SIDANG: Dua terdakwa perusak warnet, menjalani sidang putusan secara virtual, Senin (25/1).gusman/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tri Aldi Darmansyah (20) dan M Rifky Zhauhari (18) dihukum selama 10 bulan penjara. Dua anggota genk motor (gemot) ini, terbukti ber salah melakukan perusakan warung internet (warnet), dalam sidang virtual di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan, Senin (25/1). Dalam amar putusan majelis hakim yang diketuai M Ali Tarigan, kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 170 ayat (1) KUHPidana.
SIDANG: Dua terdakwa perusak warnet, menjalani sidang putusan secara virtual, Senin (25/1).gusman/sumut pos.
“Mengadili, menjatuhkan hukuman kepada kedua terdakwa oleh karenanya dengan pidana selama 10 bulan penjara,” ujarnya.
Menanggapi putusan dari majelis hakim, kedua terdakwa menyatakan terima. Sementara JPU Kharya Saputra menyatakan pikir-pikir. Putusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kharya Saputra dengan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan.
Diketahui, kasus bermula pada 16 Agustus 2020 sekira pukul 03.30 WIB, terdakwa Tri Aldi dan Muhammad Rifky bersama temannya melintas di Jalan Kapten Muslim Simpang Griya tepatnya di Lampu Merah.
Saat melintas, kedua terdakwa bersama rekannya berjumpa dengan anggota geng motor Simple Life, lalu anggota geng motor tersebut lari dan masuk ke Warnet Vargas Jalan Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia.
Melihat anggota geng motor tersebut masuk ke warnet Vargas, kedua terdakwa bersama rekannya langsung melakukan pelemparan batu dan pemukulan kursi dengan menggunakan balok. Akibat pelemparan batu dan pemukulan yang dilakukan kedua terdakwa bersama rekannya, menyebabkan 2 unit Monitor, 1 unit CPU, 2 buah kursi berwarna orange dan 2 buah kursi berwarna hijau rusak, sehingga saksi korban mengalami kerugian sebesar Rp7,5 juta. (man/azw)
TERSANGKA: Kedua tersangka saat diamankan di Polres Sibolga.romi/sumut pos.
SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Polisi membekuk dua pria terduga pelaku pemerasan dengan kekerasan yang kerap terjadi di objek wisata Tanggosaratus Kota Sibolga. Inisialnya, ABLN (16) dan AAP (21). Keduanya ditangkap dari tempat dan waktu berbeda.
TERSANGKA: Kedua tersangka saat diamankan di Polres Sibolga.romi/sumut pos.
Tersangka ABLN ditangkap di Jalan FL Tobing Sibolga, sekira pukul 23.00 WIB, Sabtu (16/1), dan tersangka AAP ditangkap dari rumahnya di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Huta Tongatonga, sekira pukul 16.00 WIB, Minggu (17/1).
Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi dalam keterangan resmi disampaikan Kasubbag Humas, Iptu R Sormin menjelaskan, keduanya ditangkap setelah dilaporkan Syawal Panjaitan (60), orangtua korban perampokan di Tanggosaratus.
“Ketika berada di Tanggosaratus, Syaid Rahman Panjaitan (korban) bersama temannya diancam dengan parang (golok) oleh 2 orang laki-laki. Kemudian ponsel kedua korban pun diambil,” terang Sormin, Senin (25/1).
Rupanya, kedua terduga pelaku sudah biasa melakukan aksi pengancaman dengan golok di objek wisata Tanggosaratus Sibolga. “Modusnya, keduanya duduk di satu pondok sembari menunggu calon korban. Setelah melihat ada orang yang duduk di pondok lain, mereka pun melancarkan aksinya,” kata Sormin.
Saat kejadian Sabtu sore, kedua terduga pelaku melihat ada orang duduk di pondok lain yang diduga berpacaran.
Setengah jam dipantau, ABLN menutupi wajahnya dengan baju kaos dan berjalan ke pondok. Sedangkan AAP masuk ke semak-semak.
Tiba di pondok, tersangka ABLN langsung mengacungkan golok yang dia pegang seraya mengancam korban.
“Diam kalian, kutallik (tebas) nanti kalian, serahkan barang kalian,” hardik ABLN kepada korban.
Seketika itu juga, muncul tersangka AAP dari semak-semak, dan kedua korban pun menyerahkan ponsel lengkap dengan kata sandinya.
Tak sampai di situ, tersangka ABLN memukulkan goloknya ke kepala korban seraya menyuruhnya pergi. Setelahnya, keduanya pun kabur.
Kepada polisi, ABLN mengaku telah 4 kali melakukan perbuatan tersebut bersama AAP. Sementara dengan temannya yang lain sudah 5 kali melakukannya. Barang yang diambil adalah ponsel. (mag-8/azw)
“Kita mengimbau kepada para korban yang lain segera melapor ke Polres Sibolga,” kata Sormin.
Kedua tersangka ditahan di RTP Polres Sibolga, diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan atau pemerasan dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 ayat (2) ke 2e dan atau pasal 368 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun.
PAPARKAN: Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza didampingi Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba sedang memaparkan tersangka curanmor beserta barang bukti, di Mapolsek Patumbak, Senin (25/1).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor (Reskrim Polsek) Patumbak, menembak dua orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang sering beraksi di sejumlah lokasi di Kota Medan.
PAPARKAN: Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza didampingi Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba sedang memaparkan tersangka curanmor beserta barang bukti, di Mapolsek Patumbak, Senin (25/1).
Kedua pelaku, RA alias R dan MK alias D, yang keduanya warga Medan dan ditembak di bagian kakinya karena melawan petugas saat dilakukan pengembangan, Rabu, (30/12) lalu.
Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza SIK MH didampingi Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba SH MH, dalam pemaparannya di Mapolsek Patumbak, Senin (25/1) mengatakan, kedua pelaku berhasil ditangkap setelah mengetahui dari Global Position Sistim (GPS) yang terpasang di sepeda motor milik korban Ratnawati Tarigan, warga Jalan Perjuangan Nomor 24 Dusun III, Marindal II, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang.
“Jadi, setelah melihat GPS, diketahui bahwa sepeda motor korban berada di Jalan Bilal Dalam Gang Landasan Ujung, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia,” paparnya.
Kemudian, lanjutnya, tim yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Philip Antonio Purba langsung meluncur ke lokasi GPS sepeda motor korban.
“Begitu sampai di lokasi, Tim Reskrim Polsek Patumbak melihat sepeda motor korban berada di teras rumah yang berada di Jalan Bilal Dalam Gang Landasan Ujung, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia.
“Saat rumah itu digeledah, didapati kedua tersangka sedang berada di dalam rumah. Selanjutnya, Tim mengamankan kedua tersangka,” ujarnya.
Selanjutnya, tambah Arfin,tim Reskrim membawa kedua tersangka berikut barang bukti sepeda motor Honda Scoopy plat BK 2748 AFW, kunci letter T dan tas sandang warna hijau, untuk dilakukan pengembangan kasusnya.
“Namun pada saat dilakukan pengembangan, kedua tersangka berusaha kabur dan menyerang polisi. Dengan terpaksa kita memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki kanan kedua tersangka yang akhirnya dapat kita amankan,” ungkapnya.
Untuk mengobati lukanya, sebutnya, kedua tersangka di bawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan.
Arfin menjelaskan, bahwa kedua pelaku juga beraksi di sejumlah lokasi, yakni di Kanal Marindal dengan kerugian sepeda motor KLX. Kemudian, di Jalan Garu I Medan Amplas dengan kerugian motor honda vario, di Jalan Teladan Medan, dengan kerugian Yamaha Mio Soul, di kawasan Kampung Baru dengan kerugian Yamaha Vixion dan di Tanjung Selamat dengan kerugian Yamaha Vixion.
“Atas perbuatannya, kedua tersangka dipersangkakan melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 363 ayat (2) subsidair Pasal 363 ayat (1) ke-3e juncto 4-e dari KUHPidana dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” pungkasnya. (mag-1/azw)
DAMPINGI: Lando F Sinurat (kiri) didampingi penasihat hukumnya usai menjalani sidang gugatan di PN Medan, Senin (25/1).gusman/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang anak menggugat ibu kandung digelar di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (25/1). Tak tanggung-tanggung, Lando F Sinurat menggugat ibunya, Ria Desi N Hutapea sebesar Rp12 miliar karena tak menafkahi selama 5 tahun.
DAMPINGI: Lando F Sinurat (kiri) didampingi penasihat hukumnya usai menjalani sidang gugatan di PN Medan, Senin (25/1).gusman/sumut pos.
Beragendakan bantahan penggugat atas jawaban tergugat (replik) penggugat melalui kuasa hukumnya Bukit Sitompul mengatakan, tergugat tidak etis menggunakan kata kata anak durhaka terhadap penggugat. Alasannya menurutnya, karena orangtua itu harus melakukan tanggungjawab dan kewajiban hukum.
Sehingga penggugat mendapatkan hak berupa perlindungan dari tergugat dalam hal kekerasan dan diskriminasi, memperoleh layanan kesehatan, jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik men tal dan spritual, agar mendapat hak untuk hidup, tumbuh berkembang secara wajar di keluarga dan di masyarakat.
“Setelah ayah penggugat meninggal tepatnya 29 April 2015, terjadi penggerebekan warga terhadap rumah tergugat yang mana, seorang lelaki yang diketahui memiliki istri kedapatan berduaan dengan tergugat di dalam rumah,” kata bukit dalam repliknya di hadapan Hakim Tunggal Morga Simajuntak.
Pagi harinya, lanjutnya, tergugat malah meninggalkan pengugat. Lantaran tidak ada kabar dari sang ibu hingga malam hari, akhirnya penggugat memilih tinggal di rumah kakek dan neneknya dari keluarga almarhum ayahnya.
“Sejak tragedi penggerebekan itu, tergugat kurang lebih 5 tahun telah mengabaikan tanggungjawab dan kewajibannya sebagai orangtua baik sebagai ibu yang melahirkan, maupun menggantikan posisi ayah penggugat yang telah meninggal,” ujarnya.
Dikatakan Bukit, meskipun tergugat membantah disebut mengabaikan dan menelantarkan anak-anaknya itu, tetapi, pemberian uang Rp2 juta per bulan yang dimulai 2018 hingga 2020, hal itu tidak bisa menjadi pedoman atau tolak ukur terpenuhinya hak-hak penggugat, dalam hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi sesuai harkat dan kemanuisaan baik secara fisik mental maupun spritual dan sosial di tengah masayarakat dan keluarganya sendiri.
“Kalau hanya Rp2 juta per bulan dikirimnya untuk memenuhi penggugat dan kedua adiknya hal itu tidaklah cukup, karena masih banyak kebutuhan yang notabene harus dipenuhi ibunya karena saat itu, usia penggugat sedang masa kuliah,” sebutnya.
Oleh karena itu, kata dia, dalil tergugat yang mendalilkan bahwa permohonan gugatan itu tidak beralasan dan berdasar, dengan tegas ditolak oleh penggugat. Maka atas itu, penggugat memohon kiranya majelis hakim, yang mengadili perkara itu dapat mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya.
Seusai sidang, Bukit menjelaskan kronologi bermulanya gugatan itu. Dikatakannya, Lando F Sinurat dan Lydia Br Sinurat selaku penggugat I dan II, adalah anak hasil perkawinan antara Ria Desi N Hutapea (ibu penggugat) dan Fery Donald Sinurat. Mereka menetap di Jalan Pertahanan No 44 Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas.
Namun pada 5 September 2005, Fery Donald Sinurat menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Mandala Air di Jalan Jamin Ginting, Medan. Alhasil dengan kejadian itu, membuat Ria Hutapea dan ketiganya anaknya menjadi janda dan yatim.
Setelah suaminya meninggal, Ria Sinurat membeli sebidang tanah yang di atasnya terdapat bangunan gudang dan membangunnya menjadi dua pintu rumah, dari hasil uang pensiun dan sejumlah uang dari maskapai Mandala Air. Kemudian pada 2006, Ria Sinurat menjadi tenaga honorer dan dipersiapkan diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) pada Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Informatika Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radia Kelas I, Jalan Willem Iskandar, Medan.
Singkat cerita, keharmonisan keluarga mereka mulai terganggu dengan hadirnya seorang pria yang mendekati Ria Sinurat. Bahkan kehadiran pria tersebut, telah merusak hubungan antara ibu dan anaknya. Apalagi saat berkunjung ke rumah, pria tersebut sering pulang larut malam.
Gelagat itu kemudian menimbulkan kecurigaan warga sekitar, hingga akhirnya warga melakukan penggebekan pada 26 April 2015 sekira pukul 02.00 WIB. Namun saat itu, pria yang diduga merupakan oknum Brimob ini, memanggil rekannya untuk datang ke lokasi. Atas desakan warga, pria tersebut membuat surat pernyataan dari hubungan tanpa status itu.
Esok harinya, Ria Sinurat pergi meninggalkan rumah dan ketiga anaknya. Sejak saat itu, dengan rasa malu dua anaknya memilih tinggal bersama kakek dan neneknya, yang merupakan orang tua dari almarhum ayahnya.
Sejak tragedi penggerebekan itu, Ria Sinurat kurang lebih 5 tahun mengabaikan tanggung jawab dan kewajibannya sebagai orangtua. Atas dasar inilah, kedua anaknya yang telah tumbuh dewasa yang harusnya mendapatkan biaya pendidikan dan kehidupan sehari-hari, menggugat perdata Ibunya ke pengadilan sebesar Rp12 miliar. (man/azw)
SEMATKAN SABUK: Ketua Umum PB Perguruan Karate Kala Hitam, HA Ronny Simon dan Ketua FORKI Medan, Hasrul Benny Harahap menyematkan penghargaan sabuk hitam DAN V kepada Pembina Perguruan Karate Kala Hitam, Hermansjah SE.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tanpa terasa, perjalanan Perguruan Karate Kala Hitam sudah 49 tahun. Berbagai tantangan sudah dilewati perguruan karate full contact yang semula diperuntukkan untuk kalangan wartawan di Sumut, terutama Kota Medan.
“Usia 49 tahun ini sudah matang dan dewasa bagi Perguruan Karate Kala Hitam. Untuk itu saya berharap, keberadaan Perguruan Karate Kala Hitam bisa lebih maju lagi dari saat ini,” kata Ketua Pengprov FORKI Sumut, DR H Rahmat Shah saat syukuran HUT ke 49 Perguruan Karate Kala Hitam di Dojo PB Perguruan Karate Kala Hitam, Jalan Sei Asahan Nomor 34 Medan, Minggu, (24/1).
Syukuran yang berlangsung sederhana ini dirangkai dengan penyematan dan penghargaan Sabuk Hitam kepada Pembina PB Perguruan Karate Kala Hitam, H Hermansjah SE yang juga Ketua PWI Sumut serta pelantikan Majelis Sabuk Hitam dengan Ketua Kaspian/Bro, Ketua I, Effendi Mercu dan Ketua II, Jenda Kuida.
Disusul pelantikan Pengcab Perguruan Karate Kala Hitam Sedangbedagai (Sergai) dengan Ketua Irwansyah, Sekretaris Effendi Mercu, dan Bendahara Indah Sari Pratiwi. Sedangkan Pengcab Medan, Ketua Indra P Budiman, Sekretaris A Abdi Neuman Lase, dan Bendahara M Murrah Nasution.
Pelaksanaan syukuran dilakukan memenuhi protokol kesehatan. Bertindak sebagai MC, Edwart. Sedangkan pembacaan SK PB disampaikan Sekjen PB, Aida Wahab SH SPn MKn. Hadir saat itu Ketua Pengprov Perguruan Karate Kala Hitam, Maha Ambia Lubis dan Ketua dan Humas DPD BPAN Lembaga Aliansi Indonesia Provinsi Sumut, Benny Ade Kurnia dan Ahmad Adha.
Pada kesempatan itu, mantan anggota DPD RI ini berpesan agar tetap menjaga kekompakan. Tanpa kekompakan sulit untuk maju dan akhirnya tidak efesien dan biaya tinggi. “Sekali lagi, FORKI mengucapkan selamat HUT ke 49 Perguruan Karate Kala Hitam dan berharap menoreh prestasi-prestasi kembali dan melakukan even. Kita siap mengadakan kembali Kejuaraan Karate Kala Hitam Piala Rahmat Shah. Tapi setelah usai Covid-19 ini ya,” ujarnya.
Hal serupa juga dituangkan Pembina Perguruan Karate Kala Hitam, H Hermansjah SE. Menurut dia, Perguruan Karate Kala Hitam dipersiapkan untuk menjaga diri kalangan wartawan yang waktu itu sering menghadapi tantangan, termasuk diancam bunuh. “Kita berharap wartawan-wartawan muda di Medan dan sekitarnya dapat berlatih karate untuk menjaga diri dan bukan untuk anggar jago,” kata Hermansjah seraya menambahkan, Gedung PWI Sumut juga bisa dijadikan tempat latihan Karate Kala Hitam.
Saat itu, Ketua Pengcab FORKI Medan, Hasrul Benny Harahap juga menyampaikan selamat HUT ke 49 kepada Perguruan Karate Kala Hitam. Sejatinya, FORKI Medan turut mendukung berbagai even yang akan dilaksanakan perguruan ini ke depan. “Hanya saja, saya juga sangat perlu mengetahui sejarah tentang berdirinya perguruan ini dan kenapa memilih nama Kala Hitam,” kata Benny.
Sementara Ketua Umum PB Perguruan Karate Kala Hitam, Ronny Simon memaparkan sejarah singkat perguruan karate yang didirikan tiga orang diantaranya Almarhum Simpai Winta Karna dan Ronny Simon di gedung Pendam I/BB, Jalan Listrik Medan.
“Saya siap mengantarkan buku sejarah Perguruan Karate Kala Hitam kepada FORKI Medan, termasuk foto copi yayasan perguruan yang kini sudah diperbaharui,” kata Ronny Simon usai syukuran. (rel/adz)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel bersama Gojek terus memperkuat komitmen dalam mendorong pemberdayaan UMKM di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital terdepan yang tepat guna, menyusul kerja sama kedua perusahaan yang diumumkan tahun lalu. Kini, kedua perusahaan berkolaborasi untuk mengintegrasikan layanan Telkomsel MyAds dengan GoBiz, yang merupakan superapp khusus mitra usaha Gojek.
Telkomsel dan Gojek memperkuat kolaborasi dengan mengintegrasikan layanan Telkomsel MyAds dengan GoBiz. Integrasi kedua layanan ini memungkinkan para mitra usaha Gojek untuk mengakses dan menggunakan berbagai layanan Telkomsel MyAds langsung dari Aplikasi GoBiz sehingga dapat menjangkau lebih banyak pelanggan baru dengan mengandalkan solusi iklan dari Telkomsel MyAds dalam bentuk SMS, MMS, ataupun pesan pop-up.
Integrasi antara Telkomsel MyAds dengan GoBiz akan memungkinkan para mitra usaha Gojek untuk mengakses dan menggunakan berbagai layanan dari Telkomsel MyAds langsung dari aplikasi GoBiz. Hal tersebut memberi peluang baru bagi para mitra usaha Gojek untuk memperluas pangsa pasar tepat sasaran dan mengembangkan bisnis dengan menjangkau lebih banyak pelanggan baru yang mengandalkan solusi iklan yang terarah dari Telkomsel MyAds.
Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro mengatakan, “Telkomsel merasa senang kolaborasi dengan Gojek dapat semakin erat. Kami pun semakin optimis dalam menatap penguatan kemitraan strategis ini karena melibatkan para pelaku UMKM yang menjadi aktor penting dalam mendorong pertumbuhan dan pemulihan ekonomi Indonesia, terlebih kita akan dihadapkan pada masa next normal. Oleh karena itu, sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, kami berupaya untuk membantu sektor UMKM dalam meningkatkan produktivitasnya dengan menjangkau konsumen yang lebih luas melalui layanan Telkomsel MyAds. Kami harap, kolaborasi antara MyAds dan GoBiz ini dapat membuka lebih banyak peluang dan kesempatan bagi UMKM di Tanah Air, sekaligus membantu perekonomian negara untuk kembali tumbuh secara berkelanjutan.”
Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengatakan, “Gojek terus mendukung pertumbuhan pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi, sejalan dengan program pemerintah membangkitkan UMKM Indonesia untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Hal ini kami wujudkan melalui inisiatif #MelajuBersamaGojek yang kami galakkan sejak pertengahan tahun 2020. GoBiz merupakan salah satu solusi komprehensif Gojek untuk memfasilitasi pelaku UMKM go-digital di masa pandemi. Kami percaya kolaborasi dengan Telkomsel melalui integrasi MyAds Telkomsel dan GoBiz akan membantu ratusan ribu pelaku UMKM di dalam ekosistem Gojek untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan potensi pengembangan bisnis mereka.”
Telkomsel MyAds adalah solusi bisnis yang memfasilitasi pelaku usaha dalam membuat, mengirimkan, dan memonitor kampanye iklan berbasis SMS, MMS, dan pesan pop-up secara mandiri. Telkomsel MyAds juga merupakan bagian dari Telkomsel DigiAds, solusi periklanan digital lengkap dengan tiga pilar produk utama, yaitu Messaging, Display, dan Rewards. Solusi yang ditawarkan oleh Telkomsel MyAds telah dipercaya oleh para pelaku bisnis, termasuk UMKM, di berbagai bidang usaha, mulai dari kuliner, otomotif, warung elektronik, hingga edukasi.
Adapun GoBiz merupakan super app yang diciptakan khusus bagi mitra usaha Gojek guna melengkapi solusi bisnis untuk UMKM di dalam ekosistem Gojek. Sejak tahun 2018, GoBiz telah menjadi andalan para mitra dalam memenuhi kebutuhan bisnis sehari-hari dan mendukung pengembangan usaha. Teknologi GoBiz memungkinkan para mitra UMKM untuk mengembangkan usahanya ke tahapan selanjutnya dan membantu operasional usaha sehari-hari. Mitra UMKM Gojek dapat melakukan pengaturan promosi secara mandiri untuk menarik lebih banyak pelanggan, menyediakan pilihan metode pembayaran nontunai, melakukan pencatatan pesanan dan rekap otomatis seluruh transaksi dan manajemen usaha yang didukung laporan cepat terintegrasi dengan Point of Sale (POS.)
Saat ini, GoBiz telah bekerja sama dengan ratusan ribu mitra usaha Gojek di berbagai sektor termasuk sektor kuliner, ritel, dan lainnya, dan menghubungkan mitra usaha ke jutaan pengguna aplikasi Gojek di Indonesia.
Melalui integrasi ini, para mitra usaha Gojek dapat mengakses layanan Telkomsel MyAds dari aplikasi GoBiz untuk membuat, mengirimkan, dan memonitor kampanye iklan usaha mereka. Sehingga, mereka dapat memperluas pangsa pasar dan mengembangkan bisnis dengan menjangkau lebih banyak pelanggan baru yang mengandalkan solusi iklan yang terarah dari Telkomsel MyAds.
Lebih lanjut, Telkomsel juga menyiapkan promo berkala khusus bagi para mitra usaha Gojek dalam menggunakan layanan Telkomsel MyAds. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan nilai tambah bagi mitra-mitra usaha Gojek dalam menikmati solusi periklanan digital terdepan dari Telkomsel.
Implementasi dari kolaborasi terbaru antara Telkomsel dan Gojek ini akan semakin memperkuat sinergi ekosistem keduanya. Sebelumnya, sebanyak lebih dari 20.000 mitra reseller/outlet Telkomsel telah mendapatkan akses untuk berjualan langsung di GoShop dari Gojek, sehingga memudahkan para mitra reseller/outlet Telkomsel untuk memenuhi kebutuhan dari lebih banyak pelanggan secara digital. Selain itu, Telkomsel turut mendukung produktivitas mitra pengemudi Gojek melalui Paket Swadaya dengan harga mulai dari Rp25.000 yang dapat diakses di aplikasi Gojek untuk driver, MyTelkomsel, dan UMB *168*455#.
“Kolaborasi dengan Gojek menjadi momentum yang baik bagi kami dalam mengawali 2021, karena Telkomsel sebagai leading digital telco company memaknai tahun yang baru ini dengan terus membuka lebih banyak peluang dan kesempatan melalui implementasi teknologi terkini. Ke depan, kami menatap optimis untuk menghadirkan lebih banyak upaya kolaboratif dari Telkomsel dan Gojek yang mampu menjadi solusi bagi para pelaku UMKM untuk mengakselerasikan bisnisnya, sekaligus memperkuat komitmen Telkomsel dalam mengembangkan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia lebih jauh lagi,” kata Setyanto menutup.
Parapat Simalungun, SUMUTPOS.CO – Dame Uli Sidabutar adalah salah satu pelaku UMKM binaan PT Inalum yang bergerak di bidang usaha florist dan penyediaan alat-alat pesta.
Saat new normal tiba, roda bisnisnya kembali bangkit untuk berputar, walau dengan protokol kesehatan yang ketat untuk mencoba menyelaraskan dan menyeimbangkan tuntutan ekonomi dan kesehatan.
Ia memulai bisnis sejak suaminya tutup usia saat ia sedang mengandung anak keduanya.
Sebelumnya ia merupakan seorang ibu rumah tangga yang kemudian dipaksa keadaan untuk menjadi kepala keluarga dan berjuang sendirian demi menghidupi keluarga kecilnya.
Sejak saat itu, ia mulai belajar merangkai papan bunga dalam suatu seminar dan lokakarya yang kini membawanya ke usaha floris dan teratak.
“Saya dulu ikut pelatihan tentang cara menambah penghasilan suami,” ujarnya sambil tertawa kecil.
Ia memulai usahanya hanya dari rangkaian papan bunga untuk acara suka maupun duka sebagaimana seminar dan lokakarya yang diikutinya.
Agar dikenal banyak orang, ia menambahkan merek dan narahubung di bawah papan bunganya sekaligus membagikannya di akun Facebook pribadinya. Usaha Dame semakin banyak dikenal oleh masyarakat dan seiring berjalannya waktu ia melebarkan usahanya dengan menyediakan meja dan kursi pesta. Lalu merangkap ke berbagai dekorasi tempat dan acara. Bahkan, kini ia juga menerima pesanan catering dan menyewakan aset-asetnya kepada pelaku UMKM di bidang floris dan teratak lainnya.
“Ibarat sekolah, bisnis itu butuh proses. Mulai dulu dari SD, kemudian naik tingkat ke SMP, dan begitu seterusnya. Berbisnis juga seperti itu, mulai dari satu, dari kecil, kemudian hari ke hari akan terus bertambah dan berkembang sesuai dengan kapasitas kita,” cerita Dame.
Di sisi lain, kedua anaknya merupakan inspirasi baginya. Dari merekalah ia menamai usahanya dengan nama Abang dan Adik agar menjadi motivasi dan pengingatnya untuk semangat bekerja dan mengembangkan usahanya di kala lelah dan keinginan menyerah menghampiri dirinya.
Sebelum ada program peminjaman dana usaha, Inalum pernah memberikan bantuan CSR kepada Dame berbentuk uang tunai. Uang tunai ini kemudian ia gunakan untuk membeli meja. Beberapa tahun kemudian, ia bergabung dalam Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang diselenggarakan oleh Inalum.
Melalui program tersebut, ia mendapatkan pinjaman dana sebesar Tiga Puluh Juta Rupiah yang kemudian ia gunakan untuk menambah asetnya seperti kursi dan meja beserta kainnya, bunga, serta peralatan dan perlengkapan lainnya. Sebelumnya, Dame hanya memiliki 100 buah kursi yang kemudian perlahan-lahan ia tambah hingga kini ia telah memiliki 1.200 buah kursi.
Bagaimanapun, saat ini usaha Dame tidak lepas dari pengaruh Covid-19. Usahanya mati suri selama tiga bulan karena tidak ada satu pun yang mengadakan acara akibat pandemic covid-19 yang terus meningkat dari hari ke hari.
Dalam situasi seperti ini, ia mengandalkan uang tabungan dari hasil satu-satunya mata pencaharian yang ia punya untuk bertahan di tengah pandemi. Syukurnya, kebijakan mengenai Normal Baru memberikan secercah harapan untuk usahanya. Satu per satu acara kini diadakan kembali meskipun dalam skala kecil, tentunya ke depan ia berharap agar kondisi ekonomi semakin membaik.(rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di tengah pandemi Covid-19, Grab, aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara, kembali membuka pendaftaran program pelatihan dan pendampingan ‘#TerusUsaha Akselerator Batch 2 bagi ratusan UMKM di Indonesia. Khususnya kelompok pinggiran di Sumatera Utara (Sumut).
Salah pedagang pasar tradisional di Medan binaan Grab.(ist)
Setelah sukses menggelar pelatihan perdana pada Juli 2020 lalu, Grab kini berkomitmen untuk menjangkau lebih banyak kalangan UMKM termasuk para lansia, penyandang disabilitas, serta mantan narapidana.
Sejalan dengan misi GrabForGood, Grab terus berkomitmen untuk membantu digitalisasi usaha untuk semua dengan menyediakan platform inklusif, agar siapa saja bisa menikmati manfaat dari ekonomi digital.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program digitalisasi UMKM #TerusUsaha, di mana ratusan UMKM terpilih akan mengikuti pembinaan intensif selama 2 bulan bersama para pakar, agar dapat meningkatkan kompetensi dan bisa beradaptasi dalam dunia digital.
Pendaftaran program ini akan dibuka dari tanggal 25 Januari hingga 7 Februari 2021 melalui www.grabforgood.id. Grab juga akan memberikan pelatihan bagi UMKM binaan pemerintah Sumatera Utara yang terpilih, sebagai wujud dukungan bagi program #BeliKreatifDanauToba yang akan diluncurkan pada Februari 2021.
President of Grab Indonesia menjelaskan, Ridzki Kramadibrata menjelaskan di tengah berbagai situasi yang menantang, kesempatan selalu ada bagi mereka yang mau #TerusUsaha. Karenanya, Grab terus berkomitmen untuk menyediakan platform yang inklusif guna memastikan semua orang.
“Tak terkecuali lansia, penyandang disabilitas dan mantan narapidana, bisa mandiri dalam era ekonomi digital melalui teknologi Grab,” ungkap Ridzki dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/1).
Selain teknologi, Ridzki dari platform Grab yang dapat digunakan untuk memulai usaha, program #TerusUsaha Akselerator Batch 2.”Hal ini, kami hadirkan untuk memberikan pendampingan, pelatihan, serta konsultasi bagi ratusan UMKM, guna meningkatkan kompetensi mereka, agar mereka dapat bersaing di tengah era digital,” jelas Ridzki.
Kemudian, dalam pengembangan destinasi pariwisata Danau Toba, Grab juga berkontribusi dalam program #BeliKreatifDanauToba yang akan diluncurkan Februari mendatang, di mana UMKM Sumatera Utara binaan pemerintah terpilih akan dilatih dalam program ini.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno memberikan apresiasinya kepada Grab. Bahwa program ini, jelas menjadi sebuah bentuk kolaborasi yang dihadirkan oleh Grab Indonesia dalam membantu digitalisasi UMKM, sejalan dengan program pemerintah Indonesia.
“Februari mendatang kami akan hadirkan program #BeliKreatifDanauToba yang bertujuan untuk mempromosikan UMKM dan industri kreatif di Sumatera Utara. Hal ini sejalan dengan fokus Kemenparekraf tahun ini untuk membangkitkan sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia melalui program Bangga Buatan Indonesia. UMKM binaan kami yang terpilih juga akan dilatih dalam program Grab #TerusUsaha Akselerator dan kami berharap para peserta dapat belajar, berkonsultasi dan mengembangkan bisnis mereka dengan berbagai wawasan yang akan mereka terima,” jelasnya.
Dalam program Grab #TerusUsaha Akselerator Batch 2 Grab akan menyeleksi ratusan UMKM dan memberikan rangkaian sesi pelatihan dan peningkatan keterampilan kepada UMKM terpilih. Tiap sesi akan difasilitasi oleh praktisi yang ahli dan berpengalaman di bidangnya.
Turut bergabung menjadi mentor dalam program ini adalah Prof. Soekoso selaku Pejabat Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Marko S. Hermawan selaku Kepala bidang Bisnis Internasional di Binus Internasional, Rex Marindo selaku CEO Foodizz, dan juga mentor-mentor lainnya dari praktisi pemasaran, brand dan public relations.
Program Grab #TerusUsaha Akselerator Batch 1 yang diadakan Juli 2020 lalu, telah melatih 50 UMKM terpilih dari puluhan kota di Indonesia. Program ini juga menjadi bagian dari inisiatif #TerusUsaha yang diluncurkan pada Juni 2020 lalu untuk mendigitalisasikan lebih banyak UMKM di Indonesia. Selama masa pandemi, Grab telah menyambut lebih dari 650.000 UMKM baru dan menghadirkan lebih dari 40 inisiatif dan program bagi UMKM yang bekerja sama dengan lebih dari 45 pemerintah pusat dan daerah.
Rosdiana Nainggolan, salah satu pedagang pasar tradisional di Pringgan, Medan. Wanita berusia 60 tahun ini telah melewati pasang-surut berjualan di pasar tersebut selama 30 tahun. Namun, pandemi COVID-19 telah memberi hantaman yang besar untuk usahanya hingga mengalami penurunan penjualan sebesar 70%.
Setelah anaknya menyarankan Rosdiana bergabung menjadi mitra merchant GrabMart setelah mengetahui kerjasama antara Grab PD Pasar Jaya di Provinsi Sumatera Utara, Rosdiana menolak usul anaknya tersebut karena dia merasa kurang paham menggunakannya.
“Awal berjualan online, pastinya memiliki banyak tantangan karena belum terbiasa sehingga saya menyerahkan semuanya ke anak untuk mengelola. Namun, sejak melihat pesanan yang datang melalui online tambah banyak, memotivasi saya untuk belajar sendiri mengelola pesanan di GrabMart. Sekarang saya sudah bisa terima dan layani sendiri pesanan online. Ternyata mudah pakai Grab,” jelasnya.
Sejak memanfaatkan teknologi, Bu Rosdiana juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi salah satu saudaranya yang kini membantunya berjualan. Mereka pun bisa hidup mandiri di usia tua.(gus)
Popo Mulyadi selaku pemilik Paramount Bakery di Dumai.
DUMAI, SUMUTPOS.CO- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) hadir memberikan solusi melalui energi baik gas bumi yang efisien dan dapat dirasakan langsung oleh usaha kelas kecil dan menengah di wilayah Dumai. Hal ini seiring dengan peningkatan harga bahan baku dan persaingan usaha, di mana diperlukan inovasi tersendiri termasuk dalam sektor sumber bahan bakar.
Salah satu usaha roti di Dumai, Paramount Bakery yang berdiri sejak tahun 2004. Paramount Bakery memakai gas bumi PGN sebagai bahan bakar sejak tahun 2019.
“Ekonomis, praktis, dan hemat tentunya. Dari segi keuangan pasti, apalagi produksi. Sekarang pakai gas sudah stabil mau bikin roti berapa saja jalan terus, sekuatnya,” kata Popo Mulyadi selaku pemilik Paramount Bakery.
Popo mengungkapkan, setiap bulannya ia mengeluarkan biaya sekitar tiga juta rupiah, sehingga didapatkan penghematan sekitar 60% sejak menggunakan gas bumi PGN.
Popo pun menceritakan bahwa sebelum berlangganan PGN, Ia sering kali dibuat kesulitan untuk menjaga api terus menyala untuk proses oven roti. Apabilah salah perkiraan, dipastikan roti dalam oven tidak mengembang, karena kompor mati di tengah proses oven.
Saat pertama kali didirikan, Popo mengerjakan usahanya sendiri dibantu istrinya. Kini usahanya berjalan pesat dan menyediakan bermacam jenis roti yang telah dipasarkan di wilayah Kota Dumai dan sekitarnya.
Arief Nurrachman selaku Area Head, Dumai dan Sekitarnya menyampaikan bahwa harga gas bumi untuk Pelanggan Kecil 2 (PK-2) yang meliputi UMKM, hotel, restoran/rumah makan, rumah sakit swasta, lembaga pendidikan swasta, pertokoan atau ruko dan kegiatan komersial sejenisnya sebesar Rp. 6.000/m3. Sedangkan untuk kebutuhan pelanggan Pelanggan Kecil (PK)-2, normalnya konsumsi gas bumi berkisar antara range 50 – 1.000 m3, sehingga harga jual yang ditetapkan tidak akan memberatkan para pengguna gas bumi untuk usaha bagi masyarakat.
“Semoga kedepannya, PGN dapat terus meningkatkan layanan dan pengembangan infrastruktur gas bumi agar nilai lebih gas bumi bisa semakin luas dirasakan oleh masyarakat. Khususnya bisa mendorong usaha rumahan maupun menengah, agar bisa meningkatkan roda perekonomian masyarakat Dumai,” ujar Arief.
Sebagai pionir pemanfaatan gas bumi PGN telah menyalurkan gas bumi ke berbagai sektor antara lain rumah tangga, komersial dan industri di Kota Dumai dan PGN akan terus membangun infrastruktur dan memperluas pemanfaatan gas bumi di seluruh wilayah Indonesia. Di Wilayah Dumai, PGN telah mengoperasikan jaringan pipa sepanjang 68 KM, sehingga dapat melayani lebih dari 4.900 pelanggan rumah tangga, 1 pelanggan kecil dan 8 pelanggan komersial industri yang tersebar di 3 kawasan industri.
PGN juga mengharapkan dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat agar PGN dengan peran sub holding gas dapat memperluas layanan energi baik gas bumi, energi ramah lingkungan, praktis, dan bebas subsidi bagi ketahanan energi nasional. (rel/ram)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pertanian, melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), melakukan kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap kegiatan ini bisa dimanfaatkan petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
“Kegiatan RJIT adalah bagian dari upaya kita untuk mendukung ketersediaan air. Sehingga air yang berada di saluran irigasi bisa sampai ke petakan-petakan sawah. Sehingga produksi pertanian menjadi maksimal dan produktivitas bisa meningkat,” katanya, Minggu (24/1).
Sementara Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, menegaskan jika RJIT adalah bagian dari water management.
“RJIT dilakukan bukan saja untuk membenahi saluran irigasi yang rusak. Tetapi juga memaksimalkan dan meningkatkan fungsi dari saluran irigasi yang ada. Tujuannya untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dan menambah pendapatan petani,” katanya.
Di Kabupaten Barito Timur, RJIT dilakukan di Desa Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, dan dikelola oleh P3A Sama Taka. Dengan RJIT, saluran irigasi ini mampu mengairi luas seluas 70 hektare (ha).
“Proses pembangunan RJIT dilakukan dengan 2 tahap, sesuai dengan aturan pencairan dana bantuan pemerintah. Pada termin I, telah dilaksanakan tahap pelaksanaan pekerjaan fisik konstruksi tahap awal peningkatan fisik saluran pembuatan lining saluran tersier,” jelasnya.
Diterangkan Sarwo Edhy, hingga selesai tahap I, poktan dapat menarik dana bantuan pemerintah tahap ke II untuk melanjutkan kegiatan yaitu menyelesaikan seluruh pekerjaan fisik peningkatan saluran tersier dan pembuatan lining saluran tersier sepanjang 143 meter.(*)