31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 3708

Pengamat Ungkap Resep Jitu Menaikkan Permintaan Kredit

SUMUTPOS.CO – Tingkat permintaan dan penyaluran kredit perbankan yang masih rendah dinilai terjadi bukan karena faktor tingginya suku bunga kredit yang berlaku, melainkan akibat masih adanya keraguan masyarakat dan pelaku usaha untuk mengambil pembiayaan di lembaga keuangan.

Tahun 2020 penyaluran total kredit BRI mencapai Rp 938,37 triliun atau tumbuh 3,89 persen yoy. Bahkan kredit mikro BRI mampu tumbuh double digit sebesar 14,18 persen.

Analis pasar uang dari Bank Woori Bersaudara Rully Nova mengatakan, upaya meningkatkan penyaluran kredit perbankan tidak bisa dilakukan semata melalui formula penurunan suku bunga, dan penyediaan likuiditas bagi bank. Apalagi, saat ini terbukti likuiditas sejumlah bank masih dalam taraf aman, dan suku bunga kredit telah secara beruntun turun sejak pandemi Covid-19 melanda.

“Terkait pasar kredit yang belum membaik, masalahnya bukan di ekonomi. Jadi salah besar kalau dikasih obat suku bunga dan likuiditas. Masalahnya ada ketakutan di masyarakat karena pandemi belum bisa dikendalikan dengan baik oleh pemerintah. Ada pembatasan kegiatan masyarakat dan bisnis yang tidak growth, jadi pengusaha takut ngambil kredit, takut nggak bisa bayar,” ujar Rully.

Dia berpendapat, krisis yang terjadi saat ini berbeda dengan kesulitan-kesulitan terdahulu. Pada krisis di tahun-tahun yang lalu, kesulitan terjadi akibat masalah ekonomi. Karena itu, formula untuk menjaga dan menaikkan permintaan kredit bisa melalui suntikan likuiditas serta penerapan disiplin fiskal.

Saat ini, kesulitan ekonomi terjadi akibat pandemi. Kondisi ini membuat pendekatan yang diambil untuk mengatasi krisis harus berbeda dibanding sebelumnya.

“Saya lihat pemerintah sudah habis-habisan mengeluarkan kebijakan untuk mendorong kredit, tapi memang masih ada ketakutan di masyarakat. Jadi resepnya ya memulihkan ketakutan di masyarakat, membuat masyarakat confident bahwa kita bisa melewati tantangan pandemi ini,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Ekonom Bank Permata Josua Pardede berkata, tren penurunan suku bunga kredit perbankan yang cenderung lambat dipengaruhi meningkatnya risiko kredit karena adanya penurunan aktivitas ekonomi dari sisi permintaan dan penawaran. Josua menilai tren penurunan suku bunga kredit perbankan akan terus berlanjut sepanjang 2021.

“Penurunan suku bunga kredit konsumsi cenderung lebih rendah dibandingkan dengan kredit investasi dan modal kerja mempertimbangkan risk premium kredit konsumsi yang cenderung lebih tinggi daripada kredit modal kerja dan investasi, mempertimbangkan bahwa restrukturisasi kredit yang diimplementasikan oleh OJK lebih fokus pada restrukturisasi kredit produktif. Ke depannya, suku bunga kredit modal kerja berpotensi turun lebih mempertimbangkan bahwa permintaan kredit modal kerja yang akan cenderung pulih lebih awal, dengan catatan pemulihan ekonomi domestik berimplikasi pada meningkatnya permintaan kredit untuk modal kerja,” ujar Josua.

Pada awal Januari lalu, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mengungkap tren penurunan suku bunga pinjaman telah berlangsung sejak 2015 bersamaan dengan turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia. Akan tetapi, selama penurunan suku bunga kredit terjadi, permintaan kredit tidak mengalami kenaikan signifikan.

Berdasarkan hasil analisa Himbara, faktor yang paling elastis atau memengaruhi pertumbuhan kredit adalah tingkat konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. Selain dua variabel ini, faktor lain yang turut berkontribusi membuat naik/turunnya permintaan kredit adalah suku bunga, NPL, dan penjualan ritel.

Himbara juga mengungkapkan bahwa sudah tepat pemerintah mengeluarkan berbagai stimulus yang diterima masyarakat bawah, yang diberikan kepada pengusaha mikro dan kecil. Karena dengan stimulus tersebut dapat menggerakkan perekonomian, khususnya mengungkit daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga.

Penurunan bunga acuan sebenarnya juga telah diikuti dengan penurunan suku bunga perbankan, salah satunya adalah BRI yang sepanjang tahun 2020, telah menurunkan suku bunganya sebesar 75 bps – 150 bps. Penurunan suku bunga tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan dan penyelamatan yang dilakukan oleh BRI terhadap UMKM yang sedang bergelut dengan kondisi pandemi. Penurunan suku bunga tersebut juga merupakan dampak dari efisiensi yang dilakukan bank baik dari sisi mobilisasi dana pihak ketiga dan digitalisasi proses bisnis yang dilakukan BRI.

Salah satu bank yang dianggap berhasil mendorong pertumbuhan kreditnya adalah BRI, di mana penyaluran total kredit BRI telah mencapai Rp 938,37 triliun atau tumbuh 3,89 persen yoy sepanjang tahun 2020, bahkan kredit mikro BRI mampu tumbuh double digit sebesar 14,18 persen. Angka tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan kredit nasional tahun 2020 yang diperkirakan OJK berada dikisaran minus 1 hingga 2 persen.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Desember 2020 tingkat rata-rata suku bunga kredit (SBK) perbankan telah turun hingga single digit. SBK Kredit Modal Kerja turun 88 bps menjadi 8,88 persen, lalu SBK Kredit Investasi turun 102 bps menjadi 9,21 persen, dan SBK Kredit Konsumsi turun 65 bps menjadi 10,97 persen.
Kemudian, Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) seluruh segmen kredit telah berada pada level single digit, yaitu SBDK ritel 8,88 persen, SBDK korporasi 8,75 persen, SBDK KPR 8,36 persen, SBDK non KPR 8,69 persen, dan SBDK Mikro 7,33 persen. (rel/sp)

Fiorentina vs Inter Milan, Tamu Wajib Menang

INTER Milan dalam situasi kurang menguntungkan jelang laga melawan Fiorentina dalam laga lanjutan Liga Italia, Sabtu (6/2/2021). Dalam laga yang akan dilangsungkan di Stadio Artemio Franchi itu, Inter Milan dalam keadaan cukup tertekan.

Kekalahan dari Juventus dalam laga sebelumnya, membuat situasi tak mudah dihadapi Inter Milan. Apalagi setelah laga melawan Fiorentina, Inter Milan dijadwalkan akan kembali berjumpa Juventus guna menentukan nasib mereka di Coppa Italia musim ini.

Alhasil, laga melawan Fiorentina harus bisa disikapi secara bijak oleh Antonio Conte selaku pelatih Nerazzurri. Hal ini mengingat, jika Inter Milan gagaln mengalahkan Fiorentina, mereka akan tertinggal lebih jauh dari AC Milan selaku pemuncak klasemen Liga Italia.

Kegagalan mengalahkan Fiorentina juga berpeluang membuat psikologis para pemain Inter Milan terganggu jelang laga hidup mati melawan Juventus pada leg kedua semifinal Coppa Italia. Alhasil kemenangan melawan Fiorentina selayaknya misi wajib yang harus didapatkan Inter Milan.

Mantan kepala eksekutif Inter Milan, Ernesto Paolillo mengingatkan Inter Milan jangan sampai tergelincir lagi saat melawan Fiorentina. Pasalnya, jika Inter tergelincir lagi maka peluang memenangkan liga cukup terganggu.

“Inter harus memenangkan laga itu dengan segala cara karena liga sekarang menjadi satu-satunya tujuan mereka tersisa musim ini,” kata Paolillo dilansir Sempre Inter.

“Mereka tidak boleh tergelincir, meskipun Fiorentina bukan tim yang mudah dikalahkan,” tukasnya.

Di sisi lain, skuad asuhan Cesare Prandelli belum mampu bermain konsisten. Dalam 5 laga terakhir yang dilakoni Fiorentina, Franck Ribery dan kolega hanya mendulang 2 kemenangan, 1 seri, dan 2 kali kalah. Total Fiorentina membuat 5 gol atau rerata 1 gol tiap laga.

Fiorentina dan Inter Milan juga baru saja bertemu pada 13 Januari lalu di babak 16 besar Piala Italia. Dalam duel tersebut, La Viola, julukan Fiorentina, menelan kekalahan 1-2 di markas sendiri. Christian Kouame membuat gol tunggal untuk Fiorentina, sementara Arturo Vidal dan Romelu Lukaku mencetak gol kemenangan Nerazzuri.

Pertahanan La Viola juga terbilang lemah, 10 gol telah bersarang ke gawang Bartlomiej Dragowski dalam 5 laga terakhir, lebih banyak dari jumlah gol yang diciptakan merek. Puncak kebobolan terjadi kala Fiorentina dilumat 0-6 oleh Napoli pada 17 Januari lalu.

Beruntung, setelah kekalahan telak tersebut, Fiorentina bisa bangkit dengan tak terkalahkan dalam 2 laga selanjutnya, menang 2-1 atas Crotone dan menahan imbang Torino 1-1 di markasnya pada Jumat (29/1) lalu. Hasil inilah yang jadi bekal La Viola untuk melawan Inter Milan yang baru saja kalah dari Juventus di leg I semifinal Coppa Italia. (bbs)

Asisten II Pemprovsu Positif Covid-19, Swab PCR Pejabat: Semua Negatif

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hasil tes swab PCR terhadap seluruh pejabat eselon II di lingkup Pemprovsu —termasuk Sekdaprovsu R Sabrina—, sudah keluar. Menurut Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sampel para pejabat di laboratorium, semua pejabat dinyatakan negatif Covid-19.

“Sudah keluar. Semuanya negatif. Semua pejabat eselon II yang ikut uji swab kemarin,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah menjawab Sumut Pos, Kamis (4/2).

Adapun uji swab terhadap Sekdaprovsu dan pejabat eselon II Pemprovsu dilakukan setelah Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Arief Sudarto Trinugrohon

diketahui positif terpapar virus Corona. Arief sempat diamanahkan sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Medan pada masa kampanye Pilkada Medan.

“Swab ini awalnya karena Pak Arief sebelumnya melakukan pemeriksaan dan hasilnya positif,” tutur Aris.

Sekdaprovsu R Sabrina sebelumnya menyebutkan, swab dilakukan lantaran pada Jumat (29/1) lalu Gubernur Edy bersama sejumlah pejabat eselon II lainnya, ada menggelar rapat di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Medan. Dalam rapat itu, Arief Sudarto Trinugroho diketahui turut hadir bersama mereka.

“Kemarin ‘kan rapat ya. Jadi sekalian, kita berkala melakukan swab orang-orang ini ya. Supaya memutus,” sebutnya.

Sabrina mengaku telah menjalani tes swab di Posko Satgas Penanganan Covid-19 Sumut. Katanya, tindakan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi awal untuk mengetahui dirinya terpapar atau tidak. “Mana tau aku kena. Mudah-mudahan tidak,” ucapnya.

Tingkatkan Sinergi Antardaerah

Sementara itu, sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran Covid-19 di Sumut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemprov Sumut menggelar Rapat Kordinasi Terbatas (Rakortas) dengan Satpol PP Kabupaten Kota Se-Sumut untuk zona tiga.

Rakortas yang digelar di Aula Kantor Bupati Kabupaten Toba, Jalan Sutomo Pagar Batu No 1, Kabupaten Toba, Kamis (4/2), diikuti Satpol PP dari 11 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Toba, Humbanghasudutan, Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Nias, Nias Utara, Nias Selatan, Nias Barat, Kota Sibolga dan Gunungsitoli.

Plt Kepala Satpol PP Sumut, Asren Nasution, mengatakan pentingnya sinergisitas antara Satpol PP Provinsi dengan Kabupaten/Kota untuk menekan angka kasus Covid-19 di Sumut. “Setelah hari ini, kita akan terus menggelora kan semangat, sinergisitas dan kebersamaan. Situasi saat ini kalau diibaratkan perang, ini adalah perang semesta yang menghantam semua aspek kehidupan. Oleh karenanya dilawan dengan memberdayakan seluruh potensi anak bangsa. Nah, di daerah daerah kita punya Satuan Polisi Pamong Praja, sebagai garda terdepan bersama masyarakat melawan Covid-19,” harap Asren.

Asren berharap, pertemuan tersebut memberikan banyak manfaat untuk membangun semangat kebersamaan dan sinergitas. Karena tanpa itu, akan sulit untuk dapat melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing.

“Menangkal Covid-19 ini tidak semata-mata medis. Itu merupakan langkah terakhir pengobatan perawatan kesehatan. Sebelum itu, langkah pencegahan dan menegakkan Peraturan Kepala Daerah demi ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat dan perlindungan masyarakat harus kita jalankan,” tambahnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Toba Audy Murphy Sitorus mengapresiasi upaya Satpol PP Sumut yang terus membangun sinergi dengan kabupaten/kota dalam penanganan Covid-19. “Saya sangat apresiasi langkah Bapak Plt Kasatpol PP Sumut yang menginisiasi acara ini, agar ke depan Satpol PP ini tidak terkotak-kotak. Mudah-mudahan dengan satu pola pikir kita ini, penanganan Covid-19 di masing-masing daerah kita bisa lebih terpadu,” ungkapnya.

Dikatakannya, Pemkab Toba merasa bangga dan senang karena acara ini dilaksakan di Kabupaten Toba. Ia pun mengetahui bahwa dengan pandemi ini beban tugas Satpol PP akan semakin berat, karena di Satgas Penanganan Covid-19, tugas penegak pendisiplinan dijalankan oleh Patpol PP. “Tapi dengan semangat yang tinggi dan kebersamaan saya yakin itu semua bisa dilalui,” ujarnya.

Pada pertemuan tersebut juga dilakukan sosialisasi dan peningkatan pemahaman perihal Peraturan Gubernur Nonor 34 tahun 2020, tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Sumut.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Arsyad Lubis, menyampaikan agar Satpol PP Kabupaten/Kota terus aktif memantau keadaan sekolah, jika ada yang mulai melakukan sekolah tatap muka. “Jika Pemerintah Daerah ada yang tetap ingin membuka sekolah, saya sarankan agar Satpol PP Kabupaten/Kota harus terus melihat dan mengawasinya, apakah kesiapan sekolah sudah sesuai dengan protokol kesehatan apa belum,” tambahnya.

Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit dan para Kepala Satpol PP Kabupaten/Kota. Acara yang dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat tersebut diakhiri dengan penandatangan nota kesepahaman bersama antara Satpol PP Sumut dengan Satpol PP Kabupaten/Kota yang hadir. (prn)

Foto: Dinas Kominfo Sumut

RAKORTAS: Plt Kepala Satpol PP Sumut Asren Nasution menghadiri Rapat Kordinasi Terbatas (Rakortas) Satpol PP Sumut dengan 11 Satpol PP Kabupaten/Kota di Aula Kantor Bupati Toba, Jalan Sutomo Pagar Batu No 1, Kabupaten Toba, Kamis (4/2).

Kubah Lava Sinabung Capai 4 Juta Meter Kubik

KUBAH: Kubah lava Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut, makin melebar dan memicu terjadinya erupsi dan guguran awan panas.

KARO, SUMUTPOS.CO – Setelah beberapa kali erupsi awal tahun 2021, Gunung Sinabung mengalami perubahan fisik. Kubah lava Sinabung saat ini telah mencapai 4 juta meter kubik. Wisatawan dan warga dilarang mendekat atau masuk zona merah.

KUBAH: Kubah lava Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut, makin melebar dan memicu terjadinya erupsi dan guguran awan panas.

Hal ini dikatakan Kepala Pos Pantau Gunung Api Sinabung Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Armen Putra saat dikonfirmasi, Kamis (4/2) sore. Menurut Armen, saat ini aktifitas Sinabung masih sangat tinggi dan masih sering terjadi gempa. Aktifitas ini yang menyebabkan kubah lava semakin besar.

Meski demikian, aktivitas Sinabung terpantau masih terus dapat berubah sewaktu-waktu atau fluktuatif. Terlebih, sampain

saat ini pertumbuhan kubah lava di puncak Gunung Sinabung masih terus membesar dan telah mencapai 4 juta kubik, ditambah lagi tekanan magma dari dalam perut gunung.

“Selagi kubah lava masih ada jadi potensi guguran dan awan panas masih tinggi. Untuk tekanan dan jarak luncur masih terus fluktuatif tergantung dari dorongan,” ujarnya.

Gempa-gempa guguran juga terjadi peningkatan hingga potensi awan lanas guguran juga semakin tinggi.

Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Tanah Karo untuk tidak mendekati seputaran gunung, khususnya zona merah yang sudah ditetapkan. Karena ancaman awan panas guguran dan erupsi Gunung Sinabung masih cukup tinggi. “Apalagi aktifitas guguran awan panas bisa terjadi sewaktu-waktu,” katanya.

Kubah lava di puncak Sinabung juga sudah cukup besar, hingga berpotensi terjadinya awan panas guguran yang mengarah ke sektor Tenggara Timur dan selatan, serta bisa juga ke arah lain.

Masyarakat dan wisatawan juga dihimbau untuk menggunakan masker dan pelindung mata untuk mengantisipasi gangguan pernafasan dan penglihatan akibat dampak dari abu vulkanik.

Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Selain itu, masyarakat diminta agar dapat mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. Berikutnya, masyarakat yang tinggal dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung api Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar dingin. (deo)

Foto: Istimewa

KUBAH: Kubah lava Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut, makin melebar dan memicu terjadinya erupsi dan guguran awan panas.

Vaksinasi Covid Sudah 11 Daerah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) yang telah melaksanakan program vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes), bertambah. Sebelumnya hanya 7 daerah, kini menjadi 11 dengan penambahan 4 daerah, yaitu Batubara, Karo, Tanjungbalai dan Serdangbedagai (Sergai). Tujuh daerah pertama yakni Medan, Binjai, Deliserdang, Simalungun, Tapanuli Tengah (Tapteng), Pematangsiantar, dan Dairi.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah menyebutkan, berdasarkan data vaksinasi Covid-19 per kabupaten/kota di dashboard KPC PEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihann

Ekonomi Nasional) tertanggal 4 Februari, tercatat sudah 15.981 nakes divaksin dosis 1 di 11 daerah, dengan sasaran 74.011. Jumlah ini bertambah dari hari sebelumnya, 13.522 nakes di 7 daerah dari sasaran 72.944 .”Sudah 11 daerah yang melaksanakan vaksinasi Covid-19, sebelumnya baru 7 daerah,” sebut Aris.

Adapun secara rinci jumlah nakes di 11 daerah tersebut, antara lain Medan 8.982, Deliserdang 2.468, Simalungun 1.393, Pematangsiantar 857, Binjai 848, Karo 432, Tapteng 367, Dairi 348, Batu Bara 314, Tanjungbalai 14, dan Sergai 1.

Terkait jumlah nakes yang batal divaksin dosis 1 kini jumlahnya 2.630 orang. Sedangkan yang ditunda 1.571 nakes. “Sekali lagi ditekankan bahwa nakes yang batal divaksin atau ditunda bukan karena tidak mau, tetapi tidak lolos screening. Misalnya, ketika dicek tekanan darahnya ternyata tidak memenuhi syarat. Selain itu, mungkin saja ada yang terkonfirmasi positif (Covid-19),” tuturnya.

Aris mengatakan, terdapat 3 daerah yang sudah menyuntikkan vaksin dosis 2 kepada nakes yakni Medan, Binjai, Deliserdang (Mebidang) dengan jumlah 2.771 orang. “Selain dosis 1, vaksinasi dosis 2 sudah dilakukan 3 daerah terhadap nakes di Mebidang. Medan 1.673, Binjai 280, dan Deliserdang 840,” katanya.

126 Positif, 112 Sembuh

Terkait perkembangan kasus baru Covid-19 di Sumut, Aris membeberkan, terdapat penambahan 126 orang terkonfirmasi positif dan 112 sembuh dari Covid-19. Dengan penambahan tersebut, akumulasi positif menjadi 21.359 orang sedangkan angka kesembuhan 18.493 orang. “Kasus baru positif paling banyak dari Medan 62 orang dan Deliserdang 44 orang. Untuk angka kesembuhan juga kedua daerah tersebut, Medan 75 orang dan Deliserdang 14 orang,” paparnya.

Untuk angka kematian, diperoleh penambahan sebanyak 3 kasus baru dari Medan. Kini, total angka kematian menjadi 756 orang. “Untuk jumlah penderita Covid-19 aktif di Sumut menjadi ada 2.110 orang yang menjalani isolasi,” tandasnya.

63,7 Persen Nakes Sudah Divaksin

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan mengklaim vaksinasi Covid-19 dosis 1 terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Medan sudah 63,7 persen dari jumlah 22 ribu lebih yang terdaftar di Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK).

Kepala Dinkes Medan, dr Edwin Effendi, mengatakan optimis target vaksinasi nakes selesai pada bulan Februari. Sebab setiap harinya cakupan capaian vaksinasi Covid-19 terhadap nakes terus bertambah jumlahnya. “Akhir minggu ini bisa lebih maksimal capaiannya dan kita optimis vaksinasi nakes selesai akhir Februari ini,” kata Edwin kepada wartawan, Kamis (4/2).

Meski begitu, Edwin juga mengaku pada awal vaksinasi Covid-19 untuk nakes dilakukan di Medan memang rendah. Alasannya hal itu dikarenakan aplikasi PeduliLindungi. Untuk itu, meminta petunjuk ke Kementerian Kesehatan guna mengatasinya.

“Memang awalnya rendah. Tapi terus kita evaluasi dan ternyata penyebabnya karena aplikasi yang masih terus dikoreksi. Makanya, banyak yang belum ada menerima SMS untuk vaksinasi. Kemudian, pilihan faskes (fasilitas kesehatan) tidak sesuai. Ada yang tidak update lagi. Karena itulah melalui zoom meeting, kita minta petunjuk dengan kementerian. Baru setelah itu, tanpa SMS dari aplikasi tapi masuk dalam SISDMK dan terdaftar di KCPEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) boleh divaksin,” ungkapnya.

Untuk mempercepat capaian target vaksinasi Covid-19 terhadap nakes, pihaknya sudah melakukan konsolidasi dengan semua faskes yang ditunjuk melayani vaksinasi. “Saya sudah melakukan konsolidasi dengan 89 faskes yang ditunjuk melayani vaksinasi Covid-19. Terdiri dari 41 Puskesmas, 39 rumah sakit, dan 9 klinik. Faskes yang melayani vaksinasi Covid-19 ini, faskes yang punya username dan sudah ada aplikasi langsung dengan kementerian,” ujarnya.

Edwin menyatakan, tidak ada faskes lain selain 89 Faskes yang ditunjuk melayani vaksinasi Covid-19. “Perlu kita tekankan, inilah faskes yang melayani vaksinasi, tidak ada selain itu. Lalu, saat ini yang divaksinasi baru tenaga kesehatan tidak ada yang lain, kecuali pencanangan vaksinasi kemarin itu hanya Forkopimda, tokoh masyarakat, agama. Jadi jangan percaya kalau ada masyarakat umum yang meninggal karena vaksinasi. Setelah nakes, baru tenaga pelayan publik yang diperkirakan bulan Maret dilakukan,” terang dia.

Ia juga menyatakan, sampai saat ini belum ada nakes yang menolak untuk divaksin Covid-19, melainkan tunda dan batal. “Memang ada kriteria yang tidak bisa divaksin. Misalnya, orang yang sudah terpapar Covid-19. Orang tersebut sudah kebal terhadap itu, dan tujuan vaksinasi untuk merangsang kekebalan yang spesifik,” paparnya.

Selain terpapar Covid-19 nakes yang batal divaksin, lanjut Edwin, karena ada komorbid atau penyakit kronis bawaan dan menetap. Bahkan sering kambuh dalam waktu dekat dan memakai peralatan khusus, serta ada keterangan dari dokter yang memeriksanya atau penanggung jawabnya. “Ini masuk dalam kategori batal vaksin karena memang tak boleh divaksinasi,” sambung dia.

Sedangkan penundaan, tambah Edwin, karena saat diperiksa ada merasa demam dan sebagainya. “Jadi tunda itu karena ada keluhan klinis yang perlu penyesuaian atau penundaan waktu, tapi bukan menolak. Karena saat itu dia merasa demam atau lainnya. Jadi, mudah-mudahan di Medan tidak ada nakes yang menolak divaksinasi,” harapnya.

Ia menuturkan, selama berlangsung vaksinasi Covid-19 nakes, belum ada laporan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) baik secara nasional maupun Medan sendiri. “Artinya, tidak perlu diragukan lagi karena tidak menimbulkan efek yang berisiko,” tandasnya.

Sementara itu, capaian 63,7 persen nakes Medan divaksin Covid-19 berbeda dengan data vaksinasi Covid-19 per kabupaten/kota di Sumut. Berdasarkan data yang diperoleh tertanggal 4 Februari, tercatat angka vaksinasi nakes Medan dosis 1 baru 47,3 persen (8.982) dari sasaran 19.174. Selanjutnya, 782 nakes batal vaksin dan 574 tunda.

Pengamat: Kesenjangan Komunikasi

Terkait informasi yang menyebutkan sejumlah tenaga kesehatan (nakes), termasuk di Sumatera Utara (Sumut) tidak bersedia atau menolak mengikuti vaksinasi Covid-19, menurut pengamat kesehatan, Dr dr Umar Zein DTM&H SPPD-KPTI, muncul karena ada masalah kesenjangan komunikasi.

Kesenjangan dalam komunikasi itu membuat masyarakat menjadi tidak paham. Selain itu, berita-berita hoaks yang tersebar di media sosial juga menjadi salah satu penyebabnya. Bahkan para dokter, senator, anggota dewan ada juga yang menolak.

“Menolak itu ‘kan karena belum paham seutuhnya. Oleh karena itu, sebaiknya ada upaya memberi pemahaman yang jelas dan transparan,” kata Umar Zein kepada wartawan saat diminta tanggapannya, Kamis (4/2).

Menurutnya, vaksin ini belum diteliti secara sempurna dan sudah langsung diberikan karena kebutuhan situasi. Namun secara ilmiah pemerintah sudah bertanggung jawab bahwa aman dan halal. Jadi masyarakat diminta jangan takut untuk divaksinasi.

“Kalau efektivitasnya itu ‘kan memang belum bisa kita nyatakan pasti untuk Indonesia. Namun hasil penelitian negara lain mengatakan efektivitas vaksin ini 60-70 persen. Artinya, berapapun efektivitasnya, itu merupakan upaya kita untuk menimbulkan kekebalan tubuh terhadap virus corona ini. Tetapi bisa diteliti kembali sambil berjalannya program tersebut,” ungkapnya.

Ia mengatakan, masih banyak warga yang menolak vaksinasi memang haknya. Tak hanya vaksinasi Covid-19 saja, melainkan vaksin program lama juga banyak yang menolak. Alasannya takut konspirasi, takut efek samping, takut kena penyakit yang lebih parah, dan sebagainya. Itu semua karena informasi yang masih belum mampu untuk membuat para tenaga kesehatan paham, apalagi masyarakat.

“Masukan saya terhadap pemerintah dalam program penanggulangan kesehatan terutama penyakit menular ada beberapa cara, preventif, promotif, dan kuratif,” jelas mantan akademisi UISU ini.

Dia menerangkan, perlu langkah preventif untuk pencegahan termasuk vaksin. Sedangkan promotif adalah penyuluhan tetapi tidak serta-merta membuat masyarakat paham. “Diperlukan banyak pihak yang berperan dalam penyuluhan ini bukan hanya satgas dan pemerintah. Namun semua orang harus dilibatkan dalam penanggulangan pandemi ini,” ujar Umar Zein.

Ditambahkan dia, vaksinasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menghempang penularan Covid-19 selain program lain seperti penerapan 5M dan 3T (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dan menghindari kerumunan). “Jika vaksin ini berhasil, akan menimbulkan kekebalan komunitas. Apalagi jika vaksin ini berhasil mencegah orang yang divaksin itu terlindung Covid-19 mencapai 70 persen atau lebih pada populasi yang ada. Maka, diharapkan keseluruhan populasi itu mengalami kekebalan alamiah atau Herd Imnunity,” tandas mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan ini.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, sejauh ini sudah sekitar 40% tenaga kesehatan di Sumut telah mengikuti vaksinasi Covid-19. Lalu sisanya 60% tenaga kesehatan masih menunggu jadwal untuk divaksin.

Namun kata dia, 25% dari 60% tenaga kesehatan itu tidak bersedia atau menolak mengikuti vaksinasi. “Jadi 60% ini, kurang lebih 25% dari 60% itu yang masih antara mau, nanti, menunda,” katanya usai mengikuti vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Ruma Dinas Gubernur Sumut, Selasa (2/2) sore. (ris)

Tapteng Ngotot Buka Sekolah, Gubsu Edy: Tidak Bisa!

Edy Rahmayadi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana pembukaan belajar tatap muka oleh Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani, ditentang keras Gubernur Sumatera Utara selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumut, Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi.

Menurut Edy, bila sekolah tetap dibuka di tengah pandemi Covid-19, dikhawatirkan akan menambah jumlah kasus masyarakat yang terpapar virus Corona.

“Kasatgasnya itu adalah gubernur. Segala yang bersangkutan dengan Covid, ikuti instruksi gubernur. Tidak bisa (buka sekolah). Kalau sakit gimana,” tegas Edy menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Kamis (4/2).

Ia kembali mengatakan, rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh jenjang pendidikan di Sumut, akan kembali dibahas pada Maret mendatang. Di mana akan kembali diundang para ahli di bidangnya seperti pakar anak, pendidikan, psikologi dan lainnya yang terkait.

Sebelumnya, Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani mewacanakan pembukaan sekolah tatap muka di Tapteng, apabila tidak ada lagi ditemukan kasus Covid-19 di daerah tersebut. Bakhtiar mengatakan, kebijakan PTM itu tetap akan dilakukan meski nantinya tidak mendapat persetujuan dari Gubsu Edy Rahmayadi selaku Kasatgas Penanganan Covid-19 Sumut.

Namun, sebut Bakhtiar, dirinya tidak mau gegabah. Pihaknya akan terlebih dahulu memastikan angka penularan Covid-19 yang berkembang di Kabupaten Tapteng. Termasuk melihat kesiapan tenaga medis untuk ditempatkan di seluruh sekolah yang ada di daerah tersebut.

“Iya, kalau Covid di tempat kami selesai. Kalau tidak ada lagi Covid, kami akan buka sekolah. Sekarang masih ada 26 kasus. Kalau 26 orang ini sudah sembuh, gubernur setuju atau tidak setuju, sekolah tetap saya buka,” ungkapnya.

Menurut Bakhtiar, adapun yang menjadi alasan mengapa dirinya menginginkan pembukaan sekolah, lantaran para siswa di Kabupaten Tapteng menjadi sulit diawasi. Di samping juga tidak semua pelajar di Kabupaten Tapteng memiliki alat komunikasi berupa smartphone android, untuk bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring.

Apalagi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim juga menodorong pemerintah daerah membuka sekolah, demi menghindari lost learning bagi daerah yang kesulitan melakukan pembelajaran jarak jauh.

“Justru anak-anak sekarang kurang mendapat pengawasan dari orangtua. Anak-anak makin bebas di luaran. Toh juga tidak terkontrol. Kalau di sekolah ‘kan bisa dikontrol. Tidak semua anak di Tapteng punya handphone. Toh Mendikbud menyatakan (keputusan) itu dikembalikan ke daerah,” jelasnya.

Ketika sekolah di Tapteng dibuka, pihaknya akan tetap mengedepankan protokol kesehatan. “Tinggal pengaturannya kami atur. Mungkin nanti pas sekolah ada yang masuk pagi atau siang. Satu meja itu hanya ditempati satu orang. Yang seharusnya satu lokal itu sekali masuk, kami buat dua atau tiga kali masuk,” ungkapnya.

Sebelum pembukaan sekolah dilakukan, Pemkab Tapteng berjanji akan terlebih dahulu mengirimkan surat pemberitahuan kepada gubernur Sumut. “Saya akan maju terus. Kalau Covid di tempat kami tidak ada lagi, kami akan tetapkan sekolah. Kalau gubernur setuju, alhamdulillah. Kalau tidak, apa boleh buat. Kami akan tetap buka,” ujarnya. (prn)

UN 2021 Resmi Ditiadakan, Kelulusan Pakai Rapor

UNBK: Peserta mengikuti pelaksaan UNBK di SMA Negeri 1 Jalan Cik Ditiro Medan, beberapa waktu lalu. Kemendikbud meniadakan UN 2021 terkait pandemi Covid-19.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi meniadakan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan ujian kesetaraan tahun 2021. Hal ini dilakukan atas pertimbangan pandemi Covid-19 yang masih terus meresahkan. Sebagai gantinya, kelulusan siswa bisa ditentukan dari nilai rapor.

UNBK: Peserta mengikuti pelaksaan UNBK di SMA Negeri 1 Jalan Cik Ditiro Medan, beberapa waktu lalu. Kemendikbud meniadakan UN 2021 terkait pandemi Covid-19.

“UJIAN NASIONAL (UN) dan ujian kesetaraan tahun 2021 ditiadakan,” tulis Surat Edaran Mendikbud No. 1 Tahun 2021 tertanggal 1 Februari 2021. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 yang diteken Nadiem pada 1 Februari 2021.

UN sudah ditiadakan sejak tahun 2020 karena pandemi Covid-19. UN akan diganti Asesmen Nasional (AN) pada tahun 2021.

Namun belakangan, Mendikbud Nadiem Makarim memundurkan jadwal asesmsen nasional itu hingga September, yang berarti tak ada ujian yang digelar secara nasional di tahun ajaran ini.

Surat edaran tersebut menegaskan UN dan ujian kesetaraan tidak akan menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kelulusan peserta didik akan ditentukan berdasarkan nilai rapor tiap semester, nilai sikap minimal baik, dan mengikuti ujian yang diselenggarakan sekolah. Ujian sekolah bisa dilakukan dalam bentuk portofolio evaluasi nilai rapor, nilai sikap dan prestasi siswa; penugasan; tes secara luring atau daring; portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap, dan prestasi sebelumnya, serta kegiatan penilaian lain yang ditetapkan sekolah.

Selain ujian tersebut, siswa sekolah menengah kejuruan juga dapat mengikuti uji kompetensi keahlian sesuai perundang-undangan. Sementara, kenaikan kelas dapat dilakukan dengan ujian akhir semester.

Ketentuan yang sama berlaku bagi lulusan Paket A, B dan C. Dengan catatan jika memilih ujian sekolah berupa tes, harus dilaksanakan oleh satuan pendidikan yang diakui sebagai penyetaraan lulusan.

Peserta ujian juga harus terdaftar sebagai peserta ujian pendidikan kesetaraan pada data pokok pendidikan (Dapodik) dan menginput hasil ujiannya.

Untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), kelulusan juga dapat ditentukan melalui uji kompetensi keahlian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 3 sampai dengan angka 8 dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan,” kata Mendikbud dalam surat tersebut.

Untuk kenaikan kelas, dilaksanakan dengan ketentuan ujian akhir semester dalam bentuk portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan dan sebagainya).

Selanjutnya penugasan, tes secara luring atau daring dan atau bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan. Ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.

Untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilaksanakan sesuai dengan Permendikbud No 1/2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan.

Pusat Data dan Informasi Kemendikbud menyediakan bantuan teknis bagi daerah yang memerlukan mekanisme PPDB daring. (net/bbs)

Sidang Korupsi Dana JKN dan BOK Labuhanbtu: Plt Kepala Puskesmas Divonis 5 Tahun Penjara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Perlayuan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Muhammad Haitamy Jasmi, dituntut selama 5 tahun penjara. Dia terbukti bersalah melakukan korupsi Dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2019 yang diperuntukkan bagi pegawai dan staf puskesmas.

Dalam amar putusan yang dibacakan Hakim Ketua Safril Batubara, terdakwa terbukti melanggar Pasal 12 huruf (f) UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah di rubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

“Mengadili, menjatuhkan terdakwa Muhammad Haitamy Jasmi dengan pidana penjara 6 tahun dan denda Rp200 juta apabila tidak mampu membayar diganti dengan 3 bulan kurungan,” katanya, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 5 Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (4/2) sore.

Selain itu, terdakwa Suburiyah Daulay selaku Bendahara Kapitasi JKN Tahun Anggaran 2019 pada Puskesmas Perlayuan dan Hilda Milda selaku Pengelola BOK TA 2019 pada Puskesmas Perlayuan dituntut jaksa masing-masing dengan pidana 3 tahun penjara.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana dalam Pasal 12 huruf (f) UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana,” ujar Safril.

Kedua terdakwa juga dibebankan membayar denda masing-masing sebesar Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan. Atas tuntutan itu, ketiga terdakwa diminta hakim agar segera menyusun nota pembelaan.

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Septian Tarigan, yang semula menuntut Muhammad Haitamy Jasmi selama 6 tahun penjara. Kemudian kedua terdakwa Suburiyah Daulay dan Hilda Milda masing-masing selama 4 tahun dengan denda yang sama.

Atas putusan ini, penasihat hukum para terdakwa dan JPU menyatakan pikir-pikir. “Kami punya waktu 14 hari, nanti akan kami laporkan dulu dengan pimpinan,” ujar Jaksa dari Labuhanbatu ini.

Diketahui, perbuatan korupsi itu bermula tahun 2019, di Puskesmas Perlayuan melaksanakan kegiatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang sumber dananya berasal dari Dana Kapitasi Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan periode bulan Desember 2018 sampai Maret 2019 senilai Rp93.646.000.

Terdakwa sebagai Plt Kepala Puskesmas Perlayuan bertugas mengawasi administrasi puskesmas dan kegiatan dan program di Puskesmas. Adapun jumlah dana JKN untuk Desember 2018 hingga Maret 2019 sudah dirincikan sesuai jumlah masing-masing penerima. (man/azw)

Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk Parkir

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Kecelakaan lalu lintas mengakibatkan korban meninggal dunia terjadi di wilayah hukum Polsek Hamparanperak, Rabu (3/2)  pukul 22.00 WIB. Kecelakaan terjadi di Jalan Besar Hamparanpera,k Desa Klambir Kecamatan Hamparanperak, melibatkan sepeda motor Honda Verza BK 2838 AIH dengan dump truk BK 9342 FA.

Akibat kejadian tersebut pengendara sepeda motor atas nama Ari Fadli ( 25) warga Dusun I Desa Sialang Muda Kecamatan Hamparanperak meninggal dunia.

Kecelakaan itu terjadi saat korban mengendarai motor Honda Verza datang dari arah Hamparanperak menuju simpang Beringin. Pada saat di lokasi, diduga korban kurang berhati-hati mengendarai kendaraannya menabrak Dump Tuck sedang parkir.

Akibatnya korban terjatuh mengalami luka di bagian pelipis mata sebelah kanan memar, kening sebelah kanan memar, hidung bagian atas memar, mengeluarkan darah dari mulut, tewas setelah menjalani perawatan di RSU Bina Kasih.

Kanit Lantas Polsek Hamparanperak Iptu R Manulang mengatakan, kecelakaan tersebut akibat kelalai korban yang tidak berhati – hati mengendarai sepeda motor.

“Korban mengalami kecelakaan tunggal, sopir truk sudah dimintai keterangan, sedangkan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah diamankan di Satlantas Polsek Hamparanperak,” pungkasnya. (fac/azw)

Penangkapan Gembong Narkoba Sumut, Sejumlah Aset Man Batak Disita Polisi

Sebuah mobil diduga milik Man Batak diamankan pihak kepolisian (ist)

LABUHANBATU, SUMUT POS. Pasca penangkapannya, pihak Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Poldasu mengamankan sejumlah asset milik bandar narkoba milik Fiman Pasaribu alias Man Batak. Diantaranya, berupa mobil mewah dan kos-kosan di Jalan Dewi Sartika, Rantauprapat dikabarkan turut disita oleh tim Polda Sumut.

Sebuah mobil diduga milik Man Batak diamankan pihak kepolisian (ist)

“Ada beberapa mobil mewah. Diantaranya Jeep wrangler merk Rubicoon, Pajero dan Toyota Yaris, sepertinya dibawa petugas kami lihat,” ujar salahseorang warga yang tidak menyebutkan namanya sewaktu melihat di saat penggeledahan rumah dan kos-kosan milik tersangka tersebut, Rabu (3/2).

Informasi dihimpun, pihak Polda Sumut juga menanyakan sejumlah asset milik Irman Pasaribu kepada kepala Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan. Pasalnya, kos-kosan tersangka berada di daerah tersebut.

“Petugas dari Polda Sumatera utara menanyakan kepada saya tentang aset Man Batak. Dan sudah saya jawab,” ujar Kepala Kelurahan Sioldengan Muhammad Yusuf Harahap, Kamis (4/2) kepada wartawan.

Walau ikut menyaksikan polisi melakukan penggeledahan, namun Yusuf mengaku tidak sempat melihat keberadaan Man Batak.

Baca juga : Man Batak ditangkap tim ditres narkoba poldasu

“Kalau Man Batak tidak saya lihat, mungkin di dalam mobil petugas,” jawabnya.

Wakil Ditres Narkoba Poldasu, AKBP Agus Darojat gagal konfirmasi. Sebab, ketika dihubungi telpon mantan Kapolres Labuhanbatu itu sedang sibuk. Pesan singkat via aplikasi Whatsappnya juga tak berbalas.

Sedangkan Kadiv Humas Poldasu, AKBP Hadi Wahyudi ketika dihubungi sebelumnya mengaku masih menunggu informasi kepastian terkait kasus itu.

“Tunggu ya. Nanti kalau sudah ada kepastian saya akan infokan secara resmi,” tandas. (fdh)