Home Blog Page 3715

Elina dan Herlian Bergabung

MUSIM LALU: Elina Soka (kiri) bersama M Rifqi saat membela PSMS musim lalu.

SUMUTPOS.CO – PSMS Medan bergerak cepat mengamankan pemain bidikannya. Terbaru, dua pemain musim lalu Elina Soka dan Herlian Arif Laksono sudah bergabung di Kebun Bunga.

MUSIM LALU: Elina Soka (kiri) bersama M Rifqi saat membela PSMS musim lalu.

ELINA Soka merupakan gelandang yang sudah dua musim bergabung dengan PSMS. Dia memperkuat Ayam Kinantan pada musim 2019 dan 2020. Sedangkan Herlian Arif Laksono merupakan penjaga gawang yang sempat membela PSMS pada musim 2020 lalu.

Sekretaris PSMS, Julius Raja mengatakan, Elina Soka dan Herlian tiba di Medan pada Sabtu (6/3). Keduanya sudah melakukan latihan tersendiri di Kebun Bunga pada Minggu (7/3) pagi.

“Elina Soka dan Herlian sudah tiba di Kebun Bunga. Bahkan mereka sudah melakukan latihan tersendiri tadi pagi (Minggu pagi, red),” ujar Julius Raja kepada Sumut Pos, Minggu (7/3) malam.

Julius Raja menjelaskan, kedua pemain tersebur datang setelah dipanggil manajemen PSMS. Dengan demikian, sudah tiga pemain yang berasal dari luar Sumatera Utara bergabung di Kebun Bunga. Sebelumnya, Anis Nabar sudah terlebih dulu tiba di Medan.

“Sekarang sudah tiga pemain asal luar Sumut yang bergabung. Ke depan, bakal ada beberapa yang datang menyusul. Dua pemain kemungkinan tiba mala mini (Minggu malam, red),” ungkap pria yang akrab dipanggil King tersebut.

Dua pemain yang dijadwalkan merapat tersebut adalah Ilham Fathoni dan Rendi Saputra. “Ilham dan Rendi kemungkinan tiba malam ini, kalau mereka naik pesawat. Tapi kalau jalur darat, mungkin tiba besok pagi (Senin pagi, red),” jelasnya.

Setalah bergabungnya Ilham Fathoni dan Rendi Saputra, Kini menyebutkan jumlah skuat PSMS sebanyak 21 pemain. Dengan demikian, manajemen bakal menambah empat atau lima pemain lagi.

“Pemain musim lalu juga aka nada yang datang. Kemudian ada beberapa pemain baru yang kita bidik. Pemain yang kita bidik tersebut musim lalu memperkuat tim Liga 1,” tambah King.

King enggan menyebut nama pemain yang dibidik tersebut. Namun dia mengakui pihaknya sedang melakukan pembicaraan. “Kalau sudah sepakat, kita akan umumkan,” tandasnya.

Lantas bagaimana status pemain? King meyebutkan, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan sejumlah pemain, khususnya asal Sumut. Mereka sudah sepakat soal gambaran kontrak yang akan diterima pada musim 2021.

“Kita sudah ada pembicaraan soal besaran kontrak. Kita tinggal menunggu arahan dari PSSI. Setelah ada arahan, kita akan melakukan tandatangan kontrak dengan pemain. Intinya soal nilai kontrak sudah ada, tinggal waktunya saja,” pungkasnya. (dek)

Mau Bibit Pohon Cabai Gratis dari Dinas Pertanian & Perikanan Kota Medan?, Begini caranya

Bibit Pohon cabai.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bagi warga Kota Medan yang ingin mendapat bibit pohon cabai gratis dari Dinas Pertanian & Perikanan Kota Medan, ca-ranya cukup mudah. Syaratnya, lapor ke masing-masing Kecamatan. Atau, melalui Kepala Lingkungan (Kepling) dan Kelurahan yang kemudian diteruskan ke pihak Kecamatan.

Bibit pohon cabai.

“Nanti kami akan menyalurkan bibit tersebut secara gratis melalui Kecamatan. Total bibit cabai yang akan siapkan nanti bisa untuk dibagikan kepada 700 hingga 900 KK (Kepala Keluarga). Bisa diajukan secara per orangan, tidak harus membentuk kelompok tani,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Ikhsar Risyad Marbun kepada Sumut Pos, Minggu (7/3).

Selain itu, lanjutnya, setiap rumah nantinya juga akan mendapatkan 5 sampai 10 batang pohon cabai, tergantung dari luasnya pekarangan rumah dan banyaknya jumlah anggota keluarga di rumah tersebut.

“Karena ini tujuan utamanya bukan untuk kepentingan bisnis, melainkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Harapannya, harga cabai yang mahal tidak dirasakan masyarakat karena mereka bisa mendapatkan buah cabai secara gratis dari pohon yang mereka tanam,” katanya.

Pembagian bibit cabai tersebut, kata Ikhsar, dengan harapan setiap rumah tangga, khususnya yang memiliki pekarangan, agar dapat menanamnya di pekarangan rumahnya, guna memenuhi kebutuhan pangan akan komoditi bumbu masakan tersebut.

“Nanti masyarakat tidak lagi perlu membeli cabai yang saat ini harganya cukup tinggi. Tetapi secara nasional justru berdampak lebih luas, yaitu dapat menekan tingkat inflasi karena mahalnya komoditi cabai,” ucap.

Apalagi, kata Ikhsar, menjelang bulan Ramadan, harga cabai merah diyakini akan terus meningkat. Namun dengan tersedianya cabai di pekarangan masing-masing rumah masyarakat, kenaikan harga cabai dapt ditekan semaksimal mungkin, sehingga inflasi juga dapat ditekan.

“Nantinya kita akan bagikan pohon cabai dengan bibit unggul. Begitu ditanam, masyarakat tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama. Hanya dalam waktu 2 minggu, pohon cabai yang ditanam akan segera berbuah,” ujarnya.

Lantas, kapan bibit-bibit tersebut dapat disalurkan kepada masyarakat? Ikhsar mengatakan belum dapat mendistribusikannya saat ini. Sebab saat ini, anggaran yang dimaksud belum juga turun. Kemungkinan besar, katanya, anggaran baru turun di awal bulan April. Saat itu, pihaknya akan langsung menyiapkan bibit yag dimaksud untuk dibagikan ke masyarakat.

“Saat ini kita sedang dalam persiapan untuk mendata, penyuluh kita sudah jalan ke rumah-rumah, melihat mana-mana saja yang punya pekarangan. Tak harus punya pekarangan luas, pekarangan kecil juga bisa dimanfaatkan,” tuturnya.

Dilanjutkan Ikhsan, tak hanya komiditi cabai merah, komoditi bawang merah juga terus mengalami kenaikan harga. Untuk itu, DPP Kota Medan juga berencana untuk membagikan bibit bawang yang dimaksud kepada masyarakat Kota Medan. Sebab, bibit bawang unggul juga dapat tumbuh pada iklim cuaca seperti di Kota Medan.

“Tapi itu masih rencana, bila memungkinkan maka akan kita bagikan juga. Saat ini bawang bibit unggul juga bisa ditanam di Kota Medan, bisa dengan pot atau polybag,” pungkasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi IV DPRD Medan, Antonius Tumanggor menyarankan warga Kota Medan untuk menanam cabai di pot atau polybag di pekarangan rumahnya. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi naiknya harga cabai di pasaran.

Dikatakan Antonius, harga cabai perlahan mulai mengalami kenaikan, sementara kebutuhan masyarakat harus tetap terpenuhi, harga ini pun diprediksi akan terus naik menjelang bulan ramadhan (puasa) dan hari raya Idul Fitri.

Pasalnya, kata politisi Partai NasDem tersebut, DPP Kota Medan akan menyediakan bibit unggul yang sudah siap berbuah. Nantinya dalam waktu 2 minggu, pohon cabai dari DPP Kota Medan sudah dapat berbuah.

“Ditanam saja 5 batang pohon cabai merah dan 2 batang cabai rawit, jika berbuah sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Menanam cabai atau sayur-sayuran tidak perlu harus punya lahan, di atas pot saja sudah bisa,” katanya.

Selain itu, di masa pamdemi Covid-19 seperti saat ini, banyak masyarakat yang terkena imbas hingga berefek pada rendahnya penghasilan masyarakat bahkan banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan hingga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

“Bercocok tanam dengan memanfaatkan pekarangan efektif untuk memulihkan ekonomi rumah tangga, hasilnya bisa dikonsumsi sendiri, bahkan dijual,” pungkasnya. (map/ila)

PPKM Mikro Diperpanjang, Kasus Covid-19 akan Terus Menurun

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Pemerintah memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro mulai 9 hingga 22 Maret. PPKM mikro tahap II diyakini akan semakin menurunkan penyebaran kasus Covid-19 di Tanah Air.

Perpanjangan PPKM mikro tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Dalam instruksi itu, PPKM mikro diperluas ke provinsi di luar Jawa-Bali, yakni Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meyakinkan kebijakan ini efektif mengendalikan sebaran virus. “Kalau ada yang meragukan PPKM mikro, silahkan amati terus hasil PPKM mikro sejak awal sampai dengan nanti,” kata Wiku kepada wartawan, Minggu (7/3/2021).

Wiku menjelaskan, kunci sukses PPKM mikro adalah adanya Satgas yang terstruktur dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan sampai kelurahan atau desa. “Demikian pula posko yang ada di semua tingkatan itu,” kata Wiku.

Wiku mengatakan, Satgas beranggotakan aparat sipil, unsur TNI, Polri, serta tokoh masyarakat. “Semua bekerja untuk empat fungsi, yakni pencegahan, penanganan, pembinaan, pendukung. Semuanya terkendali dan termonitor, sehingga efektif,” ujarnya.

Wiku mengatakan sampai PPKM tahap ke-3 yang berlaku di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cukup berperan besar menekan penurunan kasus. “Bahkan kasus di Jawa Timur sudah terjadi penurunan sejak PPKM tahap kedua,” ujar Wiku.

PPKM berbasis mikro diharapkan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menggunakan masker. Wiku menilai meningkatnya penggunaan masker saat PPKM mikro karena pengawasan dilakukan di wilayah yang lebih sempit, sehingga proses pengawasan lebih ketat.

Hingga akhir Februari 2020, kata Wiku, sebanyak 22.832 posko Covid-19 terbentuk di 30 provinsi. Kegiatan paling banyak di posko Covid-19 selama PPKM mikro adalah edukasi dan sosialisasi menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. (bbs/adz)

Gubsu Kunjungi Keluarga Jurnalis Almarhum Ilham Pane

KUNGJUNGI: Gubsu Edy Rahmayadi dan istri, Nawal Lubis, bersama istri jurnalis Ilham Pane, Nisa Ramalia Nurdin, ibunya Rojana, dan putri sulung Raida Maiza Huwaidah Pane usai berkunjung dan menyampaikan belasungkawa. di kediaman Ilham, Jalan Banten, Kecamatan Helvetia, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (7/3).

MEDAN, SUMUTPS.CO – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan istri, Nawal Lubis mengunjungi keluarga jurnalis almarhum Ilham Pane di Jalan Banten, Kecamatan Helvetia, Deli Serdang, Minggu (7/3). Kedatangan Gubsu beserta rombongan disambut istri almarhum, Nisa Ramalia Nurdin, ibunya Rojana, dan putri sulung Raida Maiza Huwaidah Pane.

KUNGJUNGI: Gubsu Edy Rahmayadi dan istri, Nawal Lubis, bersama istri jurnalis Ilham Pane, Nisa Ramalia Nurdin, ibunya Rojana, dan putri sulung Raida Maiza Huwaidah Pane usai berkunjung dan menyampaikan belasungkawa. di kediaman Ilham, Jalan Banten, Kecamatan Helvetia, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (7/3).

Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyampaikan dukacita mendalam atas berpulangnya Ilham Pane, jurnalis Jelajahnews.id dan sehari-hari bertugas di kantor Gubernur Sumut. “Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kami mengucapkan dukacita yang mendalam, atas berpulangnya sahabat kami Ilham,” katanya didampingi sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut.

Gubsu mengaku sangat terkejut mendengar berita kematian Ilham. Pasalnya pada 2 Maret lalu, Gubsu bersama Ilham dan wartawan unit Pemprovsu lainnya masih bersama-sama berolahraga jalan santai.

“Kita terkejut mendengar kabar itu. Namun itu sudah jalan Allah, saya berharap keluarga bisa menerima,” katanya sembari mengingatkan keluarga jika ada masalah/kekurangan untuk tidak segan-segan memberitahunya. “Kalau ada masalah atau kekurangan jangan segan beritahu kami,” kata Gubsu sembari memberikan bantuan kepada istri almarhum.

Istri almarhum Nisa Ramalia Nurdin mengatakan sangat terharu atas kedatangan Gubsu dan rombongan ke kediaman mereka. “Terimakasih untuk pak gubernur yang bersedia memerhatikan akami,” katanya terisak.

Warga sekitar yang mengetahui kedatangan Gubsu berdatangan ke rumah duka. Terlihat, ajudan Gubsu memberikan uang jajan kepada anak-anak. Melihat Gubsu keluar dari rumah kemudian warga mengajak Gubsu untuk foto bersama.

Koordinator Wartawan Pemprovsu Khairul Muslim, menyambut baik kunjungan Gubsu Edy dan istri berserta sejumlah pimpinan OPD ke rumah duka Alm. Ilham Pane. Menurutnya ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Gubsu kepada insan pers yang saban hari meliput kegiatan di lingkungan Pemprov Sumut.

“Kami tentu sangat berterimakasih dan mengapresiasi kepedulian Pak Edy Rahmayadi yang telah bersedia datang untuk berbelasungkawa ke rumah duka sahabat kami, Ilham Pane yang meninggal dunia pada hari Sabtu kemarin. Semoga kedatangan Gubsu ke rumah duka, dapat memberikan semangat kepada keluarga Ilham Pane untuk tegar dan ikhlas menerima ujian dari Allah SWT,” katanya.

Diketahui pada Sabtu (6/3) pagi, Ilham Pane mengalami sesak nafas dan disarankan sang istri untuk berobat ke rumah sakit. Meski awalnya menolak, Ilham akhirnya mau untuk dibawa ke rumah sakit dekat kediamannya.

Ternyata Allah SWT berkehendak lain, di perjalanan Ilham Pane justru menghembuskan nafas terakhir. Pihak keluarga mengungkapkan bahwa selama ini Alm. Ilham Pane tidak ada menderita sakit atau gejala apapun. Ilham Pane meninggalkan seorang istri yang tengah hamil tua dan juga seorang putri. (prn/ila)

Wali Kota Bobby Sidak ke Dinas PU Medan, Zulfansyah: Saya Ikut Perintah Pak Wali…

SIDAK: Wali Kota Medan Bobby Nasution saat sidak ke Kantor PU Kota Medan, di Jalan TB Simatupang/Pinangbaris, Jumat (5/3). istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution ke kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan di Jalan TB Simatupang/Pinangbaris Kota Medan, pada Jumat 5 Maret 2021 kemarin, menyoroti beberapa hal. Salah satunya, ketidakberadaan Kepala Dinas PU Kota Medan, Zulfansyah ST M.Eng di kantornya pada jam kerja, saat Bobby melakukan sidak ke sana.

SIDAK: Wali Kota Medan Bobby Nasution saat sidak ke Kantor PU Kota Medan, di Jalan TB Simatupang/Pinangbaris, Jumat (5/3). istimewa/sumut pos.

Saat itu, Bobby memantau keberadaan alat-alat berat milik Pemko Medan. Ia menilai, selama ini alat-alat tersebut tidak digunakan secara maksimal. Padahal berdasarkan pantauannya, alat-alat tersebut berstatus paling canggih dan lengkap dibandingkan alat-alat milik pemko/pemkab lainnya di Indonesia. “Saya melihat banyak alat-alat berat yang lengkap, bahkan paling canggih di Indonesia. Tapi kenapa jalan kita masih banyak yang rusak, berarti penggunaannya selama ini tidak maksimal,” kata Bobby.

Atas temuannya itu, Bobby Nasution menegaskan kepada Dinas PU Kota Medan untuk segera memaksimalkan penggunaan alat berat agar pembenahan insfratruktur di Kota Medan dapat segera rampung. “Ke depannya tidak akan ada lagi alat-alat (berat) yang dibiarkan terdiam di Dinas PU Kota Medan. Semua akan kita fungsikan untuk percepatan pembenahan jalan dan infrastruktur lainnya,” tegasnya.

Selain itu, Bobby Nasution juga dibuat terkejut karena pimpinan Dinas PU Kota Medan, baik Kadis maupun Sekdis tidak berada di tempat saat Bobby berkunjung, sedangkan saat itu masih dalam jam kerja.

“Jika memang ada tugas yang mengharuskan untuk keluar, memang sudah seharusnya begitu. Tidak boleh ada lagi ASN, baik di Dinas PU Kota Medan maupun di kedinasan lainnya yang mangkir dari pekerjaan. Komitmen bersama kita untuk berkolaborasi dalam percepatan pembenahan, khususnya di sektor infrastruktur,” pungkas Bobby.

Kadis PU Kota Medan Zulfansyah yang dikonfirmasi mengatakan, ia tak berada di kantornya karena dirinya mengikuti jadwal vaksinasi. Tak cuma dirinya, sejumlah pejabat eselon II di jajaran Pemko Medan pada hari itu memang dijadwalkan untuk melakukan vaksinasi di Balai Kota, di Jalan Kapten Maulana Lubis No.2 Medan.

“Saat itu Pak Wali Kota datang ke kantor saya siang hari, sehabis jam istirahat Salat Jumat dan makan siang. Saat Pak Wali datang, saya memang gak di kantor. Habis Salat Jumat saya langsung menuju ke Kantor (Wali) Kota, saat itu saya sedang di vaksin di kantor kota,” jawab Zulfansyah kepada Sumut Pos, Minggu (7/3).

“Kebetulan waktu itu kan dibuat 2 gelombang, pagi dan siang. Pejabat eselon II itu dapat yang gelombang siang, itu dari jam 2 sampai jam 5 sore. Makanya saat habis Salat Jumat, saya langsung ke sana untuk divaksin, saya gak tahu kalau Pak Wali mau datang (ke kantor Dinas PU),” ucapnya.

Tak cuma itu, Zulfansyah juga menerangkan, jika saat itu dirinya di telepon oleh pihak Protokoler dengan menjelaskan jika Wali Kota Medan, Bobby Nasution telah tiba di kantornya.”Di telepon saya jelaskan, kalau saya sedang di kantor kota untuk divaksin. Saat itu saya justru mau batalkan (vaksinasinya), supaya saya balik ke kantor Dinas PU. Tapi kata protokoler, Pak Wali bilang gak usah, saya lanjutkan vaksinnya saja. Saya ikut perintah Pak Wali. Saya lanjut vaksinasi,” ujarnya.

Soal banyaknya jalan rusak di Kota Medan, sedangkan Dinas PU Kota Medan memiliki alat berat canggih, Zulfansyah pun memberikan jawabannya. Ia mengakui, jika Dinas PU Kota Medan memiliki sejumlah alat berat canggih yang dapat bekerja untuk memperbaiki kondisi jalan di Kota Medan.

“Benar yang dikatakan Pak Wali, kita punya alat berat canggih Hanya saja memang, untuk melakukan perbaikan jalan, kita tidak hanya membutuhkan peralatan seperti alat berat, melainkan kita juga butuh materialnya. Nah, materialnya ini yang saat ini kita di Dinas PU sangat terbatas,” katanya.

Selain itu, terang Zulfansyah, di tahun 2020, anggaran pada Dinas PU Kota Medan juga banyak yang di refocussing untuk penanganan pandemi Covid-19 di Kota Medan. Akibatnya, tidak terlalu banyak jalan rusak yang dapat diperbaiki di tahun lalu.

“InsyaAllah besok (hari ini) kami diminta menghadap Pak Wali, nanti akan kami sampaikan pada Pak Wali. Kita yakin Pak Wali akan dapat memberikan jalan yang terbaik, agar di tahun ini pembangunan infrastruktur di Kota Medan bisa maksimal. Kita siap membangun infrastruktur di Kota Medan seperti target Pak Wali. Kita siap menerima Instruksi untuk bekerja lebih baik,” pungkasnya. (map/ila)

Normalisasi Sungai Deli, Pemko Harus Dorong BWS

SUNGAI DELI: Muara Suangai Deli yang mengalami pendangkalan dan harus dinormalisasi segera.fachril/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemeritah Kota (Pemko) Medan diminta harus mendorong Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS-II) untuk melakukan normalisasi Sungai Deli, demikianlah ditegaskan Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Medan, Sudari, Minggu (7/3).

SUNGAI DELI: Muara Suangai Deli yang mengalami pendangkalan dan harus dinormalisasi segera.fachril/sumu tpos.

Dikatakan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Medan ini, selama ini BWS-II sebenarnya sudah mengetahui kondisi Sungai Deli saat ini, artinya kondisi benteng yang sudah mengkhawatirkan dan kedangkalan sungai perlu dilakukan pengerukan.

“Makanya kita meminta Pemko Medan untuk mendorong BWS-II untuk mengambil langkah terhadap kondisi Sungai Deli. Apalagi, ada benteng yang telah roboh harus segera diperbaiki, agar tidak berdampak bencana bagi masyarakat,” tegas Sudari.

Dengan adanya pembentengan secara permanen dan normalisasi Sungai Deli, harapan Sudari merupakan tindakan preventif untuk mencegah bencana lebih besar, seperti banjir dan pengikisan benteng akibat abrasi. Sehingga, mampu melakukan penghematan anggaran negara.

“Bayangkan saja, kalau sudah bencana pasti anggaran negara akan lebih besar, baik itu dari sisi anggaran penanggulangan bencana, perbaikan dan pembangunan. Makanya langkah awal harus ada tindakan preventif terhadap Sungai Deli dari sisi normalisasi dan pembenahan banteng,” pungkasnya.

Selain itu juga, wakil rakyat dari Medan Utara ini mengimbau kepada pelaku industri untuk tidak membuang limbah ke Sungai Deli. Karena akan berdampak buruk kepada masyarakat yang memanfaatkan Sungai Deli tersebut.

Pengamat Lingkungan, Jaya Arjuna berpendapat lain. Selama ini , katanya, BWS-II telah membangun bendungan berbentuk parit di sisi Sungai Deli, sehingga yang perlu dilakukan adalah melakukan naturalisasi sungai secara alami tanpa melakukan pembentengan secara permanen, sehingga normalisasi belum penting.

“Nilai Sungai Deli sudah tidak ada lagi. Karena sentimen atau kepadatan yang terjadi di muara tidak pernah dikorek, hal ini yang membuat aliran Sungai Deli tumpat di muara. Untuk itu, di muara perlu dilakukan pengorekan guna memperlancar aliran Sungai Deli,” cetusnya.

Dampak dari penumpatan di muara, lanjut Dosen USU ini, mengakibatkan banjir rob semakin tinggi terjadi di Belawan. Mengenai Sungai Deli sangat berbeda dengan sungai lain yang ada di luar Sumatera, sehingga normlisasi Sungai Deli belum waktunya, yang perlu adalah naturalisasi.”Jadi seharusnya, Sungai Deli itu harus dijadikan seperti alaminya sungai, bukan membentengi sisi kiri kanan. Itu akan merusak sungai, biarkan aja Sungai Deli secara natural,” tegasnya.

Kalau memang mau mengatasi banjir, kata Jaya Arjuna, yang perlu dilakukan pengerokan terlebih dahulu di muara, dilanjutkan ke anak sungai kecil seperti sei kera, sungai bederak dan sungai putih serta parit di perkotaan. Bukan hanya parit di perkotaan, tapi anak sungai dan muara tidak dikorek.

“Untuk apa selama ini parit di depan rumah kita dikorek, kalau airnya tidak bisa mengalir ke anak sungai dan ke muara. Harusnya, Muara dulu dikorek dan anak sungai, selanjutnya parit. Sehingga air bisa mengalir dengan normal, agar banjir di Kota Medan pun bisa teratasi,” pungkasnya. (fac/ila)

KAUM Minta Polsek Medan Helvetia Tindak Pelaku Pemukulan Pengacara Medan

Bersama: Kepala Divisi Infokom KAUM Eka Putra Zakran SH (Epza) bersama tim KAUM lainnya, usai mengawal kasus penganiayaan terhadap rekan mereka, Agung Harja SH. , di Mapolsek Medan Helvetia, kemarin. Sumut Pos/ ist

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM) tetap komitmen mendampingi dan mengawal pemeriksaan kasus pemukulan serta penganiyaan terhadap Anggota Divisi Litigasi KAUM, Adokat Agung Harja SH, yang ditangani Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor (Reskrim Polsek) Medan Helvetia sejak dua bulan yang lalu.

Bersama: Kepala Divisi Infokom KAUM Eka Putra Zakran SH (Epza) bersama tim KAUM lainnya, usai mengawal kasus penganiayaan terhadap rekan mereka, Agung Harja SH. , di Mapolsek Medan Helvetia, kemarin. Sumut Pos/ ist

Ketua KAUM, Mahmud Irsad Lubis, melalui Kepala Divisi Infokom KAUM, Eka Putra Zakran SH (Epza), Minggu (7/3), menyampaikan, tujuan pengawalan dan pendampingan ini merupakan bentuk solidaritas dan dukungan terhadap teman sejawat. “Sesama advokat selaku empat pilar penegak hukum serta selaku korban tindak pidana penganiayaan oleh tersangka Budi Pratama, yang sejatinya hal ini tidak boleh terjadi bagi seorang advokat, mengingat profesi advokat dilindungi Undang-Undang Nomor 18/2003,” ujarnya.

Sampai saat ini, kata Epza,Tim Penyidik, Iptu Juhatta Mahadi dan Iptu Sihite telah melakukan pemeriksaan secara bertahap terhadap para saksi korban, di antaranya Edi Triyono (ET), Suherni Kartika Sari (SKS) dan Aprelia Angraini (AA).

Dia menjelaskan, bahwa para saksi telah dipanggil dan dimintai keterangan berdasarkan surat panggilan interogasi oleh penyidik, pada Sabtu (6/3) kemarin.

“Sebenarnya tidak ada kendala yang serius dalam proses penyidikan, faktanya pemeriksaan perkara tetap akan dilanjutkan, berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2H) bernomor: B/73/III/Res.1.6/2021/Reskrim, tertanggal 4 Maret 2021,” ujarnya lagi.

Dia meminta kepada Kapolsek Medan Helvetia agar bertindak secara tegas dan serius dalam memproses perkara tersebut. “Kita meminta agar pelaku penganiyaan dapat ditindak. Jangan pula kasus ini mangkrak, sehingga menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum, sebab ini bukan hanya menyangkut persoalan pribadi, tapi juga menyangkut marwah advokat,” tegasnya.

Advokat dalam menjalankan tugas-tugas profesinya, lanjut Epza, dilindungi Undang-Undang (UU), baik urusan di dalam maupun di luar pengadilan. “Makanya komitmen kita di KAUM jelas, tetap kita kawal dan perjuangkan sampai titik darah penghabisan,” pungkas Epza yang juga mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Medan itu. (mag-1/ila)

Gubuk Pecandu Narkoba Dibakar Petugas Gabungan

DIBAKAR: Relawan Anti Narkoba bersama petugas gabungan dari Polsek Medan Baru, TNI, unsur Kelurahan Polonia, membakar gubuk yang diduga digunakan pecandu narkoba, di Kecamatan Medan Polonia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua gubuk di kawasan Kelurahan Polonia, Medan Polonia, diduga kerap dijadikan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba dibakar petugas gabungan dari Polsek Medan Baru, TNI, unsur Kelurahan Polonia dan relawan anti narkoba, Sabtu (6/3) siang. Adapun kedua gubuk yang dibakar berlokasi di Jalan Starban Gang Mesjid dan di Jalan Polonia Gang C, Kelurahan Polonia.

DIBAKAR: Relawan Anti Narkoba bersama petugas gabungan dari Polsek Medan Baru, TNI, unsur Kelurahan Polonia, membakar gubuk yang diduga digunakan pecandu narkoba, di Kecamatan Medan Polonia.

Turut hadir, Lurah Polonia, Ardy Gaus, Personel Babinsa dari Koramil 0201-05/ BS Sertu M Taufik, Personel Babinkamtibmas dari Polsek Medan Baru Aiptu Dirson Sembiring, Seklur Polonia Hadi Harahap serta seluruh Kepala Lingkungan (Kepling) setempat dan tim Relawan Anti Narkoba di kelurahan tersebut.

Kapolsek Medan Baru melalui Bhabinkamtibmas, Aiptu Dirson Sembiring mengatakan, semula petugas gabungan melakukan pengecekan terhadap gubuk-gubuk yang disinyalir dijadikan tempat penyalahgunaan narkoba. Selanjutnya, para petugas melakukan pembongkaran terhadap gubuk tersebut hingga kemudian membakarnya.

“Kegiatan ini berdasarkan informasi masyarakat setempat yang resah dengan aktivitas di kedua gubuk-gubuk itu. Sebab, gubuk tersebut seringkali dijadikan tempat berkumpul orang diduga pecandu narkoba dan melakukan transaksi,” ujar Dirson kepada wartawan.

Dirson juga mengatakan, dalam kegiatan itu tak seorang pun diamankan karena ketika didatangi gubuk tersebut dalam keadaan kosong. “Gubuk itu juga kerap dijadikan tempat berkumpul sampai malam hari, sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat,” sambung Dirson.

Dirson mengaku, pembongkaran dan pembakaran gubuk yang dilakukan petugas gabungan mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. “Masyarakat sangat senang dan berterima kasih kepada petugas gabungan yang telah membongkar dan membakar gubuk-gubuk yang dijadikan tempat narkoba,” ucapnya.

Dirson menambahkan, petugas kepolisian akan terus melakukan pemantauan manakala gubuk itu dibangun kembali. “Tetap akan kita pantau. Kepada masyarakat sekitar, diminta berperan aktif memberi informasi apabila ada hal-hal yang meresahkan dan mengganggu kamtibmas,” pungkasnya.

Salah seorang Relawan Anti Narkoba, yang juga merupakan Kepling XI Kelurahan Polonia, Medan Polonia, Defrizer mengungkapkan, kegiatan Sabtu Bersinar yang rutin dilaksanakan ini, diharapkan dapat memberantas peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Medan Polonia, khususnya di Kelurahan Polonia. (ris/mag-1/ila)

Kursi Plt Sekda Binjai Lowong: Dua Nama Bersaing

DAMPINGI: Kepala Dinas Perkim Kota Binjai, Irwansyah Nasution (2 kanan), saat mendampingi Wakil Wali Kota Binjai H Amir Hamzah meninjau Pasar Tavip Kota Binjai, Jumat (5/3).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Binjai, Irwansyah Nasution, santer dikabarkan bakal ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda). Ini menyusul kekosongan pejabat yang mengisi jabatan sebagai orang nomor 3 di Pemko Binjai itu.

DAMPINGI: Kepala Dinas Perkim Kota Binjai, Irwansyah Nasution (2 kanan), saat mendampingi Wakil Wali Kota Binjai H Amir Hamzah meninjau Pasar Tavip Kota Binjai, Jumat (5/3).

Dari amatan Sumut Pos, Irwansyah kerap mendampingi Amir Hamzah, pasca dilantik sebagai Wakil Wali Kota Binjai. Dia terlihat melekat dengan Amir pada setiap kesempatan. Jumat (5/3) lalu, Irwansyah yang karib disapa Iwan, terlihat mendampingi Amir pada kesempatan menghadiri syukuran di Perumahan Cikapung, Binjai Barat. Namun, Iwan mengaku, tidak tahu soal penunjukannya sebagai Plt Sekda.

“Enggak tahu saya soal itu (penunjukan Plt Sekda),” ungkap Iwan, saat dikonfirmasi di Pasar Tavip, pada kesempatan mendampingi Amir melakukan peninjauan.

Namun begitu, Iwan menyatakan siap, jika memang ditunjuk sebagai Plt Sekda. Secara psikologis, Amir dan Iwan memang dekat. Terlebih, ketika keduanya sama-sama berstatus ASN.

“Kalau ditunjuk, saya siap. Namanya ditunjuk, ya siap untuk membantu tugas-tugas pimpinan,” katanya.

Sementara itu, ada 2 nama diusul menjadi Plt Sekda Binjai. Bahkan, keduanya pun bersaing untuk meraih kursi jabatan definitif.

Seorang nama lagi santer kabarnya dari Pemkab Langkat, yang saat ini menjadi Inspektur, Amril. Namun, Amir belum mau menjawab siapa saja nama yang diusulkannya menjadi Sekda. Begitupun, mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Binjai ini, sudah mengusulkan nama calon Plt Sekda ke Pemprov Sumut.

“Dalam waktu dekat, SK Plt turun. Sudah diusulkan 2 hari lalu,” kata Amir, tanpa merinci usulan nama yang akan mengisi kekosongan jabatan tersebut.

“SK Plt Sekda, Gubernur yang mengeluarkan atas persetujuan Mendagri. Kalau sudah sesuai sisi kepangkatan dan jenjangnya, tidak ada masalah,” jelas Amir, menjelaskan mekanisme pengajuan dan penunjukan Plt Sekda Kota Binjai.

Seperti diketahui, Sekda Kota Binjai sebelumnya, Mahfullah Pratama Daulay, sudah pindah tugas dan dilantik menjadi Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, oleh Gubernur Edy Rahmayadi, 2 Maret 2021 lalu.

Sebelumnya, Kepala Bagian Otonomi Daerah pada Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Sumut, Ahmad Rasyid Ritonga menyatakan, sudah merespons surat dimaksud. Pihaknya telah mengirimkan radiogram penunjukan Plt Sekda Kota Binjai kepada Amir. Menurutnya, Plt Wali Kota memiliki kewenangan untuk menunjuk Plt sekda.

“Jadi sudah diserahkan ke Plt Wali Kota Binjai untuk menunjuk Plt Sekda. Plt Wali Kota berhak menunjuk Plt Sekda sesuai Undang-Undang,” pungkasnya. (ted/saz)

Yayasan Majelis Dzikir Sulukul Auliya Gelar Zikir dan Doa Bersama

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Yayasan Majelis Dzikir Sulukul Auliya, Sukapura, Teluk Aru, menggelar zikir dan doa bersama di Kelurahan Tangkahan Durian, Brandan Barat, Langkat, Kamis (4/3) malam lalu.

Doa dan zikir yang dihadiri ratusan jamaah ini, dipimpin Ustad Zulfahri, selaku pimpinan Yayasan Majelis Dzikir Sulukul Auliya.

Dalam kesempatan tersebut, Zulfahri mengatakan, doa ini ditujukan untuk melawan fitnah yang menyerang Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin. Melalui doa ini, dia berharap, semoga Bupati Langkat mendapatkan kekuatan dari Allah Subhanahu wa Taala.

“Mari doakan Bupati, untuk melawan fitnah. Serta sukses dalam memimpin Langkat sampai akhir jabatan,” imbau Zulfahri.

Lebih lanjut Zulfahri mengatakan, beberapa waktu lalu Bupati Langkat terus diuji dengan isu miring dan difitnah oleh sekelompok orang di Gedung KPK RI. Hal itu terjadi setelah Bupati Langkat gencar menyuarakan akan memberantas narkoba dari Kabupaten Langkat. Dia berharap, semoga dengan banyaknya yang mendoakan, dapat menjauhkan Bupati Langkat dari fitnah keji, sebab Rasullulah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda, ‘Doa adalah senjata bagi kaum Mukmin’. (yas/saz)