29 C
Medan
Tuesday, April 14, 2026
Home Blog Page 4052

Dua Lagi Hakim PN Negatif Corona

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah tiga orang aparatur di Pengadilan Negeri Medan, yakni seorang hakim, seorang panitera pengganti dan seorang honorer dinyatakan negatif Covid-19, kini dua lagi hakim juga dinyatakan negatif usai melakukan swab mandiri. Kedua hakim tersebut sebelumnya juga masuk dalam daftar 38 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

“Perkembangan hari ini, ada penambahan lagi yang negatif Covid-19. Keduanya adalah hakim,” ungkap Humas PN Medan Immanuel Tarigan, Kamis (10/9).

Ia membenarkan kedua hakim tersebut sebelumnya dinyatakan positif Covid-19. Namun setelah mereka melakukan tes swab mandiri, ternyata hasilnya negatif. “Keduanya merupakan hakim adhoc,” sebutnya.

Menurutnya, masih ada beberapa orang lain yang melakukan tes swab mandiri, namun belum diketahui apakah tetap positif atau negatif. “Hasil tes belum ke luar,” ujarnya.

Sebelumnya pada 27 Agustus, sebanyak 38 orang dinyatakan positif Covid-19 di lingkungan PN Medan, pasca rapidtest dan swab test massal yang digelar PN menyusul adanya hakim PN yang positif terpapar Covid-19. Setelah beberapa hari, 3 orang menjalani tes swab mandiri, dan ternyata dinyatakan negatif Covid-19. Namun ketiganya tetap isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Berdasarkan hasil koordinasi PN dengan dinas kesehatan Medan, bila dalam 10 hari isolasi di rumah tidak ada lagi gejala, pihaknya tinggal menunggu surat keterangan dari dinas kesehatan yang menyatakan sudah sehat. “Tapi ini belum ada suratnya,” ujarnya.

Sebelumnya berdasarkan hasil swab yang dilaksanakan para hakim, pegawai dan honorer PN Medan pada 27 Agustus lalu. Sebanyak 13 hakim positif Covid-19. Selain hakim, 25 orang lainnya baik pegawai, panitera pengganti dan honorer juga dinyatakan positif Covid-19.

Tidak hanya itu, pada 2 September kemarin, seorang hakim PN Medan meninggal karena Covid-19, setelah sebelumnya menjalani isolasi dengan status pasien dalam pemantauan di RS Royal Prima.

PN Medan kemudian mengambil langkah untuk penutupan akses atau lockdown selama sepekan, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan memberlakukan kerja bagi hakim dan pegawai dari rumah, atau WFH selama masa lockdown berlangsung. (man)

Bobby Ajak Akhyar Swafoto

SWAFOTO: Bobby Nasution bersama Akhyar Nasution, Aulia Rachman dan Salman Alfarisi berswafoto usai acara di Lapangan Merdeka, Kamis (10/9).
SWAFOTO: Bobby Nasution bersama Akhyar Nasution, Aulia Rachman dan Salman Alfarisi berswafoto usai acara di Lapangan Merdeka, Kamis (10/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ada momen menarik di acara Yustisi Penggunaan Masker di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (10/9). Bobby Nasution mengajak Akhyar Nasution berswafoto. Diketahui, keduanya bakal bersaing di Pilkada Medan, 9 Desember mendatang.

SWAFOTO: Bobby Nasution bersama Akhyar Nasution, Aulia Rachman dan Salman Alfarisi berswafoto usai acara di Lapangan Merdeka, Kamis (10/9).
SWAFOTO: Bobby Nasution bersama Akhyar Nasution, Aulia Rachman dan Salman Alfarisi berswafoto usai acara di Lapangan Merdeka, Kamis (10/9).

Turut hadir dalam acara itu, Kapoldasu Irjen Martuani Sormin, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi , Kapolres Medan Kombes Riko Sunarko, Dandim 02/01 BS Medan Letkol Agus Setiandar. Adapun poin inti dari kegiatan itu antara lain, gerakan menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak dan menghindar kerumunan. Hal standar dalam protokol kesehatan itulah yang harus digaungkan seluruh pihak di tanah air.

Usai acara seremonial pembagian masker, Bobby Nasution langsung mengajak Akhyar Nasution berselfie. “Izin udak, kita foto bersama, menunjukkan keharmonisan dan pilkada damai,” kata Bobby.

Tidak hanya mereka berdua, pasangan masing-masing yakni Aulia Rahman dan Salman Alfarisi juga ikut berswafoto di belakang Bobby dan Akhyar. Juru kamera dan wartawan pun langsung mengabadikan momen tersebut.

Sementara, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin dalam sambutannya menyampaikan alasan, mengapa menghadirkan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan dalam acara itu. “Dengan hadirnya pasangan calon ini, kita mau mengajak semuanya menggunakan masker. Pilkada terlaksana, virus covid dapat ditekan penyebarannya. Jangan sampai terjadi claster baru,” kata Kapolda.

Sedangkan Gubsu Edy Rahmayadi mengungkapkan, bahwa penyebaran virus Covid di Sumut sudah sangat mengkhawatirkan. Untuk itu dia mengajak semua untuk berperan aktif mencegahnya. “Saya mengajak semua masyarakat ikut mencegah penyebaran covid. Di sini ada foto Pak Jokowi yang pakai masker. Artinya, kita semua harus pakai masker mencegah Covid,” tegas Gubernur.(bbs)

Cigna Tawarkan Asuransi Perlindungan Diri di Tengah COVID-19 dengan Biaya Terjangkau

Presiden Direktur Cigna Indonesia Phil Reynolds (kanan), Direktur Pemasaran dan Kerja Sama Strategis Cigna Indonesia Akhiz Nasution (tengah) dan Direktur Kepatuhan Cigna Indonesia Restu Pranandari (kiri) saat peluncuran Asuransi terbaru Cigna Life, punya.cigna.co.id.
Presiden Direktur Cigna Indonesia Phil Reynolds (kanan), Direktur Pemasaran dan Kerja Sama Strategis Cigna Indonesia Akhiz Nasution (tengah) dan Direktur Kepatuhan Cigna Indonesia Restu Pranandari (kiri) saat peluncuran Asuransi terbaru Cigna Life, punya.cigna.co.id.

SUMUTPOS.CO – PT Asuransi Cigna Indonesia (Cigna Indonesia) memberi kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki asuransi dengan meluncurkan situs punya.cigna.co.id. Melalui situs ini masyarakat dengan mudah dapat mengakses perlindungan asuransi yang dibutuhkan sekaligus membayar premi secara digital.

Presiden Direktur Cigna Indonesia Phil Reynolds (kanan), Direktur Pemasaran dan Kerja Sama Strategis Cigna Indonesia Akhiz Nasution (tengah) dan Direktur Kepatuhan Cigna Indonesia Restu Pranandari (kiri) saat peluncuran Asuransi terbaru Cigna Life,  punya.cigna.co.id.
Presiden Direktur Cigna Indonesia Phil Reynolds (kanan), Direktur Pemasaran dan Kerja Sama Strategis Cigna Indonesia Akhiz Nasution (tengah) dan Direktur Kepatuhan Cigna Indonesia Restu Pranandari (kiri) saat peluncuran Asuransi terbaru Cigna Life, punya.cigna.co.id.

Presiden Direktur PT Asuransi Cigna Indonesia, Phil Reynolds kepada wartawan, Kamis (10/9) mengatakan, peluncuran situs ini merupakan bagian dari kontribusi Cigna Indonesia untuk memudahkan masyarakat dalam memiliki perlindungan asuransi.

“Di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini Cigna berupaya untuk memberikan solusi bagi masyarakat agar bisa mendapatkan perlindungan asuransi secara sederhana dan mudah dengan premi yang sangat terjangkau untuk semua kalangan,” ungkap ‎Phil.

Berdasarkan data dari covid19.go.id, Selasa (8/9/2020), kasus positif Covid-19 di Indonesia berjumlah 200.035 kasus. Dari jumlah tersebut, 48.847 kasus Covid-19 atau 24,4 % berada dalam perawatan. Kemudian, sebanyak 142.958 orang telah dinyatakan pulih dan 8.230 orang lainnya meninggal dunia.

Phil menjelaskan, di tengah pandemi ini, kebutuhan masyarakat akan perlindungan asuransi juga meningkat. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat tersebut, Cigna Indonesia memberikan solusi dengan menghadirkan punya.cigna.co.id yang dapat memberikan layanan secara cepat dan mudah.

Oleh karena itu, ia berharap layanan beli asuransi melalui situs ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat tersebut. Selain itu, lewat situs ini Cigna juga ingin membantu berpartisipasi dalam meningkatkan inklusi keuangan dan asuransi di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Kerja Sama Strategis Cigna Indonesia, Akhiz Nasution menambahkan, untuk saat ini, punya.cigna.co.id menyediakan dua produk asuransi, yakni Cigna ProGuard; solusi perlindungan diri dari risiko kecelakaan, dan Cigna ProLife; solusi asuransi jiwa dan perlindungan finansial keluarga.

Kedua produk ini dapat dibeli langsung di situs ini, maupun melalui beberapa rekan bisnis nonfinansial Cigna. “Kami menawarkan solusi perlindungan dengan premi mulai dari Rp 7.000 per minggu, dengan manfaat hingga Rp 100 juta,” jelas Akhiz Nasution.

Dia mengatakan, ke depannya, Cigna akan menambahkan solusi perlindugan lainnya untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang mencari produk-produk perlindungan yang terjangkau dan sederhana.

Akhiz menjelaskan, seluruh proses pemilihan produk, pembelian, pembayaran hingga pengiriman polis asuransi dari punya.cigna.co.id dilakukan secara digital. Cigna pun menyediakan sejumlah opsi pembayaran yang dekat dengan masyarakat, mulai dari pembayaran melalui kartu debit, kredit, e-wallet, akun virtual hingga melalui gerai mini market. Dia mengatakan, Cigna memberikan cashback hingga 30% untuk pembelian kedua produk itu hingga 10 Oktober 2020.

Sedangkan, Direktur Kepatuhan Cigna Indonesia, Restu Pranandari menegaskan, seluruh produk yang ditawarkan ini telah memenuhi semua peraturan perasuransian yang berlaku dan sudah dikonsultasikan dengan Otoritas Jasa Keuangan. Demikian pula sistem keamanan bertransaksi secara online yang dipakai juga sangat aman karena sistem yang dipakai adalah keamanan transaksi online yang dipakai oleh seluruh perbankan internasional.

Artha Arisandy, salah satu nasabah Cigna, mengapresiasi kemudahan membeli asuransi yang diberikan oleh Cigna Indonesia. Dikatakan, dengan hanya bermodalkan handphone, ia bisa membeli produk asuransi untuk keluarganya dengan premi yang sangat terjangkau.

Secara terpisah, Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal mengatakan, pertumbuhan asuransi sangat terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi. Meski begitu, industri asuransi masih punya prospek di tengah pandemi walaupun secara year on year bisa terkontraksi hingga 15% di tahun 2020.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan premi asuransi jiwa terkontraksi 10% pada kuartal II 2020. Begitu juga dengan pertumbuhan premi asuransi umum dan reasuransi minus 2,3% pada periode yang sama.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan bahwa pertumbuhan premi asuransi secara umum inline (sejalan) dengan pertumbuhan kredit. Terlebih lagi untuk asuransi umum, banyak bisnisnya yang terkait dengan pertumbuhan kredit.

“Jika kredit kendaraan bermotor tumbuh, maka akan ada pertumbuhan di asuransi kendaraan bermotor. Begitu pula dengan kredit-kredit yang lain pasti ada asuransinya. Jika kredit rumah naik, maka akan ada asuransinya. Kalau kreditnya tidak naik ya nggak ada yang diasuransikan,” katanya
Lebih lanjut Fithra menjelaskan, kendati industri asuransi masih penuh tantangan, tapi dia percaya tahun depan seiring pertumbuhan ekonomi yang lebih banyak didorong oleh Asia, maka industri akan kembali pulih perlahan.

Prospek tersebut, tambahnya, muncul dari jenis produk asuransi mikro. Hal itu karena mulai adanya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya proteksi diri, termasuk pada asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.

“Masyarakat di tahun 2020 lebih banyak berkutat pada faktor fear. Dan ini bisa dimitigasi dengan hedging dan asuransi ini menjadi jawabannya, termasuk asuransi mikro tadi,” kata Fithra.

Tak heran, makanya perusahaan-perusahaan asuransi saat ini berlomba-lomba untuk mengembangkan produk asuransi mikronya. Bahkan, untuk mempercepat dan memudahkan masyarakat untuk membelinya, penyelenggara teknologi keuangan marak mengadaptasi asuransi secara digital, termasuk untuk produk mikro.(gus)

Besok, DPS Pilkada Medan Ditetapkan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan segera menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pilkada Kota Medan 2020. Setelah ditetapkan dan diumumkan, masyarakat diberi kesempat untuk memberi tanggapan dan masukan terhadap DPS tersebut.

“Direncanakan, KPU Kota Medan akan menetapkan DPS pada 12 September 2020. Ini sesuai dengan yang diatur dalam PKPU tahapan, program dan jadwal. Di mana penetapan DPS dapat dilakukan mulai 5 September sampai 14 September 2020,”n

kata komisioner KPU Kota Medan Divisi Program, Data dan Informasi Nana Miranti kepada wartawan di Medan, Kamis (10/9).

Dikatakan Nana, penetapan DPS ini, berdasarkan hasil rapat pleno terbuka tentang penetapan Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) yang dilakukan secara berjenjan,g mulai dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 151 kelurahan pada 30 Agustus 2020 sampai 1 September 2020. Selanjutnya, rapat pleno DPHP oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 21 Kecamatan pada 2 September sampai dengan 4 September 2020. Dan nantinya di KPU Medan pada 12 September 2020.

Rekapitulasi berjenjang ini, dilakukan berdasarkan laporan hasil Coklit (cocok dan teliti) dari PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) yang sudah menyelesaikan proses coklit secara door to door dengan langsung mendatangi dari rumah ke rumah pemilih pada 15 Juli 2020 hingga 13 Agustus 2020 yang lalu. “DPS yang ditetapkan ini merupakan hasil coklit yang sudah dilakukan PPDP selama kurang lebih satu bulan,” ujarnya.

Selama rapat pleno terbuka ini, baik di PPS, PPK dan KPU Kota Medan, pihak-pihak terkait yang hadir sebagai peserta dapat memberikan masukan/tanggapan terhadap data yang ada dengan disertai data autentik yang lengkap dan bukti tertulis berupa nama pemilih, Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan tanggal lahir pemilih serta lokasi TPS.

“Jika data autentiknya lengkap, pada saat rapat pleno, PPS, PPK dan KPU diwajibkan untuk menindaklanjuti masukan. Tujuannya, agar data pemilih pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan 2020 ini dapat lebih berkualitas,” ujarnya.

Selanjutnya, DPS yang sudah ditetapkan akan diumumkan selama 10 hari, yakni mulai 19 September sampai dengan 28 September 2020 untuk mendapatkan masukan dan tanggapan dari masyarakat.

Terpisah, kepada Sumut Pos, komisioner KPU Medan Rinaldy Khair mengatakan, KPU Medan masih melakukan verifikasi berkas kelengkapan kedua Bapaslon yang telah diserahkan saat pendaftaran pada tanggal 4 dan 5 Agustus yang lalu.

“Sambil kita menunggu hasil tes kesehatan dan psikologi, itu akan kita terima sebelum tanggal 12 (September) ini. Lalu tanggal 23 September nanti kita akan melakukan penetapan paslon,” katanya kepada Sumut Pos, Kamis (10/9)

Artinya untuk saat ini, kata Rinaldy, kedua Bapaslon tidak memiliki jadwal yang harus dilakukan lagi sesuai jadwal di KPU Medan sebelum nantinya ditetapkan sebagai Paslon oleh KPU Medan. “Kecuali nanti tanggal 12 September kita menyebutkan kalau masih ada berkas yang harus dilengkapi lagi, itu akan diberi waktu sampai tanggal 22 September, atau satu hari sebelum penetapan Paslon. Lalu satu hari setelah penetapan, Bapaslon akan mengikuti tahap penentuan nomor urut,” pungkasnya.

///Hari Kedua, 48 Balon Tes Kesehatan

Sementara, hari kedua tes kesehatan dan bebas narkoba diikuti 48 bakal calon atau 24 pasangan calon (paslon) Pilkada 2020 di RSUP H Adam Malik Medan, Kamis (10/9). Pemeriksaan kesehatan dan narkoba tersebut berlangsung sejak pukul 07.30 WIB hingga sore hari.

Ketua Tim Pelaksana Pemeriksa Kesehatan, dr Edy Ardiansyah mengatakan, para paslon yang menjalani pemeriksaan kesehatan ini berasal dari 7 kabupaten/kota di Sumut. Antara lain, Simalungun (4 paslon), Pakpak Bharat (2 paslon), Labuhanbatu (5 paslon), Labuhanbatu Utara (5 paslon), Labuhanbatu Selatan (5 paslon), Toba (1 paslon), dan Samosir (2 paslon).

“Tahapan pemeriksaan hari kedua ini masih sama dengan hari pertama, yaitu pemeriksaan fisik, psikiater serta tes anti narkoba. Estimasi waktu pemeriksaan sekitar 8 jam,” ujar dr Edy.

Ia menyatakan, tes kesehatan tersebut sama semua karena peserta mempunyai kewajiban yang sama dan hak yang sama di dalam pemeriksaan. “Hari pertama, kedua maupun ketiga pemeriksaan kesehatan dan tes narkoba sama pelaksanaannya, tidak dibeda-bedakan. Ada sekitar 40 lebih dokter dari berbagai spesialis yang memeriksa mereka dengan dibantu tenaga medis,” kata Edy singkat yang juga Ketua IDI Sumut.

Sebelumnya, pada pemeriksaan kesehatan di hari pertama ada 42 bakal calon atau 21 paslon yang mengikuti pemeriksaan. Mereka berasal dari Medan, Binjai, Tanjung Balai, Nias Selatan, Samosir, Madina, Karo, Tapsel dan Asahan.

Pemeriksaan kesehatan itu, meliputi pemeriksaan USG, laboratorium, rontgen, mata, penyakit dalam, bedah, urologi, gigi dan mulut, orthopaedi, THT, jantung, neurologi, paru dan obgyn. Selain itu, pemeriksaan psikiatri serta bebas narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). (map/ris)

Laporkan Janda Karena Komentar di Medsos, Pejabat Pemprovsu Diadukan Kasus Pornografi

LAPOR: DS, janda yang melaporkan oknum pejabat Pemprovsu, didampingi kuasa hukumnya memberi keterangan kepada wartawan, Rabu (9/9).
LAPOR: DS, janda yang melaporkan oknum pejabat Pemprovsu, didampingi kuasa hukumnya memberi keterangan kepada wartawan, Rabu (9/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Salah seorang pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Sumut berinisial SB, diadukan seorang janda berinisial DS (38), ke Subdit V/Cyber Crime Polda Sumut, Rabu (9/9). SB diadukan kasus pornografi. DS mengadu, karena SB sebelumnya telah mengadukan dirinya ke Polda Sumut, kasus pencemaran nama baik.

LAPOR: DS, janda  yang melaporkan oknum pejabat Pemprovsu, didampingi kuasa hukumnya memberi keterangan kepada wartawan, Rabu (9/9).
LAPOR: DS, janda yang melaporkan oknum pejabat Pemprovsu, didampingi kuasa hukumnya memberi keterangan kepada wartawan, Rabu (9/9).

DS didampingi kuasa hukumnya, Hisar Yudika Purba SH dan Kesatria Tarigan SH, mengatakan, pengkhianatan yang dilakukan SB kepadanya berawal dari laporan yang dilayangkan tersangka terhadapnya di Ditreskrimsus Polda Sumut. Kata korban, dirinya dilaporkan atas kasus pencemaran nama baik, hanya karena menulis komentar di postingan akun media sosial facebook milik tersangka.

“Jadi apa yang dia laporkan itu sangat tidak manusiawi. Saya yang jadi korban iming-iming, kok malah saya yang dilaporkan? Padahal di hari-hari sebelum dia melaporkan saya ke polisi, dia mengajak saya berhubungan intim. Bahkan ada yang di dalam mobil. ‘Kan kurang ajar banget itu,” bebernya kepada wartawan usai membuat laporan.

Diceritakan wanita berparas cantik ini, awal kisah asmara dirinya dengan tersangka berawal dari tersangka yang mengirim pesan singkat melalui media sosial facebook pribadinya. Kemudian hubungan mereka pun semakin dekat hingga merajut ke tahap pacaran.

“Setelah berpacaran, dia (terlapor) selalu mengajak saya berhubungan intim (seks). Semua kemauan dia saya turuti karena dia berjanji akan menikahi saya,” ungkap dia.

Bukan hanya itu, terlapor juga kerap meminta video syur melalui video call WhatsApp. Hal itu pun kerap ia penuhi demi memuaskan keinginan birahi tersangka. “Sekarang, setelah semua sudah saya lakukan, dia mengkhianati saya. Dia tidak menikahi saya dan malah melaporkan saya. Hati wanita mana yang tidak hancur karena laki-laki seperti itu,” ungkap korban dengan mata berkaca-kaca.

Maka dari itu, korban pun memutuskan untuk melaporkan perbuatan tersangka ke Subdit V/Cyber Crime Polda Sumut tentang pasal 4 dan 9 no 44 tahun 2009 tentang pornografi jo pasal 27 ayat 1 UU ITE dengan nomor STTLP : 1421/VII/2020/SUMUT/SPKTIII.

“Dalam hal ini, saya berharap agar laporan saya segera diproses pihak Polda Sumut dan tersangka segera ditangkap,” harapnya.

Kuasa hukum korban, Hisar Yudika Purba mengatakan sejauh ini laporan korban telah diterima pihak Polda Sumut. Ia pun berharap agar kasus kliennya menjadi atensi Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin. “SB dilaporkan atas dugaan kasus tindak pidana Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) tentang perbuatan asusila melalui media sosial,” katanya.

SB yang dikonfirmasi Sumut Pos, pada Rabu (9/9) malam, mengaku sudah mengetahui bahwa dirinya dilaporkan oleh perempuan berinisial DS ke Polda Sumut. Ia mengaku, sudah terlebih dahulu melaporkan janda anak dua tersebut ke polisi. Namun SB tidak mengungkap atas dugaan kasus apa melaporkan DS. “Saya udah laporkan dia itu. Udah ya,” katanya seraya menutup sambungan telepon.

Gubsu: Biarkan Aparat Bekerja

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, menanggapi kasus dugaan skandal seks bawahannya, SB, yang dlaporkan seorang janda ke Polda Sumut.

“Kalau salah ya dihukum. Biar ditangani oleh aparat hukum dulu. Biarkan aparat penegak hukum yang bekerja dulu,” katanya menjawab wartawan di kediaman dinasnya Jl. Sudirman Medan, Kamis (10/9).

Namun demikian Edy tegaskan apabila dugaan kasus ini benar terjadi sesuai fakta hukum, tidak segan-segan untuk mencopot pejabat bersangkutan. “Ya kalau salah kita hukum. Tapi kalau tak salah, masa kita hukum? Biarlah aparat hukum yang bekerja dulu,” pungkasnya. (prn)

Modena Luncurkan Water Heater Limited Edition

Branch Manager PT.MODENA Indonesia cabang Medan, Susanto menunjukan produk terbaru dari lini produk water heater atau pemanas air. Mengambil inspirasi dari kemewahan diamond cut, seri Limited Edition Water Heater by Christian

Hadirkan Kemewahan Berlian di Rumah

TUNJUKKAN: Branch Manager PT.MODENA Indonesia cabang Medan, Susanto menunjukan produk terbaru dari lini produk water heater atau pemanas air. Mengambil inspirasi dari kemewahan diamond cut, seri Limited Edition Water Heater by Christian.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Modena, sebagai salah satu home appliances di Indonesia, modena tak berhenti berinovasi. Kali ini, perusahaan yang sudah tersebar di Indonesia meluncurkan Water Heater (pemanas air) yang terinspirasi dari Diamond Cut. Tidak tanggung-tanggung, untuk produk terbaru ini, Modena menggandeng artis Christian Sugiono dan limited edition.

Branch Manager PT Modena Indonesia Cabang Medan, Susanto mengatakan keterlibatan Christian Sugiono dalam hal ini bukan hanya sebagai brand ambassador. Tetapi, Christian terlibat dalam desain dan ada tanda tangan Christian Sugiono.

“Desainnya mewah, karena ini memang produk premium kita. Nah, produk ini limited edition karena tidak akan ada produksi ulang,” ujarnya saat media gathering di Hotel SwissBell Inn di Medan, Kamis (9/9).

Dijelaskannya, selain desain yang mewah, produk ini sangat cocok bagi mereka yang menganut hidup sehat.

Limited Edition Water Heater by Christian Sugiono sudah dilengkapi dengan Ion Ag+ Antibacterial untuk memperlambat pertumbuhan bakteri.

Kemudian teknologi Anti-Rust Magni health+ yang akan menetralisasi kandungan korosif dalam air untuk mencegah terjadinya karat.

“Dua fitur ini membantu menciptakan air yang lebih higienis dan bersih,” kata dia.

Tidak hanya itu, dari sisi keamanan pun diperhatikan khusus dengan dipasangnya sistem Electric Safety. Sistem ini akan secara otomati memutus aliran listrik jika terjadi kebocoran arus. Dengan begitu, konsumen akan aman dari bahaya tersengat listrik bahkan konsleting.

Tabung air juga dilapisi dengan Porcelain Enamel sehingga tidak bersentuhan langsung dengan air, sehingga tabung air lebih tahan lama dengan jaminan kebocoran hingga 10 tahun.

Seri water heater terbaru dari ini memiliki dua varian, yakni gas dan elektrik. GI 0652 CS adalah gas water heater yang bisa beroperasi dengan air bertekanan rendah. Sementara untuk varian elektrik memiliki tiga pilihan tipe dengan ukuran dan kapasitas air yang berbeda.

ES 10 CS memiliki ukuran paling kecil dan kapasitas sebesar 10L. ES 15 CS berukuran sedikit lebih besar dengan kapasitas 15L dan ES 30 CS merupakan yang terbesar dengan kapasitas 30L.

“Jadi, untuk masa pandemi ini sangat cocok. Makanya kita luncurkan sekarang. Karena kita tidak tahu, di bagian manakah virus itu menempel,” lanjutnya. (ram)

Polres Siantar Diduga Salah Tangkap

Mapolres Pematangsiantar

Jhon Sabri Bukan Agen Togel

Mapolres Pematangsiantar

PEMATANGSIANTAR, SUMUTPOS.CO-Peran pihak kepolisian dalam memberantas segala bentuk perjudian, sudah sepantasnya mendapatkan apresiasi. Namun selayaknya, segala aksi berantas judi juga harus sudah mengantongi informasi akurat (A1).
Seperti yang dialami Jhon Sabri, warga Jalan Melanthon Siregar, Kelurahan Marihat Jaya, Siantar Marimbun, Minggu (30/8) lalu, sekira pukul 16.00 WIB. Saat itu, Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Satuan Reskrim Polres Pematangsiantar menangkap Jhon Sabri atas tuduhan sebagai bandar toto gelap (togel). Alasannya Jhon Sabri ditangkap saat sedang menunggu pelanggannya sambil minum kopi di Warung Gunung, Jalan Melanthon Siregar, Kelurahan Pematang Marihat. Berita ini pun akhirnya dimuat sejumlah media online.
Namun Kuasa Hukum Jhon Sabri, Riady membantah, kliennya Jhon sebagai bandar togel. Menurutnya, berita tentang penggerebekan dan penangkapan Jhon Sabri, sebagai juru tulis togel adalah tidak benar.
“Di sini perlu saya sampaikan dan tegaskan, berita di media online, tentang penggerebekan dan penangkapan Jhon Sabri, sebagai juru tulis togel adalah tidak benar,” tegas Riady.
Menurut Riady, berdasarkan keterangan yang disampaikan kliennya, pada saat penangkapan, kliennya baru saja sampai di lokasi untuk menjumpai temannya yang sedang main kartu leng. Tiba-tiba datang 4 pria dan langsung menangkapnya, tanpa lebih dulu menunjukkan identitas.
“‘Jangan bergerak! Jujur kamu, jangan macam-macam. Siapa pemilik sepeda motor Honda Revo di depan?’ Lalu klien kami menjawab bukan miliknya, ‘Sepeda motor saya Honda Spacy’, jawab klien kami,” tutur Riady menirukan pembicaraan saat penangkapan itu.
Tapi keempat personel polisi itu langsung membawa Jhon Sabri ke depan dan melakukan penggeledahan badan, yang saat itu hanya ada HP Nokia C1 dan uang Rp550.000.
Karena tak menemukan barang bukti, selanjutnya Jhon Sabri dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa ke Polres Pematangsiantar, dan dimasukkan ke RTP dengan kondisi over kapasitas.
“Saat kami menemuinya (Jhon Sabri, red) di RTP, kondisi ruang tahanan over kapasitas, apalagi saat ini masa pandemi covid-19,” sesal Riady.
Sementara itu, Kapolres Pematangsiantar, AKBP Boy Sutan Binangga Siregar, yang dikonfirmasi wartawan melalui sambungan teleponnya berkali-kali, tidak mengangkat teleponnya. (ila/saz)

Subsidi Gaji Diperpanjang hingga 2021

SUBSIDI: Ilustrasi subsidi gaji dari pemerintah. Sebanyak 670.068 data pekerja Sumut sudah tervalidasi untuk menerima subsidi tersebut.
Ilustrasi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kabar baik bagi para pekerja bergaji di bawah Rp5 juta datang dari Menteri Koordinator Bidang PerekonomianAirlangga Hartarto Disampaikannya, pemerintah akan memperpanjang program subsidi gaji berupa bantuan Rp600 ribu per bulan hingga kuartal II-2021 (Januari-Juni 2021).

SUBSIDI: Ilustrasi subsidi gaji dari pemerintah. Sebanyak 670.068 data pekerja Sumut sudah tervalidasi untuk menerima subsidi tersebut.

Menurut Airlangga, perpanjangan ini sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Berdasarkan hasil rapat kemarin dengan Bapak Presiden, ini akan dilanjutkan pada 2021 selama tiga bulan dan mungkin akan kita pertimbangkan enam bulan yaitu kuartal I dan II,” kata Airlangga dalam Rakornas Kadin yang digelar secara virtual, Kamis (10/9).

Pemerintah sendiri sudah menyiapkan bantuan tersebut untuk 15,7 juta pegawai di tahun 2020 ini. Untuk tahap I, pemerintah menyalurkan bantuan subsidi gaji tersebut kepada 2,5 juta pegawai dengan anggaran Rp 3 triliun. Realisasi tahap pertama per 7 September sebesar Rp 2,31 triliun atau 92,4 persen.

Sementara, pada tahap II pemerintah menargetkan untuk 3 juta pegawai, dengan anggaran Rp3,6 triliun. Realisasi tahap II per 7 September sebesar Rp1,3 triliun atau 46,2 persen. “Ini terus didorong pemerintah untuk menjaga demand,” tutur dia.

Perlu diketahui, bantuan Rp 600 Ribu/bulan ini disalurkan selama 4 bulan, dengan pencairan per 2 bulan. Sehingga, setiap termin pegawai memperoleh Rp 1,2 juta.

Norek Tervalidasi Tambah 10.577

Sementara, hingga 8 September lalu, BPJamsostek Wilayah Sumbagut sudah memvalidasi 680.645 rekening pekerja di Sumatera Utara (Sumut). Jumlah tersebut bertambah sekitar 10.577 nomor rekening, di mana sebelumnya pada tahap 2, berjumlah 670.068 rekening pekerja yang divalidasi.

Deputi Direktur Wilayah Sumbagut BPJamsostek, Umardin Lubis melalui Humas, M Zaki mengaku, pihaknya meminta kepada perusahaan agar segera melengkapi berbagai persyaratan agar pekerjanya mendapatkan subsidi gaji tersebut. “Kita terus menyampaikan kepada perusahaan untuk segera melengkapi nomer rekening para pekerja, dan surat pertanyaan dari perusahaan terkait keabsahan data tersebut,” kata Zaki, Kamis (10/9).

Zaki juga mengaku, rekap data nomor rekening sampai dengan 8 September 2020 tercatat sebanyak 891.104 tenaga kerja di Sumut. Angka ini meliputi 54.285 perusahaan. Dari jumlah ini, sekitar 76,4 persen dalam tahap validasi. “Data yang sedang proses validasi nomor rekening sebanyak 680.645 tenaga kerja dari 29.479 perusahaan,” cetusnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga terus melakukan validasi nomor rekening tenaga kerja. Data akan terus masuk dari perusahaan karena diperpanjang sampai 15 September 2020. “Jadi, pastinya update terus karena setiap hari diproses validasi data yang masuk,” tukas dia.

Untuk diketahui, BPJamsostek telag menyerahkan data penerima BSU gelombang III kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dengan jumlah 3,5 juta data nomor rekening peserta, Selasa (8/9). “Jadi total nomor rekening yang telah kami serahkan ke Kemnaker hingga saat ini sebanyak 9 juta data nomor rekening peserta,” ungkap Direktur Utama BPJamsostek, Agus Susanto.

Penyerahan berkala ini dilakukan sesuai dengan kesepakatan antara Kemnaker dan BPJamsostek agar setiap pekan menyerahkan data penerima BSU dan ditargetkan rampung pada akhir September 2020 untuk total 15,7 juta data nomor rekening pekerja. “Hal ini kami lakukan untuk mempermudah proses rekonsiliasi, monitoring dan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan program BSU. Dalam setiap gelombang, data nomor rekening yang kami serahkan telah melakukan tahapan validasi berlapis agar sasaran penerima BSU ini tepat sasaran,” tegasnya.

Menurut Agus, setelah dilakukan proses validasi berlapis ini, pihak BPJamsostek berhasil menyaring sebanyak 1,77 juta data peserta yang tidak memenuhi kriteria yang tertuang dalam Permenaker 14 Tahun 2020.

Dia menuturkan, data yang tidak memenuhi kriteria ini bukan berarti tidak terpakai, tapi bisa sekaligus digunakan sebagai pengkinian data peserta BPJamsostek. “Kami memberikan apresiasi kepada pihak pemberi kerja atau perusahaan karena telah bekerjasama dengan baik dalam melakukan pengkinian data peserta untuk mendukung program BSU dari pemerintah,” tutur Agus.

Sementara untuk data yang tidak lolos validasi Bank, Agus menjelaskan, pihak BPJamsostek akan mengembalikan data nomor rekening kepada pemberi kerja atau perusahaan peserta untuk dilakukan konfirmasi ulang. Pihak BPJamsostek terus mendorong perusahaan atau pemberi kerja untuk segera menyampaikan data nomor rekening peserta yang memenuhi persyaratan, dengan batas waktu telah diperpanjang hingga tanggal 15 September 2020. “Kami juga berharap perusahaan mempercepat proses penyampaian data yang memerlukan konfirmasi ulang,” tambah Agus.

Upaya lainnya yang dilakukan BPJamsostek untuk mendapatkan data peserta yang berhak atas BSU adalah dengan mengirimkan pesan singkat (SMS) secara personal kepada para pekerja dengan potensi lolos kriteria Permenaker 14/2020. SMS ini disampaikan pada peserta yang telah berhenti bekerja dan mencairkan Jaminan Hari Tuanya, namun masih tercatat peserta aktif pada 30 Juni 2020.

“Dalam beberapa hari terakhir banyak pekerja yang menanyakan perihal SMS yang masuk pada telepon seluler mereka yang isinya meminta peserta untuk masuk ke dalam tautan situs resmi BPJAMSOSTEK. Kami persilakan untuk para pekerja agar mengupdate data mereka melalui tautan tersebut,” terang Agus.

Ia menegaskan, tautan yang dikirimkan kepada masing-masing peserta merupakan tautan unik yang hanya bisa diakses oleh peserta yang menerima SMS berisi tautan dimaksud. Agus juga mengimbau kepada masyarakat pekerja agar selalu waspada terhadap munculnya potensi penipuan hingga pencurian data. Jadi jika ada pekerja yang merasa kriterianya telah terpenuhi, cukup menunggu dana ditransfer ke rekening, tidak perlu memberikan data atau informasi pribadi kepada pihak yang tidak berwenang. (ris)

Gara-gara Buka Palang Jalan, Bebas Tewas Ditikam Ersada

DIAMANKAN: Tersangka Ersada (dua kiri) diamankan Polsek Sei Bingai.
DIAMANKAN: Tersangka Ersada (dua kiri) diamankan Polsek Sei Bingai.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bebas Sembiring (45) tewas setelah ditusuk pisau sawit oleh tersangka Ersada Sembiring (55). Korban ditusuk hanya gara gara membuka palang jalan yang menghadang kendaraannya di Sei Bingai.

DIAMANKAN: Tersangka Ersada (dua kiri) diamankan Polsek Sei Bingai.
DIAMANKAN: Tersangka Ersada (dua kiri) diamankan Polsek Sei Bingai.

Jenazah Bebas disemayamkan rumahnya Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, usai menjalani visum, Rabu (9/9).

Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo, saat dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas, AKP Siswanto Ginting, Rabu (9/9) mengatakan, selain menewaskan Bebas Sembiring, aksi sadis pelaku turut menyebabkan putra sulung korban atas nama Hakimta Sembiring, terluka di bagian dada, akibat tikaman gancu baja (alat pengait) kelapa sawit.

Dijelaskan Siswanto, sebelum aksi penganiayaan itu terjadi, awalnya korban beserta istrinya, Ampera Beru Ginting (42), dan sang anak, Hakimta Sembiring, melintasi kebun pelaku mengendarai mobil bermuatan kelapa sawit.

Namun karena jalan yang mereka lintasi dalam keadaan terpalang, korban lantas menyuruh anaknya turun dari mobil untuk membuka palang. “Tanpa diduga, pelaku tiba-tiba datang dan menghujamkan gancu (tojok) ke arah anak korban. Akibatnya, anak korban terluka di bagian dada,” jelas Siswanto.

Di sisi lain, katanya, begitu melihat aksi brutal tersebut, korban bergegas turun dari mobilnya dan berupaya menahan tindakan pelaku. Nahas, korban justru terkena tusukan tojok kelapa sawit pada lengan kanan yang menembus dadanya. Akibatnya, korban langsung jatuh tersungkur bersimbah darah.

Menyadari situasi itu, lanjut Siswanto, istri korban sontak berteriak meminta pertolongan warga. Sontak saja pelaku bergegas melarikan diri meninggalkan kedua korban. Sebaliknya, sesaat setelah warga berdatangan, kedua korban langsung mendapat pertolongan. Malang bagi korban, dia tidak mampu bertahan dan akhirnya meninggal dunia.

“Pascakejadian itu, pelaku diamankan tokoh masyarakat, dan oleh kepala desa dia pun diserahkan ke Polsek Sei Bingai, berikut barang bukti tojok kelapa sawit yang diduga digunakan pelaku untuk melukai korban,” terang Siswanto.

Siswanto mengatakan, saat ini tersangka telah ditahan di Mapolsek Sei Bingai. Hanya saja Penyidik Unit Reskrim Polsek Sei Bingai masih mendalami motivasi pelaku melakukan aksi penganiayaan terhadap korban dan anaknya.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 338 Subs Pasal 351 Ayat (3) KUHPidana tentang tindakan menghilangkan nyawa orang lain dan penganiayaan hingga menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara,” pungkas Siswanto.(bbs/azw)

7 Waria Komplotan Pencuri Uang Teman Kencan Diringkus Polsek Binjai Timur

TERSANGKA: Tujuh waria komplotan pencuri uang teman kencan yang diringkus dipaparkan di Mapolsek Binjai Timur, Kamis (10/9).tedi/sumut pos.
TERSANGKA: Tujuh waria komplotan pencuri uang teman kencan yang diringkus dipaparkan di Mapolsek Binjai Timur, Kamis (10/9).tedi/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Komplotan wanita pria (waria) Kota Binjai, pencuri uang Rp18 juta milik Brawi Atmaja Hutabarat (32) warga Dusun I Desa Jaharun B, Galang, Deliserdang ditangkap. Penangkapan setelah pengaduan korban ke Polsek Binjai Timur sesuai Nomor 47/IX/2020/SPKT Binjai Timur pada 8 September 2020.Ceritanya, korban berkenalan dengan seorang waria melalui media sosial. Obrolan yang mengalir dari dunia maya membuat keduanya bertemu.

TERSANGKA: Tujuh waria komplotan pencuri uang teman kencan yang diringkus dipaparkan di Mapolsek Binjai Timur, Kamis (10/9).tedi/sumut pos.
TERSANGKA: Tujuh waria komplotan pencuri uang teman kencan yang diringkus dipaparkan di Mapolsek Binjai Timur, Kamis (10/9).tedi/sumut pos.

Disepakati, mereka bertemu di sebuah kos-kosan, Jalan Soekarno-Hatta, Binjai Timur. Korban kemudian tancap gas ke Binjai bersama abang sepupunya, Surya Pramana (33) dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 BK 4349 MAL.

“Tujuan mereka bertemu untuk melakukan hubungan seks sejenis,” kata Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting, Kamis (10/9).

Singkat cerita, pelapor dan kemudian bertemu dengan waria atas nama Elsa alias Enjel nama malam dan nama asli Ahmad Sitepu (24) warga Desa Serbajadi, Sunggal, Deliserdang. Mereka bertiga pun kemudian melakukan hubungan asmara di kamar Elsa.

“Sementara sepeda motor korban parkir di depan kos yang jaraknya kurang lebih 5 meter. Berselang sekitar 1 jam di dalam kamar, korban keluar dan meninggalkan tempat tersebut tepat pukul 21.40 WIB,” sambung mantan Kanit Intelkam Polres Binjai ini.

Dalam perjalanan pulang, korban merasakan perasaan tak enak. Kemudian korban berhenti dan mengecek bagasi sepeda motornya. Begitu dibuka, korban kaget melihat kondisi bagasi sepeda motornya rusak. Korban pun makin terkejut ketika melihat isi tas berupa uang tunai sekitar Rp23 juta sudah raib sebesar Rp18 juta.

“Atas kejadian ini, korban merasa dirugikan dan keberatan serta membuat laporan ke Polsek Binjai Timur,” ujar dia.

Polisi yang menerima laporan kemudian menindaklanjutinya. Seluruh penghuni kos dilakukan interogasi oleh polisi.

Hasilnya, polisi menetapkan tersangka sebanyak 7 orang dengan rincian 6 waria dan seorang wanita. Tersangka dimaksud yakni, Ahmad Sitepu alias Elsa (24) warga Desa Serbajadi, Sunggal; Hari Topan alias Sisi (23) warga Jalan T Imam Bonjol, Kelurahan Setia, Binjai Kota; Agung Winanda alias Cia (24) warga Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur; Hendra Atmaja alias Abel (29) warga Jalan Rahimin, Lingkungan VI, Kelurahan Timbang Langkat, Binjai Timur; Dandi Jalo Priyono alias Ayu (22) warga Dusun Rejosari, Desa Bekiun, Kuala, Langkat; Toni Sembiring alias Anggun (26) warga Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur dan Sari (31) warga Jalan Soekarno-Hatta Km 18,5, Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur.

Berdasarkan interogasi, lanjut Siswanto, tersangka atas Dandi alias Ayu membenarkan dan melihat dua waria melancarkan aksinya membongkar bagasi korban. Namun, kedua waria masing-masing Ede dan Puput Kurik belum tertangkap.

“Keduanya (Ede dan Puput) yang buka dengan cara paksa jok sepeda motor bagian depan milik korban sehingga pelaku gampang dan leluasa mengambil uang korban sebesar Rp18 juta,” beber dia.

Selain Ede dan Puput, juga ada ada Eka dan Dena yang belum ditangkap polisi. Eka dan Dena, kata dia, tugasnya menjaga pintu gerbang kosan.

Siswanto menambahkan, Ede menyerahkan uang hasil kejahatan sebesar Rp9 juta kepada Toni Sembiring alias Anggun. Oleh Anggun, memberikan uang kepada Abel untuk dibagi kepada 11 orang dengan jumlah per orang sebesar Rp800 ribu.

“Sari yang menerima uang Rp800 ribu sempat bertanya. Dijawab Anggun uang tamu (korban) tadi,” urai dia.

Menurut Siswanto, mereka yang diamankan dan ditahan di jeruji besi sel Mapolsek Binjai Timur adalah penerima uang Rp800 ribu. Mereka mengakui dan tahu bahwa uang yang diterima berasal dari hasil kejahatan.

“Sementara, pelaku pembongkar bagasi kereta korban dan memantau aksi berjalan lancar masih buron,” pungkasnya. (ted/azw)

Barang bukti yang diamankan berupa 1 unit sepeda motor korban dan uang tunai Rp5.350.000 yang disita dari tangan 7 tersangka atau sisa pembagian Rp800 ribu tersebut. (ted)