin Covid-19 yang diberikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tersebut kepada masyarakat Kota Medan belum cukup untuk seluruh masyarakat Kota Medan. Untuk itu, Bobby berjanji akan meminta Kementrian Kesehatan agar mengirim kembali jatah vaksin untuk Kota Medan.
“Dosis yang ada ini segera kita realisasikan (vaksinasinya). Jika kebutuhan vaksin masih kurang, nanti kita akan meminta Kementerian Kesehatan agar dapat mengirim kembali Vaksin Covid-19 untuk Kota Medan,” ucap Bobby.
Dikatakan Bobby, Pemko Medan akan memprioritaskan masyarakat Lansia dan Petugas Pelayanan Publik untuk vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Hal ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak dapat berkolaborasi agar program vaksinasi Covid-19 di Kota Medan berjalan lancar.
“Saya meminta OPD dan pihak terkait untuk melakukan pendataan dari kelompok masyarakat tersebut,” katanya.
Bobby juga meminta agar kerumunan tidak lagi terjadi, khususnya di pasar yang jumlah penerima vaksinnya sangat besar. Selain itu, jumlah Tenaga Kesehatan yang akan memberikan vaksin juga harus diketahui, agar pelayanan pemberian vaksin dapat berjalan secara maksimal.
“Saya minta dalam minggu ini pemberian vaksin dapat dilakukan. Jika sudah terdata, langsung divaksinasi. Khusus untuk Lansia, sebaiknya diprioritaskan di daerah Zona Merah Penyebaran Covid-19,” tegasnya.
Khusus untuk Lansia, baik yang sudah mendaftar maupun belum, mulai Selasa (2/3) sudah bisa mendapatkan pelayanan vaksin di 96 Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang telah terdaftar di Kementerian Kesehatan.
Dalam teknisnya, peserta hanya cukup membawa data diri berupa KTP karena pelayanan vaksinasi Covid-19 hanya untuk masyarakat yang memiliki KTP Medan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman, menjelaskan jika vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk Petugas Pelayanan Publik, khususnya di lingkungan Pemko Medan akan dilakukan pada Kamis (4/3) di Balai Kota. Vaksin ini akan diberikan kepada Pegawai ASN maupun non-ASN, termasuk wartawan yang bertugas di Kantor Wali Kota maupun DPRD Medan.
Sedangkan untuk TNI/Polri, jika bersedia memanfaatkan Fasilitas dan Tenaga Kesehatannya, maka Dinas Kesehatan akan menyerahkan vaksin Covid-19 kepada instansi tersebut.
“Untuk pedagang pasar, vaksinasi Covid-19 akan dilakukan di Pasar Petisah dan Pusat Pasar Medan Mall. Mengingat kedua pasar ini merupakan pasar yang regional, maka persiapan akan maksimal agar berjalan lancar dan tidak terjadi kerumunan, sesuai arahan Wali Kota Medan,” jelas Wiriya.
Sebelumnya, Kepala Kesehatan dr Edwin, menjelaskan Tahap Pertama Vaksinasi Covid-19 yang diprioritaskan untuk Tenaga Kesehatan sudah terlaksana 95 persen dan hampir selesai. “Di tahap kedua ini diprioritaskan untuk lansia (umur di atas 60 tahun) dan petugas pelayanan publik, baik itu ASN, TNI/Polri, tokoh agama, wakil rakyat, pegawai pemerintahan, pendidik, pedagang, transportasi publik, wartawan, pekerja media, keamanan, atlet dan pariwisata,” katanya.
Saat ini dari data yang ada jumlah total calon penerima vaksin tahap kedua berdasarkan kelompok umur dan profesi petugas publik sebanyak 361.855. Jumlah ini akan terus bertambah dari data masing-masing instansi maupun OPD serta pendaftaran online yang dilakukan calon sesuai kriteria.
Untuk Lansia, masyarakat dapat mendaftarkan diri melalui link medan.kemenkes.go.id dan bagi Petugas Pelayanan Publik, dapat mendaftarkan diri melalui email vaksincovid@kemkes.go.id.
“Terakhir yang sudah mendaftar melalui Link berjumlah lebih dari 200 orang. Baik yang sudah mendaftar dan yang belum, lansia mulai hari ini sudah bisa mendapatkan pelayanan Vaksin Covid-19 di Puskesmas dan Faskes terdekat di tempat tinggalnya,” pungkasnya.
Ketua Pansus Covid-19 DPRD Medan, Robi Barus SE, meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan agar segera mengejar target proses pendataan dan vaksinasi di Kota Medan, khususnya untuk pelayanan publik dan lansia.
“Lansia ‘kan paling rentan kalau sudah terpapar. Resikonya jauh lebih besar. Kalau mereka cepat divaksin, maka ini akan lebih menenangkan para orang tua kita. Begitu juga dengan masyarakat di pelayanan publik, mereka lebih rentan tertular dan menularkan. Kita minta Dinkes untuk bergerak cepat menyelesaikan proses vaksinasi ini,” tegasnya. (ris/map)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dua kasus mutasi virus corona asal Inggris atau B.1.1.7 yang masuk ke Indonesia, ternyata berasal dari WNI yang kembali dari Arab Saudi. “Ini dari pelaku perjalanan yang kembali dari Arab Saudi ya,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi, Rabu (3/3).
NADIA MENGATAKAN, mutasi virus corona B.1.1.7 berbeda dari virus corona yang muncul pertama kali di Wuhan, China. Kata dia, mutasi virus corona tersebut lebih cepat menular. Namun, tidak mematikan. “WHO belum mendapatkan laporan bukti bahwa virus mutasi Covid-19 ini lebih tinggi tingkat keganasannya,” ujar dia.
Gejala yang ditimbulkan mutasi virus corona ini sama seperti virus corona yang ada. Kendati demikian, ia meminta masyarakat semakin waspada dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus. “Dan segera mengetahui secara dinin
kalau kita ada kemungkinan Covid-19 dengan tes dini dan melakukan isolasi,” ucap Nadia.
Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono mengonfirmasi, mutasi virus corona dari Inggris atau B.1.1.7 sudah masuk ke Indonesia. Dante mengatakan, sudah ditemukan dua kasus Covid-19 dengan mutasi virus corona tipe B.1.1.7 tersebut. “Tadi malam saya mendapatkan informasi bahwa dalam tepat satu tahun hari ini kita menemukan mutasi B.1.1.7 UK di Indonesia. Ini fresh from the oven baru tadi malam ditemukan dua kasus,” kata Dante dalam acara “Inovasi Indonesia untuk Indonesia Pulih Pasca Pandemi”, Selasa (2/3).
TKI Asal Karawang
Diketahui, dua tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Karawang, Jawa Barat, M (40) dan A (45) terpapar varian baru virus corona B.1.1.7. Kedua perempuan pekerja migran itu baru pulang dari Arab Saudi. M berasal dari Kecamatan Lemahabang, Karawang. Ia bersama 49 orang lainnya pulang ke Tanah Air menggunakan maskapai Qatar Airways pada 28 Januari 2021.
Sesuai peraturan, mereka harus menjalani karantina usai tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Sebelum dikarantina, mereka dites menggunakan PCR. Hasilnya, ditemukan 7 orang positif Covid-19, yakni 3 dari Karawang, 2 dari Cianjur dua, 1 dari Bekasi 1, dan 1 dari Sukabumi 1.
“Dari 7 positif ini sudah dilakukan penelitian di Litbangkes, ternyata terdapat satu yang terkena virus (corona) B.1.1.7. Kebetulan itu dari Karawang,” ujar Pelaksana Kepala Dinas Kesehatan Karawang Nanik Jodjana saat ditemui di Gedung Singaperbangsa, Kompleks Kantor Pemkab Karawang, Rabu (3/3).
Kemudian, pada 31 Januari 2021, A, asal Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, pulang ke Indonesia dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Dari total 33 penumpang, ditemukan 4 orang positif Covid-19. “Dari 4 positif itu, ada dari Karawang 2, dan satunya terkena B.1.1.7,” ujar Nanik.
Nanik mengatakan, kedua warga yang terjangkit virus corona B.1.1.7 itu pulang ke Karawang pada empat hari lalu, setelah masa karantina di Jakarta selesai. Saat pulang ke Karawang, M dan A sudah negatif Covid-19.
Setelah menerima informasi dari Kementerian Kesehatan RI bahwa dua warga Karawang itu terjangkit virus corona varian baru, pihaknya langsung bergerak. Dinkes Karawang bersama Dinkes Provinsi Jabar, Kemenkes RI, dan Balitbangkes langsung mendatangi tempat tinggal M dan A. “Arahan dari Gubernur, harus cepat dan waspada,” ujar Nanik.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil juga berpesan agar berhati-hati dengan virus corona varian baru ini. Virus Corona B.1.1.7 diketahui pertama kali ditemukan di Inggris pada September 2020. Virus ini lebih cepat menyebar ketimbang varian Covid-19 yang ada sebelumnya. Nanik menyebut, ini pertama kali virus varian ini ditemukan di Indonesia. “Sehingga pemerintah mengantisipasi supaya jangan cepat menyebar. Kita langsung lakukan tracing dan testing,” ujar dia.
Nanik mengatakan, saat ini M dan A dalam kondisi baik. Tim telah turun langsung melakukan tracing dan testing. Sebab di kediaman A ada 4 orang yang tinggal, termasuk anaknya. “Masih (isolasi) di rumah masing-masing,” kata dia.
Bagaimana Efektivitas Vaksin?
Tepat setahun pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, kita mendapatkan kabar tentang masuknya mutasi virus corona asal Inggris atau B.1.1.7 ke Indonesia. Beberapa negara lain juga sudah melaporkan penemuan kasus dari mutasi virus ini, termasuk Singapura, India, Malaysia, hingga Korea Selatan. Di beberapa negara, varian ini bahkan sudah menjadi strain yang dominan.
Di sisi lain, program vaksinasi Covid-19 kini sedang dijalani, termasuk di tanah air. Bagaimana efektivitas vaksin menyusul adanya strain baru yang masuk ke Indonesia?
Vaksin yang saat ini sudah didistribusikan ke masyarakat adalah vaksin dari Sinovac, yang jumlahnya ditargetkan mencapai 185 juta dosis. Selain Sinovac, pemerintah masih menunggu pengadaan vaksin dari sejumlah produsen, antara lain Pfizer, AstraZeneca dan Novavax. Sejauh ini, vaksin-vaksin yang ada disebut masih efektif untuk “melawan” strain virus corona yang ada di tanah air.
“Sampai sejauh ini vaksin yang ada, termasuk Sinovac, masih efektif untuk mencegah terinfeksi virus yang mengalami mutasi ini,” ungkap Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Selasa (3/3).
Efektivitas vaksin terhadap B.1.1.7 juga telah banyak menjadi pembahasan di berbagai negara.
Laman DW, misalnya, menyoroti kemungkinan kemanjuran vaksin yang bisa berubah saat varian baru virus corona muncul. Menurut para ilmuwan dari Universitas Cambridge, vaksin Pfizer-BioNTech kemungkinan besar masih efektif melawan varian virus B.1.1.7 yang disebut lebih mudah menular. Namun, kemanjurannya mungkin sedikit terpengaruh.
Sementara Medical News Today menyebut adanya sebuah penelitian yang menemukan bahwa dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech tetap akan efektif terhadap mutasi virus corona B.1.1.7. Makalah penelitian yang diterbitkan di jurnal Science tersebut mencatat, vaksin cukup merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi dalam jumlah yang cukup, yang dapat menetralkan varian SARS-CoV-2 baru.
Penelitian tersebut menggunakan “pseudovirus”, yang mengandung karakteristik protein lonjakan baik dari varian B.1.1.7 maupun varian yang lebih lama, yang awalnya muncul di Wuhan, China. Saat menggunakan protein lonjakan varian baru, ada sedikit penurunan antibodi penetral pada peserta yang lebih muda, tetapi tidak ada penurunan pada peserta yang lebih tua.
Para ilmuwan berpikir bahwa penurunan yang sedikit itu tidak signifikan secara biologis. Oleh karena itu mereka menyimpulkan bahwa vaksin Pfizer-BioNTech masih efektif atau masih akan memberikan perlindungan yang cukup terhadap varian baru. Begitu juga dengan vaksin Moderna. Riset terbaru yang belum melalui ulasan dari sejawat menemukan hasil serupa untuk vaksin Moderna.
Produsen vaksin Moderna merilis pernyataan pada akhir Januari 2021, yang menyatakan bahwa vaksin mereka masih menawarkan perlindungan tidak hanya terhadap varian B.1.1.7 tetapi juga varian B.1.351, yang pertama kali diidentifikasi oleh para ilmuwan di Afrika Selatan.
Masuknya mutasi virus corona B.1.1.7 idealnya bisa menjadi pengingat bagi kita untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Apalagi, Ari menambahkan, strain ini diketahui dapat menular dengan lebih cepat dan menyerang usia muda, walaupun keganasannya masih menjadi pertanyaan.
“Tetap 3M dan juga konsisten skrining pada pintu2 masuk Indonesia, 3T (testing, tracing, treatment) harus ketat, dan support pemerintah untuk pelaksanaan sequencing ditingkatkan,” ungkapnya.
Guru besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI itu mengingatkan agar strain ini tidak menyebabkan gelombang kedua di Indonesia. Masuknya B.1.1.7 ke tanah air menurutnya harus mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah. Termasuk mempercepat jalannya program vaksinasi Covid-19 yang kini sudah berjalan dan memperketat pintu-pintu masuk ke Indonesia.
“Pintu-pintu masuk Indonesia tetap harus dijaga ketat untuk men-skrining adanya WNI atau WNA yang masuk Indonesia dengan membawa virus strain B.1.1.7 ini,” ujar Ari.
8 Ciri Terinfeksi Varian Baru
Dalam sebuah riset yang dilakukan di Inggris, seseorang yang terinfeksi Covid-19 akan mengalami gejala dalam waktu 2-14 hari.
Berikut gejala terbaru COVID-19 yang perlu diwaspadai dikutip dari Times of India, Rabu (3/3):
Demam: Menurut data terbaru ONS, terdapat sekitar 19 persen pasien COVID-19 yang melaporkan mengalami demam karena varian asli virus Corona. Namun, terdapat 22 persen pasien yang dikaitkan dengan varian baru virus tersebut.
Batuk: Sebanyak 35 persen pasien mengalami gejala batuk setelah terinfeksi varian baru COVID-19. Di sisi lain, pasien yang mengalami gejala batuk akibat varian virus asli hanya sebanyak 28 persen saja.
Sesak Napas: Sesak napas merupakan gejala umum yang kerap dialami oleh pasien terinfeksi COVID-19. Gejala ini kerap dialami oleh orang-orang terinfeksi varian virus asli dan juga varian baru Corona.
Nyeri Otot: Sebanyak 21 persen pasien terinfeksi virus Corona mengalami nyeri otot. Pada varian baru COVID-19, diketahui terdapat sebanyak 24 pasien yang juga mengalami hal yang sama.
Kehilangan Indra Penciuman dan Perasa: Menurut data, terdapat sekitar 18-19 persen pasien yang terinfeksi strain asli Corona yang mengeluhkan kehilangan indera penciuman dan perasa, sedangkan pada varian baru Corona, sebanyak 15 persen pasien yang mengeluh mengalami hilangnya indra perasa.
Sakit Kepala: Sakit kepala juga merupakan gejala lain yang turut dialami oleh pasien-pasien yang terlibat dalam penelitian tersebut.
Sakit Tenggorokan: Pada pasien terinfeksi varian baru Corona, terdapat sebanyak 22 persen pasien yang mengalami gejala sakit tenggorokan. Sementara itu, pasien terinfeksi strain asli Corona yang mengalami sakit tenggorokan hanya sebanyak 19 persen.
Gejala gastrointesnial: Studi yang dilakukan oleh ONS tersebut juga menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan persentase gejala gastrointesnial yang dialami pasien terinfeksi kedua kelompok varian Corona tersebut.
Sementara itu, menurut United Kingdom NHS dan Express, selain ke-8 gejala di atas, terdapat beberapa gejala lainnya dari varian baru Corona ini, yakni diare, konjungtivitis (mata merah), ruam pada kulit, perubahan warna pada jari tangan serta kaki, kelelahan, pilek, dan muntah-muntah. (kps/net)
PAPARKAN: Tersangka mucikari dan pria hidung belang dalam prostitusi anak di bawah umur dipaparkan Polres Pelabuhan Belawan, Selasa (3/3). dachril/sumut pos.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Seorang wanita mucikari diringkus oleh personel Reskrim Polres Pelabuhan Belawan karena menjual seorang remaja putri anak baru gede (ABG).
PAPARKAN: Tersangka mucikari dan pria hidung belang dalam prostitusi anak di bawah umur dipaparkan Polres Pelabuhan Belawan, Selasa (3/3). dachril/sumut pos.
Polisi juga menangkap seorang pria hidung belang yang ‘menggauli’ ABG tersebut dengan bayaran Rp450 ribu dan menyita barang bukti berupa satu buah kunci mobil,uang kontan sebanyak Rp520.000 dan empat Unit ponsel dengan berbagai merek.
Kedua pelaku tindak pidana eksploitasi terhadap anak (human trafficking) tersebut masing-masing mucikari berinisial TS (18) warga Jalan Pulau Samosir Belawan, Kecamatan Medan Belawan dan FS (36) warga Jalan Purwosari Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Kecamatan Medan Timur.
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP MR Dayan didampingi Kasat Reskrim AKP I Kadek Herry Cahyadi menyebutkan, terungkapnya kasus penjualan anak tersebut berawal saat Hariadi orangtua korban Melati (nama samaran) melihat dan membaca isi chattingan di messenger di ponsel milik putrinya.
Dalam percakapan via messenger tersebut, tersangka TS menawarkan dan menjual putrinya untuk melakukan hubungan seksual kepada lelaki hidung belang berinisial FS. “Setelah membaca isi chattingan tersebut, orangtua korban membuat laporan pengaduan di Polres Pelabuhan Belawan,” jelas Dayan, Rabu (3/2).
Dayan menambahkan, kasus eksploitasi terhadap anak di bawah umur (human trafficking) terjadi pada hari Selasa, (16/2),lalu sekira pukul 22.30. Setelah orangtua korban membuat laporan pengaduan sesuai LP/68/ll/2020/SU/SPKT Pe.Belawan, tanggal 20 Februari 2020, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap kedua pelaku yang berprofesi sebagai mucikari dan lelaki hidung belang.
Setelah dilakukan pemeriksaan, tambah Kapolres, terungkap bahwa pelaku TS menyewakan korbannya kepada FS dengan harga Rp450.000 sedangkan TS mengaku menerima keuntungan sebesar Rp30.000 usai menjual korban kepada pria hidung belang.
“Korban dijual oleh tersangka pada Selasa,(16/2) lalu, sekira pukul 22.30 Wib, di kawasan Bagandeli, Kecamatan Medan Belawan dan selanjutnya dibawa ke salah hotel di kawasan Padangbulan Medan,” urai Kapolres.
Kedua pelaku eksploitasi terhadap anak itu akan dijerat Pasal 76i junto Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (fac/azw)