28 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 4083

Periksa Swab Tes Covid-19 di RS USU Soekirman Negatif

Bupati Sergai, Ir H Soekirman
Bupati Sergai, Ir H Soekirman

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Untuk memastikan dirinya tidak terpapar Covid-19, Bupati Sergai Soekirman melakukan pemeriksaan swab tes di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. Hasilnya, Soekirman dinyatakan negatif sesuai surat yang dikeluarkan RS USU dengan Nomor 284/UN5.3.2.7/KPM/2020 pertanggal 18 Agustus 2020.

Menyikapi hasil negatif tersebut, Bupati Sergai Ir H Soekirman mengatakan, pemeriksaan swab tes yang dilakukan sebagai bentuk pentingnya kesadaran bagi diri sendiri untuk penanggulangan Covid-19.

“Tanpa disadari, kita sering berkumpul dan bersentuhan dengan orang lain, sehingga tanpa disadari tidak menjalankan protokol kesehatan,”kata Bupati Soekirman saat ditemui di kediamannya, Jalan Cokelat, Kelurahan Batang Terap Perbaungan, Senin (24/8) malam.

Atas kesadaran itu pula, sambung Soekirman, dirinya selalu memeriksakan kondisi kesehatannya secara rutin dengan melakukan rapid tes dengan hasil non reaktif.

Meskipun hasil pemeriksaan rapid tes non reaktif, Soekirman kembali melakukan swab tes, yang juga hasilnya negatif. (sur)

Komite Masyarakat Danau Toba Kabupaten Karo Dilantik

DIABADIKAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustianus Setyo Indriyono diabadikan bersama pengurus KMDT Karo periode 2020-2025.
DIABADIKAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustianus Setyo Indriyono diabadikan bersama pengurus KMDT Karo periode 2020-2025.

KARO, SUMUTPOS.CO – Pengurus Cabang Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Kabupaten Karo periode 2020-2025 resmi dilantik. Pelantikan diselenggarakan di aula Kantor Bupati Karo, Kabanjahe, Senin (24/8). Organisasi ini diharap akan turut andil mengembangkan pariwisata Danau Toba terutama di Kabupaten Karo.

Pengurus KMDT Karo diketuai Artiya Aksara Brahmana dan Wakil Ketua Umum DPP KMDT Enni Martalena Pasaribu. Acara pelantikan KMDT Karo turut dihadiri Bupati Karo Terkelin Brahmana, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustianus Setyo Indriyono, Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi.

“Semoga kehadiran KMDT Kabupaten Karo, bisa mempercepat laju perkembangan pembangunan di Kawasan Danau Toba, khususnya di Kabupaten Karo yang memiliki panorama eksotis di daerah tujuan wisata Tongging,” kata Terkelin dalam sambutannya.

Ketua KMDT Kabupaten Karo Artiya Aksara Brahmana menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan DPP KMDT. “Sebagai ketua, kami akan tetap menjalin kerja sama dengan seluruh stakeholder, baik Pemkab Karo dan masyarakat untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Karo,”ujarnya.

“Bagi saya secara pribadi, sebenarnya ini tugas yang berat untuk diemban. Dengan demikian, saya meminta agar seluruh pengurus KMDT Kabupaten Karo solid, kompak dan saling bersinergisitas serta saling bergandengan tangan membesarkan KMDT ini,”sambungnya.

Ada pun pengurus KMDT Karo yang dilantik di antaranya, Ketua Ir. Artiya Aksara Brahmana, Sekretaris Pengamat Sembiring, dan Bendahara Sastrawan Sembiring.

Wakil Ketua Umum DPP KMDT Enni Martalena Pasaribu mewakili Ketua Umum KMDT Pusat, Edison Manurung, menyatakan pembangunan pariwisata memiliki aspek penting dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat Danau Toba.

“KMDT merupakan orginisasi independen dan profesional yang tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun. Pengurusnya merupakan orang-orang profesional dan memiliki visi dan misi yang sama untuk membangun dan mendorong percepatan pariwisata Danau Toba,” tutur Enni.

Dalam rangkaian pelantikan pengurus KMDT Karo, juga digelar seminar daring ke-5 KMDT dengan tema, Mewujudkan SDM Unggul Era Jokowi Periode ke II. (deo)

Dikibusi, Pengedar Sabu Diciduk

DIAMANKAN: Ebit saat diamankan di Satres Narkoba Polres Tebingtinggi.
DIAMANKAN: Ebit saat diamankan di Satres Narkoba Polres Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sat narkoba Polres Tebingtinggi meringkus seorang pengedar narkoba, Zulkifli Syahputra alias Ebit (34), dengan barang bukti 34 plastik bening berisikan 1,56 gram sabu.

Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP J Nainggolan didampingi Kasat Narkoba AKP M Yunus Tarigan, Senin (24/8) mengatakan, tersangka Ebit diciduk di depan rumah warga, Jalan Sutoyo, Kelurahan Rambung Kota Tebingtinggi.

Saat diamankan, dari tangan Ebit ditemukan satu plastik warna hitam, satu bungkus rokok Magnum Filter yang berisikan 34 bungkus plastik bening berisikan sabu dengan berat bersih 1,56 grm dan uang tunai Rp70.000.

Sebelumnya, lanjut Nainggolan, pihaknya mendapat informasi dari warga akan ada transaksi narkoba di lokasi penangkapan. Untuk memastikan informasi tersebut, pihaknya pun melakukan penyelidikan. “Karena dicurigai, lalu dilakukan penggeledahan, dan ditangan kanan tersangka di temukan satu plastik hitam, dan di dalamnya ada satu bungkus rokok berisikan plastik bening berisi narkoba,”terangnya.

Kepada petugas, Ebit mengaku sabu-sabu diperolehnya dari orang yang bernama Bono. “Bandar masih dalam pengejaran personel Satres Narkoba Polres Tebingtinggi,” bilangnya.

Atas barang bukti tersebut, Ebit yang diketahui warga Jalan Cemara, Kelurahan Deblod Sundoro, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, inipun dijerat pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1 dari UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (ian/han)

Monev di Kecamatan Dolok Masihul, Soekirman Minta Kades Giatkan BUMDes

TINJAU: Bupati Sergai Ir H Soekirman bersama Camat Dolmas GJW Hasibuan dan Kades meninjau bangunan di Desa Tegal Sari, Senin (24/8).
TINJAU: Bupati Sergai Ir H Soekirman bersama Camat Dolmas GJW Hasibuan dan Kades meninjau bangunan di Desa Tegal Sari, Senin (24/8).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Bupati Sergai Ir H Soekirman didampingi sejumlah OPD melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Kecamatan Dolok Masihul. Monev pertama dilakukan dari Desa Tegal Sari, Dame, Pardomuan, Pekan Kamis, Bantan dan Batu 12, Senin (24/8).

Disela monev tersebut, Bupati Ir Soekirman mengatakan, kunjungan sebagai bupati untuk menjalankan tugas utama Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan dalam rangka evaluasi progres pelaksanaan pembangunan infrastruktur dari anggaran ADD/DD tahun 2019, saat ini hanya tinggal tersisa 4 bulan dari tahun 2020.

“Monev ini dilakukan untuk melihat sejauh mana pembangunan itu bermanfaat bagi masyarakat, serta mengingatkan jika terdapat kewajiban pajak yang tertunggak di setiap desa. Karena pembangunan selanjutnya berasal dari pajak yang kita bayar,” kata Soekirman.

Soekirman mengingatkan, agar kinerja APBD di tahun 2020 ini tidak mengalami defisit. Syarat untuk meraih opini WTP dari BPK RI jika belanja daerah tidak mengalami defisit.

“Kabupaten ini sangat tergantung pada pendapatan, sementara pemasukan dan pendapatan daerah saat ini seperti pajak mengalami defisit terlebih selama Covid-19 mengakibatkan penekanan pendapatan pajak bagi daerah,” bilangnya.

Selain itu, untuk desa sendiri, ADD maupun DD mengalami realokasi dan recofussing secara signifikan. Sehingga banyak rencana pembangunan infrastruktur ditunda atau bahkan dibatalkan pelaksanaannya dan diganti dengan BLT bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Untuk itu, Soekirman berharap kepada Kepala Desa untuk segera menyelesaikan tunggakan pajak dari pembangunan infrastruktur yang telah dibangun melalui ADD/DD tahun anggaran 2019.

“Pemerintah tidak mau ada kepala desa yang merasakan sakit akibat menutupi hal yang salah. Sebab, sakitnya kepala desa adalah sakitnya camat, dan sakitnya camat adalah rasa sakitnya Bupati. Untuk itu jangan menutupi kesalahan dengan kesalahan, jika ada kewajiban agar diselesaikan agar tidak menjadi masalah dikemudian hari,”bebernya.

Soekirman juga meminta kepada para Kepala Desa, dalam rangka meningkatkan pendapatan desa agar dapat kiranya mereplikasi dan menggiatkan upaya dan inovasi yang dilakukan seperti desa Karang Anyar dan Desa Jati Mulyo di Kecamatan Pegajahan.

“Dengan memanfaatkan bekas gudang KUD yang disulap menjadi DesMart yang menjual kebutuhan sehari-hari masyarakat, menambah pemasukan yang signifikan bagi desa itu sendiri,” tuturnya. (sur)

PAC Khusus MKGR Medan Helvetia dan Hamparan Perak Optimis Bobby-Aulia Menangi Pilkada Medan

BERDOA: Ketua Ormas MKGR Sumut Wagirin Arman didampingi Ketua PAC Khusus Ormas MKGR Medan Helvetia dan Hamparan Perak Dedi Syafrizal saat berdoa dalam acara khitanan massal yang digelar di Pasar IV Jalan Klambir V, Kelurahan Tanjunggusta, Medan Helvetia, Selasa (25/8/2020).
BERDOA: Ketua Ormas MKGR Sumut Wagirin Arman didampingi Ketua PAC Khusus Ormas MKGR Medan Helvetia dan Hamparan Perak Dedi Syafrizal saat berdoa dalam acara khitanan massal yang digelar di Pasar IV Jalan Klambir V, Kelurahan Tanjunggusta, Medan Helvetia, Selasa (25/8/2020).

MEDAN- Keluarga Besar PAC Khusus Ormas MKGR Medan Helvetia dan Hamparan Perak mendukung penuh pasangan Bobby Nasution dan Aulia Rachman di Pilkada Medan Desember 2020. Dukungan ini disampaikan Ketua PAC Khusus Ormas MKGR Medan Helvetia dan Hamparan Perak, Dedi Syafrizal di sela kegiatan khitanan massal yang mereka gelar di Pasar IV, Kelurahan Tanjunggusta, Medan Helvetia, Selasa (25/8/2020).

“Karena melihat sosok Bobby Nasution, PAC Khusus Medan Helvetia dan Hamparan Perak membuat kegiatan sosial khitanan massal dan bagi masker ini,” ungkap Dedi.
Dia pun optimis Bobby-Aulia akan menang di Pilkada Medan, karena sosok Bobby dinilai mampu membuat perubahan bagi Kota Medan.

Ketua Ormas MKGR Sumut, Wagirin Arman memberi apresiasi kepada PAC Khusus Ormas MKGR Medan Helvetia dan Hamparan Perak yang telah menggelar khitanan massal yang diikuti 50 anak. “Ini suatu wujud kepedulian Ormas MKGR terhadap masyarakat. Dengan khitanan massal ini, kita harap masyarakat tidak melakukan pemborosan dengan menggelar wayangan atau kibotan. Lebih baik uangnya untuk biaya pendidikan anak yang dikhitan,” kata Wagirin Arman yang juga Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Golkar.

Menyikapi dinamika politik jelang Pilkada Medan, politisi senior Partai Golkar ini mengingatkan masyarakat agar jangan gampang terpancing dengan situasi dan kondisi yang dapat memicu perpecahan di masyarakat hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Sebagai wakil rakyat, kata Wagirin, dia berkewajiban mengimbau seluruh masyarakat Sumatera Utara agar memahami beda pilihan, beda pendapat, dan beda jago adalah hal yang lumrah di negara demokrasi seperti Indonesia ini.

Jangan sampai, lanjut Wagirin, perbedaan pendapat itu malah memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa ini. Karenanya, dia mengajak semua untuk bersama sama saling menahan diri mengendalikan emosi untuk tidak mengambil satu langkah yang berlebihan yang bisa mengundang dan memicu perpecahan dikarenakan adanya Pilkada.

“Beda pendapat itu hal yang lumrah. Siapa pun calonnya, kalau di Medan ada Bobby-Aulia dan Akhyar-Salman, ini adalah keluarga kita juga. Kita mengimbau masyarakat Medan dan sumatera Utara untuk bagaimana mengendalikan diri dengan cara-cara berbudaya tinggi, santun, dan tidak emosional, sehingga sehabis pilkada kita bisa rukun. Karena perintah agama apapun, terutama umat Islam ini mengutamakan silaturahmi, untuk kemashalatan umat,” pungkasnya.

Bakal calon Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman yang hadir dalam acara itu menyambut positif kegiatan bakti sosial yang digelar PAC Khusus MKGR Medan Helvetia dan Hamparan Perak ini. Dia pun berharap, Ormas MKGR dapat membantu mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kota Medan serta mengedukasai masyarakat.

“Tingkat imunitas anak-anak sangat rentan dengan virus Corona, makanya kepala lingkungan dan kepala puskesmas harus keliling. Dan Ormas MKGR Medan Helvetia dan Hamparan Perak dapat membantu mengantisipasi penyebarannya dengan mengedukasi masyarakat. Kita berharap virus Corona cepat hilang agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan dengan baik kembali,” harapnya. (adz)

Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Kader PKK Diminta Sosialisasikan Gebrak Masker

GEBRAK MASKER: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bersama Ketua TP PKK Sumut Nyonya Hj Nawal dalam kegiatan Gebrak Masker di Kota Tebingtinggi.
GEBRAK MASKER: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bersama Ketua TP PKK Sumut Nyonya Hj Nawal dalam kegiatan Gebrak Masker di Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumut terus menyosialisasikan Gebrak Masker kepada kader di daerah, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Mengingat berbagai catatan menunjukkan angka penularan dan penyebaran Covid-19 masih mengkhawatirkan dengan kasus infeksi mencapai 160.000 orang, hingga angka kematian hampir mencapai 7.000 orang.

“Hal ini tentu sangat dilematis, mengingat kinerja gugus tugas Covid-19 terus dimaksimalkan. Belum lagi korban terinfeksi bahkan meninggal dunia dari para tenaga medis terus terjadi,” ujar Ketua TP PKK Sumut, Hj. Nawal Lubis saat membuka Sosialisasi Pemakaian Masker Demi Pencegahan Penyebaran Pandemi Covid-19 di Kota Tebing Tinggi dalam Gebrak Masker, di Balai Kartini Tebing Tinggi.

Kehadiran kader PKK di semua tingkat pemerintahan hingga keluarga, sambung Nawal, menjadikan alasan Presiden melibatkan organisasi ini dalam sosialisasi dan menekankan kembali pentingnya memakai masker. Ditambah lagi tingkat kepedulian yang cukup tinggi dalam memberitahukan dan menyampaikan pesan kebaikan.

“Diharapkan para kader PKK di seluruh tingkatan menjadi contoh penggunaan masker dan menjadi penyampai pesan pemerintah kepada seluruh masyarakat Sumut ini. Hari ini bukanlah hari pertama sosialisasi, tetapi peringatan. Beri contoh kepada orang lain dan mengingatkannya agar disiplin serta selalu menggunakan masker terutama saat beraktivitas d luar rumah,” pesan Nawal.

Dirinya menegaskan, siapapun dapat menyebarkan dan menjadi korban Covid-19, karena tidak disiplin bahkan lalai dalam menjaga diri dan orang lain. Karena itu, ia berharap momentum ini disambut baik untuk mendisiplinkan diri menjalankan protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun serta menjaga jarak.

Sementara itu, Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan, bahwa kehadiran ketua TP-PKK Sumut beserta rombongan memberikan motivasi kepada pemerintah setempat dan seluruh warga karena gerakan bersama menjadi hal penting saat ini, mengingat kondisi Covid-19 masih mengkhawatirkan.

“Kalau kami lihat semua ini, ada semacam euforia terhadap pemberlakuan new normal. Namun ini kami sampaikan, Pemko Tebing Tinggi bersama unsur Forkopimda terus berupaya menekan penyebaran dan penularan Covid-19,” katanya.

Diakui dia saat ini muncul klaster dari penularan Covid-19 pada kawasan perkantoran. Kondisi itu karena ada kecenderungan perjalanan dari dan keluar daerah. Karena itu, pihaknya menekankan pelaksanaan pengujian (rapid tes) secara intensif. Termasuk juga menjelang perhelatan MTQ Nasional tingkat provinsi di Tebing Tinggi, pihak terkait akan dilakukan serupa.

“Kami selaku pemerintah bersama TNI/Polri akan terus mengevaluasi upaya yang telah berjalan selama ini. Karena itu, langkah ini menjadi kerja bersama masyarakat, pemko dan unsur Forkopimda. Termasuk perwal sesuai Inpres Nomor 6/2020 dan Pergub 34/2020, sudah kita siapkan dan sekarang dalam tahap sosialisasi,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, ribuan masker juga diserahkan secara simbolis kepada TP-PKK Tebing Tinggi, Batubara dan Pematang Siantar untuk dibagikan kepada masyarakat. (ian/prn/han)

Kembangkan Food Estate, Humbahas Siapkan Lahan di Pollung

DOLOKSANGGUL, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) terus berusaha menciptakan food estate (lumbung pangan). Untuk itu, mereka telah mempersiapkan lahan seluas 1.000 hektar di Kecamatan Pollung.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian Humbahas, Junter Marbun, kemarin. Dijelaskan, ini merupakan konsep program ketahanan pangan yang dilakukan secara terintegrasi antara investor, pemerintah dan masyarakat.

Pengembangan food estate di Humbahas tahap awal akan dimulai secara terkonsentrasi di atas lahan 1.000 hektare di Kecamatan Pollung. Kemudian pada pada tahun 2023 ditargetkan menjadi 30.000 hektar, yang menyebar di 10 kecamatan.

“Kita bersama Kementerian Pertanian dan masyarakat desa di Kecamatan Pollung sedang menyusun calon petani calon lokasi (CPCL), sementara PPL sekarang sedang bersosialisasi di lapangan,” ujarnya.

Pemerintah Pusat memang telah mencanangkan Sumatera Utara sebagai lumbung pangan, yang dimulai dari Humbahas. Program ini merupakan korporasi pertanian berbasis tanaman holtikultura dengan melibatkan investor yang sangat berperan berkombinasi antara pemerintah dan petani.

Junter mengakui beberapa perusahaan besar telah menyampaikan kesanggupan dan kesediaannya bergabung dengan program pemerintah tersebut. Mereka adalah Indofood, PT Calbe Wings, PT Cham, PT Agro Indo Sejahtera, PT Semangat Tani, PT Karya Tani dan PT Agra Garlika.

‘’Tentu ini akan sangat menguntungkan bagi masyarakat Humbahas, sebab bibit dan sarana produksi serta pembinaan petani akan dilakukan sesuai SOP perusahaan bersangkutan,” tambahnya.

“Sebelumnya, juga sudah dibuatkan kontrak tentang harga hasil panen dan telah siap offtaker (hasil ditampung), selanjutnya akan dihitung berapa cost-nya mulai dari bibit hingga pengolahan dan perawatan sesuai dengan kontrak,’’ terang Junter.

Kata dia, tanaman holtikultura yang menjadi andalan Humbahas adalah kentang, bawang merah dan bawang putih. Selain Humbahas, Toba, Samosir, Tapanuli Selatan, Simalungun dan Madina juga diikutkan dalam program Pengembangan Lumbung Pangan di Sumatera Utara. (bbs/dek)

Diduga Langgar Kode Etik, DKPP Periksa KPU Humbahas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Diduga melanggar kode etik penyelenggara Pemilu dengan nomor 72-PKE-DKPP/VII/2020, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memeriksa Ketua, Anggota dan Sekretaris KPU Kabupaten Humbang Hasundutan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan di Kantor Bawaslu Provinsi Sumut, Selasa (25/8). Mereka yang diperiksa adalah Ketua KPU Humbahas Binsar Pardamean Sihombing, anggota Ramses Simamora, Voker Tamba, Belta Sihita, dan Enixon Pasaribu. Secara berurutan, nama-nama ini berstatus sebagai Teradu I, Teradu II, Teradu III, Teradu IV, dan Teradu V.

Sedangkan Sekretaris KPU Kabupaten Humbang Hasundutan yang juga diperiksa dalam sidang ini adalah Nipson Lumban Gaol. Nipson berstatus sebagai Teradu VI dalam perkara ini. Mereka diadukan oleh Firman Ramady Lumban Tobing atas sejumlah dalil aduan.

Salah satu pokok aduan yang disebutkan Firman adalah dugaan penambahan suara oleh Binsar Pardamean Sihombing (Teradu I) dan Enixon Pasaribu (Teradu V), yang mengakibatkan berubahnya hasil rekapitulasi perhitungan dalam berita acara maupun sertifikat rekapitulasi.

Pada dalil yang lain, Firman menyebut, Binsar, Voker, Belta dan Nipson telah melakukan perjudian di lingkungan Kantor KPU Kabupaten Humbang Hasundutan. Firman menyertakan foto sebagai alat bukti dalil ini. Kemudian, menyebut Binsar, Belta dan Enixon melakukan hal yang menurutnya kurang pantas dalam sebuah acara resmi.

“Teradu IV (Belta, red.) dan Teradu V (Enixon, red.) hanya memakai kaus dalam acara resmi yaitu pelantikan dan pengambilan sumpah PAW PPK Kecamatan Baktiraja. Teradu I pada 14 Februari 2019 juga memakai baju kaos saat memimpin Rapat Koordinasi Penyusunan DPK Tahap 2 dan DPTB tingkat KPU. Teradu IV dan V diduga tidak serius melakukan tes wawancara yaitu dengan memainkan telepon seluler,” jelas Firman.

Dalam persidangan, para teradu pun membantah semua dalil yang disebutkan Firman. Binsar selaku teradu I mengaku tidak pernah berjudi di lingkungan kantor mereka. Binsar mengakui memang sempat bermain kartu pada suatu waktu, namun hanya untuk hiburan semata untuk menghilangkan rasa lelah.

Terkait pemakaian kaos dalam acara resmi, Binsar dan Enixon mengakui, bahwa mereka menggunakan kaos saat kegiatan resmi. Namun, keduanya menyebutkan, bahwa kaos yang dipakai adalah kaos yang berkerah sehingga masih dalam kategori rapi dan sopan.

Sedangkan Belta mengakui, bahwa dirinya memang menggunakan kaos, namun adalah bagian bahan sosialisasi karena memuat logo KPU dan tanggal hari pemungutan suara. (bbs/dek)

Kapolres Pimpin Sertijab Tiga Pejabat Polres Dairi

SAKSIKAN: Kapolres AKBP Leonardo Simatupang menyaksikan penandatanganan dokumen oleh salahsatu PJU yang melaksanakan sertijab, Selasa (25/8).
SAKSIKAN: Kapolres AKBP Leonardo Simatupang menyaksikan penandatanganan dokumen oleh salahsatu PJU yang melaksanakan sertijab, Selasa (25/8).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Serah terima jabatan (Sertijab) tiga pejabat utama Polres Dairi digelar, Selasa (25/8). Sertijab ini dipimpin langsung oleh Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang.

Pejabat yang melakukan sertijab adalah, Kasat Reskrim dari pejabat lama AKP Junisar Rudianto Silalahi kepada AKP Rasly Alfianto Turnip. Kemudian Kasat Binmas dari AKP S Simanjuntak kepada AKP Iptu Yan Heriadi Ujung. Terakhir, Kabag Sumda dari Kompol Lamhot Limbong kepada Kompol Dasnes Habeahan.

Kapolres AKBP Leonardo D Simatupang memegaskan, mutasi ditubuh Polri hal yang biasa dan akan terus berkesinambungan. Hal itu dilakukan untuk kepentingan institusi dan penyegaran bagi personil. Kepada pejabat lama, Kapolres menyampaikan terimakasih sudah bekerja maksimal selama bertugas di Polres Dairi.

“Jadikan pengalaman selama bertugas di Dairi sebagai bekal berharga ditempat tugas yang baru,” pesannya.

Kepada pejabat baru, Kapolres meminta segera menyesuaikan diri serta menguasai situasi dan kondisi juga perkembangan yang terjadi ditempat tugas yang baru.

“Lakukan langkah kongkrit untuk solusi yang terbaik. Kenali lingkungan, bawahan serta dapat berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas dengan fungsi kepolisian lainnya, sehingga tercapai tugas yang dikerjakan sesuai kehendak pimpinan dan istitusi Polri,” tandasnya.

Acara ini dihadiri Wakapolres Kompol David Silalahi, Kabag Ops Kompol Kasmir Sitanggang, Kabag Ren AKP B Girsang serta Ketua Bhayangkari Cabang Dairi Ny Lusiana Samosir. (rud/dek)

Unjuk Rasa ke Kantor Bupati Dairi, Warga Empat Desa Tolak PT Gruti

ORASI: Koordinator Aksi Pangihutan Sijabat sampaikan orasi menuntut Bupati Dairi ikut menolak konsesi PT Gruti saat unjukrasa di Kantor Bupati Dairi.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
ORASI: Koordinator Aksi Pangihutan Sijabat sampaikan orasi menuntut Bupati Dairi ikut menolak konsesi PT Gruti saat unjukrasa di Kantor Bupati Dairi.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sekitar 1.500 warga dari empat desa di dua Kecamatan Kabupaten Dairi mendatangi Kantor Bupati Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Selasa (25/8). Mereka unjuk rasa untuk menolak kehadiran PT Gruti.

WARGA tersebut berasal dari Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan. Kemudian dari Desa Sileuleu Parsaoran, Desa Pargambiran dan Desa Perjuangan, yang merupakan Kecamatan Sumbul. Mereka bahkan rela berjalan kaki sejauh enam kilometer, dari titik kumpul awal di Stadion Panji menuju kantor bupati.

Massa yang didominasi ibu-ibu dan anak-anak tersebut datang untuk menemui Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu. Namun keinginan mereka tidak tercapai, karena Bupati Eddy KA Berutu sedang tugas luar. Kehadiran warga hanya disambut Wakil Bupati, Jimmy Andrea Lukita Dihombing, Ketua DPRD, Sabam Sibarani serta Kapolres AKBP Leonardo Simatupang.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi Pangihutan Sijabat menyampaikan, aksi damai yang mereka lakukan untuk meminta Bupati Dairi membuka hati mendengarkan aspirasi mereka terkait kehadiran PT Gruti.

“Kami masyarakat yang bermukim di empat desa menolak kehadiran koorporasi maupun investor jahat termasuk PT Gruti. Kehadiran PT Gruti bukan mensejahterakan, tetapi malah merampas tanah serta lahan pertanian serta pemukiman masyarakat,” tegas Pangihutan Sijabat.

Hal sama disampaikan perwakilan Desa Perjuangan, Nurdin Simbolon (79) dan Suhardi Munthe. Menurut keduanya, masyarakat yang menggantungkan hidupnya sebagai perani, terancam kehilangan lahan dan sumber pencahariannya mereka sebagai petani. “Lahan kami dirampas,” sebutnya.

Aksi warga tersebut mendapat pendampingan dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Azasi Manusia Indonesia (PBHI) wilayah Sumatera Utara. Ketua PBHI Sumut, Zulkifli Lumbangaol pun mendesak Bupati Dairi Eddy KA Berutu segera mengajukan penciutan kawasan hutan di Desa Parbuluan 6.

“Kami menolak PT Gruti masuk dan beroperasi serta menolak segala korporasi jahat. Pemerintah harus berpihak dan melindungi masyarakat. Kami juga minta kepada TNI/Polri dan ASN menghentikan intimidasi terhadap masyarakat,” desaknya.

Kapolres AKBP Leonardo Simatupang, memastikan tidak akan ada intimidasi terhadap warga Desa Parbuluan 6 ataupun masyarakat lainya. Di tengah pandemi Covid-19 ini, Polri disebutkan siap mengawal masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Kapolres mengapresiasi masyarakat menyampaikan aspirasi dengan tertib. “Jaga keamanan dan kesehatan kalian, kami akan mengawal aksi sampai selesai,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD, Sabam Sibarani akan mengawal aspirasi untuk disampaikan ke Pemkab Dairi dan instansi terkait.

Sedangkan Wakil Bupati Jimmy AL Sihombing mengatakan, Pemkab Dairi menerima tuntutan warga. Sesuai pernyataan Kapolres, wabup memastikan tidak ada intimidasi terhadap warga. “Tidak ada penggusuran. Kami akan sesegera mungkin menyelesaikan tuntutan masyarakat,” janjinya.

Masalah penciutan kawasan hutan, memang bukan kewenangan Pemkab Dairi. Namun pihaknya akan tetap memindaklanjuti tuntutan warga.

Diakhir unjuk rasa, masyarakat menyodorkan kertas dan meminta Bupati Eddy KA Berutu dan Ketua DPRD, Sabam Sibarani menandatangani surat pernyataan mendukung penuh perjuangan kelompok tani petani Marhaen Desa Parbuluan VI.

Ketika surat pernyataan disodorkan, Ketua DPRD Sabam Sibarani dan Wabup Jimmy AL Sihombing, meminta supaya masyarakat bersabar menunggu Bupati Eddy KA Berutu pulang tugas luar. Jimmy berjanji, akan menyampaikan kepada Eddy permintaan masyarakat.

Begitu juga dengan Sabam berjanji, surat pernyataan akan segera ditandangani dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Bupati dan Forkopimda. Aksi damai mendapat pengawalan dari Polres Dairi.

Kapolres AKBP Leonardo Simatupang memberikan perhatian terhadap ibu-ibu serta anak-anak yang ikut unjuk rasa, dengan memerintahkan personil Polwan membagikan air mineral. (rud/dek)