MEDAN, SUMUTPOS.CO- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Sumatera Utara (Sumut) hingga Agustus 2020 sebesar 6,91 persen atau sebanyak 508 ribu orang. Atau meningkat 1,52 persen poin atau meningkat sebesar 109 ribu orang atau dibandingkan dengan Agustus 2019.
Kepala Bidan Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sumut, Taulina Anggarani menjelaskan untuk jumlah angkatan kerja pada Agustus 2020 sebanyak 7,35 juta orang atau turun 61 ribu orang dibanding Agustus 2019.
“Sejalan dengan penurunan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga turun sebesar 1,70 persen poin,” ungkap Taulina.
Penduduk yang bekerja sebanyak 6,842 juta orang di Sumut, turun sebanyak 170 ribu orang dari Agustus 2019. Sedangkan, lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase adalah Sektor Perdagangan (0,86 persen poin) dan Jasa Lainnya (0,37 persen poin).
“Sementara sektor lain mengalami penurunan, terutama Sektor Jasa Pendidikan (0,46 persen poin), Industri Pengolahan (0,35 persen poin), dan Jasa Perusahaan (0,33 persen poin),” tutur Taulina.
Secara merinci, Taulina mengatakan sebanyak 4,079 juta orang (59,62 persen) bekerja pada kegiatan informal, naik 4,63 persen poin dibanding Agustus 2019. Kemudian, selama setahun terakhir (Agustus 2019–Agustus 2020), persentase pekerja formal turun sebesar 4,63 persen poin.
“Dalam setahun terakhir, persentase pekerja setengah penganggur naik sebesar 2,73 persen poin, dan persentase pekerja paruh waktu naik sebesar 3,22 persen poin,” kata Taulina.
Taulina mengatakan terdapat 1,23 juta orang yang terdampak Covid-19 atau 11,51 persen dengan perincian pengangguran karena Covid-19 sebanyak 107 ribu orang, bukan angkatan kerja (BAK) karena Covid-19 sebanyak 39 ribu orang.
“Sementara tidak bekerja karena Covid-19 terdapat 64 ribu orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 1,02 juta orang,” jelas Taulina..
Penduduk usia kerja merupakan semua orang yang berumur 15 tahun ke atas. Pada usia ini, Taulina menjelaskan bahwa mereka memiliki potensi untuk masuk ke angkatan kerja dan pasar kerja. “Penduduk usia kerja mengalami kenaikan dari 10,532 juta orang pada Agustus 2019 menjadi 10,703 juta orang pada Agustus 2020,” ujarnya.
Ia menambahkan penduduk usia kerja mengalami tren yang cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Sumut. Sebagian besar penduduk usia kerja yaitu 68,67 persen atau 7,35 juta orang merupakan angkatan kerja, terdiri dari 6,842 juta orang penduduk bekerja dan 508 ribu orang pengangguran. (gus/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Noveria Erba Natalia (38) terancam dihukum 15 tahun penjara. Pasalnya, warga Jalan Jamin Ginting Medan itu didakwa telah menjual kosmetik Ilegal bermerek Tabita. Hal itu terungkap dalam sidang di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (5/11).
Sidang yang beragendakan saksi sekaligus keterangan terdakwa ini menghadirkan seorang saksi dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Aulia Citra Dewi, sekaligus Ahli Kesehatan Hendria Febria Ningsi.
“Selain izin edar, kosmetik tersebut mengandung bahan berbahaya bila digunakan pak hakim,” ujar saksi di hadapan Hakim Ketua Jarihat Simarmata.
Dalam kesaksian ahli Hendria Febria Ningsi, menjelaskan dalam edar kosmetik, harus memiliki tes pramarket dan posmarket. “Dimana pra market itu pengecekan sebelum diedarkan, sedangkan pos market setelah diedarkan,” jelasnya.
Hendria menegaskan, terdakwa tidak memiliki izin keduanya. Sedangkan dalam keterangan terdakwa, mengaku dirinya tidak mengetahui bahwa barang yang dijualnya tersebut berbahaya dan tidak memiliki izin edar. “Saya tidak tau pak, saya hanya menjualnya,” ungkapnya.
Sementara saat dicecar hakim, dia mengaku membeli kosmetik itu dari salah satu toko online di media sosial. Hakim menegaskan, terdakwa tidak berhati-hati dan dapat membahayakan orang lain.
“Kamu tau, orang pakai itu bisa bengkak-bengkak mukanya? Kamu malah jual,” tegasnya, sembari menutup persidangan yang akan dilanjutkan pada pekan depan dalam agenda tuntutan.
Mengutip surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Maria Tarigan, perkara ini bermula dari pihak BPOM Medan, mendapat informasi bahwa terdakwa menjual/mengedarkan kosmetik yang tidak memiliki izin edar dirumah terdakwa.
Selanjutnya, pada 11 Maret 2020, saksi dari BBPOM Medan, melakukan pemeriksaan terhadap rumah tinggal terdakwa Noveria Erba Natalia di Jalan Jamin Ginting, Kota Medan dan menemukan produk kosmetik di dalam kamar.
Bahan baku dan botol kosong di dalam gudang dan tas Tabita di dapur luar. Bahwa Produk kosmetika yang ditemukan terdiri dari 30 jenis barang bukti jenis bedak, cream, buku, maupun barang bukti transaksi.
Atas perbuatannya, terdakwa diancam pidana dalam Pasal 197 jo Pasal 106 (1) UU RI No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, atau Pasal 62 (1) UU RI No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. (man/dek)
PEMBOBOL:
Dua tersangka pembobol rumah di Medan Denai.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ali Hanafi (31) dan Fadly (36) akhirnya dibekuk Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Unit Reskrim Polsek Medan Area, dari Jalan Harapan Pasti Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, pada Rabu (4/11) siang. Keduanya bersama tiga orang lainnya merupakan pembobol rumah milik Agus Sayful Abdullah (26).
PEMBOBOL:
Dua tersangka pembobol rumah di Medan Denai.
Dari tangan tersangka, petugas menyita sebagai barang bukti berupa baju kaos lengan pendek dan celana pendek yang diduga kuat milik tersangka. Hal itu dikatakan Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chaniago, Rabu (4/11) malam.
Dijelaskan, kedua tersangka diamankan petugas bermula dari laporan korban bahwa rumah merangkap toko tempat jualan durian di Jalan Seksama, Kelurahan Binjai, Kecamatan Denai, disantroni maling, pada Jumat (30/10) pagi lalu.
“Sekitar pukul 08.00 WIB, korban baru pulang dari rumah saudaranya di Patumbak. Begitu sampai, korban membuka pintu rumah. Korban melihat sepeda motor dan TV miliknya di ruang tamu sudah tidak ada. Selain itu kondisi rumah sudah berantakan,” ujarnya.
“Ya, mereka ada lima orang. Dua sudah kita amankan dan tiga tersangka lagi yang sudah diketahui identitasnya masih dalam pengejaran. Kasusnya masih dikembangkan untuk mencari tersangka lainnya berikut barang bukti,” pungkasnya. (mag-1/dek)
BERAKSI: Pelaku pencurian sepeda motor di Masjid At-Muhtadin, Binjai, terekam CCTV.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Aksi pencurian kendaraan bermotor di Masjid At-Muhtadin, Jalan Sulawesi, Kelurahan Damai, Binjai Utara, terekam CCTV, Kamis (5/11) pagi. Kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Mapolsek Binjai Utara.
BERAKSI: Pelaku pencurian sepeda motor di Masjid At-Muhtadin, Binjai, terekam CCTV.
Saat itu, jemaah sedang melaksanakan Salat Subuh. Terduga pelaku berjenis kelamin pria terekam CCTV melarikan satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam BK 5231 RAN.
Sepeda motor tersebut parkir di depan pintu masuk masjid. Kondisi ini memudahkan pelaku melancarkan aksinya.
Warga setempat, Armawan Sinaga menjelaskan, korban atau pemilik sepeda motor bernama Armayadi Sinaga, warga Jalan Sulawesi, Kelurahan Damai. “Korban abang saya, sedang melaksanakan ibadah Salat Subuh,” kata dia.
Berdasar rekaman CCTV, dia menjelaskan, terduga pelaku berperawakan kurus dengan tinggi sekitar 165 centimeter dan berkulit sawo matang. Saat beraksi, pelaku mengenakan topi, jaket tangan panjang, celana panjang dan sepatu serba hitam.
“Kami sudah melapor. Kalau ada masyarakat yang menemukan keberadaan sepeda motor, informasikan ke kami atau polisi,” ujar dia. Kapolsek Binjai Utara, AKP Teuku Fathir mengakui sudah melihat rekaman CCTV tersebut. “Ada laporannya masuk, saat ini sedang dilakukan penyelidikan,” pungkasnya. (ted/dek)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang lanjutan perkara begal dan penyebaran berita bohong yang dilakukan Erdina Boru Sihombing, kembali digelar di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (5/11). Kali ini agendanya mendengarkan keterangan dari terdakwa.
DALAM keterangannya, terdakwa membantah memotong jari sendiri. Dia mengaku dipotong oleh saksi Laba Sinulingga dan istrinya Lagu Ginting.
“Tidak pak, orang itu (Lagu dan Laba) yang memotong. Mereka menyuruhku,” akunya di hadapan hakim Dahlia Panjaitan. Dia juga membantah telah melakukan penyebaran berita hoax itu.
Karena tak mengaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Naibaho menunjukan bukti video pengakuan terdakwa saat diperiksa polisi. “Apakah saat itu agen asuransi langsung datang kerumah sakit?” tanya JPU Chandra. “Iya, dia datang, tapi gak disuruh,” jawab terdakwa.
Kemudian JPU menanyakan mengenakan saat pemeriksaan, apakah terdakwa dalam tekanan atau dipaksa, dia juga mengaku tidak. “Berarti itu semua keterangan saudara ya,” kata Chandra, yang dijawab terdakwa parang tersebut diambil dari Laba (Saksi).
“Tapi ini tanda tanganmu, kok kau bilang dari Laba,” cecar jaksa yang kembali. Namun terdakwa bersikeras, tidak ada menandatangani.
Karena tidak mengaku, JPU membuka bukti video pemeriksaan terdakwa di polisi, dan terlihat terdakwa mengaku bahwa telah dibegal dan kehilangan sebuah tas yang berisi uang dan sebuah telepon genggam.
“Apa aja yang hilang, Ito?” tanya seorang pria di dalam video tersebut. “Tas, isinya Hp Nokia warna hitam, dan uang,” jawab terdakwa dalam video tersebut.
Usai diputar video tersebut, jaksa menyatakan bahwa keterangan tersebut keluar dari dirinya. “Diajari aku pak, disuruh orang itu (Laba dan Lagu), disuruh bilang kek gitu,” jawab terdakwa lagi.
Lanjut JPU, Akibat perbuatan terdakwa, banyak keresahan yang terjadi di masyarakat. “Akibat keteranganmu itu, media online jadi booming, bahkan geng motor banyak yang mengaku dia pelakunya. Kau tau itu?” kata jaksa.
Namun terdakwa kembali mengatakan tidak tahu. “Gak pak, saya gak mengerti, diajari orang itu aku,” katanya. Diluar persidangan, Andreas, selaku penasihat hukum terdakwa menyatakan dari perkara ini, Polda Sumut telah melakukan giat penangkapan begal. “Kan, berarti bagus adanya kasus ini, begal diberantas oleh Polda,” ujarnya.
Saat disinggung mengenai keterangan terdakwa tidak singkron dengan keterangan di video, ia menyatakan bahwa terdakwa Erdina memang disuruh oleh Lagu dan Laba. (man/dek)
Penghargaan BUMN Branding and Marketing Award 2020
JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Berkat pengembangan dan inovasi dalam pengelolaan branding dan marketing perusahaan, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai keluarga besar Holding Migas PT Pertamina (Persero) berhasil meraih penghargaan BUMN Branding and Marketing Award 2020. Sebagai Subholding Gas, PGN Group berhasil meraih 4 penghargaan di beberapa kategori.
1. The Best CMO BUMN Branding and Marketing Award
Crative Marketing Initiative, Faris Aziz, Direktur Komersial PGN
2. Brand Communication Terbaik BUMN & Anak Perusahaan BUMN Tbk
3. Creative Competition Strategy Terbaik Anak Perusahaan BUMN, PT PGAS Solution
4. Innovative Marketing Terbaik Anak Perusahaan BUMN, PT Gagas Energi Indonesia
“Kami bangga dan bersyukur, melalui penghargaan ini PGN mampu membuktikan perannya sebagai Sub-Holding Gas di Indonesia. Dalam setiap langkah untuk menjalankan peran strategisnya, PGN melakukan berbagai pertimbangan seluruh aspek. Maka terobosan inovasi dan kreativitas juga sangat perlu dilakukan,” ujar Rachmat Hutama, Sekretaris Perusahaan PGN, (5/11/20)
BUMN Branding and Marketing Award 2020 diselenggarakan oleh BUMN Track yang didukung oleh Arrbey Consulting dengan tema “Optimizing Omni Channel on Branding and Marketing”. Kegiatan yang sudah memasuki tahun ke-8 ini bertujuan memberikan apresiasi kepada BUMN yang berkinerja unggul mendayagunakan omni channel dengan mengoptimalkan branding dan marketing dalam rangka meningkatkan daya saing di pasar dalam negeri maupun global.
Jumlah peserta pada tahun ini ada 114 perusahaan BUMN dan Anak Perusahaan BUMN di Indonesia. Kemudian dikerucutkan menjadi 59 perusahaan, setelah melalui tahap seleksi kedua berupa wawancara dan presentasi di depan juri.
“Secara aktif, PGN melakukan komunikasi secara omnichannel terkait promosi dan pelayanan pelanggan melalui media massa, media sosial, media elektronik, e-commerce, contact center PGN, e-wallet, website www.pgn.co.id, aplikasi smartphone PGN Mobile, dan Sales and Costumer Management. PGN memiliki 18 Sales Area, aktif di pameran dagang, dan terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak lain dalam upaya meningkatkan pelayanan pelanggan,” jelas Rachmat.
Berdasarkan data kepuasan pelanggan PGN, gas bumi sebagai sumber energi terbukti dinilai lebih aman dengan harga yang kompetitif dan adanya jaminan ketersediaan aliran gas. Oleh karena itu, PGN akan terus berupaya untuk meningkatkan performa dan layanan gas bumi.
Sebagai The Best CMO, dengan mendapatkan pernghargaan ini, Faris Aziz menunjukkan kemampuan menerapkan mindset dan menggiring perusahaan menjadi perusahaan yang berkompeten.
“Kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras sehingga dapat menyukseskan upaya PGN untuk berkomitmen menjalankan perannya sebagai Sub Holding Gas. Segala upaya yang dilakukan bukan semata-mata untuk mendapatkan apresiasi, tetapi memang wujud komitmen PGN untuk menopang ketahanan energi nasional,” ujar Direktur Komersial PGN, Faris Aziz.
Faris menjelaskan, komitmen utama PGN sebagai Sub Holding Gas yaitu meningkatkan peran dalam pemanfaatan gas bumi melalui pembangunan dan perluasan infrastruktur. Selain itu, PGN mendukung perluasan pemanfaatan gas bumi dan mendorong efisiensi di berbagai sektor untuk mendorong pemerataan ekonomi.
PGN juga turut mendukung program pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Dalam hal ini, PGN tengah menjalankan penugasan dari pemerintah untuk membangun jaringan gas rumah tangga dengan dana APBN 2020 untuk 127.864 SR di 23 kabupaten/ kota. Progress realisasi aktual sampai Oktober 2020 telah mencapai 90%. Melalui jargas, sumber energi bersih, efisien, dan ramah lingkungan untuk kebutuhan sehari-hari dapat dirasakan masyarakat secara langsung.
Sebagai bagian dari Holding Migas PT Pertamina (Persero), PGN juga telah menjalankan implementasi Kepmen ESDM 89K 2020 terkait menyediaan gas bumi untuk 7 industri sektor tertentu dengan harga USD 6 per MMBTU. Implementasi kebijakan ini menjadi wujud komitmen PGN untuk mendukung daya saing industri sehingga dapat mendorong perekonomian nasional. Terlebih, dimasa pemulihan ekonomi dimasa Covid-19 saat ini.
Upaya pemenuhan pasokan gas berbagai sumber dan dukungan infrastruktur yang dibangun, diharapkan juga bisa semakin menuntun PGN menjadi perusahaan energi kelas dunia yang mampu memenuhi kebutuhan energi yang efisien di semua sektor pasar.
“Infrastruktur gas bumi merupakan investasi jangka panjang dengan risiko pasokan dan pasar yang belum terjamin. Namun, risiko itu diambil PGN sebagai pionir pemanfaatan gas bumi untuk ketahanan energi nasional.” tutup Faris.
PGN telah mengelola 96% infrastrktur gas bumi di Indonesia. Kini PGN telah memiliki 10.100 KM sambungan pipa dan mampu melayani lebih dari 422.000 pelanggan di semua sektor. Mulai dari kelistrikan, industri, komersial, UMKM, transportasi, dan rumah tangga. (rel/ram)
BERSAMA: Karyawan PGN berfoto bersama saat pengaliran gas pertama Jargas di semarang.
SEMARANG, SUMUTPOS.CO- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero) dan komitmen dalam menyelesaikan penugasan pemerintah, kembali melaksanakan pengaliran gas (Gas In) bertahap untuk Rumah Tangga Kota Semarang, tepatnya di Kecamatan Semarang Barat. Pengaliran gas di wilayah Semarang Barat ini sebanyak 6.706 Sambungan Rumah (SR).
Sales Area Head PGN Semarang, Mochamad Arif mengungkapkan bahwa dengan adanya aliran baru di Semarang, maka total pelanggan gas Rumah Tangga di seluruh Kota Semarang kini tangga sudah mencapai 10.706 SR.
Jaringan gas yang ada di Kecamatan Semarang Barat ini meliputi Kelurahan Salaman Mloyo, Krobokan, Karangayu, Kalibanteng Kidul, Gisikdrono, Cabean, dan Bojong Salaman. Di Kota Semarang sendiri sudah ada 18 sektor jaringan gas yang tersambung.
Arif menjelaskan, sebelumnya PGN sudah melakukan pengaliran gas di Kecamatan Semarang Timur sebanyak 10 sektor.
Seluruh jaringan gas yang saat ini sudah dinikmati oleh masyarakat Kota Semarang merupakan penyaluran yang bersumber dari CPP Gundih-Blora.
Awalnya pada periode tahun 2014, PGN melakukan penyambungan jaringan pipa gas melalui inovasi pioneering cluster CNG di Kawasan Industri Tambak Aji Semarang. Tak hanya diperuntukkan bagi pelanggan industri, selanjutnya PGN mengalirkan gas dari cluster CNG tersebut ke rumah tangga di sekitar kawasan sebanyak 150 pelanggan rumah tangga.
Dari inovasi pioneering tersebut kemudian dilanjutkan dengan penugasan pemerintah melalui Kementerian ESDM dengan dana APBN untuk mengalirkan gas dari Blora ke Semarang Timur pada tahun 2016.
“Untuk pertama kalinya dulu, PGN berinovasi mengembangkan layanan gas bumi menggunakan CNG Tambak Aji di Semarang agar masyarakat setempat dapat merasakan manfaat gas bumi secara langsung. Setelah Semarang Timur, kini wilayah Kecamatan Semarang Barat sudah dapat ikut merasakannya,” papar Arif, (5/11/2020).
“Dukungan dari berbagai pihak tentu menjadi salah satu faktor pendorong realisasi Acara Pengaliran pertama gas yang menuju ke Kecamatan Semarang Barat ini melibatkan pihak-pihak terkait antara lain lurah Kalibanteng Kidul, Ditjen Migas, Kementerian ESDM dan Pemerintah Kota Semarang,” imbuh Arif.
Arif mengungkapkan, pemanfaatan gas untuk rumah tangga di Semarang ini sebagai bentuk komitmen PGN dalam melaksanakan penugasan dari pemerintah melalui Kementerian ESDM. Tahun 2020 ini, Kementerian ESDM memberikan tugas kepada PGN melalui Kepmen ESDM No 85K/16/MEM/2020. Penugasan tersebut untuk melakukan pembangunan dan pengoperasian jaringan gas (jargas) untuk pelanggan dengan kategori rumah tangga dan pelanggan kecil. Semarang menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan alokasi pembangunan jargas sebanyak 6.706 SR, bersamaan dengan Kabupaten Blora sebanyak 4.019 SR.
Arif berharap, kolaborasi dengan Kementerian ESDM pada pembangunan jaringan gas rumah tangga pemanfaatan gas bumi dapat memperluas pemanfaatan gas bumi oleh masyarakat Jawa Tengah untuk kebutuhan maupun produktivitas sehari-hari.
“Pada dasarnya pengaliran gas rumah tangga juga bagian dari upaya mewujudkan Kemandirian Ekonomi RI yang terangkum dalam program Nawa Cita Pemerintah RI. Dengan demikian, pembangunan jaringan gas ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi yang persediaannya melimpah, bersamaan dengan upaya mengurangi impor gas tabung,” jelas Arif.
Arif mengemukakan, penggunaan gas bumi lebih ekonomis. Jika dihitung konsumsi per bulan maka untuk satu rumah tangga rata-rata membutuhkan 15 meter kubik dengan tarif per kubik sebesar Rp 4.250, maka total penggunaan dalam satu bulan ialah sebanyak Rp 63.750.
“Selain ekonomis, gas bumi yang dialirkan melalui pipa tidak memerlukan tempat penyimpanan dan tidak perlu khawatir akan kehabisan stok. Pembayaran pun dilakukan pada akhir bulan setelah pemakaian dihitung pada meter,” ujar Arif.
Sementara itu, Agung Rochman Solichi, selaku Construction Area Superintenvent (CAS) PGN yang ditunjuk untuk melakukan pembangunan gas, bersama tim tak henti untuk memberikan edukasi terlebih dahulu kepada calon pelanggan. Biasanya, edukasi dilakukan sebelum sambungan jaringan gas menuju ke rumah tangga.
“Bicara soal konstruksi penyaluran jaringan gas, tentu juga bicara tentang keamanannya. Perlu di ketahui sejak dari metering and regulating station (MRS), sudah ada pengaman. Yakni Presure Safety Valve (PSV), didisain khusus untuk melepaskan tekanan berlebih yang ada di equipment dan sistem perpipaan pada jaringan gas,” terangnya.
Ia melanjutkan, pipa yang ada di jaringan dan biasanya terletak di pinggir jalan juga sudah diberi rambu. Tujuannya tak lain supaya masyarakat dan pengguna jalan mengetahui bahwa di dalam tanah lokasi tersebut terdapat jaringan gas. Sedangkan di dalam jaringan rumah tangga, juga terpasang pengaman yaitu regulator, di mana di dalamnya selalu ada vale dan sticker petunjuk apabila terjadi masalah.
“Sticker yang terpasang pada regulator gas rumah tangga menjelaskan tentang bagaimana penanganan pertama jika terjadi kebocoran gas. Jika tercium aroma gas, pihak penghuni rumah bisa langsung menelpon contact center yang tercantum pada stiker. Hal itu sebaiknya dilakukan setelah menutup valve atau keran yang ada di regular dan kompor. Lalu membuka sirkulasi udara dengan membuka jendela ataupun pintu. Hindari pula menghidupkan listrik atau api selama bau gas masih tercium,” jelas Agung.
Lebih lanjut Agung menjelaskan, tekanan gas pada jaringan gas rumah tangga termasuk sangat rendah, berada di sekitar angka 0,03 bar yang membuat tingkat keamanannya lebih baik.
Kemudahan pembayaran juga menjadi fokus utama PGN, untuk memberikan layanan yang terbaik untuk pelanggan. Maka, untuk pembayaran gas dari PGN bisa melalui Bank Mandiri, Bank BTN, Bank BNI, Bank BRI, Bank BCA, Pos Indonesia, Alfamart, Indomaret, dan Alfamidi.
Pembayaran online disediakan melalui Gopay, Tokopedia, Dandan, dan Link Aja. Bagi masyarakat yang yang tidak terjangkau ATM, cabang bank, maupun minimarket, pembayaran dapat dilakukan melalui loket PPOB. Payment Point Online Bank ini merupakan semacam agen yang ditunjuk untuk bisa melakukan proses pembayaran tagihan gas.
“PGN juga menyediakan contact center untuk seluruh wilayah di Indonesia apabila terjadi kendala, di nomor 1500-645,” tutup Arif. (rel/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi COVID-19 memberikan tantangan baru bagi bisnis dan menuntut perusahaan di seluruh Indonesia, termasuk Kota Medan untuk segera melakukan transformasi digital.
Dengan adanya pembatasan interaksi fisik dan penerapan bekerja dari rumah, semua individu juga harus dengan cepat menyesuaikan diri dengan pola kerja baru agar tetap produktif dan menghasilkan kualitas perkerjaan yang dibutuhkan untuk memaksimalkan kemajuan perusahaan.
Lark, platform kolaborasi terintegrasi hadir dengan berbagai fitur yang memungkinkan setiap karyawan untuk bekerja dan saling berkolaborasi tanpa hambatan jarak dan waktu.
Perekonomian Kota Medan di tahun 2019 tumbuh sebesar 5,93 persen, dimana pertumbuhan tertinggi dicapai oleh jenis usaha inftfgbormasi dan komunikasi yakni sebesar 8,92 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa kota Medan mempunyai potensi untuk semakin menerapkan teknologi dalam berbagai bidang.
Sejalan dengan hal ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan percepatan transformasi teknologi, khususnya digitalisasi proses bisnis di berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.
Menanggapi kondisi saat ini DR. Devie Rahmawati, Peneliti Sosial dan Komunikasi, meyakini bahwa penerapan teknologi akan menjadi sebuah kebiasaan baru dan tidak hanya menyasar pada industri menengah ke atas, namun juga menjangkau UMKM dalam berbagai bidang.
“Transformasi digital tak boleh dianggap sebagai momok yang menakutkan, melainkan kekuatan untuk maju. Karena dengan penerapan teknologi yang tepat akan memberikan peluang bagi sebuah perusahaan
untuk dapat bergerak lebih cepat dan produktif. Namun dalam penerapannya dibutuhkan komitmen dari perusahaan untuk secara konsisten melakukan perubahan. Transformasi digital tidak hanya berdampak pada stuktur organisasi dan penempatan strategis (strategic positioning), tapi juga memberikan efek pada semua level dalam perusahaan seperti pengaturan tugas, aktivitas, dan berbagai proses manajemen.
Outputnya, transformasi digital harus mampu meningkatkan produktivitas. Kinerja pegawai menjadi lebih efektif dan efisien, seperti kemampuan untuk berkerja di manapun dan kapanpun, serta meningkatnya proses komunikasi, dan kolaborasi,” ucap Devie.
Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa penerapan teknologi digital merupakan hal yang penting dalam memasuki era Industri 4.0. Dengan memaksimalkan teknologi digital, Indonesia akan memiliki potensi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai USD 150 miliar pada tahun 2025.
Namun, secara produktivitas, Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain. Berdasarkan Human Capital Index (HCI) yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, saat ini Indonesia menempati urutan ke-87, tertinggal cukup jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga Singapura.
“Hingga saat ini, penerapan teknologi digital di Indonesia masih relatif rendah. Menurut The East Ventures Digital Competitiveness Index (EVDCI), daya saing digital Indonesia hanya berada di kisaran 27.9, dari skala 1-100. Untuk menghadapi tantangan tersebut, dibutuhkan inovasi dalam mempersiapkan kompetensi tenaga kerja, termasuk pentingnya mengubah mindset dan meningkatkan produktivitas ke arah digitalisasi termasuk di lingkup UMKM,” tambah Devie.
Produktivitas dan efisiensi kerja perlu didukung dengan proses komunikasi dan kolaborasi yang baik antar pekerja sehingga tidak terjadi kesenjangan komunikasi dan perusahaan dapat mempertahankan serta meningkatkan kinerja bisnis mereka. Untuk dapat mencapai hal ini, perusahaan perlu menerapkan dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam ruang lingkup tempat kerja dan cara mereka bekerja, sehingga mampu menjembatani seluruh hal yang dibutuhkan untuk tetap produktif kapanpun dan dimanapun, terlebih pada situasi yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19 saat ini dimana perusahaan perlu melakukan pembatasan kehadiran karyawan atau penerapan bekerja dari rumah.
“Lark merupakan patform kolaborasi dengan berbagai fitur yang terintegrasi. Hal ini akan menjadi keunggulan karena pengguna dapat mengerjakan berbagai macam hal, dari membuat dan mengedit dokumen, menerima email, mengirimkan pesan, mengelola agenda, hingga menelepon, serta melakukan video conference.
Dan salah satu faktor terpenting, adalah kemudahan untuk dioperasikan oleh berbagai rentang usia. Kami mengerti bahwa sebuah platform kolaborasi harus terintegrasi dan dapat memberikan kemudahan serta kenyamanan, dan Lark memiliki semua itu,” ucap Suryanto Lee, Senior Professional Service Consultant Lark.
Lark diciptakan untuk dapat membantu perusahaan agar tetap produktif. Lark menyediakan berbagai fitur seperti Messenger, Video Conference, Docs & Sheets, Penyimpanan Cloud, Kalender, Mail yang terintegrasi, serta fitur real-time translation dalam beberapa pilihan Bahasa seperti, Bahasa Indonesia, Cina, Korea, Jepang, Prancis, Portugis Brasil, Jerman, Hindi, Italia, Rusia, Spanyol, Thailand, dan Vietnam.
Lark tersedia dalam versi website yang dapat diakses di Windows, dan MAC, serta versi aplikasi untuk Android dan IOS dalam 11 bahasa tampilan, termasuk Bahasa Indonesia.
“Salah satu hal penting yang dimiliki Lark adalah fitur yang terintegrasi, dengan demikian segala pekerjaan dapat dilakukan dalam satu platform. Di samping itu, dengan user interface yang mudah menjadikan Lark dapat digunakan oleh segala usia, “tutup Suryanto Lee (rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumut X kali ini tampaknya benar-benar akan terealisasi. Sempat tertunda beberapa kali, DPP Golkar akhirnya resmi mengeluarkan jadwal musda tersebut, di Jakarta pada 6-7 November 2020.
Sekretaris I DPD Golkar Sumut Amas Muda Siregar, mengamini ihwal surat DPP tersebut soal jadwal penyelenggaraan Musda X Golkar Sumut. “Benar, Musda akan digelar pada minggu ini di Jakarta,” katanya menjawab Sumut Pos, Rabu (4/11).
Diakuinya, saat ini pihaknya tengah melakukan rapat persiapan jelang kegiatan Musda tersebut. Termasuk melakukan penyesuaian struktur panitia pelaksana kegiatan. “Ini kami sedang rapat panitia Musda untuk tanggal 6. Ada sedikit revisilah (soal panitia pelaksana Musda). Biasalah namanya menyesuaikan. Ketua SC-nya Dodi Taher, Ketua OC-nya Freddy. Bukan, gak si Samsir Pohan lagi. Kita sesuaikan. Karena kegiatan ini akan dipantau langsung Mahkamah Partai,” terangnya.
Menurut Amas Muda, nantinya masing-masing kandidat calon ketua Golkar Sumut akan mendaftar langsung di Jakarta. Tentunya, segala urusan dan ketentuan akan mengacu kepada keputusan dari DPP. “Melalui mekanisme dan ketentuan yang ditetapkan oleh panitia musda,” ucapnya.
Perihal Musda ini diketahui, tertuang dalam surat mandat DPP Golkar Nomor : SM – 55/DPP/GOLKAR/XI/2020 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal Lodewijk F Paulus.
Mahkamah Partai Golkar sebelumnya membatalkan hasil Musda X Golkar Sumut pada 24 Februari lalu, di mana terpilih Yasyir Ridho Loebis secara aklamasi. Mahkamah Partai kemudian memerintahkan Musda ulang karena dianggap cacat prosedur. Sejauh ini masih ada dua kandidat yang muncul, yakni Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah alias Ijeck dan Ketua Harian DPD I Partai Golkar Sumut, Yasyir Ridho Loebis.
Sementara dari kubu Ijeck, Ketua Kosgoro 1957 Sumut, Riza Fakhrumi Tahir, meyakini Ijeck akan terpilih menjadi ketua Golkar Sumut pada Musda nanti. “Insya Allah Ijeck akan memimpin Golkar Sumut periode 2020-2025,” ujar mantan Sekretaris DPD I Partai Golkar Sumut itu.
Menurut dia, diskresi yang diterima Ijeck dari Ketua Umum Airlangga Hartarto berbeda dengan diakreditasi yang pernah ada untuk calon ketua Golkar lainnya. “Diskresi Ijeck itu karena memang ketua umum maunya Ijeck yang jadi ketua Golkar Sumut. Jadi bagaimanapun caranya apakah itu voting ataupun aklamasi,” katanya optimis.
Riza memang dari awal dikenal sebagai pendukung Ijeck. Bersama Hanafiah Harahap dan Irham Buana, ketiganya bahkan ikut menggugat hasil Musda X yang digelar 24 Februari 2020 ke Mahkamah Partai Golkar. Bahkan menurut Riza, pihaknya akan mengantarkan langsung Ijeck untuk mendaftar pada Musda tersebut. Bukan hanya dia, para pengurus kabupaten/kota juga akan mendampingi Ijeck mendaftar. “Besok direncanakan kita akan mendaftarkan langsung,” pungkasnya. (prn/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Oknum Kepala Desa Bukit Selamat, Arko Rahnanda Sagala, dilaporkan ke Polda Sumut karena diduga melakukan perbuatan rasis terhadap masyarakat.
TANGGUL: Lokasi Pembongkaran tanggul penyebab dugaan rasis.
Demikian laporan itu disampaikan Anton Surbakti SH MH selaku kuasa hukum dari Ong Tjin Kheng alias Hasan (korban), Kamis (5/11).
Anton mengatakan, peristiwa dugaan rasis yang dialami kliennya itu berawal pada 13 Mei 2020 lalu ketika Ong Tjin Kheng menerima laporan dari perusahaannya PT Inti Mitra Sawit Lestari menerangkan bahwa benteng pembatas (tanggul-red) yang berada di Desa Selamat, Dusun 14, Bukit Pelita, Kecamatan Besitang, diduga telah dirusak dengan menggunakan alat berat yang dioperasikan oleh M Ayan.
“Menerima laporan tentang adanya dugaan pengerusakan tanggul itu kemudian klien saya (Ong Tjin Kheng-red) menyuruh rekannya bernama Ferial Ilham bersama saksi lainnya untuk mengecek ke lokasi,” katanya.
Lebih lanjut, Anton mengungkapkan setelah tiba di lokasi tanggul saksi Ferial langsung menemui operator alat berat menanyakan soal pembongkaran tanggul milik PT Inti Mitra Sawit Lestari. Dalam pertemuan itu, pihak operator mengaku disuruh oknum Kepala Desa Selamat.
“Mendengar pengakuan dari operator alat berat itu, saksi Ferial bersama klien saya pun langsung menghubungi kades itu untuk bertemu menyelesaikan masalah pembongkaran tanggul tersebut. Tetapi, dalam pertemuan itu oknum kades malah mencaci maki dengan berkata rasis serta melakukan pengancaman,” ungkapnya.
Anton menerangkan, karena tidak adanya penyelesaian masalah dan malah oknum kades itu berbuat rasis pihak PT Inti Mitra Sawit Lestari pun melaporkan kasusnya ke Polres Langkat pada tanggal 22 Mei 2020 dan status kasusnya sudah naik tingkat penyidikan.
“Tak sampai di situ, klien saya juga membuat laporan ke Dit Reskrimum Polda Sumut pada tanggal 11 September 2020 karena menerima perlakuan rasis dari oknum kades tersebut,” terangnya sembari menunjukkan surat pengaduan Nomor: STTLP/1713/Sumut/SPKT “l”.
“Dalam kasus dugaan rasis yang dialami Ong Tjin Kheng berdasarkan pemeriksaan awal dari keterangan dari penyidik oknum kades tersebut tidak hadir,” ucap Anton.
Sementara itu, Ferial menambahkan oknum Kades Selamat itu telah berbuat arogan karena telah melakukan pengerusakan tanggul milik PT Inti Mitra Sawit Lestari.
“Bahkan, oknum kades itu juga melakukan ujaran caci maki, menghina, terhadap Ong Tjin Kheng karena tidak terima ditanya masalah pembongkaran tanggul tersebut,” ujarnya. Dalam kasus dugaan rasis dan hinaan itu, Anton berharap Dit Reskrimum Polda Sumut secepatnya menanganinya karena perbuatan itu dilakukan seorang oknum kepala desa.
“Harapannya, Polda Sumut bergerak cepat memberikan kepastian hukum mengenai tindaklanjut penanganan perkara tersebut. Sebab, sampai saat ini akibat perbuatan oknum kades itu membuat klien saya resah dan terganggu dalam menjalankan aktifitasnya,” pungkasnya. (ila)