31.8 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 4034

Tiga Pembunuh Hakim Jamaluddin Divonis Mati

VONIS MATI: Tiga pelaku pembunuhan Hakim Jamaluddin divonis hukuman mati. Yakni Zuraida Hanum, Jefri Pratama, dan Reza Fahlevi.
VONIS MATI: Tiga pelaku pembunuhan Hakim Jamaluddin divonis hukuman mati. Yakni Zuraida Hanum, Jefri Pratama, dan Reza Fahlevi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Banding jaksa diterima Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Medan. Hakim menghukum maksimal M Jefri Pratama dan M Reza Fahlevi. Dua eksekutor pembunuh hakim Jamaluddin ini divonis mati dalam perkara tingkat banding, sekaligus mengubah putusan pada Pengadilan Negeri (PN) Medan. Demikian juga Zuraida Hanum, istri hakim Jamaluddin yang menjadi otak pembunuhan, tetap divonis hukuman mati.

VONIS MATI: Tiga pelaku pembunuhan Hakim Jamaluddin divonis hukuman mati. Yakni Zuraida Hanum, Jefri Pratama, dan Reza Fahlevi.
VONIS MATI: Tiga pelaku pembunuhan Hakim Jamaluddin divonis hukuman mati. Yakni Zuraida Hanum, Jefri Pratama, dan Reza Fahlevi.

Hakim ketua Ronius beranggotakan Purwono Edi Sentosa dan Krosbin menyatakan, Jefri Pratama dan Reza Fahlevi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana bersama-sama sebagaimana Pasal 340 KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana subsidair 338 KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa M Jefri Pratama dan M Reza Fahlevi dengan pidana mati,” demikian isi amar putusan sebagaimana dikutip dari website.bandingmahkamahagung.go.id, Senin (21/9).

Menurut majelis hakim, perbuatan kedua terdakwa yang menghabisi nyawa hakim Jamaluddin merupakan perbuatan biadab. “Terdakwa Jefri Pratama dan Reza Fahlevi dikategorikan perbuatan sadis dan tidak berperikemanusiaan. Sehingga kedua terdakwa dan Zuraida Hanum diperlakukan sama dan adil,” kata hakim.

Selain itu, PT Medan juga menguatkan putusan PN Medan terhadap Zuraida Hanum, otak pelaku pembunuhan suaminya, Jamaluddin. Sebagaimana isi putusan, Zuraida tetap divonis hukuman mati.

Pembunuhan Berencana

Terpisah, Onan Purba selaku penasihat hukum Zuraida Hanum mengaku belum bisa memberikan komentar atas putusan PT Medan tersebut.

“Sementara belum bisalah saya kasih komentar karena belum ada diterima salinan putusannya. Masih menunggulah macam mana kira-kira bunyi putusannya,” tandasnya.

Sementara itu, kuasa hukum almarhum Jamaluddin mengapresiasi putusan PT Medan tersebut. M Jafaruddin menilai, hukuman mati terhadap Jefri Pratama dan Reza Fahlevi sangatlah tepat.

“Memang itulah yang semestinya, karena pada dasarnya ini ‘kan pembunuhan berencana dari mereka bertiga. Jadi ini sudah pas Pasal 340,” tegasnya.

Sebelumnya, tiga terdakwa pembunuhan Hakim PN Medan ini, divonis berbeda oleh majelis hakim PN Medan, Erintua Damanik.

Dalam amar putusannya itu, Zuraida Hanum selaku otak pembunuhan tersebut divonis dengan hukuman mati. Sedangkan Jefri Pratama eksekutor Hakim Jamaluddin, dihukum dengan seumur hidup, dan Reza Fahlevi, dihukum 20 tahun karena telah melakukan pembunuhan bersama-sama dan membunuh korban saat tidak berdaya. (man)

Smartfren Kerja Sama dengan Kementerian Agama

Berikan Bantuan Paket Data Terjangkau untuk Pembelajaran Jarak Jauh  

KERJA SAMA: Dr A Umar, MA, selaku Direktur KSKK Madrasah Ditjen Pendis Kementerian Agama dan Merza Fachys, Presiden Direktur Smartfren dalam penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Agama di Kantor Kementerian Agama, Senin (21/9/2020).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Smartfren telah bekerja sama dengan Kementerian Agama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk memberikan kartu perdana gratis untuk para penggiat pendidikan yang berada dalam naungan Kementerian Agama. Program ini sebagai cara untuk menindaklanjuti kebijakan pemerintah untuk memberikan gratis kuota kepada pelajar dan mahasiswa.

Situasi pandemi saat ini telah memberikan tantangan baru bagi pendidikan di Indonesia. Sistem pembelajaran yang normalnya dilakukan dengan tatap muka, kini harus bergeser ke sistem pembelajaran jarak jauh atau secara online. Dengan kerja sama ini diharapkan dapat membantu memastikan kelancaran belajar jarak jauh untuk pelajar, tenaga pengajar dan karyawan di lingkungan Kementerian Agama dalam menghadapi situasi pandemi saat ini. 

Direktur KSKK Madrasah Ditjen Pendis Kementerian Agama,  Dr A Umar, MA mengatakan kerja sama ini menjadi ikhtiar pihaknya untuk memfasilitasi pembelajaran daring bagi siswa Madrasah.

“Sementara pengajuan anggaran Kementerian Agama terkait paket data gratis bagi siswa Madrasah masih berproses di Kementerian Keuangan, kami mencoba terobosan sinergi dengan Smartfren dan operator telekomunikasi lainnya untuk pembelajaran jarak jauh di Madrasah,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys mengatakan Smartfren sangat mendukung program pemerintah untuk pembelajaran jarak jauh karena pihaknya memahami pentingnya pendidikan sebagai penentu masa depan bangsa dan dalam masa ini,  belajar di rumah adalah kunci terhadap keberhasilan pendidikan tersebut.

“Menggunakan jaringan telekomunikasi Smartfren yang sudah 100 persen 4G, kami yakin para pelajar dan tenaga pengajar akan bisa bertatap muka secara virtual serta menjalankan kegiatan belajar-mengajar dengan lebih efektif, lancar dan mudah. Semoga melalui kerja sama dengan Kementerian Agama, Smartfren dapat membantu terlaksananya kegiatan belajar jarak jauh sekaligus menjaga semangat para siswa dan tenaga pengajar di seluruh Indonesia untuk menggapai berbagai peluang baru,” ungkapnya.

Smartfren telah sejak lama mendukung kelancaran kegiatan pendidikan di Indonesia dan Smartfren senantiasa akan mendukung program pemerintah dalam menyediakan fasilitas layanan koneksi internet untuk memudahkan para pelajar di Indonesia. Karena dalam kondisi pandemi seperti saat ini para pelajar harus dapat terus menimba ilmu dari manapun. 

Sebelumnya, Smartfren telah meluncurkan promo gratis kuota 30 GB yang dapat digunakan oleh pelanggan Smartfren untuk mengakses Ruangguru  tanpa biaya. Smartfren juga telah membagikan MiFi dan kartu perdana gratis guna mendukung kegiatan belajar mengajar SMPN 1 Rembang, Jawa Tengah; juga kartu perdana gratis untuk siswa dan siswi di SDN Sungai Andai 3, SDN Kuin Selatan 4, SDN Pemurus 1, SDN Seberang Mesjid 5, dan SDN Benua Anyar, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Bagi yang sudah memiliki nomor Smartfren, segera daftarkan nomor Smartfren kamu untuk mendapatkan kuota gratis di petugas sekolah atau kampus, dan bagi yang belum memiliki nomor Smartfren jangan berkecil hati,  kalian bisa menghubungi call center 888 dan sampaikan informasi dari sekolah atau kampus mana kamu berasal,  pihak  Smartfren di area tersebut akan datang ke sekolah atau kampus kamu untuk memberikan kartu perdana gratis. (rel/ram)

Telkomsel Bersama Kementerian Agama Perkuat Inisiatif Program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh

Suasana penandatanganan nota kesepahaman kolaborasi Telkomsel bersama Kementerian Agama Republik Indonesia menghadirkan program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh melalui aplikasi cloudX di Jakarta, Senin (21/9). Telkomsel berinisiatif memberikan dukungan nyata terhadap program tersebut dengan menyiadakan kartu perdana yang sudah disertai kuota data 10GB dari Paket MBJJ (Merdeka Belajar Jarak Jauh) senilai Rp10, dan dilengkapi paket renewal dengan kuota 11GB senilai Rp5000. Program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh sendiri dimulai dari 21 September sampai 31 Desember 2020.

–     Telkomsel memperkuat komitmennya dalam memaksimalkan pembelajaran digital di Indonesia dengan menjalin kolaborasi lanjutan bersama Kementerian Agama untuk mengakselerasikan program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh.

–     Program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh dirancang untuk menunjang peserta didik dan pengajar Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menjalankan kegiatan pembelajaran jarak jauh.

–      Dukungan Telkomsel terhadap program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh meliputi distribusi kartu perdana dengan kuota data 10GB dari Paket MBJJ seharga Rp10 dan penyelenggaraan webinar “Merdeka Belajar Jarak Jauh Pendidikan Madrasah melalui Teknologi Digital dengan Jaringan Terluas” pada akhir September 2020.

Suasana penandatanganan nota kesepahaman kolaborasi Telkomsel bersama Kementerian Agama Republik Indonesia menghadirkan program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh melalui aplikasi cloudX di Jakarta, Senin (21/9). Telkomsel berinisiatif memberikan dukungan nyata terhadap program tersebut dengan menyiadakan kartu perdana yang sudah disertai kuota data 10GB dari Paket MBJJ (Merdeka Belajar Jarak Jauh) senilai Rp10, dan dilengkapi paket renewal dengan kuota 11GB senilai Rp5000. Program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh sendiri dimulai dari 21 September sampai 31 Desember 2020.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel terus meningkatkan kontribusi nyata dalam mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia, termasuk membantu masyarakat menjalani kegiatan pembelajaran jarak jauh di tengah situasi penuh tantangan saat ini. Dampak positif yang diharapkan oleh Telkomsel kini diwujudkan dengan mendukung program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh dari Kementerian Agama. Sebagai bagian dari dukungan tersebut, Telkomsel menjalin kolaborasi lanjutan bersama Kementerian Agama Republik Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman yang laksanakan bersama pada 21 September 2020.

Direktur Sales Telkomsel Ririn Widaryani mengatakan, “Telkomsel merasa senang dapat kembali menjalin kolaborasi bersama Kementerian Agama sehingga bisa terus bergerak maju bersama mendampingi institusi pendidikan tingkat madrasah di seluruh Indonesia dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran jarak jauh secara efektif dan efisien. Kolaborasi ini pun sejalan dengan komitmen Telkomsel sebagai leading digital telco company untuk membangun ekosistem digital yang menyeluruh dan berkelanjutan di Indonesia, mengingat kegiatan belajar mengajar jarak jauh butuh implementasi teknologi digital yang komprehensif.”

Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama Ahmad Umar mengatakan, “Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Telkomsel untuk memberikan bantuan kartu perdana dan kuota internet sebesar 10GB kepada siswa madrasah yang membutuhkan. Melalui jaringan Telkomsel yang unggul kami harap dapat memudahkan siswa dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh.”

Program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh dirancang untuk menunjang para pemangku kepentingan di lingkungan madrasah dan keluarga besar Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menjalankan kegiatan pembelajaran jarak jauh. Inisiatif tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi para peserta didik dan pendidik Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menjalani cara baru pada kegiatan belajar mengajar di tengah situasi pandemi seperti sekarang. Program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh sendiri dimulai dari 21 September sampai 31 Desember 2020.

Telkomsel berinisiatif memberikan dukungan nyata terhadap program tersebut dengan menyiadakan kartu perdana yang sudah disertai kuota data 10GB dari Paket MBJJ (Merdeka Belajar Jarak Jauh) senilai Rp10, dan dilengkapi paket renewal dengan kuota 11GB senilai Rp5000. Telkomsel akan melakukan distribusi kartu perdana khusus tersebut kepada institusi madrasah yang telah mendaftarkan diri di sistem pendataan online Kementerian Agama.

Di samping itu, Telkomsel juga akan mengadakan webinar bertema “Merdeka Belajar Jarak Jauh Pendidikan Madrasah melalui Teknologi Digital dengan Jaringan Terluas” pada akhir September 2020, yang dapat diikuti secara umum untuk mendapatkan informasi lebih lengkap dari kolaborasi lanjutan antara Telkomsel dan Kementerian Agama ini. Sebelumnya, Telkomsel juga telah menjalin kolaborasi bersama Kementerian Agama dengan menghadirkan program Penyediaan Kuota Terjangkau yang tersedia bagi lebih dari 80.000 madrasah di seluruh Indonesia.

Dalam mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi saat ini, Telkomsel sejak awal sudah berinisiatif menghadirkan ragam produk dan layanan yang dapat mendukung aktivitas digital pada sektor Pendidikan dengan layanan terlengkap mulai dari aplikasi pembelajaran jarak jauh CloudX, aplikasi pendidikan Ilmupedia, dan skul.id. Selain itu, Telkomsel juga terus memastikan kenyamanan dan kemudahan masyarakat melakukan aktivitas digitalnya dengan terus memperkuat dan menambahkan akses jaringan telekomunikasi broadband yang merata hingga seluruh pelosok negeri.

“Semoga dukungan Telkomsel terhadap program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh mampu memberikan perubahan nyata bagi seluruh elemen di berbagai tingkatan Madrasah di Indonesia. Ke depan, Telkomsel akan terus bergerak maju menghadirkan solusi yang customer-centric bagi institusi pendidikan di Indonesia beserta para pemangku kepentingan di dalamnya, khususnya dalam menjalani pembelajaran jarak jauh dengan baik. Telkomsel akan melanjutkan upaya kolaboratif ini dengan menggandeng lebih banyak pemangku kepentingan lainnya agar manfaat pembelajaran jarak jauh dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup Ririn.

The Clinic Bersama Sejumlah Komunitas Khitankan Gratis Anak Yatim

FOTO BERSAMA: The Clinic Beautylosophy bersama sejumlah komunitas dan anak yatim yang dikhitan.
FOTO BERSAMA: The Clinic Beautylosophy bersama sejumlah komunitas dan anak yatim yang dikhitan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – The Clinic Beautylosophy bersama sejumlah komunitas mengadakan khitanan massal gratis kepada anak yatim, Minggu (20/9). Kegiatan sosial yang dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 digelar di The Clinic Beautylosophy, Jalan Sekip Nomor 4, Medan.

FOTO BERSAMA: The Clinic Beautylosophy bersama sejumlah komunitas dan anak yatim yang dikhitan.
FOTO BERSAMA: The Clinic Beautylosophy bersama sejumlah komunitas dan anak yatim yang dikhitan.

Pemilik The Clinic Beautylosophy Medan, dr Arya Tjipta SpBP-RE mengatakan, setelah sekian lama tertunda akibat pandemi Covid-19, kegiatan khitan massal gratis kembali digelar. Kegiatan kali ini berkolaborasi dengan sejumlah komunitas yaitu, Bikers Brotherhood Satu Persen MC Indonesia, We Car We Share, Komunitas Peduli Anak Jalanan, dan Sedekah Yatim Medan.

“Ini merupakan kegiatan yang memang rutin kita laksanakan, hanya saja sempat tertunda akibat pandemi Covid-19,” ungkap dr Arya.

Dikatakannya, karena kondisi pandemi ini hanya 60 anak yatim disunat massal secara gratis dalam sehari. Jika tidak pandemi, biasanya sekitar ratusan anak. “Pandemi bukan penghalang untuk tetap melakukan aktivitas sosial. Untuk itu, kita menyesuaikan dengan kondisi di tengah Covid-19. Sehingga, dibatasi hanya 60 anak untuk satu hari dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” terang dokter spesialis bedah plastik ini.

Meski dibatasi, sambung Arya, direncanakan khitan massal ini rutin akan dilaksanakan dalam setiap minggu. Karena, sudah menjadi komitmen untuk membantu terhadap sesama.

“Target peserta sebanyak-banyaknya dan tidak dibatasi, dan akan dilaksanakan setiap minggunya. Hanya saja, dalam sehari maksimal 60 anak mengingat pelaksanaan saat pandemi,” tuturnya.

Arya menambahkan, ke depan kolaborasi yang dilakukan bersama sejumlah komunitas tidak hanya sebatas pada kegiatan khitan massal. Melaikan, juga akan dilaksanakan dalam kegiatan-kegiatan lain seperti operasi bibir sumbing. “Sasaran dalam kegiatan sosial ini adalah anak-anak yatim, mualaf, duafa, anak jalanan, dan anak-anak dari keluarga kurang mampu,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan Bikers Brotherhood Satu Persen MC Indonesia, Edi Roesli mengatakan, kegiatan khitan massal gratis hasil kolaborasi ini masuk dalam salah satu program pihaknya, yaitu berbagi dan membantu sesama.

“Kita akan tularkan terus virus persaudaraan,” ucapnya didampingi Mak Boy, perwakilan Bikers Brotherhood Satu Persen MC Indonesia Medan.

Perwakilan We Care We Share, Bhagol menyampaikan, anggota di komunitas mereka berasal dari berbagai latar belakang, ada pemain band, seniman tato, mural, stand up, dan lainnya. “Kita juga ada program kemanusiaan, dan sepakat ada kegiatan sosial yang hasilnya akan didonasikan,” ujarnya.

Bhagol menyatakan, kolaborasi seperti ini akan terus berlanjut terus karena dapat menyatukan dan mempererat hubungan dalam berbagi dan membantu sesama. Apalagi, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan.

Khairini, perwakilan dari Komunitas Peduli Anak Jalanan, menuturkan, di masa pandemi Covid-19 aktivitas memang berkurang. Akan tetapi, kegiatan sosial jangan sampai berkurang. Caranya, bisa diubah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Kita harus terus semangat untuk membantu sesama, walau di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sedangkan M Ali Akbar, dari Sedekah Yatim Medan, mengatakan, pihaknya mendata anak-anak yatim yang belum dan ingin khitan. “Tidak hanya khitan gratis. Biasanya, setiap hari Jumat dikumpulkan sembako dan pakaian layak untuk diberikan ke panti asuhan,” tuturnya. (ris/ila)

Komunitas Satu Hati Salurkan 210 Paket Sembako

BERSAMA: Komunitas Satu Hati foto bersama di sela-sela penyaluran paket sembako di Kelurahan Mabar, Medan Deli.fachril/sumut pos.
BERSAMA: Komunitas Satu Hati foto bersama di sela-sela penyaluran paket sembako di Kelurahan Mabar, Medan Deli.fachril/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 210 paket sembako bantuan dari Anugerah Prima Indonesia disalurkan kepada warga prasejahtera, di Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli, Jumat (18/9). “Bantuan pangan ini sebagai wujud kepedulian sosial kami di masa pandemi Covid-19, “ kata Manager API, So Huan.

BERSAMA: Komunitas Satu Hati foto bersama di sela-sela penyaluran paket sembako di Kelurahan Mabar, Medan Deli.fachril/sumut pos.
BERSAMA: Komunitas Satu Hati foto bersama di sela-sela penyaluran paket sembako di Kelurahan Mabar, Medan Deli.fachril/sumut pos.

Dalam proses penyerahannya, pihaknya menggandeng Komunitas Satu Hati dan Relawan Bobby Nasution (Rebon). Sehingga, diharapkan bantuan ini bisa meringankan beban ekonomi warga.

Ketua Umum Komunitas Satu Hati, Sartjipto King menambahkan, program berbagi ini dilaksanakan secara door to door ke rumah warga yang membutuhkan. Tujuannya agar bantuan tepat sasaran.

Program kerja sama dengan dukungan perusahaan yang bergerak di bidang pakan unggas KIM I Medan ini, merupakan rangkaian peringatan hari jadi ke-2 Komunitas Satu Hati yang hadir untuk gerakan sosial di masyarakat.

“Bahkan ini juga bagian dukungan kami kepada Bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Medan, Bobby-Aulia, yang sejalan visinya untuk membangun Kota Medan serta kepedulian akibat dampak Covid-19 .

Selain bantuan tersebut, Komunitas Satu Hati juga gencar mengkampanyekan kepada warga Kota Medan agar peduli pencegahan Covid, seperti memakai masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan. (fac)

UISU Salurkan Bantuan Alquran ke Rumah Tahfidz

ALQURAN: Rektor UISU, Dr HYanhar Jamaluddin, MAP, menyerahkan Alquran kepada salah seorang santri di Rumah Tahfidz Alquran Al Husin di Tanjung Pura Langkat. beberapa waktu lalu.bagus/sumut pos.
ALQURAN: Rektor UISU, Dr HYanhar Jamaluddin, MAP, menyerahkan Alquran kepada salah seorang santri di Rumah Tahfidz Alquran Al Husin di Tanjung Pura Langkat. beberapa waktu lalu.bagus/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) menyerahkan dan menyalurkan bantuan berupa Alquran rumah-rumah Tahfidz Alquran dan masjid yang berada di Kota Medan, Kabupaten Deliserdang dan Kabupaten Langkat. Hal ini bertujuan meningkatkan pembelajaran dan memahami Alquran.

ALQURAN: Rektor UISU, Dr HYanhar Jamaluddin, MAP, menyerahkan Alquran kepada salah seorang santri di Rumah Tahfidz Alquran Al Husin di Tanjung Pura Langkat. beberapa waktu lalu.bagus/sumut pos.
ALQURAN: Rektor UISU, Dr HYanhar Jamaluddin, MAP, menyerahkan Alquran kepada salah seorang santri di Rumah Tahfidz Alquran Al Husin di Tanjung Pura Langkat. beberapa waktu lalu.bagus/sumut pos.

Penyaluran bantuan Alquran yang berasal dari sumbangan dosen, pegawai dan keluarga besar civitas akademika UISU, merupakan bentuk kontribusi UISU kepada masyarakat. “Sebagai Perguruan Tinggi Islam, kegiatan ini merupakan implementasi catur dharma UISU yakni kegiatan dakwah Islamiyah,” ungkap Rektor UISU. Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP, baru-baru ini.

Menurut Rektor UISU, kegiatan penyaluran itu ke depannya, kata Rektor UISU, akan tetap dilaksanakan UISU melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan Agama Islam dan Dakwah Islamiyah (LEPPAI-DI) UISU.

Kegiatan itu penting dalam rangka pelibatan seluruh civitas akademika UISU dan keluarga besar UISU untuk bersama-sama dan mendukung kegiatan syiar Islam. Khususnya, di beberapa daerah di Sumatera Utara yang sangat membutuhkan bantuan alquran. “Baik untuk keperluan belajar di rumah tahfidz maupun untuk keperluan di masjid-mesjid,” katanya.

Pada kesempatan yang berbeda, Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan Agama Islam dan Dakwah Islamiyah (LEPPAI-DI) UISU, Drs. H. Ahmad Adib Nasution M.M didampingi oleh Sekretaris Eli Agustami S. Ag, menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyalurkan ratusan alquran yang berasal dari sumbangan dosen, pegawai dan keluarga besar di lingkungan UISU.

“Alquran ini kita salurkan kepada grup-grup dan rumah-rumah tahfidz yang membutuhkan. Selain itu, juga untuk menambah perbendaharaan Alquran mereka yang sudah rusak, “ujar Ahmad Adib.

Dijelaskan Ketua LEPPAI-DI UISU bahwa kegiatan itu merupakan inisiatif LEPPAI-DI UISU yang mendapat support dari Rektor UISU dan seluruh civitas akademika UISU. Adapun rumah tahfidz dan masjid yang sudah didstribusikan diantaranya Tahufizul quran Usamah bin Zaid di Medan Polonia, Tahfidzul Quran alKhairi di Medan Johor.

Kemudian, Rumah Tahfidz Alquran al Husin di Tanjung Pura Langkat dan Mesjid Raya alJami’ STM Hulu Kabupaten Deli Serdang. Hingga saat ini sudah 207 alquran yang sudah didistribukan UISU ke 10 lokasi yang sebagian besar terdiri dari rumah tahfidz dan sebagian lagi masjid.

Masih menurut Ketua LEPPAI-DI UISU bahwa kegiatan penyaluran bantuan alquran ini akan dilakukan secara berkesinambungan untuk daerah-daerah yang membutuhkan. Namun, pihaknya memastikan bahwa kedepannya UISU tidak hanya sekedar menyalurkan alquran.

“Kita akan mengirim dosen-dosen yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan isi mereka yang sudah rusak Alquran. Inshaa Allah, jelasnya, kegiatan ini akan terus berlangsung sebagai bentuk perwujudan Catur Dharma UISU sekaligus menjadi sedekah dan amal jariyah bagi seluruh keluarga besar UISU,” pungkasnya. (gus/ila)

TNI-AL Amankan Kapal Penyelundup 10,75 Kg Sabu

AMANKAN: TNI AL saat mengamankan pelaku penyelundup 10,75 kg sabu.fachril/sumut pos.
AMANKAN: TNI AL saat mengamankan pelaku penyelundup 10,75 kg sabu.fachril/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) mengamankan satu unit kapal kayu membawa 10,75 kg sabu di perairan Rupat Utara, Riau, Sabtu (19/9).

AMANKAN: TNI AL  saat mengamankan pelaku penyelundup 10,75 kg sabu.fachril/sumut pos.
AMANKAN: TNI AL saat mengamankan pelaku penyelundup 10,75 kg sabu.fachril/sumut pos.

Pengungkapan kasus itu dilakukan Pangkalan TNI-AL (Lanal) Dumai awalnya mendapatkan informasi adanya penyelundupan sabu dari Malaysia.

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Himawan langsung memerintahkan seluruh jajaran untuk melaksanakan penyekatan dan pengetatan operasi, akhirnya perahu yang dicurigai melintas di Perairan Pulau Rupat menuju ke selatan arah pulau Bengkalis.

Kapal kayu tersebut dilakukan pengejaran, saat didekati terlihat ABK perahu membuang satu bungkus besar ke laut yang diduga barang yang diselundupkan.

Akhirnya, petugas di lapangan langsung mengamankan dua orang berinsial Z dan S dengan menyita 10 paket sabu yang dibuang ke laut.

Terhadap barang tersebut selanjutnya diuji dan diidentifikasi di Laboratorium Bea dan Cukai Kelas II Medan dan diperoleh hasil bahwa barang bukti tangkapan Lanal Dumai dipastikan narkoba jenis sabu seberat 10,75 kg.

Komandan Lantamal I, Brigadir Jenderal TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso menyampaikan, perairan Timur Sumatera di sepanjang Selat Malaka masih banyak digunakan sebagai pelintasan penyelundupan Narkotika.

“Jajaran Lantamal I Belawan beserta Lanal jajarannya akan terus melakukan pengawasan dan melaksankan pemberantasan tindakan penyelundupan narkotika, penyelundupan komoditi dan tindakan illegal lainnya yang berpotensi terjadi. Pelanggaran tersebut sampai dengan saat ini masih tetap terus terjadi walaupun di tengah pendemi Covid-19,” pungkasnya. (fac/ila)

Komisi II DPRD Medan Desak Kadisdik Segera Bayar Gaji Guru Honor Rp17 M

RAPAT: Para guru honorer K2 di Kabupaten Banyuwangi mengikuti rapat yang digelar Forum Honorer Indonesia.
RAPAT: Para guru honorer K2 di Kabupaten Banyuwangi mengikuti rapat yang digelar Forum Honorer Indonesia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi II DPRD Medan mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan untuk menyegerakan pencairan gaji guru honor di Kota Medan. Pencairan gaji guru honor dinilai mendesak, mengingat situasi ekonomi sulit yang dialami para guru honor akibat dampak dari pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid 19).

RAPAT: Para guru honorer K2 di Kabupaten Banyuwangi mengikuti rapat yang digelar Forum Honorer Indonesia.
Ilustrasi.

Hal tersebut merupakan salah satu rekomendasi Komisi II DPRD Medan saat melakukan rapat pembahasan rencana Perubahan APBD (P-APBD) Pemko Medan TA 2020 di ruang Komisi II gedung DPRD Medan, Minggu (20/9) sore.

Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi II Sudari ST didampingi anggota Afif Abdillah, Modesta Marpaung dan Wong Cun Sen Tarigan yang turut dihadiri Kepala Disdik Kota Medan Adlan dan para stafnya.

Selain itu, rapat juga turut dihadiri Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemko Medan T Ahmad Sofyan yang didampingi Kabid Anggaran BPKAD Medan, Syahrial.

“Tolong pencairan gaji guru honor diprioritaskan. Ribuan guru sejak Januari 2020 hingga saat ini belum gajian. Kita prihatin apalagi situasi kesulitan ekonomi sekarang,” pinta Wakil Ketua Komisi II Sudari ST.

Karenanya, seluruh anggota Komis II yang hadir saat rapat juga meminta Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) T Ahmad Sofyan dapat mengakomodir keluhan para guru tersebut.

Selain itu, DPRD Medan juga meminta Disdik Kota Medan agar secepatnya menyiapkan berkas data guru honor di Medan yang berhak untuk mendapatkan gaji yang dimaksud.

Menyahuti desakan Komisi II DPRD Medan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Adlan mengaku sejak Januari 2020 lalu hingga saat ini, guru honor di Medan belum menerima gaji. Hal tersebut dikarenakan situasi Covid 19 yang masih berkepanjangan.

Untuk itu, kata Adlan, pihaknya sedang mempersiapkan berkas pengajuan pencairan yang dimaksud ke BPKAD Kota Medan agar proses pencairan dapat segera terealisasi.

“Kita tidak ada unsur memperlambat, tetap kita lakukan upaya percepatan pencairan. Mudah-mudahan pencairan tahap pertama anggaran Rp 17 M pada semester I (Bulan Januari sd Juni 2020) segera tersalur,” terang Adlan.

Djelaskan Adlan, anggaran Rp17 miliar pada semester I adalah untuk gaji guru honor di sekolah negeri dan swasta yang belum sertifikasi. “Untuk pembayaran tahap II, itu Juli sampai Desember 2020, anggarannya hampir sama namun tetap kita lakukan pendataan jumlah guru honor yang aktif,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kota Medan T Ahmad Syofyan menjawab usulan dewan tersebut. Ia mengaku akan memprioritaskan pencairan gaji guru honor senilai Rp 17 Miliar tersebut.

“Situasi pendapatan asli daerah kita mulai membaik. Begitu berkas pengajuan dari Disdik sudah kita terima, akan langsung kita proses. Mudah mudahan kalau tidak ada kendala minggu depan dapat kita salurkan,” pungkasnya. (map/ila)

Balai Pelatihan Desa Sihareo Sogaeadu Segera Difungsikan

FOTO : Camat Sogaeadu Fatolosa Laoli SPdK, Kepala Desa Sihare’o Sogaeadu, Dermawan Waruwu SE, Ketua BPD Sihare’o Sogaeadu, Amakhoita Hura dan lainnya, foto bersama di depan gedung balai pelatihan desa Sihare’o Sogaeadu, pekerjaan hampir rampung direncanakan awal tahun 2021 sudah bisa difungsikan.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Pembangunan balai pelatihan desa Sihare’o Sogaeadu Kecamatan Sogaeadu Kabupaten Nias akan segera rampung. Pembangunan gedung yang anggarannya bersumber dari Dana Desa (DD) itu sudah mencapai 85 persen, dan diperkirakan awal tahun depan sudah difungsikan.

FOTO : Camat Sogaeadu Fatolosa Laoli SPdK, Kepala Desa Sihare’o Sogaeadu, Dermawan Waruwu SE, Ketua BPD Sihare’o Sogaeadu, Amakhoita Hura dan lainnya, foto bersama di depan gedung balai pelatihan desa Sihare’o Sogaeadu, pekerjaan hampir rampung direncanakan awal tahun 2021 sudah bisa difungsikan.
FOTO : Camat Sogaeadu Fatolosa Laoli SPdK, Kepala Desa Sihare’o Sogaeadu, Dermawan Waruwu SE, Ketua BPD Sihare’o Sogaeadu, Amakhoita Hura dan lainnya, foto bersama di depan gedung balai pelatihan desa Sihare’o Sogaeadu, pekerjaan hampir rampung direncanakan awal tahun 2021 sudah bisa difungsikan.

Kepala Desa Sihare’o Sogaeadu, Dermawan Waruwu SE, dalam rapat pelaksanaan musdes penetapan peraturan desa tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (P-APBDes) Sihare’o Sogaeadu tahun anggaran 2020, pada hari Jumat (18/9).

“Gedung ini bisa dikatakan multi fungsi, karena selain bisa digunakan untuk balai pelatihan juga di dalam gedung ini nantinya terdapat ruangan kerja kepala desa beserta perangkat desa,” ujar Dermawan.

Dermawan mengungkapkan gedung yang dibangun secara permanen itu dikerjakan dalam dua tahap diatas lahan seluas 204 meter persegi. Total anggaran sebesar Rp 1.279.065.000, dengan rincian tahap I sebesar Rp 620.500.150 bersumber dari APBDes tahun 2019, dan tahap II sebesar Rp 658.564.850 dari APBDes Sihare’o Sogaeadu tahun 2020.

“Sesuai kesepakatan bersama bahwa APBDes tahun 2020 ini khusus pekerjaan fisik difokuskan pada lanjutan pembangunan balai pelatihan. Sehingga awal tahun 2021 mendatang gedung ini sudah bisa difungsikan,” ungkapnya.

Dermawan menyebutkan, masyarakat Desa Sihareo Sogaeadu yang berprofesi rata-rata sebagai petani itu, selama ini memiliki tiga komoditi unggulan, yakni : Karet, Pisang dan Durian.

“Tujuannya untuk memberikan pelatihan dalam menambah pengetahuan dan wawasan para petani, cara bercocok tanam yang benar. Sehingga kedepan kita harapkan prekonomian masyarakat desa dapat meningkat,” Sebutnya.

Lebih lanjut dikatakan Dermawan bahwa P-APBDes Sihare’o Sogaeadu tahun anggaran 2020 terpaksa dilakukan, dikarenakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terdampak pendemi Covid-19, belum tertampung pada APBDes 2020.

Secara rinci Dermawan menyampaikan P-APBDes Sihare’o Sogaeadu tahun anggaran 2020 pada item belanja barang dan jasa ada pengurangan sebesar Rp 89.933.600 dari semula Rp 713.213.900 menjadi 623.280.300. Untuk belanja modal dari semula Rp 584.907.250 menjadi 674.840.850 atau bertambah Rp 89.933.600. Sedangkan belanja pegawai sebesar Rp 311.662.000 tidak ada perubahan.

“BLT yang disalurkan kepada KPM terdampak Covid-19 anggarannya dari dana desa, dan belum tertampung di APBDes tahun 2020. Sehingga perlu dilakukan P-APBDes. Ini juga sesuai surat Menteri Desa, Menteri Keuangan dan surat bapak Bupati Nias,” terang Dermawan. (adl/ram)

Kasus Positif Covid-19 di Nias Meningkat Drastis

NIAS, SUMUTPOS.CO – Berdasarkan Rapid Test yang sudah dilakukan terhadap 10.009 orang warga kepulauan Nias, diantaranya terdapat 297 orang dinyatakan reaktif Corona Virus Disease (Covid-19), sementara hasil Swab PCM terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 129 orang.

Saat ini pasien yang mengalami gejala sedang dan berat sedang menjalani perawatan, sedangkan yang berstatus OTG sebagian diisolasi di tempat yang disediakan oleh pemerintah daerah, dan selebihnya isolasi mandiri dirumah masing-masing.

Hal itu terungkap pada rapat Forum Kepala Daeah (Forkada) se-Kepulauan Nias di ruang rapat lantai II kantor Walikota Gunungsitoli, Jalan Pancasila Mudik-Gunungsitoli, Jumat (18/9).

Bupati Nias Utara, Marselinus Ingati Nazara selaku Koordinator Forkada se-Kepulauan Nias dalam sambutannya menyampaikan kegiatan itu digelar sebagai bentuk koordinasi dengan satuan tugas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara wilayah Kepulauan Nias.

”Saat ini pemerintah daerah se-Kepulauan Nias sedang giat berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang sedang laju berkembang, akibat kurangnya kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan walaupun sudah dihimbau berulang kali,” ujar Ingati.

Marselinus Ingati Nazara menyebutkan sesuai kesepakatan bersama pada tanggal 16 September 2020 yang lalu antara pemerintah daerah se-Kepulauan Nias dengan Gubernur Sumatera Utara tentang optimalisasi penanganan Covid-19 akan dilakukan pengetatan protokol kesehatan bagi setiap pelaku perjalanan melalui bandar udara maupun pelabuhan laut tujuan ke Kepulauan Nias.

“Mulai Senin tanggal 21 September hingga Minggu tanggal 4 Oktober 2020, pelaku perjalanan wajib memiliki hasil Swab bebas Covid-19 (negatif). Penumpang yang tidak memiliki hasil Swab dimaksud, dilarang masuk ke Kepulauan Nias,” tegas Ingati.

Sementara itu, Danrem 023/ Kawal Samudera, Kolonel Inf Febriel Buyung Sikumbang selaku Komandan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, dalam paparannya menyampaikan bahwa Tugas pokok Satgas adalah melaksanakan operasi bantuan kemanusiaan dan memperketat kedisplinan protokol kesehatan.

Ia mengatakan melalui operasi ini, ditargetkan adanya penurunan angka positif Covid-19, peningkatan angka kesembuhan pasien Covid-19, dan pengurangan angka kematian akibat Covid-19, khususnya di wilayah Kepulauan Nias.

”Pelaksanaan operasi ini melibatkan semua unsur terkait dari pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda sehingga perlu adanya sinergitas, dukungan dan kerjasama yang baik dari seluruh stakeholder yang ada agar operasi penanganan Covid-19 di Kepulauan Nias bisa berhasil,” papar Dansatgas optimis.

Rapat ini turut dihadiri Kepala BPBD Sumatera Utara, Kadishub Sumatera Utara, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, Walikota Gunungsitoli, Bupati Nias, Bupati Nias Barat, Bupati Nias Utara, Wakil Walikota Gunungsitoli, Sekda se-kepulauan Nias, Wadan Satgas AKBP Parlautan Siregar, para kepala OPD se-kepulauan Nias dan undangan lainnya. (adl/ram)