Home Blog Page 3698

Polisi Tangkap Penikam Istri

Penikaman-Ilustrasi

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di Jalan Marelan Raya Pasar IV Barat Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan yang dilakukan seorang suami menikam istri dengan pisau dapur beberapa waktu lalu, akhirnya terungkap.

Penikaman-Ilustrasi

Polsek Medan Labuhan telah meringkus pelakunya, Swandy alias Aki alias Andi Pincang (38) dari tempat persembunyiannya di Jalan Amal, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (14/3) dinihari.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari mengatakan, peristiwa penikaman dilakukan pelaku terhadap istrinya, Sri Wanti (40) dilatarbelakangi rasa cemburu tidak ingin dicerai pada Senin (8/3) lalu.

“Dari keterangan pelaku, dia (pelaku) cemburu dan kesal karena istrinya minta cerai. Makanya pelaku menikam istrinya,” kata Edy Safari.

Pria turunan tionghoa tersebut, lanjut Edy Safari, telah menikam leher istrinya sebanyak tiga tusukan. Akibat kejadian itu, ibu rumah tangga itu mengalami luka serius sampai saat ini masih menjalani perawatan di RSU Wulan Windi Marelan.

“Korban saat ini masih dirawat di rumah sakit. Dari laporan dan keterangan saksi, kita lakukan penyelidikan di lapangan,” sebut Kapolsek.

Pihaknya menerima informasi, bahwasannya pelaku bersembunyi di rumah temannya di kawasan Martubung. Ia langsung memerintahkan Kanit Reskrim bersama personel lainnya menangkap pelaku di persembunyiannya.(fac/azw)

“Minggu dinihari tadi pelaku kita tangkap. Pelaku sudah kita amankan dan telah dilakukan pemeriksaan untuk kita proses secara hukum,” pungkas Edy Safari. (fac/azw)

Maling Ponsel Babak Belur Dihajar Massa

BABAK BELUR: Tersangka pencuri ponsel dan uang, Reka Smbiring (42) saat diamankan Polsek Delitua, Minggu (14/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Reka Sembiring (42) warga Dusun II Penungkiran-Durin Jangak Kelurahan Namo Gajah, Medan Tuntungan diboyong petugas polisi ke Kantor Polsek Delitua. Reka babak belur setelah dihajar massa karena tertangkap basah mencuri ponsel dan uang dari warung milik Ika Bentari Br Tarigan (34) di Jalan Petunia Raya Lingkungan 2 Namo Gajah, Minggu(14/3).

BABAK BELUR: Tersangka pencuri ponsel dan uang, Reka Smbiring (42) saat diamankan Polsek Delitua, Minggu (14/3).

Kanit Reskrim Polsek Delitua, Iptu Martua Manik mengatakan, aksi tersangka dilakukan sekira pukul 06.15 WIB. Tersangka datang diam-diam ke warung korban lalu mengambil satu ponsel android Vivo Y12 warna biru dan juga uang tunai. “Awalnya korban membuka warungnya pada pukul 06.00 WIB. Selanjutnya, korban meletakkan dompet dan ponselnya di-stelling lalu masuk ke dalam rumah. Tak lama, datang tersangka mengambil ponsel dan dompet berisi uang,” ungkap Martua Manik.

Namun sial, aksi tersangka ketahuan oleh korban yang kemudian berteriak maling sambil berlari. Tak pelak, tersangka langsung melarikan diri. “Warga setempat yang mendengar teriakan korban, membantu dan mengejar tersangka. Upaya warga berhasil menangkap tersangka dan kemudian dihajar hingga babak belur,” jelas Martua.

Setelah puas menghakimi tersangka, sebut Martua, warga kemudian menghubungi petugas Polsek Delitua. Tak lama, polisi datang dan memboyong tersangka bersama korban untuk proses hukum lebih lanjut. “Korban sudah membuat laporan pengaduan, dengan kerugian satu unit ponsel android Vivo Y12 warna biru dan uang tunai Rp1,2 juta. Sementara tersangka saat ini sudah ditahan untuk proses hukum selanjutnya,” tandasnya. (ris/azw)

Dua Calon Penumpang di KNIA Ditangkap Gara-gara Simpan Sabu 2 Kg dalam Sepatu

TERSANGKA DAN BARANG BUKTI: Dua tersngka berinisial I dan AA saat digiring ke Polda Sumut denga barang bukti sabu 2 kg, Kamis (11/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditresnarkoba Polda Sumut) dan tim gabungan menggagalkan peredaran sabu-sabu seberat 2 kilogram (kg) di pintu masuk Kualanamu International Airport (KNIA), Kamis (11/3) pukul 19.10 WIB.

TERSANGKA DAN BARANG BUKTI: Dua tersngka berinisial I dan AA saat digiring ke Polda Sumut denga barang bukti sabu 2 kg, Kamis (11/3).

Hal itu dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, saat dikonfirmasi wartawan di Medan, Sabtu (13/3).

Awal penangkapan, saat itu Tim Airport Interdiction KNIA melakukan pemeriksaan dua orang laki-laki yang dicurigai yakni inisial I (27) warga Dusun Aluie Ie Mudek Sawang Kabupaten Aceh Utara dan AA (53) warga Dusun sempurna Tanjong Minjey.

Keduanya ditangkap di pintu masuk KNIA, Deliserdang. Tim kemudian melakukan penggeledahan dan ditemukan serta disita barang bukti berupa 8 bungkus plastik hitam tembus pandangan yang berisikan sabu-sabu dengan berat keseluruhan 2 Kg di dalam sepatu yang dipergunakan kedua tersangka.

“Selain delapan bungkus plastik hitam berisi sabu 2Kg, turut pula disita empat unit handphone dan dua pasang sepatu milik kedua tersangka,” ungkapnya.

Dari hasil interograsi, lanjut Hadi, kedua tersangka I dan AA akan membawa sabu seberat 2Kg tersebut ke Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Guna proses penyidikan lebih lanjut, saat ini kedua tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mako Ditresnarkoba Polda Sumut dan akan dilakukan pengembangan terhadap jaringannya,” pungkasnya. (mag-1/azw)

Warga Amplas Temukan Mayat tanpa Identitas

JASAD: Polisi memeriksa jasad pria tanpa identitas di Medan Amplas, Sabtu (13/3). dewi/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Jalan Bajak V Kelurahan Harjosari 2 Kecamatan Medan Amplas digemparkan dengan penemuan mayat seorang pria paruh baya tanpa identitas, yang tergeletak di lahan kosong samping Bintang Cosmos Jalan Sisingamangaraja Medan, Sabtu (13/3) sekira Jam 18.00 WIB.

JASAD: Polisi memeriksa jasad pria tanpa identitas di Medan Amplas, Sabtu (13/3). dewi/sumut pos.

Tak satu pun warga mengenali jasad kakek-kakek tersebut. Sementara, informasi diperoleh dari warga yang mengaku bernama Budi, di Jalan Bajak V Kelurahan Harjosari 2 Kecamatan Medan Amplas mengatakan, bahwa Herna (46) dan anaknya Evyta Delimunte, pertama kali melihat mayat seorang mayat laki-laki yang diduga tunawisma tersebut.

Menurutnya, Herna dan anaknya Evyta Delimunte mengaku kaget dan langsung memanggil warga di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melapor ke kepala lingkungan. Selanjutnya informasi itu diteruskan Polsek Patumbak.

“Katanya, Herna dan anaknya Evyta Delimunte yang pertama kali melihat mayat itu dalam posisi tergeletak, sudah meninggal di tanah lahan kosong samping Bintang Cosmos Jalan Sisingamangaraja Medan Amplas, lalu dipanggilnya warga sekitar, setelah itu dilaporkan ke kepling selanjut diteruskan ke Polsek Patumbak,” kata Budi.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fachreza, melalui Kanit Reskrim Iptu Philip A Purba, Minggu (14/3) mengatakan, mayat itu sedang dalam penyelidikan. Sampai saat ini belum diketahui identitas mayat tersebut.

“Awalnya kami dapat laporan dari kepala Lingkungan soal penemuan mayat laki-laki tersebut. Saat ini mayat sudah kami evakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna dilakukan Visum et repertum (VeR) mayat,” katanya.

Menurutnya, mayat Mr X tersebut kira-kira berumur sekitar 55-60 tahun, alamat tidak diketahui, dari pemeriksaan luar pada mayat itu. tidak ada ditemukannya tanda kekerasan atau penganiayaan namun diduga keras karena sakit.

Dia mengimbau, jika ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarga bisa segera datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan atau ke Polsek Patumbak.

“Ya bagi warga yang ada merasa kehilangan anggota keluarganya segera datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan atau ke Polsek Patumbak pasti akan kita bantu,” pungkasnya. (mag-1/azw)

Viral, Empat Gadis Siksa Dua Temannya di Belawan

POTONGAN VIDEO: Sederetan potongan video penyiksaan dua remaja wanita oleh keempat temannya di Belawa yang viral sejak Sabtu (13/3).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Video penyiksaan terhadap dua gadis yang dilakukan empat temannya viral di media sosial (medsos). Viralnya video perundungan dengan durasi 55 detik, 104 detik dan 105 detik itu telah menyebar di media sosial whatsapp dan facebook, sejak Sabtu (13/3) siang.

POTONGAN VIDEO: Sederetan potongan video penyiksaan dua remaja wanita oleh keempat temannya di Belawa yang viral sejak Sabtu (13/3).

Dalam video tersebut, penyiksaan itu terjadi di persimpangan Jalan Cimanuk pinggiran rel kereta api, Kelurahan Belawan Dua, Kecamatan Medan Belawan.

Persekusi yang dilakukan oleh empat orang gadis terhadap kedua korban berawal saling ejak. Terlihat kedua gadis di antaranya, memakai baju kaos pendek warna merah jambu dan kaos lengan panjang warna abu-abu menjadi penyiksaan oleh keempat temannya.

Para pelaku terus menyiksa kedua korban sambil direkam video hingga tidak berdaya.

Viralnya vodeo kenakalan remaja itu mendapat hujatan dari masyarakat yang menonton. Netizen mengutuk perbuatan para pelaku dan meminta agar Polres Pelabuhan Belawan menangkap pelakunya.

Berdasarkan keterangan diperoleh, kedua gadis yang menjadi korban penyiksaan adalah, Dw (16) dan JS (14), keduanya warga Belawan Dua, Kecamatan Medan Belawan. Sedangkan pelakunya adalah, Ra, Nz, Nl, dan Ml.

Tokoh Pemuda Belawan, Alfian MY merasa miris video kenakalan remaja yang telah viral. Tayangan video itu telah memperburuk citra Belawan. Selama ini, banyak juga masalah yang terjadi, hal ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

“Kita berharap kepada ulama, tokoh agama dan berbagai elemen mari duduk bersama agar dapat menyikapi masalah kenakalan remaja. Semua itu dipicu dari peredaran narkoba yang harus diberantas dengan tegas dan juga lokasi cafe maksiat yang selama ini menjadi akar masalahnya,” tegas Alfian.

Kasus viralnya video perundungan tersebut, petugas Polres Pelabuhan Belawan telah turun ke lokasi meminta keterangan dan menyelidiki kasus tersebut.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Pelabuhan, AKP I Kadek Hery Cahyadi mengatakan, polisi sudah melakukan penyelidikan di lapangan tentang video penyiksaan tersebut.

“ Kita masih turun ke lapangan melakukan pengecekan dan mengumpulkan bukti termasuk mendatangi rumah korban. Bagaimana tindaklanjutnya, masih kita selidiki,” pungkasnya. (fac/azw)

Gelar Penyuluhan Hukum dalam Program JMS, Kejatisu: Siswa Jangan Mudah Terpancing Berita Hoaks

PENYULUHAN: Juliana PC Sinaga dari Kejatisu memberikan penyuluhan hukum tentang UU ITE kepada siswa SMA 4 Medan, kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) melalui Penerangan Hukum (Penkum) Kejatisu, menggelar Penyuluhan Hukum dalam Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMA Negeri 4 Jalan Gelas Medan, kemarin.

PENYULUHAN: Juliana PC Sinaga dari Kejatisu memberikan penyuluhan hukum tentang UU ITE kepada siswa SMA 4 Medan, kemarin.

Penkum Kejatisu menghadirkan Juliana PC Sinaga, sebagai pemateri. Ia menyampaikan topik tentang Hoaks dan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang bisa menjerat siapa saja.

“Jangan mudah terpancing saat menerima berita atau informasi yang kebenarannya masih diragukan,” katanya di hadapan para peserta didik.

Ia menyampaikan, setiap informasi hoaks yang diperoleh sebaiknya harus ditelaah dulu dan menahan diri agar tidak membagikannya.

“Ada baiknya disikapi terlebih dahulu berita bohong tersebut agar tidak menjadi jerat dan bumerang bagi diri kita sendiri yang akhirnya menyeret kita terkena hukuman,” jelasnya.

Ia melihat, dalam kondisi saat ini, berita hoaks yang paling populer didominasi oleh pemberitaan tentang vaksinasi Covid-19. Berita tersebut, begitu banyak berseliweran.

“Berita hoaks paling populer saat ini adalah terkait vaksinasi Covid-19. Jangan terlalu cepat percaya dengan berita bohong. Pastikan berita terkait vaksinasi yang benar dari sumbernya dan ada baiknya saring dulu informasi tersebut baru di sharing (berbagi),” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga menjawab pertanyaan terkait alasan seseorang mudah terpancing menyebarkan berita hoaks.

Menurutnya, terkadang si penyebar hoaks memang tidak sadar kalau berita hoaks yang disebarkan bisa menjerumuskan dirinya sendiri karena melanggar Undang Undang Informasi Transaksi dan Elektronik (UU ITE) dan merugikan orang lain.

“Ketika seseorang menyebarkan berita bohong, gambar asusila, pencemaran nama baik, pengancaman dan pemerasan maka akan dijerat dengan pasal 27, 28 dan 29 UU ITE. Ketika memenuhi unsur pidana maka akan dikenakan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar,” sebutnya.

Sebelumnya Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian menyampaikan kepada 20 orang peserta didik yang mengikuti acara penyuluhan hukum, bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk lebih mengenalkan apa itu kejaksaan dan apa tugas pokok dan fungsi jaksa dalam penegakan hukum di Indonesia.

“Secara khusus saya mengingatkan kepada siswa dan siswi yang ikut agar mengenali hukum dan menjauhi hukuman,” tandasnya. (man/azw)

Pelajar Jangan Larut dengan Budaya Asing

Nizam Ditjen Dikti-Kemendikbud.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Dikti-Kemendikbud) mengingatkan para pendidik agar tidak larut dengan budaya asing.

Nizam Ditjen Dikti-Kemendikbud.

Dirjen Dikti Nizam mengatakan bahwa faktor utama penguatan dalam pendidikan adalah keluarga sebagai inti dasar pendidikan pembentukan karakter. Kemudian ekosistem sekolah. Di dalamnya terdapat ruang kelas, pembelajaran yang bermakna, dan guru sebagai panutan.

“Oleh karena itu penumbuh kembangan karakter harus dilakukan bersama-sama ekosistem dan budaya sekolah yang sehat,” ujar Nizam dalam keterangannya, Minggu (14/3).

Maka dari itu, Nizam mengingatkan para insan pendidikan agar berhati-hati menyikapi budaya asing supaya tidak terlalu larut. Sejatinya budaya asing budaya lokal terjadi akulturasi.

“Meskipun banyaknya masuk budaya asing tetapi terjadi akulturasi, sehingga tetap menjadi budaya Indonesia. Tugas bersama untuk tetap membawa kearifan nasional yang unik dan khas dari Indonesia,” imbuh Nizam.

Dia menyebut, dalam pendidikan tinggi terdapat beberapa mata kuliah y ang menjadi bagian penting untuk membentuk karakter mahasiswa. Yakni, mata kuliah agama, pancasila, kewarganegaraan, dan bahasa Indonesia.

“Kampus sebagai penumbuh intelektual muda yang kritis tetapi santun. Kita punya adab, kita punya sopan santun, kita punya akhlak mulia yang harus dijaga, dipertahankan, bukan kemudian kita menjadi masyarakat barat. Kesantunan adalah akar budaya kita,” pungkas Nizam. (jpnn/azw)

Baca Buku, Idenya Dipetakan Lewat 5W+1H

BELAJAR: Guru sedang mengajar kepada siswanya di saat pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu di Karo.

Budaya Baca bagi Siswa Kelas VI SDN

BERASTAGI, SUMUTPOS.CO – Budaya baca atau sering disebut literasi baca masih menjadi materi ajar yang vital bagi siswa sekolah dasar (SD). Keterampilan ini menjadi dasar bagi para siswa untuk menguasai materi pelajaran, sekaligus membantu siswa memahami pengetahuan yang lebih luas.

BELAJAR: Guru sedang mengajar kepada siswanya di saat pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu di Karo.

“Literasi merupakan kemampuan atau keterampilan seseorang dalam membaca, menulis, dan berbicara, untuk menambah pengetahuan dan pemahaman. Literasi dasar perlu diperkuat, terkhusus bagi siswa sekolah dasar. Namun selama masa pandemi Covid-19 dengan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), siswa kerap merasa jenuh belajar, sehingga guru dituntut untuk menciptakan cara mengajar yang bervariasi,” kata Serma Ulipa Simbolon, guru kelas VI SD 040460 Berastagi, Sumatera Utara, kepada Sumut Pos, Minggu (14/3).

Awal PJJ, kata dia, siswa masih merasakan keterpaksaan belajar secara daring. “Namun saya mencoba beberapa cara, agar siswa bersemangat belajar dan merasakan manfaatnya,” cetusnya.

Menggunakan aplikasi WhatsApp group yang sudah akrab bagi guru dan siswa, Serma mengajak siswa membaca teks yang tersedia pada buku siswa atau gambar teks cerita yang dikirim.

“Untuk memastikan siswa telah membaca teks, saya mengadakan tanya jawab tentang isi bacaan. Jawaban siswa berupa informasi yang ditemukan di buku, dapat disampaikan secara lisan dengan bahasa sederhana melalui audio,” jelas fasilitator daerah komunikasi Karo Program Pintar Tanoto Foundation ini.

Pada hari berikutnya, Serma mengajak siswa menulis informasi penting dari bacaan. Kemudian informasi yang ditulis itu ditempel pa da majalah dinding masing-masing siswa di rumah.

“Kegiatan literasi bagi siswa yang tidak memiliki ponsel android, memang kurang terkontrol saat PJJ secara daring. Untuk menjangkau semua murid, saat memberikan tugas ke siswa, saya membagikan teks bacaan atau buku-buku cerita. Buku ditarget selesai dibaca dalam seminggu. Untuk mengontrol kemampuan literasi siswa, saya minta mereka menuangkan ide buku dalam bentuk peta pikiran. Acuannya 5W+1H, yakni What, Where, When, Who, Why, dan How. Ide buku ditulis di kertas karton atau di buku tulis,” jelas peserta pelatihan Pengembangan Budaya Baca Tanoto Foundation ini, seraya tersenyum.

Respon murid menurutnya cukup bersemangat. Siswa bernama Herpiyanti misalnya, mengakui bahwa mengikuti kegiatan literasi dengan membaca dna menulisan isi buku, mampu menambah perbendaharan kata-kata baru, serta menambah pengetahuan selain materi pelajaran.

“Siswa lain bernama Amri Kriston bahkan mengaku, sebelum mengikuti pelajaran literasi, dirinya agak lambat membaca. Namun sekarang, ia makin lancar membaca. Kuncinya, dia sering membaca kuat-kuat di rumah,” kata Serma Ulipa, kembali tersenyum.

Kesimpulan yang diperolehnya selama memberi pelajaran literasi bagi siswa, siswa mampu menambah perbendaharaan kata, meningkatkan pemahaman terhadap makna suatu informasi dari bacaan, dan meningkatkan kemampuan menulis serta berbicara.

“Dengan merasakan manfaat berliterasi, siswa diharapkan semakin terbiasa melakukannya, hingga menjadi kegemaran,” pungkasnya. (mea)

BKKBN Sosialisasi Genre di Labuhanbatu

BERSAMA: Kabid KSPK BKKBN Provsu, Dra Lucy Destriati foto bersama siswa yang menjadi peserta sosialisasi genre di Labuhanbatu.

Jadikan Generasi Emas dan Unggul

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO-Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumut menggelar sosialisasi generasi berencana (Genre) kepada puluhan pelajar di Kabupaten Labuhanbatu, di SMA Negeri 1 Sei Suka, Jalan Beringin Tanjung Gading, Sei Suka, Batubara. Hadir di kegiatan ini Duta Genre Provinsi Sumut binaan BKKBN Provsu.

Kepala Sekolah  SMA Negeri 1 Sei Suka menyampaikan, para pelajar dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan bersungguh-sungguh, agar menambah wawasan dan pengalaman yang lebih baik.

“Belajar itu, bukan hanya di dalam ruangan kelas, tetapi juga di kegiatan-kegiatan seperti ini. Generasi berencana atau Genre, ini juga satu materi pembelajaran yang seyogyanya bisa diketahui oleh para pelajar,” ujarnya.

Dalam sambutannya Kabid KSPK BKKBN Provsu, Dra Lucy Destriati, menyebutkan, sebagai pelajar yang merupakan masa peralihan dari anak-anak ke remaja, inilah saatnya untuk bisa memahami program genre.

“BKKBN Provsu memiliki program Genre yang tujuannya adalah untuk membekali para generasi muda, untuk menjadi generasi emas dan generasi unggul, ke depannya generasi muda di Indonesia akan siap bersaing secara kualitas dengan generasi muda di seluruh dunia,” ucapnya

Akan tetapi, untuk kegiatan sosialisasi rencana usia menikah, untuk perempuan berusia 21 tahun dan laki-laki berusia 25 tahun, itu terus kami lakukan ke masyarakat dan kalangan pelajar di Palas,” katanya.

Harapannya, dengan program Genre yang dilakukan pihak BKKBN Provsu ini, para pelajar dan generasi muda di daerah Provinsi Sumut pada sepuluh tahun ke depan lebih baik dan maju lagi.(rel/han)

Mitra Lanud Bersama SOLITD dan Total Charity Hadirkan Paket Nasi 1.000 Rupiah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keluarga Besar Mitra Lanud Soewondo bersama DPP SOLITD(Solidaritas Indonesia Tionghoa Demokrasi) dan Total Charity, berkolaborasi melaksanakan bantuan kemanusiaan makanan sehat dan halal seharga Rp1.000. Aksi sosial sekaligus beramal ini dilaksanakan pada Minggu (14/3/2021) siang tadi di wilayah Medan Timur, tepatnya di Jalan Gaharu dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan.

Sebelum pembagian, warga yang mengantri diwajibkan memakai masker dan menyemprotkan hand sanitizer yang telah disiapkan panitia. Pembagian yang direncanakan dimulai pukul 11.30 WIB, terpaksa dipercepat karena warga sudah banyak mengantri untuk membeli nasi seharga Rp1.000 dari 250 paket nasi yang disediakan.

Tak membutuhkan waktu lama, hanya sekitar setengah jam sebanyak 250 paket nasi sudah ludes terjual. “Kami Solidaritas Indonesia Tionghoa Demokrasi (SOLITD) bersama Mitra Lanud dan Total Charity, mengadakan bantuan kemanusiaan dengan kondisi pandemi Covid 19 dan krisis ekonomi, kami memberikan bantuan kemanusiaan berupa makanan dengan harga 1000 rupiah dan uang itu nanti akan kami sumbangkan untuk ke rumah rumah ibadah,” ujar Ketua Umum DPP SOLITD, Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu SH MSi di sela sela pembagian paket nasi.

Menurut dia, kegiatan ini akan dilakukan di seluruh Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. “Harapan kami dapat meningkatkan kepedulian dan empati dari masyarakat yang mampu untuk dapat membantu dengan kondisi saat ini. Harapn kita, pandemi Covid 19 di Indonesia, Sumatera Utara, Kota Medan, cepatlah berlalu, sehingga ekonomi stabil kembali,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Mitra Lanud, Ferdinan Ghodang SE SH MH menimpali, aksi kemanusiaan ini akan dilakukan secara berkesinambungan dengan menyasar kantong kantong warga yang kurang mampu. Ini adalah wujud kolaborasi Mitra Lanud bersama DPP SOLITD dan Total Charity di tengah tengah wabah pandemi Covid 19.

“Kemungkinan untuk minggu depan akan kita laksanakan di wilayah Medan Utara. Ini juga berkat dukungan dari Komandan Lanud Soewondo Kolonel PNB JH Ginting. Kebetulan beliau belum bisa ikut bergabung dengan kita hari ini. Tapi pastinya, beliau sangat munsupport dan mengapresiasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Total Charity Medan, Tingliang penjualan nasi kotak seharga Rp1.000 per paket ini menyasar masyarakat kurang mampu. “Ke depan tetap kita lanjutkan, bukan hanya pandemi ini saja dan kita coba semampu kita untuk membantu meringankan beban masyarakat,” tuturnya.

Tingliang juga berharap, aksi kemanusiaan yang mereka lakukan ini dapat menggerakkan warga lainnya untuk ikut andil dalam berbuat kebaikan. “Harapan kita bisa sedikit meringankan masyarakat dan dijadikan motivasi lah buat teman-teman yang lain untuk mengadakan kegiatan seperti ini,” tandasnya.

Pada aksi kemanusiaan ini, hadir juga Penasehat DPP DR. Soeherman Gatot SH MBA dan Wong Kim Po, DR. Soeherman Gatot SH MBA dan Wong Kim Po, Bendum DPP SOLITD Angel, Korwil DPP Ferri SE, Wakil Ketua Mitra Lanud Thamrin, Ketua Panitia Tjuihok, Ketua SOLITD Sumut Riana, Ketua SOLITD Medan Agus Salim bersama jajaran pengurus lainnya.(adz)