30 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 3789

Bangun Solidaritas Mencegah Covid-19, Sekda Buka Kegiatan Jambore Cabang Asahan

LENCANA: Sekda Asahan Drs John Hardi Nasution MSi mengalungkan tanda peserta.
LENCANA: Sekda Asahan Drs John Hardi Nasution MSi mengalungkan tanda peserta.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan, Drs. John Hardi Nasution, MSi memimpin upacara sekaligus membuka secara resmi Jambore Cabang Asahan Tersebar Tahun 2020 di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Minggu (20/12).

LENCANA: Sekda Asahan Drs John Hardi Nasution MSi mengalungkan tanda peserta.
LENCANA: Sekda Asahan Drs John Hardi Nasution MSi mengalungkan tanda peserta.

Kegiatan yang dihadiri oleh Perwakilan Kapolres Asahan, Sekretaris Majelis Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Asahan (Kadis Pendidikan) beserta pengurus, Ketua Kwarcab Asahan beserta pengurus, pramuka penggalang dan tamu undangan ini mengambil tema “Garda terdepan membangun solidaritas, loyalitas sesama dalam pencegahan covid-19”.

Bupati Asahan yang juga Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Asahan pada pidatonya yang disampaikan Sekda Asahan, Jhon Hardi Nasution, mengatakan Jamcab Asahan Tahun 2020 terselenggara dalam situasi krisis kesehatan pandemi covid-19 yang melanda dunia. Kondisi ini mengharuskan kita melaksanakan kegiatan secara regional atau di Kwartir ranting masing-masing.

“Pelaksanaan pembukaan Jamcab Asahan pun harus kita laksanakan dalam sambungan virtual meeting zoom, hal ini kita lakukan untuk menghindari kerumunan dan keramaian,”ucap Sekda Asahan.

Selanjutnya saya berharap kepada para adik-adik peserta Jamcab Asahan Tahun 2020 diseluruh Kwarran agar tetap menerapkan pola Protokol Kesehatan (Prokes) 3 M yakni : memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan selalu. Hal ini harus terus kita terapkan di era kehidupan kenormalan baru. Sehingga Asahan yang kita cintai ini tetap menjadi zona yang terbebas dari covid-19.

Selanjutnya Ketua Panitia, Drs. Sofyan, M. Pd yang juga Sekretaris Mabicab Gerakan Pramuka Asahan melaporkan bahwa gerakan merupakan satu-satunya organisasi yang diperkenankan dan ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, dengan menggunakan prinsip dasar metodik kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan perkembangan, keadaan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Beliau juga melaporkan, kegiatan Jambore Cabang Asahan (Jamcab) Tersebar tahun 2020 dilaksanakan secara serentak selama satu hari dimasing-masing Kwartir Ranting se-jajaran Kwartir Cabang Asahan pada tanggal 20 Desember 2020 yang diikuti oleh Pramuka Penggalang yakni utusan dari Gugus Depan/Pangkalan SD/MI, SMP/MTS Negeri dan Swasta yang ada di Kwartir Cabang se-jajaran Kwartir Cabang Asahan dengan jumlah peserta sebanyak 1134 orang.

Dikesempatan ini Sekda Asahan memberikan Lencana Peserta secara simbolis kepada peserta pramuka penggalang. (rel/dek)

IKGA FKG USU Gelar Penyuluhan Hidup Sehat di Tengah Covid-19

Sekretaris Departemen IKGA FKG USU, drg. Siti Salmiah.(ist).
Sekretaris Departemen IKGA FKG USU, drg. Siti Salmiah.(ist).

Pemeliharaan Kesehatan Gigi Bayi dan Balita

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perlunya pola hidup sehat sejak dini diterapkan dalam kelurga. Untuk itu, ‎Dosen Ilmu Kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar penyuluhan pemeliharaan kesehatan gigi bayi dan balita, Sabtu (19/12) kemarin.

Sekretaris Departemen IKGA FKG USU, drg. Siti Salmiah.(ist).
Sekretaris Departemen IKGA FKG USU, drg. Siti Salmiah.(ist).

Acara penyuluhan ini digelar secara online dan merupakan bentuk kerjasama Dosen IKGA FKG USU yang sekaligus anggota Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI) Pengda Sumatera Utara dan FKG Unsyiah.

‎Penyuluhan ini, dengan tema ‘Edukasi Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Balita’. Dinilai sangat penting lantaran di masa pandemi banyak orang tua yang enggan memeriksakan gigi anaknya.

Acara penyuluhan ini digelar secara online dan merupakan bentuk kerjasama Dosen IKGA FKG USU yang sekaligus anggota Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI) Pengda Sumatera Utara dan FKG Unsyiah.

Sekretaris Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak (IKGA) FKG USU, drg. Siti Salmiah, Sp.KGA menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian USU dan IDGAI kepada masyarakat. 

“Selama pandemi Covid-19, kebanyakan praktik dokter gigi maupun spesialis tutup atau membatasi waktu sesuai dengan instruksi dari organisasi profesi maupun pemerintah,” jelas Siti.

Selain itu, Siti mengatakan bukan hanya dokter gigi, pasien atau orang tua pasien juga cenderung untuk menunda bahkan  enggan datang ke praktik dokter gigi, klinik atau rumah sakit karena takut terkontaminasi atau terpapar virus Covid 19. 

Pasalnya transmisi Covid-19, ia menilai bahwa dapat terjadi akibat kontak dengan dengan droplet dan aerosol yang terjadi selama prosedur klinis di rongga mulut.

“Untuk itu dosen FKG USU, bersama IDGAI dan FKG Unsyiah menggelar pengabdian masyarakat berupa edukasi atau penyuluhan kepada orang tua tentang pemeliharaan kesehatan gigi mulut bayi dan balita di rumah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta orang tua dalam pemeliharaan gigi mulut bayi dan balita serta mewujudkan peran dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak  sebagai edukator selama pandemi Covid-19,” bebernya.

Siti yang juga Ketua Ikatan Dokter Gigi Anak Pengurus daerh Sumatera Utara mengatakan upaya edukasi atau penyuluhan secara tatap muka  langsung selama pandemi Covid-19 memang sebaiknya ditunda, namun upaya edukasi ini tetap harus diberikan, untuk itu pelaksanaan edukasi dilakukan secara secara online atau daring.

“Pada pengabdian masyarakat ini, para orang tua dan guru diberi edukasi mengenai pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada balita, masalah gigi dan mulut yang paling sering pada balita, penyebab kerusakan gigi pada balita, kapan pemeliharaan mulai dilakukan, dan bagaimana cara melakukan pemeliharaan dan bagaimana melakukan konsultasi gigi anak ke dokter gigi  dalam masa pandemic,” katanya.

Acara penyuluhan masyarakat yang diketuai oleh Dr.drg Dharli Syafriza., Sp.KGA dengan narasumber Dr. Suzanna Sungkar, drg, Sp.KGA digelar secara online dan dihadiri oleh Ketua Kolegium IDGAI Prof. Seno Pradopo drg., SU., Ph.D., Sp.KGA.

Kemudian, Ketua PP IDGAI Drg. Udijanto Tedjosasongko, Ph.D, Sp.KGA(K), Dekan FKG Unsyiah Dr, drg Cut Soraya M.PD Sp.KG, Ketua Pengwil PDGI Aceh drg Eka Darma Putra MARS dan seluruh Ketua IDGAI  dari mulai pengda DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim dan Ketua IDGAI pengda Bali. 

Sedangkan peserta pengabdian masyarakat sebagai penyuluh terdiri dari dokter Gigi Sp.KGA dan dokter gigi yang berasal Universitas Sumatera Utara, Aceh dan beberapa kota besar lainnya.(gus)‎

Umar Zunaidi Ajak IBI Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Ketua IBI Tebingtinggi Ramahyuni Lubis pada kegiatan Musda IBI.
BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Ketua IBI Tebingtinggi Ramahyuni Lubis pada kegiatan Musda IBI.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebing tinggi Umar Zunaidi Hasibuan hadiri kegiatan Musyawarah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Tebing tinggi IX di Gedung Balai Kartini, Jalan Gunung Louser, Kota Tebing tinggi, Sabtu (19/12).

BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Ketua IBI Tebingtinggi Ramahyuni Lubis pada kegiatan Musda IBI.
BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Ketua IBI Tebingtinggi Ramahyuni Lubis pada kegiatan Musda IBI.

Tampak hadir Ketua IBI Provsu, Kadis Kesehatan Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia, pengurus IBI Kota Tebingtinggi beserta para Bidan se Kota Tebingtinggi.

Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan, menjadi ketua IBI ini adalah menjadi yang bermarwah dan bermartabat. Ini terbukti dengan jumlah calon ketua sampai 8 orang. Menurutnya, menjadi Ketua IBI yang bergaji, tapi mau berpartisipasi untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.

“Saya berharap pemilihan ini bukan menjadi awal dan akhir dan pangkal keretakan dari pada Bidan di Kota Tebingtinggi.

“Gara-gara tidak terpilih atau ada yang sudah menjadi tim sukses, jangan sampai ada money politik, kalau itu terjadi hancur kita, oleh karena itu biarkan mengalir,” kata Umar.

Wali Kota Tebingtinggi, mengingatkan para bidan yang ada di Kota Tebingtingi, bahwa angka kematian ibu melahirkan dan kematian bayi yang masih cukup tinggi.

“Kita belum bisa menekannya menjadi sebuah keberhasilan dalam program pemberdayaan kehidupan masyarakat kita,”katanya.

Umar Zunaidi juga mengingatkan tantangan usia dini perkawinan anak-anak. “Apalagi dalam pandemi Covid-19 ini, hal ini tantangan bagi kita. Dari anak yang belum cukup umur, masih terlalu muda menikah, kemungkinan akan menghasilkan keturunan yang juga masih dalam keadaan kurang baik bibitnya,” ujarnya.

Kemudian lanjut Umar Zunaidi Hasibuan, anak stunting (gizi buruk) di Kota Tebingtinggi sebanyak 165 orang. Anak stunting itu lahir dari ibu yang tidak mengurus anaknya dari kandungan.

“Ini tolong menjadi perhatian para bidan. Untuk itu perlu kita memberikan penjelasan dan pengertian kepada ibu-ibu hamil pada waktu kontrol,” beber Umar.

Umar mengucapkan terima kasih bahwa selama ini IBI Tebingtinggi selama ini menjadi mitra yang cukup baik bagi pemerintah kota.

“Terimakasih atas kepengurusan IBI yang telah memberikan kontribusi dan bekerja dengan ikhlas untuk kemajuan IBI Kota Tebingtinggi,”tandasnya.

Sementara itu, Ketua IBI Kota Tebingtinggi Rahmayani Lubis dalam sambutannya melaporkan, Musyawarah Pengurus Cabang IBI Kota Tebingtinggi sesuai dengan AD/ART organisasi. Kami berharap dukungan stake holder Kota Tebingtinggi dimana nantinya bidan berperan aktif dalam mensukseskan program pembangunan khususnya dibidang kesehatan. (ian/han)

Polmed Kembangkan Usaha Industri Makanan Ringan Ibu-ibu PKK di Desa Pardamean Sibisa

PENGABDIAN: Dosen Polmed saat melakukan pengembangan usaha industri makanan ringan di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, baru-baru ini.
PENGABDIAN: Dosen Polmed saat melakukan pengembangan usaha industri makanan ringan di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, baru-baru ini.

Berikan Mesin Pengiris dan Peniris Minyak

TOBA, SUMUTPOS.CO – Dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) melakukan pengembangan usaha industri makanan ringan ibu-ibu PKK, khususnya di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba. Upaya yang dilakukan dalam rangka mengembangkan usaha dan sekaligus pengabdian kepada masyarakat pada desa binaan sebagai bagian dari tri dharma perguruan tinggi.

PENGABDIAN: Dosen Polmed saat melakukan pengembangan usaha industri makanan ringan di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, baru-baru ini.
PENGABDIAN: Dosen Polmed saat melakukan pengembangan usaha industri makanan ringan di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, baru-baru ini.

Ketua tim pengabdian, Dr Surya Dharma ST MT mengungkapkan, industri makanan ringan yang didorong pengembangan usahanya adalah pengrajin keripik ubi dan pisang. Usaha mikro tersebut saat ini telah menerima pesanan masih dalam jumlah yang kecil per harinya, namun berkeinginan untuk berkembang.

“Mereka menghadapi permasalahan dengan pengiris dan penirisan keripik ubi dan pisang yang telah selesai digoreng, karena memerlukan waktu yang relatif lama yaitu hingga 25-30 menit. Hal itu agar kandungan minyak yang terdapat dalam keripik ubi dan pisang yang telah digoreng benar-benar minimal,” ungkap Surya didampingi anggota tim pengabdian Marlya Fatira AK SE MSi, Dina Arfianti Siregar SE MSi, dan Rezha Destiadi SSn MDs, Minggu (20/12).

Surya melanjutkan, jika kandungan minyak pada dua jenis keripik tersebut cukup tinggi, maka tidak dapat bertahan lama setelah dikemas dalam plastik. Akibatnya, cepat mengeluarkan bau tengik.

“Guna mengatasi persoalan yang dihadapi, maka diperlukan alat pengiris dan peniris minyak untuk keripik yang sudah digoreng. Karena itu, tim pengabdian merancang dan membuat alat tersebut lalu kemudian memberikan kepada mereka,”sambung Surya.

Dia menjelaskan, alat yang dirancang mampu meminimalkan secara lebih optimal kandungan minyak dalam keripik ubi dan pisang. Selain itu, waktu penirisan lebih cepat sehingga dapat mendorong mereka untuk lebih meningkatkan produksinya lagi dan juga dapat menerima pesanan-pesanan yang selama ini ditolak karena permasalahan tersebut.

“Kapasitas alat pengiris yang dibuat mencaoai 50 kg/jam, sedangkan kapasitas mesin peniris minyak hingga 8 kg/proses. Artinya, alat pengiris dan peniris tersebut dapat meniriskan meminimalisir waktu sehingga lebih cepat,” terangnya.

Sementara, anggota tim pengabdian, Dina Arfianti Siregar SE MSi menuturkan, permasalahan lain yang dihadapi usaha kecil menengah tersebut yakni terkait pengemasan. Menurutnya, pengemasan yang lebih baik seperti penggunaan pengemasan vakum makanan lebih meningkatkan ketahanan keripik ubi dan pisang tersebut.

“Solusi mengatasi permasalahan pengemasan, tim pengabdianakan menyediakan dan menghibahkan alat pengemasan plastik atau mesin hand sealer agar dapat bertahan jauh lebih lama,” ujarnya.

Dina mengatakan, persoalan yang juga dihadapi industri makanan ringan tersebut adalah manajemen keuangan. Mereka perlu melakukan penentuan harga berdasarkan perhitungan komponen-komponen biaya produksi, sehingga harga juga benar-benar memberikan untung yang dapat diperkirakan. Di samping itu, mencatat transaksi penjualannya secara terpisah sebagai sebuah usaha supaya keuntungan yang diperoleh dapat dihitung dengan baik untuk perencanaan pengembangan usaha.

“Tim pengabdianakan mem berikan pelatihan dan pendampingan dalam melakukan analisis perhitungan penentuan harga serta pembuatan pembukuan sederhana,” tandas Dina. (ris/azw)

BPK RI Minta Pemkab Langkat Maksimalkan Laporan Keuangan

FOTO BERSAMA: Sekdakab Langkat, Indra Salahudin foto bersama jajaran BPK RI Perwakilan SUMUT.ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS .
FOTO BERSAMA: Sekdakab Langkat, Indra Salahudin foto bersama jajaran BPK RI Perwakilan SUMUT.ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS .

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA menerima kunjungan Ketua BPK RI Perwakilan Sumut, Eydu Oktain Panjaitan bersama rombongan, di Rumah Dinas Bupati Langkat, Stabat, Kamis (17/12).

FOTO BERSAMA: Sekdakab Langkat, Indra Salahudin foto bersama jajaran BPK RI Perwakilan SUMUT.ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS .
FOTO BERSAMA: Sekdakab Langkat, Indra Salahudin foto bersama jajaran BPK RI Perwakilan SUMUT.ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS .

Bupati Langkat didampingi Sekdakab Langkat, Dr.H. Indra Salahudin, Plt. Asisten I Pemerintahan Basrah Pardomuan, Kepala BPKAD M. Iskandarsyah dan Inspektur H. Amril.

Pada kesempatan itu, Eydu Oktain menyampaikan beberapa kesalahan administrasi di sejumlah laporan keuangan tahun anggaran 2020, dari beberapa dinas yang ada di jajaran Pemkab Langkat. Eydu berharap, agar Pemkab Langkat diwaktu yang tersisa mampu memaksimalkan perbaikan laporan keuangan dari penyerapan APBD Langkat.

Eydu juga meminta, agar Bupati Langkat segera menginstruksikan jajaran SKPD Pemkab Langkat bersungguh-sungguh dalam tertib administrasi, khususnya penyelesaian laporan keuangan dan aset, supaya kedepannya tidak menjadi masalah, sehingga Pemkab Langkat dapat terus mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada laporan keuangan TA 2020, dan menjadi contoh Kabupaten/Kota yang lainnya di Sumut.

Menanggapi hal itu, Bupati Langkat mengucapkan terimakasih kepada tim BPK RI perwakilan Sumut yang telah berkunjung sembari memberikan arahan, agar Pemkab Langkat bersih dari permasalahan administrasi keuangan. “Kami berharap, ke depan BPK terus memberikan bimbingan dan arahan dalam penyerapan APBD dalam laporan keuangan Pemkab Langkat,” harapnya.

Selanjutnya, Bupati meminta kepada Sekda meneruskannya kepada para OPD untuk bersungguh-sungguh dan disiplin dalam tertib administrasi keuangan, apa yang kurang di perbaiki dan kedepannya selalu disiplin dalam tertib administrasi. “Harapan kita, Pemkab Langkat harus dapat kembali menerima WTP dalam laporan keuangan TA 2020,” tegas Bupati. (yas/han)

Anggi Sukses Kembangkan Bisnis Kecantikan Bersama Istri Tercinta

KISARAN, SUMUTPOS.CO – Anggi Wahyu Rizki mendapatkan keberkahan dengan inovasi dan perjuangan berusaha di masa pandemi Covid-19 melanda. Bersama istri tercintanya Indah Permata Sari, Anggi sukses mengembangkan bisnis kecantikan di Jalan Budi Utomo (Perbatasan Mutiara-Siumbut Baru) Dekat Kantor Lurah Siumbut Baru Kisaran Sumatera Utara.

Ditemui wartawan baru-baru ini, Anggi bercerita bagaimana dia memulai usahanya.

“Saya memulai pada Januari 2020. Ternyata tak lama setelah membuka usaha, wabah Covid datang. Ada lock down juga yang sempat membuat usaha kami terimbas,” kata Anggi.

Usaha yang dibuka Anggi dan Istrinya Indah adalah toko yang menjual berbagai macam kosmetika dan fashion syar’i.

“Usaha kami bernama Butik dan MS Glow Mommy Aesthetic. Alhamdulillah saat ini produk kecantikan yang mendapatkan banyak minat dari pelanggan,” tambah Anggi.

Bagaimana kiatnya bisa bertahan di masa pandemi dan malah sukses memajukan usaha?

“Kami berinovasi dengan banyak fokus pada promosi online. Sekarang banyak jasa endorse di medsos dan kami gunakan itu Alhamdulillah hasilnya terlihat,” lanjut Anggi yang juga tercatat sebagai karyawan di salah satu BUMN terkenal di Sumatera Utara.

Dengan inovasi berupa pemasaran dan promosi online di media sosial, bisnis kecantikan Anggi dan istrinya pun makin eksis.

Bahkan dalam waktu dekat, Anggi dan Istrinya Indah akan membuka cabang baru di Kota Kisaran.

“Mohon doanya Insya Allah Januari 2021 kami akan buka cabang di Jalan Imam Bonjol nomor 290 A, Kelurahan Tebing Kisaran, Kecamatan Kisaran Barat. Jadi pelanggan kami yang di daerah ini akan lebih mudah mendapatkan produk MS Glow,” timpal Indah Permata Sari

“Untuk produk kecantikan yang kami tawarkan lengkap, mulai dari skin care hingga make up semua ada. Produk MS Glow yang kami tawarkan original dan tentunya berkualitas. Jangan ragu untuk main ke toko, karena ada juga fashion syar’i,” sambung Indah.

Dengan usaha yang dilakoni pasangan suami istri ini, mereka pun berhasil membuka lapangan pekerjaan. “Ya kami berharap bisa berbagi keberkahan juga dengan sesama. Walau belum bisa memperkerjakan banyak karyawan tapi setidaknya ada pegawai yang kita rekrut,” kata Anggi.

Saat ini bisnis fashion dan kecantikan yang dikelola Anggi dan Indah telah membuahkan omzet ratusan juta rupiah per bulannya.

Bagi pengguna medsos bisa melihat-lihat produk yang mereka tawarkan di akun Instagram @indahrizkipermat, @anggiwahyurizki dan @msglowkisaran.official.(rel)

Safari Jurnalistik Sosialisasi Program L2T2: Tirtanadi Leader Layanan Air Limbah Nonperpipaan

OLAH LIMBAH: Sejumlah wartawan mengabadikan proses pengolahan limbah tinja yang disedot dari mobil tangki ke bak screen pemisah di IPLT PDAM Tirtanadi, Jumat (18/12).
OLAH LIMBAH: Sejumlah wartawan mengabadikan proses pengolahan limbah tinja yang disedot dari mobil tangki ke bak screen pemisah di IPLT PDAM Tirtanadi, Jumat (18/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam upaya membantu pemerintah meminimalisir pencemaran lingkungan, dampak dari limbah domestik, sejak September 2020 lalu PDAM Tirtanadi memperkenalkan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) nonperpipaan di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan. Sejak program L2T2 ini diluncurkan, tiga bulan lalu, PDAM Tirtanadi sudah merekrut sedikitnya 7.000 pelanggan.

OLAH LIMBAH: Sejumlah wartawan mengabadikan proses pengolahan limbah tinja yang disedot dari mobil tangki ke bak screen pemisah di IPLT PDAM Tirtanadi, Jumat (18/12).
OLAH LIMBAH: Sejumlah wartawan mengabadikan proses pengolahan limbah tinja yang disedot dari mobil tangki ke bak screen pemisah di IPLT PDAM Tirtanadi, Jumat (18/12).

“PDAM Tirtanadi sebagai leadernya, program L2T2 ini juga sudah dimulai di beberapa kabupaten dan kota di Sumut, seperti Tebingtinggi, Pematangsiantar, Deliserdang, dan Sibolga,” kata Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi Sumut, Kabir Bedi dalam kegiatan Safari Jurnalistik Sosialisasi Program L2T2 bersama Forum Wartawan Tirtanadi (Forwadi) di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) PDAM Tirtanadi, Jalan Perkebunan/Purwosari, Jumat (18/12).

Lebih lanjut Kabir Bedi mengatakan, dalam menjalankan programnya, PDAM Tirtanadi tidak dapat bergerak sendiri, melainkan harus menggandeng pihak lain, termasuk para wartawan atau media massa.

“Jadi, dalam membangun PDAM Tirtanadi ini, kita harus bergerak secara bersama-sama, tidak bisa hanya PDAM Tirtanadi saja. Maka kepedulian rekan-rekan wartawan sangat kami perlukan dalam menyajikan berita yang membangun, sehingga masyarakat mengetahui kondisi yang sebenarnya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kabir Bedi juga mengungkapkan, saat ini produksi air PDAM Tirtanadi mencapai 6.850 liter per detik atau sekitar 7 kubik per detik. “Namun itu belum cukup juga memenuhi kebutuhan masyarakat, karena idealnya dengan kebutuhan masyarakat saat ini, PDAM Tirtanadi harus memproduksi air berkisar 11.000 hingga 12.000 liter per detik. Harus membangun instalasi baru untuk memenuhi produksi air, barulah kebutuhan air bersih masyarakat Kota Medan pada khususnya dapat terpenuhi,” tandasnya.

Sementara Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Sumut, Fauzan Nasution, memaparkan tentang program L2T2 yang sudah mulai aktif sejak September 2020. Dikatakannya, septik tank yang benar itu haruslah kedap dan tidak bocor. Sebab jika septik tank bocor, maka akan mencemari lingkungan. “Ketika terjadi pencemaran, tentu kesehatan akan terganggu,” ujarnya.

Menurut Fauzan, program L2T2 ini adalah program pemerintah untuk masyarakat agar tidak ada lagi pencemarana lingkungan yang dapat menyebabkan terganggunya kesehatan serta tidak ada lagi anak-anak yang stunting, maka layanan ini sangat penting dan diperlukan di Kota Medan.

PDAM Tirtanadi, sebut Fauzan, untuk limbah memiliki dua sistem yaitu perpipaan dan non perpipaan (L2T2). “Perpipaan sudah berjalan sejak tahun 1985 dengan jumlah pelanggan 20.000. Non perpipaan (L2T2) baru berjalan sejak September 2020 dan sudah bisa merekrut 7.000 pelanggan,” ujar Fauzan.

Sementara Ketua Forum Wartawan Tirtanadi (Forwadi) dalam sambutannya mengatakan, wartawan merupakan mitra strategis dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat melalui pemberitaan. “Kami wartawan yang tergabung di Forwadi semuanya sudah kompeten oleh Dewan Pers, harapan kami kepada pak Dirut untuk bersama – sama membangun Tirtanadi dan kami membantu pelayanan melalui pemberitaan,”kata Amrizal.

Tinjau IPLT

Pada kesempatan itu, wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Tirtanadi (Forwadi) melakukan peninjauan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Kacab Pemasaran Air Limbah, Lokot Parlindungan Siregar dalam peninjauan itu menjelaskan kepada para wartawan tentang pengolahan lumpur tinja. “Air limbah atau tinja yang disedot dengan mobil tangki setelah tiba di IPLT, limbah dibuang ke bak screen pemisah untuk dipisahkan limbah padat dan halusnya,” ujar Lokot Parlindungan Siregar.

Setelah itu, kata Lokot Parlindungan, limbah dikelola melalui bak equalisasi untuk distabilkan lumpurnya atau diendapkan, lalu dialirkan ke bak ticker untuk diratakan antara lumpur dan air, lalu dialihkan ke ballpress untuk memisahkan antara padatan dengan air. “Di mesin ballpress, airnya mengalir ke kolam stabiliser, dan hasil akhir airnya disalurkan ke kolam,” katanya.

Lokot lebih jauh menjelaskan, air limbah atau tinja ini benar-benar dikelola di IPLT PDAM Tirtanadi, tidak dibuang sembarangan yang dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan. (adz)

Sepekan ke Depan, Medan Masih Cuaca Ekstrem

MENDUNG: Cuaca mendung dilihat dari salah satu sudut Kota Medan. Dalam tiga hari ke depan, Kota Medan dilanda cuaca ekstrem.
MENDUNG: Cuaca mendung dilihat dari salah satu sudut Kota Medan. Dalam tiga hari ke depan, Kota Medan dilanda cuaca ekstrem.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi untuk tujuh hari ke depan, Kota Medan dan sekitarnya masih mengalami cuaca ekstrem. Hal ini dikatakan Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Defri Mandoza kepada Sumut Pos di Medan, Minggu (20/12).

MENDUNG: Cuaca mendung dilihat dari salah satu sudut Kota Medan. Dalam tiga hari ke depan, Kota Medan dilanda cuaca ekstrem.
MENDUNG: Cuaca mendung dilihat dari salah satu sudut Kota Medan. Dalam tiga hari ke depan, Kota Medan dilanda cuaca ekstrem.

“Dalam seminggu ke depan untuk wilayah Kota Medan dan sekitarnya diprakirakan berpotensi terjadinya hujan ringan hingga Lebat terutama pada siang hingga malam hari. Hujan ini dapat juga disertai petir dan angin kencang,” ujarnyan

Hal ini, jelasnya, berdasarkan analisa pola angin gradient, yang pada saat ini terdapat belokan angin di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Ini dapat menyebabkan pertumbuhan awan-awan hujan.

Oleh karena itu, lanjut Defri, BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, terutama ketika di jalan maupun yang bertempat tinggal di bantaran sungai. “Kita juga mengimbau warga agar tetap waspada dan antisipasi terhadap banjir yang kerap terjadi di Medan, saat terjadinya hujan lebat,” katanya.

Adapun, suhu udara untuk tujuh hari ke depan di Kota Medan, yakni 17.0-32.0°C. Sedangkan, kelembapan udara 60-98 persen. Dan angin berasal dari Timur Laut mengarah ke Barat Laut, dengan kecepatan 10-20 km/jam. “Dari data ini, tingkatannya masih sedang, namun tetap patut diwaspadai,” pungkasnya. (mag-1/ila)

Medan Bisa Bebas Sampah dan Banjir

SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan M.Rizki Nugraha SE saat sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No 6 Tahn 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jl Tapian Nauli, Kel Teladan Barat, Medan Kota, Minggu (20/12).
SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan M.Rizki Nugraha SE saat sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No 6 Tahn 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jl Tapian Nauli, Kel Teladan Barat, Medan Kota, Minggu (20/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan M.Rizki Nugraha SE mengatakan, sampah bisa diubah menjadi energi.

SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan M.Rizki Nugraha SE saat sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No 6 Tahn 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jl Tapian Nauli, Kel Teladan Barat, Medan Kota, Minggu (20/12).
SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan M.Rizki Nugraha SE saat sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No 6 Tahn 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jl Tapian Nauli, Kel Teladan Barat, Medan Kota, Minggu (20/12).

Hal itu dikatakannya di hadapan konstituennya saat sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No 6 Tahn 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Tapian Nauli, Kel Teladan Barat, Medan Kota, Minggu (20/12), Meski begitu, dia tetap mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan, sebab menurutnya, perlu ada kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tidak membuang sampah sembarangan.

“Kita minta kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan, sehingga lingkungan kita ini menjadi bersih, sehat, bebas dari sampah,” ujar Rizki.

Dalam sosialisasi kali ini, Anggota Dewan yang duduk di komisi IV ini menyampaikan, jika sampah dikelola dengan baik, akan dapat menjadi nilai ekonomis bagi masyarakat itu sendiri dan bisa diubah menjadi energi. Seperti di Tebing Tinggi misalnya, masyarakat disana sebut Rizki Nugraha sudah bisa memanfaatkan sampah bernilai ekonomis. “Di Medan kenapa tidak kita coba,” ungkap Rizki.

Yudi Klisa tokoh masyarakat Medan Kota meminta agar dibuatkan posko agar tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan.

“Kepling menjaga posko tersebut jika sudah berdiri. Kalau disiplin, medan akan bebas dari sampah dan bebas dari banjir,” ujarnya.

Mirawardani Manurung, salah satu warga Jl Sakti Lubis memohon agar sampah yang ada di kawasan tersebut dibersihkan, karena sudah menumpuk. “Tolong agar sampah yang ada di depan salah satu rumah kosong di kawasan sakti lunis diangkut, sebab sudah menumpuk dan menganggu pemandangan,” pintanya.

Menanggapi permintaan warga tersebut, Rizki Nugraha berjanji akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan Kota Medan.

Sebagaimana diketahui, Perda Pengeloaan Persampahan terdiri XVII BAB dan 37 Pasal yang bertujuan menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat serta menjadikan sampah sebagai sumber daya. Sedangakan tujuan sosialisasi untuk menggugah kesadaran masyarakat hidup bersih.

Dalam Perda tersebut juga diatur tentang hak dan kewajiban. Dimana setiap orang berhak mendapat pelayanan pengelolaan persampahan secara baik dan berkawasan lingkungan. Juga berhak mendapat perlindungan akibat dampak negatif dari kegiatan tempat pemprosesan akhir sampah.

Perda ini juga mengatur tentang larangan dan ketentuan pidana. Seperti Pasal 32 dengan jelas mengatur larangan yakni setiap orang atau badan dilarang membuang sampah sembarangan di kota Medan, Menyelenggarakan pengelolaan sampah tanpa seizin Walikota dan menimbun sampah atau pendauran ulang sampah yg berakibat kerusakan lingkungan.(rel/tri)

Tim Satgas Covid Seser 3 Lokasi Usaha, Temukan Tak Maksimal Jalankan Prokes

PENGAWASAN: Tim Satgas Covid-19 Dinas Pariwisata Kota Medan saat melakukan pengawasan protokol kesehatan di Panti Pijat New Surya.
PENGAWASAN: Tim Satgas Covid-19 Dinas Pariwisata Kota Medan saat melakukan pengawasan protokol kesehatan di Panti Pijat New Surya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan kembali menurunkan Tim Satgas Covid-19 Dinas Pariwisata Kota Medan bersama Satpol PP untuk melakukan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan ke sejumlah tempat usaha pariwisata di Kota Medan, Sabtu (19/12) malam hingga Minggu (20/12) dinihari.

PENGAWASAN: Tim Satgas Covid-19 Dinas Pariwisata Kota Medan saat melakukan pengawasan protokol kesehatan di Panti Pijat New Surya.
PENGAWASAN: Tim Satgas Covid-19 Dinas Pariwisata Kota Medan saat melakukan pengawasan protokol kesehatan di Panti Pijat New Surya.

Pengawasan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona jelang liburan Hari Natal dan Tahun Baru 2021.

Ada pun tempat usaha pariwisata yabg didatangi Tim Satgas Covid-19 Dinas Pariwisata dan Satpol PP serta dibantu personel Polrestabes Medan tersebut, di antaranya, E Spa, Istana Pub di Jalan Juanda, Distro Cafe Jalan Halat. Hasilnya, tempat usaha pariwisata tersebut ternyata belum maksimal melaksanakan protokol kesehatan.

Tidak hanya teguran keras, tim gabungan juga membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) agar pengusaha tempat usaha pariwisata mematuhi protokol kesehatan sesuai yang diamanahkan Peraturan Wali Kota Medan (Perwal) No. 27/2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Di Masa Pandemi Covid -19.

Sebelum turun melakukan pengawasan, tim gabungan yang juga didukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan serta Dinas Kominfo seperti biasa melaksanakan apel di halaman Kantor Dinas Pariwisata Jalan Prof H M Yamin dipimpin langsung Kadis Pariwisata Agus Suriyono. Apel turut dihadiri Kabid DDIP Dinas Pariwisata Lilik, Kasi Pamwal Satpol PP serta perwakilan Polrestabes Medan.

Dalam apel yang berlangsung jelang tengah malam tersebut, Agus menekankan, pengawasan yang dilakukan untuk memastikan apakah pengusaha tempat usaha pariwisata sudah melaksanakan protokol kesehatan seperti yang diamanahkan dalam Perwal No.27/2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Di Masa Pandemi Covid-19. Intinya, penekanan sosialisasi untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Pengawasan yang kita lakukan malam ini untuk memastikan tempat usaha pariwisata melaksanakan protokol kesehatan. Sebab, jelang libur Hari Natal dan Tahun Baru 2021 akan banyak terjadinya kerumunan di tempat-tempat umum, salah satunya tempat hiburan malam. Jadi kita ingin pastikan apakah pengelola tempat sudah menerapkan protokol kesehatan apakah belum” kata Agus

Saat melakukan pengawasan, kata Agus, hal utama yang harus dikedepankan adalah memberikan sosialisasi untuk menerapkan protokol kesehatan. “Jadi tidak ada tindakan lapangan seperti pembubaran atau penghentian kegiatan. Apalagi berdasarkan arahan Bapak Presiden RI, harus adanya keseimbangan terhadap penanganan kesehatan dan penanganan ekonomi,” tegasnya.

Selesai apel, tim gabungan di bawah koordinir Kabid DDIP Dinas Pariwisata dan Kasi Pamwal Satpol PP, langsung bergerak menuju E Spa yang berada di Jalan Juanda. Di tempat tersebut, tim melihat pengusaha telah menerapkan protokol kesehatan, baik itu penyediaan wastafel cuci tangan, hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh serta pemberian masker kepada pengunjung yang datang tanpa mengenakan masker.

Kemudian tim gabungan menyambangi Istana Pub yang lokasinya tidak jauh dari E Spa. Ternyata ada sejumlah protokol kesehatan yang tidak dijalankan pengusaha pub. Di samping tidak menyediakan wastafel cuci tangan, juga belum ada membentuk Satgas Covid-19 Mandiri serta spanduk protokol kesehatan. Atas temuan tersebut, tim gabungan pun langsung menegur keras serta membuat BAP.

Terakhir, tim gabungan mendatangi Distro Cafe yang terletak di Jalan Halat. Temuan pun sama, protokol kesehatan belum dilakukan sepenuhnya. Padahal penerapan protokol kesehatan sangat penting dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

“Kita minta kepada seluruh pengusaha tempat pariwisata agar disiplin melaksanakan protokol kesehatan, termasuk masyarakat selaku pengunjung guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kota Medan,” harap Lilik seraya menegaskan tim gabungan akan terus mendatangi seluruh tempat usaha pariwisata di Kota Medan guna memastikan telah melaksanakan protokol kesehatan atau belum. (map/ila)