Home Blog Page 3643

Geber Urban Tourism, P3KS dan Camat Susuri Sungai Babura

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS) mendukung program Pemerintah Kota Medan untuk menata sungai sebagai objek wisata di tengah kota atau urban tourism. Mereka menggandeng berbagai komunitas untuk terlibat langsung untuk menggeber wacana tersebut.

Teranyar, P3KS berkoordinasi dengan Camat Medan Baru Illyan Chandra Simbolon bersama Camat Medan Petisah Agha Novrian untuk berkolaborasi dalam realisas program pemerintah. Mereka mengajak kedua camat itu menyusuri sungai Babura.

“Sengaja kami ajak Camat Medan Baru dan Medan Petisah untuk menyusuri sungai Babura, hal ini agar kedua pimpinan di kecamatan ini dapat melihat langsung potensi dan hal-hal yang harus dibenahi di sepanjang sungai Babura ini. Agar kedepannya kalobarasi ini menjadi bermanfaat dan dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat”. Ujar Ketua P3KS Aminurasid, Kamis (1/4).

Dalam peninjauan itu, sampah masih menjadi masalah yang harus diselesaikan. Aminurasid mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai. Karena, masyarakat juga yang nantinya akan mendulang manfaat jika sungai dijaga.

“Ke depan kita siap berkolaborasi lintas kecamatan. Kita juga terus menjalin koordinasi dengan berbagai pemangku kebijakan,” ujarnya.

Kegiatan arung sungai Babura diawali dari Taman PLN, Jalan Sudirman, Kecamatan Medan Baru, dan berakhir di Lapangan serbaguna, Kampung Sejahtera, Jalan Haji Zainul Arifin, Kecamatan Medan Petisah.

Selama menyusuri sungai, kedua Camat saling berdiskusi untuk melakukan penataan di wilayah kerja masing-masing. Mereka mencoba mengembangkan potensi-potensi yang ada di kampung kampung yang menjadi titik henti (checkpoint).

“Ada satu spot yang menarik nantinya bisa menjadi tempat untuk wisatawan berhenti. Itu berada di gang Pasir, Jalan S.Parman Medan. Di situ uniknya, ada dua rumah ibadah berdiri berdampingan, yakni Musholla dan Kuil,” Ucap Candra Simbolon, Camat Medan Baru, saat usai mengarungi sungai Babura.

Bukan hanya itu saja, selain dua rumah ibadah yang berdampingan yang berada di pinggiran sungai, Kecamatan Medan Baru juga memiliki banyak UMKM yang bisa menjadi nilai jual tersendiri.

Sementara itu, Camat Medan Petisah, Agha Novrian mengapresiasi langkah P3KS yang melibatkan berbagai komunitas dalam pengembangan potensi wilayahnya. Sehingga ada sinergisitas yang kuat untuk saling mendukung satu sama lain.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat mendongkrak perekonomian Kampung Sejahtera, dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan terutama nenjaga sungai untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai, selain itu penataan bantaran sungai ijo harus benar benar tertata rapi, sehingga jauh dari kekumuhan” himbau Agha.

Khusus di Kampung Sejahtera, P3KS akan menjadikan lapangan serbaguna sebagai salah satu spot unggulan. Mereka paham betul, bahwasannya daerah itu punya potensi lebih untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Sekaligus merubah imej negatif yang selama ini tersiar di masyarakat .

Untuk diketahui dalam kegiatan susur sungai itu P3KS berkolaborasi dengan berbagai komunitas. Mulai dari Explorer Sumatera, Vertical Rescue Indonesia (VRI) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan. Selama ini juga banyak komunitas lainnya yang juga andil terlibat dalam pengembangan Kampung Sejahtera.(rel)

DPD PDI Perjuangan Sumut Gelar Sekolah Politik Sekretaris Dan Kesekretariatan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara melaksanakan sekolah politik bagi sekretaris dan kesekretariatan secara virtual dari Aula Bung Karno kantor DPD PDI Perjuangan Sumut Jalan Jamin Ginting Medan, Kamis (1/4/2021). Kegiatan ini dibuka oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut H Djarot Saiful Hidayat.

Dalam arahannya Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan  H Djarot Saiful Hidayat menyampaikan, pelatihan ini sangat strategis dalam rangka meningkatkan kapasitas dan keterampilan para kepala sekretariat dan sekretaris dalam menjalankan fungsi dan tugasnya mengelola partai di daerah masing-masing.
“Sekretariat yang dikomandoi oleh sekretaris dan wakil sekretaris DPD dan DPC partai merupakan jantung aktivitas partai, oleh karena itu sekretariat harus dikelola secara sehat agar partai menjadi kuat,” terang mantan Gubernur DKI tersebut.

Sasaran atau tujuan yang ingin dicapai dalam workshop ini adalah peningkatan kapasitas kemampuan sekretariat dalam mengelola administrasi dan keuangan serta terbangunnya kekompakan antara tim sekretariat dan unsur-unsur sekretaris dalam menggerakkan roda kegiatan kepartaian.

“Sekretariat harus menjalankan tugas dan  fungsinya secara disiplin, untuk mencapai tujuan menang tiga pemilu tiga kali berturut-turut,” pungkas mantan Wali Kota Blitar yang saat ini duduk sebagai Anggota DPR RI dari dapil Sumut 3 tersebut.

Sementara dalam keterangannya, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut Dr Sutarto MSi mengatakan, pelatihan ini akan dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan untuk penguatan dan keterampilan serta kapasitas personil sekretariat. “Telah dilaksanakan pendidikan politik ke sekretariatan dan tata kelola kepartaian, di mana pesertanya adalah jajaran sekretaris DPD dan DPC, kepala sekretariat dan seluruh staf sekretariat DPD perjuangan di Sumatera Utara,” ungkap Sutarto.

“Materi pelatihan hari ini terkait dengan tata kelola kepartaian yang saya sampaikan sendiri, kemudian, materi menyangkut hal-hal teknis terkait sistem mekanisme tata kelola administrasi disampaikan oleh wakil sekretaris internal Ahmad Bima Nusa yang dibantu Kepala Sekretariat Sartika Purba yang menyampaikan  alur dan mekanisme tata cara administrasi perkantoran,” imbuh politisi lulusan progam Doktoral UINSU tersebut.

Sutarto melanjutkan, materi terkait tata cara dan juga format pelaporan keuangan partai disampaikan oleh bendahara DPD Partai dr Meriahta Sitepu yang dibantu Rina. “Dalam kegiatan tersebut kami juga menyampaikan kepada seluruh sekretaris dan juga sekretariat agar terus melakukan peningkatan kapasitas terutama soal IT karena setiap kader harus melek IT mengingat kita telah masuk ke Digitalisasi,” sebut Ketua Prodi Ilmu Politik Pasca Sarjana Universitas Darma Agung tersebut.

Terakhir Pengajar Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara tersebut menyampaikan bahwa PDI Perjuangan Sumut akan terus berbenah, karena tantangan kedepan yang semakin sulit. “Dari banyak lembaga survei telah menempatkan PDI Perjuangan unggul dari partai lain, namun pesan dari ketua DPD, seluruh seluruh struktur partai tidak boleh lengah tetap harus bekerja dengan turun ke bawah agar PDI Perjuangan tetap mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan mampu menjadi partai pelopor,” pungkasnya. (adz)

Hasil KLB Ditolak, DPD Demokrat Sumut Gelar Syukuran dan Beri Tali Asih

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Sebagai wujud syukur atas ditolaknya hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Sibolangit, Deliserdang, oleh Kemenkumham, DPD Partai Demokrat Sumut menggelar syukuran dengan membagikan nasi bungkus kepada tukang becak, driver ojol dan masyarakat yang melintas di depan Kantor DPD Partai Demokrat Sumut, Jalan Gatot Subroto, Kamis (1/4/2021).

“Untuk mengungkapkan rasa syukur, kami dari DPD Partai Demokrat Sumatera Utara melaksanakan tali asih dengan membagikan nasi bungkus untuk makan siang kepada abang becak, diver Ojol, sopir Angkot, dan warga Kota Medan yang melintas. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah dan juga masyarakat Sumatera Utara atas ditolaknya KLB Partai Demokrat di Deliserdang,” kata Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain Hutajulu.

Selain membagikan nasi Kepada warga yang melintas, DPD Partai Demokrat Sumut juga membagikan nasi ke sejumlah pantai asuhan yang ada di Kota Medan. “Ini sebagai wujud syukur kami. Semoga Partai Demokrat tetap terus berjuang bersama rakyat,” tegas Herri.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Menkumham telah mengumumkan keputusan menolak permohonan pihak KLB Deliserdang. Permohonan KLB Deliserdang yang diwakili Jenderal TNI Purnawirawan Moeldoko dan Jhoni Allen Marbun, ditolak karena gagal melengkapi berkas administrasi yang dipersyaratkan, sesuai dengan batas waktu yang telah diberikan. Diantaranya adalah tidak menyertakan surat mandat dari para Ketua DPD dan DPC, sebagai pemilik suara yang sah, kepada para peserta KLB yang hadir.

Menyikapi keputusan itu, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pun meminta seluruh kader tetap menjaga soliditas dan sikap rendah hati. AHY pun mengucap syukur atas keputusan pemerintah tersebut. Bahwa penolakan KLB Deliserdang adalah penegasan terhadap kebenaran, legalitas, dan konstitusionalitas Partai Demokrat terkait kepemimpinan,  kepengurusan serta konstitusi partai, yakni AD/ART Partai Demokrat hasil Kongres V Partai Demokrat tahun 2020 yang telah berkekuatan hukum tetap dan disahkan oleh negara.

“Artinya, tidak ada dualisme di tubuh Partai Demokrat. Saya tegaskan sekali lagi, tidak ada dualisme di tubuh Partai Demokrat. Ketua Umum Partai Demokrat yang sah adalah Agus Harimurti Yudhoyono,” tegas AHY.(adz)

Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD 2022

Musrenbang: Bupati Nisel beserta para DKP Provinsi, DPRD Nisel, Kajari Nisel dan Plt. Bappeda saat memberikan arahan kepada para peserta Musrenbang Tahun 2022 di Pulau Tello. Rabu, (31/3).

NIAS SELATAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022 Kabupaten Nias Selatan, di Aula Katolik St. Andreas Pulau Tello, Rabu, (31/3).

Musrenbang: Bupati Nisel beserta para DKP Provinsi, DPRD Nisel, Kajari Nisel dan Plt. Bappeda saat memberikan arahan kepada para peserta Musrenbang Tahun 2022 di Pulau Tello. Rabu, (31/3).

Bupati Nias Selatan, Hilarius Duha mengatakan RPJMD Kabupaten Nias Selatan Tahun 2016-2021 akan segera berakhir.

“Maka, sejalan dengan itu diharapkan penyusunan rancangan RKPD Kabupaten Nias Selatan Tahun 2022 disesuaikan dengan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih,” ujarnya saat membuka Musrembang.

Adapun tema Musrenbang RKPD Tahun 2022, adalah ‘Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Masyarakat menuju Nias Selatan Maju dan Sejahtera’. Tema tersebut sejalan dengan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih, yaitu Nias Selatan Maju dan Masyarakat Sejahtera.

Sedangkan Misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih yaitu Menciptakan kultur dan karakter yang bersih, jujur, transparan dan berorientasi pada pelayanan, Melakukan pemerataan pembangunan dengan skala prioritas, Meningkatkan sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, berdaya saing, serta kreatif dan inovatif; Mengembangkan perekonomian masyarakat yang produktif dan tidak konsumtif; dan Memberi rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.

Mewakili tokoh masyarakat, Falua Laowo menyampaikan bahwa menurut pengamatannya Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Selatan telah melaksanakan pembangunan dari berbagai sektor. “Diharapkan agar kedepan pembangunan di berbagai sektor ini dapat dilanjutkan, terutama di sektor pertanian dan perikanan guna memulihkan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19,” harap Falua Laowo.

Ketua DPRD Kabupaten Nias Selatan yang diwakili Ketua Komisi II, Asazatulo Giawa menyambut baik pelaksanaan Musrenbang tersebut. Ia mengharapkan penetapan program prioritas pembangunan tahun 2022 dapat mengakomodir usulan-usulan hasil Musrenbang Desa dan Kecamatan, termasuk pokok-pokok pikiran DPRD Kabupaten Nias Selatan.

Sambutan Gubernur yang disampaikan oleh Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Utara, Hasmirizal Lubis secara virtual mengharapkan pelaksanaan Musrenbang RKPD 2022 Kabupaten Nias Selatan dapat menyepakati hal-hal strategis guna pemulihan ekonomi masyarakat. Mengakhiri sambutannya mengucapkan selamat bermusyarah semoga dapat berjalan dengan baik serta mematuhi protokol kesehatan.

Pelaksanaan Musrenbang RKPD Tahun 2022 sebagaimana dijelaskan oleh Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Nias Selatan, Abdiel Sonasa Amazihono, merupakan tindak lanjut hasil Musrenbang RKPD di 35 Kecamatan dari tanggal 10 Februari s/d 16 Maret 2021 dengan total usulan sebanyak 824 item. (mag-10/ram)

Kapolres Humbahas Berikan Bantuan Sembako Korban Puting Beliung

BANTUAN: Kapolres Humbahas AKBP Ronny Nicolas Sidabutar saat memberikan bantuan berupa sembako kepada Tiominar Simanullang.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kepala Polisi Resort (Kapolres) Humbang Hasundutan AKBP Ronny Nicolas Sidabutar bersama jajarannya melakukan gelar bakti sosial dengan memberikan bantuan kepada Tiominar Simanullang (49), warga yang menjadi korban bencana alam angin puting beliung, di Dusun II Desa Matiti I Kecamatan Dolok Sanggul, Rabu (31/4).

BANTUAN: Kapolres Humbahas AKBP Ronny Nicolas Sidabutar saat memberikan bantuan berupa sembako kepada Tiominar Simanullang.

Ronny mengatakan, kegiatan itu merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terkena musibah. Bantuan yang diberikan berupa beras, telur dan mie instan.

“ Semoga bermanfaat dan bisa sedikit terbantu,” ujar Kapolres Humbahas.

Menurutnya, dampak dari musibah ini merupakan cobaan dari sang pencipta. “ Mari kita menata hidup kembali, dan terus berdoa untuk selalu diberikan keselamatan dan kesehatan agar kita selamat dunia dan akhirat,” tutur Kapolres.

Dalam penyerahan bantuan, didampingi oleh KBO Sabhara Polres Humbahas IPTU H Sembiring, dan Personil Babhinkamtibmas Polres Humbahas.

Diberitakan, puting beliung itu terjadi bersamaan dengan hujan deras pada, Rabu (31/4) sekira pukul 03.00 WIB dini hari.

Puting beliung yang membuat rumah Tiominar Simanullang, menghantam seng, dan perancanya. Untungnya, tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut, namun satu dari anak Tiominar hanya mengalami luka ringan. (des/ram)

Jembatan Gantung Moro’o Rusak Berat

RUSAK: Kondisi Jembatan Gantung Moro’o di Desa Iraonagambo Nias Barat rusak berat.

NIAS BARAT, SUMUTPOS.CO – Jembatan Gantung Moro’o Desa Iraonogambo Kecamatan Mandrehe Induk, Kabupaten Nias barat terputus atau rusak berat akibat dilanda banjir, Rabu (31/3).

RUSAK: Kondisi Jembatan Gantung Moro’o di Desa Iraonagambo Nias Barat rusak berat.

Kondisi jembatan Moro’o Sangat memperhatinkan karena salah melangkah warga bisa terperosok dan jatuh ke sungai Moro’o. Warga yang melintas harus berpegang erat pada kawat penahan yang terbentang diatas jembatan. Apalagi ketika menginjakan kaki di lantai jembatan maka akan goyang, sedikit saja lengah terperosok akan jatuh ke sungai.

Akibat rusaknya jembatan tersebut, membuat aktivitas masyarakat desa Iraonogambo terhambat. Karena, jembatan tersebut salah satu akses jalan antar penghubung ke desa dan kecamatan, juga kabupaten.

Hesti Gulo, warga di desa sekitar Iraonogambo mengatakan, jembatan ini rusak sejak sekitar tiga bulan yang lalu karena dilanda banjir bandang. Karena jembatan ini rusak, akibatnya masyarakat harus mencari jalan alternatif yang jaraknya hingga lima kilometer.

‘’Kami masyarakat sulit melakukan kegiatan,juga anak kami yang masih duduk di bangku sekolah harus kami antar ke sekolah dan melewati jembatan tersebut, maka kami berharap kepada pemerintah daerah Bapak Bupati terpilih Khenoki Waruwu, untuk lebih bijaksana melihat kondisi jembatan ini, karena jembatan gantung Moro’o akses jalan umum bagi kami warga desa Iraonogambo,” ujarnya.

Dari pantauan di lapangan, kondisi jembatan tersebut sangat memprihatikan kepada warga setempat. Kerusakan jembatan tersebut diperkirakan lebih dari 70 persen, dengan kata lain, tidak layak untuk dipergunakan lagi. (mag-11/ram)

50 UMKM Bakal Ramaikan Pasar Murah Golkar Sumut, Ijeck: Masyarakat Harus Rasakan Manfaat Kehadiran Golkar

KETERANGAN: Ketua DPD Partai Golkar Sumut Musa Rajekshah (Ijeck), berikan keterangan pers di Aula Kantor Golkar Sumut, Selasa (30/3).PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekitar 50 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bakal meramaikan program sosial kemasyarakatan inisiasi DPD Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) di Taman Mejuah-juah Berastagi, Kabupaten Karo, pada 2-4 April 2021.

KETERANGAN: Ketua DPD Partai Golkar Sumut Musa Rajekshah (Ijeck), berikan keterangan pers di Aula Kantor Golkar Sumut, Selasa (30/3).PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

Para UMKM tersebut berasal dari sejumlah kabupaten dan kota yang ada di Sumut. Selain kegiatan pameran UMKM, pada hari yang sama pula, Golkar Sumut berencana melaksanakan bazar, pasar murah, bakti sosial, dan donor darah.

“Akan ada 50 stand UMKM yang berasal dari Tanah Karo dan daerah-daerah di Sumut, untuk dapat dinikmati masyarakat. Semoga dengan adanya kegiatan pasar murah, bazar, dan pameran UMKM serta aksi sosial yang dilakukan nantinya, bermanfaat bagi masyarakat Sumut, terkhusus Tanah Karo,” ungkap Ketua Golkar Sumut, Musa Rajekshah, saat konferensi pers ihwal kegiatan dimaksud di Kantor Golkar Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim Medan Selasa (30/3) sore.

Ditekankan pria yang karib disapa Ijeck ini, Golkar ingin selalu hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, melalui kegiatan sosial ekonomi tersebut pula, mencerminkan partai berlambang pohon beringin itu, tidak sekadar hadir di saat kontestasi Pemilu, Pileg, ataupun Pilkada semata.

“Partai Golkar hadir bukan untuk kepentingan momentum politik saja. Tapi mulai terus berkegiatan sosial, setiap minggu, setiap bulan. Sehingga selain untuk internal juga bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Akan banyak organisasi perangkat daerah terkait yang terlibat dalam dalam kegiatan dimaksud. Menurut Ijeck, sejumlah OPD tersebut berasal dari Pemprov Sumut dan beberapa dari kabupaten dan kota.

“Dan karena ini masih suasana pandemi, kami juga menjaga protokol kesehatan (prokes), sehingga jumlah OPD maupun UMKM yang terlibat dibatasi. Kami pun memilih Tanah Karo untuk berkegiatan, mengingat karena mudahnya transpotasi dan akomodasi, juga merupakan daerah wisata. Semoga kegiatan nantinya berguna bagi masyarakat, apalagi masih dalam suasana pandemi dan menjelang bulan suci Ramadan,” katanya.

Revitalisasi

Selain kegiatan itu, Golkar Sumut juga punya agenda organisasi yang bersifat internal yakni Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I dan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) I pada 3-4 April 2021 di Sinabung Hills, Kabupaten Karo. Pada kesempatan itu, Ijeck mengamini, akan ada revitalisasi pada jajaran Golkar Sumut, bahkan hingga tingkat kabupaten dan kota.

“Revitalisasi di tubuh organisasi seperti Partai Golkar, merupakan hal yang sangat biasa. Sudah 33 kabupaten dan kota mengajukan ke DPD Tingkat I untuk perubahan-perubahan itu, dan kami pun sudah membalas usulan tersebut. Jadi ini adalah hal yang biasa,” bebernya, didampingi Sekretaris dan Bendahara, Ilhamsyah serta Iwan Habib Nasution, juga sejumlah pengurus Partai Golkar Sumut lainnya.

Rapat tersebut, sambungnya, juga dilakukan dalam rangka konsolidasi seluruh kader Partai Golkar di Sumut menghadapi agenda politik 2024. Ijeck menegaskan, dalam Rakerda kali ini mereka belum membahas sosok yang akan diusung pada Pilgub Sumut 2024.

“Kami mengetahui agenda politik di 2024, yakni pelaksanaan Pemilu serentak mulai dari pusat hingga ke daerah. Sehingga kami perlu untuk menyatukan langkah terkait hal ini. Kami belum berbicara mengenai sosok di Pilgub pada Rakerda ini. Karena itu masih jauh. Kami fokus konsolidasi internal mengenai kebijakan partai nanti,” pungkasnya. (prn/saz)

Teks Foto

PRAN HASIBUAN/SUMUT POS

KETERANGAN: Ketua DPD Partai Golkar Sumut Musa Rajekshah (Ijeck), saat memberi keterangan pers terkait persiapan pelaksanaan Rakerda I dan Rapimda I, serta kegiatan sosial ekonomi masyarakat di Tanah Karo pada awal April mendatang, di Aula Kantor Golkar Sumut Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Selasa (30/3).

Kejar Target Medan Bebas Banjir 2023, Wali Kota Tinjau Sungai Bedera

TINJAU: Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution saat meninjau Sungai Bedera di Jalan Asrama Medan, Rabu (31/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, melakukan peninjauan Sungai Bedera di Jalan Asrama, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Rabu (31/3) pagi. Peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah nyata Pemko Medan dalam mengatasi permasalahan banjir yang telah lama melanda Kota Medan.

TINJAU: Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution saat meninjau Sungai Bedera di Jalan Asrama Medan, Rabu (31/3).

Bobby meninjau Sungai Bedera bersama Kepala Badan Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Maman Noprayamin, yang turut didampingi Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penatan Ruang (PKPPR) Benny Iskandar, Kepala Dinas PU Zulfansyah Ali Saputra, dan Camat Medan Helvetia Andy Mario Siregar.

Sebelum meninjau lokasi, Bobby bersama Maman, Benny, Zulfansyah, dan Andy berdiskusi lebih dulu guna mempelajari permasalahan yang terjadi pada aliran Sungai Bedera, agar dapat diketahui sumber permasalahan yang dihadapi, serta dapat mengambil solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan banjir tersebut.

Setelahnya, Bobby bersama rombongan tampak menyisir pinggiran Sungai Bedera yang berada di Komplek Perumahan Bumi Asri. Dari hasil peninjauan tersebut, Pemko Medan pun memastikan akan mengambil langkah-langkah strategis secara bersama-sama untuk melakukan normalisasi terhadap Sungai Bedera.

Usai peninjauan, kepada Sumut Pos, Kepala Dinas PKPPR Kota Medan, Benny mengatakan, peninjauan itu dilakukan guna mengejar target Wali Kota Medan yang ingin menuntaskan permasalahan banjir di Kota Medan dalam waktu 2 tahun, atau 2023 Kota Medan bebas banjir.

“Pak Wali punya program 2 tahun Medan bebas banjir, itu yang mau dituntaskan,” ungkap Benny, Rabu (31/3).

Kenapa dimulai dari sungai Bedera? Benny menjelaskan, Sungai Bedera adalah sungai yang paling realistis untuk segera dinormalisasi fungsinya dalam waktu dekat. Selain itu, bila mampu menormalisasi Sungai Bedera, hal itu akan memberikan dampak yang cukup besar bagi persoalan banjir di Kota Medan.

“Sebelumnya hasil rapat kami (Pemko) dengan BWS 2 minggu lalu, Sungai Bedera yang paling memungkinkan untuk dikerjakan dalam waktu dekat, apalagi sudah ada SK dari Gubernur Sumut. Lalu bila Sungai Bedera dikerjakan, dampaknya cukup besar,” jelasnya.

Lebih lanjut Benny menjelaskan, kesimpulan dari hasil peninjauan yang dilakukan tersebut, satu di antaranya adalah Pemko Medan, Pemprov Sumut, dan BWS Sumatera II, akan bekerja sama dan membagi tugas dalam penyelesaian pengerjaan Sungai Bedera.

“Sebelumnya, Pak Wali meminta agar desain yang dimiliki Provinsi dengan desain yang dimiliki BWS, disinkronkan dulu. Begitu sudah sinkron, maka akan dikerjakan secara bersama-sama, tentunya setelah ada kesepakatan. Dan kesepakatan itu sedang diupayakan dalam waktu dekat ini,” tuturnya.

Dia mencontohkan, ada beberapa hal yang dapat dikerjasamakan antara Pemko Medan, Pemprov Sumut, dan Pemkab Deliserdang, dalam pengerjaan Sungai Bedera ke depannya.

“Misalnya pembagian tugas, seperti masalah ganti rugi lahan masyarakat yang ada di sekitar sungai. Bagi masyarakat yang tinggal di pinggiran Sungai Bedera dan memiliki alas hak, tentu akan diberi ganti rugi,” beber Benny.

Dirincikan Benny, Sungai Bedera 2 per 3 bagian ada di Kota Medan, sedangkan seper 3 lainnya ada di Kabupaten Deliserdang.

“Untuk itu kami berharap biaya ganti ruginya bisa dibayar urunan (dibayar bersama), sebagian dari Pemko Medan, sebagian lainnya dari Deliserdang dan Pemprov Sumut,” katanya lagi.

Bila masih kurang dalam masalah biaya, baik itu untuk biaya pembebasan lahan maupun biaya pengerjaan fisik, dia mengatakan, ketiga pihak, yakni Pemko Medan, Pemprov Sumut, dan Kabupaten Deliserdang, akan meminta bantuan anggaran dari APBN untuk menutupi kekurangannya.

“Jadi kata Pak Wali, Pemko Medan, Pemrov Sumut, dan Pemkab Deliserdang, sebaiknya harus menunjukkan keseriusannya dulu dalam hal ini dengan melakukan pembebasan lahan dan pengerjaan fisik dengan APBD yang ada. Kalau (anggarannya) masih kurang, maka nanti akan diajukan ke pusat. Walaupun dulu pernah juga diajukan (ke pusat), tapi bedanya kali ini harus ada keseriusan dulu dari daerah, yakni mengerjakan apa yang bisa dikerjakan dari anggaran daerah,” sebut Benny.

Benny menjelaskan, Sungai Bedera yang mengalami penyempitan akibat adanya rumah penduduk, terdapat di sepanjang 3,5 kilometer aliran sungai. Padahal seharusnya, lebar Sungai Bedera tidak boleh kurang dari 4 meter. Namun faktanya saat ini, Sungai Bedera terus mengalami penyempitan dan sedimentasi (pendangkalan). Dalam tinjauannya, banyak lebar Sungai Bedera yang bahkan tidak mencapai 3 meter, atau hanya 2,5 meter, bahkan kurang dari itu.

“Sedangkan kalau melihat desain baru dari BWS, lebar sungai harus ditambah menjadi 8 meter. Apakah ini sesuai dengan desain Pemprov Sumut atau tidak, ini yang akan dipelajari secepatnya, makanya desain akan disinkronisasi dan harus disepakati secepatnya. Setelah disepakati berapa lebar sungai, sempadan sungai, dan lain-lain, maka segera direncanakan proses pengerjaannya dalam waktu secepatnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Kota Medan, Zulfansyah Ali Saputra menjelaskan, jika dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Medan meminta kepada Dinas PKPPR dan Kepala BWSS II untuk menginventarisir jumlah rumah warga yang membuat menyempitnya Sungai Bedera.

“Tadi Pak Wali bilang, kalau memang menyalah bangunannya dan tak ada izin (dan alas hak), maka ya akan dibongkar. Tapi tentu ada sosialisasi lebih dulu, disurati, diminta membongkar sendiri. Kalau tidak mau juga, baru ditertibkan,” jelasnya.

Zulfansyah juga menyebutkan, pada pekan depan, tepatnya 4 April 2021, Wali Kota Medan bersama Kepala BWSS II akan berangkat ke Kementerian PUPR di Jakarta untuk bertemu Dirjen yang menangani masalah Sungai.

“Nanti di sana akan dibahas tentang penanganan Sungai Bedera ini,” pungkasnya. (map/saz)

Tak Mau Apartemen The Reiz Condo Berubah Jadi Hotel, Penghuni Surati Wali Kota Medan dan Menteri BUMN

The Reiz Condo Jalan Tembakau Deli Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ratusan warga pemilik apartemen yang bernaung dalam Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun The Reiz Condo (PPPSRS-TRC) Jalan Tembakau Deli, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, memohon perlindungan kepada Wali Kota Medan M Bobby Afif Nasution.

The Reiz Condo Jalan Tembakau Deli Medan.

Permohonan mereka dituangkan ke dalam sebuah surat, sekaligus meminta audensi guna menyampaikan persoalan yang mereka alami kepada Wali Kota Medan. Tak cuma kepada Bobby Nasution, mereka juga menyebutkan akan mengirimkan surat tersebut kepada Menteri BUMN.

Menurut seorang pemilik apartemen, Darwin, Rabu (31/3), mengatakan, satu permohonan mereka yakni meminta Wali Kota Medan agar tidak menyetujui perubahan izin gedung apartemen The Reiz Condo (TRC) menjadi hotel, namun tetap pada fungsinya semula, yakni sebagai hunian apartemen.

“Besok (hari ini, red) Kamis (1/4), kami akan mengirimkan surat kepada Wali Kota Medan dan Menteri BUMN, untuk meminta perlindungan. Kami minta agar gedung TRC tetap berfungsi sebagai hunian, bukan hotel, atau campuran,” ungkap Darwin.

Lebih lanjut Darwin mengatakan, dia bersama para pemilik apartemen juga bermohon untuk melakukan audensi kepada Wali Kota Medan, agar semua kenyataan di lapangan beserta bukti-bukti yang ada dapat disampaikan secara langsung. Menurutnya, peralihan fungsi dari hunian ke hotel atau campuran, telah menimbulkan permasalahan dan keresahan bagi para pemilik dan penghuni apartemen.

Pasalnya, sejak awal penjualan PT Waskita Karya Realty (WKR) selaku pengelola apartemen, TRC telah lebih dulu menjanjikan konsep The Reiz Condo sebagai hunian murni, bukan sebagai hotel, atau campuran. Terakhir, hal tersebut menjadi satu pertimbangan untuk minat para pembeli. Namun kenyataannya, imbuh Darwin, apartemen terjual dan pihak PT WKR tidak menepati janjinya, dan bahkan mengubah fungsi TRC sebagai hotel atau campuran.

“Ini benar-benar merupakan suatu hal yang mengejutkan bagi kami selaku konsumen, apalagi hal tersebut dilakukan oleh satu BUMN yang merupakan anak perusahaan dari PT Waskita Karya Realty. Persoalan itu menimbulkan kegundahan bagi kami para pemilik,” ujarnya.

Mereka pun berharap, Wali Kota Medan dapat mendorong membantu penyelesaian kemelut antara warga yang menghuni TRC dengan PT WKR, yang telah berlangsung lebih dari 6 bulan.

“Kami berharap Wali Kota Medan dapat memberikan keadilan dan perlindungan kepada kami warga Medan yang tidak berdaya menghadapi korporasi besar seperti ini,” harap Darwin.

Seperti diketahui, sebelumnya beberapa waktu yang lalu, Komisi IV DPRD Medan telah melakukan kunjungan kerja ke The Reiz Condo. Dalam kunjungan kerja tersebut, telah ditemukan berbagai penyimpangan termasuk penyimpangan fungsi tanpa izin. Bahkan dalam pengakuan seorang pemilik, ada berbagai penyimpangan, seperti adanya pengelolaan iuran yang tidak transparan.

Masih menurut pengakuan pemilik, faktor keamanan seperti alarm kebakaran yang berbunyi tanpa sebab, serta adanya kejadian lift yang melorot beberapa lantai, semuanya terjadi pada Maret 2021, dan pengambilalihan area yang dijanjikan sebagai convenience store menjadi lobby service apartment.

Pada kesempatan itu, Darwin juga menyampaikan, agar ke depan para konsumen kiranya dapat semakin cerdas dalam memutuskan pembelian sesuatu produk, apalagi yang senilai apartemen.

“Jangan hanya terkesima dengan janji-janji dan berbagai promosi yang fantantis, namun harus meneliti lebih jauh, serta sebisanya bertanya pada orang yang sudah menghuni apartemen tersebut,” pungkasnya. (map/saz)

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Jajaran Polda Sumut, Tahap Pertama 16.633 Personel

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bersama Polres jajarannya, terus mempercepat proses vaksinasi bagi personel untuk menekan penyebaran Covid-19.

VAKSINASI: Vaksinasi Covid-19-Ilustrasi. Di Sumut, vaksinasi nakes tertinggi di Medan, terendah di Pakpak Bharat.

Dalam hal ini, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, turut mengawal penyuntikan vaksin yang berlangsung di Mapolrestabes Medan, Rabu (31/3).

Kapolda Sumut melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, untuk tahap pertama ada 16.633 personel Polda Sumut dan Polres jajaran yang telah menjalani vaksinasi. Dan di tahap kedua nanti, akan ada sebanyak 5.230 personel yang mengikuti vaksinasin

“Tujuan vaksinasi ini, dalam upaya mendukung program pemerintah menanggulangi penyebaran dan pencegahan Covid-19 di Sumut,” ungkap Hadi.

Kendati sudah divaksin, Hadi mengingatkan, agar anggota Polri tetap menjaga protokol kesehatan (prokes). Karena saat ini Sumut sedang menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro, sehingga lebih sering bertemu dengan masyarakat.

“Harapannya tingkat penurunan angka Covid-19 di Sumut dapat dirasakan secara signifikan nantinya,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, Polda Sumut telah menginstruksikan seluruh personel Bhabinkamtibmas untuk menjadi vaksinator menyampaikan sosialisasi dan menyukseskan pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat dalam menekan penyebaran COvid-19 tersebut.

“Untuk itulah Pemerintah melakukan vaksinasi, dan Polri sebagai institusi negara, harus dapat membantu dan menyukseskan pelaksanaannya,” pungkas Hadi. (mag-1/saz)