Home Blog Page 4020

Telkomsel Dukung Program Bantuan Kuota Data Internet

Demi Kenyamanan Belajar Jarak Jauh

PAPARKAN: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat memaparkan program bantuan kuota data internet dari Kemendikbud RI untuk kenyamanan belajar jarak jauh di Jakarta, Jumat (25/9).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Telkomsel terus mendukung implementasi kebijakan pemerintah Republik Indonesia (RI) di sektor pendidikan melalui program Bantuan Kuota Data Internet yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen, yang penyalurannya telah dilaksanakan mulai 22 September 2020.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, Telkomsel selalu berinisiatif mengambil peran terdepan untuk memastikan kenyamanan masyarakat menjalankan aktivitas di masa pandemi Covid-19 yang penuh tantangan ini.

“Sebagai bentuk dukungan bagi sektor pendidikan yang sudah menjalankan kebijakan pembelajaran jarak jauh, Telkomsel sejak awal masa darurat pendemi ini telah menghadirkan ragam program kolaboratif bersama sejumlah platform pendidikan e-learning serta ratusan institusi pendidikan formal di Indonesia dalam menyediakan produk dan layanan yang sesuai kebutuhan masyarakat, serta memastikan kesiapan kualitas dan kapasitas jaringan broadband berteknologi terdepan sebagai penunjang kegiatan pembelajaran jarak jauh,” ujarnya.

Telkomsel juga telah memastikan dukungan dalam kelancaran penyaluran program Bantuan Kuota Data Internet dari Kemendikbud RI. Hal tersebut diwujudkan dengan penandatanganan kesepakatan penyaluran bantuan program tersebut bersama seluruh perwakilan perusahaan telekomunikasi bergerak seluler yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) dan Kemendikbud RI pada 21 September 2020 lalu.

Penyaluran bantuan kuota data internet Tahap 1 telah dilaksanakan secara berkala oleh Telkomsel pada 22-24 September 2020, dengan tujuan penerima manfaat sudah sesuai data yang telah terdaftar dan terverifikasi di sistem Kemendikbud RI.

Bantuan kuota data internet yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud RI dibagi atas Kuota Umum dan Kuota Belajar. Kuota Umum merupakan kuota data yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi. Sedangkan Kuota Belajar adalah kuota data yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran yang terdaftar dalam tautan http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.

Telkomsel mengajak masyarakat yang telah terverifikasi dan ternotifikasi secara resmi sebagai penerima manfaat untuk segera memanfaatkan fasilitas bantuan kuota data internet yang diterima guna menunjang kelancaran dan kenyamaan dalam menjalankan kegiatan pembelajaran jarak jauh. Bagi masyarakat yang belum terdaftar atau ingin memastikan proses verifikasi pendaftaran data dalam program ini, dapat segera menghubungi perwakilan sekolah/kampus yang telah ditunjuk dan memiliki kewenangan mendaftarkan peserta didik dan pendidik melalui aplikasi DAPODIK Kemendikbud RI.

Setyanto menjelaskan lebih lanjut bahwa pengadaan kuota data internet dari seluruh penyedia layanan telekomunikasi bergerak seluler menggunakan tarif yang diatur melalui kebijakan yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud RI.

Telkomsel juga telah menghadirkan paket Kuota Belajar 10GB senilai Rp10 yang menggabungkan keunggulan dari paket Ilmupedia dan paket Conference untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses sejumlah aplikasi e-learning, ratusan situs sekolah/kampus yang terdaftar, serta sejumlah layanan konferensi video seperti Zoom, Google Meet, Cisco Webex, UMeetMe, Microsoft Teams, dan CloudX.

Setyanto menambahkan, dalam memastikan ketersediaan produk dan layanan terdepan bagi masyarakat selama menjalankan kegiatan pembelajaran jarak jauh, Telkomsel juga menggelar program pendukung “Merdeka Belajar Jarak Jauh” (MBJJ), yang menghadirkan kartu perdana MBJJ bertanda khusus bagi masyarakat yang belum atau ingin menggunakan layanan Telkomsel. Dalam kartu perdana MBJJ terdapat keunggulan paket Kuota Belajar 10GB serta paket kuota data renewal 11GB senilai Rp5.000 yang dapat diaktifkan berulang selama masa periode promo. Kartu perdana MBJJ ini dapat dibeli di outlet reseller terdekat atau dengan mendaftarkan sekolah/kampus di tsel.me/perdanabelajar.

Untuk memastikan ketersediaan akses jaringan broadband yang nyaman dan merata, hingga kuartal tiga tahun ini, Telkomsel telah mengoperasikan tambahan 23.000 unit BTS 4G LTE dari 25.000 unit BTS 4G LTE baru yang telah ditargetkan hingga akhir tahun. Penambahan BTS 4G LTE baru tersebut akan memperkuat lebih dari 228.000 unit BTS Telkomsel yang kini telah melayani sekira 95% populasi masyarakat dan menjangkau hingga pelosok negeri. Telkomsel juga memprioritaskan penambahan BTS 4G LTE tersebut untuk dapat melayani cakupan area residensial dan permukiman padat. Bersama BAKTI Kominfo RI, Telkomsel juga telah merampungkan konektivitas 4G LTE di 1.083 BTS USO untuk melayani kebutuhan akses broadband di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) hingga kawasan perbatasan di seluruh Indonesia.

 “Telkomsel berkomitmen untutk melanjutkan upaya kolaboratif dengan menggandeng sejumlah pemangku kepentingan lainnya seperti Kementerian Agama RI dan pemerintah daerah, yang salah satunya dengan mendistribusikan kartu perdana MBJJ melalui Dinas Pendidikan terkait kepada peserta didik dan pendidik di wilayah setempat. Kami selalu yakin dan terus berharap, bersama seluruh elemen masyarakat kita dapat menjaga semangat gotong royong dalam menjalani masa yang penuh tantangan ini, serta terus mendorong pemanfaatan teknologi sebagai solusi dalam percepatan adaptasi kebiasaan baru,” pungkas Setyanto.

Informasi lebih lanjut mengenai program Merdeka Belajar Jarak Jauh Telkomsel dapat diakses melalui tautan tsel.me/kuotabelajar. (rel/ram)

Mantan Direktur PDAM Tirtakualo Dituntut 2,5 Tahun Penjara

SIDANG: Oktavia Sihombing (tengah) dan dua terdakwa lainnya (layar monitor) menjalani sidang tuntutan, Jumat (25/9).
SIDANG: Oktavia Sihombing (tengah) dan dua terdakwa lainnya (layar monitor) menjalani sidang tuntutan, Jumat (25/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtakualo Tanjungbalai, Zaharuddin Sinaga dan Herianto selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) masing-masing dituntut selama 2 tahun 6 bulan penjara denda Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan.

SIDANG: Oktavia Sihombing (tengah) dan dua terdakwa lainnya (layar monitor) menjalani sidang tuntutan, Jumat (25/9).
SIDANG: Oktavia Sihombing (tengah) dan dua terdakwa lainnya (layar monitor) menjalani sidang tuntutan, Jumat (25/9).

Keduanya dinilai terbukti melakukan korupsi pembangunan Water Treatment Plant (WTP) III dan pemasangan pipa distribusi utama sepanjang 600 meter senilai Rp9.984.000.000, Tahun Anggaran (TA) 2014.

“Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Zaharuddin Sinaga dan Herianto masing-masing selama 2 tahun 6 bulan serta denda sebesar Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan,” ucap JPU Sarimonang B Sinaga, di Ruang Cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (25/9).

Selain itu, kedua terdakwa dituntut untuk membayar Uang Pengganti (UP) masing-masing sebesar Rp643.819.600 subsider 1 tahun 3 bulan penjara.

“Hal yang memberatkan, kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah. Sedangkan hal yang meringankan, kedua terdakwa merupakan kepala rumah tangga yang dibutuhkan keluarga,” kata JPU.

Dalam kasus yang sama, terdakwa Oktavia Sihombing selaku Direktur PT Andry Karya Cipta (AKC) dituntut selama 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan. Oktavia yang tidak ditahan juga dituntut untuk membayar UP sebesar Rp643.819.600 subsider 1 tahun 3 bulan penjara. Namun, Oktavia sudah membayar UP sebesar Rp407 juta. “Meminta terdakwa agar segera ditahan,” pungkas Sarimonang.

Perbuatan ketiga terdakwa dinilai melanggar Pasal 3 junto Pasal 18 Undang Undang (UU) No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Usai membacakan tuntutan, majelis hakim yang diketuai oleh Sulhanuddin menunda sidang hingga Senin (28/9) dengan agenda pembelaan (pledoi).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Edward Sinurat, Zaharuddin Sinaga bersama-sama dengan Herianto dan Oktavia Sihombing (berkas terpisah), melaksanakan penyelesaian pembangunan WTP III dan pemasangan pipa distribusi utama sepanjang 600 meter di Lokasi Beting Semelur PDAM Tirta Kualo Kota Tanjungbalai, berdasarkan Surat Perjanjian Pekerjaan/Kontrak Nomor: 45/KTR/SPP/PDAM/IV/2014 tanggal 2 April 2014.

Oktavia selaku pemenang lelang dan kapasitasnya sebagai penyedia barang/jasa, menandatangani kontrak pekerjaan senilai Rp9,9 miliar, bersama Herianto.

Dalam pengerjaan proyek ini, dana bersumber dari penyertaan modal Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai pada Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2012 sebesar Rp800 juta dan APBD TA 2013-2014 sebesar Rp10,2 miliar dengan total Rp11 miliar.

Berdasarkan surat perjanjian, kontrak semula senilai Rp9.984.000.000,00, kemudian nilainya berubah menjadi Rp9.508.573.000, berdasarkan addendum Nomor: 01/ADD/PPK/PDAM/X/2014 tanggal 17 Oktober 2014.

Sebagai pihak penyedia barang/jasa, Oktavia wajib melaksanakan serta menyelesaikan seluruh item-item pekerjaan dalam tempo 240 hari.

Akan tetapi, sejak awal Oktavia tidak mampu untuk melaksanakan pekerjaan proyek tersebut. Hingga akhirnya Oktavia mengangkat Mahdi Aziz Siregar selaku Site Manager/Pelaksana Pekerjaan dengan Surat Pengangkatan Nomor: 029/PT AKC/SP/VI/2014 tanggal 23 Juni 2014.

Selanjutnya, Oktavia mengalihkan pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain yaitu Hot Mangiring Sihotang, dengan membuat Surat Pengalihan dan Pelimpahan Perjanjian Kerja pada tanggal 23 Juli 2014 dan Surat Perjanjian Kerjasama tanggal 23 Juli 2014. Sehingga terjadi kerugian negara sebesar Rp1,9 miliar. (man/azw)

Pertumbuhan Perbankan Syariah Lebihi Konvensional

Ketua Umum Asbisindo, Toni E.B. Subari

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) menyebutkan kinerja bank syariah di Indonesia dan terus menunjukan tren positif. Hal ini, diikuti dengan pertumbuhan aset yang terus meningkat beberapa tahun belakangan ini.

Ketua Umum Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Toni E B Subari mengatakan Pertumbuhannya dari tahun ke tahun selalu di lebih perbankan konvensional. Artinya perbankan syariah semakin diminati dan masyarakat semakin percaya.

Toni menjelaskan saat ini perbankan syariah masih memiliki potensi yang lebih besar di Indonesia. Indeks literasi bank syariah sebesar 8,11%, sedangkan indeks inklusi sebesar 11,06%. Sementara itu, indeks literasi bank nasional sebesar 29,66%.

“Sedangkan, indeks inklusi 67,82%. Di sisi lain, market share perbankan syariah terus menunjukkan peningkatan, yakni dari sebesar 5,78% pada 2017 menjadi 6,18% pada Juni 2020,” ungkap Toni pada diskusi webinar bersama wartawan di Kota Medan, Jumat (25/9).

Pada kegiatan secara virtual yang mengusung tema ‘Media Workshop Literasi dan Inklusi Perbankan Syariah’, Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) ini menjelaskan peningkatan literasi perbankan syariah menjadi tantangan bagi Mandiri Syariah di masa pandemi ini. Peningkatan literasi ini diharapkan akan berbanding lurus dengan inklusi perbankan syariah kedepannya.

Toni mengungkapkan bahwa perbankan syariah di Indonesia saat ini terus berkembang dan menunjukkan pertumbuhan. Hal ini tercermin dari persentase pertumbuhan perbankan syariah, baik dari aset, pembiayaan, maupun DPK, lebih tinggi dari perbankan konvensional maupun perbankan nasional.

“Satu kuncian yang saat ini menjadi semakin penting adalah digitalisasi perbankan syariah. Kondisi pandemi Covid-19 menjadi momentum untuk berinovasi sekaligus mengoptimalkan teknologi digital. Apalagi saat ini, platform perbankan digital menjadi channel utama untuk nasabah bertransaksi sehari-hari,” tutur Toni.

Toni mengatakan usia perbankan syariah masih relatif muda, dan memiliki potensi yang sangat besar mengingat Indonesia memiliki penduduk muslim yang sangat besar.

“Intinya adalah penguatan SDM, penguatan kemampuan untuk menarik investasi atau modal di market, penguatan teknologi sebagi core banking dan tentu saja literasi yang lebih mendalam ke pasar,” jelas Toni.

Dia memaparkan, dari segi aset bank syariah tumbuh 9,93 persen pada 2019, sedangkan bank konvensional hanya 5,97 persen. Sementara pada periode Januari-Juli 2020, bank syariah tumbuh 9,88 persen dan bank konvensional cuma 5,37 persen.

Kemudian, dari segi pembiayaan pada periode Januari-Juli 2020, bank syariah tumbuh 10,23 persen sedangkan bank konvensional 1,04 persen. Lalu, dari segi Dana Pihak Ketiga (DPK), dengan periode yang sama Januari- Juli 2020, bank syariah tumbuh 8,78 persen dan bank konvensional cuma 8,44 persen.

“Alhamdulilah, pertumbuhan dari segi aset, pembiayaan, dan kredit selalu tumbuh lebih baik bank konvensional,” tuturnya.

Selain itu, dia juga menyampaikan, dari 110 bank nasional, bank syariah sudah masuk dalam 30 besar top bank umum nasional. Dari segi aset, dalam periode Januari-Juni 2020, Mandiri Syariah berada di posisi 15, semetara bank syariah BNI dan BRI  berada di posisi 28 dan 30.

“Boleh dikatakan kinerja industri perbankan syariah sangat baik, karena sudah masuk 30 besar top bank umum nasional. ini sebuah hal baik dan optimisme bai bank syariah,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur IT, Operations & Digital Banking Mandiri Syariah Achmad Syafii mengatakan bahwa Mandiri Syariah terus menjalankan proses digitalisasi produk dengan fokus kepada customer (customer centric) untuk memenuhi kebutuhan nasabah terlebih di tengah situasi pandemi covid19.

“Kami gencar melakukan transformasi layanan digital dan mengimplementasikan dalam aplikasi Mandiri Syariah Mobile, Net Banking maupun layanan digital branch. Fokus Mandiri Syariah adalah memberikan solusi dan kemudahan bagi nasabah. Layanan seperti buka rekening online, tarik tunai tanpa kartu ATM, layanan interaktif virtual Aisyah yang dapat diakses 24/7 adalah layanan digital yang baru dimiliki Mandiri Syariah hingga saat ini,” pungkas Achmad Syafii. (gus/ram)

Terminal Kabanjahe Ditingkatkan ke Tipe B

TAHAP PEMBANGUNAN: Pembangunan Terminal Kabanjahe, Karo.solideo/SUMUT POS.
TAHAP PEMBANGUNAN: Pembangunan Terminal Kabanjahe, Karo.solideo/SUMUT POS.

KARO, SUMUTPOS.CO – Terminal Kabanjahe ditingkatkan menjadi terminal tipe B dan menjadi pilot project Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara untuk pembangunan Terminal Tipe B di Provinsi Sumatera Utara.

TAHAP PEMBANGUNAN:  Pembangunan Terminal Kabanjahe, Karo.solideo/SUMUT POS.
TAHAP PEMBANGUNAN: Pembangunan Terminal Kabanjahe, Karo.solideo/SUMUT POS.

Kepala Unit Pelayanan Terpadu Pengelolaan Sarana dan Prasarana Perehubungan (UPT PSPP) Terminal Kabanjahe Dameria Tampubolon mengatakan, saat ini terminal Kabanjahe dalam masa pembangunan, dan menjadi Terminal Tipe B yang pertama di Provinsi Sumatera Utara.

“Pembangunan di atas lahan seluas lebih kurang 6.450 meter persegi. Terminal Kabanjahe ini nantinya akan menjadi pilot project Terminal Tipe B pertama di Sumatera Utara,” kata Dameria, Senin kemarin.

Dijelaskannya, selain memiliki fasailitas utama juga disiapkan sejumlah fasilitas pendukung yang nyaman bagi calon penumpang bahkan pengunjung.

Juga disediakan fasilitas dan ruang loket untuk setiap perusahaan angkutan, ruang tunggu penumpang hingga ruang ibu menyusui.

Dameria Tampubolon juga mengutarakan, Terminal Tipe B Kabanjahe dilengkapi gedung berlantai dua yang difungsikan sebagai Kantor UPT PSPP Kabanjahe, Dishub Sumut.

“Kantor disiapkan di bagian belakang (di lantai 2). Di depannya, kita siapkan ruang ibadah dan tempat makan.

Jadi tempat ini juga bisa dijadkan destinasi wisata bagi yang datang ke Karo,” kata Dameria didampingi Kepala Terminal AR Sinaga.

Dikatakannya, pembangunan Terminal Tipe B Kabanjahe berkonsep modern dengan suasana aman, nyaman dan tenang dengan sejumlah fasilitas yang memadai. Adapun biaya pembangunan Terminal Tipe B Kabanjahe, senilai Rp18,6 miliar yang bersumber dari APBD Sumut 2020.

“Pembangunan sudah dikerjakan sejak Mei 2020, kini sudah mencapai 60 persen,” ujar Dameria. Bupati Karo Terkelin Brahmana mengapresiasi progres pembangunan Terminal Tipe B Kabanjahe. “Pembangunan ini juga untuk mendukung Kabupaten Karo sebagai pintu gerbang bagian utara Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba,” katanya.

Terkelin menegaskan dengan fasilitas Terminal Tipe B Kabanjahe dan Dermaga Tongging, tentu memudahkan akses para wisatawan berkunjung ke Kabupaten Karo. (deo/azw)

Kadis LH Labuhanbatu: Saya Tidak Terpapar Covid-19

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Labuhanbatu, Nasurulloh

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO- Beredar Video pernyataan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Labuhanbatu, Nasurulloh yang menyatakan dirinya tidak sedang terdampak ataupun positif Covid-19. Dia juga menyatakan keterangan yang disampaikan Kadis Kesehatan, Kamal Ilham Nasution dibeberapa Media yang telah terbit merupakan keterangan Hoax.

“Tidak ada saya kena Covid-19,” kata Nasrullah dalam video berdurasi singkat selama 01.18 menit itu yang viral, Jumat (25/9) di Rantauprapat.

Nasrullah membenarkan jika dirinya pernah berobat ke rumah sakit Royal Prima Medan. Di sana, lanjut Nasrullah dia berobat untuk penyakit diabetes yang dialaminya.

“Perlu saya informasikan bahwa saya berobat di sana. Penyakit saya penyakit gula,” katanya.

Di RS Royal Prima, lanjut Nasrullah berlaku protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dia mengaku dua kali menjalani tes swab dan sekali tes darah.

“Jadi tidak ada saya kena Covid-19,” bebernya.

Nasrullah juga mengatakan sejak tanggal 17 September 2020 dia sudah kembali ke rumah di Rantauprapat. Dia meminta agar terkait pemberitaan hoax agar tidak disebarluaskan.

Selain itu, beredar juga salinan kopian surat Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bernomor 443.33/1 7239.79/DINKES/IX/2020 terkait hasil Pemeriksaan Sampel Covid-19.

Disebutkan, hasil pemeriksaan sampel Covid-19 dengan metode RT-PCR Laboratorium Rumah Sakit Prima Husada Cipta Medan, Laboratorium Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Hospital, Laboratorium Klinik Bunda Thamrin dan Laboratorium Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik Medan pertanggal 21 September 2020, disebutkan pemeriksaan  pada kasus suspek kasus konfirmasi tanpa gejala/kontak erat/kasus konfirmasi di wilayah Labuhanbatu terdapat sebanyak tujuh nama positif RT-PCR Hasil SARS COV-2. Diantara tujuh orang itu terkonfirmasi Covid-19 tersebut, ada satu nama terindikasi Kadis Lingkungan Hidup.

Sementara Kadis Kesehatan Labuhanbatu Kamal Ilham Nasution, saat dimintai keterangan mengaku menyampaikan informasi ke publik sesuai data yang diterima dari pihak Dinas Kesehatan Pemprosu.

“Itu sesuai surat pemberitahuan dari Dinkes Propsu, bukan hasil dari Dinas Kesehatan Labuhanbatu,” kata Ilham dari ujung ponselnya.

Kamal mengingatkan kepada masyarakat Labuhanbatu, agar tetap menjaga protokol kesehatan. Selalu mengenakan masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan dengan sabun. (fdh/ram)

Polres Binjai Tembak Pelaku Begal, Ditangkap Usai Bunuh Sekretaris Peternakan Ayam

Tersangka Gabriel Zefanya Ginting
Tersangka Gabriel Zefanya Ginting

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Petugas Unit Pidana Umum Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan nyawa manusia melayang dalam waktu 6 jam setelah jasad ditemukan. Adalah, Gabriel Zefanya Ginting (20) warga Dusun VII, Desa Lau Mulgap, Selesai, Langkat yang diciduk polisi usai melarikan sepeda motor Rani Anggraini dan menghabisi nyawa korbannya.

Tersangka Gabriel Zefanya Ginting
Tersangka Gabriel Zefanya Ginting

“Pelaku ditangkap di Jalan Anggur, Binjai Barat. Penangkapan terhadap yang bersangkutan atas informasi dari masyarakat,” kata Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Yayang Rizki Pratama, Jumat (25/9).

Dia menjelaskan, motif pelaku memang murni tindak pidana pencurian. Tidak ada unsur lain.

“Pelaku beraksi sendiri. Tidak ada pelaku lain,” sambung mantan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan ini.

Atas informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku, Yayang memerintahkan Kanit Pidum Iptu Hotdiatur Purba dan anggota untuk melakukan pengejaran.

“Jejak pelaku diketahui karena berkeliaran menggunakan sepeda motor korban,” tambah Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting

Penyelidikan yang dilakukan polisi membuah hasil setelah mengendus dan membuntuti jejak tersangka. Pelaku pun kemudian diringkus.

Kepada polisi, tersangka melakukan penganiayaan sendiri. Tersangka menggunakan obeng untuk menusuk korban dan menghantam kepalanya dengan batu. Setelah korban dipastikan sudah tidak bernyawa, jasadnya dibuang ke areal perkebunan kelapa sawit. Namun, tersangka melawan saat Anggota Jatanras Polres Binjai melakukan pengumpulan barang bukti.

“Karena melakukan perlawanan, tersangka diberikan tindakan tegas, keras dan terukur yang mengenai pada kaki kiri dan kanannya,” kata Siswanto.

Usai dilumpuhkan, tersangka dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham untuk mendapatkan perawatan medis. Barang bukti yang disita polisi, sepeda motor korban.

“Tersangka disangkakan Pasal 365 ayat 3 dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Rani Anggraini (23) ditemukan tak bernyawa dan berlumuran darah dengan kondisi terlentang yang ditutupi pelepah kelapa sawit di areal perkebunan Afdelling II PT Langkat Nusantara Keping, Selesai, Langkat, Kamis (24/9) pagi. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus warna merah dan celana jeans biru.

Korban berperawakan gemuk dengan tinggi sekitar 150 centimeter dan warna kulit kuning langsat. Rambutnya warna hitam bergelombang. (ted/azw)

Warga Sarudik Resah Bau Busuk dari Pabrik Karet

Diduga Buang Limbah ke Sungai

DEPAN: Bangunan pabrik karet, PT Anugrah Sibolga Lestari (ASL) di Kecamatan Sarudik tampak dari depan.

TAPTENG, SUMUTPOS.CO- Warga di Kecamatan Sarudik merasa resah dengan bau busuk yang dikeluarkan PT ASL (Anugrah Sibolga Lestari) yang bergerak dibidang pengelolaan karet. Masyarakat menduga, pabrik ini membuang limbah ke Sungai Sarudik, sehingga baunya mengganggu ketenangan masyarakat.

“Kita curiga dengan bau busuk yang dikeluarkan pabrik karet ini, semakin hari semakin menyengat. Kami selaku masyarakat berharap, kiranya Pemkab Tapteng meninjau ijin lingkungan Pabrik karet ini, karena sangat meresahkan. Apalagi kalau kami lagi makan, baunya tidak tertahan,” kata Ahmad Simamora (46) salah seorang warga Sarudik, Jumat (25/9).

Dengan bau busuk yang sangat menyengat dari pabrik karet tersebut, Ahmad meminta pihak Pemkab Tapteng serius melakukan peninjauan ulang atas ijin lingkungan dan pembuangan limbah akhir dari pabrik karet tersebut. Karena menurut Ahmad, selain mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat. Selain itu, warga Sarudik yang dulunya bekerja di pabrik karet ini sudah banyak yang diberhentikan.

“Jika Pemkab ingin melakukan peninjauan, kami selaku masyarakat berharap agar dilibatkan, sehingga kami bisa menyaksikan langsung, bagaimana proses pembuangan limbahnya. Peninjauan ini harus dilakukan secara terbuka, karena setiap hari kami mencium bau busuk yang sangat menyengat, rasanya tidak nyaman dengan bau busuk itu,” ucap Ahmad.

Ahmad yang kesehariannya bekerja sebagai penarik becak ini takut dengan pembuangan limbah terakhir dari pabrik karet ini.

“Limbahnya dibuang ke sungai, kita takut, limbah itu mencemari sungai Sarudik, dan bisa menimbulkan penyakit, bahkan ikan juga bisa jadi terdampak. Jadi mohonlah Dinas Lingkungan Hidup segera turun meninjau pembuangan limbah pabrik ini, jangan sampai ada korban jiwa, karena warga Sarudik banyak yang mandi di Sungai ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Tengah dan pihak PT ASL. (mag-8/ram)

Farmasi USU Latih Pegawai Kelurahan Satria Membuat Hand Sanitizer

BERSAMA: Tim pengabdian masyarakat Fakultas Farmasi USU, foto bersama di sela-sela sosialisasi pencegahan Covid-19 dan pelatihan pembuatan hand sanitizer.
BERSAMA: Tim pengabdian masyarakat Fakultas Farmasi USU, foto bersama di sela-sela sosialisasi pencegahan Covid-19 dan pelatihan pembuatan hand sanitizer.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) melalui tim pengabdian masyarakat melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 kepada pegawai Kelurahan Satria dan Puskesmas, Kecamatan Padang Hilir, Tebing Tinggi, baru-baru ini. Selain sosialisasi, dilakukan juga pelatihan membuat hand sanitizer.

BERSAMA: Tim pengabdian masyarakat Fakultas Farmasi USU, foto bersama di sela-sela sosialisasi pencegahan Covid-19 dan pelatihan pembuatan hand sanitizer.
BERSAMA: Tim pengabdian masyarakat Fakultas Farmasi USU, foto bersama di sela-sela sosialisasi pencegahan Covid-19 dan pelatihan pembuatan hand sanitizer.

Ketua tim pengabdian masyarakat Fakultas Farmasi USU, Prof Dra Azizah Nasution MSc PhD Apt mengatakan saat ini berbagai upaya dilakukan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah Sumut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mencegah penularannya.

“Mempertimbangkan tingginya angka morbiditas dan mortalitas akibat infeksi Covid-19 di Sumut, kami melakukan kegiatan sosialisasi pencegahan Covid-19 dan pelatihan pembuatan hand sanitizer di Kelurahan Satria. Kegiatan yang dilaksanakan ini meliputi pemberian materi tentang penyakit Covid-19, gejala yang ditimbulkan, bagaimana penyakit ini ditularkan, cara-cara pencegahan penularannya dan penjelasan pembuatan hand sanitizer,” ungkap Azizah didampingi anggota tim, Marianne SSi MSi Apt, Yuandani SFarm MSi PhD Apt dan Dr Poppy Anjelisa Z Hasibuan MSi Apt di Medan, Jumat (25/9).

Azizah menuturkan, tak hanya itu, tim pengabdian juga mendemonstrasikan cara membuat hand sanitizer melalui pemutaran video. Dengan begitu, peserta dapat menyiapkan sendiri hand sanitizer yang mereka butuhkan sesuai standar WHO. “Harapkan kita, dengan sosialisasi dan pelatihan ini dapat menyebarkanluaskan informasi kepada masyarakat sekitar,” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam kesempatan tersebut, tim pengabdian juga memberikan alat perlengkapan untuk membuat hand sanitizer. Dengan demikian, nantinya dapat dimanfaatkan membuat hand sanitizer secara mandiri bagi masyarakat. “Dalam kegiatan tersebut, kami turut dibantu oleh alumni dan mahasiswa pegawai Fakultas Farmasi USU,” pungkasnya.

Kegiatan ini disambut baik oleh Camat Padang Hilir, Ramadhan B Pulungan dan Lurah Satria, Muhammad Hatta. Mereka sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan. “Camat berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan setiap tahun di berbagai kelurahan pada Kecamatan Padang Hilir. Sebab, ini juga dalam upaya membantu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Azizah. (ris/ila)

50 Anggota DPRD Medan akan Raker ke Luar Kota

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan akan menggelar rapat kerja (Raker) di luar kota. Rencananya 50 anggota DPRD Medan juga akan menggelar rapat kerja di salah satu hotel di Kawasan Sibolangit selama 3 hari mulai 27 – 29 September 2020.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Medan, Alida, menjelaskan, raker di luar kota saat pandemi covid-19 merupakan permintaan dari pimpinan dan anggota dewan.”Kami yang memfasilitasi saja, kalau dewan minta raker, dan kegiatannya sudah dianggarkan, maka dijalankan,” ujarnya, Jumat (25/9/2020).

Menurutnya, pelaksanaan raker di luar kota dilakukan agar fokus. “Minggu malam itu pembukaan, Selasa sudah bisa kembali atau pulang, karena hari Rabu ada rapat Banmus,” tuturnya.

Alida mengatakan anggaran yang dikucurkan untuk pelaksanaan raker selama 3 hari juga tidak terlalu besar.”Tidak sampai Rp250 juta, itu sudah semua, penginapan, makan, sewa tempat untuk rapat, “ ujarnya. (mbo/ila)

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Medan: Razia Masker Cukup Efektif

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Me-dan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan menilai, jika razia masker sebagai upaya penegakan Perwal No 27/2020 tentang penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) saat ini masih sangat relevan untuk tetap dilakukan.

Selain sebagai bentuk penegakan hukum yakni Perwal No.27/2020, razia masker juga diklaim masih cukup efektif guna memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 di Kota Medan. Pasalnya sampai saat ini, kesadaran masyarakat Kota Medan dalam menggunakan masker sebagai salah satu cara efektif dalam memutus penyebaran wabah masih terbilang belum cukup tinggi. Sehingga, pelaksanaan razia masker kedepannya masih dinilai perlu dan cukup penting.

“Razia masker tentu kami nilai penting, walaupun kami tidak memandang dari sisi razianya, tapi dari sisi betapa pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid ini, salah satunya ya dengan menggunakan masker secara benar dan disiplin,” ucap Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan kepada Sumut Pos, Jumat (25/9).

Untuk itu, kata Mardohar, sangat wajar bila razia masker harus tetap dilakukan ditengah kondisi masyarakat yang terbilang kurang disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Dirazia saja masih banyak yang tidak pakai masker, apalagi kalau tidak dirazia sama sekali. Kalau masyarakat sudah disiplin menggunakan masker dan menjaga protokol kesehatan seperti tidak berkumpul dan selalu menjaga jarak, saya rasa kita tidak perlu lagi melakukan razia masker itu,” katanya.

Sedangkan dengan dilakukannya razia masker, setidaknya masyarakat yang menggunakan masker sudah mulai bertambah dari hari ke hari, terlepas penggunaannya murni karena kesadaran ataupun cuma karena takut terkena razia.

“Sejauh ini ya cukup efektif lah razia masker ini, walaupun angka penyebaran masih tinggi tapi setidaknya masyarakat yang menggunakan masker sudah semakin banyak dan itu penting,” terangnya.

Sedangkan terkait rencana Pemko Medan untuk menigkatkan disiplin bagi masyarakat dengan menerapkan sanksi denda bagi masyarakat yang tidak memakai masker saat beraktifitas di luar rumah, Mardohar yang juga merupakan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan itu turut mendukung rencana penerapan sanksi denda.

Sekretaris GTPP Covid-19 Kota Medan, Arjuna Sembiring mengatakan, pihaknya masih terus berupaya menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Selain razia masker dan protokol kesehatan lainnya di Kota Medan, gugus tugas juga masih aktif dalam melakukan penyemprotan pada lokasi-lokasi yang menjadi klaster-klaster penyebaran.

“Kami masih melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi-lokasi yang menjadi klaster penyebaran Covid. Baik itu di perkantoran, pasar, rumah-rumah ibadah dan banyak lagi,” ujarnya.

Dilanjutkan Arjuna yang merupakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, selalu ada permintaan untuk dilakukan penyemprotan, namun karena keterbatasan yang ada pihaknya tidak dapat melakukan hal itu secara keseluruhan. “Sebisa mungkin kita semprot semua, bila tidak bisa maka akan dibantu oleh pihak kecamatan atau kita semprot di hari berikutnya,” ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data dari GTPP Covid-19 Kota Medan yang diperbaharui pada Kamis (24/9), jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Medan telah mencapai 5.286 kasus dan 437 suspek. Dari total itu, 3.112 orang telah dinyatakan sembuh, sedangkan 232 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, razia protokol kesehatan terus digelar oleh Tim Satgas Covid-19 Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang), Rabu (23/9) malam, di kawasan Kecamatan Medan Kota masih menemukan banyak pelanggaran oleh warga dan pelaku usaha. Selain disiplin menjaga jarak, petugas juga kerap menemukan banyak rumah makan yang tidak menyediakan alat pengukur suhu tubuh.

Pimpinan tim operasi razia protokol kesehatan, Mayor Inf Marlon didampingi Sertu (K) Geby Elvina Purnama menyasar sejumlah kawasan, di antaranya Jalan Sakti Lubis, Jalan Sisingamangaraja (Simpang Limun-Simpang Pelangi-Simpang Jalan Halat) hingga sekitar Stadion Teladan Medan. Sebagian besar para pengunjung rumah makan dan tempat belanja kuliner lainnya terlihat telah mengenakan dan membawa masker.

  Namun beberapa di antaranya masih mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak menjaga jarak aman berinteraksi. Begitu juga dengan pelaku usaha yang tidak menyediakan alat pengukur suhu tubuh, terutama yang memiliki ruang tertutup.

  Selain jarak, sejumlah pelaku usaha rumah makan juga diketahui belum menyediakan alat pengukur suhu tubuh. Karena itu, petugas memberikan peringatan lisan agar alat tersebut selalu tersedia di berbagai tempat yang kerap dikunjungi orang banyak.

  Di tempat lainnya, Geby dan tim juga menyasar SPBU dan swalayan serta para pemuda yang mangkal di pinggir jalan. Melalui pengeras suara, ia meminta warga untuk menggunakan masker dengan benar.

“Tolong maskernya dipakai mas. Jangan berkumpul-kumpul. Kalau tidak ada tujuan, lebih baik pulang ke rumah masing-masing,” kata Geby.

  Sejumlah pengendara sepedamotor juga diberikan tindakan tegas berupa hukuman fisik dan sanksi sosial lainnya agar masyarakat mengingat pentingnya menjaga disiplin protokol kesehatan di masa pandemi. (map/prn/ila) 

FOTO

RAZIA MASKER DI SM RAJA

Tim Satgas Covid-19 Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) menindak sejumlah masyarakat yang tidak menggunakan masker pada razia protokol kesehatan di seputaran Jalan SM Raja, Medan , Rabu (23/09) malam. Humas Sumut / Fahmi Aulia

Tim Satgas Covid-19 Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) menggelar razia keramaian, sosialisasi penggunaan masker dan penerapan protokol kesehatan di beberapa titik sekitaran Kota Medan, Rabu  (23/9) malam. Foto : (Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut / Imam Syahputra).

(map/ila)