PASAR PETISAH: Tim Satgas Covid-19 Kota Medan saat merazia masker di kawasan Pasar Petisah Medan.markus/sumutpos.
MEDAN, SUMUPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan selaku organisasi perangkat daerah (OPD) penagak Perda dan koordinator keamanan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pemko Medan, sejak April lalu hingga saat ini, Satpol telah menindak warga yang tidak menggunakan masker di tempat umum. Jumlahnya 4.500 orang dan menahan Kartu Keluarga Penduduk (KTP sebanyak 1.400 lebih.
PASAR PETISAH: Tim Satgas Covid-19 Kota Medan saat merazia masker di kawasan Pasar Petisah Medan.markus/sumutpos.
“Saat ini sudah ada sekitar 4.500 warga yang kita tindak akibat tidak menggunakan masker. Sanksi yang kita berikan beragam, mulai dari penahanan kartu identitas sebanyak 1.400 lebih, hukuman fisik dan lain-lain,” ujar Kepala Satpol PP Kota Medan M Sofyan saat menggelar temu pers di Posko Satgas Covid-19 Kota Medan, di Jalan Rotan, Kecamatan Medan Petisah, Kamis (5/11).
Sedangkan bagi pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan, lanjut Sofyan, Tim Satpol PP juga sudah melakukan penindakan. Saat ini, pelaku usaha dari berbagai sektor yang melanggar protokol kesehatan telah diberikan sanksi administratif kepada 78 pelaku usaha.
Sedangkan sanksi hingga penutupan usaha sementara, juga telah dilaksanakan kepada satu unit usaha kuliner yaitu Mega Park Food Court. “Kita tutup selama 1 minggu dan setelah pemilik berjanji akan mematuhi protokol kesehatan maka kita benarkan untuk dibuka kembali bila sudah mentaati protokol kesehatan dan tetap dalam pantauan kita. Tapi apabila terbukti masih melanggar, maka kita lakukan sanksi administrasi hingga pencabutan izin usaha,” tegas Sofyan.
Dikatakan Sofyan, seluruh organisasi yang bergabung dalam tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 seperti Dinas Pariwisata Kota Medan juga terus melakukan sosialisasi Perwal No.27/2020 kepada masyarakat dan pelaku usaha. Hingga saat ini, belum ada satu pun usaha yang dicabut izinnya. Sebab keterlibatan seluruh organisasi daerah di dalam Satgas seperti Dinas Pariwisata, membuat para pelaku usaha bergegas menerapkan protokol kesehatan begitu mendapatkan peringatan. Harapannya hal ini bisa terus meningkatkan kedisiplinan para pelaku usaha dan masyarakat pada umumnya.
“Para pelaku usaha tidak perlu merasa terbebani dengan pengawasan yang terus dilakukan ke tempat-tempat usahanya. Bila memang sudah menerapkan protokol kesehatan, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Perwal No.27/2020 justru dibuat oleh Pemerintah agar para pelaku usaha dapat tetap menjalankan roda perekonomian, namun tetap dengan mengikuti protokol kesehatan agar pandemi ini dapat segera berakhir,” beber Sofyan.
Menurutnya, sejak bulan April lalu hingga tanpa batas waktu yang ditentukan, pihaknya akan terus melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan. Pihaknya juga mengaku, akan terus melakukan sosialisasi Perwal No.27/2020. “Selain sosialisasi, kita bersama tim juga akan melakukan penindakan berupa pemberian sanksi bagi perorangan dan kelompok usaha yang tidak mengindahkan protokol kesehatan atau melanggar Perwal,” ujarnya.
Sofyan mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Medan agar tetap mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan.
Untuk itu, Satpol PP Kota Medan menegaskan bahwa hingga saat ini dan kedepannya pihaknya akan terus melakukan penegakan Perwal Kota Medan No.27/2020 tentang penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ditengah pandemi Covid-19 di Kota Medan.
“Penegakan Perwal No.27/2020 sebagai implementasi penerapan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19 di Kota Medan akan terus kita lakukan secara tegas. Ini sebagai bukti keseriusan Pemko Medan dalam menekan angka penularan virus (Coorona) ini di Kota Medan,” bilang Sofyan.
Wakil Ketua DPRD Medan, H Ihwan Ritonga mendukung Pemko Medan untuk terus menegakkan Protokol Kesehatan (prokes) di tengah-tengah masyarakat. Khususnya, kepada para pelaku usaha yang membandel dengan tidak menegakkan prokes, diharapkan dapat diberi tindakan yang benar-benar tegas.
“Satpol PP cukup aktif dalam hal penegakan. Itu bagus, dan kita harapkan penegakan itu semakin intens dilakukan di tempat-tempat usaha. Usaha harus terus berjalan, tapi tidak menjadi alasan untuk tidak mematuhi protokol kesehatan,” ujar Ihwan kepada Sumut Pos, Kamis (5/11).
Dijelaskan Ihwan, tidak ada alasan bagi para pelaku usaha untuk tidak mau menerapkan protokol kesehatan. Pemko Medan diharapkan bisa menegakkan Perwal No 27/2020 di berbagai lini.
“Termasuk para OPD sendiri. Pemko Medan kita harapkan bukan hanya rutin melakukan penegakan prokes di tempat usaha dan kepada masyarakat luas. namun juga kepada para OPD yang ada dijajarannya,” pungkasnya. (map/ila)
MEDAN, SUMUPOS.CO – Program santunan kematian bagi korban yang meninggal akibat Covid-19 senilai Rp15 juta per jiwa di Kota Medan, hingga kini belum terealisasi. Jumlah korbannya ada 94 orang.
ZIARAH: Warga berziarah di areal pekuburan Covid di Simalingkar. Sampai saat ini, Pemerintah Kota Medan belum memberikan uang santunan kematian bagi korban Covid-19.
Sampai saat ini, Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Sosial Kota Medan belum mendapatkan informasi dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Sosial (Kemensos) RI sebagai pemilik program bantuan ini, terkait adanya proses pencairan yang sudah dilakukan bagi ahli waris atau keluarga korban.
“Sampai saat ini kami belum dapat informasi bahwa sudah ada yang dicairkan. Jadi memang belum ada keluarga korban Covid-19 di Medan yang sudah mendapatkan santunan itu,” ucap Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Ir H Endar Sutan Lubis kepada Sumut Pos, Kamis (5/11).
Dikatakan Endar, hingga kemarin, pihaknya sudah menyerahkan atau mengusulkan berkas permohonan pemberian santunan itu kepada Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Dinsos Medan sudah menyerahkan sebanyak 94 berkas administrasi korban Covid-19 untuk diteruskan Dinsos Pemprovsu kepada Kemensos agar dapat segera direalisasikan.
“Kita sudah serahkan 94 berkas. Itu dua tahap, pertama 63 berkas dan kedua 31 berkas. Nantinya bila ada lagi yang masuk, maka akan kita serahkan ke Pemprovsu,” katanya.
Berkas yang masuk ke Dinsos Kota Medan dan diserahkan ke Pemprovsu, kata Endar, telah melalui tahap konfirmasi terlebih dahulu dari Dinsos Kota Medan kepada Satgas Covid-19 Medan, khususnya Dinas Kesehatan Kota Medan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk validasi berkas yang masuk, untuk mengetahui data yang masuk apakah benar korban meninggal dunia akibat Covid atau tidak.
“Jadi sebelum kita serahkan ke Pemprovsu, sudah kita cek dulu ke Dinkes. Sesudah kita serahkan ke Pemprovsu untuk diteruskan ke pusat, ya sudah, tugas kita sebatas itu, karena itu bukan wewenang kita,” jelasnya.
Nantinya, proses pencairan juga akan dilakukan langsung oleh pusat ke masing-masing rekening keluarga korban. “Biasayanya kalau akan direalisasikan atau akan dicairkan kita akan diberitahu agar kita menyampaikan kepada ahli waris korban untuk melihat rekening bank yang sudah disiapkan,” tuturnya.
Sampai saat ini, kata Endar, pihaknya juga belum mendapatkan petunjuk teknis soal santunan tersebut. Artinya, pihaknya hanya dapat memfasilitasi hal ini tanpa mengetahui sampai kapan program ini akan berlanjut.
“Juknisnya juga kita belum ada terima. Anggaran santunan kematian untuk korban Covid-19 ini kan dari Kemensos RI di Jakarta, Dinsos Medan hanya sebatas memverifikasi berkas adimnistrasinya saja,” pungkasnya. (map/ila)
TANDA TANGAN: Hotman Marbun menandatangani kontrak pembelaan kepada kuasa hukumnya Roder Nababan.
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO- Hotman Marbun yang merekam pembicaraan Kadis Pertanian Humbahas dan kliennya membantah klarifikasi yang dilakukan Kepala Dinas Pertanian Humbang Hasundutan terkait video fee proyek.
Menurut Hotman, klarifikasi itu berusaha mengaburkan isi pokok percakapan rekaman perisitiwa sebenarnya. Seolah-olah tidak terjadi adanya suap fee proyek yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian bersama rekannya berinisial PM.
Hal itu disampaikan Hotman Marbun melalui konferensi pers didampingi kuasa hukumnya Roder Nababan, Kamis (5/11) di Dolok Sanggul.
Hotman menjelaskan, klaim Kepala Dinas Pertanian yang didampingi dua orang kuasa hukumnya yakni Maruli Purba dan Roy Sianturi yang mengaku bahwa rekaman itu tanpa seijin kepala dinas pertanian dan juga tanpa sepengetahuan temannya inisial PM.
“Sejak awal yang saya lakukan ini bertujuan sebagai alat bukti untuk mengungkap tabir adanya tindak pidana korupsi atau gratifikasi oknum dinas dilingkungan Pemerintahaan Humbahas,” katanya.
“Tapi ketika dalam viralnya video itu, jelas itu di luar dugaan saya. Saya bantah bukan pemikiran saya dan itu jelas dilakukan oknum-oknum pihak luar,” sambungnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, video yang berdurasi 9 menit itu seutuhnya memang benar terjadi suap dilakukan oleh Kadis Pertanian dengan temannya berinisial PM. Dan saat itu, HM menegaskan, awalnya bukan mengenai program pertanian yang dibicarakan.
“Sebenarnya, bahwa ada klarifikasi awalnya tentang pertanian ataupun kelompok tani, jelas saya bantah tentang program pertanian. Yang kita bahas mengenai proyek yang sudah ditunjuk Junter (Kadis Pertanian-red) lokasi Parlilitan dan Onanganjang. Dan dia menyebutkan ada pagu kurang lebih lima ratus empat enam sekian juta sehingga dia menawarkan itu terhadap PM sebesar 15 persen. Jadi pendek cerita ada kesepakatan disitu, proyek itu didapatkan si PM 14 persen dengan diberikannya uang muka lima puluh juta terhadap Junter Marbun dan diterima,” ungkapnya.
Lalu, Hotman membantah bahwa mereka (Hotman dan PM) mendesak pekerjaan hingga Kadis Pertanian menerima uang dari temannya sebanyak Rp50 juta dikarenakan sudah gerah dan suasananya ketika itu HM sedikit memaksa. “ Disitu tidak ada pendesakkan dan masalahnya transaksi proyek yang ada disitu sehingga sifatnya tawar menawar. Tapi, saya rasa masalah desakan itu sah-sah saja untuk pembelaan dia sebagai oknum viral saat ini,” lanjutnya.
“Maslaah uang dikembalikan itu bukan urusan saya dan saya tidak tahu. Karena yang dijanjinkan proyek itu terhadap PM dan uang itu langsung PM menyerahkan terhadap Junter dan bukan uang saya. Saya sifatnya hanya merekam dan mendampingi PM sehingga saya tahu persoalan itu masalah negosiasi. Masalah proyek itu ada atau tidak itu si PM yang tahu dan Junter Marbun. Dan itu, kata Kadis Pertanian di Parlilitan dan Onan Ganjang, tinggal pilih, yaitu gedung balai penyuluhan pertanian, nama kegiatan tersebut,” beber HM.
Sementara, kuasa hukumnya Roder Nababan menilai, klaim kadis pertanian dan kuasa hukumnya hingga berujung pelaporan adalah “ bunuh diri ”.
“Kenapa saya bilang itu, masa orang yang melakukan permufakatan jahat mau melaporkan, harusnya permufakatan itu harus diskusikan ke klien saya, bagaimana terjadinya sampai ada suap menyuap,” tegasnya.
Kemudian, Roder juga menilai, terkait uang yang dikembalikan oleh kadis pertanian menggambarkan bahwa proyek yang akan dilakukan tidak ada, namun ada niat. “ Saya baca disitu diklarifikasinya tidak ada proyek dijanjikannya maka dikembalikan, kalau tidak ada dikembalikan, berarti ada niat,” ungkapnya.
Pun demikian, terkait kasus ini ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian kebenaran isi pokok percakapan perekaman tersebut. Dan ia berharap kepada masyarakat, agar mendukung HM karena adanya percakapan perekaman tersebut.
“Dia (Hotman-red) membuka ini bahwasanya di Humbahas ada tawar menawar tentang fee proyek itu, yang selama ini dikatakan bahwa Humbahas ini adalah ziro fee proyek,” tandasnya.
Disinggung, sekaitan langkah selanjutnya apakah proses hukum akan dilakukan oleh HM, Roder menjelaskan bahwa apa yang nantinya dimata hukum, kliennya siap melaporkan balik kadis pertanian dan menuntut nama baiknya dikarenakan sudah ada laporan kepada kliennya. (des/ram)
TPU SIMALINGKAR: Area pekuburan jenazah korban Covid 19 di Simalingkar, Kota Medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski belum terdapat obat dan antivirus, pasien positif corona dapat sembuh dengan pengobatan terapi simtomatik dan suportif. Pengobatan tersebut dilakukan untuk mengurangi gejala dan meningkatkan daya tahan tubuh.
TPU SIMALINGKAR: Area pekuburan jenazah korban Covid 19 di Simalingkar, Kota Medan.
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah mengatakan, sejauh ini pengobatan untuk membunuh virus corona belum ada. Yang ada adalah pengobatan untuk tidak memperbesar dan mencegah virus lebih agresif.
“Pengobatan yang dilakukan saat ini adalah melakukan pemberian terapi-terapi yang sifatnya suportif.
Hal ini agar tubuh dapat melawan virus secara alamiah. Seperti pemberian vitamin dan lain sebagainya. Lalu ada juga obat yang diberikan secara simtomatik. Misalnya, ketika demam diberi obat demam atau batuk diberi obat batuk,” ungkap Aris kepada wartawan, Kamis (5/11).
Kendati demikian, Aris berpendapat, dalam penanganan Covid-19 di tahap akhir, pemerintah pusat mungkin akan lebih agresif lagi dalam memberikan obat untuk Covid-19 sampai ke Puskesmas. Pemerintah saat ini gencar mengirimkan alat tes swab PCR dan reagensia yang selama ini susah didapat.
“Kalau memang pemerintah melakukan seperti itu, testing ke depan tidak lagi hanya akan bisa dilakukan di ibu kota saja, melainkan bisa sampai ke daerah atau hingga kecamatan,” paparnya.
Diutarakan dia, alat tes swab yang digunakan untuk penanganan pasien corona, jauh sebelumnya sudah ada digunakan untuk pemeriksaan penyakit TB paru. Namun setelah adanya Covid-19, dikonversikan untuk pemeriksaan pasien corona dengan ditambah alat khusus.
“Sampai Desember, untuk testing kita sudah persiapan puluhan ribu alat tes. Mudah-mudahan sampai saat ini kita belum sampai kekurangan,” ujarnya.
Lebih lanjut Aris mengatakan, dalam penanganan Covid-19 di Sumut telah dilakukan dengan melibatkan komunitas. Karenanya, saat ini tenaga kesehatan tidak lagi menjadi garda terdepan melainkan komunitas yang berperan dalam mengedukasi masyarakat. “Apalagi yang berpotensi paling besar menjadi klaster adalah rumah tangga. Kalau yang lain itu berubah-ubah baik perkantoran, rumah tangga, maupun sekolah,” paparnya.
Aris menegaskan, pandemi corona belum berakhir. Oleh karena itu, mau tidak mau membiasakan hidup berdampingan dengan virus corona. Tetapi, tetap dengan catatan menjaga protokol kesehatan atau setidaknya 3M, memakai masker saat beraktivitas, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, serta menjaga jarak dan hindari kerumunan.
“Pencegahan menjadi paling penting untuk saat ini dengan membiasakan perilaku 3M. Selain itu, makan makanan bernutrisi tinggi seperti sayur dan buah, berolahraga teratur, tidur yang cukup serta tidak merokok maupun mengonsumsi alkohol,” imbaunya.
Update Data
Sementara itu, berdasarkan update data Satgas Penanganan Covid-19 Sumut hingga Kamis sore, penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 77 orang. Dengan penambahan tersebut, kini totalnya menjadi 13.511 orang.
Penambahan terbanyak di Kota Medan, jumlahnya sebanyak 25 orang. Disusul Gunungsitoli 10 orang, Nias Selatan 8 orang, 6 orang dari Pematangsiantar, Deliserdang dan Labuhan Batu Selatan. Kemudian, 3 orang dari Simalungun dan Asahan, 2 orang Batubara, 1 orang dari Tebing Tinggi, Sibolga, Karo, Labuhan Batu, Nias, Toba, Madina, dan Sergai.
“Ada 77 orang yang dinyatakan positif. Akumulasi saat ini jumlahnya mencapai 13.511 orang,” sambung Aris.
Untuk angka kesembuhan, terdapat sebanyak 63 orang sehingga totalnya menjadi 11.058 orang. Jumlah terbanyak juga berasal dari Kota Medan sebanyak 28 orang. Disusul, 10 dari Deliserdang dan Karo, Batubara 8 orang, Tebing Tinggi dan Langkat 2 orang, serta 1 orang dari Asahan, Dairi, dan Labuhan Batu Utara.
“Penambahan kasus pasien Covid-19 yang meninggal juga masih terjadi, dan hari ini (kemarin, red) ada 4 orang sehingga totalnya 556 orang. Pasien yang meninggal ini berasal dari Kota Medan 3 orang dan Karo 1 orang,” bebernya.
Ia menambahkan, pada kasus suspek berkurang 32 orang dari 699 jumlah sebelumnya sehingga totalnya menjadi 667 orang. Jumlah spesimen yang diperiksa selama pandemi Covid-19 Sumut sudah mencapai 149.565 sampel yang diperiksa di laboratorium. (ris)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Besok, Sabtu (7/11), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan akan menggelar debat publik sesi pertama bagi dua pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, yakni Akhyar Nasution-Salman Alfarisi (nomor urut 1) dan Muhammad Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman (nomor urut 2).
Ketua KPU Medan, Agussyah Ramadani Damanik.
Debat perdana dari total 3 gelaran debat publik yang direncanakan itu, nantinya akan digelar di Hotel Grand Mercure, Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Medan. Namun masyarakat Kota Medan tidak perlu hadir secara langsung ke lokasi untuk menyaksikannya. Debat akan disiarkan secara langsung melalui stasiun televisi nasional.
“Inshaallah hari Sabtu, tanggal 7 November ini, kita lakukan debat publik pertama untuk kedua paslon di Pilkada Medan tahun 2020. Acaranya pukul 14.00 sampai 16.00 WIB, disiarkan langsung di i-News TV,” ucap anggota KPU Medan, Zefrizal SH MH kepada Sumut Pos, Kamis (5/11) malam.
Setiap paslon, kata Zefrizal yang merupakan Komisioner Divisi Hukum KPU Medan ini, akan diuji oleh 5 orang panelis yang berlatar belakang sebagai akademisi dan profesional. “Panelisnya, tiga orang dari USU (Universitas Sumatera Utara), satu orang dari UMSU (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara) dan satu panelis lainnya dari UINSU (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara),” ungkapnya.
Kedua paslon pun akan diberi pertanyaan-pertanyaan dari 6 materi yang telah siap untuk diperdebatkan. Keenamnya yakni tentang kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik, pembangunan daerah, kesatuan bangsa dan tentunya tentang strategi penanganan Covid-19 di Kota Medan.
KPU Medan juga memastikan, jika gelaran debat Pilkada Medan 2020 nanti akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Dalam gelaran debat nanti, jumlah pengunjung yang hadir di arena debat akan sangat dibatasi adan dipastikan tanpa tim sorak seperti debat-debat yang biasa dilakukan sebelum adanya pandemi.
“Protokol kesehatan dilakukan secara ketat. Semua yang hadir wajib memakai masker atau faceshield, menjaga jarak, mencuci tangan dan diukur suhu tubuhnya sebelum memasuki ruang debat. Jumlah yang hadir juga sangat dibatasi. Yang boleh hadir hanya masing-masing paslon dengan masing-masing 4 orang tim kampanye, KPU, Bawaslu, Moderator dan Panelis,” tegasnya.
Selain itu, KPU Medan sebagai penyelenggara juga akan memprioritaskan materi tentang penanganan Covid-19 dalam debat sesi pertama tersebut.
“Materi penanganan Covid ini akan ada dalam setiap sesi debat, hal ini sudah menjadi kesepakatan dengan kedua paslon,” tandasnya.
Terpisah, Ketua KPU Kota Medan, Agussyah Ramadani Damanik juga membenarkan jadwal kampanye tersebut.
“Iya, debat perdana hari Sabtu tanggal 7 November ini. Nanti kedua tanggal 21 November dan ketiga atau terakhir tanggal 5 Desember” jawab Agussyah.
Dalam debat itu, kata Agussyah, nantinya para paslon Pilkada Medan 2020 akan mendapatkan kesempatan untuk memaparkan visi dan misi mereka, termasuk program-program kerja yang berkaitan dengan tema debat, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Agussyah pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kota Medan untuk dapat mengikuti dan menyaksikan secara keseluruhan gelaran debat publik pasangan calon yang akan memimpin Kota Medan hingga tahun 2024 mendatang.
Diharapkan, adanya debat publik dapat menjadi sarana, baik bagi para paslon dalam menyampaikan visi misi dan program kerjanya, maupun bagi masyarakat untuk membantu menentukan pilihan pemimpin terbaik bagi Kota Medan. Debat publik ini juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat Kota Medan untuk menggunakan hak suaranya di bilik suara pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.
“Mari kita ikuti dan manfaatkan gelaran Debat Publik Pilkada Medan ini sebagai sarana untuk membantu masyarakat pemilih dalam menentukan pilihan yang terbaik. Kami juga terus mengajak seluruh masyara Kota Medan yang merupakan pemilih, untuk menggunakan hak suaranya pada tanggal 9 Desember 2020,” pungkasnya. (map)
Kadis Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Dairi, Mahadi Kudadiri.
DAIRI, SUMUTPOS.CO- Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dairi, berharap obyek wisata Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo, Kecamatan Sitinjo bisa segera dibuka bagi pengunjung.
Untuk pembukaan TWI, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi telah mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.
“Usulan ke Gubernur Sumut telah disampaikan, namun sampai sekarang belum ada jawaban/persetujuan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Mahadi Kudadiri, Kamis (5/11).
Mahadi mengatakan, usulan pembukaan kunjungan ke TWI Sitinjo juga ditetapkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar hukum, ucapnya.
Sebagai langkah persiapan lanjut Mahadi, Disbudparpora telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya para pelaku usaha (pedagang). Bilamana nantinya tempat wisata itu dibuka, mereka harus mematuhi Protokol Kesehatan dengan membuat pernyataan.
“Begitu mendapat persetujuan dari Gubsu atau Satgas covid-19 Provsu, TWI akan segera kita buka,” ucapnya.
Personel pariwisata sudah siap termasuk koordniasi ke Satgas Covid-19. Pihaknya akan menempatkan petugas sesuai cluster/tempat favorit yang kerap dikunjungi wisatawan memberikan imbauan supaya tidak berkerumun.
“Petugas akan ditempatkan 3-4 orang seperti di Taman Firdaus, Bukit Golgota, Lokasi Gereja dan Bahtera Nuh dan disekitar Mesjid. Petugas akan menghimbau sekaligus mengerahkan masyarakat supaya tidak berkerumun,” lanjutnya.
Dinas Pariwisata juga akan menyediakan thermogun (alat pengukur suhu tubuh), memyediakan tempat cuci tangan serta menghimbau pelaku usaha agar menghimbau pengunjung mematuhi Prokes seperti memakai masker, ujar Mahadi.
Mahadi menyebutkan, TWI sendiri telah ditutup sejak akhir bulan Maret 2020 lalu. Hingga sekarang, kegiatan ekonomi di sana terhenti. Target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2020 dari TWI Sitinjo sebesar Rp1,3 miliar. Sementara, realisasi sebelum Covid-19, baru Rp300 juta lebih, capaian di bulan Januari-Maret 2020.
“Kita berharap, disamping menambah PAD, pembukaan TWI akan membantu sekitar 50-60 pelaku ekonomi kreatif disana. Begitu dibuka, ekonomi pasti bergerak disana. Disamping itu, jika TWI terlalu lama tidak kita buka berdampak negatif terhadap sejumlah fasilitas disana karena jarang digunakan,” ungkapnya.
Dimasa pandemi Corona, kesempatan untuk melalukan pembenahan taman, dan melengkapi mobiler penginapan. Sehingga, begitu dibuka TWI sebagai icon Dairi siap menyambut para wisatawan.
Disinggung soal tempat wisata pantai Silalahi di kawasan Danau Toba yang sudah banyak dikunjungi wisatawan. Khusus kawasan Silalahi, Dinas Pariwisata sulit untuk melarang pengunjung karena lokasi wisata Danau Toba itu juga areal permukiman masyarakat kecamatan Silahisabungan.
“Beda dengan TWI bisa ditutup total, artinya tidak bisa bebas. Pun demikian, Dinas Pariwisata tetap memberikan imbauan kepada masyarakat ataupun pengunjung tetap mematuhi Prokes Covid-19 seperti memakai masker, tidak berkerumun dan pihaknya menyediakan tempat cuci tangan (wastaple) disejumlah lokasi seperti di dermaga wisata,” pungkasnya. (rud/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.Co – Sebanyak 44 orang santri dan guru atau tenaga pengajar di Pesantren Modern Ar-Raudhatul Hasanah di Kecamatan Medan Tuntungan, terkonfirmasi positif Covid-19 pada bulan Oktober 2020 lalu.
Terkait fakta tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Satgas Covid-19 Kota Medan melakukan pertemuan guna membahas langkah yang akan diambil Pemko, di Kantor Wali Kota Medan, Kamis (5/11).
Rapat yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Sosial Kota Medan (Aspemsos) Setda Kota Medan, Renward Parapat, berlangsung tertutup. Awak media dilarang meliput.
Usai rapat, Renward Parapat kepada Sumut Pos menjelaskan, sesuai hasil rapat, pihaknya tidak akan melakukan penutupan sementara pesantren Ar-Raudhatul Hasanah. Hanya saja, pihak pengelola pesantren yang turut hadir dalam rapat tersebut, diwajibkan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat.
“Sebenarnya sejak kejadian itu, mereka sudah memperketat prokes. Tapi kita tegaskan kembali kepada mereka agar betul-betul memperketat prokes itu,” jawab Renward.
Dikatakan Renward, setiap yang terkonfirmasi positif Covid-19 di pesantren itu telah diisolasi. Bahkan beberapa santri yang hasilnya sudah negatif, telah dikembalikan ke rumah masing-masing setidaknya selama 14 hari, sebelum diizinkan kembali ke pesantren.
Dikatakan Renward, pesantren berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya. Sistem belajar mereka yang menetap di dalam pesantren, menjadi salahsatu alasan kenapa proses belajar mengajar di pesantren tetap beroperasi di tengah pandemi.
“Sudah ada aturan untuk mereka dari surat edaran kementerian (agar tetap boleh buka). Tapi harus mengikuti protokol kesehatan,” katanya.
Pihaknya pun telah meminta kepada Departemen Agama Kota Medan, Puskesmas, pihak kecamatan dan pihak terkait, untuk mengawasi secara ketat penerapan protokol kesehatan di pesantren. Sekaligus mengawasi prokes di pesantren-pesantren lainnya di Kota Medan.
“Pesantren di Medan ‘kan bukan hnaya Raudhatul Hasanah saja. Di Medan saja ada 10 pesantren. Kecamatan, Depag, dan pihak terkait harus mengecek dan melakukan pengawasan protokol kesehatan secara langsung kepada semua pesantren di Kota Medan. Ini untuk mencegah penularan virus ini pada pesantren-pesantren di Kota Medan. Tapi harus ada komitmen juga dari pihak pengelola pesantren. Itu yang kita tekankan,” ungkapnya.
Senada dengan Renward, Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 kota Medan, dr Mardohar Tambunan M.Kes, juga mengatakan pesantren Ar-Raudhatul Hasanah tidak akan ditutup sementara. Hal itu dilakukan karena pengoperasian pesantren merujuk kepada surat keputusan bersama (SKB) empat menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.
“Enggak (ditutup). ‘Kan ada surat keputusan 4 menteri. Kita memang enggak sembarangan menutup. Khusus pesantren, dia punya SK tersendiri dari keempat menteri itu,” ujarnya.
Dikatakan Mardohar, penerapan protokol kesehatan secara sungguh-sungguh menjadi pembicaraan penting dalam rapat yang turut mengundang pihak Depag Kota Medan dan pengelola pesantren.
Keputusan rapat, pesantren tetap beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Tapi apabila di kemudian hari hal ini tidak dipatuhi oleh pihak pengelola pesantren, pihaknya akan mempertimbangkan menutup sementara pesantren dimaksud.
“Bagaimana mereka itu supaya bisa berjalan dengan baik. Dengan catatan diperkuat dengan kedisiplinan. Itu harga mati,” katanya.
Mardohar mengatakan, saat satgas Covid-19 kota Medan mendapat informasi adanya santri yabg terpapar Covid-19 di pesantren tersebut, pihaknya langsung melakukan tes swab massal kepada 423 santri dan tenaga pengajar yang ada di pesantren. Hasil swab, sebanyak 44 orang positif Covid-19.
Setelah dinyatakan positif, ke-44 orang itu langsung diisolasi di Wisma Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bidang Bangunan dan Listrik Medan di Jalan Setia Budi, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia sejak 8 dan 9 Oktober lalu. Selain itu, Satgas Covid-19 Kota Medan juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan di pesantren.
“Kita sudah melakukan berbagai tindakan dari awal, sudah kita kasih edukasi, sosialisasi pemeriksaan, swab. Sudah semua kita kasih yang sifatnya pencegahan penanggulangan,” pungkasnya.
Menanggapi hal ini, anggota Pansus Covid-19 DPRD Medan, Sudari ST meminta Pemko Medan, dalam hal ini Satgas Covid-19 Kecamatan Medan Tuntungan sebagai kecamatan tempat lokasi pesantren beroperasi dan Departemen Agama Kota Medan, untuk betul-betul secara intens, rutin dan berkala melakukan pengawasan prokes ke pesantren.
“Harusnya ada laporan rutin, setidaknya laporan mingguan. Agar ini jelas dan terukur. Jangan sampai anak-anak kita di pesantren tertular virus ini, karena tidak adanya penerapan prokes yang tidak serius dan tidak di atas secara ketat juga,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan itu.
Dilanjutkan Sudari, Pemko Medan juga harus menginstruksikan seluruh kecamatan di Kota Medan yang di wilayahnya terdapat pesantren, agar melakukan hal yang sama. Kejadian di pesantren Ar-Raudhatul Hasanah diharapkan jangan terjadi di pesantren-pesantren lainnya.
“Dalam waktu dekat ini, kami Pansus Covid-19 DPRD Medan juga berencana untuk memanggil pihak pesantren, depag Kota Medan dan Satgas Covid-19 Medan untuk membahas ini,” pungkasnya.
Jangan Sampai Gelombang Dua
Terpisah, Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mewanti-wanti warga lebih optimal mematuhi protokol kesehatan virus corona (covid-19).
Hal ini berkaca dari penerapan kembali lock down atau karantina wilayah di sejumlah negara Eropa akibat gelombang dua covid-19.
“Saat ini beberapa negara di Eropa, seperti Inggris, Prancis, Jerman, Belgia, dan Yunani, sedang mengalami gelombang kedua kasus Covid-19 sehingga otoritas masing-masing negara tersebut kembali memutuskan lock down,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (5/11).
“Jangan sampai hal ini terjadi pada kita di Indonesia,” imbuhnya.
Wiku bilang, kenaikan kasus covid-19 di suatu wilayah menunjukkan kondisi penularan virus yang tidak terkendali.
Hal itu bisa disebabkan akibat tingkat kedisiplinan warga terhadap protokol kesehatan yang mulai berkurang.
Oleh karena itu, Wiku meminta masyarakat belajar dari gelombang kedua di Eropa dan mematuhi protokol kesehatan 3M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Selain disiplin menjalankan 3M, Wiku mengajak pemerintah mengawasi lebih ketat mobilitas orang keluar masuk wilayah Indonesia untuk mencegah risiko penularan corona di dalam negeri.
“Untuk menghindari penambahan kasus akibat kunjungan penduduk yang masuk dari beberapa negara Eropa dan belahan negara lainnya di bagian utara yang sedang alami musim dingin,” pungkasnya.
Belakangan ini, beberapa negara memasuki gelombang kedua penyebaran virus corona.
Pada 1 November lalu, Inggris resmi mengumumkan kembali melakukan lock down selama satu bulan.
Hal serupa juga terjadi pada Jerman yang mulai memberlakukan lock down dengan menutup restoran dan bioskop untuk sementara. Namun pertokoan masih boleh dibuka dengan kapasitas pengunjung dibatasi.
Sementara di Indonesia, kasus positif covid-19 masih terus bertambah. Jumlah kasus mencapai 425.796 per 5 November dengan 357.142 sembuh dan 14.348 meninggal dunia. (map/cnn)
CPNS: Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Pemprovsu belum lama ini. Semua CPNS Pemprovsu yang lolos diminta melengkapi berkas.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 289 peserta yang lulus Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 ke Pemprov Sumut kemarin, diminta segera melengkapi berkas sesuai persyaratan yang ditentukan. Seluruh berkas baik secara proses digital (online) maupun hardcopy, diantar ke Ruang Dahlia Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sumut, Jl. Ngalengko No.1 Medan.
CPNS: Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Pemprovsu belum lama ini. Semua CPNS Pemprovsu yang lolos diminta melengkapi berkas.
“Kalau kemarin itu ‘kan mereka daftar. Sekarang baru (berkasnya) diterima seperti ijazah asli dan dokumen pendukung lainnya. Ini untuk mengkroscek kebenaran semua data peserta,” kata Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan pada Badan Kepegawaian Daerah Setdaprovsu, Wasito menjawab Sumut Pos, Kamis (5/11).
Tahapan ini, menurut dia, guna mengontentifikasi kebenaran bahwa si peserta yang telah lulus adalah benar mengikuti seleksi CASN 2019 kemarin.
Setelah pemberkasan, tahapan berlanjut pada pendidikan dan pelatihan dasar (Laksar). Paling lama dalam setahun ini, seluruh CPNS ditarget akan mengikuti Laksar.
“Anggarannya di kita, tidak boleh mereka sendiri. Pemerintah wajib menyelenggarakannya. Jadi begitu mereka masuk (memenuhi kelengkapan berkas), sudah PNS. Nomor Induk Pegawai (NIP) mereka juga sudah keluar. Namun mengenai waktu penyerahan NIP-nya kapan, saya kurang tau,” katanya.
Kabid Formasi, Pembinaan, dan Kesejahteraan pada BKD Setdaprovsu, Definar menambahkan, tahap sanggahan hasil SKB sudah selesai sampai 4 November kemarin. Hasilnya, tidak begitu banyak peserta yang ingin mencari penjelasan atas ketidaklulusannya.
“Kebanyakan bertanya kenapa saya tidak masuk? Kenapa grade saya tidak dapat? Hanya itu saja dan itu tidak banyak. Namun sudah kita beri penjelasan kepada setiap peserta yang bertanya. Artinya kita beri kesempatan juga kepada mereka, supaya mereka juga puas,” terangnya.
Begitupun menurut dia, penentu dari hasil integrasi SKB dan SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) adalah otoritas Panitia Seleksi CASN Nasional atau Panselnas. “Yang mengatur sudah sistem, kami hanya sebagai fasilitator. Penentunya orang BKN pusat. Dan untuk sanggahan ini pun, mereka bisa memilih siapa yang menjawab. Apakah kita, Panselda atau BKN. Kalau BKN kita tak bisa menjawab. Kita nggak punya otoritas,” ungkapnya.
Selanjutnya kepada para peserta CPNS yang lulus diminta melengkapi berkas sesuai persyaratan, agar melalui BKD Setdaprovsu diteruskan semua dokumen untuk proses validasi. “Barulah nanti kita bisa proses cetak SK (surat keputusan) untuk selanjutnya diserahkan ke mereka. Dan saat ini mereka sudah bisa melengkapi syarat-syarat kelengkapan berkas yang diminta, untuk dikirim melalui online dan juga berkas aslinya ke kantor BPSDM Sumut,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 289 CASN 2019 formasi Pemprov Sumut dinyatakan lulus berdasarkan pengumuman hasil ujian SKB pada situs resmi Pemprovsu di www.sumutprov.go.id, Kamis (27/10).
Catatan Sumut Pos, pada tahapan SKD jumlah peserta yang lulus formasi Pemprov Sumut sebanyak 820 orang. Jika di tahap SKB ini total peserta yang lulus hanya 289 orang, itu artinya ada sebanyak 531 peserta yang tersisih.
Sesuai jadwal yang telah ditentukan, guna kelengkapan berkas, peserta wajib mengunggah dokumen melalui akun masing-masing peserta pada alamat https://sscn.bkn.go.id. Mengenai detil dokumen dimaksud, peserta dapat melihat melalui website resmi Pemprov Sumut. (prn)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Musyawarah Daerah atau Musda X Golkar Sumut belum dimulai, Musa Rajekshah alias Ijeck sudah menang aklamasi untuk menjabat ketua partai berlambang pohon beringin tersebut.
Musa Rajekshah (Ijeck).
Sekretaris Golkar Sumut, Amas Muda Siregar, mengamini hal ini usai rapat pembentukan panitia Musda X, di Kantor Golkar Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Rabu (4/11) malam.
Amas Muda menyatakan, Ijeck secara aklamasi diangkat sebagai ketua Golkar Sumut berdasarkan fatwa Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartanto.
“Sebagaimana kita tahu, bahwa Musa Rajekshah terpilih secara aklamasi menjabat sebagai ketua Golkar Sumut berdasarkan fatwa Ketum Airlangga Hartanto,” ucapnya saat dikonfirmasi.
Ijeck yang juga Wakil Gubernur Sumatera Utara, tak menampik pernyataan Amas Muda Siregar. Ia mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyusun seluruh kekuatan bersama dengan pengurus tingkat II Partai Golkar Sumut.
“Saat ini kita bersama-sama bersatu seluruh kader untuk membesarkan Partai Golkar di Sumut,” katanya via WhatsApp, Kamis (5/11).
Adapun tujuan utama penyusun kekuatan ini, menurutnya, untuk mendukung program pemerintah yaitu menyejahterakan rakyat. Selain itu, pihaknya juga tengah mempersiapkan kekuatan untuk dapat memenangkan Pemilihan Kepala Daerah di 23 kabupaten/kota. Dirinya berharap, seluruh kader dapat menyatukan barisan agar bersama-sama dapat memenangkan para calon bupati dan wali kota dukungan Partai Golkar.
“Dan dalam Pilkada serentak menyukseskan kemenangan calon-calon kepala daerah yang didukung Partai Golkar,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua Harian I DPD Golkar Sumut, Yasyir Ridho Loebis belum bersedia memberi komentar saat dikonfirmasi wartawan.
Seperti diketahui, Musda X Golkar Sumut direncanakan akan diselenggarakan di Jakarta, pada 6-7 November 2020. Yakni tertuang dalam surat mandat DPP Golkar Nomor: SM – 55/DPP/GOLKAR/XI/2020 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal Lodewijk F Paulus. (prn)
PILPRES AS: Orang-orang berkumpul untuk memprotes ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menentang hasil pemilihan selama rapat umum 'Hitung setiap suara' di Boston, Massachusetts pada 4 November 2020. - Demokrat dan Republik bersiap-siap untuk kemungkinan pertikaian hukum untuk memutuskan pemenang dari persaingan ketat presiden antara Partai Republik Donald Trump dan penantang Demokrat Joe Biden.
NEW YORK, SUMUTPOS.CO – Dua hari usai waktu pencoblosan yang dibuka Selasa (3/11) pagi, pemenang Pilpres AS 2020 belum diketahui: Donald Trump atau Joe Biden. Biden dari Partai Demokrat unggul sementara dengan mendulang 264 suara elektoral. Trump masih 214 suara. Kecemasan menghantui kubu Republik, melihat peluang Donald Trump semakin tipis. Namun, puluhan juta suara yang dikirim lewat pos bisa menentukan.
PILPRES AS: Orang-orang berkumpul untuk memprotes ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menentang hasil pemilihan selama rapat umum ‘Hitung setiap suara’ di Boston, Massachusetts pada 4 November 2020. – Demokrat dan Republik bersiap-siap untuk kemungkinan pertikaian hukum untuk memutuskan pemenang dari persaingan ketat presiden antara Partai Republik Donald Trump dan penantang Demokrat Joe Biden.
Hingga Kamis (5/11) malam, calon presiden dari Demokrat, Joe Biden, masih unggul di suara populer maupun elektoral. Ia kini hanya butuh memenangkan satu negara bagian, yakni Nevada.
Berdasarkan penghitungan The Associated Press, tinggal 6 suara lagi yang dibutuhkan Joe Biden untuk mencapai 270 suara elektoral. Hingga Kamis malam, ia sudah meraih 264 suara elektoral menuju angka 270 suara minimal untuk menang.
Nevada memiliki enam suara elektoral. Jika Biden menang, maka ia mendapatkan total 270 elektoral dari seluruh negara bagian. Saat ini, Joe Biden sudah unggul di Nevada.
Kecemasan menghantui kubu Republik, sebab peluang Donald Trump semakin tipis: masih 214 suara. Terlebih Biden menempel ketat di penghitungan suara di Georgia. Di sana keunggulan Trump merosot menjadi sekitar 23.000 suara sepanjang penghitungan di hari Rabu.
Namun masih ada harapan Trump, meski tipis. Perhitungan CNN Projection menunjukkan, hingga saat ini masih ada enam negara bagian di AS yang belum diketahui kepada kandidat mana suara elektoralnya akan diberikan. Negara-negara tersebut yakni, Alaska (3 suara elektoral), Georgia (16 suara elektoral), North Carolina (15 suara elektoral), Pennsylvania (20 suara elektoral), Arizona (11 suara elektoral), dan Nevada (6 suara elektoral).
Menteri Luar Negeri Pennsylvania, Kathy Boockvar pada Rabu malam (4/11) waktu setempat berkata bahwa tempatnya telah membuat “kemajuan luar biasa” dalam menghitung surat suara. Meski begitu, Kathy memperkirakan perhitungan akan molor dari hari hitungan suara mayoritas dihitung. Banyak surat suara yang dikembalikan di Philadelphia.
Tim kampanye Biden atau Trump sama-sama yakin bisa menang di Pennsylvania. Jika tidak memenangkan Nevada dan Arizona, Biden sendiri masih memiliki peluang lain ke Gedung Putih.
Tim Penasihat kampanye Trump bersikeras bahwa mereka akan dapat mengganti kekalahan yang mereka derita di Maricopa County, Arizona.
Kabupaten penduduk terpadat di Arizona itu merilis pemungutan suara terbaru pada Rabu malam waktu setempat. Hasilnya jarak kemenangan Biden di Arizona menjadi hanya sekitar 79.000 suara.
Lalu di Nevada, pejabat pemilu setempat hanya merilis sedikit informasi kepada publik terkait pemilihan. Diperkirakan 200.000 surat suara masih beredar di sana.
Masih menilik CNN Projection, Biden diperkirakan memenangkan setidaknya tiga dari empat suara elektoral Maine.
Ditambah Wisconsin, Michigan, Hawaii, Rhode Island, Minnesota, Virginia, California, Oregon, negara bagian Washington, Illinois, New Hampshire, New Mexico, Colorado, Connecticut, New Jersey, New York, Vermont, Delaware, Washington, DC, Maryland, Massachusetts dan salah satu dari lima suara elektoral Nebraska.
Joe Biden berhasil membalikkan keadaan di Michigan dan Wisconsin yang sebelumnya dikuasai Donald Trump. Tim Trump sedang berupaya mengadakan hitung ulang (recount).
Trump memenangkan Montana, Texas, Iowa, Idaho, Ohio, Mississippi, Wyoming, Missouri, Kansas, Utah, Louisiana, Alabama, South Carolina, North Dakota, South Dakota, Arkansas, Indiana, Oklahoma, Kentucky, West Virginia dan Tennessee dan empat dari lima suara elektoral Nebraska.
Masih ada beberapa negara bagian vital lain yang hasilnya belum jelas, yaitu Pennsylvania, North Carolina, dan Georgia. Sementara Trump masih unggul di empat negara bagian tersebut.
Tempel Ketat di Georgia
Kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden mulai menempel ketat petahana Donald Trump di Georgia yang merupakan “ medan tempur” utama. Berdasakan hasil penghitungan sementara, Biden kini hanya tertinggal 31.000 suara.
Berbeda ketika dia tertinggal 372.000 suara 24 jam sebelumnya. Tetapi, keberuntungan mantan wakil presiden era Barack Obama itu nyaris pupus di Arizona, salah satu negara bagian kunci di Sun Belt.
Di sana, pertarungan berlangsung sengit di mana politisi gaek berusia 77 tahun itu hanya unggul 79.000 suara dari Donald Trump. Kini, keberuntungan Joe Biden dan Trump diuji di negara bagian tersisa. Mereka butuh 270 suara elektorat untuk melenggang ke Gedung Putih.
Sejauh ini berdasarkan data Associated Press yang ditampilkan di tracking Google, Biden mengumpulkan 264. Dia butuh enam lagi untuk menang.
Selain itu sebagaimana diberitakan Sky News Kamis (5/11), Biden juga unggul dalam hal popular votes, di mana dia meraup 72,1 juta suara. Sementara Trump merengkuh 214 electorat votes. Meski begitu untuk popular, dia mendapat 68,6 juta. Naik tiga juta dibandingkan 2016.
Meski pihak komisi Pilpres AS meminta agar semua pihak tenang, kubu petahana sudah mengumumkan bakal mengambil jalur hukum.
Beberapa media AS telah menyatakan Arizona dimenangkan oleh Joe Biden, tetapi kubu Donald Trump optimistis Arizona pada akhirnya akan dimenangkan oleh Trump setelah perhitungan lengkap selesai.
Ancam Layangkan Gugatan
Atas berbagai kemenangan yang sudah diprediksi, Biden tidak gegabah. Meski percaya diri untuk menang, ia meminta pendukungnya untuk sabar menunggu hingga seluruh suara selesai dihitung.
Capres dari Partai Demokrat itu tak menyatakan telah menang, namun dia meyakini dirinya berada dalam jalur yang tepat untuk mengalahkan Trump. “Saya di sini tidak untuk menyatakan kemenangan, tetapi saya di sini untuk melaporkan bahwa ketika penghitungan rampung, kami yakin kamilah pemenangnya.”
Biden mengaku perasaannya “sangat baik” mengenai Pennsylvania, walaupun tim kampanye Presiden Trump “mendeklarasikan kemenangan” di negara bagian tersebut berdasarkan perhitungan “semua kertas suara resmi”.
Sementara itu, Trump sudah menyatakan kemenangan dalam sebuah pernyataan yang ia lakukan pada Rabu dini hari di Gedung Putih. Ia pun menuduh ada kecurangan dalam pemilu kali ini.
“Sejujurnya kami telah memenangi pemilihan ini,” katanya di Gedung Putih. “Jelas kami sudah menang di Georgia dan North Carolina. Kita menang di Pennsylvania dengan jumlah luar biasa,” tambahnya.
Ia juga mengancam untuk pergi ke Mahkamah Agung meminta penghitungan suara segera dihentikan.
Tim kampanye Trump mengatakan sang presiden akan meminta secara resmi agar diadakan penghitungan ulang di Wisconsin, dengan dalih “sejumlah kejanggalan di beberapa distrik Wisconsin”.
Hasil sementara mengindikasikan selisih antara Trump dan Biden di Wisconsin mencapai kurang dari satu poin, sehingga seorang kandidat berhak meminta perhitungan ulang.
Tim kampanye Trump telah melayangkan gugatan di Michigan agar perhitungan suara dihentikan seraya mengklaim para simpatisan ditolak mendapat “akses yang layak” guna mengamati proses pembukaan kertas suara dan perhitungan suara.
Jumlah pemilih yang menggunakan suaranya dalam pilpres kali ini diperkirakan yang tertinggi dalam 120 tahun terakhir yakni 66,9%, menurut US Election Project.
Biden mengantungi dukungan dari 70,5 juta pemilih, angka terbanyak dari yang pernah diraih seorang kandidat presiden sepanjang sejarah AS. Adapun Trump meraih sokongan dari 67,2 juta pemilih, empat juta lebih banyak dari yang dia raih pada 2016 silam.
Persaingan ketat ini berlangsung di tengah pandemi virus corona, yang mencapai rekor harian 103.000 kasus pada Rabu (04/11), menurut Covid Tracking Project.
Sementara massa yang tidak suka dengan Trump dilaporkan melakukan protes di lokasi seperti New York dan Negara Bagian Pennsylvania. Pengacara petahana, Rudy Giuliani, melontarkan spekulasi liar tanpa bukti di mana dia menuding Biden melakukan kecurangan hingga 5.000 kali.
Pendukung Trump Kepung Kota
Sementara itu, ratusan pendukung calon petahana presiden Amerika Serikat, Donald Trump turun ke jalan di seluruh penjuru negeri memprotes proses perhitungan suara yang hingga Kamis malam masih berlangsung.
Sebagian besar pedemo menggelar aksi di kantong suara parta Trump di Phoenix, Arizona, Michigan, dan Detroit. Perhitungan suara mencatat Trump kalah dalam mengantongi suara elektoral di dua negara bagian tersebut.
Kelompok pro-Trump yang menggelar aksi di Phoenix menuntut untuk menghentikan penghitungan suara. Tuntutan tersebut disampaikan setelah Trump dalam pidato tanpa bukti, menyebut adanya kecurangan.
Paul Gosar, senator Partai Republik dari Arizona yang bergabung dalam aksi tersebut. Gosar menuduh adanya kecurangan dalam proses penghitungan suara. “Kami tidak akan membiarkan pemilihan ini dicuri. Titik!,” kata Gosar seperti mengutip ABC.
Pedemo pro-Trump di Detroit berupaya masuk ke TCF Center, tempat suara dihitung untuk negara bagian Michigan. Aksi protes di Detroit pecah setelah AP News merilis kabar kemenangan Biden di sana.
Rekaman video yang dirilis media lokal menunjukkan pendukung Trump di Detroit berkumpul di luar arena dan di dalam lobi TCF Center. Pedemo meneriakkan agar proses perhitungan suara dihentikan.
Petugas kepolisian berupaya mencegah mereka memasuki area perhitungan suara.
Gelombang unjuk rasa yang terjadi di seluruh penjuru negeri diwarnai dengan penangkapan terhadap 50 pedemo di New York dan 11 orang di Portland setelah diwarnai aksi bakar-bakaran dan bentrok dengan polisi.
Aksi demo pendukung Partai Republik pecah setelah selisih perolehan suara elektoral Trump kian melebar dengan Biden. Kendati kedua kubu masih memiliki peluang mengantongi 270 suara elektoral, peluang Trump kian tipis untuk memenangkan pilpres.
Ragam Skenario
Melalui sistem penghitungan suara elektoral, proses pilpres AS seharusnya berjalan sesuai jalur yang sudah ditentukan. Yakni pemilihan suara, penghitungan suara, sertifikasi hasil, pemungutan suara elektoral, dan penetapan pasangan terpilih.
Jika skenario ini berjalan mulus, seharusnya rangkaian perhelatan pilpres rampung pada 20 Januari 2021, pasangan presiden dan wapres terpilih akan dilantik di hadapan seluruh warga AS.
Namun pengumuman pemenang bisa jadi mepet tenggat waktu pelantikan jika hasil pemilihan disengketakan dan proses penentuan pemenang jadi kian panjang.
Mengutip New York Times, berikut beberapa skenario yang dapat terjadi jika hasil pemilu disengketakan: yakni suara dihitung kembali, mengalihkan suara, legislatif tentukan pemilih elektoral, atau kongres menentukan presiden terpilih. (voa/lp6/cnn/bbs)