BERSAMA: Tia Ayu Anggraini bersama atlet taekwondo Dojang Lumba-lumba.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi E DPRD Sumut Tia Ayu Anggraini didaulat menjadi Pembina Dojang Lumba-lumba Belawan. Pasalnya politisi muda Partai Gerindra ini dianggap peduli terhadap dunia olahraga Sumatera Utara khususnya Kota Medan.
Dalam pidatonya, Tia berharap olahraga di Sumut khususnya Dojang semakin maju dan menjadi olahraga prestasi yang bisa dibanggakan.
“Kepada adik-adik dan pejuang olahraga, mari kita tingkatkan prestasi kita melalui Dojang Lumba-lumba Belawan ini. Saya mengapresiasi amanah yang disematkan ke saya, Insha Allah bersama kita bangun sportifitas,” katanya, Minggu (1/11) kemarin.
Lebih lanjut dikatakan, mewujudkan Medan sebagai kota atlet bukan lah hal yang mustahil. Jika semua atlet yang tergabung dalam Dojang Lumba-lumba Belawan giat berlatih, impian itu bisa terwujud.
“Yang terpenting kerja keras, semangat dan konsisten dalam berlatih. Kota Medan tidak akan kalah dengan kota-kota besar lainnya. Kita juga punya bibit atlet yang sering mengharumkan nama Sumatera Utara khususnya untuk Kota Medan di tanah air bahkan internasional,” sebutnya.
Sebelumnya, Ketua Dojang Lumba-lumba Belawan Bambang Muliadi Harahap sangat mengharapkan Dojang Lumba-lumba Belawan berhasil membawa atletnya menjadi lebih baik di kancah nasional
Di bawah asuhan Saboem Bobi Dojang Lumba-lumba Belawan yang senantiasa menjadikan atlet disiplin, tanggung jawab serta mandiri dalam bersikap.
“Saya selaku Ketua Dojang Lumba-lumba Belawan beserta pengurus terus berkonsolidasi ke dalam untuk terus menerus membina atlet agar semangat berprestasi. Dojang tak bosan-bosannya mengucapkan terima kasih kepada Pengcab Kota Medan, Danlantamal I Belawan serta Ibu Tia Ayu Anggraini selaku pembina Dojang Lumba-lumba Belawan. Salam olahraga,” ucapnya. (map)
SAMBUTAN: Eddy Tanoto (kiri), anak bungsu Tamin Sukardi, menyampaikan sambutan mewakili keluarga pada acara penghormatan terakhir almarhum Tamin Sukardi di Vihara Suwarnadwipa Taman Simalem Resort, Kabupaten Karo, baru-baru ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – “Jangan pernah merendahkan seorang manusia dan menyusahkan orang lain”, Nasehat itulah yang selalu diingat putera puteri Tamin Sukardi, semasa hidup.
SAMBUTAN: Eddy Tanoto (kiri), anak bungsu Tamin Sukardi, menyampaikan sambutan mewakili keluarga pada acara penghormatan terakhir almarhum Tamin Sukardi di Vihara Suwarnadwipa Taman Simalem Resort, Kabupaten Karo, baru-baru ini.
Eddy Tanoto, anak bungsu dari Tamin Sukardi menyatakan selama masa hidupnya, almarhum ayahnya Tamin Sukardi, senantiasa memberikan nasehat dan saran kepada putera-puterinya, termasuk kepada manajemen dan staf perusahaan.
Eddy menyebut, setidaknya ada tujuh poin penting yang selalu mereka ingat dari nasehat Tamin Sukardi, di antaranya jangan pernah merendahkan seorang manusia, apalagi sampai menyusahkan orang lain. Semua hal sudah ditakdirkan, tidak usah memaksakan kehendak hanya untuk menang sendiri.
“Semua nasehat berharga itu masih terngiang dalam ingatan kami, sebagai anak tentu kami akan menjalankan semua nasehat yang disampaikan Bapak. Mohon doanya, semoga kami mampu melaksanakannya,” ujar Eddy Tanoto dalam sambutannya pada acara penghormatan terakhir kepada almarhum Tamin Sukardi di Vihara Suwarnadwipa, Taman Simalem Resort, Kabupaten Karo baru-baru ini.
Eddy mengatakan, sungguh merupakan suatu pukulan yang berat baginya sekeluarga tatkala mendapati kenyataan, bahwa sang bapak betul-betul telah meninggal dunia. Eddy mengaku selama hidupnya, Tamin Sukardi telah memberikan yang terbaik buat keluarga, istri, anak, cucu dan juga semua karyawan dan teman relasinya.
“Beliau mengajarkan kita semua untuk hidup sederhana. Dengan dipanggilnya Pak Tamin menunjukkan bahwa Tuhan sangat mengasihi bapak kami. Dan sekarang, tinggallah kami sebagai keluarga yang akan melanjutkan nilai-nilai kebajikan almarhum yang telah teladankan kepada kami semasa hidupnya,” ungkap Eddy dengan nada sedih.
Ia menyatakan, atas nama keluarga besar Tamin Sukardi mengucapkan syukur dan terima kasih kepada rekan-rekan yang sudah meringankan langkah untuk hadir diacara penghormatan terakhir untuk almarhum bapaknya.
Seorang pengusaha dermawan Tamin Sukardi meninggal di RS Royal Prima Medan, Sabtu (24/10) pagi karena gagal jantung setelah menjalani perawatan Covid-19. Sorenya, jenazah pria berumur 77 tersebut langsung dikremasi di Tanjung Morawa dengan diiringi hujan lebat, seolah alam ikut bersedih atas kepergian seorang tokoh masyarakat sebelum waktunya.
Empat hari setelah meninggalnya Tamin Sukardi, keluarga menggelar acara penghormatan terakhir untuk almarhum di Vihara Suwarnadwipa Taman Simalem Resort. Diiringi isak tangis, ratusan masyarakat multi etnis dari berbagai suku dan agama turut beri penghormatan terakhir kepada almarhum Tamin Sukardi. Mereka yang merupakan karyawan dan kerabat dekat ini datang dari berbagai daerah dengan mematuhi protokol kesehatan ke acara penghormatan terakhir Tamin Sukardi.
Acara yang turut dihadiri Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Komandan Kodim 0205/TK Letkol Kav.Eko Yuli Hardianto berlangsung khidmat di tengah hembusan angin yang sejuk dan cuaca yang cerah.
Bupati Karo Terkelin Brahmana menyatakan, sedih telah kehilangan salah satu tokoh pembangunan yang selama ini cukup peduli dengan perkembangan pariwisata di Kabupaten Karo. Terkelin menyatakan, semasa hidupnya, Tamin Sukardi tidak pernah menyombongkan diri atas berbagai prestasi yang pernah diukirnya. Terkelin menyebut diantara prestasi fenomenal yang menunjang kemajuan pariwisata di Karo adalah berdirinya Hotel Sibayak dan Taman Simalem Resort.
“Jasa-jasa almarhum Tamin Sukardi ini bisa diingat sampai anak cucu kita,” kata Terkelin saat menyampaikan sambutan di acara tersebut.
Sementara, Fachruddin Rifai selaku kuasa hukum Tamin Sukardi menyayangkan, diakhir hayat Tamin Sukardi menjadi korban konspirasi dimana proses hukum terhadap almarhum dipaksakan oleh oknum-oknum penguasa. “Bagaimana seorang swasta seperti Tamin Sukardi dapat dihukum sendiri melakukan korupsi aset yang sudah tidak dimiliki PTPN II. Ini pertanyaan yang akan meninggalkan polemik hukum kepada generasi mendatang,” kata Fachruddin sembari menambahkan kasus tanah eks HGU merupakan hal yang sangat mudah diselesaikan, apabila pemerintah mau bersandar kepada undang-undang dan peraturan tentang pertanahan dan BUMN. (ris)
OPERASI YUSTISI: Jajaran Polsek Tebingtinggi dan Polsek Sipispis saat melakukan operasi yustisi di warkop dan kafe. sofian/SUMUT POS.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Polsek Sipispis dan Polsek Tebingtinggi melaksanakan operasi yustisi dalam rangka penegakan Protokol Kesehatan Covid-19, Sabtu(31/10).
OPERASI YUSTISI: Jajaran Polsek Tebingtinggi dan Polsek Sipispis saat melakukan operasi yustisi di warkop dan kafe. sofian/SUMUT POS.
Kapolsek Sipispis AKP Syaipullah mengatakan, dari operasi yustisi yang dilakukan, sebanyak 10 orang warga diberikan sanksi teguran secara tertulis, dan 30 orang teguran lisan. “Operasi yustisi dilakukan di warkop, kafe dan tempat keramaian lainnya,”ujar AKP Syaipullah, Minggu (1/11).
Disebutkan Syaipullah, pihaknya juga melakukan bagi-bagi masker gratis kepada warga yang tidak memakai masker saat berada di luar rumah.
“Kebanyakan warga yang terjaring dari kalangan anak remaja. Hampir keseluruhan tidak pakai masker saat kumpul-kumpul di kafe dan warkop,”terang Syaipullah.
Selain untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, lanjut AKP Syaipullah, pihaknya juga menyosialisasikan 4M, mencuci tangan, memakai masker, menjauhi tempat keramaian dan menjaga jarak.
“Kami juga melakukan pemantauan adanya balap liar dan aksi premanisme dan memberikan rasa aman kepada masyarakat tentang curat dan curas di wilayah hukum Polres Tebingtinggi,”pungkasnya. (ian/han)
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Tahun 2021, Pemko Tebingtinggi akan memfasilitasi mahasiswa asal Kota Tebingtinggi yang melanjutkan pendidikan tingkat tinggi atau setingkatnya di Kota Medan, berupa mess.
Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan.
“Melihat semangat pelajar asal Tebingtinggi untuk menimba ilmu lebih tinggi, maka kita terdorong untuk membantu dan hal ini nanti diberikan sesuai kriteria yang ada,” ujar Umar Zunaidi, Sabtu (31/10).
Menurut Umar, para pelajar Tebingtinggi pada dasarnya memiliki minat yang cukup tinggi untuk menempuh sekolah yang lebih tinggi setingkat universitas, akan tetapi karena kondisi ekonomi orangtua yang tidak cukup memadai untuk membayar kos-kosan di Medan, keinginan itu banyak berhenti di tengah jalan.
“Untuk itu, nantinya akan kita cari tempat mess atau kos-kosan di daerah mana anak asal Kota Tebingtinggi kuliah, untuk di sewa. Mungkin kita tidak mampu membeli, tapi kalau menyewa saya kira Pemko Tebingtinggi masih mampu,” jelasnya.
“Semoga tidak ada kendala, namun hal ini menjadi program prioritas kami di tahun 2021. Mari sama sama kita pantau dan kawal, hal ini juga akan kami ajukan kepada DPRD Kota Tebingtinggi,”sambung Umar Zunaidi Hasibuan. (ian/han)
Juru bicara GTPP Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sepanjang libur dan cuti bersama nasional, kasus penyebaran Covid-19 di Kota Tebingtinggi mengalami peningkatan. Terhitung hingga tanggal 1 November 2020, warga terpapar Covid-19 mencapai 159 orang, sembuh 120 orang, terkonfirmasi positif dan sedang menjalani perawatan sebanyak 28 orang, meninggal dunia sebanyak 11 orang, suspec sebanyak 21 orang, dan sudah lewat masa pantau sebanyak 2.195 orang.
Juru bicara GTPP Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia.
Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan (GTPP) Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia mengimbau agar masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Kami sudah semaksimal mungkin melakukan imbauan kepada masyarakat, agar taat dengan protokol kesehatan. Berbagai cara sudah dilakukan seperti melakukan razia Operasi Yustisi hampir setiap malam oleh Polri dan TNI dan Satpol PP, tetapi masyarakat masih banyak belum mematuhi protokol kesehatan. Inilah sebagai salah satu penyebab naiknya angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tebingtinggi,” ungkapnya, Minggu (1/11).
Nanang menambahkan, dengan adanya masyarakat mendatangi lokasi-lokasi wisata selama libur dan cuti bersama, dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru. “Masa libur dan cuti bersama, kami harapkan kepada masyarakat untuk tetap tinggal di rumah. Kita tidak tahu siapa di luar sana yang terkonfirmasi positif Covid-19, jika masyarakat tidak patuh protokol kesehatan, maka masyarakatlah yang akan menanggungnya sendiri. Kami, Tim GTPP Covid-19 sudah berulang kali mengimbau, jika masyarakat susah diatur, maka masyarakat sendiri yang merasakan nantinya,” ujar Nanang.
Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi ini lagi meminta kepada masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan. “Pakailah masker bila beraktivitas di luar rumah, cuci tangan di air mengalir, hindari tempat-tempat keramaian, dan jaga jarak. “Begitu juga dengan pemilik tempat tempat usaha hiburan, perhotelan, kafe dan rumah makan, diharuskan juga mematuhi protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan dan mengatur tempat duduk dengan jarak 1,5 meter, petugasnya juga harus memakai masker,” imbaunya.
Nanang mengungkapkan, pada Jumat (30/10), satu orang asal Kota Tebingtinggi meninggal dunia karena terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelumnya pasien berinisial MS (67) sudah mendapat perawatan di salah satu rumah sakit di Medan. Dan jenajah MS sudah dimakamkan di Perkuburan Muslim Kampung Wetan, Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi. (ian/han)
TANDATANGANI: Bupati Karo Terkelin Brahmana menandatangani kerjasama.SOLIDEO/ SUMUT POS.
KARO, SUMUTPOS.CO – Kabupaten Karo menduduki ranking 97 dalam Indeks Inovasi Daerah, Pusat Litbang Inovasi Daerah-Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (BPP Kemendagri).
TANDATANGANI: Bupati Karo Terkelin Brahmana menandatangani kerjasama.SOLIDEO/ SUMUT POS.
Dalam laman indeks.inovasi.litbang.kemendagri.go.id, dijelaskan Kabupaten Karo memiliki 51 jumlah inovasi, dengan skor 3.319.
“Prestasi yang diraih ini cukup memuaskan dalam indeks inovasi daerah kategori seluruh provinsi /kabupaten se-Indonesia. Pemkab Karo memiliki jumlah inovasi 51 dengan skor 3.319 dalam posisi mendapat ranking 97. sedangkan dalam posisi se-Sumatera Utara, Kabupaten Karo urutan ranking 3,” ujar Bupati Karo Terkelin Brahmana, Selasa (27/10).
Terkelin menjelaskan, indeks inovasi daerah penting untuk melihat kekurangan. “Mengukur tingkat inovasi di suatu daerah melalui indeks inovasi daerah, sangat penting. Sebab, kepala daerah dapat melihat kekurangan sebelumnya, sehingga dapat memacu dan mendorong ASN lebih tancap gas bekerja kreatif dan inovatif,” katanya.
Bupati Karo meminta kepada ASN di lingkup Pemkab Karo tetap semangat dan tetap bekerja sesuai regulasi. “Dan diharapkan untuk tahun berikutnya agar lebih baik dari sekarang ini. Sehingga mendapat penghargaan dari Innovative Government Award (IGA). Selain itu, keberhasilan dapat mendorong daya saing daerah, juga upaya untuk mewujudkan kemandirian daerah,” pungkasnya. (deo)
ARAHAN: Tim Bapenas RI memberikan arahan di Bappeda Kabupaten Langkat.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI berkunjung ke Kabupaten Langkat, dalam rangka identifikasi proses bisnis sistem pemantauan dan evaluasi serta pengadaan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan percepatan pencegahan stunting.
ARAHAN: Tim Bapenas RI memberikan arahan di Bappeda Kabupaten Langkat.
Tim Bappenas RI diwakili 3 orang, yakni Rando Nadeak, Agung Pratama Nugraha dan Samsul Hidayat disambut Kepala Bappeda Kabupaten Langkat, H.Sujarno beserta jajaran, di Aula Bappeda Kantor Bupati Langkat, Stabat, Selasa (27/10).
Rando Nadeak, Tim Bappenas RI mengatakan kunjungan yang dilakukan untuk mendapatkan hasil identifikasi proses bisnis sistem pemantauan dan evaluasi, serta penandaan anggaran pelaksanaan kegiatan percepatan pencegahan stunting, yang di kelola pemerintah daerah melalui badan atau dinas terkait. Dan untuk mengetahui sumber dan dana yang digunakan, baik dari pemerintah daerah maupun dana dari pemerintah pusat.
Selain itu, sambung Rando, kegiatan ini juga sesuai strategi nasional percepatan penurunan stunting 2018-2024. Dimana pelaksanaan konvergensi program dan kegiatan dilakukan dari tingkat pusat, daerah sampai tingkat desa.
Ditingkat kabupaten /kota sendiri, konvergensi intervensi penurunan stunting dilakukan melalui pelaksanaan 8 aksi integritas yang melibatkan lintas sektor dan OPD.
“Jadi, sehubung dengan itu semua, serta dalam rangka pengembangan sisten informasi KRISNA tematik stunting, tim Bapennas melakukan kunjungan ini,”terangnya.
Sementara, Sujarno menyampaikan, kasus stunting di Langkat sebelumnya 53 persen, namun ditahun 2019 Langkat berhasil menurunkan menjadi 18 persen. Hal ini dapat dicapai karena Pemkab Langkat melakukan penanganan serius dengan mengambil langkah – langkah preventif dalam penanganan stunting.
“Capaian ini dilakukan atas imbaun Gubsu H.Edy Rahmayadi dan arahan Bupati Langkat Terbit Rencana PA, untuk melahirkan generasi Langkat yang sehat dan cerdas,”ungkapnya.
Meski demikian, kata Sujarno, sampai saat ini Pemkab Langkat terus berupaya menekan angka stunting dengan target 10 persen di tahun 2020. Langkah-langkah yang akan diambil, di antaranya melibatkan instansi dan pihak terkait, yaitu Bappeda, Dinkes, Dinsos, PMD dan pihak terkait lainnya dalam penanganan.
Dengan melaksanakan koordinasi melalui Puskesmas, Posyandu Balita, Posyandu Ibu Hamil. Serta melakukan pemantauan oleh Camat, Kades/Lurah sampai Kepling. Dalam menyalurkan makanan yang sehat, vitamin dan hal lainnya, sehingga cakupan asupan gizi tersebut bisa mencegah stunting yas)
BIMTEK: Plt Asisten I Pemerintah Kabupaten Langkat, Basrah saat membuka bimtek yang digelar Dinas Pariwisata Langkat dan Direktorat Pemasaran Ekonomi Kreatif Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf RI.ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dinas Pariwisata Langkat bersama Direktorat Pemasaran Ekonomi Kreatif Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf RI, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pemasaran ekonomi kreatif kepada pelaku UKM Kabupaten Langkat, di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu, Rabu (28/10).
BIMTEK: Plt Asisten I Pemerintah Kabupaten Langkat, Basrah saat membuka bimtek yang digelar Dinas Pariwisata Langkat dan Direktorat Pemasaran Ekonomi Kreatif Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf RI. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
Dalam Bimtek tersebut, perwakilan Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Yuana Rochma Astuti mengatakan, sektor pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak dari pandemi Covid-19. Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia bukannya berkurang, bahkan nyaris tidak ada.
Selain itu, kata Yuana, banyak pembatasan transportasi dan orang-orang banyak takut untuk berpergian jauh, terutama untuk wisata.
Untuk itu, Yuana berharap Bimtek yang dilaksanakan dapat mendorong ekonomi kreatif untuk kembali membangkitkan perekonomian.
Sementara itu, Komisi X DPR RI Prof.Dr.Ir.Djohar Arifin Husin yang turut hadir berharap, dengan Bimtek ini membuat pelaku wisata dan usaha di Langkat tidak berhenti untuk berkreatif, meski terdampak Covid-19.
“Saya berharap, para peserta dapat memanfaatkan momen Bimtek ini dengan maksimal,”pintanya.
Djohar Arifin Husin menyampaikan, Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merupakan lembaga yang mengalami Penggabungan dengan Badan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf. Lingkup kerjanya pun semangkin luas, sebab selain memperhatikan sektor pariwisata, juga harus mensinergikan dengan sektor ekonomi kreatif.
“Ekonomi kreatif sendiri adalah sebuah konsep ekonomi baru yang mengandalkan ide, gagasan dan kretivitas daya manusia, sebagi faktor produksi utama. Ide dan gagasan tersebut yang kemudian di berikan nilai tambah, sehingga menjadi produk atau jasa yang memiliki nilai ekonomi,”imbuhnya
Djohar pun berharap bimtek yang dilakukan mampu meningkatkan kemampuan SDM dari pelaku usaha, khususnya pelaku UKM di sekitar lokasi pariwisata, sehingga berdam- pak kepada peningkatan ekonomi masyarakat di daerahnya.
“Dalam praktiknya, ekonomi kreatif di kelompokkan menjadi 17 subsektor di antaranya, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, film dan video, fotografi, kuliner, musik, fashion, aplikasi, penerbitan, priklanan, televisi, radio, seni dan pertunjukan, gim/permainan serta seni rupa” kata Djohar Arifin. (yas)
SIMBOLIS: Ketua Umum PSBI Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon yang didampingi istri menyerahan bantuan secara simbolis di halaman Geopark Kaldera Toba, Kabupaten Samosir.
SAMOSIR, SUMUTPOS.CO- Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia (PSBI) menggelontorkan 750 unit alat-alat kesehatan dan 3.500 paket bantuan kepada masyarakat di Kabupaten Samosir. Penyerahan secara simbolis dan terbatas dilangsungkan di halaman Geopark Kaldera Toba, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir.
Pemberian 750 unit alat kesehatan berupa PCR Swab, Swab anti Gen, Rapid Test, Masker, Alat Pelindung Wajah, Disinfektan, Betadine, Eukaliotus, dan lainnya.
“Kita menyadari bahwa begitu dalam penderitaan dalam hal menghadapi Covid-19. Kami dari PSBI yang berasal dari Samosir, dan di Pusut Huhit inilah berawal marga-marga suku Batak. Karena itu, rasa kebersamaan bersama masyarakat Samosori, rasa peduli, kami memberikan bantuan berupa alat-alat kesehatan dan bingkisan kasih sembako yang jumlahnya sekitar 3.500 paket. Kami berikan bantuan secara periodik, seperti ke rumah ibadah katolik dan protestan. Ini sebagai rasa cinta kasih dengan sesama,” ujar Ketua Umum PSBI Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon yang didampingi istri Desy Trinita Tobing kepada wartawan.
Ia menyebutkan di Kabupaten Samosir terdapat 9.000 KK. Pada Juli lalu, PSBI sudah menggelontorkan bantuan sebanyak 7 ribu paket yang ada di 33 sektor. Effendi yang juga Anggota DPR RI mengatakan, bantuan yang diberikan bukan hanya untuk marga Simbolon saja tetapi untuk semua masyarakat yang ada di Samosir.
Penyerahan bantuan tersebut sebagai bentuk dukungan PSBI kepada pemerintah terutama tenaga medis dan dokter dalam menangani pasien Covid-19. Terlebih Kabupaten Samosir merupakan salah satu destinasi pariwisata primadona dengan Danau Toba-nya yang telah diakui oleh Eksekutif United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang idealnya menjadi zona hijau.
Pemberian bantuan tersebut dihadiri Direktur Rumah sakit Daerah (RSUD) Adrianus Sinaga, Friska Situmorang.
“Kami mendengar dari Direktur RS Samosir, mereka berharap pemerintah pusat Kementerian Kesehatan dan BNPB dan satgas bisa menyiapkan dan menyediakan peralatan lanjutan laboraotium,” ucapnya.
Pihak rumah sakit sudah membuat proposal terkait permintaan laboratorium untuk mendukung Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara dalam menekan angka sebaran kasus sekaligus memenuhi target uji lab yang diberikan oleh WHO 2500 spesimen per hari. Namun Kementerian Kesehatan RI belum menanggapi permintaan tersebut.
“Kami akan mengunjungi menkes dan Satgas Covid-19 agar ini menjadi atensi dan jumlah lab di Sumatera Utara ditambah dari yang sudah ada,” ucapnya.
Direktur RSUD Adrianus Sinaga, Friska Situmorang, menyebutkan, per 28 Oktober 2020 pukul 16.00 WIB, kasus Covid-19 yang tercatat di Kabupaten Samosir ada 33 kasus, konfirmasi 5, sembuh 26, dan meninggal 2 orang. Meski angka itu terbilang kecil, pihak rumah sakit berharap pemerintah menyediakan laboratorium untuk mendeteksi dini kasus penyebaran Covid-19. Mengingat sejak memasuki era normal baru, kawasan wisata Samosir ramai dikunjungi wisatawan lokal.
Lebih detail Friska Situmorang menjelaskan, keterbatasan alat menyebabkan pihaknya harus menunggu hasil swab selama minimal 8 hari.
“8 hari hasilnya, sangat tidak efektif. Tolong kami dibantu dengan proposal yang sudah kita kirimkan ke Kementerian Kesehatan. Ini sangat kami butuhkan. Ruangan sudah kami siapkan, dan kami berharap hasil test lab bisa lebih cepat dan membantu kami nantinya,” ucapnya di hadapan Effendy MS Simbolon. (gus/ram)
BINCANG: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu (tengah) saat berbincang dengan Menteri Pertanian Yasir Limpo saat menghadiri kunjungan Presiden Jokowi meninjau kesiapan program food estate di kabupaten Humbang Hasundutan, Selasa (27/10) lalu.
DAIRI, SUMUTPOS.CO- Presiden Joko Widodo menyambut baik Kabupaten Dairi masuk jadi bagian dari food estate atau lumbung pangan nasional. Hal itu disampaikan Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu disela menghadiri kunjungan Presiden di Kabupaten Humbang Hasundutan, Selasa (27/10) lalu.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Rahmatsyah Munthe mengatakan, kehadiran Bupati Eddy KA Berutu dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Humbahas Selasa lalu, menjadi nilai positif bagi kemajuan Kabupaten Dairi.
Pasalnya, Kabupaten Dairi akan dimasukan dalam program food estate untuk wilayah Sumatera Utara bersama 4 Kabupaten lainnya. Presiden telah menyampaikan, pengembangan program food estate yang sebelumnya ada 4 kabupaten di wilayah Sumut, sekarang menjadi 5 kabupaten dengan ditambahkannya Kabupaten Dairi.
Keikutsertaan Dairi menjadi lumbung pangan nasional disampaikan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi usai berdiskusi dengan Presiden Jokowi serta Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan disela kunjunganya di Humbahas yang juga dihadiri Bupati Eddy KA Berutu.
“Presiden sudah menyampaikan, menjadi 5 kabupaten di wilayah Sumut masuk program food estate termasuk Dairi. Itu hasil diskusi saya langsung dengan Presiden Jokowi bersama Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan sebelum bertolak ke Jakarta. Dan disitu tadi ada Bupati Eddy KA Berutu,” sebut Edy Rahmayadi.
“Ya saya pikir Dairi harus masuk” demikian response langsung dari presiden.
Masuknya Dairi dalam pengembangan food estate tidak terlepas dari komunikasi intens serta komitmen dari Bupati Eddy KA Berutu dengan pemerintah Provinsi maupun Pusat atas kesiapan Dairi untuk terlibat dalam pengembangan ketahanan pangan nasional dimaksud.
Sebelumnya, Bupati Eddy Berutu sudah menyampaikan kepada Gubernur bahwa permohonan dan usulan lahan untuk dialih fungsikan menjadi food estate di wilayah Kabupaten Dairi sudah disampaikan dan laporkan kepada Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan serta ke Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya di Jakarta beberapa waktu lalu.
Bupati Eddy Berutu dan tim telah menindaklanjuti arahan Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan dengan pembahasan lokasi lahan dan pentahapan projek dengan Deputi Kemenkomaritim, Nani Hendiarti dan Prof Dr Ir Sigit Hardwinarto, M.Agr selaku Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan.
Upaya dilakukan Bupati Dairi disambut baik Gubsu Edi Rahmayadi. Gubsu memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup Propinsi dan Dinas terkait untuk bersama-sama dengan Pemkab Dairi melakukan indentifikasi dan persiapan pengalihan fungsi lahan di Dairi menjadi bagian dari food estate tersebut. (rud/ram)