Home Blog Page 3894

Pemerintah Lanjutkan Bantuan UMKM hingga 2021, Pemberian Dana Bakal Diperbesar

RAPAT VIRTUAL: Wakil Presiden, Ma’ruf Amin saat menggelar rapat virtual bersama Menteri Perekonomian, Menteri Koperasi dan UMKM, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dan Menteri Sosial, Senin (16/11).
RAPAT VIRTUAL: Wakil Presiden, Ma’ruf Amin saat menggelar rapat virtual bersama Menteri Perekonomian, Menteri Koperasi dan UMKM, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dan Menteri Sosial, Senin (16/11).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah bertekad untuk melanjutkan program bantuan kepada para pelaku usaha mikro kecil menengah ( UMKM) pada tahun 2021. Hal tersebut berdasarkan rapat internal yang dilakukan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dengan Menteri Perekonomian, Menteri Koperasi dan UMKM, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dan Menteri Sosial, Senin (16/11).

RAPAT VIRTUAL: Wakil Presiden, Ma’ruf Amin saat menggelar rapat virtual bersama Menteri Perekonomian, Menteri Koperasi dan UMKM, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dan Menteri Sosial, Senin (16/11).
RAPAT VIRTUAL: Wakil Presiden, Ma’ruf Amin saat menggelar rapat virtual bersama Menteri Perekonomian, Menteri Koperasi dan UMKM, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dan Menteri Sosial, Senin (16/11).

“Tadi disepakati, untuk fokus pemberdayaan UMKM itu akan dilanjutkan tahun 2021 dalam APBN mendatang. Namun, bagaimana bentuk bantuan tersebut disalurkan masih akan dirumuskan terlebih dahulu,” ujar Juru Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi.

Sebab, kemungkinan dana yang akan diberikan pun akan diperbesar jumlahnya. “Karena ini memang akan menjadi landasan bergeraknya ekonomi di kalangan bawah,” kata Masduki.

Masduki mengatakan, saat ini sudah banyak program bantuan yang dirasakan oleh masyarakat dari pemerintah. Mulai dari bantuan sosial (bansos), subsidi listrik, hingga modifikasi dana desa untuk pemberian bantuan langsung tunai (BLT).

Termasuk juga perluasan kartu prakerja, subsidi upah, hingga bantuan program prudktif bagi para pelaku UMKM. “Ini semua sudah berjalan dan itu menciptakan kondisi di masyarakat cukup tenang, tidak ada pergolakan berarti karena ada dana yang bergulir di masyarakat dari negara,” kata dia.

Masduki pun memastikan, pemerintah, baik Presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun Wapres Ma’ruf Amin memiliki fokus untuk menggerakkan UMKM baik syariah maupun konvensional.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menilai, saat ini merupakan momentum yang tepat untuk memberdayakan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Pasalnya, saat ini UMKM turut terdampak akibat pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Hal tersebut disampaikan Ma’ruf dalam acara BMT Summit 2020 yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI), Senin (16/11), secara virtual. “Saya juga berpendapat bahwa saat ini adalah momen yang tepat untuk kita dapat menggelorakan kembali berbagai upaya untuk memberdayakan usaha mikro dan kecil,” ujar Ma’ruf.

Menurut Ma’ruf, ada dua hal yang membuat pandemi Covid-19 menjadi momentum merealisasikan potensi UMKM tersebut. Pertama, kata dia, pemerintah sedang berupaya keras untuk membangkitkan perekonomian yang disebutnya mulai menunjukkan pemulihan.

“Pemerintah tahun ini mengalokasikan dana sebesar Rp 695,2 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dari jumlah tersebut, sekitar Rp350 triliun atau lebih dari 50 persen dialokasikan untuk menjaga kesejahteraan masyarakat dan UMKM,” kata dia.

Disamping itu, kata dia, ada pula insentif lain seperti keringanan pajak yang jumlahnya lebih dari Rp100 triliun. Adapun prioritas bantuan yang diberikan pemerintah kepada UMKM, kata dia, dalam rangka menangani kelesuan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19.

Selain itu, adapula program Bantuan Produktif untuk pelaku UMKM yang pada tahap awal bantuan tunai langsung diberikan kepada 12 juta UMKM yang tidak sedang memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan.

“Memang barangkali belum mencakup seluruh usaha mikro yang ada dan dalam pelaksanaan masih terjadi kekurangan di sana sini. Namun kemauan politik pemerintah untuk memberikan prioritas kepada UMKM merupakan angin segar bagi pemberdayaan usaha mikro di seluruh Tanah Air,” kata Ma’ruf.

Menurut Ma’ruf, bantuan yang diberikan tersebut sangat tepat karena UMKM merupakan tulang punggung penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Setidaknya, UMKM menyerap hampir 75 persen tenaga kerja dari seluruh angkatan kerja. Dengan demikian, pengembangan UMKM pun dinilainya menjadi sangat penting sebagai upaya mengurangi kesenjangan. Kedua, adalah fokus pemerintah terhadap ekonomi dan keuangan syariah pun dapat dimanfatkan dengan potensi penggunaan baitu al-maal wa al-tamil (BMT) untuk pembiayaan UMKM.

BMT merupakan lembaga keuangan mikro syariah yang menjalankan fungsi baitul mal (fungsi sosial) dan baitut tamwil (fungsi komersial). Sebab Indonesia memiliki target untuk menjadi produsen halal terbesar di dunia, kata dia, maka para pelaku UMKM perlu didorong agar menjadi bagian dari rantai nilai industri halal global (Global Halal Value Chain). Oleh karena itu, kata dia, UMKM pun akan membutuhkan sumber pembiayaan yang sesuai. Peranan BMT sebagai sumber pendanaan bagi UMKM pun akan sangat diperlukan. (kps/ila)

Guru Honorer Dapat Bantuan BSU dari Kemendikbud, Sekali Transfer Rp1,8 Juta

Mendikbud, Nadiem Makarim.
Mendikbud, Nadiem Makarim.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Para pendidik dan tenaga kependidikan akan mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU) untuk pendidik dan tenaga kependidikan non PNS dari Kemendikbud. Mereka yang akan menerima bantuan ini adalah dosen, guru, guru honorer, dosen tidak tetap dan non PNS, guru yang diberi tugas sebagai kepala sekolah, pendidik PAUD, pendidik kesetaraan. Kemudian juga tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium serta tenaga adminstrasi.

Mendikbud, Nadiem Makarim.
Mendikbud, Nadiem Makarim.

’’Kita berhasil mendapatkan bantuan subsidi upah bagi para guru-guru honorer kita dan juga tenaga kependidikan. Semua sekolah dan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta,’’ ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, dalam Rapat Kerja bersama Komisi X secara daring, Senin (16/11).

Bantuan yang akan diterima oleh masing-masing dari mereka adalah sebesar Rp1,8 juta. ’’BSU bagi para guru-guru honorer kita dan juga tenaga kependidikan yang non PNS sebesar Rp1,8 juta yang akan diberikan 1 kali. Jadi sekaligus kita memberikannya,’’ terang dia.

Bantuan tersebut rencananya ditargetkan untuk menyasar 2.034.732 orang. Terdiri dari 1,6 juta guru dan pendidik, 162.277 dosen, dan 237.623 tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga administrasi.’’Total sasaran kita sedikit lebih dari 2 juta orang ya, yang paling besar dari (bantuan) ini adalah guru honorer ya, sebesar 1,6 juta dan sisanya adalah dosen dan tenaga pendidik,’’ ucap Nadiem.

Adapun, anggaran yang dialokasikan untuk program bantuan ini sebesar Rp3,6 triliun. ’’Total anggaran yang akan kita keluarkan adalah sekitar Rp3,6 triliun. Jadi ini hari yang sangat gembira bagi kami di Kemendikbud dan bagi para guru-guru honorer kita yang di masa pandemi ini bukan hanya krisis kesehatan, tapi juga krisis ekonomi,’’ papar dia.

Menurutnya, bantuan ini akan sangat membantu para guru-guru dan tenaga kependidikan yang sedang berjuang dalam melangsungkan pembelajaran di tengah pandemi. ’’Mereka adalah ujung tombak dari sistem pendidikan kita dan juga mereka rentan di masa krisis ekonomi seperti ini dan mereka patut dan harus dibantu oleh pemerintah pusat,’’ tegasnya. (jpnn/ila)

Sang Legenda, Parlin Siagian Telah Tiada

LEGENDA: Legenda PSMS Medan, Parlin Siagiaan semasa hidup.
LEGENDA: Legenda PSMS Medan, Parlin Siagiaan semasa hidup.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan berduka. Legenda yang telah mengharumkan klub kecintaan Kota Medan, lewat sejumlah prestasinya, Parlin Siagiaan, menghembuskan nafas terakhirnya, Senin (16/11), sekira pukul 12.00 WIB.

LEGENDA: Legenda PSMS Medan, Parlin Siagiaan semasa hidup.
LEGENDA: Legenda PSMS Medan, Parlin Siagiaan semasa hidup.

Legenda PSMS Medan ini, meninggal setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di RS Elisabeth Medan.

Berita duka cita ini, disampaikan langsung oleh Sekum PSMS Julius Rarja, kepada sejumlah awak media, Senin siang.

“Berita duka cita. Telah meninggal dunia senior PSMS Medan, Parlin Siagian, hari ini (kemarin, red),” ungkap King, sapaan karib Julius Raja.

Menurut King, PSMS turut kehilangan seorang sosok yang berjasa, dan turut menghaturkan doa kepada almarhum.

“Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan, dan diampuni segala dosanya. Dibukakan pintu surga. Semoga keluarga tabah menghadapi musibah ini. Amin,” katanya lagi.

Parlin tak hanya dikenal sebagai striker tajam, tapi juga memiliki spesialisasi tendangan pisang yang akurat dan kerap menjebol gawang lawan. Bahkan, Parlin juga sukses menjadi pelatih dan beberapa kali membawa klub besutannya menjuarai kompetisi, termasuk Ayam Kinantan.

Parlin bergabung dengan PSMS pada 1971, berstatus sebagai pemain muda, dan bergabung dengan pemain hebat sepert Wibisono, Zulkarnaen Pasaribu, Tumsila (Si Kepala Emas), dan Yuswardi.

Gabung untuk karir perdananya bersama The Killer, julukan lain PSMS, Parlin dan teman seangkatannya Nobon, Taufik Lubis, dan Sarman Pangabean, berhasil menjuarai Perserikatan 1971.

Pada 1975, Parlin kembali membawa PSMS menjuarai piala perserikatan, setelah bermain imbang 1-1, dan menjadi juara bersama dengan Persija Jakarta, usai laga dihentikan karena adanya bentrok antar kedua pemain. Dan Parlin menjadi penyumbang gol satu-satunya di final yang cukup dikenang kala itu.

Sebagai pelatih, Parlin pernah membawa PSMS juara Perserikatan 1985. Dalam final yang legendaris itu, PSMS mengalahkan Persib Bandung melalui adu penalti. Belakangan laga final itu dikenal sebagai pertandingan paling banyak ditonton sepanjang sejarah sepak bola Indonesia. (dek/saz)

Lindungi Aset Human Capital Korporasi, PLN Gandeng BNPT

MOU: PLN menjalin Mou bersama BNPT dalam upaya menjaga aset human capital.
MOU: PLN menjalin Mou bersama BNPT dalam upaya menjaga aset human capital.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PLN gandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) guna menjaga aset korporasi terutama aset human capital. Langkah strategis ini merupakan upaya perlindungan bagi seluruh insan PLN terhadap pencegahan paham radikal dan terorisme.

MOU: PLN menjalin Mou bersama BNPT dalam upaya menjaga aset human capital.
MOU: PLN menjalin Mou bersama BNPT dalam upaya menjaga aset human capital.

“Perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman sebelumnya BNPT dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentang sinergitas pencegahan terorisme di lingkungan Kementerian BUMN pada tanggal 11 Oktober 2019,” terang Kepala BNPT, Boy Rafli Amar. 

Menurutnya, PLN yang memiliki peran utama dalam pembangunan sekaligus pemilik objek vital nasional adalah aset bangsa yang harus terus dilindungi agar terjamin kemanan dan keberlangsungan operasionalnya. BNPT mendukung PLN untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan siap secara bersama melakukan program-program untuk mencegah adanya terorisme.

“PLN memerlukan dukungan dari BNPT sebagai upaya melindungi asset PLN baik asset berupa fisik maupun asset Human Capital,” tutur Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini.

Dirinya menambahkan, sinergi pencegahan terorisme antara PLN dan BNPT ini perlu dilakukan secara berkesinambungan. Harapannya, dapat menciptakan lingkungan kerja serta perilaku insan PLN yang bebas dari paham radikal terorisme dalam mendukung program transformasi PLN sehingga penyediaan tenaga listrik kepada masyarakat dapat berjalan dengan handal, aman, efektif dan efisien.

Guna memastikan ketersediaan tenaga listrik yang handal, aman dan berkelanjutan, PLN selalu berupaya menjaga aset paling berharga korporasi, yakni segenap insan PLN agar terllindungi dari bahaya paham radikal dan terorisme. 

Berprinsip saling memberikan manfaat, PLN senantiasa menyambut baik tiap sinergitas, baik lintas BUMN, maupun lembaga. (rel/ila)

Demi Kenyamanan dan Keamanan Warga, PT TPL Aspal Jalan di Desa Pardomuan

SERAH TERIMA: Manajemen PT TPL saat serah terima pengaspalan jalan ke Kepala Desa Pardomuan, Toba, Rabu (11/11).
SERAH TERIMA: Manajemen PT TPL saat serah terima pengaspalan jalan ke Kepala Desa Pardomuan, Toba, Rabu (11/11).

TOBA, SUMUTPOS.CO – PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) melakukan pengaspalan jalan sepanjang 800 meter di Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba. Pengaspalan ini merupakan kontribusi PT TPL bagi masyarakat sekitar yang tinggal berdampingan dengan wilayah operasional perusahaan di Sektor Habinsaran.

SERAH TERIMA: Manajemen PT TPL saat serah terima pengaspalan jalan ke Kepala Desa Pardomuan, Toba, Rabu (11/11).
SERAH TERIMA: Manajemen PT TPL saat serah terima pengaspalan jalan ke Kepala Desa Pardomuan, Toba, Rabu (11/11).

Serah terima pengaspalan jalan tahap dua sepanjang 800 meter di Jalan Sianipar, Desa Pardomuan dari PT TPL kepada Kepala Desa Pardomuan telah dilakukan pada, Rabu (11/11). Bedman Ritonga selaku Humas Sektor Habinsaran PT TPL mengatakan bahwa ini adalah program perusahaan untuk peningkatan keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan.

“Harapan kita adalah agar jalan ini dapat bermanfaat bagi seluruh warga pengguna jalan, juga tentunya untuk kelancaran transportasi dari pihak PT Toba Pulp Lestari,” kata Bedman.

Bedman menjelaskan, pertama kali pada tahun 1987 telah dilakukan pembukaan jalan oleh perusahaan untuk mempermudah akses transportasi dan juga digunakan masyarakat yang menghubungkan beberapa wilayah kecamatan. Selain itu, jalan juga sebagai prasarana distribusi barang dan jasa yang merupakan urat nadi dari kehidupan masyarakat.

Akan tetapi seiring bertambahnya waktu, kondisi jalan yang dilalui tidak lagi dalam kondisi baik dan menjadi salah satu permasalahan serius. Melihat kondisi jalan yang rusak, PT Toba Pulp Lestari, Tbk melakukan pengaspalan bertahap pada tahun 2020 dengan total jalan yang diaspal sepanjang 1,3 KM.

Desa Pardomuan sendiri dihuni sebanyak 228 KK dengan kondisi jalan rusak parah. Sebelumnya juga sudah pernah terjadi kecelakaan pada saat berkendaraan di jalan tersebut dan menyebabkan korban terluka. Setelah dilakukannya pengaspalan jalan, masyarakat sungguh bersyukur dan mengucapkan terima kasih.

Kepala Desa Pardomuan Timbang Sianipar mengucapkan terima kasih atas bentuk kepedulian yang diberikan PT TPL kepada masyarakat Desa Pardomuan.

“Terima kasih pada PT TPL karena peduli dengan masyarakat Desa Pardomuan kami berharap agar perusahaan tetap terus memperhatikan masyarakat di sekitar,” ujar Timbang.

Perbaikan jalan ini akan berpengaruh dalam kehidupan dari berbagai sisi dan aspek serta berperan dalam memperbaiki taraf kehidupan masyarakat. Karena jalan merupakan akses penghubung masyarakat ke berbagai tempat sehingga mempermudah masyarakat dalam bekerja dan beraktivitas. (mag-7/ram)

Pemkab dan RKLA Gelar Dialog Kerukunan Antar Anak Bangsa

CENDERAMATA: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu didampingi Ketua TP PKK Ny Romy Mariani Simarmata serahkan cenderamata kepada Ketua DPP RKLA, Hj Bunda Indah saat menggelar dialog di gedung Balai Budaya Sidikalang, Minggu (15/11).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
CENDERAMATA: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu didampingi Ketua TP PKK Ny Romy Mariani Simarmata serahkan cenderamata kepada Ketua DPP RKLA, Hj Bunda Indah saat menggelar dialog di gedung Balai Budaya Sidikalang, Minggu (15/11).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Pusat Rumah Komunitas Lintas Agama (DPP-RKLA) menggelar dialog kerukunan antar anak bangsa. Kegiatan dibuka Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu di Balai Budaya Sidikalang, Minggu (15/11).

CENDERAMATA: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu didampingi Ketua TP PKK Ny Romy Mariani Simarmata serahkan cenderamata kepada Ketua DPP RKLA, Hj Bunda Indah saat menggelar dialog di gedung Balai Budaya Sidikalang, Minggu (15/11).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
CENDERAMATA: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu didampingi Ketua TP PKK Ny Romy Mariani Simarmata serahkan cenderamata kepada Ketua DPP RKLA, Hj Bunda Indah saat menggelar dialog di gedung Balai Budaya Sidikalang, Minggu (15/11).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Hadir sebagai narasumber Kapolres AKBP Ferio Sano Ginting, Dandim 0206 Letkol Arm Adietya Yuni Nurtono serta Ketua Umum DPP RKLA Hj Bunda Indah. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Rahmatsyah Munthe, Senin (16/11) mengatakan, dalam kesempatan itu Bupati Eddy KA Berutu menyampaikan apresiasi kepada Ketua RKLA memberikan semangat, motivasi serta saran dan masukan dalam upaya meningkatkan kerukunan antara anak bangsa khususnya di Dairi.

“Walaupun kita berbeda agama, berbeda budaya tetapi kita tetap bersatu tidak terpecah di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Eddy.

Bupati memaparkan, masyarakat Dairi heterogen terdiri dari berbagai ragam etnis/suku, agama. Dan suku asli Dairi sendiri adalah suku Pakpak.

Eddy mengatakan, dialog ini sangat penting sesuai arahan menteri agama bahwa moderasi yang dimoderatkan adalah bukanlah agamanya, namun cara kita beragama, cara kita berkomunikasi antar sesama umat beragama atau aliran kepercayaan.

Dikatakanya, berkomunikasi dengan umat agama yang berbeda merupakan kunci moderasi beragama yang bertujuan menyatukan perbedaan dalam pentingnya kebangsaan. Moderasi beragama mengubah mindset terhadap perbedaan yang ada dan saling toleransi terhadap perbedaan sehingga moderat dapat ditanamkan pada setiap umat beragama.

“Melalui dialog seluruh peserta bisa menjadi contoh serta menunjukkan tekad bahwa kita selalu bersatu. Dan masyarakat Dairi mengutamakan dan mengandalkan persatuan serta persaudaraan dalam mewujudkan kesejahteraan dalam harmoni keberagaman,” ungkap Bupati.

Dalam kegiatan ini, turut hadir Ketua TP PKK, Ny Romy Mariani, Ketua DPD RKLA Sumatera Utara, Restu Nasution, Direktur Utama Bunda Foundation, Chandra Sinaga, para pimpinan OPD, Camat dan Kepala Desa, Tokoh Agama/ Tokoh Masyarakat serta Organisasi Kepemudaan. (rud/ram)

Pembekalan Tugas dan Fungsi Kepling se-Kota Sibolga

BERSAMA: Wali kota Sibolga, Syarfi Hutauruk foto bersama dengan para kepling se-kota Sibolga.
BERSAMA: Wali kota Sibolga, Syarfi Hutauruk foto bersama dengan para kepling se-kota Sibolga.

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Kepala Lingkungan (Kepling) se-Kota Sibolga diberikan Pembekalan Tugas dan Fungsi oleh Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk. Pembekalan dilaksanakan di Aula Topaz Hotel Wisata Indah Jalan Brigjen Katamso No.57 Sibolga, Senin (16/11).

BERSAMA: Wali kota Sibolga, Syarfi Hutauruk foto bersama dengan para kepling se-kota Sibolga.
BERSAMA: Wali kota Sibolga, Syarfi Hutauruk foto bersama dengan para kepling se-kota Sibolga.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sibolga menjelaskan tentang fungsi dan tugas seorang kepling.

“Sesuai dengan Peraturan Wali Kota Sibolga Nomor : 130/37/2012 BAB II Pasal 4 bahwa masa kerja Kepling paling lama 3 (tiga) tahun dan umur maksimal 56 tahun. Diharapkan seluruh peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, sehingga Kepling dalam mengemban tugasnya benar-benar mengerti prinsip pelayanan masyarakat dalam pencapaian pembangunan di Kota Sibolga,” ungkapnya.

“Pada saat ini berada dalam tahun politik, karena sebentar lagi akan melaksanakan pesta demokrasi yaitu pemilihan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada tanggal 9 Desember 2020. Seluruh Kepling se-Kota Sibolga agar bijak melaksanakan tugasnya, jangan ikut-ikutan berpolitik praktis, jangan ada yang golput dan mengitimidasi warga untuk mengarahkan memilih salah satu pasangan calon, biarkan masyarakat memilih sesuai dengan hati nuraninya, jangan ada unsur paksaan kepada masyarakat karena kepling itu harus netral,” sambung Syarfi.

Sebelumnya, Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setdakot Sibolga, Ahmad Yani Nasution dalam laporannya menyampaikan, bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya aparat kelurahan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, sehingga tercipta lingkungan yang nyaman, aman, unggul, indah dan lestari serta mampu bekerja secara efisien, efektif dan profesional dalam melayani masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk penegasan kepada para kepling agar melaksanakan tugasnya sesuai aturan,” tegasnya.

Turut hadir dalam pembekalan ini, para Staf Ahli dan Asisten, Pimpinan OPD se-Kota Sibolga, Camat dan Lurah se-Kota Sibolga, serta Kepling se-Kota Sibolga selaku peserta. (mag-8/ram)

Serahkan Bantuan Alat Pembuatan Briket dan Ekoenzim, Wagub Berharap Masyarakat Bijak Kelola Sampah

HADIR: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah saat menghadiri acara ‘Membangun Kerja Sama dengan Pihak Lain untuk Mewujudkan Kampung Bersih Berbasis Komunitas Peduli Sampah’, Senin (16/11), di Sekolah Alam Al-Ayman Plus Tahfiz, Jalan Aman Abadi Desa Tuntungan, Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deliserdang.
HADIR: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah saat menghadiri acara ‘Membangun Kerja Sama dengan Pihak Lain untuk Mewujudkan Kampung Bersih Berbasis Komunitas Peduli Sampah’, Senin (16/11), di Sekolah Alam Al-Ayman Plus Tahfiz, Jalan Aman Abadi Desa Tuntungan, Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deliserdang.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sampah selalu dikonotasikan dengan sesuatu yang sudah tidak berguna dan pantas untuk dibuang. Tidak banyak yang tahu kalau ternyata sampah juga bisa diolah kembali menjadi barang berguna hingga bernilai ekonomi. Jika masyarakat bijak dalam mengelola sampah, bisa dipastikan banyak manfaat yang akan diperoleh, baik dari segi kebersihan, kesehatan hingga ekonomi.

HADIR: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah saat menghadiri acara ‘Membangun Kerja Sama dengan Pihak Lain untuk Mewujudkan Kampung Bersih Berbasis Komunitas Peduli Sampah’, Senin (16/11), di Sekolah Alam Al-Ayman Plus Tahfiz, Jalan Aman Abadi Desa Tuntungan, Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deliserdang.
HADIR: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah saat menghadiri acara ‘Membangun Kerja Sama dengan Pihak Lain untuk Mewujudkan Kampung Bersih Berbasis Komunitas Peduli Sampah’, Senin (16/11), di Sekolah Alam Al-Ayman Plus Tahfiz, Jalan Aman Abadi Desa Tuntungan, Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deliserdang.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah saat menghadiri acara ‘Membangun Kerja Sama dengan Pihak Lain untuk Mewujudkan Kampung Bersih Berbasis Komunitas Peduli Sampah’, Senin (16/11), di Sekolah Alam Al-Ayman Plus Tahfiz, Jalan Aman Abadi Desa Tuntungan, Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deliserdang.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula penyerahan alat pembuatan briket dan ekoenzim kepada empat kelompok masyarakat untuk membantu melakukan kegiatan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.

“Sampah tidak boleh kita sepelekan. Kita harus bijak mengelola sampah, karena dampaknya juga kita yang akan merasakan. Untuk itu, saya sangat mengapresiasi Rumah Briket milik Ibu Rena Arifa Simbolon yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Sumut untuk menuntaskan persoalan sampah di Sumut. Mudah-mudahan melalui alat yang kita serahkan hari ini, bermunculan kampung-kampung bersih berbasis komunitas peduli sampah di seluruh kabupaten/kota,” harap Wagub.

Apresiasi juga disampaikan Wagub kepada Sekolah Alam Al-Ayman Plus Tahfiz yang mengusung konsep pembelajaran berbasis lingkungan. Model pendidikan seperti ini, menurut Wagub, akan melahirkan generasi muda yang cinta lingkungan.

“Di sekolah ini juga kita serahkan alat pembuatan briket dan ekoenzim. Mudah-mudahan anak-anak kita bisa belajar dan terapkan di lingkungan rumah masing-masing,” tuturnya.

Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemprov Sumut melalui Wagub Musa Rajekshah dan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumut atas diselenggarakannya kegiatan yang bermanfaat tersebut di Sekolah Alam Al-Ayman Plus Tahfiz Pancurbatu, Deli Serdang. Diharapkan kegiatan hari ini, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Deli Serdang lainnya yang turut hadir untuk menjaga lingkungan sekitar, mengelola sampah rumah tangga dengan benar dan memotivasi untuk belajar mengolah sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Sebelumnya, Plt Kepala DLH Sumut Binsar Situmorang selaku Ketua Panitia Penyelenggara mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan hari ini adalah untuk meningkatkan peran serta masyarakat untuk memilah dan memanfaatkan sampah organik. Kemudian, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengapresiasi kelompok masyarakat yang telah berperan dalam melaksanakan pengelolaan sampah di tengah masyarakat.

“Pertambahan penduduk dan ragam aktivitas manusia tentunya berdampak pula pada pertambahan volume, jenis dan karakteristik sampah yang dihasilkan. Belum lagi keadaan ini juga diperparah dengan kesadaran masyarakat yang masih minim untuk mengelola sampah. Baik itu memilah, mendaur ulang atau bahkan manjadikan sampah bernilai ekonomi. Melalui kegiatan ini, semoga menjadi contoh dan wawasan bagi masyarakat bahwa sampah juga bisa disulap menjadi barang bernilai ekonomi,” jelas Binsar.

Sebagai salah satu solusi inovatif pengelolaan sampah, kata Binsar, pembuatan briket dan ekoenzim telah diterapkan melalui pelatihan-pelatihan kepada kelompok ibu, kelompok tani, komunitas lingkungan di Medan dan Deli Serdang sebanyak 7 kali pelatihan sejak 10 Mei 2020. Masing-masing pelatihan dihadiri 20 hingga 30 peserta.

“Jadi selama pelatihan, sekitar 170 peserta telah turut serta dan menghasilkan lebih dari 3.000 liter ekoenzim dari sekitar 1 ton sampah buah dan sayuran,” terang Binsar.

Pemilik Rumah Briket Rena Arifa Simbolon menyampaikan pujian dan apresiasi atas kepedulian Wagub Musa Rajekshah terhadap lingkungan khususnya pengrajin arang. Selanjutnya, Rena sepakat dengan Wagub bahwa sampah senantiasa dikonotasikan dengan sesuatu yang tidak berguna. Padahal, jika mampu mengelolanya, sampah bisa menjadi barang bernilai ekonomi. Contohnya, briket yang dibuat dari sampah organik kering dan ekoenzim dari sampah organik basah.

“Kedua benda hasil olahan sampah ini banyak manfaatnya dan bisa kita jual. Misalkan, briket bisa jadi bahan bakar, penyerap bau, debu, bakteri dan pemanas ruangan. Keunggulannya tidak berasap, tidak berapi, tidak berbau. Begitu pula ekoenzim, kaya manfaat bisa jadi pupuk dan sebagainya, Untuk itu, sekali lagi terima kasih kepada Bapak Wagub yang juga merupakan pembina pengrajin arang untuk dukungan dan kepedulian terhadap lingkungan,” ucap Rena.

Diketahui, kelompok masyarakat penerima bantuan alat pembuat briket dan ekoenzim adalah KSN Mentari dari Labuhanbatu, Perhimpunan Remaja Marindal II atau Permada dari Deli Serdang, Sekolah Alam Al-Ayman Plus Tahfiz Deli Serdang, Gugus Dharma Gema Medan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut mewakili unsur Forkopimda Deli Serdang, mewakili DLH kabupaten/kota, unsur muspika Pancurbatu, Pembina Yayasan Quantum Indonesia Ilyas Tarigan, Ketua Yayasan Quantum Indonesia Juarso, penerima bantuan, kelompok penggiat lingkungan dan masyarakat.(prn/ram)

BNPB Tinjau Perubahan Perilaku Masyarakat Binjai

KUNJUNGAN KERJA: Kepala BPBD Binjai menerima rombongan BNPB saat melakukan kunjungan kerja.
KUNJUNGAN KERJA: Kepala BPBD Binjai menerima rombongan BNPB saat melakukan kunjungan kerja.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Binjai, Ahmad Yani menerima kedatangan kunjungan Kepala Sub Bidang Mitigasi, Irwan Amrun, di Kantor BPBD Kota Binjai, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 113, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur, akhir pekan lalu.

KUNJUNGAN KERJA: Kepala BPBD Binjai menerima rombongan BNPB saat melakukan kunjungan kerja.
KUNJUNGAN KERJA: Kepala BPBD Binjai menerima rombongan BNPB saat melakukan kunjungan kerja.

Dijelaskan Yani, kedatangan rombongan Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang dipimpin jenderal purnawiran tersebut, dalam rangka kunjungan kerja. “Kedatangan dari BNPB ini, tujuannya untuk mendukung kegiatan Bidang Perubahan Perilaku Satgas di masa Pandemi Covid-19,”ungkap Yani, Senin (16/11).

Menurutnya, materi yang dibahas bersama rombongan BNPB cukup penting. Terlebih bagaimana cara BPBD Kota Binjai dalam memberi seruan atau imbauan kepada masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 yang saat ini masih berkepanjangan.

“Di sini perlu dijelaskan, adapun maksud dari perubahan perilaku Satgas Covid-19 yakni menangani permasalahan penularan dengan mendorong percepatan perubahan perilaku di masyarakat,” kata Yani.

Dia menambahkan, perubahan perilaku dinilai penting. Bahkan, sebagai kunci pencegahan. “Dengan demikian, diharapkan bahwa penyadaran dan perubahan perilaku tersebut dapat memutus rantai. Caranya dengan menggunakan masker, menjaga jarak serta menghindari dari kerumunan,” beber Yani.

“Kunjungan yang dilakukan oleh BNPB adalah merupakan bagian dari sejumlah rangkaian program kerja antara pusat dan daerah termasuk di Kota Binjai dalam rangka penanganan Pandemi Covid-19,” pungkasnya. (ted/han)

Poldasu Bentuk Tim Pencarian 3 Bocah Hilang di Langkat

ilustrasi

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Hampir sebulan, pencarian 3 bocah yang hilang saat bermain di sekitar lokasi galian masih dilakukan. Bahkan saat ini, Ditreskrim Poldasu bersama Polres Langkat telah membentuk tim khusus untuk mencari keberadaan ketiga bocah malang itu.

ilustrasi

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Poldasu, Kombes Irwan Anwar, Minggu (15/11) malam, mengatakan pihaknya telah mengintensifkan penyelidikan terhadap 3 bocah itu.

“Sejauh ini, personel Ditreskrimum Poldasu bersama Polres Langkat dibantu sejumlah relawan serta warga masih terus mengintensifkan penyelidikan terkait pencarian 3 bocah hilang itu” ujarnya.

Selain pencarian secara intensif, lanjut Irwan Anwar, pihaknya juga melakukan tahap penyelidikan terkait adanya unsur-unsur lain yang menyebabkan hilangnya ketiga bocah tersebut.

Bahkan agar pencarian semakin intensif, pihaknya juga telah membetik tim khusus untuk mengungkap hilangnya 3 bocah itu tersebut. “Tim telah melakukan pengecekan areal galian yang disebut sebagai lokasi awal hilangnya ketiga bocah. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Kepolisian optimis penyebab hilangnya ketiga bocah akan segera terungkap,” pungkasnya.

Ketiga bocah yang hilang itu bernama Yogi Tri Herlambang (7), Nizam Auvar Reja (7), dan Alviza Zahra (7). Ketiganya warga Desa Naman Jahe Kecamatan Salapian, Langkat, hilang sejak Minggu (18/10).

Sebelum hilang, ketiganya masih terlihat bermain di lokasi timbunan, namun mereka tak kunjung pulang hingga dilaporkan menghilang.

Kapolsek Salapian, Iptu Sutrisno mengatakan, saksi-saksi sempat menyebut ketiga anak itu awalnya melihat-lihat alat berat yang sedang bekerja mencuci parit batas, sekitar pukul 10.30 WIB. Alat berat itu kemudian berhenti bekerja dan pindah lokasi berjarak 1 km.

Dan para saksi juga sempat melihat ketiga anak itu bermain perosotan di bekas timbunan tanah. Dan sekitar pukul 11.00 WIB, saksi Efi melihat ketiga bocah itu bermain di dekat pos palang kembar area perkebunan PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) Kebun Tanjung Keliling. Hingga pukul 14.00 WIB, anak-anak tersebut tak kunjung pulang.(mag-1/han)