32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 4076

Tiga Kurir Ganja 170 Kg Divonis Seumur Hidup

Tiga terdakwa kurir ganja 170 kg, saat menjalani sidang putusan beberapa waktu lalu di PN Medan.
Tiga terdakwa kurir ganja 170 kg, saat menjalani sidang putusan beberapa waktu lalu di PN Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Tinggi (PT) Medan menghukum tiga pria asal Aceh masing-masing penjara seumur hidup.
Ketiganya yakni Boi Haky alias Boi (35), Darman Bustaman (34) dan Mukhlis (30) dinyatakan terbukti menjadi kurir narkotika jenis daun ganja kering seberat 170 kilogram.

Tiga terdakwa kurir ganja 170 kg, saat menjalani sidang putusan beberapa waktu lalu di PN Medan.
Tiga terdakwa kurir ganja 170 kg, saat menjalani sidang putusan beberapa waktu lalu di PN Medan.

Untuk terdakwa Boi Haky, putusan Nomor: 450/Pid.Sus/2020/PT MDN itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Tinggi, Sahman Girsang didampingi hakim tinggi anggota, Erwan Munawar dan Ahmad Ardianda Patria. Majelis hakim tinggi sama juga membacakan putusan Nomor: 457/Pid.Sus/2020/PT MDN, untuk terdakwa Mukhlis.

Sementara terdakwa Darman Bustaman, putusan Nomor: 452/Pid.Sus/2020/PT MDN itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Tinggi, Ronius didampingi hakim tinggi anggota, Poltak Sitorus dan Suwidya. “Menjatuhkan hukuman pidana kepada ketiga terdakwa oleh karena itu selama seumur hidup penjara,” mengutip website PT Medan yang dikutip, Minggu (30/8).

Perbuatan ketiga terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Putusan ini sama dengan hukuman yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Medan, yakni seumur hidup oleh hakim ketua Irwan Effendi.

Dalam dakwaan JPU Septebrina Silaban, pada Rabu tanggal 15 Mei 2019 sekira pukul 15.00 WIB, terdakwa Boi Haky disuruh oleh Hendrik (belum tertangkap) untuk mengantarkan ganja kering sebanyak 170 kilogram ke Medan. Dimana, Hendrik akan memberikan kepada terdakwa uang sebesar Rp2 juta yang diserahkan oleh Darman Bustamam (berkas terpisah).

Kemudian, terdakwa merental mobil avanza berwarna hitam BK 1895 GV dan langsung berangkat. Ketika perjalanan, terdakwa dihubungi Darman dan disuruh berhenti di pinggir jalan untuk menerima uang ongkos jalan sebesar Rp600 ribu. Setelah menerima uang tersebut, terdakwa berangkat lagi menuju ke Jalan Banda Aceh Medan tepatnya lewat jembatan Indra Puri Aceh Besar.

Lalu, terdakwa dihubungi oleh Jumadi (belum tertangkap) dan kembali disuruh berhenti di pinggir jalan. Karena, Jumadi akan meletakkan ganja kering di mobil yang terdakwa gunakan. Sedangkan terdakwa menunggu di warung pinggir jalan. Satu jam menunggu, Jumadi datang dan menemui terdakwa dengan membawa mobil Avanza yang telah memuat 5 karung goni berisi 170 kilogram ganja kering.

Sebelum berangkat, Jumadi berpesan kepada terdakwa agar berhati-hati. Terdakwa tidak sendirian berangkat ke Medan karena dia akan diiringi oleh mobil Avanza warna putih B 1401 NYN yang dikemudikan oleh Darman bersama Mukhlis (berkas terpisah).

Saat perjalanan, Darman menghubungi terdakwa dan menyuruhnya untuk berhenti karena ada petugas lalu lintas sedang melaksanakan razia di jalan raya. Selang setengah jam kemudian, Darman Bustamam menyuruh terdakwa untuk melanjutkan perjalalan karena razia sudah selesai.

Pada Kamis tanggal 16 Mei 2019 sekira jam 07.00 WIB, terdakwa dihubungi oleh Jumadi untuk menemui tukang becak yang merupakan orang suruhannya ke Jalan Bunga Raya Kecamatam Medan Sunggal. Ketika di lokasi, tiba-tiba datang mobil yang dikendarai oleh petugas Polda Sumut. Petugas sebelumnya telah melakukan penangkapan terhadap Darman dan Mukhlis. Saat digeledah dalam mobil yang dikemudikan oleh terdakwa, petugas menemukan ganja kering seberat 170 kilogram. (man/azw)

Tikam Polisi, Begal Tewas Ditembak, TKP Medan Helvetia

Wakil Kepala Polrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji menunjukkan barang bukti celurit milik pelaku begal yang ditembak mati usai menikam polisi.M IDRIS/sumut pos.
Wakil Kepala Polrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji menunjukkan barang bukti celurit milik pelaku begal yang ditembak mati usai menikam polisi.M IDRIS/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaku begal, REP (27) warga Jalan Perkutut Me dan Helvetia, tewas ditembak usai menikam anggota Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan. Tindakan tegas tersebut dilakukan saat dilakukan pengembangan kasus kejahatan jalan ini.

Wakil Kepala Polrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji menunjukkan barang bukti celurit milik pelaku begal yang ditembak mati usai menikam polisi.M IDRIS/sumut pos.
Wakil Kepala Polrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji menunjukkan barang bukti celurit milik pelaku begal yang ditembak mati usai menikam polisi.M IDRIS/sumut pos.

Wakil Kepala Polrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji mengatakan, pelaku diberikan tindakan tegas terukur karena melawan dengan menikam seorang personel saat dilakukan pengembangan kasus untuk mencari penadah barang hasil kejahatan.

“Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan namun nyawanya tidak tertolong,” ujar Irsan saat memberikan keterangan pers di kantornya, Sabtu (29/8).

Irsan menjelaskan, sebelum tewas, pelaku REP awalnya ditangkap terkait kasus perampokan terhadap pengendara sepeda motor di Jalan Mongin sidi Simpang Jalan Kapten Pattimura pada Sabtu (15/8) subuh sekitar pukul 04.30 WIB. Korbannya adalah Muhammad Zainuddin (26) warga Jalan Gambir, Percut Seituan.

Saat itu, korban sedang melintas di Jalan Mongonsidi dengan mengendarai sepeda motornya. Kemudian, tersangka REP bersama rekannya RAS (23) yang berboncengan me ngendarai sepeda motor langsung memepet kendaraan kor ban. Selanjutnya, langsung membacok tangan kanan korban dengan celurit.

Korban hilang keseimbangan hingga terjatuh. Kedua pelaku langsung mengambil sepeda motor korban lalu me larikan diri. Sedangkan korban dilarikan ke RSUP H Adam Malik setelah ditolong warga. Setelah itu, keluarga korban membuat laporan ke Polsek Medan Baru. Atas laporan tersebut, personel Jatanras Polrestabes Medan melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi kedua pelaku.

“Setelah mendapat laporan korban, personel memburu kedua pelaku. Pada Senin (24/8) sekitar pukul 05.00 WIB, keduanya ditangkap saat hendak kembali melakukan perampokan di seputaran Jalan Mongonsidi,” papar Irsan.

Setelah dilakukan interogasi, sambung dia, personel melakukan pengembangan ke Jalan Binjai Km 12 Sei Semayang untuk melakukan pencarian barang bukti kepada penadah berinsial N yang saat ini masih diburon. Namun, pada saat dilakukan pengembangan pelaku REP melakukan perlawanan dan melukai petugas pada lengan sebelah kiri meng gunakan senjata tajam.

“Personel sempat mengeluarkan tembakan peringatan, akan tetapi pelaku tetap menyerang dan membahayakan nyawa petugas. Oleh karena itu, diambil tindakan tegas terukur ke arah pelaku,” kata Irsan.

Ia menambahkan, dari kedua tersangka ini diamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Honda CB 150R warna merah, 1 celurit, 2 helm, 1 ketapel, 17 kelereng, dan 3 unit handphone. “Para pelaku sudah berulang kali beraksi melakukan perampokan sadis, termasuk di Jalan Juanda. Saat ini, kasusnya terus didalami lebih lanjut,” pungkasnya. (ris/azw)

Polantas Sita Ratusan Knalpot Racing

Ratusan knalpot racing sepeda motor yang disita.
Ratusan knalpot racing sepeda motor yang disita.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ratusan knalpot bising atau racing sepeda motor disita Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Medan. Knalpot tersebut disita dari hasil razia kendaraan Kepolisian Lalulintas (Polantas) khususnya sepeda motor selama sebulan terakhir di wilayah Kota Medan sekitarnya.

Ratusan knalpot racing sepeda motor yang disita.
Ratusan knalpot racing sepeda motor yang disita.

Kepala Satlantas Polrestabes Medan AKBP Sonny Siregar mengatakan, razia kendaraan yang dilakukan selama sebulan terakhir ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas. Selain itu, kepatuhan masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan lalu lintas.

“Terhadap pengemudi sepeda motor yang merubah spesifikasi kendaraanya dengan merubah knalpot standar dengan knalpot racing kita lakukan penindakan berupa tilang,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (26/8).

Ia melanjutkan, pengendara bermotor yang ditilang tersebut kemudian diwajibkan untuk mengganti knalpot racing ke standar. “Dalam penindakan (razia) selama sebulan ini disita lebih dari 300 knalpot racing,” sebutnya.

Dia menambahkan, nantinya ratusan knalpot itu akan dimusnahkan. Sementara itu, diimbau agar masyarakat tidak menggunakan sepeda motor atau kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi standar. “Jangan lupa selalu gunakan helm dan kelengkapan surat kendaraan saat berkendara. Selain itu, pakai masker dan patuhi peraturan lalu lintas,” pungkasnya. (ris/azw)

Menjelang Liga 3, PSDS Loloskan 58 Pemain untuk Seleksi Selanjutnya

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Tim teleskoting PSDS berhasil menyaring 58 pemain dari sebanyak 300 peserta yang ikut seleksi yang digelar selama tiga hari, 28-30 Agustus, di Stadion Baharoeddin Siregar, Minggu (30/8/2020).

Seleksi itu sendiri bertujuan untuk mencari pemain berbakat yang akan memperkuat Tim PSDS yang akan berlaga di Liga 3 musim tahun 2020 yang akan digelar bulan Oktober mendatang.

Pelatih Kepala PSDS Syahrial Efendi, dalam kegiatan seleksi setiap pemain diberikan kesempatan mengikuti game. Setiap game durasi waktunya 30 menit. Memang diakuinya, waktu 30 menit bukanlah waktu yang cukup untuk mengetahui kemampuan seseorang bermain bola.

“Namun, tim teleskoting adalah terdiri dari pelatih. Dari cara mengiring bola sajah, tim teleskoting uda mengetahuinya,”terangnya.

Masih dilanjutkanya, kegiatan seleksi digelar selama tiga hari. Kemudiam hasil penilain dari tim seleksi dirangkumkan, kemudian diputuskan nama-nama yang akan melanjutkan keselesi selanjutnya.

“Rangkuman tim teleskoting dihasilkan sebanyak 58 pemain. Selanjutnya ke 58 pemain ini akan diseleksi kembali,”bilang pria yang pernah melatih tim PON Sumut ini.

Sedangkan, pemberitahuan kepada peserta seleksi yang lolos dilakukan melalui Whastapp. Kemudian pemberitahuan, juga menginformasikan agar peserta yang lolos hadir pada, Selasa (1/9/2020) di Stadion Baharoeddi Siregar.(rel)

Sumbagut Diguncang 21 Kali Gempa

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendata, di akhir Agustus 2020, yakni sepanjang pekan keempat, telah terjadi gempa bumi sebanyak 21 kejadian di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Hal ini diungkapkan Kepala Balai BMKG Wilayah 1 Medan, Edison Kurniawan, diwakili Kepala Bidang Data dan Informasi, Eridawati, Minggu (30/8).

“Pada 21-28 Agustus, telah terjadi gempa bumi sebanyak 21 kali di wilayah pengamatan gempa bumi PGR 1,” ungkap Eridawati.

Namun, lanjut Eridawati, pada pekan keempat Agustus ini, ada penurunan aktivitas gempa di wilayah Sumbagut, dibandingkan pekan sebelumnya, yakni 28 kejadian.

“Untuk itu, dilihat dari jumlah kejadian gempa bumi pada minggu ini, ada penurunan aktivitas dibanding periode minggu lalu,” bebernya.

Dia menjelaskan, sesuai analisis gempa bumi yang dilakukan berdasarkan magnitudo (M) <4.0 ada 20 kejadian, dan M >4.0 – M =5.0 hanya ada satu kejadian.

“Kemudian berdasarkan lokasi, di darat ada 13 kejadian, dan di laut 8 kejadian,” jelas Eridawati.

Sementara, lanjut Eridawati, untuk kedalamanannya pada posisi dangkal (h<60 kilometer) ada 16 kejadian, dan menengah (60 = h<300 kilometer) ada 5 kejadian.

“Jumlah gempa bumi berdasarkan lokasi, yakni di darat sebanyak 18 kejadian, dan di laut 8 kejadian,” pungkasnya.

Sementara dikutip dari laman resmi BMKG, diperkirakan cuaca di wilayah Medan hujan ringan sepanjang siang hari. Diperkirakan akan hujan sedang di malam hari.

Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah Medan. “Waspada hujan lebat disertai petir untuk sebagian wilayah pegunungan, pesisir timur dan barat yang berpotensi terjadi genangan-genangan air untuk wilayah perkotaan”, demikian bunyi keterangan informasi dari laman resmi BMKG, kemarin. (mag-1/saz)

BPODT Gali Potensi SDM di Kawasan Danau Toba, Anak-anak Desa Sigapiton Dilatih Menari Tortor

BELAJAR TORTOR: Anak-anak di Desa Sigapiton mengikuti latihan menari tortor yang dipandu pegiat seni dari Sanggar Dolok Sipiak.
BELAJAR TORTOR: Anak-anak di Desa Sigapiton mengikuti latihan menari tortor yang dipandu pegiat seni dari Sanggar Dolok Sipiak.

TOBA, SUMUTPOS.CO – Guna mengenjot potensi sumber daya manusia (SDM) di kawasan Danau Toba, Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba (BOPDT) terus mengembangkan kultur budaya yang menjadi daya tarik bagi pariwisata di danau terbesar di Asia Tenggara itu. Salah satunya, dengan melatih anak-anak menari tortor.

BELAJAR TORTOR:  Anak-anak di Desa Sigapiton mengikuti latihan menari tortor yang dipandu pegiat seni dari Sanggar Dolok Sipiak.
BELAJAR TORTOR: Anak-anak di Desa Sigapiton mengikuti latihan menari tortor yang dipandu pegiat seni dari Sanggar Dolok Sipiak.

Pengembangan potensi SDM masyarakat ini digelar BPODT di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Kegiatan ini menggandeng pegiat seni dari Sanggar Dolok Sipiak untuk melatih anak-anak menari tortor.

“Untuk tahap awal ini kita melakukan pelatihan untuk budaya. Hasilnya nanti yang sudah kita latih akan kita tampilkan di berbagai kegiatan,” kata Tenaga Ahli Bidang SDM BOPDT, Dedy Siregar dalam keterangan pers diterima Sumut Pos, Minggu (30/8).

Dedy menjelaskan, pelatihan serupa akan dilakukan di dua desa lainnya, yakni Motung dan Pardamean Sibisa. Dua desa ini juga berada di lahan zona Otorita Toba. Selain kebudayaan, BPODT juga fokus pada pelatihan kerajinan tangan hingga agrowisata.

Untuk agrowisata, BPODT menggandeng berbagai pihak. “Sekarang ini Desa Sigapiton tengah berbenah. Ke depan pembangunan dilakukan secara masif di Sigapiton,” tutur Dedi.

Melihat antusias masyarakat Sigapiton yang sangat tinggi, latihan itupun rutin digelar. Terlihat dari keceriaan anak-anak, saat mengikuti latihan. Mereka memperhatikan detil gerakan yang diajarkan.

“Sanggar Dolok Sipiak semula hanya memilih 20 orang anak untuk dilatih. Namun nyatanya, jumlah anak-anak yang ingin ikut latihan lebih dari itu,” pungkasnya.

Sementara, Pimpinan Sanggar Dolok Sipiak, Corry Paroma Panjaitan mengatakan, pelatihan ini adalah salah satu upaya pelestarian budaya. Karena kebudayaan adalah bagian dari peradaban Batak. “Tortor itu bukan hanya tarian. Itu adalah doa. Doa supaya tempat ini menjadi lebih baik bagi generasi berikutnya,” ujar Corry.

Pelestarian budaya diangap sangat penting. Karena kebudayaan tradisional mulai tergerus budaya asing. “Di sini bakat-bakat itu mulai tumbuh. Mulai dari anak-anak, mereka sudah punya ada rasa untuk menampilkan budaya tor tor itu. Jadi sangat disayangkan kalau kita tidak membuat itu menjadi kebiasaan. Jadi tidak hanya untuk ditampilkan, tapi melestarikan tortor juga,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Sigapiton Hisar Butarbutar mengapresiasi langkah pemerintah yang sudah memberikan perhatian kepada desanya. Kata dia, masyarakat begitu mendukung pengembangan Sigapiton sebagai desa wisata. “Mudah-mudahan pembangunan di Sigapiton bisa untuk kemajuan rakyat Sigapiton. Yang paling perlu dikembangkan adalah SDM,” ujar Hisar.

Pihaknya juga berencana mengalokasikan dana desa untuk pengembangan pariwisata. Termasuk untuk fasilitas publik. Di sisi lain, kata Hisar, pemerintah akan menambah 20 homestay dan melakukan bedah rumah warga. Termasuk peremajaan rumah adat yang usianya sudah sepuh sebagai daya tarik Sigapiton. “Program di Sigapiton mudah-mudahan terlaksana. Terutama di bidang kebudayaan. Tor tor yang sudah memudar, tapi ini kembali dilestarikan,” tandasnya.(gus)

Subsidi Gaji Rp600 per Bulan, Sumut Daftarkan 718.167 Pekerja

GEMBIRA: Seorang pekerja gembira menerima bantuan subsidi upah (BSU) dari pemerintah. Di Sumut ada 718.167 pekerja yang sudah didaftarkan.
Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Wilayah Sumbagut mengakui, hingga kini belum semua pekerja di Sumut menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk pekerja bergaji di bawah Rp5 juta, yang ditransfer ke rekening masing-masing. Tercatat, ada 718.167 pekerja di Sumut yang akan mendapatkan subsidi gaji pada tahap pertama ini selama empat bulan dengan total Rp 2,4 juta atau Rp 600 ribu per bulan.

GEMBIRA: Seorang pekerja gembira menerima bantuan subsidi upah (BSU) dari pemerintah. Di Sumut ada 718.167 pekerja yang sudah didaftarkan.
GEMBIRA: Seorang pekerja gembira menerima bantuan subsidi upah (BSU) dari pemerintah. Di Sumut ada 718.167 pekerja yang sudah didaftarkan.

Deputi Direktur Wilayah Sumbagut BPJamsostek Wilayah Sumbagut, Umardin Lubis melalui Humas, M Zaki mengaku, sudah sebagian pekerja yang menerima subsidi gaji tersebut. Akan tetapi, tidak dijelaskan secara rinci berapa jumlah pekerja yang sudah menerima.

“Sudah 75,57 persen (542.541 pekerja) divalidasi dari jumlah 718.167 data pekerja (di bawah Rp5 juta) yang masuk. Dari 75,57 persen tersebut, sebagian sudah menerima,” kata Zaki saat dikonfirmasi akhir pekan lalu.

Disinggung sudah berapa banyak pekerja di Sumut yang menerima subsidi gaji tersebut dari 542.541 pekerja yang sudah divalidasi, Zaki tak dapat menjelaskan. Begitu juga data terbaru atau adakah penambahan dari 542.541 pekerja yang sudah divalidasi datanya. “Belum turun data dari pusat, belum dikirim dan kita masih menunggu. Kalau sudah ada nanti diinfokan,” akunya.

Zaki juga mengaku, dari jumlah 718.167 pekerja yang masuk datanya untuk menerima subsidi gaji meliputi 36.810 perusahaan. Namun, lagi-lagi tidak diuraikan secara jelas perusahaan-perusahaan yang telah mengirimkan data pekerjanya di bawah upah Rp 5 juta. “Total perusahaan 36.810 yang valid nomor rekening pekerjanya,” ucap dia.

Ia menambahkan, pihaknya kini terus melakukan pengumpulan nomor rekening pekerja. Kemudian, diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan. “Pekerja yang akan menerima BSU adalah yang aktif kategori pekerja penerima upah atau pekerja formal dengan upah di bawah Rp5 juta berdasarkan upah pekerja yang dilaporkan oleh pemberi kerja dan tercatat pada BPJamsostek. Selain itu, tidak menunggak iuran hingga Juni 2020. Perusahaan yang belum tertib dalam pembayaran iuran, segera memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tukasnya.

Terkumpul 14 Juta

Pemerintah masih terus mengumpulkan nomor rekening penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang sebesar Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan. Dari 15,7 juta target penerima, baru 14 juta nomor rekening pegawai yang terkumpul.

“Posisi saat ini sudah terkumpul 14 juta nomor rekening dari target calon penerima 15,7 juta dan sudah tervalidasi sebanyak 11,3 juta, selebihnya sedang dikonfirmasi ulang ke pemberi kerja,” kata Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BP Jamsostek, Irvansyah Utoh Banja, Minggu (30/8).

Utoh mengimbau kepada pihak perusahaan yang belum setor data rekening pegawainya agar segera menyetorkan. Pasalnya, batas penerimaan data rekening akan ditutup pada hari ini, 31 Agustus 2020.

“Kami masih mendorong pemberi kerja untuk segera menyampaikan nomor rekening sampai 31 Agustus 2020 dan mempercepat penyampaian data yang dikonfirmasi ulang,” tuturnya.

Belum diketahui, apakah batas penerimaan data rekening akan diperpanjang atau tidak. Jika tidak, maka sebanyak 1,7 juta pegawai yang belum ada data nomor rekening terancam gagal menerima bantuan Rp600 ribu selama 4 bulan.

“Kami akan evaluasi, apakah masih perlu diperpanjang. (Pegawai terancam gagal dapat bantuan) makanya tolong perusahaan segera sampaikan nomor rekening sampai 31 Agustus 2020 dan mempercepat penyampaian data yang dikonfirmasi ulang,” tegasnya. (ris/dtc)

Positif Covid-19 di Sumut 6.769 Orang, Kabar Baiknya! Pasien Sembuh 3.905 orang

dr Whiko Irwan D SpB
dr Whiko Irwan D SpB

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kabar baik kembali datang dari update penanganan Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara, Minggu (30/8). Sebanyak 102 orang pasien sembuh dari terjangkit Covid-19. Dengan begitu, kini jumlah total pasien sembuh menjadi 3.905 orang atau lebih dari separo kasus positif.

dr Whiko Irwan D SpB
dr Whiko Irwan D SpB

“Ini kabar baik. Mari terus mendoakan kesembuhan saudara kita yang saat ini tengah menjalani perawatan karena terjangkit virus Corona,” kata Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, dr Whiko Irwan D SpB.

Disebutkannya, 102 pasien sembuh itu berasal dari Kota Medan 88 orang, kemudian dari Kota Binjai 1 orang, Tebingtinggi 1 orang, Deliserdang 6 orang, Langkat 4 orang, Toba 1 orang, dan dari Padang Lawas 1 orang.

Namun begitu, kasus baru Covid-19 di Sumut masih terus bertambah. Kemarin, kata dr Whiko, juga bertambah 39 kasus baru. Total yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumut hingga Hari Minggu kemarin menjadi 6.769 orang. Sementara pada Sabtu (29/8), jumlah totalnya masih 6.730 orang.

Lagi-lagi dari Kota Medan terus terjadi kasus baru, yakni 20 orang. Kemudian dari Binjai 1 orang, Sibolga 1 orang, Padang Sidempuan 1 orang, Deli Serdang 2 orang, Langkat 1 orang, Karo 2 orang, Asahan 1 orang. Kasus baru juga berasal dari Serdangbedagai 1 orang, Batubara 2 orang, Padang Lawas 1 orang, Nias Barat 1 orang, dan dari luar Sumut 2 orang, serta dari domisili belum diketahui 3 orang.

Ia melanjutkan, angka kasus yang meninggal akibat Covid-19 juga bertambah, tetapi tidak banyak. Pasien meninggal jumlahnya menjadi 312 orang dari sebelumnya 309 orang. “Jumlah kasus suspek juga meningkat menjadi 751 orang atau bertambah 61 orang dari sebelumnya 690 orang,” sebut Whiko.

Dengan kondisi saat ini, sambung dia, pihaknya kembali mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas di luar rumah. Selain itu, selektif pada beberapa tempat yang terindikasi memiliki peluang yang sangat besar untuk terjadinya penularan virus corona. “Tidak ada pilihan selain tetap patuhi protokol kesehatan saat di luar rumah. Hanya itu yang bisa dilakukan saat ini untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” tukasnya.

DKI Pecah Rekor

Secara nasional, dalam sehari tambah 2.858 kasus baru Covid-19. Jumlah tersebut berdasarkan pemeriksaan sepsimen harian sebanyak 25.934 spesimen. Sehingga, hingga Minggu (30/8), kini totalnya sudah 172.054 orang terinfeksi Covid-19.

Dari data Covid19.go.id, Minggu (30/8), DKI Jakarta memecahkan rekor kasus baru Covid-19. Dalam sehari, ibukota menambah 1.094 kasus. Angka ini yang tertinggi selama ini dan sejak diberlakukannya kebijakan PSBB transisi.

Selain DKI Jakarta, kasus baru terbanyak lainnya terdapat di Jawa Timur yakni 466 kasus. Kalimantan Timur 197 kasus. Jawa Tengah 138 kasus. Riau 134 kasus.

Sementara itu, pasien sembuh bertambah 1.483 orang. Paling banyak pasien sembuh terdapat di provinsi DKI Jakarta sebanyak 366 orang. Sudah 124.185 orang sembuh dari Covid-19.

Sedangkan, angka kematian bertambah 82 jiwa. Kasus kematian harian terbanyak terjadi di provinsi Jawa Timur 26 jiwa. Kini sudah 7.343 jiwa meninggal akibat Covid-19.

Hingga saat ini sudah 487 kabupaten kota terdampak Covid-19. Jumlah pasien suspek sebanyak 77.951 orang. Ada 11 provinsi yang melaporkan kasus di bawah 10. Dan hanya 4 provinsi yang melaporkan nol kasus.

Sementara, berdasarkan data tiga hari terakhir, rekor kasus baru Covid-19 selalu terpecahkan. Sejak 28 Agustus, angka kasus baru sudah menembus 3 ribu kasus per hari. Di mana pada 27 Agustus ada 2.719 kasus baru, 28 Agustus sebanyak 3.003 kasus baru, dan 29 Agustus melonjak hingga 3.308 kasus baru. Apakah ini gara-gara libur panjang akhir pekan pada sepekan lalu?

“Saya tidak tahu, data tidak bisa dianilisis sampai seperti itu,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, Minggu (30/8). Meski belum bisa memastikan apa gerangan penyebab rekor COVID-19 di Indonesia yang selalu pecah, namun ada satu hal yang pasti.

Kini warga Indonesia harus mulai disiplin mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. “Yang jelas, memang kasusnya meningkat. Tapi, soal apakah ada hubungannya dengan libur panjang atau tidak, itu tidak bisa disimpulkan sampai ke situ,” kata Wiku.

Wiku menjelaskan, penyebab peningkatan kasus COVID-19 ada dua hal. Pertama, jumlah tes virus Corona meningkat. Di sisi lain, tingginya kaus COVID-19 membuktikan bahwa penularan virus Corona masih ada. “Kenapa kok kasusnya naik? Ya karena ngetesnya makin banyak. Sebabnya juga karena masih ada penularan,” kata Wiku.(ris/jpc/dtc)

Pilkada Medan 2020: Akhyar Cuti, Salman & Aulia Wajib Mundur

SIAP TARUNG: Dua pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yakni Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dan Bobby Nasution-Aulia Rachman bakal bertarung di Pilkada Medan, 9 Desember 2020.
SIAP TARUNG: Dua pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yakni Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dan Bobby Nasution-Aulia Rachman bakal bertarung di Pilkada Medan, 9 Desember 2020.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Empat hari lagi, tepatnya pada 4 hingga 6 September, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan akan membuka pendaftaran calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan untuk Pilkada serentak yang digelar 9 Desember 2020. Pasangan calon yang akan mendaftar diminta mempersiapkan segala persyaratan yang dibutuhkan. Termasuk surat pengunduran diri bagi bakal calon yang masih aktif menjabat di lembaga eksekutif maupun legislatif.

SIAP TARUNG: Dua pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yakni Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dan Bobby Nasution-Aulia Rachman bakal bertarung di Pilkada Medan, 9 Desember 2020.
SIAP TARUNG: Dua pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yakni Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dan Bobby Nasution-Aulia Rachman bakal bertarung di Pilkada Medan, 9 Desember 2020.

KOMISIONER KPU Medan Divisi Hukum, Zefrizal SH MH mengatakan, sesuai PKPU Nomor 1 tahun 2020 perubahan ketiga atas PKPU Nomor 13 tahun 2017 tentang pencalonan, tepatnya pada pasal 4 ayat (1) huruf (r), bagi gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota atau wakil wali kota yang mencalonkan diri di daerah yang sama, harus bersedia cuti di luar tanggungan negara selama masa kampanye.

Dengan begitu, Akhyar Nasution yang kembali mencalonkan diri sebagai Wali Kota Medan harus cuti selama masa kampanye, yakni mulai 3 hari setelah penetapan pasangan calon hingga 3 hari sebelum hari pemungutan suara. Berdasarkan PKPU Nomor 5 tahun 2020 perubahan terakhir atas PKPU Nomor 15 tahun 2019 tentang tahapan, proggram dan jadwal, masa kampanye telah ditetapkan sejak 26 September hingga 6 Desember 2020.

“Dengan begitu, Akhyar harus sudah cuti sebagai Plt Wali Kota Medan sejak 26 September hingga 6 Desember 2020,” kata Zefrizal kepada Sumut Pos, Minggu (30/8).

Sedangkan untuk para bakal calon Wakil Wali Kota Medan yang keduanya merupakan anggota legislatif, yakni Salman Alfarisi di DPRD Sumut dan Aulia Rahman di DPRD Medan, keduanya harus menyatakan pengunduran diri secara tertulis sebagai salah satu syarat saat mendaftarkan diri ke kantor KPU Medan. “Terhadap calon yang berstatus sebagai anggota DPR/DPRD, sesuai dengan pasal 4 ayat (1) huruf (p), maka yang bersangkutan harus menyatakan secara tertulis pengunduran dirinya sebagai anggota DPRD,” ujarnya.

Kemudian, kata Zefrizal, sebagaimana diatur dalam Pasal 39 tentang pendaftaran calon, ayat (3) huruf (c), menyebutkan bahwa pada saat mendaftarkan diri, yakni sejak 4 September sampai 6 September 2020 maka partai politik yang mendaftarkan pasangan calon harus menyerahkan syarat calon. “Dan salah satu syarat calon bagi yang bersatus sebagai anggota DPR/DPRD yakni pernyataan tertulis pengunduran diri sebagai anggota DPR/DPRD sebagaimana telah diatur oleh pasal 4 ayat (1) huruf (p) tersebut diatas,” katanya.

Namun demikian, saat mendaftarkan diri ke KPU Medan, para anggota legislatif tersebut tidak harus sudah berstatus mantan anggota legislatif atau harus sudah diterima dan disahkan pengunduran dirinya. Sebab, surat-surat pendukung seperti tanda terima surat pengunduran dirinya oleh partai dan surat keterangan pengunduran diri sedang di proses dapat diserahkan paling lambat 5 hari sejak ditetapkan sebagai calon.

“Kemudian dalam pasal 69 ayat (1) dikatakan, bagi calon yang berstatus sebagai anggota DPR/DPRD, dapat menyampaikan keputusan pemberhentianya tersebut paling lambat 30 hari sebelum pemungutan suara atau 30 hari sebelum tanggal 9 Desember 2020,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dari 4 orang yang berstatus Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan di Pilkada Medan 2020, hanya Bobby Nasution yang tidak berstatus sebagai pejabat di lingkungan lembaga eksekutif maupun lembaga legislatif. Sedangkan Bapaslon yang akan menjadi lawannya di Pilkada Medan, yakni Akhyar Nasution merupakan Plt Wali Kota Medan dan Wakilnya Salman Alfarisi merupakan Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi PKS.

Tak hanya itu, sosok Aulia Rahman yang akan mendampingi Bobby di Pilkada Medan juga merupakan anggota legislatif. Hingga saat ini, politisi Partai Gerindra itu masih menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Medan. Kedua Bapaslon tersebut pun akan segara mendaftarkan diri di kantor KPU Kota Medan sebagai Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan pada tanggal 4 September hingga 6 September 2020.

PKS Resmi Usung Akhyar-Salman

Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mengusung Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi di Pilkada Medan 2020. Ketua Tim Pemenangan Pemilu dan Pilkada (TPP) Pusat PKS, Chairul Anwar secara virtual di Kantor DPP PKS, mengumumkan sekaligus serahkan surat keputusan (SK) rekomendasi kepada 213 bacakada se Indonesia, yang daerahnya menggelar Pilkada, Sabtu (29/8).

“Kota Medan, Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi.” ujar Anwar saat mengumumkan daftar paslon yang didukung PKS dalam Rakornas PKS melalui pesan tertulis yang diterima Sumut Pos, Minggu (30/8).

Selain Medan, TPP DPP PKS juga mengumumkan sejumlah pasangan kandidat dari Provinsi Sumut yang akan bertarung di Pilkada serentak 2020. Yakni Rahmat Sori Alam Harahap-Usman Jakfar di Pilkada Binjai, HM Jakfar Nasution-Atika Azmi di Pilkada Mandailing Natal, Soekriman-Tengku Ryan Novandi (Serdang Bedagai), Erik Adrata Ritonga-Elya Rosa Siregar (Labuhanbatu), Rizal Munthe-Aripay Tambunan (Labuhanbatu Utara), Syahrial-Waris Tolib (Tanjungbalai), Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumbantobing (Sibolga), Kristian Zebua-Anofuli Lase (Nias), dan Radiapoh Hasiholan-Zony Waldi (Simalungun).

Rakornas tersebut berjalan lancar. Selain penyerahan SK juga sekaligus penyerahan Form B1 KWK dan penandatangan pakta integritas terhadap seluruh calon kada yang diusung PKS untuk Pilkada Serentak 2020.

Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman menuturkan dari 270 Pilkada Serentak di Tanah Air, pihaknya ikut serta pada 230 daerah dan hingga saat ini sudah 210 SK yang diterbitkan. PKS juga menargetkan kemenangan 60 persen dalam Pilkada yang diikuti kali ini.

Ketua PKS Sumut H Hariyanto dalam arahannya di depan para bacakada menyampaikan bahwa kader-kader PKS akan berjuang memenangkan calon yang telah resmi diusung PKS. “Setelah para calon kepala daerah sudah resmi diusung PKS, maka mulai dari tingkat pusat hingga ranting, PKS akan berjuang memenangkan calon tersebut, itu budaya kami,” ujar dia.

Terpisah, Sekretaris DPD PKS Kota Medan, Rudiyanto Simangunsong mengatakan, PKS telah membuktikan komitmennya untuk menolak paslon tunggal dengan mengusung paslon lainnya yang merupakan kader PKS di Pilkada Medan 2020. “Tugas partai itu bukan hanya untuk mendukung, tetapi juga untuk menyiapkan kader-kader terbaiknya sebagai pilihan bagi masyarakat. Nah, sekarang kita sudah wujudkan komitmen itu, sekarang semua kita kembalikan kepada masyarakat, biar masyarakat yang memilih yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Akhyar Minta Dukungan Warga

Dukungan dari Partai Demokrat dan PKS sudah cukup mengantarkan Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi mengikuti kontestasi Pilkada Medan. Atas dukungan kedua partai tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan itu mengucapkan terima kasih.

Hal ini terlihat dari video Akhyar yang beredar di media sosial. “Selamat pagi salam sejahtera bagi kita semua, terima kasih kepada partai demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang telah memberikan amanah kepada saya Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi untuk berpasangan didalam Pilkada Kota Medan 2020,” ujar Akhyar melalui video, Minggu (30/8).

Dalam video berdurasi 47 detik itu, Akhyar yang mengenakan kemeja berwarna pink itu tidak lupa meminta dukungan kepada masyarakat. “Kami mohon dukungan dan doa restu dan pilihan dari seluruh warga Medan, doakan kami memimpin Kota Medan dengan penuh amanah dan kepercayaan, terima kasih,” ungkapnya.

NasDem Belum Tentukan Dukungan

Hingga kemarin, Partai NasDem belum juga menuntukan arah dukungannya untuk Pilkada Medan. Padahal sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh sudah menyatakan akan mengusung dan mendukung Bobby Afif Nasution di Pilkada Medan. Namun saat pengumuman pasangan bakal calon kepala daerah di DPW Partai NasDem pada Jumat (28/8) kemarin, tidak ada nama Bobby Nasution dan Aulia Rachman diumumkan sebagai bakal calon di Pilkada Medan.

“Rencananya bila sampai hari ini (kemarin) tidak ada info juga, maka besok (hari ini) akan kita tanyakan langsung kepada Ketua DPW. Sebab belum ada info yang kita terima sampai saat ini, kita juga masih menunggu infonya,” kata Ketua DPD NasDem Kota Medan, Afif Abdillah kepada Sumut Pos, Minggu (30/8).

Pun begitu, Afif tetap tidak dapat memastikan apakah DPP Partai NasDem akan tetap mengusung Bobby-Aulia atau justru mengusung pasangan calon lain. “Sejauh ini saya tidak ada dengar partai akan berubah pikiran. Yang saya tahu sampai saat ini DPP mendukung Bobby-Aulia. Tapi begitu pun tidak ada yang tidak mungkin dalam politik, sebab politik ini dinamis,” ujarnya.

Ada kemungkinan, jelas Afif, partai pemilik 4 kursi di DPRD Medan itu akan mengumumkan dukungannya kepada Bobby-Aulia di saat-saat terakhir atau injury time. “Bisa jadi di akhir waktu nanti diumumkannya. Pendaftarannya kan dibuka tanggal 4, ditutup tanggal 6 (September). Tapi sudah pasti tidak mungkin diumumkan lewat tanggal 6, pasti sebelumnya atau tepat disaat Bapaslon akan mendaftar. Sebagai Ketua DPD di Medan saya pasti akan ikut mengantarkan Bapaslon yang DPP usung saat mendaftar ke kantor KPU Medan,” jelasnya.

Pun begitu, pihaknya akan menyarankan Bapaslon Bobby-Aulia untuk mendaftarkan diri paling lambat di hari kedua pendaftaran atau tanggal 5 September, bila DPP Partai NasDem telah memberikan surat resmi dukungannya yang sempat tertunda tanpa alasan yang hingga kini belum diketahui tersebut. “Kita nanti menyarankan agar mendaftar itu paling lambat di tanggal 5, bukan di hari terakhir. Supaya bila ada kekurangan berkas, maka masih ada waktu untuk menyiapkannya,” tandasnya. (map/prn)

Pegawai RSUD Dolok Sanggul Bagian Radiologi Terpapar Covid-19

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Salah satu pegawai RSUD Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan yang bertugas di bagian radiologi, berinisial TT (45), warga Dolok Sanggul terkonfirmasi positif Covid 19.

RSUD Dolok Sanggul

Kabar tersebut disampaikan, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Hotman Hutasoit yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (29/8).

Hotman mengumukakan, pasien ini seorang perempuan sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari Medan pada 18 Agustus 2020 lalu. Dan pada 25 Agustus 2020, pasien ini mengalami keluhan demam, asam lambung naik.

Selanjutnya, pasien dirawat di RSUD Dolok Sanggul dan pada 26 Agustus, pasien ini dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif.

Selanjutnya, pada 27 Agustus, pasien dilakukan photo thoraks dan terdapat bercak disebelah kanan dan selanjutnya dilakukan pengambilan swab di RSUD Dolok Sanggul dan dikirim ke RSUD Tarutung.

” Dan dari hasil swab pada 28 Agustus dinyatakan terkonfirmasi positif Covid 19. Setelah diketahui hasil swab, pasien kita rujuk ke RSU Peringadi di Medan pada 29 Agustus,” kata Kepala Dinas Kominfo ini.

Lebih lanjut Hotman mengatakan, usai diketahui pasien ini terkonfirmasi Covid 19, pihak satgas penanganan Covid 19 selanjutnya melakukan tracing terhadap kontak eratnya, yakni MP (55), suaminya.

” Namun sampai saat ini hasil swab dari suaminya belum keluar dan sudah dilakukan karantina mandiri selama 14 hari,” kata Hotman.

Meski sudah terkonfirmasi Covid 19, Hotman menambahkan, pelayanan di RS selain ruangan radiologi, tetap dibuka untuk masyarakat dengan pihak medis memakai alat pelindung diri.

” RS tetap buka untuk pelayanan dengan menggunakan APD. Dan kita juga sudah melakukan tracing kepada orang yang sempat kontak dengan pasien TT ini selain suami dan anaknya, namun untuk berapa jumlahnya belum dapat kita jelaskan,” kata Hotman.

Ditambahkannya, pihak satgas penanganan Covid 19, selain menunggu hasil swab dari suami TT, juga pasien rumah sakit berinisial N, seorang perempuan.

” Kita juga masih menunggu swab pasien rumah sakit seorang perempuan inisial N, selain swab MP, suami TT,” demikian Hotman menjelaskan.(des)