26 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 3842

Jelang Pilkada Medan: Hari Ini, KPU Bagikan Formulir C-Pemberitahuan

FORMULIR: Petugas memberikan contoh Formulir-C yang akan dibagikan kepada masyarakat pemilih.
FORMULIR: Petugas memberikan contoh Formulir-C yang akan dibagikan kepada masyarakat pemilih.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan berencana memulai membagikan formulir C-Pemberitahuan kepada masyarakat, hari ini Rabu (2/12). Formulir C tersebut nantinya diisi kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai tanda untuk memilih.

FORMULIR: Petugas memberikan contoh Formulir-C yang akan dibagikan kepada masyarakat pemilih.
FORMULIR: Petugas memberikan contoh Formulir-C yang akan dibagikan kepada masyarakat pemilih.

“Namanya sekarang C-Pemberitahuan, sudah ada. Besok kita turunkan ke masing-masing PPS Kelurahan untuk mengisi dan segera dibagikan (kepada pemilih),” ujar anggota KPU Medan, Rinaldy Khair kepada wartawan, Selasa (1/12).

Dalam kesempatan itu, Komisioner KPU Medan divisi Teknis itu juga menargetkan, petugas dapat membagikan formulir C-Pemberitahuan kepada masyarakat paling lama pada H-3 sebelum hari pemungutan suara Pilkada Medan. “Mudah-mudahan H-3 sudah kelar. Tinggal menunggu yang belum sampai, itu melapor sampai H-1,” ungkapnya.

Rinaldi juga mengatakan, saat ini namanya bukan lagi undangan C-6 memilih, melainkan C-Pemberitahuan. “Namanya C-pemberitahuan, maka bila pun tidak sampai C-pemberitahuan itu selama namanya terdaftar dalam DPT, warga tetap berhak menggunakan hak pilihnya. Dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB,” jelasnya. Lebih lanjut, Rinaldi mengatakan adanya kesalahpahaman memaknai undangan C-6, maka pihaknya melakukan pergantian menjadi C-pemberitahuan.

“Karena ada miskonsepsi selama ini, ada mispersepsi ketika pemilih tidak dapat undangan C-6 memilih, maka ia merasa tidak dapat undangan untuk menggunakan hak pilihnya. Lalu karena tidak diundang merasa haram untuk datang ke TPS, ini konsep pemikiran yang salah. Oleh karena itu kita ganti namanya menjadi C-pemberitahuan,” sambung Rinaldi.

Selain itu, Rinaldi juga mengingatkan bagi masyarakat yang tidak dapat C-pemberitahuan, tidak terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap), dapat menggunakan hak suaranya asal punya e-KTP.

“Tetap masih bisa memilih tapi jam 12 siang sampai jam 1 siang, petugas akan melayani sesuai dengan domisili alamat kelurahannya dan juga memperhatikan ketersediaan sisa surat suara,” tandasnya.

Seperti diketahui, dalam Pilkada Medan 2020, dua pasangan calon (paslon) akan bertarung dalam pesta demokrasi. Keduanya pasangan nomor urut 1, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dan Bobby Nasution-Aulia Rahman nomor urut dua (No.2). Hari pencoblosan Pilkada Medan nantinya digelar pada tanggal 9 Desember 2020. Meski berlangsung di tengah pandemi Covid-19, KPU Medan memastikan akan tetap menerapkan protokol kesehatan saat proses Pilkada berlangsung. (map/azw)

PC INTI Labuhanbatu Serahkan 3 Ribu Masker

Putuskan Rantai Penyebaran Covid-19

BANTUAN: PC INTI Kabupaten Labuhanbatu menyerahkan bantuan sebanyak 3000 masker kepada Polres Labuhanbatu.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO- Pengurus Cabang Indonesia Tionghoa (PC INTI) Kabupaten Labuhanbatu, menyerahkan bantuan sebanyak 3000 masker kepada Polres Labuhanbatu, Senin (30/11).

Penyerahan bantuan masker itu, langsung dilakukan Ketua PC INTI Labuhanbatu, juga anggota DPRD Sumatera Utara periode 2012 – 2017 Sujian atau Acan, didampingi Ketua Harian Yayasan Sosial Budi Agung, Johny dan Pembina Pundi Amal Viriya Rantauprapat, Nelo Salim. Dan diterima Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan.

Penyerahan masker ini sebagai bentuk kepedulian warga masyarakat etnis Tionghoa yang tergabung di organisasi INTI, dalam rangka menyambut Hari Natal 25 Desember 2020 dan Tahun Baru 2021, sekaligus memutus pandemi Covid-19.

Menurut Ketua PC INTI Labuhanbatu, DR HC Sujian, pemberian ini mengingat kebutuhan masker bagi jajaran Polres Labuhanbatu, dalam hal memutus mata rantai sebaran Covid-19, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.

Selain itu, lanjutnya, pelaksanaan Pilkada tahun 2020 juga dinilai perlu upaya melakukan pencegahan dan penerapan protokoler kesehatan, bagi jajaran kepolisian. Maka pihaknya, secara maraton sejak merebaknya pandemi, terus berupaya berbuat demi kepentingan bersama.

Dalam kesempatan ini, Acan/Sujian, mengapresiasi kinerja kepolisian, dalam upaya penerapan protokol kesehatan dan lainnya.

“Untuk itu, baik PC INTI, Budi Agung dan Badan Amal Virya akan memberikan perhatian terhadap berbagai upaya pencegahan sebaran Covid-19, termasuk dalam agenda pesta demokrasi maupun perayaan Nataru tahun 2020-2021,” ucapnya.

Saat menerima bantuan masker tersebut, Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan didampingi Wakapolres, Kompol Mhd Taufik dan Kasat Lantas, AKP Rusbenny menanggapi positif dukungan organisasi sosial etnis Tionghoa, yang dinilainya sangat membantu kinerja jajaran kepolisian.

Deni Kurniawan mengakui, tidak kali ini saja etnis Tionghoa memberikan perhatian terhadap kepolisian didaerah ini. Menurutnya, jauh sebelumnya Polres Labuhanbatu juga telah menerima masker serta baju pelindung diri. Yang berguna ketika melakukan monitoring dan evaluasi berkaitan dengan Covid-19.

Kata Kapolres, sekarang ini isunya bukan hanya keamanan. Tetapi keselamatan dan kesehatan juga.

“Karena musuh kita tidak kasat mata, siapapun bisa terjangkit. Jadi kita lakukan upaya – upaya pencegahan, salah satunya dengan menggunakan masker,” tandas Deni. (fdh/ram)

Tingkatkan Keterampilan Masyarakat, ARN Pastikan Anggaran Tak Efektif di Dispar Dialihkan

BERSAMA: Abdul Rahman Nasution diabadikan bersama warga Jalan Karya Ujung, Minggu (29/11).istimewa/sumutpos.
BERSAMA: Abdul Rahman Nasution diabadikan bersama warga Jalan Karya Ujung, Minggu (29/11).istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan, Abdul Rahman Nasution (ARN), memastikan akan terus memberikan keterampilan-keterampilan kepada masyarakat Kota Medan melalui berbagai program, guna meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Hal itu sekaligus sebagai wujud nyata dari satu solusi penanggulangan kemiskinan di Kota Medan.

BERSAMA: Abdul Rahman Nasution diabadikan bersama warga Jalan Karya Ujung, Minggu (29/11).istimewa/sumutpos.
BERSAMA: Abdul Rahman Nasution diabadikan bersama warga Jalan Karya Ujung, Minggu (29/11).istimewa/sumutpos.

Hal itu diungkapkan ARN saat menggelar Sosialisasi Perda No 5 Tahun 2015, tentang Penanggulangan Kemiskinan di Jalan Karya Ujung, Gang Keluarga, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (29/11) lalu.

Dalam sosialisasi yang dihadiri seratusan ibu-ibu itu, terjadi komunikasi yang baik dengan adanya berbagai pertanyaan. Satu di antaranya yang sangat menarik adalah terkait pelatihan keterampilan bagi masyarakat dengan tujuan untuk kemandirian.

Menjawab hal itu, ARN yang merupakan Wakil Ketua Komisi III dan Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Medan ini, mengatakan, pihaknya akan terus berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat Kota Medan, khususnya di Kelurahan Helvetia Timur, bisa mendapatkan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan perekonomian. Satu di antaranya, pihaknya di Komisi III telah menggeser sebagian anggaran di Dinas Pariwisata Kota Medan kepada dinas-dinas yang memiliki program-program pelatihan keterampilan kepada masyarakat.

“Kami sudah menggeser anggaran dari Dinas Pariwisata yang dinilai kurang efektif, ke Dinas Perindustrian serta Dinas Koperasi dan UMKM. Sehingga, anggaran pelatihan untuk masyarakat tersebut terjamin. Kami ingin ada perubahan untuk masyarakat,” ungkap ARN.

Selain keterampilan, ARN juga menjawab keluhan-keluhan masyarakat, di antaranya masalah penerangan, jalan, banjir, dan drainase. Menurutnya, keluhan yang dilontarkan masyarakat itu sudah sering disampaikan. Namun, semua itu dapat diatasi sebagaimana harapan masyarakat.

“Bapak, ibu jangan sungkan-sungkan untuk menyampaikan keluhannya kepada saya. Saya mau bapak dan ibu memanfaatkan saya selaku anggota dewan. Saya akan berusaha juga memanfaatkan posisi ini untuk membantu demi kesejahteraan masyarakat,” kata politisi PAN ini.

Selain sosialisasi ini, ARN juga membahas tentang bantuan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) senilai Rp2,4 juta kepada para masyarakat yang memiliki usaha kecil.

Diakhir acara, ARN mengaku akan membantu masyarakat di Kelurahan Helvetia Timur, terutama yang rumahnya di pinggiran sungai, untuk mendapatkan air bersih yang selama belasan tahun belum merasakannya.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak PDAM untuk segera memasang pipa besar di kawasan pinggiran sungai, sehingga masyarakat sekitar yang hendak masuk air PDAM mudah melakukannya,” jelasnya.

Sebelumnya, Lurah Helvetia Timur Teguh Sujatmiko, yang turut hadir dalam kegiatan itu, mengingatkan kepada seluruh warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan. (map/saz)

Jika Dikelola dengan Baik, Sampah Bisa Bernilai Ekonomis

SAMPAIKAN: Anggota DPRD Medan, M Rizki Nugraha, saat menyampaikan Sosialisasi Perda No 6 Tahun 2015 di Jalan Denai, Gang Mula Jadi, Minggu (29/11).
SAMPAIKAN: Anggota DPRD Medan, M Rizki Nugraha, saat menyampaikan Sosialisasi Perda No 6 Tahun 2015 di Jalan Denai, Gang Mula Jadi, Minggu (29/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan, M Rizki Nugraha mengatakan, sampah juga bisa bernilai ekonomis, jika dikelola dengan baik. Karena itu, Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Medan ini, mengajak masyarakat Kota Medan, khususnya yang bermukim di Kelurahan Tegal Sari Mandala 3, Kecamatan Medan Denai, untuk peduli terhadap lingkungan. Sebab menurutnya, perlu ada kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

SAMPAIKAN: Anggota DPRD Medan, M Rizki Nugraha, saat menyampaikan Sosialisasi Perda No 6 Tahun 2015 di Jalan Denai, Gang Mula Jadi, Minggu (29/11).
SAMPAIKAN: Anggota DPRD Medan, M Rizki Nugraha, saat menyampaikan Sosialisasi Perda No 6 Tahun 2015 di Jalan Denai, Gang Mula Jadi, Minggu (29/11).

Hal ini disampaikan Rizki dalam Sosialisasi Perda No 6 Tahun 2015, tentang Pengelolaan Persampahan, di Jalan Denai, Gang Mula Jadi, Kelurahan Tegal Sari Mandala 3, Kecamatan Medan Denai, Minggu (29/11) lalu.

“Kami meminta masyarakat, khususnya yang bermukim di Tegal Sari Mandala 3 ini, untuk sama-sama menjaga kebersihan. Sehingga lingkungan kita ini menjadi bersih, sehat, bebas dari sampah,” ungkap Rizki.

Dalam sosialisasi kali ini, anggota dewan yang duduk di Komisi IV ini, menyampaikan, jika sampah dikelola dengan baik, bisa jadi bernilai ekonomis bagi masyarakat itu sendiri. Seperti di Kota Tebingtinggi misalnya, masyarakat di sana sudah bisa memanfaatkan sampah bernilai ekonomis.

“Di Medan kenapa tidak kita coba?” cetus Rizki.

Sementara itu, Kepala Lingkungan 8, Kelurahan Tegal Sari Mandala 3, Munir Sikumbang, mengeluhkan tentang kondisi lingkungannya yang sampai saat ini masuk dalam zona kumuh.

Penetapan zona kumuh ini, menurut Munir, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Medan. Ada 4 lingkungan yang masuk dalam zona kumuh, di Kelurahan Tegal Sari Mandala 3 ini, yakni Lingkungan 4, 5, 8, dan 10. Untuk itu, dia berharap kepada masyarakat agar saling berkerja sama, sehingga lingkungannya bisa keluar dari zona kumuh.

“Kami sangat mengharapkan kepada bapak dan ibu, agar daerah kita ini bisa keluar dari zona lingkungan kumuh,” harap Munir.

Sebab, lanjut Munir, kawasan kumuh sangat rentan terhadap penyakit, sehingga perlu ada kerja sama masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih. Karena urusan keberhasilan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Untuk itu, melalui Pak Rizki, agar kiranya persoalan ini bisa dibawa ke DPRD, sehingga lingkungan ini bisa keluar dari zona kumuh,” pinta Munir lagi.

Seperti diketahui, Perda Pengeloaan Persampahan terdiri XVII Bab dan 37 Pasal, yang bertujuan menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat, serta menjadikan sampah sebagai sumber daya. Sedangakan tujuan sosialisasi, untuk menggugah kesadaran masyarakat agar hidup bersih. Dalam Perda tersebut, juga diatur tentang hak dan kewajiban. Yang setiap orang berhak mendapat pelayanan pengelolaan persampahan secara baik dan berkawasan lingkungan. Juga berhak mendapat perlindungan akibat dampak negatif dari kegiatan tempat pemprosesan akhir sampah.

Perda ini juga mengatur tentang larangan dan ketentuan pidana. Seperti Pasal 32 dengan jelas mengatur larangan, yakni setiap orang atau badan dilarang membuang sampah sembarangan di kota Medan, menyelenggarakan pengelolaan sampah tanpa seizin Wali Kota dan menimbun sampah atau pendauran ulang sampah yang berakibat kerusakan lingkungan. (rel/saz)

Guru SMK Multi Karya Wajib Melek Teknologi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guru-guru SMK Multi Karya diharapkan dapat mengembangkan kemampuannya mengikuti perkembangan zaman. Apalagi di masa pandemi Covid-19, dibutuhkan hal-hal baru terutama yang berhubungan dengan teknologi (media digital).

“Selain itu, yang terpenting saat ini adalah, sluruh guru tetap wajib menjaga kesehatan dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat dalam segala aktivitas baik di rumah maupun ketika berada di sekolah,” kata Ketua Yayasan Multi Gemilang Prestasi H Handri Agus Sukendro SE MM dalam sambutannya pada peringatan Hari Guru di SMK Multi Karya, Rabu (25/11) lalu.

Peringatan Hari Guru di SMK Multi Karya tahun ini dilaksanakan secara berbeda, dimana protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Setiap guru diwajibkan mencuci tangan, cek suhu tubuh, memakai masker dan faceshield,serta menjaga jarak. Kegiatan ini juga dihadiri Pembina Yayasan Multi Gemilang Prestasi H Marsimin, Badan Pembina Harian Bidang Manajerial Farida Amela SE MM, Badan Pembina Harian Bidang Kesiswaan dan Hubinmas Revan ED SH, Kepala Sekolah Lyly Rismaidy SPd, dan seluruh jajaran manajemen sekolah, serta seluruh guru SMK Multi Karya.

Sebelum dilaksanakan nya perayaan hari guru sebelumnya telah diadakan beberapa lomba diantaranya Lomba Pembuatan Media Interaktif Dengan Tema Covid 19, Lomba Video Edukasi melalui Aplikasi Tiktok, Pemilihan Guru Terkategori, Pemilihan Guru Terbaik dan Pemilihan Guru Yang mendapatkan Hadiah Umroh dari Yayasan.

Dalam peringatan Hari Guru tersebut telah diumumkan seluruh pemenang lomba dan guru yang terpilih menjadi Guru Terbaik dan guru yang mendapatkan hadiah Umroh dari yayasan. Dimana yang terpilih sebagai Guru Terbaik adalah Sahbanta Mulia Sembiring ST dan Guru yang beruntung mendapatkan hadiah Umroh adalah Siti Khodijah, SHI.

Acara ditutup dengan Persembahan dari siswa/i SMK Multi Karya melalui Media Daring sebagai ucapakan terimakasih siswa kepada guru mereka yang selama ini mengajar mereka dan sementara tidak bisa bertatap muka karena adanya Pandemi. serta dilanjutkan dengan Makan Bersama seluruh Guru SMK Multi Karya.(adz)

Tuntutan Dugaan Penipuan Uang BTN Senilai Rp14,5 Miliar Belum Siap, Terdakwa Gagal Disidang

Palu Hakim-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang dugaan penipuan dan penggelapan atas peminjaman kredit di Bank Tabungan Negara (BTN) bermodus mengagunkan 93 Serifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dengan terdakwa Canakya Suman, terpaksa ditunda Tuntutanpun urung terlaksana, lantara rencana tuntutan (rentut) jaksa belum siap.

Palu Hakim-Ilustrasi

“Ditunda mungkin Jumat (4/12) nanti. Tapi bisa jadi minggu depannya lagi. Karena rencana tuntutannya belum siap,” ungkap JPU Nelson Victor, saat dikonfirmasi di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (1/12).

Seperti diketahui, pada sidang sebelumnya, terdakwa Canakya mengaku di hadapan majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong, telah membeli SHGB tersebut dari Mujianto, pengusaha properti Kota Medan.

Mengutip dakwaan jaksa, kasus bermula pada 2014, terdakwa Canakya sebagai Direktur PT Krisna Agung Yudha Abadi (KAYA), mengajukan kredit pinjaman kepada PT BTN Cabang Medan dengan nilai Rp39,5 miliar, menggunakan jaminan 93 berkas SHGB atas nama PT Agung Cemara Realty. Saksi Mujianto memberikan kuasa kepada terdakwa Canakya di Kantor Notaris Elvira untuk menjual 93 SHGB, dan berdasarkan hal tersebut terdakwa mendapat pinjaman kredit sebesar Rp39,5 miliar.

Selanjutnya, di hadapan saksi Notaris Elviera, terdakwa memberikan kuasa kepada saksi Ferry Sonefille Abdullah, selaku Kepala Kantor PT BTN Cabang Medan untuk menjual ke-93 SHGB yang dijadikan sebagai jaminan kredit sebelumnya.

Kemudian, pihak PT BTN Cabang Medan melakukan kesepakatan yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama Nomor: 00640/Mdn.I/A/III/2011, tentang Pelayanan Jasa Notaris dan PPAT dalam Pelaksanaan Pemberian Kredit oleh Bank Negara. Pada awalnya, perjanjian tersebut berjalan lancar, sebanyak 58 SHGB telah dilakukan pembuatan Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT). Namun, terhadap 35 SHGB yang belum dilakukan APHT, terdakwa Canakya menghubungi saksi Sulianto alias Pak Lek, selaku staf Notaris Elviera untuk meminta ke-35 SHGB yang sebelumnya lebih dulu memberitahukan kepada saksi Notaris Elviera.

Setelah 35 sertifikat tersebut berada pada saksi Sulianto, dia langsung menghubungi terdakwa Canakya, untuk janji bertemu di Cambridge Hotel dan menyerahkan sertifikat kepada terdakwa Canakya. Terdakwa Canakya memberikan uang kepada saksi Sulianto secara bervariasi, dan seterusnya perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa Canakya, hingga akhirnya ke-35 sertifikat tersebut berada di tangan terdakwa Canakya.

Pada Juni 2016 sampai Maret 2019, terdakwa Canakya mengalihkan dan atau menjual ke-35 sertifikat tersebut kepada orang lain tanpa seizin dari pihak PT BTN. Akibat perbuatan terdakwa Canakya, PT BTN Cabang Medan mengalami kerugian berupa hilangnya 35 SHGB yang bernilai kurang lebih sebesar Rp14.775.000.000. (man/saz)

Dinsos Medan Antarkan Kakek Tua yang Telantar di Halte Fly Over Amplas ke Tongging

ANTAR: Jajaran Dinsos Kota Medan saat mengantar Hasan Basri Naibaho ke keluarganya di Desa Tongging, Merek, Karo, Selasa (1/12).
ANTAR: Jajaran Dinsos Kota Medan saat mengantar Hasan Basri Naibaho ke keluarganya di Desa Tongging, Merek, Karo, Selasa (1/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Kota Medan tentu masih ingat dengan kakek tua yang ditemukan telantar di Halte Bus Jalan Sisingamangaraja Kota Medan, tepatnya di depan Fly Over Amplas, pada 16 November 2020 lalu. Saat ini, pria yang diketahui bernama Hasan Basri Naibaho (70) itu telah diantar kepada keluarganya di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Dia disebut akan tinggal di rumah keluarga dari istrinya, karena mengaku tak lagi memiliki keluarga.

ANTAR: Jajaran Dinsos Kota Medan saat mengantar Hasan Basri Naibaho ke keluarganya di Desa Tongging, Merek, Karo, Selasa (1/12).
ANTAR: Jajaran Dinsos Kota Medan saat mengantar Hasan Basri Naibaho ke keluarganya di Desa Tongging, Merek, Karo, Selasa (1/12).

“Alhamdulillah tadi pagi (kemairn, red) pukul 09.30 WIB, pihak keluarga sudah menerima Hasan Basri untuk dirawat dan tinggal bersama mereka. Saat penyerahan turut dihadiri kepala desa setempat dan dibuat berita acara penyerahan. Itu rumah keluarga istrinya, istrinya sendiri sudah meninggal,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Endar Lubis, Selasa (1/12).

Dalam kesempatan itu, Endar pun menjelaskan duduk persoalan yang terjadi, termasuk soal tersiarnya kabar, pria uzur itu sempat ditemukan telantar di kawasan Kabupaten Simalungun, tepatnya di Jalinsum Parapat.

“Kami jelaskan, yang bersangkutan ini awalnya ada laporan dari masyarakat kepada kami pada Senin, 16 November. Ada seorang warga telantar di halte bus dekat Fly Over Amplas,” tuturnya.

Berdasarkan laporan tersebut, lanjut Endar, petugas Dinas Sosial Kota Medan pun melakukan penjemputan bersama Lurah Timbangdeli, untuk dibawa dan dirawat ke RS Bina Kasih Kota Medan. Setelah mendapatkan perawatan, pada 17 November, pihak RS Bina Kasih menghubungi Dinas Sosial Kota Medan untuk melakukan penjemputan, karena sudah selesai dilakukan operasi dan perawatan.

“Petugas kami selanjutnya mengecek, ternyata secara kasat mata belum sehat betul. Sehingga belum bisa dibawa. Pada 27 November pihak rumah sakit kembali menghubungi kami, agar yang bersangkutan dijemput. Berdasarkan keterangan Hasan Basri, dia tidak memiliki keluarga dan meminta diantar kembali ke halte bus dekat Fly Over Amplas,” katanya.

Menurut keterangan Hasan Basri, ada tukang becak yang akan menjemputnya. Petugas Dinas Sosial Kota Medan pun menunggunya sampai pukul 24.00 WIB, namun yang ditunggu tak kunjung datang. Saat ingin membawa Hasan Basri ke tempat penampungan sementara, dia pun menolaknya dan memilih bertahan di halte.

“Rupanya besoknya pegawai mengecek lagi ke situ, tapi tetap belum ketemu. Belakangan dengar kabar, Hasan Basri telantar di Simalungun. Kami bingung, kenapa sudah sampai sana dan siapa yang membawanya ke sana?” ujar Endar lagi.

Endar pun ingin menegaskan, jika informasi yang menyebutkan Dinas Sosial Kota Medan telah menelantarkan Hasan Basri adalah tidak benar. Begitu juga dengan informasi RS Bina Kasih telah menelantarkan Hasan Basri, juga merupakan kabar bohong.

“Kami mau meluruskan informasi yang menyebutkan Dinas Sosial menelantarkan Hasan Basri, itu tidak benar. Ada juga yang bilang RS Bina Kasih menelantarkan, itu juga tidak benar. RS Bina Kasih justru merawat yang bersangkutan dengan baik dan kami yang menjemputnya langsung dari sana. Lalu pagi tadi kami sudah mengantarkan Hasan Basri kepada keluarganya di Tongging,” jelasnya.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Medan, Afif Abdillah mengaku, bahagia mendengar kabar tersebut. Dia menegaskan, sudah seharusnya Pemerintah melindungi dan memelihara warga miskin ataupun warga telantar.

“Ke depannya kami harapkan, semua yang telantar dapat dikembalikan kepada keluarganya,” harapnya.

Sedangkan untuk warga miskin ataupun telantar lainnya yang tidak memiliki keluarga, sehingga tidak tahu akan dikembalikan kepada siapa, Pemerintah wajib menampungnya dan memeliharanya dengan memberikan tempat tinggal berupa tempat penampungan yang layak, dan memberikan kebutuhan pokoknya seperti makanan dan pakaian yang layak.

“Jadi apa yang dilakukan oleh Dinas Sosial Medan itu sudah benar. Kami apresiasi untuk hal itu,” pungkas Afif. (map/saz)

Tak Ada Peserta Lulus Jabatan Kepala Biro Hukum, Tim Pansel Tak Mau Menyikapi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemprov Sumut, tak mau menyikapi soal kenapa tidak ada seorang peserta lelang pun yang lulus untuk jabatan Kepala Biro Hukum, dalam tahapan ujian tertulis dan penulisan makalah, akhir pekan lalu.

“Tidak pantaslah saya yang menjawab. Saya kan hanya sekretaris. Saya tentu tidak kompeten menjawabnya,” ungkap Sekretaris Pansel JPTP Pemprov Sumut 2020, Hasmirizal Lubis, Selasa (1/12).

Hasmirizal lantas meminta wartawan agar pertanyaan dimaksud ditujukan kepada Sekdaprov Sumut R Sabrina, yang juga Ketua Tim Pansel JPTP.

“Ke ibu ketua sajalah ditanyakan, jangan ke saya,” katanya lagi.

Sementara Ketua Pansel JPTP Pemprov Sumut R Sabrina, yang coba dikonfirmasi, belum memberi respon hingga berita ini diterbitkan. Padahal pertanyaan wartawan via aplikasi WhatsApp kepadanya, terlihat sudah dibaca alias ceklis dua.

Sekadar mengingatkan, Pansel JPTP Pemprov Sumut telah mengeluarkan pengumuman Nomor: 014/SJPTP/XI/2020, tentang Hasil Seleksi Ujian Tertulis dan Penulisan Makalah Peserta JPTP Pemprov Sumut, pada 28 November 2020. Dari 19 jabatan yang dilelang, ternyata tak satu pun peserta seleksi Kepala Biro Hukum yang lulus di tahapan ujian tertulis dan pembuatan makalah. Padahal hanya terdapat 2 peserta saja yang dinyatakan lulus tahap seleksi berkas pada JPTP dimaksud, yakni atas nama Antony Sinaga dan Tatang Darmi.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, sebelumnya mengaku, belum mendapat laporan ihwal hasil seleksi terbuka JPTP tahap ujian tertulis dan penulisan makalah. Satu di antaranya mengenai tidak adanya peserta yang lulus pada JPTP Biro Hukum Setdaprov Sumut. Meski demikian, menurutnya, jika diketahui tidak ada peserta yang lolos untuk posisi tersebut, maka seleksi terbuka akan kembali diulang.

“Saya belum dapat laporan. Kalau tidak ada yang mampu seleksi, akan diulangi lagi (seleksi dimaksud). Ke depan bakal dibuka lagi. Kan harus ada jabatan Kepala Biro Hukum,” tutur Edy di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Senin (30/11) lalu.

Edy kembali menekankan, hal itu harus segera dilakukan, sebab jabatan Kepala Biro Hukum di Pemprov Sumut tidak boleh kosong. Menurutnya, saat seleksi jabatan Biro Hukum Pemprov Sumut nantinya kembali dibuka, maka Edy berharap, banyak ASN berlatar pendidikan hukum untuk ikut mendaftar.

“Nanti kami sosialisasikan lagi, mudah-mudahan orang hukum ini mau mendaftar sehingga bisa diseleksi,” pungkasnya. (prn/saz)

Gotcha Fresh Tea Hadir di Medan, Gelar Launching di Delipark Mall Level 3A

BOBA: Owner Gotcha Fresh Tea, Tony Gohan, menunjukkan varian bubble tea (boba), terpopuler di Bubble Tea Salon-Gotcha Fresh Tea, di Level 3A Delipark Mall, Kota Medan, Selasa (1/12).
BOBA: Owner Gotcha Fresh Tea, Tony Gohan, menunjukkan varian bubble tea (boba), terpopuler di Bubble Tea Salon-Gotcha Fresh Tea, di Level 3A Delipark Mall, Kota Medan, Selasa (1/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gotcha Fresh Tea kini hadir di Kota Medan, tepatnya di Delipark Mall Level 3A. Launching outlet Bubble Tea Salon-Gotcha Fresh Tea ini, langsung dihadiri sang owner, Tony Gohan, Selasa (1/12).

BOBA: Owner Gotcha Fresh Tea, Tony Gohan, menunjukkan varian bubble tea (boba), terpopuler di Bubble Tea Salon-Gotcha Fresh Tea, di Level 3A Delipark Mall, Kota Medan, Selasa (1/12).
BOBA: Owner Gotcha Fresh Tea, Tony Gohan, menunjukkan varian bubble tea (boba), terpopuler di Bubble Tea Salon-Gotcha Fresh Tea, di Level 3A Delipark Mall, Kota Medan, Selasa (1/12).

Perlu diketahui, Gotcha Fresh Tea merupakan satu minuman jenis bubble tea alias boba, terpopuler di Australia. Dan kini, untuk menikmati berbagai minuman segar khas Gotcha Fresh Tea, tak perlu lagi jauh-jauh melancong ke Negeri Kanguru. Ya, para milenial Indonesia kini sudah bisa menjajal kenikmatannya di 2 kota besar Tanah Air, Jakarta dan Kota Medan.

Kota Medan menjadi kota kedua setelah Jakarta, yang dipilih Tony untuk mengembangkan usahanya.

“Kenapa kami pilih Medan, karena kami melihat pasar di Medan sangat potensial. Selain Jakarta, di Medan juga cukup booming minuman berjenis bubble tea seperti ini. Kami rasa, itu alasan kenapan

kami harus memilih Medan,” ungkap Tony, didampingi partner usahanya Peter dan Sastro, usai Launching Bubble Tea Salon-Gotcha Fresh Tea.

Selain itu, Tony pun membeberkan sejumlah alasan, kenapa memilih Delipark Mall untuk membuka outlet Gotcha Fresh Tea.

“Ini mall paling baru dan paling ngetren di Medan. Jadi kami rasa, Gotcha Fresh Tea sangan sesuai dengan konsep mall ini,” tuturnya.

Dia pun berharap, Gotcha Fresh Tea bisa hype di Indonesia, seperti begitu populernya di Australia.

“Gotcha Fresh Tea sangat hype di Australia. Teman-teman boleh tanya. Makanya sekarang kami bawa ke Tanah Air. Di sini kan banyak mahasiswa yang belajar ke Australia. Jadi sekarang, kalau mereka rindu ingin minum (Gotcha Fresh Tea), enggak perlu ke Australia lagi. Sudah ada di Jakarta dan Medan,” imbuh Tony.

Untuk target pasar, lanjut Tony, mereka menyasar kalangan milenial. Tapi tak hanya itu, menurutnya, Gotcha Fresh Tea cocok untuk berbagai kalangan usia.

“Target customer kami pasti milenial. Tapi kami berusaha mengejar semua usia. Selain bubble tea, ada varian lain yang kami tawarkan,” jelasnya lagi.

Adapun beberapa menu andalan dari Bubble Tea Salon-Gotcha Fresh Tea, yakni black sugar fresh milk, bamboo charcoal, gotcha signature fruit tea, mother’s favourite, yogurt

popping pearl, mango jasmine green tea, yogumuji mango, yogumuji purple rice, yogumuji strawberry, dan strawberry macchiato.

“Ada 20 varian rasa dari Australia yang paling terkenal,” beber Tony.

Selain itu, Bubble Tea Salon-Gotcha Fresh Tea juga menawarkan tempat yang nyaman serta bernuansa pink pastel.

“Kami kedepankan konsep pink pastel, yang saya rasa cuma kami yang seperti ini di Medan. Ada sitting area yang sangat Instagramable,” jelas Tony.

Selain itu, Tony mengatakan, mereka mengembangkan teh dari perkebunan sendiri, untuk menjamin kualitas dan rasanya.

“Kami juga ingin menawarkan kualitas teh kami. ‘We Farm Our Own Tea’ sesuai dengan tema kami. Perkebunan teh kami ada di Taiwan, dan sudah berjalan hampir 30 tahun,” katanya.

Dia juga menyebutkan, kemasan produk mereka punya kualitas yang ekslusif, serta harganya terjangkau. Hal itu menjadi andalan Bubble Tea Salon-Gotcha Fresh Tea.

“Yang membuat kami unik adalah kualitas rasa yang selalu fresh, serta packaging ekslusif. Dari botol dan lainnya, standarnya sangat luxury. Dari segi harga, kami sangat kompetitif,” ujar Tony.

Tony pun mengaku, punya strategi tersendiri untuk menegmbangkan cabang di masa pandemi Covid-19 ini. Tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Saat pandemi ini, butuh kiat-kiat khusus. Barista dan waiter kami tetap menjalankan prokes. Di dapur juga diterapkan prokes, seperti memakai faceshield, masker, serta ketetapan lainnya,” pungkasnya. (saz)

Kapoldasu Rayakan Hari Jadi Polairud ke-70 Secara Virtual

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Martuani Sormin merayakan Hari Jadi Polisi Air dan Udara (Polairud) ke-70, di Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Sumut, Selasa (1/12).

Berbeda di tahun sebelumnya, perayaan kali ini dilaksanakan secara virtual bersama Kapolri, Jenderal Polisi Idham Aziz.

Turut hadir, Waka Poldasu Brigjen Pol Dadang Hartanto, Dirpolair Poldasu Kombes Pol Roy Sihombing, PJU Poldasu beserta seluruh personil Ditpolair Poldasu.

Dalam amanatnya, Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz mengucapkan, selamat Hari Jadi kepada seluruh personel Polisi Air dan Udara (Polairud).

Menurutnya, sejak berdiri pada 1950, Polairud telah menunjukkan prestasi yang membanggakan.

“Berbagai capaian prestasi baik dalam hal penegakan hukum, pemeliharaan kamtibmas, maupun perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat, semuanya telah ditunjukkan dengan sangat membanggakan,” katanya.

Idham Aziz juga mengimbau kepada seluruh personel untuk berperan aktif menyukseskan jalannya pesta demokrasi Pilkada Serentak 2020 yang tinggal menghitung hari.

“Saya harapkan kepada seluruh personel untuk memberikan kontribusi aktif serta royalitas yang tinggi dalam menyukseskan perhelatan Pilkada Serentak 2020 agar berjalan lancar tanpa gangguan,” imbaunya.

Tak lupa, Idham Aziz menambahkan sekaligus menginstruksikan kepada seluruh personel untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan (Prokes) masyarakat dalam upaya memutus penyebaran Covid-19.

“Dengan terus ditingkatkannya penerapan prokes ini dapat menjaga masyarakat terpapar penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ditpolairud Polda Sumut telah melaksanakan bakti sosial dalam merayakan Hari Jadi Polairud ke-70, di Kampung Nelayan Pelangi, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, dengan membagikan sembako.

“Kegiatan ini, selain untuk meringankan beban warga di tengah pandemi, juga dalam rangka menyambut Hari Jadi Polairud yang ke 70,” ucap Ditpolairud Poldasu, Kombes Pol Roy Sihombing.

Pada kesempatan itu, Roy juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Belawan yang selama ini sudah mau bekerja sama dengan Polairud Polda Sumut dalam menciptakan situasi kamtibmas baik di darat maupun di laut.

“Tak lupa ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap mau mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 agar dapat terhindar serta memutus penyebarannya,” pungkasnya. (mag-1/ram)