BINJAI, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Ramona Sembiring mendengar putusan yang dijatuhi Ketua Majelis Hakim, Dedy didampingi Anggota, Aida Harahap dan Tri Syahriawani, kemarin (16/11). Putusan yang dijatuhi kepada terdakwa pembunuhan berencana tersebut di bawah tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Benny Surbakti.
“Terdakwa Ramona Sembiring divonis oleh majelis hakim PN Binjai dengan hukuman 17 tahun kurungan penjara,” kata Benny ketika dikonfirmasi, Selasa (17/11).
Selama persidangan, memang terdakwa kerap berbelit memberikan keterangan. Bahkan, terdakwa juga tidak terus terang memberikan keterangan.
Selain itu, terdakwa juga tidak mengakui perbuatan kejinya yang tega menghabisi nyawa istrinya sendiri. “Atas putusan yang dijatuhi oleh majelis hakim, kita pikir-pikir sampai 7 hari ke depan waktunya,” tandas Benny.
Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa dengan pidana seumur hidup. Saat mendengar tuntutannya, terdakwa terlihat santai. Bahkan, terdakwa tidak ada menunjukkan raut wajah yang bersalah.
Dalam dakwaan JPU, Ramona Sembiring (21) didakwa pasal berlapis, 340 Jo 338 Jo 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati. Diketahui, korban ditemukan oleh operator alat berat eskavator Adi Gurusinga (47), Kamis (30/1) siang. Temuan mayat kemudian dilaporkan ke Iwan Ketaren (47), mandor.
Mayat kemudian diletakkan ke pinggir dan dikabarkan ke Kadus Tanjung Putri. Tak lama berselang, polisi tiba di lokasi yang kemudian melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara.
Dari tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang milik korban. Seperti jam tangan, celana dalam dan anting-anting korban. (ted/azw)
TERSANGKA PERAMPOK: Tiga tersangka komplotan pelaku jambret terhadap wanita pengendara sepeda Renata Pangaribuan (40),
di Jalan GB Josua, Medan diringkus personel Satreskrim Polrestabes Medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga tersangka komplotan pelaku jambret terhadap wanita pengendara sepeda Renata Pangaribuan (40), di Jalan GB Josua, Medan diringkus personel Satreskrim Polrestabes Medan.
TERSANGKA PERAMPOK: Tiga tersangka komplotan pelaku jambret terhadap wanita pengendara sepeda Renata Pangaribuan (40),
di Jalan GB Josua, Medan diringkus personel Satreskrim Polrestabes Medan.
Dari ketiganya, dua pelaku terpaksa ditembak kakinya, karena berusaha kabur dengan menabrak personel polisi menggunakan sepeda motor saat dilakukan penangkapan di Jalan HM Yamin beberapa hari kemudian setelah melancarkan aksi jambret.
Adapun dua pelaku yang ditembak, M Hadji (21) warga Jalan M Yakub Gang Tini dan Hendra Sani alias Bajol warga Jalan Tirto. Sedangkan seorang pelaku lagi yang tidak ditembak adalah Ali Adam (28) warga Jalan HM Yamin.
Kasatreskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Tobing menjelaskan, semula pihaknya mendapat informasi dari pengaduan korban jambret tersebut. Selanjutnya, dilakukan penyelidikan hingga akhirnya membekuk para pelaku.
“Personel berhasil mengantongi identitas pelaku dan kemudian mendapat informasi sedang berada di Jalan HM Yamin pada Jumat (14/11) malam. Kemudian, personel langsung bergerak dan melakukan penyergapan,” ungkap Martuasah, Selasa (17/11).
Namun, lanjut dia, dua dari tiga pelaku berusaha kabur dengan sepeda motor. Personel lalu memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali, tetapi tak dihiraukan. “Kedua pelaku tersebut melakukan perlawanan dengan cara menabrak personel. Karena itu, terpaksa diberikan tindakan tegas terukur pada kaki mereka hingga akhirnya tersungkur ke aspal. Setelah pelaku terjatuh dari sepeda motornya, personel bergerak cepat dan menangkapnya,” jelas Martuasah.
Ia menyebutkan, kedua pelaku kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mendapatkan pertolongan medis. Setelah dirawat, mereka diboyong ke Mapolrestabes Medan untuk proses hukum lebih lanjut.
“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara ini, komplotan jambret tersebut sudah beraksi 8 kali di Medan sekitarnya,” beber dia.
Martuasah menambahkan, para pelaku memiliki peran masing-masing ketika melancarkan aksi jambret. Pelaku Hendra Sani berperan sebagai joki dan merupakan residivis jambret yang sudah 3 kali masuk penjara. Sedangkan pelaku M Hadji sebagai penarik tas korban merupakan residivis kasus begal dan jambret yang sudah 4 kali dipenjara. Sementara Ali Adam sebagai joki dan merupakan residivis kasus narkoba serta jambet yang sudah 2 kali masuk penjara.
“Dari ketiga pelaku, disita satu unit sepeda motor Honda Scoopy dan Vario, 5 unit handphone, tas sandang, dompet, jam tangan serta satu set kunci T,” pungkasnya. (ris/azw)
SIDANG: Saksi dari Propam Polrestabes Medan memberikan keterangan dalam sidang kasus sabu dengan terdakwa oknum polisi di PN Medan, Selasa (17/11).gusman/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Andi Arvino (35) oknum polisi yang bertugas di Polrestabes Medan ini, kini terancam dipecat. Pasalnya, ia kedapatan memiliki sabu seberat 0,34 gram sisa konsumsi, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (17/11).
SIDANG: Saksi dari Propam Polrestabes Medan memberikan keterangan dalam sidang kasus sabu dengan terdakwa oknum polisi di PN Medan, Selasa (17/11).gusman/sumut pos.
Berdasarkan keterangan saksi dari dua petugas Propam Polrestabes Medan, Bukhori dan Deni Hamdani bahwa terdakwa ditangkap setelah ditemukan sisa sabu dari rumah terdakwa.
“Kami diperintahkan Kasi Propam pak hakim, untuk menggeledah rumah terdakwa. Dan saya temukan pipet sisa pakai dari saku sebelah kiri baju dinasnya pak hakim,” ungkap kedua saksi, dihadapan hakim ketua Dominggus Silaban.
Sementara usai sidang, jaksa penuntut umum (JPU) M Risqi Darmawan yang diwawancarai mengatakan, terdakwa Andi ditangkap karena menjadi pengedar sabu.
“Atas printah Kasi Propam, kabarnya terdakwa ini pengedar (sabu). Kalau peng akuannya tidak salah sudah 3 kali. Kemudian saat ditangkap bapak-bapak Propam ini, didapatilah sabu sisa pakai di kaca pirex. Dan saat di tes urine, positif,” jelasnya.
Sementara mengutip surat dakwaan, pada 13 Februari 2020 terdakwa Andi Arvino menemui penjual sabu di Jalan Kapten Muslim Kota Medan. Setelah menerima sabu, lalu terdakwa membawanya ke Blok B RTP Polrestabes Medan untuk diberikan kepada Benget (DPO).
Lalu Benget memberikan uang sebesar Rp600 ribu sebagai upah terdakwa menjemput sabu tersebut. Setelah itu pada 14 Februari 2020 terdakwa menerima uang sebesar Rp1 juta dari saksi Wilson EM Sitorus untuk mengambil sabu di Jalan Aksara Kota Medan.
Setelah bertemu dengan penjual sabu tersebut, lalu terdakwa menerima 1 gram sabu dari penjual sabu tersebut. Selanjutnya terdakwa membawa sabu tersebut ke Blok B RTP Polrestabes Medan. Sekira pukul 21.00 Wib, terdakwa menyerahkan sabu tersebut kepada saksi Wilson, dan memberikan uang sebesar Rp500 ribu kepada terdakwa sebagai upah.
Kemudian, pada 18 Februari 2020 tiga anggota Propam Polrestabes Medan, melakukan penggeledahan di rumah terdakwa Andi Arvino. Dari penggeledahan itu, ditemukan satu buah pipet yang berisi sisa narkotika jenis sabu di dalam saku sebelah kiri baju dinas PDL SUS Polri milik terdakwa.
Setelah itu saksi-saksi membawa barang bukti tersebut ke Polrestabes Medan dan setelah ditanyai terdakwa me gaku bahwa barang bukti tersebut adalah milik terdakwa.
Atas perbuatannya, terdakwa diancam pidana Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (man/azw)
Pelaku Curanmor: Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Patumbak menunjukkan pelaku Kiki Ramadani, dan barang bukti Curanmor di Mapolsek Patumbak, Selasa (17/11). dewi/Sumut Pos/ist.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Sektor (Polsek) Patumbak membekuk pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Pelaku bernama Kiki Ramadani (25) ditangkap setelah aksinya terekam kamera CCTV di Jalan Garu II A Nomor 57-B, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, tepatnya di depan Toko Percetakan/Warnet Geger Production, Selasa (20/10) lalu, sekira Pukul 23.00 WIB.
Pelaku Curanmor: Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Patumbak menunjukkan pelaku Kiki Ramadani, dan barang bukti Curanmor di Mapolsek Patumbak, Selasa (17/11). dewi/Sumut Pos/ist.
“Pelaku ditangkap di warung di Jalan Selambo, Kecamatan Medan Amplas,” kata Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza SIK MH melalui Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba SH MH, kepada sejumlah wartawan di Medan, Selasa (17/11).
Pelaku yang bermukim di Jalan Bajak II Nomor 172 H Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas ini pun diboyong ke Mapolsek Patumbak, guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Dari pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa celana jeans warna biru dan mata obeng ketok yang terbuat dari besi,” papar Philip.
Dijelaskannya, peristiwa yang menimpa korban bernama Haznul Iskandar Hasibuan bermula saat pemilik Toko Percetakan Geger Production yang merupakan usaha miliknya memarkirkan sepeda motor itu di bagian pojok toko dalam keadaan stang terkunci dan setengah pintu toko tertutup.
Kemudian, lanjutnya, korban masuk ke dalam toko dan sekira pukul 23.00 WIB, korban berencana mau pulang ke rumah. “Begitu keluar dari toko, korban sudah tidak melihat lagi kendaraannya yang terparkir di pojok toko,” jelasnya.
Philip menambahkan, korban pun berusaha mencari sepeda motornya dengan bertanya kepada tetangga, tapi tidak ada yang tahu. Atas kejadian tersebut, korban merasa dirugikan dan membuat laporan ke Polsek Patumbak, hingga akhirnya pelaku pun berhasil diamankan.
“Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun,” pungkasnya. (mag-1/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk menyatukan suara dalam pelaksanaan Pilwalkot Kota Medan 9 Desember mendatang, Angakatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sumut laksanakan konsolidasi dengan seluruh kader, Senin (16/11) di Jln Tanjung Bunga 1, Simpang Limun.
Ketua Tim Pemenangan Bobby-Aulia DPD AMPI Sumut, M Rizki Nugraha (4 dari kanan) saat berkonsolidasi dengan kader AMPI di 4 kecamatan yang ada si Dapil 4, Senin, 16 November 2020.
Selain melakukan konsolidasi, agenda kegiatan juga diisi dengan membagikan masker di Jl. SM Raja persis di depan Pasar Simp Limun.
Ketua Tim Pemenangan Pasangan Bobby Aulia, M Rizki Nugraha dalam kesempatan itu mengajak semua kader AMPI agar merapatkan barisan untuk memenangkan pasangan calon walikota dan wakil walikota yang diusung AMPI.
Dia juga mengajak kepada seluruh kader di Sub Rayon AMPI yang ada di Kota Medan agar hadir di TPS pada 9 Desember mendatang untuk mencoblos.
“Kepada seluruh rekan juang AMPI yang ada di Kota Medan agar datang ke bilik suara 9 Desember nanti. Sampaikan juga ke sanak saudara kita semua agar tak lupa mencoblos pasangan Bobby Aulia,” ujarnya.
Rizki menambahkan, jika pasangan Bobby Aulia menang, tak dinafikan AMPI juga akan semakin besar karena mampu memenangkan pasangan tersebut menjadi walikota dan wakil walikota Medan.
“Ini adalah amanah ketua, jadi kita harus memenangkan pasangan Bobby Aulia. Sebagai kader, kita harus menjaga nama baik ketua kita,” tegasnya.
Dalam amanatnya, dia juga berpesan agar seluruh kader untuk tetap menjaga kesehatan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang sudah ditentukan pemerintah.
Sementara itu, Sekretaris DPDP AMPI Kota Medan Adolf Hekman Nainggolan meminta kepada seluruh Ketua Rayon Se- Kecamatan bekerja sungguh-sungguh untuk memenangkan pasangan Bobby Nasution – Aulia Rahman.
Tampak hadir dalam agenda tersebut, Ketua Ketua Rayon, Sekretaris AMPI Kota Medan, Bendahara AMPI Kota Medan, Ketua Pokja Humas AMPI Sumut, Ketua Pokkar AMPI Medan Kota.
Kali ini konsolidasi dilakukan untuk pengurus AMPI se Dapil 4 yang meliputi Kecataman Medan Kota, Medan Area, Medan Denai dan Medan Amplas. Pada Hari Kamis (19/11) akan dilaksanakan di Dapil 2 yaitu; Medan Marelan, Medan Belawan, Medan Deli dan Medan Labuhan.(tri)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) salah satunya dengan menerbitkan Laporan Keberlanjutan, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mendapatkan Penghargaan Laporan Keberlanjutan Tahun 2019 Peringkat A. Pencapaian ini diraih berdasarkan hasil studi Laporan Keberlanjutan Tahun 2019 Perusahaan Publik di Indonesia oleh Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST).
Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama menjelaskan bahwa bagi PGN, laporan keberlanjutan sebagai salah satu sarana dalam mewujudkan visi PGN dan sesuai International Best Practice yang berlaku di banyak negara, sehingga PGN memutuskan untuk membuat laporan keberlanjutan.
“PGN pertama kali menerbitkan Laporan Keberlanjutan Tahun 2010 untuk Laporan Tahun 2009. Dengan demikian, hingga kini kami telah menerbitkan laporan keberlanjutan selama 11 tahun berturut-turut. Kedepannya, kami akan terus menerbitkan laporan keberlanjutan. Apalagi OJK telah mewajibkan kepada perusahaan terbuka (Tbk) untuk membuat laporan keberlanjutan setiap tahun mulai tahun 2020,” papar Rachmat, (17/11/2020).
Selain itu, dalam menjalankan perusahaan, perlu adanya komunikasi yang baik dengan pemangku kepentingan yakni pemerintah, investor, pelanggan, mitra, maupun masyarakat. Laporan Keberlanjutan menjadi media komunikasi kepada seluruh Pemangku Kepentingan yang disusun dengan menggunakan standar internasional (Global Reporting Initiave).
“Laporan Keberlanjutan memuat informasi non-finansial dari seluruh fungsi perusahaan seperti kinerja operasional yang telah dijalankan dan pencapaian apa saja yang telah diraih perusahaan selama 1 tahun terakhir,” jelas Rachmat.
Rachmat melanjutkan, ada 3 hal penting yang dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan melalui Laporan Keberlanjutan. Pertama, bagaimana ketangguhan dan sumbangsih PGN dalam mengembangkan perekonomian pemangku kepentingan. Kedua, kinerja dan upaya apa yang dilakukan PGN terkait kelestarian bumi. Ketiga, bagaimana PGN melaksanakan tanggung jawab sosial kepada masyarakat maupun karyawan.
“Laporan Keberlanjutan harus diperiksa oleh pihak eksternal yang independent (assurance) adalah hal yang sangat penting dan sudah dilakukan sejak tahun 2012. Dengan demikian, dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri bagi PGN, meningkatkan kualitas Laporan Keberlanjutan, dan meningkatkan kepercayaan (trust) kepada para Pemangku Kepentingan, khususnya Investor atas Laporan Keberlanjutan yang diterbitkan,” papar Rachmat.
Bagi PGN, keberlanjutan adalah sebuah perjalanan yang memerlukan banyak pembelajaran, inovasi, dan peningkatan kinerja secara terus menerus. Mengingat PGN sebagai Subholding Gas berperan penting dalam memastikan pertumbuhan infrastruktur dan pelayanan energi baik gas bumi, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (rel/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara (Sumut) gencar melakukan konso lidasi dengan melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) DPW dengan pimpinan PAN kabupaten/kota se-Sumatera Utara, yang bertujuan untuk memenangkan pasangan calon yang diusung PAN dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
PENYERAHAN SK: Ketua DPW PAN Sumut Yahdi Khoir Harahap didampingi Ketua DPD PAN Labusel, Wildan Aswan Tanjung menyerahkan SK DPC Torgamba.
Ketua DPW PAN Sumut Ir H Yahdi Khoir Harahap MBA menyebutkan, road show yang dilakukan DPW PAN Sumut ke daerah-daerah itu bertujuan untuk meningkatkan semangat dan motivasi di kalangan kader partai, sekaligus memberikan motivasi, supaya tetap bersemangat dalam memenangkan paslon yang diusung PAN.
“Beberapa kabupaten/ kota yang sudah dikunjungi pimpinan PAN Sumut, antara lain Kota Medan, Serdang Bedagai, Kota Binjai, Tanah Karo, dan Sabtu kemarin kami baru pulang dari Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel, Red),” kata Yahdi Khoir kepada wartawan, Senin (16/11).
Yahdi Khoir yang pada kesempatan itu didampingi Sekretaris H Hendra Cipta SE serta pengurus harian lainnya Suartono SE, Luthfi Fauzi, Agus Salim Ujung dan Affan Alquddus menegaskan, kemenangan figur-figur pasangan calon kepala daerah yang diusung PAN menjadi sangat penting dan strategis, demi kejayaan PAN di masa mendatang.
Selain itu, kunjungan ke daerah-daerah ini juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi, untuk menyatukan visi dan persepsi sekaligus meningkatkan semangat untuk secara bersama-sama bergotongroyong dalam memenangkan semua pasangan calon (paslon) yang didukung PAN.
Karena itu, dalam setiap kesempatan di sejumlah daerah yang telah dikunjungi, Yahdi Khoir tak pernah lupa mengingatkan segenap kader PAN, supaya mampu menjaga soliditas dan kekompakan, serta mampu mengerahkan segala potensi yang ada untuk memenangkan paslon yang telah secara resmi didukung partai.
Misalnya saat berada di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Yahdi meminta Ketua DPD PAN Labusel Wildan Aswan Tanjung bersama jajaran partai, agar kompak dalam memenangkan paslon nomor 3, Hj Hasnah Harahap dan Kholil Jufri (BERHASIL). “Paslon kita harus dimenangkan, agar kejayaan PAN di Labusel bisa dipertahankan,”harapnya.
Terkait dengan Pilkada Labusel, Yahdi mengingatkan, kemenangan paslon nomor 3 Hj Hasnah Harahap dan Kholil Jufri sangat penting, dalam rangka melanjutkan kebijakan dan program pembangunan yang selama ini dilaksanakan Bupati Wildan Aswan Tanjung, yang sudah berhasil dalam menjalankan kepemimpinannya meningkatkan kesejahteraan rakyat selama 10 tahun.
Lebih jauh anggota Komisi D DPRD Sumut ini mengatakan, melalui konsolidasi yang dilakukan DPW PAN ke daerah-daerah, pihaknya merasa perlu menekankan, bahwa memenangkan pasangan calon KDh yang didukung partai, merupakan hal yang wajib hukumnya bagi semua kader.
Atas dasar itu, kata Yahdi, apa pun alasannya tidak boleh seorang kader partai justru bekerja untuk kemenangan paslon yang tidak didukung oleh partai. “Bagi kader partai yang terbukti tidak mendukung alias berada di luar garis, maka konsekuensinya akan mendapatkan sanksi dari partai,” tegasnya.
Dia menambahkan, di kalangan kader partai boleh-boleh saja terjadi perbedaan pendapat, soal siapa figur yang layak untuk didukung. “Tetapi, ketika pimpinan partai sudah memutuskan mendukung seseorang, seperti pasangan Hj Hasnah Harahap-Kholil Jufri di Kabupaten Labusel, maka semua kader wajib mendukung.
“Bagi kader PAN yang tidak berkenan mendukung keputusan pimpinan partai, harus siap-siap menerima konsekuensinya,” kata Yahdi Khoir seraya mengimbau semua kader PAN yang sudah terlanjur tidak memberikan dukungan supaya sadar dan kembali ke dalam barisan.
Sementara itu, Ketua Dewan Piminan Daerah (DPD) PAN Labusel Wildan Aswan Tanjung mengapresiasi kunjungan konsolidasi yang dilaksanakan DPW PAN Sumut.
“Kunjungan Ketua DPW PAN Sumut bersama jajaran, insya Allah akan menjadi pendorong semangat dan meningkatkan motivasi bagi bagi semua kader PAN di sini, dalam memenangkan paslon yang kita usung bersama,” ujarnya. (adz)
HADIR: Akhyar Nasution saat menghadiri Maulid Nabi dari Dewan Pimpinan Cabang FKWJ di Jalan Kapten Rahmadbuddin, Kelurahan Rengas Pulau, Medan Marelan, Minggu (15/11).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution menegaskan akan total dalam melakukan pembenahan dan akan mengabdi untuk kepentingan seluruh warga Kota Medan.
HADIR: Akhyar Nasution saat menghadiri Maulid Nabi dari Dewan Pimpinan Cabang FKWJ di Jalan Kapten Rahmadbuddin, Kelurahan Rengas Pulau, Medan Marelan, Minggu (15/11).
“Dalam konteks Pilkada 9 Desember 2020, kita akan melaksanakan pemilihan Wali Kota Medan dan saya harap kita semua memilih nomor 1. Kenapa harus? Karena ada tan tangan dengan kita semua,” ucap Akhyar saat menghadiri Maulid Nabi dari Dewan Pimpinan Cabang FKWJ (Forum Komunikasi Warga Jawa) di Jalan Kapten Rahmadbuddin, Kelurahan Rengas Pulau, Medan Marelan, Minggu (15/11).
Kalau ada amanah ini, Akhyar bertekad akan mengabdi secara maksimal. “Kalau saya ikutan ‘banjir-banjir’, kalau saya minta ke cukong dan habis Rp5 miliar, tentunya mengembalikannya lebih dari Rp5 miliar. Saya harus mikir di mana saya mencarinya. Kalau 3,5 tahun jabatan saya, berarti dalam setahun saya harus mencari uang Rp2 miliar. Kalau megang jabatan tapi tidak bisa tidur, buat apa saya harus jadi wali kota. Jabatan itu amanah,” tegas Akhyar.
Secara garis besar, Akhyar ber tekad untuk menang dalam perjuangan menjadi wali kota. Akhyar bertekad, kehadirannya di pemerintahan adalah untuk mencegah ‘kerusakan’.
“Saya akan berjuang maksimal. Saya yakin seluruh warga Kota Medan akan istiqomah. Walau saya menyadari sekian persen yang tidak memilih saya, karena pemberian (uang atau sembako), tapi saya yakin Allah SWT yang maha membolak-balikkan hati,” katanya. Untuk itu, Akhyar meminta warga untuk istiqomah memilih Akhyar-Salman pada 9 Desember mendatang.
“Lebih kurang ada 300 relawan AMAN yang secara mandiri, kreatif, melakukan kegiatan yang mendukung Akhyar-Salman. Ini semuanya akan saya balas dengan totalitas untuk pengbdian di Kota Medan. Syukur Alhamdulillah, jauhkanlah kita dari perbuatan salah. Saya sudah 54 tahun. Nikmat hidup itu adalah mengabdi,” ungkapnya.
Maka dari itu, yang menjadi dorongan Akhyar untuk maju di Pilkada Medan yakni ingin mewujudkan Kota Medan yang cantik berkarakter menuju kota masa depan yang nyaman dan bahagia warganya.
“Bahagiakan warga. Hanya tinggal itu pak nawaitu saya. Saya tidak bisa berjanji. InsyaAllah, hal hal yang perlu kita komunikasikan, saya membuka diri. Itu yang bisa saya janjikan. Saya tidak bisa berjanji ‘nanti kita buat ini, nanti kita buat itu’, saya tidak mau dicap jadi pembohong,” terangnya.
“Dalam peringatan maulid, InsyaAllah kita mendapat rahmat dari Allah. Saya ucapkan terimakasih kepada keluarga FKWJ yang telah memberikan dukungannya kepada Akhyar -Salman,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia, Samuel Siswadi mengaku, siap mendukung Akhyar – Salman dalam Pilkada Medan 2020.
“Kami siap mendukung Bang Akhyar, tapi Bang Akhyar harus siap membesarkan FKWJ. Kalau perlu kita buat MoU,” pin tanya. (rel/map/azw)
Dalam sambutannya, Samuel mengisyaratkan agar Akhyar dapat ‘mengimbagi’ kubu sebelah. “Kalau orang main paret, Bang Akhyar juga harus ikut turun ke paret juga. Orang dapat bado, dapat lele, masak kita cuma jadi penonton. Gitu maksud saya,” terangnya.(map/azw)
PENYERAHAN HADIAH: Guru Isnaini SPd, saat penyerahan hadiah kepada pemenang lomba dalam Gebyar Bulan Bahasa di SMP Negeri 3 Kisaran, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.
KISARAN, SUMUTPOS.CO – Sambil menyelam, minum air. Itulah yang dilakukan ibu guru Isnaini SPd, saat menggelar kegiatan rutin Gebyar Bulan Bahasa di SMP Negeri 3 Kisaran, Sumatera Utara. Ia memberdayakan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) menjadi panitia online tradisi tahunan memperingati Hari Sumpah Pemuda tersebut. Alhasil, acara tetap berlangsung dan anak-anak banyak belajar mengorganisir acara secara online.
PENYERAHAN HADIAH: Guru Isnaini SPd, saat penyerahan hadiah kepada pemenang lomba dalam Gebyar Bulan Bahasa di SMP Negeri 3 Kisaran, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.
“Biasanya, Gebyar Bulan Bahasa meng gelar berbagai kegiatan lomba, seperti lomba cipta dan baca puisi, resume buku, pidato, bercerita, cipta cerpen, dan berbalas pantun. Kegiatan digelar sore hari agar tidak mengganggu kegiatan belajar-mengajar. Sebelum pandemi Covid-19, kegiatan ini sangat ditunggu peserta didik karena menjadi wadah menampung kreativitas peserta didik, khususnya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia,” kata Isnaini, guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Ki saran, Asahan, kepada Sumut Pos, kemarin.
Karena hingga saat ini sekolah belum diperbolehkan belajar tatap muka, Gebyar Bulan Bahasa sempat terancam tidak digelar. Namun Isnaini yang juga salahsatu fasilitator daerah komunikasi Asahan Program Pintar Tanoto Foundation, ini pantang menyerah. Ia ingin memberi contoh teladan kepada peserta didik agar dapat berkreativitas dalam situasi apapun.
“Gelar Bulan Bahasa di tengah pandemi pasti penuh tantangan. Namun kreativitas peserta didik harus tetap berkibar. Covid 19 harus dilawan. Banyak jalan ke Roma. Sebagai guru Bahasa Indonesia, saya katakan tradisi Bulan Bahasa harus tetap digelar, meski secara online,” cetusnya bersemangat.
Sebelum pandemi, kegiatan Bulan Bahasa diorganisi oleh MGMP Bahasa Indonesia. Namun kali ini, Isnaini menggandeng pengurus OSIS SMPN 3 Kisaran sebagai panitia. Alasannya, agar OSIS sebagai wadah organisasi siswa, semakin terlatih menjadi wadah kreativitas peserta didik.
“Mereka saya bimbing merancang suatu program. Awalnya, saya bimbing cara menyusun proposal dan diajukan ke kepala sekolah. Ternyata, Kepala Sekolah sangat mendukung. Alhamdulilah… tantangan pertama terlewati,” ucap bu guru peserta pelatihan Pengembangan Budaya Baca Tanoto Foundation ini, semringah.
Puas melihat pengurus OSIS penuh kegembiraan ketika proposal mereka lolos, Isnaini kembali menyemangati dengan mengatakan, kini naik level ke tantangan berikutnya.
Setelah proposal disetujui, OSIS merancang langkah kedua yaitu memilih teknik mengumumkan Gebyar Bulan Bahasa kepada peserta didik, di tengah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Ada 6 lomba yang dirancang. Untuk siswa kelas VII ada lomba resume buku, lomba bercerita kisah fantasi, dan lomba berbalas pantun. Untuk siswa kelas VIII, ada lomba cipta dan baca puisi, lomba pidato, dan lomba resume buku. Sementara untuk siswa kelas IX, ada yaitu lomba cipta cerpen, berpidato, dan resume buku.
“Panitia memutuskan untuk mengumumkan syarat-syarat lomba melalui WhatsApp Group tiap kelas, melalui IG OSIS. Nah… tantangan tahap kedua ini ternyata cukup membuat panitia agak tertekan. Pasalnya hingga hari kedua setelah pengumuman, hanya beberapa peserta didik saja yang merespon,” kisahnya.
Pengurus OSIS sempat ragu bahkan agak down. Mereka mengadu ke Bu Isnaini. “Bu, bagaimana ini? Masih sedikit yang mendaftar. Apa kita lanjutkan?”
Sebagai guru yang baik, tentu saja Isnaini wajib memompa semangat anak-anak. “Saya katakan agar mereka bersabar dan pantang menyerah. Tentu tidak mudah memotivasi peserta didik mengikuti lomba via daring. Bakal banyak yang ragu apakah mereka mampu. Peserta pasti akan banyak bertanya soal syarat-syarat lomba, dan sebagainya. Sebagai panitia, pengurus OSIS harus melayani dengan penuh kesabaran,” kenangnya.
Panitia pun kembali bersemangat. Acara berlangsung lancar dengan dukungan semua pihak, baik dari Wakasek Kesiswaan, guru Bahasa Indonesia, para wali kelas, dan seluruh guru SMPN 2. Target peserta untuk mengikuti lomba terpenuhi. Lomba resume buku kelas VIII paling tinggi jumlah peserta. Cipta cerpen paling sedikit, hanya enam peserta.
Adapun teknis lomba pidato, bercerita, baca puisi, dan berbalas pantun, peserta mengirimkan video mereka dengan durasi waktu maksimal 5 menit. Tema pidato, cipta puisi, da berbalas pantun disesuaikan dengan suasana pandemi.
Beragam tingkah peserta saat mengirimkan video. “Ada yang cemas karena tidak bisa mengirim melalui WhatsApp. Ada yang panik karena tidak bisa mengirimkan melalui google drive. Mereka panik bilang ‘tidak bisa, tidak pandai’,” kekehnya.
Di sinilah, pengurus OSIS tampil memberikan tutorial cara mengirim video melalui google drive. Mereka memandu para peserta dengan penuh kesabaran.
“Saya lihat, selain materi keterampilan pidato, ternyata peserta didik juga mendapatkan ilmu IT. Pandemi ini ternyata tidak melulu berdampak negatif. Sisi positifnya juga ada, yakni peserta didik lebih kreatif dalam ilmu IT,” jelasnya.
Untuk teknis lomba resume buku dan cipta cerpen, peserta menggunakan aplikasi Google Class Room. Lewat aplikasi itu, para peserta mencipta cerpen di komentar pribadi dalam tempo 120 menit. Tema cerpen disesuaikan dengan suasana pandemi. Lomba digelar sore hari agar tidak mengganggu kegiatan belajar daring.
“Gebyar Bulan Bahasa di tengah pandemi ini menyisakan banyak kisah yang mengharu-birukan hati saya. Melihat video-video anak didik, ada yang memenuhi kriteria, ada juga yang bikin tertawa karena videonya gelap. Tapi semuanya memperlihatkan semangat memberi yang terbaik dari diri peserta. Sangat terharu,” kata Isnaini, dengan mata berkaca-kaca.
Pemenang lomba diumumkan lewat aplikasi Zoom. Sedangkan penyerahan hadiah digelar di sekolah, pada puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda. Tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 3 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.
“Alhamdulillah, anak-anak didik tampak sangat bersemangat, meski digelar dalam segala keterbatasan. Hasil evaluasi saya, Gebyar Bulan Bahasa kali ini ber hasil menggali kreativitas panitia dan peserta lomba, dalam berbahasa dan menerapkan ilmu teknologi. Guru cukup bertindak sebagai fasilitator saja. Orangtua siswa pun bersemangat mendukung Bulan Bahasa ini, lewat kiriman foto orangtua mendampingi anaknya mengikut lomba. Rasanya senang sekali,” tutupnya sembari tersenyum lebar. (mea/azw)
Menteri PUPR , Basuki Hadimuljono dan Presiden Jokowi, saat meresmikan jalan tol, beberapa waktu lalu.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, ada 10 jalan tol yang siap akan diresmikan Presiden Jokowi. Salah satunya, Jalan Tol Medan-Binjai.
Menteri PUPR , Basuki Hadimuljono dan Presiden Jokowi, saat meresmikan jalan tol, beberapa waktu lalu.
Namun, jalan tol yang lebih dulu diresmikan pertama yakni Jalan Tol Layang Ujung Pandang Seksi 3 (AP Pettarani) di Sulawesi Selatan sepanjang 4,3 kilometer (km). Saat ini pembangunan konstruksi jalan tol tersebut sudah mencapai 100% dan siap diresmikan Jokowi.
“Di bidang Bina Marga yang siap diresmikan adalah Jalan Tol Layang Ujung Pandang Seksi 3. Ini kemungkinan minggu ini akan diresmikan oleh Bapak Presiden kita tunggu tanggal beliau,” kata Basuki saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (16/11).
Ruas kedua yang siap diresmikan yakni Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar Seksi 1-3 (Krian-Bunder) di Jawa Timur sepanjang 29 km. Kemudian ruas ketiga adalah Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi 1 (km 13-Samboja) di Kalimantan Timur.”Jalan Tol Krian-Bunder, Jalan Tol Balikpapan- Samarinda ini Desember,” ucap Basuki.
Keempat, ruas Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi 3A (Simpang Yasmin-Kayu Manis) di Jawa Barat. Kelima, Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung Seksi 1 tahap 1B (Kayu Agung-Jakabaring-SS Kramasan) di Sulawesi Selatan sepanjang 42 km.”Jalan Tol Bogor, Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung ini juga Desember karena masih ada beberapa longsoran yang harus diperbaiki,” tuturnya.
Keenam, adalah Jalan Tol Medan-Binjai Seksi 1 Segmen 1B-1D di Sumatera Utara. Ketujuh, jalan tol terakhir yang siap diresmikan tahun ini yakni Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Seksi 1 dan 2A di Jawa Barat dan Jakarta.
Kedelapan, jalan yang siap diresmikan yakni Jalan Akses Patimban di Jawa Barat sepanjang 8,2 km. Jalan ini disebut akan diresmikan oleh Jokowi bersamaan dengan operasional Pelabuhan Patimban. “Patimban ini bukan jalan tol, tapi ini adalah jalan nasional Patimban yang menghubungkan jalan nasional pantura dengan pelabuhan,” jelasnya.
Kesembilan ada Jembatan Tumbang Samba di Kalimantan Tengah. Kemudian kesepuluh, Jembatan Gantung Palopo di Sulawesi Selatan yang siap diresmikan sepanjang 84 meter. “Jembatan Tumbang Samba ini sudah selesai dikerjakan, kemudian Jembatan Gantung Palopo itu sudah selesai karena jembatan yang aslinya dibawa hanyut oleh banjir,” pungkasnya. (dtc/ila)