Home Blog Page 3892

35 Bus BTS Resmi Beroperasi di Kota Medan

Bus BTS: Buas BTS saat berhenti di halte depan Kantor Pos Besar Kota Medan, Selasa (17/11). Sejak Senin (16/11), sebanyak 35 Bus BTS sudah beroperasi di Kota Medan.
Bus BTS: Buas BTS saat berhenti di halte depan Kantor Pos Besar Kota Medan, Selasa (17/11). Sejak Senin (16/11), sebanyak 35 Bus BTS sudah beroperasi di Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bus Trans Metro Deli yang merupakan bus dengan sistem pembelian pelayanan oleh pemerintah kepada pihak operator angkutan umum atau Buy The Service (BTS) telah beroperasi di Kota Medan sejak Senin (16/11).

Bus BTS: Buas BTS saat berhenti di halte depan Kantor Pos Besar Kota Medan, Selasa (17/11).  Sejak Senin (16/11), sebanyak 35 Bus BTS sudah beroperasi di Kota Medan.
Bus BTS: Buas BTS saat berhenti di halte depan Kantor Pos Besar Kota Medan, Selasa (17/11). Sejak Senin (16/11), sebanyak 35 Bus BTS sudah beroperasi di Kota Medan.

Saat ini, sebanyak 35 unit bus dari total 72 bus yang direncanakan itu telah mulai menghiasi sejumlah ruas jalan di Kota Medan. Hanya saja, pengoperasian bus belum berjalan pada 5 koridor yang direncanakan sejak awal, melainkan masih beroperasi pada 3 koridor saja.

“Sudah mulai beroperasi sejak Senin (16/11) kemarin, bus nya ada 39 unit, total yang beroperasi ada 35 unit dan 4 lagi jadi bus cadangan,” ucap Kepala Bagian (Kabag) Operasional Bus Trans Metro Deli, Jimmy Petrus Tamba kepada Sumut Pos, Selasa (17/11).

Dikatakan Jimmy, tiga koridor yang dijalankan itu, yakni koridor 2 Lapangan Merdeka-Amplas, koridor 4 Lapangan Merdeka- Tuntungan dan koridor 5 Lapangan Merdeka – Tembung. Sedangkan untuk 2 koridor lainnya, yaitu koridor Lapangan Merdeka – Pinangbaris dan Lapangan Merdeka – Belawan direncanakan akan beroperasi di bulan Desember mendatang.

“Doakan 2 koridor lagi beroperasi mulai bulan Desember. Nanti Bus nya juga akan digenapkan jadi 72 unit seperti rencana, bus-bus itu nanti yang akan beroperasi di 2 koridor lainnya.

Dirincikan Jimmy, dari total 35 unit Bus yang saat ini beroperasi, 10 unit di antaranya untuk koridor Lapangan Merdeka – Amplas, 16 unit untuk koridor Lapangan Merdeka – Tuntungan dan 9 unit sisanya untuk koridor Lapangan Merdeka – Tembung.

“Saat ini bus ukuran besar hanya beroperasi di koridor Lapangan Merdeka – Amplas dengan cadangan 1 unit bus. Sedangkan 2 koridor yang lainnya memakai bus dengan ukuran sedang, dengan 1 unit cadangan bagi koridor Lapangan Merdeka – Medan Tembung dan 2 unit cadangan bagi koridor Lapangan Merdeka – Tuntungan,” rincinya.

Untuk total muatan, bus besar dapat menampung kapasitas 40 hingga 50 penumpang. Sedangkan bus sedang dapat menampung penumpang sebanyak 20 hingga 25 orang. “Itu kalau kondisi tidak Covid. Tapi saat ini kan kita harus jaga jarak (social distancing), maka kapasitas penumpangnya paling hanya setengah dari yang seharusnya,” jelasnya.

Diterangkannya, sistem pembayaran bus Trans Metro Deli ini hanya memberlakukan sistem pembayaran non tunai. “Pembayaran hanya bisa dilakukan secara nontunai, jadi penumpang tidak bisa membayar secara tunai. Untuk pembayaran bisa dengan e-money Brizzi ataupun BRI,” katanya.

Ditanya soal tarif, kata Jimmy, moda transportasi yang memiliki dua lokasi khusus untuk penyandang disabilitas dan pengguna kursi roda itu, belum dikenakan tarif. Setidaknya, hal itu berlaku hingga Desember 2020 mendatang.

“Tapi tetap harus pakai e-money dan harus bersaldo. Berapa minimal saldonya, saya kurang tahu. Tapi yang pasti, saat transaksi akan dikenakan biaya Rp0 atau gratis. Ini sampai Desember, berikutnya apa masih gratis atau tidak, kita belum tahu karena itu kebijakan pemerintah pusat, sebab Bus BTS ini program pemerintah pusat,” jawabnya.

Amatan Sumut Pos, pengoperasian Bus BTS ini belum menggunakan halte seperti rencana awal. Hanya saja, ada penanda yang dipasang di badan jalan sebagai penanda untuk tempat perhentian Bus BTD tersebut dalam menaikkan maupun menurunkan penumpangnya.

Seperti salah satu diantaranya, di Jalan Balai Kota, tepatnya di depan Grand Aston Kota Medan. Tidak ada halte di sana, namun ada tanda yang diberikan agar Bus dapat berhenti. Ditanyakan soal itu, Jimmy enggan menanggapi lebih jauh. Ia menegaskan, jika hal itu diluar kewenangan pihaknya selaku operator Bus BTS di Kota Medan.

Terpisah, saat Sumut Pos menghubungi Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis untuk menanyakan hal itu, nomor seluler Iswar tak lagi aktif. Begitu juga saat disambangi ke kantor Dinas Perhubungan Kota Medan di Jalan Pinangbaris Kota Medan, Iswar disebut tak berada di kantornya.

Begitu juga saat Sumut Pos mencoba menghubungi Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Medan, Suriyono, via sambungan telepon seluler. Nomor seluler Suriyono juga tak dapat dihubungi.

Terpisah, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan, Mont Gomery Munthe, mengatakan jika pihaknya sangat berkeberatan dengan beroperasinya Trans Metro Deli atau Bus BTS di Kota Medan.

Pasalnya, beroperasinya Bus BTS di Kota Medan dengan tarif Rp0 atau gratis, disebutnya telah menjadi beban berat bagi para sopir angkutan kota (angkot) berikut para pengusaha moda transportasi konvensional tersebut.

“Beroperasinya Bus BTS tanpa tarif sangat ‘memukul’ para sopir angkot. Bayangkan saja, di saat kami sedang kesulitan mencari penumpang di tengah pandemi seperti ini dengan tarif standar, tiba-tiba ada angkutan berupa bus baru menawarkan tarif gratis dengan hanya bermodalkan kartu e-money. Di mana keadilan untuk para sopir angkot?” ujar Gomery kepada Sumut Pos, Selasa (17/11).

Tak hanya itu, para sopir angkot juga sangat mengeluhkan beroperasinya Bus BTS tanpa dilengkapi halte terlebih dahulu atau hanya dilengkapi dengan tanda di badan jalan. Dengan demikian, Bus BTS sangat berpotensi untuk dapat berhenti di mana saja guna menaikkan ataupun menurunkan para penumpangnya.

“Kelebihan angkot itu, tidak harus berhenti di halte. Kalau Bus BTS juga bisa begitu, apalagi kelebihan angkot? Ditambah lagi mereka gratis, sedangkan angkot bayar,” tuturnya.

Selain itu, ia juga mengeluhkan bahwa rencana Pemerintah yang akan menjadikan angkot di Kota Medan sebagai feeder (pengumpan), hanyalah sebatas wacana. Faktanya, saat ini Bus BTS berjalan beriringan atau satu rute dengan sejumlah trayek angkot di Kota Medan.

“Jadi jelas, bahwa Bus BTS ini bukan alat transportasi yang bersinergi dengan angkot, melainkan menjadi ‘Predator’ bagi angkot. Adanya Bus BTS menjadi beban berat yang baru bagi kami. Kalau Bus BTS bisa di subsidi pemerintah agar dapat gratis dalam melayani penumpang, maka harusnya angkot di subsidi juga supaya kami bisa melakukan hal yang sama,” keluhnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar Dinas Perhubungan Kota Medan maupun Dinas Perhubungan Provinsi Sumut dapat berkenan menyuarakan keluhan para sopir angkot di Kota Medan yang begitu terdampak akibat beroperasinya Bus BTS di Kota Medan secara gratis. Mereka berharap, agar Dinas Perhubungan tidak ‘buang badan’ dengan menyebutkan jika hal ini merupakan program pemerintah pusat.

“Benar memang kalau Bus BTS ini program pemerintah pusat, tapi yang paling tahu kondisi kami di Medan ini kan Dishub Medan maupun Provinsi. Harusnya mereka bisa menjadi perwakilan kami dalam menyampaikan keluhan untuk diberi solusi dari pemerintah pusat. Bukannya membiarkan kami seperti ini sampai nanti menjadi berlarut-larut,” tegasnya.

Namun begitu, Gomery kembali menegaskan jika Organda Kota Medan belum berpikir untuk melakukan aksi demo ataupun mogok massal atas hal ini. Mereka percaya, jika pemerintah masih memiliki niat baik dengan memberikan solusi dari keluhan-keluhan mereka, atau dengan mengabulkan tuntutan mereka.

“Kami hanya meminta 2 hal. Pertama, Bus BTS tidak boleh beroperasi secara gratis, mereka harus beroperasi dengan tarif yang layak. Kedua, Bus BTS harus punya halte yang jelas, dan Bus hanya boleh berhenti pada halte-halte yang telah ditentukan. Itu saja, dan kami fikir tuntutan kami itu tidak berlebihan,” pungkasnya. (map/ila)

Masih Tolak Pengesahan UU Omnibus Law, Buruh Blokade Jalan Diponegoro Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Massa buruh kembali turun ke jalan menyuarakan penolakan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law, Selasa (17/11). Kali ini, massa yang mengatasnamakan Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro Medan. Dalam aksinya, massa turut memblokade jalan tersebut.

Koordinator aksi, Rahmadsyah mengatakan, tujuan unjukrasa mereka untuk menuntut pembatalan UU Cipta Kerja Omnibus Law yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo.

“Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah sudah membuat peraturan Undang-undang Omnibus Law yang sangat merugikan bagi kaum buruh dan juga masyarakat,” katanya melalui pengeras suara.

Menurutnya, pengesahan UU Omnibus Law akan semakin menyengsarakan kaum buruh. Apalagi saat ini Indonesia tengah dilanda pandemi Covid-19.

“Perusahaan banyak yang mengeluh, pendapatan berkurang selama Covid-19. Sehingga buruh merasa bahwa wabah Covid-19 dijadikan ajang bisnis bagi investor asing dan pengusaha Indonesia untuk memanfaatkan kondisi tersebut untuk tidak membayarkan pesangon bagi buruh yang dirumahkan maupun di-PHK,” bebernya.

Di samping itu, mereka juga menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumut 2021. Pasalnya menurut massa, menteri Tenaga Kerja telah membuat peraturan bahwa Upah Minimum Regional (UMR) tahun depan tidak ada perubahan.

“Kebijakan tidak menaikan upah pada tahun depan, semakin menyengsarakan buruh. Pandemi Covid-19 sudah membuat banyak buruh dan masyarakat yang mengeluh, akibat penghasilan sehari-hari berkurang. Bahkan ada buruh yang dirumahkan dan ada juga yang sampai di PHK. Jadi kami buruh meminta kepada pemerintah untuk batalkan Undang-undnag Omnibus Law. Kami juga menuntut naikkan upah tahun 2021,” paparnya.

Akibat aksi unjukrasa yang dilakukan puluhan massa buruh tersebut, polisi dan petugas Dinas Perhubungan mengalihkan arus kendaraan dari dan menuju kantor Gubernur Sumut ke arah Jalan Kartini menuju Jalan Cut Meutia Medan. (prn/ila)

YBM PLN UPK Bantu Janda Sebatang Kara

BANTUAN: Manager UPK-PLN Belawan, Syahminan Siregar didampingi Ketua YBM PLN UBK Belawan, Muhammad Zukri, dan tokoh masyarakat Belawan, menyerahkan secara simbolis sejumlah bantuan kepada janda tua kurang mampu, Ibu Atik yang tinggal di gubuk reot pinggir jalan Kelurahan Sicanang Belawan.
BANTUAN: Manager UPK-PLN Belawan, Syahminan Siregar didampingi Ketua YBM PLN UBK Belawan, Muhammad Zukri, dan tokoh masyarakat Belawan, menyerahkan secara simbolis sejumlah bantuan kepada janda tua kurang mampu, Ibu Atik yang tinggal di gubuk reot pinggir jalan Kelurahan Sicanang Belawan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN UPK Belawan, menyerahkan sejumlah bantuan kepada seorang janda tua yang hidup sebatang kara, di Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan, Senin (16/11).

BANTUAN: Manager UPK-PLN Belawan, Syahminan Siregar didampingi Ketua YBM PLN UBK Belawan, Muhammad Zukri, dan tokoh masyarakat Belawan, menyerahkan secara simbolis sejumlah bantuan kepada janda tua kurang mampu, Ibu Atik yang tinggal di gubuk reot pinggir jalan Kelurahan Sicanang Belawan.
BANTUAN: Manager UPK-PLN Belawan, Syahminan Siregar didampingi Ketua YBM PLN UBK Belawan, Muhammad Zukri, dan tokoh masyarakat Belawan, menyerahkan secara simbolis sejumlah bantuan kepada janda tua kurang mampu, Ibu Atik yang tinggal di gubuk reot pinggir jalan Kelurahan Sicanang Belawan.

“Bantuan dana sewa rumah berikut sejumlah perlengkapan rumah tangga,sembako dan uang belanja untuk Ibu Atik (51) ini, merupakan bagian dari kepedulian sosial para karyawan UPK PLN Belawan,” kata Manager UPK-PLN Belawan, Syahminan Siregar.

Pihaknya merasa prihatin dengan kondisi janda yang ditinggal mati suaminya sejak 20 tahun silam itu, karena sempat menetap lama seorang diri di gubuk reot pinggir jalan menuju kawasan kantor PLN Sicanang. “Semula kami bermaksud merenovasi bangunan rumah yang dihuni Bu Atik yang sempat viral di media sosial itu,”tambah Syahminan.

Namun karena dia mengaku lahan bangunan itu bukan miliknya, sehingga pihaknya berinisiatif menyewakan rumah yang layak untuk janda yang berprofesi sebagai pemulung tersebut.

Ketua YBM PLN UBK Belawan, Muhammad Zukri, menambahkan bantuan untuk janda asal Tanjung Morawa itu dihimpun melalui pengumpulan dari penghasilan zakat dan sedekah karyawan PLN.

Disebutkan YBM selama ini juga fokus dalam kepedulian sosial lainnya, seperti bantuan beasiswa, pemberian paket sembako setiap Ramadan, dan membantu masyarakat Belawan yang kurang mampu untuk perobatan penyakit kronis. Di sela-sela penyerahan bantuan, Ibu Atik mengucapkan terimakasih atas kepedulian karyawan PLN terhadap kondisi hidupnya. (fac/ila)

Anak Krakatau & Merapi Bisa Meletus Kapan Saja

GUNUNG MERAPI: Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menyebutkan tingkat aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dan belum menunjukkan penurunan, Selasa (17/11). Status Gunung Merapi level III atau siaga. Gunung bisa sewaktu-waktu meletus.
GUNUNG MERAPI: Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menyebutkan tingkat aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dan belum menunjukkan penurunan, Selasa (17/11). Status Gunung Merapi level III atau siaga. Gunung bisa sewaktu-waktu meletus.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pegunungan dapat menjadi salah satu destinasi untuk berlibur atau rekreasi. Namun, apa jadinya bila gunung yang Anda kunjungi sebenarnya adalah sebuah gunung api aktif?

GUNUNG MERAPI: Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menyebutkan tingkat aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dan belum menunjukkan penurunan, Selasa (17/11). Status Gunung Merapi level III atau siaga. Gunung bisa sewaktu-waktu meletus.
GUNUNG MERAPI: Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menyebutkan tingkat aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dan belum menunjukkan penurunan, Selasa (17/11). Status Gunung Merapi level III atau siaga. Gunung bisa sewaktu-waktu meletus.

Dikutip dari Insider, Selasa (17/11) ada 13 gunung di dunia yang bisa meletus kapan saja. Dua di antaranya ada di Indonesia. Dua gunung dimaksud adalah Gunung Anak Krakatau dan Gunung Merapi.

Para ilmuwan di Oregon State University mengatakan bahwa gunung “Anak Krakatau” sangat tidak dapat diprediksi, karena beberapa letusan tidak memiliki pola yang jelas.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI mencatat dari Januari hingga April 2020 Gunung Anak Krakatau telah 10 kali erupsi.

Runtuhnya sebagian gunung berapi ini memicu tsunami mematikan pada tahun 2018 yang menewaskan ratusan orang dan sejak itu terus terjadi erupsi, menurut Program Vulkanisme Global Smithsonian.

Kepala Subdirektorat Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Badan Geologi Nia Haerani menyatakan, Gunung Anak Krakatau diturunkan tingkat aktifitasnya dari Level III atau Siaga menjadi Level II atau waspada, pada 25 Maret 2019. Aktifitas vulkaniknya masih fluktuatif.

Kemudian, Gunung Merapi. BBC melaporkan bahwa Gunung Merapi telah meletus secara teratur setidaknya sejak tahun 1548. Namun, ini juga berarti gunung berapi tersebut memberikan kesempatan yang baik bagi para ilmuwan untuk mempelajari cara kerja letusan, yang berarti mereka dapat mengembangkan cara untuk memperingatkan orang agar tetap aman.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah mengeluarkan guguran lava pada Rabu 11 November 2020 pagi, dengan jarak luncur 700 meter ke arah Kali Senowo.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya, Rabu, menyatakan guguran lava itu tercatat keluar dari Gunung Merapi pada pukul 03.58 WIB, 04.04 WIB, dan 05.13 WIB. Namun, secara visual hanya terpantau satu kali dari Pos Babadan selama periode pengamatan pukul 00:00-06:00 WIB.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan pihaknya tengah menyiapkan lokasi pengungsian untuk warga terdampak erupsi Gunung Merapi. Saat ini status Gunung Merapi naik menjadi level III atau siaga.

Sementara 11 gunung lainnya di dunia yang bisa meletus kapan saja yakni, pertama, Gunung Paektu di Korea Utara, yang pernah meletus hebat sekitar 1.000 tahun yang lalu. Kedua, Gunung Shasta di California AS. Menurut Survei Geologi AS (USGS), Gunung Shasta biasanya meletus setiap beberapa ratus tahun sekali. Letusan terakhirnya diperkirakan terjadi pada 1700-an. The Wall Street Journal mengatakan, para ilmuwan terus mengawasi gunung berapi untuk tanda-tanda kemungkinan meletus. Ketiga, Gunung Fuji di Jepang. Gunung simbol Jepang ini terakhir kali meletus pada tahun 1707, menurut National Geographic. Tetapi pejabat Jepang khawatir gunung itu bisa meletus kembali.

Keempat, Gunung Hood di Oregon AS. Gunung ini terakhir meletus pada pertengahan 1800-an, menurut USGS. Namun ada kemungkinan letusan segera terjadi. Kelima, Gunung Ruapehu di Selandia Baru. Terakhir meletus pada 2007. GeoNet mengatakan, letusan dapat terjadi di semua tingkat, karena aktivitas dapat berubah dengan cepat.

Keenam, Gunung Tungurahua di Ekuador. Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa gunung berapi di Amerika Selatan ini menunjukkan tanda-tanda keruntuhan struktural. Gunung ini telah meletus pada 1995. Program Vulkanisme Global Smithsonian mencantumkan letusan besar terakhirnya yang terjadi pada tahun 2014.

Ketujuh, Gunung Kilauea di Hawaii. Kîlauea adalah gunung vulkanik yang paling aktif di dunia, menurut Ensiklopedia Britannica. Gunung berapi ini terus-menerus memuntahkan lahar dari sekitar tahun 1983 hingga 2018. Scientific American mengatakan bahwa gunung berapi itu “pasti akan segera meletus lagi”.

Kedelapan, Gunung Taal di Filipina. Gunung berapi ini terakhir mengalami erupsi pada bulan Januari lalu. Gunung Api Taal telah meletus sebanyak 34 kali dalam 450 tahun terakhir, menurut BBC. Kesembilan, Gunung Yasur di Vanuatu. Di Pasifik Selatan di sepanjang “Cincin Api”, telah mengalir lahar dari gunung berapi ini selama berabad-abad, menurut Program Vulkanisme Global Smithsonian.

Kesepuluh, Gunung Erta Ale di Etiopia. Gunung berapi ini telah meletus terus menerus sejak 1967, menurut para ilmuwan Universitas Negeri Oregon.

Kesebelas, Gunung Nyiragongo di Republik Demokratik Kongo. Para peneliti di Oregon State University menyebut Gunung Nyiragongo merupakan “gunung berapi paling berbahaya di dunia”. Ini bukan hanya karena banyaknya lava yang dimuntahkan secara teratur dari danau lava-nya, tetapi karena gas beracun yang dilepaskannya. Pada Januari 2002, kombinasi gas beracun dan lahar dari Gunung Nyiragongo menewaskan sekitar 100 orang di kota terdekat Goma, menurut BBC. (lp6)

Vaksin Covid Tunggu Izin BPOM, Diharapkan Tersedia Akhir Tahun

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, belum dapat memastikan kapan vaksin Covid-19 tersedia di tanah air. Menurut Terawan, hingga saat ini pemerintah masih menunggu kedatangan vaksin impor, setelah seluruh tahap uji klinis selesai. Sedangkan agar vaksin bisa diberikan kepada masyarakat, Kemenkes masih menunggu lampu hijau dari BPOM.

“KALAU sudah ada (vaksin), kami informasikan. Pimpinan negara pasti akan memberitahukan. Kami memang dalam posisi wait and see kapan datangnya,” kata Terawan dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Selasa (17/11).

Terawan mengatakan, BPOM masih terus memantau pengadaan produksi vaksin Covid-19 yang bekerja sama dengan perusahaan farmasi dalam negeri. Kandidat vaksin Covid-19 yang akan dipesan pemerintah, di antaranya Sinovac dan G42/Sinopharm dari China.

“Untuk pelaksanaan vaksinasi, menunggu emergency use authorization (UEA) dari BPOM. Green light (izin) bendera itu Badan POM sebagai otoritas yang punya wewenang. Kemenkes berjuang agar berjalan lancar,” ucap dia.

Terawan berharap, vaksin Covid-19 tersedia secepatnya pada akhir tahun ini. Namun, dia menegaskan, soal keamanan vaksin tetap menjadi prioritas. “Kami doanya makin cepat makin baik, tapi harus juga aman,” ujar dia.

Kendati demikian, Kemenkes telah menyiapkan berbagai hal terkait pendistribusian vaksin Covid-19. Beberapa hal yang disiapkan Kemenkes, di antaranya peraturan pemberian vaksin, tenaga kesehatan sebagai vaksinator, jaringan fasyankes, dan sistem monitoring evaluasi pelaksanaan vaksin.

“Sebagai tanggung jawab saya, saya siapkan sarana dan prasarana peralatan untuk supaya kapan diberikan green light oleh BPOM supaya kita bisa laksanakan (distribusi vaksin),” kata Terawan.

Terawan mengatakan, sasaran penerima vaksin Covid-19 sebanyak 107.206.544 orang berusia 18-59 tahun. Dari total angka itu, 30 persen di antaranya merupakan kelompok penerima vaksin program yang dibiayai pemerintah, sedangkan 70 pesen kelompok penerima vaksin mandiri.

“Jumlah sasaran sudah mengakomodasi rekomendasi WHO yang melakukannya secara bertahap. Pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan dua skema,” katanya.

Penerima vaksin program adalah tenaga kesehatan, pelayan publik seperti TNI/Polri, dan satpol PP. Selain itu, peserta BPJS-PBI. Totalnya 32.158.276 orang dengan kebutuhan 73.964.035 dosis vaksin Covid-19. Tiap orang membutuhkan dua dosis vaksin dan wastage rate vaksin sebesar 15 persen.

Kemudian, penerima vaksin mandiri berjumlah 75.048.268 orang dengan kebutuhan 172.611.016 dosis vaksin Covid-19. Penyediaan vaksin mandiri diserahkan kepada BUMN. “Dalam wastage rate, termasuk indeks pemakaian, vaksin sisa tidak terpakai, rusak, hilang ini bisa dimanfaatkan sebagai buffer stock atau bila terjadi kemungkinan kurang atau kebutuhan emergency dan relokasi antardaerah,” ucap Terawan.

Ia mengatakan, pemerintah telah menyiapkan tenaga vaksinasi yang sudah melalui program pelatihan. Saat ini, jumlahnya 23.145 orang tenaga kesehatan.

Selain itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebutuhan lain untuk pelaksanaan vaksin Covid-19. “Kesimpulannya, Kemenkes telah menyiapkan peraturan, SDM, administrasi, logistik, jaringan fasyankes dan sistem monitoring evaluasi untuk pelaksanaan vaksin Covid-19,” kata dia.

Terawan juga mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan beberapa lembaga terkait harga vaksin Covid-19. Adapun sejumlah lembaga yang akan digandeng untuk vaksin Covid-19 ini diantaranya Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Harga, kami koordinasikan apa yang paling feasible (layak) bersama BPKP, LKPP dan dengan KPK kalau perlu,” kata Terawan.

Menurut dia, ini penting agar pengadaan vaksin Covid-19 tidak terjadi penyelewengan. “Kita harus konsolidasikan berapa paling layak supaya kita berada dalam jalur pengadaan yang benar,” jelas Terawan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan vaksin akan tiba di Indonesia pada akhir November 2020. Namun, dia menyebut pemberian vaksin harus dilakukan secara hati-hati sehingga tidak bisa langsung didistribusikan ke masyarakat.

“Vaksin datang itu kurang lebih nanti di akhir November. Tetap kita hati-hati, tetap harus melewati tahapan-tahapan di BPOM. Jumlahnya saya tidak berbicara. Setelah datang harus melalui lagi tahapan di BPOM Waktunya kurang lebih tiga pekan hingga sebulan,” kata Jokowi dalam wawancara eksklusif Rosi dengan Presiden RI di Kompas TV, Senin (16/11).

Jokowi pun memperkirakan vaksin Covid-19 siap disuntikkan kepada masyarakat sekitar akhir 2020 atau awal 2021. Namun, dia tidak menyebut secara spesifik merek vaksin yang akan tiba di Indonesia.

Daftar Obat Covid-19

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sudah mengeluarkan persetujuan penggunaan dalam kondisi kedaruratan (emergency use authorization) dua obat COVID-19. Obat-obat tersebut sudah mempublikasikan hasil uji klinis secara internasional.

“Saat ini ada dua obat yang dipercaya dapat meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian pasien COVID-19,” kata Kepala BPOM, Penny Lukito dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada Selasa, 17 November 2020.

Obat COVID-19 pertama yang mengantongi persetujuan penggunaan darurat BPOM adalah favipiravir (tablet). Dengan nama produk AVIGAN dan Faviravir.

Indikasi penggunaan obat ini untuk pasien COVID-19 derajat ringan hingga sedang pada pasien dewasa di atas 18 tahun yang dirawat di rumah sakit.

Obat kedua berbentuk serbuk injeksi bernama remdesivir. Dengan nama produk Covifor, Desrem, Jubi-R, Remdac, Cipremi.

“Remdesivir untuk pasien COVID-19 derajat berat yang dirawat di rumah sakit,” terang Penny.

Obat tersebut mendapatkan persetujuan untuk digunakan darurat salahsatu aspeknya karena sudah mempublikasikan hasil uji klinis secara internasional.

Saat ini BPOM juga mendampingi beberapa instansi dalam penelitian herbal dalam pengobatan COVID-19. Ada 14 produk yang saat ini didampingi BPOM, salah satunya Bejo dari PT Bintang Toedjo yang dalam pengujian sebagai imunomodulator.

“Tujuannya (produk tersebut) sebagai pendamping dalam pengobatan COVID-19, seperti untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imunomodulator). Ada juga yang mengusulkan dalam penelitiannya untuk perbaikan kondisi saat sakit COVID-19,” terang Penny masih di kesempatan yang sama.

Obat Herbal

Sembari menunggu keberadaan vaksin-vaksin yang sedang dalam tahap uji klinis, masyarakat mengalihkan perhatiannya kepada obat-obatan herbal penjaga imunitas.

CEO Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan, perusahaan kini sudah memiliki belasan produk herbal di mana di masa depan akan terus bertambah sesuai permintaan konsumen.

“Masyarakat juga semakin sadar akan standardisasi uji klinis. Makanya kami juga terus kembangkan produk herbal dengan standar tersebut. Potensinya di masa depan sangat besar,” ungkapnya dalam webinar Markplus The 2nd Series Industry Roundtable (Episode 18), Selasa (17/11).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Humas DPP GP Jamu Edward Basilianus mengatakan, industri obat herbal diharapkan bisa tumbuh sampai tujuh persen. Data Kementerian Perindustrian juga menunjukkan potensi nilai penjualan jamu di pasar domestik sekitar Rp 20 triliun dengan ekspor senilai Rp 16 triliun.

Kata dia, Indonesia memiliki sumber daya untuk produksi obat-obat herbal dari dalam negeri yang melimpah. Meski begitu, masih banyak produk herbal yang mengandalkan bahan baku impor. “Ini yang harus kita tekankan. Bahan baku dalam negeri juga bisa menekan harga produk herbal lebih terjangkau,” kata Edward. (kps/lp6)

Calon Ketua Umum MUI Periode 2020 – 2025: KH Miftachul Akhyar Diunggulkan

KH Miftachul Akhyar.
KH Miftachul Akhyar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) X pada 25-28 November 2020 di Hotel Sultan Jakarta. Salah satu agenda dalam Munas tersebut adalah memilih kepengurusan baru MUI periode 2020-2025.

KH Miftachul Akhyar.
KH Miftachul Akhyar.

Di antaranya memilih Ketua Umum MUI yang sebelumnya diemban Wakil Presiden Maruf Amin. Maruf Amin sebelumnya terpilih menjadi ketua umum MUI pada Munas IX 2015 di Surabaya.

Setelah terpilih mendampingi Presiden Jokowi, jabatan Ketua Umum MUI pun menjadi nonaktif. Ada beberapa nama yang menjadi kandidat Ketua Umum MUI untuk 5 tahun ke depan yang diajukan melalui formatur.

Nama-nama tersebut berasal dari internal MUI sendiri maupun ormas, seperti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Salah satu kandidat yang diunggulkan adalah KH Miftachul Akhyar. Dia merupakan ulama dan Rais ‘Aam PBNU periode 2018-2020.

Kiai Miftah sebagai Rais Aam PBNU menggantikan Ma’ruf Amin yang saat itu mencalonkan diri sebagai Wapres di Pilpres 2019. Selain Rais Aam PBNU, pria kelahiran Surabaya, 1 Januari 1953 ini merupakan Pengasuh di Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya.

Pimpinan Wilayah Lembaga Ta’lif wan Nasyr NU (PW LTNNU) Jawa Timur Ahmad Karomi mengatakan, Miftachul Akhyar pernah menjabat sebagai Rais Syuriah PCNU Surabaya 2000-2005. Lalu Rais Syuriah PWNU Jatim 2007-2013, 2013-2018, dan Wakil Rais Aam PBNU 2015-2020. Selanjutnya didaulat sebagai Pj. Rais Aam PBNU 2018-2020.

Miftachul Akhyar pernah nyantri di Pondok Tambak Beras, pondok Sidogiri, Pondok Lasem Jawa Tengah, dan mengikuti majelis taklim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al- Maliki di Malang, tepatnya ketika Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia.

“KH Miftachul Akhyar adalah sosok yang tepat untuk memimpin MUI, karena telah memiliki beberapa kriteria yaitu, merupakan tokoh ulama yang sangat disegani, memiliki keahlian yang tinggi di bidang fiqih, mudah bergaul dengan semua kalangan, dan peka terhadap problematika keumatan,” kata Karomi.

Rekam jejak KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU adalah sosok yang mampu menjaga kondusifitas dinamika masyarakat agar tidak sampai keliru memahami fatwa dan memanfaatkannya hanya untuk golongan tertentu saja.

Selain memiliki kriteria dan keahlian tersebut, nama KH Miftachul Akhyar juga sangat disegani oleh para Kiai senior Nahdlatul Ulama (NU). Mereka mengusulkan KH. Miftachul Akhyar sebagai pengganti KH. Ma’ruf Amin. (rel/bbs/ila)

MTQN XXVIII di Padang: Hadiah Rp1 Miliar Menanti Juara Asal Sumut

Palit Muda Harahap, Ketua II LPTQ Sumut.
Palit Muda Harahap, Ketua II LPTQ Sumut.

PADANG, SUMUTPOS.CO – Peserta dari kafilah Sumut yang berhasil meraih juara di Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVIII di Sumatera Barat (Sumbar), akan mendapatkan hadiah tambahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) sebesar Rp1 miliar.

Palit Muda Harahap, Ketua II LPTQ Sumut.
Palit Muda Harahap, Ketua II LPTQ Sumut.

Keseluruhan kita anggarkan Rp1 miliar lebih. Hadiah itu sebagai bentuk penghargaan.

Palit Muda Harahap
Ketua II LPTQ Sumut

“Sudah kita beritahukan pada peserta, jika menjadi juara I nanti di MTQN ini akan mendapatkan tambahan uang pembinaan sebesar Rp100 juta, juara II mendapatkan uang Rp75 juta, dan juara III akan diberikan hadiah Rp50 juta. Begitu seterusnya hingga juara harapan III pun akan kita berikan hadiah di luar yang diberikan panitia MTQN XXVIII. Keseluruhan kita anggarkan Rp1 miliar lebih.

Hadiah itu sebagai bentuk penghargaan,” ungkap Ketua II Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumut, Palit Muda Harahap, usai mendampingi Kafilah Sumut bertanding, di Pemondokan Kafilah Sumut di Ibis Hotel Padang, Selasa (17/11).

Palit mengatakan, hadiah tersebut sudah dianggarkan Pemprov melalui LPTQ Sumut, dan untuk selanjutnya disalurkan kepada para juara. Untuk itu, Palit mengucapkan terima kasih kepada Pemprov dan Gubernur Sumut atas perhatiannya yang besar terhadap para qari, hafiz dan mufassir.

“Terima kasih kami ucapkan atas perhatian dari orang tua kita di pemerintahan, Bapak Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Luar biasa perhatian beliau kepada qari-qariah, hafiz-hafizah dan mufassir-mufassirah kita. Dukungan itu sudah diberikan sebelum beliau menjadi gubernur, saat itu masih menjabat sebagai Panglima Kodam I/Bukit Barisan,” tambahnya.

Diakuinya, saat ini LPTQ Sumut dari segi anggaran, sudah sangat cukup, bahkan bisa mengimbangi Provinsi Banten dan provinsi lain yang sudah besar anggaranya. Biaya untuk latihan juga sudah sangat memadai.

“Bantuan dan dukungan sudah diberikan oleh Bapak Gubernur. Semoga tahun ini kita bisa memberikan yang terbaik untuk Sumut,” harap Palit.

Namun Palit juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan uang sebagai motivasi utama. Tapi jadikanlah MTQ ini sebagai ajang untuk memberantas buta baca Alquran. Menjadikan MTQN ini sebagai sarana pembelajaran dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Alquran.

Salahseorang Kafilah Sumut, Sri Wahyuningsih, mengaku saat ini lebih berfokus untuk memberikan yang terbaik. “Untuk hadiah belum ada terpikirkan. Bisa tampil dengan baik saja sudah Alhamdulilah, karena ini adalah pengalaman pertama saya ikut MTQN,” ujar Sri, yang menjadi Juara I Golongan Tilawah Dewasa Putri pada MTQN Tingkat Sumut. (rel)

Covid-19 di Sumut: Angka Sembuh Naik Tajam

JUBIR: Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan M.Kes.markus pasaribu/sumut pos.
JUBIR: Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan M.Kes.markus pasaribu/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Angka kesembuhan Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) melampaui angka kasus baru terkonfirmasi positif secara harian. Data Satgas Penanganan Covid-19 Sumut per Selasa (17/11), angka kesembuhan bertambah 104 orang.

JUBIR: Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan M.Kes.markus pasaribu/sumut pos.
JUBIR: Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan M.Kes.markus pasaribu/sumut pos.

“Peningkatan angka kesembuhan Covid-19 pada hari ini (kemarin, red) meningkat tajam, bertambah 104 orang. Jumlah ini melebihi penambahan kasus terkonfirmasi (positif) sebanyak 101 orang,” ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah, Selasa sore.

Aris menyebutkan, dengan penambahan 104 orang yang sembuh tersebut, maka akumulasinya menjadi 11.908 orang dari jumlah pada hari sebelumnya 11.804 orang. “Angka kesembuhan paling banyak dari Medan 38 orang. Disusul Tapteng dan Gunung Sitoli masing-masing 18 orang. Kemudian, Deliserdang (9 orang), Asahan (7 orang), Madina (6 orang), Sidimpuan (3 orang), Langkat (2 orang), Karo (2 orang), dan Tanjungbalai (1 orang),” terangnya.

Terkait penambahan 101 orang positif Covid-19, maka kini akumulasinya menjadi 14.512 kasus dari hari sebelumnya 14.411 kasus. “Penambahan kasus baru terbanyak dari Medan 33 orang. Kemudian Deliserdang 12 orang, Tapteng 10 orang, Sergai 5 orang, Tebingtinggi, dan Langkat 4 orang. Selanjutnya Pematangsiantar, Tanjungbalai, Sibolga, Dairi, Labura, dan luar Sumut 3 kasus. Sisanya dari Karo (2 kasus), Binjai (1 kasus), Tapsel (1 kasus), Toba (1 kasus), dan Madina (1 kasus),” papar Aris.

Untuk kasus suspek bertambah 3 orang, sehingga jumlahnya menjadi 669 orang dari hari sebelumnya 666 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia bertambah 1 orang sehingga totalnya menjadi 583 orang.

Aris menambahkan, pandemi Covid-19 di Sumut masih terus terjadi. Karena itu, masyarakat diminta tetap konsisten dalam memutus rantai penularan corona, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Yakni menerapkan perilaku 3M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, serta menjaga jarak dan hindari kerumunan.

Selain itu, tingkatkan imunitas tubuh dengan olahraga teratur, istirahat yang cukup, makan makanan bergizi serta konsumsi vitamin. “Masyarakat diharapkan menjadikan protokol kesehatan sebagai bagian dari kebutuhan hidup. Dengan menerapkan protokol kesehatan, berarti kita telah menjaga diri kita dan keluarga kita dari virus corona,” tandasnya.

Kematian Hanya Bertambah 2 Kasus

Sementara di Medan, penularan Covid-19 diklaim makin terkendali. Angka kematian akibat Covid-19 semakin menurun dari waktu ke waktu.

Data Satuan Gugus (Satgas) Covid-19 Kota Medan per hari Senin (16/11), angka kematian ada pada angka 308 kasus. Atau hanya bertambah 2 kasus dari Senin (9/11) sebelumnya yang berada pada angka 306 kasus.

“Kematian ada 308, bertambah 2 dari pekan lalu. Mudah-mudahan nanti semakin sedikit,” ucap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan M.Kes kepada awak media di Posko Satgas Covid-19 Medan, Jalan Rotan Proyek Petisah, Medan Petisah, Selasa (17/11).

Dirincikan Mardohar, per hari Senin (16/11), jumlah suspek di Kota Medan ada 301 kasus. Untuk terkonfirmasi positif ada 7.233 kasus, sembuh 5.778 dan pasien yang dirawat ada sebanyak 1.147 orang.

Sedangkan pada Senin (9/11) lalu, terkonfirmasi positif ada pada angka 7.046 kasus, sembuh 5.535, meninggal 306 dan pasien aktif atau yang dirawat ada sebanyak 1.237 kasus.

“Angka kesembuhan lagi-lagi tetap lebih tinggi dari angka penularan. Sebab bila dibandingkan dengan data Senin lalu, angka penularan bertambah 187 kasus dalam sepekan, sedangkan angka kesembuhan bertambah 243. Jumlah yang dirawat pun semakin berkurang, dibandingkan Senin lalu sudah berkurang 90 pasien,” rincinya.

Namun demikian, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Medan itu mengatakan, hal ini tidak serta merta membuat persoalan Covid-19 di Kota Medan menjadi selesai. Masyarakat tetap diminta menerapkan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 secara utuh.

“Bahkan kita minta agar prokes semakin ditingkatkan. Jujur saja, kalau kita tidak jaga prokes dengan baik, (Covid-19) ini bisa meledak kembali. Maka saya minta, mari kita jaga baik-baik tren positif yang sudah terjadi saat ini sampai kondisi ini benar-benar terselesaikan,” imbaunya.

Mardohar juga meminta kesadaran dari seluruh masyarakat Kota Medan yang telah terdeteksi tertular Covid-19 agar bersedia di rawat di RS-RS yang telah ditentukan. Nantinya, pasien dapat segera diisolasi di RS dan ditangani secara baik oleh tim medis yang mengerti cara penanganan dan penyembuhannya.

“Kebanyakan saat ini, pasien yang dinyatakan positif di satu RS malah pergi ke RS yang lain untuk melakukan pemeriksaan yang sama. Padahal yang dibutuhkan adalah mereka dirawat di RS sampai sembuh, bukan justru bepergian ke RS lainnya. Ujung-ujungnya begitu hasilnya sama-sama positif. Setelah itu, yang bersangkutan malah minta isolasi mandiri di rumah,” tegasnya.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Medan meminta masyarakat agar dapat berjiwa patriot dengan bersikap sukarela dirawat di RS, sehingga tidak berpotensi untuk menularkan virus kepada orang lain. Sebab umumnya masyarakat yang mau dirawat di RS hanyalah mereka yang sudah mengalami gejala sedang hingga berat. Padahal, para OTG dan pasien dengan gejala ringan juga sama berpotensinya dalam menularkan virus.

“Semakin cepat dirawat, semakin cepat sembuh, maka semakin cepat pandemi ini bisa kita selesaikan. Sebab untuk vaksin sendiri, sampai saat ini kita belum bisa pastikan vaksin mana yang akan kita gunakan dan kapan akan tersedia” pungkasnya.

Kasus Sembuh Nasional Menurun

Berbeda dengan Sumut, kasus sembuh dari Covid-19 secara nasional justru mengalami penurunan selama empat pekan berturut-turut. Bahkan pada pekan ini, kasus sembuh Covid-19 mengalami perlambatan sebesar 9,3 persen.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, dalam konferensi pers, Selasa (17/11).

“Jumlah kesembuhan di pekan ini mengalami perlambatan sebesar 9,3 persen. Hampir 10 persen. Bahkan lebih besar dari pekan sebelumnya. Ini adalah kondisi yang memprihatinkan,” katanya.

Wiku mengatakan, pada pekan lalu, Satgas telah menyampaikan bahwa kasus sembuh Covid-19 mengalami penurunan. Harapannya, Pemerintah Daerah segera mengambil tindakan dengan meningkatkan kualitas penanganan Covid-19.

“Namun sangat disayangkan bahwa ternyata pekan ini angka kesembuhan juga masih menurun, sehingga pekan ini menjadi pekan keempat penurunan kesembuhan secara berturut-turut,” sambungnya.

Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia ini menyebut, ada lima provinsi yang melaporkan perlambatan angka kesembuhan Covid-19 tertinggi pekan ini. Yakni, Sumatera Barat turun sebesar 1.377 kasus, Aceh turun 810 kasus, Riau turun 660 kasus, Banten turun 521 kasus dan Jawa Tengah turun 342 kasus.

Sementara itu, tercatat ada lima provinsi memiliki persentase kesembuhan terendah di tingkat nasional pekan ini. Yaitu, Papua 51,36 persen, Lampung 51,97 persen, Jambi 68,32 persen, Sulawesi Tengah 70,8 persen dan Sulawesi Barat 72,62 persen.

“Sekali lagi saya berpesan kepada seluruh provinsi terutama kepada provinsi dengan kenaikan kasus untuk betul-betul meningkatkan kualitas penanganan Covid-19. Jadikan momen ini sebagai kesempatan untuk mendongkrak angka kesembuhan dan menekan angka kematian,” tutupnya. (ris/map/lp6)

Kasus Kerumunan Habib Rizieq, Polri: Arahnya ke Dugaan Pidana

Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis, perintahkan para kasatwil segera membubarkan kerumunan massa, terkait penegakan prokes Covid-19.
Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis, perintahkan para kasatwil segera membubarkan kerumunan massa, terkait penegakan prokes Covid-19.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Tiga kelompok dipanggil polisi terkait kerumunan massa yang melanggar protokol kesehatan di acara pernikahan putri pimpinan FPI, Rizieq Shihab, di Petamburan, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.

Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis, perintahkan para kasatwil  segera membubarkan kerumunan massa, terkait penegakan prokes Covid-19.
Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis, perintahkan para kasatwil segera membubarkan kerumunan massa, terkait penegakan prokes Covid-19.

“Ada tiga elemen akan diperiksa untuk kami klarifikasi. Pertama pemerintah daerahnya, kemudian panitia penyelenggaranya dan ketiga ada saksi-saksi tamu yang hadir kita lakukan klarifikasi juga,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Selasa (17/11).

Yusri menyampaikan, ada 14 orang yang dipanggil guna memberikan klarifikasi. Namun yang diperiksa hanya 10 orang, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kepala Biro Hukum DKI Jakarta Yayan Yuhanah, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin. Kemudian, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara, Camat Tanah Abang Yassin Pasaribu, Lurah Petamburan Setiyanto, Kepala KUA Tanah Abang, Bhabinkamtibmas, serta perangkat RT dan RW terkait.

Lurah Petamburan Setiyanto awalnya telah hadir untuk memenuhi panggilan. Namun, setelah dites swab antigen, Setiyanto terkonfirmasi reaktif Covid-19 dan langsung dirujuk ke RS Kramatjati.

Senada, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, mengatakan hanya 10 orang diperiksa. “Hari ini penyelenggara pemerintahan untuk menentukan status Jakarta dan berikut dasar hukumnya. Untuk meyakinkan Jakarta berstatus apa dan dasar hukum bagaimana,” ungkap Tubagus.

Jika status kotanya sudah terang, Tubagus mengaku segera menentukan hal apa yang menjadi dasar hukum menentukan adanya unsur pidana dari acara yang mengumpulkan ratusan massa tersebut.

“Nanti dari sana besok kita akan klarifikasi elemen lain, yaitu penyelenggara, dan kemudian upaya apa juga untuk itu. Sedangkan dari polisi adalah tahap lidik (penyelidikan). Jadi sudah terjadi dulu, baru dilakukan penyelidikan. Ada pidana atau tidak, baru dinaikkan ke penyidikan,” kata Tubagus.

Menguatkan, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menyampaikan, pemeriksaan terkait acara Rizieq Shihab tersebut jelas mengejar titik terang atas dugaan tindak pidana yang terjadi.

“Mengarahnya adalah peristiwa pidana, apa yang sudah terjadi. Ini yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya yang saat ini melakukan klarifikasi terhadap orang-orang yang mengetahui, melihat, mendengar langsung kejadian tersebut, mengalami langsung kejadian tersebut, maka dipanggil,” tutur Awi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (17/11).

Awi menyebut, penyidik akan menggali berbagai keterangan dan mengumpulkan alat bukti dalam penyelidikan tersebut. “Dari klarifikasi tersebut penyidk akan melakukan gelar perkara, dari hasil penyelidikan ini apakah cukup adanya bukti permulaan untuk dinaikkan ke penyidikan. Kita sama-sama tunggu,” jelas Awi.

Anies Diperiksa 9,5 Jam

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi panggilan dari Polda Metro Jaya. Pantauan di lapangan, Anies berada di dalam Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya selama 9,5 jam. Dia datang pukul 09.43 WIB dan baru keluar dari ruang pemeriksaan pada pukul 19.30 WIB.

Dia mengaku telah menjawab pertanyaan polisi sesuai dengan fakta di lapangan. “Alhamdulillah saya tadi telah selesai memenuhi undangan untuk memberikan klarifikasi dan prosesnya berjalan baik. Semuanya sudah dijawab sesuai dengan fakta yang ada, tidak ditambah tidak dikurangi,” kata Anies di Mapolda Metro Jaya, Selasa (17/11).

Anies dipanggil polisi untuk mengklarifikasi terjadinya kerumunan beberapa hari ini dalam acara yang digelar pimpinan ormas FPI Rizieq Shihab. Anies tidak menceritakan lebih lanjut mengenai detail pemeriksaan. Dia beralasan, seluruh keterangan akan disampaikan oleh pihak Polda Metro Jaya.

Sepanjang pemeriksaan, Anies mengaku diberi 33 pertanyaan. Seluruh pertanyaan tersebut terangkum menjadi laporan sepanjang 23 halaman.

Anies sebelumnya menyatakan, Pemprov DKI telah berupaya mencegah kerumunan acara Rizieq Shihab dengan cara mengingatkan panitia.

Kapolri: Bubarkan Kerumunan Massa

Sementara itu, Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis tegas memerintahkan para kepala satuan wilayah (kasatwil) untuk segera membubarkan kerumunan massa, dalam rangka menegakkan protokol kesehatan Covid-19.

“Kalau masih ada pihak-pihak yang mengumpulkan orang, pimpinan sudah jelas memerintahkan untuk segera membubarkan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Selasa (17/11).

Menurut Awi, Kapolri telah menyampaikan agar para kasatwil tidak ragu-ragu dalam menindak tegas pelanggaran protokol kesehatan, termasuk, tidak akan mengeluarkan izin keramaian.

Awi mengatakan langkah-langkah itu menunjukkan komitmen institusinya dalam menegakkan protokol kesehatan. “Jadi kalau masih ada kejadian-kejadian misalnya orang yang mau meminta izin keramaian, Polri tidak akan mengeluarkan itu,” ucap dia.

Karena itu Mabes Polri menegaskan, tidak akan mengeluarkan izin keramaian untuk acara Reuni Persatuan Alumni 212 yang rencananya digelar pada 2 Desember 2020.

Sebelumnya, Kapolri mencopot Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi. Kedua jenderal polisi berbintang dua itu dicopot dari jabatannya karena dinilai lalai dalam menegakkan protokol kesehatan.

Diketahui, kerumunan massa yang melibatkan pemimpin FPI, Rizieq Shihab, tidak hanya terjadi sekali pada pekan lalu. Pada saat kedatangan Rizieq dari Arab Saudi pada Selasa lalu, terjadi kerumunan di kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Pada hari juga juga terjadi di Jalan KS Tubun, di sekitar Petamburan.

Kerumunan massa kembali terjadi saat FPI menggelar kegiatan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat.

Lalu, pada Sabtu malam pekan lalu, Rizieq Shihab menggelar acara pernikahan putrinya yang mengundang kerumunan di Petamburan. Ia menikahkan putrinya, Sharifa Najwa Shihab, sekaligus menggelar peringatan Maulid Nabi.

Acara yang digelar di tengah pandemi itu menjadi sorotan lantaran menimbulkan kerumunan massa. Dikutip dari CNNIndonesia, kerumunan massa di acara itu abai terhadap protokol kesehatan, yakni jaga jarak. Selain itu, tidak sedikit massa yang terlihat tidak menggunakan masker.

Satgas: Jangan Pandang Bulu

Senada, juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, juga meminta pemerintah dan satgas di daerah untuk tegas dalam menegakkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona. Jika terjadi pelanggaran protokol, pelanggar harus ditindak sesuai peraturan dan tanpa pandang bulu.

“Kami juga meminta kepada pemerintah maupun satgas di daerah serta aparat penegak hukum untuk menegakkan disiplin dan menindak secara tegas siapapun yang melanggar protokol kesehatan ini tanpa pandang bulu sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (17/11).

Namun demikian, Wiku meminta seluruh pihak mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah. Jika protokol dipatuhi, penindakan terhadap pelanggaran dapat ditekan. “Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” ujarnya.

Wiku mengingatkan, upaya penanganan Covid-19 dapat dilakukan dengan baik jika koordinasi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan berjalan efektif.

Menurut Wiku, meski upaya penanganan Covid-19 di Tanah Air sudah berjalan cukup baik, namun keberhasilan negara-negara lain dalam menanggulangi pandemi patut ditiru. Penerapan potokol kesehatan yang ketat harus terus ditingkatkan.

“Upaya ini dapat terus ditingkatkan apabila ada kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat dan juga pemangku kepentingan lainnya dalam mengampanyekan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan memasifkan program 3T (testing, tracing, treatment),” kata dia.

Hingga Selasa (17/11), penularan virus corona masih terjadi di masyarakat. Hal ini terlihat dengan masih bertambahnya kasus Covid-19, berdasarkan data yang masuk hingga Selasa pukul 12.00 WIB. Data pemerintah memperlihatkan bahwa ada 3.807 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 474.455 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Informasi ini diungkap Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui data yang diterima wartawan pada Selasa sore. Data juga bisa diakses publik melalui situs Covid19.go.id dan Kemkes.go.id, dengan update yang diberikan setiap sore. (kps/lp6/bbs)

Perkuat Ekonomi Digital Indonesia, Telkomsel Investasi ke Gojek

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Telkomsel dan Gojek, dua perusahaan teknologi dan komunikasi terbesar di tanah air, berkolaborasi guna memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Nilai investasi Telkomsel di Gojek adalah sebesar USD 150 juta.

Telkomsel berinvestasi di Gojek sebesar USD 150 juta. Kerja sama Telkomsel dan Gojek akan membuka berbagai peluang kolaborasi dengan memanfaatkan skala gabungan dari kedua perusahaan sehingga dapat menjangkau jutaan masyarakat Indonesia di seluruh nusantara.

Dalam kolaborasi ini, Gojek dan Telkomsel akan bersama memperkuat layanan digitalnya, mendorong inovasi dan produk baru, serta meningkatkan kenyamanan bagi para pengguna dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Kerja sama ini merupakan perluasan dari kolaborasi Gojek dan Telkomsel yang menawarkan paket data terjangkau kepada mitra driver Gojek sejak 2018. Kerja sama ini juga akan membuka berbagai peluang kolaborasi lainnya yang memanfaatkan skala gabungan dari kedua perusahaan sehingga dapat menjangkau jutaan masyarakat  Indonesia di seluruh nusantara.

Kedua perusahaan juga akan berkolaborasi di bidang gaya hidup digital serta mengembangkan solusi teknologi periklanan digital yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di berbagai skala bisnis. Selebihnya, Gojek dan Telkomsel juga bekerjasama dalam bidang pemberdayaan talenta melalui pertukaran pengalaman dan program pembinaan keahlian profesional sebagai bentuk upaya meningkatkan sumber daya manusia teknologi di Indonesia.

Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro mengatakan, kolaborasi antara Telkomsel dan Gojek berawal dari visi yang sama dari kedua belah pihak yaitu untuk mempertegas posisi pemain lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri. “Kami sangat bangga berkesempatan untuk berkolaborasi dengan platform kebanggaan anak bangsa, yang terus memberikan dampak positif bagi jutaan rakyat Indonesia pada setiap aspek kehidupan sehari-hari,” kata Setyanto, Selasa (17/11).

Disebutkannya, ia percaya kerja sama dengan Gojek dan ekosistemnya yang luas juga akan mengakselerasi transformasi Telkomsel sebagai digital telco company. Selain itu, memperkuat konsistensi perusahaan dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

“Walaupun di saat kita masih menghadapi situasi penuh tantangan di tengah pandemi, semangat kolaborasi akan terus menjadi pondasi kami dalam menghadirkan manfaat teknologi digital di seluruh sektor kehidupan seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” jelas Setyanto.

Ia menuturkan, aksi korporasi ini juga merupakan bagian dari perjalanan Telkomsel dalam menjalankan tiga pilar digital, yaitu sebagai penyedia konektivitas digital, layanan digital serta platform digital, yang saat ini menjadi landasan bagi perusahaan untuk menghadirkan ragam produk digital yang berpusat pada pelanggan dan layanan yang memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia sehari-hari.

“Telkomsel meyakini kerja sama dengan Gojek ini juga akan melengkapi strategi transformasi Telkomsel dalam mengembangkan bisnis layanan digital, selain memperkuat kapasitas dan kualitas sumber daya manusia, khususnya para talenta digital,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah menegaskan, sebagai induk perusahaan Telkomsel, Telkom menyambut baik dan mendukung kolaborasi lintas sektor antara Gojek dan Telkomsel. “Kami meyakini kolaborasi dengan Gojek ini akan memberikan potensi nilai tambah yang besar jika dilakukan dengan Telkomsel, terutama untuk meningkatkan keunggulan kompetitif Telkomsel dalam mengembangkan bisnis layanan digital. Hal ini seiring roadmap transformasi yang sedang dijalankan TelkomGroup untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia,” ujarnya.

Kata Ririek, kolaborasi ini juga sejalan dengan visi dan misi TelkomGroup untuk mengorkestrasi strategi penguatan synergy value yang sudah berjalan antara kedua perusahaan. “Tentunya kolaborasi ini akan berdampak positif serta memperkuat portofolio bisnis TelkomGroup dalam mengakselerasi perekonomian digital di Indonesia,” pungkas dia.

Co-CEO Gojek Group, Andre Soelistyo mengatakan, pihaknya sangat bangga bisa memperluas kolaborasi strategis dengan Telkomsel sebagai pemain terbesar di industri telekomunikasi. Kerja sama ini akan menjangkau ratusan juta masyarakat Indonesia termasuk konsumen, mitra driver dan mitra UMKM supaya ikut andil menikmati manfaat dari ekonomi digital.

“Ekonomi digital di Indonesia didorong oleh perkembangan perangkat seluler (mobile-first market), sehingga bila pemain terdepan di industri teknologi dan telekomunikasi berkolaborasi memanfaatkan sumber daya yang ada, maka ekonomi digital Indonesia bisa lebih terakselerasi ke tahapan yang lebih tinggi (leap frog),” ujar Andre. (ris/ram)