31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 4088

JNE Bantu Warga Terdampak Erupsi Sinabung

SERAHKAN: Pimpinan Cabang Utama JNE Medan, Fikri Al Haq Fachryana menyerahkan bantuan kepada perwakilan warga yang terdampak erupsi gunung Sinabung.
SERAHKAN: Pimpinan Cabang Utama JNE Medan, Fikri Al Haq Fachryana menyerahkan bantuan kepada perwakilan warga yang terdampak erupsi gunung Sinabung.
SERAHKAN: Pimpinan Cabang Utama JNE Medan, Fikri Al Haq Fachryana menyerahkan bantuan kepada perwakilan warga yang terdampak erupsi gunung Sinabung.
SERAHKAN: Pimpinan Cabang Utama JNE Medan, Fikri Al Haq Fachryana menyerahkan bantuan kepada perwakilan warga yang terdampak erupsi gunung Sinabung.

KARO, SUMUTPOS.CO – Belum usai pandemic Covid-19, warga Kabupaten Karo kini harus merasakan kembali dampak dari erupsi Gunung Sinabung yang terjadi pada tanggal 10 Agustus 2020.

Tercatat abu vulkanik hasil erupsi berdampak pada tiga kecamatan, salah satu di antaranya adalah Desa Gung Pinto, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo yang mendapatkan bantuan dari JNE Tanggap Bencana (TAGANA). Tepat di hari kemerdekaan, 17 Agustus 2020 Team JNE Tagana berjumlah 8 orang bergegas menuju lokasi terdampak untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada 200 kepala keluarga (KK). Bantuan donasi tersebut bersumber dari seluruh karyawan JNE se-Sumatera Utara.

JNE Tagana menyalurkan bantuan APD berupa masker sebanyak 530 pcs dan sembako yang terdiri dari beras 400 kg, minyak goreng 200 liter, sarden 200 kaleng, mie instan 42 dus dan teh 200 kotak untuk kebutuhan sehari-hari warga terdampak erupsi.

Pimpinan Cabang Utama JNE Medan, Fikri Al Haq Fachryana mengatakan, “Kami dari JNE cabang Utama Medan mewakili seluruh JNE yang ada di Sumatera menyampaikan turut prihatin atas Erupsi Gunung Sinabung yang terjadi pada Senin . Atas kejadian ini, kami bersama komunitas TAGANA (Tanggap Bencana ) milik JNE Medan berinisiatif untuk mengumpulkan donasi yang saat ini bersumber dari seluruh karyawan JNE seSumatera Utara”.

Fikri menambahkan, hingga kini warga masih membutuhkan bantuan. “Hari ini tepat hari kemerdekaan Indonesia, semoga semangat hari kemerdekaan dapat terus ada di tengah-tengah warga untuk bersabar dalam menerima ujian ini. Kami bahagia dan bangga atas kegiatan yang dilakukan JNE melalui komunitas TAGANA (Tanggap Bencana) komunitas mandiri karyawan mengambil bagian untuk membantu saudara saudara korban terdampak erupsi Sinabung. Karena ini adalah bagian dari bentuk kepedulian dan persaudaraan”, katanya.

JNE Medan juga mengajak warga Sumatera Utara untuk berdonasi berupa barang-barang yang dibutuhkan dengan cara mengantarkan barang donasi ke kantor-kantor perwakilan JNE Medan terdekat. Bantuan dari masyarakat tersebut akan dikirimkan ke desa-desa terdampak erupsi.

“JNE sebagai perusahaan logistik dengan segala sumberdaya dan infrastrukturnya, mengambil peran dalam menerima bantuan dari seluruh masyarakat melalui jaringan kantor JNE di seluruh Sumatera Utara baik dalam bentuk barang maupun dana. Dengan armada yang ada JNE mendistribusikan bantuan hingga ke alamat,” Ujar Fikri.

JNE bersama tim TAGANA berharap dengan menyalurkan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak dan dapat memberikan motivasi warga Sumatera Utara untuk menyalurkan bantuannya bersama tim JNE TAGANA . (sih)

Lapas Binjai Sosialisasi Kamtib kepada Warga Binaan

ISTIMEWA SOSIALISASI: Kepala KPLP Binjai, Rinaldo Tarigan memberikan sosialisasi kamtib kepada warga binaan.
ISTIMEWA SOSIALISASI: Kepala KPLP Binjai, Rinaldo Tarigan memberikan sosialisasi kamtib kepada warga binaan.
ISTIMEWA SOSIALISASI: Kepala KPLP Binjai, Rinaldo Tarigan memberikan sosialisasi kamtib kepada warga binaan.
ISTIMEWA SOSIALISASI: Kepala KPLP Binjai, Rinaldo Tarigan memberikan sosialisasi kamtib kepada warga binaan.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kepala lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Binjai, melalui Kepala Kesatuan Pengamanan, Rinaldo Tarigan melakukan sosialisasi keamanan dan ketertiban (kamtib) kepada warga binaan.

“Sesuai arahan Bapak Direktur Jenderal Pemasyarakatan, kami sudah melakukan giat deteksi dini sejak Juni sampai hari ini,”kata Rinaldo kepada Sumut Pos, Minggu (23/8).

Dijelaskan Rinaldo, adapun bentuk kegiatan deteksi dini tersebut meliputi upaya maksimal P4GN, peningkatan intesitas kontrol blok hunian, kontrol keliling kondisi fisik bangunan baik dinding kamar, teralis besi, dan branggang setiap blok, serta melakukan razia dan penggeledahan pada kamar hunian.

Hasilnya, lanjut Rinaldo, dilakukan penyitaan sejumlah benda-benda yang tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 6 Tahun 2013 Tentang Tata Tertib Lapas dan Rutan.

Saat deteksi dini dilaksanakan, jajaran pengamanan Lapas Binjai juga melakukan sosialisasi kepada warga binaan. “Ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, serta bukti nyata dalam pemberantasan narkoba,”pungkasnya. (ted/han)

Ketua Srikandi PP Langkat Dilantik

ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS SERAHKAN: Ketua DPW Srikandi PP Sumut, menyerahkan bendera Pataka kepada Ketua DPC Srikandi PP Langkat.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS SERAHKAN: Ketua DPW Srikandi PP Sumut, menyerahkan bendera Pataka kepada Ketua DPC Srikandi PP Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA menghadiri gelar pelantikan Sri Bana Br PA sebagai Ketua DPC Srikandi PP Langkat masa bakti 2020-2023, di Jambur Gedung Serba Guna Desa Raja Tengah Kecamatan Kuala, Langkat, Kamis (20/8).

ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS SERAHKAN: Ketua DPW Srikandi PP Sumut, menyerahkan bendera Pataka kepada Ketua DPC Srikandi PP Langkat.
SERAHKAN: Ketua DPW Srikandi PP Sumut, menyerahkan bendera Pataka kepada Ketua DPC Srikandi PP Langkat. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.

Pelantikan ditandai penyerahan bendera pataka dan SK pelantikan oleh Ketua DPW Srikandi PP Sumut, Rosda kepada Sri Bana PA, yang juga anggota DPRD Langkat dari Fraksi partai Golkar.

Ketua MPC PP Langkat, Terbit Rencana PA mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Sri Bana PA, dan berharap

keberadaan Srikandi PP di Negeri Bertuah menjadi salah satu kekuatan membina generasi bangsa. Serta menguatkan peran serta kaum wanita dalam pembangunan secara luas, mandiri, cerdas dan kreatif, melalui keterampilan yang dimiliki.

Sementara itu, Sri Bana mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin Srikandi PP Langkat. Ia berharap dukungan, masukan dan saran dari semua pihak demi kemajuan Srikandi.

“Terimakasih, saya mohon dukungan semua pihak untuk kemajuan organisasi ini. Kedepan bersama pengurus, saya akan berupaya memajukan Srikandi dan mengembangkan program bermanfaat bagi masyarakat Langkat, terutama kaum perempuan,”sebutnya.

Ketua panitia Rila Juwita Sembiring, dalam laporannya menyampaikan, terpilihnya Sribana secara aklamasi sesuai hasil musyawarah Cabang l Srikandi PP Langkat tanggal 20 Agustus 2020. (yas/han)

Kacabdis Stabat Disdik Provsu Serahkan Sertifikat Toefl Guru

SERTIFIKAT: Kacabdis Stabat Disdik Provsu, Ihcsanul Arifin Siregar menyerahkan sertifikat Toefl dan SK Kepangkatan kepada para guru di Langkat.
SERTIFIKAT: Kacabdis Stabat Disdik Provsu, Ihcsanul Arifin Siregar menyerahkan sertifikat Toefl dan SK Kepangkatan kepada para guru di Langkat.
SERTIFIKAT: Kacabdis Stabat Disdik Provsu, Ihcsanul Arifin Siregar menyerahkan sertifikat Toefl  dan SK Kepangkatan kepada para guru di Langkat.
SERTIFIKAT: Kacabdis Stabat Disdik Provsu, Ihcsanul Arifin Siregar menyerahkan sertifikat Toefl dan SK Kepangkatan kepada para guru di Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kepala Cabang Dinas Stabat Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Ichsanul Arifin Siregar, S.STP menyerahkan sertifikat toefl, SK kenaikan pangkat guru dan Guru Tetap Yayasan (GTY) di SMK BM. Harapan Stabat, Rabu (19/8).

Penyerahan sertifikat toefl tersebut juga disaksikan secara daring oleh Plt Dinas Provsu, dan sejumlah Kepala Seksi di lingkungan Cabang Dinas Stabat Dinas Pendidikan Provsu.

Kepala Cabang Dinas Stabat Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Ihcsanul Arifin Siregar S.STP dalam arahannya mengatakan, penyerahan sertifikat ini adalah dalam rangka memberikan stimulus dan penghargaan kepada para guru yang telah melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dalam suasana pandemi Covid-19.

Ihcsanul Arifin Siregar S.STP berharap para guru dapat lebih meningkatkan kualitas diri secara individual dalam melaksanakan tugas sebagai guru.

“Lakukanlah perubahan walau sekecil apapun, Insya Allah, wajah pendidikan kita terutama di Langkat-Binjai akan maju. Lakukanlah terus perubahan-perubahan secara kreatif, agar proses pembelajaran dapat lebih menarik.” kata Ichsan.

Ichsan juga mengucapkan selamat kepada para guru yang telah menerima SK Kenaikan Pangkat, dan SK Guru Tetap Yayasan. “Semoga bapak ibu Kepala Sekolah dan guru lebih bersemangat dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara dalam proses pencerdasan anak bangsa,”tandasnya. (yas/han)

Gubsu Cek Kesiapan Binjai Hadapi New Normal

KUNJUNGI: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provsu saat berkunjung di Kota Binjai.
KUNJUNGI: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provsu saat berkunjung di Kota Binjai.
KUNJUNGI: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provsu saat berkunjung di Kota Binjai.
KUNJUNGI: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provsu saat berkunjung di Kota Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Optimalisasi penanganan Covid-19 dalam menghadapi New Normal, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meninjau Posko Utama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Binjai, di Jalan Ikan Hiu, Kelurahan Timbanglangkat, Kecamatan Binjai Timur, Jumat (19/8).

Kedatangan Gubsu dan rombongan disambut Sekretaris Daerah Kota Binjai, M Mahfullah Daulay beserta jajaran OPD. Dia memaparkan, tentang situasi dan kondisi selama pandemi di Kota Binjai. Bagaimana kesiapan Kota Binjai dalam menghadapi pandemi, dan sejauh mana peran serta upaya-upaya yang dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Binjai.

Pandemi Covid-19 yang melanda di dunia saat ini membawa banyak perubahan baru dalam tatanan kehidupan masyarakat. Salah satu cara untuk bertahan di masa pandemi adalah dengan melakukan penyesuaian dan tetap disiplin dalam mematuhi protokoler kesehatan.

“Secara teknis, upaya yang sudah kami lakukan adalah menyiapkan fasilitas pelayanan, sosialisasi kepada masyarakat, pendisiplinan terhadap masyarakat serta sanksi yang melanggar,” ujar Mahfullah

“Atas nama pemerintah Kota Binjai dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, kami mengucapkan banyak terima kasih untuk peninjauan langsung ke Gugus Tugas Covid-19 di Kota Binjai”,sambung Mahfullah.

Sementara itu, Gubsu Edy Rahmayadi menyampaikan pesan agar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kota Binjai agar mengantisipasi setiap kegiatan yang mendadak. Terfokus kepada Ibu Kota dan Kota persinggahan yang akan dinetralisir, sehingga dapat memutus mata rantai perkembangan virus Covid-19.

“Ibu Kota Sumatera Utara adalah Medan. Karena Kota Binjai dan Kabupaten Deliserdang berdampingan dengan Kota Medan, maka kita fokuskan ke tiga Kota/Kabupaten ini,”kata Gubsu.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sangat mengapresiasi program yang telah berlangsung. Kami siap membantu dan mendukung dalam kegiatan ini. Mari bekerjasama memutus mata rantai Virus Covid-19,”ajak Gubsu. (ted)

Pengemudi Mobil Dirampok Pengendara Motor di Jalan Karya Wisata Medan

Perampokan bersenjata-Ilust

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Apes dialami Riko Firnando Silalahi penduduk Jalan Munaf Lubis Perum Griya Sejahtera I, Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu. Saat istirahat dan tertidur di mobilnya Avanza, pemuda berusia 22 tahun itu diancam dibunuh dan dirampas ponselnya oleh dua pria yang mengendarai sepeda motor berboncengan jenis Beat warna merah putih BK 6539 AHQ Jalan Karya Wisata, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Medan Johor, Minggu (23/8) dini hari.

Ceritanya, semula Riko sedang istirahat bersama temannya di dalam mobil di pinggir Jalan Karya Wisata karena tak tahan menahan rasa kantuknya lantaran kelelahan mengemudikan mobil sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, dia hendak menuju rumah temannya di kawasan Namorambe, Deli Serdang.

Hampir setengah jam beristirahat, tiba-tiba mereka didatangi dua pria yang berboncengan mengendarai sepeda motor Beat. Selanjutnya, pria yang dibonceng turun dari kendaraan dan langsung membuka pintu mobil sebelah kanan sambil mengancam menggunakan pisau ke tubuh Riko.

Kemudian, pria tersebut mengambil ponsel Riko dan langsung kabur dibonceng rekannya yang menunggu di atas sepeda motor. Spontan, Riko berteriak maling sambil mengejar kedua pria itu dengan mobilnya. Upaya Riko tak sia-sia, satu pelaku pencurian itu diringkus dengan dibantu warga sekitar, setelah terjatuh dari sepeda motor. Bahkan, pelaku dihajar massa hingga babak belur. Sedangkan rekannya berhasil meloloskan diri.

Petugas Polsek Delitua yang mendapat informasi langsung menuju lokasi. Sesampainya di lokasi, pelaku tersebut diamankan dan diboyong ke Mapolsek Deli Tua.

Kapolsek Deli Tua AKP Zulkifli Harahap mengatakan, pelaku yang diamankan adalah Erwin Siringoringo (25) warga Jalan Bajak Liam, Medan Amplas. “Dari pelaku, disita barang bukti sebilah pisau dan sepeda motor, sedangkan rekannya bernama Roy Sitanggang masih dalam pengejaran,” pungkasnya. (ris/azw)

Tak Jalankan Putusan PTUN, PT PML Gugat BPTD Sumut ke PN Medan

KETERANGAN: Kuasa Hukum PT PML Rapen AMS Sinaga memberi keterangan kepada wartawan.
KETERANGAN: Kuasa Hukum PT PML Rapen AMS Sinaga memberi keterangan kepada wartawan.
KETERANGAN: Kuasa Hukum PT PML Rapen AMS Sinaga memberi keterangan kepada wartawan.
KETERANGAN: Kuasa Hukum PT PML Rapen AMS Sinaga memberi keterangan kepada wartawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Balai Pengelola Tranportasi Darat (BPTD) Wilayah II Provinsi Sumut digugat oleh kuasa hukum PT Putri Mahakam Lestari (PML) Rapen AMS Sinaga ke Pengadilan Negeri (PN) Medan. Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) diajukan, karena tidak menjalankan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.

Diketahui, dalam putusan hingga keluarnya surat inkrach (berkekuatan hukum tetap) pada tanggal 8 Mei 2020, PTUN Medan mengabulkan seluruh permohonan gugatan dari PT Putri Mahakam Lestari. Antara lain, mewajibkan Chandra Adi Winata selaku pejabat pembuat kebijakan (PPK) pada Satuan Kerja Balai Pengelola Tranportasi Darat Wilayah II Provinsi Sumut, untuk menerbitkan keputusan dan/atau melakukan tindakan gugatan pemohon, PT PML.

“Satu gugatan kita yang dikabulkan PTUN Medan yaitu pekerjaan Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Muara Tahap III pada Kementerian Perhubungan RI di Muara Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Sumut, senilai Rp37.005.518.342, yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2020, diserahkan kepada PT PML selaku pemenang tender,” ungkap Rapen kepada wartawan, Jumat (21/8).

PT PML merupakan pemenang tender itu tertuang dalam Berita Acara Hasil Pemilihan (BAHP) Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Muara Tahap III Nomor: BA.06/PPPM/BLPPBMN/II/2020 tertanggal 26 Februari 2020 dan Pengumuman Pemenang Tender Nomor: PM.02/PPPM/BLPPBMN/II/2020 tertanggal 27 Februari 2020. Anehnya, PPK dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Putu Sumarjaya justru menyerahkan proyek pekerjaan tersebut kepada PT Umega Pratama dan PT Artek Utama Consultant.

“PT PML dinyatakan sebagai pemenang tender melalui aplikasi LPSE dan terpublish secara resmi di website dengan jumlah penawaran terendah yaitu Rp32 miliar. Tetapi PPK tidak segera menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) untuk PT PML dan malah menunjuk pemenang cadangan yakni PT Umega Pratama yang nilai tawarannya Rp37 miliar,” ujarnya.

Karena PPK tidak melaksanakan kewajibannya, maka PT PML mengajukan permohonan fiktif positif ke PTUN Medan. Anehnya lagi, PT PML ditetapkan masuk dalam daftar hitam oleh KPA karena adanya dokumen palsu. Seharusnya, lanjut Rapen, dokumen palsu harus diusulkan oleh Pokja. Namun kenyataannya, dokumen palsu diusulkan oleh PPK.

“Inilah alasan mereka (PPK dan KPA) tidak melaksanakan putusan PTUN. Padahal putusan itu duluan keluar dari ditetapkannya daftar hitam. Tapi kalau pun ada dokumen palsu, harusnya ada pembanding. Ini tidak ada,” jelasnya.

Karena hal itu, PT PML mengajukan gugatan ke PN Medan. Namun, para tergugat yakni PT Umega Pratama, PT Artek Utama Consultant, PPK, KPA dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Medan II, tidak pernah hadir.

“Karena tidak ada alasan jelas bagi KPA menunjuk perusahaan lain untuk mengerjakan proyek tersebut,” katanya.

Dalam gugatan itu, Rapen berharap majelis hakim yang diketuai oleh Deson Togatorop agar memutuskan yakni: menerima dan mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya; menyatakan penggugat adalah pemenang tender pekerjaan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Muara Tahap III yang sah menurut hukum; menyatakan perbuatan para tergugat adalah Perbuatan Melawan Hukum; mengembalikan pekerjaan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Muara tahap III kepada penggugat; dan menghukum para tergugat untuk memberikan ganti kerugian materil dan immateril secara tunai kepada penggugat sebesar Rp37.205.518.342 dan Rp1.000.000.000.

Menurut Rapen, hal-hal tersebut membuatnya yakin bahwa adanya unsur dugaan korupsi pada proyek itu. Untuk itu, Rapen mengaku telah melaporkan unsur dugaan korupsi tersebut ke KPK, Bareskrim Mabes Polri, Kejaksaan Agung RI dan Ombudsman RI. Bahkan, pihaknya berencana melaporkan hal tersebut ke Presiden dan Komisi V DPR RI.

“Karena ada rentetan cerita adanya persengkongkolan yang menguntungkan satu perusahaan. Keluarnya daftar hitam kepada PT PML merupakan salah satu indikator adanya tindak pidana korupsi. Apalagi, salah satu manajer kita diminta mundur dalam proyek tersebut dan dikasih sejumlah uang. Yang kami minta hak selaku pemenang proyek,” pungkas Rapen. (man/azw)

Ditangkap Aniaya Sekuriti, Diperiksa Ditemukan Narkoba, Pegawai Rupbasan Terancam Dipecat

DIPAPARKAN: Tersangka penganiaya sekuriti dan pemilik ganja, Aspian alias Pian dipaparkan polisi.
DIPAPARKAN: Tersangka penganiaya sekuriti dan pemilik ganja, Aspian alias Pian dipaparkan polisi.
DIPAPARKAN: Tersangka penganiaya sekuriti dan pemilik ganja, Aspian alias Pian dipaparkan polisi.
DIPAPARKAN: Tersangka penganiaya sekuriti dan pemilik ganja, Aspian alias Pian dipaparkan polisi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perbuatan tak pantas dilakukan oleh seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Rumah Tahanan (Rutan) Tanjunggusta, Aspian alias Pian. Penduduk Jalan Tengah, Kelurahan Mesjid, Medan Kota ini menghajar petugas Sekuriti Plaza Medan Fair menggunakan balok, lantaran tak senang ditegur tidak memakai masker saat berkunjung ke pusat perbelanjaan tersebut.

Informasi diperoleh Minggu (23/8), semula Aspian datang ke mal itu pada Rabu (12/8) petang sekitar pukul 17.30 WIB. Saat hendak masuk ke pintu utama lobi, Aspian ditegur petugas sekuriti karena tak memakai masker.

Anehnya, bukannya malu dan merasa bersalah, Aspian malah merasa tak senang dan emosi. Selanjutnya, mengambil balok kayu berukuran pendek yang kebetulan dibawa diselipkan di belakang balik bajunya. Kemudian, melayangkan benda tumpul tersebut ke tubuh sekuriti.

Beruntung, sekuriti mal itu langsung sigap dari serangan dengan menangkisnya. Petugas sekeruti lain yang melihat keributan itu langsung berusaha membantu rekannya. Tak pelak, Aspian pun berhasil diamankan. Setelah itu, menghubungi Polsek Medan Baru. Tak berapa lama, polisi datang ke lokasi.

Kapolsek Medan Baru Kompol Aris Wibowo membenarkan pihaknya mengamankan oknum ASN tersebut. “Pelaku berhasil diamankan oleh petugas Sekuriti Plaza Medan Fair. Lalu, datang personel Polsek Medan Baru setelah mendapat kabar dan kemudian mengamankan pelaku,” ujarnya kepada wartawan.

Dijelaskan Aris, setelah berhasil diamankan lantas dilakukan penggeledahan terhadap tas yang dibawanya. Dari penggeledahan, ditemukan 5 batang rokok, 4 lembar kertas Tiktak dan sisa pakai daun ganja kering. Pelaku kemudian diboyong ke markas komando berikut barang bukti.

“Dari introgasi terhadap pelaku, 4 lembar kertas Tiktak dan sisa pakai daun ganja kering yang ada di dalam tas akan diberikan kepada teman kerjanya,” kata Aris. Ia mengaku, pihaknya masih mendalami lagi kasus tersebut. “Masih kita dalami kasusnya. Sementara tersangka sudah ditahan dan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Subs 111 ayat 1 Subs 127 huruf a Undang Undang Nomor 35/2009 tentang narkotika,” pungkasnya.

Semenetara, Kementerian hukum dan HAM (Kemenkumham) bakal memberikan sanksi pemecatan terhadap Aspian alias Pian, Pegawai Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan).

Ia sebelumnya ditangkap Polsek Medan Baru, atas kasus kepemilikan narkotika jenis ganja usai menganiaya sekuriti di pusat perbelanjaan Plaza Medan Fair.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Pujo Harianto. Dikatakannya Aspirin adalah pegawai Rupbasan Medan yang berada dibawah naungan Kemenkumham Sumut.

“Ya, Pegawai Rupbasan, bukan Lapas seperti dipemberitaan itu,” ucapnya kepada Sumut Pos, Minggu (23/8).

Menurut Pujo, selain mendapatkan sanksi pidana, yang bersangkutan juga bakal mendapatkan sanksi kepegawaian, yakni berupa pemecatan.

“Ya pastilah (pecat) dari sanksi kepegawaian. Sesuai dengan UU No 35 tentang narkoba ya di pidanalah dan kita (Kemenkumham) gak boleh mencampuri, nanti disangka bagian dari itu lagi,” jelasnya.

Dari kasus ini, kata Pujo, ke depan pihaknya akan memberikan sosialisasi kepada seluruh pegawai Kemenkumham Sumut, tentang bahaya penyalahgunaan narkotika dan sanksi yang bakal diterima.

“Artinya yang belum terkena kita anggap orang-orang yang berpotensi (narkoba), kita kumpulkan kita ingatkan supaya jangan seperti Aspian. Bukan kita periksa gak, bahasa umumnya kita sosialisasi, ini loh bahaya kalau lu main akibatnya kaya gini. Bahasa kami penguatan mas,” pungkasnya. (ris/man/azw)

Sinabung Erupsi 22 Kali Pada Bulan Agustus

LAHAR DINGIN Banjir lahar dingin Sinabung memutus jalan yang menghubungkan tiga kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (22/8).
LAHAR DINGIN Banjir lahar dingin Sinabung memutus jalan yang menghubungkan tiga kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (22/8).

Waspada Banjir Lahar Dingin

LAHAR DINGIN Banjir lahar dingin Sinabung memutus jalan yang menghubungkan tiga kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (22/8).
LAHAR DINGIN Banjir lahar dingin Sinabung memutus jalan yang menghubungkan tiga kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (22/8).

KARO. SUMUTPOS.CO – Selama dua pekan terakhir, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) tercatat telah 22 kali erupsi. Erupsi Sinabung tahun ini pertama kali terjadi pada Sabtu (8/8). Saat itu terjadi dua kali erupsi. Erupsi terus terjadi dan berulang pada Minggu (23/8) sebanyak dua kali. Yakni pukul 07.41 WIB dan pukul 12.00 WIB. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pada radius 5 kilometer dari gunung.

ERUPSI kemarin terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi sekitar 12 menit 27 detik.

“Asap kawah teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 100-700 m di atas puncak kawah. Awan panas memiliki jarak luncur 1.500 meter mengarah ke timur dan tenggara, dan tremor terus menerus diikuti dengan keluarnya abu vulkanik,” kata Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi , dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, Endah Paramita, Minggu (23/8).

Berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada pukul 12.00 WIB, cuaca di sekitar Gunung Sinabung cerah dan berawan. Arah angin bertiup lemah ke arah timur laut dan selatan. Dan tidak berdampak ke Kota Medan.

Suhu udara mencapai 16 hingga 28 derajat celcius. Terdeteksi pula kabut di sekitarnya.

“Saat ini tingkat aktivitas Gunung Sinabung di level 3 (siaga). Diimbau agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi. Warga diminta tidak melakukan aktivitas pada radius 5 kilometer dari gunung,” imbaunya.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat juga diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

Diketahui status Gunung Sinabung berada pada Level III (Siaga) sejak 20 Mei 2019 hingga saat ini. Data dari kementerian ESDM, tercatat telah mengalami erupsi sebanyak 22 kali.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Akhir Lubis, meminta masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung, agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

“Sesuai laporan dalam situs resmi Kementerian ESDM, masyarakat dan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 Km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 Km untuk sektor selatan-timur dan 4 Km untuk sektor timur-utara,” lanjut dia.

Banjir Lahar Dingin

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Karo seminggu belakangan ini, menyebabkan banjir lahar dingin. Banjir bercampur material lumpur, batu dan kayu ini menerjang beberapa desa yang berada di sekitar lereng gunung Sinabung, Sabtu (22/8) siang.

Dampak terparah banjir lahar dingin ini terjadi di Desa Sukatendel, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo. Material lahar dingin meluber dari atas jembatan atau sabo dam yang dibangun oleh PT. PP di Desa Sukatendel. Akibatnya, akses jalan penghubung tiga kecamatan sempat terputus.

Supaya jalan bisa dilalui kembali, personel dari Koramil 05/Payung dan personel Polsek Tiganderket dibantu para relawan dan warga sekitar bahu membahu melakukan normalisasi secara manual. “Mudah-mudahan sebentar lagi sudah bisa diatasi,”kata Kapolsek Tiganderket, AKP Jansen Bangun.

Di tempat terpisah, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Gunung Sinabung, Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto, S.Sos mengatakan, sampai Sabtu malam banjir masih terjadi. “Jadi saya imbau kepada masyarakat agar jangan memasuki ke zona merah Gunung Sinabung. Apalagi mau memasuki ke aliran sungai Lau Borus. Sekali lagi saya imbau kepada masyarakat maupun tamu wisata agar jangan memasuki ke zona merah,” imbau Dansatgas Gunung Sinabung dan juga menjabat Dandim 0205/TK.

Kalau akses anda terganggu karena material-material yang menutupi di badan jalan, alat berat milik Pemkab Karo sudah diturunkan. Jadi sekali saya katakan, agar jangan mendekati aliran sungai. Karena sampai detik ini masih terjadi hujan di atas puncak sana. Tidak kecil kemungkinan akan ada lagi lahar dingin dari puncak,” ucap Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto.

Adapun desa–desa yang terparah dampak dari aliran lahar dingin ini meliputi Desa Perbaji, Desa Kuta Mbaru dan Desa Sukatendel (tepatnya di jalan lintas antara Kecamatan Tiganderket–Kecamatan Kutabuluh) yang sempat tidak bisa dilewati kendaraan roda 2 (dua) dan roda 4 (empat) selama kurang lebih 2 jam.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH,MH didampingi Kapolres Karo, AKBP. Yustinus Setyo Indriono SH, S.IK , Dandim 0205/TK, Letkol. Kav. Eko Hadiyanto, S.Sos, BPBD Kabupaten Karo dan Kadis PUPR Kabupaten Karo, telah meninjau ke lokasi aliran lahar dingin di Desa Sukatendel.

Melihat banyaknya material batu dan kayu yang menyumbat saluran lahar dingin Sinabung, Bupati Karo langsung memerintahkan BPBD Karo, Dinas PUPR Kabupaten Karo segera menurunkan 4 unit alat berat ke lokasi, guna membersihkan material yang tersumbat dan menumpuk di sejumlah jalan/jembatan perlintasan aliran lahar dingin.

Hingga Minggu (23/8) sore, alat berat Pemkab Karo dibantu warga masih berusaha membersihkan tumpukan material lahar dingin dan sempat menutup akses jalan di tiga kecamatan. Langkah ini dilakukan, agar jalur yang menghubungkan Kecamatan Payung, Tiga Nderket dan Kutabuluh bagi warga yang melintas bisa normal kembali. Selain itu warga yang akan menjual hasil pertanian ke Kabanjahe dan Berastagi, juga bisa seperti biasa kembali.

Namun tiga lokasi yang menjadi titik rawan ketika lahar dingin datang, di antaranya Titi Lau Borus, Lua Bekerah dan titi di Desa. Sukatendel. Warga dihimbau tidak melakukan aktifitas di sepanjang bantaran aliran sungai itu.

Bersihkan Lahan

Sesuai arahan Gubsu Edy Rahmayadi, ujar Riadil, seluruh jajaran pemerintahan dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk bersatu padu, merumuskan perbaikan ekonomi pada masyarakat Karo yang kembali terdampak erupsi Gunung Sinabung. Lahan pertanian yang merupakan sumber penghasilan masyarakat yang hancur terimbas debu vulkanik segera dibersihkan dengan blower.

“Pak gubernur telah sampaikan, ada sekitar 1.300 hektare lahan yang akan kita bersihkan dengan blower. Kemudian cara lainnya berdasarkan usulan Pangdam I/BB dengan melakukan rekayasa cuaca untuk membersihkan lahan,” katanya

Gubsu pada kunjungan pekan lalu ke Tanah Karo, juga telah meminta Dandim dan Kapolres, bersama pemda untuk segera membersihkan tempat ibadah, jalan serta lainnya yang tertutup debu vulkanik. TNI dan Polri diharapkan pula segera membagikan bantuan 50.000 masker dari Pemprov Sumut pada masyarakat. Karena selain debu vulkanik, masyarakat di seputaran Gunung Sinabung juga harus mewaspadai pandemi Covid-19.

“Paling terpenting adalah, kita tak pernah bosan mengimbau agar masyarakat tidak masuk ke zona merah radius 5 Km tersebut,” pungkasnya.

Didesak Kucurkan Bantuan

Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting, mendesak Gubernur Edy segera mengucurkan bantuan modal dari APBD Sumut 2020 kepada petani di empat kecamatan (Kecamatan Namanteran, Merdeka, Dolat Rayat dan Berastagi) Kabupaten Karo. Terutama bagi petani pemilik lahan 1,483 hektare yang hancur diterjang abu vulkanik erupsi Sinabung.

“Saat ini petani Karo di empat kecamatan itu benar-benar tersungkur diterjang erupsi Gunung Sinabung dan pandemi Covid-19. Petani mengalami rugi besar dan saat ini di ambang kebangkrutan, karena 23 jenis holtikultura mereka yang sudah siap panen luluh lantak oleh abu vulkanik,” katanya.

Menurut dia, sebelum terjadi erupsi yang memuntahkan debunya, petani Karo juga sudah ‘megap-megap’ akibat harga hortikultura anjlok di masa pandemi Covid-19. Kini musibah kembali menerjang mereka, sehingga petani benar-benar bangkrut dan sangat membutuhkan bantuan modal dari pemerintah.

“Di sini kita mengingatkan gubernur Sumut untuk segera memerintahkan OPD-nya mengalokasikan bantuan modal kepada petani yang terkena erupsi Sinabung melalui anggaran refocusing tahap II, agar petani bisa kembali menggeliatkan ekonominya,” ucap politisi PDI Perjuangan.

“Petani Karo harus diselamatkan, jangan biarkan mereka sendiri meratapi nasibnya. Kita berharap di saat-saat seperti ini Pemprov Sumut dan menteri Pertanian hadir membantu. Jika hanya mengandalkan bantuan APBD Karo yang jumlahnya sangat sedikit, tidak akan mampu bangkitkan ekonomi petani,” tambahnya.

Gelar Doa Bersama

Mencermati aktivitas erupsi Gunung Sinabung yang meningkat, Pemerintah Karo bersama lintas agama, berencana akan menggelar doa bersama.

“Jadi selain usaha lahiriah yang dilakukan, juga harus dibarengi dengan doa. Sesuai pesan Pak Gubsu, pekerjaan yang kita lakukan selama ini akan lebih berhasil jika didukung dengan doa bersama,” ungkap Bupati Karo Terkelin Brahmana, usai menggelar rapat koordinasi di Posko Penanganan Bencana Erupsi Gunung Sinabung di Koramil 04/SE, Desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Rabu (19/8).

Hadir dalam rapat koordinasi itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis, Dansatgas Penanganan Bencana Erupsi Sinabung yang juga Dandim 0205/TK, Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto, Kapolres Tanah Karo AKBP Setyo Indriono, Ketua Umum Moderamen GBKP, Pdt Agustinus Purba STh, tokoh MUI, NU, Muhammadiyah, perwakilan tokoh adat dan BPBD.

Dikatakan Terkelin, Pemkab Karo bersama TNI, Polri dan tokoh lintas agama, tokoh adat berencana bersatu padu menggelar doa bersama di awal September 2020. “Dengan harapan kasih dan kemurahan Tuhan Yang Maha Esa, agar erupsi Gunung Sinabung segera selesai dan vaksin corona segera ditemukan,” ujarnya.

Dandim 0205/TK, Letkol Kav Yuli Eko Hardianto mengakui dalam beberapa hari terakhir aktivitas Gunung Sinabung meningkat. “Ribuan hektar lahan pertanian rusak karena paparan abu vulkanik dan mengganggu aktivitas warga,” katanya.

Eko mengungkapkan, TNI, Polri bersama Pemkab Karo terus berkoordinasi untuk mengatasi dampak erupsi Gunung Sinabung, terutama abu vulkanik di sejumlah wilayah. “Dengan melakukan kegiatan penyiraman dan pembersihan abu vulkanik Sinabung terutama ke daerah sekitar lereng Gunung Sinabung,” ujarnya.

Hingga Minggu 23 Agustus 2020, aktivitas erupsi Gunung Sinabung, berstatus level III (siaga), masih terjadi. Tercatat dua kali erupsi Gunung Sinabung. Pertama sekitar pukul 07.41 WB, dan pukul 12.00 WIB. (mag-1/deo/prn)

Jjeck Jajal Jungle Trekking Aek Nauli

JUNGLE TREKKING: Wagub Sumut, Musa Rajekshah, bersama istri Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah, menjajal jungle trekking Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli, Simalungun, Sabtu (22/8).
JUNGLE TREKKING: Wagub Sumut, Musa Rajekshah, bersama istri Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah, menjajal jungle trekking Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli, Simalungun, Sabtu (22/8).

Kawasan Danau Toba memiliki banyak potensi wisata yang bisa menjadi destinasi bagi wisatawan. Selain danau supervolcano, juga ada wisata air, budaya, panorama hingga jungle trekking. Salahsatunya jungle trekking Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli, Simalungun.

JUNGLE TREKKING: Wagub Sumut, Musa Rajekshah, bersama istri Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah, menjajal jungle trekking Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli, Simalungun, Sabtu (22/8).
JUNGLE TREKKING: Wagub Sumut, Musa Rajekshah, bersama istri Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah, menjajal jungle trekking Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli, Simalungun, Sabtu (22/8).

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah yang mengunjungi wisata alam ini, Sabtu (22/8), menilai tempat wisata jungle trekking KHDTK Aek Nauli memiliki potensi kunjungan wisatawan yang sangat besar. Wagub pun menjajal jalur trekking alam sepanjang kurang lebih 3 km hingga ke puncak panorama Aek Nauli. Jalur alami yang terdiri dari berbagai kontur itu melewati pemandangan yang memanjakan mata. Mulai dari sungai, air terjun kecil, pepohonan hutan yang lebat hingga puncak panorama.

Puncak panorama berada di ketinggian kurang lebih 1.310 meter di atas permukaan laut (mdpl). Danau Toba sendiri berada di ketinggian kurang lebih 900 mdpl. “dari atas sini, pemandangannya seperti lukisan. Ayo datang kemari ke Aek Nauli, jadi Danau Toba tidak hanya wisata danau saja,” kata Musa Rajekshah yang datang bersama istri Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah.

Kawasan Hutan Aek Nauli adalah salahsatu ragam destinasi wisata yang bisa dikunjungi wisatawan. Dengan berbagai ragam tujuan wisata, diharapkan kunjungan wisatawan semakin banyak ke Danau Toba. Apalagi saat ini Danau Toba sudah ditetapkan menjadi kawasan UNESCO Geopark Caldera.

“Kaldera Toba sudah didengungkan menjadi salah satu geopark dunia oleh UNESCO. Ini patut kita syukuri karena tidak mudah menjadi anggota Unesco Geopark,” kata Musa Rajekshah.

KHDTK sendiri diperuntukan sebagai tempat riset, pengembangan dan wisata. Sejak tahun 2017, Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli telah menggagas wisata ilmiah. Wisata tersebut menyajikan atraksi wisata berupa edukasi. Misalnya tentang hasil hutan kayu, konservasi gajah, serta primata dan fauna yang ada di KHDTK Aek Nauli.

Kawasan ini bahkan memiliki pinus terbesar di dunia (pinus merkusii) dengan diameter 1,5m dan diperkirakan berusia 200 tahun. Menurut Kepala Balai Litbang LHK Aek Nauli Pratiara Lamin, tingkat polusi di kawasan Aek Nauli sangat rendah. Indikatornya antara lain vegetasi di kawasan itu banyak ditemui pacat hingga lumut.

Pratiara mengatakan, pengunjung bisa datang dengan perseorangan maupun secara kelompok. Jumlah kunjungan pada tahun 2019 mencapai lebih dari 60 ribu. Balai Litbang LHK Aek Nauli pun menangkap ada segmen wisata minat khusus, yakni perkemahan, trekking, konservasi gajah, edukasi flora fauna dan lainnya.

“Artinya, salahsatu tujuan wisata ke depannya di Danau Toba tidak hanya wisata air atau budaya, tapi ada wisatawan yang tertarik untuk wisata minat khusus. Segmen itu yang kita tangkap. Jumlah pengunjung 60 ribu per tahun, itu berarti minat khusus itu cukup baik,” ungkap Pratiara.

Pada masa pandemi, pengunjung berkurang. KHDTK pun sempat ditutup beberapa saat. Namun pada awal Juni, KHDTK Aek Nauli dibuka kembali dengan tetap mengedepanan protokol kesehatan. “Kita mulai menerapkan, tidak bisa lagi mengumpulkan kerumunan,” kata Pratiara.

Salahseorang pengunjung yang juga artis ibukota, Sultan Djorghi, mengaku mengagumi keindahan Danau Toba. Ia mengagumi kawasan Aek Nauli yang memiliki taman wisata kera dan jungle trekking. Oleh sebab itu, Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Sumut agar datang ke Danau Toba.

“Di puncak panorama itu kita bisa melihat keindahan Danau Toba yang luar biasa. Saya berharap seluruh masyarakat Indonesia. Yuk kita bangkitkan lagi pariwisata Sumatera Utara karena luar biasa,” kata Sultan Djorghi.

Taman Wisata Kera Sibaganding

Sebelumnya, Musa Rajekshah juga mengunjungi Taman Wisata Kera Sibaganding di Simalungun, Kamis (20/8). Selain untuk melihat potensi wisata di daerah ini, Wagub juga ingin melihat langsung kondisi terkini di lapangan salahsatu objek wisata yang akhir-akhir ini sudah jarang dikunjungi wisatawan.

“Sangat takjub dengan kondisi alam kita ini. Biasanya ‘kan siamang ini liar berada di alam bebas, tapi di sini tadi kita menunggu sekitar 20 menit setelah ditiup tanduk kerbau khas milik pawang, akhirnya Siamang hadir di depan kita. Tadi juga ada beruk,” ungkapnya.

Ijeck berharap Taman Wisata Kera Sibaganding ini bisa dikembangkan lagi sehingga dapat menarik banyak pengunjung. Untuk itu, akan ada bantuan yang diberikan guna menunjang logistik pangan dan infrastruktur lainnya di kawasan wisata ini.

“Kita harusnya lebih memberikan perhatian lagi, karena objek wisata ini butuh ketersediaan adalah pakan untuk kera-kera. Nanti kita akan lihat peran Pemprovsu dan Kemenhut untuk memberikan bantuan,” ujarnya.

Ijeck juga mengapresiasi Abdurrahman pengelola kawasan wisata kera di Sibaganding. Abdurrahman merupakan anak dari almarhum Umar Manik, yang membuka kawasan wisata kera tersebut.

“Luar biasa Pak Abdurrahman. Sangat serius mengelola dan memelihara kera-kera dan juga siamang yang berada di kawasan ini. Ini merupakan salah satu objek wisata yang ada di kawasan Geopark Kaldera Toba. Para wisatawan juga bisa singgah sebentar untuk melihat kawasan wisata kera ini sebelum tiba di Parapat,” tambah Ijeck.

Abdurrahman Manik, pengelola kawasan tersebut mengatakan, dahulu di tahun 2000-an Taman Wisata Kera setiap bulannya ramai dikunjungi orang. Masyarakat menjadikan Taman Wisata Kera sebagai destinasi wisata lain sebelum ke Kota Wisata Parapat. Hal inilah yang menarik perhatian Pemkab Simalungun untuk ikut serta mengelola kawasan tersebut.

Namun seiring berjalannya waktu, Taman Wisata Kera mulai terabaikan dan kurang mendapat perawatan. Salahsatu penyebabnya karena semakin minimnya masyarakat yang berkunjung. Imbasnya, kera-kera yang selama ini dimanjakan dengan makanan yang diberikan oleh pengunjung, kehilangan makanannya.

“Makanya kita lihat sekarang ini banyak kera-kera yang turun ke jalan-jalan mencari makanan. Bahkan ada di antara mereka yang mati tertabrak. Kita kasihan, tapi juga tak bisa berbuat apa-apa karena tidak punya biaya untuk makanan mereka. Terkadang saya sama mamak harus kumpulkan pisang atau roti-roti bekas dari pajak untuk kasih makan mereka,” ujar Abdurahman.

Padahal, lanjut Abdurrahman, setelah menggantikan peran ayahnya, Umar Manik, yang mulai sakit-sakitan pada 2011, ia sangat berkeinginan untuk serius mengelola Taman Wisata Kera ini. Apalagi Taman Wisata Kera Sibaganding masuk kedalam Geo Area Porsea Geopark Kaldera Toba.

Abdurrahman sudah melekat betul dengan kawasan itu. Sewaktu Abdurrahman habis meniup tanduk kerbau, kera-kera pun satu-satu bermunculan.

Ali Imron, Kepala Seksi Program dan Evaluasi Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli mengatakan, kawasan wisata kera ini lebih dulu ada ketimbang wisata trekking, camping dan penangkaran gajah Aek Nauli.

Menurut Imron, kera-kera tidak seharusnya berada di pinggir jalan menuju Parapat. Kera selayaknya berada di hutan. Untuk itu, taman kera diharapkan dapat menjadi tempat kembali kera-kera yang berada di pinggir jalan itu. “Harapannya, kera dan monyet di pinggir jalan itu kembali ke hutan,” kata Imron. (rel/prn)