NIAS SELATAN, SUMUTPOS.CO – Seorang petani di Nias Selatan (Nisel) Mosi Dakhi (35) dibunuh abang kandung dan saudaranya saat berada di sawah Desa Faomasi Hilisimaetano, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan.
Police Line-Ilustrasi.
Peristiwa tersebut terjadi hanya gara-gara faktor aliran air di persawahan. Di mana pelaku, istri, dan anak pelaku juga ikut terlibat.
Diketahui pelaku yaitu abang korban bernama Rufoi Dakhi (43), istrinya bernama Ina Merata (35), dan anaknya berinisial TD (10).
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Nisel, AKP Iskandar Ginting menyebutkan, ketiga pelaku ikut terlibat menghabisi nyawa korbannya. Sedangkan istri korban Adiliana Dakhi alias INA Marsaina (35) yang ikut menjadi korban masih dirawat di Rumah Sakit.
Iskandar menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada Selasa tanggal 16 Februari 2021 sekira pukul 16.00 WIB.
“Pada saat itu korban bersama istri dan anaknya berangkat dari rumah menuju sawah yang berjarak satu kilometer dari rumah korban,” ungkapnya, Rabu (17/2).
Ginting mengatakan, sesampainya korban di sawah, pelaku bersama dengan istri dan anaknya sudah tiba duluan di lokasi dan sedang bekerja di sawah miliknya.
“Dikarenakan pada hari senin tanggal 15 Februari 2021 hujan dan mengakibatkan genangan air di sawah milik korban. Korban bersama dengan istrinya berencana mengurangi jumlah air yang menggenangi sawah milik korban dengan membuka jalan air dan menuju sawah milik pelaku,” katanya.
Ginting menjelaskan, pelaku tidak terima dengan tindakan korban. Kemudian langsung menembak korban dengan menggunakan senapan angin.
“Karena tidak terima, korban dan pelaku adu mulut, kemudian pelaku dan anaknya membawa parang dan membacok pelaku, sedangkan istri pelaku membawa kayu dan memukul korban,” tutur Ginting.
Ginting melanjutkan, saat melihat kejadian tersebut istri korban berniat melerai. Nahas, sang istri juga ikut terkena bacokan pelaku.
“Atas kejadian tersebut korban Mosi meninggal di tempat, sedangkan istri korban mengalami luka bacok pada bagian tangan korban,” kata Ginting.
Ginting menyebutkan bahwa pelaku dan korban merupakan saudara kandung. (mag-9/azw)
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Kriminal Polres Asahan berhasil mengungkap dan meringkus pelaku persetubuhan terhadap anak yang dilakukan oleh 3 pelaku dengan kasus dan lokasi berbeda.
Dalam press release kepada awak media, Rabu (17/2/2021) Kapolres Asahan, AKBP Nugroho Dwi Karyanto mengatakan dalam waktu dekat ini kami sudah mengamankan 3 pelaku persetubuhan terhadap anak. Masing-masing dilakukan oleh ayah kandung korban, ayah tiri dan tenaga pendidik di salah satu sekolah yang ada di Asahan.
Ketiga pelaku terjerat undang-undang Perlindungan Anak Pasal 82 dengan hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun ditambah 1/3 dari pidana pokok karena dilakukan oleh orang tua korban dan tenaga pendidik.
Nugroho berpesan dan menghimbau kepada masyarakat terutama keluarga dan orang terdekat kita supaya peduli dan jangan sekalipun acuh terhadap anak disekeliling kita.
“Kami juga akan melakukan kegiatan Preventif yaitu sosialisasi ataupun kampanye kepada masyarakat agar lebih memantau anak-anak. Supaya jangan terulang lagi kejadian yang sama lagi di Asahan,” pesan Kapolres.
Ia juga meminta agar media lebih aktif membantu untuk mempublikasikan , dikarenakan hal tersebut juga dilarang hukum dan agama.
Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Asahan, Irsan kumala melalui Wakil Ketua KPAD, Awaludin bahwa kami akan fokus pada penanganan masalah hukum dan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di Asahan.
“Kami akan berupaya melakukannya secepat mungkin dan tentunya kami akan melibatkan penegak hukum dalam upaya pencegahan dan sosialisasi,” ungkapnya. (mag-9)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Polri disarankan agar memeriksa Rizieq Shihab terkait video yang berisi pernyataannya mendukung ISIS. Penegakan hukum bisa membuktikan seperti apa hubungan Rizieq dengan ISIS.
“Proses justitia memang sebaiknya ditindaklanjuti untuk kepastian hukum siapapun yang terlibat pada kasus ini,” kata pakar hukum pidana Universitas Indonesia Indriyanto Seno Adji kepada wartawan, Rabu (17/2/2021).
Saat pembubaran FPI beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD memutar video Rizieq saat orasi menyatakan dukung kepada ISIS. Video berdurasi lebih dari dua menit tersebut diduga diambil pada 20 Februari 2017.
Rizieq menyerukan, “Apa yang baik dari ISIS kita akui baik, cita-cita mulianya menegakan dan menerapkan syariat Islam hal yang baik. Cita-citanya untuk menerapkan khilafah Islamiyah hal yang baik. Cita-citanya untuk melawan kezaliman Amerika Serikat dan sekutnya, cita-cita yang baik.”
“Saya tanya, hal-hal yang baik dukung tidak? Dukung tidak? Takbir!,” kata Rizieq di depan para pendukungnya.
Meski kejadiannya sudah cukup lama, menurut Indriyanto, pernyataan Rizieq itu masih bisa diproses hukum. “Sepanjang tidak daluarsa, tetap bisa dilakukan proses justitia terhadap pernyataan dukungan terhadap ISIS yang melanggar hukum tersebut,” ujar dia.
Indriyanto mengatakan, mungkin penegak hukum bukan tidak memproses kasus ini, tapi masih mengumpulkan alat bukti. “Jadi pengungkapan kasus ini tidak sekadar ucapan RS, tapi diperlukan penguatan alat bukti,” kata Indriyanto.
Di samping itu, dia menilai pernyataan dukungan Rizieq ke ISIS memiliki dampak besar bagi para pengikutnya. “Pernyataan ini memang memiliki dampak besar bagi keterlibatan FPI atas gerakan terorisme yang terbukti pengungkapannya,” ujar Indriyanto.
Rizieq Shihab melalui kuasa hukumnya Aziz Yanuar membantah mendukung ISIS dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Menurut Aziz, Rizieq sudah bersikap tidak mendukung ISIS dan JAD sejak 2014. (bbs/adz)
SumutPos.co, Jakarta – Bekerja sebagai pemasar tentu tidak mudah, apalagi jika pekerjaannya harus dilakukan di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) sekaligus menjadi ujung tombak penyaluran program program pemerintah. Hal ini diakui dan dirasakan oleh salah satu pemasar mikro atau biasa disebut mantri dari BRI bernama Ester Indah Putri.
Indah merupakan mantri perempuan pertama yang bertugas di Pulau Rupat, salah satu pulau terluar di Indonesia yang berada di Provinsi Riau dan terletak di Selat Malaka. Perempuan berusia 28 tahun ini sudah menjadi mantri akhir 2019 lalu, setelah sebelumnya menjabat sebagai frontliner di salah satu kantor BRI.
Selama hampir 1,5 tahun menjadi mantri di Pulau Rupat, asam garam sudah dicicipi Indah. Meski begitu, dia tetap senang dan melakukan tugasnya dengan sepenuh hati.
Salah satu motivasi dan penjaga semangat Indah selama bertugas sebagai mantri di Pulau Rupat adalah kebahagiaan masyarakat dan nasabah. Indah mengaku senang jika melihat kehadirannya dapat membantu masyarakat untuk menambah pendapatan, terlebih di tengah kondisi sulit akibat pandemi Covid-19.
“Pernah saya di masa Corona ini, saat harga-harga sudah turun, penghasilan anjlok, dapat nasabah mengajukan pinjaman Rp40 juta. Karena saya percaya dan melihat agunan nasabah ini memadai, saya berikan pinjaman. Besoknya, saya ke rumahnya melihat nasabah tersebut langsung membuka warung dan beli perlengkapan usaha barunya. Saya langsung membatin, ternyata saya dapat membukakan rejeki untuk masyarakat dengan memberi pinjaman ke nasabah. Senang sekali,” ujarnya.
Keramahan masyarakat di Pulau Rupat juga membuat Indah bersemangat melakukan tugasnya sehari-hari sebagai mantri. Bermodalkan satu sepeda motor, Indah setiap hari berkeliling Pulau Rupat untuk mencari calon nasabah dan pelaku UMKM yang membutuhkan layanan keuangan, serta menyalurkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) selama pandemi.
Dalam sehari, Indah memasang target pribadi untuk bisa menemui minimal 6 calon nasabah. Selain itu, dia masih harus menjaga hubungan dengan nasabah-nasabah lama. Semua tugasnya itu dia lakukan dengan berkeliling menggunakan sepeda motor.
Awalnya, Indah mengaku takut dan was-was berkeliling di Pulau Rupat. Dia sempat merasa khawatir karena lokasi bekerjanya saat ini, kondisinya berbeda jauh dengan kampung halamannya. Masih banyak lokasi yang jarang penduduk di Pulau Rupat. Selain itu, infrastruktur jalan di sana juga masih banyak yang belum layak. Akan tetapi, bermodal semangat untuk membantu UMKM, dia perlahan mengikis ketakutannya. Indah pun menjalani pekerjaannya dengan militansi yang tinggi.
“Sukanya di sini nasabahnya rata-rata ramah, gampang akrab. Dukanya, kami kan kalau setiap minggu pulang ke Dumai, berangkat Jumat sore, kembali lagi Minggu malam naik kapal RoRo. Ini dukanya, apalagi musim hujan, di sini jalan belum aspal semua. Lumayan pegal punggung jadinya karena di motor terus selama 1,5 jam dari pelabuhan ke lokasi kos, namun saya merasa sangat bersyukur, di masa pandemi ini saya masih bekerja di BRI dan hak saya sebagai pekerja tidak dikurangi sedikit pun,” cerita Indah.
“Saya merasa bertanggung jawab untuk memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat disini, karena dengan layanan keuangan, pinjaman modal dari BRI ini bisa meningkatkan kesejahteraan dan menggerakkan perekonomian, utamanya di daerah-daerah terluar Indonesia,” tambah Indah.
Keberadaan Indah dan puluhan ribu mantri BRI di seluruh pelosok Indonesia begitu penting bagi perekonomian Indonesia. Tanpa kehadiran mereka, akan ada banyak masyarakat dan pelaku UMKM yang kesulitan mengakses layanan keuangan formal. Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan mantri merupakan tulang punggung BRI dalam memberikan layanan keuangan di segmen mikro. Karena itu, apresiasi dan perhatian tak pernah luput diberikan oleh BRI kepada para mantri.
“Bagi BRI, tak ada prestasi yang bisa kami raih tanpa kehadiran mantri. Merekalah sosok terdepan yang turut menjaga berputarnya roda perekonomian UMKM. Karena itu, setiap masukan dan kebutuhan mantri pasti kami dengar dan perhatikan,” tutup Supari. (adv/rel)
Para pembicara Seminar Virtual Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2021, yang membahas tema ‘Pertarungan Media Massa Konvensional di Era Digital’, Senin (8/2), dari Rumah Dinas Gubernur.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jurnalisme positif mampu menjadi katalis kebangkitan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah. Hal inilah yang menjadi salah satu poin pembahasan penting antara PT Sompo Insurance Indonesia (Asuransi Sompo) dengan segenap insan wartawan di seluruh tanah air, khususnya di Kota Medan, Sumatera Utara yang memiliki sejarah panjang perkembangan jurnalisme di Indonesia.
Mengutip siaran pers biro humas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang bertajuk “Satu Abad Sumatera Utara”, mengungkap bahwa selama periode tahun 1880 hingga 1942, Sumut tercatat memiliki 147 surat kabar. Jumlah tersebut dapat dikatakan sangat luar biasa, bahkan jika dibandingkan masa sekarang.
Asuransi Sompo memiliki harapan yang besar khususnya dalam memaksimalkan peran wartawan demi memajukan industri perasuransian, khususnya di Sumatera Utara. Momentum perbaikan ekonomi yang saat ini sedang berjalan, perlu diikuti kesadaran untuk melindungi aset personal serta aset strategis pelaku usaha, demi mengantisipasi terjadinya bencana dan kerugian lainnya.
Kepercayaan publik yang terus dibangun lewat pendekatan jurnalisme positif akan menjadi katalis dalam mendukung laju pemulihan ekonomi Sumatera Utara, yang saat ini sudah berada pada koridor yang tepat. Mengutip publikasi Kementerian Koordinator Perekonomian, Sumatera Utara berhasil membukukan peningkatan ekonomi sebesar 3.13 persen dalam triwulan III-2020 dibandingkan periode sebelumnya.
“Dedikasi rekan-rekan wartawan khususnya di kota Medan, Sumatera Utara begitu luar biasa. Dalam kesempatan yang baik ini kami ingin mengucapkan selamat Hari Pers Nasional 2021, khususnya kepada seluruh wartawan yang dianggap sebagai salah satu mitra penting khususnya bagi Asuransi Sompo Kantor Cabang Medan. Kami yakin, lewat sinergi yang positif kita bersama-sama akan mampu menjawab tantangan ekonomi di masa pandemi ini,” kata Intan Wibisono, Head of Corporate Communications PT Sompo Insurance Indonesia.
Dalam semangat Hari Pers Nasional 2021, Asuransi Sompo Kantor Cabang Medan mengapresiasi dedikasi para wartawan yang telah mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di sektor industri perasuransian. Hal ini tercermin dari publikasi yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan indeks propinsi Sumatera Utara untuk literasi keuangan sebesar 44.36 persen dan inklusi keuangan sebesar 86,09 persen.
Angka itu lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berkisar di angka 38,03 persen untuk indeks literasi keuangan dan 76,19 persen untuk indeks inklusi keuangan.
“Keberadaan wartawan sangat dibutuhkan, bahkan tanpa adanya wartawan atau media massa bangsa ini tidak akan pernah maju. Karena sebagaimana fungsinya, pers sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial, dibutuhkan masyarakat dalam membangun kehidupan,” kata Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melalui rilis di laman resmi pemerintah provinsi Sumatera Utara dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2021, yang membahas tema ‘Pertarungan Media Massa Konvensional di Era Digital’, Senin (8/2), dari Rumah Dinas Gubernur.
“SDM untuk menjadi wartawan harus benar-benar orang terpilih, karena dalam bermedia kita butuh kepercayaan, kita butuh menerima informasi dan memberikan informasi untuk membangun kehidupan, kita perlu komunikasi dua arah, sehingga wartawan dan media benar-benar dibutuhkan untuk kemajuan, tanpa media bangsa kita tak akan pernah maju,” ujar Gubsu Edy Rahmayadi.
Asuransi Sompo Kantor Cabang Medan sependapat dengan pernyataan Gubernur Sumatera Utara. Sompo menyadari peran sentral dari rekan-rekan wartawan khususnya yang bertugas di Sumatera Utara dalam memastikan distribusi informasi yang akurat dan mempromosikan pendekatan peliputan yang berimbang dalam menyusun pemberitaan. Hal ini bisa dilakukan melalui kanal media arus utama maupun kanal media sosial.
Survei Katadata belum lama ini menyimpulkan bahwa televisi merupakan media yang paling dipercaya responden, yakni 49,5%. Disusul oleh media sosial 20,3% lalu situs pemerintah hanya 15,3% dan media cetak seperti koran/majalah mendapatkan 4.0%.
Dalam kesempatan yang sama, Asuransi Sompo Kantor Cabang Medan menggelorakan semangat yang sama khususnya dalam momentum HPN 2021 dengan mengangkat semangat kolaborasi segenap pemangku kepentingan untuk bersama-sama bangkit dari pandemi Covid-19, dan menjadikan wartawan sebagai akselerator. Literasi dan inklusi keuangan menjadi salah satu parameter strategis dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional dan daerah. (rel)
Peluang bisnis SPBU Shell di Surabaya dan Medan merupakan program kemitraan Company Owned Dealer Operated (CODO), dengan modal awal Rp500 juta.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Shell Indonesia mencari mitra bisnis yang mampu mengelola bisnis SPBU di kota Surabaya dan Medan hanya dengan modal Rp. 500 juta. Dalam program ini, mitra dapat mengoperasikan sampai dengan tiga SPBU Shell dengan investasi yang terjangkau dan estimasi jangka waktu pengembalian modal yang kompetitif.
Peluang bisnis SPBU Shell di Surabaya dan Medan merupakan program kemitraan Company Owned Dealer Operated (CODO), di mana mitra hanya perlu menyediakan modal awal Rp500 juta, dan tidak perlu memiliki modal tanah, bangunan, dan peralatan.
Shell akan meminjamkan aset berupa SPBU yang sudah dibangun dan siap dikelola oleh para mitranya. Kelengkapan infrastruktur ini juga mencakup bisnis penunjang di SPBU yang akan dijalankan juga oleh mitra seperti convenience store, kedai kopi, dan bengkel.
Program kemitraan ini sudah berjalan selama 15 tahun di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Sampai saat ini, Shell telah bekerjasama dengan 45 Mitra untuk mengelola 121 SPBU di provinsi-provinsi tersebut. Salah satu mitra Shell, Bernardus Bayuardi, menceritakan awal mula bergabung menjadi mitra yang menjalankan SPBU Shell 15 tahun yang lalu.
“Awalnya, saya pikir memulai bisnis SPBU perlu modal yang besar. Ternyata Shell punya model bisnis yang memungkinkan saya untuk jadi pengusaha SPBU dengan modal awal Rp. 500 juta. Saya langsung tertarik karena saya melihat potensi bisnis jangka panjang lewat kemitraan SPBU Shell ini. Saat ini, saya mengelola tiga SPBU di Jakarta,” kata Bernardus.
Salah satu mitra Shell, Bernardus Bayuardi.
Peluang bisnis SPBU di masa pandemi menunjukkan potensi yang menjanjikan. Bisnis SPBU mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan awal pandemi karena tetap menjadi kebutuhan pokok masyarakat untuk beraktivitas.
Berdasarkan riset McKinsey pada September 2020, 70% masyarakat Indonesia khawatir sementara 26% lainnya agak khawatir untuk menggunakan transportasi umum. Oleh karena itu masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi atau mampu untuk membeli kendaraan pribadi memilih beralih dari transportasi umum. Hal ini didukung oleh data Gaikindo, dimana di bulan Desember 2020 terjadi peningkatan penjualan mobil tujuh kali lipat dibandingkan awal pandemi Covid-19 di bulan April 2020.
Sejalan dengan semangat Shell Indonesia untuk terus mengembangkan jangkauan bisnis SPBUnya di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Utara, Sari Rachmi, Retail Business Optimization Manager Shell Indonesia mengatakan, “Kami melihat program Shell yang memberikan peluang bagi mitra untuk menjalankan bisnis SPBU merupakan win-win solution, karena kami bisa bermitra dengan pengusaha terbaik di daerah masing-masing dan sebaliknya mereka mendapatkan kesempatan untuk menjadi pengusaha bisnis SPBU dengan modal Rp500 juta.”
Bagi yang tertarik untuk berbisnis SPBU dengan investasi terjangkau, Shell sedang mencari Mitra Bisnis SPBU Shell CODO dengan persyaratan WNI berumur 30-50 tahun, memiliki modal awal Rp. 500 juta dan siap untuk mengelola SPBU di area Surabaya dan Medan.
Informasi lebih lanjut mengenai peluang bisnis ini, silakan kunjungi www.shell.co.id/spbu atau hubungi 0817-1717-4873 atau 0813-5000-4873. (rel)
BERIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan secara simbolis menyerahkan bantuan handphone android kepada pelajar SMP.sopian/sumut pos.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan secara simbolis menyerahkan handphone android kepada pelajar SMP Negeri di Aula Lantai 4 Balai Kota, Jalan Sutomo Tebingtinggi, Selasa (16/2).
BERIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan secara simbolis menyerahkan bantuan handphone android kepada pelajar SMP.sopian/sumut pos.
Sebanyak 180 unit android akan disalurkan kepada pelajar SMP Negeri hasil dari sumbangan para ASN setempat. Penyerahan secara simbolis kepada 10 pelajar mewakili setiap SMP Negeri, diserahkan Wali Kota pada acara Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kelompok Kerja Simpanan Pelajar.
Turut hadir mewakili Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional V Sumatera Bagian Utara, Kepala Bagian Edukasi Noor Hafid, Perwakilan Bank Mandiri, Bank Sumut, Bank BNI, Bank BRI, Kepala Sekolah SMP Negeri dan para undangan. Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan, bantuan android ini berasal dari kumpulkan seluruh ASN Tebingtinggi yang mau menyumbang.
“Tidak ada paksaan dalam kegiatan ini, berapa handphone yang dapat langsung kita sumbangkan. Saat ini baru 52 persen pelajar Kota Tebingtinggi yang memiliki handphone. Kita pahami sumbangan ini masih kurang, yang mau dipakai oleh anak anak untuk kepentingan pendidikannya di masa yang akan datang,” kata Umar Zunaidi.
Dikatakannya, sampai sekarang tidak tahu kapan Covid-19 ini akan berakhir. “Tapi yang kita ketahui, tahun ajaran akan berakhir sebentar lagi. Semangat belajar tidak boleh menurun, tidak boleh hilang, lagu Indonesia Raya, Pancasila sudah lupa. Kalau diberikan bantuan itu, kepada anak-anak kami, tolong dirawat dengan baik,” pinta Umar.
Umar juga berpesan kepada seluruh pelajar agar jangan berpikir masa bodoh dan sepele terhadap lingkungan. “Kalau kita bekerja dengan ikhlas membantu orang tua itu wajib, jangan terlibat narkoba, ngelem, atau jadi kurir. Kepada anak-anak rokok hindarkan, jaga protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi,” pintanya.
Sementara itu, sambutan OJK melalui Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen Regolional V Sumatera Utara, Noor Hafid mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota, terkait dengan Simpel (Simpanan Pelajar). “Simpel ini kenapa kami masukkan program pelajar, karena pada waktu masih kecil, hampir sama namanya Tabanas. Nanti ketika sudah dewasa kita terlatih dari apa yang kita lakukan sejak dini. Meskipun punya pendapatan besar kalau tidak dididik dari kecil, ya habis melulu, karena kehidupan manusia tidak ada habisnya,” kata Noir Hafid. (ian)
FOTO BERSAMA: Kepala BNN Serdang Bedagai, AKBP Drs Safwan Khayat Mhum, Kepala BNNP Sumut diwakili Drs Adlin Mukhtar Tambunan MH dan lainnya foto bersama usai pencanangan zona integritas WBK dan WBBM.
SEIRAMPAH, SUMUTPOS.CO – BNN Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) melaksanakan kegiatan pencanangan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korpsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
FOTO BERSAMA: Kepala BNN Serdang Bedagai, AKBP Drs Safwan Khayat Mhum, Kepala BNNP Sumut diwakili Drs Adlin Mukhtar Tambunan MH dan lainnya foto bersama usai pencanangan zona integritas WBK dan WBBM.
Kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor BNN Sergai yang dihadiri Kepala BNNP Sumut, Brigjend Pol Drs Atrial SH diwakili Drs Adlin Mukhtar Tambunan MH, Bupati Sergai diwakili Irban Sergai Zulfikar, Ketua DPRD dr Rizki Ramadhan SE SH MKn, Kapolres Sergai diwakili Kasat Narkoba, Dandim 0204/DS dan unsur Forkopimda Sergai lainnya serta, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Kepala BNN Tebingtinggi, Pematangsiantar, Deliserdang, serta seluruh staf BNN Sergai.
Pencanangan zona integritas ini dilakukan Kepala BNN Serdang Bedagai, AKBP Drs Safwan Khayat MHum ditandai dengan pembacaan ikrar dan komitmen menciptakan WBK dan WBBM. Setelah itu, dilakukan pemukulan gong oleh Kepala BNNP Sumut.
Setelah sambutan dan arahan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut diikuti Arahan Bupati Serdang Bedagai, dilakukan penandatanganan Piagam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas oleh unsur Forkopimda Sergai bersama seluruh Pegawai BNN Sergai. “Pencanangan ini merupakan gerbang awal bagi BNN Sergai dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” tandas Safwan Khayat. (rel)
TUMBANG: Tiang Listrik tumbang di Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nisel. Selasa, (16/2).
NIAS SELATAN, SUMUTPOS.CO – Tiang listrik milik PT PLN di ibukota Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan, tumbang menutupi badan jalan, Selasa (16/2). Tiang listrik tersebut tumbang diduga karena sudah keropos. Dampaknya, jalan lintas antar kabupaten menjadi macat.
TUMBANG: Tiang Listrik tumbang di Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nisel. Selasa, (16/2).
Dari keterangan yang dihimpun Sumut Pos, tiang listrik tersebut tumbang sehingga menyebabkan kabelnya melintang di badan jalan antar kabupaten, sehingga menimbulkan kemacetan. Warga sekitar pun langsung menghubungi pihak PLN untuk segera mengangkat tiang listrik tersebut dari badan jalan.
Seorang warga, Vikiran Laia menjelaskan, kondisi tiang listrik yang tumbang sudah sering dilaporkan ke pihak PLN untuk segera dilakukan perbaikan lantaran kondisinya sudah keropos atau karatan dan nyaris tumbang. Namun, laporan tersebut tidak pernah diindahkan pihak PLN.
Setelah tiang listrik tersebut tumbang, barulah pihak PLN melakukan penanganan. “Kami telah melaporkan kondisi tiang listrik sebelum tumbang ke pihak PLN namun tak ditanggapi,” kata Vikiran Laia.
Akibat peristiwa ini, jalan ibukota Kecamatan Lahusa dan juga jalan lintas kabupaten yang hendak melintas terpaksa mencari jalan alternatif meski jarak tempuhnya cukup jauh. Tidak ada korban jiwa saat musibah ini terjadi. Namun akibat tumbangnya tiang listrik ini, akses jalan tidak bisa dilalui hingga proses evakuasi dan dilakukan pemadaman aliran listrik. (mag-10)
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dairi menargetkan proses vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dosis 1 tahap I untuk tenaga kesehatan (Nakes) tuntas minggu ini. Menurut Kadinkes Kabupaten Dairi, dr Ruspal Simarmata, jumlah vaksin sinovac yang diterima Kabupaten Dairi sebanyak 2.360 vial.
Untuk tahap 1, dosis disiapkan untuk Nakes sebanyak 1.157 orang ditambah 10 orang pejabat publik menjadi 1167 orang. Sementara, peserta (Nakes) yang datang ke fasilitas kesehatan (Puskesmas), sebanyak 1.432 orang.
“Sudah divaksin sebanyak 1.022 orang, ditunda 159 orang dan tidak diberikan (tidak divaksin) 251 orang. Kita harapkan, dosis 1 untuk tahap 1 tuntas 100% minggu ini. Sementara untuk dosis 2 tahap 1, bagi pejabat publik dan tokoh masyarakat akan dilakukan besok (hari ini),” ucap Ruspal.
Dijelaskannya, pasca diperbolehkanya nakes non-pemerintah lanjut usia (Lansia) divaksin, pihaknya sudah mengikutkan sertakan dengan kata lain didata untuk divaksin. Ruspal menyampaikan, semua Nakes bersedia untuk divaksin. Sedangkan Nakes yang pelaksanaannya ditunda karena ada penyakit seperti hipertensi, diabetes, sedang pilek dan keluhan demam. Untuk nakes yang tidak diberikan, karena sedang hamil.
“Selama ini, untuk pelaksanaan vaksin belum ada kendala. Sementara itu, pelaksanaan vaksin tahap kedua, untuk pejabat publik TNI – Polri dan masyarakat belum ada petunjuk dari pusat,” jelasnya.
Walaupun belum ada petunjuk, Ruspal menegaskan bahwa pihaknya sudah siap melaksanakan vaksin tahap 2. “Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Catatan Sipil, Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Polres Dairi dan TNI untuk kita siapkan sebagai data bandingan,” ujar Ruspal. (rud/ram)