31 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 3812

Juliadi Unggul di Binjai, Asner di Siantar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga pukul 14.30 WIB kemarin, persentase perolehan suara masuk dari daerah penyelenggara Pilkada di Sumut, sudah hampir 50 persen di situs resmi KPU RI.

Perolehan suara di 6 Pilkada Kota, untuk Pilkada Medan, Bobby-Aulia masih unggul dari pesaingnya Akhyar-Salman, yakni 52,4% berbanding 47,6% dengan jumlah suara masuk 33,60%n

Pilkada Pematangsiantar, Asner Silalahi-Susanti Dewayani unggul jauh dari kolom kosong yakni; 75,3% berbanding 24,7% (suara masuk 53,39%).

Pilkada Sibolga unggul sementara Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumban Tobing dengan perolehan 53,4% dibanding dua paslon pesaingnya (suara masuk 47,28%).

Selanjutnya Pilkada Tanjungbalai, paslon HM Syahrial-Syahrial-Waris unggul dengan perolehan 47,5% dibanding dua paslon lain yakni Eka Hadi-Gustami 39,7%, dan H Ismail-Afrizal Zulkarnain 12,7% (suara masuk 29,9%).

Pilkada Binjai paslon Juliadi-Amir Hamzah unggul dengan perolehan suara 49,6% dibanding Lisa-Sapta 35% dan Rahmat Sori Alam-Usman Jakfar 15,4% (suara masuk 56,84%).

Pilkada Gunung Sitoli paslon Lakhomizaro Zebua-Sowa’a Laoli unggul jauh dari kolom kosong; 75,4% berbanding 24,6% (suara masuk 26,71%).

Untuk 17 Pilkada Kabupaten, belum semua suara masuk ke KPU. Untuk Pilkada Tapsel, paslon Dolly Parlindungan Pasaribu-Rasyid Assaf Dongoran unggul atas pesaingnya, Yusuf Siregar-Robi Harahap yakni 59,7% berbanding 40,3% (suara masuk 48,56%).

Pilkada Sergai paslon Darma Wijaya-Adlin Tambunan peroleh 76,7%, unggul dari paslon Soekirman-Tengku Ryan Novandi 23,3% (suara masuk 38,39%).

Pilkada Simalungun paslon Radiapoh Sinaga-Zonny Waldi unggul dari para pesaingnya dengan perolehan 42,2% (suara masuk 35,69%).

Pilkada Labuhan Batu paslon Andi Suhaimi-Suhaimi-Faizal Amri Siregar memeroleh suara 36,8%, bersaing ketat dengan Erik Adtrada Ritonga-Ellya Rosa Siregar yakni 35,6% dan Abdul Roni Harahap-Ahmad Jais Rambe (12,3%), Suhari Pane-Irwan Indra (6,3%), dan Panusunan Siregar-Idlinsah Harahap (9,0%).

Lalu Pilkada Asahan, paslon petahana Surya-Zainal Abidin unggul dengan perolehan suara 45,6% dibanding para pesaingnya yakni, Nurhazijah Marpaung-Henri Siregar (33,6%), dan Rosmansyah-Winda Fitrika (20,8%).

Paslon petahana juga unggul di Pilkada Madina yakni Dahlan Hasan Nasution-Aswin Parinduri dengan perolehan 38,3% dibanding para pesaingnya.

Gubsu: Tak Ada Pelanggaran Prokes

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 pada 6 kota dan 17 kabupaten di Sumut, berjalan aman dan lancar pada 9 Desember kemarin.

“Bagus, semua lancar. Aman, tidak ada persoalan-persoalan yang signifikan. Kalau persoalan menang kalah, kalian pasti lebih tau,” kata dia menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan, Kamis (10/12).

Edy memastikan, sebagai gubernur dirinya tidak berhak mengintervensi kinerja Komisi Pemilihan Umum. Ia hanya bertugas untuk memastikan keamanan dan ketertiban di Sumut selama Pilkada berlangsung, terlebih di tengah pandemi Covid-19. “Saya tidak bicara menang kalah. Tugas saya sebagai gubernur, saya hanya minta itu berjalan lancar dan aman,” tegasnya.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya pelanggaran protokol kesehatan selama pelaksanaan pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS), ia mengaku semua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) telah menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan dan lainnya untuk pemilih yang datang, demi meminimalisir penularan Covid-19.

Begitupun dirinya belum mendapat data pasti soal perkembangan penularan Covid-19 pascapemungutan suara di TPS. “Tidak ada pelanggaran protokol kesehatan. Berjalan dengan baik. Tapi belum dapat laporan untuk melihat dan mengevaluasi apakah ada perkembangan kondisi Covid-19 ini. Atau gara-gara Pilkada, Covid-19 menurun,” seloroh Edy.

PSU di Binjai

Senada, KPU Sumut juga mengutarakan bahwa pelaksanaan Pilkada serentak kali ini berjalan lancar dan baik. Sejauh ini KPU Sumut sedang mendata daerah mana yang bakal melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU). “Lancar,” kata Komisioner KPU Sumut Divisi Data dan Informasi, Yulhasni. “Kami lagi mendata apakah ada PSU di daerah. Sementara yang sudah memastikan itu di Binjai,” imbuhnya.

Namun pihaknya belum mengetahui pasti penyebab PSU dilakukan di Kota Binjai tersebut. “Bisa jadi karena C6 (Surat Pemberitahuan Memilih) seseorang digunakan orang lain. Tapi begitupun kepastiannya KPU Binjai yang lebih tau,” katanya.

Menurutnya KPU Binjai sudah mengeluarkan surat keputusan tentang PSU di TPS 3, Kelurahan Berngam Kecamatan Binjai Kota, dan direncanakan digelar pada Sabtu besok. Ia menambahkan, sesuai tahapan, rekapitulasi penghitungan suara di KPU akan berlangsung pada 13-17 Desember mendatang. KPU Sumut meminta sekaligus mengimbau KPU kabupaten/kota mematuhi jadwal tahapan yang sudah ditentukan tersebut.

Gubsu: Pemenang Harus Amanah

Terkait pasangan calon yang menang di Pilkada Medan 2020, Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan, siapapun itu adalah sosok yang diinginkan rakyat. Paling terpenting, menurut dia, paslon yang menang harus mampu mengemban amanah rakyat dengan baik, sesuai apa yang sudah diprogramkan.

Berdasarkan hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survey, pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman dinyatakan unggul dari pesaingnya Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.

“Rakyat ‘kan sudah memilih dia (Bobby) menjadi wali Kota Medan. Berarti rakyat Kota Medan harus berdoa dan bersama-sama untuk membangun Kota Medan,” kata Edy menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Kamis (10/12).

Edy berharap, baik Bobby dan Aulia nantinya selain menjalankan amanah rakyat, juga bekerja keras melakukan yang terbaik untuk kemajuan Kota Medan. Mengingat Kota Medan merupakan ibukota Provinsi Sumut.

Gubsu pun memastikan, ketika Bobby-Aulia nanti dilantik, takkan ada kendala komunikasi atau silang pendapat antara pemerintah provinsi dan Pemko Medan, meski Bobby adalah menantu Presiden RI, Joko Widodo.

Menurutnya, baik Pemprov Sumut maupun Pemko Medan mempunyai visi dan misi yang sama sebagai pemerintahan, yakni melakukan pembangunan dan menyejahterahkan rakyat. “Sekarang bukan persoalan dia (Bobby) itu menantu atau bukan menantu presiden. Persoalannya adalah dia ini ‘kan sah ketika dilantik. Sah dari segi hukum, dari persyaratan administrasi dia oke, dari segi pemilihan oke, tidak ada cacat, dia menang,” ungkapnya.

Adapun pemenang Pilkada Kota Medan, berdasarkan jadwal tahapan dari KPU, akan diumumkan secara resmi pada 13-17 Desember 2020 mendatang. (prn)

Hitung Real Count Tim AMAN Selesai, Akhyar Akui Hanya 48 Persen Suara

REAL COUNT Pasangan AMAN dan tim pemenangannya saat temu pers di Sekretariat Pemenangan AMAN Jalan Sudirman, Kamis (10/12). Akhyar mengakui hanya meraih 48 persen suara pada real count Pilkada Medan 2020.
REAL COUNT Pasangan AMAN dan tim pemenangannya saat temu pers di Sekretariat Pemenangan AMAN Jalan Sudirman, Kamis (10/12). Akhyar mengakui hanya meraih 48 persen suara pada real count Pilkada Medan 2020.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi (AMAN), tampil di depan media untuk menyampaikan perolehan suara yang mereka dapatkan di Pilkada Medan 2020 yakni sebesar 48 persen dari 47,7 persen partisipasi pemilih di Kota Medan.

REAL COUNT  Pasangan AMAN dan tim  pemenangannya saat temu pers di Sekretariat Pemenangan AMAN Jalan Sudirman, Kamis (10/12). Akhyar mengakui hanya meraih 48 persen suara pada real count Pilkada Medan 2020.
REAL COUNT Pasangan AMAN dan tim pemenangannya saat temu pers di Sekretariat Pemenangan AMAN Jalan Sudirman, Kamis (10/12). Akhyar mengakui hanya meraih 48 persen suara pada real count Pilkada Medan 2020.

“Hasil tersebut didapatkan dari hasil penghitungan suara yang telah dilakukan oleh tim pemenangan AMAN, yang tersebar di seluruh TPS yang ada di Kota Medan pada Pilkada Medan 2020,” kata Akhyar dalam sesi temu pers yang berlangsung di Sekretariat Pemenangan AMAN Jalan Sudirman, Kamis (10/12) siang.

Sebelum ditanya awak media, Akhyar menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh tim, baik relawan maupun pihak yang ikut mendukung perjuangan AMAN selama masa kampanye. “Dalam kontestasi ini kami berjuang bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat, tokoh agama, tokoh masyarakat, emak-emak dan para relawan yang ikut memberikan pengaruhnya dan membantu. Kami ucapkan terima kasih. Ini sumbangsih yang sangat besar sekali,” sebutnya.

Akhyar juga menyebutkan, di balik keterbatasan logistik, dirinya menganggap apa yang dilakukan tim pemenangan adalah hal yang luar biasa. “Mohon maaf juga kepada seluruh relawan, karena kami tidak bisa menyediakan logistik yang maksimal. Namun para relawan sudah rela menyuplai logistik sendiri. Semoga ini menjadi amal bakti bagi kalian dan amal jariyah bagi kita semua,” harapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Akhyar menyebutkan dalam kontestasi Pilkada Medan ini ada Invisible hand (tangan yang tak terlihat tapi terasa) yang ikut bermain. “Tidak bisa disebutkan secara eksplisit (lengkap). Tapi kami dapat merasakan sangat berpengaruh ikut bermain di Kota Medan,” ungkapnya.

Kendati begitu, Akhyar kembali mengapresiasi perjuangan timnya yang cukup heroik untuk memenangkan pasangan Akhyar-Salman. “Walaupun berakhir pada angka 48 persen tapi ini perjuangan yang luar biasa. Kami sekali lagi mohon maaf. Tapi dari awal kami sampaikan nawaitu perjuangan kami adalah mewakafkan diri untuk Kota Medan. Terima kasih juga kepada awak media yang turut mensupport kegiatan kami tanpa pamrih,” ucapnya.

Terakhir Akhyar menegaskan, jika jumlah 48 persen suara yang diraih oleh dirinya dan Salman adalah 100 persen suara murni yang diberikan rakyat Kota Medan kepadanya. Akhyar menegaskan, dari total suara yang didapatkan, tidak ada satu pun suara yang mereka ‘beli’.

“Dari 48 persen yang kami raih, suara masyarakat Kota Medan tidak ada yang kami beli. Itu semuanya adalah 100 persen suara hati nurani masyarakat. Jadi, terimakasih kepada warga Kota Medan yang telah memberikan suara kepada kami, Insyaallah keikhlasan bapak/ibu saudara-saudara yang memberikan suaranya kepada kami. Ini menjadi ladang ibadah bagi kita semua,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Salman Alfarisi. Dia mengaku, semua merasakan suasana batin yang sama. Tapi dari awal, pihaknya hadir untuk ikut menyemangati dan memberikan suasana demokrasi yang sehat dan penuh kegembiraan di Kota Medan.

“Alhamdulillah kami bersyukur mendapat 48 persen, di mana Pilkada Medan ini menjadi sorotan nasional maupun internasional. Kami bangga terhadap partai yang sudah berjuang, relawan dan masyarakat Kota Medan. Terima kasih juga buat emak-emak dan wartawan yang selalu mengikuti perkembangan dan perjuangan Akhyar-Salman,” tutupnya.

Sebelumnya, Plt. Ketua DPD PKS Kota Medan Amsal Nasution menyebutkan jika pasangan AMAN meraih perolehan angka 48 persen atau selisih 4 persen dari paslon lawannya, Bobby-Aulia, dengan jumlah partisipasi pemilih yang mencapai angka 47 persen dari total 1,6 juta pemilih yang ada di Kota Medan.

“Sesuai keputusan tim pemenangan dan partai, saya diberi amanah mengkoordinir saksi di TPS. Sudah selesai semua penghitungan hasil. Saat ini konsolidasi yang ada sama kita dan sudah kita selesaikan, kita memperoleh 48 persen,” terangnya.

Selanjutnya Amsal menyampaikan, akan tetap mengawal penghitungan suara mulai tingkat PPK pada hari ini, begitu juga KPU. Sehingga semua suara yang diberikan ke masyarakat tetap terjaga.

Real Count Masih 34,51 Persen

Proses pencoblosan Pilkada Kota Medan telah selesai dilakukan pada 9 Desember. Sebagai penyelenggara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan masih melakukan penghitungan suara secara menyeluruh.

Berdasarkan penghitungan yang telah masuk melalui sistem informasi rekapitulasi (sirekap) KPU Medan, pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan 2020 nomor urut 2, Muhammad Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman terpantau unggul dari paslon nomor urut 1 paslon Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.

Pantauan Sumut Pos melalui website resmi pilkada2020.kpu.go.id yang ada pada hari Kamis pukul 14.45 WIB, KPU Medan telah menerima laporan hasil penghitungan suara yang berasal dari 1.485 TPS dari total jumlah 4.303 TPS yang ada di Pilkada Medan 2020. Atau total suara yang masuk masih sebesar 34.51 persen.

Dari laporan yang masuk tersebut, Bobby-Aulia yang unggul sementara dengan raihan 52,5 persen, berhasil meraih 131.873 jumlah suara dari 1.485 TPS. Sementara pasangan Akhyar-Salman meraih 47,5 persen dengan total 119.215 suara.

“Total suara yang masuk sudah 34,51 persen atau sudah 1.485 dari 4.303 TPS,” ucap anggota KPU Medan, Zefrizal SH MH kepada Sumut Pos, Kamis (10/12).

KPU masih terus melakukan penghitungan suara. “Sementara itu, kita terus memantau perkembangan proses penghitungan lewat sistem informasi rekapitulasi atau sirekap. Akan terus kita update sampai nanti datanya masuk seratus persen,” katanya.

Mengenai partisipasi pemilih pada Pilkada Medan 2020, Zefrizal kembali memastikan, partisipasi masyarakat meningkat cukup signifikan dari Pilkada Medan periode lalu atau Pilkada Medan periode 2015. Hanya saja, KPU Medan belum dapat mengumumkan jumlah partisipasi pemilih, karena proses penghitungan suara belum selesai.

“Berapa angkanya kita belum tahu. Nanti bila sudah selesai dilakukan penghitungan suara, akan kita hitung dan kita umumkan berapa,” ujarnya.

Mewakili KPU Medan, Zefrizal mengucapkan terimakasih kepada masyarakat pemilih di Kota Medan yang telah berkenan menggunakan hak pilihnya, sekalipun Pilkada Medan kali ini dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

“Pilkada Medan periode lalu belum ada pandemi (Covid-19). Tapi kali ini angka partisipasi pemilih justru mengalami kenaikan. Kita ucapkan terimakasih dan kita akan terus berfokus melakukan penghitungan suara,” tandasnya. (map)

Pilkada Serentak 2020: Jagoan PDIP Unggul di 15 Daerah, Golkar 16

COFFEE MORNING: Ketua DPD PDIP Sumut, Djarot Saiful Hidayat, menyampaikan, paslon yang diusung PDIP unggul pada 15 kabupaten/kota saat coffee morning di kantor DPD PDIP Sumut Jalan Jamin Ginting, Medan, Senin (10/12).
COFFEE MORNING: Ketua DPD PDIP Sumut, Djarot Saiful Hidayat, menyampaikan, paslon yang diusung PDIP unggul pada 15 kabupaten/kota saat coffee morning di kantor DPD PDIP Sumut Jalan Jamin Ginting, Medan, Senin (10/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sumatera Utara mengklaim calon kepala daerah yang dijagokan partainya, unggul di 15 dari 23 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada Serentak 2020. Sementara DPD Partai Golkar Sumut mengklaim paslon jagoannya unggul di 16 kabupaten/kota.

COFFEE MORNING: Ketua DPD PDIP Sumut, Djarot Saiful Hidayat, menyampaikan, paslon yang diusung PDIP unggul pada 15 kabupaten/kota saat coffee morning di kantor DPD PDIP Sumut Jalan Jamin Ginting, Medan, Senin (10/12).
COFFEE MORNING: Ketua DPD PDIP Sumut, Djarot Saiful Hidayat, menyampaikan, paslon yang diusung PDIP unggul pada 15 kabupaten/kota saat coffee morning di kantor DPD PDIP Sumut Jalan Jamin Ginting, Medan, Senin (10/12).

KETUA DPD PDIP Sumut, Djarot Saiful Hidayat, jagoan partainya unggul di Pilkada Kota Medan, Humbahas, Pematangsiantar, Gunungsitoli, Serdangbedagai, Nias Selatan, Toba, Nias, Tanjungbalai, Tapsel, Madina, Pakpak Bharat, Labuhanbatu, Nias Barat, dan Labusel.

Keunggulan tersebut didapatkan dari hasil penghitungan secara internal yang dilakukan oleh Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP. Meski begitu, PDIP masih menunggu hasil hasil resmi dari KPU yang akan diumumkan paling cepat pada tanggal 13 Desember dan paling lambat 17 Desember.

“Berdasarkan hasil quick count internal BSPN PDIP sejauh ini, dari pasangan calon (paslon) yang diusung PDIP, sebanyak 15 daerah kita menang dari 23 kabupaten/kota di Sumut yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Sumut yang telah memberikan kepercayaan untuk memilih paslon yang diusung PDIP,” kata Djarot pada acara coffee morning di Kantor DPD PDIP Sumut Jalan Jamin Ginting, Medan, Senin (10/12).

Dia mengaku, keunggulan itu tak lepas dari peran pengurus DPD PDIP Sumut pada pesta demokrasi serentak 2020. Sebab, sudah ditugaskan untuk melakukan pengawalan di semua daerah yang menggelar Pilkada. Setiap daerah, masing-masing minimal dikawal oleh 2 pengurus.

“Hasil kerja keras tersebut sudah sesuai dengan target. Target kita sebetulnya pada 23 kabupaten/kota di Sumut yaitu 60 persen. Dari data kita, yang masuk target sudah terpenuhi sebanyak 15 daerah. Bahkan, masih memungkinkan bertambah daerah yang unggul, sehingga akan terus dikawal,” ujar Djarot yang didampingi Sekretaris PDIP Sumut Soetarto, Wakil Sekretaris Bima Nusa, Wakil Ketua Jumiran Abdi, Wakil Ketua Syarifah Alatas, Wakil Ketua Aswan Jaya, Wakil Ketua Yamitema Laoly, Wakil Ketua Alamsyah Hamdani dan lainnya.

Meski begitu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengakui, ada beberapa daerah yang hasil hitung cepat masih sangat ketat atau selisih tipis. Seperti di Karo dan Samosir. Selain itu, terdapat beberapa daerah paslon yang diusung PDIP belum berhasil. “Kita harus fair memang. Ada juga daerah yang belum berhasil yaitu ada 4 kabupaten/kota. Yakni Binjai, Labura, Sibolga, dan Asahan. Namun di luar dari 4 daerah tersebut (selain 15 daerah) masih ada potensi menang,” akunya.

Djarot menyebutkan, data yang masuk dari BSPN PDIP sudah lebih dari 60 persen. Bahkan ada yang sudah mencapai 80 persen. “Akan tetapi, kita tetap masih menunggu hasil salinan C1-KWK supaya konkrit. Kita harapkan data 100 persen bisa secepatnya masuk,” cetusnya.

Dia mengatakan, khusus Pilkada Kota Medan, pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, partai pengusung dan relawan. Karena dengan kolaborasi yang baik, maka paslon yang diusung bisa unggul. “Hasil quick count yang masuk dari data BSPN diyakini tidak jauh berbeda nantinya (dari hasil KPU),” pungkas Djarot.

Sebagaimana diketahui, pada 9 Desember digelar pemungutan suara Pilkada Serentak 2020. Dari 33 kabupaten/kota di Sumut, sebanyak 23 daerah menggelar kontestasi politik tersebut.

Golkar Klaim Menang di 16 Daerah

Terpisah, DPD Partai Golkar Sumatera Utara mengklaim keberhasilan dalam Pilkada Serentak 2020 di Sumut, melebihi target secara nasional yakni 70 persen. Kemenangan Pilkada Medan salahsatu yang dinilai sebagai capaian luar biasa.

“Nasional menargetkan 60 persen Pilkada di masing-masing provinsi dimenangi. Tetapi kita malah melebihi target, yakni meraih 70 persen kemenangan,” kata Ketua Golkar Sumut, Musa Rajekshah (Ijeck), dalam acara konsolidasi secara virtual antara pengurus dan kader partai se Sumut di Kantor Golkar Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Kamis (10/12) sore.

Atas capaian fantastis ini, Ijeck mengaku mendapat telepon langsung dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartanto pada Rabu (9/12) malam. Airlangga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pengurus, kader dan ormas partai yang telah berhasil memenangkan 16 Pilkada dari total 23 kabupaten/kota di Sumut.

“Ketua umum menelepon saya, menyampaikan terimakasih kepada kita semua, pengurus, kader, ormas dan masyarakat Sumut. Apalagi salah satunya memenangi Pilkada Kota Medan yang menjadi sorotan nasional dan dunia. Bukan karena faktor Pak Bobby saja, tetapi karena Medan juga merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia, ibu kota provinsi dan menjadi cerminan Sumut,” ungkap dia.

Apresiasi yang diberikan Airlangga, menurut Ijeck, juga tidak terlepas dari kerja keras serta soliditas seluruh pengurus dan kader di wilayah masing-masing. Meski demikian ia mengingatkan kepada seluruh pengurus dan kader untuk tidak jemawa, sebab kerja besar selanjutnya telah menanti.

Partai Golkar Sumut harus menjadi pemenang pada Pemilu 2024 mendatang, dengan meraih kursi terbanyak di DPRD Sumut dibandingkan dengan hasil dari Pemilu Legislatif 2019.

Untuk itu, Ijeck menginstruksikan kepada seluruh pengurus dan kader untuk sesering mungkin melakukan kegiatan sosial di masyarakat mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. Sehingga Partai Golkar benar-benar dikenal luas oleh masyarakat.

“Apa yang diraih di Pilkada Serentak hari ini, menjadi tolak ukur untuk Pemilu 2024. Kami juga akan laporkan ke DPP agar nama-nama calon legislatif yang akan maju di 2024 sering-sering berinteraksi dan berkegiatan sosial di masyarakat mulai tahun 2021. Ini sesuai ide dan gagasan dari DPD di Asahan. Agar Golkar dikenal dekat oleh masyarakat,” katanya.

Adapun Pilkada di 16 kabupaten/kota yang dimenangi Partai Gokar yakni, Kota Medan (Bobby-Aulia), Kota Binjai (Juliadi-Amir Hamzah), Kota Tanjung Balai (M Syahrial-Waris Thalib), Kota Pematangsiantar (Asner Silalahi-Susanti Dewayani), Kota Gunung Sitoli (Lakhomizaro Zebua-Sowa’a Laoli).

Selanjutnya Kabupaten Serdangbedagai (Darma Wijaya-Adlin Umar Yusri Tambunan), Kabupaten Simalungun (Radiapoh Hasiholan Sinaga-Zonny Waldi), Kabupaten Asahan (Surya-Taufik Zainal Abidin), Kabupaten Labura (Hendri Yanto-Samsul Tanjung), Kabupaten Labuhan Batu (Andi Suhaimi Dalimunthe-Faisal Amri Siregar).

Kabupaten Samosir (Vandiko Timotius Gultom-Martua Sitanggang), Kabupaten Mandailing Natal (Dahlan Hasan Nasution-Aswin Parinduri), Kabupaten Tapanuli Selatan (Doly Putra P Pasaribu-Rasyid Assaf Dongoran), Kabupaten Pakpak Bharat (Franc Benhard Tumanggor-Mutsyuhito Solin), Kabupaten Humbahas (Dosmar Banjarnahor-Oloan P Nababan) dan terakhir Kabupaten Nias (Ya’atulo Gulo-Arota Lase).

Turut hadir dalam acara itu, Ketua Dewan Pakar dan Ketua Dewan Penasihat Golkar Sumut, RE Nainggolan dan Ajib Shah, serta seluruh pengurus, kader, dan sayap partai baik langsung maupun secara virtual. (ris/prn)

Membuka Peluang Kokreasi untuk Generasi Konten, Smartfren Luncurkan WOWLabs

Chief Brand Officer Smartfren, Roberto Saputra (tengah) bersama para kreator lokal pada peluncuran WOWLabs di Jakarta.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Smartfren meluncurkan WOWLabs, yaitu sebuah wadah kokreasi untuk mengumpulkan generasi konten di Indonesia. Melalui wadah ini Smartfren ingin memberikan dukungannya supaya generasi muda di Indonesia agar dapat selalu berkreasi tanpa batas, mewujudkan ide – ide dan karya mereka sehingga dapat mengubah wajah Indonesia.

Saat ini melalui platform tersebut, Smartfren telah menggandeng brand dan kreator lokal, yakni Show the Monster, Hana Madness, Pijak Bumi, Stayhoops, dan Ahha Official Store untuk bersama-sama membuka berbagai peluang berkreasi dan berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik.

Melalui WOWLabs ini, Smartfren dan brand serta kreator lokal tersebut akan bersama-sama kokreasi produk limited edition. Saat ini, produk yang sudah tersedia adalah sepatu limited edition buatan Pijak Bumi dan kaus kaki buatan Stayhoops yang keduanya dibuat dengan desain karya Addy Debil.

Sebagian hasil penjualan produk limited edition tersebut akan digunakan memperkuat pembangunan berbasis komunitas di seluruh wilayah operasional Smartfren. Salah satunya dengan menyalurkan komputer dan sarana pendukung kegiatan ekonomi kreatif serta pendidikan melalui Rumah Kreatif Smartfren. Saat ini Smartfren Community memiliki 11 Rumah Kreatif yang antara lain berada di Natuna, Tangerang, Cilegon, Bojonegoro, Surabaya, dan Cilacap.

Roberto Saputra, Chief Brand Officer Smartfren mengatakan, lewat WOWLabs, pihaknya ingin mewujudkan semangat kokreasi untuk bersama-sama mengembangkan satu wadah yang berkontribusi mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

“Kami akan mulai dari membuat produk khusus yang hasil penjualan seluruhnya didedikasikan untuk memberikan akses internet pada sekolah dan siapapun yang membutuhkan. Harapannya, semangat kokreasi ini lebih dari sekadar menginspirasi, tapi juga turut membuka peluang berusaha serta mengembangkan diri untuk banyak orang. Smartfren WOWLabs merupakan sebuah kanvas kokreasi dari, oleh dan untuk kita semua,” ujarnya.

Hana Madness dan Show the Monster adalah kreator lokal yang fokus pada pengelolaan intellectual property (IP) berupa desain karakter. Ada kisah unik di balik berbagai karakter yang dibuat oleh kedua kreator ini.

Hana Madness, bernama lengkap Hana Alfikih, membuat karyanya dengan inspirasi dari pergelutan pribadinya dengan kesehatan mental. Sedangkan Show the Monster merupakan sebuah tim yang dipimpin oleh Evan Aditya untuk mengembangkan IP berupa desain karakter berbentuk macam-macam monster.

Sementara itu Ahha Official Store dan Stayhoops merupakan brand lokal yang dikenal memproduksi berbagai produk fashion. Ahha Official Store merupakan brand lokal milik kreator konten Atta Halilintar, yang memproduksi berbagai produk fashion anak muda seperti outer dan t-shirt. Sedangkan Stayhoops adalah brand lokal yang memproduksi antara lain kaus kaki dan masker.

Sebelum meluncurkan WOWLabs, Smartfren juga telah menjalin kemitraan dengan berbagai kreator muda Indonesia. Salah satunya adalah Addy Debbil, seniman grafis yang hasil karyanya ditampilkan dalam WOW Virtual Concert 2020 lalu. Selain itu desain karyanya juga disematkan dalam kaus dan masker yang dijual melalui Ahha Official Store, untuk kemudian hasilnya didonasikan melalui Benih Baik kepada masyarakat yang membutuhkan. (rel/ram)

Dua Pengedar Narkoba Divonis 10 Tahun Penjara

SIDANG VIRTUAL: Juliani alias Yuli dan Billy Tismar Ginting, terdakwa kasus sabu menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan, Kamis (10/12).agusman/sumut pos.
SIDANG VIRTUAL: Juliani alias Yuli dan Billy Tismar Ginting, terdakwa kasus sabu menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan, Kamis (10/12).agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Juliani alias Yuli dan Billy Tismar Ginting dihukum masing-masing selama 10 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara. Kedua terdakwa terbukti bersalah, mengedarkan narkoba jenis sabu seberat 70 gram dan pil ekstasi sebanyak 92 butir, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (10/12).

SIDANG VIRTUAL: Juliani alias Yuli dan Billy Tismar Ginting, terdakwa kasus sabu menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan, Kamis (10/12).agusman/sumut pos.
SIDANG VIRTUAL: Juliani alias Yuli dan Billy Tismar Ginting, terdakwa kasus sabu menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan, Kamis (10/12).agusman/sumut pos.

Dalam amar putusan majelis hakim, terdakwa terbukti sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana Pasal 114 (2) junto Pasal 132 (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan pidana kepada masing-masing terdakwa selama 10 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara,” ucap Hakim Ketua Riana Pohan.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Flowrin, yang semula menuntut kedua terdakwa selama 13 tahun denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara. Atas putusan itu, baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum menyatakan menerima.

Kasus kedua terdakwa diketahui bermula Maret 2020. Saat itu, petugas polisi dari Ditres Narkoba Polda Sumut mendapat informasi bahwa di Jalan Klambir V Gang Uncu Kelurahan Tanjunggusta, Medan Helvetia, sering terjadi tindak pidana narkotika jenis sabu dan narkotika pil ekstasi yang dilakukan oleh terdakwa Billy Tismar Ginting dan Juliani (berkas terpisah).

Petugas lalu melakukan pemantauan. Terlihat, terdakwa Billy Tismar Ginting sedang berdiri di samping rumahnya. Melihat hal itu, petugas langsung menangkapnya. Di dalam rumah terdakwa, petugas melakukan pemeriksaan dan ditemukan terdakwa Juliani sedang berada di kamar terdakwa Billy Tismar Ginting.

Saat digeledah tepatnya di dalam lemari terdakwa Billy Tismar Ginting ditemukan barang bukti berupa satu bungkus plastik berisikan sabu seberat berat 70 gram. Lalu, satu bungkus pil ekstasi logo Minion sebanyak 67 butir, serta satu bungkus pil ekstasi logo bom warna biru langit sebanyak 25 gram.

Menurut terdakwa, narkotika itu dia peroleh dari Ronal (DPO). Petugas kemudian membawa kedua terdakwa beserta barang bukti ke kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut guna proses penyidikan lebih lanjut. (man/azw)

Sidang Kasus Kepemilikan Sabu-sabu, Oknum Polsek Delitua Divonis 4 Tahun Penjara

SIDANG VONIS: David Batarius Simangunsong, oknum polisi Delitua menjalani sidang putusan secara virtual, Kamis (10/12).agusman/sumut pos.
SIDANG VONIS: David Batarius Simangunsong, oknum polisi Delitua menjalani sidang putusan secara virtual, Kamis (10/12).agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Oknum polisi yang bertugas di Polsek Delitua, David Batarius Simangunsong divonis selama 4 tahun penjara denda Rp800 juta subsider 3 bulan penjara. Dia terbukti bersalah, atas kepemilikan sabu seberat 0,1 gram dalam sidang virtual di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (10/12).

SIDANG VONIS: David Batarius Simangunsong, oknum polisi Delitua menjalani sidang putusan secara virtual, Kamis (10/12).agusman/sumut pos.
SIDANG VONIS: David Batarius Simangunsong, oknum polisi Delitua menjalani sidang putusan secara virtual, Kamis (10/12).agusman/sumut pos.

Menurut majelis hakim, terdakwa terbukti sah dan meyakinkan melanggar Pasal 112 ayat (1) Junto Pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa David Batarius Simangunsong oleh karenanya selama 4 tahun denda Rp800 juta subsider 3 bulan penjara,” tegas hakim ketua Immanuel Tarigan.

Majelis hakim menimbang, bahwa perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika.

“Kemudian, terdakwa juga merupakan seorang polisi yang seharusnya memberi teladan kepada masyarakat,” urai hakim.

Hukuman yang sama juga diberikan kepada terdakwa Juni Hanase, warga sipil rekan terdakwa David. Usai putusan, majelis hakim memberikan waktu selama 7 hari untuk menyatakan terima, pikir-pikir atau banding.

Diketahui, terdakwa Juni Hansen dan David Batarius Simangunsong pada 1 April 2020, ditangkap oleh petugas dari Polsek Medan Baru, berbekal informasi dari masyarakat tentang peredaran narkotika di Jalan Denai Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Medan Denai.

Kemudian para saksi langsung melakukan penyelidikan, petugas melihat terdakwa Juni dan David sedang mengendarai satu unit sepeda motor. Selanjutnya, para saksi melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti berupa 1 bungkus plastik klip berisi Narkotika jenis shabu yang ditemukan dari tangan kiri Juni Hansen.

Kemudian para saksi mengintrogasi dan keduanya mengakui sabu tersebut milik mereka berdua yang dibeli dari seorang bernama Abang (DPO) di Jalan Selam Perumnas Mandala, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai seharga Rp70 ribu.

Saat diinterogasi, keduanya mengaku membeli sabu secara patungan, dengan perincian terdakwa Juni Hansen sebesar Rp50 ribu dan David Rp20 ribu. (man/azw)

Ibu Gorok Tiga Anak Kandung hingga Tewas

istimewa OLAH TKP: Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penggorokan yang dilakukan seorang ibu, MT (foto insert bawah) terhadap tiga anak kandungnya di Nias Utara, Rabu (9/12).
istimewa OLAH TKP: Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penggorokan yang dilakukan seorang ibu, MT (foto insert bawah) terhadap tiga anak kandungnya di Nias Utara, Rabu (9/12).

NIAS, SUMUTPOS.CO – Seorang ibu, MT (30) warga Dusun II Desa Banua Sibohou Kecamatan Namohalu Esiwa Kabupaten Nias Utara Kepulauan Nias Sumatra Utara, tega menggorok tiga anak kandungnya dengan sebilah parang hingga tewas. Ketiga anaknya yang masih berusia balita tersebut masing-masing berinisial YL (5) laki-laki, SL (4) laki-laki dan DL (2) laki-laki.

istimewa OLAH TKP: Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penggorokan yang dilakukan seorang ibu, MT (foto insert bawah) terhadap tiga anak kandungnya di Nias Utara, Rabu (9/12).
OLAH TKP: Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penggorokan yang dilakukan seorang ibu, MT (foto insert bawah) terhadap tiga anak kandungnya di Nias Utara, Rabu (9/12).

Kasubbag Humas Polres Nias Aiptu Yansen Hulu menyampaikan, peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu (9/12) sekitar pukul 13.30 WIB.

Kejadian pembunuhan ini bermula, sekitar pukul 09.00 WIB di mana kakek, nenek, ayah, dan kakak sulung korban berangkat ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk mengikuti Pilkada Bupati Nias Utara.

Sebelum berangkat, keempatnya juga berpamitan kepada pelaku berinisial MT (30) dan para korban. Namun sepulang dari pemilihan, sekitar pukul 13.30 WIB kakek, nenek dan kakak sulung korban yang duluan tiba di rumah menemukan ketiga korban telah tewas dengan mengenaskan dengan kondisi leher digorok. “Sedangkan pelaku MT saat itu berada di samping ketiga korban dengan posisi tidur terlentang dan sebilah parang berada di sampingnya,” jelasnya.

Melihat hal itu, ketiga saksi pun ketakutan, sehingga kakak sulung korban langsung menelepon ayah korban untuk memberitahukan kejadian itu. Mendapatkan kabar yang menimpa ketiga anaknya, ayah korban langsung pulang dan mendapati ketiga balitanya yang sudah tak bernyawa.

Yansen Hulu melanjutkan, sekitar pukul 17.00 WIB, Kapolsek Tuhemberua AKP Ibe J Harefa bersama personel dan Kasat Reskrim Polres Nias AKP Junisar R Silalahi yang mendapat laporan peristiwa pembunuhan itu langsung berangkat ke lokasi kejadian. Dari lokasi petugas menyita barang bukti sebilah parang dan mengamankan ibu korban. “Sedangkan jenazah ketiga korban dibawa ke RSUD Gunungsitoli untuk dilakukan visum,” jelasnya.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, diketahui bahwa motif pelaku menghabisi nyawa ketiga anaknya karena faktor himpitan ekonomi. “Modus pelaku menggorok leher dengan menggunakan sebilah parang hingga ketiga korban meninggal dunia,” ujarnya.

Yansen juga menyebutkan Polres Nias juga memeriksa kejiwaan pelaku dengan periksakan ke psikiater. (bbs/azw)

Wali Kota Gunungsitoli Resmikan Tugu Salib

DEPAN: Wali Kota Gunungsitoli, Ir Lakhomizaro Zebua, bersama pimpinan Gereja dan unsur forkopimda foto bersama didepan Tugu Salib, di halaman kantor Sinode BNKP, Jalan Soekarno, kelurahan pasar, Kota Gunungsitoli.

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO- Wali Kota Gunungsitoli, Ir Lakhomizaro Zebua meresmikan tugu salib yang berada di pusat Kota Gunungsitoli tepatnya di halaman kantor Sinode Banua Niha Keriso Protestan (BNKP), Jalan Ir Soekarno Nomor 22 Kelurahan Pasar Kota Gunungsitoli, Minggu (6/12).

Sebelum pelaksanaan acara, Lakhomizaro bersama keluarga dan didampingi para Kepala Organisasi Perangkat Daerah mengikuti Ibadah minggu di Gereja BNKP Jemaat Kota Gunungsitoli. Selepas kebaktian, rombongan menuju kantor Sinode BNKP untuk mengikuti acara dimaksud.

Kegiatan ini diawali dengan nyanyian rohani dan doa yang dibawakan oleh Ephorus GNKPI Pendeta Tolonihaogo Ndruru STh, disusul laporan Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Ir Agustinus Zega.

Sekda menyampaikan pembangunan Tugu Salib itu merupakan perwujudan identitas kepercayaan masyarakat Kota Gunungsitoli yang mayoritas beragama Kristen.

Sekda menjelaskan konsep batu karang di tugu tersebut melambangkan keteguhan dasar keimanan orang Kristen. Sedangkan konsep kayu melambangkan pohon Ara sebagai lambang umum umat Israel, bisa bermakna pemimpin agama, pohon kehidupan, pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

“Mahkota melambangkan kemuliaan, salib tiga arah melambangkan anugerah dan karya keselamatan dari Allah dalam perwujudan Trinitas,” jelasnya.

Agustinus Zega menambahkan, maksud dan tujuan pembangunan tugu Salib itu adalah terpenuhinya kebutuhan ruang terbuka hijau dan ruang terbuka publik di Kota Gunungsitoli. Tersedianya Landmark sebagai penambah kekhasan dan nilai estetika Kota Gunungsitoli

“Semakin luas wilayah yang tertata, maka diharapkan kebutuhan spiritual masyarakat Kota Gunungsitol dapat terpenuhi,” katanya.

Walikota Gunungsitoli Ir Lakhomizaro Zebua dalam sambutannya menyampaikan keberhasilan pembangunan tugu salib itu tidak terlepas dari dukungan para tokoh agama dan semua elemen masyarakat.

“Ini merupakan sukacita dan kebahagiaan bagi kita semua, tugu salib ini dapat kita diresmikan di penghujung tahun 2020 ini,” ujar Lakhomizaro.

Dikatakan Walikota, pembangunan Tugu Salib itu masih akan dilanjutkan sesuai master plan sebelumnya yang direncanakan akan menggunakan jalur dua arah atau berbentuk bundaran.” Kita harapkan dengan adanya Tugu Salib ini, tentu akan menambah daya tarik masyarakat luas untuk datang berkunjung ke Kota Gunungsitoli,” katanya.

Walikota menkankan bahwa Tugu Salib itu bukan milik kelompok tertentu atau milik satu organisasi Agama saja, melainkan milik bersama seluruh masyarakat Kota Gunungsitoli. “Tugu ini merupakan icon baru di Kota Gunungsitoli yang kita cintai, maka menjadi tanggungjawab kita bersama untuk menjaga dan memeliharanya,” harapnya.

Ephorus BNKP Pendeta DR Tuhoni Telaumbanua MSi mewakili pimpinan Gereja se-Kota Gunungsitoli menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah Kota Gunungsitoli yang terus berupaya meningkatkan penataan kota termasuk pembangunan Tugu Salib yang diresmikan saat itu.

Acara dilanjutkan dengan penanda-tanganan prasasti oleh Walikota Gunungsitoli bersama Ephorus BNKP, dilanjutkan dengan penekanan tombol sirene oleh unsur forkopimda se-Kota Gunungsitoli, para pimpinan Gereja se-Kota Gunungsitoli sebagai simbol peresmian serta penyalaan air mancur dan hiasan lampu perdana di Tugu Salib itu.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Walikota Gunungsitoli, Dandim 0213/Nias, mewakili Kajari Gunungsitoli, mewakili ketua pengadilan Negeri Gunungsitoli, mewakili Kapolres Nias, para pimpinan Gereja se-Kota Gunungsitoli, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteran Rakyat, Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah lingkup pemerintah Kota Gunungsitoli, dan hadirin lainnya. (adl/ram)

PGN Group Raih Penghargaan BPH Migas 2020

Berhasil Mengelola Gas Bumi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Keberhasilan mengoptimalkan peran dengan program untuk mewujudkan ketahanan energi melalui pengelolaan gas bumi, PT Perusahaan Gas Negara Tbk selalu Subholding Gas PT Pertamina Persero mendapatkan apresiasi dari BPH Migas. Apresiasi ini diberikan pada acara malam puncak Penghargaan BPH Migas 2020 di The Westin Jakarta, (8/12).

PGN meraih 2 penghargaan yaitu, Badan Usaha Pembayar Iuran Terbesar di Sektor Gas Bumi, berhasil diraih oleh PGN bersama Anak Perusahaan yakni PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Transportasi Gas Indonesia (TGI).

Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada Badan Usaha di sektor hilir migas atas kontribusi pembayaran Penerimaan Bukan Pajak (PNPB) dari Iuran Badan Usaha, sesuai dengan amanan Peraturan Pemerintah No.48 Tahun 2019.

Penghargaan kedua, Badan Usaha Pelaksana Penugasan Jargas Rumah Tangga yakni PGN dan PT Pertamina Gas (Pertagas).

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan dalam pelaksanaan penugasan program jaringan gas yang lebih bersih, murah, dan aman dari pemerintah melalui jaringan pipa untuk rumah tangga dan pelanggan kecil.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPH Migas atas apresiasi yang telah diberikan. Semoga kedepannya, kerja sama baik antara PGN dan Pemerintah dapat semakin solid dalam rangka mengoptimalkan utilisasi gas bumi. Apresiasi ini juga memacu semangat PGN dalam meningkatkan komitmen dalam melaksanakan berbagai program pemanfaatan gas bumi yang berkelanjutan, sehingga kontribusi berupa iuran usaha gas bumi juga akan terus meningkat,” ujar Direktur Komersial PGN Faris Aziz, (10/12).

Faris melanjutkan, PGN siap mendukung fokus besar BPH Migas, khususnya dalam upaya mewujudkan energi yang berkeadilan melalui penetapan harga gas untuk rumah tangga dan pelanggan kecil, serta penyambungan pipa jaringan gas yang menyeluruh.

Program-program BPH Migas dalam pengelolaan sektor hilir migas membutuhkan dukungan dari seluruh Badan Usaha. Oleh karena itu, PGN sebagai Subholding gas PT Pertamina Persero harus aktif untuk menyukseskan program BPH Migas. 

Bagaimanapun kebermanfaatannya ditujukan untuk masyarakat dan negara, di mana targetnya dapat memberikan multiplier effect terhadap perekonomian nasional. Dengan kerjasama dan koordinasi yang baik, diharapkan dapat mewujudkan pemerataan akses energi yang ramah lingkungan dan tepat sasaran sesuai dengan perencanaan yang telah terintegrasi antara pusat dengan daerah.

Faris menambahkan, implementasi penetapan tarif gas rumah tangga yang dikelola PGN Group berdasarkan dengan ketetapan BPH Migas selaku pihak yang berwenang untuk mengevaluasi dan menetapkan harga jual gas di suatu wilayah/ kabupaten.

“Pertimbangan BPH Migas untuk melakukan penyesuaian harga jargas yakni berdasarkan parameter perhitungan karakter dan kondisi wilayah. Harganya sudah diperhitungkan lebih rendah dari bahan bakar bersubsidi lainnya. Sedangkan dalam pembangunan infrastruktur, penyaluran dan layanan gas bumi, PGN Group sangat support,” papar Faris.

“Di tahun 2020 ini, PGN tengah mengupayakan penyelesaian penugasan pemerintah dalam membangun jaringan gas untuk lebih dari 127.000 rumah tangga di 23 kabupaten/ kota. Porgressnya sudah lebih dari 95 persen, kami optimis dapat menyelesaikannya agar manfaatnya dapat segera dirasakan. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa sumber daya alam harus dapat dinikmati oleh masyarakat di berbagai daerah,” ujar Faris.

PGN sebagai Subholding Gas dan bagian Holding Migas PT Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah dalam mempercepat pembangunan jaringan gas rumah tangga dan jaminan ketersediaan pasokan gas bumi, serta sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional. PGN selaku operator layanan, mempunyai komitmen tinggi untuk bersama merealisasikan visi nasional ini

“Bagi PGN, jargas Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil juga merupakan perwujudan pengembangan infrastruktur gas bumi untuk meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap aksesibilitas ke energi baik gas bumi,” pungkas Faris. (rel/ram)

Ke Disperindag, Darma Wijaya: Jangan Ada Lagi Layanan yang Bayar Membayar

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya mengingatkan kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk selalu turun ke bawah melihat kondisi dan layanan yang dilakukan bawahan agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat maksimal.

Hal itu disampaikan saat berkunjung ke Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Jalan Besar Pasar Bengkel, Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (10/12/2020).

Dalam kunjungannya, Darma Wijaya mendapati layanan Disperindag yang tidak maksimal, untuk itu diminta kepada Kadisperindag Sergai H. Karno memperbaiki dan sering turun melihat langsung kondisi di lapangan.

“Sebenarnya tidak ada masalah, hanya miskomunikasi antar bawahan dengan pimpinan, dan kita sudah memperbaiki itu,” ungkapnya.

Para pejabat dan kepala OPD lain juga diminta tidak menunggu laporan dari bawah, melainkan datang atau lihat kondisi dan situasinya secara langsung.

“Saya tidak mau lagi mendengar ada layanan yang bayar membayar, semua layanan administrasi tidak lagi boleh bayar membayar, semua harus digratiskan,” tambahnya.

Saat di Disperindag, Wabup Darma Wijaya mendapati ada seorang pedagang pasar yang komplain atas layanan yang diberikan Diperindag. “Kita harus bekerja dengan hati, jangan sampai gara-gara sedikit kita kena OTT aparat, karena tugas kita melayani, bukan dilayani,” tegasnya.(rel)