AWAN PANAS: Gunung Sinabung masih semburkan awan panas, Selasa (2/11). Masyarakat diimbau untuk tidak memasuki daerah zona merah yang sudah ditentukan.SOLIDEO/SUMUT POS.
KARO, SUMUTPOS.CO – Seminggu belakangan ini, Gunung Api Sinabung kembali bergejolak dengan memuntahkan guguran awan panas. Terakhir guguran terjadi pada Senin (2/11) siang, sejauh 2000-2500 meter ke arah Timur Tenggara.
AWAN PANAS: Gunung Sinabung masih semburkan awan panas, Selasa (2/11). Masyarakat diimbau untuk tidak memasuki daerah zona merah yang sudah ditentukan.SOLIDEO/SUMUT POS.
Kepala Pengamat Gunung Api Armen Putra mengatakan, saat ini aktivitas Sinabung masih sangat tinggi dan sering terjadi gempa yang mengakibatkan awan panas guguran. Aktivitas ini menyebabkan kubah lava semakin besar.
Meski demikian aktivitas Sinabung terpantau masih terus dapat berubah sewaktu-waktu atau fluktuatif. Terlebih, sampai saat ini pertumbuhan kubah lava di puncak Gunung Sinabung masih terus membesar mencapai 1 juta kubik, ditambah lagi tekanan magma dari dalam perut gunung.
“Selagi kubah lava masih ada, potensi guguran dan awan panas masih tinggi. Untuk tekanan dan jarak luncur masih terus fluktuatif tergantung dari dorongan,” ujarnya.
Untuk itu, dia mengimbau, agar masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Tanah Karo untuk tidak mendekati seputaran gunung, khususnya zona merah yang sudah ditetapkan. Karena ancaman awan panas guguran dan erupsi Gunung Sinabung masih cukup tinggi.
“Seminggu belakangan ini, aktivitas guguran awan panas hampir terjadi setiap hari,” tegasnya.
Kubah lava di puncak Sinabung juga sudah cukup besar, hingga berpotensi terjadinya awan panas guguran yang mengarah ke sektor Tenggara Timur dan selatan, serta bisa juga ke arah lain.
Dan masyarakat dan wisatawan juga diimbau untuk menggunakan masker dan pelindung mata untuk mengantisipasi gangguan pernafasan dan penglihatan akibat dampak dari abu vulkanik.
Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah di relokasi, serta lokasi di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara. (deo/han)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Nurwahyuda (27), ahli waris sekaligus suami dari Rani Anggaraini, menerima asuransi kematian berupa uang sebesar Rp147.520.000 dan beasiswa pendidikan sampai tamat perguruan tinggi untuk anaknya sekitar Rp170 juta lebih.
SANTUNAN: Wakil Bupati Langkat, H Syah Afandin didampingi Deputi Direktur BPJamsostek wilayah Sumbagut, Panji Wibisana menyerahkan santunan kepada Nurwahyuda, ahli waris korban begal.
Santunan tersebut diberikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) kepada ahli waris Rani Anggraini, yang tewas karena dibegal perampok usai pulang kerja di areal perkebunan sawit, Rabu 23 September 2020 lalu.
Karena Rani Anggraini tercatat sebagai peserta BPJamsostek sejak Mei 2020. BPJamsostek hadir sebagai bentuk tanggung jawab negara kepada masyarakat.
Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Sumbagut, Panji Wibisana didampingi Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Binjai, T Haris Sabri Sinar dan Wakil Bupati Langkat, H Syah Afandin yang menyerahkan asuransi kematian serta beasiswa pendidikan tersebut di Aula Kantor Bupati Langkat, baru-baru ini.
Suami korban mengucapkan terima kasih kepada BPJamsostek. Sebab, instansi tersebut telah memberikan kemudahan untuk segala kepengurusan klaim atas kepesertaan istrinya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada bapak ibu di BPJS Ketenagakerjaan, semua urusan dibantu dan cepat selesainya, semoga uang ini dapat bermanfaat untuk kami terutama anak saya,” ujar ayah satu anak warga Afdelling II, Pasar I, Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat tersebut.
Sementara, Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Sumbagut, Panji Wibisana menjelaskan, santunan yang diberikan bukan sebagai pengganti rasa duka ahli waris. Namun, kata dia, lebih kepada pengobatan hingga upaya meringankan beban yang ditanggung keluarga atas kepergian sang istri.
“Sebelumnya, saya ingin mengungkapkan rasa belasungkawa kami kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga tetap sabar menerima cobaan ini,” kata dia.
“Di sini ingin saya sampaikan, santunan yang telah diberikan tadi kepada ahli waris Rani Angraini, bukanlah sebagai pengganti korban yang telah pergi. Namun, ini adalah wujud nyata kehadiran negara kepada masyarakatnya yang tertimpa musibah,” tambah dia.
Menurut dia, banyak manfaat yang diperoleh ketika menjadi peserta BPJamsostek. Dia menegaskan, untuk menjadi peserta BPJamsostek tidak hanya pekerja saja.
Masyarakat pun boleh. Manfaat dimaksud, mendapat klaim pembiayaan perobatan atas kecelakaan kerja yang tanpa batas, iuran relatif murah hingga santunan yang terbilang besar.
“Pada perinsipnya, BP Jamsostek adalah perpanjangan tangan negara dalam upaya menjamin kehidupan sosial warga negaranya. Artinya, BPJamsostek selalu memberikan yang terbaik kepada masyarakat dalam kepesertaannya di BPJS Ketenagakerjaan,” kata dia
“Apa saja manfaatnya dan kelebihannya? Iurannya kecil, jika terjadi kecelakaan kerja pembiayaannya unlimited dan juga santunan yang diberikan juga sangat besar,” pungkasnya. (ted/han)
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan di Kabupaten Langkat, Pemrovsu akan membantu dalam pembenahan infrastruktur jalan menuju lokasi wisata Bukit Lawang dan Tangkahan.
Wisata Alam Bukit Lawang
Hal itu disampaikan Wagubsu H. Musa Rajekshah dalam Rapat Koordinasi tentang peningkatan wisata Tangkahan dan Bukit Lawang, di Hotel Jungle Inn, Bukit Lawang Bahorok, Langkat, Jumat (30/10).
Menurut Wagubsu, salah satunya adalah mengaspal jalan tembus dari Bahorok menuju Tangkahan. Hal ini dilakukan supaya jalan dari Bahorok ke Tangkahan lebih singkat.
Pihaknya meyakini, dua destinasi wisata alam di Kabupaten Langkat ini dinilai memiliki potensi pariwisata yang besar jika terus dibenahi. Jadi Pemprovsu akan terus mendorong kunjungan wisatawan di kawasan wisata Tangkahan dan Bukit Lawang.
“Potensi yang dimiliki Bukit Lawang dan Tangkahan sangat besar. Mengingat kawasan tersebut sudah dikenal luas, bahkan tidak hanya di Indonesia, juga di mancanegara. Juga dikenal sebagai tempat tinggal binatang endemik Indonesia yakni orang utan,” ungkap Wagubsu
Dengan rencana tersebut, Wagub berharap ekonomi Sumut bisa bangkit pada tahun 2021.
Rencana Pemprovsu yang disampaikan Wagubsu mendapat apresiasi dan dukungan Bupati Langkat, Terbit Rencana PA. “Kemajuan wisata, selain dapat meningkatkan PAD Langkat dan ekonomi kerakyatan. Selaras dengan visi misi Pemkab Langkat, yakni menjadikan Langkat yang maju, sejahtera dan religius melalui pengembangan pariwisata dan infrastruktur yang berkelanjutan,”ungkapnya. (yas/han)
CENDERAMATA: Wabup Langkat, Syah Afandin menyerahkan cenderamata kepada anggota Komisi X DPR RI, Prof.Djohar Arifin Husin pada kegiatan bimtek. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA diwakili wakil Bupati Langkat H.Syah Afandin membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) kemitraan strategi promosi pariwisata di era adaptasi kebiasaan baru untuk pasar Indonesia, Asean, Australia dan Oceania.
CENDERAMATA: Wabup Langkat, Syah Afandin menyerahkan cenderamata kepada anggota Komisi X DPR RI, Prof.Djohar Arifin Husin pada kegiatan bimtek. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
Bimtek ini, digelar atas kerja sama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) dengan anggota komisi X DPR RI Prof.Djohar Arifin Husin, di aula kampus STAI JM Tanjung Pura, Langkat, Senin (2/11)
Wabup dalam Bimtek tersebut mengatakan, Pemkab Langkat sangat mendukung dan siap berpartisipasi atas telaksananya Bimtek. Sebab wujud kepedulian terhadap dunia usaha, dalam meningkatkan kapasitas menghadapi pelemahan ekonomi akibat Covid- 19 yang sudah mulai dirasakan semua sektor kehidupan.
Selain itu, kata Wabub, Bimtek ini sesuai dengan visi misi Pemkab Langkat, menjadikan Langkat yang maju,sejaterah,dan religius melalui pengembangan pariwisata dan infrastruktur yang berkelanjutan.
Untuk itu, , pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Prof.Djohar Arifin dan Kemenparekraf, atas kepedulian serta kesediaan manjadikan Kabupaten Langkat sebagai lokasi Bimtek, yang sangat bermanfaat memberikan wawasan pengetahuan bagi pelaku UMKM.
Kepada seluruh peserta bimtek selamat mengikuti kegiatan dan bersunguh-sunguh dalam kegiatan ini, guna kebangkitan perekonomian kita di Langkat,” “Sembari mengajak, agar masyarakat terus terlibat dan membantu program pemerintah untuk meningkatkan kekuatan ekonomi bangsa, yakni mencintai dan mengkosumsi produk dalam negeri.” Imbuhnya
Sementara Direktur Pariwisata Kemenparekraf RI, Bulkis Karina menjelaskan, Bimtek ini digelar karena sektor pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak dari pandemi virus corana.
“Sebab objek wisata terpuruk itulah, pihaknya perlu mendorong ekonomi kreatif untuk membangkitkan perekonomian, serta sertifikasi para pelaku ekonomi kreatif.Terutama para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang berada di wilayah wisata,”sebutnya.
Senada dengan hal tersebut Prof Djohar Arifin menyampaikan, Bimtek ini bertujuan mendukung dan mengembalikan perputaran ekonomi keratif yang terpuruk akibat Covid-19. Semoga bangkit untuk perekonomian yang ada di Langkat,
Prof Djohar sangat berharap kepada peserta Bimtek yang terdiri dari pelaku UMKM dari kalangan masyarakat dan mahasiswa yang berjumlah kurang lebih 50 orang, memanfaatkan momen ini dengan baik, yakni dengan mendengarkan isi materi yang disampaikan nara sumber.
“Semoga ilmu ini, bermanfaat untuk para peserta dan dapat di implementasikan bagi para pelaku usaha untuk mendongkrak perekonomian kerakyatan,”sebutnya. (yas)
TINJAU: Gubsu Edy Rahmayadi bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI, Sofyan Djalil meninjau lokasi pembangunan Sport Centre Sumut di Desa Sena, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deli Serdang,
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Rencana pembangunan pusat olahraga Sumatera Utara atau Sumut Sport Centre (SSC) di Desa Sena, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, terancam tersendat. Pasalnya, Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi PTPN II atas lahan SSC dan memutuskan, bahwa 87 hektare dari 300 hektare lahan itu merupakan milik masyarakat penggarap.
TINJAU: Gubsu Edy Rahmayadi bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI, Sofyan Djalil meninjau lokasi pembangunan Sport Centre Sumut di Desa Sena, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deli Serdang,
Meski demikian, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tetap optimis bahwa pembangunan SSC akan berlanjut sesuai perencanaan yang telah disusun. Edy bahkan dengan sangat percaya diri menyebut, keputusan kasasi MA atas pokok persoalan dimaksud adalah hoaks.
“Ah bohong itu, hoax,” ujarnya menjawab wartawan usai memimpin rapat pelaksanaan pembayaran ganti rugi bangunan dan tanaman di atas lahan SSC di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (2/11).
Saat ini, ungkap dia, progres atas lahan 300 hektare itu terus berjalan. Pada rapat itu, dibahas seperti apa mekanisme pembayaran ganti rugi kepada masyarakat penggarap yang memanfaatkan luas lahan 87 hektare pada areal rencana pembangunan SSC. “Inikan berjalan. Tadi, hari ini kita rapat tentang bagaimana teknisnya memberikan satu hati, penggantian yang orang-orang ada tanaman, ada rumah itu dia,” tuturnya.
Seperti diketahui, Pemprov Sumut pada 6 April lalu telah membayar ganti rugi atas lahan 300 hektare itu sebesar Rp152 miliar kepada PTPN II. Akankah dengan masalah ini dana tersebut menjadi hangus nantinya? Edy menegaskan bahwa itu tidak benar. “Masa hari gini percaya dengan gituan,” katanya.
Menurut dia, pihak yang punya kewenangan membereskan persoalan ini adalah PTPN II. “Itukan HGU yang berhak adalah PTPN. Nah PTPN menyerahkan ke negara 300 Hektare untuk sport center dalam rangka PON 2024, di dalamnya ada tanaman, ada rumah-rumah, ada penggarap. Itulah tadi yang dibicarakan ini, bagaimana menyelesaikannya, tidak tumpang tindih,” ucapnya.
Mengenai gugatan perdata masyarakat penggarap, Kepala BPN Sumut, Dadang Suhendi menyampaikan, bahwa tim penegakan hukum mafia tanah sudah selesai di Polda Sumut. Artinya menurut dia, Polda Sumut sudah menyelesaikan berkas tersebut untuk dikirimkan ke kejaksaan. “(Di Poldasu) sudah P19. Di kejaksaan juga sudah berproses untuk P21. Hanya saja kebetulan ada gugatan perdata ke PTPN II dari masyarakat yang mengklaim memenangkan perkara itu, dan ini pun sedang berproses. Baik terhadap dokumennya dan penggunaan dokumennya,” katanya.
Ia menekankan tidak mau masuk ke ranah atas penilaian keputusan kasasi MA tersebut. “Yang bisa katakan tidak benar adalah pengadilan. Karena penyidik Ditrekrimum Polda Sumut sudah melakukan penyidikan dan sudah melimpahkan ke kejaksaan. Artinya, itu sudah memenuhi syarat secara pidana atas pemeriksaan dokumen yang dijadikan dasar gugatan perdata oleh mereka. Jadi itu bukan kapasitas kami, dan masih berproses,” terangnya.
Selanjutnya atas penilaian ganti rugi tanaman dan bangunan di lokasi tersebut, Dadang mengatakan itu merupakan kewenangan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Ia mengaku satgas masih bekerja untuk itu. Termasuk segera dibentuk tim validasi lapangan agar tidak terjadi manipulasi data terhadap yang mau diganti rugi oleh pemerintah.
Sekdaprovsu R Sabrina juga mengatakan pembangunan SSC tetap berjalan meski ada perkara gugatan dari kelompok masyarakat penggarap. Menurutnya, pembangunan SSC untuk kepentingan pemerintah, masyarakat dan nasional. “Tentu saja ada usaha-usaha kita untuk melakukan penyelesaiannya sebagaimana ketentuan hukum,” ujarnya.
Dikatakannya sesuai rapat yang dilakukan Pemprovsu dengan Menteri ATR/BPN Sofyan A Djalil, Gubsu dan Forkopimda Sumut, Rabu (29/7) lalu, bahwa lahan itu berstatus eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II. “Pak menteri juga heran, masa eks HGU sudah ada pemilik di atasnya, jadi menurut pak menteri bahwa lahan itu sudah sah milik Pemprov Sumut,” katanya. (prn)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masalah kualitas sumber daya manusia (SDM) ditengarai menjadi salah satu penyebab proses pembangunan, mulai dari perencanaan hingga implementasinya di Kota Medan belum berjalan maksimal.
Anang Anas Azhar.
Menurut Pengamat Komunikasi Politik, Anang Anas Azhar, minimnya kualitas SDM di Kota Medan membuat program-program pembangunan tak berjalan lancar.
“Beberapa orang terutama kepala dinas ditempatkan bukan pada bidangnya, sehingga masalah-masalah yang ada di instansi atau dinas tertentu tidak bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Anang di Medan, Senin (2/11).
Bisa jadi, kata dia, Pemko Medan kekurangan SDM untuk ditempatkan pada posisi-posisi strategis. Karena itu, SDM yang ada ditempatkan pada posisi tertentu tanpa mempertimbangkan keahlian. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap kinerja instansi tersebut.
“Masalahnya, sejak lama Pemko Medan seolah-olah berdiam diri. Program peningkatan kapasitas dan kualitas SDM pun terkesan program rutin tanpa inovasi,” ungkap Anang yang juga akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
Dia menyebutkan, satu dari dua paslon yang bertarung di Pilkada Medan 2020 ada yang mengusung visi dan misi dalam bidang pendidikan. Program yang bakal dibuat adalah pengiriman pelajar ke Timur Tengah dan beberapa negara Eropa dengan skema beasiswa. “Misi ini sangat bagus, terutama dalam upaya meningkatkan kapasitas SDM di Medan. Bukan hanya berguna untuk Pemko Medan, tapi yang paling utama adalah peningkatan kapasitas di masyarakat,” tuturnya.
Diungkapkan Anang, selama ini banyak pelajar dari Medan yang telah bersekolah di Timur Tengah dan beberapa negara lain di luar negeri. Namun, ketika mereka lulus, sebagian besar dari mereka justru tak pulang ke Medan untuk membesarkan daerah. “Banyak yang memilih tinggal di luar negeri, banyak juga yang ke luar daerah,” ucap dia.
Untuk itu, sambung Anang, dengan program yang diusung salah satu paslon tersebut, otomatis mereka akan pulang ke Medan. Beasiswa akan diberikan penuh, dengan catatan mereka harus pulang ke Medan setelah lulus. Artinya, ada komitmen yang dibuat di awal.
“Paslon yang mengusung program tersebut tak pusing memikirkan anggaran beasiswa yang akan diberikan, apalagi akan sangat memberatkan jika ditampung dalam APBD. Dengan memiliki aksesibilitas tinggin baik di daerah hingga pusat, tentu bisa mendapatkan dana CSR perusahaan dengan mudah. Terlebih, di Medan ini ada ribuan perusahaan swasta. Ambil saja 10 persen CSR dari mereka untuk program beasiswa ini, angka itu sudah sangat banyak. Tentu ini program yang sangat bagus untuk jangka panjang,” jelasnya.
Anang menilai, program pengembangan SDM tersebut merupakan terobosan baru yang sangat baik di Medan. Di sisi lain, paslonnya sendiri memenuhi kriteria yang diinginkan masyarakat Medan untuk memperbaiki Kota Medan yakni energik dan memiliki kapasitas. “Pemimpin energik itu memiliki kapasitas dengan jaringan yang tidak hanya ditingkat kota tapi juga ke tingkat pusat. Jaringan itu perlu untuk membangun Kota Medan. Dari dulu kota ini dibangun oleh janji-janji pemimpinnya tapi belum ada teralisasi sepenuhnya,” sebut Anang.
Lebih lanjut dia mengatakan, dengan kepemimpinan paslon itu juga nantinya, infrastruktur Kota Medan akan dibangun secara luar biasa. Sebab, sangat mudah melakukan koordinasi dan konsolisasi pada anggaran pusat yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) yang lebih besar diberikan ke Kota Medan.
Bukan hanya itu, paslon tersebut telah mendapat dukungan dari para ulama. Ini tentunya merupakan signal bahwa umat Islam memiliki pemimpin yang dekat dengan ulama-ulama. Apalagi, pada visi paslon tersebut mengusung pengembangan SDM keagamaan dengan cara mengirim lulusan pesantren ke Timur Tengah lewat skema beasiswa.
“Para alumni pesantren bisa dikuliahkan di universitas Timur Tengah, dan setelah tamat mereka bisa pulang untuk membangun Medan. Ini visi keagamaan yang harus didukung, tetapi tidak bisa kerja sendiri dan butuh pendamping dari tokoh agama dan intelektual,” cetusnya.
Oleh sebab itu, Anang menuturkan, diminta kepada masyarakat jangan mau terjebak dengan isu-isu politik. Padahal, paslonnya punya kapasitas membangun Kota Medan. “Masalah di Kota Medan ini banyak, mulai dari masalah sosial, anak-anak terlantar di pinggir jalan, SDM anak-anak yang mau kuliah tapi tidak bisa kuliah karena terkendala dana. Belum lagi masalah infrastruktur, banjir dan macet,” paparnya.
Ia menambahkan, dengan banyaknya permasalahan tersebut, di bawah kepemimpinan paslon itu, secara perlahan akan diperbaiki. “Banyak masalah di Medan ini yang belum bisa diselesaikan. Sudah saatnya Medan memiliki pemimpin yang punya kapasitas dan komitmen kuat untuk menyelesaikan masalah-masalah itu,” pungkasnya. (ris)
Teks foto : Pengamat Komunikasi Politik, Anang Anas Azhar. (Istimewa)
BERSAMA: LPPM USU foto bersama disela-sela pengabdian masyarakat di elurahan Terjun, Medan Marelan.
bagus/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – LPPM Universitas Sumatera Utara (USU) terus berkontribusi dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19 dengan bekerja sama Kelurahan Terjun, Medan Marelan.
BERSAMA: LPPM USU foto bersama disela-sela pengabdian masyarakat di elurahan Terjun, Medan Marelan.
bagus/sumutpos.
Kegiatan itu sebagai wujud pengabdian masyarakat sekaligus menjadikan Keluruhan Terjun sebagai kawasan Siaga Covid-19.
Ketua Tim Pengabdian Pada Masyarakat USU, Destanul Aulia, SKM, MBA, MEc, PhD, mengatakan, pemodelan dilakukan dengan memberdayakan masyarakat dalam forum siaga Covid-19 Kelurahan Terjun.
Kegiatan yang dilakukan di antaranya, pendataan kesehatan warga, mencari faktor penyebab penularan Covid-19 dan potensi wilayah, musyawarah masyarakat, menyusun kegiatan dan pelaksanaannya serta keberlangsungan kegiatan.
“Kita mensosialisasikan, perilaku hidup sehat sebagai bentuk penguatan kapasitas anak dan keluarga, dengan melakukan cuci tangan pakai sabun dan kelestarian lingkungan serta cara membuat sanitizer,” kata Aulia, baru-baru ini.
Camat Medan Marelan, Muhammad Yunus mengatakan, kegiatan ini sangat positif dan para peserta yang merupakan kader kelurahan diharapkan dapat menerapkan kembali pembelajaran yang diperoleh kepada masyarakat umum.
Sebelumnya, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat USU, Prof Dr Dra Ida Yustina, MSi, menandatadangani MoU dengan Camat Medan Marelan, Muhammd Yunus terkait desa binaan FKM USU di Kelurahan Medan Marelan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Marelan dr Tissa Hasibuan mengatakan, berbagai dilema terjadi saat pelaksanaan pencegahan Covid-19. Salah satunya adalah penolakan dari warga. “Hal ini membuat pihaknya harus bekerjasama dengan pihak kepolisian dan Babinsa Koramil 10 ML,” pungkasnya.(gus/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut akhirnya kembali membuka seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) akhir tahun ini. Kali ini jumlahnya lebih banyak, yakni 19 jabatan eselon II yang dilelang. Dari 19 jabatan itu, ada 17 jabatan yang memang kosong atau hanya dijabat pelaksana tugas (Plt).
Sementara, dua jabatan lagi yakni Kadispora dan Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi, yang dijabat seorang pejabat defenitif juga ikut dilelang. Kadispora dijabat Baharuddin Siagian. Sementara Kadis Bina Marga dijabat Armand Effendy Pohan.
Informasi lelang jabatan ini sudah diumumkan Pemprov Sumut melalui www.sumutprov.go.id. Dalam surat berkop Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprovsu No: 001/SJPTP/X/2020 dan ditandatangani Sekdaprovsu R Sabrina, disebutkan 19 jabatan yang akan dilelangn
Mulai dari jabatan Kepala Biro Hukum hingga Kepala Dinas Bina Marga. Pendaftaran Seleksi sendiri dibuka sejak 27 Oktober 2020 hingga 10 November 2020 untuk seleksi berkas. Pada 12 November 2020, akan diumumkan hasil seleksi administrasi. Sedangkan ujian tertulis dan makalah dilakukan pada 21 November 2020. Assesment test dilakukan pada 23 dan 23 November 2020. Penilaian akhir dilakukan pada rentang 9 Desember 2020 sampai 15 Desember 2020. “Hasilnya akan diserahkan ke Gubsu pada 15 Desember 2020,” tulis pengumuman itu.
Menyikapi ini, pengamat kebijakan publik, Elfenda Ananda mengatakan, Pemprov Sumut melalui pansel mesti menjelaskan ke publik kenapa posisi pejabat definitif di instansi tersebut, dilelang jabatannya. “Apakah memang misalnya ada sesuatu yang mungkin ingin dicapai, atau memang tidak optimal kinerjanya sehingga mau dilelang,” ujarnya menjawab Sumut Pos, Senin (2/11).
Sebab menurut dia, jika ingin dilihat dari konteks evaluasi, upaya dimaksud mestinya sudah dilakukan dari internal Pemprovsu sendiri terutama soal capaian-capaian yang ingin diraih seperti apa. ”Jangan sampai lelang jabatan kali ini hanya semacam rotasi tanpa diperkuat alasannya. Apalagi OPD seperti Dinas Bina Marga itu kan strategis ya, kenapa dilelang kembali. Saya kira publik pantas mempertanyakan ini,” ujarnya.
Meski demikian, kata pria yang akrab disapa El, pembukaan lelang jabatan ini merupakan otoritas gubernur selaku kepala daerah dan pengguna atas perangkat kerjanya. “Ya, memang tidak ada pula aturan mengikat soal itu terhadap gubernur. Karena sesuai ketentuan dia diberi kebebasan memilih perangkatnya. Sah-sah saja itu dia lakukan, namun ada pengecualian ketika dia sengaja memarkirkan seorang pejabat tanpa alasan yang kuat, itu yang tak boleh,” terangnya.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sebelumnya menyebutkan, segera membuka seleksi terbuka pada posisi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih lowong ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
Diakuinya, sudah dua tahun ini memelajari tupoksi dan kemampuan sumber daya manusia yang ada di Pemprovsu. Dirinya dan Wagubsu Musa Rajekshah mulai kini akan memastikan orang yang disiapkan untuk mengawaki OPD bersangkutan, adalah sosok yang mampu menyelesaikan tupoksi dan target yang dibebankan. ”Ini nanti harus kita evaluasi lagi, apakah targetnya terlalu tinggi atau orangnya tidak mampu. Intinya laksanakan tugas pokok dengan baik, dan bertanggungjawab penuh dengan pekerjaannya,” katanya.
Mengenai pelantikan eselon III, disebut Edy masih akan dilakukan dua gelombang lagi. Sedangkan pelantikan eselon II akan dilaksanakan sekali lagi sembari membuka kegiatan open bidding. “Karena tidak mungkin dilakukan sekaligus mengingat kondisi Covid-19 saat ini. Dan mekanismenya tetap dilakukan oleh Baperjakat,” pungkasnya. (prn/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi IV DPRD Medan mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk menerapkan sanksi tegas terhadap pemilik bangunan yang melanggar Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB). Sebab, saat ini bangunan bermasalah semakin menjamur di Kota Medan. Komisi IV DPRD Medan juga mendesak Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, Benny Iskandar untuk bertindak tegas menertibkan bangunan bermasalah di Kota Medan.
ILUSTRASI IMB
Anggota Komisi IV, Antonius Devolis Tumanggor menuding kinerja Dinas PKPPR dan Satpol PP sangat lemah. “Setiap kita mempertanyakan realisasi penindakan, selalu buang badan. Ini bukti kerja tidak serius. Kalau tak sanggup, bagus mundur saja Kadisnya. Kita selalu dibola-bola, anggota dewan ini bukan kaleng kaleng,” ujar Antonius saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) evaluasi terhadap bangunan bermasalah di kota Medan, di ruang banggar gedung DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No.1 Medan, Senin (2/11).
Dalam rapat, hadir anggota dewan Komisi IV yang dipimpin Ketua Komisi Paul Mei Anton Simanjuntak didampingi anggota seperti Dedy Akhsyari Nasution, Dame Duma Sari Hutagalung, David Roni Ganda Sinaga, Edwin Sugesti dan Antonius Devolis Tumanggor.
Hadir juga mewakili Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan Ashady Cahyadi Lubis, dan sejumlah pejabat Pemko Medan yang mewakili Satpol PP serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan.
Sementara itu, Ketua Komisi IV Paul Mei Anton Simanjuntak menyayangkan kinerja Dinas PKPPR Kota Medan yang tidak tegas dalam mengawasi bangunan menyalah. Sehingga, akibat lemahnya penindakan, Pemko Medan menjadi kehilangan PAD dalam jumlah yang cukup banyak.
“Kita sering rapat evaluasi terhadap bangunan bermasalah. Bangunan yang menyalah tidak pernah tuntas bahkan tetap berdiri tegak. PAD tidak bisa ditarik bahkan bangunan terus merusak estetika kota. Hal itu yang perlu kita sikapi bersama,” timpal Anggota Komisi IV DPRD Medan, Edwin Sugesti Nasution
Parahnya, sambung politisi PAN itu, bangunan menyalah terus bertambah bahkan menjamur. “Kesannya terjadi pembiaran dan lemahnya pengawasan,” ujarnya.
Menurut Edwin, menjamurnya bangunan menyalah diakibatkan tidak adanya penindakan tegas dari Pemko Medan. Untuk itu, bangunan tanpa SIMB harusnya dilarang melakukan kegiatan usaha apa pun. Sehingga, pemilik bangunan akan berfikir ulang untuk membangun tanpa SIMB.
Sedangkan anggota Komisi IV DPRD Medan, David Roni Ganda Sinaga tampak berang saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas PKPPR Kota Medan. Amarah Roni memuncak saat menyikapi jawaban dari Kabid Pengawasan Dinas PKPPR Kota Medan, Ashadi Cahyadi Lubis terkait bangunan bermasalah di Kota Medan.
“DPRD ini jangan kalian anggap taman kanak-kanak. Jawaban kalian ketika mendatangi bangunan karena gerbang bangunannya terkunci, lantas bangunan bermasalah jadi tidak bisa ditertibkan. Ini kan jawaban untuk anak-anak,” cetus David.
Kata David lagi, kalau memang bidang pengawasan memiliki niat untuk menertibkan bangunan bermasalah, pihaknya bisa saja melakukan pembongkaran terhadap kunci pagarnya. Apalagi, setiap upaya penindakan sudah pasti terlebih dahulu diberikan peringatan.
“Jelas sudah menyalah, kan ada upaya lain. Kok gampang kali jawabnya gak bisa ditertibkan karena pagarnya dikunci. Bagaimana sistem kerja PKPPR ini,” pungkasnya.
Menanggapi hal ini, para OPD Pemko Medan yang hadir dalam RDP itu menyebutkan jika pihaknya akan menindaklanjuti poin-poin yang disampaikan oleh para wakil rakyat di Komisi IV yang menjadi counterpart nya. (map/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hampir setahun kerusakan dan lubang di Jalan Luku I, Kwala Bekala, Medan Johor, tak juga diperbaiki Pemko Medan. Karena tak ada kepastian kapan diperbaiki, warga setempat berinisiatif menimbun sebagian jalan yang rusak karena menghambat laju kendaraan yang melintas.
Ilustrasi
Menurut penuturan Nasib (47), penduduk sekitar, warga menimbun jalan yang rusak dengan tanah dan bebatuan. Sebab, kondisi kerusakan jalan yang berlubang ternyata cukup dalam hingga setengah betis orang dewasa. “Jalan rusak ini (Luku I) sudah lama tidak diperbaiki, makanya warga berinisiatif menimbunnya tapi baru sebagian,” ungkapnya, Minggu (1/11).
Kata Nasib, jalan rusak dan berlubang tersebut rawan terjatuh bagi pengendara sepeda motor. Sewaktu hujan deras, jalan yang berlubang tidak kelihatan karena tertutup air. “Lubangnya cukup dalam kira-kira setengah betis orang dewasa, makanya rawan menyebabkan pengendara sepeda motor terjatuh,” ucapnya.
Selain lubang, lanjut dia, jalan yang tidak rata karena ditimbun beberapa kali juga rawan menyebabkan pengendara roda dua terjatuh. Oleh karena itu, Nasib berharap jalan tersebut dapat segera diperbaiki dan diaspal kembali. “Tujuan warga menimbun jalan itu supaya enggak jatuh orang (pengendara) yang lewat. Akan tetapi, jalannya malah jadi makin enggak rata. Maka dari itu, Pemko Medan diminta secepatnya memperbaiki jalan tersebut,” ujar Nasib.
Tak jauh beda disampaikan D Sembiring (38), yang juga warga sekitar. Diutarakannya, kerusakan Jalan Luku I cukup parah mulai di sekitar lapangan bola hingga menuju ke simpang Jalan Pintu Air IV. “Paling parah yang rusak jalannya di dekat TK Pilar Kasih, lubangnya cukup dalam. Setiap pengendara yang melintas selalu berusaha menghindari dan jalan di pinggir,” ujarnya.
Dikatakan dia, apabila jalan tersebut diaspal dengan maksimal maka akan tahan lama atau tidak cepat rusak. “Kalau cuma ditempel aja, ya jelas cepat rusaklah. Untuk itu, kita harapkan adanya perhatian serius dari pemerintah kota,” tambahnya.
Menanggapi Jalan Luku I yang rusak dan berlubang, Camat Medan Johor Zulfakhri Ahmadi mengaku, perbaikan jalan sudah diajukan ke Musrenbang. Namun demikian, realisasi yang dilakukan oleh Dinas PU Kota Medan baru separuh jalan. “Kalau kami dari Kecamatan sudah ajukan itu, tapi realisasinya baru setengah. Belum sampai seluruhnya hingga perbatasan Kecamatan Medan Tuntungan,” ujarnya. (ris/ila)