MEDAN,SUMUTPOS.CO – Guna meningkatkan disiplin masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan, saat ini Pemprovsu dan DPRD Sumut tengah menggodok Ranperda Penegakan Disiplin Pencegahan Penularan Covid-19. Perda itu akan menjadi payung hukum bagi pemerintah untuk memberikan sanksi kepada siapa saja yang melanggar protokol kesehatan.
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Ustad Syahrul Effendi Siregar menilai, perda tersebut akan efektif bila ada sanksi yang tegas dan jelas. Namun begitu, kata anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) ini, sebelum ranperda itu disetujui dan diberlakukan, sebaiknya Pemprovsu memperhatikan temuan dan rekomendasi dari Pansus Covid-19 terutama dalam hal mempersiapakan berbagai kebutuhan kesehatan dan benar-benar mempertimbangkan secara matang tentang pemberlakuan New Normal.
“Sebelum diberlakukan Perda Covid itu, persiapkan dulu fasilitas kesehatan yang maksimal sehingga siap menerima berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Pansus Covid sudah banyak memberikan rekomendasi dari hasil temua-temuan dan kami mengapresiasinya,” kata Ketua Bamusi Sumut ini di sela sidang paripurna DPRD Sumut dengan agenda pembacaan pemandangan umum fraksi-fraksi tentang Ranperda Penegakan Disiplin Pencegahan Penularan Covid-19 di Kantor DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (24/11/2020).
“New Normal di tengah kedisiplinan masyatakat terhadap protokol kesehatan yang rendah harus menjadi pertimbangan yang matang dan Perda penegakkan Disiplin Covid harus memberikan sanksi yang tegas dan jelas agar Perda menjadi sangat efektif dalam menghentikan penyebaran Covid-19,” tandas Ustad Syahrul.(adz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut menyambut positif Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Tata Cara Pengakuan, Perlindungan Hak Dan Penetapan Masyarakat Adat di Provinsi Sumatera Utara. Diharapkan, ranperda ini nantinya mampu menjadi jembatan dan pintu masuk untuk memperkokoh keberagaman yang penuh toleransi dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Fraksi PDI Perjuangan memandang keberadaan Perda tentang masyarakat adat ini sangat penting di tengah hiruk pikuk politik identitas dan semangat intoleran yang sedang menjangkiti jiwa dan pikiran sebagian kecil masyarakat Indonesia dan Sumatera Utara khususnya,” kata Ustad Syahrul Efendi Siregar saat membacakan pemandangan umum Fraksi PDI Perjuangan, Senin (23/11). Disebutnya, keberadaan masyarakat adat adalah fakta sosial sejak lama ada di nusantara dan hingga saat ini keberadaannya masih eksis. Untuk itu Fraksi PDI Perjuangan berpendapat; Pertama, proses penetapan/pendaftaran yang mudah bagi masyarakat adat Sumatera Utara, murah bagi pemerintah daerah, dan hasilnya legitimate. Kedua, perlu menambahkan klausul mengenai hak masyarakat adat atas ‘rehabilitasi dan restitusi’. “Ketiga, perlu mendorong panitia masyarakat adat untuk mendorong pengakuan komunitas pertama sekali melalui rancangan peraturan daerah tata cara pengakuan, perlindungan hak dan penetapan masyarakat adat di Provinsi Sumatera Utara,” ungkapnya lagi. Selain itu, lanjutnya, perlunya membentuk satu lembaga di tingkat daerah yang mengurusi masyarakat adat dan perlunya pengaturan mengenai penyelesaian konflik/sengketa. “Kami mengusulkan memasukkan kata konflik di dalam naskah,” tegasnya.(adz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut), Musa Rajekshah atau Ijeck menekankan kepada seluruh pengurus Golkar Kabupaten Simalungun baik itu kader partai, Hastakarya dan juga simpatisan untuk memenangkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun nomor urut 1, Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Zonny Waldi pada Pilkada serentak 9 Desember mendatang.
BERSAMA: Ketua Golkar Sumut, Musa Rajekshah foto bersama paslon Rasa-Ziwa, usai konsolidasi pemenangan di Pilkada Simalungun 2020, Minggu (22/11).
Hal itu diungkapkan Ijeck saat bersilaturahmi sekaligus konsolidasi dengan Partai Golkar Simalungun di Prima Jaya Hotel Jalan Rajamin Purba SH, Perdagangan Simalungun, Minggu (22/11). Hadir Anggota DPRD Sumut Irham Buana, Dodi Thaher, Iskandar Sinaga, Ketua DPD Golkar Simalungun Timbul Jaya Sibarani, calon Bupati dan Wakil Bupati Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Zonny Waldi (Rasa-Ziwa) serta seluruh pengurus Golkar kecamatan/kelurahan se Kabupaten Simalungun.
Ijeck mengatakan ini kali pertamanya ia berkunjung ke daerah membawa nama Partai Golkar. Menurutnya ini bentuk keseriusan Golkar mendukung paslon Rasa-Ziwa untuk menang di Pilkada Simalungun.
“Saya tekankan seluruh kader Golkar baik di kabupaten, kecamatan hingga nagori atau kelurahan/desa memenangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang kita usung, yakni Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Zonny Waldi,” tegasnya.
DPD Golkar Kabupaten Simalungun juga diminta selektif memilih pengurus partai Golkar mulai tingkat kecamatan hingga desa.
“Pilih pengurus yang bisa membesarkan partai, yang bisa menarik simpatik dan bermanfaat bagi masyarakat. Begitu juga Hastakarya dan ormas dibawah Partai Golkar, bentuk hingga tingkat desa atau kelurahan,” tambahnya.
Partai Golkar menargetkan minimal 60 persen kemenangan pada Pilkada 2020 dapat tercapai atau sekitar 15 kepala daerah harus duduk sebagai bupati atau wali kota. “Ini harus dimaksimalkan menuju Pilpres, Pileg, Pilgub dan Pilkada serentak 2024,” ungkapnya.
Ijeck pun berharap Partai Golkar kembali mengulangi kejayaan seperti masa lampau, yang bisa menguasai kepala daerah, pimpinan parlemen tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta menjadikan partai terbesar di Sumut.
“Golkar hadir membantu pemerintah, pemerintah hadir menyejahterakan rakyat. Itu yang saya inginkan dan Insya Allah akan tercapai,” pungkasnya.
Timbul Jaya Sibarani sebelumnya melaporkan bahwa Kabupaten Simalungun terdiri dari 32 kecamatan dan 413 nagori (desa). Jumlah DPT Simalungun sekitar 360 ribu pemilih yang tersebar di 1.992 TPS.
“Hingga kini, konsolidasi Partai Golkar sudah menyelesaikan musyawarah tingkat kecamatan dan hampir setengah dari jumlah nagori yang ada sudah selesai dibentuk. Dan sisanya masih dalam proses dan ditargetkan selesai sebelum Pilkada berlangsung,” ungkapnya.
Ketua DPRD Kabupaten Simalungun ini juga mengungkapkan Partai Golkar dan partai koalisasi lainnya telah aktif mendukung paslon Rasa-Ziwa menjadi bupati dan wakil bupati Simalungun. Begitu juga organisasi lain seperti Pemuda Pancasila, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia dan lainnya.
“Dalam sehari, 3 atau 4 titik desa dikunjungi dalam bentuk konsolidasi pemenangan RHS-ZW, dan berdasarkan survey, elektabilitas kita sudah diatas 7,2 persen dari kompetitor. Apalagi dengan kehadiran ketua DPD Golkar Sumut, membuat kita semakin yakin menjadi pemenang di Simalungun,” ungkapnya.
Sementara Radiapoh Hasiholan Sinaga berterimakasih kepada Partai Golkar karena sudah mendukungnya maju bersama Zonny Waldi di Pilkada Simalungun. Dengan kunjungan Ketua DPD Golkar Sumut Musa Rajekshah membuatkan mereka semakin yakin memimpin Simalungun periode 2021-2024.
“Seluruh kader partai sudah bergerak aktif memenangkan RHS-ZW. Mesin partai sudah bergerak langsung, dan harus saya ungkapkan bahwa mesin Partai Golkar-lah yang paling aktif bergerak dan sangat dominan di lapangan. Termasuk ormas PP, AMPI dan lainnya kompak dan solid mendukung,” pungkasnya. (prn/azw)
SAMBUTAN: Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono memberi kata sambutan saat media gathering bersama Akhyar-Salman di Hotel Adimulia Medan, Senin (23/11).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menginstruksikan seluruh pimpinan, pengurus, dan kader Partai Demokrat di Kota Medan untuk memenangkan paslon nomor satu Akhyar Nasution-Salman Alfarisi. AHY pun berharap, institusi negara dapat bertindak netral dan adil di Pilkada Medan.
SAMBUTAN: Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono memberi kata sambutan saat media gathering bersama Akhyar-Salman di Hotel Adimulia Medan, Senin (23/11).
“Kita selalu berharap pada siapa pun, pilkada digelar secara adil, fair dan netral. Artinya, jangan sampai ada elemen-elemen tertentu yang seharusnya berlaku, bersikap dan bertindak netral dan imparsial sesuai amanah konstitusi dan juga UU yang mengaturnya, kemudian ikut-ikutin terlibat dalam proses politik praktis,” kata AHY dalam acara media gathering bersama Akhyar-Salman di Hotel Adimulia Medan, Senin (23/11).
Acara temu media ini berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat. Peserta dibatasi hanya 50 orang dan dengan tetap menjaga jarak.
Bukan itu saja, semua peserta wajib rapid test sebelum masuk ke ruangan, dengan masker selalu terpasang. Hadir dalam acara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain Hutajulu beserta unsur pengurus lainnya, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan Burhanuddin Sitepu beserta unsur pengurus DPC lainya, anggota DPR RI Abdul Wahab Dalimunthe serta unsur pengurus DPP.
AHY menyebut, institusi yang harusnya netral tak boleh ikut campur dalam Pilkada.
“Kalau yang punya hak suara, ya silakan, mereka punya hak suara. Tetapi institusi- institusi yang memang harusnya netral dan imparsial, itu semua kita harapkan bisa menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Sehingga jika itu bisa kita jamin bersama, jika negara bisa jamin itu semua, maka tidak perlu harus meng khawatirkan siapapun kontestan, siapapun kompetitor kita,” ucapnya.
Ia mengatakan, kalau negara bisa adil, maka koneksi kandidat dengan pihak yang punya kekuasaan politik jadi tak terlalu berarti. Dia berharap Pilkada Medan berjalan dengan adil.
“Jadi apapun koneksi yang dimiliki oleh seorang kandidat, baik terhadap koneksi kekuasaan politik maupun koneksi kekuasaan logistik tidak terlalu berarti kalau yakinkan benar bahwa negara adil, negara fair, open, transparan dan juga aparat-aparat, institusi-institusi yang netral dan imparsial tadi benar-benar berfungsi dengan baik, maka tentunya ada kompetisi yang fair,” ujar AHY.
Dia mengaku optimis Akhyar-Salman bisa menang di Pilkada Medan. AHY meminta Akhyar-Salman dan timnya tak terlena dengan hasil survei.
“Jadi, saya tetap memiliki optimisme sekali lagi, Pak Akhyar, Pak Salman bisa menghadapi segala tantangan tersebut, berbekal semoga hasil survei yang baik menambah semangat tapi tidak membuat kita jemawa,” ujar AHY.
Dia juga menginstruksikan seluruh kader Partai Demokrat Kota Medan dan Sumatera Utara untuk memanfaatkan dua minggu waktu yang tersisa, untuk semakin gencar menyosialisasikan ke masyarakat serta menggiring pemilih sebanyak-banyaknya ke TPS memilih pasangan AMAN.(adz/map/azw)
KUNJUNGAN: Guru IPS di UPTD SMPN 3 Air Putih, Batubara, Arief Mahdien, berkunjung ke rumah orangtua siswa, menyerahkan modul belajar luring, sambil tetap menerapkan prokes 3M.
BATUBARA, SUMUTPOS.CO –Kelengkapan gawai menjadi syarat efektifnya pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19. Masalahnya, tidak semua siswa beruntung memiliki gawai yang mumpuni untuk PJJ. Karena itu, guru di UPTD SMPN 3 Air Putih, Batubara, Sumatera Utara, harus bekerja ekstra keras menyiapkan dua modul belajar; modul untuk belajar daring (dalam jaringan) dan modul untuk belajar luring (luar jaringan).
KUNJUNGAN: Guru IPS di UPTD SMPN 3 Air Putih, Batubara, Arief Mahdien, berkunjung ke rumah orangtua siswa, menyerahkan modul belajar luring, sambil tetap menerapkan prokes 3M.
“Awal mula PJJ di sekolah kami, hanya sedikit murid yang bisa ikut belajar lewat aplikasi dalam pelaksanaan whatsapp, google classroom, quiziz, dan lain lain. Akibatnya, pembelajaran saat itu terasa kurang interaktif. Peserta didik tidak banyak yang menang gapi. Apalagi, sebagian yang memiliki gawai juga kebingungan membuka file berbentuk word, RAR atau PDF,” kata Arief Mahdian SPd, guru mapel IPS yang juga pembina ekskul Pramuka di UP TD SMPN 3 Air Putih, Batubara, kepada Sumut Pos, kemarin.
Memang, lambat-laun peserta didik makin memahami cara belajar daring lewat whatsapp group maupun google classroom. Namun siswa yang tidak memiliki gawai tetap tidak bisa ikut belajar.
“Mencermati kendala itu, bapak kepala sekolah meminta kami para guru agar melakukan kunjungan ke rumah peserta didik yang kurang mampu. Tentu, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak,” ujar fasilitator daerah komunikasi Batubara Program Pintar Tanoto Foundation ini menjelaskan.
Permintaan kepala sekolah (kasek) itu dituruti para guru dengan melakukan kunjungan ke rumah setiap siswa kurang mampu. Menjumpai orangtua/wali dari peserta didik, menanyakan apa kendala si anak tidak bisa ikut aktif dalam pembelajaran luring, yaitu datang ke sekolah mengambil modul dari semua mapel sekali 1 atau 2 minggu.
“Banyak pengalaman saat melakukan kunjungan ke rumah siswa, yang tidak kami peroleh semasa mengajar sebelum pandemi. Dengan kunjungan rumah, guru jadi bisa membaca keadaan siswa sebenarnya. Ada yang lokasi rumah terpencil, rumah orangtuanya kurang layak huni, atau hubungan keluarga si siswa,” cetusnya.
Sambutan orangtua siswa berbeda-beda. Ada yang ramah, bahkan menyuguhi makanan dan minuman. Ada yang menyajikan hasil kebun mereka untuk dinikmati bahkan dibawa pulang.
“Namun ada yang terkesan kurang berkenan dikunjungi. Barulah setelah kami jelaskan siapa dan maksud tujuan berkunjung ke rumah siswa, mereka bisa menerima dan melontarkan banyak pertanyaan. Salahsatu pertanyaan yang paling sering, ‘mengapa anak kami tidak bisa sekolah dan tidak mendapat pengajaran?”kata Arief sambil tertawa kecil.
Hasil wawancara para guru dengan orangtua dan peserta didik, ternyata ada sebagian orangtua yang tidak mendapat informasi bahwa siswa boleh datang ke sekolah mengambil modul belajar luring dari setiap mata pelajaran.
“Pengambilan modul boleh siswa sendiri atau orangtua/wali-nya,” lanjutnya.
Sebenarnya, kata Arief lagi, pihak sekolah telah mengumumkan informasi tentang kegiatan belajar daring dan luring lewat media sosial Facebook. Alasan pakai Facebook, karena pihak sekolah yakin setiap orang memiliki akun Facebook meski dia tidak memilih HP Android. “Ternyata ada juga yang tidak baca,” kekeh guru yang hobi membaca, traveling, dan camping ini lagi.
Keluhan lainnya datang dari orangtua siswa yang aktif belajar daring. Ortu mengeluh anak-anak mereka terlalu lama belajar dari rumah.
“Pusing, Pak. Mana kami harus bekerja mencari nafkah, eh nambah lagi kerjaan kami mengajari dan mendampingi anak anak kami belajar dari rumah. Mana kami kurang mampu mengajari anak mengerjakan tugas-tugas yang diberikan bapak ibu guru. Belum lagi mikirin beli paket internet,” keluh beberapa orangtua siswa, seperti ditirukan Arief.
Merespon para orangtua, para guru umumnya mengatakan, sebenarnya pihak sekolah pun ingin sekali peserta didik belajar di sekolah. Namun karena masih pandemi Covid-19, Kepala Daerah belum memberi izin menggelar kegiatan belajar-mengajar di sekolah.
“Soal paket internet, insyaallah pihak sekolah akan mencoba membantu, Pak, Bu,” kata para guru mencoba menenangkan.
Salah satu perbedaan belajar selama pandemi ini, menurut Arief, para guru mesti kerja ekstrakeras menyiapkan dua modul. Yakni modul untuk pembelajaran daring yang mampu menciptakan suasana interaktif meski lewat handphone. Serta modul pelajaran untuk siswa yang belajar secara luring, sehingga seluruh siswa mendapat pelajaran yang sama dan tidak ada yang ketinggalan.
“Tapi tetap semangat sajalah. Kata kepala sekolah, kita semua jangan lagi bekerja biasa-biasa saja, tapi harus kerja luar biasa. Karena sekarang eranya tidak normal, melainkan sudah new normal,” pungkasnya seraya tersenyum. (mea/azw)
Komitmen Telkomsel sebagai digital telecommunication company salah satunya diwujudkan melalui kehadiran Channel DigiONE MAXstream
Channel DigiONE MAXstream menghadirkan konten asli dari Wilayah Sumatera, baik itu hiburan musik, talk show, bahkan pariwisata
Untuk mengakses Channel DigiONE MAXstream dapat menggunakan beragam pilihan Paket Hiburan MAXstream pada Aplikasi MyTelkomsel, UMB *363#, atau website resmi www.telkomsel.com
Channel DigiONE MAXstream menghadirkan konten asli dari Wilayah Sumatera, baik itu hiburan musik, talk show, bahkan pariwisata. Untuk mengakses Channel DigiONE MAXstream dapat menggunakan beragam pilihan Paket Hiburan MAXstream pada Aplikasi MyTelkomsel, UMB *363#, atau website resmi www.telkomsel.com Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
SUMATERA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel sebagai digital telecommunication company paling Indonesia berkomitmen untuk #TerusBergerakMaju mendukung perkembangan kebudayaan dan kekayaan daerah. Komitmen ini salah satunya ditunjukkan melalui kehadiran Channel DigiONE pada Aplikasi Video On Demand MAXstream. Channel ini menampilkan berbagai hiburan dan informasi lokal asli Wilayah Sumatera.
General Manager Digital Products Sales Sumatera Yudi Chahyadi Anwar menyampaikan, Channel DigiONE MAXstream dihadirkan khusus bagi masyarakat untuk mendapatkan hiburan lokal Sumatera yang terdiri dari live music, talk show, bahkan konten khusus pariwisata yang bertema ‘Explore Sumatera’. Channel ini menjadi salah satu wujud nyata dukungan Telkomsel terhadap kekayaan yang dimiliki oleh Sumatera.
Channel DigiONE MAXstream dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat hanya dengan mengunduh Aplikasi MAXstream terlebih dahulu pada App Store atau Google Play Store. Dalam channel ini, masyarakat dapat menikmati berbagai hiburan secara digital yang tentunya berasal dari talenta lokal Sumatera, seperti band, penyanyi, influencer, dan tokoh masyarakat lainnya sehingga lebih dikenal secara luas. Tak hanya itu, Channel DigiONE MAXstream juga bekerja sama dengan beberapa pemerintah daerah untuk menampilkan aspek pariwisata, baik kekayaan alam maupun budaya, dalam Program Explore Sumatera.
“Kami berharap kehadiran Channel DigiONE MAXstream dapat menambah referensi hiburan digital bagi masyarakat, khususnya untuk Wilayah Sumatera. Kedepannya, kami akan terus mengembangkan channel ini agar dapat lebih memaksimalkan kepuasan seluruh penikmatnya,” ujar Yudi.
Untuk mengakses layanan hiburan digital MAXstream ini, pelanggan dapat menggunakan beragam paketnya sesuai kebutuhan dengan harga yang sangat terjangkau. Varian paket hiburan MAXstream dapat dilihat pada Aplikasi MyTelkomsel, UMB *363#, atau website resmi www.telkomsel.com.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPD dan MPR RI Muhammad Nuh, mengaku siap menyuarakan dan mengadvokasi kepentingan guru-guru dalam menjalankan tugasnya. Karena, guru adalah unsur yang sangat penting dan punya posisi yang strategis dalam membangun bangsa.
Hal ini disampaikan Muhammad Nuh saat menjadi narasumber dalam acara silaturahim dan sarasehan Komunitas Guru Peradaban di Gedung Chairunnisah Asrama Haji Medan, Sabtu (21/11).
Menurut Nuh, guru-guru di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara, sebenarnya sudah optimal dalam menjalankan peran dan tugas utamanya dalam mendidik anak didiknya menjadi manusia yang bermanfaat bagi bangsa dan umat manusia (khoirunnas anfa uhum linnas). “Terutama dalam mewujudkan masa depan Indonesia berkemajuan dan berperadaban luhur,” kata senator yang juga mantan guru ini.
Selain dari Komunitas Guru Peradaban, acara ini juga dihadiri dari beberapa organisasi guru yang ada di Kota Medan. Acara dipandu oleh Akhiruddin SPdI dan dibuka oleh Ketua Komunitas Guru Peradaban H Sugiono SPd .
Dalam sesi diskusi yang dipandu oleh Yopie SPd, seorang peserta bernama Zahra, berharap agar agenda menteri pendidikan dalam mengangkat guru honorer, hendaknya secara adil dan kalau bisa kuota Sumut disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. (rel/adz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, memberikan promosi kepada 5 perwira menengah atau pejabat utama (PJU) di jajaran Polda Sumut. Kelima perwira berpangkat Kombes ini, bakal mendapatkan pangkat bintang satu di pundak (Brigjen).
Ilustrasi
Hal itu tertuang dalam Surat Telegram (ST) Kapolri bernomor ST/3235/XI/KEP/2020 dan juga ST/3236/XI/KEP/2020, tertanggal 16 November 2020. Adapun kelima PJU tersebut, yakni Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kombes Pol Rony Samtana, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Kombes Pol Abu Bakar Tartusi, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Kombes Pol Wibowo, Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Kombes Pol Robet Da Costa, dan Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing.
Untuk jabatan Dirkrimsus Polda Sumut, diamanahkan kepada Kombes Pol John Carles Edison Nababan, yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya Bid Paminal Div Propam Polri.
Sementara Mantan Dirkrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana mendapat promosi jabatan sebagai Analis Kebijakan Madya Bid Pideksus Bareskrim Polri dalam rangka Dikreg XLVIII Sesko TNI TA 2021. Selanjutnya adalah jabatan Dirpolairud Polda Sumut, dipercayakan kepada Kombes Pol Dadan, yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya Bid Sespimen Sespim Lemdiklat Polri.
Sedangkan, Mantan Dirpolairud Polda Sumut, Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing, mendapat promosi menjadi Analis Kebijakan Madya Bid Polairud Baharkam Polri dalam rangka Dik Sespimti Polri Dik Reg ke 30 TA 2021. Jabatan Dirnarkoba Polda Sumut, dipercayakan kepada Kombes Pol Cornelius Wisnu Adji Pamungkas, yang sebelumnya menjabat Bali’s Kebijakan Madya Bid Pidnarkob Bareskrim Polri.
Mantan Dirnarkoba Polda Sumut, Kombes Pol Robet Da Costa mendapat promosi sebagai Analis Kebijakan Madya Bid Pinarkoba Bareskrim Polri, dalam rangka Dik Sespimti Polri Dik Reg ke 20 TA 2021. Jabatan Dansat Brimob Polda Sumut, dipercayakan kepada Kombes Suheri yang sebelumnya menjabat Dan Sat Brimob Polda Aceh. Mantan Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Abu Bakar Tartusi dipromosikan sebagai Analis Kebijakan Madya Bid Brigade Mobil Korbrimob Polri dalam rangka Dik Reg XLVIII Sesko TNI TA 2021.
Kemudian, jabatan Dirlantas Polda Sumut dipercayakan kepada Kombes Pol Valentino Alfa Tatareja, yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya bid STIK Lemdiklat Polri.
Mantan Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol Wibowo dipromosikan menjadi Analis Kebijakan Madya Bid Lamsel Korlantas Polri dalam rangka Dik Sespimti Polri Dik Reg ke 30 TA 2021.
Promosi kelima PJU Polda Sumut ini, tidak terlepas dari peran dan rekomendasi pimpinannya di wilayah Polda Sumut, yakni Irjen Pol Martuani Sormin, kepada Kapolri Idham Azis.
Sebagaimana diketahui, Irjen Pol Martuani Sormin dikenal sebagai Kapolda yang perhatian terhadap karir anak buahnya yang berprestasi. Lagi pula, baru ini sejarahnya selama kepemimpinan Kapolda Irjen Pol Martuani, 5 berpangkat Kombes yang sekaligus bersama-sama promosi jabatan dari Polda Sumut. Dalam mutasi tersebut, tidak hanya kelima PJU itu, Kapolres Tebingtinggi AKBP James Parlindungan Hutagaol juga ikut dimutasikan. Dia dimutasikan sebagai Wadan Sat Brimob Polda Sumut. Sedangkan jabatan Kapolres Tebingtinggi dipercayakan kepada AKBP Agus Sugiarso, yang sebelumnya menjabat Penyidik Madya Ditreskrimum Polda Sumut. (mag-1/saz)
BERSAMA:
Ketua KNPI Sumut, El Adrian Shah, diabadikan bersama jajaran saat akan membagikan bantuan masker.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua KNPI Sumut, El Adrian Shah mengatakan, Sumatera Utara (Sumut) menjadi barometer organisasi kepemudaan di Indonesia. Saat ini, tercatat ada 50 organisasi kepemudaan termasuk kepemudaan Islam yang bernaung di bawah DPD KNPI Sumut.
BERSAMA:
Ketua KNPI Sumut, El Adrian Shah, diabadikan bersama jajaran saat akan membagikan bantuan masker.
Seiring dengan kondisi tersebut, El pun berharap Pemprov Sumut dapat bersinergi dengan organisasi pemuda, khususnya lewat pembinaan. Apalagi, pemuda merupakan agen perubahan yang kelak akan menjadi pemimpin.
“Kondisi ini hendaknya harus menjadi perhatian Pemprov Sumut, khususnya dalam hal pembinaan kepada para pemuda melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumut,” ungkap El, saat bersilaturahim dengan organisasi sayap Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di kawasan Merdeka Walk, beberapa hari lalu.
Hadir dalam silaturahim ini, Ketua PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumut Jonson Sihaloho, Sekretaris PW Gerakan Pemuda Ka’bah Sumut DR Joko Susanto, Sekretaris PW Pemuda Islam Sumut Abdul Manaf, Ketua PW Angkatan Muda Ka’bah Sumut Irfan Mas’ar, Wakil Ketua PW Generasi Muda Pembangunan Indonesia Sumut Ari Perdana Lubis, dan pengurus lainnya.
Jonson Sihaloho selaku Ketua PW PMI Sumut, mengungkapkan, OKP/OKI hingga saat ini belum mendapatkan bantuan dari Dispora Sumut.
Menanggapi hal itu, El menyatakan, sampai detik ini DPD KNPI Sumut belum terima dana bantuan dari Pemprov Sumut. El pun meminta Pemprov agar membantu OKP yang ada di Sumut.
Selain itu, El juga mengaku siap berkomunikasi dan menjembatani ke berbagai pihak termasuk DPRD Sumut.
“Saya siap menjembatani komunikasi dengan DPRD Sumut. Kami juga siap jika diminta membantu menverifikasi OKP/OKI di Sumut,” katanya.
Dalam kesempatan itu, DPD KNPI Sumut juga mendistribusikan bantuan masker kepada seluruh organisasi di bawah naungan mereka. Masker ini merupakan bantuan dari Satgas Covid-19 Provinsi Sumut. (adz/saz)
UJIAN: Para peserta CASN mengikuti ujian seleksi yang menggunakan metode CAT (Computer Assisted Test).Penulis: Grid Network.
istimewa
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyerahan surat keputusan kepada Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) yang telah lulus, masih menunggu arahan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pemprov Sumut menyebutkan, prosesnya sampai kini masih berlangsung, setidaknya sampai satu bulan ke depan.
ilustrasi.
“Masih proses itu. Satu bulanan ini mungkin. Kan mesti ke BKN lagi itu,” ungkap Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprov Sumut Syahruddin Lubis, Senin (23/11).
Setelah itu, lanjut Syahruddin, CASN lingkup Pemprov Sumut Tahun Anggaran 2019 tersebut, bakal mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar.
“Ya, itu nanti setelah keluar SK baru mereka diberikan pelatihan dasar. Kita tunggulah,” imbuhnya.
Menurut Syahruddin, mengenai pengadaan CASN untuk Tahun Anggaran 2021, Pemprov Sumut juga masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
“Belum ada persiapan. Sebab belum ada petunjuk dari pemerintah pusat,” bebernya.
Seperti diketahui, terdapat 289 peserta lulus Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) untuk formasi Pemprov Sumut. Mereka diminta segera melengkapi berkas sesuai persyaratan yang ditentukan. Seluruh berkas baik secara proses digital (online) maupun hardcopy, diantar ke Ruang Dahlia Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sumut, Jalan Ngalengko No 1 Medan.
Menurut Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan BKD Setdaprov Sumut, Wasito, tahapan ini guna mengotentifikasi kebenaran, si peserta yang telah lulus adalah benar mengikuti seleksi CASN 2019 lalu. Setelah pemberkasan, tahapan berlanjut pada pendidikan dan pelatihan dasar. Paling lama dalam setahun ini, seluruh CASN ditarget akan mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar.
“Anggarannya di bidang kami. Pemerintah wajib menyelenggarakannya. Jadi begitu mereka masuk (memenuhi kelengkapan berkas), sudah PNS. Nomor Induk Pegawai (NIP) mereka juga sudah keluar. Namun mengenai waktu penyerahan NIP-nya kapan, saya kurang tahu,” katanya.
Sesuai jadwal yang telah ditentukan, guna kelengkapan berkas, peserta wajib mengunggah dokumen melalui akun masing-masing peserta pada alamat https://sscn.bkn.go.id. Mengenai detil dokumen dimaksud, peserta dapat melihat melalui website resmi Pemprov Sumut. (prn/saz)