25 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 4093

Empat Jaringan Narkoba Aceh-Medan Ditangkap BNN

PAPARAN: Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari, saat memaparkan kasus jaringan sindikat penyeludupan narkoba Aceh-Medan, di Kantor BNNP Sumut, Senin (17/8).m idris/SUMUT POS.
PAPARAN: Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari, saat memaparkan kasus jaringan sindikat penyeludupan narkoba Aceh-Medan, di Kantor BNNP Sumut, Senin (17/8).m idris/SUMUT POS.

49,8 Kilogram Sabu-sabu Disita dari Truk Bermuatan Kelapa

PAPARAN: Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari, saat memaparkan kasus jaringan sindikat penyeludupan narkoba Aceh-Medan,  di Kantor BNNP Sumut, Senin (17/8).m idris/SUMUT POS.
PAPARAN: Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari, saat memaparkan kasus jaringan sindikat penyeludupan narkoba Aceh-Medan, di Kantor BNNP Sumut, Senin (17/8).m idris/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sedikitnya 4 jaringan sindikat penyeludupan narkoba Aceh-Medan, ditangkap Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) dari tempat dan waktu berbeda. Dari mereka, disita narkotika jenis sabu-sabu seberat 49,8 kilogram.

Adapun keempat pelaku, yakni Munirwan, Muhammad, Suherman (napi LP di Palembang, sebagai pengendali), dan Iswandi.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, para tersangka diringkus dalam rentang waktu 12-15 Agustus lalu. Penangkapan bermula dari informasi yang diperoleh, yakni ada terjadi transaksi narkotika di wilayah Kota Medan dari jaringan narkotika Aceh-Medan, yang dikendalikan oleh napi. Hasil penyelidikan yang dilakukan, diketahui ada truk yang diduga sebagai pembawa barang dalam keadaan rusak di bengkel kawasan Jalan Cemara, Medan.

Setelah perbaikan, truk tersebut lalu keluar bengkel menuju arah Kota Tebingtinggi. Setelah keluar pintu Tol Tebingtinggi, ketika melintas di Jalan Lintas Sumatera, Sipare-pare Air Putih, Batubara, truk tersebut berhasil diamankan.

“Dari penangkapan itu, 2 tersangka berhasil diamankan dari truk Mithubishi BL 8853, dalam keadaan berhenti,” ungkap Arman, saat memaparkan kasusnya di Kantor BNNP Sumut, Senin (17/8).

Pasca penangkapan, sambung Arman, kemudian dilakukan penggeledahan di kawasan Kampunglalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, tepatnya sebelum pintu gerbang Tol Helvetia, terhadap truk berisikan kelapa yang diduga membawa narkotika jenis sabu-sabu. Berdasarkan penggeledahan tersebut, didapat 47 bungkus plastik teh warna hijau berisi 49,8 kilogram sabu-sabu.

“Selanjutnya para tersangka dan barang bukti diamankan untuk dilakukan pengembangan dan proses penyidikan lebih lanjut,” jelas Arman lagi.

Arman menambahkan, selain barang bukti narkotika, turut diamankan 4 unit handphone, kartu identitas, dan paspor atas nama Iswandi.

“Saat ini tim masih melakukan pengembangan untuk mengungkap keterlibatan jaringan dan pelaku lain,” pungkasnya. (ris/saz)

Dipaksa Akui Perbuatan Pencabulan, Tr Diduga Diculik dan Dianiaya

LAPOR: Elida tunjukkan surat laporan di Mapolres Pelabuhan Belawan.
LAPOR: Elida tunjukkan surat laporan di Mapolres Pelabuhan Belawan.
LAPOR: Elida tunjukkan surat laporan di Mapolres Pelabuhan Belawan.
LAPOR: Elida tunjukkan surat laporan di Mapolres Pelabuhan Belawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tr (17) diduga menjadi korban penculikan dan penganiayaan oleh Surya dan teman-temannya. Kasus yang dialami warga Lingkungan 10, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan ini, telah dilaporkan ke Polres Pelabuhan Belawan.

Kasus itu dilaporkan kakak Tr, Elida, dengan Nomor: STTPLM/150/VIII/2020/SPK-TERPADU, tertanggal 14 Agustus 2020. Dalam laporan itu, pelapor mengaku, adik kandungnya diculik dari depan PT Ayu Marelan, kemudian Tr dibawa ke satu tempat di Jalan Marelan 9, Gang Rahayu, Lingkungan 7, Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, pada 4 Agustus malam.

“Adik saya dibawa ke rumah Mak Intan. Di sana adik saya mengalami kekerasan fisik untuk mengakui perbuatan pencabulan. Kemudian, adik saya dipakaikan kertas bertuliskan ‘aku pemerkosa’ dengan diarak di jalan. Lalu, mereka (pelaku) membawa adik saya ke kantor polisi,” ungkap Elida, Senin (17/8).

Lebih lanjut Elida menjelaskan, adiknya kini berstatus tersangka atas kasus pencabulan, pengakuan itu karena di bawah tekanan oleh pelaku yang telah menganiayanya. Dia sangat kecewa dengan sikap pelaku yang telah menculik dan menganiaya adiknya.

“Kalau memang adik saya bersalah, kenapa harus dianiaya dan disekap? Wajar saja adik saya mengakui perbuatannya, karena takut dengan pelaku,” tegasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP I Kadek Hery Cahyadi mengatakan, pihaknya sudah menahan Tr dengan kasus pencabulan. Mengenai adanya dugaan penganiayaan, Kadek mengaku, saat diserahkan kepada mereka, tidak ada tanda kekerasan dilami Tr.

“Yang jelas, kami terima dalam keadaan sehat tersangkanya. Kasusnya sudah dilimpahkan ke jaksa, sebab tersangka masih di bawah umur,” bebernya.

Disinggung adanya laporan penganiayaan dialami tersangka, Kadek mengaku, laporan itu juga memang telah diterima, soal benar atau tidaknya penganiayaan tersebut, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Setiap warga berhak melapor, dan pasti kami terima. Soal benarnya kasus itu, masih diselidiki. Yang jelas, kasus pencabulan itu sudah diproses dan sudah dilimpahkan,” pungkasnya. (fac/saz)

Tekan Angka Kasus Baru Covid-19, IDI Medan Gandeng Millenial

BERSAMA: Ketua IDI Cabang Medan, dr Wijaya Juwarna SpTHTKL dan jajaran bersama para milenial. sesaat sebelum turun ke jalan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Senin (17/8). M IDRIS/sumu tpos.
BERSAMA: Ketua IDI Cabang Medan, dr Wijaya Juwarna SpTHTKL dan jajaran bersama para milenial. sesaat sebelum turun ke jalan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Senin (17/8). M IDRIS/sumu tpos.
BERSAMA: Ketua IDI Cabang Medan, dr Wijaya Juwarna SpTHTKL dan jajaran bersama para milenial.  sesaat sebelum turun ke jalan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Senin (17/8). M IDRIS/sumu tpos.
BERSAMA: Ketua IDI Cabang Medan, dr Wijaya Juwarna SpTHTKL dan jajaran bersama para milenial. sesaat sebelum turun ke jalan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Senin (17/8). M IDRIS/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Angka kasus Covid-19 di Kota Medan masih terus meningkat. Hingga Minggu (16/8), tercatat 3.316 kasus konfirmasi dengan rincian 1.739 orang dirawat, 175 meninggal dunia dan 1.402 sembuh.

Ketua IDI Cabang Medan dr Wijaya Juwarna SpTHTKL melalui Ketua Satgas Covid-19 IDI Medan, dr Marzuki Samion mengatakan, dalam upaya mendukung pemerintah menekan jumlah kasus baru Covid-19 yang masih meningkat khususnya di Medan, IDI Cabang Medan menggandeng para millenial yang berasal dari mahasiswa kedokteran dan kesehatan masyarakat. “Kami mendukung niat baik para millenial yang memiliki semangat tinggi dalam memutus mata rantai Covid-19. Akan tetapi, perlu didukung dan diarahkan,” ujar dr Marzuki sesaat melepas para milenial yang akan turun ke jalan di Kantor IDI Cabang Medan, Senin (17/8).

Dijelaskannya, sebagai kegiatan awal para milenial tersebut membagikan masker di beberapa lokasi di Medan. Selain itu, turut mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan virus corona dan sekaligus mengkonter informasi hoaks tentang Covid-19.

“Bukan sekadar membagi-bagikan masker saja, tetapi juga mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa virus corona ada di tengah-tengah kehidupan kita saat ini. Untuk itu, perlu diedukasi bagaimana menghadapi dan mencegah agar tidak tertular,” terangnya.

Ketua Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) Wilayah I se-Sumatera, M Fahriza Winaldha Nasution mengatakan, para millenial ini berasal dari mahasiswa bidang kesehatan, seperti fakultas kedokteran dan kesehatan masyarakat USU, UINSU, UMSU, Universitas HKBP Nomensen, Universitas Methodist, dan lainnya.

“Ini baru langkah awal dan bukan hanya sekali secara serentak, tetapi akan dibuat rutin. Harapannya, bisa membantu pemerintah dalam menekan angka kasus baru Covid-19 di Medan, Sumatera Utara dan Pulau Sumatera,” ungkap Fahriza.

Ia menyebutkan, ada 5 lokasi yang menjadi sasaran untuk membagikan masker dan mengedukasi tentang Covid-19. Antara lain, seputaran Lapangan Merdeka, Stadion Teladan, Taman Ahmad Yani, Jalan Pancing dan Medan Johor. “Harapan kami, masyarakat menjadi lebih peka terhadap bahaya virus corona. Dengan begitu, angka kasus baru bisa menurun,” pungkasnya. (ris/ila)

Sambut HUT RI ke-75, 14.572 Napi di Sumut Terima Remisi

Kalapas Klas I Tanjunggusta Medan, Frans Elias Nico usai memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 75, Senin (17/8).
Kalapas Klas I Tanjunggusta Medan, Frans Elias Nico usai memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 75, Senin (17/8).
Kalapas Klas I Tanjunggusta Medan, Frans Elias Nico usai memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 75, Senin (17/8).
Kalapas Klas I Tanjunggusta Medan, Frans Elias Nico usai memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 75, Senin (17/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 14.572 narapidana (napi) di Sumatera Utara, menerima remisi dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-75. Humas Kanwil Kemenkumham Sumut Josua Ginting mengatakan, remisi diberikan kepada narapidana dewasa maupun anak.

“Terdapat 14.392 narapidana yang mendapatkan Remisi Umum Sebagian (RU I), serta Remisi Umum Seluruhnya (RU II) terdapat 180 orang,” ujarnya, Minggu (16/8)

Dikatakannya, terdapat 2.688 orang narapidana yang mendapatkan potongan selama satu bulan, 3.042 orang narapidana mendapatkan dua bulan, 3.985 napi mendapatkan tiga bulan. “Empat bulan ada 2.447 orang, lima bulan 1.850 orang, dan enam bulan ada 380 orang,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, terdapat 85 napi anak mendapatkan remisi sebagian (RU I) dan tidak ada yang mendapatkan remisi seluruhnya.

Dikatakannya, terdapat beberapa syarat yang harus diikuti oleh narapidana agar mendapatkan remisi. Di antaranya, berkelakuan baik selama menjalani pidana sekurang-kurangnya 6 bulan.

“Untuk tindak pidana umum harus telah menjalani pidana minimal 6 bulan dihitung sejak tanggal penahanan sampai dengan tanggal 17 Agustus 2020,” jelasnya.

Sedangkan untuk tindak pidana terkait dengan PP 99 Tahun 2012 pasal 34A, tetap harus menjalani pidana minimal 6 bulan dengan melampirkan syarat-syarat sesuai ketentuan.

Ditambahkannya, total seluruh narapidana pria di Sumatera Utara terdapat 20.495 orang, sedangkan narapidana wanita terdapat 1.954 orang, dengan total 22.449 orang narapidana se Sumatera Utara.

“Juga terdapat 6.449 orang tahanan pria, dan 199 orang tahanan wanita di seluruh Lapas dan Rutan se Sumatera Utara,” ujarnya.

Selain itu, terdapat 104 narapidana anak laki-laki dan tidak ada perempuan di Lapas atau Rutan Anak. “30 orang tahanan pria, dan terdapat 1 orang tahanan wanita,” pungkasnya.

Terpisah, sebanyak 1.460 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tanjunggusta Medan, menerima remisi hari kemerdekaan. Dari 1.670 warga binaan yang ada di Lapas, hanya 1.460 narapidana yang mendapatkan remisi.

Hal tersebut terjadi dikarenakan adanya program asimilasi, sehingga tidak semua warga hinaan mendapatkan remisi di hari kemerdekaan Republik Indonesia ini.

Dijelaskannya, dari seluruh narapidana yang mendapatkan remisi, didominasi oleh narapidana narkotika dan kriminal umum. “Narkoba 1.113 orang, tindak pidana umum 347 orang,” kata Kalapas Frans Elias Nico, Senin (17/8).

Lebih lanjut, terdapat 1.396 wargabinaan yang mendapatkan Remisi Umum Sebagian (RU I), Sedangkan Remisi Umum Seluruhnya (RU II) hanya terdapat 64 orang. (man/ila)

TP PKK Sumut dan IKAPTK Sumut Lepas Gebrak Masker se-Indonesia

PAKAIKAN MASKER: Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi, memakaikan masker kepada salah seorang pengendara motor di acara Gerakan Bersama Pakai Masker atau Gebrak Masker serentak se-Indonesia, Senin (17/8).istimewa/sumu tpos.
PAKAIKAN MASKER: Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi, memakaikan masker kepada salah seorang pengendara motor di acara Gerakan Bersama Pakai Masker atau Gebrak Masker serentak se-Indonesia, Senin (17/8).istimewa/sumu tpos.
PAKAIKAN MASKER: Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi, memakaikan masker kepada salah seorang pengendara motor di acara Gerakan Bersama Pakai Masker atau Gebrak Masker serentak se-Indonesia, Senin (17/8).istimewa/sumu tpos.
PAKAIKAN MASKER: Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi, memakaikan masker kepada salah seorang pengendara motor di acara Gerakan Bersama Pakai Masker atau Gebrak Masker serentak se-Indonesia, Senin (17/8).istimewa/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Suma-tera Utara (Sumut) bersama dengan Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Sumut turut berpartisipasi dalam Gerakan Bersama Pakai Masker atau Gebrak Masker serentak se-Indonesia, Senin (17/8).

Pelepasan tingkat nasional yang di-selenggarakan lewat konferensi video tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi, Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah.

Ketua DPP IKAPTK Sumut Arsyad Lubis, Kepala Dinas PMD Sumut Aspan Sofian, Plt Kepala BPKAD Sumut Ismael Sinaga dan Plt Kaban Kesbangpol Sumut Hendra Dermawan Siregar dari pendopo Lapangan Merdeka, Jalan Balai Kota Medan.

Pelepasan untuk wilayah Sumut dilakukan oleh Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi. Dikatakannya, pembagian masker hari ini bukan sekadar menyerahkan masker kepada masyarakat. Namun, aspek edukasi dan sosialisasi harus diutamakan. “Jadi sembari membagi masker, kita jelaskan kenapa penting untuk memakai masker. Jangan hanya dibagi-bagi begitu saja,” ujar Nawal.

Dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memakai masker dan protokol kesehatan, menurut Nawal, akan menumbuhkan kesadaran dengan sendirinya untuk menjaga diri dan keluarga masing-masing. Dalam kesempatan tersebut, Nawal juga mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia. “Semoga Indonesia semakin maju dan bisa segera terbebas dari pandemi Covid-19,” harapnya.

Pembagian dilakukan dengan tertib dan mengikuti protokol kesehatan. Nawal memimpin pembagian kepada para pejalan kaki, pengemudi ojek online, hingga angkutan umum. “Dipakai ya Bapak/Ibu, supaya kita tidak terkena paparan virus. Rajin-rajin cuci tangan dan hindari kerumunan, kalau harus keluar pakai maskernya,” imbau Nawal sembari membagikan masker.

Ketua DPP IKAPTK Sumut Arsyad Lubis mengatakan, sebanyak 21.000 buah masker akan dibagikan di tiga titik yakni seputaran Lapangan Merdeka, di depan Istana Maimun Jalan Brigjend Katamso Medan dan Bundaran SIB Jalan Gatot Subroto Medan. Selain itu, dibagikan pula kepada PKK Medan, Binjai, dan Deliserdang untuk didistribusikan di tempat-tempat lain.

“Kita harapkan ini adalah awal yang baik untuk berkolaborasi. Sama dengan PKK, kita IKAPTK juga punya alumni yang tersebar hingga tingkat desa. Ada yang jadi lurah, camat, staf kelurahan. Dengan kolaborasi hari ini, kita harapkan maka pemakaian masker bisa ditegakkan di masyarakat kita di Sumut. Sehingga, Covid-19 ini bisa kita putus mata rantai penyebarannya,” ucap Arsyad.

Sebelumnya, Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian saat melepas secara nasional menyampaikan harapan agar kader-kader PKK di seluruh Indonesia hingga tingkat desa mampu menjadi pendamping masyarakat dalam menghadapi kebiasaan baru.

“Tidak bisa kita pungkiri masih banyak masyarakat kita yang belum mengerti dan anggap remeh. Tugas kita untuk mengingatkan agar masyarakat kita disiplin protokol kesehatan,” ujarnya.

Direktur Evaluasi Perkembangan Desa Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Eko Prasetyanto Purnomo Putro menambahkan, saat ini tercatat ada sekitar 4,5 juta kader PKK tersebar di seluruh Indonesia dari tingkat provinsi hingga ke tingkat RT/RW. Eksistensi PKK sejak Tahun 1957, telah teruji dalam mendukung dan membantu penyelesaian masalah di tengah masyarakat, termasuk saat ini dalam menghadapi pandemi.

Diketahui, Gebrak Masker se-Indonesia menurut Ketua DPN IKAPTK Akmal Malik, melibatkan 3.400 kader PKK dan 1.700 anggota IKAPTK seluruh Indonesia. Adapun jumlah masker yang dibagikan yakni kurang lebih 2,1 juta lembar dengan rincian Sumatera 1.089.265 lembar, Jawa 541.420 lembar, Kalimantan 263.743 lembar, Sulawesi 64.600 lembar, serta NTT, NTB, Bali, Maluku dan Papua sebanyak 147.500 lembar. (prn/ila)

Wuling Arista Buka Dealer di Cemara

Perkuat Bisnis di Medan

TUMPENG: Kepala Cabang Wuling Arista Cemara, Benny didampingi jajaran memotong nasi tumpeng sebagai simbol diresmikannya Wuling Arista Cemara di Jalan Cemara No. 200, Pulo Brayan Darat II, Medan Timur, Senin (17/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Bertepatan dengan 75 tahun Hari Kemerdekaan RI, Wuling Arista membuka dealer baru di Jalan Cemara No. 200, Pulo Brayan Darat II, Medan Timur. Dibukanya dealer tersebut tak lain untuk memperkuat bisnis otomotif mereka, khususnya di kota terbesar ketiga Indonesia ini dan juga Sumatera Utara.

Kepala Cabang Wuling Arista Cemara, Benny mengatakan, kehadiran Wuling Arista Cemara merupakan outlet Wuling Arista ke-3 di Medan. Diharapkan, nantinya akan semakin memudahkan para pelanggan setia Wuling di wilayah Medan dan sekitarnya yang ingin melakukan pembelian unit ataupun melakukan servis kendaraan Wulingnya.

“Wuling Arista Cemara merupakan dealer Wuling yang memberikan pelayanan 3S (Sales-Service-Spare part), sehingga para pelanggan Wuling tak perlu khawatir dengan pelayanan after sales dan ketersediaan suku cadang kendaraan. Arista Group bersama Wuling berkomitmen untuk selalu memberikan kenyamanan dan kemudahan para pelanggan setia Wuling untuk dapat memenuhi segala kebutuhan akan kendaraannya,” ungkap Benny disela-sela peresmian Wuling Arista Cemara, Senin (17/8).

Ia menuturkan, dipilihnya kawasan untuk memperkuat bisnis bukan tanpa alasan. Melainkan, kawasan tersebut memiliki potensial untuk pengembangan bisnis Wuling. “Pembukaan dealer baru ini apalagi di masa Covid-19 pastinya terdapat pertimbangan yang kuat, salah satunya atas permintaan pasar dan para pelanggan. Tak hanya itu, kami juga ingin mendukung pemerintah Indonesia untuk memulihkan roda ekonomi yang lesu akibat terdampak pandemi virus corona,” tuturnya.

Lebih lanjut Benny mengatakan, pandemi Covid-19 telah memberikan pukulan yang cukup berarti bagi semua sektor dan ekonomi nasional. Sektor otomotif merupakan salah satu sektor yang sangat terdampak akibat pandemi ini. Meskipun demikian, Arista Group sebagai salah satu dealer Wuling terbesar di Indonesia berkomitmen untuk tetap menjaga kepercayaan bagi para pelanggan Wuling di Indonesia. Selain itu, berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam menggerakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa pandemi Covid-19 ini. “Dalam rangka mewujudkan komitmen tersebut, Arista Group membuka dan meresmikan cabang terbarunya yaitu Wuling Arista Cemara,” ujarnya.

Disebutkan Benny, hingga saat ini jaringan distribusi Wuling Arista sudah tersebar di Sumut. Selain Medan, ada juga di Siantar, Rantau Prapat, Binjai. Tidak hanya di Pulau Sumatera bahkan sampai ke Pulau Jawa dan Kalimantan. Tentunya hal ini akan memudahkan pelanggan apabila ingin melakukan perawatan atau perbaikan kendaraan saat bepergian ke luar kota. “Selain itu, kini kami juga telah hadir secara online, melalui website arista-group.co.id,” ucap Benny didampingi Kepala Cabang Wuling Arista Ringroad, Rudi.

Diakui Benny, di masa pandemi ini hampir semua sektor bisnis termasuk otomotif lesu. Pasar cenderung wait and see karena kondisi ekonomi yang tak mendukung. Akan tetapi, memasuki bulan Juli hingga sekarang mulai menunjukkan tren positif. “Untuk itu, target kami dengan hadirnya Wuling Arista Cemara bisa mendongkrak market penjualan dan pastinya terus bertambah,” pungkasnya.

Kepala Cabang Wuling Arista Ringroad, Rudi menambahkan, dengan dibukanya Wuling Arista Cemara tersebut secara tidak langsung menggambarkan bahwa market Wuling di Medan maupun Sumut mulai berkembang. “Dalam kondisi ekonomi yang lesu karena terdampak corona, kami ingin membuktikan bahwasanya Wuling masih tetap eksis. Oleh karena itu, para pelanggan tidak perlu khawatir apalagi ragu untuk membeli mobil Wuling dengan harga sangat kompetitif,” imbuh Rudi. (ris/ram)

Ikuti Lomba Batik Shibori asal Jepang

BATIK: Foreindo foto bersama di sela-sela ajang lomba membuat batik Shibori di Kedai Dapoer Jamu Makjul, Jalan STM Nomor 41 Medan, Senin (17/8). Lomba tersebut dalam menyambut HUT RI.
BATIK: Foreindo foto bersama di sela-sela ajang lomba membuat batik Shibori di Kedai Dapoer Jamu Makjul, Jalan STM Nomor 41 Medan, Senin (17/8). Lomba tersebut dalam menyambut HUT RI.
BATIK:  Foreindo foto bersama di sela-sela   ajang lomba membuat batik Shibori di Kedai Dapoer Jamu Makjul, Jalan STM Nomor 41 Medan, Senin (17/8). Lomba tersebut dalam menyambut HUT RI.
BATIK: Foreindo foto bersama di sela-sela ajang lomba membuat batik Shibori di Kedai Dapoer Jamu Makjul, Jalan STM Nomor 41 Medan, Senin (17/8). Lomba tersebut dalam menyambut HUT RI.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-75, ibu-ibu pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) se-Sumatera Utara (Sumut) yang tergabung di dalam Forum Entrepreneur Indonesia (Foreindo), mengikuti ajang lomba membuat batik Shibori di Kedai Dapoer Jamu Makjul, Jalan STM Nomor 41 Medan, Senin (17/8). Acara dimulai Pukul 14.00 WIB hingga selesai.

“Lomba ini bertemakan ‘Merah Putih’, dan baru pertama kali diadakan di Kota Medan. Foreindo sengaja membuat lomba batik Shibori ini. Sebab, terkait ke arah bisnis yang disukai oleh para pelaku UMKM,” ujar Ketua Foreindo Lia Anwar kepada Sumut Pos, saat ditemui di lokasi lomba tersebut.

Lia menuturkan, peserta yang ikut semuanya perempuan, berjumlah 10 orang. Hal ini sengaja dibatasi karena masih dalam kondisi Covid-19. Sehingga, tetap menjaga protokol kesehatan. Peserta dikenakan biaya pendaftaran Rp150.000 per orang, dan sudah mendapatkan paket lomba dan souvenir, seperti kain putih katun prima rajawali sepanjang 2 meter, masker merah putih, handsanitizer, perlengkapan pewarnaan kain dan lain sebagainya.

“Alhamdulillah, peserta begitu antusias mengikuti lomba ini, karena selain dapat ilmu yang mengarah ke bisnis juga termotivasi untuk menciptakan seni kreativitas terbaik. Hasil karya nya nanti pun untuk peserta sendiri. Bahkan, ada peserta dari Deliserdang dan Siantar,” ujarnya.

Dijelaskannya, batik Shibori berasal dari Jepang. Sebenarnya, batik ini meniru batiknya Indonesia dengan gaya teknik Jepang, yakni melipat, melilit, mencelup dan mewarnai, sehingga nanti hasilnya seperti seni karya abstrak di atas kain katun.

Batik Shibori masih terdengar asing di Sumut. Karena itu Lia mencoba mengenalkannya kepada masyarakat, khususnya di Kota Medan. “Tetapi, kita coba mengenalkannya di komunitas kita dulu, yakni Foreindo,” ujarnya.

Untuk pewarnaan, kata Lia, ada beberapa jenis warna yang bisa digunakan, seperti remasol, napthol dan sebagainya. Namun, pihaknya menggunakan warna remasol, karena warnanya lebih cerah dan berbentuk bubuk. Dalam teknik mewarnai, menggunakan air dan water blush. Water blush ini kegunaannya untuk mengunci warna agar tidak luntur dan melekat ke kain.

“Hasil batik Shibori ini, masing-masing peserta tidaklah sama, karena terbentuk secara abstrak, ada yang bentuknya kotak-kotak, bulat-bulat, segitiga, bercak-bercak, dan sebagainya,” bebernya.

Uniknya, kata Lia, pola Shibori ini anti gagal, seperti apa nanti melipat dan mengikatnya, seperti itulah nanti hasilnya. Sehingga nantinya, jika ingin membuat lagi akan berbeda hasilnya, meski yang membuat adalah orang yang sama. “Jadi gak bisa ditiru pola dan motifnya. Semua sesuai kreatifitas masing-masing orang. Lalu, mengapa menggunakan kain katun prima Rajawali, sebab kain tersebut yang bisa langsung dipakai tanpa di mordan lagi, yakni dibuka dulu pori-pori kainnya, dengan cara direbus terlebih dahulu menggunakan tawas,” ungkapnya.

Setelah diberikan warna, sebut Lia, hasilnya dijemur, namun dengan cara dibentangkan di tanah, agar warnanya tidak melebar mengenai corak yang lain. Untuk warna remasol harus dijemur di bawah sinar matahari. Hal ini berbeda dengan naptol, yang harus dijemur di dalam ruangan. Untuk pewarnaan remasol, jika mataharinya terik, maka hanya butuh 15 menit saja dan hasilnya sudah terlihat.

“Setelah itu baru kita seleksi, yang terbaik dan paling bagus akan mendapatkan hadiah berupa paket produk UMKM dari Foreindo. Alhamdulillah, lombanya berjalan lancar. Hasil dari kreativitas Shibori ini juga bisa dijadikan berbagai macam produk, seperti baju, tas, seprai, dan sebagainya. Shibori juga bisa dibuat di atas baju yang sudah usang, agar dapat dipakai kembali dan terlihat seperti baru,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang peserta Pemilik salah satu cafe di Kota Medan, Yani mengungkapkan rasa senangnya mengikuti lomba tersebut. Awalnya ia merasa penasaran sehingga ikut pelatihan dan akhirnya ke ajang lomba. “Apalagi, lomba ini juga bisa ke arah bisnis, hasilnya bisa dijual juga,” katanya. (mag-1/ila)

Insiden di Austria, Rossi Sempat Ketakutan

Insiden di MotoGP Austria

AUSTRIA, SUMUTPOS.CO – Valentino Rossi mengenang saat-saat menakutkan dalam MotoGP Austria di Red Bull Ring, Spielberg, Minggu (16/8) malam WIB. Dia mengaku sempat ketakutan dan beruntung bisa selamat dari kecelakaan itu.

KETIKA balapan baru berjalan sembilan putaran, bendera merah harus dikibarkan menyusul insiden tabrakan kecepatan tinggi antara Johann Zarco dan Franco Morbidelli di area pengereman menuju Tikungan 3.

Rossi dan rekan satu timnya di Yamaha, Maverick Vinales, nyaris terhantam dua motor Ducati dan Yamaha yang melesat bak peluru ke arah mereka.

Sang juara dunia sembilan kali bahkan terguncang ketika kembali ke garasi sebelum lomba restart dengan 20 lap tersisa. “Itu sangat-sangat menakutkan,” kata Rossi seperti dikutip laman resmi MotoGP.

 “Semua, empat pembalap, tetapi khususnya aku dan Maverick, kami sangat beruntung. Kami harus mendoakan seseorang. Karena situasinya sangat berbahaya. Saya rasa bagus menjadi agresif tentunya, semua orang mencoba secara maksimal, tetapi bagi saya tidak harus berlebihan,” ujar Rossi.

Dia mengingatkan bahwa balapan MotoGP merupakan olahraga yang sangat berbahaya. Semua pembalap harus menghormati rival-rival kalian, khususnya di trek di mana para rider bisa melaju 300 km per jam.

Rossi telah berbicara dengan Zarco dan pembalap tim Esponsorama Racing itu menjelaskan semuanya, tentunya dia tidak bermaksud sengaja melebar ketika mengerem dan menutup ruang bagi Morbidelli. Dari pengakuan Zarco, Morbidelli yang berada di belakang tidak punya kesempatan lagi untuk mengerem.

“Setelah saya dan Maverick, memasuki tikungan 3, saya merasa ada sesuatu yang datang. Saya kira itu bayangan dari helikopter karena terkadang dia melintas di atas trek tapi setelah itu motor Franco datang dengan kecepatan sangat tinggi,” ujarnya.

“Juga motor Zarco melompati Vinales. Jadi kami sangat beruntung. Saya harap hal seperti ini bisa membenahi perilaku para pembalap di masa depan,” imbuuhnya.

Rossi juga telah bicara dengan Morbidelli, yang merupakan didikannya di VR46 Academy. Sang pembalap tim Petronas Yamaha lolos dari cedera parah dan dinyatakan fit untuk balapan berikutnya di sirkuit yang sama pekan depan.

Rossi mampu menyelesaikan lomba hari itu di posisi kelima, setelah start dari posisi 12. Balapan ini dimenangi oleh Andrea Dovizioso dengan catatan waktu 28 menit 20,8 detik. Dia mengalahkan Joan Mir diposisi kedua dan Jack Miller di tempat ketiga.

Kemenangan ini membuat Dovizioso naik ke posisi kedua klasemen semnata pembalap. Pembalap asal Italia ini mengoleksi 56 poin, tertinggal 10 angka dari Fabio Quartararo di tempat ketiga. (bbs/dek)

35 Bayi “Merdeka” Lahir di Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sedikitnya, ada 35 bayi ‘Merdeka’ alias bayi yang lahir bertepatan di Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-75, Senin (17/8)n

Bayi-bayi tersebut lahir di sejumlah rumah sakit Medan. Antara lain, lahir di Rumah Sakit Umum (RSU) Murni Teguh, Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Rosiva, RSIA Stella Maris, dan RSIA Eva.

Humas RS Murni Teguh Winda Lingga mengatakan, di RSU Murni Teguh terdapat 2 bayi yang lahir pada 17 Agustus. Keduanya, merupakan bayi perempuan yang lahir secara sesar. “Bayi pertama lahir pada pukul 10.53 WIB dan bayi kedua lahir pada pukul 13.10 WIB. Kedua bayi tersebut dalam sehat,” ujarnya.

Sedangkan di RSIA Rosiva, terdapat 10 bayi yang lahir. Dari 10 bayi itu, 6 di antaranya berjenis kelamin laki-laki sedangkan 4 bayi lagi perempuan.”Dari jumlah itu hanya 2 bayi yang lahir secara normal, 8 bayi lagi melalui sesar,” jelasnya.

Sementara, Humas RSIA Stella Maris, Halinah mengaku, ada 20 bayi yang lahir pada HUT RI. Dari jumlah tersebut, 17 bayi di antaranya lahir dengan cara sesar dan 3 lagi normal. “Saat ini ada 19 yang sudah lahir dan 1 lagi yang sedang menunggu proses kelahiran. Jadi, total bayi lahir di HUT ke-75 ada 20 bayi, dengan jenis kelamin 8 bayi perempuan dan 11 bayi laki-laki,” terangnya.

Terpisah, dokter spesialis anak RSIA Eva, dr Jony Hartono SpA mengatakan, ada tiga bayi yang lahir. Ketiga bayi tersebut lahir dengan proses sesar. “Mereka lahir dengan proses operasi sesar selama kurang lebih 15 menit. Semuanya dalam kondisi sehat dengan berat badan sekitar tiga kilogram,” ujarnya. (ris/ila)

Camat Birubiru Minta Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Upacara Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI


HUT RI: Camat Biru Biru, M.Dhani Mulyawan menjadi inspektur upacara pada peringatan HUT ke- 75 Kemerdekaan RI.

BIRUBIRU,SUMUTPOS.CO-Pemerintah Kecamatan Birubiru menggelar upacara peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di  lapangan bola kaki Desa Birubiru, Kecamatan Birubiru, kabupaten Deliserdang, Senin (17/8).

Upacara bendera yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut tetap melaksanakan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dalam penanganan Covid-19, dan  berlangsung  tertib serta hikmat.

Camat Birubiru M.Dhani Mulyawan, Ssos, MIP yang bertindak sebagai inspektur upacara dalam pidatonya mengatakan, meski pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia hingga berdampak krisis ekonomi tidak akan melemahkan Indonesia. Karena itu, masyarakat Kecamatan Birubiru dapat mendukung upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara mematuhi protokol kesehatan.
“Masyarakat harus sungguh-sungguh menjalankan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, hindari keramaian bila tidak terlalu penting dan rajin mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir,”pesan Dhani Mulyawan.

Usai melaksanakan upacara bendera, Camat Birubiru bersama muspika lainnya melanjutkan nonton Live Streaming Upacara Peringatan HUT ke-75 RI  di Kantor Camat Birubiru. Selanjutnya, TP PKK Kecamatan melaksanakan pembagian masker kepada warga di desa-desa yang ada di Kecamatan Birubiru.

Upacara HUT ke-75 RI di Kecamatan Birubiru ini juga dihadiri Danramil 04 Birubiru Kapten Arh. Agus Wahyudi, Kapolsek Biru-Biru AKP E. Sembiring, Perwakilan Yon Armed 2/105 Kapten Arm.A.Harepa, Ka.Upt se- Kecamatan Biru-Biru, Kades se-Kecamatan Biru-Biru,Personel Polsek dan Koramil Birubiru, ASN dan Perangkat Desa se- Kecamatan Birubiru.(rel/han)