BINJAI, SUMUTPOS.CO – Jajaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai mengikuti simulasi penilaian Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Bersih Birokrasi Melayani(WBK/WBBM) secara virtual dengan narasumber Staf Ahli Bidang Sosial, Min Usihen, Jumat (18/9).
Simulasi Penilaian WBK/WBBM pada Lapas Kelas IIA Binjai juga dilakukan dengan 3 satuan kerja. Adalah, Lapas Khusus Anak Kelas I Medan, Lapas Kelas II B Lubukpakam, dan Lapas Kelas II B Gunungsitoli.
Kegiatan simulasi ini juga dihadiri oleh Kepala Divisi Administrasi, Betni Humiras Purba didampingi oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan, Pujo Harinto dan Tim Pokja WBK/WBBM Kanwil Kemenkumham Sumut, Tim Pokja WBK/WBBM Lembaga Pemasyaraktan Kelas IIA Binjai serta satker lainnya yang akan menghadapi TPN.
Staf Ahli Bidang Sosial, Min Usihen memberi arahan dan masukan hal-hal penting kepada Lapas Binjai yang akan menghadapi TPN.
“Pada video sudah bagus, dimaksimalkan lagi durasinya. Pelayanan yang sudah baik dari Lapas Binjai ditampilkan dalam video profile, sehingga durasi maksimal 15 menit dapat digunakan untuk menampilkan pelayanan yang sudah baik,” ujar dia.
“Tampilkan tusi pada video profile Lapas Binjai, begitu juga dengan survey IPK/IKM dengan nilai yang sempurna, sangat baik, konsisten dengan hasil survey,” sambung dia.
Min Usihen mengingatkan, agar seluruh pegawai Lapas Binjai yang berjumlah 124 orang berperan aktif untuk menyebarkan hal baik mengenai Lapas Binjai. Juga menjaga konsistensi antara LKE dan Survei yang dilakukan dengan kondisi di lapangan.
Menutup arahan, Min Usihen kembali mengingatkan seluruh pegawai pada satker untuk meningkatkan pemahamannya mengenai Zona Integritas dan juga Culture Set, pola pikir budaya kerja dan pelayanan lebih mudah, lebih cepat kepada masyarakat pengguna Layanan.
Kepala Divisi Administrasi, Betni Humiras Purba dalam pendampingan simulasi Penilaian WBK/WBBM pada Lapas Kelas IIA Binjai menambahkan, Lapas Binjai merupakan Satker yang diunggulkan.
“Pertahankan dan maksimalkan responden Survey Hasil Penilaian Reformasi Birokrasi Zona Intergitas tetap bersih dan juga mengapresiasi percepatan-percepatan Lapas Binjai dalam setiap saran dan masukan yang diberikan,” pungkasnya. (ted/han)
SERAHKAN: Sekda Binjai, Mahfullah Daulay menyerahkan dokumen KUA PPAS P-APBD 2020 kepada Ketua DPRD, H Noor Sri. teddi/SUMUT POS.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai menyampaikan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara )PPAS) pada Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (PAPBD) Tahun 2020 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
SERAHKAN: Sekda Binjai, Mahfullah Daulay menyerahkan dokumen KUA PPAS P-APBD 2020 kepada Ketua DPRD, H Noor Sri. teddi/SUMUT POS.
Dalam dokumen tersebut, ada 7 prioritas pembangunan-pembangunan yang dilakukan Pemko Binjai dalam Rapat Paripurna di Gedung Sementara DPRD, yang disampaikan Sekretaris Daerah Kota Binjai, Mahfullah Daulay kepada Ketua DPRD Binjai, H Noor Sri Alam, Jumat (18/9).
“Sehubungan dengan terjadinya wabah Pandemi Virus Corona dalam upaya untuk menjaga kualitas dan kesinambungan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2020 dan dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional, penyediaan jaringan pengamanan sosial serta penanganan Virus Corona di Kota Binjai perlu penyesuaian kembali terhadap APBD Kota Binjai yang disebabkan adanya perubahan pendapatan daerah dan belanja daerah,” kata Sekda.
Pendapatan asli daerah Kota Binjai pada APBD 2020 sebesar Rp151.261.345.859 diperkirakan mengalami kenaikan sebesar Rp30.417.416.215 atau naik 20,11 persen. Sehingga Perubahan APBD 2020 menjadi sebesar Rp.181.678.762.074.
Dia menjelaskan, pada P-APBD 2020, belanja daerah mengalami penurunan untuk belanja tidak langsung. Sementara belanja langsung mengalami penambahan.
Untuk pembiayaan daerah pada perubahan APBD TA 2020 mengalami pengurangan sebesar Rp 8.663.611.932,42 atau berkurang 123,10 persen dari semula Rp7.038.146.954. Pada APBD TA 2020 menjadi minus Rp 1.625.464.978,40 di perubahan APBD 2020.
Ini dikarenakan sisa lebih perhitungan anggaran sebelumnya pada APBD 2020 mengalami penurunan dari semula Rp10.238.146.954 menjadi sebesar Rp174.536.021.000 pada perubahan APBD TA 2020 dan pengurangan penyertaan modal investasi pemerintah daerah sebesar Rp1.400.000.000 dari semula Rp3.200.000.000 pada APBD 2020 menjadi Rp1.800.000.000 pada perubahan APBD TA 2020.
Mahfullah menambahkan, ada 7 prioritas pembangunan Pemko Binjai pada P-APBD 2020 yang berpedoman pada dokumen perencanaan nasional dan provinsi Sumatera Utara serta RPJMD Kota Binjai tahun 2016-2021 yakni pembangunan SDM, pengembangan wilayah perekonomian, peningkatan produktivitas perekonomian kota yang berdaya saing. Kemudian, lanjut Mahfullah, pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, pengurangan tingkat resiko bencana, peningkatan kualitas standar hidup layak dan terakhir mendukung dan mendorong kebijakan nasional dan provinsi. (ted/han)
KARO, SUMUTPOS.CO – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Karo Gembira Ginting mengukuhkan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPK Kecamatan Barusjahe di Losd Pasar Tiga Jumpa, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, Sabtu (19/9).
Susunan pengurus PAC IPK Barusjahe diantaranya, Jakaria Tarigan (Ketua), Job Tarigan, Samuel Tarigan, Muhtar Ginting, Untung Perangin-angin, dan Darno Barus (Wakil Ketua), Vencencius Barus (sekretaris), Sahedi Sembiring, Heice P. Barus, Lamardi Tarigan, Dihen Sembiring, dan Komando Tarigan (Wakil Sekretaris).
Selanjutnya, Simon Barus (bendahara), Denny Barus, Tambar Tarigan, Firdaus Barus, Adek Ginting, dan Antonius Tarigan (wakil bendahara). Penasehat masing-masing Sudin Ginting dan Antonius Ginting. Dalam arahannya, Gembira Ginting menyampaikan, bahwa IPK merupakan organisasi karya yang berkarya. “IPK bukan organisasi premanisme. Banyak orang diluar sana yang menyebut bahwa IPK adalah wadah para preman. Untuk itu, mari bekerja dan berkarya. Lambat laun label preman itu akan berubah,” tegas Gembira.
Sementara, Wakil Bupati Karo Cory Sriwaty br Sebayang selaku Penasehat DPD IPK Karo, meminta agar seluruh kader IPK tetap disiplin protokoler kesehatan.
Cory berharap agar IPK dapat bekerja sama dan bersinergi dengan Pemkab Karo. “ IPK sebagai organisasi yang besar, kian solid dan berkembang ,”pungkasnya.(deo/han)
KARO, SUMUTPOS.CO – Pemerintahan Desa Lingga dan Kelompok usaha “Usahanta Ras” Desa Lingga resmi membuka Bank Sampah di Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Gudang Bank Sampah Desa Lingga ini berada di Jalan Sibayak Lingga samping SDN 1 Desa Lingga.
Mengingat bahwa masalah sampah di lingkungan Desa Lingga perlu mendapat perhatian yang serius serta perlu pengelolaan yang baik. Plt. Kepala Desa Lingga Lotta Sinulingga menyatakan pihak Pemdes mendukung penuh pembukaan Bank Sampah di Desa Lingga. “Saya berharap dengan adanya unit usaha bank sampah masyarakat semakin sadar menjaga kebersihan di lingkungan desa. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga menyadarkan masyarakat kalau sampah ternyata memiliki nilai jual,”kata Lotta saat peresmian Bank Sampah di desanya.
Sementara Ketua Kelompok Usaha “Usahanta Ras” Desa Lingga, Ettiani Br Sinulingga menyatakan, unit usaha bank sampah yang dibentuk oleh kelompok usaha ini akan melakukan pembelian sampah jenis anorganik. Dalam unit usaha bank sampah, sistem operasional yang ditawarkan kelompok yaitu dengan menyediakan layanan tabungan bagi penyetor sampah (nasabah), yang dapat dicairkan 6 bulan sekali.(deo/han)
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pengurus cabang 0215 Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI) Kabupaten Langkat, menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) I tahun 2020, di Gedung PKK Langkat, Stabat, Sabtu (19/9).
Rakercab tersebut dihadiri Bupati Langkat Terbit Rencana PA diwakili wakil Bupati Langkat H. Syah Afandin dengan didampingi sejumlah pejabat Pemkab Langkat.
Wabup Syah Afandin dalam sambutannya, menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya Rakercab FKPPI ini. Rakercab ini, sebagai bagian pelaksanaan amanah organisasi, khususnya dalam penguatan dan konsolidasi program organisasi yang telah direncanakan.
Wabup berharap, Rakercab ini menjadikan FKPPI Langkat sebagai sebuah organisasi yang membawa nama Purnawirawan maupun TNI-POLRI semakin menguatkan perannya untuk menguatkan, dan menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan generasi muda. “FKPPI sesungguhnya memiliki peran strategis untuk menguatkan rasa nasionalisme dikalangan generasi muda,”ujarnya.
Sementara Dandim 0203/Langkat Letkol Inf.Bachtiar Susanto menegaskan, FKPPI saat ini adalah organisasi yang besar. Untuk itu, agar memberikan contoh yang baik pada anggota dan masyarakat.
“Dalam darah kalian mengalir darah TNI- Polri, jaga marwah itu dengan baik, jika marwahnya bisa terus di jaga,” kata Letkol Bachtiar, diyakini FKPPI bisa semakin besar dan manjadi benteng negara.
“Mengabdilah kepada bangsa dan negara. Untuk organisasi lainnya, yang ada di Langkat ini, bukanlah saingan dari FKPPI. Maka jadikanlah mereka sahabat yang terus dapat berjalan dengan sinergi,” imbuhnya.
Dandim juga menginstruksikan, agar FKPPI Langkat terus membantu program pemerintah. “Jadi buatlah program ke depan, yang tidak hanya menjadi kepentingan FKPPI, namun juga untuk kepentingan rakyat bumi Langkat. Semoga kedepannya FKPPI semakin di cintai rakyat. Berbuat dan berjuanglah tanpa pamrih,”pintanya.
Sedangkan, Wakil Ketua FKPPI Sumut Zainal A, mengajak seluruh kader FKPPI di Sumut khusus Langkat, secara bersama menjaga marwah FKPPI, agar selalu menjadi organisasi yang bersatu dan berdaulat, bersatu jiwanya, bersatu badannya. Dan mampu berkiprah lebih optimal dalam mempertahankan Pancasial dan UUD 1945. “Mari melalui FKPPI ini, kita ikut serta untuk menjaga kedaulatan NKRI,”seru Zainal.
Ketua FKPPI Langkat, Bembeng mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas dukungannya, hingga Rakercab ini berjalan baik.
“Terus maju demi kebaikan bersama, janganlah selesaikan sebuah permasalahan dengan keributan. Tidak perlu banyak bicara, namun berbuat sebagai garda terdepan. Ingat FKPPI adalah tempat pengkaderan,”tegasnya. (yas/han)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat, hingga 20 September 2020, sebanyak 429 instansi tengah melaksanakan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2019 yang berlangsung 1 September hingga 12 Oktober 2020.
Ilustrasi.
Ada hal menarik dalam pelaksanaan SKB CPNS 2019 ini. Ternyata, salah seorang peserta berhasil meraih skor SKB sempurna yaitu 500 dan menempati peringkat pertama di lokasi tesnya.
Hal ini diungkapkan melalui akun Twitter Badan Kepegawaian Negara (BKN) @BKNgoid, lengkap dengan lampiran bukti peraihan skornya.
“Salah satu peraih skor tertinggi pada SKB #CPNS2019 adalah pelamar formasi Pengelola Akuntansi di Kab Tegal. Kalian yang belum ikut ujian, auto merasa terpacu nggak nih dengan skor itu. Tapi ingat belajar giat pun jangan sampai lupa untuk jaga kesehatan, ya,” demikian dikutip Minggu (20/9).
Pelamar tersebut diketahui bernama Nastiti Wikan Mahanini. Di bawahnya, terdapat pula nama lain yang mendapat skor SKB 380, 375 dan 355.
Beragam reaksi netizen terlontar atas hal ini, mulai dari kagum hingga membandingkan dengan soal tes yang mereka hadapi, salah satunya di formasi keguruan.
“Wah kemaren saya juga udah liat yang 500 di Bandar Lampung, malah ada yang sampe 1 sesi 2 orang nilainya 500 tapi saya lupa di daerah mana. Hebat, sempurna banget! Tapi rasanya bukan formasi keguruan, karna untuk keguruan soalnya susah-susah sekali untuk pendagogik,” tulis akun @bangtaniexs.
“Gilaaaaaa wkwkwk kemarin di formasi guru geografi jabar ,gak ada yg sampai 300, soal nya unpredictable banget min,” ungkap akun @StefanoRiyan.
429 Instansi Gelar Tes SKB CPNS
Khusus pada Minggu (20/9), terdapat 75 instansi yang sedang melaksanakan tes SKB CPNS, tersebar di 35 lokasi.
“Untuk instansi yang sudah selesai melaksanakan tes itu ada 69 instansi,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja Sama BKN Paryono, Minggu (20/9).
Secara rinci, 429 instansi yang dimaksud terdiri dari 30 instansi pusat dan 399 instansi daerah. Sementara, 8 instansi masih belum melaksanakan tes, yang mana berasal dari daerah.
Sementara untuk 69 instansi yang sudah selesai terdiri dari 20 instansi pusat dan 49 instansi daerah.
Paryono juga melampirkan data peserta tes SKB CPNS yang hadir tes. Dari jumlah peserta keseluruhan sebanyak 255.974 orang, 80 persennya dinyatakan hadir, atau sebesar 205.818 orang.
“Jumlah yang tidak hadir (sebanyak) 3.058 peserta,” demikian dikutip dari data yang terlampir. (lp6)
Masker N95
dinilai paling
standar melawan
Covid-19.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masker jenis kain scuba dan buff dilarang digunakan penumpang kereta api listrik di Jakarta. Pasalnya, kedua jenis masker dinilai kurang ampuh menangkal droplet. Karena itu, penumpang KA diminta mengenakan masker yang mampu menutupi mulut dan hidung secara sempurna, guna menghindari penularan Covid-19.
Masker N95
dinilai paling
standar melawan
Covid-19.
Menanggapi itu, Praktisi Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) Dr dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI mengatakan, memang masker memiliki tingkatan.”Masker yang paling bagus itu adalah masker N95, maksudnya 95% dapat menyaring segala yg masuk ke dalam mulut. Termasuk mencegah masuknya virus Covid-19,” katanya dihubungi wartawan baru-baru ini.
Namun demikian, kata Umar Zein, untuk kasus dari pelarangan tersebut sebaiknya pemerintah atau pihak kereta api menyediakan masker bagi penumpang atau masyarakat. “Pemerintahlah dalam hal ini yang seharusnya menyediakan masker tersebut. Karena itu menjadi tanggung jawab pemerintah mengamankan rakyatnya. Kalau yang mampu beli sendiri, ya enggak masalah. Tapi kalau tidak mampu, maka pemerintah harus sediakan masker dan seharusnya masker N95 yang dipakai oleh tim medis,” terangnya.
Akan tetapi, untuk mencari masker N95 saat ini sangat sulit bahkan harganya mahal. Jadi, standarnya pemakaian masker saat ini adalah masker bedah. Tetapi, masker bedah ini juga sempat langka di apotek dan harganya sudah naik 2 sampai 3 kali lipat dari biasanya.
“Kebutuhan masker saat ini standar mutlak atau harus ada. Namun masker standar langka, dan harganya mahal. Karena itu, muncullah masker-masker kain ini, salahsatunya masker jenis scuba. Memang kurang ampuh. Tetapi sebenarnya protokol kesehatan bukan masker saja. Tetapi juga jaga jarak dan rajin cuci tangan dengan sabun pada air mengalir,” jelasnya.
Karena itu, dia menyarankan agar dalam penggunaan masker ini sebaiknya jangan hanya satu saja atau pakai satu seharian. Tetapi ganti masker baru setiap 5 jam. Kalau masih bisa dicuci, tentunya dicuci. “Nah, seharusnya pemerintah bisa mengendalikan ini. Permintaan masker saat ini tinggi, sehingga harga menjadi naik. Tetapi janganlah terlalu tinggi. Dan jangan melarang-melarang saja tanpa memberikan penggantinya. Masyarakat saat ini mau menggunakan masker scuba itu sudah lumayan, daripada tidak pakai masker. Apalagi saat ini menyosialisasikan untuk menggunakan masker saja belum berhasil seperti kita di Sumut ini contohnya,” papar mantan Kepala Dinas Kota Medan ini.
Karena itu, menurut Umar Zein, penanggulangan Covid-19 ini dimulai dari pencegahan, seperti melakukan PSBB yang benar. Jangan hanya menyalahkan satu poin, tapi secara keseluruhan tidak sempurna. “Harus secara keseluruhan agar bisa mencegah penularan Covid-19 yang saat ini semakin bertambah,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, penggunaan masker jenis scuba dan buff belakangan menjadi perbincangan. Hal tersebut lantaran keduanya dianggap terlalu tipis. Imbauan tak menggunakan masker jenis scuba dan buff ini muncul dari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melalui akun Instagram resminya, @commuterline.
Karena keduanya terlalu tipis, maka masker tersebut dianggap tidak mampu menahan percikan atau droplet untuk mencegah penularan virus Corona atau Covid-19.
Dari akun tersebut, terlihat unggahan berupa infografis seputar persentase efektivitas beberapa jenis masker. Infografis tersebut menunjukkan bahwa efektivitas masker scuba dan buff hanya sekitar 0-5 persen.
“Apakah jenis masker pilihanmu sudah efektif dalam mengurangi risiko terpapar debu, virus, dan bakteri #RekanCommuters Hindari pemakaian masker scuba atau buff yang hanya 5% efektif dalam mencegah risiko terpaparnya akan debu, virus, dan bakteri.
Hal itu pun dibenarkan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. “Masker scuba atau buff ini adalah masker dengan satu lapis saja dan terlalu tipis sehingga kemungkinan untuk tembus dan tidak bisa menyaring lebih besar,” kata Wiku dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, 15 September 2020.
Menurut dia, masker tersebut terlalu tipis sehingga kurang efektif untuk menangkal virus corona. Kata Wiku, masker scuba juga mudah untuk ditarik ke bawah sampai dagu, sehingga masker menjadi tidak berfungsi.
Dia pun meminta masyarakat menggunakan masker yang berkulalitas untuk mencegah penularan virus Corona. “Gunakanlah masker dengan cara yang tepat untuk bisa melindungi, menutup area atau hidung sampai dengan mulut dan dagu,” ucap Wiku.
Ia mengatakan, masyarakat dapat menggunakan masker bedah atau masker kain. Wiku mengingatkan agar memakai masker kain dan bedah yang berbahan katun dan berlapis tiga karena memiliki kemampuan baik dalam menyaring virus. “Masker kain yang bagus adalah yang berbahan katun dan berlapis tiga. Mengapa hal itu penting, karena kemampuan filtrasi atau menyaring partikel virus itu akan lebih baik dengan jumlah lapisan yang lebih banyak,” jelas Wiku.
Kementerian Kesehatan mendukung PT KCI yang melarang penggunaan masker berbahan scuba. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto menyatakan, masker berbahan scuba memang bukan termasuk masker. “Masker ya masker, titik. Kenapa melari-larikan ke scuba segala macam. Kan disuruhnya pakai apa? Masker. Scuba itu masker bukan? Bukan,” kata Yudi di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu 16 September 2020.
“Saya tanya, scuba itu masker bukan? Buff itu masker bukan? Berarti enggak memenuhi kan. Kalau dilarang apa salahnya?” lanjut Yuri.
Yuri menyebut pemakaian masker bukan sekadar menutupi hidung atau wajah dengan bahan seadanya. Dia mengingatkan, yang harus dilakukan adalah 3 M, bukan sekadar menutup wajah. 3 M adalah menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Dia meminta larangan scuba tidak dibuat polemik. “Kenapa sih dibikin konflik? Masker, bukan penutup hidung. Kalau nutup hidung pakai kertas bisa kan. Tapi yang diminta apa? Masker,” ucap Yuri. (ris)
PIDATO: Mendikbud, Nadiem Makarim berpidato saat menghadiri acara di Jakarta, beberapa waktu lalu.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nadiem Makarim mengatakan, bahwa tidak benar pihaknya akan menghapus mata pelajaran sejarah. Hal ini disampaikan melalui video yang diunggahnya di akun Instagramnya @nadiemmakarim, Minggu (20/9).
PIDATO: Mendikbud, Nadiem Makarim berpidato saat menghadiri acara di Jakarta, beberapa waktu lalu.
“Saya ingin mengucapkan sekali lagi, bahwa tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan, penghapusan mata pelajaran sejarah kurikulum nasional,” kata Nadiem.
Menurut dia, apa yang keluar di publik hanya salah satu dari puluhan bentuk penyederhanaan kurikulum, yang sampai sekarang masih dilakukan uji publik. Dan belum bersifat final. “Semuanya belum tentu permutasi tersebut yang menjadi final. Inilah namanya pengkajian yang benar, di mana berbagai macam opsi diperdebatkan secara terbuka,” ungkap Nadiem.
Dia menegaskan, penyederhanaan kurikulum tidak akan dilakukan sampai tahun 2022. Dan di tahun 2021, akan ada uji coba yang bentuknya belum skala nasional. “Jadinya sekali lagi tidak ada kebijakan apa pun yang akan keluar di 2021 dalam skala kurikulum nasional. Apalagi penghapusan mata pelajaran sejarah,” jelas Nadiem.
Nadiem mengaku terkejut, ada yang mempertanyakan komitmen dirinya terhadap sejarah. Padahal dirinya ingin memajukan pendidikan sejarah tersebut. “Padahal misi saya adalah untuk memajukan pendidikan sejarah agar kembali relevan dan menarik bagi anak-anak kita,” tutur Nadiem.
Dia pun menyinggung silsilah keluarganya, di mana kakeknya adalah seorang tokoh perjuangan di tahun 1945. Dan ayah serta ibunya merupakan aktivis nasional, yang seharusnya ini akan diketahui oleh anak-anaknya, melalui sejarah.
“Anak-anak saya tidak mengetahui bagaimana melangkah ke masa depan tanpa mengetahui dari mana mereka datang,” jelas Nadiem.
Karena itu, dirinya yang notabene adalah Menteri Pendidikan, ingin menjadikan mata pelajaran sejarah hal yang relevan bagi anak muda. “Saya ingin menjadikan sejarah sebagai suatu hal yang relevan untuk generasi muda, dengan penggunaan media yang menarik, dan relevan untuk generasi baru kita. Agar bisa menginspirasi mereka,” ungkap Nadiem.
Karena itu, dia meminta masyarakat agar tenang. Dan tidak lagi menjadikan hal ini isu yang liar. “Semoga klarifikasi ini bisa menenangkan masyarakat. Sejarah adalah tulang punggung dari identitas nasional kita. Tidak mungkin kami hilangkan,” tutup Nadiem.
Sebelumnya, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Evy Mulyani menyebut bahwa sejarah suatu hal yang penting bagi bangsa Indonesia.
“Sejarah merupakan komponen penting bagi Indonesia sebagai bangsa yang besar sehingga akan senantiasa menjadi bagian kurikulum pendidikan,” ucapnya kepada wartawan, Jumat (18/9).
Menyangkut rencana penyederhanaan kurikulum, Evy mengatakan hal itu akan didiskusikan dengan seluruh pihak terkait. “Rencana penyederhanaan kurikulum masih berada dalam tahap diskusi dengan seluruh komponen terkait,” papar dia..
Pihaknya mengharapkan adanya masukan dari seluruh pihak akan niat baik demi melonggarkan beban siswa tersebut. “Dalam proses perencanaan dan diskusi ini, tentunya Kemendikbud sangat mengharapkan dan mengapresiasi masukan dari seluruh pemangku kepentingan pendidikan, termasuk organisasi, pakar, dan pengamat pendidikan, yang merupakan bagian penting dalam pengambilan kebijakan pendidikan,” harapnya.
Ditambahkan Evy, penyederhanaan kurikulum akan dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ia pun menegaskan bahwa penerapannya hanya parsial di sebagian sekolah.
“Tahap perencanaan penyederhanaan kurikulum dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian dan dalam rencana penerapannya di tahun 2021 nantinya akan dilaksanakan secara terbatas dan bukan di seluruh sekolah,” pungkasnya. (lp6)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana pemerintah pusat menyiapkan hotel bintang 3 sebagai tempat isolasi bagi kasus positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dengan gejala ringan dan sedang di sejumlah kota di Indonesia —termasuk Kota Medan—, saat ini masih fokus untuk DKI Jakarta. Pemko Medan sendiri belum menyiapkan hotel berbintang 2 ataupun 3 dimaksud, karena belum mendapatkan perintah darfi pusat.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut. Tapi kata mereka, belum ada info tentang hotel mana yang akan ditunjuk untuk kepentingan (tempat isolasi) tersebut,” ucap Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Drs H Agus Suriyono kepada Sumut Pos, Minggu (20/9).
Menurutnya, jika pemerintah pusat telah menunjuk salahsatu atau sejumlah hotel, seyogyanya informasi tersebut telah diterima oleh BPD PHRI Sumut.”Jika pemerintah pusat meminta Pemko Medan menunjuk atau menyiapkan hotel sesuai arahan, Pemko Medan pasti akan mencari dan berkoordinasi dengan pihak hotel,” ujarnya.
Dijelaskan Agus, saat awal pandemi Covid 19 melanda tanah air termasuk Kota Medan, puluhan hotel di Kota Medan memilih berhenti beroperasi. Alasannya, biaya operasional tidak sebanding dengan pemasukan pihak hotel yang tingkat occupancy-nya menurun drastis. Namun seiring munculnya Perwal No.27/2020 tentang penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di tengah pandemi Covid 19 di Kota Medan, saat ini hotel-hotel telah beroperasi kembali.
Sebelumnya, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19 Kota Medan, Muslim Harahap, menjelaskan Pemko Medan belum mendapatkan surat dari pemerintah pusat terkait rencana tersebut. Karena itu, pihaknya belum berencana mencari hotel sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 di Kota Medan.
Kata Muslim, jauh sebelum ada rencana pemerintah pusat membuat hotel sebagai tempat isolasi pasien, pihaknya telah berupaya menyediakan lokasi isolasi bagi para pasien Covid-19, khususnya bagi pasien dengan gejala ringan hingga sedang. “Pemko Medan sudah lama mengajukan kepada Departemen Agama, supaya Asrama Haji yang jumlah kamarnya memadai, bisa dipergunakan untuk tempat isolasi pasien,” jelasnya.
Tapi sampai saat ini, pihak Pemko Medan belum mendapatkan respon dari Departemen Agama.
Kualifikasi Hotel
Menanggapi rencana pemerintah pusat itu, anggota Pansus Covid 19 DPRD Kota Medan, Afif Abdillah, meminta Pemko Medan untuk segera memberikan respon kepada rencana pemerintah pusat. Apalagi sampai saat ini, pihak gugus tugas belum menunjuk dan mengumumkan hotel bintang 3 yang akan dijadikan sebagai tempat isolasi pasien yang dimaksud.
“Kalau belum mendapatkan informasi, Pemko Medan wajib proaktif mempertanyakan persyaratan mengenai hotel bintang 3 yang cocok. Protokol kesehatan harus lebih ketat di hotel tempat isolasi pasien,” ujar Afif kepada Sumut Pos, Minggu (20/9).
Selain itu, kata dia, Pemko Medan juga wajib mencari informasi tentang teknis pelaksanaannya. Tak terkecuali mengenai pengamanan bagi orang-orang yang bekerja di hotel dimaksud. “Mereka ‘kan harus tetap kita lindungi. Lalu dari sisi perawatan, siapa yang bertanggung jawab? Apakah manajemen hotel atau dinas kesehatan setempat? ini juga harus jelas. Termasuk anggaran dan sebagainya,” ungkapnya.
Dikatakan Afif, pada di hotel tempat isolasi, harus ada dokter yang bertanggung jawab. Sehingga bila ada gejala pasien yang terpantau semakin berat, si pasien bisa langsung di arahkan ke RS rujukan.
“Ada banyak kualifikasi dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadikan hotel menjadi lokasi isolasi pasien Covid. Pemko harus mendapat informasi mengenai hal itu sesegera mungkin. Kita minta Pemko untuk tidak menunjuk hotel yang dimaksud tanpa kualifikasi yang jelas. Sebab hotel yang ditunjuk harus memenuhi kualifikasi agar efektif sebagai lokasi isolasi pasien,” pungkasnya.
Sebelumnya, pemerintah pusat mengatakan akan menyiapkan hotel berbintang 2 dan bintang 3 untuk tempat isolasi pasien covid-19 dengan gejala ringan dan sedang. Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, selain di DKI, pemerintah pusat juga menyiapkan tempat isolasi mandiri di wilayah dengan kasus tinggi seperti Depok, Bekasi, Medan, Semarang, dan Surabaya. (map)
ARAHAN
Wakil Ketua Satgas Pengendalian Pendisiplinan Protokol Kesehatan Mebidang, Kolonel Inf Azhar Mulyadi, memberi peringatan keras kepada pengelola Marelan Night Market yang belum menerapkan protokol kesehatan secara maksimal di lokasi usahanya, Sabtu (19/09) malam.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 5 restoran mewah dan 4 tempat hiburan di Kota Medan menjadi sasaran razia masker dan physical distancing (jaga jarak) sebagai penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid 19.
ARAHAN
Wakil Ketua Satgas Pengendalian Pendisiplinan Protokol Kesehatan Mebidang, Kolonel Inf Azhar Mulyadi, memberi peringatan keras kepada pengelola Marelan Night Market yang belum menerapkan protokol kesehatan secara maksimal di lokasi usahanya, Sabtu (19/09) malam.
Razia dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Tim Satgas Covid-19 Dinas Pariwisata Kota Medan dan Satpol PP Kota Medan, Sabtu (19/9) malam hingga Minggu (20/9) dini hari.
“Alhamdulillah, tim Satgas Dinas Pariwisata bersama Satpol PP Kota Medan telah melakukan kunjungan ke 9 lokasi yakni restoran dan tempat hiburan malam di Kota Medan. Di sana kita melakukan sosialisasi Perwal No.27/2020 dan penindakan,” ucap Kadis Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono, yang memimpin razia bersama Kasatpol PP Kota Medan, M Sofyan, kepada Sumut Pos, Minggu (20/9).
Dalam razia tersebut, tim menghentikan sementara aktifitas dan meminta penanggungjawab usaha untuk menghidupkan semua lampu yang ada di dalam restoran dan diskotik. Melalui alat pengeras suara, tim mengimbau pengelola usaha dan para pengunjung, agar bersama-sama melaksanakan adaptasi kebiasaan baru, dengan menerapkan protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan.
“Tim memberikan sanksi berupa surat teguran di Bel Mondo Cafe, karena di sana ada yang melanggar protokol kesehatan. Sedangkan di lokasi karaoke, dilakukan pemeriksaan dari ruangan ke ruangan, sekaligus memberikan imbauan physical distancing,” jelasnya.
Dijelaskan Agus, kegiatan penegakan disiplin penerapan protokol kesehatan kepada pelaku usaha dan masyarakat Kota Medan, akan dilanjutkan secara berkala, untuk memastikan pelaksanaan Perwal Kota Medan No. 27 Tahun 2020 berjalan dengan baik dan efektif.
Adapun 9 tempat yang dirazai Tim Satgas Covid-10 yakni restiran: District 10 Restaurant & Bar, Jl. Imam Bonjol, Harbour 9, Jl. Imam Bonjol, Bel Mondo Cafe, Jl. Teuku Daud, Shoot Resto & Bar Club, Jl. Kapt. Pattimura, dan The Traders Cafe, Restaurant & Bar, Jl. Kapt. Pattimura. Kemudian tempat hiburan yakni IX Nine Family KTV, Jl. Imam Bonjol, Grand Station Karaoke, Jl. Brigjend Katamso, New Zone Entertainment, Jl. Kol. Sugiono, dan Heaven Hell H2, Jl. Pegadaian.
Kepala Satu Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan, M Sofyan, mengatakan razia efektif meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan wajib mengenakan masker saat beraktifitas di tengah pandemi.
“Razia masker itu sejatinya bukan untuk mempersulit masyarakat, tetapi untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat atas peraturan yang telah dibuat,” ujarnya, Minggu (20/9).
Razia masker juga dapat disimbolkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Sayangnya, masih ada masyarakat yang menganggap penggunaan masker sebagai sebuah beban, bukan sebagai proteksi terhadap kesehatannya sendiri.
“Itu sering kita temukan saat razia. Masyarakat keluar rumah tidak pakai masker. Begitu kita stop, kita tanya, ternyata dia bawa masker, tapi nggak dipakai. Malah dikantongin. Ini bukti bahwa pemakaian masker belum menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat, tapi justru terkesan menjadi beban. Ini yang harus diubah,” katanya.
Pun demikian, telah banyak masyarakat yang disiplin menggunakan masker. “Kita harapkan ini menjadi kebiasaan dan kebutuhan,” tegasnya.
Menurut Sofyan, pihaknya berhasil merazia 2.552 lembar KTP masyarakat pelanggar aturan protokol kesehatan Covid 19, khususnya yang tidak mengenakan masker di tempat-tempat umum. “Mulai dari pengendara, pengunjung pasar, dan tempat-tempat umum lainnya di Kota Medan,” tandasnya.
Ia berhatap partisipasi seluruh masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Jangan Jadikan Seremonial
Anggota Pansus Covid 19 DPRD Kota Medan, M Rizki Nugraha SE, mendukung langkah Pemko Medan menggelar razia masker dan pelanggaran-pelanggaran protokol kesehatan lainnya di berbagai tempat umum di Kota Medan. Namun ia berharap, razia jangan sebatas kegiatan seremonial, melainkan kegiatan yang berlangsung secara berkesinambunangan, sehingga efektif menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan.
“Razia-razia seperti ini sangat baik. Tetapi kita harapkan kegiatan ini menjadi tindakan wajib yang masif, terukur, dan berkesinambungan dalam menegakkan Perwal No.27/2020,” tegas Rizki.
Menurut Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Medan ini, razia sepatutnya dilakukan setiap hari di tempat-tempat berbeda. Sembari tetap mengawasi tempat-tempat yang sudah dirazia. “Apalagi tempat-tempat hiburan, pengelola wajib membentuk Satgas Covid 19 masing-masing. Dinas Pariwisata wajib memberikan evaluasi,” jelasnya.
Terkhusus untuk tempat hiburan malam yang kembali beroperasi di tengah pandemi Covid-19, menurutnya, harus dibarengi dengan pengawasan ketat. “Kontrol harus serius. Rumah ibadah saja kita buat aturan dan kontrol saat masyarakat ingin beribadah, apalagi tempat hiburan. Beri sanksi tegas terhadap para pengusaha yang melanggar aturan,” pungkasnya.
Poldasu Gelar Patroli Malam
Tak hanya Pemko Medan, personel Dit Samapta Polda Sumut juga melakukan kegiatan patroli malam, dalam rangka pendisiplinan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.
Patroli dipimpin langsung Wakil Ketua Operasi Mebidang Gugus Tugas, Kolonel Azhar Mulyadi, bersama Tim Posko GTPP Covid-19 Sumut, Jumat (18/9) malam. Razia digelar di Komplek Multatuli-The Cube-Komplek J City-Pos Kopi-Karya Jaya Medan.
Kolonel Azhar Mulyadi mengatakan, dalam pelaksanaan patroli, masih banyak warga yang ditemukan tidak mematuhi protokol kesehatan. Oleh karena itu, pihaknya menegur pemilik cafe dan pengunjung, dan mengimbau agar selalu menggunakan masker dan menjaga jarak. “Tim juga membagikan masker kepada masyarakat yang tidak memakai masker,” ujarnya.
Dikatakannya, personel Dit Samapta Polda Sumut bersama tiga pilar akan terus melakukan patroli untuk mendisiplinkan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, mengingat saat ini kasus Covid-19 di Sumut terus meningkat. “Dihimbau sekali lagi kepada masyarakat agar selalu mematuhi anjuran protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tukasnya. (map/mag-1)