32 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 3810

Hendra Dermawan Siregar Menjadi Pj Sekda Kota Pematangsiantar

pran/sumut pos DILANTIK: Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Hendra Dermawan Siregar dilantik menjadi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar, di Aula Bappeda Kota Pematangsiantar, Kamis (10/12).

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sumatera Utara (Sumut), Hendra Dermawan Siregar dilantik menjadi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar, di Aula Bappeda Kota Pematangsiantar, Kamis (10/12). Pelantikan dan pengambilan sumpah dilakukan oleh Wali Kota Pematangsiantar, Hefriansyah Noor.

DILANTIK: Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Hendra Dermawan Siregar dilantik menjadi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar, di Aula Bappeda Kota Pematangsiantar, Kamis (10/12).pran/sumut pos.

Pelantikan Hendra sebagai Pj Sekda, atas penunjukan dan keputusan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melalui Surat Keputusan Nomor 800/3099/2020 tentang Penunjukan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar untuk mengisi kekosongan jabatan Sekda selama tiga bulan ke depan. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 91 Tahun 2019 tentang Penunjukan Penjabat Sekretaris Daerah. Hendra dilantik untuk masa tugas selama tiga bulan menggantikan Pj Sekda sebelumnya yakni Basarin Yunus Tanjung.

Wali Kota Pematangsiantar, Hefriansyah Noor mengucapkan selamat datang dan selamat menjalankan tugas di Kota Pematangsiantar. Diharapkannya, semoga jabatan yang diemban Hendra saat ini membawa kebaikan dan keberkahan untuk Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar dan masyarakat.

“Semoga senantiasa amanah dalam menjalankan tugas sebagai Penjabat Sekda Pematangsiantar. Mari menjalin kerja sama dan sinergi untuk membawa perubahan yang lebih baik untuk Kota Pematangsiantar. Sekali lagi, saya ucapkan selamat bergabung, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan ikhlas,” pesannya.

Hendra Dermawan Siregar mengungkapkan, dirinya siap dan akan berusaha untuk memberikan yang terbaik selama menjadi Pj Sekda Pematangsiantar. Menurutnya, sebagai abdi negara yang sarat dengan tugas pengabdian, dirinya sudah sepatutnya siap bertugas dimanapun sesuai dengan yang diamanatkan pimpinan.

“Saya berharap kehadiran saya disini khususnya dalam rangka membantu tugas administrasi Walikota dan Wakil Walikota Pematangsiantar memberikan kontribusi dan hasil yang baik khususnya bagi masyarakat Pematangsiantar. Insya Allah saya siap mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tutur Hendra.

Hendra pun meminta doa dan dukungan kepada seluruh masyarakat dan pegawai di Lingkungan Pemko Pematangsiantar. Diharapkannya, selama bertugas disana terjalin kerja sama yang baik sehingga apa saja yang menjadi tujuan bisa terwujud.

Pelantikan yang dilakukan sesuai protokol kesehatan kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat. Pejabat Lingkungan Pemko Pematangsiantar dan sanak saudara yang hadir menyalami Hendra secara bergiliran. Kemudian, diakhiri dengan ramah-tamah dan foto bersama. Hadir pada pelantikan itu di antaranya dari unsur Forkopimda Kota Pematangsiantar, OPD Pemko Pematangsiantar, dan sejumlah pejabat Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut. (prn/han)

25 Orang Warga Terjaring Operasi Yustisi

PENEGAKAN DISIPLIN: Petugas Polsek Sipispis, TNI dan Satpol PP ketika melakukan penegakan disiplin terhadap masyarakat. sopian/sumut pos.
PENEGAKAN DISIPLIN: Petugas Polsek Sipispis, TNI dan Satpol PP ketika melakukan penegakan disiplin terhadap masyarakat. sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 25 orang yang melintas di Jalan Raya Tebingtinggi Kecamatan Sipispis tepatnya di Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Sergai tidak mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah siang hari dikenai sanksi sosial seperti hukuman push Up dan kerja sosial, Kamis (9/12).

PENEGAKAN DISIPLIN: Petugas Polsek Sipispis, TNI dan Satpol PP ketika melakukan penegakan disiplin terhadap masyarakat. sopian/sumut pos.
PENEGAKAN DISIPLIN: Petugas Polsek Sipispis, TNI dan Satpol PP ketika melakukan penegakan disiplin terhadap masyarakat. sopian/sumut pos.

Razia Operasi Yustisi dilaksanakan oleh Polsek Sipispis bekerjasama dengan Koramil Sipispis, dan petugas Sapol PP.

Untuk tindakan sanksi sosial sebanyak 25 orang, sedangkan teguran tertulis sebanyak 30 orang. Sesudah menjalani sanksi sosial, mereka diberikan masker geratis dan harus segera pulang kerumah.

“Pelaksanaan Operasi Yustisi akan tetap dilaksanakan, karena dengan operasi yustisi yang dilaksanakan akan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelas Kapolsek Sipispis, AKP Saipullah.

Ditambahkan AKP Saipullah, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan dalam penangan Covid-19, terus mematuhu 3 M, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Sedangkan untuk pelanggar prokol kesehatan bagi perempuan tidak diterapkan sanksi sosial, mereka hanya didata secara tertulis dan tidak melanggar prokes dilain hari, bagi anak remaja khususnya anak laki laki, mereka yang melanggar dikenai sanksi dengan hukuman push up Dan kerja sosial seperti nengutip sampah. (ian/han)

Cory-Theo Unggul di Karo

KARO, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karo Gemar Tarigan menegaskan, hasil resmi penghitungan suara pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karo dilakukan dengan cara rekapitulasi berjenjang.

Hasil tersebut merupakan hasil resmi yang akan diumumkan oleh KPU Karo. Karena itu, dia meminta para calon untuk bersabar. Seperti diketahui, rekapitulasi perhitungan suara di tingkat PPK dilaksanakan pada tanggal 11 dan 12 Desember 2020 dan rekapitulasi perhitungan suara di tingkat Kabupaten dilaksanakan pada tanggal 13/14 Desember 2020.

Sementara itu, pantauan kru koran ini di laman situs KPU, hingga Kamis (10/12) malam, penghitungan suara yang dilakukan telah mencapai 35,81 persen. Penghitungan baru selesai di 332 dari total 927 TPS.

Hasil sementara, pasangan nomor urut 1 Josua-Saberina memperoleh angka 28,7 persen. Pasangan nomor urut 2 Cuaca-Agen 12,1 persen, nomor urut 3 Iwan-Budianto 27,8 persen, nomor urut 4 Yus-Paulus kosong. Sementara pasangan nomor urut 5 Cory-Theo 29,7 persen.

Sementara itu, hasil perhitungan cepat yang dilakukan pihak internal, tim Cory-Theo keluar sebagai pemenang dengan perolehan perolehan 32,25 persen. Menanggapi hasil ini, Cory mengaku dirinya bersama Theo sangat bersyukur

“Yang pertama tentunya kami bersyukur kepada Tuhan, karena kita lihat dalam penghitungan dari tim, kita unggul,” ujarnya, Rabu (9/12) malam. Meski demikian, Cory dia dan timnya tetap akan menunggu keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Karo.

Dia juga tak lupa untuk mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga, tim pemenangan, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungannya. Cory-Theo juga berterimakasih pada warga Karo.

Selain itu, Cory juga mengajak semua Paslon lain sama-sama ikut memajukan Kabupaten Karo. “Siapa saja yang ikut dalam kontestasi ini, tentunya dia cinta Tanah Karo. Untuk itu, kami mengajak kepada seluruh Paslon dan tim tetap berhati dingin dan menerima apapun hasilnya,” tandasnya. (deo/han)

Langkat Raih TPKAD Award 2020 Tingkat Nasional

PENGHARGAAN: Bupati Langkat, Terbit Rencana PA mengikuti penyerahan penghargaan TPKAD AWARD 2020 yang digelar secara virtual didampingi Para Pejabat Teras di Jajaran Pemkab Langkat.ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
PENGHARGAAN: Bupati Langkat, Terbit Rencana PA mengikuti penyerahan penghargaan TPKAD AWARD 2020 yang digelar secara virtual didampingi Para Pejabat Teras di Jajaran Pemkab Langkat.ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat berhasil meraih penghargaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award Tahun 2020 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan kategori penyediaan akses keuangan terbaik tingkat nasional.

PENGHARGAAN: Bupati Langkat, Terbit Rencana PA mengikuti penyerahan penghargaan TPKAD AWARD 2020 yang digelar secara virtual didampingi Para Pejabat Teras di Jajaran Pemkab Langkat.ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
PENGHARGAAN: Bupati Langkat, Terbit Rencana PA mengikuti penyerahan penghargaan TPKAD AWARD 2020 yang digelar secara virtual didampingi Para Pejabat Teras di Jajaran Pemkab Langkat.ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.

Penghargaan itu disampaikan oleh Ketua OJK Pusat, Prof. Wimboh Santoso pada acara Rakornas TPKAD Award tahun 2020 yang digelar secara virtual dari Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (10/12)

Bupati Langkat, Terbit Rencana PA yang menerima penghargaan secara virtual dari Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, mengucapkan terimakasih atas penghargaan yang diberikan, sebagai satu – satunya kabupaten di Sumatera Utara menerima TPAKD Award 2020.

Terbit Rencana PA menyakini, penghargaan tersebut akan menjadi motivasi untuk lebih meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan Langkat, sesuai visi misi. “Allhamdulilah, dari 6 kabupaten/kota se-Indonesia penerima penghargaan TPAKD Award, Langkat menjadi salah satunya perwakilan di Sumut,”sebut Bupati.

Sementara itu, pada Rakornas TPKAD Award Tahun 2020 yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo di istana negara didampingi sejumlah menteri yakni Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, menyampaikan selamat kepada 6 Kabupaten/Kota penerima Award dan mengapresiasi TPKAD di Provinsi dan Kabupaten/Kota yang telah ikut serta.

Presiden mengajak para Kepala daerah, melakukan beberapa hal meningkatkan kemajuan untuk daerah. Yakni, penguatan infrastruktur yang agresif, peningkatan di bidang pertanian dan kelauatan

Sementara, Kepala OJK Pusat, menerangkan ada 33 Provinsi dan 91 Kabupaten/Kota yang masuk dalam nominasi TPKAD Award 2020. Sedangkan Provinsi penerima Award hanya empat, yaitu Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jambi dan Sumatera Utara. Untuk Kabupaten/Kota ada enam, yakni Kota Malang, Kabupaten Kabumen, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Langkat. Selebihnya adalah pendatang baru, yakni Kabupaten Selayar dan Purba Lingga.

“Penerima penghargaan tersesut adalah dari masing – masing kategori yang berbeda,sembari menjelaskan, keberadaan TPKAD sangat penting dalam kemajuan daerah, sebab dapat mendorong peningkatan pendapatan daerah, sehingga meningakatkan ekonomi, terlebih pada masa new normal akibat Covid-19. Karena itu, TPKAD memiliki fungsi penting untuk keuangan yang kondusif di daerah,”ungkapnya.

Ikut serta mendampingi Bupati Langkat mengikuti Rakornas TPKAD Award tahun 2020 secara virtual ini, antara lain , Sekdakab Langkat Dr.H Indra Salahudin, Asisten II Ekbang H.Hermansyah, Kadis Kominfo H.Syahmadi, kepala BPKAD M.Iskandarsyah, Kabag Perekonomian dan SDA Nuryansyah Putra, Kabag PKP Mahardhika Sastra Nasution serta Staf Khusus Bupati M.Sahrul. (yas/han)

Petani Karo Butuh Penyuluhan Pertanian Secara Intens

PENYULUHAN: Kadis Pertanian dan Peternakan Karo Ir. Metehsa Karo-karo melaksanakan penyuluhan kepada petani.solideo/sumut pos.
PENYULUHAN: Kadis Pertanian dan Peternakan Karo Ir. Metehsa Karo-karo melaksanakan penyuluhan kepada petani.solideo/sumut pos.

KARO, SUMUTPOS.CO – Petani di Kabupten Karo masih membutuhkan pembenahan dan penyuluhan secara intens. Karena sampai hari ini, petani di belum mampu menciptakan bibit unggul sendiri. Mereka masih bergantung pada bibit dari Pulau Jawa, terutama tanaman jagung dan kentang dan bibit lainnya.

PENYULUHAN: Kadis Pertanian dan Peternakan Karo Ir. Metehsa Karo-karo melaksanakan penyuluhan kepada petani.solideo/sumut pos.
PENYULUHAN: Kadis Pertanian dan Peternakan Karo Ir. Metehsa Karo-karo melaksanakan penyuluhan kepada petani.solideo/sumut pos.

Hal ini diakui Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo, Ir. Metehsa Karo-karo, belum lama ini. Selain masalah bibit, petani juga belum terampil baik dalam pengolahan tanah, pemupukan dan pemanfaatan kompos secara tepat waktu dan sasaran.

Alhasil, petani kerap merugi dalam bercocok tanam. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang gagal panen. Kondisi ini diperparah lagi oleh ketidakstabilan harga. Untuk mengatasi persoalan ini, Metehsa mengaku pihaknya akan terus menggiatkan penyuluhan-penyuluhan.

Selain penyuluhan, Dinas Pertanian juga melakukan praktek langsung. “Kalau kita tidak praktekkan di lapangan, petani tidak akan percaya,” katanya. Lanjut mantan Kadis Perikanan Kabupaten Karo itu, agar sistem pertanian tak monoton, saat ini pihaknya tengah mengembangkan tanaman kentang dengan sistem mulsa.

Bila eksperimen ini berhasil, akan dirujuk menjadi bahan pertimbangan teknologi tanaman kentang yang akan ditrasformasikan kepada petani kentang di Karo saat musim Pandemi Covid-19. Pasalnya, bercocok tanam kentang saat cuaca ekstrem, biasanya dihindari petani dengan cara menahan bibit kentang untuk diaplikasikan pada pertanaman.

Tentunya perlakukan seperti ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Namun melalui teknologi ini, bibit kentang yang sudah siap tanam, dapat langsung ditanam tanpa menunda waktu di musim hujan. Bercocok tanam kentang di musim penghujan, biasanya bakal mendapat tantangan besar dari serangan pengganggu tanaman.

Secara teknis, pertanaman kentang di musim penghujan yang dilakukan petani konvensional, bakal menuai serangan cendawan maupun jamur pada tanaman kentang, sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman terganggu dan tentunya produksi rendah.

Melalui eksperimen ini nantinya diharapkan dapat berhasil, baik hasil produksi, jumlah mata tanam maupun pengendalian serangan hama. Eksperimen ini murni dari modal sendiri, namun hasilnya nanti bisa dijadikan rujukan untuk disosialisasikan bagi petani kentang di Kabupaten Karo. Metehsa berkeyakinan, tanaman kentang itu akan berhasil dipanen dengan hasil produksi satu kilogram per batang.

Aplikasi pertanaman kentang dengan media mulsa, sangat berbeda dengan pertanian konvensional yang digeluti petani kentang pada umumnya. Memakai mulsa, jumlah mata tanam dalam luasan satu hektar lebih banyak dibanding pertanaman kentang konvensional.

Dalam bercocok tanam kentang memakai mulsa, modal awal cukup besar. Termasuk tenaga kerja, penggunaan pupuk kompos dan pupuk kimia yang diaplikasikan sekaligus. Ketika tanaman kentang sudah mulai tumbuh dan berkembang, biasanya serangan jamur phytopthora cukup gesit. Tetapi menggunakan mulsa, serangan itu dapat diminimalisir, karena spora phytopthora berasal dari tanah.

Ketika terjadi hujan, pantulan hujan ke tanah akan mengenai daun kentang bagian bawah, tetapi ketika telah menggunakan mulsa, maka media pembawa phytophthora ke daun kentang terhalang mulsa, sehingga penyakit yang ada pada tanah ini tidak naik ke daun.

Bagi tanaman kentang kelembaban harus dijaga agar tetap stabil, jika gunakan mulsa kelembaban normal. Selain kentang, tanaman jagung juga menjadi unggulan di Karo. Khusus jagung, Kabupaten Karo menjadi penghasil terbesar di Sumut, mencapai 53 persen. “Karena itu sangat sayang, jika keunggulan ini tidak kita manfaatkan secara baik,” tandasnya. Agar petani tak merugi, pihaknya terus melobi pemerintah pusat untuk ciptakan pasar-pasar baru. (deo)

Hasil Suara Pilkada Binjai: Pasangan Juliadi-Amir Klaim Menang Telak

PASLON: Calon Wali Kota Binjai Berjamaah mengklaim meraih suara terbanyak pada pilkada Kota Binjai, Rabu (9/12). istimewa/sumu tpos.
PASLON: Calon Wali Kota Binjai Berjamaah mengklaim meraih suara terbanyak pada pilkada Kota Binjai, Rabu (9/12). istimewa/sumu tpos.

BINJAI, SUMUTPOS.Co – Pasangan Berjamaah Calon Wali Kota Binjai H Juliadi dan calon Wakil Wali Kota Haji Amir Hamzah mengklaim unggul di Pilkada Kota Binjai , Rabu ( 9/12).

PASLON: Calon Wali Kota Binjai Berjamaah mengklaim meraih suara terbanyak pada pilkada Kota Binjai, Rabu (9/12). istimewa/sumu tpos.
PASLON: Calon Wali Kota Binjai Berjamaah mengklaim meraih suara terbanyak pada pilkada Kota Binjai, Rabu (9/12). istimewa/sumu tpos.

Menurut Ketua tim pemenangannya, H Zainuddin Purba di posko pemenangan Binjai Kita  di Jalan Samanhudi  Binjai, sesuai hasil laporan dari saksi, Juliadi dan Amir Hamzah dengan nomor urut 3 unggul di lima kecamatan.” Bahkan kita unggul di 37 kelurahan. Jadi wajar, pendukung Amir dan Juliadi melepaskan kegembiraan setelah bekerja keras,” ujarnya.

Sedangkan hasil real count partai Golkar sampai pukul 18.00 WIB, sudah terdatat hasil perhitungan suara dari 350 Tempat Pemungutan Suara( TPS) dari 475 TPS di kota Binjai.

Hasilnya untuk Pasangan Nomor 1 Rahmat Sori Alam-Usman Jafar memperoleh 19.948 suara. Pasangan nomor 2 Lisa Andriani-Sapta Bangun meraih 44.252 suara dan pasangan nomor 3 Juliadi-Amir Hamzah mendapatkan 66.738 suara. Maka pasangan Juliadi /Amir Hamzah menang telak.

Juliadi dan Amir Hamzah merupakan bintang baru kota Binjai berharap semua pendukungnya tetap menjaga ketertiban dan protokol kesehatan. “ Kita tunggu pengumuman resmi KPU Binjai yang saat ini sedang bekerja keras menyelesaian rekapitulasi suara,” ujar Juliadi.

Begitupun, Zainuddin Purba dan Ketua PD Binjai HM Sajali,Ketua PPP Irhamsyah Putra Pohan menegaskan, sesuai laporan saksi paslon dari pasangan Juliadi-Amir Hamzah yang disebut Berjamaah, hampir semua kelurahan dimenangkan pasangan Juliadi dan Amir Hamzah.

Ketua Tim Pemenangan Zainuddin Purba menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kota Binjai yang sudah ikut serta dalam mensukseskan pilkada. “Mari kita jaga persatuan dan kesatuan, hasil pilkada sudah menentukan siapa yang dimaui rakyat menjadi pemimpin dan harus bisa diterima dengan lapangan dada,” tegasnya.

Menurut Juliadi, doa ulama merupakan satu kunci semangat dan keberhasilannya dengan Amir Hamzah. “Begitu juga kerja keras tim relawan, pendukung dan tim sukses yang bekerja siang malam tanpa lelah,” pungkas Juliadi. (rel/ila/azw)

PDIP Sumut Curiga Ada Money Politics hingga Rp100 M, Turunkan Tim Investigasi ke Samosir dan Karo

KETeRANGAN: Ketua DPD PDIP Sumut Djarot Saiful Hidayat memberi keterangan kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
KETeRANGAN: Ketua DPD PDIP Sumut Djarot Saiful Hidayat memberi keterangan kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumut menurunkan tim untuk melakukan investigasi ke Kabupaten Samosir dan Karo yang menggelar Pilkada Serentak 2020. Investigasi dilakukan terkait dugaan money politics di dua kabupaten tersebut. Bahkan, di Samosir diduga politik uang mencapai total hingga Rp100 miliar.

KETeRANGAN: Ketua DPD PDIP Sumut Djarot Saiful Hidayat memberi keterangan kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
KETeRANGAN: Ketua DPD PDIP Sumut Djarot Saiful Hidayat memberi keterangan kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Ketua DPD PDIP Sumut Djarot Saiful Hidayat menyatakan, tim yang diturunkan juga termasuk dari Jakarta, yang berkoordinasi dengan Badan Bantuan Hukum Advokasi Rakyat, untuk melakukan investigasi dugaan money politics secara masif. “Tim tersebut turun pada dua kabupaten yaitu Samosir dan Karo, karena menurut informasi dari masyarakat adanya dugaan melakukan praktik money politic secara masif dan luar biasa,” kata Djarot di kantor DPD PDIP Sumut Jalan Jamin Ginting, Medan, Kamis (10/12).

Djarot mengaku, dugaan money politics itu menurutnya hampir tidak masuk akal karena di Samosir hanya ada 9 kecamatan. Selain itu, jumlah pemilihnya sekitar 200 ribu orang. “Mengeluarkan uang sampai segitu niatnya apa? Bagaimana kita bisa membangun suatu daerah apabila pengeluaran biaya untuk itu mencapai nilai yang fantastis? Dugaan tersebut saya dapatkan ketika turun ke Samosir (beberapa waktu lalu),” ujarnya.

Ia menyebutkan, dugaan money politics sampai mengeluarkan hingga Rp100 miliar tentunya tersistematis dan diduga melibatkan penyelenggara Pemilu. “Kita tidak ini praktik kotor tersebut akan ditetap diteruskan,” ucap Djarot.

Dia mengatakan, selain di Samosir, dugaan politik kotor tersebut juga disinyalir terjadi di Karo.

“Kita sudah sampaikan di sana untuk stop money politic. Ada beberapa pihak yang bilang ke saya, enggak bisa menang tanpa money politic. Lantas, saya jawab tidak bisa dan kita harus betul-betul memutus mata rantai politik uang ini. Hal itu supaya calon kita yang menang tidak punya beban. Tidak tersandra dengan pengeluaran yang besar, sehingga benar-benar berkomitmen untuk membangun Kabupaten Karo,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Dicontohkan Djarot, ada 3 kecamatan misalnya di Karo dengan tingkat partisipasi pemilihnya sekitar 50 sekian persen. Namun, anehnya paslon yang meraih suara sampai sekitar 70 persen partisipasi pemilih. Artinya, jumlah suara yang diperoleh melebihi dari partisipasi pemilih. “Jadi dari data salinan C1-KWK yang masuk ke kami, di kecamatan cuma 50 persen partisipasi pemilihnya. Tetapi, setelah penghitungan suara ternyata perolehan suaranya mencapai 70 persen. Hal ini berarti ada dugaan penggelembungan suara,” ungkap dia.

Ia melanjutkan, hal ini tentunya pendidikan politik demokrasi yang tidak sehat. Maka dari itu, harus diakhiri supaya demokrasi di negeri ini semakin dewasa dan sehat. Dengan begitu, otomatis melahirkan pemimpin-pemimpin yang semakin baik dan melayani rakyat sepenuh hati. Bukan karena gengsi, ego, tapi karena tuntutan sebagai pelayan rakyat. “Pengeluaran atau biaya politik itu pasti. Akan tetapi, kalau bagi-bagi uang misalnya Rp200 ribu per orang maka jelas tidak sehat,” tegasnya.

Oleh sebab itu, sambung Djarot, pihaknya menurunkan tim guna mengumpulkan bukti-bukti. Kemudian, akan melakukan upaya hukum kepada KPU, Bawaslu, DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) hingga Mahkamah Konstitusi. “Makanya, kita melakukan upaya-upaya hukum dengan menurunkan tim ke Samosir dan Karo untuk melakukan investigasi. Hasilnya seperti apa, kita masih menunggu dari tim tersebut,” pungkasnya. (ris/azw)

2021, Cukai Rokok Naik 12,5 Persen

ROKOK: Buruh wanita saat beraktivitas di salah satu pabrik rokok. Pemerintah menaikkan cukai rokok 12,5 persen untuk tahun depan.
ROKOK: Buruh wanita saat beraktivitas di salah satu pabrik rokok. Pemerintah menaikkan cukai rokok 12,5 persen untuk tahun depan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah resmi menetapkan kebijakan baru terkait cukai hasil tembakau atau cukai rokkok pada tahun 2021 mendatang. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, tarif cukai rokok tahun depan bakal naik sebesar 12,5 persen. “Kita akan menaikkan cukai rokok dalam hal ini sebesar 12,5 persen,” ujar Sri Mulyani dalam keterangan pers secara virtual, Kamis (10/12).

ROKOK: Buruh wanita saat beraktivitas di salah satu pabrik rokok. Pemerintah menaikkan cukai rokok 12,5 persen untuk tahun depan.
ROKOK: Buruh wanita saat beraktivitas di salah satu pabrik rokok. Pemerintah menaikkan cukai rokok 12,5 persen untuk tahun depan.

Untuk diektahui, pembahasan kebijakan terkait cukai hasil tembakau tahun ini cukup alot. Pengumuman kenaikan tarif cukai yang biasanya dilakukan di akhir Oktober pun molor hingga awal Desember ini.

Sri Mulyani mengatakan, hal itu terjadi lantaran kebijakan tersebut digodok dalam suasana pandemi COvid-19. Sehingga, pemerintah perlu untuk menyeimbangkan aspek unsur kesehatan dengan sisi perekonomian, yakni kelompok terdampak pandemi seperti pekerja dan petani.

“Sehingga dalam hal ini kita mencoba menyeimbangkan aspek unsur kesehatan di saat yang sama mempertimbangkan kondisi perekonomian umum, yang terdampak Covid-19 terutama kelompok pekerja dan petani,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani pun menjelaskan, untuk kelompok industri sigaret kretek tangan tidak mengalami kenaikan tarif cukai. Hal itu terjadi lantaran industri tersebut termasuk industri padat karya yang mempekerjakan 158.552 buruh. “Artinya kenaikannya 0 persen untuk sigaret kretek tangan yang memiliki unsur tenaga kerja terbesar,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga mengingatkan, untuk mewaspadai peredaran rokok ilegal yang berisiko meningkat akibat kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok. Bendahara Negara itu pun meminta agar Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) meningkatkan tindakan preventif dan represif untuk menindak peredaran rokok ilegal di dalam negeri.

“Saya akan tetap meminta teman jajaran DJBC dengan kenaikan CHT ini tetap meningkatkan kewaspadaannya. Tetap dilakukan tindakan preventif dan represif seperti yang sudah selama ini dilihat. Ini merupakan aspek penting agar kebijakan kenaikan CHT tidak dilemahkan dengan rokok ilegal yang tidak bayar cukai,” jelas dia.

Sri Mulyani mengatakan, terdapat dilema dalam perumusan kebijakan kenaikan tarif cukai rokok. Pasalnya, tarif cukai rokok perlu naik untuk menekan prevalensi merokok. Namun di sisi lain, ketika cukai rokok naik, celah untuk produsen rokok ilegal kian lebar.

Hal itu terlihat dari survei rokok ilegal terakhir yang dilakukan tahun 2020 ini. Jumlah rokok ilegal yang beredar mencapai 4,86 persen, meningkat dari tahun 2019 yang sebesar 3 persen. “Ini menggambarkan, ketika kami naikkan CHT cukup tinggi, maka kenaikan rokok ilegal juga meningkat,” ujar Sri Mulyani.

Untuk diketahui, pada tahun 2021 mendatang pemerintah menaikkan tarif cukai rokok sebesar 12,5 persen. Dengan kenaikan tarif tersebut, pemerintah menargekan penerimaan sebesar Rp173,78 triliun.

Sri Mulyani menjelaskan, tahun ini DJBC berhasil melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal sebanyak 8.155 kali. “Dari tindakan yang dilakukan oleh jajaran DJBC kerjasama dengan pihak-pihak aparat penegak hukum dan lain yang terkait, kita bisa selamatkan Rp 339 miliar rupiah utk tahun 2020. Pada tahun sebelumnya, Rp247 miliar bisa diselamatkan. Sebelumnya lagi 2018 diselamatkan Rp225 miliar. Ini angka yang sangat signifikan,” ujar dia. (kps/ila)

Dandim 0201/BS Dampingi Pangdam dan Kapolda Pimpin Patroli Skala besar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komandan Kodim 0201/BS, Letkol Inf Agus Setiandar, SIP, MH, turut mendampingi Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hassanudin, SIP, MM, dan Kapoldasu, Irjen Pol Martuani Sormin dalam memimpin patroli gabungan skala besar TNI-Polri dan Pemko Medan untuk pengamanan Pilkada 2020 di ibukota Provinsi Sumut itu, Selasa (8/12).

Komandan Kodim 0201/BS, Letkol Inf Agus Setiandar, SIP, MH, turut mendampingi Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hassanudin, SIP, MM, dan Kapoldasu, Irjen Pol Martuani Sormin saat memimpin patroli gabungan skala besar TNI-Polri dan Pemko Medan untuk pengamanan Pilkada 2020 di ibukota Provinsi Sumut itu, Selasa (8/12).Triadi Wibowo/Sumut Pos.

Patroli yang dimulai dari Lapangan Benteng, Jln Pengadilan Medan itu juga diikuti Danlantamal I Belawan, Brigjen TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso, Pangkosekhanudnas III Medan, Marsma TNI Erson SB Sinaga, Kasdam I/BB, Brigjen TNI Didied Pramudito, Wakapoldasu, Brigjen Pol Dadang Hartanto, Danlanud Soewondo, Kolonel Pnb JH Ginting, Danwing 3 Paskhas, Kolonel Pas Deni Ramdani, Dandim 0201/BS Medan, Letkol Inf Agus Setiandar, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, Danyonmarhanlan I Belawan, Letkol Mar Farick, dan para PJU dari Kodam I/BB, Poldasu, Lantamal I, Kosekhanudnas III, serta pejabat terkait Pemko Medan.

Kapoldasu dalam arahannya menegaskan, Patroli Gabungan TNI-Polri dan Pemko Medan ini untuk memberikan rasa aman dan menciptakan kondusifitas di wilayah ibukota Provinsi Sumatera utara.
“Patroli gabungan skala besar ini serentak dilakukan di 23 kabupaten dan kota di Sumut yang menggelar Pilkada Serentak 2020. Selain itu, patroli ini juga sebagai wahana untuk mengimbau warga menggunakan hak politiknya dalam memilih calon kepala daerah,” jelasnya.

Untuk pengamanan, Poldasu menurunkan sebanyak 12.000 personel dengan dibantu Prajurit TNI sebanyak 6.500 personel.

“Personel pengamanan Pilkada serentak 2020 di 23 Kabupaten/Kota Sumut ini sudah digeser ke lokasi TPS hingga lokasi paling jauh di Kepulauan Nias,” terang Kapoldasu.

Irjen Pol Martuani Sormin berharap, pelaksanaan Pilkada 2020 di wilayah Sumut berlangsung, aman, lancar dan kondusif, serta tidak terpengaruh situasi politik di Jakarta.

“Mudah-mudahan suasana di Jakarta tidak berimbas ke Sumut. Karenanya, personel TNI-Polri di wilayah Sumut siap mengamankan Pilkada. Siapapun yang menghalangi akan ditindak tegas. Tidak boleh ada pihak manapun yang menghalangi hak politik setiap warga,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hassanudin, SIP, MM. Ditegaskannya, TNI dari tiga Matra di jajaran Kodam I/BB siap mendukung operasi pengamanan Pilkada serentak 2020 di wilayah Sumut.

“Melalui patroli ini, kami memberi keyakinkan agar masyarakat tetap menggunakan hak pilihnya dan tetap laksanakan Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19,” jelas Pangdam.

Kepada seluruh personel pengamanan Pilkada, Pangdam meminta untuk melaksanakan tugas pokoknya sesuai dengan Tupoksi masing-masing.

“Mari kita jadikan tugas ini sebagai amal ibadah, dan tetap bersinergi serta berkoordinasi agar pelaksanaan tugas berjalan lancar dan tanpa kendala,” ucapnya.

Pangdam juga menjelaskan, patroli gabungan skala besar ini juga untuk mencegah timbulnya kerawanan konflik sosial di masyarakat yang dikhawatirkan akan merusak integrasi bangsa.

“Hal ini yang harus kita waspadai dan jangan sampai terjadi di wilayah Sumut, khususnya Kota Medan dan sekitarnya,” pungkas Pangdam.

Patroli gabungan skala besar TNI-Polri dan Pemko Medan ini terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari Pangdam I/BB, Kapoldasu, Danlantamal I, Pangkosekhanudnas III, Lanud Soewondo, Wing 3 Paskhas, Dandim 0201/BS, Yonmarhanlan I, dan para PJU TNI-Polri.

Kelompok kedua terdiri dari personel Babinsa dari Koramil jajaran Kodim 0201/BS, Bhabinkamtibmas dari Polsek jajaran Polrestabes Medan, dan Satpol PP jajaran Pemko Medan.(rel)

Bondan Pimpin PAC PP Patumbak

PATUMBAK, SUMUTPOS.CO – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila se-Kecamatan Patumbak, Adakan Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) Periode 2020–2023 di Aula Kantor Camat, Jalan Pertahanan, Desa Sigara gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Kamis (10/12).

Sambut: ketua PAC patumbak terpilih Bondan Menyambut ketua mpc deliserdang, Dedy,SH.

Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) dihadiri 8 Ranting se-Kecamatan Patumbak. Pada RPP, Ketua MPC Kabupaten Deliserdang Dedy SH menyerahkan bendera pataka kepada Ketua PAC Pemuda Pancasila, Kecamatan Patumbak terpilih, Ganda Saputra yang akrab disapa Bondan.

“Terima kasih kepada Ketua MPC Kabupaten Deliserdang beserta jajaran dan semua ranting yang mendukung, dan memberikan kepercayaan memimpin PAC Pemuda Pancasila (PP) di Kecamatan Patumbak periode 2020 -2023,” Kata Bondan.

Bondan menambahkan, akan melaksanakan amanah dan kepercayaan yang telah diberikan, dan menjadi motivasi untuk terus membangun Pemuda Pancasila di Kecamatan Patumbak. “Terima kasih atas kepercayaan sahabat semuanya, yang telah mendukung saya menjadi Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Patumbak,” katanya.

“Amanah dan kepercayaan ini merupakan motivasi untuk terus membangun Pemuda Pancasila di Kecamatan Patumbak, sehingga semakin besar lagi dengan berbagai kiprahnya untuk pembangunan kepemudaan di Deliserdang ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua MPC PP Deliserdang menyampaikan selamat kepada pengurus terpilih. “Jalankan apa yang menjadi niat dan tugas serta fungsi sebagai pengurus Pemuda Pancasila, saling bersatu, hormat menghormati agar tidak mudah terpecah serta besarkan organisasi Pemuda Pancasila. Siapa yang terpilih pasti amanah, siapa yang bagus pasti bagus, siapa yang tidak bagus pasti keluar dengan sendirinya. Siapapun bisa masuk menjadi anggota Pemuda Pancasila selama dia mau mengikuti arahan dan aturan AD ART,” Kata Ketua MPC PP Deliserdang, Dedy SH.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Sekjen MPC H. J. Mardani Ginting, Bendara Umum MPC Tagor Muda.HRP, serta pasukan komando inti dan para petinggi Pemuda Pancasila Kabupaten Deliserdang.

Hadir pula perwakilan Dandim 15 Delitua, Peltu Mus Muliyadi, Anggota Dewan Dapil kegiatan (RPP).(rel/han)