BERSAMA: Peserta Apel Kesiagaan Pemko Binjai diabadikan bersama di Balai Kota Binjai, Rabu (11/11).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Asisten II Sekretariat Daerah Kota Binjai, Dahnial Reza, memimpin apel kesiagaan menghadapi bencana alam dan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Balai Kota, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, Rabu (11/11) lalu. Dahnial membacakan amanat tertulis Wali Kota Binjai, HM Idaham.
BERSAMA: Peserta Apel Kesiagaan Pemko Binjai diabadikan bersama di Balai Kota Binjai, Rabu (11/11).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
Dahnial menyatakan, apel ini digelar dalam rangka penguatan komitmen dan tanggung jawab bersama untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam di Kota Binjai. Yang pada umumnya bencana yang terjadi bersifat musiman dan lokal, seperti banjir serta angin puting beliung.
“Saat ini sudah memasuki musim penghujan dan diperkirakan berlangsung sampai akhir tahun. Maka yang jadi satu perhatian, kewaspadaan, maupun kesiapsiagaan kita adalah potensi terjadinya banjir akibat luapan aliran sungai yang melintasi Binjai. Khususnya Sungai Bangkatan dan Sungai Mencirim, yang diketahui banjir terakhir terjadi pada akhir September sampai awal Oktober lalu,” ungkap Dahnial.
Terkait Pilkada Serentak pada Desember 2020 mendatang, Dahnial menyatakan, kelangsungan pesta demokrasi ini tetap terjaga dari aspek gangguan bencana alam, di samping pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini.
“Jangan sampai bencana alam menghambat atau menghilangkan hak politik masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya. Hal ini sangat penting untuk menjadi perhatian kita bersama,” pungkasnya. (ted/saz)
MENYAPA: Wali Kota Binjai HM Idaham, saat menyapa masyarakat dan pedagang di Pasar Bundar, Rabu (11/11).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai, H Muhammad Idaham akan mengakhiri masa jabatannya. Karena itu, wali kota 2 periode ini pun menyempatkan diri menyapa masyarakat di Pasar Bundar, Jalan Jenderal Sudirman, Binjai Kota, Rabu (11/11) lalu.
MENYAPA: Wali Kota Binjai HM Idaham, saat menyapa masyarakat dan pedagang di Pasar Bundar, Rabu (11/11).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
Kedatangan Idaham pun disambut hangat. Satu per satu, masyarakat yang sedang duduk santai dihampiri Idaham untuk bersalaman. Bahkan saat itu, dia juga bertemu dengan teman sekolahnya. Selain itu, Idaham juga menemui penjahit pakaian tempat dulu dia menempa seragam sekolah.
Di sebuah rumah makan Pasar Bundar, Idaham duduk sejenak dan bercengkerama dengan sejumlah teman sekolahnya. Canda tawa mengenang masa lalu pecah di rumah makan tersebut. Di sela-sela perbincangan, beberapa masyarakat dan pedagang silih berganti menghampiri Idaham. Mereka menyampaikan aspirasi terkait kondisi Pasar Tavip maupun Pasar Bundar. Mulai dari drainase tersumbat hingga semrawutnya pedagang kaki lima (PKL) di seputaran Pasar Tavip. Idaham yang mendengar aspirasi itu langsung memberikan solusi.
“Saya hari ini (Rabu) kan cuti. Jadi aspirasi ini akan saya sampaikan ke Pemko. Yang pasti, soal drainase tumpat nanti akan saya perintahkan pihak terkait bergotong-royong. Tapi pedagang harus ikut, biar sama-sama memiliki tanggung jawab terhadap drainase yang sudah dibersihkan. Kapan waktunya tergantung kesiapan dari pedagang,” ungkap Idaham.
“Soal PKL, nanti saya perintahkan anggota saya untuk duduk bersama dengan pedagang. Apa solusinya nanti disepakati bersama,” sambungnya.
Mendengar jawaban Idaham, masyarakat tampak puas. Masing-masing dari mereka mengucapkan terima kasih.
Kepada wartawan, Idaham mengaku, kegiatannya turun menemui masyarakat sebagai bentuk terima kasihnya karena sudah dipercayakan memimpin Kota Binjai selama 2 periode.
“Wali kota segera berganti. Karena saya sudah dipercaya masyarakat selama 2 periode, saya sempatkan waktu cuti untuk menyapa masyarakat. Nanti waktu cuti saya berikutnya, saya akan turun lagi,” pungkasnya. (ted/saz)
DEKLARASI: Pemkab Langkat saat mengikuti Deklarasi Program Desa Ramah Perempuan dan Anak di Ruang LCC Kantor Bupati Langkat, Kecamatan Stabat, Rabu (11/11).ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemkab Langkat melalui aplikasi Zoom, mengikuti Deklarasi Program Desa Ramah Perempuan dan Anak, yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Kementerian Desa RI, dari Ruang LCC Kantor Bupati Langkat, Kecamatan Stabat, Rabu (11/11) lalu.
DEKLARASI: Pemkab Langkat saat mengikuti Deklarasi Program Desa Ramah Perempuan dan Anak di Ruang LCC Kantor Bupati Langkat, Kecamatan Stabat, Rabu (11/11).ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.
Dari Kabupaten Langkat, deklarasi ini dipimpin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sutrisuanto, didampingi Kepala Dinas Kominfo H Syahmadi, serta Sekretaris Dinas PMD Sumarlin Sinulingga, dan Kabid Pemberdayaan Kelembagaan Desa Dinas PMD Kristina.
Dalam kesempatan itu, Sutrisuanto menyampaikan, deklarasi tersebut membahas Program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak.
“Ini merupakan strategi akselerasi pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals), yakni pembangunan total atas desa,” ungkap Sutrisuanto.
Sementara Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darma mengatakan, saat ini masih banyak kesenjangan pembangunan, khususnya untuk perempuan dan anak. Sehingga pemerataan pembangunan belum dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, apalagi oleh kelompok rentan, yakni perempuan dan anak. Untuk itu, lanjutnya, perlu ada perlindungan kelompok ini sebagai pemerataan sumber daya manusia (SDM) dalam pembangunan.
“Jadi dalam hal ini, perempuan dan anak perlu dilibatkan dalam pengambil keputusan, agar mereka tidak hanya menjadi kelompok yang senantiasa dianggap lemah,” jelasnya, seraya mengatakan, perlu kesetaraan gender sebagai peningkatan kualitas kehidupan perempuan dan anak, yang merupakan tanggung jawab bersama.
Menanggapi hal itu, Mentri Desa Tertinggal Ahmad A Halim Iskandar, mengajak semua pihak terkait, untuk tidak berpatok pada konsep, namun harus pada implementatif. Agar desa tidak hanya dirasa oleh golongan elit, namun diharapkan desa bisa dirasakan oleh masyarakat paling bawah.
Terpisah, Pemerintah Australia melalui Minister Counsellor GDH, Kirsten Bishop, dari Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, menyambut baik deklarasi ini. Bahkan memberikan apresiasi kepada Menteri PPP dan Menteri Desa, atas terselenggaranya Program Desa Ramah Perempuan dan Anak. Sebab menurutnya, sangat penting kesetaraan gender dalam capaian target strategis desa, melalui Program Desa Ramah Perempuan dan Anak.
Acara tersebut diakhiri dengan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Desa dan Kementerian PPPA. (yas/saz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO- Komitmen Shell Lubricants Indonesia untuk terus berinovasi di era digital ini diwujudkan dengan menghadirkan program loyalitas Customer Relationship Management (CRM) berbasis aplikasi yang diberi nama SHARE (Shell Advantage Rewards) untuk para bengkel mitra dan mekanik. Melalui program ini, para bengkel mitra dapat mengakses informasi seputar produk, layanan, program promosi yang sedang berlangsung hingga berkesempatan mendapatkan beragam hadiah menarik (reward) yang tersedia.
Vice President (VP) Marketing Shell Lubricants Indonesia, Edward Satrio mengatakan, program SHARE berbasis aplikasi ini menunjukan komitmen Shell dalam mendukung kinerja para bengkel mitra. “Para pemilik bengkel dan mekanik adalah mitra strategis dalam bisnis Shell. Untuk itu kami ingin meningkatkan sinergi yang baik dengan para mitra kami tersebut, di antaranya melalui program Customer Relationship Management,” ujar Edward dalam acara launching SHARE secara virtual, Rabu (11/11).
Diungkapkannya, perubahan pasar dan perkembangan teknologi menuntut para pelaku bisnis, termasuk para pemilik bengkel dan mekanik, siap hidup dalam dunia digital (digital savvy). Melalui SHARE, Shell Lubricants Indonesia memperkenalkan aplikasi selular multi fitur yang memberikan kemudahan bagi pemilik bengkel dalam melakukan transaksi produk Shell dan kesempatan mendapatkan berbagai benefit dan program berhadiah eksklusif.
“SHARE juga dilengkapi dengan fitur pemindaian QR Code untuk mendigitalisasi program insentif bagi pemilik bengkel serta mekanik, dan juga proses edukasi secara online. Dan aplikasi ini merupakan upaya kami membantu para mitra untuk bertransformasi dan beradaptasi dengan cara berbisnis baru sebagai upaya meningkatkan sinergi dan performa bisnis antara Shell dan mitra bengkel,” jelas Edward.
Ia menyebutkan, sejak diperkenalkan tiga tahun lalu, telah 30.000 bengkel di seluruh Indonesia bergabung dalam program SHARE. Aplikasi ini terbukti mempermudah komunikasi antara Shell Lubricants dengan bengkel mitra, karena dapat dilakukan dengan lebih cepat (real time) dan efektif.
“Proses pembelian dan penjualan produk – baik Shell Advance, Shell Helix, Shell Rimula maupun Shell Spirax – tak lagi perlu dengan cara manual (menunggu sales distributor), karena semua dapat dilakukan dengan sistem online. Di masa pandemi seperti saat ini, berbisnis melalui aplikasi selular menjadi pilihan yang tepat karena dapat meminimalkan kontak langsung (contactless),” sebutnya.
Edward menambahkan, pandemi virus corona telah mempengaruhi hampir semua industri bisnis dari berbagai sektor, dan merubah perilaku masyarakat. Kondisi ini harus dihadapi dengan tetap optimistis dan kemampuan untuk dapat beradaptasi dengan keadaan. “Untuk mendukung bengkel mitra dan mekanik menghadapi situasi ini, Shell Lubricants Indonesia pun meningkatkan layanan aplikasi SHARE agar lebih mudah, menarik dan dinamis,” tukasnya.
SHARE Marketing Manager Shell Lubricants Indonesia, Anggun Gitasmitha mengatakan, aplikasi SHARE tampil dengan wajah baru yang lebih user-friendly dengan fitur-fitur yang ditingkatkan dan customer service lebih responsif. Tampilan wajah baru itu tentu akan membuat pengguna SHARE semakin nyaman dalam mencari informasi yang ada di dalam aplikasi, seperti berita terbaru tentang produk Shell dan berbagai promosi eksklusif yang hanya bisa dilihat di dalam aplikasi SHARE seperti Flash Sale Tematik, Extra Coins Promo dan sebagainya.
Tak hanya itu, aplikasi kini SHARE semakin menarik berkat adanya program inovatif SHARE Coins yang menawarkan berbagai hadiah menarik dan variatif untuk bengkel mitra dan mekanik. Bengkel mitra dan mekanik bisa sebanyak mungkin mengumpulkan Share Coins 2020 yang dapat ditukarkan dengan beragam hadiah menarik seperti peralatan toolkit kebutuhan bengkel, peralatan elektronik maupun gadget, maupun kebutuhan lifestyle seperti e-voucher yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti pembelian pulsa, pembayaran tagihan PLN, maupun belanja di berbagai e-commerce.
“Bagi para pemilik bengkel, SHARE memberikan kesempatan untuk mengumpulkan coins dengan tiga cara utama. Pertama, melalui pembelian online untuk produk pelumas Shell Advance, Shell Helix, Shell Rimula, Shell Spirax, serta Shell Gadus. Kedua, pembelian produk pelumas Shell premium (contract loyalty). Ketiga, merekomendasikan produk pelumas Shell melalui scanning (pindai) produk yang telah terjual,” jabarnya.
Anggun melanjutkan, para mekanik juga berkesempatan mendapatkan coins, yaitu dengan cara merekomendasikan penggantian oli Shell dan memindai produk yang sudah dibeli oleh konsumen. Nantinya, jumlah coins yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai produk dalam katalog SHARE.
Sementara itu, Benny pemilik bengkel Surya Aneka Ban mengatakan, bengkelnya telah menjual produk Shell sejak tahun 2005 atau sekitar 15 tahun menjadi mitra Shell. Dan, telah menjadi Shell Branded Independent Workshop sejak 1 September 2014.
“Kami melihat bahwa selain produk-produk pelumasnya berkualitas tinggi, Shell juga terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada bengkel mitra dan juga kepada konsumen. Kehadiran SHARE sangat bermanfaat bagi kami, selain komunikasi bertambah mudah karena semua dapat dilakukan secara online, aktivitas jual beli pun menjadi lebih menyenangkan. Aplikasi ini membuat kami lebih bersemangat karena ada berbagai hadiah menarik yang dapat diperoleh melalui penukaran coins dari hasil transaksi, maupun permainan yang tersedia di layanan aplikasi SHARE,” ujarnya. (ris)
BERSAMA: Pemenang dari perlombaan Shell Adavantage Rewards berfoto bersama. (Istimewa)
KARO, SUMUTPOS.CO – Setelah sempat sepi akibat pandemi Covid-19, aktivitas di Pusat Pasar Berastagi tepatnya di Terminal Berastagi yang menjual pakaian bekas (monza), depan Kantor Dinas Pasar Berastagi, mulai dipadati para pengunjung dan pedagang, Kamis (12/11).
RAMAI: Aktivitas jual-beli mulai terlihat ramai di Pusat Pasar Berastagi, tepatnya di Terminal Berastagi, Kabupaten Karo, Kamis (12/11).SOLIDEO/SUMUT POS.
Pantauan wartawan di lokasi, hampir semua pedagang mulai membuka lapaknya, dan pengunjung sudah terlihat ramai melihat dan memilih pakaian di masing-masing lapak. Namun kesadaran pembeli dan penjual untuk penerapan protokol kesehatan (prokes), masih sangat rendah, dan terkesan abai. Pasalnya banyak yang tidak menggunakan masker, apalagi menjaga jarak saat sedang memilih pakaian. Hanya ditemukan satu sampai 2 orang saja yang menggunakan masker.
Seorang pengunjung, Rina br Tarigan (15), seorang pelajar SMA, mengaku sudah berani ke pasar karena lelah di rumah terus. Dia pun mengaku tahu kasus positif Covid-19 di Kabupaten Karo terus meningkat.
“Yang pentingkan pemerintah sudah mengizinkan. Kita kan memasuki tahap new normal atau tatanan kehidupan baru. Jadi intinya, tetap jaga kesehatan diri sendiri. Kalau sebelumnya saya takut pergi ke pasar, namun sekarang karena keadaan sudah memperbolehkan, ya saya berani keluar. Yang penting baik rekan maupun keluarga, saling mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan ke manapun melangkah,” ungkap Rina.
Sementara itu, seorang pedagang yang ditemui di lokasi pasar, R br Tarigan mengaku, selama pandemi Covid-19 dia tetap jualan, meski penjualan turun drastis. Tapi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dia tetap harus berjualan.
“Karena saya punya stok barang yang bisa dijual, jadi untuk biaya hidup, virus corona bukan penghalang. Karena ini mata pencarian kami para pedagang. Meski kami akui, pembeli sangat minim. Namun demikian, kami juga tetap menjaga kesehatan dan kewaspadaan, mulai dari menghindari kontak fisik dengan pembeli, menjaga jarak antar pedagang, dan selalu menggunakan masker saat berjualan,” pungkasnya. (deo/saz)
RAPAT: Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia saat memimpin rapat, Kamis (12/11).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sistem perhitungan rekapitulasi untuk Pilkada serentak 2020, diputuskan dengan cara manual. Tidak lagi menggunakan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).
RAPAT: Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia saat memimpin rapat, Kamis (12/11).
Hal itu ditegaskan Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia terkait keputusan tidak mengunakan Sirekap tersebut berdasarkan kesepakatan antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
“Hasil resmi penghitungan dan rekapitulasi suara di Pilkada serentak didasari berita acara dan sertifikat penghitungan dan rekapitulasi manual,” kata Doli di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/11).
Politikus Partai Golkar ini menambahkan, Sirekap hanyalah untuk uji coba saja. Sehingga tidak akan digunakan untuk hajatan serentak 9 Desember mendatang. “Penggunaan Sirekap hanya merupakan uji coba dan alat bantu penghitungan dan rekapitulasi serta publikasi,” katanya.
Sebelum Sirekap tersebut nantinya digunakan, KPU harus memastikan kemampuan penyelenggara pemilu untuk bisa menggunakan aplikasi tersebut. “Tetap harus lebih dulu memastikan kecakapan penyelenggara Pemilu di setiap tingkatan untuk dapat memahami penggunaan Sirekap. Sehingga kesalahan dalam penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara dapat diminimalisir,” tambahnya.
Sebelumnya, Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik menyampaikan draf revisi perubahan KPU (PKPU) kepada Komisi II DPR RI terkait PKPU Nomor 9 Tahun 2018 tentang rekapitulasi penghitungan suara. KPU berencana menggunakan aplikasi Sirekap dalam rekapitulasi Pilkada 2020. “Kemudian penambahan Pasal 24 a, dalam kegiatan Sirekap perlu didukung perlengkapan memadai, jadi di dalam pasal 24 inilah kita sudah mengatur, pertama perlengkapan yang diperlukan dalam penggunaan sirekap terdiri atas, a, ponsel pintar, b, aplikasi Sirekap, c, jaringan internet dan paket data internet,” kata Evi.
Untuk menunjang aplikasi Sirekap dalam rekapitulasi Pilkada 2020, paling sedikit 2 anggota KPPS harus memiliki ponsel pintar. Nantinya, KPU akan menyediakan paket data internet.
Sementara, Ketua Bawaslu RI, Abhan meminta KPU RI mempertimbangkan kembali rencana penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) hasil pemungutan suara Pilkada Serentak 2020. Alasannya, ada beberapa kendala yang ditemukan Bawaslu di lapangan. “Ada beberapa catatan kami yang perlu dipertimbangkan KPU terkait dengan hasil monitoring simulasi Sirekap di beberapa tempat,” kata Abhan.
Pertama menurut dia, masih terjadi kendala jaringan di beberapa tempat sehingga harus dipastikan terkait pemetaan kekuatan jaringan di tiap TPS tanpa harus berpindah lokasi ketika hendak mengunggah dokumen dalam sistem Sirekap. Menurut dia, kalau berpindah tempat, akan muncul potensi adanya manipulasi apalagi dalam PKPU tentang Rekapitulasi Suara Pilkada diatur waktunya maksimal 24 jam.
Dia mengatakan proses unggah dokumen ketika jaringan buruk di TPS yang mengharuskan KPPS berpindah tempat yang ada jaringan internet. Akibatnya, berpotensi terjadi manipulasi data karena dapat dapat diubah ketika proses tersebut. “Berikutnya, dari hasil pengawasan kami, masih ada daerah yang terkendala internet misalnya di Bali ada 91 kelurahan, ada kendala internet di 408 titik lokasi TPS,” ujarnya.
Selain itu menurut dia, ada juga daerah yang terkendala listrik misalnya di 771 kelurahan di Kalimantan Barat dan ada 1.937 titik TPS. Dia menjelaskan, terkait keaslian dan keamanan terhadap dokumen digital juga harus lebih diperkuat. Karena dalam pelaksanaannya siapa saja yang memiliki akses terhadap Sirekap dapat mengubah dokumen tanpa ada perbedaan hasil asli dengan yang telah diubah.
“Pengawas TPS dan saksi juga harus diberikan akses untuk menyaksikan secara dekat saat validasi hasil scan form hasil KWK. Lalu perlu penekanan dalam setiap bimbingan teknis karena pada saat simulasi di TPS, masih belum familiar dengan penggunaan Sirekap,” katanya.
Abhan merekomendasikan sistem Sirekap hanya dijadikan sebagai fungsi publikasi namun bukan sebagai mekanisme penetapan hasil Pilkada.
Dalam RDP tersebut, anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar juga menjelaskan, lembaganya telah memetakan di berbagai TPS di seluruh Indonesia khususnya terkait kondisi dan kesiapan jaringan internet serta listrik. Menurut dia, dari hasil pengawasan tersebut, ada 33.412 TPS yang tidak memiliki jaringan internet dan 4.423 TPS tidak memiliki listrik.
“Ada beberapa daerah yang secara jumlah sangat signifikan misalnya di Kalimantan Timur ada 7.876 TPS tidak memiliki akses internet dan di Jawa Timur masih ada 3.313 TPS yang tidak memiliki akses internet,” ujarnya. (jpg)
MEDAN, SUMUTPOS.CO Dua kapal ikan berbendera Malaysia yang menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia, berhasil diamankan setelah Kapal Patroli Hiu 01 Milik Kementrian Kelautan Dan Perikanan (KKP), Kamis (11/11).
Terhitung, hingga november, kapal patroli milik Kementrian Kelautan Dan Perikanan dan Kapal Kabarharkam Mabes Polri berhasil mengamankan sembilan kapal berbendera Malaysia beserta 39 orang awak kapal merupakan nakhoda kapal telah ditetapkan menjadi tersangka.
Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan, Haeru Rahayu mengatakan, sebelum berhasil ditangkap, sempat terjadi aksi kejar-kejaran. Kapal Patroli Hiu 01 melakukan pengejaran terhadap kapal ikan asing berbendera Malaysia yang sedang mencuri ikan di Selat Malaka. Dalam penangkapan yang sempat diwarnai aksi kejar kejaran, petugas juga sempat berikan tembakan peringatan dan berhasil mengamankan dua kapal dan sembilan anak buah kapal.
Kedua kapal dan beserta anak buah kapal langsung digiring ke pangkalan sementara daerah Langsa Aceh.
Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan, Haeru Rahayu mengatakan, pihaknya mengerahkan kapal pengawas milik Kementrian Kelautan Dan Perikanan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan. Kapal tersebut selain untuk menjaga laut Indonesia petugas juga menjaga sumber daya kelautan dan perikanan akan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku ilegal fishing.
“Kapal dan kedelapan nakoda yang diamankan saat ini masih dititipkan di markas DSKP Belawan di Langsa Aceh, kemungkinan hari Senin depan kita akan bawah ke Belawan. Kita akan tetap komitmen melakukan tindakan tegas terhadap pelaku ilegal fishing,” tegas Haeru Rahayu.
Dikatakan Haeru Rahayu, setelah berkekuatan hukum tetap, nantinya kapal ikan asing tersebut akan dimusnahkan di perairan Belawan sebagai efek jera bagi pelaku ilegal fisihing yang saat ini petugas PSDKP Belawan telah menyerahkan lima kasus ilegal fishing ke Kejaksaan Belawan tiga di antaranya kapal asing tersebut telah di musnahkan. “Kapal – kapal tersebut akan dimusnahkan, agar ada efek jera terhadap para pelaku ilegal fishing,” pungkas Haeru Rahayu.
Terpisah, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim mengatakan, ada tiga alasan mengapa perairan Indonesia sering didatangi kapal pencuri ikan, khususnya di Natuna.
Pertama, perairan Indonesia merupakan area lalu lalang jenis ikan yang berkualitas tinggi, seperti tuna. Di pihak lain, stok ikan di Vietnam menurun, sehingga mereka kerap terlihat sedang menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia. “Tidak mengherankan kalau kapal-kapal Vietnam sering nongkrong di perairan kita, sekali pun aktivitas penangkapan dan penenggelaman kapal oleh kementerian sebelumnya gencar dilakukan,” kata Halim beberapa waktu lalu.
Kapal asing berbendara Vietnam termasuk yang paling sering tertangkap oleh keamanan Indonesia. Kedua, Halim menyebut terlalu banyak instansi yang memiliki kewenangan serupa untuk menegakkan hukum dan menjaga kelautan laut. “Ada kepolisian, TNI AL, Bakamla. Di periode sebelumnya ada Satgas 115 yang bertanggung jawab untuk mengordinasikan seluruh kewenangan yang dimiliki masing-masing instansi terkait dengan pengawasan sumber daya kelautan di Indonesia, fungsinya sama dengan Bakamla,” jelas dia. (fac/bbs/ila)
FOOD ESTATE: Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubsu Edy Rahmayadi dan sejumlah menteri saat meninjau perkembangan kawasan Food Estate di Desa Siria-ria, Humbahas, Selasa (27/10) lalu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 80 persen dari target 61.042 hektare lahan Food Estate (Lumbung Pangan) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dan 3 kabupaten lainnya, akan dikelola masyarakat. Luas total lahan yang telah digarap untuk tanaman kentang, bawang putih dan bawang merah mencapai 1.000 hektare.
FOOD ESTATE: Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubsu Edy Rahmayadi dan sejumlah menteri saat meninjau perkembangan kawasan Food Estate di Desa Siria-ria, Humbahas, Selasa (27/10) lalu.
“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Kehutanan sangat mendukung Program Food Estate yang telah diresmikan Presiden RI Joko Widodo, pada 27 Oktober 2020 di Humbahas Sebagaimana disampaikan Meko Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, pengelolaan lahan lumbung pangan adalah 80 persen masyarakat. Sisanya 20 persen dikelola perusahaan,” kata Plt Kepala Dinas Kehutanan Sumut Herianto kepada wartawan, Kamis (12/11), di Medan.
Dari luas itu, satu kepala keluarga diberi hak mengelola lahan seluas 1 hektare. “Tidak boleh dijual. Dan untuk pengelolaan ini juga akan diteliti lagi oleh tim ahli tadi, apakah benar bisa dikelola masyarakat atau perusahaan,” terang Herianto.
Menurutnya, Gubernur Edy Rahmayadi sangat serius menyukseskan food estate ini dan didukung oleh para bupati terkait. Terlebih ini sudah jadi atensi dan program nasional. “Ke depan Gubernur bahkan minta seluruh kabupaten di Sumut menyiapkan lahan food estate-nya masing-masing,” ujarnya.
Food Estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi di suatu kawasan. Food estate juga dapat menjadi lahan produksi pangan nasional, cadangan pangan dan distribusi pangan.
Inti manfaat dari pengelolaan food estate adalah menurunkan harga bila pangan yang dihasilkan melimpah. Lebih dari itu, food estate bakal bermanfaat untuk meningkatkan nilai tambah produksi sektor pertanian lokal. Penyerapan tenaga kerja akan meningkat hingga angka 34%. Petani juga bakal bisa mengembangkan usaha tani dengan skala lebih luas. Sistem sentra produksi, pengolahan dan pedagangan juga bakal terintegrasi. Ekspor pangan ke luar negeri pun bakal turut terbuka.
Terkait luas lahan Food Estate yang akan direalisasikan di empat kabupaten di Sumatera Utara, segera diumumkan. Saat ini, tahapan alih fungsi hutan yang sedianya seluas 61.042 hektare itu sedang di tahap penelitian tim ahli yang terdiri dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Sumatera Utara (USU), Dinas Kehutanan dan instansi terkait lainnya.
Tim ahli itu, kata Herianto, telah turun ke lokasi selama 10 hari. “Saat ini tim ahli sudah buat berita acara penelitian dalam rangka usulan perubahan dalam fungsi hutan agar bisa digunakan untuk lahan food estate di Kabupaten Humbahas, Tapanuli Utara (Taput), Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Pakpak Bharat,” jelasnya.
Bahwa dari 61.042 hektare hutan yang diusulkan untuk berubah fungsi jadi areal food estate, kata Herianto tidak mungkin seluruhnya dapat terealisasi. Sebabnya adalah status hutan tidak semua boleh dialihfungsikan. Hal itulah yang kini sedang dikaji, diteliti dan dipertimbangkan secara sangat hati-hati agar tidak menyalahi aturan dan mencegah dampak buruk lingkungan maupun sosial.
Secara rinci, usulan alih fungsi lahan food estate itu tersebar di empat kabupaten, yakni Kabupaten Humbahas seluas 23.225 ha, Kabupaten Taput 16.833 ha, Kabupaten Tapteng seluas 12.665 ha dan Kabupaten Pakpak Bharat seluas 8.329 ha. “Luas lahan pastinya yang bisa dialihfungsikan akan dipaparkan pada 13 November ini di Jakarta,” kata Herianto. (rel)
Foto: Dokumen/Humas Sumut
FOOD ESTATE: Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Menko Mervest, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, meninjau perkembangan kawasan Food Estate (Lumbung Pangan) di Desa Siria-ria, Kecamatan Pollung, Humbahas, Selasa (27/10) lalu.
Pimred Sumut Pos, Dame Ambarita memberikan nasi tumpeng kepada perwakilan Divisi Iklan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jurnalis harian Sumut Pos, Dame Ambarita, meraih juara 2 dalam lomba karya tulis Kreasi Pewarta Anak Bangsa (KPAB) 2020 yang digelar Gojek dan AJI Indonesia.
Pimred Sumut Pos, Dame Ambarita memberikan nasi tumpeng kepada perwakilan Divisi Iklan.
Lomba dengan tema Peran Platform Digital Mendukung Berbagai Aktivitas dengan Mengedepankan Aspek Keamanan & Kebersihan di Tengah Pandemi COVID-19, berlangsung sejak 23 September – 26 Oktober 2020. Pengumuman pemenang disampaikan melalui Konferensi Pers Virtual Hari Jadi Gojek ke-10, Kamis (12/11).
Di dalam KPAB 2020 yang digelar Gojek dan AJI Indonesia ini, panitia menerima 340 karya tulis jurnalistik dari seluruh Indonesia. Tulisan dibagi dalam 12 kategori, yakni 2 kategori nasional dan 10 kategori regional, yakni Medan, Padang dan Pekanbaru, Palembang, Bandung & Bodetabek, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Malang, dan Makassar dan Balikpapan.
Adapun pemenang KPAB 2020 Kategori Nasional kategori Straight News, yakni Juara 1 Made Anthony Iswara dari The Jakarta Post, juara 2 Arindra Meodia dari Antaranews, dan juara 3 Fajar Elpradianto dari Rakyat Merdeka.
Daftar nama pemenang KPAB 2020 berdasarkan Kategori Nasional – Feature, yakni Juara 1 Baban dari Detik.com, juara 2 Daryono dari Tribunnews.com, dan juara 3 Francisca Christy Rosana dari Tempo.co.
Untuk Kategori Regional Medan, daftar nama pemenang KPAB 2020 yakni juara 1 Septrina Ayu Simanjorang dari Tribunnews.com, juara 2 Dame Ambarita dari Sumut Pos, dan juara 3 Liston Aqurat dari Tribunnews.com.
Sebanyak 5 cerita Pilihan Juri (kategori Regional – Medan) diraih oleh Arifin Al Amudi dari IDN Times, Truly Okto H. Purba dari Tribunnews.com, Sugiarto dari Waspada.id, Septianda Perdana dari Antaranews.com, dan Rachitin Hani Ritongga dari Tribunnews.com.
Bagi jurnalis yang namanya termasuk dalam daftar pemenang, berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta (juara 1), Rp7,5 juta (juara dua), Rp5 juta (juara 3), beserta gratis akses GoPlay atau voucher GoPay. Cerita Pilihan Juri mendapatkan masing-masing Rp1 juta. (mea)
HUT ke-10, Gojek Perkuat Fundamental Bisnis dan UMKM
JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Memasuki usia ke-10, Gojek, platform aplikasi on-demand dan pembayaran digital terdepan di Asia Tenggara, mengumumkan sejumlah pencapaian bisnis. Pada tahun 2020, layanan-layanan utama Gojek berhasil mencetak laba operasional di luar biaya headquarter (HQ) atau dikenal dengan istilah contribution margin positive.
“Fundamental perusahaan di tahun 2020 semakin kuat didukung oleh total nilai transaksi di dalam platform Gojek group (Gross transaction value – GTV) yang mencapai US$12 miliar (sekitar Rp170 triliun) atau meningkat 10% dibandingkan tahun lalu. Pencapaian ini didorong oleh transaksi dari pengguna aktif bulanan (monthly active users) Gojek yang telah mencapai 38 juta pengguna di seluruh Asia Tenggara. Hal ini merupakan pencapaian luar biasa di tengah pandemi yang semakin memperkuat fundamental bisnis perusahaan untuk tumbuh secara berkelanjutan,” kata Andre Soelistyo, Co-CEO Gojek, dalam Konferensi Pers Virtual Hari Jadi Gojek ke-10, Kamis (12/11).
Pencapaian ini antara lain didorong oleh investasi yang terfokus pada sejumlah area strategis seperti inovasi produk dan layanan, otomatisasi (automation) yang berhasil meningkatkan efisiensi dan kualitas performa aplikasi Gojek, antara lain meliputi GoBiz self-serve onboarding dan CareTech ticket automation, serta investasi di sumber daya manusia di bidang teknologi.
Sementara itu, GTV dari layanan pembayaran digital, GoPay, saat ini telah melampaui total GTV di masa pra-pandemi, hal ini seiring dengan semakin banyaknya konsumen dan merchant yang beralih ke layanan digital dan bertransaksi secara online.
Gojek akan terus mendorong pertumbuhan ini dengan memfokuskan investasi di beberapa area utama di tahun 2021 dan seterusnya.
900 Ribu Mitra Merchant
Salahsatu pendorong utama pertumbuhan Gojek adalah ekosistem merchant, yang jumlahnya terus bertumbuh hingga 80% menjadi 900 ribu merchant dari 500 ribu di tahun lalu. Peningkatan signifikan ini terutama didorong oleh digitalisasi merchant UMKM di masa pandemi.
Gojek hadir dengan layanan dan solusi komprehensif untuk pengusaha UMKM dengan berbagai skala bisnis, termasuk mereka yang baru pertama kali go-digital. Hal ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara, agar mereka bisa mempertahankan kestabilan usaha terlebih di masa pandemi yang telah mengubah kebiasaan hidup masyarakat untuk lebih banyak beraktivitas online.
Komitmen dalam mendukung digitalisasi UMKM untuk #MelajubersamaGojek antara lain ditandai dengan dihadirkannya layanan one-stop-solution yang dapat digunakan oleh para pelaku UMKM untuk memudahkan layanan dan transaksi mereka secara digital.
Di samping itu, Gojek juga melakukan berbagai inisiatif, termasuk bekerjasama dengan pihak ketiga untuk memperluas akses bagi pelaku UMKM menawarkan layanan yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan konsumen. Sebagai contoh, layanan belanja sehari-hari, GoMart dan GoShop, yang makin dikembangkan di awal 2020 untuk merespon kebutuhan masyarakat di masa pandemi, mengalami peningkatan GTV sebesar 500% sejak awal pandemi, dan telah membuka peluang bagi lebih banyak UMKM untuk mulai berjualan online.
Integrasi Platform Gojek Secara Global
Investasi pada teknologi dan sumber daya manusia terus menjadi fokus Gojek ke depannya untuk bisa meningkatkan user experience baik bagi para konsumen maupun mitra, serta meningkatkan efisiensi untuk bisnis yang berkelanjutan. Salah satu investasi strategis yang dilakukan Gojek pada 2020 adalah mengintegrasikan aplikasi Gojek secara global di Indonesia, Singapura, Vietnam dan Thailand. Hal ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat brand Gojek di pasar internasional sekaligus memberikan keleluasaan untuk percepatan pengembangan layanan di negara-negara Gojek beroperasi.
Andre Soelistyo, Co-CEO Gojek mengatakan, “Gojek memasuki usia ke-10 di saat terjadi krisis pandemi; kami melihat ekosistem Gojek terus memainkan peran penting dalam mempertemukan supply dan demand, memenuhi kebutuhan masyarakat. Tahun ini merupakan tahun yang penuh tantangan bagi kita semua, dan kami bangga Gojek dapat tetap resilient, terus menjadi andalan masyarakat agar tetap produktif, serta di saat yang sama mampu memperkuat fundamental perusahaan. Kedepannya, kami akan terus mengoptimalisasi pertumbuhan di layanan utama untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.”
“Kami juga akan terus memperkokoh komitmen dalam mendukung pertumbuhan UMKM dengan memberikan berbagai solusi komprehensif termasuk melalui layanan pembayaran dan finansial yang akan membantu usaha mereka untuk bertahan dan berkembang serta menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.”
Kevin Aluwi, Co-CEO Gojek mengatakan, “Komitmen Gojek sebagai superapp dengan misi memberikan solusi dari permasalahan sehari-hari tengah diuji, ketika pandemi ini membuat ketergantungan masyarakat terhadap digital platform seperti Gojek menjadi semakin besar. Di ulang tahun ke-10 ini, saya bangga dan bersyukur dengan pencapaian Gojek hingga saat ini, juga dengan cara kami merespons dan beradaptasi di tengah situasi sulit, melalui inovasi dan kerja keras dari seluruh tim di Gojek.” (rel)