31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 3707

Lompat Saat Digerebek Polisi, Aldi Hanyut di Sungai Deli

PENCARIAN: Basarnas Medan dan polisi menurunkan perahu karet untuk melakukan pencarian seorang pemuda yang hanyut di Sungai Deli karena melompat saat digerebek, Kamis (4/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pemuda disebut-sebut bernama Aldi (22) warga Jalan Brigjen Katamso Lingkungan XI, Kelurahan Sei Mati, Medan Maimun, yang hanyut di Sungai Deli karena melompat saat hendak digerebek polisi, belum berhasil ditemukan setelah dilakukan pencarian hingga Kamis (4/2) siang. Pencarian dilakukan tim gabungan Basarnas Medan bersama kepolisian.

PENCARIAN: Basarnas Medan dan polisi menurunkan perahu karet untuk melakukan pencarian seorang pemuda yang hanyut di Sungai Deli karena melompat saat digerebek, Kamis (4/2).

Kepala Kantor Basarnas Medan, Toto Mulyono mengatakan, pencarian tersebut dengan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet milik Basarnas dan Polri. Pencarian ini merupakan hari kedua, karena sehari sebelumnya sudah dilakukan tetapi belum membuahkan hasil.

“Tim sudah melaksanakan Operasi SAR sejak kemarin (Rabu 3/2, red) terkait satu orang hilang di Sungai Deli. Namun, hingga pukul 19.00 WIB yang bersangkutan belum ditemukan. Makanya, dilakukan pencarian pada hari kedua,” kata Toto kepada wartawan, Kamis (4/2).

Danru SAR Medan, Jiko Purba menyebutkan, pencarian kali ini dilakukan dari hulu hingga hilir sungai. Kemudian, menyisir di daerah pinggiran sungai yang diperkirakan korban hanyut tersangkut pohon maupun tumpukan sampah. “Pencarian dilakukan sejauh dua kilometer mulai dari titik awal yang bersangkutan dinyatakan hilang atau hanyut,” ujarnya.

Menurut Jiko, berdasarkan informasi dari warga sekitar di lokasi kejadian, sebelum korban hanyut ada proses penggerebekan yang dilakukan polisi. “Penggerebekan polisi, info dari warga terkait narkoba. Sementara pencarian korban dilakukan hingga sore, dan semoga cepat ditemukan,” ujarnya.

Aspi, warga setempat mengaku, pemuda yang hanyut adalah Aldi karena melompat ke Sungai Deli saat digerebek polisi. “Yang hanyut itu memang warga sini. Saat digerebek polisi, dia lagi main judi di bawah (pinggir sungai) terus lompat ke sungai,” ucapnya.

Diketahui, pada Rabu siang sekitar pukul 14.00 WIB Aldi melompat ke Sungai Deli saat terjadi penggerebekan narkoba di pinggir sungai tersebut, Kelurahan Sei Mati, Medan Maimun. Polisi bersama warga telah melakukan pencarian sekitar 1 jam, namun tak juga ditemukan. Diduga korban hanyut karena tak pandai berenang, sehingga terbawa arus sungai yang deras. (ris/ila)

Bahas Pelabuhan Kualatanjung dengan Menko Marves, Gubernur: Segera Tuntaskan Ganti Rugi Lahan

Permasalahan pembebasan lahan untuk pembangunan Pelabuhan Kualatanjung, mulai memperlihatkan titik terang. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, meminta agar masalah ini segera diselesaikan, agar proyek strategis nasional bisa berjalan dengan baik.

Pertengahan 2018 proses ganti rugi lahan untuk pembangunan Pelabuhan Kualatanjung sudah dimulai, namun terkendala terkait harga yang menurut warga tidak sesuai. Awal 2019 usai mediasi, masih terjadi penolakan dari masyarakat, walau PT Pelindo I telah melakukan ganti rugi 10 hektare. Kini ganti rugi kembali dilakukan, PT Pelindo I membentuk Panitia 9, dan telah memeroses pembebasan lahan seluas 50 hektare milik warga. Mereka menargetkan tahun ini pembebasan lahan mencapai 100 hektare.

Edy saat rapat koordinasi (rakor) tentang pembangunan Pelabuhan Kualatanjung secara virtual bersama Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya, Rabu (3/2) malam, meminta agar hal ini cepat diselesaikan.

“Tahap pertama baru 10 hektare yang terealisasi. Tahap kedua dihentikan karena belum ada kepastian. Ini sudah terkendala sejak 2019. Kami harap ini cepat diselesaikan,” ungkap Edy melalui teleconference dari Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan.

Ada sekitar 1.128 hektare pengadaan lahan yang direncanakan PT Pelindo I untuk pembangunan keseluruhan Pelabuhan Kualatanjung. Kendala pada pembebasan lahan ini, menurut Edy, menghambat pembangunan proyek strategis nasional tersebut.

“Tanahnya itu cukup luas, jadi bila masalah ini tidak selesai-selesai sejak 2019, tentu akan mengganggu pekerjaan ke depan,” jelasnya, didampingi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan SDA Pemprov Sumut, Agus Tripriyono.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, juga mengamini hal tersebut. Dia tidak ingin ada makelar-makelar dan masalah lainnya, karena pembangunan pelabuhan ini merupakan proyek strategis nasional.

“Lahan itu harus ada dan harus clear. Harus segera dituntaskan dan tidak ada mekelar-makelar. Tidak sedikit dana yang dikucurkan untuk pembangunan Pelabuhan Kualatanjung, karena ini merupakan proyek strategis nasional,” tegasnya.

Selain masalah lahan, Luhut juga menyinggung soal pembangunan pelabuhan yang efektif dan efesien, baik secara biaya, transportasi, masalah distribusi, dan integerasi dengan kawasan ekonomi yang ada di dekatnya. Selain itu, dia juga ingin agar pembangunan proyek ini melibatkan universitas setempat, agar memberikan ilmu baru kepada mahasiswa.

“Perhatikan secara teliti, lakukan studi benar-benar agar tidak ada kesalahan dalam pembangunannya. Libatkan kampus, jadi mahasiswa-mahasiswa kita bisa bertambah ilmunya, tahu teknologi-teknologi modern saat ini di bidang pelabuhan,” jelas Luhut lagi.

Dirut Pelindo I, Dani Rusli Utama mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus pada pembebasan lahan tahap pertama seluas 50 hektare. Targetnya, mereka bisa menyelesaikan pembebasan lahan sekitar 100 hektare tahun ini.

“Uangnya sudah tersedia tahun ini, dan sudah diturunkan kepada anak perusahaan kami, PT Prima Pengembangan Kawasan, dan itu dalam proses. Mudah-mudahan schedule (jadwal) yang kami berikan kepada Pak Gubernur itu, bisa terealisasi. Untuk yang 50 hektare, kami sedang proses di administrasi, mudah-mudahan selesaikan semester ini,” harapnya.

Turut serta pada rakor ini Menteri BUMN Eric Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BPR/ATR Sofyan A Djalil, Menteri ESDM Arifin Tasrif, dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar. Juga hadir Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Gubernur Maluku Murad Islmail, Dirut Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan R Agus Purnomo, dan Kepala BKPM Bahlil Lahadallia. (prn/saz)

Harga Cabai Merangkak Naik, Kenaikan Harga Diprediksi Sesaat

TUNGGU: Pedagang cabai menunggu pembeli di Pusat Pasar Medan, belum lama ini. Harga komoditas ini merangkak naik, namun diprediksi kenaikan harga hanya sesaat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pekan pertama Februari 2021, harga cabai merah di pasar tradisional Kota Medan, terpantau mulai merangkak naik dengan kisaran harga Rp48 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. Sebelumnya, komoditas cabai merah turun dan dibanderol Rp28 ribu per kilogram.

TUNGGU: Pedagang cabai menunggu pembeli di Pusat Pasar Medan, belum lama ini. Harga komoditas ini merangkak naik, namun diprediksi kenaikan harga hanya sesaat.

“Naik lagi harga cabai. Padahal sudah sempat turun, tiba-tiba naik lagi. Sampai hari ini (kemarin, red) masih bertahan di harga Rp50 ribu per kilogram. Kalau cabai rawit, masih di harga Rp60 ribu per kilogram,” ungkap seorang pedagang di Pusat Pasar Medan, Sadrak Tamba, Kamis (4/2).

Sadrak menjelaskan, keniakan harga cabai tersebut, sudah terjadi sejak 1 Februari dan terus mengalami kenaikan hingga saat ini. Dia juga menjelaskan, komoditas lainnya, seperti tomat masih berada di harga Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram, cabai hijau Rp32 ribu per kilogram.

Hal yang sama diungkapkan seorang pedagang di Pasar Sei Sikambing Medan, Umi. Menurutnya, kenaikan harga tersebut tidak terlalu lama, dan nantinya segera kembali turun.

“Ada yang Rp40 ribu, ada yang Rp50 ribu per kilogram. Bedanya, kalau yang murahnya barang kemarin, kalau yang mahalnya yang baru datang hari ini,” jelasnya.

Saat ditanya apa penyebab kenaikan harga, Umi menyebutkan, harga sudah mahal di tingkat agen.

Ketua Tim Pemantau Harga Pangan, Gunawan Benjamin menjelaskan, kenaikan harga cabai ini tidak akan terjadi terlalu lama. Karena menurutnya, kondisi stok cabai mencukupi dari hasil panen pertanian di Kabupaten Karo.

“Saya rasa, kenaikan harga ini, akan berlangsung sesaat. Karena lompatan harga cabai ini lebih banyak karena kendala distribusi, atau penundaan panen oleh petani,” pungkasnya. (gus/saz)

Bea Cukai Dukung GPEI Sumut

DIABADIKAN: Ketua GPEI Sumut Hendrik H Sitompul didampingi Wakil Ketua GPEI Sumut Condrad A Naibaho, Job Purba, Badan Hukum Donsisko Perangin-angin, diabadikan bersama Kepala Kantor Bea Cukai Belawan Tri Utomo Hendro Wibowo, saat menyerahkan Majalah Eksport News.
DIABADIKAN: Ketua GPEI Sumut Hendrik H Sitompul didampingi Wakil Ketua GPEI Sumut Condrad A Naibaho, Job Purba, Badan Hukum Donsisko Perangin-angin, diabadikan bersama Kepala Kantor Bea Cukai Belawan Tri Utomo Hendro Wibowo, saat menyerahkan Majalah Eksport News.

Fasilitasi Sekolah Ekspor dengan Klinik Ekspor dan Ajak Tertibkan ‘Jasa Ekspor’

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut, yang dipimpin Ketua GPEI Sumut Hendrik H Sitompul, didampingi Wakil Ketua GPEI Sumut Condrad A Naibaho, Job Purba, Badan Hukum Donsisko Perangin angin, dan Staff Egi Simarmata, berkunjung ke Kantor Bea Cukai Belawan, akhir pekan lalu.

DIABADIKAN: Ketua GPEI Sumut Hendrik H Sitompul didampingi Wakil Ketua GPEI Sumut Condrad A Naibaho, Job Purba, Badan Hukum Donsisko Perangin-angin, diabadikan bersama Kepala Kantor Bea Cukai Belawan Tri Utomo Hendro Wibowo, saat menyerahkan Majalah Eksport News.
DIABADIKAN: Ketua GPEI Sumut Hendrik H Sitompul didampingi Wakil Ketua GPEI Sumut Condrad A Naibaho, Job Purba, Badan Hukum Donsisko Perangin-angin, diabadikan bersama Kepala Kantor Bea Cukai Belawan Tri Utomo Hendro Wibowo, saat menyerahkan Majalah Eksport News.

Kunjungan yang merupakan Program awal 2021 GPEI Sumut itu, diterima Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Tri Utomo Hendro Wibowo.

Pada pertemuan itu, Tri Utomo menyambut baik, serta mendukung rencana GPEI Sumut. Di antaranya, membuka sekolah ekspor, merancang market place untuk mempromosikan produk-produk ekspor yang ada di Sumut.

“Kami setuju dan mendukung dengan adanya membuka sekolah ekspor, karena sekarang semua didorong pakai digital. Serta rencana membuat market place dari hulu sampai ke hilir. Kami akan bersinergi untuk menggali potensi ekspor di Sumut,” ungkap Tri Utomo.

Lebih lanjut Tri Utomo mengatakan, pihaknya juga telah merancang dan akan membuat Klinik Ekspor. Diharapkan dapat bekerja sama dengan GPEI Sumut.

“Kami harapkan juga kerja sama dengan GPEI Sumut melalui Klinik Ekspor, sekaligus untuk menertibkan Jasa Ekspor,” harapnya.

Sebelumnya, Ketua GPEI Sumut, Hendrik H Sitompul mengaku, Bea Cukai Belawan mendukung penuh untuk membuka sekolah ekspor dan market place.

“Kami ingin menyampaikan sesuatu yang kami harapkan nanti menjadi program dukungan bagi GPEI Sumut, dan mendongkrak ekspor agar ekspor di Sumut bisa lebih meningkat,” jelasnya.

Dengan adanya sekolah ekspor ini, sekaligus Klinik Ekspor di Bea Cukai, sangat membantu, terutama dalam mengajarkan hal-hal praktis, yang tidak bisa didapatkan di sekolah umum.

Di Sumut, lanjut Hendrik, ada 2 pelaku usaha, yang pertama pelaku usaha jasa ekspor dan yang kedua pelaku usaha pemilik barang.

“Kewajiban kita sebagai pengusaha harus dilaksanakan. Pemilik barang tidak tahu proses barang mereka, proses logistik. Kita harus kembangkan para pemilik barang supaya bisa mandiri,” jelas Hendrik lagi.

Dalam kesempatan itu, Hendrik juga menyampaikan sinergitas dengan Bea Cukai Belawan melalui media yang dimiliki GPEI Sumut, di antaranya Majalah Export News dan media online Geosiar.com.

Di akhir pertemuan, Hendrik menyerahkan secara simbolis Majalah Export News, kepada Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Tri Utomo Hendro Wibowo. (adz/saz)

17 Hari Ditahan di Malaysia, 5 Nelayan Akhirnya Dipulangkan

TIBA: Lima nelayan asal Kabupaten Langkat saat tiba di Pelabuhan Perikanan Samudra Belawan, Kamis (4/2). fachril/sumut pos.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Setelah sempat ditahan selama 17 hari di Malaysia, lima nelayan asal Kelantan, Kabupaten Langkat, Sumut tiba akhirnya dipulangkan.

TIBA: Lima nelayan asal Kabupaten Langkat saat tiba di Pelabuhan Perikanan Samudra Belawan, Kamis (4/2). fachril/sumut pos.

Pemulangan nelayan tersebut dijemput kapal patroli milik PSDKP dari laut perbatasan Indonesia dan Malaysia, mereka tiba di Pelabuhan Perikanan Samudra Belawan, Kamis (4/2) pukul 09.00 WIB.

Nelayan terdiri dari nakhoda, Sahputra Ujung dan anak buah kapal (ABK) KM Inkamina 1, Ridwan, Andi, Asnan serta Syahrial telah dikembalikan ke rumahnya masing – masing. “Kami diserhakan di laut perbatasan dari kapal patroli Malaysia ke kapal patroli kita dan kami sempat ditahan selama 14 dengan sebutan tahanan preman,” kata salah satu nelayan, Syahputra Ujang

Saat acara pemulangan, Kepala PSDK Belawan Andre Fahrulsyah meminta nelayan untuk memahami masalah laut perbatasan agar hal yang sama tidak terulang lagi. “Saat ini tingkat pelanggaran di laut naik, baik yang dilakukan oleh kapal lokal maupun asing. Oleh karena itu kami akan terus meningkatkan pengawasan,” katanya didampingi penyidik Josua Sembiring.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) memberi ucapan terima kasih kepada semua pihak yang membantu proses pemulangan nelayan.”KM Inkamina 1 ini merupakan kapal bantuan PSDKP tahun 2012 dan awalnya proses pemulangan dilakukan melalui jalur Imigrasi yang bisa memakai waktu hingga tiga bulan. Namun setelah berbagai negosiasi mereka bisa pulang dengan cara sederhana,” kata Zulfahri didampingi Sekertaris Ali Sakti Siregar dan Ketua HNSI Medan Abdul Rahman.

Ketua Asosiasi Pengusaha Perikanan Gabion Belawan (AP2GB) Muller Gultom mengajak semua pihak untuk bersinerji membangun kehidupan nelayan. “Bantuan ini kami berikan sebagai bentuk tali asih kami mewakili pengusaha dan mari kita terus bekerjasama membangun nelayan,” katanya didampingi Sekretaris Alfian MY. (fac/ila)

Pascapertandingan Futsal Melanggar Prokes, Kapolsek Percut Seituan dan Kanit Reskrim Medan Kota Dicopot

Kombes Pol Hadi Wahyudi Kabid Humas Polda Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasca viralnya pertandingan babak final futsal di Gor Mini Pancing, Medan yang melanggar protokol kesehatan (prokes), Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Martuani Sormin mencopot jabatan dua perwira di jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Polrestabes Medan. Kedua perwira tersebut, yakni Kapolsek Percut Seituan AKP Ricky P Atmaja, dan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Ainul Yaqin.

Kombes Pol Hadi Wahyudi, Kabid Humas Polda Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, pihak Polrestabes Medan telah menahan dan menetapkan panitia penyelenggara berinisial BG sebagai tersangka. “Dalam keterangannya, tersangka BG nekat menyelenggarakan turnamen futsal karena mencatut nama dan logo Polda Sumut karena tersangka sebelumnya pernahn

menjadi PHL (honorer) di Mapolda Sumut,” katanya kepada sejumlah wartawan di Medan, Kamis (4/2).

Setelah diselidiki dari pengakuan tersangka BG, lanjut Hadi, ternyata Polda Sumut maupun Polrestabes Medan tidak pernah mengeluarkan izin keramaian untuk menyelenggarakan turnamen futsal tersebut.

“Akibat dari penyelenggaraan turnamen futsal ini, Kapolda Sumut mengambil langkah tegas mencopot jabatan Kapolsek Percut Seituan dan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota,” tegasnya.

Dijelaskannya, pencopotan Kapolsek Percut Seituan dikarenakan lalai serta tidak mengetahui adanya turnamen futsal di Gor Mini Pancing yang merupakan wilayah hukum Polsek Percut Seituan. Sedangkan pencopotan terhadap Kanit Reskrim Polsek Medan Kota karena ikut dalam turnamen tersebut sebagai peserta. “Sesuai instruksi Kapolda Sumut, setiap yang melanggar aturan prokes, baik sipil maupun anggota Polri akan diberikan sanksi tegas,” tegasnya lagi.

Disinggung siapa pengganti keduanya, Hadi mengungkapkan, keduanya dari Brimob. Namun, ia enggan memberitahukan siapa personel Brimob yang akan menggantikan mereka. “Dua-duanya dari Brimob. Pastinya akan ada serah terima jabatan dan akan segera dilakukan prosesinya,” bebernya.

Mengenai adanya dua anggota Polri yang dicatat namanya, Hadi mengaku, saat ini sedang didalami oleh pihak Propam Polda Sumut. “Kita dalami semuanya, apakah tandatangan itu dipalsukan atau tidak. Berdasarkan keterangan yang disampaikan panitia penyelenggara, diakui bahwa itu dipalsukan,” pungkasnya. (mag-1/ila)

Taman Budaya Segera Jadi Aset Pemko Medan, Dijadikan Kantor Dinas Pariwisata

PERTUNJUKAN TEATER: Salah satu perjunkan teater di Taman Budaya Sumut (TBSU), beberapa waktu lalu. TBSU dalam waktu dekat akan menjadi aset Pemko Medan. Rencananya, gedung TBSU akan dijadikan perkantoran Dinas Pariwisata Kota Medan.istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gedung Taman Budaya Sumut (TBSU) di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur, akan segera menjadi aset milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan di tahun 2021 ini. Rencananya, gedung TBSU akan dibangun menjadi kantor Dinas Pariwisata Kota Medan.

PERTUNJUKAN TEATER: Salah satu perjunkan teater di Taman Budaya Sumut (TBSU), beberapa waktu lalu. TBSU dalam waktu dekat akan menjadi aset Pemko Medan. Rencananya, gedung TBSU akan dijadikan perkantoran Dinas Pariwisata Kota Medan.istimewa/sumut pos.

Saat ini Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) sedang memproses penyerahan lahan berikut gedung tersebut. “Pemprovsu sedang mempersiapkan proses pelepasan aset itu ke Pemko Medan, seharusnya bulan Desember (2020) kemarin selesai, tapi karena satu hal dan lainnya, jadi sedikit tertunda,” ucap Kabid Aset pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan, Sumiadi kepada Sumut Pos, Kamis (4/2).

Dijelaskan Sumiadi, saat ini proses penyerahan aset tersebut masih dalam tahap pengukuran lahan. Pihak Pemprovsu telah melakukan pengukuran lahan gedung TBSU sejak Desember 2020 yang lalu.

“Usai diukur lahannya dan dihitung, lalu nanti akan dibuat berita penyerahan aset tersebut. Setelah kita terima, maka nantinya Pemprovsu tinggal menghapusbukukannya dari daftar aset mereka,” jelasnya.

Ditanya soal peruntukan gedung Taman Budaya yang selama ini menjadi sarana para seniman di Kota Medan dalam berekspresi itu, Sumiadi menegaskan jika gedung tersebut memang akan dibangun sebagai kantor salah satu OPD di jajaran Pemko Medan. Khususnya, akan menjadi salah satu kantor OPD yang saat ini kondi-sinya dinilai kurang representatif sebagai gedung kantor.

“Kalau tidak salah, rencananya mau dibangun untuk kantor Dinas Pariwisata ataupun kantor Dinas Kebudayaan. Salah satu dari dua OPD itu lah, gitu rencananya. Jadi gak ada itu isu-isu miring di luar, memang jelas direncanakan sebagai kantor OPD milik Pemko,” ujarnya.

Sebab, kata Sumiadi, saat ini kantor Dinas Pariwisata Kota Medan di Jalan HM Yamin, dinilai cukup kecil untuk OPD Pemko Medan seperti Dinas Pariwisata yang memiliki banyak stakeholder.

“Apalagi seperti Dinas Kebudayaan, benar-benar dinilai kurang representatif. Dinas Kebudayaan di Jalan Raden Saleh ini kan berposisi di Ruko, bukan gedung perkantoran seperti OPD lainnya. Tapi itu rencananya ya, pastinya untuk OPD yang mana saya sendiri belum tahu pasti,” jawabnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Medan, Rizki Lubis meminta Pemko Medan untuk dapat memastikan peruntukan dari gedung TBSU yang akan menjadi milik Pemko Media tersebut.

“Sebab, aset tersebut akan sangat berfungsi apabila diperuntukan kepada hal yang lebih mengena. Misalnya untuk jadi kantor Dinas Pariwisata ataupun Dinas Kebudayaan, itu bagus sekali memang, secara langsung juga itu akan langsung mengena kepada kinerja OPD yang dimaksud,” katanya.

Rizki juga meminta agar Pemko Medan dapat memperhatikan keberadaan aset milik Pemko lainnya yang saat ini dinilai masih kurang terperhatikan.

“Cukup banyak sebenarnya aset kita yang saat ini masih dalam kondisi kurang diperhatikan. Walaupun memang, sudah ada beberapa yang sudah lebih baik pemeliharaannya, hanya saja untuk pemeliharaan lebih lanjut membutuhkan anggaran yang cukup besar, tapi saat ini kita tahu memang anggarannya memang terbatas karena pandemi ini,” terangnya.

Pun begitu, Rizki meminta, terkhusus untuk Taman Budaya Sumut yang akan menjadi aset Kota Medan dan untuk aset lainnya yang memang merupakan aset Pemko Medan, agar dapat lebih ditata pemeliharaan dan penataannya menunggu adanya anggaran untuk melakukan pemugaran ataupun revitalisasi.

Dilanjutkannya, di saat anggaran masih minim untuk merevitalisasi ataupun melakukan pemugaran untuk aset-aset yang ada, maka seharusnya saat ini merupakan waktu bagi Pemko Medan untuk lebih berfokus kepada penyelesaian persoalan hukum yang menyangkut aset-asetnya. (map/ila)

Hari ini, Labura Suntikkan Vaksin kepada 10 Pejabat

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) melakukan suntikan vaksin Covid-19 perdana terhadap tokoh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Sebanyak 10 tokoh Forkopimda akan divaksin besok,”ujar Kepala Dinas Kominfo Labura, Sugeng, Kamis (4/2).

Sugeng menyebutkan, salah seorang yang dilakukan suntikan vaksin adalah Plt Bupati Labura, Dwi Perantara dan pejabat lainnya.

Selanjutnya, suntikan tahap II vaksinasi akan menyasar ke 1.634 tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di seluruh kabupaten Labura, Sabtu (6/2). Dan vaksin akan didistribusikan kepada 18 Puskesmas yang ada di Labura.

Sebelumnya, Rabu (3/4) sore, sebanyak 3.360 vaksin Sinovac telah sampai dan saat ini disimpan di gudang obat milik dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Pengamanan vaksin tetap berkoordinasi dengan Polri dan TNI untuk menjamin vaksin aman di tempat penyimpannan. (fdh)

Bupati Orang Pertama Divaksin Covid di Karo

DIVAKSIN: Bupati Karo, Terkelin Brahmana menjadi orang pertama menjalani vaksinasi Covid-19. SOLIDEO/SUMUT POS.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Terkelin Brahmana menjadi orang pertama di Kabupaten Karo yang menerima suntikan vaksin Covid-19, dan dilanjutkan secara serentak terhadap Tenaga Kesehatan (Nakes) yang tersebar di 17 Puskesmas, Kamis (4/2).

DIVAKSIN: Bupati Karo, Terkelin Brahmana menjadi orang pertama menjalani vaksinasi Covid-19. SOLIDEO/SUMUT POS.

Khusus di Kabanjahe, vaksinisasi dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jalan Veteran Kabanjahe, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Kabanjahe. Terkelin datang ke lokasi mengenakan kemeja putih lengan pendek, celana panjang hitam dan sepatu hitam. Dia kemudian disuntik vaksin oleh dr. Lapan Tarigan, salah satu Tim Medis Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Karo.

Orang kedua yang divaksin adalah Kabag Sumda Polres Tanah Karo, Kompol SP Anak Ampun,SH. Selanjutnya, diikuti oleh Kepala Kejaksaan Negeri Karo, Denny Achmad sebagai orang ketiga yang menerima vaksin.

Dikatakan Terkelin, pencanangan vaksinasi Covid-19 derentak dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Karo. “Semua akan terealisasi dan dipastikan sampai kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan vaksinasi. Saya minta kepada masyarakat Kabupaten Karo jangan sampai termakan isu dan hoax mengenai keamanan vaksin sinovac itu,” ujarnya.

Karena vaksin Sinovac ini lanjutnya, dipastikan aman dan telah melalui berbagai proses juga telah memiliki sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dia juga menegaskan tidak ada rasa sakit saat divaksin. “Hanya seperti digigit nyamuk, jadi jangan takut untuk di vaksinasi,”kenangnya. Meski vaksinisasi mulai dilakukan, namun Terkelin tetap mengingatkan pentingnya Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19. “Tetap harus menerapkan 3M. Yakni menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker,” tandasnya.

Seperti diketahui, Pemkab Karo menerima 3.760 dosis vaksin Covid-19, Jumat (29/1) sore di Posko Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di Kabanjahe. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo drg Irna Sabrina Milala mengatakan, vaksin ini merupakan pengiriman tahap awal dari Pemprovsu yang nantinya akan digunakan untuk tenaga kesehatan (Nakes) dan unsur pemimpin daerah. (deo/han)

Pastikan Momen Mu Selalu Epik, Galaxy S21 Series 5G Siap Meluncur ke Genggaman Anda

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Setelah secara epik meluncurkan seri flagship terbarunya, Samsung Galaxy S21 series 5G kini siap meluncur ke dalam genggaman konsumen Indonesia, baik secara online maupun offline. Samsung memberikan kesempatan bagi para konsumen untuk bisa mengeksplorasi desain ikonik dan kecanggihan kamera secara langsung maupun melalui virtual showroom yang telah disedaikan melalui website resmi. 

Samsung memberikan keleluasaan bagi konsumen Indonesia untuk memiliki Galaxy S21+ 5G dan Galaxy S21 Ultra 5G yang dapat dibeli langsung secara offline dalam acara consumer launch serta bagi konsumen yang menantikan Galaxy S21 5G kini saatnya melakukan pre order di Samsung.com.

Hal ini merupakan bentuk komitmen Samsung untuk tetap mengakomodir rasa penasaran konsumen tanpa perlu khawatir di kondisi serba terbatas saat ini. Dan menjawab penantian konsumen atas seri Galaxy S21 yang paling dinantikan, Samsung secara resmi memulai periode Pre-Order untuk Galaxy S21 5G pada tanggal 5–11 Februari 2021. Samsung Galaxy S21 5G hadir dengan desain paling compact dalam genggaman dan berbagai varian warna yang kekinian dengan fitur kamera yang tidak kalah canggih di kelasnya, dipastikan bisa menjadi perangkat andalan untuk melengkapi gaya hidup digital konsumen saat ini. 

Di tengah kondisi yang serba terbatas saat ini, Samsung sangat mengapresiasi antusiasme yang ditunjukan konsumennya terhadap seri Galaxy S21 series 5G yang baru saja diluncurkan. “Sebagai wujud komitmen kami untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang kian berkembang, Samsung menghadirkan inovasi terbaru melalui teknologi tercanggih yang disematkan dalam fitur kamera dan performa di atas standar pada lini Galaxy S21 series 5G,” kata Selvia Gofar, Head of IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia. 

Tidak terkecuali dalam memfasilitasi pembelian produk secara aman dan nyaman, menurut Selvia, Samsung turut memberikan pilihan bagi konsumen untuk dapat membeli secara offline dengan protokol kesehatan yang berlaku maupun online tanpa mengurangi pengalaman konsumen dalam mengeksplorasi perangkat dengan mengunjungi Samsung.com untuk mengetahui fitur-fitur lebih jauh lagi. “Dan khususnya bagi konsumen yang telah menantikan seri Galaxy S21 5G yang paling pas digenggaman kami juga resmi membuka Pre-order Galaxy S21 pada 5 Februari hingga 11 Februari 2021,” ungkapnya.

Selvia menambahkan, hadirnya tiga varian Galaxy S21 series 5G merupakan bentuk komitmen Samsung untuk memberikan pilihan bagi konsumen untuk memiliki perangkat yang dirasa paling cocok untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup digital-nya sehari-hari. Misalnya, Galaxy S21 5G yang memiliki ukuran paling compact dengan pilihan warna paling variatif, Phantom Grey, Phantom White, Phantom Pink dan hero-color Phantom Violet dirancang khusus untuk menjadi bagian dari gaya personal konsumen yang mampu mengabadikan setiap momen menjadi lebih epik. 

Dilengkapi kecanggihan kamera belakang Triple Camera (Wide Angle 12MP, Ultra-Wide 12 MP dan Tele-Lens 64MP), kamera depan 10MP Dual Pixel, dan didukung prosesor Exynos 2100 yang setara dengan seri Galaxy S21+ 5G an S21 Ultra 5G, dijamin konsumen bisa memaksimalkan ekpresinya melalui konten yang share-ready. Juga tidak kalah canggih, Galaxy S21 5G dilengkapi layar berukuran FHD 6.2 inci dengan Dynamic AMOLED 2X Infinity-O sehingga tampilan warna menjadi lebih vibrant dan lebih kaya, pilihan ideal bagi konsumen yang suka menonton seri pada perangkat smartphone-nya yang sangat nyaman dalam gengaman tangan.

Fitur-fitur yang ada pada Galaxy S21 5G juga tidak kalah dibandingkan lini lainnya. Fitur favorit seperti Single Take 2.0 yang mampu menghasilkan berbagai konten dengan sekali klik, Director’s View dengan pilihan berbagai angle video dan vlogging experience serta Authentic Portrait yang semakin presisi untuk mengenali subjek foto, siap menemani konsumen untuk mengambil berbagai konten epic dimanapun dan kapanpun tanpa kesulitan dalam pengoperasiannya. Semua serba simple dengan hasil maksimal dan tentunya dijamin epik.

Samsung Galaxy S21 series 5G hadir untuk lengkapi momen epikmu Samsung menetapkan harga resmi Galaxy S21 5G mulai Rp12.999.000, Galaxy S21+ 5G mulai Rp15.999.000, Galaxy S21 Ultra 5G mulai Rp18.999.000. Mulai tanggal 29 Januari – 14 Februari 2021, Samsung menyelenggarakan online Consumer Launch Galaxy S21+ dan S21 Ultra 5G di Samsung E-Store, Blibli, Eraspace, Lazada, Shopee, Tokopedia dan JD ID dengan keuntungan senilai lebih dari Rp3 juta yang didapatkan konsumen yaitu; cashback bank rekanan Samsung hingga Rp750 ribu, cashback sebesar Rp2 juta untuk pembelian Samsung produk lainnya (purchase with purchase), dan Samsung wireless charger single.

Dilanjutkan offline Consumer Launch pada tanggal 5–7 Februari 2021 di Central Park Jakarta dan Pakuwon Mall Surabaya, kemudian dilanjutkan pada12-14 Februari 2021 di Kota Kasablanka Jakarta dengan keuntungan senilai hingga Rp4,6 juta yang didapatkan konsumen yaitu: Galaxy Buds Live ataupun cashback Rp2 juta untuk trade in ( pilihan konsumen), Samsung wireless charger single senilai Rp549 ribu, Silicon cover with spen senilai Rp899 juta, Cashback bank rekanan hingga Rp750 ribu, free Mola TV subscription selama 3 bulan, Celebrity Fitness Voucher, dan Ismaya Dinning Voucher.

Dan mengakhiri penantian Galaxy S21 5G yang merupakan seri paling compact, Samsung siap menggelar periode Pre-Order untuk Galaxy S21 5G selama 7 hari dari tanggal 5 hingga 11 Februari 2021. Galaxy S21 5G siap menunjang keseharian para social expressors yang anti ribet untuk menghasilkan konten epik yang wajib dipamerkan. Dan pada masa Pre-Order konsumen mendapatkan keuntungan; Free memory upgrade from 128GB to 256GB senilai Rp1 juta, mendapatkan Galaxy Buds Live senilai Rp2.599.000, cashback bank rekanan hingga Rp750 ribu.

Untuk pembelian Samsung Galaxy S21 Series 5G di Samsung E-store, silakan kunjungi https://www.samsung.com/id/smartphones/galaxy-s21-5g/buy/. Dan untuk informasi lebih lanjut
seputar Galaxy S21 5G series, kunjungi https://www.samsung.com/id/smartphones/galaxy-s21-ultra-5g/
dan https://www.samsung.com/id/smartphones/galaxy-s21-5g/. (rel/adz)