26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 4092

Tersangka Sempat Bacok Polisi

Polda Sumut Ungkap Sabu 100 kg dan Pil Ekstasi 50.000 Butir

PAPARAN: Kapolda Sumut Irjend Pol Martuani Sormin memimpin paparan narkoba di depan Ruang Jenazah RS Bhayangkara TK II Medan, Selasa (18/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polda Sumatera Utara kembali mengungkap kasus narkotika jenis sabu 100 kilogram dan 50 ribu butir pil ekstasi. Salah seorang tersangka, Sugiarto (ST) alias Aliung sempat membacok polisi menggunakan parang di kawasan KIM III Medan, Senin (17/8).

Hal itu terungkap dalam paparan pengungkapan di depan Ruang Jenazah RS Bhayangkara TK II Medan, Selasa (18/8). Paparan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumut, Irjend Pol Martuani Sormin.

Dijelaskan, pengungkapkan kasus ini berawal dari hasil pengembangan terhadap tersangka Daniel Edi Jonannes (DEJ) alias Dani, yang diringkus bersama barang bukti sabu seberat 23kg pada Jumat (19/6) lalu. Dari keterangan tersangka, personel Unit 2 Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut melakukan penyelidikan ke Jakarta.

Penyelidikan ini membuahkan hasil. Dipimpin Dir Resnarkoba Polda Sumut Kombes Pol Robert Da Costa SIK MH, beserta Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sumut, tim berhasil menangkap Hans Wijaya (HW) di Jalan Kali Baru Barat 7 Jakarta, Sabtu (15/8) pukul 04:30 WIB.

Dari tersangka disita barang bukti berupa tiga karung plastik yang berisi 50 bungkus teh China berisikan sabu seberat 50 Kg. Selain itu, juga disita satu kotak fiber berisikan 25 ribu butir pil ekstasi.

Pada hari sama, Ditresnarkoba Polda Sumut juga meringkus Sugiarto (ST) alias Aliung di Jalan Raya Cilincing Kalibaru Jakarta. Dari tersangka ini disita barang bukti berupa 50 bungkus teh China berisikan sabu seberat 50kg. Juga diamankan lima bungkus plastik transparan berisikan pil ekstasi sebanyak 25 ribu butir.

Dari keterangan Sugiarto, narkotika itu rencananya diantar ke gudang di Medan. Polisi kemudian melanjutkan aksi dengan pemantauan penyerahan narkoba di salah satu gudang kawan KIM III Medan, Senin (17/8).

Saat penyerahan berlangsung, Sugiarto tiba-tiba melawan dan menyerang Aiptu Partono dengan sebilah golok. Aiptu Partono mengalami luka bacok dan Sugiarto ditindak tegas, keras dan terukur. Sugiarto sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Medan, namun meninggal di perjalanan.

Kapolda Sumut, Irjend Pol Martuani Sormin mengatakan, pengungkapan kasus ini berhasil menyelamatkan 1 juta anak bangsa. Dia pun berharap masyarakat maupun seluruh pihak ikut membantu memberi edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba.

“Kita harus bersatu dan berkomitmen menjadikan narkotika sebagai musuh bersama demi anak-anak, keluarga serta lingkungan yang kita cintai. Rapatkan barisan dan bersama-sama nyatakan perang dan tolak peredaran narkoba. Sebab, peredaran narkoba sudah sangat darurat (extra ordinary crime).Mari kita bersama-sama untuk memerangi narkoba yang telah merusak generasi bangsa,” katanya.

Dalam pengungkapan itu, Martuani juga menunjukan sebilah parang milik tersangka Sugiarto (ST) alias Aliung untuk menyerang petugas kepolisian saat ditangkap. Akibatnya salah seorang polisi, terkena bacokan di tangan kirinya, karena menangkis sarangan tersangka. ST pun terpaksa ditembak mati karena melukai petugas saat diamankan.

“Pengungkapan jaringan peredaran narkoba Medan-Jakarta ini atas laporan dari masyarakat sejak dua bulan lalu dan akan diedarkan ke Medan,” tukasnya. (mag-1/dek)

Hj Lisa Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Darussa’adah


BATU PERTAMA: Ketua TP-PKK Binjai Hj Lisa Andriani Lubis lakukan peletakan batu  pembangunan Masjid dan Rumah Tahfizd Quran Darussa’adah di Jalan Sumbawa, Lingkungan II, Kelurahan Kebun Lada, Binjai Utara.

BINJAI, SUMUTPOS.CO-Ketua TP-PKK Binjai, Hj Lisa Andriani Lubis turut melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid dan Rumah Tahfizd Quran Darussa’adah, di Jalan Sumbawa, Lingkungan II, Kelurahan Kebun Lada, Binjai Utara, baru-baru ini.

Pada kesempatan itu, turut hadir Ketua DMI Sumatera Utara Irhamuddin Siregar, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, para donatur, serta pewaqaf tanah.

Hj Lisa mengatakan, barang siapa yang membangun sebuah masjid karena mengharapkan keridhaan Allah SWT, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada pewakaf dan para donatur karena sudah menyisihkan rezekinya untuk mendirikan Masjid dan Rumah Tahfidz Darussa’adah. “Semoga apa yang diberikan para donatur dan masyarakat sekitar menjadi ladang amal dan kita doakan bersama pembangunan Masjid dan Rumah Tahfiz dapat berjalan lancar sampai tuntas,” ujar dia.

Sementara, Panitia Pembangunan Masjid, Amran melaporkan semua proses rencana hingga peletakan batu pertama pembangunan Masjid Darussa’adah. Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 141 meter persegi.

Lahan ini, kata Amran, diwaqafkan oleh Tumingin pada 22 Juli 2020 lalu. “Masjid ini dibangun dengan ukuran 18×18 dan Rumah Tahfiz dengan ukuran 3×6 sebanyak 3 kelas,” ujar Amran.

Untuk anggarannya, sebut Amran, sudah diestimasikan yang mencapai Rp3,5 miliar. “Saat ini sudah terkumpul Rp23 juta. Di samping itu, sudah ada sumbangan besi, bata, pasir, dan bahan bangunan lainnya,” ungkap Amran.

Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Darussa’adah, M Nuhman mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Binjai dan para donatur. “Semoga pembangunan ini tidak ada kendala dan selesai sesuai target yang sama-sama kita inginkan,” tandasnya. (ted/han)

Kapoldasu Sertijab 3 Kapolres

SERTIJAB: Suasana sertijab 3 Pejabat Utama (PJU) Poldasu serta 3 Kapolres jajaran, di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Selasa (18/8/2020).

MEDAN,SUMUTPOS.CO-Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu), Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi pimpin serah terima jabatan (sertijab) 3 Pejabat Utama (PJU) Poldasu serta 3 Kapolres jajaran, di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Selasa (18/8/2020).

 Tiga jabatan utama dalam serah terima ini, yakni Karo SDM Polda Sumut dari Kombes Pol Fajar Budiyanto SIK kepada Kombes Pol Heru Budi Prasetyo SIK. Kemudian Kabid Keu Polda Sumut dari Kombes Pol Teguh Dlamet Karyono SH kepada Kombes Pol Takwil Ichsan SE Ak MSi, serta Kabiddokkes Poldasu dari Kombes Pol dr Raden Harjuno Sp J kepada Kombes Pol drg Agustinus Mulyanto Hardi T.

 Sementara untuk tiga jabatan Kapolres yang diserah terimakan antara lain Kapolres Labuhan Batu dari AKBP Agus Darojat SIK MH kepada AKBP Deni Kurniawan SIK MH, Kapolres Nias dari AKBP Deni Kurniawan SIK MH kepada AKBP wawan Iriawan SIK, dan Kapolres Pematangsiantar AKBP Budi Pardamean Saragih SIK kepada AKBP Boy Sutan Binangga Siregar SIK.

 Usai penandatanganan berita acara sertijab, berita acara sumpah jabatan, dan pakta Integritas, para pejabat baru diambil sumpah jabatan oleh Rohaniawan yang dilanjutkan dengan amanat dari Kapoldasu.

 Martuani mengucapkan selamat bertugas kepada pejabat lama yang mendapat promosi tugas di luar Sumut. Para pejabat lama tunjukkan kinerja baik di tempat baru sebagai duta Sumut.

“Apabila ada tugas bersangkutan dengan Polda Sumut kami mohon bantuannya karena bagaimanapun Polda ini pernah menjadi tempat mengabdi dan pernah tergabung dalam keluarga besar Polda Sumut,” ujarnya.

 Kapoldasu mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian dari Kabid Keu lama dalam hal pengelolaan keuangan sehingga Polri mampu meraih penghargaan dari BPK RI.

 Martuani berharap, kepada Karo SDM dalam rekrutmen penerimaan Bintara Polri yang sebentar lagi diselenggarakan dapat berjalan dengan transparan, akuntabel dan terpercaya sehingga mendapat bibit unggul yang menghadirkan sosok Kepolisian bertanggung jawab dan profesional.

 Kepada pejabat yang baru, Irjen Martuani meminta untuk segera beradaptasi serta bersosialisasi dengan lingkungan Poldasu, serta membuat perubahan yang segar di lingkungan masing-masing dengan menciptakan kinerja yang baik dan harmonis antara anggota dan pimpinan.

 “Saya harap pejabat baru dapat segera beradaptasi dengan lingkungan karena Sumut wilayah yang dinamis baik dari segi kegiatan masyarakat maupun Kepolisian,” tegas Kapoldasu. (mag-1/ila)

FHI Medan Bantah Pernyataan PGRI Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Forum Honorer Indonesia (FHI) Kota Medan menyatakan ketidaksetujuannya dengan pernyataan oknum ketua PGRI Sumut terkait sosok/tokoh yang peduli terhadap pendidikan Kota Medan, sebab FHI menilai bahwa pernyataan tersebut tidak tergambar secara utuh dan objektif dalam memberikan penilaiannya.

“Kami guru honorer yang bertugas di sekolah negeri di Kota Medan justru memberikan apreriasi terhadap Plt Wali Kota, Bapak Ahyar Nasution,” ucap Ketua FHI Kota Medan, Fahrul Lubis kepada Sumut Pos, Senin (17/8).

Menurut Fahrul, pada anggaran tahun 2019 bulan November dan Desember, Pemko Medan mampu membayar dana insentif guru honorer yang bertugas di sekolah negeri. Dana insentif itu sendiri diakumulasikan berupa pencairan dana insentif selama 1 tahun (12 bulan), dimana untuk setiap guru honorer sekolah negeri yang terdata di Kota Medan menerima dana akumulasi insentif antara Rp7.200.000 sampai dengan Rp12.000.000.

“Hal ini telah menjadi bukti bahwa pernyataan ketua PGRI Sumut bahwa Plt Akhyar Nasution tidak peduli terhadap guru honorer, tidak lah benar. Kami menyadari kondisi anggaran yang saat ini dialihkan untuk penanggulangan Covid-19 di Kota Medan sehingga sampai saat ini dana insentif untuk guru honorer belum dapat di cairkan,” ujarnya.

Namun, terang Fahrul, pihaknya justru berkeyakinan jika Pemko Medan akan tetap membayarkan dana insentif para guru honorer di tahun 2020. Hal itu dikuatkan dari hasil dialog perwakilan guru honor dengan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemko Medan T Syofyan, bahwa Pemko Medan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencairkan dana insentif untuk tahun anggaran 2020.

FHI Kota Medan juga berkeyakinan bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan yang saat ini dipimpin oleh Adlan Spd MM mampu mendorong dan mengeluarkan SK bagi guru-guru honorer sekolah negeri di Kota Medan sebagai salah satu syarat pencairan dana insentif.

“Dari kondisi ini FHI Kota Medan kembali menegaskan bahwa pernyataan ketua PGRI Sumut sangat tidak mendasar, kalaupun beliau menganggap saudara Bobby Nasution memiliki kepedulian terhadap pendidikan di Kota Medan, FHI Kota Medan justru merasa itu sudah menjadi kewajiban karena amanat Undang-undang Otonomi Daerah memberikan prioritas untuk pengelolaan pendidikan di daerah masing-masing,” terangnya.

Namun saat ini, jelas Fahrul, guru-guru honorer yang bertugas di sekolah negeri di Kota Medan beranggapan bahwa Plt Wali Kota Medan Ahyar Nasution telah menunjukkan bukti kepeduliannya terhadap peningkatan pendidikan dan kesejahteraan guru-guru honorer di Kota Medan.

FHI juga mengatakan, jika pihaknya tidak ingin nasib guru honorer dijadikan objek kepentingan politik oleh pihak-pihak tertentu, sebab siapapun nantinya yang menjadi pemimpin di Kota Medan, nasib guru honorer tetap harus diperhatikan.

Dunia pendidikan harus terbebas dari segala bentuk intervensi, dimana Pemerintah dan para elit politik tidak boleh memanfaatkan dunia pendidikan sebagai alat dalam ‘menjual’ poin-poin politiknya.

“Siapapun nantinya yang jadi pemimpin di Kota Medan, kualitas pendidikan harus berkembang seiring dengan kesejahteraan pada tenaga pendidiknya sebagai bentuk tanggungjawab penuh pemerintah terhadap tujuan mulia negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumut sempat mengisyaratkan jika Pemerintahan Kota Medan saat ini tidak peduli terhadap kesejahteraan guru honorer. PGRI Sumut pun mengajak anggota PGRI untuk mendukung Bobby Afif Nasution di Pilkada Medan 2020.

Ketua PGRI Sumut Abdul Rahman Siregar berharap, Wali Kota Medan mendatang adalah sosok yang peduli dengan pendidikan dan juga para pengajar. (map/ram)

DPP Pemuda NKRI Deklarasikan Diri

PETAKA: Penyerahan bendera pataka dari Ketua Badan Penasehat Organisasi, Dr Drs OK Henry MSi kepada Ketum DPP Pemuda NKRI Nasional, Mahadi di Lapangan Perguruan Al Washliyah Jalan Panglima Denai, Amplas, Senin (17/8/2020) lalu.

MEDAN,SUMUTPOS.CO-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda NKRI Nasional resmi mendeklarasikan diri. Deklarasi itu ditandai dengan diserahkannya bendera pataka dari Ketua Badan Penasehat Organisasi, Dr Drs OK Henry MSi kepada Ketua Umum (Ketum) DPP Pemuda NKRI Nasional, Mahadi di Lapangan Perguruan Al Washliyah Jalan Panglima Denai, Amplas, Senin (17/8/2020) lalu.

 Ketum DPP Pemuda NKRI, Mahadi menjelaskan, bahwa organisasi ini dibentuk dengan tujuan mewujudkan NKRI yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian. “Artinya, kita harus betul-betul mengambil sisi-sisi mana yang benar, mana yang salah. Yang benar kita kerjakan, yang salah harus ditinggalkan,” ujar Mahadi didampingi Sekretaris Umum, M Irwansyahputra SE MKes kepada wartawan usai dilantik.

 Selain itu, kata Mahadi, Pemuda NKRI dibentuk untuk menciptakan tujuan NKRI yang sudah tercantum dalam UUD 45. Pemuda NKRI harus mampu menjadi pewaris tunggal kedaulatan rakyat. “Ini harus betul-betul, Pemuda NKRI sebagai benteng penyemangat agar nyawa NKRI ini tidak hilang. Nyawanya apa, yakni keberagaman, kebhinekaan, dan kedaulatan rakyat,” ucapnya.

Menurut Mahadi, pihaknya sengaja menjadikan tanggal 17 Agustus 2020 sebagai waktu deklarasi. Ia beralasan, dengan momentum perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-75, dapat dijadikan sebagai motivasi untuk menjadikan Indonesia lebih maju. “Alasannya itu semangat kemerdekaan. Kita termotivasi untuk berdedikasi demi Indonesia lebih maju,” sebutnya.

 Ke depan, sambung dia, Pemuda NKRI bisa dan harus mampu berperan aktif di dalam bernegara. Sebagai langkah awal, akan membentuk kader-kader yang berkualitas. Selain itu, juga akan terus mensosialisasikan Pemuda NKRI hingga ke seluruh Indonesia.

  “Bangsa Indonesia memiliki karakter yang kuat, untuk itu mesti berkarakter. Seluruh Indonesia akan kita gerakkan, ini kebangkitan pemuda dan semangat perjuangan kemerdekaan menjadi momen untuk Indonesia lebih baik dan maju,” pungkasnya.

 Untuk diketahui, deklarasi DPP Pemuda NKRI diawali dengan melaksanakan upacara kenaikan bendera. Upacara berlangsung Khidmat dan seluruh peserta upacara tetap menerapkan protokol kesehatan. Tak hanya itu, juga dideklarasikan DPW Pemuda NKRI Sumatera Utara yang dihadiri simpatisan dari sejumlah kabupaten/kota Pemuda NKRI, seperti Deli Serdang, Karo, Langkat, Binjai dan Medan. (ris/ila)

Wagubsu Lantik Pejabat Fungsional Widyaiswara

LANTIK: Wagubsu, Musa Rajekshah melantik dan mengangkat Arsyad Lubis sebagai pejabat fungsional widyaiswara ahli utama pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumut, Selasa (18/8/2020).

MEDAN,SUMUTPOS.CO-Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah melantik dan mengangkat Arsyad Lubis sebagai pejabat fungsional widyaiswara ahli utama pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumut, Selasa (18/8/2020), di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan.

 Pelantikan dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 19/M Tahun 2020 tentang Pemberhentian dari Jabatan Pimpinan Tinggi Madya serta Pengangkatan dan Pemberhentian dalam dan dari Jabatan Fungsional Ahli Utama, serta Keputusan Gubernur Sumut Nomor 800/2215/2020 tentang Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Widyaiswara Ahli Utama pada BPSDM Provinsi Sumut.

 Usai pelaksanaan sumpah pelantikan dan penandatanganan berita acara pelantikan, Wagub Musa Rajekshah menyampaikan bahwa widyaiswara memiliki amanah besar yang harus diemban yakni mendukung peningkatan kualitas sumber daya manuasia (SDM) aparatur pemerintah.

 “Perlu saya mengingatkan saudara bahwa jabatan fungsional widyaiswara bukan hanya sebagai pengabdian yang terakhir. Namun jadikan jabatan tersebut untuk mengekspresikan diri sebagai pamong yang profesional dan amanah, dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui berbagai kesempatan pendidikan dan akhirnya ditransformasikan kepada peserta didik,” ucap Wagub.

 Salah satu unsur penentu keberhasilan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan aparatur, menurut Wagub, selain adanya daya dukung sarana prasarana yang memadai, kurikulum yang berbobot, panitia dan peserta yang berkualitas, juga keberadaan dan daya dukung para penyaji materi. “Untuk itu, pejabat fungsional widyaiswara harus memiliki kemampuan yang cakap, khususnya dalam mentransformasikan keahlian tertentu dan pengalaman yang didapat dari lapangan,” tuturnya.

 Arsyad Lubis saat ditemui usai pelantikan menyampaikan terima kasih atas arahan dan bimbingan yang disampaikan Wagub Musa Rajekshah dalam upacara pelantikan. Seperti pesan-pesan yang disampaikan Wagub, Arsyad berharap dirinya bisa menjadi salah seorang widyaiswara yang membawa perubahan dan mendukung peningkatan kualitas SDM Aparatur Pemerintah Daerah khususnya di Sumut.

 “Serta tentunya mampu menjadi bagian dari BPSDM untuk mewujudkan visi sumber pamong yang profesional dan amanah. Insya Allah, pengetahuan dan pengalaman yang saya peroleh selama ini akan saya bagikan kepada para ASN generasi mendatang,” ujarnya.

Upacara pelantikan berakhir dengan pemberian ucapan selamat yang didahului oleh Wagub Musa Rajekshah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Kemudian, disusul keluarga, para rekan kerja dan ditutup dengan foto bersama. Turut hadir Kepala BPSDM Sumut Kaiman Turnip dan Pejabat Fungsional Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Sumut Khairul Syah. (prn/ila)

Pertamina Bantu Korban Erupsi Sinabung

BANTUAN: Pertamina salurkan bantuan kepada warga korban erupsi Gunung Sinabung.

KARO, SUMUTPOS.CO-Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I menyalurkan bantuan kepada warga korban erupsi gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Senin (17/8).

General Manager Pertamina MOR I mengatakan, pihaknya menyerahkan bantuan berupa 662 paket sembako berisikan beras, gula, susu kental manis, teh celup, sarden, garam dapur, kecap dan minyak goreng serta 2.150 masker yang produksi mitra binaan Pertamina MOR I.

“Pada hari kemerdekaan ini, kami berbagi dengan saudara-saudara di dua desa yang ada di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo,”ujar Gema dalam siaran pers, Selasa (18/8).

Selain itu, PT Pertamina juga memberikan bantuan bagi posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo berupa 150 pasang kaca mata safety. Bantuan tersebut bersumber dari Pertamina MOR I, Serikat Pekerja Pertamina EP, Elnusa, Patra Niaga, Pertamina Lubricants, serta Hiswana Migas DPC Sumut.

Disebutkan Gema, bantuan tersebut merupakan bantuan tahap kedua. Dimana sebelumnya pada Rabu (12/8), telah menyalurkan 10.000 masker, 500 botol obat tetes mata dan 100 kotak air mineral di posko BPBD.

Pertamina Geothermal Energy (PGE) juga memberikan bantuan penanganan pertama bagi warga Kecamatan Merdeka. PGE bekerjasama dengan Polres Karo, melakukan penyemprotan air untuk membersihkan abu vulkanik.

Gema mengungkapkan, Pertamina grup bersama Hiswana Migas DPC Sumut juga mengunjungi desa yang 6,8 km dari pusat erupsi untuk menyalurkan bantuan bagi warga Desa Gung Pinto dan Desa Kutambelin, di  Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo. “Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga. Tetap semangat, kami mendukung bapak dan ibu semua,” tutur Gema.

Sementara itu, Kepala Desa Gung Pinto, Roy Bangun mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kepedulian Pertamina kepada warganya menjadi korban bencana alam Gunung Sinabung.

“Terdapat 193 kepala keluarga di Desa Gung Pinto, Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo. Puji syukur tidak ada korban jiwa, tapi ekonomi kami lumpuh, dan petani terancam gagal panen,”ungkap Roy Bangun.(gus/han)

Hujan Buatan Bantu Petani Terdampak Erupsi Sinabung

BERI KETERANGAN: Gubsu Edy Rahmayadi memberikan keterangan terkait rencana akan membuat hujan buatan untuk membantu petani yang terdampak erupsi Gunung Sinabung.

KARO, SUMUTPOS.CO-Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan unsur Forkopimda Provsu beserta rombongan meninjau situasi Gunung Sinabung di lokasi Pos Pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pusat pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Jalan Kiras Bangun, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Selasa (18/8).

 Setelah melakukan peninjauan, Gubsu didampingi Pangdam I/BB dan Kapoldasu langsung menuju Posko Penanggulangan Bencana di kantor Koramil 4/Simpang Empat, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat. Di posko penanggulangan, Gubsu menerima pemaparan singkat kondisi Gunung Sinabung dari Dansatgas Letkol Kav Yuli Eko hadianto, di dampingi Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo.

Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan, akan membuat operasi teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan untuk membantu, terkhusus bagi para petani agar abu vulkanik Gunung Sinabung yang menyelimuti lahan pertanian bisa berkurang, dan bisa langsung digunakan.

 Dalam pembuatan hujan buatan ini, pihaknya akan menghubungi BNPB pusat dan akan bekerjasama dengan pihak TNI AU Sumut. “Nantinya akan disiapkan 2 buah pesawat Hercules milik TNI AU untuk pelaksanaan operasi hujan buatan ini,” ujar Edy.

Pada kesempatan itu, Gubsu, Pangdam I/BB Mayjen TNI Irwansyah dan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin memberikan paket sembako kepada masyarakat dari empat kecamatan yang terdampak erupsi, antara lain Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Berastagi, dan Kecamatan Merdeka, yang diterima perwakilan dari masing – masing camat.  Tidak lupa Gubernur Sumut Edy mengingatkan agar masyarakat terus menjaga kesehatan. “Jangan lupa memakai masker dan jangan memasuki area zona merah di lingkaran Sinabung yang ditetapkan,” pungkasnya. (deo/han)

PLN UIW Sumut Terangi 7 Desa di Nias

Berikan Kado Indah di HUT RI ke-75

RESMIKAN: GM PLN UIW Sumut, M Irwansyah Putra (tengah) bersama Bupati Nias Selatan, Hilarius Duha, saat peresmian listrik di 7 Desa di Nias Selatan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Tepat pada HUT Republik Indonesia ke-75 pada 17 Agustus 2020, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara memberikan kado indah dengan menerangi 7 desa di Nias, tepatnya di Nias Selatan.

 Hal ini ditandai dengan diresmikannya listrik di 7 desa tersebut, yakni, Desa Fanedanu, Desa Sisiwa Ewali, Desa Lolozukhu, Kecamatan Ulu Idanotae, Desa Na’ai dan Desa Hilisaoto di Kecamatan Siduaori, Desa Sinar Susua, Kecamatan Somambawa dan Desa Hiliorahua Tasua, Kecamatan Susua. 

 Infrastrutur kelistrikan di tujuh desa tersebut diresmikan oleh General Manager PLN UIW Sumatera Utara M Irwansyah Putra bersama Bupati Nias Selatan Hilarius Duha di Desa Fanedanu, Kecamata Ulu Idanotae, Kabupaten. Nias Selatan.

General Manager PLN UIW Sumut, M Irwansyah Putra mengatakan, bahwa listrik pedesaan merupakan amanat pemerintah melalui Kementerian ESDM untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk mendukung proses pemerataan listrik pedesaan demi terwujudnya energi berkeadilan, PLN terus melakukan pembangunan jaringan di seluruh Indonesia,” ujar Irwansyah Putra.

Sedangkan untuk melistriki 507 orang pelanggan di desa tersebut, lanjutnya, PLN membangun 14,649 kMS Jaringan Tegangan Menengah, 14,896 kms Jaringan Tegangan Rendah serta 10 Unit Gardu dengan total 450 kVA. “Dengan peresmian ini, pada Agustus 2020 PLN telah melistriki 6.020 desa di Sumatera Utara,” papar Irwansyah Putra lagi.

Selain itu, Irwansyah mengapresiasi kinerja Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sumut yang secara konsisten melaksanakan tugas di tengah Pandemi Covid-19. “Saya mengucapkan terimkasih atas kerjakeras UP2K Sumut serta pemerintah daerah yang mendukung proses pembangunan listrik pedesaan ini,” ucap Irwansyah Putra.

 Ke depan, kata Irwansyah, PLN UIW Sumatera Utara melalui UP2K juga akan terus melistriki seluruh kawasan terpencil di Nias Selatan termasuk di pulau-pulau terluar.

“Kita akan berupaya merealisasikan sampai ke pelosok termasuk pulau terluar di tahun 2021 dan 2022 mendatang,” tandasnya.

Setelah pembangunan ini, Irwansyah berharap masyarakat turut mendukung PLN dalam menjalankan program pembangunan listrik pedesaan. “Mari kita jaga bersama, izinkan petugas memotong pohon yang berada dekat dengan jaringan, gunakan listrik secara sah serta jangan bermain dekat dengan jaringan listrik,” pungkas Irwansyah Putra. 

Sementara itu, Bupati Nias Selatan, Hilarius Duha mengapresiasi kinerja PLN UIW Sumut yang terus berupaya mewujudkan komitmennya dalam melistriki seluruh pelosok Sumatera Utara. “Kami sangat bangga dengan apa yang dilakukan PLN,” ucapnya. (rel/ila)

Harapan Masyarakat Medan Utara untuk Pembangunan

Bobby Pasangan dengan Aulia di Pilkada 2020

Pemerhati Kebijakan Publik Kota Medan, Saharudin

BELAWAN, SUMUTPOS.CO-  Pasangan Bobby Nasution dan Aulia Rachman untuk tampil di kontestan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan 2020, telah membawa salah satu pasangan keterwakilan dari Medan Utara.

Pemerhati Kebijakan Publik Kota Medan, Saharudin, mengatakan, pasangan bakal calon yang telah direkomendasikan oleh partai untuk Bobby dan Aulia merupakan harapan besar bagi masyarakat Medan Utara guna terwujudnya percepatan pembangunan Medan Utara.

“Harapan kita, Medan Utara ini harus menjadi halaman depan untuk pembangunan Kota Medan dengan adanya Aulia Rachman sebagai wakil dari Medan Utara,” ujarnya, Selasa (18/8).

Dijelaskan Ketua Gerbraksu ini, harapan besar juga dapat dilihat dari sosok Bobby yang punya akses ke pusat, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat Medan Utara dapat terwujud. Namun, dari segi kebijakan,  pasangan ini belum teruji dari segi birokrasi.

“Kita minta nantinya ada penjamin untuk mewujudkan harapan ini dengan melakukan kontrak sosial dengan masyarakat Medan Utara, agar apa yang dikomitmenkan dapat terlaksana dan bukan sebagai live servis atau hanya janji semata. Kalau kontrak sosial  tidak ada, nanti hanya sebatas janji politik saja,” ujarnya.

Mengenai kapasitas kedua pasangan, sebenarnya belum punya pengalaman yang maksimal, seharusnya Bobby memilih pasangan yang punya kapasitas dari Medan Utara seperti HT Bahrumsyah. Tetapi, karena ini kebijakan kolektif dari partai pengusung tersebut.

“Dengan tampilnya Bobby dan Aulia diminta harus bisa membangun ketertinggalan Medan Utara dari sisi kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, sosial dan pembangunan khusus Medan Utara untuk infrastruktur misalnya Islamic Center serta kawasan ekonomi khusus di Seruwai,” terangnya.

Terpisah, tokoh masyarakat Kota Medan bagian Utara, M Nasir menilai, bakal calon pasangan Bobby dan Aulia harus banyak belajar tentang birokrasi, karena masing – masing pasangan memiliki latar belakang pengusaha yang masih muda dan belum pernah menjadi birokat. Sehingga mereka harus banyak belajar tentang birokrasi karena cara memimpin perusahaan berbeda dengan cara memimpin pemerintahan.

“Keduanya harus mampu merendahkan diri untuk mau belajar kepada kepala daerah senior atau mantan wali kota dan wakil wali kota seperti Bahtiar Jafar dan lainnya. Mereka memiliki pengalaman dan ide yang perlu dikembangkan. Saya juga berpesan agar keduanya jangan lupa bahwa tugas berat menanti jika kelak terpilih menjadi kepada daerah,” kata Nasir.

Mantan anggota DPRD Kota Medan ini juga menilai, pelung Bobby membangun dan menata Kota Medan sangat besar, sebab yang bersangkutan merupakan menantu Presiden RI yang juga sebagai kepala pemerintahan.

“Pengalaman saya selaku anggota DPRD menunjukkan hubungan emosional pejabat daerah dengan pejabat pusat sangat berpengaruh terhadap perolehan DAU dan DAK. Jadi, kalau Bobby menjadi wali kota, besar kemungkinan dia akan gampang bertemu dan bicara dengan menteri atau pejabat di pusat terkait pembangunan yang pendanaannya bersumber dari APBN,” pungkas Nasir. (fac/ram)