Home Blog Page 4025

1.000 Kamar Hotel di Sumut Disiapkan untuk Karantina Pasien Covid-19

Suasana Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan pada Kegiatan Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) di Hotel Grand Mercure Medan, Kamis (24/9).
Suasana Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan pada Kegiatan Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) di Hotel Grand Mercure Medan, Kamis (24/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Sumut cukup signifikan, apalagi sejak diberlakukannya new normal. Bahkan, kapasitas ruang isolasi yang disediakan rumah sakit rujukan Covid-19, nyaris penuh. Karenanya, Pemprovsu melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut untuk menyiapkan 1.000 kamar hotel bagi pasien Covid-19.

Suasana Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan pada Kegiatan Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) di Hotel Grand Mercure Medan, Kamis (24/9).
Suasana Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan pada Kegiatan Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) di Hotel Grand Mercure Medan, Kamis (24/9).

“Saya baru saja selesai mengikuti rapat dengan PHRI, jadi akan ada 1.000 kamar hotel di Sumatera Utara yang disiapkan untuk menampung pasien Covid-19,” kata Kadisbudpar Sumut, Ria Novida Telaumbanua saat membuka kegiatan Mini Exhibition dan Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan pada Kegiatan Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) di Hotel Grand Mercure Medan, Kamis (24/9). Kegiatan yang diikuti para pelaku industri pariwisata ini digelar selama tiga hari sejak Kamis (24/9), hingga Sabtu (26/9), di Medan dan Danau Toba.

Menurut Ria, saat ini di Kepulauan Nias sejumlah hotel sudah digunakan untuk pasien Covid-19. Karena ruang isolasi yang disediakan rumah sakit tidak mampu menampung jumlah pasien Covid-19 yang terus melonjak di Nias.

Menyikapi jumlah kasus Covid-19 yang terus melonjak, Ria mengingatkan masyarakat, khususnya pelaku usaha pariwisata untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Selama ini masyarakat banyak yang sepele dengan protokol kesehatan yang memang terkesan sepele. Seperti memakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak. Namun, hal-hal sepele inilah yang bisa menjaga kita dari virus berbahaya ini,” katanya.

Ria pun menyambut baik sosialisasi sosialisasi dan panduan CHSE dari Kemenparekraf ini. Karena dalam panduan ini diatur secara detil pelaksanaan kegiatan wisata pertemuan, insentif, konvensi dan pameran (MICE).

Diakuinya, pandemi Covid-19 sejak awal 2020 lalu di Indonesia ini mengakibatkan dunia usaha di bidang pariwisata dan kegiatan (event) mengalami keterpurukan. Karenanya para pelaku industri pariwisata jangan hanya berpangku tangan dengan kondisi saat ini. “Kita harus berpikir keras. Kita harus tetap berjalan sebisa yang kita mampu lakukan,” katanya.

Dia pun menyebutkan, meskipun belum dibuka secara resmi, namun masyarakat saat ini sudah cukup banyak mendatangi destinasi wisata di sejumlah daerah di Sumut. Karenanya, dengan adanya panduan CHSE dari Kemenparekraf ini diharapkan dapat kembali menggairahkan dunia pariwisata Sumut dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Tidak gampang memang menerapkan protokol kesehatan di lokasi wisata. Namun kita sebagai pemerintah dan pelaku dunia usaha bidang wisata, harus terus komitmen mensosialisasikan dan menegakkan protokol kesehatan,” paparnya.

Dia menegaskan, pemerintah khususnya Pemprovsu di masa pandemi ini terus peduli dan berpikir dalam mengatasi sejumlah bidang yang mengalami keterpurukan di masa pandemi. Salah satu di bidang usaha wisata MICE.

Sementara Koordinator Pengembangan dan Komunikasi Industri Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Budi Supriyanto mengatakan, panduan CHSE dalam kegiatan wisata MICE ini merupakan panduan yang sudah mengacu pada standar Kemenkes dan WHO. Budi pun mengakui, sejak Juni 2020, jumlah kunjungan wisatawan di Indonesia khususnya di Bali dan Jakarta sudah mengalami peningkatan. Karenanya dibutuhkan panduan ini dalam mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di sektor wisata MICE.

Pelaksanaan kegiatan Mini Exhibition dan Sosialisasi ini sendiri menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari registrasi, para peserta diwajibkan melakukan sherology test untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Selama acara berlangsung, para peserta diwajibkan mengenakan masker, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer dan menjaga jarak.(adz)

Anak Medan yang Bukan Jago Kandang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai pengusaha asal Kota Medan, Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM tak lupa akan kampung halamannya. Meski sudah malang melintang berbisnis di Pulau Jawa dan Kalimantan, kini Hendrik kembali ke Medan untuk berinvestasi demi membangkitkan kembali perekonomian Sumatera Utara di masa pandemi Covid-19.

DIKETAHUI, di masa pandemi Covid-19, banyak perusahaan yang mengalami krisis sehingga  melakukan pengurangan karyawan. Namun, PT Cahaya Andika Tamara Group milik Hendrik Sitompul malah membuka kantor Perwakilan untuk Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) di Kota Medan. Tak tanggung, Hendrik meresmikan dua gedung sekaligus, yakni gedung perkantoran Grha O-Three di Jalan Mapilindo Nomor 64 dan gedung bisnis kost di Jalan Sei Tuntung Baru No 28 Medan, Selasa (22/9).

Peresmian kedua gedung Grha O-Three ini langsung dilakukan Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution bersama Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap, Dan Lantamal I Belawan Brigjend TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso, dan Ketua DPRD Medan Hasyim SE. Peresmian kedua gedung O-Three ini juga dirangkai dengan perayaan Ulang Tahun ke-54 Hendrik Halomoan Sitompul.

Hendrik menjelaskan, di gedung perkantoran Grha O-Three di Jalan Mapilindo, merupakan kantor perwakilan empat perusahaan mililnya yakni PT Cahaya Andika Tamara (CAT), PT Geo Dermaga Mandiri, PT Petrol Niaga dan PT Geosiar Citra Media. Sedangkan Grha O-Threee Bisnis Kost di Jalan Sei Tuntung Baru, dijadikan sebagai rumah kost bagi masyarakat yang membutuhkan.

Di sebutkan mantan anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Demokrat ini, PT Cahaya Andika Tamara (CAT), PT Geo Dermaga Mandiri dan PT Petrol Niaga merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi bahan bakar minyak (BBM) baik yang bersubsidi maupun untuk industri (nonsubsidi), minyak pelumas, LPG, dan aviasi (bahan bakar pesawat terbang). Saat ini, ketiga perusahaan tersebut memiliki wilayah kerja di DKI Jakarta (Jakarta Selatan dan Jakarta Timur), Jawa Tengah (Maos dan Pengapon), Jawa Timur (Malang, Madiun, Tuban dan Banyuwangi), Kalimantan (Balikpapan, Banjarmasin, Berau, Sampit dan Pontianak), Sumatera (Medan, Batam, Baturaja, Lubuklinggau, dan Lahat), bahkan Nusa Tenggara Timur (Lombok, Ende, Maumere, dan Waingapu).

“Nah, dengan dibukanya kantor perwakilan kami di sini, dalam waktu dekat kami akan melakukan investasi di Sumut. Akan ada investasi besar yang akan kami lakukan di Sumut. Apa itu? Kita tunggu saja tanggal mainnya,” kata Hendrik yang disambut tepuk tangan dari undangan yang hadir.

Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution memberi apresiasi yang luar biasa kepada Hendrik Sitompul. Menurutnya, Hendrik merupakan Anak Medan yang luar biasa. “Anak Medan yang sukses membangun bisnisnya di luar (perantauan). Jadi benar-benar Hendrik Sitompul ini anak Medan yang bukan jago kandang. Ini sudah dibuktikannya,” kata Akhyar disambut tepuk tangan para undangan.

Namun begitu, Akhyar mengingatkan, agar Hendrik Sitompul benar-benar menyiapkan generasi penerus yang andal dan profesional agar bisnis yang telah dibangunnya dapat terus berkembang di masa yang akan datang meski telah berganti generasi. “Umumnya, bisnis keluarga itu hanya bertahan di dua generasi. Generasi pertama membangunnya, generasi kedua menikmatinya, dan generasi ketiga menghabiskannya. Jangan sampai ini terjadi. Karenanya, mulai sekarang siapkan generasi-generasi yang andal dan profesional,” pungkas Akhyar.

Sementara Ketua DPRD Medan, Hasyim juga mengaku bangga kepada Hendrik Sitompul. Apalagi, mereka pernah satu SMA di Santho Thomas Medan. “Hendrik ini pengusaha andal dan levelnya itu sudah nasional. Dan saya banyak belajar dari beliau. Banyak wejangan, arahan dan pelajaran yang diberikannya kepada saya. Makanya, saya berharap ketika satu saat saya tidak duduk lagi di DPRD, saya ingin beliau memberi tips-tips atau kiat agar saya bisa jadi pengusaha sukses seperti beliau,” ujar Hasyim.
Disebutnya, di masa pandemi Covid saat ini banyak perusahaan yang mengurangi karyawan bahkan gulung tikar, tapi perusahaan Hendrik malah membuka kantor perwakilan baru di Medan. “Semoga kehadiran Grha O-Three bisa menggairahkan kembali perekonomian di Kota Medan,” harapnya.
Hasyim juga mengapresiasi penerapan protokol kesehatan yang diterapkan dalam acara ini. “Salut, buat Brother Hendrik, semoga sukses,” pungkasnya.(adz)

Google Hadirkan Kelas Skilling Khusus bagi Pebisnis Wisata

Google bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menghadirkan program pelatihan online untuk para pelaku UMKM pariwisata, melalui program Gapura Digital untuk Wonderful Indonesia.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Hari Pariwisata Sedunia diperingati pada tanggal 27 September setiap tahunnya. Tapi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2020 pariwisata menjadi salahsatu industri yang paling merasakan dampak Covid-19. Hotel, restoran, maskapai penerbangan, travel agent, dll yang mengandalkan pendapatannya dari wisatawan mengalami krisis berat akibat pandemi ini.

Untuk mendukung pemulihan perekonomian Indonesia, khususnya di industri pariwisata, Google bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menghadirkan program pelatihan online untuk para pelaku UMKM pariwisata, melalui program Gapura Digital untuk Wonderful Indonesia. Pelatihan ini bertujuan agar pelaku UMKM pariwisata dapat memanfaatkan peluang bisnis secara digital, baik selama masa pandemi COVID-19 maupun seterusnya.

Kerjasama ini diikuti para pelaku UKM pariwisata yang berada di Sumatera Utara, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara. Selain itu, pelajar dari enam Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata yang berada di Bandung, Bali, Makassar, Medan, Palembang, dan Lombok juga berpartisipasi. Terdapat 240 peserta terpilih, baik pelaku UMKM maupun pelajar, yang akan mengikuti lokakarya yang akan dibagi menjadi 6 batch.

Diselenggarakan dalam enam sesi online pada periode waktu 23 September – 5 November 2020, peserta akan mempelajari empat modul khusus bisnis pariwisata dari para fasilitator Gapura Digital yang berpengalaman, seperti:

  • Membangun bisnis pariwisata online
  • Membangun keberadaan online dan meningkatkan efisiensi bisnis
  • Pentingnya strategi rekrutmen di masa COVID-19
  • Pemasaran digital untuk industri pariwisata
  • Tingkatkan pemasaran digital dengan iklan dan analitik

“Seluruh pelaku UMKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif harus beradaptasi dan memanfaatkan teknologi digital untuk dapat membuka peluang pasar yang lebih besar di tengah pandemi korona. Saya harap melalui pelatihan Gapura Digital untuk Wonderful Indonesia bersama Google ini mampu meningkatkan kompetensi pelaku UMKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mendorong kebangkitan ekonomi pasca pandemi,” ungkap Wisnu Bawa Tarunajaya, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan.

Menurut Ryan Rahardjo, Head of Public Affairs Asia Tenggara, Google: “Google berkomitmen untuk mendukung pemulihan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Kami harap pelatihan Gapura Digital untuk Wonderful Indonesia ini dapat membantu pelaku UMKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bertransformasi ke digital secara cepat, memahami tren digital yang terus berkembang dan memanfaatkan teknologi digital untuk menangkap peluang ekonomi dalam menghadapi situasi pandemi. Teknologi digital memiliki peran penting dalam membantu UMKM bertahan dari krisis ekonomi dan Google berkomitmen untuk terus memberikan akses pelatihan digital secara gratis untuk para pelaku UMKM termasuk diantaranya bersama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.” (rel)

Pemprovsu-IKATEK UHN Sepakat Tingkatkan Sinergitas Bidang Infrastruktur

Foto: Istimewa
AUDIENSI: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menerima audiensi pengurus IKATEK UHN diantaranya Ketua Ronald Naibaho, Sekretaris Rikson Sibuea di kediaman dinasnya, Jl.  Teuku Daud Medan, Rabu (23/09/2020) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah menerima audiensi pengurus Ikatan Alumni Fakultas Teknik (IKATEK) Universitas HKBP Nommensen (UHN) di kediaman dinas Wagubsu Jalan Teuku Daud Medan, Rabu (23/9/2020) sore.

 Pengurus IKATEK UHN 2019-2023 yang beraudiensi itu, dipimpin Ketua Ronald Naibaho, Sekretaris Rikson Sibuea, Dewan Pakar Indra Sakti Harahap dan M Teguh serta pengurus lainnya.

Sedangkan Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah, didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumut Hasmirizal Lubis, dan Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Hendra Dermawan Siregar.

Beberapa hal dibahas dalam audiensi yang berlangsung akrab itu. Ronald Naibaho menyampaikan perlunya sinergi antara Pemprov Sumut dengan alumni-alumni Fakultas Teknik untuk mewujudkan Sumut yang bermartabat dari bidang pembangunan infrastruktur.

“Rasanya perlu kita perbanyak diskusi Pak Wagub, tidak saja dengan kami, juga bersama-sama dengan alumni teknik perguruan tinggi lainnya,” kata Ronald.

Ia menyebutkan beberapa persoalan yang perlu disinergikan, seperti penanganan atas persoalan banjir, jaringan air minum, irigasi, jalan rusak, sampai penyediaan sumber daya manusia yang handal hingga sektor pengadaan barang dan jasa.

Menurut Ronald, salah memilih sumber daya yang melaksanakan program pembangunan, mengakibatkan hasil pembangunan kurang bagus dan tidak berdampak mendorong pertumbuhan ekonomi.

Seperti dalam hal pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemprov Sumut, menurut dia, masih harus dikuatkan transparansi dan daya saingnya agar terpilih penyedia jasa yang kompeten dan profesional.

“Karena itu kami hadir di sini Pak Wagub, membantu Pemprov Sumut tentunya, sebab kita ingin bagaimana agar permasalahan infrastruktur dapat terlaksana dengan baik dan dengan cara-cara yang profesional,” katanya.

Karenanya, IKATEK, tambah Ronald yang juga ditimpali dewan pakar dan Sekretaris Rikson Sibuea, mendorong dan mendukung penuh Wagub Ijeck turun langsung mengorganisasikan penyelesaian permasalahan bidang infrastruktur Sumut.

“Misalnya agar tim penanggulangan banjir Provinsi Sumut langsung saja dipegang Pak Wagub dengan melibatkan orang-orang yang kompeten bersinergi dengan alumni teknik perguruan tinggi. Kami dari Ikatek Nommensen siap bersama Pak Wagub,” ujar Rikson.

 Wagubsu menyambut baik usulan IKATEK UHN. Ia sepakat perlunya sinergi alumni teknik perguruan tinggi dan Pemprov Sumut dalam melaksanakan program pembangunan. Terhadap penanganan banjir di Sumut, khususnya di kawasan Medan, Binjai dan Deli Serdang (Mebidang), menurut Ijeck, menjadi salah satu fokus Pemprov Sumut. Ijeck meminta Bappeda Sumut dan ikatan alumni duduk bersama mencari solusi.

Lebih lanjut dikatakannya, masih banyak pembangunan bidang infrastruktur yang belum tersentuh meski upaya percepatan ke arah itu terus dilakukan. Hal itu terjadi karena banyak hal, termasuk faktor kebijakan dan kewenangan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota yang belum sepenuhnya satu arah dan satu tujuan.

Karena itu, Ijeck menilai sinergi dengam alumni teknik Nommensen dan perguruan tinggi lain di Sumut, harus terus ditingkatkan. “Sehingga ada implementasi nyata yang muaranya mewujudkan pembangunan itu sendiri demi kesejahteraan rakyat,” akunya.

Ijeck juga menyambut baik usulan diskusi dan akan menjadwalkan untuk bisa bertemu dengan beberapa ikatan alumni teknik seperti Nommensen, USU, ITM, UISU dan kampus lain di Sumut. (rel/prn)

Martabak Bryan Gunakan Gas Bumi PGN

Hemat hingga 70 Persen

GAS IN: Manajemen PGN bersama karyawan Martabak Bryan saat Gas In di Cilegon.

CILEGON, SUMUTPOS.CO- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas PT Pertamina, berkomitmen menyediakan sumber energi yang bersih dan ekonomis untuk pelanggan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), melalui program Gas Kita. Hal ini menjadi pertimbangan bagi PGN, mengingat UMKM merupakan salah satu faktor utama penopang ekonomi negeri. 

UMKM merupakan bagian dari segmen usaha distribusi PGN dan tergolong sebagai Pelanggan Kecil (PK), dengan menggunakan moda distribusi pipa maupun non pipa. Oleh karena itu, PGN berupaya mendukung UMKM agar terus berjalan, bahkan meningkat, khususnya di masa pandemic saat ini. Dengan demikian, diharapkan pemberdayaan UMKM akan berbanding lurus terhadap jalannya roda perekonomian dan menggeliatnya perekonomian setelah masa PSBB.

Salah satu UMKM yang sudah hampir 8 tahun berdiri, di tengah pandemi Covid-19 mulai berlangganan gas PGN adalah Martabak Bryan di Jalan Raya Bojonegara, Kelurahan Panggung Rawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, yang merupakan bagian dari HOKKY Group.

Salah satu pekerja Martabak Bryan, Agus mengungkapkan bahwa dalam sebulan mereka mengeluarkan biaya jika menggunakan energi lain sekitar Rp7.700.000. Sedangkan, dengan menggunakan gas bumi, biaya yang dikeluarkan menjadi sekitar Rp 2.219.000, sehingga penghematan yang diperoleh lebih dari 70%.

“Selain dari sudut harga, faktor keamanan dan kepraktisan yang juga menjadi bahan pertimbangan memilih gas PGN,” ujar Agus sembari senyum.

“Martabak Bryan mempunyai 8 cabang. Kalau yang sudah menggunakan gas PGN ini merupakan cabang yang pertama dan merupakan pilot project. Sedangkan cabang yang lain masih dalam proses berlangganan gas,” ungkap Sales Area Head Cilegon, Dini Mentari, (24/9/2020). 

Menurut Dini, keuntungan UMKM bisa bertambah jika menggunakan gas PGN, karena menggunakan gas bisa menekan biaya produksi. Selain itu, Gas bumi dapat mengalir 24 jam tarif yang lebih terjangkau dibandingkan dengan bahan energi lain.

Pekerjaan pemasangan pipa instalasi gas dilakukan oleh anak perusahaan PGN yaitu PT PGAS Solution, dengan SOP yang tetap menerapkan protokol COVID-19 secara ketat pada masa pandemi seperti saat ini.

“Ada 7 pelanggan PGN sektor UMKM yang terdata di Cilegon dan rata-rata bergerak di sektor kuliner. Kedepan, PGN terus berupaya untuk meningkatkan layanan gas bumi agar pemanfaatan gas bumi dapat semakin meluas,” ungkap Dini.

Dini melanjutkan bahwa PGN membuka kesempatan yang sebesar-besarya bagi UMKM lain di Cilegon yang berminat untuk menggunakan gas bumi. Harapannya, UMKM pengguna gas bumi bisa semakin berkembang usahanya.

Selain menjaga kelancaran penyaluran gas, PGN juga memberikan edukasi kepada pelanggan terkait dengan keamanan dan pemakaian gas yang tepat. “PGN senantiasa memberikan simulasi dan edukasi sebelum gas tersambung. Lalu sosialiasi penanganan apabila terjadi pemasalahan pada pipa, aliran gas, valve meter, dan sebagainya,” imbuh Dini.

Dini menjelaskan bahwa PGN senantiasa memenuhi kebutuhan gas bumi masyarakat yang aman dan efisien, sehingga bisa memberikan nilai lebih. Adapun saat ini, PGN juga telah malayani lebih dari 4960 pelanggan rumah tangga melalui jargas di wilayah Cilegon dan beberapanya adalah sector UMKM. PGN optimis untuk memperluas pemanfaatan gas bumi, sehingga masyarakat bisa menggunakan gas tidak hanya untuk memasak kebutuhan sehari-hari tetapi juga bisa untuk berwirausaha.

Saat ini, PGN telah melayani kebutuhan gas bumi ke lebih dari 1640 pelanggan kecil, termasuk UMKM, di berbagai daerah. Dengan performa gas yang mengalir 24 jam dan harganya yang terjangkau, akan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya. Oleh karena itu, PGN berharap dapat meningkatkan kemampuan UMKM yang mandiri dan berdaya saing di berbagai wilayah, sehingga mampu menunjang pertumbuhan perekonomian daerah dan nasional. (rel/ram)

Tools Google Bantu Media Mengolah Data

Diskusi bersama KG Media dan KapanLagi Youniverse.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Google for Media hadir kembali untuk ketiga kalinya dalam rangkaian enam sesi webinar dengan mencakup berbagai topik. Pada webinar ini, “Building an online audience” menjadi tema yang dibahas.

Google berkomitmen untuk mewujudkan industri berita yang sehat melalui model bisnis yang berkelanjutan dengan mengelola pendapatan dari pembaca. Tentunya, hal ini juga perlu didukung oleh upaya media dalam menghadirkan konten yang berkualitas dan mudah diakses di berbagai perangkat. Berita-berita berkualitas tersebut kemudian dapat ditayangkan di lini produk Google untuk diakses oleh pembaca.

“Pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi kinerja dan kontribusi seluruh media yang telah menyajikan informasi sesuai fakta kepada masyarakat. Dan kami menyambut baik tools yang disediakan oleh Google dan Google News Initiative yang turut berkontribusi membantu media dalam mengolah data sehingga informasi dapat diterima dengan lebih cepat oleh masyarakat dan media bisa memiliki waktu yang lebih banyak untuk menjangkau dan berinteraksi dengan audiensnya,” ungkap Niken Widiastuti, Sekretaris Jenderal, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, dalam sambutannya.

Prathita S Putra, Head of Digital Business, Tempo Media mengungkapkan solusi TEMPO untuk dapat terus menyajikan berita yang mendalam, terkurasi, dan berkualitas dalam format digital, adalah model konten berita digital berbayar.

 “Kami yakin, model konten berita digital berbayar ini akan menjadi model bisnis kunci, dan dapat menghasilkan revenue yang lebih besar dari iklan. Media yang memiliki citra merek yang dipercaya oleh pembaca, akan lebih mudah dalam mengajak pembaca untuk membayar konten beritanya. Karena itu, seluruh nafas dan gerakan media harus bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan pembaca,” ujarnya.

Di diskusi berikutnya, Johnsons, Head of Product, KG Media mengatakan: “Kenapa kita mau bergabung di Google News? Alasannya biasanya karena traffic. Kita percaya kalau Google adalah salahsatu ekosistem yang paling besar untuk menarik traffic ke website kita. Jadi jika Google ada update atau inisiatif yang berkaitan dengan konten dan news, kita pasti akan join.”

Cahyanto Arie Wibowo, Head of Growth, KapanLagi Youniverse, menambahkan: “Di sini yang kita syukuri dari Google, sekarang mereka menyediakan wadah untuk konten-konten berkualitas. Dari produk-produknya Google, kita bisa muncul di Search, di mana organiknya kita bisa lihat. Selain kualitas, juga speed kita tingkatkan, supaya orang yang mencari topik tertentu. Misal seorang artis meninggal atau terjadi gempa bumi, kita selalu menjadi nomor satu saat mereka searching di Google.” (rel)

Razia Protokol Kesehatan Satgas Covid-19, Masih Banyak Warga Berkerumun

Tim Satgas Covid-19 menindak masyarakat yang tidak menggunakan masker pada razia protokol kesehatan di kawasan Warkop Multatuli, Medan dan warung internet, Selasa (22/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Razia Penegakan Protokol Kesehatan Tim Satgas Covid-19, Selasa (22/9) malam, menyasar sejumlah kawasan seperti pusat kuliner di Jalan Multatuli Jalan H Misbah dan Jalan Ahmad Yani Kota Medan. Di lokasi tersebut, banyak warga yang mengabaikan jarak aman berinteraksi dan terlihat berkerumun, serta tidak memakai masker.

Tim Satgas Covid-19 menindak masyarakat yang tidak menggunakan masker pada razia protokol kesehatan di kawasan Warkop Multatuli, Medan dan warung internet, Selasa (22/9).

Pimpinan Regu Tim 2 Mayor Inf Marlon Marbun, didampingi Sertu (K) Geby Elvina Purnama, awalnya menyasar sejumlah tempat hiburan dan rumah makan hingga warung di kawasan Multatuli Medan. Sebagian besar pengunjung terlihat telah mengenakan masker sebagai alat pelindung diri di masa pandemi Covid-19.

Namun banyak yang terlihat mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak menjaga jarak aman berinteraksi. Yakni, duduk bersama berkumpul lebih dari dua orang satu meja. Melihat kondisi itu, tim langsung memberikan teguran kepada pengunjung untuk menjaga jarak, serta meminta warga untuk pindah tempat.”Tolong Pak, tempat duduknya diperhatikan, jaga jaraknya minimal 1,5 meter. Silakan pindah ke meja sebelah Pak, karena ini terlalu rapat. Kita harus saling menjaga,” seru Sertu (K) Geby.

Selain menegur pengunjung, tim juga mengingatkan pengelola karena membiarkan terjadinya kerumunan orang sehingga jarak aman berinteraksi tidak dijalankan. Atas kondisi tersebut pemilik usaha diberikan peringatan, mengingat di Kota Medan telah diberlakukan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Karantina Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Medan.

Aturan tersebut turunan dari Peraturan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Nomor 34 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, juga berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Menyasar kawasan Jalan Ahmad Yani, tim bahkan membubarkan kerumunan anak muda yang berkumpul di kaki lima sambil bersantai tanpa menjaga jarak. Di lokasi tersebut, warga juga diminta untuk menjaga jarak dan segera pulang ke rumah masing-masing. “Maskernya dipakai, jaraknya dijaga jangan berdekatan begini. Kalau sudah selesai makan, silakan pulang, jangan berkumpul-kumpul seperti ini,” jelas Geby.

Di tempat terpisah, Tim 1 menyasar area Jalan HM Joni, Jalan Halat dan Komplek Asia Mega Mas. Jalan HM Joni dan Halat banyak ditemukan pelanggaran terutama remaja yang sedang nonkrong di warung kopi. Sedangkan di Asia Mega Mas masyarakatnya cukup patuh pada protokol kesehatan. Begitu juga dengan Tim 3 yang beroperasi di Jalan Krakatau, pelanggaran masih banyak terjadi.

Dari sejumlah lokasi di Kota Medan, Tim Satgas Covid-19 mendatangi 21 tempat hiburan malam dan rumah makan, memberikan 83 tindakan fisik, membagikan 900 helai masker, 3 teguran tertulis dan 10 Berita Acara Pemeriksaan, serta 6 surat edaran terkait disiplin protokol kesehatan. (map/ila)

FOTO

  • Sertu (K) Geby Elvina Purnama memantau salahsatu ruangan di sebuah Karaoke di Jalan Multatuli, Medan, Selasa (22/9). Tim Satgas Covid-19 kembali melakukan razia protokol kesehatan di sejumlah lokasi di Kota Medan dan sekitarnya. Humas Sumut / Fahmi Aulia
  • Sertu (K) Geby Elvina Purnama membubarkan kerumunan pada razia protokol kesehatan di kawasan Kesawan, Medan, Selasa (22/09). Tim Satgas Covid-19 kembali melakukan razia protokol kesehatan di sejumlah lokasi di Kota Medan dan sekitarnya. Humas Sumut / Fahmi Aulia
  • Tim Satgas Covid-19 menggelar razia keramaian, sosialisasi penggunaan masker dan penerapan protokol kesehatan di beberapa titik sekitaran Kota Medan, Selasa (22/09) malam. (Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut / Imam Syahputra)

Jumlah Penderita Covid di Medan Terus Bertambah, GTPP Harus Ambil Langkah Cepat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perkembangan Covid-19 di Kota Medan masih terus menjadi sorotan. Pasalnya, Kota Medan masih menjadi Kabupaten/Kota di Sumatera Utara dengan kasus positif Covid-19 tertinggi.

Karenanya, Pemko Medan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan harus mengambil langkah cepat memutus rantai penyebaran Covid-19. Berdasarkan data dari GTPP Covid-19 Kota Medan, hingga Selasa (22/9) saja, jumlah pasein yang terkonfirmasi terpapar Covid-19 telah lebih dari 5.200 kasus atau tepatnya 5.228 kasus.

“Rata-rata perkembangannya masih di atas 40-an sampai 50-an kasus positif per hari. Karena hari Senin (21/9) saya lihat masih ada di angka 5.174 kasus dan Minggu (20/9) di angka 5.129 kasus. Artinya kalau kondisinya begini terus, dalam satu bulan depan penambahannya bisa mencapai 1.200 sampai 1.500-an kasus baru,” ujar Ketua Pansus Covid-19 DPRD Medan, Robi Barus kepada Sumut Pos, Rabu (23/9).

Ditegaskan Robi, hal ini tidak dapat dibiarkan, Pemko Medan melalui GTPP Covid-19 Kota Medan harus betul-betul mengambil langkah cepat dan tegas untuk memutus mata rantai penyebarannya.

“Bagaimana caranya? Ya tegakkanlah aturan yang ada. Pemko kan sudah buat Perwal, mulai dari Perwal No.11/2020 sampai kepada Perwal No.27/2020. Kenapa hanya dibuat saja tapi tidak ditegakkan dengan benar dan maksimal,” tegasnya.

Dikatakan Robi, penegakan Perwal No.27/2020 tentang penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di tengah pandemi Covid-19 di Kota Medan masih jauh dari kata maksimal. Pasalnya, saat ini pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 seperti yang tertuang di dalam Perwal masih bisa ditemukan dengan mudahnya dan hampir tanpa pengawasan yang ketat.

“Jadi yang namanya penegakan itu bukan razia sesekali, seperti razia ke tempat hiburan malam sesekali, razia masker sesekali dan seterusnya. Itu cuma lips service, dan masyarakat sudah bosan dipertontonkan dengan hal-hal seperti itu,” katanya.

Harusnya, tindakan penegakan dengan pengawasan dan penindakan dilakukan secara rutin. “Rutin seperti apa? Ya setiap hari, bukan sesekali. Untuk itu, pekan depan kita akan panggil kembali gugus tugas dalam rapat Pansus Covid-19 untuk menjelaskan hal ini,” katanya.

Selain itu, gugus tugas yang bergerak melakukan penindakan seharusnya tidak hanya gugus tugas di tingkat Kota, melainkan juga gugus tugas hingga tingkat Kecamatan dan Kelurahan. Sebab, biak hanya mengharapkan kinerja dari gugus tugas Kota, maka tentu fungsi pengawasan tidak akan mungkin dapat berjalan secara maksimal.

“Hanya ada beberapa gugus tugas tingkat kecamatan hingga kelurahan yang bergerak dalam mensosialisasikan, mengawasi dan menegakkan Perwal ini. Akibatnya ya begini, masyarakat di lingkungannya masing-masing banyak yang beraktivitas di luar rumah tanpa masker, mereka hanya pakai masker saat berkendara dan mau bepergian, itu pun karena takut ada razia masker di jalan,” jelasnya.

Diterangkan Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan itu, sedangkan untuk para kepala lingkungan hingga para petugas di Kelurahan dan Kecamatan relatif membiarkan pelanggaran-pelanggaran protokol kesehatan terjadi di depan mata tanpa adanya tindakan tegas.

“Ini yang tidak boleh dan seharusnya ada kontrol dari Gugus Tugas Kota Medan terhadap kinerja gugus tugas di tingkat Kecamatan hingga kelurahan. Jadi tidak ada lagi alasan keterbatasan petugas di lapangan. Sebab, seluruh petugas hingga ke tingkat Kecamatan, kelurahan bahkan lingkungan diberdayakan. Dalam pendapat Fraksi PDIP saat paripurna pengesahan P-APBD kemarin, kita juga sudah meminta Pemko Medan untuk memaksimalkan kinerjanya dalam menanggulangi Covid-19 di Kota Medan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Habiburrahman Sinuraya mewakili Fraksi Partai NasDem. Meningkatnya Covid-19 di Kota Medan, kata Habib, tentu tidak terlepas dari lemahnya kebijakan-kebijakan yang diambil Pemko Medan. Tak hanya itu, lemahnya pengawasan juga menjadi kunci terus berkembangnya Covid-19 di Kota Medan.

“Fraksi NasDem sudah sampaikan hal itu kemarin dalam rapat paripurna. Pemko Medan jangan berdiam diri, harus ada langkah strategis dan perubahan besar yang dilakukan,” ujar Habib.

Habib pun menyoroti langkah Pemko Medan dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Medan yang tidak pernah mencari solusi dari kondisi siswa atau pelajar di Kota Medan yang telah 6 bulan berada di rumah dan tidak bisa bersekolah karena adanya pandemi. Hal itu tentu sangat kontras, apabila melihat tempat-tempat hiburan malam di Kota Medan yang sudah dibuka.

“Kita tidak paksa agar tempat hiburan malam harus ditutup. Kita tahu perekonomian harus tetap berjalan dan tempat-tempat hiburan itu, termasuk hotel, restoran dan sebagainya merupakan salah satu sumber PAD. Tetapi bukan berarti bisa dibiarkan tanpa pengawasan yang ketat tentang protokol kesehatan,” katanya.

Sampai saat ini Pemko Medan mengaku belum bisa membuka kembali sekolah-sekolah di Kota Medan karena kondisi Kota Medan yang masih berada di zona merah. Hal itu pun telah diatur oleh Kemendikbud dan Pemko Medan wajib mematuhi regulasi dari pemerintah pusat tersebut.

“Tapi kenapa Pemko Medan tidak bisa mematuhi aturan pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendikbud, untuk menggunakan Dana BOS, sebagai anggaran membiayai proses belajar daring, dengan membelikan paket internet baik untuk para siswa maupun para guru. Nyatanya sampai saat ini masih banyak sekali siswa ataupun guru yang mengeluh tak punya uang untuk membeli paket internet tapi tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah,” tuturnya.

Dilanjutkan Habib, sudah seharusnya Pemko Medan mencari solusi dan mengatur regulasi agar para siswa dapat kembali belajar di sekolah dalam situasi saat ini. Mulai dari pengurangan siswa yang belajar di sekolah, proses belajar yang hanya 3 kali seminggu di sekolah hingga jam belajar di sekolah yang dipersingkat.

“Bila memang hal itu tetap tidak dapat dilakukan, maka mau tidak mau Pemko harus bisa menjamin proses belajar daring dapat berjalan dengan maksimal dengan memastikan bahwa setiap guru dan siswa sama-sama mendapatkan ketersediaan sarana dan prasarana untuk melakukan proses belajar daring, termasuk dengan memastikan adanya paket internet gratis bagi para siswa dan guru,” pungkasnya. (map/ila)

Sidang Kasus Penangkapan 327 Kg Ganja, 8 Oknum Polisi Sidimpuan Setting Skenario

SIDANG: Sidang perdana 8 oknum polisi Polres Padang sidempuan atas kasus tangkapan ganja, berlangsung virtual, Rabu (23/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Delapan oknum polisi yang bertugas di Polres Padangsidimpuan dan satu orang sipil, menjalani sidang dakwaan secara virtual di Ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (23/9). Mereka didakwa kasus dugaan pemalsuan penangkapan ganja seberat 327 kg.

SIDANG: Sidang perdana 8 oknum polisi Polres Padang sidempuan atas kasus tangkapan ganja, berlangsung virtual, Rabu (23/8).
SIDANG: Sidang perdana 8 oknum polisi Polres Padang sidempuan atas kasus tangkapan ganja, berlangsung virtual, Rabu (23/8).

Ke-8 personel polisi tersebut yakni Aiptu Witno Suwito, Aiptu Martua Pandapotan, Bripka Andi Pranata, Brigadir Dedi Azwar Anas Harahap, Bripka Rudi Hartono, Brigadir Antoni Fresdy Lubis, Brigadir Amdani Damanik dan Briptu Rory Mirryam Sihite. Ditambah seorang sipil bernama Edi Anto Ritonga alias Gaya.

JPU Abdul Hakim Harahap, dalam dakwaannya menyebutkan, kasus bermula pada 28 Februari 2020. Saat itu, AKP Charles Jhonson Panjaitan selaku Kasat Reserse Narkoba Polres Padangsidimpuan mengumpulkan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Padangsidempuan. Para anggota tersebut adalah kedelapan terdakwa.

Pada kesempatan itu, AKP Charles Jhonson Panjaitan memberikan arahan kepada anggota Team Reserse, agar melakukan penangkapan terhadap pelaku peredaran gelap narkotika di wilayah Polres Kota Padangsidimpuan.

“Setelah menerima arahan tersebut, seluruh anggota bubar untuk mencari Target Operasional (TO). Kemudian sekira pukul 13.30 Wib, terdakwa Witno menghubungi nomor handphone milik Bripka Andi Pranata. Terdakwa Witno menyuruh Bripka Andi Pranata untuk bertemu di sebuah warung makan di belakang City Walk,” kata JPU di hadapan hakim ketua Martua Sagala.

Sekitar pukul 13.40 WIB, terdakwa Witno bertemu Bripka Andi Pranata di warung makan di belakang City Walk. Witno mengajak Bripka Andi Pranata menuju Kampung Darek Padangsidimpuan, dengan mengendarai mobil yang dikendarai Bripka Andi Pranata.

Kemudian Aiptu Witno menyuruh Bripka Andi Pranata menghentikan mobil, lalu Witno turun dan berbicara dengan beberapa orang anggota masyarakat di sana.

Selanjutnya, Witno kembali masuk ke mobil dan mereka bergerak menuju salahsatu rumah makan. Sesampainya di sana, Aiptu Witno menghubungi Edi Santoso (DPO), dan lewat telepon Edi berjanji akan menyerahkan ganja miliknya. “Bang, aku mau menyerahkan ganja milikku yang ada di kampung Darek, asalkan aku dan si Edi Anto Ritonga jangan ditangkap,” kata Edi Santoso lewat telepon kepada Aiptu Wino, seperti ditirukan jaksa.

Selanjutnya, Witno menghubungi Gaya dan meminta agar bertemu di Gunung Kampung Darek. Setelah sepakat, Aiptu Witno bersama Bripka Andi Prana bergerak menuju kampung Darek. “Sesampainya di sana, Witno menghubungi Brigadir Amdani Damanik dan menyuruhnya menjumpai dirinya di Kampung Darek,” kata jaksa.

Karena kondisi jalan menanjak, Aiptu Witno dan Brigadir Amdani Damanik memilih menggunakan sepeda motor menuju ke sebuah bukit di Kampung Darek, sesuai perkataan Edi Anto Ritonga alias Gaya kepada terdakwa Aiptu Witno.

“Setibanya di puncak, Witno menjumpai Gaya, dan langsung meminta barang bukti ganja, dengan alasan agar tidak ditangkap,” ujarnya.

Mendengar permintaan itu, Edi Gaya bersama Kucok (DPO) langsung mengeluarkan empat karung plastik berisi ganja kering dari dalam rumah Kucok. Mereka meletakkan karung plastik berisi ganja kering tersebut di pinggir jalan. “Aiptu Witno mengatakan akan ada razia susulan bila tidak semua ganja diserahkan,” katanya.

Setelah penyerahan empat karung ganja, Witno menghubungi Aiptu Martua Pandapotan (Kanit) dan meminta tolong untuk membawa mobil naik ke Gunung Kampung Darek.

“Sesampainya di sana, Aiptu Martua Pandapotan bersama Brigadir Dedi Azwar Anas Harahap langsung mengangkat dan memasukkan empat buah karung plastik berisi narkotika jenis daun ganja kering tersebut, ke dalam mobil dinas yang dibawa oleh Kanit Martua,” urai jaksa.

Selanjutnya, mobil dinas bergerak turun diikuti Aiptu Witno dan Amdani naik mobil lain. Sesampainya di salahsatu gang, terdakwa Gaya meminta Aiptu Martua menghentikan mobil. Gaya menyuruh mobil dinas itu mundur ke sebuah rumah sementara mobil Aiptu Witno menutupi gang. “Setelah itu, Gaya dan Kucok memasukkan sisa karung berisi ganja ke dalam mobil yang dibawa oleh Witno,” katanya.

Setelah seluruh karung plastik berisi ganja kering dimasukkan ke dalam mobil, para oknum polisi ini langsung menuju posko polisi di Jalan Padangsidimpuan-Sibolga. Sesampainya di posko, terdapat beberapa polisi lain dan Briptu Rorry Mirryam Sihite.

Kemudia, mereka sepakat menyetting skenario, agar seolah-olah ganja tersebut adalah barang temuan dalam operasi diketuai oleh Kanit Martua. Mereka menyetting kisah seolah-olah telah menemukan 19 karung ganja di salahsatu perkebunan milik negara. Cerita settingan itu disampaikan kepada atasan mereka, AKP Charles Jhonson Panjaitan selaku Kasat Reserse Narkoba Polres Padangsidimpuan

Percaya dengan cerita itu, keesokan harinya, AKP Charles Jhonson kepada wartawan mengatakan, polisi telah mengamankan ganja kering di perkebunan Desa Tarutung Baru, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Sumatera Utara (Sumut). Pemiliknya masih diburu.

“Kami menemukan tumpukan karung di perkebunan sawit di Desa Tarutung Baru. Ada 19 karung berisi 350 kg ganja kering,” kata Kasat Narkoba Polres Padangsidimpuan AKP Charles Jhonson Panjaitan, 29 Februari lalu.

Charles mengatakan, penemuan itu berawal saat pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat pada Jumat (28/2). Polisi kemudian mendatangi lokasi dan menemukan karung ditutupi dengan pelepah sawit.

“Petugas kemudian mendekati tumpukan itu. Saat berada di dekat tumpukan, petugas melihat ada dua orang yang berlari. Petugas melakukan tembakan peringatan tapi tidak digubris dan (mereka) berhasil melarikan diri,” ujar Charles.

Petugas memeriksa karung tersebut dan menemukan ganja. Saat ini barang bukti sudah diamankan petugas. “(Pemilik) lagi kami selidiki,” ujar Charles.

Namun lewat informasi dari masyarakat, cerita settingan itu terbongkar. Maret 2020, Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumatera Utara melakukan penyidikan, dan memeriksa intensif ke-8 anggota Polres Padangsidimpuan yang terlibat.

“Iya, ada delapan orang polisi yang kita tangkap karena keterlibatan dengan narkotika, mereka sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Direktur Reserse Narkoba Komisaris Besar Polisi Robert Da Costa, 19 Maret 2020.

Kasusnya pun bergulir ke pengadilan. “Pada tanggal 2 Maret 2020 dilakukan penimbangan terhadap 19 karung plastik seberat 327 kilogram,” beber JPU.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (man)

KPU Medan Tetapkan Paslon Akhyar-Salman & Bobby-Aulia, Petahana vs Anak Muda

Akhyar Nasution (kiri) dan Bobby Nasution (kanan), balon Wali Kota Medan yang berpeluang bertarung di Pilkada Medan 2020.
Akhyar Nasution (kiri) dan Bobby Nasution (kanan), balon Wali Kota Medan yang berpeluang bertarung di Pilkada Medan 2020.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemilihan Kepala Daerah Kota Medan resmi hanya akan diikuti dua pasangan calon (paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan telah menetapkan pasangan Ir H Akhyar Nasution MSi-H Salman Alfarisi Lc MA dan pasangan Muhammad Bobby Afif Nasution-H Aulia Rachman SE, sebagai calon yang akan bertarung di Pilkada Serentak Desember 2020. Petahana versus anak muda.

Akhyar Nasution (kiri) dan Bobby Nasution (kanan), balon Wali Kota Medan yang berpeluang bertarung di Pilkada Medan 2020.

“Melalui Surat Keputusan No 790/PL.02.3-Kpt/1271/KPU-Kot/IX/2020 tertanggal 23 September 2020, kami menetapkan Muhammad Bobby Afif Nasution-H Aulia Rachman SE dan Ir H Akhyar Nasution MSi-H Salman Alfarisi Lc MA sebagai Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Tahun 2020,” kata Ketua KPU Kota Medan, Agussyah Ramadani Damanik, didampingi komisioner KPU Kota Medan Zefrizal, Edy Suhartono, Nana Miranti dan M. Rinaldi Khair di Kantor KPU Kota Medan, Jalan Kejaksaan No. 37 Medan, Rabu (23/9).

Penetapan pasangan calon dilakukan setelah KPU Kota Medan melakukan verifikasi dokumen syarat pencalonan, baik syarat pencalonan saat atau setelah pendaftaran maupun pasca perbaikan dokumen. Verifikasi berkas dilakukan sejak tanggal 16 September hingga 22 September yang lalu.

Rapat Pleno Penetapan Pasangan Calon dilakukan secara tertutup, sesuai amanah Peraturan KPU (PKPU) No 9 Tahun 2020 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan KPU No 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan dan Surat Keputusan KPU RI No 394 tentang Pedoman Teknis Pendaftaran, Penelitian dan Perbaikan Dokumen Persyaratan, Penetapan serta Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon.

KPU berpandangan, penetapan dilakukan tanpa mengundang pasangan calon, agar tidak terjadi potensi kerumunan massa di Kantor KPU Kota Medan. Mengingat, Pilkada Serentak akan diselenggarakan di tengah wabah pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, cawalkot Akhyar Nasution merupakan calon petahana, karena posisinya saat ini sebagai Plt Wali Kota Medan. Akhyar berpasangan dengan Calon Wakil Wali Kota Medan Salman Alfarisi, politisi Partai Keadilan Sejahtera yang telah berpengalaman sebagai wakil rakyat, baik di tingkat Kota Medan maupun Provinsi Sumut.

Sementara Cawalkot Bobby Nasution adalah anak muda menantu Presiden RI Joko Widodo. Ia berpasangan dengan Aulia Rachman sebagai Calon Wakil Wali Kota Medan, yang merupakan politisi Partai Gerindra asal Medan Utara.

Hari Ini, Pengundian Nomor Urut

Komisioner Divisi Teknis KPU Medan, Rinaldi Khair, mengatakan setelah penetapan paslon pada Rabu (23/9), hari ini KPU Kota Medan akan melakukan Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut.

“Setelah pengundian nomor urut, kita akan langsung melakukan penetapan nomor urut. Kegiatan itu akan kita lakukan di Hotel Santika Dyandra Medan, besok pukul 14.00 WIB,” ujar Rinaldi.

Kegiatan akan dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang dilakukan oleh kedua pasangan calon. “Penandatanganan Paket Integritas itu wajib dan penting. Proses tahapan Pilkada harus diterapkan sesuai protokol kesehatan Covid 19,” katanya.

KPU Medan menegaskan, kedua pasangan calon dan Tim Kampanye tidak boleh melakukan pengumpulan dan pengerahan massa pendukung serta simpatisan ke lokasi rapat pleno terbuka. Hal itu agar proses pelaksanaan rapat pleno terbuka dapat berjalan lancar, dan sesuai dengan protokol kesehatan, pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Untuk itu, KPU Kota Medan memfasilitasi siaran langsung rapat pleno terbuka melalui media sosial facebook KPU Kota Medan dan instagram @kpukota_medan. “Pemanfaatan teknologi informasi itu dilakukan agar masyarakat pendukung maupun simpatisan pasangan calon dapat menyaksikannya di tempat masing-masing tanpa harus datang ke lokasi dan berkerumun,” pungkasnya.

Pilkada Serentak akan digelar pada Rabu, 9 Desember 2020 mendatang. (map)