31 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 3813

TPM FK-USU Bantu Pasien Diabetes Melitus Secara Online

Penderita di Indonesia Terbanyak ke-6 di Dunia

Penderita diabetes dan keluarganya diundang untuk bergabung di grup Whattsapp ‘Klinik Online FK USU’ melalui tautan https://bit.ly/KlinikOnlineFKUSU.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penderita Diabetes Melitus di Indonesia adalah keenam terbanyak di dunia. Hal ini berdampak kepada produktifitas penduduk dan juga beban terhadap pembiayaan kesehatan. Apalagi sampai mengalami komplikasi yang memerlukan biaya perawatan yang besar.

“Di samping itu, diabetes merupakan salahsatu comorbid dari Covid-19. Sehingga penderita diabetes memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalami kondisi yang berat, jika terinfeksi virus Sars Cov2 (Covid-19),” kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU), dr Aryati Yosi SpKK (K), didampingi dr M Aron Pase SpPD-KEMD, dr Bambang Prayugo SpB, dr Hidayat M Biomed, dan dr Dian Dwi Wahyuni Sp MK, kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (10/12).

Masalah pada kulit, mulai dari kulit kering, gatal-gatal, hingga luka yang sukar sembuh, merupakan sebagian kecil dari masalah atau komplikasi yang sering dialami oleh penderita diabetes. “Ditambah lagi banyak mitos yang beredar di masyarakat, sehingga penatalaksanaan diabetes menjadi kurang tepat dan tidak tertangani dengan baik,” kata dr Aryati.

Untuk itu, menurut dr Aryati, diperlukan edukasi yang tepat bagi pasien dan juga keluarga, untuk mencegah penularan Covid-19, dan juga tetap disiplin dalam pengendalian kadar gula darah untuk mencegah timbulnya komplikasi.

“Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat dari Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) USU dengan Skema Dosen Wajib Mengabdi tahun 2020, para dosen FK USU yang juga merupakan dokter spesialis, mengabdikan ilmunya untuk meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pencegahan penularan Covid-19 dan pengenalan dini komplikasi diabetes,” ungkapnya.

Mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat FK-USU ini adalah Puskesmas Kota Matsum dan juga Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia. “Karena kondisi pandemi, kegiatan ini dilakukan secara online,” ungkapnya.

Penderita diabetes dan keluarganya diundang untuk bergabung di grup Whattsapp ‘Klinik Online FK USU’ melalui tautan https://bit.ly/KlinikOnlineFKUSU.

Dalam grup tersebut akan diposting link video youtube yang dibuat oleh tim pengabdian. Tema mengenai masalah kulit akibat pada penderita diabetes, oleh dr Aryati Yosi SpKK. Sementara tema mengenai pencegahan dan penanganan dini luka diabetes, oleh dr Bambang Prayugo SpB.

Tema pencegahan penularan Covid-19 pada pasien diabetes, oleh dr Dian Dwi Wahyuni SpMK. Serta mitos dan fakta seputar diabetes oleh dr M Aron Pase SpPD-KEMD.

“Peserta dapat mengajukan pertanyaan melalui chat atau voice note, yang nantinya akan dijawab oleh tim dokter. Sebagai moderator dari kegiatan ini adalah dr Hidayat M Biomed,” ujarnya.

Untuk memastikan seluruh peserta dapat mengakses internet dan dapat menerapkan perilaku kesehatan yang benar di saat pandemi Covid-19, peserta diberikan bantuan kuota internet, masker, handsanitizer, dan sabun cair.

“Diharapkan dengan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan pasien mengenai penyakitnya serta menumbuhkan perilaku yang baik dalam pencegahan komplikasi penyakit diabetes serta tak kalah pentingnya juga dalam pencegahan penularan Covid-19,” pungkasnya. (mag-1) 

Inalum Peduli UMKM, Kacang Sihobuk Manise: Cemilan Khas Tapanuli Utara

TAPANULI UTARA, SUMUTPOS.CO– Mangiring Sipahutar adalah mitra Inalum yang menjadi produsen cemilan khas Batak yang berasal dari Tarutung yaitu kacang garing Sihobuk. Ia telah mendalami proses pembuatan kacang Sihobuk sejak masih bersekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Bagaimana Kisah Kacang Sihobuk? Kacang Sihobuk diambil dari nama desa di Tapanuli Utara, yaitu desa Sihobuk. Menurut sejarahnya, kacang ini dibuat oleh warga sihobuk sebagai bentuk peringatan atas kejadian longsor yang menimpa desa Sihobuk pada tahun 1982 yang menelan 12 korban jiwa. Kini, kacang sihobuk sudah dikenal di berbagai daerah karena rasa dan kegurihannya.

Dari Kacang Tanah Menjadi Kacang Sihobuk
Proses pembuatannya pun bukan sembarangan. Mangiring Sipahutar dengan semangat menjelaskan dan menunjukkan proses pembuatannya kepada pengunjung yang penasaran untuk melihat proses produksinya. Kacang tanah yang baru saja dipanen disortir terlebih dahulu. Setelah disortir kemudian dijemur di bawah sinar mentari sampai kering sepenuhnya.

Tidak berhenti di situ, kemudian kacang direndam kembali di dalam air selama dua sampai tiga hari agar kacang bersih dari tanah-tanah yang tersisa.

Setelah direndam, kacang disangrai di dalam sebuah wadah menggunakan pasir. Kacang disangrai selama dua sampai tiga jam dengan api yang terus menyala. Apabila menyangrai secara manual, kacang harus terus disangrai agar tidak gosong. Setelah itu, kacang didinginkan dan dipilah kembali untuk kemudian dikemas dan dipasarkan.

Mangiring telah menggunakan alat sangrai berbentuk kaleng besar yang dapat berputar sendiri sejak 2019, sehingga ia tidak perlu menyangrai secara manual. Sekali menyangrai ia bisa mendapatkan empat kaleng kacang sihobuk.

Salah satu kendala dalam pembuatan kacang sihobuk adalah apabila cuaca mendung dan hujan turun, kacang akan sulit dikeringkan dan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Usaha kacang sihobuk ini merupakan usaha turun-temurun di keluarga Mangiring Sipahutar. Sebelumnya usaha kacang sihobuk Manise ini dijalankan oleh adiknya yang kemudian dilanjutkan oleh Mangiring.

Sebelum pandemi, Mangiring dapat memproduksi empat puluh kaleng dalam sebulan. Selain berjualan di toko, ia juga mengirim kacangnya kepada pelanggannya di Jakarta, Medan, dan Palembang.

Saat ada kegiatan atau acara-acara besar di PT Inalum (Persero), perusahaan plat merah ini selalu menyediakan kacang sihobuk yang dibeli dari Mangiring untuk kudapan. Selain itu, Inalum juga memberikan pinjaman modal usaha kepada Mangiring Sipahutar di tahun 2019 dengan biaya administrasi sebesar 3%. Modal ini kemudian ia belikan stok bahan baku kacang tanah.

“Kacang tanah sebagai bahan baku itu terkadang rebutan dengan produsen lain, jadi kalau beli harus sekali banyak agar tidak kehabisan,” ucap Mangiring.

Pandemi Covid-19 membuat penjualan kacang sihobuk turun drastis. Hal ini disebabkan oleh menurunnya jumlah wisatawan.

Saat ditemui, Mangiring Sipahutar sedang mengerjakan pesanan pelanggannya dari Jakarta sebanyak 48 kaleng atau setara dengan 2.400 kilogram. Biasanya ia mengirimkan pesanan pelanggannya melalui ekpedisi bis. Kacang sihobuk ini cocok dikonsumsi saat acara keluarga, pesta adat, pesta pernikahan, ataupun acara lain yang bersifat nonformal.(rel)

Inspeksi Mendadak, Wabup Darma Wijaya Ancam Pecat Kepala Bappeda

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya melakukan Inspeksi Mendadak atau Sidak di beberapa kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Serdang Bedagai, Kamis (10/12/2020).

Dalam sidaknya, pria dengan sapaan akrab Wiwik ini terlihat marah saat meninjau kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Serdang Bedagai. Wabup hanya diterima Kabid Ekonomi Dedi Idris Harahap. Sementara Kepala Bappeda Prihatina tidak berada di ruangan.

Di kantor Bappeda, Wiwik menyatakan akan tegas kepada pejabat yang main-main karena akan terkendala dengan perkembangan dan kemajuan Serdang Bedagai sendiri.

“Kita bukan marah, kita tegas, masih ada kerjaan yang sudah lama tidak terselesaikan, salah satunya Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai yang sudah 2 tahun belum terselesaikan,”ungkapnya.

Dirinya meminta kepada seluruh pihak dan jajaran untuk bekerja maksimal dan tidak mencari keuntungan tertentu dalam menduduki jabatan.

“Kita minta semua kerja dengan serius, jangan ada yang main-main, kalo kerja main-main artinya ada program yang tidak jalan,”tambahnya.

Bahkan Wiwik juga mengancam jika ada pejabat yang tidak bekerja maksimal akan diberikan tindakan tegas atau dipecat.

“Kita perlu pertegas mau kerja atau tidak, kalo tidak lagi mau bekerja kita ganti,” tegasnya.

Usai sidak di Bappeda, Darma Wijaya melanjutkan sidaknya di Kantor Disdukcapil. Disini, ia menilai layanan tidak berjalan maksimal karena keterbatasan tempat. Ke depan pelayanan catatan sipil akan dibagi perwilayah.

“Ke depan akan kita bagi perwilayah sehingga tidak semuanya bertumpuk di kantor Dukcapil Sei Rampah, kita akan bagi jadi 5 wilayah untuk 17 kecamatan,”jelasnya.

Mengenai Dinas PUPR, Wiwik berharap agar perbaikan jalan dan jembatan yang rusak akibat diterjang banjir segera diperbaiki.

Kenali Gejala Sinusitis Akut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seringkali orang tidak menyadari mengalami penyakit sinusitis akut. Hal ini mungkin dikarenakan sinusitis memiliki gejala yang hampir serupa dengan flu biasa, yaitu pilek dan sakit kepala. Padahal, sinusitis yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya.

Prof Dr dr Delfitri Munir SpTHT-KL(K) menuturkan, sinusitis akut adalah penyakit yang cukup sering terjadi di masyarakat. Namun, kebanyakan penderitanya tidak menyadari. Oleh karena itu, perlu mengenali gejala sinusitis akut.

Dikatakan dia, penyakit tersebut diawali dengan flu berat berhari-berhari hingga seminggu lebih. Selanjutnya, diikuti demam tinggi. “Gejalanya ingus encer, hidung sumbat, terasa tidak enak di pipi maupun dahi, dan berkurang kepekaan indera penciuman (hidung). Nah, ini dicurigai sudah infeksi sekunder karena kuman sudah mulai masuk. Bahkan, bisa menimbulkan gejala yang lebih parah,” ujar Delfitri, Senin (7/12).

Ia menyebutkan, sinusitis akut disebabkan oleh bakteri. Jika sudah mengalami gejala penyakit tersebut, maka perlu diobati bahkan secara serius ke dokter spesialis. “Jadi, apabila mengalami flu maka disarankan meningkatkan imunitas tubuh dengan cukup istirahat dan konsumsi suplemen atau vitamin C. Namun, apabila sudah flu berat disertai demam maka segera berobat ke dokter,” sebut Delfitri.

Menurutnya, setiap orang pernah mengalami flu atau influenza yang disebabkan virus. Akan tetapi, virus yang menyebabkan flu tersebut bisa sembuh sendiri. “Paling tidak lima hari akan sembuh pilek, sebelum seminggu akan hilang dan itu secara normal. Namun, pada orang-orang tertentu dengan daya tahan tubuh yang kurang kuat maka akan bisa berlama-lama bahkan lewat dari lima hari,” pungkasnya.

Diketahui, sinusitis adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya peradangan atau inflamasi di dinding sinus. Sinus adalah bagian dari hidung yang berupa rongga kecil di tulang tengkorak yang saling terhubung dalam saluran udara. Letak sinus berada di berbagai bagian tulang tengkorak, seperti tulang dahi, bagian dalam dari struktur tulang pipi, dua sisi batang hidung, dan juga belakang mata.

Sinus berperan dalam menghasilkan lendir pada hidung. Fungsi dari lendir tersebut adalah untuk menyaring serta membersihkan bakteri maupun partikel yang dapat terhisap melalui udara yang dihirup. Selain itu, untuk membantu dalam mengontrol suhu serta kelembapan udara sebelum akhirnya masuk ke dalam paru. Dengan begitu, udara yang dihirup oleh hidung tidak akan menyebabkan infeksi atau masalah kesehatan yang berbahaya bagi organ paru-paru.

Saat sinus terinfeksi, rongga akan terisi dengan lendir sehingga menyebabkan pembengkakan pada selaput lendir. Adanya pembengkakan inilah yang membuat penderita sinusitis seringkali mengalami hidung tersumbat.

Terdapat beberapa jenis sinusitis yang dapat terjadi pada manusia, tergantung dari lama waktu penyakit tersebut diidap. Jenis yang pertama adalah sinusitis akut, jenis penyakit sinusitis yang paling banyak terjadi dan hanya berlangsung sekitar 2 sampai 4 minggu. Lalu ada sinusitis subakut yang berlangsung kurang lebih 4 hingga 12 minggu, dan sinusitis kronis yang terjadi selama 12 minggu atau lebih, hingga waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Selain itu, ada pula jenis penyakit sinus kambuhan yang terjadi berulang-ulang 3 kali atau bahkan lebih dalam satu tahun. Tentunya, gejala dan juga cara pengobatan dari masing-masing jenis penyakit sinusitis tersebut berbeda-beda. Jadi, tetap lakukan pemeriksaan dengan dokter untuk mengetahui cara pengobatannya. (ris)

Sempat Terjadi Gangguan Teknis, Pelayanan Online Disdukcapil Medan Kembali Normal

MESIN ADM: Seorang wanita beranjak pergi usai menggunakan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di kantor Disdukcapil Kota Medan, Jalan Iskandar Medan, Selasa (10/11). Mesin ini sudah mulai dioperasikan sejak kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelayanan kepengurusan dokumen kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan, lewat layanan administrasi berbasis online melalui Aplikasi Sibisa atau sibisa.pemkomedan.go.id yang sudah diterapkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan sempat mengalami gangguan beberapa waktu yang lalu.

MESIN ADM: Seorang wanita beranjak pergi usai menggunakan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di kantor Disdukcapil Kota Medan, Jalan Iskandar Medan, Selasa (10/11). Mesin ini sudah mulai dioperasikan sejak kemarin.

Hal itu sempat menjadi keluhan bagi masyarakat Kota Medan. Beberapa warga Kota Medan mengeluh, karena akibat sistem Aplikasi Sibisa yang terganggu, mereka tidak dapat mengurus dokumen kependudukan nya secara online, melainkan harus mengurusnya secara manual yakni dengan mendatangi kantor-kantor kecamatan masing-masing ataupun hadir secara langsung ke kantor Disdukcapil Kota Medan di Jalan Iskandar Muda.

Namun saat ini, Disdukcapil Kota Medan menegaskan, jika pelayanan Online yang dimaksud telah kembali berjalan dan dapat dipergunakan masyarakat Kota Medan. “Alhamdulillah, baru mulai normal. Hanya saja memang, kapasitasnya masih harus ditingkatkan lagi,” ucap Kepala Disdukcapil Kota Medan, Dr Drs Zulkarnain MSi kepada Sumut Pos, Rabu (9/12).

Dikatakan Zul, sempat terjadinya gangguan secara online dikarenakan adanya pemindahan data ke server baru. “Jadi saat ini juga masih terus dilakukan transfer data dari server yang lama, sembari terus meningkatkan kapasitas agar bisa lebih maksimal. Mudah-mudahan beberapa hari ke depan kapasitasnya dapat kembali normal,” katanya.

Namun begitu, pelayanan berbasis Online tersebut telah berjalan kembali dan sudah dapat melayani masyarakat Kota Medan.

“Mohon maaf bagi masyarakat luas. Saat ini pelayanan secara Online sudah kembali berjalan, masyarakat sudah dapat melakukan pengurusan dokumen kependudukannya secara online,” ungkapnya.

Terpisah, anggota Komisi I DPRD Kota Medan, Abdul Rani SH meminta Pemko Medan, dalam hal ini Disdukcapil Kota Medan untuk terus berbenah dalam meningkatkan pelayanan pengurusan dokumen kependudukannya kepada masyarakat Kota Medan. Salah satunya, Disdukcapil diminta untuk meningkatkan pelayanan dengan sistem Online.

Dikatakan Rani, pihaknya sebenarnya sangat mendukung jalannya program pengurusan dokumen kependudukan secara Online. Sebab kepengurusan Onlie dinilai lebih cepat, mudah, praktis dan dapat menghindarkan masyarakat dari praktik calo serta tentunya tanpa biaya.

“Dari sekian banyak manfaatnya, tentu kita sangat mendukung pelayanan secara online itu. Untuk itu kita meminta agar Disdukcapil Kota Medan dapat meningkatkan upayanya, agar kedepannya sistem online ini bisa menjadi sistem kepengurusan yang paling banyak dilakukan masyarakat. Tentunya, Pemko Medan harus memfasilitasinya dengan sistem yang lebih memadai,” katanya.

Selain itu, Pemko Medan melalui Kecamatan dan Kelurahan hingga tingkat Lingkungan diminta untuk terus bekerja dalam menyosialisasikan adanya sistem pelayanan dokumen kependudukan secara online. Pasalnya hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya dan bahkan masih menilai jika mengurus dokumen kependudukan itu adalah hal yang sulit.

“Makanya selain Kecamatan, Kelurahan dan Lingkungan juga seharusnya memiliki petugas yang memang bertugas untuk mendata masyarakat yang belum memiliki dokumen, lalu itu disosialisasikan dan membantu mereka mengurus secara online. Kepala lingkungan bisa mulai bergerak dan menyosialisasikannya,” pungkasnya. (map/ila)

Akhyar Tinjau BBPLK Medan

TINJAU: Akhyar saat meninjau BBPLK Medan (1)ini dilakukan oleh BBPLK Medan di Jalan Gatot Subroto Medan.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengunjungi Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan di Jalan Gatot Subroto Medan.

TINJAU: Akhyar saat meninjau BBPLK Medan (1)ini dilakukan oleh BBPLK Medan di Jalan Gatot Subroto Medan.istimewa/sumutpos.

Kecamatan Medan Sunggal, Senin (7/12). Tujuannya untuk meninjau dan melihat peserta yang tengah mengikuti pelatihan kerja baik yang berasal dari dan luar Kota Medan.

Usai melakukan peninjauan, Akhyar mengatakan pelatihan kerja yang dilakukan BBPLK sebagai program dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI merupakan kegiatan positif yang memberikan dampak besar terutama dalam mendidik dan melatih generasi muda untuk membentuk skill dan kemampuannya masing-masing.

“Alhamdulillah, senang sekali dapat menyapa, melihat dan menyaksikan langsung semangat para generasi muda mengikuti pelatihan skill menjadi generasi muda yang kreatif. Apalagi, pelatihan ini dilakukan oleh BBPLK Medan yang menjadi salah satu dari lima balai pelatihan terbaik di Indonesia,” kata Akhyar.

Dengan ada pelatihan tersebut, Akhyar optimis para generasi muda siap dan mampu menghadapi tantangan terutama di dunia kerja mengikuti perkembangan zaman di era digitalisasi terutama dengan kreatifitas dan inovasi yang dimiliki. Dengan harapan, Kota Medan dapat menjadi kota kreatif.

“Pelatihan ini menjadi cikal bakal bagi anak-anak muda khususnya Kota Medan untuk menggali potensi diri lewat hal-hal baru yang diajarkan sehingga mampu membawa dan menjadikan Kota Medan sebagai kota kreatif lewat ide, gagasan, temua dan pemikiran yang luar biasa,” ungkapnya.

Akhyar pun berpesan agar para generasi muda yang mengikuti pelatihan untuk mengembangkan ilmu dan pengetahuan yang didapatkan. “Mari tingkatkan kualitas kemampuan dan keahlian diri karena dunia ini akan dimenangi oleh orang-orang yang kreatif,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komite Ekonomi Kreatif (KKE) Kota Medan Andre mengatakan pelatihan diikuti sebanyak 140 peserta dari dalam dan luar Kota Medan. Nantinya, peserta akan mengikuti pelatihan selama 5 hari dengan materi yang diajarkan berupa publik speaking, content creator, mural, desain komunikasi visual dan logo, motion grafis dan SEO.

“Pelatihan ini adalah bentuk kepedulian Kemenaker RI melalui BBPLK untuk memberikan wadah untuk memahami dan mengetahui bidang baru sebagai modal agar skill dan SDM generasi muda Sumut termasuk Kota Medan semakin meningkat. Selesai pelatihan, mereka juga akan menerima sertifikat,” jelas Andre didampingi Kabid Penyelenggara dan Pemberdayaan BBPLK Medan Juni Siahaan. (map/ila)

Drinase di Medan Deli Butuh Perbaikan

DRAINASE: Akhyar saat meninjau sejumlah drainase di Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Selasa (8/12).
DRAINASE: Akhyar saat meninjau sejumlah drainase di Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Selasa (8/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengaku, perlu ada beberapa penambahan, perbaikan serta perawatan di beberapa titik drainase agar air dapat mengalir dan tidak menggenang di di Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli. Hal ini dikatakan Akhyar saat meninjau sejumlah drainase di Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Selasa (8/12).

DRAINASE: Akhyar saat meninjau sejumlah drainase di Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Selasa (8/12).
DRAINASE: Akhyar saat meninjau sejumlah drainase di Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Selasa (8/12).

“Perlu ada penambahan, perbaikan dan perawatan drainase di sekitar sini. Namun itu hanya di beberapa titik saja agar air dapat mengalir dengan baik meski hujan deras turun. Lalu, ada juga sejumlah jalan yang akan diperbaiki untuk memperlancar aktifitas warga,” kata Akhyar.

Adapun sejumlah lokasi yang ditinjau yakni Jalan Suasa Raya persisnya di depan Pasar Pekan dan Jalan Suasa Tengah.

  Peninjauan yang dilakukan Akhyar bersama Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, Zulfansyah tersebut bertujuan untuk melihat sekaligus memastikan drainase dalam kondisi baik. Hal ini dilakukan mengingat saat ini Kota Medan tengah dalam musim penghujan.

  Selanjutnya, Akhyar bergerak meninjau drainase di Jalan Rumah Potong Hewan persisnya di bawah jalan tol. Di lokasi tersebut, terlihat genangan air yang mengakibatkan aktivitas warga cukup terganggu dan harus berhati-hati saat melintasinya.

    Melihat kondisi tersebut, Akhyar pun menginstruksikan Kadis PU untuk mencatat titik mana saja yang perlu untuk dilakukan perbaikan. Dengan demikian, jika hujan turun air dapat mengalir ke dalam drainase dan tidak lagi menggenangi jalan.  ”Dari hasil tinjauan, terlihat memang ada beberapa titik yang perlu dilakukan perbaikan. Terutama drainase agar berfungsi dengan baik menampung air sehingga tidak menggenang di jalan. Selanjutnya, jalan yang rusak juga akan diperbaiki,” kata Akhyar.

  Terkait kondisi drainase yang berada di bawah tol tersebut, Akhyar mengaku telah berkoordinasi dengan Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI untuk melakukan pelebaran sehingga dapat lebih banyak menampung debit air saat turun hujan.  ”Kita sudah memiliki desain pelebaran jalan, pembangunannya tinggal menunggu izin dari Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. Setelah izin kita terima, Insya Allah pembangunan langsung dilakukan,” pungkasnya.

  Setelah meninjau drainase di kawasan Mabar Hilir, Plt Wali Kota selanjutnya mengecek kondisi drainase di Jalan Punak, Kecamatan Medan Petisah. Peninjauan untuk melihat perbaikan drainase yang tengah dilakukan. Akhyar ingin memastikan pengerjaan drainase berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. (map/ila)

Program Merdeka Belajar Jarak Jauh (MBJJ), Solusi Nyata Kebutuhan Kuota Internet Bagi Guru dan Siswa

SMKN 8 Lhokseumawe menjalankan PJJ menggunakan kuota internet belajar yang diperoleh dari Program MBJJ kerja sama Telkomsel dan pemerintah.
SMKN 8 Lhokseumawe menjalankan PJJ menggunakan kuota internet belajar yang diperoleh dari Program MBJJ kerja sama Telkomsel dan pemerintah.

LHOKSEUMAWE, SUMUTPOS.CO – Dalam menghadapi Pandemi Covid-19, Telkomsel #TerusBergerakMaju membantu mengakselerasi adaptasi terhadap kebiasaan baru tersebut, salah satunya dengan mendukung implementasi kebijakan untuk menyalurkan Bantuan Kuota Internet bagi pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen, yang dikenal dengan program Merdeka Belajar Jarak Jauh (MBJJ). Bantuan yang disalurkan ke seluruh Indonesia sejak 22 September ini telah membantu meringankan beban kebutuhan kuota internet belajar daring sekolah dan universitas, salah satunya Sekolah SMKN 8 Lhokseumawe.

SMKN 8 Lhokseumawe menjalankan PJJ menggunakan kuota internet belajar yang diperoleh dari Program MBJJ kerja sama Telkomsel dan pemerintah.
SMKN 8 Lhokseumawe menjalankan PJJ menggunakan kuota internet belajar yang diperoleh dari Program MBJJ kerja sama Telkomsel dan pemerintah.

Salma S.Si, Kepala Sekolah SMKN 8 Lhokseumaweyang menjadi salah satu sekolah penerima bantuan program Merdeka Belajar Jarak Jauh (MBJJ) dari Telkomsel megaku sangat terbantu dengan program kolaborasi pemerintah bersama Telkomsel.

“Sejak pertama kali kebijakan Pembalajaran Jarak Jauh (PJJ) diimplementasikan, banyak keluhan dari tenaga pendidik dan peserta didik akan besarnya pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan kuota internet demi kelancaran belajar-mengajar. Keluhan ini akhirnya tersolusikan berkat bantuan Program Merdeka Belajar Jarak Jauh (MBJJ) dari Telkomsel dan Kemendikbud, ungkap Salma.

Salma menambahkan bahwa kebijakan pembagian kuota regular dan kuota khusus belajar daring dalam penyaluran bantuan Merdeka Belajar Jarak Jauh (MBJJ)  adalah kebijakan yang sangat tepat.

“Pembagian kuota ini membuat para tenaga pendidik dan peserta didik bisa fokus memanfaatkan bantuan untuk kepentingan belajar mengajar secara maksimal. Keikutsertaan peserta didik dalam proses belajar daring pun meningkat. Mereka juga dapat belajar dengan lebih nyaman karena memanfaatkan jaringan Telkomsel yang stabil”, ungkap Salma.

Sementara itu Executive Vice President  West Area Sales Telkomsel Gilang Prasetya menyampaikan bahwa Telkomsel akan terus melakukan penambahan kapasitas jaringan agar proses belajar mengajar jarak jauh bisa dilakukan dengan nyaman tanpa kendala jaringan.

“Sebagai Digital Telco Company dengan kualitas jaringan terluas dan tercepat, kami senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas jaringan. Khusus di wilayah sekitar SMKN 8 Lhokseumawe, kami baru saja mengoperasikan 5 (Lima) BTS baru. Secara keseluruhan di Sumatera, kami telah meningkatkan kapasitas jaringan sebesar 37% terutama di wilayah residensial. Hingga saat ini, jaringan Telkomsel telah menjangkau 97% wilayah di Sumatera,” tutup Gilang.

Bobby Nasution Mampu Atasi Tantangan Besar di Medan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari mengakui pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Bobby Nasution-Aulia Rachman tharus melalui jalan “off road” karena menghadapi dua tantangan besar. Hal ini berbeda dengan yang dihadapi oleh Gibran Rakabuming Raka–Teguh Prakosa di Pilwakot Kota Surakarta, Jawa Tengah yang mudah memenangkan pertarungan.

Menurut Qodari, tantangan pertama Bobby harus berjuang meningkatkan partisipasi masyarakat untuk datang ke TPS pada 9 Desember 2020; Kedua, berhadapan dengan calon petahana yang lebih berpengalaman dalam politik.

Qodarimenilai, Bobby berhasil mengatasi dua tantangan besar tersebut sebab mampu meraih kemenangan di Pilkada Kota Medan.

“Bobby boleh dibilang sangat berhasil karena mengatasi dua tantangan besar. Pertama, soal apatisme pemilih yang mana pada Pilkada kali ini tingkat partisipasinya meningkat dua kali lipat. Kedua, berhasil mengalahkan politisi senior,” kata Qodari, Kamis (10/12).

Menurut Qodari, selain berhasil mengatasi dua tantangan besar yang menjadikan pilkada Kota Medan jalan “off road” alias sulit, Bobby juga berhasil menang di daerah yang Jokowi kalah pada Pilres 2014 dan 2019.

“Ternyata, Bobby berhasil mengatasi bukan hanya dua ya, tapi tiga tantangan besar karena berhasil menang di daerah yang Jokowi kalah,” ujar Qodari

Diketahui, pada Pilpres 2014 di Kota Medan Jokowi mendapat 47,84% dari Prabowo yang menang di angka 52,16%. Sementara itu, pada Pilpres 2019 Jokowi juga mengalami kekalahan dengan 45,63% dan Prabowo meraih suara 54,37%.

“Dengan keunggulan Bobby di Medan setidaknya mampu mendobrak mitos kekalahan Jokowi,” kata Qodari

Terbaru, hasil quick real count Indo Barometer pada Rabu (9/12/2020) hingga 20.00 WIB untuk Pilkada Kota Medan 2020 pasangan calon nomor urut 2, Bobby Nasution – Aulia Rachman masih unggul dengan perolehan 315.745 suara (54,76%) dan Akhyar Nasution – Salman Alfarisi memperoleh 260.825 (45,24%). Data masuk 75,74% TPS.

Melihat perkembangan data, Qodari memprediksi pasangan calon nomor urut 2 Bobby Nasution – Aulia Rahman dinyatakan unggul dari pasangan Akhyar Nasution – Salman Alfarisi.

“Dari update hitungan quick real count data masuk 75,74% tadi malam, diprediksi pasangan Bobby Nasution – Aulia Rahman tetap unggul di Pilkada Kota Medan,” pungkas M. Qodari. (*)

Ketua dan Pengurus Persit Kodim 0201 Tabur Benih Ikan

RESMIKAN: Ketua Persit KCK Cabang XI Kodim 0201, Ny Arumratih Setiandar beserta pengurus lainnya menabur benih ikan Nila di saluran irigasi saat peresmian Kampung Tangguh Desa Jati Kesuma, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang, Rabu (2/12).
RESMIKAN: Ketua Persit KCK Cabang XI Kodim 0201, Ny Arumratih Setiandar beserta pengurus lainnya menabur benih ikan Nila di saluran irigasi saat peresmian Kampung Tangguh Desa Jati Kesuma, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang, Rabu (2/12).

NAMORAMBE, SUMUTPOS.CO – Ketua Persit KCK Cabang XI Kodim 0201, Ny Arumratih Setiandar beserta pengurus lainnya tak tinggal diam dengan diresmikannya Kampung Tangguh Desa Jati Kesuma, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang. Mereka ikut andil dan berkolaborasi dalam meneguhkan eksistensi Kampung Tangguh demi kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

RESMIKAN: Ketua Persit KCK Cabang XI Kodim 0201, Ny Arumratih Setiandar beserta pengurus lainnya menabur benih ikan Nila di saluran irigasi  saat peresmian Kampung Tangguh Desa Jati Kesuma, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang, Rabu (2/12).
RESMIKAN: Ketua Persit KCK Cabang XI Kodim 0201, Ny Arumratih Setiandar beserta pengurus lainnya menabur benih ikan Nila di saluran irigasi saat peresmian Kampung Tangguh Desa Jati Kesuma, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang, Rabu (2/12).

Bentuk kolaborasi Persit KCK Cabang XI Kodim 0201/BS ini, antara lain dengan ikut menabur benih ikan Nila di saluran irigasi dan benih ikan Lele di kolam ikan yang merupakan salah satu fasilitas pendukung keberadaan Kampung Tangguh Jati Kesuma.

Ny Arumratih Setiandar berharap, nantinya benih ikan yang ditabur ini bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Selain itu, bila benih ikan Nila dan Lele ini dibudidayakan dengan baik, maka hasilnya bisa menjadi sumber tambahan pemasukan, terutama di masa pandemi Covid-19 ini,” ungkap Ny Arumratih Setiandar, Rabu (2/12). kemarin.

Di samping menabur benih ikan, para pengurus Persit KCK Cabang XI Kodim 0201 ini juga ikut melakukan panen perdana jagung varietas unggul di lahan pertanian jagung yang juga menjadi fasilitas lain dari keberadaan Kampung Tangguh Jati Kesuma ini.

Kemudian memberikan pembekalan kepada para orangtua di Desa Jati Kesuma untuk memanfaatkan fasilitas WiFi di tempat belajar anak-anak, sehingga bisa menunjang kegiatan belajar secara daring (online).

“Fasilitas WiFi ini juga bisa digunakan untuk hal-hal positif lainnya. Seperti mencari informasi yang berkaitan dengan bidang pertanian padi dan jagung, cara berkebun jambu madu, serta cara beternak sapi dan ayam. Karena semua hal ini juga disediakan sebagai fasilitas Kampung Tangguh,” urai Ny Arumratih mengakhiri.

Untuk diketahui, Kampung Tangguh Desa Jati Kesuma ini telah diresmikan keberadaannya oleh Dandim 0201/BS, Letkol Inf Agus Setiandar, SIP, MH, bersama Wakil Bupati Deliserdang, HMA Yusuf Siregar, MAP.

Pembangunan Kampung Tangguh dengan segala fasilitasnya ini dilakukan secara bersama-sama oleh Prajurit Koramil 0201-14/Pancurbatu dengan perangkat Desa Jati Kesuma dan Staf Kecamatan Namorambe.(rel/tri)