Home Blog Page 3663

Menag Resmikan Gedung UIN Sumut Kampus Tuntungan dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Kampus Al Musannif

SEKRETARIS Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Sekjen Kemenag RI) Prof Dr H Nizar Ali MAg mengungkapkan harapan ini saat meresmikan Gedung Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut Kampus Tuntungan, Kamis (25/2). Hadir dalam kegiatan ini Gubsu H Edy Rahmayadi, Wagubsu Drs H Musa Rajekshah MHum dan Rektor UIN Sumut Prof Dr H Syahrin Harahap MA, sejumlah Bupati/Wali Kota di Sumut, tokoh militer dan sipil, tokoh agama dan masyarakat serta undangan lainnya.

GUNTING PITA: Dari kanan Prof Dr H Syahrin Harahap MA, H Edy Rahmayadi, Prof Dr H Nizar Ali MAg dan Drs H Musa Rajekshah MHum meresmikan Gedung UIN Sumut Kampus Tuntungan, Kamis (25/2).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

Peresmian Gedung UIN Sumut Kampus Tuntungan ini dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Kampus Al Musannif di kampus tersebut.

Sekjen Kemenag RI mewakili Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar didunia dan sebagai negara demokratis di Asia Tenggara dengan sumber daya alam yang melimpah ruah.

Menteri yakin dengan potensi Indonesia yang dapat terus dikembangkan dapat mengantarkan menjadi bangsa yang kompetitif. Untuk itu indikator pendidikan harus berkualitas yang didukung sarana dan prasarana berstandar internasional.

Ia pun merasa sangat bahagia karena Gedung UIN Sumut Kampus Tuntungan sebagai kampus keempat ini dibangun dengan megah. Hal ini dalam rangka mewujudkan Perguruan Tinggi Islam destinasi dunia menjadi kenyataan.

Gedung-gedung megah UIN Sumut Kampus IV Tuntungan adalah kerja sama load Islamic Development Bank (IsDB) bersama empat perguruan tinggi di Indonesia.

Menteri juga mengajak mengedepankan toleransi untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan anti-kekerasan.

Gubsu H Edy Rahmayadi berharap lulusan UIN Sumut dapat menjadi hafidz sehingga bisa memberi tausyiah pada umat. Ia juga memberi apresiasi pada Prof Dr H Syahrin Harahap MA dalam membawa kemajuan UIN Sumut.

Gubernur juga bercerita sejarah berdirinya UIN Sumut yang pernah mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur Marah Halim. Kedepan ia pun juga ingin mewakafkan diri termasuk untuk mewujudkan Universitas Islam Internasional di Sumut.

Sedangkan Rektor UIN Sumut Prof Dr H Syahrin Harahap MA berterima kasih pada semua pihak kepada UIN Sumut termasuk pada presiden, menteri Agama dan gubernur. Terima kasih juga pada tokoh masyarakat H Anif yang berencana membangun Masjid Kampus Al Musannif di UIN Sumut Kampus Tuntungan tersebut.

Dijelaskan rektor, UIN Sumut Kampus Tuntungan ini merupakan kampus keempat. Kampus UIN Sumut hadir Medan dan Deliserdang. Menyusul UIN Sumut akan membuka kampus di Tebingtinggi, Labuhanbatu dan Padanglawas Utara.

Kampus UIN Sumut di Tuntungan dengan empat fakultas, menurut rektor, sebagai jawaban tantangan globalisasi dunia yakni Fakultas Sain dan Teknologi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu Sosial.

UIN Sumut siap mendampingi pemerintah di zona industri. ”Pembangunan yang didasarkan pada iman dan taqwa akan muncul keberkahan dari langit dan bumi,” kata rektor.

UIN Sumut adalah candradimuka pengembangan ilmu yang integratif, peradaban dan kemajuan bangsa. ”Insya Allah akan hadir generasi masa depan yang terpelajar dengan predikat ulul albab dan kader bangsa,” sebut Prof Dr H Syahrin Harahap MA.

Drs H Musa Rajekshah MHum, Wagubsu mewakili H Anif mengakui bahwa orangtuanya berniat mendirikan 99 masjid di tanah air termasuk di UIN Sumut Kampus Tuntungan sebagai bekal akhirat. (dmp)

Temuan Jasad 2 Wanita Muda, Pembunuh Diduga Oknum Polisi Belawan

MEDAN SUMUTPOS.CO – Penemuan dua mayat wanita muda di dua lokasi berbeda pada Senin (22/2) pagi lalu, yakni Aprilia Cinta (16) dan Rizka Fitria (21), ternyata korban pembunuhan. Pelakunya diduga oknum Polres Pelabuhan Belawan berpangkat Aipda berinisial RS.

Mayat Aprilia Cinta ditemukan di pinggir Jalan Budi Kemasyarakatan Lingkungan 24, Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat, Senin pagi. Sementara mayat Rizka Fitria (21), ditemukan di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalisum) Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Senin dinihari sekitar pukul 01.50 WIB. Keduanya adalah teman dekat dan sama-sama warga Lorong 6, Veteran Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan. Kasubbid Penmas Polda Sumut.

AKBP MP Nainggolan, setelah Polres Pelabuhan Belawan dibantu Polda Sumut berhasil mengidentifikasi pelaku, tim melakukan pengejaran dan menangkap pelaku di rumahnya di Jalan Marelan, Rabu (24/2).

“Terduga pelaku merupakan seorang oknum Polri yang bertugas di penjagaan tahanan Polres Pelabuhan Belawan, berpangkat Aipda berinisial RS,” ujar MP Nainggolan kepada wartawan, Kamis (25/2).

Motif pembunuhan diduga dilatarbelakangi sakit hati pelaku terhadap korban. Sakit hati bermula dari pertemuan pelaku dengan korban Rizka Fitria (jasadnya ditemukan di kawasan Sergai, Red). Saat itu, korban Rizka meminta pelaku untuk menyampaikan titipan kepada tahanan di sel Mapolres Pelabuhan Belawan.

Selanjutnya, korban yang merupakan honorer di Polres Pelabuhan Belawan itu melakukan pengecekan. Ternyata titipan tidak terkirim sesuai permintaannya.

Karena itu, korban bersama temannya Aprilia Cinta —jasadnya ditemukan di wilayah Medan Barat—mendatangi pelaku. “Ketika korban Rizka Fitria didampingi temannya Aprilia Cinta menanyakan perihal titipannya kepada tersangka, terjadi ketersinggungan yang membuat oknum (polisi) tersebut sakit hati,” jelas MP Nainggolan.

Emosi, pelaku menghabisi kedua korban dengan cara mencekik. Selanjutnya pelaku membuang jasad kedua korban secara terpisah. Terkait detailnya, MP Nainggolan enggan menjelaskan lebih jauh. “Tersangka telah diamankan di Mapolres Pelabuhan Belawan. Pelaku akan dikenakan Pasal 338 dan terancam dicopot dari satuannya. Kasus itu akan dirilis pihak Polres Pelabuhan Belawan,” tandas dia.

Diberitakan sebelumnya, dua sosok mayat wanita ditemukan warga di lokasi berbeda. Pertama, warga menemukan di pinggir Jalisum Lingkungan Pasiran, Kecamatan Perbaungan, Sergai. Mayat kedua ditemukan petugas kebersihan Kecamatan Medan Barat di Jalan Budi Kemasyarakatan Lingkungan 24, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Medan Barat.

Riska ditemukan dengan posisi tiarap menggunakan baju hitam kotak-kotak putih, celana hitam, serta sepatu hitam. Saat ditemukan, tidak ada identitas.

Sementara mayat Aprilia ditemukan mengenakan baju motif loreng macan tutul dengan luka di pergelangan tangannya. Saat diperiksa, tidak ditemukan identitasnya.

Untuk mengusut kasus temuan dua mayat itu, Polda Sumut membentuk tim khusus gabungan, yakni dari Jatanras, Polres Serdangbedagai (Sergai), Polres Belawan, dan Polsek Medan Barat. (ris/mag-01)

Dana BOS Bisa Biayai Prokes Belajar Tatap Muka

Mendikbud, Nadiem Makarim.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menginginkan, sebagian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2021 dapat dialokasikan untuk menyediakan fasilitas protokol kesehatan di sekolah. Kemendikbud pun memberikan fleksibilitas bagi setiap satuan pendidikan atau sekolah untuk mengalokasikan dana BOS 2021, termasuk untuk pengadaan prokes guna menunjang pembelajaran tatap muka.

Mendikbud, Nadiem Makarim.

“Dana BOS bisa dan kami anjurkan untuk digunakan segera mengakselerasi proses tatap muka, untuk memenuhi protokol kesehatan,” kata Nadiem dalam sosialiasi dana BOS di akun YouTube Kemendikbud, Kamis (25/2).

Terlebih, katanya, sejumlah sekolah sejak Januari lalu telah memulai pembelajaran tatap muka. Dan pihaknya mencatat jumlah itu terus meningkat setiap pekan.Dia mengatakan sejumlah fasilitas protokol kesehatan yang bisa disediakan tersebut seperti sanitasi, masker, thermogun, dan sejumlah kebutuhan lain untuk menunjang pembelajaran tatap muka.

“Saat ini kita sudah masuk proses pelaksanaan tatap muka dan semakin banyak sekolah, setiap minggu mulai tatap muka,” ujar mantan bos Gojek itu.

Selain untuk pengadaan fasilitas protokol kesehatan, Nadiem juga memberi keluwesan bagi sekolah untuk menggunakan dana BOS sebagai insentif tenaga kependidikan honorer. Dana BOS 2021 termasuk boleh digunakan untuk akomodasi asesmen nasional yang akan dimulai dalam waktu dekat.

“Pembiayaan apapun honor, transportasi dan pelaksanaan itu juga bisa digunakan di dana BOS,” katanya.

Kemendikbud telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp52,5 triliun untuk dana BOS 2021. Jumlah itu akan disalurkan kepada total 216 ribu satuan pendidikan secara langsung melalui rekening sekolah.

Meski jumlah itu turun dari 2020, Kemendikbud telah mengubah mekanisme penyaluran dengan mengubah besaran yang di terima satuan pendidikan di setiap daerah.

“Di 2021 kita menyediakan dana BOS kepada 216 ribu satuan pendidikan dengan alokasi Rp52 triliun, bisa terlihat totalnya untuk 2021 sekitar Rp52 triliun,” ujar Nadiem.

Jumlah itu turun dibanding anggaran BOS pada 2020 sebesar Rp54,32 triliun dan dibagikan kepada total 45,4 juta jiwa. Meski begitu, kata Nadiem, pihaknya tahun ini telah mengubah mekanisme besaran santunan kepada siswa penerima BOS.

Ia menjelaskan bahwa perubahan besaran jumlah santunan BOS yang dibagikan akan bervariasi alias tidak seragam setiap daerah. Angkanya akan didasarkan pada letak atau keberadaan suatu daerah. Jadi nantinya, ujar Nadiem, siswa terutama yang berada di daerah terluar, tertinggal, atau di wilayah Timur bisa mendapat santunan lebih besar hingga angka Rp1,9 juta. Jumlah itu meningkat dari besaran santunan yang diterima siswa pada 2020 sebesar Rp900 ribu.

Nadiem, kebijakan baru dalam pengalokasian Dana BOS 2021 itu mengacu pada indeks kebutuhan hidup di setiap daerah. (cnn)

Vaksinasi Nakes di Sumut: Medan Tertinggi, Pakpak Bharat Terendah

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Vaksinasi Covid-19 dosis 1 terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Sumatera Utara (Sumut) sudah mencapai 86,1 persen atau 61.207 nakes dari 71.058 sasaran. Sedangkan nakes yang ditunda divaksin kini jumlahnya 13.766 orang.

VAKSINASI: Vaksinasi Covid-19-Ilustrasi. Di Sumut, vaksinasi nakes tertinggi di Medan, terendah di Pakpak Bharat.

“Dari 33 kabupaten/kota yang telah melaksanakan vaksinasi dosis 1, paling banyak adalah nakes di Medan 18.720 orang. Kemudian, disusul Deliserdang 4.729 orang, Langkat 2.841 orang, Pematangsiantar 2.466 orang, dan Simalungun 2.275 orang. Sementara paling sedikit ialah Pakpak Bharat 393 orang dan Nias Barat 500 orang,” ungkap Jubir Satgas Penanganann Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, Kamis (25/2).

Untuk nakes yang sudah disuntik vaksin dosis 2, sambung Aris, jumlahnya terus bertambah dan kini sudah 28.397 orang. Jumlah ini meliputi 30 kabupaten/kota, dengan jumlah terbanyak Medan 9.907 nakes, Deliserdang 2.794 nakes, Pematangsiantar 1.768 nakes, Simalungun 1.527 nakes, dan Karo 1.260 nakes,” bebernya.

Lebih lanjut Aris mengatakan, terkait kasus baru Covid-19, hingga Kamis sore, akumulasi kasus positif telah mencapai 24.169 orang. Angka ini kembali meningkat, setelah didapatkan 153 kasus baru dari 9 kabupaten/kota.

Penambahan kasus terbanyak, diperoleh dari Medan dengan 97 orang, yang diikuti Kabupaten Serdang Bedagai dengan 18 orang dan Karo 10 orang. Kasus lainnya didapatkan dari Deliserdang sebanyak 7 orang, Tapteng 6 orang, Labusel 5 orang, Taput dan Labura 4 orang, serta Tanjung Balai 2 orang. “Kota Medan sendiri menjadi daerah dengan akumulasi kasus terbanyak di Sumut dengan 12.298 orang, diikuti Deliserdang 3.034 orang dan Pematangsiantar 706 orang,” ungkap dia.

Sedangkan terhadap kasus kesembuhan, sambung Aris, dari total 24.169 orang tersebut, sebanya 20.874 di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Angka itu didapatkan atas penambahan 107 kasus baru yang telah dinyatakan sehat atau negatif Covid-19. “Penambahan 107 kasus baru sembuh juga diperoleh dari 9 daerah. Terbanyak, dari Medan 47 orang, Karo 12 orang, Deliserdang 11 orang, Sergai dan Labusel 9 orang, Taput 9 orang, Tapteng 9 orang serta Samosir 1 orang,” paparnya.

Ia melanjutkan, terkait kasus kematian hingga kini telah diperoleh 824 penderita Covid-19 yang meninggal dunia. Jumlah itu didapatkan dengan penambahan 4 kasus baru, yakni dari Asahan 2 orang, serta masing-masing 1 orang dari Tanjung Balai dan Langkat. “Dari data tersebut, saat ini diketahui terdapat sebanyak 2.471 orang penderita aktif Covid-19. Dari jumlah itu, 615 orang isolasi di rumah sakit dan 1.860 orang isolasi mandiri,” pungkasnya.

1.831 Dokter Terpapar, 311 Meninggal

Terpisah, Kementerian Kesehatan memaparkan data yang memperlihatkan sebanyak 1.831 dokter di Indonesia terpapar Covid-19.

Dari jumlah itu sebanyak 17 persen atau sekitar 311 dokter gugur akibat terpapar virus corona. Data itu didapatkan selama periode Maret 2020 hingga Februari 2021.

“1.831 (dokter) tersebut terpapar covid-19. Itu teman-teman kita 17 persen di antaranya sudah wafat. Dan ini air mata kita sudah habis mengingat teman kita yang sudah wafat tersebut,” kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Tim Mitigasi, Kamis (25/2).

Dante menjelaskan dari jumlah dokter yang terpapar Covid-19, 52 persen di antaranya telah sembuh. Sementara 13 persen masih menjalani perawatan di rumah sakit, serta 18 persen lainnya menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu, kematian dokter akibat Covid-19 terbanyak berada di Jawa Timur, disusul DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Untuk itu, pemerintah menetapkan tenaga kesehatan sebagai sasaran awal vaksinasi guna membantu menekan laju penularan virus corona di lingkungan nakes.

Adapun data per (24/2) memperlihatkan sebanyak 1.363.138 nakes telah menerima suntikan dosis pertama vaksin Covid-19, sementara 825.650 nakes lainnya telah rampung mendapat dua dosis suntikan vaksin.

Jumlah yang dipaparkan Kemenkes berbeda dengan data yang disampaikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Tim Mitigasi IDI mencatat 317 dokter meninggal per tanggal 10 Februari 2021.

Di acara yang sama, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo berharap keberadaan tenaga kesehatan Indonesia dapat difungsikan sebagai benteng terakhir.

Sebab, menurutnya, saat ini yang perlu menjadi benteng awal adalah masyarakat yang bersedia patuh terhadap protokol kesehatan 3M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Indonesia menjadi salah satu negara dengan peringkat nakes gugur tertinggi di dunia, atau nomor urut kelima secara persentase,” kata Doni.

Doni meminta, baik pemerintah maupun masyarakat dapat meringankan beban nakes di fasilitas kesehatan dengan tetap berupaya hidup sehat dan menghindari penularan virus corona. (ris/cnn)

Hari ini 11 Kada Dilantik Tatap Muka, Jokowi Ingatkan Bobby: Jangan Korupsi!

GLADI RESIK: Sebelas kepala daerah terpilih mengikuti gladi resik persiapan pelantikan hari ini, di Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Jenderal Sudirman No.41 Medan, Kamis (25/2) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hari ini, 11 kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2020 di Sumatera Utara, akan dilantik secara serentak oleh Gubernur Sumatera Utara. Salahsatunya menantu Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), Bobby Afif Nasution akan dilantik sebagai Wali Kota Medan. Jelang pelantikan, Bobby Nasution mengaku diingatkan sang mertua agar tidak korupsi selama memimpin Kota Medan.

GLADI RESIK: Sebelas kepala daerah terpilih mengikuti gladi resik persiapan pelantikan hari ini, di Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Jenderal Sudirman No.41 Medan, Kamis (25/2) sore.

“DIPESANKAN agar tidak korupsi. Juga diminta agar menjalankan amanah warga Medan dengan sungguh-sungguh,” kata suami Kahiyang Ayu ini menjawab wartawan usai mengikuti gladi resik di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Kamis (25/2)n

Didampingi calon wakilnya, Aulia Rachman, Bobby mengungkapkan, pesan tersebut diberikan Jokowi bukan hanya saat pelantikan saja, tetapi agar dijalankan selama menjalankan tugas sebagai kepala daerah di ibukota Sumut.

Pesan itu juga, kata Bobby, merupakan hal penting yang harus dijalankan agar kehadirannya di Medan bersama Aulia Rachman dapat menjadi berkah. “Amanah bukan dari siapa-siapa, tapi dari masyarakat Kota Medan. Hindari korupsi dan jangan korupsi,” katanya.

Bobby-Aulia akan dilantik bersama 10 bupati dan wali kota terpilih hasil Pilkada Serentak 2020. Untuk persiapan pelantikan, 11 pasangan kepala daerah mengikuti proses gladi resik yang dipimpin Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Irman Oemar.

Bobby mengatakan, yang paling utama dijaga menjelang pelantikan adalah kesehatan. Serta menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran dari pemerintah.

Sebelum ke lokasi pelantikan, Bobby dan Aulia menjadwalkan akan melakukan ziarah ke makam orangtua mereka.

Gubsu: Jangan Bawa Massa

Jelang pelantikan, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengingatkan para kepala daerah tidak membawa massa, dan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. “Tidak ada di dalam aturannya. Tapi tidak boleh membawa massa,” katanya menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Jl. Jenderal Sudirman Medan, Kamis (25/2).

Pelantikan akan dihelat dalam dua sesi dan berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, Komplek Rumah Dinas Gubsu, dengan menerapkan protokol kesehatan. Pelantikan hanya bisa dihadiri pasangan bupati/wali kota yang akan dilantik, serta Forkopimda Sumut.

Sementara forkopimda dan SKPD kabupaten/kota hanya bisa menyaksikan prosesi pelantikan secara virtual dari daerah masing-masing. “Yang hadir hanya mereka yang akan dilantik dan Forkopimda provinsi. Yang lain mengikuti secara virtual di daerah masing-masing,” ujarnya.

Adapun para pasangan bupati/wali kota yang akan dilantik pada sesi pertama atau pukul 08.00 WIB, yakni Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Bobby Nasution-Aulia Rachman, Wali Kota-Wakil Wali Kota Binjai Juliadi (alm)-Amir Hamzah, Wali Kota-Wakil Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial-Waris, Bupati dan Wakil Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya-Adlin Umar Yusri Tambunan, Bupati dan Wakil Bupati Asahan Surya-Taufik Zainal Abidin, serta terakhir Bupati dan Wakil Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor-Oloan P Nababan.

Sedangkan untuk pelantikan sesi kedua atau pukul 14.00 WIB yakni Wali Kota dan Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumbantobing, Bupati dan Wakil Bupati Labuhan Batu Utara Hendri Yanto Sitorus-Samsul Tanjung, Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Selatan, Dolly Putra Parlindungan Pasaribu-Rasyid Assaf Dongoran, Bupati dan Wakil Bupati Toba Poltak Sitorus-Tonny M Simanjuntak serta Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor-Mustyuhito Solin.

Usai Dilantik, Langsung Pidato Perdana

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Medan, Ir Wiriya Alrahman MM, mengatakan untuk mencegah terjadinya kerumunan, Pemko Medan bersama Forkopimda akan menyaksikan pelantikan secara daring dari kantor masing-masing.

“Kita akan mengikuti proses pelantikan secara daring dari Balai Kota,” ucap Wiriya usai mengikuti rapat koordinasi (Rakor) melalui video conference terkait persiapan pelantikan kepala daerah terpilih di ruang Command Center Balai Kota Medan, Kamis (25/2).

Usai acara pelantikan di Rumah Dinas Gubsu, pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman akan menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Medan. Agendanya, pidato perdana Bobby-Aulia sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan periode 2021-2024.

“Rapat paripurna akan dilaksanakan sekitar pukul 14.00 WIB,” jelasnya.

Usai memberikan pidato perdana, Bobby Nasution direncanakan akan langsung memimpin rapat koordinasi perdana bersama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemko Medan.

Pantauan Sumut Pos satu hari jelang pelantikan Bobby-Aulia, suasana Balai Kota Medan tidak tampak berbeda dari hari-hari biasa. Para pegawai di Kantor Wali Kota Medan yang terletak di Jalan Kapten Maulana Lubis No.2 Medan itu, tampak beraktifitas seperti biasa.

Hanya saja sejumlah petugas kebersihan di Balai Kota tampak membersihkan ruang kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yang terletak di lantai II. Kursi-kursi di ruang tamu dan ruang kerja Wali Kota, bingkai lukisan, lantai dan meja serta berbagai peralatan di ruangan tersebut dibersihkan.

Kabag Humasy Pemko Medan, Arrahman Pane, mengatakan sejumlah pejabat Pemko Medan ikut melakukan sejumlah persiapan di gedung kantor Wali Kota Medan, jelang pelantikan Bobby-Aulia.

“Alhamdulillah, para pegawai tetap bekerja seperti biasanya. Semua lancar, termasuk persiapan untuk Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota besok,” pungkasnya. (prn/map)

Dua Wanita Pengedar Sabu Divonis 8 Tahun Penjara

Palu Hakim-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim diketuai Immanuel Tarigan, menghukum Winda Indriaty Dalimunthe dan Erliwanti selama 8 tahun penjara. Kedua terdakwa terbukti bersalah mengedarkan sabu seberat 25,46 gram, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (25/2).

Palu Hakim-Ilustrasi

Dalam amar putusannya, kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 Jo Pa sal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Mengadili, menjatuhkan terdakwa Winda Indriaty Dalimunthe dan Erliwanty oleh karenanya dengan pidana selama 8 tahun denda Rp2 miliar subsider 3 bulan penjara,” ujarnya.

Menurut majelis hakim, perbuatan kedua terdakwa dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal yang meringankan, kedua terdakwa bersikap sopan di persidangan.

Atas putusan ini, jaksa penuntut umum (JPU) Anwar Ketaren dan penasihat hukum terdakwa kompak menyatakan pikir-pikir. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan JPU, yang semula menuntut kedua terdakwa selama 9 tahun denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Mengutip surat dakwaan, pada 1 September 2020 terdakwa Winda dihubungi oleh Sri Lestari (DPO) untuk menyerahkan sabu tersebut kepada calon pembeli. Saat calon pembeli datang menemui terdakwa, Sri Lestari menyuruh terdakwa untuk menghitung uang yang telah disepakati sebesar Rp13,6 juta.

Namun, saat barang haram tersebut ingin diserahkan terdakwa, dua orang calon pem beli tadi menghilang. Terdakwa heran, kemudian Sri Lestari menghubungi terdakwa Erliwanti menanyakan dimana calon pembelinya.

Calon pembeli tersebut akhirnya datang kembali setelah dihubungi oleh Sri Lestari. Calon pembeli berjumpa dengan kedua terdakwa, dan menyerahkan plastik bening yang berisikan sabu sebanyak 4 plastik dengan berat 25,46 gram.

Pada saat menyerahkan itulah, kedua terdakwa langsung ditangkap oleh petugas yang menyamar tersebut. Dari hasil introgasi, kedua terdakwa mengakui bahwa sabu tersebut milik Sri Lestari. Dimana terdakwa Winda mendapatkan keuntungan Rp200 ribu dari hasil penjualan. (man/azw)

Sidang Suap Pengurusan DAK P-APBN Libatkan Bupati Labura, Mantan Anggota DPR RI Didakwa Terima Rp200 Juta

DAKWAAN: Irgan Chairul Mahfiz dan Puji Suhartono, terdakwa kasus penerima suap menjalani sidang dakwaan secara virtual di PN Medan, Kamis (25/2).gusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan anggota DPR RI Irgan Chairul Mahfiz menjalani sidang perdana secara virtual di Ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (25/2). Dia bersama- Wakil Bendahara Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Puji Suhartono didakwa telah menerima suap Rp200 juta dari Bupati Labura, Kharruddin Syah untuk pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) P-APBN TA 2018.

DAKWAAN: Irgan Chairul Mahfiz dan Puji Suhartono, terdakwa kasus penerima suap menjalani sidang dakwaan secara virtual di PN Medan, Kamis (25/2).gusman/sumut pos.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Budhi S menguraikan dalam dakwaannya, pada April 2018 bahwa kedua terdakwa menerima uang Rp200 juta tersebut untuk pengurusan Pembangunan Lanjutan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aek Kanopan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) agar disetujui oleh Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Keuangan RI.

“Terdakwa Irgan yang bertugas sebagai anggota Komisi IX yang memiliki mitra kerja salah satunya Kementerian Kesehatan RI dan Puji Suhartono. Keduanya merupakan teman dekat yang sama-sama menjadi pengurus Parmusi,” ujarnya dihadapan Hakim Ketua Sulhanuddin.

Kemudian, lanjutnya, Khairuddin Syah Sitorus selaku Bupati Labura membagi peruntukan DAK Bidang Kesehatan (Prioritas Daerah) sebesar Rp49 miliar menjadi dua bagian yakni pelayanan kesehatan dasar Rp19 miliar dan pembangunan RSUD Aek Kanopan sebesar Rp30 miliar.

Rencana itu termuat untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2018. Namun, rencana kerja dan anggaran (RKA) DAK bidang kesehatan itu belum ada di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI karena belum disetujui oleh Kementerian Kesehatan. Hal ini terjadi karena ada kesalahan input data dalam pengajuannya.

“Kharruddin Syah memerintahkan Agusman Sinaga selaku Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Labura untuk meminta bantuan Yaya Purnomo (pejabat Kemenkeu RI) guna menyelesaikan kendala tersebut,” urainya.

Yaya kemudian meminta Wabendum PPP 2016-2019 Puji Suhartono, rekan kuliahnya saat program doktoral, untuk membantu pembahasan di Desk Kementerian Kesehatan untuk Kabupaten Labura.

Puji kemudian meminta Irgan, yang ada di Komisi yang bermitra dengan Kementerian Kesehatan, untuk mengupayakan adanya desk pembahasan RKA DAK Bidang Kesehatan Kabupaten Labura.

Setelah terealisasi, Puji meminta Yaya agar Agusman mentransfer uang ke rekening Irgan yang diketahui digunakan untuk pembelian oleh-oleh umroh. Agusman kemudian memerintahkan Aan Arya Panjaitan melakukan transfer uang sejumlah Rp20 juta ke rekening atas nama Irgan Charul Mahfiz, pada 4 Maret 2018.

Pada 2 April 2018, terjadi penyerahan uang kembali sebesar Rp80 juta ke rekening Irgan. Total uang yang ditransfer ke Irgan sejumlah Rp100 juta.

Agusman juga melakukan setoran tunai uang sejumlah Rp400 juta yang berasal dari Khairuddin ke rekening Toko Emas di bilangan Jakarta Pusat pada 9 April 2018 untuk kepentingan Yaya dan Rp100 juta di antaranya ditransfer ke rekening atas nama Puji Suhartono sebagai ‘fee’.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 12 huruf a UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atau, Pasal 11 UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Usai pembacaan dakwaan, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda keterangan saksi. (man)

Dua Pencuri di PT Palmec Ditangkap Polisi

TERSANGKA: Polsek Patumbak memaparkan dua tersangka pencurian di Mapolsek Patumbak, Rabu (24/2).dewi/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua tersangka pencuri di PT Palmec di Jalan MG Manurung Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas ditangkap Polsek Patumbak, Rabu (24/2). Dua tersangkanya, Rizky Almuna (25) warga Dusun Makmur Desa Lorong Tanjung Kecamatan Aceh Timur dan M Rezeki (26) warga Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu. Dalam penangkapan keduanya, polisi turut mengamankan barang bukti 1 buah pipa besi, 1 buah besi bekas, dan 6 lembar seng.

TERSANGKA: Polsek Patumbak memaparkan dua tersangka pencurian di Mapolsek Patumbak, Rabu (24/2).dewi/sumut pos.

Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza melalui Kanit Reskrim, Iptu Philip A Purba, Rabu (24/2) mengatakan, aksi pencurian yang dilakukan tersangka terjadi Sabtu (6/2) lalu. Berdasarkan pengaduan korban dan keterangan beberapa saksi menyebutkan, tersangka masuk ke dalam pekarangan PT Palmec dengan cara melompat pagar. Sesampainya di dalam, keduanya pun langsung mengambil barang-barang yang berada di dalam pabrik.

“Jadi saat beraksi, satu warga melihat dan langsung melaporkannya pada karyawan pabrik. Selanjutnya diteruskan ke Polsek Patumbak, beberapa hari kemudian menangkap tersangkanya,” kata Iptu Philip A Purba. (mag-1/azw)

Pencuri Kusen dan Kayu Broti Dibekuk Polisi

PAPARKAN: Petugas Polsekta Medan Baru memaparkan pelaku pencurian, Ilham (foto kiri) beserta barang bukti, di Mapolsek Medan Baru, kemarin. dewi/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Baru meringkus tersangka pencuri kusen dan kayu rumah, Ilham (40) dari rumah kosong di Jalan PWS Medan. Tersangka warga Jalan PWS Gang Sriwijaya Nomor 13 Medan itu ditangkap usai beraksi bersama dua rekannya.

PAPARKAN: Petugas Polsekta Medan Baru memaparkan pelaku pencurian, Ilham (foto kiri) beserta barang bukti, di Mapolsek Medan Baru, kemarin. dewi/sumut pos.

Kapolsek Medan Baru Kompol Aris Wibisono, melalui Kanit Reskrim Iptu Irwansyah Sitorus, kepada wartawan, Rabu (24/2) mengatakan, aksi pencurian itu dilakukan tersangka Kamis (4/2) lalu, sekira pukul 16.30 WIB.

Ilham bersama dua rekannya kedapatan memasuki rumah kosong. Itu berdasarkan pengakuan anak pemilik rumah yang melihat satu buah becak bermotor terparkir di samping rumah kosong milik orangtuanya mengambil sejumlah kayu dan kusen rumah.

“Si anak korban curiga, sehingga ia mendekat dan melihat di dalam rumah kosong itu, tiga pria sedang mengangkat kayu kusen,” kata Irwansyah.

Merasa aksinya ketahuan, pelaku dan rekannya berupaya kabur. Apes, saat bersamaan petugas patroli Polsek Medan Baru melintas dan berhasil menangkap satu pelakunya. Ilham kemudian diboyong ke Mapolsek Medan Baru bersama barang bukti, berupa 3 unit becak bermotor, 8 batang kayu kusen dan 15 batang kayu broti.(mag-1/azw)

Jokowi ke NTT untuk Kerja, Bukan Mengumpulkan Massa

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk kerja, bukan mengumpulkan massa. Ketika masyarakat ramai berkumpul menyambut, itu bukan kehendak Jokowi.

Menurut politikus Partai NasDem Irma Suryani Chaniago, tidak ada unsur kesengajaan dalam kerumunan massa saat Jokowi tiba di Maumere, NTT. “Kita tidak boleh berprasangka buruk pada rakyat yang ingin melihat secara langsung presiden pilihannya,” ujar Irma kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).

Irma menilai kerumunan massa di Maumere, berbeda dengan kerumunan massa acara pernikahan putri Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta. “Presiden ke NTT dalam melaksanakan tugas negara. Kerumunan di NTT tidak disengaja dan tidak direncanakan,” kata Irma.

Meski demikian, menurut dia, protokol presiden dan protokol pemerintah daerah sebaiknya menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting di era pendemi. Karena kerumunan berlebihan bisa membahayakan.

Namun menurut dia, tidak tepat juga bila masalah ini sampai dilaporkan ke polisi. Menurut dia, Jokowi sampai melambaikan tangan lewat jendela atas mobil karena tidak mau mengecewakan rakyat.

“Kunjungan presidan adalah tugas resmi. Jika ada hal-hal di luar rencana, itu tanggung jawab protokol,” imbuhnya.

Dia menilai ada tiga hal yang perlu dilakukan setelah kerumunan warga di Maumere. “Pertama, Istana harus mengklarifikasi. Kedua, mengkaji ulang protap kunjungan presiden di era pendemi,” kata Irma.

Kemudian, pemerintah perlu meningkatkan penanganan pandemi. “Vaksinasi di NTT harus diprioritaskan atau menjadi wilayah prioritas vaksinasi,” pungkasnya.(bbs/adz)