27 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 3875

Pasca Banjir Bandang Melanda Wisata Landak Rivers, Wisata Bukit Lawang Tetap Dibuka

Wisata Alam Bukit Lawang

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Beredarnya isu bahwa lokasi wisata Bukit Lawang ditutup, akibat banjir bandang yang terjadi di lokasi wisata Landak Rivers, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat pada 17 November 2020 lalu, dinyatakan HOAX.

Wisata Alam Bukit Lawang

Hal itu disampaikan Camat Bahorok, Dameka Putra Singarimbun, Jumat (20/11). Dikatakannya, aliran Sungai Landak yakni alur sungai yang melintasi wisata Landak River dan selang pangeran, bukan termasuk aliran Sungai Bukit Lawang yang mengalir di obyek wisata Internasional Bukit Lawang, tersebut.

“Peristiwa banjir bandang di Landak River tidak berpengaruh dengan Sungai Bukit Lawang. Sebab aliran sungainya berbeda, jadi tidak ada pengaruhnya. Destinasi Bukit Lawang tetap dibuka, tidak ada penutupan. Isu penutupan Bukit Lawang itu tidak benar alias HOAX,”tegasya.

Saat ini, lanjut Dameka, wisata Bukit Lawang tetap dibuka untuk melakukan kegiatan wisata. Namun berdasarkan ketentuan, yaitu tetap waspada mengingat curah hujan yang cukup tinggi dan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Hal senada disampaikan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Langkat, Hj. Nur Elly Heriani Rambe, bersama rombongan sebelumnya telah meninjau wisata Landak Rivers. Nur Elly menjelaskan, bencana alam yang erjadi di aliran Sungai Landak, bukan di Sungai Bohorok, Bukit Lawang.

“Aliran sungainya beda. Area wisata Landak rusak akibat banjir, namun untuk wisata Bukit Lawang masih aman dan beroperasi seperti biasa di masa normal baru,” jelasnya.

Meski begitu, Hj. Nur Elly mengimbau wisatawan yang ingin berwisata ke Bukit Lawang untuk selalu berhati-hati dan tetap menjaga Prokes di Objek wisata.

“Sembari menyampaikan harapannya, semoga keadaan objek wisata Sungai Landak ini segera pulih kembali dan beroperasi seperti sediakala.” Imbuhnya. (yas/han)

PT KAI Lakukan Pergantian Sinyal Stasiun Binjai

Stasiun kereta api Kota Binjai di Jalan Ikan Paus, Kecamatan Binjai Timur.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
Stasiun kereta api Kota Binjai di Jalan Ikan Paus, Kecamatan Binjai Timur.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Salah satu upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumut meningkatkan sarana dan prasarana dengan melakukan proses pembaharuan sistem persinyalan di petak jalan Stasiun Binjai-Stasiun Medan.

Stasiun kereta api Kota Binjai di Jalan Ikan Paus, Kecamatan  Binjai Timur.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
Stasiun kereta api Kota Binjai di Jalan Ikan Paus, Kecamatan Binjai Timur.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.

Hal itu disampaikan Menejer Humas PT KAI Divre I Sumut, Mahendro Trang Bawono dalam keterangan pers yang diterima Sumut Pos, Minggu (22/11). Dikatakan Mahendro, sistem persinyalan merupakan salah satu komponen vital dalam suatu sistem perjalanan kereta api.

“Sehingga usaha perawatan dan pergantian sistem persinyalan secara berkala sangatlah penting untuk dilakukan,”bilangnya.

Mahendro mengatakan, peningkatan sarana dan prasarana dilakukan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah Sumatera Bagian Utara dan PT KAI Divre I Sumut, pada Sabtu (21/11).

Kemudian, akan melaksanakan pekerjaan perubahan (Switch Over) sistem persinyalan dari sistem mekanik ke sistem elektrik.

“Diharapkan dengan perubahan sistem persinyalan ini, bisa semakin meningkatkan keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api yang melintas di wilayah tersebut,” kata Mahendro.

Mahendro berharap kegiatan penggantian persinyalan ini tidak berdampak pada perjalanan KA dari dan menuju Stasiun Binjai seperti biasanya.

Namun demikian, PT KAI mengimbau masyarakat pengguna jasa kereta api untuk melakukan antisipasi terkait jadwal perjalanan, apabila proses penggantian persinyalan berdampak pada perjalanan KA.

“Kami memohon maaf apabila proses pergantian sinyal ini akan berdampak pada perjalanan KA, khususnya KA Srilelawangsa relasi Binjai – Medan (PP). Disamping itu juga akan terjadi perubahan flow penumpang karena KA yg biasanya masuk di jalur I, akan dipindahkan ke jalur II,” tutur Mahendro.

Ia menambahkan, terkait perubahan jalur KA tersebut, pihaknya mengimbau penumpang untuk selalu berhati-hati ketika akan melintasi jalur rel KA untuk menuju peron II.

“Perhatikan petunjuk yang kami sediakan. Apabila ragu silakan bertanya ke petugas yang ada di stasiun,” tandasnya.

PT KAI Divre I SU juga mengajak masyarakat agar mendukung proses revitalisasi dengan memperhatikan informasi perjalanan KA melalui seluruh media informasi yang tersedia di area stasiun maupun di dalam rangkaian KA.

Informasi perjalanan KA dapat diketahui melalui saluran resmi milik PT KAI (Persero) diantaranya aplikasi KAI Access, website resmi kai.id, Contact Center 121 line (021)121, Layanan pelanggan cs@kai.id dan Sosial media @keretaapikita @kai121.(gus/han)

Bocah 12 Tahun Hanyut di Sungai Sarudik

Arus Sungai Sangat Deras

PENCARIAN: Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian di Sungai Sarundik, Tapteng, Sabtu (21/11).

TAPTENG, SUMUTPOS.CO– Ridho Gultom bocah laki-laki berusia 12 tahun warga Lingkungan VIII, Kelurahan Sarudik, Kabupaten Tapteng, Sumatra Utara (Sumut) yang hanyut terseret arus sungai Sarudik pada Sabtu siang (21/11) berhasil ditemukan, namun sudah meninggal dunia.

Posisi korban ditemukan tidak begitu jauh dari lokasi hanyut, dan selanjutnya dievakuasi ke rumah duka.

Tangisan orang tua, keluarga dan kerabat korban tak terbendung melihat jasad Ridho Gultom sudah terbujur dan tak bernyawa lagi.

Sebelumnya diberitakan sebelumnya, Tim SAR gabungan langsung turun melakukan pencarian setelah mendapat informasi.

Butuh waktu sekitar 3 jam mencari korban di suasana arus sungai yang sangat deras. Hingga air mulai surut pada sore hari, barulah korban berhasil ditemukan.

Korban sebelumnya mandi-mandi di dekat jembatan Sarudik bersama temannya. Tiba-tiba, korban hanyut terseret arus sungai yang meluap.

Sebelum ditemukan, dengan menggunakan perahu karet, tim SAR Gabungan terus berjibaku menyisir Sungai Sarudik hingga ke Kelurahan Aek Muara Pinang, Kota Sibolga.

Salah seorang warga mengungkapkan, korban bersama temannya awalnya mandi-mandi di sungai dekat jembatan Sarudik sekira pukul 11.00 WIB.

“Korban dan teman-temannya udah sempat ku larang agar jangan mandi-mandi, karena arus sungai deras,” kata pria bertopi yang juga ikut melakukan pencarian.

Bahkan, seorang wanita paranormal juga dikerahkan untuk menerawang di mana kira-kira posisi korban. Namun belum didapat tanda-tanda.

“Masih sekitar sini itu (korban) sampai jam 9 malam, kalau lewat dari situ, udah lewat itu ke sana (laut),” kata wanita paruh baya itu saat berada di lokasi pencarian.

Terpisah, Koordinator Pos SAR Sibolga, Hari Susanto mengatakan, dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dihentikan.

“Terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dalam pencarian korban,” pungkasnya. (mag-14/ram)

Rencana Buka Kembali Bioskop di Medan, Pemko Kaji Komitmen Pengelola Usaha

JAGA JARAK: Pengunjung satu bioskop menerapkan protokol kesehatan.
JAGA JARAK: Pengunjung satu bioskop menerapkan protokol kesehatan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan masih mempertimbangkan berbagai aspek untuk rencana dibukanya kembali sejumlah bioskop di Kota Medan pada masa pandemi Covid-19 ini. Sebab, meski ada Peraturan Wali Kota (Perwal) No 27/2020, tentang Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di tengah pandemi, namun dibukanya bioskop di Kota Medan tetap harus melalui kajian terlebih dulu.

JAGA JARAK: Pengunjung satu bioskop menerapkan protokol kesehatan.
JAGA JARAK: Pengunjung satu bioskop menerapkan protokol kesehatan.

“Baru-baru ini kami telah melaksanakan rapat dengan OPD terkait, untuk membahas permohonan pengelola bioskop agar mendapatkan izin untuk membuka kembali usahanya,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, H Agus Suriyono, Minggu (22/11).

Lebih lanjut Agus mengatakan, sesuai Perwal No 27 Tahun 2020, semua usaha pariwisata boleh membuka usahanya kembali, hanya saja harus dengan ketentuan, yakni harus melaksanakan protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam Perwal tersebut.

“Seperti di kota lain yang telah membuka bioskop, antara lain Jakarta dan Bandung, mereka langsung mendapatkan izin dari Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Bandung. Jadi saat ini, mereka bermohon untuk mendapatkan izin dari Wali Kota Medan,” jelas Agus.

Nantinya, lanjut Agus, sesuai hasil keputusan rapat, Pemko Medan akan melihat terlebih dulu persiapan pihak pengelola bioskop dan komitmen mereka, dalam pelaksanaan protokol kesehatan di lokasi bioskop yang telah dibuka kembali.

“Setelah dilakukan peninjauan langsung dan adanya komitmen dari pengelola bioskop untuk pelaksanaan protokol kesehatannya, maka hasilnya akan kami sampaikan ke Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Jadi memang Pemko akan menyampaikannya lebih dulu ke satgas provinsi, bukan langsung dibuka begitu saja,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Medan, H Ihwan Ritonga, meminta Pemko Medan tidak sembarangan dalam memberikan izin kepada pengusaha bioskop dalam membuka kembali usahanya. Sebab diketahui, menerapkan protokol kesehatan di dalam bioskop tidak semudah menerapkannya di tempat-tempat usaha lainnya.

“Bioskop itu kan ruangan tertutup, lalu nyaris minim ventilasi udara juga. Sedangkan diketahui bersama, penyebaran virus itu lebih mudah terjadi di dalam ruangan, bukan di luar ruangan. Jadi jelas, tidak mudah membuka bioskop kembali. Kalaupun bisa, harus betul-betul dipelajari lebih dulu teknisnya,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, Perwal No 27/2020 memang mendukung para pengusaha dalam membuka kembali usahanya. Tapi, semua harus tetap mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Selain jaga jarak, ukur suhu tubuh, cuci tangan, harus ada penerapan hal lainnya yang dinilai akan lebih mendukung pencegahan virus corona itu, mengingat kondisi ruangan tertutup di bioskop butuh perhatian lebih. Intinya kami mendukung jalannya roda perekonomian kembali, tapi semuanya harus sesuai aturan,” pungkas Ihwan. (map/saz)

10 Unit Rumah dinas Sat Brimob Polda Sumut Dilalap si Jago Merah

KABAKARAN: Petugas Pemadam Kebakaran jinakkan api di Komplek Mako Brimob Polda Sumut.istimewa/sumut pos.
KABAKARAN: Petugas Pemadam Kebakaran jinakkan api di Komplek Mako Brimob Polda Sumut.istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 10 unit rumah dinas (rumdis) di Komplek Mako Brimob Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), tepatnya di Blok N, Jalan KH Wahid Hasyim, ludes dilalap si jago merah, Minggu (22/11), sekira Pukul 04.49 WIB. Diduga sumber api berasal dari rumah Iptu Mika Sihombing, yang menjabat Pjs Kasi Provost Sat Brimob Polda Sumut.

KABAKARAN: Petugas Pemadam Kebakaran jinakkan api di Komplek Mako Brimob Polda Sumut.istimewa/sumut pos.
KABAKARAN: Petugas Pemadam Kebakaran jinakkan api di Komplek Mako Brimob Polda Sumut.istimewa/sumut pos.

Adapun 10 unit rumdis tersebut, dihuni beberapa personel Sat Brimob Polda Sumut, yakni Ipda Eko, Brigadir Satria, Bripka Sanday, Aiptu Zulkarnain, Iptu Mika Sihombing, Iptu Kenedy Sitompul, Bripka Andi Yayan, Bripka sumardi, AKP Daud Pelawi, dan Bripka Edis Sinaga.

Belum diketahui penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah di Komplek Brimob Polda Sumut tersebut. Persentase kebakaran diperkirakan 70 persen.

Pada kejadian tersebut, 4 mobil Pemadam Kebakaran Pemko Medan tiba di Asrama Sat Brimob Polda Sumut sekira Pukul 05.35 WIB, hingga pukul 06.05 WIB.

Pasca kebakaran, personel Brimob Polda Sumut bahu-membahu mengevakuasi barang-barang yang masih dapat digunakan, yakni dengan menggunakan alat seperti sapu, ember, dan sekop. Mereka membersihkan puing-puing bangunan yang terbakar dan mengeluarkan barang-barang, seperti pakaian, lemari, dan peralatan rumah tangga lainnya yang masih dapat digunakan. Warga asrama yang terimbas kebakaran itu, juga turut membantu mengevakuasi korban kebakaran.

Humas Brimob Polda Sumut, Brigadir Rizki SN mengatakan, saat ini pihaknya sedang bahu-membahu mengevakuasi barang-barang dan juga pembersihan sisa puing kebakaran.

“Kami juga dibantu oleh Dinas Pemadam Kebakaran dalam proses pemadaman api. Dan saat ini kami sedang mengevakuasi, membersihkan, dan mendata,” ungkap Rizki, kepada sejumlah wartawan di Kota Medan.

Dalam peristiwa tersebut, lanjut Rizki, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

“Kami hanya mengalami kerugian materi, baik bangunan maupun dokumen pribadi. Ini masih sedang didata berapa kerugiannya,” pungkasnya. (mag-1/saz)

Pengerjaan Tol Seksi I Mencapai 92,3 Persen, Masih Terkendala Pembebasan Lahan

TERKENDALA: Progress pengerjaan Jalan Tol Seksi I menghadapi kendala pembebasan lahan.
TERKENDALA: Progress pengerjaan Jalan Tol Seksi I menghadapi kendala pembebasan lahan.

BELAWAN, SUMUTPOS.Co – Progress pembangunan Jalan Tol Seksi I, yang menghubungkan Tanjungmulia-Binjai, secara keseluruhan sudah mencapai 92,3 persen. Namun, target kerampungan pada November 2020 ini tidak tetcapai, karena terkendala pembebasan lahan yang belum terselesaikan.

TERKENDALA: Progress pengerjaan Jalan Tol Seksi I menghadapi kendala pembebasan lahan.
TERKENDALA: Progress pengerjaan Jalan Tol Seksi I menghadapi kendala pembebasan lahan.

Humas PT Hutama Karya (HK), Mawardi mengatakan, secara keseluruhan pembangunan yang sudah berjalan mendapat kendala, ada sekitar 3 atau 4 rante lahan yang belum bisa digunakan, sebab lahan tersebut masih bermasalah. Sehingga, menghambat beberapa sektor pembangunan yang akan diselesaikan.

“Harapan kami, lahan yang sedikit lagi itu segera selesai. Objek masalah lahan itu bukan ranah kami, tapi ada di BPN. Makanya kami masih menunggu proses penyelesaian, agar lokasi tersebut segera bisa dikerjakan,” ungkap Mawardi, Minggu (22/11).

Mawardi juga menjelaskan, untuk progres pembangunan keseluruhan saat ini sudah mencapai 92,3 persen. Secara rinci, jalur yang sudah berjalan adalah RAMP 1 jalur Belawan-Tanjungmorawa 80 persen, dan RAMP 2 jalur Tanjungmorawa-Belawan, saat ini masih proses pengalihan arah dan pengerasan, serta rambu lalu lintas. Kemudian, RAMP 3 jalur Belawan-Binjai sudah 100 persen, dan RAMP 4 jalur Tanjungmulia-Tanjungmorawa sudah 80 persen, dan masih proses pengalihan arus, serta RAMP 5 jalur Binjai-Tanjungmulia sudah 100 persen.

Selanjutnya, RAMP 6 jalur Tanjungmulia-Belawan masih proses pembebasan lahan, RAMP 7 jalur Binjai-Belawan sudah 100 persen, RAMP 8 jalur Tanjungmorawa-Tanjungmulia sudah 95 persen, dan masih terkendala pembebasan lahan. Serta RAMP 9 jalur Belawan-Tanjungmulia juga RAMP 10 jalur Tanjungmulia-Binjai sudah rampung 100 persen.

“Inilah perincian jalur yang sudah kami kerjakan. Dari persentase ini, target awalnya pada akhir November nanti bisa selesai. Namun kami tidak mau muluk-muluk, makanya target selesai baru akan dicapai pada pertengahan Desember. Karena adanya kendala di RAMP 6 terkait masalah lahan,” jelas Mawardi.

Setelah nanti rampung keseluruhannya, lanjut Mawardi, akan dilakukan peresmian oleh Presiden Jokowi secara video conference. Harapannya, sebelum diresmikan pengerjaan harus dirampungkan keseluruhannya.

“Mudah-mudahan sampai pertengahan Desember semua selesai tanpa ada kendala,” harapnya. (fac/saz)

Lindungi Hak Pilih Pemula, Disdukcapil Layani Perekaman e-KTP hingga Malam

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka melindungi hak pilih pemilih pemula pada Pilkada Serentak 2020 di Kota Medan, yang bakal digelar 9 Desember mendatang, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan melakukan percepatan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), khususnya bagi penduduk pemula atau masyarakat Kota Medan yang baru memasuki usia 17 tahun.

Untuk itu, Disdukcapil Kota Medan meningkatkan pelayanannya dengan membuka atau menambah hari dan jam pelayanan, bahkan hingga malam hari. Biasanya, proses perekaman e-KTP di masing-masing kantor kecamatan Kota Medan hanya dibuka pada hari kerja, yakni Senin hingga Jumat. Jam pelayanannya pun hanya pada jam kerja, yakni mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

“Sekarang pada hari biasa, yakni Senin sampai Jumat, pelayanan perekaman KTP elektronik dibuka sampai pukul 21.00 WIB, atau jam 9 malam. Sedangkan Sabtu yang biasanya bukan hari pelayanan, kami akan melayani antara pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB di 21 kecamatan Kota Medan,” ungkap Kepala Disdukcapil Kota Medan, Zulkarnain, Minggu (22/11).

Lebih lanjut Zul, sapaan karib Zulkarnain, mengatakan, saat ini di masing-masing kecamatan Kota Medan, juga melalui unsur kelurahan dan kepala lingkungan, sudah dikoordinasikan agar dapat membantu dalam mengimbau warga yang belum memiliki e-KTP, namun telah berusia 17 tahun, agar segera melakukan perekaman data. Nantinya sesuai dengan SOP yang ada, e-KTP yang sudah dicetak akan didistribusikan kepada pemohon melalui masing-masing kecamatan, sehingga pemohon tidak perlu lagi datang ke Kantor Disdukcapil Kota Medan.

“Kami harapkan, melalui sosialisasi yang terus menerus dilakukan dengan berbagai media publikasi, baik cetak dan elektronik, sosialisasi melalui sosial media, spanduk-spanduk, maupun imbauan langsung melalui kepala lingkungan, maka seluruh masyarakat yang belum memiliki KTP elektronik, mau menyempatkan waktunya untuk memohonkan KTP elektroniknya secara tepat waktu,” harapnya.

Sedangkan untuk e-KTP yang hilang, rusak, atau terdapat perubahan data, cukup dimohonkan melalui pelayanan daring melalui sibisa.pemkomedan.go.id. Menurut Zul, bila seluruh masyarakat telah memiliki e-KTP, maka masyarakat akan dengan mudah dan lancar dalam menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember mendatang. Sebab seperti diketahui, syarat yang harus dibawa dalam pemberian suara di TPS, sesuai ketetapan KPU, adalah harus memiliki e-KTP.

“Kami berharap nanti jangan ada alasan tidak dapat menggunakan hak suara karena belum memiliki KTP elektronik. Disdukcapil siap melayani semua permohonan KTP elektronik masyarakat, sebab ketersediaan blanko KTP elektronik sangat mencukupi, bahkan sampai akhir tahun. Kami tidak menerbitkan Suket (surat keterangan), sebab blanko KTP elektronik saat ini tersedia dan mencukupi,” bebernya.

Bahkan sebagai bentuk keseriusan pihaknya, Disdukcapil Kota Medan mengaku telah melakukan ‘jemput bola’. Saat ini, Disdukcapil Kota Medan juga sudah melakukan kerja sama dengan sekolah-sekolah SMA sederajat untuk melakukan perekaman e-KTP bagi para siswa di sekolah-sekolah yang berkenan membantu mengkoordinasikan para siswanya yang telah berusia 17 tahun untuk datang ke sekolah dan melakukan perekaman data, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kepada masyarakat kami mengimbau, mari manfaatkan pelayanan ini untuk turut berpartisipasi dalam Pilkada Kota Medan 2020, dengan segera memiliki KTP elektronik. Disdukcapil siap melayani masyarakat, tanpa praktik calo,” pungkas Zul. (map/saz)

Bersinergi Berikan Edukasi Kesiapsiagaan Bencana

VRI Sumut, PFI Medan, Teratai Rescue, STFJ, Artifacts , PPPKS, P2K Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – VRI Sumut, PFI Medan Teratai Rescue, STFJ, Artifacts, PPPKS, P2K Kota Medan menggelar pelatihan kebencanaan dengan mengusung tema ‘Siap, Siaga, Tangguh Hadapi Bencana’ di bantaran Sungai Babura, Kampung Sejahtera, Jalan Zainul Arifin Medan, Minggu (22/11).

Kegiatan ini dinilai perlu, agar masyarakat menyadari kesiapsiagaan dan tangguh dalam menghadapi bencana.

Vertical Rescue Indonesia (VRI) Sumut, Pewarta Foto Indonesia ( (PFI) Kota Medan, Teratai Rescue, STFJ, Artifacts, Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (PPPKS), dan Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran Kota Medan, meramaiakan acara tersebut sejak pagi, sekira pukul 09.00 WIB.

Walau sempat terjadi hujan, hal ini tidak menyurutkan semangat para peserta yang merupakan masyarakat Kampung Sejahtera. Warga yang hadir, pun tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Irfan Tri Handoko selaku Koordinator VRI Sumut, mengaku bangga bisa bekerja sama dengan organisasi dan lembaga lainnya, dalam kegiatan edukasi ini.

“Saya bangga sekali, VRI Sumut bisa bekerja sama dengan PFI Medan, Teratai Rescue, STFJ, Artifacts, dan PPPKS, sehingga acara ini berlangsung dengan lancar dan tetap tertib protokol kesehatan. Ke depan, acara seperti ini akan semakin kami tingkatkan untuk menyadarkan masyarakat agar tidak panik dan selalu siap siaga dalam menghadapi bencana,” katanya.

Kegiatan tersebut diramaikan dengan pameran foto jurnalistik tentang kebencanaan, seperti kebakaran, banjir, erupsi gunung, dan lain sebagainya, yang merupakan hasil karya jurnalistik PFI Kota Medan selama meliput bencana.

Ketua PFI Kota Medan, Rahmad Suryadi mengaku bahagia, dengan adanya diskusi dan edukasi seperti ini.

“Kami selaku pewarta foto jurnalistik tak lepas dari liputan bencana. Melalui diskusi ini, harapan ke depan akan menjadikan masyarakat sebagai relawan-relawan tangguh dalam menghadapi bencana dan selalu siap siaga,” harapnya.

Pada kegiatan ini, masyarakat dilatih untuk selalu siaga dan paham jika terjadi bencana, seperti banjir dan menghadapi bahaya kebakaran. Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran Kota Medan pun memberikan pelatihan, bagaimana mengantisipasi timbulnya api saat kompor meledak.

Lili Suryani, selaku warga Kampung Sejahtera, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami diajarkan untuk tidak panik, ketika terjadi kebakaran, apalagi saya yang menggunakan kompor gas. Edukasi ini sangat membantu sekali buat saya yang merupakan ibu rumah tangga dan sehari-hari menggunakan api dan kompor gas untuk kebutuhan hidup,” bebernya.

Ketua PPPKS, Aminur Rasyid mengucapkan terima kasih, untuk seluruh panitia yang mau menjadikan kampung mereka Kampung Sejahtera, sebagai tempat simulasi ‘Siap, Siaga, Tangguh Hadapi Bencana’.

“Alhamdulillah. Seluruh lembaga dan organisasi memberikan edukasi yang sangat bermanfaat sekali untuk kami selaku warga Kampung Sejahtera. Ini menjadikan kami orang yang siap siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, seperti kebakaran dan banjir. Karena kampung kami ini padat penduduk dan dekat dengan sungai. Saya ucapkan terima kasih banyak untuk para relawan yang sudah memberikan ilmunya kepada warga kampung kami,” ujarnya.

Adapun alasan acara ini dilaksanakan di Kampung Sejahtera, bertujuan untuk mengubah citra Kampung Sejahtera, yang selama ini dipandang negatif. Hal ini senada dengan pernyataan Instruktur Kebencanaan dari Teratai Rescue, Mulyadi. Dia mengatakan, selama ini orang tahu Kampung Kubur yang sekarang sudah berubah nama menjadi Kampung Sejahtera, sebagai sarang Narkoba.

“Itu dulu, sekarang saya melihat, seperti tokoh masyarakat dan pemuda sudah sadar akan bahaya Narkoba itu seperti apa. Adanya kegiatan seperti ini, juga memberikan tontonan yang baik untuk anak-anak di Kampung Sejahtera. Sehingga kami semua merasa dekat tanpa ada batasan. Dan pastinya nilai edukasi dalam acara ini bakal berguna untuk warga sekitar dalam bersiap siaga menghadapi bencana,” pungkasnya. (rel/saz)

100 Pelaku UMKM Terima Batuan dari Partai Demokrat

BANTUAN: Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain Hutajulu, saat memberikan bantuan kepada pelaku UMKM pengecer BBM di Jalan Gatot Subroto Medan, Sabtu (21/11).
BANTUAN: Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain Hutajulu, saat memberikan bantuan kepada pelaku UMKM pengecer BBM di Jalan Gatot Subroto Medan, Sabtu (21/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan satu dari banyak sektor yang merasakan dampak pandemi Covid-19. Sebagai wujud kepeduliannya, Partai Demokrat memberi bantuan kepada 100 pelaku UMKM terdampak pandemi.

BANTUAN: Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain Hutajulu, saat memberikan bantuan kepada pelaku UMKM pengecer BBM di Jalan Gatot Subroto Medan, Sabtu (21/11).
BANTUAN: Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain Hutajulu, saat memberikan bantuan kepada pelaku UMKM pengecer BBM di Jalan Gatot Subroto Medan, Sabtu (21/11).

“Ini merupakan instruksi Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Di masa pandemi ini, Partai Demokrat peduli kepada sesama, termasuk kepada para pelaku UMKM,” ungkap Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain Hutajulu, usai memberi bantuan kepada pengrajin rotan dan pengecer bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Gatot Subroto Medan, Sabtu (21/11) lalu.

Herri yang saat itu didampingi pengurus DPD Partai Demokrat Sumut, seperti Masdar Limbong, Harri Darmawan, Edy Saputra, Maju Manalu, dan lainnya, menyebutkan, Program Bina UMKM yang dibentuk Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini, dimaksudkan agar pelaku UMKM tetap eksis dalam menjalankan usahanya, sehingga tidak terjadi penambahan pengangguran di masa pandemi Covid-19 ini.

DPD Partai Demokrat Sumut hingga kini telah memberi bantuan kepada 100 pelaku UMKM di berbagai daerah di Sumut, dan pemberian bantuan ini akan terus dilaksanakan hingga 3 bulan berturut-turut.

“Dan jika pandemi Covid-19 masih berlangsung, DPD Partai Demokrat Sumut akan terus memberi bantuan sesuai instruksi Bapak AHY,” tutur Herri lagi.

Mantan Anggota DPRD Medan ini, juga meminta kepada seluruh jajaran pengurus, kader, dan anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD kabupaten, kota, dan provinsi, agar terus peduli kepada masyarakat di masa pandemi. Dia juga mengimbau para pelaku UMKM agar senantiasa melakukan aktivitasnya dengan baik dan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami berharap pandemi Covid-19 segera berlalu, sehingga aktivitas masyarakat, termasuk UMKM, kembali berjalan normal dan Partai Demokrat akan senantiasa bersama masyarakat,” harap Herri.

Sementara Rifai, seorang pelaku UMKM pengrajin rotan yang menerima bantuan, menyampaikan rasa terima kasih kepada Partai Demokrat, yang telah membantunya. Rifai berharap dan berdoa, semoga Partai Demokrat tetap jaya serta sukses di hari-hari mendatang. (adz/saz)

Bupati Dairi Akomodir Sebagian Pokir Dewan

NOTA JAWABAN: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu sampaikan nota jawaban terkait pemandangam umum anggota DPRD tentang nota pengantar Bupati terkait RanperdaAR-APBD TA 2021.

DAIRI, SUMUTPOS.CO- Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu mengakomodir sebagian pokok pikiran (Pokir) yang disampaikan anggota DPRD dalam pemandangan umum terkait nota pengantar Bupati Dairi tentang rancangan peraturan daerah (Ranperda) anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2021.

Menjawab aspirasi atau pokok pikiran anggota DPRD disampaikan Bupati Eddy KA Berutu pada sidang dewan dalam agenda mendengar nota jawaban Bupati atas pemandangan anggota DPRD, Kamis (19/11).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Rahmatsyah Munthe mengatakan, pada dasarnya, Bupati Eddy mengapresiasi semua masukan, saran serta pokok pikiran disampaikan dalam pemandangan umum dewan terkait Ranperda R-APBD 2021. 

“Dalam nota jawaban, Bupati langsung menginstuksikan OPD terkait untuk mengkaji ulang usulan disampaikan dewan agar bisa ditindaklanjuti,” ucapnya.

Sejumlah pokir dewan yang diatensi Bupati antaralain, pokir disampaikan Jembal Putra Ginting dari fraksi Nasional Demokrat (Nasdem). 

Jembal meminta perbaikan jalan menuju sekolah dasar (SD) Desa Mangan Molih, Kecamatan Tanah Pinem yang saat ini jalan tersebut sudah terbelah sehingga menyulitkan anak didik maupun kenderaan menuju area sekolah dimaksud. 

Terkait permintaan legislator, Eddy KA Berutu langsung perintahkan Dinas PUTR segera meninjau dan mengkaji ulang program perencanaan yang ditentukan menindaklanjuti masukan disampaikan Jembal. 

Sementara itu, Rukiatno Nainggolan dari fraksi Demokrat menyampaikan kepada Bupati Eddy KA Berutu permasalahan dialami seorang perangkat Desa di Kecamatan Sumbul terkait kepesertaan BPJS Kesehatan. 

Dimana kata Rukiatno, kebijakan Pemkab Dairi untuk kepesertaan BPJS Kesehatan bagi Perangkat Desa dan pembayaran premi ditanggung APBD dan Dana Desa, namun jadi masalah kartu BPJS tidak akfif karena Pemda belum bayar premi ke BPJS dan si Perangkat Desa tidak bisa gunakan kartu.

Padahal Perangkat Desa tersebut mendesak untuk dioperasi karena menderita penyakit serius, dan jika kartu tidak bisa aktif dia harus bayar puluhan juta rupiah karena menjadi pasien umum. Rukiatno mendesak Bupati segera merespons masalah dimaksud. 

“Informasi disampaikan Rukiatno direspon Eddy KA Berutu, Bupati mengaku sudah berkoordinasi dengan BPJS dan premi segera dibayarkan ke BPJS, dengan demikian biaya perobatan Perangkat Desa akan ditanggung BPJS,” ungkap Rahmatsyah. (rud/ram)